Penjelasan Ayat.
Dalam peristiwa hijrahnya Nabi bersama sahabat ke Madinah,
terdapat tiga golongan; Pertama adalah kaum Muhājirı̄ n yaitu orang-
orang yang berhijrah bersama Nabi Muhammad ṣallāllāhu ʻalaihi
wasallam dari Mekah ke Madinah. Mereka mengalami kekerasan,
penyiksaan dan kekejaman yang dilakukan oleh kaum kafir tetapi
mereka tetap sabar dan tetap dalam iman. Kedua adalah kaum Anṣār
yaitu orang-orang Madinah yang beriman kepada Allah subḥānahū wa
taʻālā, berjanji kepada Nabi Muhammad ṣallāllāhu ʻalaihi wasallam dan
kaum Muhājirı̄ n untuk bersama-sama berjuang di jalan Allah. Mereka
bersedia menolong dan berkorban dengan harta dan jiwanya demi
keberhasilan perjuangan Islam. Allah memberikan dua sebutan mulia
kepada mereka sebagai “pemberi tempat kediaman” dan “penolong dan
pembantu”. Ketiga adalah kaum yang tidak termasuk dalam keduanya,
mereka tetap tinggal di Mekah yang dikuasai oleh kaum kafir. Mereka
tidak dapat disamakan dengan kaum Muhājirı̄ n dan kaum Anṣār karena
mereka tidak berada dalam ling kungan masyarakat Islam, tetapi hidup di
lingkungan orang-orang kafir. Oleh karena itu, hubungan antara mereka
dengan kaum muslimin di Madinah tidak dapat disamakan dengan
hubungan antara kaum Muhājirīn dan kaum Anṣār dalam masyarakat
Islam. Hubungan antara sesama mukmin di Madinah sangat erat bahkan
seperti saudara satu keturunan yang tidak lagi membedakan hak dan
kewajiban. Hubungan antara mereka dengan mukmin di Madinah hanya
diikat atas dasar keimanan saja.
c. Pembagian nafsu
Menurut Al-Qur’an nafsu dibagi menjadi tiga, yaitu :
1) An-nafsu ammārah, yaitu nafsu yang mendorong manusia kepada
keburukan sebagaimana yang dinyatakan dalam QS. Yūsuf [12]: 53.
َو َما ُآبَ دِر ُئ نَ ْف ِِس ۚ ِإ َّن إلنَّ ْف َس ََ َل َّما َرٌة ِبل ُّسو ِء ِإ ََّل َما َر ِح َم َر ِدّب ۚ ِإ َّن َر ِدّب غَ ُفو ٌر َر ِح ٌي
Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan),
karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan,
kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya
Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang (QS. Yūsuf [12]: 53).
2) An-nafsul-lawwāmah, yaitu nafsu yang menyesali setiap perbuatan
buruk sebagaimana dinyatakan dalam QS. al-Qiyāmah [75]: 2
َو ََل ُآ ْق ِس ُم ِبلنَّ ْف ِس إللَّ َّوإ َم ِة
Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya
sendiri) (QS. al-Qiyāmah [75]: 2).
3) An-nafsul-muṭmainnah, yaitu nafsu yang tenang sebagaiman
dinyatakan dalam QS. al-Fajr [89] : 27-30.
ِِف فَا ْد ُخ ِِل ﴾٢٨﴿ َّم ْر ِضيَّ ًة َرإ ِض َي ًة َ ِربد ِك ِإ ََٰل ﴾ إ ْر ِج ِعي٢٧﴿ ََي َآيَّ ُِتَا إلنَّ ْف ُس إلْ ُم ْط َم ِئنَّ ُة
﴾٣٠﴿ ﴾ َوإ ْد ُخ ِِل َجنَِِّت٢٩﴿ ِع َبا ِدي
Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang
rida dancdiridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-
hamba-Ku, dan masuklahcke dalam surga-Ku (QS. al-Fajr [89] : 27-
30).
2) Prasangka Baik (Husnuzzan)
Fakta : Teks Al-Quran
Konsep :
Pengertian Prasangka Baik (Husnuzzan)
Dalil tentang Prasangka Baik (Husnuzzan) Al-Hujurat (49): 12,
terjeahan dan penjelasanya.
Macam-maca Prasangka Baik (Husnuzzan).
Prosedur :
a. Pengertian Prasangka Baik (Husnuzzan)
Kata hunuzzan berasal dari bahasa arab, yakni Ihusnun dan zannun.
Husnun artinya baik, sedangkan zhann artinya sangkaan. Jadi secara
sederhana, husnuzzan, artinya adalah baik sangka. Baik sangka adalah
sebuah sikap yang menunjukan ketiadaan kecurigaan terhadap lain diluar
diri kita, disertai sikap memandang bahwa yang diluar diri kita itu baik.
Islam mengajarkan bahwa manusia itu pada asalnya adalah baik, karena
Allah menciptakan manusia atas fitrah dengan tujuan kebaikan.
b. Dalil tentang Prasangka Baik (Husnuzzan) Al-Hujurat (49): 12,
terjemahan dan penjelasanya.
ِإ َّن ۚ َو ََل ِإفَ ْْ ٌَكث ِۖر ْهَ ُوت ََُملوُهََ َۚت ََّسوإتَُّ ُقسووإإ إبَََّْعِّليُضَنُُ ْكآ َمبَنُْعوإًضاإ ْۚج َآتَ ُُِن ُِيبوإُّب َكَآِث َحًيُإد ُُ ِْكم ََآن ْنإليََّأْظ ُُِدنَك ِإلَ َّنْحبََمْع َآَ ِخضي ِهإل ََّمظْي ًتِدان ََي َآُُّيَا
إََّّلَل يَ ْغ َت ْب
إََّّلَل تَ َّوإ ٌب َر ِح ٌي
Terjmahan
Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka,
sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu
mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu
yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yan
g suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu
merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Penerima tobat, Maha Penyayang (QS. al-Ḥujurāt [49]: 12).
Penjelasan QS. al-Ḥujurāt [49]: 12
QS. al-Ḥujurāt ayat 12 berisi tentang larangan berprasangka buruk
(su’uẓ-ẓann). Berprasangka buruk merupakan perilaku tercela yang harus
dihindari. Sebaliknya, orang beriman diperintahkan untuk berprasangka
baik (ḥusnuẓ-ẓann), baik itu ḥusnuẓ-ẓann kepada Allah subḥānahū wa
taʻālā, kepada sesama manusia, maupun kepada diri sendiri.
c. Macam-maca Prasangka Baik (Husnuzzan).
1) Ḥusnuẓ-ẓann kepada Allah subḥānahū wa taʻālā, maksudnya
berprasangka baik kepada Allah subḥānahū wa taʻālā. Dia memiliki
sifat Maha Pengasih dan Penyayang, dan mencintai hamba-Nya yang
saleh, serta tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya.
Dalam sebuah hadis qudsi dinyatakan:
َآ َن ِع ْن َد َظ ِدن:ََ ِس ْع ُت َر ُسو َل إَّٰدلِل َص ََّل إَّٰدلُل عَلَ ْي ِه َو َسَ ََّّل يَ ُقو ُل َع ِن إَّٰدلِل َع َّز َو َج َّل
)َع ْب ِدي ِِب فَ ْل َي ُظ َّن ِِب َما َشا َء(روإه إحد
Saya mendengar Rasūlullāh ṣallāllāhu ʻalaihi wasallam bersabda
dari Allah ‘azza wajalla, "Saya berada pada persangkaan hamba-
Ku, maka berprasangkalah dengan-Ku sekehendaknya” (HR.
Ahmad).
2) Ḥusnuẓ-ẓann kepada orang lain. Orang beriman dilarang untuk
berprasangka buruk kepada orang lain, mencari-cari kesalahan orang
lain dan larangan menggunjing orang lain. Sungguh, perbuatan
tersebut adalah perbuatan dosa, bahkan Allah subḥānahū wa taʻālā
mengibaratkan orang yang menggunjing seperti memakan daging
saudaranya yang sudah mati. Bukankah hal ini sangat menjijikkan.
Sebagai muslim kita harus hidup berdampingan dengan sesama
muslim yang lain serta menghormati hak dan kewajibannya.
Rasūlullāh ṣallāllāhu ʻalaihi wasallam bersabda :
إلْ ُم ْسَُِّل َم ْن َسََِّل: َر ُسو ُل إَّٰدلِل َص ََّل إَٰدّلِل عَلَ ْي ِه َو َسَ ََّّل:َع ْن َآ ِِب ُه َرْي َرَة قَا َل قَا َل
)إلْ ُم ْس ِل ُمو َن ِم ْن ِل َساِن ِه َويَ ِد ِه(روإه إلتمذي.
Dari Abū Hurairah dia berkata, Rasūlullāh ṣallāllāhu ʻalaihi
wasallam bersabda: "Seorang muslim (yang sejati) adalah orang
yang mana orang muslim lainnya selamat dari (bahaya) lisan dan
tangannya” (HR. at-Tirmiżı̄ ).
