The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Komunikasi Bisnis

Penulis:
Anita Kartika Sari, ST., MT., MM
Tri Wahjoedi, ST., MM
Mochamad Choifin, ST., MT
Bambang Sri Wibowo, SE., MM

Penerbit: Delta Pijar Khatulistiwa

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by delta pijar, 2023-08-07 11:21:24

Komunikasi Bisnis

Komunikasi Bisnis

Penulis:
Anita Kartika Sari, ST., MT., MM
Tri Wahjoedi, ST., MM
Mochamad Choifin, ST., MT
Bambang Sri Wibowo, SE., MM

Penerbit: Delta Pijar Khatulistiwa

142 Kecanggihan di era globalisasi saat ini, sungguh menakjubkan. Misalnya, komunikasi difasilitasi dengan cara berikut: E-mail (email), yang dapat langsung diterima dalam beberapa detik, kotak pesan (messaging), telepon seluler (ponsel), SMS (layanan pesan singkat), 3G, dll. Semua kenyamanan tersebut tidak menjamin komunikasi akan lancar dalam arti penerima dapat menerima dan memahaminya. Topik permasalahan yang dibahas dalam komunikasi ini adalah: a) Mendengarkan, masing-masing pihak berusaha berbicara agar tidak ada yang mendengarkan. Informasi yang diberikan pasti tidak berguna b) Empati, jika Anda mendengarkan tanpa empati, tidak ada gunanya berkomunikasi antar pihak. Dengan empati diharapkan masingmasing pihak memahami persoalan yang dihadapi. Atau apakah mudah untuk berempati, yaitu. dimanipulasi oleh pihak lain agar tidak berfungsi? c) Kami berbicara satu sama lain, lalu siapa yang mendengarkan? Kurangnya pemahaman terhadap informasi yang akan disampaikan. d) Berbicara dengan banyak jargon dan kecepatan pengucapan, yang sulit didengar dan dipahami oleh penerima. e) Metode penyampaian, karena lebih mudah menyampaikan berita baik daripada berita buruk. f) Sulit untuk menerima umpan balik. dan seterusnya yang tentunya bisa Anda teruskan. Oleh karena itu, kita harus mengikuti beberapa tips untuk mempelajari keterampilan komunikasi, yaitu: - Anda harus menyadari mengapa keterampilan komunikasi penting dikuasai dan manfaat apa yang mereka berikan kepada kita


143 - Kita harus memahami pentingnya keterampilan komunikasi dan bentuk-bentuk perilaku komponen yang harus kita kuasai untuk menerapkan keterampilan tersebut. - Kita harus rajin mencari atau menemukan situasi di mana kita bisa melatih keterampilan tersebut - Kita tidak boleh ragu atau malu untuk mencari bantuan dari orang lain, sehingga kita dapat memantau usaha kita dan memberikan penilaian atas kemajuan yang dicapai dan kesenjangan yang masih ada. - Jangan bosan belajar atau berlatih. Kita harus terus-menerus melatih keterampilan komunikasi ini. - Kita harus membagi seluruh latihan menjadi unit-unit atau bagianbagian tertentu, sehingga kita dapat merasakan keberhasilan usaha kita setiap saat. Misalnya, berlatih membangun kepercayaan diri, mengungkapkan pikiran dengan jelas, mendengarkan, dll. - Ini akan sangat membantu jika kami menemukan teman untuk diambil alih-alih pelatihan. - Kita harus terus berlatih dan mempraktekkan keterampilan berkomunikasi dengan semua komponen atau bagian tersebut hingga akhirnya menjadi bagian dari diri kita. Lalu langkah apa yang harus dilakukan? Sebenarnya, ada banyak cara untuk mengkomunikasikan manfaat kepada karyawan melalui media, seperti: a) Buku panduan yang tersedia di website perusahaan b) Target program untuk karyawan di tempat kerja c) Brosur atau surat atau email


