The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nyofitri, 2025-11-16 02:49:28

BUKUAKIDAH AKHLAK KELAS X revisi

SMA NEGERI 1 KUALA

97ketika ia kalah, karena besarnya dorongan nafsu, meskipun demikian ia bangunlagi dan terus bertahan dengan sabar atas dorongan nafsu tersebut.Contoh Prilaku Sabar Dalam Kehidupan Sehari - Haria. Sabar dalam menjalankan perintah Allah Swt., seperti: 1) Ketika mendengar azan segera menuju ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah; 2) Ketika bel berbunyi segera masuk kelas untuk mengikuti pelajaran; 3) Saat orang tua memanggil, segera menghadap dan menemui agar tidak mengecewakannya. b. Sabar dalam menjauhi maksiat atau meninggalkan larangan Allah Swt., seperti: 1) Ketika diajak membolos segera menolak dan menghindari teman-teman yang bersekongkol untuk membolos; 2) Saat diajak tawuran segera menolak dan menjauhi teman-teman yang mengajaknya; 3) Tidak cepat marah dan main hakim sendiri. c. Sabar dalam menerima dan menghadapi musibah, seperti: 1) Ketika terkena musibah sakit tidak mengeluh dan tidak putus asa untuk berusaha mencari obatnya; 2) Ketika terkena musibah tidak mengeluh dan tidak menyalahkan Allah dan orang lain. Hikmah dan keutamaan Sabar:a. Orang yang sabar akan berhasil dalam meraih cita-citanya, ia akan memiliki jiwa yangkuat dan tahan uji menghadapi berbagai persoalan hidup. Dan yang pasti Allahakan bersamanya. Firman Allah (QS. Al-Baqarah: 153):           Artinya; “Wahai orang-orang yang beriman! mohonlah pertolongan (kepada Allah)dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. AlBaqarah: : 153)b. Orang yang sabar akan dicintai Allah dan sebaliknya orang yang tidak sabar tidakdicintai Allah bahkan justru diperintahkan mencari Tuhan selain Allah. Sebagaimanayang ditegaskan dalam hadis qudsi. Maka barang siapa tidak sabar atas bala’dariKu, dan tidak bersyukur atas nikmat-Ku, dan tidak ridla atas qada’Ku, hendaklahia mecari Tuhan selain Aku. (Hadis Qudsi).


98c. Orang yang sabar akan tenang, karena sesungguhnya sikap sabar dan ridha adalahmencerminkan puncak ketenangan jiwa seseorang. Ia tidak akan tergoncang olehapapun yag dihadapinya. Orang yang ridha akan ketentuan Allah akan mendapatbalasan ridha dari Allah Swt. Firman Allah .(QS. Al-Bayyinah: 8)                Artinya : “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya”.(QS. Al-Bayyinah: 8)1. Dalam Kamus Bahasa Indonesia Syukur berarti ucapan dari perasaan senang, bahagia,melegakan ketika mengalami suatu kejadian yang baik. Secara istilah, Syukurmerupakan suatu tindakan, ucapan, perasaan senang, bahagia, lega atas nikmat yangtelah dirasakan, didapatkan, dari Allah Swt.2. Bentuk-Bentuk Syukur:a. Syukur dengan Hatib. Syukur dengan Lisan. Adapun syukur c. Syukur dengan Seluruh Anggota Tubuh. 3. Menurut bahasa qana’ah artinya merasa cukup terhadap pemberian rezeki dari Allah Swt. Sedangkan menurut istilah qana’ah adalah rela dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menghindari rasa tidak puas dalam menerima pemberian dari Allah Swt4. Qona’ah dalam kehidupan pribadi seorang muslim juga berfungsi sebagai: Stabilisator, Dinamisator,5. Contoh Perilaku Qana’aha. Senantiasa bersyukur atas nikmat Allah Swt. b. Senantiasa mau berinfak di jalan Allah Swt. c. Tidak putus asa/cemas dalam menghadapi masalahd. Giat bekerja dan berusaha untuk mencapai hasil terbaik.e. Hidupnya sederhana, tidak rakus dan tidak tamak.f. Selalu yakin bahwa apa yang didapatnya merupakan anugerah Allah SWT.6. Secara etimologi kata Ridha merupakan ism masdar dari kata radhiya-yardha yang berarti puas, rela hati, menerima dengan lapang dada atau pasrah terhadap sesuatu.Secara terminology ridha berarti menerima semua kejadian yang menimpa dirinya Rangkuman


99dengan lapang dada, menghadapinya dengan tabah, tidak merasa kesal dan tidak berputus asa. 7. Hikmah berperilaku ridhaa. Menjadi pribadi yang bersahaja dan jauh dari sifat iri dan dengki kepada sesamab. Memiliki jiwa yang ikhlas, suka memberi dan menolong tanpa pamrihc. Dapat hidup dengan tentram dan tenang.d. Menjadi pribadi yang sederhana, tidak sombong dan tidak berlebihan.e. Menjadi pribadi yang legowo, dan senantiasa bersyukur kepada Allah swt.f. Dapat menjalankan ibadah dengan khusyu' karena pikiran dari hatinya yang pasrahkepada Allahg. Lebih ta'bah dan sabar dalam menghadapi cobaan, karena perilaku Ridha jugamengajarkan kita untuk bersabar dan menerima apa yang terjadi pada diri kita.8. Sabar menurut bahasa yaitu suatu sikap menahan diri dari emosi, dan keinginan, dan juga bertahan dalam situasi yang sulit dan tidak mengeluh. Menurut istilah Sabar adalahmenerima segala sesuatu yang terjadi dengan senang hati.9. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabar itu terbagi menjadi tiga macam:a. Sabar dalam melaksankan ibadah.b. Sabar dalam meninggalkan maksiat.c . Sabar dalam manghadapi musibah.1. Jelaskan pengertian Syukur menurut bahasa dan istilah!2. Sebutkan bentuk-bentuk Syukur ?3. Jelaskan pengertian qana’ah menurut bahasa dan istilah!4. Sebutkan Contoh Perilaku Qana’ah5. Sebutkan pengertian Ridha secara etimologi dan terminology ?6. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin membagi Sabar menjadi tiga macamsebutkan !Evaluasi


100KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnyaKI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalahKI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuanPeta KonsepLICIK, TAMAK, DHALIM DAN DISKRIMINASILicik (curang, penipu)Tamak (rakus)Diskriminasi (pilih kasih)Dhalim (anianya)KOMPETENSI INTI


1011.6 Meyakini bahwa Licik, Tamak, Dhalim Dan Diskriminasi adalah dilarang dalam agama2.6 Menjauhi dari sikap Licik, Tamak, Dhalim Dan Diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari3.6 Menganalisis makna Licik, Tamak, Dhalim Dan Diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari4.6 Menyajikan kaitan antara perilaku Licik, Tamak, Dhalim Dan Diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari dengan keimanan 1. Siswa dapat menjelaskan makna sikap Licik, Tamak, Dhalim Dan Diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari2. Siswa dapat menyebutkan cirri-ciri perilaku Licik, Tamak, Dhalim Dan Diskriminasidalam kehidupan sehari-hari3. Siswa dapat menyebutkan dalil tentang larangan bersikap Licik, Tamak, Dhalim Dan Diskriminasi4. Siswa dapat menyebutkan bahaya bersikap Licik, Tamak, Dhalim Dan Diskriminasi dalam kehidupan sehari-hariSumber: http://d-boerblog.blogspot.com1. Pengertian Licik dalam bahasa arab disebut dengan penipu atau curang ( مخادع \\خبيث ) merupakan salah satu sifat negatif yang sangat membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia licik berarti : banyak akal yang buruk ; pandai menipu, culas, curang. Orang licik menyalahgunakan topeng yang ia punya, ia lebih cenderung memakai topeng untuk keinginannya sendiri, memakai topeng untuk memanipulasi banyak orang. Sikap licik sangat berbahaya, sehingga jangan sampai sifat tersebut ada pada diri kita dan kita juga harus waspada terhadap orang yang bersifat licik. KOMPETENSI DASAR (KD)TUJUAN PEMBELAJARANA. LICIK ( Penipu Atau Curang )


1022. Ciri-Ciri Orang Licik1) Tidak suka melihat orang lain bahagiaOrang seperti ini hatinya sedih dan gelisah ketika melihat orang lain bahagia. Ketika ia melihat saudara atau temannya meraih sukses, maka ia iri lalu berkomentar yang negatif. Bahkan ia berharap kebahagiaan yang diperoleh saudaranya itu bisa pindah kepada dirinya. Jika tidak bisa ia berharap nikmat tersebut lenyap. Sesungguhnya ini adalah sikap hasad. Tetapi licik lebih berbahaya karena orang yang licik sangat aktif untuk menghalang-halangi orang agar gagal.2) Bahagia melihat orang lain menderitaCiri yang kedua adalah orang licik bahagia dan senang jika ada teman atau saudaranya mengalami musibah dan penderitaan. Rasa bahagia dan senangnya tersebut diekspresikan dalam raut muka dan ucapan maupun disembunyikan di hati dan perasaannya.Firman Allah Ta’ala (QS. An Nur: 19):                 Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang Amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui”. (QS. An Nur: 19)Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin membawakan ayat di atas untuk menunjukkan terlarangnya menampakkan kebahagiaan ketika seorang muslim mendapatkan musibah. Jika seseorang menyebar berita jelek yang dilakukan orang mukmin yang terjerumus dalam dosa, mendapatkan ancaman kerugian di dunia dan akhirat, apalagi jika seseorang menampakkan rasa gembira atas musibah muslim lain tanpa sebab apa-apa.3) Berpikir Untuk Mencelakakan Orang LainCiri yang ketiga orang licik mempunyai rencana-rencana negatif, di mana ingin menghalang-halangi agar orang lain gagal. Serta lebih jauh dari itu ia menghalalkan segala cara untuk membuat lain menderita bahkan ia tidak sportif dan kadang-kadang menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan buruknya.4) Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan


103Orang yang licik kerap kali ketika menginginkan sesuatu ia tidak mau melalui sebuah proses yang halal akan tetapi ia menempuh jalan pintas yaitu dengan menempuh segala cara supaya keinginannya cepat-cepat berhasil, baik dengan cara dhalim, berbohong bahkan kadang dengan menganianya orang lain. Dan bahkan yang lebih jahat lagi mereka berani menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah demi untuk mencapai tujuannya.5) Pandai MenipuUntuk memuluskan siasatnya yang licin, orang yang licik akan suka menipu dan berbohong serta bersilat lidah.ِ ِى ملسو هيلع هللا ىلصَع ِ النَّبِى ه َر ْي َرةَبَع ْ أ – َف ، َْخلََا َو َع َد أَب ، َوِإذَا َح َّد َث َكذَِق ثَالَ ٌث إِذَ انَا ِفالْا َل آيَة قَا ا ْؤت ِا َ َخا َنَوإِذَ“Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. tanda orang munafik ada tiga: ketika ia bicara ia berdusta, jika ia berjanji ia mengingkari dan ketika ia dipercaya ia berkhianat.” (HR. Bukhari)Sumber : https://babenyaibrahim.wordpress.com3. Bahaya Sifat Licik Bagi Orang Lain1) Seringkali kita jumpai orang yang sikut sana-sikut sini untuk mencapai tujuannya. Demi memuaskan hawa nafsunya ia tidak segan-segan berbuat licik. Padahal keinginan bisa terwujud tanpa harus berbuat licik. Bagaimana pun licik adalah sikap yang tidak disukai oleh manusia manapun.2) Licik membuat seseorang menjadi serakah. Orang yang licik nafsunya tidak pernah ada ujungnya. Ia berbuat seperti orang haus yang meminum air laut. Makin diminum makin haus.


1043) Orang yang licik inginnya menjadi nomor satu, tidak peduli dengan kemampuannya yang tidak seberapa. Ia akan berusaha menyingkirkan orang yang bisa menghalangi ambisinya.4) Kurang Iman. Sudah pasti orang yang licik imannya kurang makanya ia berbuat seperti itu. Orang yang berperilaku licik patut dikasihani karena kurang iman. Hatinya jauh dari mengingat Allah. Ia lupa kalau Allah selalu mengawasi perilaku hambaNya.               \"Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: «Kami telah beriman». dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: «Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolokolok.» (QS. Al Baqarah [2] : 14)5) Selagi ia butuh ia mendekat, dan selagi ia tidak butuh ia menjauh kan diri, dan menceritakan semua kejelekan dan memfitnah orang tersebut. Tanpa ia mengingat budi dan kebaikan selama ia berteman pada orang tersebut, ia seperti kacang lupa dengan kulitnya.6) Batinnya selalu resah dan gelisah, hatinya tidak akan tenang dan hidupnya tidak berkah. Jika ia menafkahi keluarga dengan jalan licik lalu anak diberi makan yang tidak halal, maka akan menjadi daging yang tumbuh dari jenis makana yang haram7) Hidupnya penuh dengan fitnah. Orang yang licik hidupnya penuh dengan cobaan. Dimanapun ia berada selalu mengalami cobaan. Fitnah akan datang di kala orang melihat apa yang ia dapat tidak dengan cara yang wajar.8) Ia penuh dengan dosa, Karena berbuat licik tidak akan diridhoi Allah Swt. dan akhir hidupnya Su’ul Khotimah.


105Sumber: http://pendidikanislam95.blogspot.com1. PengertianTamak berasal dari bahasa arab yaitu طامعartinya adalah rakus hatinya, atau serakah yang yaitu sikap tak pernah merasa puas dengan yang sudah dicapai. Menurut istilah tamak adalah cinta kepada dunia (harta) terlalu berlebihan tanpa memperhatikan hukum haram yang mengakibatkan adanya dosa besar. Karena ketidakpuasannya itu, segala cara pun ditempuh. Sifat tamak ini biasanya di miliki oleh orang-orang yang yang sangat cinta dengan keduniaan.Serakah atau tamak adalah salah satu dari penyakit hati, orang tamak selalu menginginkan lebih banyak, tidak peduli apakah cara yang ditempuh itu halal atau haram, yang penting, apa yang menjadi kebutuhan nafsu syahwatnya terpenuhi. Sikap serakah dilarang oleh Allah Swt.Firman Allah SWT. (QS. At-Takatsur: 1-8):                                Artinya: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. janganlah begitu, jika kamu mengetahui denganpengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”.(QS. At-Takatsur: 1-8)B. Tamak atau Serakah


106Sumber : http://abumujahidah.blogspot.comِنمِد ْبََّّا َع ْن ُم َحَر ِك َع ْن َز َكِريُمبَاَّْثَنَا َعْبدُ ََّّللاِ ْب ُن الِن َحدْعَماُّبُو النَْخبَ َرنَا أَأِي ِه قَا َل قَا َلبَِن َماِل ٍك َع ْن أِن َك ْع ِب ْبَع ْن اْبَرةَِن ُز َراِن َس ْعِد ْبر ْح َم ِن ْبَعْبِد ال ََّو َسْي ِهََّّللاُ َعلَىََّر ُسو ُل ََّّللاِ َصلَسدَفَِْأٍم بْر ِسَال فِي َغنَُِن أِن َجائِعَاَ َما ِذئْبَامَّلِل َوال َّش َر ِف ِلِدينِ ِهَماَْمْر ِء َعلَى الَْها ِم ْن ِح ْر ِص اللَ“Telah mengabarkan kepada kami Abu An Nu'man telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Al Mubarak dari Zakariya dari Muhammad bin Abdurrahman bin Sa'd bin Zurarah] Dari Ka’ab bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah kumpulan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan dengan sifat tamak manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya”.(HR. At-Tirmidzi)Rasulallah S.A.W. pernah mengabarkan bahwa sifat tamak tidak pernah mengenal kata puas sekalipun telah diberikan kepada satu sampai dua lembah emas.فِي خ ْطبَتِ ِه يَق و لِ َا َّكةَِا ْنبَِر بزبَ ْيِر َعلَى الِْ ال ُُّّي َع ِ ا ْبِر س َخاَر َوي اْلب : اُّ َها النَّيَيَا أَم َكا َن يَق و لْي ِه َو َمسلََّعلَِ َّي َصلَّى ََّّللا إِ : َه ٍب َّن النَّبِم ْ ذَْع ِط َي َواِديًا َمألً َّن ا ْب َ آ َدَم أَْو ألَْيَح َّب إِلََر أ ا ب َُِّ آ َدَم إِالَّ التد َج ْو َف ا ْبُّا، َوالَ يَ ناِلثًْي ِه ثََح َّب إِلََانِيًا أْع ِط َي ثَ ْو أانِيًا َولَِه ثََعلَى َم ْ تَا َب َويَت و ب ََّّللا .“Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu al-Zubair tatkala di atas mimbar di Mekah dalam khubtahnya, beliau berkata; Wahai manusia sekalian, Sesungguhnya Nabi S.A.W. pernah bersabda, “Seandainya anak keturunan Adam diberi satu lembah penuh dengan emas niscaya dia masih akan menginginkan yang kedua. Jika diberi lembah emas yang kedua maka dia menginginkan lembah emas ketiga. Tidak akan pernah menyumbat rongga anak Adam selain tanah, dan Allah menerima taubat bagi siapa pun yang mau bertaubat.” (HR. Al-Bukhari)Dari beberapa keterangan di atas dapat kita fahami, bahwa tamak adalah sikap rakus terhadap hal-hal yang bersifat kebendaan tanpa memperhitungkan mana yang halal dan haram. Sifat ini sebagai sebab timbulnya rasa dengki, hasud, permusuhan dan perbuatan keji dan mungkar lainnya, yang kemudian pada penghujungnya mengakibatkan manusia lupa kepada Allah SWT, kehidupan akhirat serta menjauhi kewajiban agama.


107Sumber: http://sawatyl.blogspot.comFirman Alla SWT. (QS. Al-Baqarah : 96):                     Artinya: “dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, Padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan\".(QS. AlBaqarah : 96):2. Penyebab Tamak Selain penyebab tamak kerena di sebabkan tidak pernah merasa puas dengan apa yang dicapainya, menginginkan seperti apa yang didapat orang lain, berangan-angan tidak sesuai dengan kemampuannya, maka penyebab lain dari sifat tamak adalah: a) Cinta duniab) Bodoh dalam memahami arti hidup.c) Tidak mengimani qadha dan qadar Allah atas nasib dirinya, 3. Ciri-Ciri TamakCiri-ciri orang yang terkena penyakit tamak antara lain:1) Tidak mensyukuri nikmat yang telah dimiliki2) Selalu merasa kurang padahal ia telah banyak mendapat nikmat3) Ingin memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain4) Panjang angan-angan yaitu suka menghayal dan tidak realistis5) Kikir, ia tidak mau hartanya berkurang sedikitpun


1086) Kurang menghargai pemberian orang lain jika tidak sesuai keinginan7) Terlalu mencintai harta yang di miliki.8) Terlalu semangat mencari harta tanpa memperhatikan waktu dan kondisi tubuh.9) Semua perbuatannya selalu bertendensi pada materi10) Merasa hemat untuk mengeluarkan harta demi kepentingan agama dan social.11) Mendambakan kemewahan dunia.12) Tidak memikirkan kehiduan akhirat.4. Bahaya TamakDi bawah ini terdapat beberapa bahaya yang di timbulkan oleh sifat tamak di antaranya adalah:1) Orang yang tamak selalu merasa kurang dan tidak pandai bersyukur. 2) Sifat tamak dapat menimbulkan rasa dengki, hasul dan permusuhan3) Sifat tamak akan membutakan orang sehingga menghalalkan segala cara dalam meraih tujuannya4) Sifat tamak akan menjauhkan seseorang dari Allah Swt.5) Sifat tamak membuat orang menjadi bakhil, karena takut hartanya berkurang5. Cara Menghindari TamakTamak merupakan sifat cinta dunia. Sifat tamak mendatangkan banyak kerusakan, baik kerusakan pribadi, keluarga, masyarakat dan yang terbesar adalah kerusakan yang menimpa keagamaan seseorang di sebabkan dunia lebih di cintai dari segalanya. Allah Ta'ala berfirman (QS. Al-Hadid : 20):                        Artinya: “ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbanggabanggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya


109kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS. Al-Hadid : 20)Agar hati kita selamat dari penyakit tamak, hal yang dapat dilakukan antara lain:1) Mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan2) Membiasakan diri dengan sifat ikhlas dan rendah diri3) Membiasakan diri dengan sifat pemurah dan jujur4) Membiasakan hidup sederhana, hemat, qana’ah dan zuhud5) Meminta pertolongan kepada Allah agar dijauhkan dari sifat serakah6) Menghindari sifat iri jika melihat orang lain banyak harta7) Sadar bahwa materi hanya hiasan hidup dan perantara menuju akhirat.1. Pengertian Zalim (Arab: ظلم ,Dholim) dalam ajaran Islam adalah meletakkan sesuatu/ perkara bukan pada tempatnya. Orang yang berbuat zalim disebut zalimin dan lawan kata dari zalim adalah adil. atau mengandung arti gelap dan anianya. Dan secara umum makna kata “dhalim” adalah segala sesuatu perbuatan jahat ataupun berbuat aniaya; baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri dan makhluk lainnya. Sedangkan menurut syariat (agama Islam) “Segala sesuatu tindakan atau perbuatan yang melampaui batas, yang tidak lagi sesuai denganketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Baik dengan cara menambah ataupunmengurangi hal-hal yang berkaitan dengan waktu; tempat atau letak maupun sifat dari perbuatan-perbuatan yang melampaui batas tersebut. Dan itu berlaku untuk masalah-masalah yang berkaitan dengan ibadah (hablum-minallah), maupun hubungan kemanusiaan dan alam semesta (hablum-minannaas). Entah itu dalam skala kecil maupun besar, tampak ataupun tersembunyi.”Di dalam Al-Qur'an kata dhalim memiliki beberapa makna, di antaranya terdapat dalam beberapa surah sebagai berikut: 1) Dalam QS. Huud: 101 makna dhalim yaitu manusia yang menyembah selain Allah. C. DHALIM


110                      Atinya: “dan Kami tidaklah Menganiaya mereka tetapi merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri, karena itu Tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka”.2) Dalam QS. Al-Baqarah: 165, makna dhalim yaitu manusia yang menyembah selain Allah.                            Artinya: “dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingantandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dhalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”.3) Dalam QS. Al-Kahf: 35, makna dhalim adalah sifat keangkuhan maupun perbuatan dari kekafirannya.             Artinya: “dan Dia memasuki kebunnya sedang Dia dhalim terhadap dirinya sendiri,ia berkata: \"Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya”,4) Dalam QS. Al-Maaidah: 47, makna kata dhalim adalah mereka yang menurut hawa nafsu dan merugikan orang lain                          


1115) Dalam QS. Al-Ankabuut: 46, orang dhalim menurut surat ini yaitu orang yang masih tetap membantah meskipun sudah diberikan penjelasan dan keterangan kepadanyamelalui cara paling baik, serta tetap mengutamakan permusuhan.                      Artinya: “dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang dhalim di antara mereka[1154], dan Katakanlah: \"Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan Kami dan Tuhanmu adalah satu; dan Kami hanya kepada-Nya berserah diri\".2. Contoh Perilaku dhalimPerilaku dhalim dapat dicontohkan sebagai berikut:a. Dhalim kepada Allah SWT. Di anta bentuk dhalim kepada Allah adalah:1) Menentang atau menyimpang dari ketentuan Allah swtMenentang atau menyimpang semua perintah Allah swt , merupakan salah satu contoh bentuk dari keddhaliman .Firman Allah SWT (QS.Al-Baqarah: 229):        ...Artinya: “…Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka Itulah orangorang yang dhalim”. (QS.Al-Baqarah: 229 ).2) Tidak menggunakan atau tidak berhukum dengan hukumnya Allah swt .Firman Allah swt (QS.Al- Maidah: 45) :           …Artinya: “...Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang dhalim”. (QS.Al- Maidah: 45)3) Kesyirikan. Kesyirikan adalah bentuk keddhaliman yang paling besar. Allah swt berfirman dalam QS. Lukman ayat 13:      ….


112Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/89032/perbuatan-dhalim-pasti-dapat-balasanArtinya: “… Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedhaliman yang besar\".( QS. Lukman ayat 13).b. Dhalim kepada orang lain. Di antara perbuatan dhalim kepada orang lain yaitu: 1) Melakukan penganiayaan2) Menyalahgunakan kekuasaan3) Membohongi dan memfitnah orang lain.Dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, \"Tahukah kamu siapa itu orang pailit / kebangkrutan di akherat?\" Mereka menjawab, \"Orang yang pailit di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak punya barang.\" Rasulullah bersabda, \"Sesungguhnya orang yang pailit di kalangan ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun, ia telah mencaci si fulan, memfitnah si fulan, memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan, memukul si fulan, lalu diberikanlah pahala-pahala kebaikannya kepada orang-orang yang telah dizhaliminya tadi. Apabila habis pahala kebaikannya sebelum selesai masalahnya, maka diambillah dosa-dosa orang yang dizhaliminya lalu dilimpahkan kepadanya kemudian ia dilemparkan ke dalam Neraka,\" (HR Muslim)c. Dhalim kepada diri sendiri. Di antara contoh dhalim pada diri sendiri yaitu:


113Melakukan kejahatan pada diri-sendiri seperti; sering melakukan perbuatan dosa, berzina, meminum-minuman keras, malas belajar, meninggalkan solat, dan perbuatan dosa lainnya. Dengan katalain melakukan kedhaliman terhadap diri sendiri yaitu melakukan dosa yang mana mudharatnya hanya menimpa diri baik di dunia maupun di akhirat, baik itu besar maupun kecil.3. Akibat Negatif Perbuatan Dhalim.Di antara akibat-akibat buruk bagi kehidupan, baik pribadi maupun masyarakat. Karena itu, aniaya adalah perbuatan yang harus kita hindari.perbuatan dhalim adalah:1) Merusak persatuan dan persaudaraan.2) Merusak tatanan hidup di masyarakat.3) Menghilangkan akhlak atau sifat yang baik.4) Merugikan orang lain.5) Menghilangkan pahala amal perbuatan.6) Orang yang dhalim akan kekal di dalam neraka Firman Allah SWT. (QS. Al-Hasyr : 17)          Artinya: “Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa Sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah Balasan orang-orang yang dhalim”.(QS. Al-Hasyr : 17)4. Hikmah Menghindari Perbuatan DhalimMelihat akibat negatif yang begitu besar dari perilaku aniaya, maka perilaku tersebut harus dihindari dengan sekuat-kuatnya. Islam mengajarkan agar pengikutnya melakukan perilaku terpuji. Kuncinya adalah keteguhan kita untuk berpegang kepada ajaran Islam. Sebab dengan menghindari perbuatan dhalim dan aniaya maka akan memberikan hikmah yang besar antara lain:1) Terwujudnya persatuan dan persaudaraan.2) Terciptanya tatanan hidup yang baik di masyarakat.3) Akan mendatangkan akhlak atau sifat yang baik.4) Terciptanya kasih sayang antar sesama.5) Akan mendapatkan pahala amal perbuatan.6) Orang yang menghindari aniaya akan masuk ke dalam surga.


1141. PengertianDan dalam bahasa Arab istilah Diskriminasi di kenal dengan Al-Muhabbah ( ة با المحا (yang artinya membedakan kasih antara satu dengan yang lain atau pilih kasih. Diskriminasi berarti pembedaan perlakuan terhadap sesama berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, status sosial dan lain-lain. Seseorang yang melakukan perbuatan diskriminasi berarti memiliki sikap diskriminatif. Kita sering mendengar sikap diskriminatif yang diterapkan dalam beberapa negara yang umumnya mengarah pada politik rasis, yaitu perlakuan yangtidak manusiawi terhadap warga tertentu berdasarkan warna kulit, suku, ras dan agama. Perlakuan semacam ini tentu telah banyak makan korban bahkan mengarah pada perlakuan yang tidak manusiawi baik secara fisik maupun mental.Diskriminasi termasuk perilaku atau akhlak tercela sebab sikap ini tidak sejalan dengan ajaran agama Islam yang mengutamakan prinsip: persamaan, persaudaraan dan tolong menolong2. Bentuk dan Contoh Perilaku DiskriminasiPerilaku diskriminasi dapat dilihat dari praktik kehidupan bermasyarakat. Berikut ini beberapa contoh diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari:1) Masih ada orang yang menganggap bahwa kemiskinan sebagai sebuah kehinaan2) keburukan rupa sebagai sebuah malapetaka3) Adanya perlakuan tidak adil terhadap para difabel 4) Kedudukan atau pangkat yang baik dipandang sebaai strata yang paling mulia di masyarakat5) Masih ada yang memandang bahwa kelompoknyalah yang paling hebat, sementara kelompok lain itu rendah. 6) Seorang guru yang terlalu memperhatikan murid-muridnya yang cerdas, sedangkan murid-muridnya yang biasa saja malah diabaikan. Padahal, setiap murid mempunyai kemampuan masing-masing dan berhak diperlakukan setara.7) Rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan kepada pasien yang miskin karena tidak bisa membayar biaya pengobatan.8) Adanya ketidakadilan dalam putusan hakim. Pelaku pencurian ayam dihukum penara hingga puluhan tahun, sedangkan pelaku korupsi hanya dihukum penjara selama D. Diskriminasi


115beberapa bulan saja. Hal ini merupakan tanda adanya diskriminasi serta permasalahan hukum di Indonesia.3. Bahaya DiskriminasiDalam kehidupan sehari-hari sifat diskriminatif dapat merugikan orang lain. Islam mengajarkan bahwa semua manusia mempunyai kedudukan yang sama. Islam tidak membedakan manusia atas dasar suku, bangsa, asal keturunan, pangkat, jabatan dan,sebagainya. Karena itu, manusia tidak boleh membeda-bedakan orang lain dalam pergaulan sehari-hari. Sikap diskriminatif sangat dilarang oleh Allah. Sebab perbedaan sosial, suku, golongan dan sebagainya merupakan karunia Allah Swt. dan kita tidak boleh memperlakukan perbedaan dengan bersikap diskriminatif.Dan di antara bahaya sikap diskriminatif yang terjadi dalam masyarakat adalah sebagai berikut:1) Munculnya ketidakadilan di masyarakat.2) Mudah berlaku sombong.3) Merasa lebih baik dari yang lain.4) Diskriminatif akan membawa pelakunya masuk ke dalam neraka.4. Menghindari DiskriminasiDitinjau dari segi apapun sikap diskriminasi ini tentu tidak bisa dibenarkan. Terlebih lagi ditinjau dari kacamata Islam. Islam merupakan agama yang universal dan menjadirahmat bagi seluruh manusia tanpa membedakan jenis kulit, suku, marga, golongan dan lain Sumber: https://news.okezone.com