3) Ḥusnuẓ-ẓann kepada diri sendiri. Seseorang yang berprasangka baik
kepada diri sendiri akan memiliki sikap percaya diri, optimis dan
bekerja keras. Sebaliknya, jika seseorang berburuk sangka kepada
diri sendiri maka ia akan merasa pesimis, tidak percaya diri, dan
malas berusaha. Allah subḥānahū wa taʻālā melarang hamba-Nya
berputus asa dari rahmat-Nya sebagaimana QS. Yūsuf [12] ayat 87
berikut ini. ُمk ْوaلْ َقmل إuََّ ِإ
.إْلََك ِف ُرو َن َرْوحِ إََّّلِل ََل يَ ْيأَ ُس ِم ْن rُهaَِّإنhۖmلِلaََّّtإ ِ َو ََل تَ ْيأَ ُسوإ ِم ْن َرْوح.......
Dan jangan berputus asa dari Allah. Sesungguhnya
yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang
kaϔir (QS. Yūsuf [12]: 87).
3) Persaudaraan (Ukhuwah).
Fakta : Teks Al-Quran
Konsep :
Pengertian persaudaraan (ukhuwah)
Dalil tentang persaudaraan (ukhuwah) Al-Hujurat (49): 10, terjemahan
dan penjelasanya.
Macam-maca persaudaraan (ukhuwah).
Prosedur :
a. Pengertian persaudaraan (ukhuwah)
Ukhuwah itu artinya persaudaraan. Jadi yang dimaksud
persaudaraan itu, mereka membangun persahabatan atas dasar
persaudaraan karena Allah. Mereka saling menyayangi dan mencintai
satu sama lain karena Allah.
b. Dalil tentang persaudaraan (ukhuwah) Al-Hujurat (49): 10, terjemahan dan
penjelasanya.
Terjemahan Ayat ِإنَّ َما إلْ ُم ْؤ ِمنُو َن ِإ ْخ َو ٌة فَأَ ْص ِل ُحوإ بَ ْْ َي َآ َخ َوْيُُ ْك ۚ َوإتَّ ُقوإ إََّّلَل لَ َعلَُُّ ْك تُ ْرََ ُحو َن
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah
Antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah
agar kamu mendapat rahmat (QS. al-Ḥujurāt [49]: 10).
Penjelasan ayat
Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang mukmin itu bersaudara.
Persaudaraan (ukhuwah) diantara sesama mukmin adalah persaudaraan yang
dilandasi oleh persamaan aqidah dan keimanan kepada Allah subḥānahū wa
taʻālā. Persaudaraan yang didasari oleh nilai-nilai Islam dikenal dengan istilah
ukhuwah islāmiyyah.
c. Macam-maca persaudaraan (ukhuwah).
1) Ukhuwah Dīniyyah, yaitu persaudaraan yang didasari oleh persamaan
agama.
2) Ukhuwah Waṭāniyyah wa an-nasab, yaitu persaudaraan karena satu bangsa
dan keterikatan keturunan.
3) Ukhuwah Insāniyyah atau Basyāriyyah, yaitu persaudaraan karena
samasama manusia.
Ukhuwah Dīniyyah akan memperkokoh tegaknya kehidupan masyarakat
yang aman dan tenteram. Ukhuwah akan memunculkan solidaritas dan
timbulnya kepedulian sosial di masyarakat. Sebagai sesama mukmin, kita
harus mampu menjaga martabat dan kehormatan sesama mukmin. QS. Al-
Ḥujurāt ayat 10 menghendaki ukhuwah kaum mukmin harus benar-benar
kuat, lebih kuat dari persahabatan dan pertemanan biasa.
4. Hadits
ََ ْيِإ ََُّيطُُ ْك ُبَوإلإل ََّّظر ُجَّن ُلفَ ِاعََّنََإلل َّظِخ َّْنط َبَآ ِْةك ََذآ ْوُب:َقَواََلَل قَا َل َآبُو ُه َرْي َرَة يَأْثُ ُر َع ِن إلنَِّ ِدب َص َّل اللُه عَلَ ْي ِه َو َسَ ََّّل
ِإ ْخ َوإ ًن َو ُكونُوإ تَ َباغَ ُضوإ َو ََل إلْ َح ِدي ِث َو ََل ََ َت َّس ُسوإ
)يَ ُْْت َك(روإه إلبخاري
Terjemahan Hadits
Abū Hurairah berkata; Satu warisan dari Nabi, beliau bersabda: “Jauhilah
oleh kalian prasangka, sebab prasangka itu adalah ungkapan yang paling
dusta. Dan janganlah kalian mencari-cari aib orang lain, jangan pula saling
menebar kebencian dan jadilah kalian orang-orang yang bersaudara.
Janganlah seorang laki-laki meminang atas pinangan saudaranya hingga ia
menikahinya atau meninggalkannya” (Riwayat al-Bukhārī ).
Penjelasan Hadits
Hadis tersebut di atas menyebutkan mengenai beberapa hal yang harus
dihindari oleh kaum muslimin yaitu; berprasangka terhadap orang lain;
mencari-cari kejelekan orang lain, dan membenci orang lain. Dengan kata
lain, kita sebagai seorang muslim harus bersatu menjalin ukhuwah satu
dengan yang lain agar tercipta ketenangan, kerukunan, dan persatuan umat.
Pengetahuan Meta Kognitif
Mampu menjelaskan prilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik
(husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah).
E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, dan penugasan
Model : Discovery Learning
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
Media : Power Point
Alat/ Bahan : Laptop, LCD, Slide
Sumber Belajar : Buku Ilmu Hadis Kelas XI, internet, guru, buku bacaan yang
mendukung
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama (2 x 45 menit)
Kegiatan Deskripsi Waktu
Pendahuluan/ 1) Guru mengucapkan salam dan membaca 10
Kegiatan awal basmalah bersama-sama/ doa jika di jam menit
pertama (Religius)
2) Guru memeriksa kehadiran (empati jika
ada yang sakit), kerapihan berpakain,
kesesuaian dengan tata tertib, dan
mengatur tempat duduk siswa (Disiplin,
mandiri, tanggung jawab)
3) Guru menyampaikan materi yang akan
dipelajari dan manfaatnya, serta
memotivasi siswa
4) Guru mengajukan pertanyaan tentang
pengetahuan yang sebelumnya dimiliki
siswa tentang materi yang akan dipelajari
5) Guru menjelaskan tujuan dan KD yang
akan dicapai
6) Guru menyampaikan cakupan materi
7) Guru menyampaikan metode
pembelajaran dan teknik penilaian
Kegiatan inti 70
menit
Mengamati
Guru membagi kelas menjadi tiga
kelompok dan membagi tiga topik yang
berbeda.
Guru mempersilahkan siswa untuk
membaca dan mengamati materi sesuai
dengan tema yang ditentukan dengan
tujuan masing-masing kelompok dapat
memerankan topik .
Peserta didik mendengar uraian guru
tentang perilaku kontrol diri
(mujahadatun-nafs), prasangka baik
(husnuz-zann), dan persaudaraan
(ukhuwah).
Menanya
Pada saat berdiskusi mengalami masalah,
maka siswa disilahkan bertanya pada
teman lain atau bertanya secara langsung
pada guru.
Mengekspolari
Data Collecting: Siswa dalam kelompok
diberi kesempatan untuk mengumpulkan
informasi sebanyak-banyaknya yang
relevan (tentang pengertian hadis Shahih,
syarat-syaratnya, macam-macamnya,
contoh, dan hukum mengamalkannya)
dalam rangka membuktikan benar atau
tidaknya hipotesis
Siswa diberi kesempatan untuk
mengumpulkan (collection) berbagai
informasi yang relevan, melalui berbagai
cara, misalnya membaca literatur
Masing-masing kelompok berdiskusi
tentang materi (4 C: Komunikasi dan
kolaborasi) (Sikap: aktif,
bekerjasama, pantang menyerah)
Mengasosiasi
Data Processing: Siswa diminta
mengolah data dan informasi yang telah
diperoleh dengan cara menuliskan,
mengklasifikasikan, menafsirkan, dan
menghubungkannya dengan kehidupan
sehari-hari. sehingga siswa akan
mendapatkan pengetahuan baru tentang
alternatif jawaban/ penyelesaian yang
perlu mendapat pembuktian secara logis
(HOTS: Kritis dan Metakognitif)
Mengkomunikasikan
Setiap kelompok diminta untuk
mempresentasikan hasil diskusinya dan
ditanggapi oleh kelompok lain (4C:
Komunikatif)
Kegiatan presentasi dan diskusi ini
sekaligus untuk melakukan verifikasi
Penutup data tentang hipotesis awal, apakah 10
hipotesis tersebut terbukti atau tidak. menit
1) Siswa dan guru membuat generalisasi
dan kesimpulan bersama dari hasil
diskusi
2) Guru memberikan penguatan
3) Guru memberikan tugas untuk mencari
contoh hadis Shahih
4) Guru menutup pelajaran dengan
membaca tahmid bersama
Pertemuan Kedua Deskripsi Waktu
Kegiatan 1) Guru mengucapkan salam dan membaca 10
Pendahuluan/ menit
Kegiatan awal basmalah bersama-sama/ doa jika di jam
pertama (Religius) 70
Kegiatan inti 2) Guru memeriksa kehadiran (empati jika menit
ada yang sakit), kerapihan berpakain,
kesesuaian dengan tata tertib, dan
mengatur tempat duduk siswa (Disiplin,
mandiri, tanggung jawab)
3) Guru menyampaikan materi yang akan
dipelajari dan manfaatnya, serta
memotivasi siswa
4) Guru mengajukan pertanyaan tentang
pengetahuan yang sebelumnya dimiliki
siswa tentang materi yang akan dipelajari
5) Guru menjelaskan tujuan dan KD yang
akan dicapai
6) Guru menyampaikan cakupan materi
7) Guru menyampaikan metode
pembelajaran dan teknik penilaian
Mengamati
Stimulus: Siswa mengamati orang yang
memiliki dan tidak memiliki prilaku
kontrol diri (mujahadah an-nafs),
prasangka baik (husnuzzan), dan
persaudaraan (ukhuwah) (berpikir
kritis, rasa ingin tau)
Problem Statemen: Siswa mengamati
pernyataan (Hipotesis) yang dirumuskan
guru atau siswa sebagai hasil dari
stimulus, yaitu: Kualitas orang memiliki
dan tidak memiliki prilaku kontrol diri
(mujahadah an-nafs), prasangka baik
(husnuzzan), dan persaudaraan
(ukhuwah)
Menanya
Pada saat mengalami masalah, maka
peserta didik disilahkan bertanya pada
teman lain atau bertanya secara langsung
pada guru.