144 d) Buletin karyawan atau milis melalui video e) melalui pertemuan dalam tim atau melalui pertemuan tatap muka Lalu media apa yang kami gunakan agar kami dapat mengkomunikasikan manfaat kepada karyawan, sehingga karyawan juga termotivasi dan berkomitmen terhadap perusahaan dan karyawan juga merasa bahwa perusahaan berusaha untuk menutupi kebutuhan asuransi kesehatan untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka, sehingga mereka dapat bekerja dengan nyaman dan aman. Colonial Life memberikan pertanyaan kepada para manajer tentang metode yang mereka gunakan untuk mengomunikasikan tunjangan karyawan dan hasilnya adalah sebagai berikut: a) 90% manajer mengatakan bahwa bertemu karyawan secara langsung meningkatkan pemahaman mereka tentang manfaat yang ditawarkan perusahaan secara signifikan, tetapi hanya 58% yang melakukannya. b) 2.80% menggunakan metode pertemuan kelompok untuk menjelaskan manfaatnya c) 44% menjelaskan melalui internet d) 40% meminta karyawan untuk mencari tahu dengan sendiri. Dari survei di atas, kita bisa melihat metode mana yang efektif dalam mengkomunikasikan benefit perusahaan kepada karyawan. Kecanggihan teknologi tidak bisa menjamin komunikasi yang baik. Kami telah menyediakan sosialisasi asuransi kesehatan untuk pertemuan kelompok dan semua informasi tentang manfaat, terutama asuransi kesehatan, tersedia di situs web perusahaan, tetapi apakah kami telah mengadakan pertemuan tatap muka dengan karyawan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang manfaat?


145 Soal: 1. Mengapa proses persiapan personel diperlukan dalam organisasi? 2. Bagaimana proses pelatihan karyawan dalam organisasi? 3. Apa saja yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan karyawan? 4. Bagaimana proses rekrutmen bekerja? 5. Peran apa yang dimainkan staf di perusahaan? 6. Jelaskan kegiatan apa saja yang termasuk dalam proses penyiapan personalia? 7. Mengapa penempatan staf diperlukan? 8. Terbuat dari apakah kepribadian? 9. Menurut Anda, bagaimana Anda menggambarkan tugas seorang manajer SDM? 10. Apakah perusahaan atau perusahaan membutuhkan manajemen sumber daya manusia? Pembahasan: 1. Manajemen sumber daya manusia diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi atau bisnis. Perusahaan sangat membutuhkan elemen yang dapat mengatur sumber daya manusianya. 2. Mengatur staf di perusahaan sebagai berikut: - Perencanaan personel. - Seleksi - Pembatalan - Pengenalan dan sosialisasi. - Pelatihan dan pengembangan.


146 - Evaluasi realisasi pekerjaan. - Kompensasi dan penghargaan. - Masalah yang akan direncanakan harus diketahu dengan jelas. - Harus dapat mengumpulkan dan menganalisis informasi SDM. - Anda harus memiliki pengalaman luas dalam menganalisis pekerjaan, organisasi, dan situasi personel. - Mengetahui situasi personel saat ini dan seterusnya 3. Tahapan implementasi manajemen sumber daya manusia adalah: - Perencanaan personalia (Sumber Daya Manusia) - Perekrutan personel yang diperlukan - Pemilihan karyawan - Presentasi kondisi operasional dan organisasi kepada karyawan baru - Pemeliharaan kesehatan dan keselamatan melalui asuransi karyawan 4. Sumber Daya Manusia adalah departemen yang bertanggung jawab untuk melakukan beberapa fungsi SDM dalam hal manajemen untuk mengatur hubungan kerja antara perusahaan dan karyawannya, seperti, gaji, tanda terima karyawan seperti pengepakan, surat pengunduran diri, pemberitahuan pemberhentian dan daftar hadir 5. Proses persiapan staf terdiri dari: - Perencanaan personel: dirancang untuk memenuhi kebutuhan staf organisasi. - Pemberhentian tenaga kerja: sehubungan dengan perekrutan calon sesuai dengan rencana kepegawaian. - Pemilihan personel: evaluasi dan seleksi calon karyawan.


147 6. Personalia memegang peranan penting karena menyangkut pengadaan personel. Tugas SDM sehari-hari sangat erat kaitannya dengan kegiatan administrasi terkait SDM dalam mendukung bisnis perusahaan. 7. Sumber Daya Manusia adalah suatu departemen yang khusus menangani pengelolaan atau administrasi sumber daya manusia dalam suatu perusahaan termasuk ketenagakerjaan. Pekerjaan departemen sumber daya manusia dibagi menjadi empat bidang manajemen personalia (SDM), pelatihan, rekrutmen karyawan dan manajemen personalia. 8. Jika manajer perekrutan telah merencanakan dan mengatur dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah pengarahan pekerjaan. Tugas manajer SDM dalam hal ini adalah memastikan agar setiap karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih efektif untuk mencapai tujuan perusahaan. 9. Sumber daya manusia adalah bagian yang sangat penting dari setiap organisasi atau bisnis. Tanpa pengelolaan sumber daya manusia yang baik, perusahaan tidak dapat mencapai tujuan, visi dan misinya. Oleh karena itu, manajemen sumber daya manusia merupakan hal yang sangat dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.


