14716. Berisiko terjadinya tindakan aborsi (pengguran kandungan secara paksa). Apabila janin tersebut meninggal, maka bertambahlah dosa yang didapatnya selain zina juga pembunuhan.17. Jembatan untuk menularnya berbagai macam penyakit berbahaya seperti AIDS dan Gonorhea.Dan Ada tiga ketetapan yang telah ditentukan oleh Allah SWT sebagai hukuman atas mereka yang berbuat zina, yakni:1. Hukuman mati merupakan hukuman paling hina yang diberikan kepada pelaku zina. Hukuman ini bisa dijalankan dengan rajam (dilempari batu) sampai mati. Atau bagi mereka yang belum menikah, diganti dengan hukum cambuk rotan sebanyak 100 kali serta diasingkan selama satu tahun.2. Allah SWT telah menyebutkan bahwa jangan berbelas kasihan pada mereka yang berbuat zina. 3. Perbuatan ini merupakan dosa besar sehingga sekalipun orang terdekat atau keluarga yang berbuat, janganlah terbawa faktor kasihan maka hukuman tidak dilaksanakan. Bagaimana pun juga, mereka yang berbuat zina harus dihukum berat akibat daripada perbuatannya tersebut. Allah SWT memerintahkan agar hukuman terhadap mereka yang berbuat zina supaya disaksikan dihadapan orang mukimin yang banyak agar dijadikan sebagai pembelajaran serta memberi efek jera.Sumber: https://addyst.blogspot.com
148Balasan di Dunia dan Akhirat Terhadap yang Berbuat Zina adalah sebagaimana Nabi Muhammad SAW telah memberitahukan kepada kita semua bahwasanya perbuatan zina itu, akan mendapat balasan dari Allah SWT baik selagi masih di dunia maupun nanti di akhirat. Rasulullah SAW bersabda yang artinya; “Dua kejahatan akan dibalas oleh Allah ketika di dunia; zina dan durhaka kepada ibu bapak.” (H. R. Thabrani).Imam Sayuthi dalam kitabnya Al-Jami’ Al-Kabir menulislan bahwa perbuatan zina dapat megakibatkan 6 dampak negatif bagi pelakunya. 3 dampak negatif menimpa pada saat di dunia dan 3 dampak lagi akan ditimpakan kelak di akhirat.Adapun 3 hal yang akan menimpa di dunia ialah : (1) Menghilangkan wibawa.Pelaku zina akan kehilangan kebersihan jiwanya dan kesucian dirinya, yang keduanya merupakan sumber kebahagiaan dan ketenangan hidupnya(2) Mengakibatkan kefakiran, Perbuatan zina juga akan mengakibatkan pelakunya menjadi miskin. Sebab, pelakunya akan selalu mengejar kepuasan birahinya, yang sudah barang tentu akan memakan energi dan waktu bagi dirinya. Di samping itu, ia pun harus mengeluarkan biaya untuk memenuhi nafsu birahinya, yang pada dasarnya tidaklah sedikit. Kedua faktor inilah yang akan mengakibatkan para pelaku zina jatuh miskin.(3) Mengurangi umur. Perbuatan tersebut juga akan mengakibatkan umur pelaku zina berkurang lantaran akan terserang penyakit yang dapat mengakibatkan kematian. Saat ini banyak sekali penyakit berbahaya yang diakibatkan oleh perilaku seks bebas, seperti HIV/AIDS, infeksi saluran kelamin, dan sebagainya.Dan tiga lagi yang akan dijatuhkan di akherat : (1) Mendapat murka dari AllahPerbuatan zina merupakan salah satu dosa besar sehingga para pelakunya akan mendapat murka dari Allah SWT kelak di akhirat. (2) Hisab yang jelek (banyak dosa) Pada saat hari perhitungan amal (yaumul hisab) maka para pelaku zina akan menyesal karena mereka akan diperlihatkan betapa besarnya dosa akibat perbuatan zina yang dia lakukan semasa hidup di dunia. Penyesalan hanya tinggal penyesalan, semuanya sudah terlanjur dilakukan.
149(3) Siksaan di nerakaPara pelaku perbuatan zina akan mendapatkan siksa yang berat dan hina kelak di neraka. Dikisahkan pada saat Rasulullah melakukan Isra’ dan Mi’raj beliau diperlihatkan ada sekelompok orang yang menghadapi daging segar tapi mereka lebih suka memakan daging yang amat busuk dari pada daging segar. Itulah siksaan dan kehinaan bagi pelaku zina. Mereka selingkuh padahal mereka mempunyai istri atau suami yang sah. Kemudian Rasulullah juga diperlihatkan ada satu kaum yang tubuh mereka sangat besar, namun bau tubuhnya sangat busuk, menjijikkan saat dipandang, dan bau mereka seperti bau tempat pembuangan kotoran (comberan). Rasul kemudian bertanya, ‘Siapakah mereka?’ Dua Malaikat yang mendampingi beliau menjawab, “Mereka adalah pezina laki-laki dan perempuan’.” Perilaku zina merusak moral masyarakat dan melemahkan sendi-sendi kepribadian bangsa. Adapun hikmah pengharaman perilaku zina adalah sebagai berikut:1. Menjaga keturunan agar terhindar dari ketidakjelasan nasab.2. Dapat menjaga kesucian dan martabat manusia.D. HIKMAH MENGHINDARI PERGAULAN BEBAZ DAN ZINASumber: https://sharechanneltv.com/2018/08/17/nikah/
1503. Hukuman berat bagi pelaku zina memberikan pelajaran bagi orang lain berupa rasatakut mendekati zina dan melakukannya.4. Terpelihara dari penyakit kotor yang ditimbulkan dari perzinaan seperti penyakit kelamin dan AIDS.5. Terhindar dari kejahatan-kejahatan lain yang diakibatkan setelah melakukan perzinaan seperti pengguguran janin dan pembunuhan karena ingin menghindar dari rasa malu.Cara Menghindari PerzinaanLalu, bagaimanakah cara menghindarkan diri dari perilaku zina? Beberapa cara efektif yang bisa kita lakukan untuk menghindarkan diri dari perbuatan zina adalah sebagai berikut:1. Hindari mendekati tempat-tempat maksiat yang dapat memberikan peluang dan kesempatan untuk berzina. Sekali kita melangkah masuk ke tempat tersebut, akan sulit untuk berpaling dari beragam kemaksiatan.2. Jangan mendekati hal-hal yang menjurus kepada perbuatan zina, seperti berpacaran, berciuman, berpelukan dengan lawan jenis, menonton film porno, atau membaca buku-buku yang di dalamnya terdapat konten pornografi. Mendekati hal-hal yang menjurus kepada zina akan menyebabkan orang tersebut terobsesi untuk melakukan perzinaan.3. Memilih teman bergaul yang saleh dan tidak suka mengunjungi tempat-tempat maksiat. Sebab, teman yang saleh akan menebarkan kebaikan kepada temannya, serta selalu mengingatkan tentang bahaya perzinaan.4. Menambah ilmu pengetahuan agama dengan menghadiri majelis-majelis taklim. Selain itu, kita juga perlu mengunjungi orang-orang saleh yang akan mengingatkan diri untuk selalu waspada terhadap godaan nafsu dan jebakan ilusi setan dalam perzinaan.5. Membaca buku-buku keislaman yang secara spesifik mengingatkan pembacanya mengenai bahaya perzinaan. Dengan memahami bahayanya, seseorang akan menyadari pentingnya menghindari zina dalam kehidupan bermasyarakat.6. Membaca Al-Quran sambil merenungi tafsirnya, mengindahkan sabda-sabda Nabi, dan mendengarkan nasihat ulama tentang pentingnya menjauhi segala macam dosa, termasuk berzina dan mendekati zina.