Mengekspolari
Data Collecting: Siswa dalam kelompok
diberi kesempatan untuk mengumpulkan
informasi sebanyak-banyaknya yang
relevan (tentang prilaku kontrol diri
(mujahadah an-nafs), prasangka baik
(husnuzzan), dan persaudaraan
(ukhuwah)).
Siswa diberi kesempatan untuk
mengumpulkan (collection) berbagai
informasi yang relevan, melalui berbagai
cara, misalnya membaca literatur
Masing-masing kelompok berdiskusi
tentang materi (4 C: Komunikasi dan
kolaborasi) (Sikap: aktif,
bekerjasama, pantang menyerah)
Mengasosiasi
Peseta didik sesuai dengan
kelompoknya mencari hubungan
perilaku kontrol diri (mujahadah al-
nafs), prasangka baik (husnudzan), dan
persaudaraan (ukhuwah) dengan aspek
sosial budaya dalam kehidupan
masyarakat
Peserta didik belajar menganalisis hasil
temuannya berkaitan dengan perilaku
kontrol diri (mujahadah al- nafs),
prasangka baik (husnudzan), dan
persaudaraan (ukhuwah).
(HOTS: Kritis dan Metakognitif)
Mengkomunikasikan
Setiap kelompok diminta untuk
mempresentasikan hasil diskusinya dan
ditanggapi oleh kelompok lain (4C:
Komunikatif)
Kegiatan presentasi dan diskusi ini
sekaligus untuk melakukan verifikasi
data tentang hipotesis awal, apakah
hipotesis tersebut terbukti atau tidak.
Penutup 1) Siswa dan guru membuat generalisasi dan 10
kesimpulan bersama dari hasil diskusi menit
2) Guru memberikan penguatan
3) Guru memberikan tugas untuk mencari
contoh hadis Shahih
4) Guru menutup pelajaran dengan membaca
tahmid bersama
H. Penilaian
Teknik Penilaian
Sikap : Observasi/ jurnal
Pengetahuan : Tes Tulis
Keterampilan : Presentasi
Bentuk penilaian
Lembar observasi, soal esai,
Instrumen penilaian (Terlampir)
Mengetahui, Sleman, 13 Agustus 2019
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
Nur Wahyudin Al-Azis, S.Pd. Imas Kurniasih, S.Pd.I.
NIP. 196901231994031001 198112172007102001
1. perjuangan sungguh-sungguh melawan hawa nafsu atau bersungguh-sungguh
menghindari perbuatan yang melanggar hukum-hukum Allah subḥānahū wa
taʻālā adalah pengertian dari.........
a. kontrol diri (mujahadah an-nafs) d. prasangka baik (husnuzzan)
b. sabar e. persaudaraan (ukhuwah)
c. jihad fi sabilillah
لََوُإََُّْكِّليِم َ ْننآ َو ْوإ ِإََقَوونََََّْون َلٍمَيَإََُِِّبَِتّصِيْلْنمَيوإَُُِنْمكُآ ْآوَنلَََٰومبَِنئُيََََْونَُإْْكمش ٍَبءوَِمَْعهياثََُحاضَََّجٌُهُّٰ ْقترم ۗوَُُآإيََْوواِلَإوََيَِّّجاَجلُُُلءار َِبوهبَإَُْمعدۚا ٍوَإتَوِْإضعِب َِأَمنْۚلُم َإوَوإْوِلَإسَنَّهِّتَِْلبنْمَي ََََِصنوَآُنْصآٌُفيَوم ُُُِن ْكسوِهإِ ِْم َفوِلَِْإمفدِلُُيَيَاِس ِنب ِيجفَُ ِرَعللَو ْإإيَََُُّّلمُِكلا
2. إلنَّ َْ ُص ِإ ََّل عَ ََ ٰل
Terdapat dalam surat berapa ayat Quran diatas….
a. QS. Yūsuf [12]: 53 d. Al-Anfal (8) : 72
b. Al-Hujurat (49): 12 e. Q.S. Al-Hujurat (49): 10)
c. QS. al-Qiyāmah [75]: 2
3. Yang dimaksud An-nafsu ammārah adalah.......
a. Nafsu yang bersumber dari hati dan d. Nafsu yang mendorong pada
pikiran kebaikan
b. nafsu yang mendorong manusia e. nafsu yang menyesali setiap
kepada keburukan perbuatan buruk
c. nafsu untuk selalu melakukan
kebaikan dan keburukan.
4. Yang dimaksud dengan Prasangka Baik (Husnuzzan) adalah …. .....
a. sebuah sikap yang menunjukan bahwa d. Sebuah sikap dimana tidak ada
kita percaya bahwa Allah itu ada. orang dimuka bumi ini yang
dapat mengalahkan diri kita
sendiri.
b. sebuah sikap yang menunjukan e. sebuah sikap yang menunjukan
ketiadaan kecurigaan terhadap lain bahwa kita didunia ini adalah
diluar diri kita, disertai sikap sebagai makhluk yang fana. Dan
memandang bahwa yang diluar diri akan meningal dikemudian hari.
kita itu baik
c. Sebuah sikap dimana kta ridho dan
ikhlas apapun yang orang lain lakukan
terhadap kita baik itu baik ataupun
buruk. َو ََل ََ َت َّس ُسوإ َآإل ِخَّظي ِِهدن َِمإ ْيْْ ًتٌثا َآِم َح َُند ُُإْكل ََّآظ ْنِدنيَِإأْ َُُّن َكبَ ْعلَ َْح َمض إ ْجتَ ِن ُبوإ َك ِث ًيإ ََي َآُُّيَا إََِّّلي َن آ َمنُوإ
فَ َك ِر ْه ُت ُموُه ۚ َوإتَّ ُقوإ بَ ْع ًضا ۚ َآ ُُ ِي ُّب َو ََل يَ ْغ َت ْب بَ ْع ُضُُ ْك
5. ۖ
Pada ayat diatas yaitu Al-Hujurat (49): 12, adalah anjuran un ٌيtuر ِحbَ eبrٌ bوإuَّ َa تtإََّّلَ…ل.إََّّلَل ۚ ِإ َّن
a. kontrol diri (mujahadah an-nafs) d. prasangka baik (husnuzzan)
b. Sabar e. persaudaraan (ukhuwah)
c. Jihad fi sabilillah
6. berprasangka baik kepada Allah subḥānahū wa taʻālā. Dia memiliki sifat Maha
Pengasih dan Penyayang, dan mencintai hamba-Nya yang saleh, serta tidak
membebani seseorang di luar batas kemampuannya adalah maksud
dari…. ..............
a. Ḥusnuẓ-ẓann kepada orang lain d. Ḥusnuẓ-ẓann kepada diri sendiri
b. Ḥusnuẓ-ẓann kepada para malaikat. e. Ḥusnuẓ-ẓann kepada Allah
subḥānahū wa taʻālā
c. Ḥusnuẓ-ẓann kepada para nabi dan
rasul
7. Pengertian dari (ukhuwah) adalah .....
a. Tolong menolong d. Prasangka baik
b. Kontrol diri e. Prasangka buruk
c. persaudaraan
8. Dibawah ini ayat yang menerangkan tentang (ukhuwah) adalah........
a. َو ََل ُآ ْق ِس ُم ِبلنَّ ْف ِس إللَّ َّوإ َم ِة d. ََ َل َّما َرٌة ََِروبلَمِحاُّسٌيُآبَودِِءر ُِإئََّلنَ ْف َمِاِ َسر ِۚح َِإم َّنَر ِإدّلنَّب ْفۚ َِإ َّسن
َر ِدّب غَ ُفو ٌر
b. َِآإنَّ ََمخاَوْيإلُُْ ُْمك ْۚؤِم َنُوإتوَّ ُقَنوإِإإَْخََّّلَولٌة لَفََعأَلَّ ُُْصْكِل تُُحْروََإ ُحبَ ْوْ ََين e. لَُُ ْك ِديْ ُنُُ ْك َوِل َي ِد ْي ِن
c.