116sebagainya. Bahkan Islam menegaskan antar laki-laki dan perempuan di hadapan Allah sama. Yang menentukan kemuliaan seseorang bukan jenis kelaminnya, suku, bangsa dan status sosialnya tetapi adalah ketakwanya yang tercermin dalam perilaku sehari-hari. Sebagaimana firman Allah SWT. (Q.S. Al Hujurat/49: 13):                Artinya: “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Q.S. Al Hujurat/49: 13)Ketika Islam datang praktik perbudakan sedikit-demi sedikit dihilangkan. Semua memiliki derajat yang sama. Sebagaimana posisi Bilal bin Rabah di sisi Rasulullah, ia adalah sahabat dekat Rasul. Padahal kalau dilihat dari asal-usulnya ia adalah bekas budak yang berkulit hitam legam. Tetapi kehadiran Bilal bin Rabah sangat berarti dalam pelaksanaan dakwah Islam. Suaranya yang merdu setiap waktu melantunkan adzan menyeru kaum muslimin untuk melaksanakan shalat. Bahkan Rasulullah pernah bersabda: “ :حدثني من سمع خطبة النبي ملسو هيلع هللا ىلص في وسط أيام التشريق فقال» :وعن أبي نضرة قاليا أيها الناس، إن ربكم واحد وأباكم واحد، أال ال فضل لعربي على عجمي، وال لعجمي قالوا: بلغ .”على عربي، وال أسود على أحمر، وال أحمر على أسود إال بالتقوى، أبلغت؟ .رسول هللا ملسو هيلع هللا ىلص“Dari Abu Nadhrah telah menceritakan kepadaku orang yang pernah mendengar khutbah Rasulullah SAW di tengah-tengah hari tasyriq, beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu (maksudnya Nabi Adam). Ingatlah. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang Ajam (non-Arab) dan bagi orang ajam atas orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan. Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Iya, benar Rasulullah SAW telah menyampaikan.”Jelas penerapan sikap diskrimatif tidak bisa dibenarkan dalam semua tingkatan. Dalam suatu keluarga seorang ayah atau ibu tidak boleh bertsikap diskriminatif terhadap anak-anaknya. Di sekolah seorang guru tidak dibenarkan bersikap diskrimatif terhadap muridnya. Di kelas seorang siswa tidak bersikap diskriminatif terhadap teman-temannya. Demikian pula di tingkatan yang lebih luas, misalnya dalam sebuah organisasi, pemerintahan dan lain sebagainya, praktik diskriminatif harus dihindari. Melihat akibat negatif yang ditimbulkan oleh sikap diskriminatif, maka kita harus menghindari dari sifat tercela tersebut.


117Dan dengan menghindari serta meninggalkan sikap tersebut, maka akan membawa hikmah yang sangat besar seperti:1) Terciptanya keadilan di masyarakat.2) Orang tidak Mudah berlaku sombong.3) Menganggap bahwa orang lain adalah sama dan saudara.4) Orang yang menghindari sikap diskriminatif akan membawanya masuk ke dalam surga.1. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia licik berarti : banyak akal yang buruk; pandai menipu, culas, curang.2. Ciri-Ciri Orang Licik1) Tidak suka melihat orang lain bahagia2) Bahagia melihat orang lain menderita3) Berpikir Untuk Mencelakakan Orang Lain4) Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan5) Pandai Menipu3. Menurut bahasa Tamak adalah rakus hatinya, atau disebut serakah yang artinya sikap tak pernah merasa puas dengan yang sudah dicapai. 4. Menurut istilah tamak adalah cinta kepada dunia (harta) terlalu berlebihan tanpa memperhatikan hukum haram yang mengakibatkan adanya dosa besar.5. Penyebab Tamak Cinta dunia Bodoh dalam memahami arti hidup. Tidak mengimani qadha dan qadar Allah atas nasib dirinya, 6. Bahaya Tamaka) Orang yang tamak selalu merasa kurang dan tidak pandai bersyukur. b) Sifat tamak dapat menimbulkan rasa dengki, hasul dan permusuhanc) Sifat tamak akan membutakan orang sehingga menghalalkan segala cara dalam meraih tujuannyad) Sifat tamak akan menjauhkan seseorang dari Allah Swt.e) Sifat tamak membuat orang menjadi bakhil, karena takut hartanya berkurang7. Dhalim” adalah segala sesuatu perbuatan jahat ataupun berbuat aniaya; baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri dan makhluk lainnya. 8. Menurut syariat: “Segala sesuatu tindakan atau perbuatan yang melampaui batas,yang tidak lagi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.Baik dengan cara menambah ataupun mengurangi hal-hal yang berkaitan dengan waktu; tempat atau letak maupun sifat dari perbuatan-perbuatan yang melampaui batas tersebut. Dan itu berlaku untuk masalah-masalah yang berkaitan dengan ibadah Rangkuman


118(hablum-minallah), maupun hubungan kemanusiaan dan alam semesta (hablumminannaas). Entah itu dalam skala kecil maupun besar, tampak ataupun tersembunyi.”9. Contoh Perilaku Dhalim1) Dhalim kepada Allah SWT. 2) Dhalim kepada orang lain. 3) Dhalim kepada diri sendiri10. Diskriminasi berarti pembedaan perlakuan terhadap sesama berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, status sosial dan lain-lain.11. Dan di antara bahaya sikap diskriminatif adalah:a) Munculnya ketidakadilan di masyarakat.b) Mudah berlaku sombong.c) Merasa lebih baik dari yang lain.d) Diskriminatif akan membawa pelakunya masuk ke dalam neraka.12. Hikmah menghindari sikap diskriminatif:a) Terciptanya keadilan di masyarakat.b) Orang tidak Mudah berlaku sombong.c) Menganggap bahwa orang lain adalah sama dan saudara.d) Orang yang menghindari sikap diskriminatif akan membawanya masuk ke dalam surga.Esay isilah pertanyaan-petanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!1. Jelaskan pengertian licik dan Sebutkan lima Ciri-Ciri Orang Licik.?2. Jelaskan pengertian Tamak dan rakus dan Jelaskan Penyebab-penyebab sikap Tamak.?3. Terangkan Bahaya apa saja yang timbul dari sifat Tamak.?4. Jelaskan Contoh-contoh Perilaku Dhalim berikut ini: a. dhalim kepada Allah SWT, b. dhalim kepada orang lain, c. Dhalim kepada diri sendiri5. Jelaskan Pengertian diskriminatif dan Bagaimana cara menghindari sikap diskriminatif?Evaluasi


119KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnyaKI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalahKI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuanPeta KonsepMENGHINDARI PERBUATAN SYIRIKPengertian SyirikMacam-Macam SyirikBahaya Perbuatan SyirikContoh Perilaku SyirikKOMPETENSI INTI


1201.7 Meyakini bahwa syirik adalah sangat berbahaya dan dosa besar di urutan pertama 2.7 Menunjukkan perilaku menghindari dari perbuatan syirik dalam kehidupan seharihari3.7 Menganalisis makna syirik dalam kehidupan sehari-hari4.7 Menyajikan kaitan antara perilaku perilaku sirik dengan dosa-dosa besar dalam kehidupan sehari-hari5. Siswa dapat menganalisis makna syirik6. Siswa dapat menentukan perilaku syirik dalam kehidupan sehari-hari7. Siswa dapat menyebutkan dalil tentang larangan syirik8. Siswa dapat menganalisis bahaya perilaku syirik dalam kehidupan sehari-hariMenurut bahasa syirik berasal dari Bahasa Arab ( شركة \\ شركا – يشرك – شرك ( yang Secara artinya: bersekutu atau berserikat. Seperti kata االمر في اشركه” menjadikan (seseorang) sekutunya dalam urusannya”. Sedangkan menurut istilah, syirik adalah KOMPETENSI DASAR (KD)TUJUAN PEMBELAJARANA. Pengertian SyirikSumber: http://ceritanabiallah.blogspot.com/2016/06/ciri-orang-yang-syirik.html


121B. Dalil tentang larangan syirikperbuatan, anggapan atau itikad menyekutukan Allah Swt. dengan yang lain, seakan-akan ada yang maha kuasa di samping Allah Swt. Syaikh Dr. Ibrahim bin Muhammad al-Buraikan. Beliau menjelaskan, syirik memiliki dua makna:Pertama, makna umum, yaitu: هَو ِم ْن َخ َصَما ُِاهللِ فِ ْيِر هللاِ بَغْيُِويَةُسْب َحانَهتَ ْس ائِ ِص ِه ُ(menyamakan selain Allâh dengan Allâh di dalam perkara yang termasuk kekhususankekhususan Allâh Yang Maha Suci). Yang dimaksudkan dengan “menyamakan” di sini adalah mempersekutukan Allah, sama saja apakah Allâh (dianggap) persis menyerupai selain-Nya pada perkara itu atau Allâh lebih dari selain-Nya pada perkara itu. Berdasarkan makna diatas dapat disimpulkan bahwa syirik adalah: MenyamakanAllâh dengan selain-Nya, baik dalam perkara-perkara yang termasuk kekhususan-kekhususan sebagai pengatur dan pencipta alam semesta, atau menisbatkan ibadah kepada selain Allâh ataupun menyamakan sifat-sifat Allah dengan makhluk. Atau dengan kata lain Syirik adalahmenjadikan selain Allâh sebagai ma’bûd (yang diibadahi), muthâ’ (yang ditaati) bersamaAllah. Sehingga barangsiapa menjadikan ilâh (sesuatu yang diibadahi), dia mengibadahinya atau mentaatainya dari selain Allâh, maka dia adalah orang musyrik. syirik (kemusyrikan) adalah menjadikan sekutu atau tandingan bagi Allâh Ta’ala di dalam rububiyah (perbuatanNya), uluhiyah (hak-Nya untuk ditaati secara mutlak dengan penuh kecintaan dan pengagungan), dan asma’ wa sifat (nama-nama-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang sempurna). Banyak ayat al-Qur’an yang memberikan penegasan tentang larangan berbuat syirik diantaranya:1. Firman Allah (QS. An-nisa’: 116)                   Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.


122Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”. (QS. An-nisa’: 116)2. Firman Allah: (QS. Luqman: 13)             Artinya: “dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: \"Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar\".(QS. Luqman: 13).Oleh karena itu surga dinyatakan haram bagi musyrik jika ia mati dalam keadaan belum bertaubat, dan ia akan kekal selama-lamanya di neraka jahannam. 3. Firman Allah (QS Al Maidah: 72)                            Artinya: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: \"Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam\", Padahal Al masih (sendiri) berkata: \"Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu\". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”.(QS Al Maidah: 72).Syirik bukan hanya ia bernilai dosa, namun ia juga dapat menyebabkan amalan soleh yang lain terhapus olehnya. 4. Firman Allah SWT (QS Az Zumar: 65):              Artinya: “dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. \"Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi” (QS Az Zumar: 65)


1235. Firman Allah Ta’ala (QS At Taubah: 5):                     Artinya: “apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu[630], Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan[631]. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS At Taubah: 5)6. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:قال ملسو هيلع هللا ىلص: ))أال أنبئكم بأكبر الكبائر؟(( قلنا: بلى يا رسول هللا، قال: ))اإلشراك باهلل وعقوق الوالدين((Artinya: “Maukah kalian kuberitahukan apa dosa yang terbesar?”, Para Sahabat menjawab: Tentunya wahai Rasulullah, maka beliau berkata: “Menyekutukan Allah dan durhakan kepada kedua orangtua”. (HR Bukhari)Semoga Allah Ta’ala meneguhkan hati kita diatas ketauhidan dan menerima amal saleh kita.Sebagaimana seorang muslim dituntut untuk mengetahui berbagai macam kebaikan agar dapat mengamalkannya, begitu pula selayaknya bagi dia untuk mengetahui berbagai macam keburukan agar mampu menghindarinya. Jika dicermati, betapa banyak kitab-kitab ulama terdahulu yang mengupas masalah dosa-dosa besar. Hal itu bertujuan untuk memperingatkan umat agar tidak terjerumus ke dalamnya. Terlebih lagi perkara syirik, yang merupakan kezaliman terbesar, yang mampu menyeret manusia menjadi bahan bakar api neraka selama-lamanya. Sudah sepantasnyalah kita memahami hakikat kesyirikan itu sendiri. Karena siapa yang tidak mengetahuinya, dikhawatirkan akan terperosok di dalamnya tanpa disadarinya.C. Macam-Macam Syirik


124Sebagaimana yang dikatakan oleh penyair Arab, Abu Faras al-Hamdani:ُت ال َّش َّر َال ِلل َّشرَع َر ... ِي ِه فَْوق ِك ْن ِلتَِر لََو َم ْن َال يَ ْعِر ِف ال َّش َّرْع فيه... ِم َن النَّا ِس يَقَ“Aku mengetahui keburukan bukan untuk berbuat keburukan…Akan tetapi agar mampu terhindar darinya…Karena barang siapa dari manusia yang tidak mengetahui keburukan..Suatu saat akan terjerumus ke dalamnya!”.Di lihat dari keadaannya Syirik terbagi menjadi dua macam, yakni syirk akbar (syirik besar) atau disebut juga dengan syirk jali (syirik nyata) dan syirk asghar (syirik kecil) atau disebut juga dengan syirk khafi (syirik samar-samar).a. Syirik BesarDiantara contoh-contoh syirik- besar yaitu:1) Meyakini ada yang mampu menciptakan, menghidupkan, mematikan, dan mengatur alam semesta selain Allah,2) Meyakini adanya makhluk yang berhak ditaati dengan ketaatan mutlak, sampai dalam masalah menghalalkan perkara yang haram. Syirik ini juga terwujud dalam mencintai makhluk sebagaimana kecintaan kepada Allah.3) meyakini adanya selain Allah yang mengetahui perkara gaib sebagaimana Allah.4) Memakai jimat dengan keyakinan bahwa jimat itu mampu melindungi tau menyelamatkan dari mara bahaya.5) Sujud kepada selain Allah dan menyembelih binatang yang dipersembahkan untuk selain Allah.6) Menyombongkan diri dengan sifat agung sebagaimana keagungan Allah.7) Berdo’a kepada selain Allah, isti’adzah kepada selain Allah dan istighatsah kepada selain Allah.8) Bernama dengan nama-nama khusus bagi Allah, contohnya Allah dan Ar-Rahman.b. Syirik kecilSyirik asghar (syirk khafi) ialah perbuatan yang secara tersirat mengandung pengakuan ada yang kuasa di samping Allah Swt. Dan dalam salah satu hadis Nabi yang terdapat pada Musnad Ahmad bin Hanbal disebutkan bahwa salah satu contoh syirk khafiialah seseorang yang dalam mengerjakan suatu perbuatan ada maksud untuk dipuji oleh orang


125lain (riya’). Syirik kecil ini tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam karena tidak sampai ada unsur menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang menjadi kekhususan-Nya (dalam Rububiyyah, Uluhiyyah, dan Al-Asma` was Shifat).Contoh : Bersumpah dengan nama selain Allah dikatakan syirik kecil, karena ada dalam dalil penyebutan nama syirik baginya, disamping itu, bisa sebagai sarana untuk mengagungkan selain Allah sebagaimana Allah. Riya` yang sedikit dalam beribadah, dikatakan syirik kecil karena ada dalam dalil penyebutan nama syirik baginya dan sebagai sarana untuk sampai kepada syirik besar, yaitu sama sekali tidak mau beramal salih kecuali jika nantinya dipuji. Beraggapan ada penolong selain Allah, seperti anggapan: “Jika seandainya saya tidak ditolong oleh dokter itu, saya pasti akan mati.” Pernyataan seperti ini menyiratkan seakan-akan ada pengakuan bahwa ada sesuatu yang berkuasa selain Allah Swt. Maka seorang mukmin yang baik dalam peristiwa seperti tersebut di atas akan berkata: “seandainya tidak ada pertolongan Allah melalui dokter itu, saya pasti akan mati.Ada 3 (tiga) sebab munculnya perilaku syirik, yaitu sebagai berikut: Al jahlu (kebodohan) Dhai’ful iman (lemahnya iman) Taqlid (ikut-ikutan secara membabi-buta). Barangsiapa yang berbuat syirik maka hapuslah pahala segala amal perbuatannya, berdasarkan Dalam Alqur-an banyak ayat yang menerangkan tentang contoh-contoh perilaku syirik. Berikut diantara contoh perbuatan syirik berdasarkan keterangan dari Al Quran: 1. Sembahyang kepada makhluk tak bernyawaPenyembahan/pemujaan terhadap makhluk-makhluk tersebut adalah perbuatan syirik akbar* karena telah mengada-adakan dan mengibadati ilah selain Allah, berdasarkan firmanNya Subhanahu Wa Ta’ala:            Artinya: “(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: \"Patungpatung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?\" (QS. Al-Anbiya: 52)D. Contoh Perilaku Syirik Yang Disebut Dalam Al-quran


126          Mereka (Bani Israel) menjawab: \"Kami akan tetap menyembah patung anak lembu (emas) ini, hingga Musa kembali kepada kami.\" (QS. Thaha: 91)       Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. (QS. AlA'raf: 191)          Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, (QS. An-Nisa: 117)2. Mengaku sebagai Allah atau rabb/ilah (tuhan) selain AllahKalimat tauhid Laa ilaaha illallah(tiada ilah selain Allah) artinya secara esoterik maupun aplikatif adalah tiada sesuatupun yang diikuti aturannya, dijauhi larangannya atau diibadati (disembah/diabdi) selain Allah dengan kepengaturan-Nya/ajaran-Nya sebagai Rabb. Dengan demikian siapa saja yang mengaku sebagai Allah atau rabb/ilah selain Allah dengan tujuan atau alasan apapun, maka ia telah melakukan perbuatan syirik akbar karena telah menduakan keesaan Allah, berdasarkan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:          “(Fir'aun) berkata: \"Akulah rabb-mu yang paling tinggi.\" Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia”. (QS. An-Nazi'at: 24-25)               “Dan barangsiapa yang mengatakan di antara mereka; “Sesungguhnya aku adalah ilah selain Allah” maka Kami membalas dia dengan Jahannam, begitulah Kami membalas orangorang yang zalim (musyrik”). (QS. Al-Anbiya: 29)3. Mengaku sebagai anak AllahBaik mengaku secara biologis maupun hanya sekedar kiasan, siapapun yang mengaku sebagai anak Allah maka ia telah berbuat syirik akbar karena telah merendahkan Zat Khalik ke level makhluk-Nya, berdasarkan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:


127                       Artinya:“Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: \"Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.\" Katakanlah: \"Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosadosamu?\" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya... (QS. Al-Maidah: 18)4. Mengatakan atau mengajarkan bahwa Allah ialah Nabi Isa 'alaihis salam atau salah satu oknum TrinitasBarangsiapa yang mengatakan, mengajarkan, atau berpandangan bahwa Allah ialah Nabi Isa 'alaihis salam atau salah satu oknum Trinitas, maka dia telah berbuat syirik akbar berdasarkan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:                                  Artinya:“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: \"Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam.\" Katakanlah: \"Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?\"... (QS. Al- Maidah: 17)5. Menyembah malaikat atau nabi tertentu atau menjadikan mereka sebagai arbabArbab adalah bentuk jamak dari rabb yang berarti pengatur atau yang mengatur. Jadi, Rabb (Allah) adalah Zat Yang mengatur atau Yang menentukan hukum. Mengatur alam raya ini, baik secara kauniy (hukum alam) maupun secara syar’iy (syari’at) sepenuhnya merupakan hak Allah sebagai Rabb, Karena itu, barangsiapa yang menyembah atau memuja malaikat atau nabi, atau menjadikan mereka sebagai arbab (rabb-rabb selain Allah), maka dia telah berbuat syirik besar. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:              Artinya: “dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan Malaikat dan Para Nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) Dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?\". (QS. Ali Imran: 80)