151Pergaulan bebas masyarakat modern sangat rentan terhadap perilaku perzinaan. Mari menjaga tingkah laku diri kita sehingga terhindar dari bahaya perzinaan. Dan bagi pelaku zina hendaklah bertaubat sebelum azab Allah menimpakita.1. Pergaulan Bebas adalah pergaulan yang tidak dibatasi oleh aturan agama maupun susilaSecara bahasa, 2. zina berasal dari kata zana-yazni yang artinya hubungan persetubuhan antara perempuan dengan laki-laki yang sudah mukallaf (balig) tanpa akad nikah yang sah3. Perbuatan zina sangat dicela oleh agama dan dilaknat oleh Allah4. Yang dimaksud perbuatan mendekati zina yang adalah berpacaran yang mengakibatkan pelakunya ingin melakukan zina5. Menurut Al-Ghazali, perbuatan keji (dosa besar) yang tampak adalah zina, sedangkan dosa besar yang tersembunyi adalah mencium, menyentuh kulit, dan memandang dengan syahwat6. Secara umum akibat buruk yang ditimbulkan akibat perzinaan antara lain: Menghancurkan masa depan anak. Merusak keturunan yang Mendorong perbuatan dosa besar yang lain Menimbulkan berbagai jenis penyakit kelamin Terjerat hukuman berupa rajam sebanyak seratus kali atau sampai mati. 7. Adapun hikmah pengharaman perilaku zina adalah sebagai berikut: Menjaga keturunan agar terhindar dari ketidakjelasan nasab. Dapat menjaga kesucian dan martabat manusia. Hukuman berat bagi pelaku zina memberikan pelajaran bagi orang lain Terpelihara dari penyakit kotor yang ditimbulkan dari perzinaan penyakit AIDS. Terhindar dari kejahatan-kejahatan lain yang diakibatkan oleh 6. ada enam bahaya yang mengikutinya baik di dunia maupun akhirat.a. Di dunia:1) cahaya akan hilang dari wajah orang yang berbuat zina, 2) umurnya akan semakin pendek, 3) serta kekal dalam kemiskinan. b. Di akhirat:1) Murka Allah menanti, 2) Hisabnya buruk, 3) Mendapat siksaan di neraka.Rangkuman
152Soal Esay:Jawablah petanyan-pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar!1. Jelaskan pengertian pergaulan bebas ?2. Sebutkan dalil yang mengharamkan perbuatan zina ?3. Apa akibat buruk yang ditimbulkan akibat perzinaan ?4. Sebutkan hikmah pengharaman perilaku zina ?5. Ada enam bahaya perbuatan zina baik di dunia maupun akhirat?Evaluasi
153KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnyaKI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalahKI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuanPeta KonsepAdab Berpakaian Dalam IslamPengertian pakaian Adab berpakaian muslimkriteria dan fungsi berpakain muslimDalil tentang berpakaian muslimKOMPETENSI INTI
1541.9 Meyakini bahwa berpakaian sesuai syariat islam adalah kewajiban dalam agama2.9 Menunjukkan perilaku berpakaian sesuai syariat islam dalam kehidupan seharihari3.9 Menganalisis makna berpakaian sesuai syariat islam kehidupan sehari-hari4.9 Menyajikan keterkaitan berpakaian sesuai syariat islam dalam kehidupan seharihari dengan keimanan 14. Siswa meyakini dan mengamalkan tata cara berpakaian sesuai syariat islam 15. Siswa dapat menjelaskan makna berpakaian sesuai syariat islam 16. Siswa dapat menyebutkan perilaku berpakaian sesuai syariat islam 17. Siswa dapat menyebutkan dalil tentang berpakaian sesuai syariat islam18. Siswa dapat menguraikan hikmah berpakaian sesuai syariat islamJika kita memperhatikan cara berpakaian pada saat ini, terutama dikalangan para remaja baik putra maupun puteri tampaknya sudah jauh dari tuntunan Islam. Mereka sudah tidak malu-malu lagi mempertontonkan auratnya, bahkan menjadi suatu kebanggaan bagi mereka. Alasannya, jika tidak berpakaian seperti itu dianggap tidak mengikuti perkembangan mode. Mengikuti perkembangan mode tidak di larang akan tetapi jangan sampai melanggar ketentuan Allah dalam berpakaian.Dalam ajaran Islam, tujuan berpakaian adalah untuk menutupi aurat, dan sekaligus sebagai perhiasan untuk memperindah jasmani seseorang. Sebagaimana ditegaskan Allah SWT. (QS. Al-A’raf: 26): KOMPETENSI DASAR (KD)TUJUAN PEMBELAJARANA. Pengertian Adab Dalam Berpakaian
155Sumber: http://miyarsihmei.blogspot.com/p/blog-page.htmlArtinya: “Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat”. (QS. Al-A’raf: 26)Adab (ادب (dalam bahasa arab yang artinya budi pekerti, tata krama, atau sopan santun. Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia disebutkan: Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama, terutama Agama Islam.Berdasarkan pengertian diatas dapat dipahami bahwa adap adalah segala bentuk sikap, prilaku atau tata cara hidup yang mencerminkan nilai sopan santun, kehalusan, kebaikan, budi pekerti atau akhlak. Orang yang beradab adalah orang yang selalu menjalani hidupnya dengan aturan atau tata cara. Tidak ada bagian dari aktivitas kehidupannya terlepas dari tata cara (adab) yang diikutinya. Karena aktivitas hidup manusia bermacam-macam dan masingmasing membutuhkan tata cara, termasuk dalam berpakaian menutup aurat.Aurat berati malu, aib, dan buruk. Kata aurat berasal dari kata awira yang artinya hilang perasaan. Jika digunakan untuk mata, berarti hilang cahayanya dan lenyap pandangannya. Pada umumnya, kata ini memberi arti yang tidak baik dipandang, memalukan dan mengecewakan. Menurut istilah dalam hukum Islam, aurat adalah batas minimal dari bagian tubuh yang wajib ditutupi karena perintah Allah Swt. Sedangkan makna jilbab dan busana muslimah yaitu sebagai berikut; Secara etimologi, jilbab adalah sebuah pakaian yang
156longgar untuk menutup seluruh tubuh perempuan kecuali muka dan kedua telapak tangan. Dalam bahasa Arab, jilbab dikenal dengan istilah khimar, dan bahasa Inggris jilbab dikenal dengan istilah veil. Selain kata jilbab untuk menutup bagian dada hingga kepala wanita untuk menutup aurat perempuan, dikenal pula istilah kerudung, hijab, dan sebagainya. Pakaian adalah barang yang dipakai (baju, celana, dan sebagainya). Dalam bahasa Indonesia, pakaian juga disebut busana. Jadi, busana muslimah artinya pakaian yang dipakai oleh perempuan. Pakaian perempuan yang beragama Islam disebut busana muslimah.Berdasarkan makna tersebut, busana muslimah dapat diartikan sebagai pakaian wanita Islam yang dapat menutup aurat yang diwajibkan agama untuk menutupinya, guna kemaslahatan dan kebaikan wanita itu sendiri serta masyarakat di mana ia berada. Perintah menutup aurat sesungguhnya adalah perintah Allah Swt. Yang dilakukan secara bertahap. Perintah menutup aurat bagi kaum perempuan pertama kali diperintahkan kepada istri-istri Nabi Muhammad saw. agar tidak berbuat seperti kebanyakan perempuan pada waktu itu.Diantara adab berpakaian dalam pandangan Islam yaitu sebagai berikut:a) Harus memperhatikan syarat-syarat pakaian yang islami, yaitu yang dapat menutupi aurat, terutama wanitab) Pakailah pakaian yang bersih dan rapi, sehingga tidak terkesan kumal dan dekil, yang akan berpengaruh terhadap pergaulan dengan sesamec) Hendaklah mendahulukan anggota badan yang sebelah kanan, baru kemudian sebelah kirid) Tidak menyerupai pakaian wanita bagi laki-laki, atau pakaian laki-laki bagi wanitae) Tidak meyerupai pakaian Pendeta Yahudi atau Nasrani, dan atau melambangkan pakaian kebesaran agama lainf) Tidak terlalu ketat dan transparan, sehingga terkesan ingin memperlihatkan lekuk tubuhnya atau mempertontonkan kelembutan kulitnyag) Tidak terlalu berlebihan atau sengaja melebihkan lebar kainnya, sehingga terkesan berat dan rikuh menggunakannya, disamping bisa mengurangi nilai kepantasan dan keindahan pemakainyah) Sebelum memakai pakaian, hendaklah berdoa terlebih dahulu, seperti yang diajarkan Nabi SAW:ِر َحْوٍلــْي ِم ْن َغْيْو َب َو َر َزقَنَِّْي هذَاالثِذ ْي َك َسانَِح ْمدُهللِ الََّْو اَل ةٍْي َوالَقُِِمن
157Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah memberi pakaian dan rezeki kepadaku tanpa jerih payahku dan kekuatanku”Diantara dalil-dalil yang menerangkan tentang berpakaian adalah:1. Firman Allah SWT. (QS. Al-A’rof: 26): Artinya: “Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa. Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudahmudahan mereka selalu ingat”. (QS. Al-A’rof: 26)2. Firman Allah SWT. (QS. Al-A’rof: 27): Artinya: “ Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orangorang yang tidak beriman”. (QS. Al-A’rof: 27)3. Firman Allah SWT. (QS. An-Nahl:81): B. Dalil Tentang Berpakaian Muslim
158Sumber: http://miyarsihmei.blogspot.com/p/blog-page.htmlArtinya: “dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya)”. (QS. An-Nahl:81)4. Dari Abu Sa’id Al-Khudriy ra; Rasulullah SAW. bersabda:َوَالةِ،ََمْرألْلَى َعْو َرةِ اِةُ إََمْرألَْوَال ار ُج ِل،لَى َعْو َرةِ ال َِّر ُج ُل إُظ ُر ال َّْن»َال يَةِ فِيََمْرأْلَى الِةُ إََمْرأِْضي الَوَال تُفْْو ٍب َوا ِحٍد،ر ُج ِل فِي ثَلَى ال َِّر ُج ُل إِضي ال َّيُفَْوا ِحِدْْو ِب الَّالث « ]صحيح مسلم[Artinya: “Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lain, dan janganlah seorang perempuan melihat aurat perempuan lain, dan janganlah seorang laki-laki telanjang bersama laki-laki lain (tidur bersama) dalam satu selimut, dan janganlah seorang perempuan telanjang bersama permpuan lain (tidur bersama) dalam satu selimut”. [Sahih Muslim]
159Sumber: http://miyarsihmei.blogspot.com1. Menutup ‘Aurat.Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Dua kelompok dari penghuni neraka yang aku belum pernah melihat mereka : Pertama, orang-orang yang membawa cambuk menyerupai ekor sapi. Dengannya mereka mencambuki orang lain. Kedua, wanita-wanita yang berpakaian, namun sebenarnya telanjang (karena tidak menutup ‘aurat yang semestinya ditutup), menggoda orang lain dan berjalan dengan melenggak-lenggok. Kepala mereka seperti punuk onta yang miring. Mereka tidak masuk surga dan juga tidak dapat mencium aromanya, padahal aroma surga dapat dicium sejauh perjalanan sekian dan sekian”(Diriwayatkan oleh Muslim). Disebutkan didalam kitab “Safinatun Najah” bahwa batas aurat itu di bagi empat yaitu:a) Aurat semua laki-laki (merdeka atau budak) dan budak perempuan ketika sholat, yaitu antara pusar dan lutut.b) Aurat perempuan merdeka ketika sholat, yaitu seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan.c) Aurat perempuan merdeka dan budak terhadap laki-laki yang ajnabi (bukan mahram) yaitu seluruh badan.d) Aurat perempuan merdeka dan budak terhadap laki-laki muhrimnya dan perempuan, yaitu antara pusar dan lutut.2. Tidak menyerupai pakaian orang kafirDari ‘Abdullah bin ‘Amru radliyallaahu ‘anhumaa : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :َرى،َصاَِّالنَوَال بيَ ُهوِد،ِْالُهوا بَِّرنَا، َال تَ َشبِغَ ْيهَ بََّم ْن تَ َشبَّاَس ِمنْيلَArtinya: “Tidak termasuk golongan kami orang yang meniru selain kami, janganlah kamu meniru orang Yahudi dan Nashrani” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy dan lainnya)C. Kriteria Berpakaian Muslim