َو َربُّ َك َإ ْعََُّل ِبإلمُ ْف ِس ِد ْي َن
9. Dibawah ini macam-macam ukhuwah adalah …......
a. Ukhuwah kepada Allah, Ukhuwah d. Ukhuwah kepada nabi,
kepada diri sendiri, dan Ukhuwah Ukhuwah para rasul, dan
kepada oran lain. Ukhuwah para malaikat
b. Ukhuwah ammārah, Ukhuwah e. Ukhuwah Dīniyyah, Ukhuwah
lawwāmah, dan Ukhuwah Waṭāniyyah wa an-nasab, dan
muṭmainnah Ukhuwah Insāniyyah atau
Basyāriyyah
c. Ukhuwah kesabaran, Ukhuwah gotong
royong, dan Ukhuwah wathoniyah
10. Materi apa sajakah yang sudah kita pelajari ….......
a. kontrol diri (mujahadah an-nafs), d. menghindari pergaulan bebas dan
prasangka baik (husnuzzan), dan obat-obatan terlarang.
persaudaraan (ukhuwah)
b. Gotong royong, saling membantu, dan e. Toleransi, etika, dan adab sesama
patuh. orang non muslim.
c. Sabar tolong menolog, dan berbaki
kepada orang tua dan guru.
URAIAN
1. Apakah yang dimaksud dengan perilaku kontrol diri (mujahadatun-nafs),
prasangka baik (husnuz- zann), dan persaudaraan (ukhuwah)?
2. Tulislah ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan perilaku kontrol diri
(mujahadatun-nafs), prasangka baik (husnuz- zann), dan persaudaraan
(ukhuwah)?
3. Sebutkan macam-macam perilaku kontrol diri (mujahadatun-nafs), prasangka
baik (husnuz- zann), dan persaudaraan (ukhuwah)!
4. Jelaskan macam-macam dari perilaku kontrol diri (mujahadatun-nafs), prasangka
baik (husnuz- zann), dan persaudaraan (ukhuwah).
5. Sebutkan sifat orang yang mempunyai perilaku kontrol diri (mujahadatun-nafs),
prasangka baik (husnuz- zann), dan persaudaraan (ukhuwah)?
Kolom penilain Pilihan Ganda dan Uraian.
a. Pilihan ganda: jumlah jawaban benar x 1 (maksimal 10 x1 = 10)
b. Uraian: Rubrik Penilaian
No. Rubik Penilaian Skor
1. a. Jika peserta didik dapat menjelaskan pengertian 8
kontrol diri (mujahadatun-nafs), prasangka baik
(husnuz- zann), dan persaudaraan (ukhuwah), skor 8.
b. Jika peserta didik dapat menjelaskan kontrol diri
(mujahadatun-nafs), prasangka baik (husnuz- zann),
dan persaudaraan (ukhuwah), kurang lengkap, skor 4.
2. a. Jika peserta didik dapat menuliskan ayat tentang 8
kontrol diri (mujahadatun-nafs), prasangka baik
(husnuz- zann), dan persaudaraan (ukhuwah), skor 8.
b. Jika peserta didik dapat menuliskan ayat tentang
kontrol diri (mujahadatun-nafs), prasangka baik
(husnuz- zann), dan persaudaraan (ukhuwah), skor 4.
3. a. Jika peserta didik dapat menuliskan macam-amacam 8
kontrol diri (mujahadatun-nafs), prasangka baik
(husnuz- zann), dan persaudaraan (ukhuwah),
lengkap dan sempurna, skor 8.
b. Jika peserta didik dapat menuliskan macam-amacam
kontrol diri (mujahadatun-nafs), prasangka baik
(husnuz- zann), dan persaudaraan (ukhuwah), kurang
lengkap, skor 4.
4. a. Jika peserta didik dapat menjelaskan macam- 8
amacam kontrol diri (mujahadatun-nafs), prasangka
baik (husnuz- zann), dan persaudaraan (ukhuwah),
lengkap dan sempurna, skor 8.
Jika peserta didik dapat menjelaskan macam-
amacam kontrol diri (mujahadatun-nafs), prasangka
baik (husnuz- zann), dan persaudaraan (ukhuwah),
kurang lengkap, skor 4. 8
40
5. a. Jika peserta didik dapat menunjukan perilaku orang
yang mempunyai dan tidak mempunyai sikap kontrol
diri (mujahadatun-nafs), prasangka baik (husnuz-
zann), dan persaudaraan (ukhuwah), skor 8.
b. Jika peserta didik dapat menunjukan perilaku orang
yang mempunyai dan tidak mempunyai sikap kontrol
diri (mujahadatun-nafs), prasangka baik (husnuz-
zann), dan persaudaraan (ukhuwah), kurang lengkap,
skor 4.
Jumlah
Nilai = (Jumlah skor yang diperoleh (pilihan ganda dan uraian)+(skor
maksimal)X 2=100
Mengetahui, Sleman, 13 Agustus 2019
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
Nur Wahyudin Al-Azis, S.Pd. Imas Kurniasih, S.Pd.I.
NIP. 196901231994031001 198112172007102001
Kunci Jawaban
A. Pilihan Ganda
1. A
2. D
3. B
4. B
5. D
6. E
7. C
8. B
9. E
10. A
B. Uraian
1.
ِإََِموونبَََّْنيْ َنَََنُإَََُّْمّصَِليوِْإمشَيٍنُآءثَاآولٌَََٰمَحقِنئََُّّٰۗوَإتَكوَإُُبوََيَََّّْعهالُالُِجضَِبُجُهَُرمْراموإوتَآإَۚ ْْعوِلَََموَيوِإلُاَجُِءوان ََهبَنإُْعْدبَسٍوِتإَصْنضِب َأٌََيْۚمُ َصَوإووِلإََُُّهِْكِّْلميِِ ََفنوَآنْإآُفَمدِِلنُيسوِهِإنْم َفوَِلََِعْملفَ ْيَُُُُيَ ُاسك ِب ِيإجلُ ِنَّرل ْوَإإََُّّصَلمِلاِإ ََّلََلوُإََُّْكِّعَليََِمَٰلْننقَآ ََْووو ٍََْمولإيَبَِِْيِتنَْمُُ ْك
َو ََل ََ َت َّس ُسوإ ۖ َآإل ِخَّظي ِِهدن َِمإ ْيْْتًٌثا َآِم َح َُند ُُإْكل ََّآظ ْنِدنيَِإأْ َُُّن َكبَ ْعلَ َْح َمض إ ْجتَ ِن ُبوإ َك ِث ًيإ ََي َآُُّيَا إََِّّلي َن آ َمنُوإ
فَ َك ِر ْه ُت ُموُه ۚ َوإتَّ ُقوإ بَ ْع ًضا ۚ َآ ُُ ِي ُّب َو ََل يَ ْغ َت ْب بَ ْع ُضُُ ْك
إََّّلَل ۚ ِإ َّن إََّّلَل تَ َّوإ ٌب َر ِح ٌي
ِإنَّ َما إلْ ُم ْؤ ِمنُو َن ِإ ْخ َو ٌة فَأَ ْص ِل ُحوإ بَ ْْ َي َآ َخ َوْيُُ ْك ۚ َوإتَّ ُقوإ إََّّلَل لَ َعلَُُّ ْك تُ ْرََ ُحو َن 2.
Secara bahasa mujāhadah artinya bersungguh-sungguh,
sedangkan an-nafs artinya jiwa, nafsu, diri. Jadi mujāhadatun-nafs
artinya perjuangan sungguh-sungguh melawan hawa nafsu atau
bersungguh-sungguh menghindari perbuatan yang melanggar
hukum-hukum Allah subḥānahū wa taʻālā. Dalam bahasa
Indonesia mujāhadatun-nafs disebut dengan kontrol diri.
Kata hunuzzan berasal dari bahasa arab, yakni Ihusnun dan
zannun. Husnun artinya baik, sedangkan zhann artinya sangkaan.
Jadi secara sederhana, husnuzzan, artinya adalah baik sangka.
Baik sangka adalah sebuah sikap yang menunjukan ketiadaan
kecurigaan terhadap lain diluar diri kita, disertai sikap memandang
bahwa yang diluar diri kita itu baik.
Ukhuwah itu artinya persaudaraan. Jadi yang dimaksud
persaudaraan itu, mereka membangun persahabatan atas dasar
persaudaraan karena Allah. Mereka saling menyayangi dan
mencintai satu sama lain karena Allah.
3. An-nafsu ammārah, An-nafsul-lawwāmah, dan An-nafsul-
muṭmainnah.
Ḥusnuẓ-ẓann kepada Allah subḥānahū wa taʻālā, Ḥusnuẓ-ẓann
kepada orang lain, dan Ḥusnuẓ-ẓann kepada diri sendiri.
Ukhuwah Dīniyyah, Ukhuwah Waṭāniyyah wa an-nasab, dan
Ukhuwah Insāniyyah atau Basyāriyyah
4. kontrol diri (mujahadatun-nafs)
An-nafsu ammārah, yaitu nafsu yang mendorong manusia
kepada keburukan.