128                     Artinya: “mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. (QS. At-Taubah: 31)6. Mengkultuskan dan mengagungkan orang-orang saleh tertentuHal ini terutama kepada mereka yang sudah meninggal dunia, misalnya para penganut Syiah, khususnya Rafidhah, yang mengkultuskan dan mengagungkan Ali bin Abu Thalib dan putranya, Husein bin Ali, radhiyallahu 'anhum pada setiap ritual tertentu dengan melukai anggota badan hingga berdarah-darah dan memanggil-manggil: \"Ya Ali!\" dan \"Ya Husein!\" secara berulang-ulang sambil meratapi terbunuhnya mereka dan membenci serta mengutuk orang-orang saleh lainnya yang dianggap menjadi lawan mereka pada masa itu. Demikian pula ketika melaksanakan ibadah haji di Mekah, para Rafidhah selalu memuja Husein dengan berseru-seru: \"Labbaika Ya Husein!\"                          “...Dan orang-orang yang kamu seru selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui”. (QS. Fathir: 13-14)7. Menyembah atau memuja jinKebanyakan orang yang awam beranggapan bahwa di lokasi tertentu ada terdapat jin penunggunya, sehingga ketika hendak membangun rumah, orang tersebut menuju lokasi itu (jin) dengan sesuatu hal berupa tumbal seperti: memotong ayam lalu dikubur sebelum dibuat pondasi rumah dalam rangka supaya tidak digangu oleh jin tersebut. Ini berarti jin tersebut adalah sesuatu yang dituju (diibadati) oleh pemilik rumah dengan sesuatu (tumbal) dalam rangka tolak bala. Barangsiapa berbuat demikian atau semisalnya (membakar kemenyan dan lain-lain untuk menyembah/memuja jin), maka dia telah melakukan perbuatan syirik akbar


129karena telah menjadikan jin sebagai ilah selain Allah (sekutu bagi Allah), berdasarkan firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala:                     “Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: \"Apakah mereka ini dahulu mengibadati kamu?\" Malaikat-malaikat itu menjawab: \"Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah mengibadati jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.\" (QS. Saba: 40-41)             “Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu...”. (QS. Al-An'am: 100)             “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak mengibadati syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”. (QS. Yasin: 60)8. Menuhankan atau menomorsatukan hawa nafsuSeseorang yang menuhankan hawa nafsu (menjadikan hawa nafsu sebagai ilah-nya), ia mengutamakan keinginan nafsunya di atas cintanya kepada Allah. Dengan demikian ia telah mentaati hawa nafsunya dan menyembahnya (padahal tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah). Jenis syirik ini amat berbahaya, karena manusia telah dikuasai hawa nafsunya. Sehingga ia merasa dirinya di atas segalanya, bahkan ada yang mengaku dirinya sebagai ilah/rabb (tuhan) yang harus disembah dan ditaati. Orang yang terjerumus kedalam syirik ini antara lain: Qarun, orang yang terkaya pada zamannya. Juga Fir’aun yaitu orang yang menuhankan dirinya karena kesombongan akan pangkat dan kekuasaan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman tentang perbuatan syirik ini:        “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (QS. Al-Furqan: 43)


130                    “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”(QS. Al-Jatsiyah: 23)Menurut Ibnu Katsir ketika menafsirkan QS. Al-Jatsiyah: 23, yang dimaksud dengan \"menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya\" adalah orang itu bertindak berdasarkan hawa nafsunya, apa yang ia anggap baik, maka ia akan kerjakan, dan apa yang ia anggap jelek, maka ia akan tinggalkan. Dan ketika menafsirkan QS. Al-Furqan: 43, beliau berkata: \"Kapan saja dia menilai baik sesuatu dan melihatnya sebagai suatu kebaikan dari hawa nafsunya sendiri, maka itulah agama dan madzhabnya.\"9. Menjadikan sesuatu sebagai andad (tandingan) bagi/selain AllahAndad adalah bentuk jamak dari nidd yang secara bahasa berarti tandingan. Sedangkan secara istilah, andad adalah sesuatu yang memalingkan manusia dari tauhid (Islam) atau menjerumuskan seseorang kepada kekafiran atau kemusyrikan, baik itu jabatan, harta, keluarga, adat-istiadat, nasionalisme, maupun apa saja. Mengadakan/menjadikan sesuatu sebagai andad bagi/selain Allah adalah perbuatan syirik akbar berdasarkan firmanNya Subhanahu Wa Ta'ala:                      “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buahbuahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan andad (tandingantandingan) bagi Allah, padahal kamu mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 22)                              “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa


131kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (QS. Al-Baqarah: 165)10. Menghalalkan yang diharamkan Allah atau mengharamkan yang dihalalkan AllahDi antara hak khusus bagi Allah adalah hak tasyri’, yakni menetapkan syariat yang wajib dijalani oleh makhluk-Nya. Di antara perkara tasyri’ adalah penetapan halal dan haram. Tiada yang berhak menghalalkan dan mengharamkan selain Allah. Tidak ada seorangpun yang boleh menghalalkan kecuali yang telah dihalalkan oleh Allah dan tidak mengharamkan kecuali yang diharamkan olehAllah. Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:                    “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang Amat pedih”. (QS. Asy-Syura: 21)                 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-Maidah: 87)                Katakanlah: \"Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.\" Katakanlah: \"Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?\" (QS. Yunus: 59)11. Takut kepada selain AllahMaksudnya takut yang tersembunyi (dalam hati manusia), yakni takut dari suatu kemampuan khusus yang diyakini dimiliki oleh selain Allah, padahal kemampuan tersebut hanya dimiliki oleh Allah. Takut yang tersembunyi bisa berupa takut kepada berhala atau patung, mayat, hantu atau yang ghaib (tidak terlihat mata) dari bangsa jin atau manusia (arwah gentayangan) bahwa mereka bisa membahayakan atau menimpakan sesuatu yang


132dibenci, Takut termasuk tingkatan agama yang tertinggi dan teragung. Barangsiapa yang memalingkannya kepada selain Allah maka sungguh dia telah menyekutukan Allah dengan syirik akbar. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:                  “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim (musyrik)”. (QS. Ali Imran: 151)            “Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS. Ali Imran: 175)                  “...Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orangorang yang kafir”. (QS. Al-Maidah: 44)E. Bahaya Perbuatan SyirikSumber: https://news.berdakwah.net


133Diantara bahaya dan akibat negatif perbuatan syirik adalah:1. Menimbulkan rasa khawatir dan hilangnya rasa aman di dunia dan akhirat Sebagaimana firman Allah -ta’ala:          “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al An’am: 82).2. Tersesat di dunia dan akhirat.Allah -ta’ala- berfirman:      “Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya” (QS. An Nisa’: 116).3. Dosa syirik akbar (besar) tidak akan diampuni oleh Allah jika mati dan belum bertaubat.Allah -ta’ala-berfirman:                    Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dosa syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48).4. Jika seseorang berbuat syirik akbar (besar), seluruh amalannya bisa terhapus. Allah Ta’ala- berfirman:        “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).5. Pelaku syirik akbar pantas masuk neraka dan diharamkan surga untuknya.Dari Jabir, Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:ِاهللِ َشيئَا دَ َخ َل النََّو َمن َما َت يُشِر ُك بَجنَّةَِاهللِ َشيئَا دَ َخ َل الَمن َم َر ا َت َال يُشِر َك با“Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka” (HR. Muslim no. 93).


134Sumber: http://www.knrpkaltim.org6. Syirik akbar membuat pelakunya kekal dalam neraka. Allah -ta’ala- berfirman:                 Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah: 6).7. Syirik adalah sejelek-jelek perbuatanzhalim dan sejelek-jelek dosa. Allah -ta’ala- berfirman:             Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Lukman: 13).Dalam QS. An Nisa’: 48. Allah SWT. Berfirman:        Artinya:“Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (QS. An Nisa’: 48).8. Syirik menghapuskan cahaya fithrah seorang hamba. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam:َواهُ يُبََْط َرةِ، فَأَعلَى الِفَّال يُولَدُُِوٍد إَما ِم ْن َمْولَم جِ َسانِ ِه، َكَماْو يَُِ ص َرانِ ِه، أْو يُنَََه ِودَانِ ِه أَءَها ِم ْن َج ْد َعاسو َن فِيُِّحَء، َه ْل تَُج ْمعَاَمةًبَ ِهيَمةَُر تُْنتَ « ةَ ُج البَ ِهيبُو ُه َرْيََّم يَقُو ُل أ، ثَُر ِض َي ََّّللاُ َعْنهَُه : } اْيَس َعلَتِي فَ َط َر النَّاَّْط َرةَ ََّّللاِ ال{ فِ “Tidaklah seorang anak dilahirkan melainkan di atas fithroh. Ayahnya-lah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi. Sebagaimana binatang ternak melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna, apakah kamu melihat ada yang cacat padanya?” Lantas Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- membacakan ayat (yang artinya), “Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu” (HR. Bukhari).9. Syirik khafi (yang samar) seperti riya’ akan menghapuskan amalan yang terkait dengannya.