160Sumber: http://miyarsihmei.blogspot.comDari ‘Abdullah bin ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa, ia berkata :ُهَو ِمْن ُهْمْوٍم فَِقَهَ بََّم ْن تَ َشبArtinya: “Barangsiapa yang meniru satu kaum, maka ia termasuk golongannya”(Diriwayatkan oleh Abu Daawud dan lainnya3. Tidak seperti orang musyrik‘Umar bin Khathhab radliyallaahu ‘anhu telah berkata :ْر ِكْه ِل ال ِش ََ َو ِز َّي أمُّنَعََّوالتَّا ُكْمِيَوإArtinya: “Dan jauhkan dirimu dari bermewahmewah dan meniru model orang musyrik”(Diriwayatkan oleh Muslim) 4. Tidak berlagak sombong.Firman Allah SWT.(QS. An-Nahl : 23): Artinya: “tidak diragukan lagi bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong”.(QS. An-Nahl : 23)Dari Abi Hurairah ra, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam :ِويَةَبُو ُمعَاَِهْم، قَا َل أَوَال يُ َز ِك يَمِة،ِقيَاْالَََّّللاُ يَ ْومُمُهُم َال يُ َكِلُظ ثَ َالثَة : \" ُر ٌْنَوَال يَِ ٌرَو َعائِ ٌل ُم ْستَ ْكبا ٌب،ََّو َمِل ٌك َكذٍن،ٌم، َشْي ٌخ َزاِليَُهْم َعذَا ٌب أَولَِهْم،ْيلَِإArtinya: “Ada tiga golongan yang tidak diajak bicara oleh Allah di hari kiamat dan tidak pula dibersihkan (dari dosa-dosa mereka)”. Abu Mu’aawiyah (perawi hadits) meneruskan : “dan Allah tidak akan melihat mereka. Bagi mereka siksa yang sangat pedih. Mereka itu adalah : Orang tua yang berzina, raja pembohong, dan orang miskin yang sombong”(Diriwayatkan oleh Muslim) 5. Tidak menyerupai pakaian lawan jenis.Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata :بَ ُس ِلْب َسْةَ تَلََمْرأَْوالةِ،ََمْرأْالبَ ُس ِلْب َسةَْال َّر ُج َل يَلَمََّو َسلْي ِهَّى هللاُ َعلََن َر ُسو ُل ََّّللاِ َصللَعَةَال َّر ُج ِلArtinya: “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang mengenakan pakain wanita, dan wanita yang mengenakan pakaian laki-laki”(Diriwayatkan oleh Abu Daawud dan lainnya) 6. Tidak memakai pakaian sutera bagi laki-laki.
161Sumber:https://awalilmu.blogspot.comUmar bin Al-Khaththaab radliyallaahu ‘anhu pernah menuliskan surat yang berisi :قَا َلَمََّو َسلْي ِهى هللاُ َعلََّي َصلَّ ِبَّن النَّأ : \" بَ ْس َْْم يُلال لََُِّّْنيَا إَحِري ُر فِي الدْبَ ُس الَْال يُلْآل ِخ َرةِ ِمْنهُفِي اArtinya: “Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Tidaklah sutera dipakai oleh seseorang di dunia, melainkan tidak akan dipakaikan kepadanya kelak di akhirat’ (Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy) Dari Hudzaifah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata :ْنََوأِف َّض ِة،َْه ِب َوالَّْن نَ ْش َر َب فِي آنِيَ ِة الذَأَمََّو َسلْي ِهى هللاُ َعلََّي َصلُّ ِبََّهانَا الننَِِر َوالِد يبَاجَحِريْْب ِس الَُو َع ْن لَها،ُك َل فِيْنَأ ْي ِهَس َعلَْن نَ ْجِلََوأArtinya: “Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kami minum dan makan dari bejana yang terbuat dari emas dan perak, memakai sutera dan diibaaj serta duduk di atasnya” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy)7. Tidak berhias/ bertabarruj ketika keluar rumah atau di depan selain suaminya.Firman Allah SWT. (QS. Al-Ahzaab : 33):َّ ِة األولَىَجا ِهِليْر َج الر ْج َن تَبَ ُّن َوال تَبَ َُّك َّْر َن فِي بُيُوتَِوقَArtinya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias (bertabarruj) dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah” (QS. Al-Ahzaab : 33).Pakaian memiliki kedudukan dan fungsi penting dalam islam. Kedudukan pakaian dalam islam yaitu sebagai salah satu sarana untuk mengangkat derajat, harkat, dan martabat manusia, baik di sisi Allah maupun di sisi manusia lain. Adapun fungsi utama pakaian dalam D. Fungsi Berpakain Muslim
162Sumber: http://wedhakencana.blogspot.compandangan islam antara lain sebagai berikut:1. Pakaian sebagai penutup auratMenutup aurat berarti menjaga kehormatan, martabat dan harga diri manusia. Sedangkan menampakkan aurat dan tidak bisa menjaganya dengan baik berarti orang tersebut telah merusak kehormatannya. Pakaian merupakan sesuatu yang sangat penting bagi setiap orang. Bagi muslim pakaian merupakan sebuah kewajiban yang harus dikenakan untuk menutup auratnya. Bagi setiap laki-laki diwajibkan menutup auratnya dari pusar sampai lutut. Sedangkan bagi setiap perempuan diwajibkan menutup auratnya yaitu seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, namun bukan hanya itu fungsi pakaian, sebagaimana firman Allah (QS. Al-araf : 26):\"Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah sebagai perhiasan. Sedangkan pakaian takwa itulah yang lebih baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.\" (Qs. al-A'raf: 26).2. Pakaian sebagai Penghias diriSesuai dengan surat Al-‘araf ayat 26 diatas, disamping menutup aurat, fungsi pakaian yang kedua dalah sebagai penghias diri agar penampilan menjadi lebih indah dan rapi. Allah berfirman dalam QS. Al-A’raaf ayat 31, “Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid”. Disunahkan memakai pakaian yang indah ketika hendak melakukan salat, terutama ketika hendak salat jum’at dan hari raya. Wewangian juga dapat diartikan sebagai perhiasan. Namun, bagi wanita hendaknya tidak memakai wewangian yang menusuk hidung. Ketika Abu Umamah memakai pakaian baru, ia berdo’a dengan do’a berikut:ْيْي َحيَاتِِه فَِج َّم ُل بتََْي َوأِه َعْو َرتِِر ْي بَواُْي َماأِذ ْي َك َسانَِِّ الِّلِلََّح ْمدُْ.اَل“Segala puji bagi Allah yang telah memberi saya pakaian untuk menutupi aurat saya dan untuk memperindah penampilan dalam hidup saya.”3. Pakaian sebagai pelindung badanFungsi pakaian yang ketiga adalah sebagai pelindung badan dari segala sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya melindungi badan dari teriknya sinar matahari, dinginnya malam sehingga kita tidak terkena flu, gigitan serangga berbahaya, pelindung dari serangan musuh dan hal lainnya. Selain sebagai pelindung
163badan pakaian itu juga sebagai perlindungan taqwa dengan pakaian ruhani (libas at-taqwa) dan itulah sebaik-baik pakaian yang melindungi kita.4. Pakaian sebagai penunjuk identitas Seperti yang terdapat dalam ayat berikut: “Yang demikian itu lebih mudah bagi mereka untuk dikenal” (QS. Al-Ahzab: 59). Kepribadian seseorang dapat dilihat dari cara berpakaiannya. Eksistensi keberadaannya pula dapat dilihat dari cara berpakaiannya. Pakaian juga dapat membedakan antara orang yang muslim dengan non-muslim. Itulah empat fungsi pakaian dalam perspektif Al-Quran. Setiap cara berpakaian kualitasnya dapat dilihat apakah mempunyai keempat fungsi pakaian diatas, atau masih belum memiliki keseluruhan fungsi di atas. Ternyata pakaian bukan sekedar kain yang melapisi tubuh tetapi mempunyai fungsifungsi yang penting. Orang yang berpakaiannya belum menutupi auratnya maka belum mempunyai fungsi-fungsi pakaian di atas.Diantara hikmah berpakaiansesuai syariat islam adalah: 1. Seseorang yang berpakaian islami akan terjaga kehormatannyaWanita-wanita yang memakai jilbab insya Allah tidak akan diganggu oleh para lelaki usil. Sebagaimana firman Allah SWT. (Al Ahzab:59). Artinya: “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteriisteri orang mukmin: \"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka\". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Ahzab:59). 2. Terjaga dari perilaku yang menyimpangFirman Allah dalam (Q.S. An Nur: 30): E. Hikmah Berpakaian Sesuai Syariat Islam
164Atinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: \"Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat\".(Q.S. An Nur: 30)Dan dalam Q.S. An Nur: 31. Allah berfirman “Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya.\" (Q.S. An Nur: 31). Berdasarkan keterangan ayat diata, maka kalau di sekeliling kita masih banyak yang membuka aurat, maka kita harus mengalihkan pandangan agar terhindar dari perilaku yang menyimpang.3. Terhindar dari penyakit tertentuPakaian yang sesuai syariat islam adalah pakaian yang menutupi tubuh. Artinya, secara otomatis kulit kita akan terlindungi dari bahaya sinar ultraviolet yang bisa menyebabkan kanker kulit. Penelitian ilmiah modern telah membuktikan bahwa perempuan bertabarruj (bersolek) dan tidak menutup aurat mereka dianggap sebagai sumber malapetaka baginya, khususnya wanita-wanita yang memakai pakaian pendek (mini) akan kerap terkena penyakit kanker. Telah beredar di Majalah Kesehatan Inggris: ”Sesunguhnya kanker Melanoma, yang dahulu ia adalah salah satu jenis kanker yang langka, sekarang meningkat/bertambah. Dan bahwasanya jumlah penderitanya pada wanita, khususnya para wanita di awal remajanya semakin meningkat.Para ilmuwan dari Cornell University, New York, Amerika Serikat, baru-baru ini menemukan jawaban bagaimana sinar ultraviolet memicu pembentukan melanoma, sejenis kanker kulit yang mematikan. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan dalam Center for Disease Control and Prevention (CDC), penderita menaloma meningkat dua kali lipat, dari 11,2 per 100.000 penduduk pada tahun 1982, sampai 22,7 per 100.000 penduduk pada tahun 2011. Sementara data terbaru menunjukkan penderita melanoma pada tahun 2014 di Amerika Serikat mencapai 76.665 orang dan diperkirakan pada tahun ini mencapai 87.110 orang. Situs RandDMagazine menuliskan bahwa para peneliti telah menemukan bahwa ketika sel induk melanosit mengakumulasi sejumlah mutasi genetik, maka mereka dapat menjadi cikal bakal sel melanoma.4. Terhindar dari azab AllahBalasan bagi orang yang melanggar larangan Allah, ialah azab yang amat pedih, antaranya balasan wanita yang membuka rambut kepalanya selain untuk suaminya, akan digantung dengan rambutnya di atas api neraka sehingga menggelegak otaknya. Dada yang sengaja dibuka atau ditonjolkan supaya kelihatan seksi, akan di gantung atas api neraka dengan pusat dan buah dadanya diikat dengan rantai neraka sebagai penggantungnya betis dan paha yang terselak-selak, sedia untuk dipanggang, pedihnya tidak terkira.
165Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : َسِ َها النَّاِر يَ ْضِربُو َن ببَقَْنَا ِب الذٌَْط َكأْوٌم َمعَ ُهْم ِسيَاَر ُه َما قََْم أِر لَْه ِل النَّاَِن ِم ْن أِصْنفَاَنْْد ُخلِة َال يََمائِلَْبُ ْخ ِت الَْمِة الْسنََِال ٌت ُر ُءو ُس ُه َّن َكأِريَا ٌت ُمِمي َال ٌت َمائَِونِ َسا ٌء َكا ِسيَا ٌت َعاَوَال يََجنَّةََْو ال َكذَاَرةِ َكذَايُو َجدُ ِم ْن َم ِسيَّن ِري َح َها لََِوإِج ْد َن ِري َح َها.Artinya : “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain & wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang & berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga & tidak pula mencium baunya. Pada hal sesungguhnya wangi surga itu bisa tercium dari jarak sekian & sekian.” (HR.Muslim).1. Tujuan berpakaian adalah untuk menutupi aurat, dan sekaligus sebagai perhiasan untuk memperindah jasmani seseorang2. Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama, terutama Agama Islam3. Menurut istilah aurat adalah batas minimal dari bagian tubuh yang wajib ditutupi karena perintah Allah Swt4. Diantara adab berpakaian adalah berikut:a) Harus memperhatikan syarat-syarat pakaian yang islamib) Pakailah pakaian yang bersih dan rapic) Hendaklah mendahulukan anggota badan yang sebelah kanand) Tidak menyerupai pakaian wanita bagi laki-laki, atau pakaian laki-laki bagi wanitae) Tidak meyerupai pakaian Pendeta Yahudi atau Nasrani, dan melambangkan kekafiranf) Tidak terlalu ketat dan transparan g) Tidak terlalu berlebihan atau sengaja melebihkan lebar kainnyah) Sebelum memakai pakaian, hendaklah berdoa terlebih dahulu5. Fungsi utama pakaian adalah:a) Pakaian sebagai penutup auratb) Pakaian sebagai Penghias diric) Pakaian sebagai pelindung badand) Pakaian sebagai penunjuk identitas 6. Diantara hikmah berpakaian menurut syariat islam adalah: a) Akan terjaga kehormatannyab) Terjaga dari perilaku yang menyimpangc) Terhindar dari penyakit tertentud) Terhindar dari azab AllahRangkuman
166Soal EsayJawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan baik dan benar!1. Jelaskan bagaimana adab-adab berpakaian yang sesuai menurut syariat islam?2. Uraikan fungsi-fungsi berpakaian menurut syariat islam?3. Jelaskan penyakit yang diakibatkan karena tidak menutup aurat?4. Jelaskan hikmah-hikmah berpakaian sesuai syariat islam?5. Tuliskan sebuah dalil tentang anjuran berpakaian sesuai syariat islam!Evaluasi
167KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnyaKI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalahKI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuanPeta KonsepKEWAJIBAN MENUNTUT ILMUAnjuran menuntut ilmuDalil-dalil kewajiban menuntut ilmuHikmah menuntut ilmuAdab dalam menuntut ilmuKOMPETENSI INTI
1681.10. Meyakini bahwa menuntut ilmu adalah perintah Allah dan Rasul-Nya2.10. Memiliki sikap semangat keilmuan sebagai implementasi pemahaman Q.S. atTaubah/ 9: 122 dan Hadis terkait3.10. Menganalisis semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyampaikannya kepada sesama.4.10. Menyajikan kaitan antara kewajiban menuntut ilmu, dengan kewajiban membela agama sesuai perintah Q.S. at-Taubah /9: 122 dan hadis terkait1. Siswa meyakini dan mengamalkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban dalam Agama2. Siswa memiliki sikap semangat menuntut ilmu dan mengamalkannya sebagaiimplementasi pemahaman Q.S. at-Taubah/ 9: 122 dan Hadis terkait3. Siswa mampu menganalisis makna semangat menuntut ilmu, menerapkan dan meyampaikannya kepada sesama.4. Siswa mampu mempraktikkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat, sesuai perintah Q.S. at-Taubah /9: 122 Sumber: http://buletin.muslim.or.idKOMPETENSI DASAR (KD)TUJUAN PEMBELAJARANA. Anjuran menuntut ilmu
169Sumber: https://uharsputra.wordpress.comPengertianMenurut bahasa (etimologi) Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab علم ,masdar dari ََعـِلم – ُمَعـل ْـَي yang berarti mengetahui. Dan lawan kata dari al-‘ilmu adalah al-jahl(bodoh/tidak tahu). Sehingga jika dikatakan alimtu asy-syai’a berarti “saya mengetahui sesuatu”. Sementara secara istilah (terminologi) ilmu berarti pemahaman tentang hakikat sesuatu. Ia juga merupakan pengetahuan tentang sesuatu yang diketahui dari dzat (esensi), sifat dan makna sebagaimana adanya. Menurut Imam Raghib Al-Ashfahani dalam kitabnya Al-Mufradat Fi Gharibil Qur’an. Imu adalah mengetahui sesuatu sesuai dengan hakikatnya. Hal tersebut terbagi menjadi dua; pertama, mengetahui inti sesuatu itu dan kedua adalah menghukumi sesuatu pada sesuatu yang ada, atau menafikan sesuatu yang tidak ada.Menurut Imam Muhammad bin Abdur- Rauf Al-Munawi. Ilmu adalah keyakinan yang kuat yang tetap dan sesuai dengan realita. Atau ilmu adalah tercapainya bentuk sesuatu dalam akal. Adapun menurut syari’at ilmu adalah pengetahuan yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW dan diamalkan, baik berupa amal hati, amal lisan, maupun amal anggota badan. Dan sesuai seperti yang disebutkan dalam kitab Tafsir Aisar at-Tafaasir dijelaskan bahwa:Artinya : “Ilmu itu adalah jalan menuju rasa takut kepada Allah, barang siapa yang tidak mengenal Allah, maka dia tidak mempunyai rasa takut pada-Nya. Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama”Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap ummat islam baik laki-laki maupun perempuan terutama ilmu yang selalu dibutuhkan setiap saat. Ia diwajibkan shalat, berarti diwajibkan pula mengetahui ilmu mengenai shalat. Diwajibkan puasa, zakat, haji dan sebagainya, berarti wajib pula mengetahui ilmu yang berkaitan dengan hal tersebut, sehingga apa yang dilakukannya mempunyai dasar. Dengan ilmu berarti manusia mengetahui mana yang harus dilakukan mana yang tidak boleh dilakukan.Dan Ilmu itu sangat penting karena itu sebagai perantara (sarana) untuk bertaqwa. Dengan taqwa inilah manusia menerima kedudukan terhormat disisi Allah, dan keuntungan
170yang abadi. Sebagaimana dikatakan Muhammad bin Al-Hasan bin Abdullah dalam syairnya : “Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. dia merupakan kelebihan, dan pertanda segala perbuatan terpuji, Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna”.Ilmu merupakan penuntun manusia memahami ayat-ayat Allah baik Qauliyah maupun Kauniyah sehingga mampu mamaknai hakekat hidup dan akhirnya memperoleh keselamatan dunia dan akhirat.Ulama sepakat bahwa ilmu yang wajib dituntut terbagi dalam dua kelompok, yaitu ilmu fardhu ‘ain dan ilmu fardhu kifayah. Ilmu fardhu ‘ain adalah ilmu yang wajib dituntut oleh setiap Muslim mukallaf (sudah dibebani kewajiban agama), yaitu ilmu yang terkait lima rukun Islam, ada pula yang mengatakan termasuk ilmu aqidah, tafsir al-Quran, hadist, fiqih dan tasawuf. Ilmu ini akan membimbing kita pada keyakinan (I’tiqad), kewajiban dan larangan. Kewajiban terdiri dari aspek lahiriah (shalat, zakat, puasa, sifat jujur, pemaaf, amanah) dan bathiniah (ikhlas, sabar, syukur, zuhud, tawakal, rendah hati). Begitu juga dengan larangan, tediri dari aspek lahiriah (berdusta, berzina, korupsi) dan bathiniah (riya’, sombong, munafik, dendam). Ilmu fardhu ‘ain berfungsi mengarahkan setiap individu agar senantiasa berada dalam koridor Islam. Ilmu fardhu kifayah adalah ilmu yang wajib dikuasai oleh sebagian umat Islam –yang paling siap dan memenuhi syarat- untuk menegakkan urusan umat Islam di dalam kehidupan dunia. Ada yang bersifat keagamaan (syariah), seperti ilmu tafsir Al Quran, hadist, fiqih, jinayah dan waris. Serta yang bersifat non-syariah, seperti ilmu kedokteran, pertanian, politik, teknologi, ekonomi dan sains. Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak anti terhadap kehidupan dunia, melainkan untuk dimakmurkan selama dalam tujuan yang benar dan mengikuti tuntunan Allah SWT. Karena ilmu fardhu ‘ain menyangkut keselamatan di dunia dan di akhirat maka dapat dikatakan bahwa ilmu fardhu ‘ain lebih penting dibanding ilmu fardhu kifayah.Belajarlah ilmu agama, karena ia adalah ilmu yang paling unggul. Ilmu yang dapat membimbing menuju kebaikan dan taqwa, ilmu paling lurus untuk di pelajarai. Dialah ilmu yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, yakni jalan petunjuk Tuhan yang dapat menyelamatkan manusia dari segala keresahan. Oleh karena itu orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wara’ lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu ahli ibadah tapi bodoh.Dari Abi Hurairah ra. dari Nabi SAW :