An-nafsul-lawwāmah, yaitu nafsu yang menyesali setiap
perbuatan buruk.
An-nafsul-muṭmainnah, yaitu nafsu mendorong
kepadakebaikan.
prasangka baik (husnuz- zann)
Ḥusnuẓ-ẓann kepada Allah subḥānahū wa taʻālā,
maksudnya berprasangka baik kepada Allah subḥānahū wa
taʻālā. Dia memiliki sifat Maha Pengasih dan Penyayang.
Ḥusnuẓ-ẓann kepada orang lain. Orang beriman dilarang
untuk berprasangka buruk kepada orang lain, mencari-cari
kesalahan orang lain dan larangan menggunjing orang lain.
Ḥusnuẓ-ẓann kepada diri sendiri. Seseorang yang
berprasangka baik kepada diri sendiri akan memiliki sikap
percaya diri, optimis dan bekerja keras.
persaudaraan (ukhuwah)
Ukhuwah Dīniyyah, yaitu persaudaraan yang didasari oleh
persamaan agama.
Ukhuwah Waṭāniyyah wa an-nasab, yaitu persaudaraan
karena satu bangsa dan keterikatan keturunan.
Ukhuwah Insāniyyah atau Basyāriyyah, yaitu persaudaraan
karena samasama manusia.
5. berprasangka terhadap orang lain; mencari-cari kejelekan orang
lain, dan membenci orang lain. Dengan kata lain, kita sebagai
seorang muslim harus bersatu menjalin ukhuwah satu dengan yang
lain agar tercipta ketenangan, kerukunan, dan persatuan umat.
LEMBAR PENILAIAN SIKAP
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP
Nama Satuan Pendidikan : MAN 3 Sleman
Tahun Pelajaran : 2019/ 2020
Kelas/ Semester : XI/ Ganjil
Mata Pelajaran : Al-Quran Hadis
No Waktu Nama & Kejadian/ Butir Pos/ Tindak
Kelas Perilaku Sikap Negatif Lanjut
Mengetahui, Sleman, 13 Agustus 2019
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
Nur Wahyudin Al-Azis, S.Pd. Imas Kurniasih, S.Pd.I.
NIP. 196901231994031001 198112172007102001
LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN
KISI-KISI PENULISAN SOAL TES TERTULIS
Satuan Pendidikan : MAN 3 Sleman
Jumlah Soal :5
Mata Pelajaran : Al-Quran Hadis
Penyusun : Imas Kurniasih, S.Pd.I.
No Kompetensi Dasar Materi Kelas/ Indikator Soal No
Smt. Soal
1 Memahami manfaat Al-Anfal (8) : XI/ I Siswa dapat 1
dan hikmah kontrol 72; Q.S. Al- menjelaskan
diri (mujahadatun- Hujurat (49): pengertian hikmah
nafs), prasangka baik 12, Q.S. Q.S. kontrol diri
(husnuz- zann), dan Al-Hujurat (mujahadatun-
persaudaraan (49): 10) serta nafs), prasangka
(ukhuwah) yang hadis riwayat baik (husnuz-
terdapat Surah Al- Al-Bukhari zann), dan
Anfal (8) : 72; Q.S. dari Abu persaudaraan
Al-Hujurat (49): 12, Hurairah (ukhuwah)
Q.S. Al-Hujurat (49):
10) serta hadis
riwayat Al-Bukhari
dari Abu Hurairah
Siswa dapat 2
3
menuliskan dalil
yang berkaitan
dengan hikmah
kontrol diri
(mujahadatun-
nafs), prasangka
baik (husnuz-
zann), dan
persaudaraan
(ukhuwah)
Siswa dapat
menyebutkan
macam-macam
hikmah kontrol diri
(mujahadatun-
nafs), prasangka
baik (husnuz-
zann), dan
persaudaraan
(ukhuwah)
Siswa dapat 4
5
menjelaskan dari
macam-macam
hikmah kontrol diri
(mujahadatun-
nafs), prasangka
baik (husnuz-
zann), dan
persaudaraan
(ukhuwah)
Siswa dapat
memberi contoh
orang yang
mempunyai
perilaku kontrol
diri (mujahadatun-
nafs), prasangka
baik (husnuz-
zann), dan
persaudaraan
(ukhuwah)
LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK (KETERAMPILAN)
Kelas : XI
Kelompok/ Nama : ……………………………….
Topik : Al-Quran Hadits
No Materi yang Aspek Penilaian/ Skor Catatan
didiskusikan
Penguasa Perangkat Tim work Empati
an materi presentasi
1 Qs. Al-Anfal
(8) : 72;
2 Q.S. Al-Hujurat
(49): 12, Q.S.
3 Q.S. Al-Hujurat
(49): 10.
Pedoman Penskoran :
5 = Sangat baik
4 = baik
3 = cukup
2 = kurang
Nilai = Skor yang diperoleh/ skor maksimal
PRENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Kurikulum 2013
Nama Madrasah : MAN 3 Sleman
Mata Pelajaran : Al-Quran Hadits
Kelas/ Semester : XI/Ganjil
Materi Pokok
: Hidup Jadi Tenang Dengan Menghindari Pergaulan Bebas dan
Alokasi Waktu Perbuatan Keji
: 2 x 45 menit (2 JP)
A. Kompetensi Inti (KI)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun, responsif dan pro-aktif
dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
tehnologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
1. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
1.3 Menghayati nilai-nilai yang
terkandung dalam larangan
pergaulan bebas dan perbuatan
keji.
2.3 Menunjukkan perilaku
menghindarkan diri dari
pergaulan bebas dan perbuatan
keji sebagai implementasi dari
pemahaman QS. Al-Isrā’[17]: 32;
QS. an-Nur [24]: 2; dan hadis.
3.3 Menganalisis larangan pergaulan 3.3.1 Mampu menjelaskan pengertian zina
bebas dan perbuatan keji yang yang terdapat pada QS. al-Isrā’[17]: 32;
terdapat pada QS. al-Isrā’[17]: QS.an-Nur [24]: 2; dan hadis.
32; QS.an-Nur [24]: 2; dan hadis. 3.3.2 Mampu menjelaskan macam-macam zina
dan hukumanya sesuai QS. al-Isrā’[17]:
32; QS.an-Nur [24]: 2; dan hadis.
3.3.3 Mampu menjelaskan manfaat
menghindari dari dari pergaulan bebas
dan perbuatan keji (zina)
4.3 Mendemonstrasikan hafalan arti 4.3.1 Menunjukkan perilaku menghindarkan
per kata ayat-ayat al-Qur’an diri dari pergaulan bebas dan perbuatan
tentang larangan pergaulan bebas keji (zina).
dan perbuatan keji yang terdapat
pada QS. al-Isrā’[17]: 32; QS.an-
Nur [24]: 2; dan hadis.
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan metode diskusi kelompok
kecil, dengan pendekatan saintifik, model discovery learning, berupa mengamati
(membaca) permasalahan, menuliskan, dan mempresentasikan tentang pengertian
zina. Maka peserta didik akan melahirkan rasa ingin tahu, tanggung jawab,
disiplin selama proses pembelajaran, serta memiliki sikap responsif (bersikap
kritis) dan kreatif, serta mampu berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik.
Siswa mampu memahami, menjelaskan, menganalisis, mengidentifikasi dan
menunjukan perilaku yang tentang menghindarkan diri dari pergaulan bebas dan
perbuatan keji khusunya zina, dan selanjutnya dapat diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari dalam pergaulanya.
D. Materi Pembelajaran
Materi : Zina
Fakta : Teks Al-Quran
Konsep :
Pengertian zina
Dalil tentang larangan melakukan perbuatan zina yang terdapat pada
QS. al-Isrā’[17]: 32 terjemahan dan penjelasan ayat.
QS.an-Nur [24]: 2;terjemahan dan penjelasan ayat serta Pembagian
perbuatan zina dan hukumanya.
Hadits Riwayat Al-Bukhari terjemahan hadits dan penjeasnya Hikmah
meninggalkan perbuatan zina.
Prosedur :
1. Pengertian prilaku zina
Zina meurut syara’ adalah hubungan badan antara seorang laki-laki
dan perempuan tanpa melalui pernikahan. Dalam kitab Al-Hidayah
Syarh Bidayat al-Mubtadi, sebagaimna dikutip kembali oleh Fadhel
Illahi, disebutkan bahwa zina adalah seorang laki-laki yang menyetubuhi
wanita melalui qubul (kemaluan), yang bukan miliknya (istri atau
budaknya) satu berstatus menyerupai hak miliknya. Jelasnya, zina adalah
hubungan badan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempun tanpa
melalui nikah atau syubhat an-nikah (menyerupai nikah).1
2. Dalil tentang larangan melakukan perbuatan zina yang terdapat pada
QS. al-Isrā’[17]: 32 terjemahan dan penjelasan ayat.
َو ََل تَ ْق َربُوا ال ِّز ََن ۖ ِانَّ ُه ََك َن فَا ِّح َش ًة َو َسا َء َس ِّبي ًل
Terjemahan ayat
Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu
perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk (QS. al-Isra [17]: 32).