135Syirik khafi ini lebih dikhawatirkan dari al-Masih Dajjal dan lebih dikhawatirkan akan menimpa umat Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:Artinya: “Maukah kamu kuberitahu tentang sesuatau yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kalian daripada (fitnah) al-Masih ad-Dajjal? Para sahabat berkata, “Tentu saja”. Beliau bersabda, “Syirik khafi (yang tersembunyi), yaitu ketika sesorang berdiri mengerjakan shalat, dia perbagus shalatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya “. (HR. Ahmad)10. Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang yang berbuat syirik. Allah -ta’ala-berfirman:                          Artinya: “dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa Sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, Maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih”.(QS. At Taubah: 3).Inilah sepuluh di antara bahaya-bahaya syirik yang harus diwaspadai, dan tentu saja masih banyak bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh kesyirikan, tidak terbatas pada 10 point di atas. Semoga Allah memudahkan kita untuk menghindari segala macam kesyirikan, dan menjauhkan kita dari siksa neraka.Di antara perilaku atau hal-hal yang bisa dilakukan agar seseorang terhindar dari perbuatan syirik adalah sebagai berikut :Ada beberapa cara agar kita bisa terhindar dari kesyirikan, diantara-Nya adalah: 1. Dengan mengikhlaskan segala ibadah dan amal shaleh kita hanya untuk mencari ridha Allah SWT. Allah SWT berfirman : B. Cara Menghindari Perbuatan Syirik


136                 Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus”. (Q.S.Al-bayyinah:5)Didalam hadis Umar bin Khattab r.a, bahwasanya Rasullullah SAW bersabda,”َوىَما ِل ُك لِ ا ْمِر ٍئ َما نََِّنَّا ِت َوإِيِالن ْع َما ُل بْألََما اَِّنإ“Sesungguh-Nya amalan itu tergantung niat dan setiap orang mendapat (ganjaran) sesuai dengan apa yang di niatkan-Nya.”(H.R. Bukhari dan muslim).2. Mempelajari dan memperdalam pemahaman tentang ilmu TauhidRasullullah SAW bersabda,”ِنْههُ فِي الِد يِق ِ ِه َخْي ًرا يُفَِر ْد ََّّللاُ بَم ْن يُ“Barangsiapa yang Allah menghendaki pada-Nya kebaikan maka Allah akan memahamkan didalam perkara agama.”(H.R. Bukhari dan muslim).Hadis diatas dengan jelas menunjukkan bahwa kunci untuk mendapatkan kebaikan agama adalah dengan mempelajari ilmu agama dan kebaikan yang paling pokok adalah tauhid.3. Mempelajari lawan dari tauhid itu yaitu syirik, baik itu defenisi-Nya, jenis-jenis-Nya dan contoh-contoh-Nya. Karena untuk memahami sesuatu itu terkadang kita juga harus mengenal lawan-Nya. 4. Memperbanyak do’a kepada Allah agar diberikan keistiqamahan diatas tauhid dan sunah dan agar dijauhkan dari segala bentuk kesyirikan baik yang kita ketahui ataupun tidak, baik yang kita sadar ataupun tidak. Salah satu do’a yang disebutkan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an adalah:


137               Artinya \"Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau jadikan hati Kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada Kami, dan karuniakanlah kepada Kami rahmat dari sisi Engkau; karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)\". (Q.S.Al-Imran:8)5. Bergaul dengan orang yang shalih, lurus dan teguh agama-Nya (Ahlussunnah Waljamaah) dan menghindari pergaulan dengan orang-orang yang melakukan kesyirikan agar tidak terpengaruh dengan perbuatan mereka 1. Syirik berasal dari Bahasa Arab ( شركة \\ شركا – يشرك – شرك ( yang Secara artinya: bersekutu atau berserikat. 2. Sedangkan menurut istilah, syirik adalah perbuatan, anggapan atau itikad menyekutukan Allah Swt. dengan yang lain, seakan-akan ada yang maha kuasa di samping Allah Swt.3. Syirik terbagi menjadi dua macam, yakni syirk akbar (syirik besar) dan syirk asghar(syirik kecil) atau disebut juga dengan syirk khafi (syirik samar-samar).4. Syirik besar terbagi menjadi tiga, yaitu:a. Syirik dalam Rububiyyah, mencakup tiga bentuk, yaitu: 1) I’tiqodiyyah (keyakinan), seperti meyakini ada yang mampu menciptakan, menghidupkan, mematikan, dan mengatur alam semesta selain Allah,2) ‘Amaliyyah (amal), seperti memakai jimat dengan keyakinan jimat itulah yang melindungi atau menyelamatkan dari mara bahaya, sebagaimana Allah.3) Qouliyyah (ucapan), seperti ucapan bahwa Allah menyatu dengan makhluk dan Allah adalah makhluk itu sendiri, karena sudah terintegrasi dan ucapan pengingkaran terhadap keberadaan Sang Pencipta/Tuhan (atheis).b. Syirik dalam Uluhiyyah, mencakup tiga bentuk, yaitu 1) I’tiqodiyyah (keyakinan), seperti meyakini adanya makhluk yang berhak ditaati dengan ketaatan mutlak, sampai dalam masalah menghalalkan perkara yang haram. Syirik ini juga terwujud dalam mencintai makhluk sebagaimana kecintaan kepada Allah.2) ‘Amaliyyah (amal), seperti sujud kepada selain Allah dan menyembelih binatang yang dipersembahkan untuk selain Allah.3) Qouliyyah (ucapan), seperti berdo’a kepada selain Allah, isti’adzah kepada selain Allah dan istighatsah kepada selain Allah.c. Syirik dalam Al-Asma` wash Shifat, mencakup tiga bentuk, yaitu: 1) I’tiqodiyyah (keyakinan), seperti meyakini adanya selain Allah yang mengetahui perkara gaib sebagaimana Allah.Rangkuman


1382) ‘Amaliyyah (amal), seperti menyombongkan diri dengan sifat agung sebagaimana keagungan Allah.3) Qouliyyah (ucapan), seperti bernama dengan nama-nama khusus bagi Allah, contohnya Allah dan Ar-Rahman.5. Syirik asghar (syirk khafi) ialah perbuatan yang secara tersirat mengandung pengakuan ada yang kuasa di samping Allah Swt. Dan dalam salah satu hadis Nabi yang terdapat pada Musnad Ahmad bin Hanbal disebutkan bahwa salah satu contoh syirk khafi ialah seseorang yang dalam mengerjakan suatu perbuatan ada maksud untuk dipuji oleh orang lain (riya’).6. Ada 3 (tiga) sebab munculnya perilaku syirik, yaitu sebagai berikut: Al jahlu (kebodohan) Dhai’ful iman (lemahnya iman) Taqlid (ikut-ikutan secara membabi-buta). 7. Ada beberapa cara agar kita bisa terhindar dari kesyirikan, diantara-Nya adalah: a) Dengan mengikhlaskan segala ibadah dan amal shaleh kita hanya untuk mencari ridha Allah SWT. b) Mempelajari dan memperdalam pemahaman tentang ilmu Tauhidc) Mempelajari lawan dari tauhid itu yaitu syirik, d) Memperbanyak do’a kepada Allah agar diberikan keistiqamahan diatas tauhid dan sunahe) Bergaul dengan orang yang lurus dan teguh agama-Nya (Ahlussunnah Waljama’ah) Soal Esay:Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar!1. Jelaskan pengertian syirik ?2. Syirik terbagi menjadi dua macam, jelaskan ?3. Ada 3 (tiga) sebab munculnya perilaku syirik, sebutkan?4. Jelaskan perilaku-perilaku yang menjerumus kepada syirik?5. Jelaskan bagaimana cara agar kita terhindar dari kesyirikan?Evaluasi


139KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnyaKI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalahKI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuanPeta KonsepAdab pergaulan dalam Islam (Pergaulan bebas dan zina)Pengertian Pergaulan Bebas dan ZinaDalil tentang larangan Pergaulan Bebas dan ZinaHikmah menghindar dari Pergaulan Bebas dan ZinaAkibat buruk dari Pergaulan Bebas dan ZinaKOMPETENSI INTI


1401.8. Meyakini bahwa pergaulan bebas dan zina adalah dilarang agama2.8 Menghindarkan diri dari pergaulan bebas dan perbuatan zina sebagai pengamalan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis terkait3.8 Menganalisis perintah tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina4.8 Menyajikan keterkaitan antara larangan berzina dengan berbagai kekejian (fahisyah) yang ditimbulkannya dan perilaku buruk (saa-a sabila) sesuai pesan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.9. Siswa meyakini bahwa pergaulan bebas dan zina adalah perbuatan keji yang dilarang agama10. Siswa dapat menjelaskan akibat buruk dari pergaulan bebas dan zina11. Siswa dapat menyebutkan perilaku yang menjurus pada perbuatan zina12. Siswa dapat menyebutkan dalil tentang larangan pergaulan bebas dan zina13. Siswa dapat menyebutkan hikmah dari larangan pergaulan bebas dan zinaPergaulan Bebas. Pergaulan bebas adalah pergaulan yang tidak dibatasi oleh aturan agama maupun susila. Salah satu dampak negatif dari pergaulan bebas adalah perilaku yang sangat dilarang oleh agama Islam, yaitu zina. Zina adalah melakukan hubungan biologis layaknya suami isteri di luar tali pernikahan yang sah menurut syari’at Islam. Rasululah saw telah memberikan peringatan bahwa merebaknya perzinahan merupakan salah satu tanda kehancuran peradaban manusia dan merupakan tanda-tanda datangnya kiamat : Artinya : “Dari Qatadah telah mengabarkan kepada kami Anas mengatakan; aku mendengar Nabi SAW bersabda: \"diantara tanda kiamat adalah ilmu diangkat, kebodohan merajalela, khamer ditenggak, zina mewabah, (jumlah) laki-laki menyusut dan (jumlah) wanita melimpah ruah, hingga jika ada lima puluh wanita itu berbanding dengan seorang laki-laki.\" (HR Bukhari)KOMPETENSI DASAR (KD)TUJUAN PEMBELAJARANA. PENGERTIAN PERGAULAN BEBAS DAN ZINA