171من سلك طريقا إلى العلم سلك هللا به طريقا إلى الجنة وإن العالم يستغفر له من فى السموات ومن فى األرض حتى الحيتان فى البحر. إن العلماء ورثة األنبياء .Artinya: “barang siapa menempuh jalan menuju ilmu, maka allah akan mempermudah jalan menuju surga. Dan sesungguhnya orang yang berilmu selalu dimintakan ampunan ( atas dosa – dosanya ) oleh semua makhluk dilangit dan dibumi, hingga ikan – ikan dilaut. Sesungguhnya orang – orang yang berilmu adalah pewaris para nabi.”Dari Abi Dzarrin ra.dari Nabi SAW:يا أبا ذر ألن تغدو فتعلم بابا من كتاب هللا تعالى خير لك من أن تصلي مائة ركعة و ألن تغدو فتعلم بابا من العلم عمل به أولم يعمل خير لك من أن تصلي ألف ركعة.Artinya: “wahai aba dzar, sungguh belajarmu dipagi hari semisal satu bab dari kitab allah adalah lebih baik bagimu daripada shalat sunnah 100 rakaat. Dan sungguh belajarmu dipagi hari semisal satu bab dari ilmu, baik diamalkan atau tidak adalah lebih baik bagimu daripada shalat sunnah 1000 rakaat.”Dalam menuntut ilmu hendaklah tetap tabah dan sabar dalam menghadapi berbagai macam bahaya dan ujian mental yang muncul. Sebab gudang kesuksesan adalah di dalam menghadapi cobaan. Maka siapa yang ingin berhasil maksud dan tujuan menuntut ilmu harus bersabar menghadapi banyaknya cobaan. Syeh Az-Zarnuji dalam kitab Ta’limul Muta’allim mangatakan, pernah kudengar sya’ir yang konon merupakan gubahan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah :Artinya : Ingatlah, kamu tidak akan memperoleh ilmu pengetahuan kecuali dengan enam perkara ; yang akan kujelaskan semua kepadamu secara ringkas. Yaitu : kecerdasan, minat yang besar, kesabaran, bekal yang cukup, petunjuk guru, dan waktu yang lama.1. Firman Allah (QS. Al-Mujadalah: 11): B. Dalil-dalil Kewajiban Menuntut Ilmu
172 Artinya : \"Wahai orang-orang yang beriman!Apabila dikatakan kepadamu,\"Berilah kelapangan didalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat\". (QS. Al-Mujadalah: 11)Ayat tersebut diatasmenegaskan bahwa menuntut ilmu adalah merupakan perintah lansung dari Allah. karena orang yang menuntut ilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah beberapa derajat.2. Firman Allah (QS. At-Taubah: 122): Artinya : \"Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi kemedan perang, mengapa sebagian diantara mereka tidak pergi untuk memperdalam ilmu pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya \" (QS. At-Taubah: 122)3. Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah sebagai berikut:ْر ْي َضةًِعلْم فَ ب الْا َل َر مسْول هللا صلى هللا عليه ومسلـم َطلََل قٍَس اِ ْب َماِل ٍك قَْع ْ اَنََؤل ْؤل َج ْو َه َرولَِز ْيِر لِْ ِد الْ َخنَاِم ِعْنَد َغْي رأ ْهِل ِه َك ا ِقل َعلى ك ل م ْنِلٍم وو ِض ًع الِعلَْه َبَوالذَّArtinya : \"Dari Anas bin Malik ia berkata, Rasulullah saw, bersabda: Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim, memberikan ilmu kepada orang yang bukan ahlinya seperti orang yang mengalungi babi dengan permata, mutiara, atau emas\" (HR.Ibnu Majah)Dari hadits tersebut diatas mengandung pengertian, bahwa mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim, kewajiban itu berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa dan tidak ada alasan untuk malas mencari ilmu. Ilmu yang wajib diketahui oleh settiap muslim adalah ilmu-ilmu yang berkaitan dengan tata cara peribadatan
173kepada Allah SWT. Sedangkan ibadah tanpa ilmu akan mengakibatkan kesalahan-kesalahan dan ibadah yang salah tidak akan dapat diterima oleh Allah. Sedangkan orang yang mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak mengetahui atau tidak paham maka akan sia-sia. Maksudnya, ilmu itu harus disampaikan sesuai dengan taraf berfikir si penerima ilmu, memberikan ilmu secara tidak tepat diibaratkan mengalungkan perhiasan pada babi, meskipun babi diberikan perhiasan kalung emas maka babi tetap kotor dan menjijikkan.Seorang penuntut ilmu harus menghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia. Hal ini sesuai seperti yang di contohkan oleh para ulama besar terdahulu. Diantaranya Imam Malik ketika berpamitan untuk menuntut ilmu, beliau mendapat nasehat dari ibunya dan berkata: “Pelajarilah adab darinya, sebelum engkau mengambil ilmunya.” Kemudian, Imam Abu Hanifah pun dulu lebih menyukai mempelajari kisah-kisah para ulama dibandingkan menguasai bab fiqih. Imam Abu Hanifah berkata, “Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlak luhur mereka”. Berikut di antara adab-adab yang selayaknya diperhatikan oleh seseorang penuntut ilmu:1. Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu. Dalam menuntut ilmu kita harus ikhlas karena Allah ta’ala dan seseorang tidak akan mendapat ilmu yang bermanfaat jika ia tidak ikhlas karena Allah. “Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar beribadah hanya kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan memurnikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. al-Bayyinah: 5)2. Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda, “Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu, orang yang rakus terhadap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya.” (HR. Al-Baihaqi)3. Rajin berdoa kepada Allah ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk selalu memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah ta’ala dan berlindung kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat, karena banyak kaum Muslimin yang justru mempelajari ilmu yang tidak bermanfaat, seperti mempelajari ilmu filsafat, ilmu kalam ilmu hukum sekuler, dan lainnya.C. Adab dalam menuntut ilmu
1744. Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertakwa kepada Allah ta’ala. Seseorang terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebabkan banyak melakukan dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat dapat menghalangi ilmu yang bermanfaat, bahkan dapat mematikan hati, merusak kehidupan dan mendatangkan siksa Allah ta’ala.5. Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu. Sombong dan malu menyebabkan pelakunya tidak akan mendapatkan ilmu selama kedua sifat itu masih ada dalam dirinya. Imam Mujahid mengatakan, “Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong” (HR. Bukhari secara muallaq)6. Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh atau guru. Allah ta’ala berfirman, “… sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hambahambaKu, (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. az-Zumar: 17-18)7. Diam ketika pelajaran disampaikan. Ketika belajar dan mengkaji ilmu syar’i tidak boleh berbicara yang tidak bermanfaat, tanpa ada keperluan, dan tidak ada hubungannya dengan ilmu syar’i yang disampaikan, tidak boleh ngobrol. Allah ta’ala berfirman, “Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. al-A’raaf: 204)8. Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan. Ketika belajar, seorang penuntut ilmu harus mencatat pelajaran, poin-poin penting, fawaa-id (faedah dan manfaat) dari ayat, hadis dan perkataan para sahabat serta ulama, atau berbagai dalil bagi suatu permasalahan yang dibawa kan oleh syaikh atau gurunya. Agar ilmu yang disampaikannya tidak hilang dan terus tertancap dalam ingatannya setiap kali ia mengulangi pelajarannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikatlah ilmu dengan tulisan.” (HR. Ibnu ‘Abdil Barr).9. Mengamalkan ilmu syar’i yang telah dipelajari. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, kemudian ia melupakan dirinya (tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lampu (lilin) yang menerangi manusia, namun membakar dirinya sendiri.” (HR AthThabrani)