Penjelasan Ayat
Ibnu Kaṡı̄ r dalam menafsirkan ayat di atas berkata: bahwa Allah
subḥānahū wa taʻālā, mengharamkan hamba-hamba-Nya berbuat zina,
begitu pula mendekatinya dan melakukan hal-hal yang mendorong dan
meyebabkan terjadinya zina.
Imām al-Qurṭubı̄ berkata, “para ulama berkata “Firman Allah
subḥānahū wa taʻālā, (” ) َو ََلتَ ْق َربُوْا ال ِّز َنJanganlah kamu mendekati zina” ini
lebih baligh (mendalam)-maknanyadaripada perkataan () َو ََلتَ َزنُّ ْوا
“Janganlah kalian berbuat zina”. Maksudnya adalah bila digunakan
kalimat (“ ) َو ََلتَ َزنُّ ْواJanganlah kalian berbuat zina”, maka yang
diharamkan Allah adalah hanya zina saja melainkan segala sesuatu yang
mengantarkan pada kemungkinan berbuat zina, tidak haram. Maka
dengan seperti ini kurang baligh maknanya. Sedang Allah menggunakan
kalimat (” ) َو ََلتَ ْق َربُوْا ال ِّز َنJanganlah kamu mendekati zina”, yang bermakna
sangat mendalam. Yaitu apa saja yang mendekati zina adalah haram
terlebih lagi berzinanya sudah sangat jelas diharamkan.
Menurut asy-Syaukani dalam Fatḥul-Qādir, mengatakan bahwa
pelarangan zina dengan menggunakan "jangan mendekati" zina adalah
larangan paling kuat. Sebab segala sarana menuju keharaman, haram
pula hukumnya berdasarkan makna eksplisit ungkapan ( ) َو ََلتَ ْق َربُوْا ال ِّز َنitu.
Adapun mendekati zina dalam praktiknya ada beberapa hal seperti
khalwaṭ (berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan ynag bukan
maḥram di tempat sunyi atau tersembunyi), ikhṭilāt (percampuran wanita
1 Haris Himawan Anang, Bukan Salah Tuhan Mengazab Ketika Perzinaan Menjadi Berhala
Kehidupan,(Tiga Serangkai : Solo, 2007), Hal 9
dengan lelaki dalam satu tempat), mengumbar aurat, pandangan mata
yang liar dan pikiran atau hati yang kotor.
(َو َسا َء َس ِّب ْي َل فَا ِّح َش ًة sنuَ كaََ tهuُ َّ) ِانja“lSaensuynagngguhbnuyraukz”in. aAitlu-Qaudraṭulabhı̄
Maksud ayat
suatu perbuatan yang keji dan
berkata bahwa “karena zina menjerumuskan pelakunya dalam neraka
jahanam dan zina termasuk perkara dosa besar. Juga tidak ada perbedaan
pendapat berkenaan dengan keburukannya. Dan mengenai zina ini,
sudah menjadi ijmā’ yang pasti akan keharamannya dan status dosa
besarnya. Dan siapa saja yang mengingkari ijmā’ yang pasti, maka orang
yang ingkar ini telah keluar dari ketentuan syariat.
3. QS.an-Nur [24]: 2;terjemahan dan penjelasan ayat serta Pembagian
perbuatan zina dan hukumanya.
QS.an-Nur [24]: 2;terjemahan dan penjelasan ayat.
Terلِّلjَّّeَاmِّنaْيh ِّدaفnَِِّيAِّن ٌةyَرْأِّمفa َْؤtَِاال َّْنزاِّن َيُك ُْنة ُُ ْتَواتلُ َّْؤزاِّمِِّنُنو َفَنا ِّْجبََُِِّّّللِّلوا َواُلُْ َيَّكْو ِّمَواا ِّْحلآ ٍدِّخ ِِّّمرْْۖنُ َمَاولْيَ ِّمْاشئَ َهَة ْد َجعَِْ ََذلاٍةَُِۖب َمَاو ََلَطتَاأْئِّ َفُخ ٌةْذ ُُِّمْك َِِّنِّب َاملْاُم
Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari
keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada
keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah,
jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah
(pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang
yang beriman (QS. an-Nur [24]: 2).
Penjelasan Ayat
Tentang firman Allah subḥānahū wa taʻālā yang artinya: ”Pezina
perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya
seratus kali ” dijelaskan Ibnu Kaṡı̄ r bahwa didalam ayat ini terdapat
hukum terhadap seorang pezina. Para ulama kemudian menjelaskan
tentang permasalahan ini dengan rinci serta di dalamnya terjadi berbagai
perbedaan pendapat.
Sesungguhnya seorang pezina bisa jadi ia seorang lajang yang
belum menikah (gairu muḥṣan) atau telah menikah dengan pernikahan
yang benar (menurut syariat) serta ia adalah seorang yang baligh dan
berakal (muḥṣan). Adapun hukuman bagi pezina gairu muḥṣan adalah
100 kali cambukan dan ditambah dengan diasingkan dari negerinya
selama setahun, demikianlah menurut jumhur ulama. Berbeda dengan
Abū Ḥanı̄ fah yang berpendapat bahwa pengasingan ini dikembalikan
kepada pendapat Imām (penguasa). Jika dia berkehendak maka dia bisa
mengasingkannya dan jika tidak berkehendak maka tidak diasingkan.
Sedangkan hukuman pezina yang sudah menikah (muḥṣan) adalah
dirajam.
Makna firman Allah subḥānahū wa taʻālā yang artinya: dan
janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk
(menjalankan) agama (hukum) Allah adalah janganlah hal itu
menjadikan kalian meninggalkan dari manjatuhkan hukuman terhadap
mereka berdua, maka ini tidak dibolehkan. Mujāhid mengatakan tentang
ayat ini bahwa penegakan hukuman apabila sudah diangkat ke penguasa
maka haruslah dilaksanakan dan jangan dihentikan, demikian riwayat
dari Sa‘ı̄ d bin Jubair dan ‘Aṭā bin Abı̄ Rabah.
Firman Allah yang artinya :“Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman
mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman” maknanya
adalah terdapat pelajaran bagi kedua orang pezina itu jika dicambuk di
hadapan orang banyak. Sesungguhnya ini merupakan bentuk pencegahan
yang paling tepat karena di dalamnya terdapat kecaman, cercaaan dan
celaan jika dihadiri oleh banyak orang. al-Hasan al-Baṣri
mengatakan,”Maknanya adalah (disaksikan) secara terang-terangan.”
Dalam penjelasan ayat diatas dapat disimpulkan bahwa pembagian
tentang erbuatan zina dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Gairu Muḥṣan adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh laki-laki
dan perempuan yang belum menikah. Dan hukumanya adalah
dicambuk sebnyak 100x dan diasingkan selama satu tahun.
b. Muhson adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh laki-laki dan
perempuan yang mana keduanya sudah menikah. Dan hukuman dari
perzinahan ini adalah dirajam sampai meinggal dan disaksikan oleh
para khalayak ramai.
4. Hadits Riwayat Al-Bukhari terjemahan hadits dan penjeasnya Hikmah
meninggalkan perbuatan zina.
َع ْن َأ ِِّب ُه َرْي َرَة َر ِِّ َض اََّّلُل َع ْن ُه َقا َل قَا َل النَِِّ ُّب َصََّّل اََّّلُل عَلَ ْي ِّه َو َسَ ََّّل ََليَ ْز ِّن ال َّزا ِّن ِّح ْ َي
يَ ْز ِّن َو ُه َو ُم ْؤِّم ٌن َو ََليَ ْْ َش ُب الْ َخ ْم َر ِّح َي يَ ْْ َش ُب َو ُه َو ُم ْؤِّم ٌن َو ََل يَ ْْ ِّس ُق ِّح َي يَ ْْ ِّس ُق
يَنََْ ِّت ُُبَا ِّح َي أبْ َصا َرُُ ْه ِّفيهَا ِالَ ْي ِّه النَّا ُس يَ ْرفَ ُع ُُ ْن َب ًة ِّر َوايَة َو ََليَنْ ََ ِّت ُب َو ُه َو ُم ْؤِّم ٌن َو َزا َد
)الخاري َو ُه َو ُم ْؤِّم ٌن(رواه
Terjemah Hadis
Dari Abū Hurairah ra. berkata; Nabi ṣallāllāhu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Seorang pezina tidak sempurna imannya ketika sedang berzina,
dan seorang peminum khamar tidak sempurna imannya ketika sedang
minum-minum dan seorang pencuri idak sempurna imannya ketika sedang
mencuri dan seorang yang merampas hak orang agar pandangan manusia
tertuju kepadanya tidak sempurna imannya ketika dia merampasnya (HR. al-
Bukhārı̄ ).
Penjeasan Hadits
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abū Hurairah tersebut
dijelaskan ada empat perbuatan yang menyebabkan seorang mukmin
tidak sempurna imannya yaitu: berzina, meminum minuman keras,
mencuri, dan merampas hak orang lain.
Hikmah meninggalkan perbuatan zina
a. Dapat memelihara kesucian jasmani dan rohani secara baik dan
terhormat.
b. Dapat menjaga kesehatan jasmani dari berbagai penyakit yang
membahayakan kehidupan.
c. Dapat menciptakan generasi yang baik, bersih, dan suci lahir
batin.
d. Kehidupan masyarakat terbebas dari fitnah-fitnah, dan laknat
Allah swt.