148 DAFTAR PUSTAKA Adler, P. A., Adler, P., & Fontana, A. (1987). Everyday life sociology. Annual Review of Sociology, 13(1), 217–235. Al Fuad, Z., Helminsyah, H., & Subhananto, A. (2017). Pengembangan Model Pembelajaran Montase Kreatif Dengan Teknik Lihat, Gunting, Tempel, Dan Ceritakan (LGTC) Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar. Visipena, 8(2), 280–294. Ambler, T. (1995). Reflections in China: Re-orienting images of marketing. Marketing Management, 4(1), 22. Ayuningrum, S. (2017). Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Aspek Keterampilan Berbahasa Melalui Model Pembelajaran Kreatif Produktif di SMK Islam PB. Soedirman 1. Visipena, 8(2), 351–372. Babayigit, O. (2019). Sixth grade students’ listening comprehension of the story text. International Journal of Educational Methodology, 5(1), 35–42. Bovee, C. L., & Thill, J. V. (2010). Business Communication Today.(Global Edition). New York: Pearson Company. Bovée, C., & Thill, V. (2014). Business Communication Today. 12. painos. Harlow: Pearson Education Limited. Bowman, J. P., & Targowski, A. S. (1987). Modeling the communication process: The map is not the territory. The Journal of Business Communication (1973), 24(4), 21–34.


149 Burkhalter, S., Gastil, J., & Kelshaw, T. (2002). A conceptual definition and theoretical model of public deliberation in small face—to—face groups. Communication Theory, 12(4), 398–422. Cahyani, I. (2015). Peningkatan Keterampilan Menulis dengan Model PAKEM Melalui Teknik Menjadi Wartawan Junior di Sekolah Dasar. SOSIOHUMANIKA, 8(1). Chamalia, T. (2016). PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VA SD N KEPUTRAN “A” YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017. Prodi. PGSD, FKIP, Universitas PGRI Yogyakarta. Darmuki, A., Nurkamto, J., & Saddhono, K. (2017). Evaluating Information-processing-based Learning Cooperative Model on Speaking Skill Course. Journal of Language Teaching & Research, 8(1). Dulek, R. E., & Campbell, K. S. (2015). On the dark side of strategic communication. International Journal of Business Communication, 52(1), 122–142. Farhana, M. (2014). Implication of brand identity facets on marketing communication of lifestyle magazine: case study of a Swedish brand. Journal of Applied Economics and Business Research, 4(1), 23–41. Floyd, J. J. (2006). Ralph G. Nichols Prophet, Pioneer, and Visionary. International Journal of Listening, 20(1), 18–19. Friedman, V. J., & Antal, A. B. (2005). Negotiating reality: A theory of action approach to intercultural competence. Management Learning, 36(1), 69–86. Griffin, R. W., & Ebert, R. J. (2007). Business Pearson International Edition. New Jersey: Prentice Hall.


150 Hart, W. B. (2002). Edward T. Hall and the history of intercultural communication: the United States and Japan Sub Title Author Rogers, Everett M.(Miike, Yoshitaka). Hartman, R. I., Stoner, C. R., & Arora, R. (1992). Developing successful organizational telecommuting arrangements: Worker perceptions and managerial prescriptions. SAM Advanced Management Journal, 57(3), 35. Hasan, H., Taufik, T., Kasman, K., Putra, A., & Yulianti, E. (2023). USING PICTURE CARDS IN IMPROVING STUDENTS’READING ABILITY FOR ELEMENTARY STUDENTS. Jurnal Scientia, 12(01), 28–35. Hastari, T. (2019). Improving Students’ Speaking Skill and Self Confident Using Retelling of Fifth Grade Students. 3rd International Conference on Current Issues in Education (ICCIE 2018), 489–496. Hebding, D. E., & Glick, L. (1976). Introduction to sociology. Addison Wesley Publishing Company. Huckshorn, R. J., Gibson, J. L., Cotter, C. P., & Bibby, J. F. (1986). Party integration and party organizational strength. The Journal of Politics, 48(4), 976–991. Ica, D. M., Mardian, M., & Oktavia, W. (2017). Improving Speaking Skills through Cooperative Learning Model Talking Stick Type on Students of Class XI IPS 2 SMA Negeri 7 Singkawang School Year 2015/2016. JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 2(2), 53–57. II, B. A. B. (n.d.). A. Kajian Teori 1. Hakikat Pendidikan dan Pendidikan Bahasa di Sekolah Dasar (SD) a. Pengertian, Peranan, dan Fungsi Pendidikan di SD. MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BERBASIS PENDEKATAN KOMUNIKATIF BAGI, 23.