175Ilmu dapat kita ibaratkan sebagai roda-roda yang akan menggerakkan perjalanan zaman dari waktu ke waktu. Ilmu itu adalah mesin yang akan memicu perubahan-perubahan di alam jagad raya ini. Dari semenjak zaman nabi Adam hingga tibanya kehancuran, ilmu tetap akan menjadi mesin utama penggerak perubahan dunia ini. Dengan ilmu dunia bisa mengenal yang namanya teknologi, dengan ilmu dunia bisa berkembang kearah yang signifikan, dengan ilmu maka sistem pemerintahan akan berjalan dengan lancar, dan semua proses dan aktifitas dunia pasti membutuhkan ilmu sebagai faktor utamanya. Maka oleh sebab itu kita dianjurkan untuk menuntut ilmu, seperti sabda nabi SAW. Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)Baik wanita atau laki-laki, baik anak anak atau remaja baik dewasa maupun orang tua maka wajib bagi kita mencari ilmu. Tidak ada larangan dan kemudharatan bagi orang yang menimba ilmu pengetahuan bahkan berbagai keistimewaan akan diperolehnya berkat menuntu ilmu. Banyak keistimewaan-keistimewaan yang akan kita dapatkan dengan menuntut dan berilmu. Maka berikut ini akan dibahas beberapa hikmah, keutamaan dan keistimewaan menuntut ilmu:1. Jaminan kebahagiaan dunia dan akhiratRasulullah SAW. Bersabda:ْيعَلََرا َد ه َاا فََِم، َو َم ْ أِعلِْالْْي ِه بعَلََرا َد اآل ِخ َر َه فََِم، َو َم ْ أِاْلِعلْْي ِه بعَلَدْنيَا فََرا َد ال ََُّم ِم ْ أِه بِالِعلْArtinya: “Barang siapa ingin (memperoleh kebahagiaan) di dunia, hendaklah ia berilmu, barang siapa ingin (memperoleh kebahagiaan) di akhirat, hendaklah ia berilmu, dan barang siapa ingin memperoleh keduanya (kebahagiaan di dunia dan di akhirat) hendaklah ia berilmu”. (HR Ahmad).Kebahagian-kebahagian akan kita genggam jika kita memiliki ilmu. Baik itu ilmu dunia maupun akhirat (ilmu agama). Namun kita sangat diprioritaskan untuk lebih memadai dalam bidang ilmu agama dari pada ilmu dunia. Karena sesungguhnya masa depan yang sesungguhnya adalah akhirat dan kita akan kembali kesana apapun ceritanya. Selain itu, kehidupan dunia merupakan sementara sedangkan akhirat adalah kekal. Dan juga ilmu agama menjadi bekal yang akan membantu kita di akhirat kelak.D. Hikmah menuntut ilmu
176Sumber:http://thayyiba.comImam Ghazali berkata: \"Ilmu tanpa amal adalah gila dan pada masa yang sama, amalan tanpa ilmu merupakan suatu amalan yang tidak akan berlaku dan sia- sia.\" Imam Syafii juga berkata, \"Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amalnya akan ditolak siasia.\" (Matan Zubad, juz I, hlm 2, Majallatul buhuts al-Islamiyah, juz 42, hlm 279). Imam ‘Abdullah al-addad menyebut di dalam kitabnya Risaalah al-Mu`aawanah: Dan ketahuilah bahwasanya seseorang yang beribadat kepada Allah tanpa ilmu, maka kemudharatan yang kembali kepadanya sebab ibadatnya itu lebih banyak daripada manfaat yang berhasil baginya. Berapa ramai ahli ibadat yang memenatkan dirinya dalam ibadat sedangkan dia sebenarnya atas maksiat padahal dia beranggapan apa yang dilakukannya adalah ketaatan atau bukannya maksiat…..”Harus diingat juga bahwa, berilmu bukan hanya sekedar berilmu, kita harus memiliki guru sebagai teladan kita dan dasar ilmu kita tadi. Baik belajar kepada ulama, tengku/ustad,
177mualim-maulim, dan lainnya yang terpenting kita mengakui kebenaran ilmunya dan ilmu nya tidak sesat. Dan Allah juga berfirman: Artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawabannya.” (QS. Al-Israa’:36) Maka oleh sebab itu, janganlah bermalasmalasan dalam menimba ilmu pengetahuan agar kita mendapat kebagaian dunia dan akhirat.2. Allah akan mengangkat derajat orang yang berilmu dan beriman kepada kedudukan terhormat.Firman Allah SWT.(QS. Al-Mujadalah:11): Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: \"Berlapanglapanglah dalam majlis\", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapanganuntukmu. dan apabila dikatakan: \"Berdirilah kamu\", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(QS.Al-Mujadalah:11)Sumber: http://islamic-center.or.id
178Dan juga Rasulullah SAW. Bersabda, Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sadaqah. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-Rabii'). Berbagai kemulian dan kedudukan tinggi akan diperoleh oleh orang yang memiliki ilmu pengetahuan baik kedudukan dunia dan akhirat nanti. Lihatlah kedudukan para ulama di dunia ini, dimuliakan oleh semua orang dari seluruh pelosok negeri ini. Tidak ada kemudharatn dan kesengsaraan pula bagi mereka diakhirat karena Allah menjamin mereka kedudukan yang baik. Terkecuali bagi kaum munafiqin (mengaku islam tapi tidak cinta kepada islam) dan kaum kafir harbi, mereka memang sangat membeci ulama.Selain kedudukan dan kemulian para mu’alim-mu’alim juga menjadi sorotan diseluruh negeri ini. Karena seiring dengan perjalanan waktu, para pemuda-pemuda disibukkan oleh budaya-budaya kampungan bangsa jahiliah yang mereka adopsi dari negeri barat sehingga minimnya dari mereka menuntu ilmu baik dunia maupun akhirat. Mereka telah dibodohkan oleh susunan tata kehidupan berantakan yang kemudian mereka anggap “keren”. Sehingga oleh sebab itu, semakin hari para mu’alim-mu’alim sangat dicari dan dibayar mahal untuk ilmu yang diajarkannya. Selain dari akibat langkanya orang yang berilmu juga karena Allah menjamin kedudukan mereka.Selain itu, dalam urusan dunia, berbagia teknologi dan innovasi dikuasai oleh orangorang yang pintar. Adakah orang pandir menguasai teknologi? Adakah orang yang lalai mendapat kedudukan yang baik di dunia. Tidak ada jalan lain selain menuntut ilmu untuk menjalin hubungan dengan perjalanan waktu. Orang kaya bukan hanya karena takdir tapi karena mereka menguasai ilmu sehingga takdir itu sejalan, para ilmuan bukan hanya karena takdir mampu membuat innovasi tapi karena rasa mau belajar dan ingin tahu. Jika kita ditakdirkan menjadi orang kaya sedangkan kita tidak punya ilmu apakah sejalan? Maka oleh sebab itu, tuntutlah ilmu untuk medapatkan kedudukan baik dunia dan akhirat.3. Orang berilmu bagai bulan diantara bintang-bintang. Diceritakan dari Abdullah bin Amr bahwa keutamaan seorang yang berilmu dibandingkan dengan seorang ahli ibadah adalah tujuh puluh derajat. Setiap diantara dua derajat, jaraknya sama dengan perjalanan kuda selama tujuh puluh tahun. Hal itu dikarenakan setan menebarkan sesuatu yang sesat, lalu orang yang berilmu mengetahuinya dan melarang orang melakukannya. Sedangkan seorang ahli ibadah, ibadahnya hanya untuk dirinya sendiri,
179bahkan ia tidak mengetahui mengapa ia beribadah. Dan dalam hadits yang lain yang diriwayatkan dari Abu Darda’ dari Nabi SAW. “saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Kelebihan seorang alim dari seorang ‘abid (orang yang suka beribadah) seperti kelebihan bulan pada bintang-bintang, dan sesungguhnya para ulama itu pewaris para nabi, mereka tidak mewariskan dinar (uang) tetapi mewariskan ilmu, siapa yang mengambilnya, maka ambillah dengan bagian yang cukup (HR. Abu Daud dan Tirmizi). Dalam hadits lain nabi SAW. juga Bersabda. Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri. (HR. Ath-Thabrani). Bulan adalah perumpamaan bagi orang yang berilmu atas ahli ibadah sebagai bintang. Nah, jika orang bodoh tidak kita ketahui bagaimana perbandinganya. Bisa saja semut hitam yang berada dalam kelamnya malam adalah perumpamaan orang bodoh. Seorang ‘abid mungkin memiliki sangat sedikit ilmu tentang pahala dan dosa saja sedangkan orang bodoh adalah orang yang tidak tahu apa-apa bahkan tidak bisa membedakan yang mana halal dan haram. Kebodohan yang bersangatan inilah yang berbahaya. Namun lain halnya berilmu dan juga doyan beribadah alias ‘abid, maka keistimewaan yang dimiliki akan berlipat ganda.Sumber: http://www.jejakislam.com/tag/perbedaan-ahli-ilmu-dan-ahli-ibadah
1804. Ilmu merupakan salah satu amalan yang terus mengalir hingga matiDari Abu Hurairah r.a., katanya: \"Rasulullah s.a.w. bersabda: \"Apabila anak Adam (yakni manusia) meninggal dunia, maka putuslah amalannya (yakni tidak dapat menambah pahalanya lagi), melainkan dari tiga macam perkara, yaitu sedekah jariah atau ilmu yang dapat diambil kemanfaatannya atau anak yang shalih yang suka mendoakan untuknya.\" (Riwayat Muslim) Salah satu amalan yang akan terus mengalir meskipun kita tidak melakukannya lagi adalah ilmu yang bermanfaat. Nah, ilmu yang bermanfaat di sini adalah ilmu agama atau ilmu yang memberi manfaat positif bagi kehidupan orang banyak yaitu dimana apabila seseorang yang pernah kita ajarkan untuk beribadah maka pahalanya akan terus mengalir kepada kita selama ia melakukan amalan itu. Ataupun ilmu yang pernah kita ajarkan bisa memberi manfaat dan memudahkan kehidupan. Dan hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW.Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda: \"Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk (yakni kebenaran), maka baginya adalah pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun dari pahala mereka itu.