Pengetahuan Meta Kognitif
Mampu menjelaskan pengertian pergaulan bebas dan perbuatan keji khususnya
zina.
E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, dan penugasan
Model : Discovery Learning
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
Media : power point
Alat/ Bahan : Laptop, LCD, Slide, spidol, papan tulis, kertas karton.
Sumber Belajar : Buku Ilmu Hadis Kelas XI, internet, guru, buku bacaan yang
mendukung
G. Kegiatan Pembelajaran (2 x 45 menit)
Kegiatan Deskripsi Waktu
Pendahuluan/ 1) Guru mengucapkan salam dan membaca 10
Kegiatan awal basmalah bersama-sama/ doa jika di jam menit
pertama (Religius)
2) Guru memeriksa kehadiran (empati jika
ada yang sakit), kerapihan berpakain,
kesesuaian dengan tata tertib, dan
mengatur tempat duduk siswa (Disiplin,
mandiri, tanggung jawab)
3) Guru menyampaikan materi yang akan
dipelajari dan manfaatnya, serta
memotivasi siswa
4) Guru mengajukan pertanyaan tentang
pengetahuan yang sebelumnya melalui
quiz dengan menggunakan media website
https://kahoot.com/
5) Guru menjelaskan tujuan dan KD yang
akan dicapai
6) Guru menyampaikan cakupan materi
7) Guru menyampaikan metode
pembelajaran dan teknik penilaian
Kegiatan inti 70
menit
Mengamati
Guru membagi kelas menjadi tiga
kelompok (hitam, merah, dan biru) dan
membagi tiga topik yang berbeda.
Guru mempersilahkan siswa untuk
membaca dan mengamati materi sesuai
dengan tema yang ditentukan dengan
tujuan masing-masing kelompok dapat
memerankan topik .
Peserta didik mendengar uraian guru
tentang perilaku pergaulan bebas dan
perbuatan keji khususnya zina.
Menanya
Pada saat berdiskusi mengalami masalah,
maka siswa disilahkan bertanya pada
teman lain atau bertanya secara langsung
pada guru.
Mengekspolari
Data Collecting: Siswa dalam kelompok
diberi kesempatan untuk mengumpulkan
informasi sebanyak-banyaknya yang
relevan tentang pergaulan bebas dan
perbuatan keji khususnya zina.
Siswa diberi kesempatan untuk
mengumpulkan (collection) berbagai
informasi yang relevan, melalui berbagai
cara, misalnya membaca literatur
Masing-masing kelompok berdiskusi
tentang materi (4 C: Komunikasi dan
kolaborasi) (Sikap: aktif,
bekerjasama, pantang menyerah)
Mengasosiasi
Data Processing: Siswa diminta
mengolah data dan informasi yang telah
diperoleh dengan cara menuliskan,
mengklasifikasikan, menafsirkan, dan
menghubungkannya dengan kehidupan
sehari-hari. sehingga siswa akan
mendapatkan pengetahuan baru tentang
alternatif jawaban/ penyelesaian yang
perlu mendapat pembuktian secara logis
(HOTS: Kritis dan Metakognitif)
Penutup Mengkomunikasikan 10
Setiap kelompok diminta untuk menit
mempresentasikan hasil diskusinya dan
ditanggapi oleh kelompok lain (4C:
Komunikatif)
1) Siswa dan guru membuat generalisasi
dan kesimpulan bersama dari hasil
diskusi
2) Guru memberikan penguatan
3) Guru memberikan tugas untuk mencari
contoh hadis Shahih
4) Guru menutup pelajaran dengan
membaca tahmid bersama
H. Penilaian
Teknik Penilaian
Sikap : Observasi/ jurnal
Pengetahuan : Tes Tulis
Keterampilan : Presentasi
Bentuk penilaian
Lembar observasi, soal esai,
Instrumen penilaian (Terlampir)
Mengetahui, Sleman, 13 Agustus 2019
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
Nur Wahyudin Al-Azis, S.Pd. Imas Kurniasih, S.Pd.I.
NIP. 196901231994031001 198112172007102001
1. Hubungan badan antara seorang laki-laki dan perempuan tanpa melalui
pernikahan merupakan pengertian dari......
a. kontrol diri (mujahadah an-nafs) d. prasangka baik (husnuzzan)
b. zina e. persaudaraan (ukhuwah)
c. jihad fi sabilillah
2. Terdapat dalam surat berapa ayat tebntang laranga berzina….
a. QS. al-Isrā’[17]: 32 d. Al-Anfal (8) : 72
b. Al-Hujurat (49): 12 e. Q.S. Al-Hujurat (49): 10)
c. QS. al-Qiyāmah [75]: 2
3. Apakah yang dinamkan khalwat.......
a. Berdua-duaan sesama lelaki ditempat d. Berdua-duaan anatara lelaki dan
sunyi dan tersembunyi perempuan yang bukan mahram
ditempat sunyi dan tersembunyi
b. Berdua-duaan sesama perempuan e. Berduaan anatara lelaki dan
ditempat sunyi dan tersembunyi perempuan ditempat ramai
c. Berdua-duaan antar lelaki dan
perempuan semahram ditempat sunyi
dan tersembunyi
4. Bercampurnya leleki dan wanita dalam satu tempat. Merupakan pengertian
dari........
a. kontrol diri (mujahadah an-nafs) d. prasangka baik (husnuzzan)
b. zina e. khalwat
c. ikhtilat َو ََل تَ ْق َربُوا ال ِّز ََن
5.
Apa arti penggalan ayat diatas......
a. dan janganlah berzina d. dan janganlah melakukan zina
b. dan janganlah mendekati zina e. dan janganlah kamu menyukai
perbuatan zina
c. dan janganlah berbuat zina
6. Siapakah penulis kitab Fathul Qadir........
a. ibnu katsir d. AsyiSyaukani
b. ibnu majjah e. ibnu batutah
c. Quraisyihab
7. Yang dimaksud dengan zina tangan adalah......
a. Zina yang tidak hanya saat d. zina yang terjadi saat salah
muslimin/muslimah berciuman dengan seorang muslim/muslimah
yang bukan mahramnya tapi juga saat melangkahkan kakinya menuju
seorang muslimin/muslimah perzinahan.
membicarakan lawan jenisnya.
b. zina yang dilakukan saat e. zina yang dilakukan oleh dua
muslim/muslimah memandang lawan orang yang bergandengan tangan
jenisnya, menatap matanya dan dengan yang bukan mahramnya.
berlama-lama bertatapan dengannya.
c. muslim/muslihan berangan-angan atau
memikirkan tentang lawang jenisnya.
8. Perbuatan zina yang dilakukan oeh laki-laki dan perempuan yang belum menikah
merupakan perngertian dari.......
a. Nafsu yang bersumber dari hati dan d. Nafsu yang mendorong pada
pikiran kebaikan
b. nafsu yang mendorong manusia e. Gairu Muḥṣan
kepada keburukan
c. Muḥṣan
9. Apa hukuman bagi pelaku zina Gairu Muḥṣan …. .....
a. Di penjara d. Didenda 100 dinar.
b. Dirajam e. Dinikahkan.
c. Dicambuk 100 kali lalu diasingkan.
10. Menerangkan apakah QS. An-Nur (24): 2 ….
a. kontrol diri (mujahadah an-nafs) d. hukuman bagi pelaku zina
b. zina e. persaudaraan (ukhuwah)
c. Jihad fi sabilillah
11. Apa yang dimaksud pelkau zina muhson …. ..............
a. Pelaku zina yang sudah bertaubat d. Pelaku zina yang setelah
melakukanya dia menikah.
b. Pelak zina yang selalu mengulangi e. Pelaku zina yang tidak mau
perbuatanya. bertaubat walapun dia tidak
melakukan perbuatanya lagi.
c. Pelaku zina yang dilakukan oleh laki-
laki dan perempuan yang mana
keduanya sudah menikah.