141Sumber: http://jendelamuslims.blogspot.comMenurut pandangan hukum Islam, perbuatan zina merupakan dosa besar yang dilarang keras oleh Allah SWT. Ditegaskan oleh Allah bahwa dalam QS Al-Isra’ ayat 32 bahwa zina dikategorikan sebagai perbuatan yang keji, hina, dan buruk. Tegas sekali Allah telah memberi predikat terhadap perbuatan zina melalui ayat tersebut sebagai perbuatan yang merendahkan harkat, martabat, dan kehormatan manusia. Karena demikian bahayanya perbuatan zina, maka sebagai langkah pencegahan maka Allah juga melarang perbuatan yang mendekati atau mengarah kepada zina.Diriwayatkan dalam hadis: \"Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi Muhammad. Ketika dia sedang berada di dalam masjid. Laki-laki itu memanggil-manggil rasulullah seraya mengatakan, \"Hai, rasulullah aku telah berbuat zina, tetapi aku menyesal.\" Ucapan itu diulanginya sampai empat kali. Setelah rasulullah mendengar pernyataan yang sudah empat kali diulangi itu, lalu dia pun memanggilnya, seraya berkata, \"Apakah engkau ini gila?\" \"Tidak.\", jawab laki-laki itu. Nabi bertanya lagi, \"Adakah engkau ini orang yang muhsan?\" \"Ya.\", jawabnya. Kemudian, rasulullah bersabda lagi, \"Bawalah laki-laki ini dan langsung rajam oleh kamu sekalian.\" ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Perbuatan zina sangat dicela oleh agama dan dilaknat oleh Allah. Pelaku perzinaan dikenakan sanksi hukuman berat berupa rajam. Islam memandang perzinaan sebagai dosa besar yang dapat menghancurkan tatanan kehidupan keluarga dan masyarakat. pelaku zina dibedakan menjadi dua, yaitu pezina muhsan dan ghairu muhsan. Pezina muhshan adalah pezina yang sudah memiliki pasangan sah atau sudah menikah, sedangkan pezina ghairu muhsan adalah pelaku yang belum pernah menikah dan tidak memiliki pasangan sah. Firman Allah (QS. Al-Isra’: 32)      Artinya: “dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra’: 32)


142Yang dimaksud perbuatan mendekati zina yang adalah berpacaran yang mengakibatkan pelakunya ingin melakukan zina. Mendekati sesuatu yang dapat merangsang nafsu sehingga mendorong diri kepada perbuatan zina juga termasuk perbuatan mendekati zina. Begitu pula dengan perbuatan yang berpotensi mendorong nafsu seperti menonton aurat dan mengkhayalkannya adalah mendekati perzinaan. Menurut Al-Ghazali, perbuatan keji (dosa besar) yang tampak adalah zina, sedangkan dosa besar yang tersembunyi adalah mencium, menyentuh kulit, dan memandang dengan syahwat. Oleh karena itu peliharalah dirimu dari perbuatan zina, karena hal itu adalah perbuatan keji dan dosa besar.Rasulullah menjelaskan mengenai bentuk-bentuk perbuatan yang mendekati zina, sebagaimana diuraikan dalam hadis berikut ini :Artinya: “Dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: \"Sesungguhnya manusia itu telah ditentukan nasib perzinaannya yang tidak mustahil dan pasti akan dijalaninya. Zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berbicara, zina kedua tangan adalah menyentuh, zina kedua kaki adalah melangkah, dan zina hati adalah berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan semua itu akan ditindak lanjuti atau ditolak oleh kemaluan.\" (HR. Muslim).Ada sepuluh hal yang digolongkan dalam “mendekati zina:1. Ikhtilath, yaitu bercampurnya laki-laki dan perempuan dalam suatu tempat.2. Khalwat, yaitu berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya di suatu tempat.3. Tabarruj, yaitu menampakkan perhiasan dan segala yang dapat mengundang syahwat laki-laki.4. Khuthwah, yaitu melangkahkan kaki ke tempat maksiat.5. At-tamanniy dan an-natzor, yaitu menghayal dan atau memandang sesuatu yang dapat menimbulkan syahwat.6. As-sam’u, yaitu mendengar sesuatu yang menyebabkan munculnya syahwat. 7. Al-kalam Al-faahisy, yaitu berbicara kotor/mesum.


1438. Al-qublah, yaitu bersentuhan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya.9. Al-lams, yaitu menyentuh dengan tangan yang juga berarti jima’ (tafsir Ibnu Katsir surah An-Nisaa’).10. Perempuan yang pergi sendiri tanpa mahram, dapat menimbulkan fitnah dan banyak mudhorot.Diantara dali-dalil tentang larangan pergaulan bebas dan zina adalah:1. Firman Allah (Q.S. An-Nur: 30)            Artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: \"Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat\".(Q.S. An-Nur: 30)2. Firman Allah (QS. Yusuf: 23)                     Artinya: “dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan Dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: \"Marilah ke sini.\" Yusuf berkata: \"Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.\" Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung”. (QS. Yusuf: 23)3. Firman Allah (Q.S. An-Nur: 31)     Artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: \"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya”. (Q.S. An-Nur: 31)4. Firman Allah (Q.S. Al-an’am: 151)       B. DALIL LARANGAN PERGAULAN BEBAS DAN ZINA


144Artinya: \" dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi”. (Q.S. Al-an’am: 151)5. Firman Allah (Q.S. Al-isra’: 32)      Artinya: “dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”. (Q.S. Al-isra’: 32)6. Firman Allah (Q.S. Al- mukminun: 5-7)                    Artinya:” dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki. Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu. Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas”. (Q.S. Al- mukminun: 5-7)7. Sabda Rasulullah SAW:ِل َكْدَر َك ذََِصْيبُهُ ِم َن ال زِ نَا أنََْي آدَمْظ ُر ُكتِ َب َعلَى اْبنِنََِّن ِزنَا ُه َما الْينَاعََْم َحالَةَ فَالالَِ ر ْج ُل ِزنَا َهاْط ُش َوالبَِْزنَا َها اليَدَُْوالُمَكالَِْ َسا ُن ِزنَاهُ ال َواللَِماعِن ِزنَا ُه َما اال ْستِنَاذُْألَُواِبُْر ُج َويُ َكذ فَِْل َك الَصِد ُق ذََّمنَي َويُُب يَ ْهِو ْي َويَتَْقَلَْوالُخ َطاْال هُArtinya: “Setiap anak Adam pasti mendapat bagian dari zina yang tidak terelakkan, kedua mata berzina dan zinanya adalah memandang, kedua telinga berzina dan zinanya adalah mendengar, lisan berzina dan zinanya adalah berbicara, tangan berzina dan zinanya adalah memegang, kaki berzina dan zinanya adalah berjalan dan hati yang menarik dan beranganangan lalu kemaluan membenarkan atau mendustakan itu.” (Muttafaqun ‘alaih dan lafazh hadits dari riwayat Muslim).Sumber: https://islamudina.com


145Bagi seorang muslim diwajibkan menjauhi dari dan bertaubat dari perbuatan zina serta berusaha mencegah siapa saja yang akan berbuat zina. Al-Faqih Abu Laits Samarqandi meriwayatkan hadis dari Ikrimah, katanya: Aku mendengar Ka’ab member nasihat kepada Ibnu Abbas ra. “jika engkau menyaksikan pedang telah dihunus dan darah mengalir, berarti hokum Allah disepelekan (tidak diamalkan). Lalu Allah membalas setengah (manusia berperang) dengan setengah lainnya. Dan jika kau saksikan keadaan sudah kering (kemarau panjang) tiada hujan, maka ketahuilah berati banyak manusia menentang mengeluarkan zakat, sampai Allah menunda turunnya hujan. Dan jika kau saksikan berjangkitnya wabah penyakit (tha’un), maka berarti perzinaan telah merajalela. Secara umum akibat buruk yang ditimbulkan akibat perzinaan antara lain:1. Menghancurkan masa depan anak. Anak yang dihasilkan dari hubungan gelap (perzinaan) akan menghadapi masa kanak-kanaknya dengan tidak bahagia karena ia tidak memiliki identitas ayah yang jelas.2. Merusak keturunan yang sah bila perzinaan menghasilkan seorang anak atau lebih. Keturunan yang sah menurut Islam adalah anak yang dilahirkan dari pernikahan yang sah. Bila hubungan gelap itu dilakukan dengan dua atau lebih laki-laki, maka akan mengaburkan hubungan nasab atau keturunan kepada bapak yang sebenarnya.3. Mendorong perbuatan dosa besar yang lain, seperti menggugurkan kandungan, membunuh wanita yang telah hamil karena perzinaan, atau bunuh diri karena menanggung rasa malu telah berzina.4. Menimbulkan berbagai jenis penyakit kelamin seperti, misalnya AIDS, bila perzinaan dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Walaupun saat ini telah ada alat pengaman hubungan cekcual, namun hal tersebut tidak menjamin bebas tertular penyakit cekcual menular.5. Terjerat hukuman berupa rajam sebanyak seratus kali atau sampai mati. Hukuman sosial bagi keluarga pelaku zina juga berlaku di masyarakat, dan hukuman ini akan berlaku seumur hidup.C. AKIBAT BURUK PERBUATAN ZINA


146Sumber: https://www.kiblat.netAdapun secara khusus bahaya dari perbuatan zina adalah:1. Perbuatan zina berarti menumpuk dosa sebab zina adalah perbuatan yang di dalamnya terkumpul berbagai macam dosa sehingga merusak akhlak dan menghilangkan sikap wara’ (menjaga diri daripada berbuat dosa) pada mereka yang berbuat.2. Berbuat zina berarti menghancurkan martabatnya baik dihadapan Allah maupun sesama manusia. Pelakunya pun menjadi tidak memiliki rasa malu lagi.3. Menghilangkan cahaya pada wajah sehingga mereka yang berbuat zina akan memiliki wajah yang muram dan gelap.4. Tidak hanya wajah, hatinya pun diselimuti dengan kesuraman dan kegelapan.5. Mereka yang berbuat zina akan kekal dalam kemisikinan dan tak akan pernah merasa cukup terhadap apa yang didapatnya.6. Mereka yang berbuat zina akan dicampakkan oleh Allah SWT sifat liar di hatinya.7. Mendapat kehinaan dihadapan Allah SWT. Bahkan oleh sesama manusia pun akan memandang dengan jijik serta menghilangkan rasa kepercayaan.8. Akan tercium darinya bau busuk oleh orang mukmin yang hatinya bersih (qalbum salim).9. Orang yang berzina hatinya menjadi sempit sehingga apa-apa yang ia dapat dalam kehidupan menjadi tidak baik.10. Haram kepada para penzina mendapatkan bidadari di surga kelak.11. Dapat memutus tali silaturrahmi, menjadikan sifat zhalim, durhaka kepada orang tua, memperoleh nafkah atau pekerjaan yang haram, serta tersia-siakan keluarga dan keturunannya.12. Merusak masa depan.13. Merupakan aib berkepanjangan.14. Kehilangan kesuciannya sebagai wanita, dan menjadikan lelaki yang berbuat sebagai orang yang bejat dan keduanya sama-sama tidak bermoral.15. Dapat memicu pertengkaran, permusuhan, sampai pada dendam.


Click to View FlipBook Version