\" (Riwayat Muslim)Selain itu, ajakan-ajakan untuk beramal shaleh juga merupakan ilmu. dan ilmu inilah yang dikatakan bermanfaat. Dan juga ilmu yang dapat menolong sesama manusia baik fisik maupun mental yaitu dalam hal kebaikan maka ini juga termasuk ilmu yang bermanfaat. Namun ingatlah, semunya didasarkan oleh iman kepada Allah SWT. dan keikhlasan. Jika suatu amalan ilmu bermanfaat selain ilmu agama tadi tapi orang tersebut tidak beriman kepada Allah dan/ atau tidak meniatkan dengan keikhlasan maka amalannya juga sia-sia.5. Allah SWT. memudahkan jalan masuk syurgaSebagaimana yang nabi SAW. Sabdakan beriku ini, Seseorang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Syurga (Shahih Al-Jami). Dalam hadits riwayat lain beliau bersabda, Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. (HR. Muslim). Surga merupakan tujuan dan sasaran utama atas segala amalan yang kita lakukan meskipun kita seharusnya beribadah secara ikhlas alias tidak mengharapkan imbalan. Namun dari pada itu, bagi orang yang menuntut ilmu memiliki keistimewaan yang luar biasa yaitu dimudahkan oleh Allah jalan menuju syurga. Bila kita lihat faktanya, orang yang menuntu ilmu (terutama ilmu agama) pasti mempelajari halal dan haramnya suatu perbuatan. Juga mengenai hal yang mendekatkan kita kepadan Allah dan menjauhkan kita kepada Allah dan termasuk pula bagaimana menuju jalan yang benar. Oleh sebab itu maka jelas bahwa dia akan mudah
181menuju syurga. Dan juga ini adalah jaminan Allah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasul mustafa Muhammad SAW. selain dari fakta tersebut tadi.6. Berada dalam dijalan yang benarNabi Muhammad SAW. Bersabda, Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia berada di jalan Allah sampai dia kembali (Shahih Tarmizi). Adapaun jalan Allah adalah jalan yang benar yang diredhai oleh Allah SWT.. bahkan dalam suatu riwayat disebutkan, siapa saja yang wafat ketika dalam keadaan menuntut ilmu maka mendapat pahala syahid. Dan ini berlaku sejak dia melangkah dari rumah hingga ia kembali dengan syarat apa yang dia pelajari adalah ilmu yang bermanfaat yang tidak menentang dengan aqidah. Kita pergi kesekolah juga menuntut ilmu, terlebih lagi pengajian-pengajian dan pesantren dan termasuk juga majelis-majelis ta’lem yang diselengggarakan disurau-surau atau masjid-masjid.7. Kemuliaan yang diberikan oleh para malaikat untuk orang yang menuntut ilmu dengan meletakkan sayapnyaSabda Nabi SAW.” … Sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu karena rida/ senang terhadap apa yang dicarinya (ilmu).” (HR. Ibnu Abdul Bar)8. Dimohonkan ampun dosanya oleh semua makhluk sampai semua binatang dan makhluk.Seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut ini, “Dari Anas r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda: menuntut ilmu itu wajib atas setiap orang Islam, karena sesungguhnya semua (makhluk) sampai binatang-binatang yang ada di laut memohonkan ampun untuk orang yang menuntut ilmu”. (H.R. Ibnu Abdurrahman) Nah, sungguh sangat banyak keistimewaan bagi orang yang menuntut ilmu. Mulai dari kehidupan dunia hingga kepada kehidupan akhirat Allah telah menjamin kebahagian bagi orang-orang yang menuntut ilmu. Yang harus menjadi catatan dalm diri kita semua bahwa, tuntutlah ilmu dengan niat baik bukan karena niat membangga-banggakan atau ria atu semacamnya dalam kehidupan dunia ini jika demikian maka celaka dan rugilah kita terhadap apa yang telah kita usahakan. Karena semua itu akan berubah menjadi siksaan yang sangat pedih yaitu neraka. Sebagimana sabda Rasulullah SAW. berikut ini,Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka ... neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
182Berikut ini adalah sepenggal kisah-kisah menakjubkan tentang kesungguhan para Ulama dalam menuntut ilmu. Semoga bisa menjadi pelajaran dan teladan bagi kita untuk bersemangat menjalankan aktifitas ilmiyyah: menempuh perjalanan menghadiri majelis ilmu, mencatat, murojaah (mengingat kembali pelajaran yang sudah didapat), membaca buku-buku para Ulama’, merangkum, meringkas, menyadur dan menyalin tulisan para ulama, mencatat faidah-faidah ilmu yang kita lihat dan dengar, mendengarkan rekaman ceramah-ceramah ilmiyyah melalui file-file audio, dan semisalnya. Sesungguhnya menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan menurut al-Imam asy-Syafi’i:َض ُل ِم ْنفَِْم أِْعلُْب الِة َطلََصَالةِ النَّافِلَMenuntut ilmu lebih utama dibandingkan sholat Sunnah (Musnad asySyafi’i (1/249), Tafsir alBaghowy (4/113), Faidhul Qodiir (4/355)Kisah-kisah nyata berikut ini sebagian besar disarikan dari kitab al-Musyawwaq ilal Qiro-ah wa tholabil ‘ilm karya Ali bin Muhammad al-‘Imran.1. Kesabaran Dan Kesungguhan Menuntut IlmuIbnu Thahir al-Maqdisy berkata : Aku dua kali kencing darah dalam menuntut ilmu hadits, sekali di Baghdad dan sekali di Mekkah. Aku berjalan bertelanjang kaki di panas terik matahari dan tidak berkendaraan dalam menuntut ilmu hadits sambil memanggul kitab-kitab di punggungku2. Belajar Setiap HariAl-Imam anNawawy setiap hari membaca 12 jenis ilmu yang berbeda (Fiqh, Hadits, Tafsir, dsb..)3. Membaca Kitab Sebagai Pengusir KantukIbnul Jahm membaca kitab jika beliau mengantuk, pada saat yang bukan semestinya. Sehingga beliau bisa segar kembali.4. Berusaha Mendapatkan Faidah Ilmu Meski Di Kamar MandiMajduddin Ibn Taimiyyah (Kakek Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah) jika akan masuk kamar mandi berkata kepada orang yang ada di sekitarnya: Bacalah kitab ini dengan suara keras agar aku bisa mendengarnya di kamar mandi.5. 40 Tahun Tidaklah Tidur Kecuali Kitab Berada Di Atas DadanyaAl-Hasan alLu’lu-i selama 40 tahun tidaklah tidur kecuali kitab berada di atas dadanya.E. Kisah Kelebihan Orang Berilmu
1836. Tidaklah Berjalan Kecuali Bersamanya Ada Kitab Al-Hafidz alKhothib tidaklah berjalan kecuali bersamanya kitab yang dibaca, demikian juga Abu Nu’aim alAsbahaany (penulis kitab Hilyatul Awliyaa’)7. Menjual Rumah Untuk Membeli KitabAl-Hafidz Abul ‘Alaa a-Hamadzaaniy menjual rumahnya seharga 60 dinar untuk membeli kitab-kitab Ibnul Jawaaliiqy8. Kemampuan Membaca Yang Luar BiasaIbnul Jauzy sepanjang hidupnya telah membaca lebih dari 20.000 jilid kitabAl-Khothib al-Baghdady membaca Shahih al-Bukhari dalam 3 majelis ( 3 malam), setiap malam mulai ba’da Maghrib hingga Subuh (jeda sholat). Catatan : Shahih alBukhari terdiri dari 7008 hadits, sehingga rata-rata dalam satu kali majelis (satu malam) dibaca 2336 hadits.Abdullah bin Sa’id bin Lubbaj al-Umawy dibacakan kepada beliau Shahih Muslim selama seminggu dalam sehari 2 kali pertemuan (pagi dan sore) di masjid Qurtubah Andalus setelah beliau pulang dari Makkah. Catatan : Shahih Muslim terdiri dari 5362 hadits. Al-Hafidz Zainuddin al-Iraqy membaca Musnad Ahmad dalam 30 majelis (pertemuan). Catatan:Musnad Ahmad terdiri dari 26.363 hadits, sehingga rata-rata dalam sekali majelis membacakan lebih dari 878 hadits.Al-‘Izz bin Abdissalaam membaca kitab Nihaayatul Mathlab 40 jilid dalam tiga hari (Rabu, Kamis, dan Jumat) di masjid. Al-Mu’taman as-Saaji membaca kitab al-Fashil 465 halaman (kitab pertama tentang Mustholah hadits) dalam 1 majelis. Salah seorang penuntut ilmu membacakan di hadapan Syaikh Bin Baz Sunan anNasaa’i selama 27 majelis. Catatan : jika yang dimaksud adalah Sunan anNasaai as-Sughra terdiri dari 5662 hadits, sehingga ratarata lebih dari 209 hadits dalam satu majelis. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany ratarata menghabiskan waktu selama 12 jam sehari untuk membaca buku-buku hadits di perpustakaan.9. Mengulang-Ulang Membaca Suatu Kitab Hingga Berkali-KaliAl-Muzani berkata: Aku telah membaca kitab arRisalah (karya asy-Syafi’i) sejak 50 tahun lalu dan setiap kali aku baca aku menemukan faidah yang tidak ditemukan sebelumnya.Gholib bin Abdirrahman bin Gholib al-Muhaariby telah membaca Shahih alBukhari sebanyak 700 kali.10. Kesungguhan MenulisIsmail bin Zaid dalam semalam menulis 90 kertas dengan tulisan yang rapi.Ahmad bin Abdid Da-im al-Maqdisiy telah menulis/ menyalin lebih dari 2000 jilid kitabkitab. Jika senggang, dalam sehari bisa menyelesaikan salinan 9 buku. Jika sibuk dalam