151 Iskandar, D. (2004). Identitas budaya dalam komunikasi antar-budaya: Kasus etnik madura dan etnik dayak. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 6(2), 119–140. Jayanti, S. D., & Setiawati, S. (2016). Keluarga dengan Tidak Melakukan Stereotip Gender terhadap Anak Remajanya. Prosiding Hubungan Masyarakat, 363–370. Judiasri, M. D. (2017). Koto Renshu Dalam Pembelajaran Kaiwa (Berbicara) Di Departemen Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI. JAPANEDU: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran Bahasa Jepang, 2(1), 29– 39. Katz, M. L., & Shapiro, C. (1994). Systems competition and network effects. Journal of Economic Perspectives, 8(2), 93–115. Kelly, D. C. (2008). REFRAMING CULTURAL COMPETENCY: THE ESSENTIAL ELEMENTS OF CROSS CULTURAL EFFICACY TO SUPPORT SOCIAL CONNECTEDNESS. Journal of Pastoral Counseling, 43. Khadijah, S. (2018). Bullying and Verbal-Nonverbal Communication Among a Group of College Students. Avant Garde, 6(1), 115–130. Kroker, A. (1995). Digital humanism: The processed world of Marshall McLuhan. CTheory, 18, 1–2. Luce, L. F. (1991). Toward internationalism: Readings in cross-cultural communication. Newbury House Pub. Maital, S., & Sharabani, S. (2005). Culture as a growth Resource. In Borderlands of Economics (pp. 183–205). Routledge. Maryatin, M., & Retnowaty, R. (2018). Kemampuan Berbicara Siswa Mts Hidayatul Mustaqim Balikpapan melalui Kegiatan Menjadi Pembawa Acara. Jurnal Basataka (JBT), 1(1), 22–29.


152 Mooney, J. D. (1954). The principles of organization. Horper and Publisher 1954. Moore, S. T., & Kelly, M. J. (1996). Quality now: Moving human services organizations toward a consumer orientation to service quality. Social Work, 41(1), 33–40. Nuroh, E. Z., & Adiyawati, F. F. (2023). The influence of digital storytelling on story writing skills of class II elementary school students. JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA, 8(2), 357– 369. Octari, V., & Purwanto, E. (2017). The role of guanxi and xinyong on the relationship between supplier and retailer among Chinese entrepreneurs in Bekasi city, Indonesia. International Journal of Information, Business and Management, 9(1), 22. Őnday, Ő. (2016). Neoclassical organization theory: from incentives of Bernard to organizational objectives of Cyert and March. Global Journal of Human Resource Management, 4(1), 83–94. PM Ribeiro, S. (2016). Developing intercultural awareness using digital storytelling. Language and Intercultural Communication, 16(1), 69–82. Pradana, S. A. (2017). Using debate to enhance students’ speaking ability as their character building. English Education: Jurnal Tadris Bahasa Inggris, 10(1), 149–163. Rais, R. (n.d.). The Adaptation of Indonesian Diaspora Communication in Korea. Samuelson, P. A. (2005). Where Ricardo and Mill rebut and confirm arguments of mainstream economists supporting globalization: Response. Journal of Economic Perspectives, 19(3), 242–244. Sinta, P., & Hariani, S. (2016). Efektifitas Penggunaan Media Papan Cerita Bergambar dalam Pembelajaran Berbicara di Kelas II SDN


153 Mojowuku Kedamean Gresik. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(2), 253973. Smith, L. E. (1976). English as an international auxiliary language. RELC Journal, 7(2), 38–42. Tambunan, R., & Hakim, A. (2023). Buku Ajar Komunikasi Bisnis. Media Sains Indonesia. Thill, J. V. (2017). Excellence in Business Communication/John V. Thill, Courtland L. Bovee. McGraw-Hill, 12th Edition.–Pearson Paper. Tjoe, J. L. (2013). Peningkatan kemampuan membaca permulaan melalui pemanfaatan multimedia. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 7(1), 17–48. Tylor, E. B. (1871). Primitive culture: Researches into the development of mythology, philosophy, religion, art and custom (Vol. 2). J. Murray. Wenxiu, P. (2015). Analysis of new media communication based on Lasswell’s “5W” model. Journal of Educational and Social Research, 5(3), 245.


154 Note: _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________


Click to View FlipBook Version