184sehari menyalin 2 buku. Ibnu Thahir berkata: saya menyalin Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, dan Sunan Abi Dawud 7 kali dengan upah, dan Sunan Ibn Majah 10 kali. Ibnul Jauzy dalam setahun rata-rata menyalin 50-60 jilid buku. Muhammad bin Mukarrom yang lebih dikenal dengan Ibnu Mandzhur –penulis Lisaanul Arab- ketika meninggal mewariskan 500 jilid buku tulisan tanganAbu Abdillah alHusain bin Ahmad alBaihaqy adalah seseorang yang cacat sehingga tidak memiliki jari tangan, namun ia berusaha untuk menulis dengan meletakkan kertas di tanah dan menahannya dengan kakinya, kemudian menulis dengan bantuan 2 telapak tangannya. Ia bisa menghasilkan tulisan yang jelas dan bisa dibaca. Kadangkala dalam sehari ia bisa menyelesaikan tulisan sebanyak 50-an kertas.11. Sangat Bersemangat Dalam Mencatat FaidahAl-Imam anNawawy berkata: Janganlah sekali-kali seseorang meremehkan suatu faidah (ilmu) yang ia lihat atau dengar. Segeralah ia tulis dan sering-sering mengulang kembali.Al-Imam al-Bukhary dalam semalam seringkali terbangun, menyalakan lampu, menulis apa yang teringat dalam benaknya, kemudian beranjak akan tidur, terbangun lagi , dan seterusnya hingga 18 kali. Abul Qosim bin Ward atTamiimy jika diberikan kepada beliau suatu kitab beliau akan membaca dari atas hingga bawah, jika menemukan faidah baru beliau tulis dalam kertas tersendiri hingga terkumpul suatu pokok bahasan khusus.12. Bersama Ilmu Hingga Menjelang AjalAbu Zur’ah arRaaziy ketika menjelang ajal dijenguk oleh sahabat-sahabatnya ahlul hadits mereka mengisyaratkan hadits tentang talqin Laa Ilaaha Illallaah. Hingga Abu Zur’ah berkata:روى عبدالحميد بن جعفر، عن صالح بن أبي عريب، عن كثير بن مَّرة، عن معاذ عن النبي– ملسو هيلع هللا ىلص -: ))من كان آخر كالمه: ال إله إال هللا دخ َل الجنة((Abdul Humaid bin Ja’far meriwayatkan dari Sholih bin Abi Uraib dari Katsir bin Murroh dari Muadz dari Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam: Barangsiapa yang akhir ucapannya adalah Laa Ilaaha Illallaah maka ia masuk surga. Kemudian Abu Zur’ah meninggal dunia.Ibn Abi Hatim berkata: Aku masuk ke ruangan ayahku (Abu Hatim arRaziy) ketika beliau menjelang ajal dalam keadaan aku tidak mengetahuinya aku bertanya kepadanya tentang Uqbah bin Abdil Ghofir apakah ia adalah Sahabat Nabi? Ayahku menggeleng. Aku bertanya: Apakah ia Sahabat Nabi? Ayahku berkata: Bukan. Ia adalah tabi’in. Tidak berapa lama kemudian Abu Hatim meninggal dunia
1851. Menurut bahasa (etimologi) Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab علم ,masdar dari ََعـِلم – ُم.mengetahui berarti yang يَـ ْعـلَ2. Sementara secara istilah (terminologi) ilmu berarti pemahaman tentang hakikat sesuatu3. Imam Raghib Al-Ashfahani dalam kitabnya Al-Mufradat Fi Gharibil Qur’an. Imu adalah mengetahui sesuatu sesuai dengan hakikatnya4. Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap ummat islam baik laki-laki maupun perempuan terutama ilmu yang selalu dibutuhkan setiap saat5. Adab-adab yang selayaknya diperhatikan oleh seseorang penuntut ilmu:a) Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu b) Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmuc) Rajin berdoa kepada Allah ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaatd) Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertakwa kepada Allah ta’alae) Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu f) Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh atau guru. g) Diam ketika pelajaran disampaikan h) Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan i) Mengamalkan ilmu syar’i yang telah dipelajari6. Beberapa hikmah dan keutamaan menuntut ilmu:a) Jaminan kebahagiaan dunia dan akhiratb) Allah akan mengangkat derajat orang yang berilmu dan beriman kepada kedudukan terhormat.c) Orang berilmu bagai bulan diantara bintang-bintang. d) Ilmu merupakan salah satu amalan yang terus mengalir hingga matie) Allah SWT. memudahkan jalan masuk syurgaf) Berada dalam dijalan yang benarg) Kemuliaan yang diberikan oleh para malaikat untuk orang yang menuntut ilmu dengan meletakkan sayapnyah) Dimohonkan ampun dosanya oleh semua makhluk sampai semua binatang dan makhluk.Soal Esay: 1. Jelaskan pengertian ilmu menurut bahasa dan istilah?2. Uraikan adab-adab dalam menuntut ilmu 3. Sebutkan dalil yang mewajibkan menuntut ilmu4. Jelaskan hikmah menuntut ilmu?5. Jelaskan perbedaan ilmu yang fardhu ‘ain dan ilmu yang fardhu kifayah?RangkumanEvaluasi
186 DAFTAR PUSTAKA1. Anwar Rosihon, Akidah Akhlak, Cet. I; Bandung: Pustaka Setia, 2008.2. Departemen Agama RI. 2012. Alquran dan terjemahan, Jakarta: CV. Sinar Agung3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Jakarta 20144. Samarqandi Abu Laits, Tambihul ghofilin, Cet.I; Surabaya:Mutiara Ilmu, 20095. Thoyar Husni, Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 20116. Wahyudin,,dkk, Akidah Akhlak, Cet. I; Semarang: PT.Karya Toha Putra, 20157. Yunus Muhammad, Kamus arab Indonesia, Jakarta: Hida karya Agung8. http://www.referensimakalah.com/2013/01/pengertian-akidah-islamiyah.html9. http://nafiismawan.blogspot.com/2015/02/memahami-akidah-islam.html10. http://prisai114.blogspot.com/2017/04/ada-empat-sumber-aqidah-islam.html11. http://ilmuamalan.blogspot.com/2013/06/keutamaan-asmaul-husna.html12. https://dzikra.com/46-penjelasan-nama-allah-al-kariim.html13. https://bukabukubacabisa.blogspot.com/2015/01/asmaul-husna-al-mumin.html14. http://nandaperdanaputra.blogspot.com/2012/04/malaikat-menurut-perspektifalquran_02.html15. www.muslim.or.id16. http://tabungwakaf.com/kita-semua-adalah-aktor-kehidupan/17. http://www.firanda.com18. https://almanhaj.or.id/2977-pengertian-ikhlas.html19. https://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/hadits-1-ikhlas/20. https://pendidikansunnah.wordpress.com/2015/02/25/membumikan-karakterkejujuran/21. https://tarbawiyah.com/2018/01/24/asy-syajaah-keberanian/22. http://awalilmu.blogspot.com/2018/05/pengertian-syajaah-dan-pentingnya-syajaahalam-islam.html23. http://ceritaislaminesia.blogspot.com/2017/03/cerita-islami-kisah-siti-masyitoh.html24. Azyumardi Azra, Ensiklopedi Tasawuf, Cet 1, Bandung: Angkasa, 200825. Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf, Cet 10, Jakarta: Rajawali Pers, 201126. https://www.hisbah.net/dalil-haramnya-pergaulan-bebas-1/27. https://dalamislam.com/akhlaq/larangan/zina-dalam-islam28. https://almanhaj.or.id/3357-27-dampak-negatif-perbuatan-zina.html29. http://markasmuslim14.blogspot.com/2017/02/27-dampak-negatif-perbuatanzina.html30. http://www.alukah.net/sharia/0/70879/31. https://almanhaj.or.id/4292-syirik-dosa-besar-yang-paling-besar.html32. https://muslim.or.id/27414-penjelasan-kasyfus-syubuhat-9-syirik-besar-dosa-yangtidak-diampuni-oleh-allah.html33. https://muslim.or.id/27414-penjelasan-kasyfus-syubuhat-9-syirik-besar-dosa-yangtidak-diampuni-oleh-allah.html34. https://pejuan6.wordpress.com/2010/04/02/kemusyrikan-menurut-madzhab-syafi.html35. https://mysaefulloh.blogspot.com/2017/04/20-contoh-perbuatan-syirik.html36. http://mazalahmakalah.blogspot.com/2016/04/menghindari-perbuatan-syirikdalam.html
18737. http://pendidikanislam95.blogspot.com/2017/04/licik-tamak-dan-serakah-zalimdan.html38. https://www.bacaanmadani.com/2017/02/cara-menghindari-tamak-serakah-dan.html39. http://warohmah.com/sifat-dzalim/40. http://nadirhosen.net/tsaqofah/tarikh/kajian-hadits-benarkah-orang-arab-lebih-utamadalam-islam41. https://materiips.com/contoh-diskriminasi-dalam-kehidupan-sehari-hari42. http://abul-jauzaa.blogspot.com/2013/06/adab-dalam-berhias-larangan-berhias.html43. https://tafsirq.com/hadits/tirmidzi?page=17744. http://syariahislamonline.blogspot.com/2012/11/batas-aurat-laki-laki-danperempuan.html45. https://www.alkhoirot.org/2012/12/terjemah-kitab-safinah.html46. https://awalilmu.blogspot.com/2017/06/3-fungsi-pakaian-berdasarkan-syariatislam.html47. https://www.islamcendekia.com/2014/09/fungsi-pakaian-dalam-perspektif-alquran.html48. https://www.scribd.com/document/378923125/Hikmah-berpakaian-islami49. https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/bagaimana-sinar-matahari-memicu-kanker-kulit50. http://palembang.tribunnews.com/2017/06/09/bagi-kamu-yang-suka-mengumbarauratnya-ini-ancaman-dan-janji-allah-yang-pasti-kamu-terima?page=251. https://suaramuslim.net/11-adab-mencari-ilmu/52. http://salafy.or.id/blog/2012/04/20/kisah-kisah-teladan-menakjubkan-tentangsemangat-menuntut-ilmu/53. https://www.berimanblog.com/2017/06/keutamaaan-menuntut-ilmu-dalam-islam.html