12. Apa hukuman yang diterapkan pada pelaku zina muhzon .....
a. Dipenjara d. Dipenjara
b. Dirajam sampai meninggal e. Dinikahkan
c. Dicambuk 100x dan diasingkan
aل.َ َس ِّب ْيS َءeساsَ وuَ nش ًةgَ g ِّحuفَاhنnَ كyََ aِانَّ ُهzianratimdaermi bpaewngagalan
13. ayat disamping ini adalah........
d. sesungguhnya zina adalah
kehancuran dan kemelaratan perbuatan yang tercelalagi
membahayakan
b. Sesungguhnya zina itu membawa e. sesungguhnya zina itu adalah
kesialan dan kemudahan perbuatan yang keji dan jalan
yang buruk
c. Sesungguhnya zina itu membawa
dampak positif dan negatif
14. يَيََْ ْرصفَََُّْعَّشلاُلانبََّاََُّّلُول ُهس َعَوِالَلَْيُْيمِّهِّهْؤَِّمِّفويٌَهنَساَ َََّّلوأبََْ ََلَلصيَيَاْ َزْرُُِّْنِّْسه ُالقَِّّحزا ِِّّحَني َي يََِّعحْْْْنَِّيس َُأ ِّيَِقْبز َِّونُُهه َََرووْيَُُمهرََْةؤوِّم َ ُرٌمن ِّْؤَِِّموََضٌزنااَدََوَّّ َلَُِّللر َيَواَْعْيَْن َةُهش َُقَوبَاَلَايَللْنَََْقَخِّتاْم ََُلربالُُِّحنَْنَِّبِ ًَُّةيب
)يَنََْ ِّت ُُبَا َو ُه َو ُم ْؤِّم ٌن(رواه الخاري
Dalam hadits diatas diterangkan bahwa pezina tidak sempurna imanya apabila
melakukan …......
a. Pezina sedang berzina, peminum d. Pezina sedang berzina, peminum
khamar yang sedang memiminumnya, khamar yang sedang
pencuri yang sedang mencuri, dan memiminumnya, pencuri yang
merampas hak orang lain. sedang makan, dan merampas
hak orang lain
b. Pezina sedang berzina, peminum e. Pezina sedang berzina, peminum
khamar yang sedang tidur, pencuri khamar yang sedang
yang sedang mencuri, dan merampas memiminumnya, pencuri yang
hak orang lain. sedang mencuri, dan merampas
kewajiban orang lain
c. Pezina sedang berzina, peminum
khamar yang sedang memiminumnya,
pencuri yang sedang mencuri, dan
merampas hak hewan lain.
15. Materi apa sajakah yang sudah kita pelajari ….......
a. kontrol diri (mujahadah an-nafs), d. menghindari pergaulan bebas dan
prasangka baik (husnuzzan), dan obat-obatan terlarang.
persaudaraan (ukhuwah)
b. Gotong royong, saling membantu, e. Zina dan penjelasanya .
dan patuh.
c. Sabar tolong menolog, dan berbaki
kepada orang tua dan guru.
URAIAN
1. Apakah yang dimaksud dengan zina?
2. Tulislah ayat-ayat Al-Quran yang melarang untuk melakaukan perbuatan zina!
3. Sebutkan dan jelaskan macam-macam serta hukuman yang harus diterapkan bagi
pelaku zina!
4. Tuliskan ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang hukuman bagi elaku zina?
5. Sebutkan apa saja hikmah meninggalkan perbuatan zina!
Kolom penilain Pilihan Ganda dan Uraian.
a. Pilihan ganda: jumlah jawaban benar x 1 (maksimal 10 x1 = 10)
b. Uraian: Rubrik Penilaian
No. Rubik Penilaian Skor
1. a. Jika peserta didik dapat menjelaskan pengertian zina, 8
dengan baik dan benar, skor 8.
b. Jika peserta didik dapat menjelaskan zina, kurang
lengkap, skor 4.
2. a. Jika peserta didik dapat menuliskan ayat tentang 8
larangan melakukan perbuatan zina, dengan lengkap,
skor 8.
b. Jika peserta didik dapat menuliskan ayat tentang
tentang larangan melakukan perbuatan zina, kurang
lengkap, skor 4.
3. a. Jika peserta didik dapat menuliskan macam-amacam 8
pelaku zina dan penjelasnya serta hukumanya,
dengan lengkap skor 8. 8
b. Jika peserta didik dapat menuliskan macam-amacam 8
40
menuliskan macam-amacam pelaku zina dan
penjelasnya serta hukumanya kurang lengkap, skor
4.
4. a. Jika peserta didik dapat menuliskan ayat tentang
hukuan pelaku zina, dengan lengkap, skor 8.
b. Jika peserta didik dapat menuliskan ayat tentang
hukuan pelaku zina, kurang lengkap, skor 4.
5. a. Jika peserta didik dapat menunjukan hikmah
meninggalkan perilaku zina, dengan baik dan benar,
skor 8.
b. Jika peserta didik dapat menunjukan hikmah
meninggalkan perilaku zina, kurang lengkap, skor 4.
Jumlah
Nilai = (Jumlah skor yang diperoleh (pilihan ganda dan uraian)+(skor
maksimal)X 2=100
Mengetahui, Sleman, 13 Agustus 2019
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
Nur Wahyudin Al-Azis, S.Pd. Imas Kurniasih, S.Pd.I.
198112172007102001
NIP. 196901231994031001
6. D 11. C
Kunci Jawaban 7. E 12. B
8. E 13. E
A. Pilihan Ganda 9. C 14. A
1. B 10. D 15. E
2. A
3. D
4. C
5. B
B. Uraian
1. Pengertian prilaku zina
Zina meurut syara’ adalah hubungan badan antara seorang laki-
laki dan perempuan tanpa melalui pernikahan. Dalam kitab Al-
Hidayah Syarh Bidayat al-Mubtadi, sebagaimna dikutip kembali
oleh Fadhel Illahi, disebutkan bahwa zina adalah seorang laki-laki
yang menyetubuhi wanita melalui qubul (kemaluan), yang bukan
miliknya (istri atau budaknya) satu berstatus menyerupai hak
miliknya. Jelasnya, zina adalah hubungan badan yang dilakukan
oleh laki-laki dan perempun tanpa melalui nikah atau syubhat an-
nikah (menyerupai nikah).
2.
َو ََل تَ ْق َربُوا ال ِّز ََن ۖ ِانَّ ُه ََك َن فَا ِّح َش ًة َو َسا َء َس ِّبي ًل
3.
a. Gairu Muḥṣan adalah perbuatan zina yang dilakukan oeh
laki-laki dan perempuan yang belum menikah. Dan
hukumanya adalah dicambuk sebnyak 100x dan diasingkan
selama satu tahun.
b. Muhson adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh laki-
laki dan perempuan yang mana keduanya sudah menikah.
Dan hukuman dari perzinahan ini adalah dirajam sampai
meinggal dan disaksikan oleh para khalayak ramai.
4. ِّد ْي ِّن َِاال َّْنزاِّن َيُك ُْنة ُُ ْتَواتلُ َّْؤزاِّمِِّنُنو َفَنا ِّْجبََُِِّّّللِّلوا َواُلُْ َيَّكْو َِّمواا ِّْحلآ ٍدِّخ ِِّّمرْْۖنُ َمَاولْيَِّمْاشئَ َهَة ْد َجعَِْ ََلذاٍةَِۖبُ َمَاو ََلَطتَاأْئِّ َفُخ ٌةْذ ُُِّمْك َِِّنِّب َاملْاُم َْؤرْأِّمفَِّن ٌة َِّيِف
اََّّلِّل
5.
a. Dapat memelihara kesucian jasmani dan rohani secara baik dan
terhormat.
b. Dapat memelihara kesucian jasmani dan rohani secara baik dan
terhormat.
c. Dapat menjaga kesehatan jasmani dari berbagai penyakit yang
membahayakan kehidupan.
d. Dapat menciptakan generasi yang baik, bersih, dan suci lahir
batin.
e. Kehidupan masyarakat terbebas dari fitnah-fitnah, dan laknat
Allah swt.
LEMBAR PENILAIAN SIKAP
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP
Nama Satuan Pendidikan : MAN 3 Sleman
Tahun Pelajaran : 2019/ 2020
Kelas/ Semester : XI/ Ganjil
Mata Pelajaran : Al-Quran Hadis
No Waktu Nama & Kejadian/ Butir Pos/ Tindak
Kelas Perilaku Sikap Negatif Lanjut
Mengetahui, Sleman, 13 Agustus 2019
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
Nur Wahyudin Al-Azis, S.Pd. Imas Kurniasih, S.Pd.I.
NIP. 196901231994031001 198112172007102001
LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN
KISI-KISI PENULISAN SOAL TES TERTULIS
Satuan Pendidikan : MAN 3 Sleman
Jumlah Soal :5
Mata Pelajaran : Al-Quran Hadis
Penyusun : Imas Kurniasih, S.Pd.I.
No Kompetensi Dasar Materi Kelas/ Indikator Soal No
Smt. Soal
1 Menganalisis larangan al-Isra’ (17): 32, XI/ I Siswa dapat 1
pergaulan bebas dan dan Surah An-Nur menjelaskan
perbuatan keji yang (24): 2, dan hadis pengertian zina
terdapat pada Surah al- riwayat Al-
Isra’ (17): 32, dan Bukhari dari Abu
Surah An-Nur (24): 2, Hurairah
dan hadis riwayat Al-
Bukhari dari Abu
Hurairah
Siswa dapat 2
3
menuliskan dalil 4
5
tentang larangan
berzina dan
penjelasan ayatnya.
Siswa dapat
menyebutkan
macam-macam
zina, penjelsan dan
hukumanya.
Siswa dapat
menuliskan ayat
yag mngatur
hukuman bagi
pelaku zina
Siswa dapat
menyebutkan
hikmah
meninggalkan
perbuatan zina
LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK (KETERAMPILAN)
Kelas : XI
Kelompok/ Nama : ……………………………….
Topik : Al-Quran Hadits
No Materi yang Aspek Penilaian/ Skor Catatan
didiskusikan
Penguasa Perangkat Tim work Empati
an materi presentasi
1 Definisi
perbuatan zina
dan menuliskan
dalil tentang
larangan berzina
serta penjelasan
ayatnya.
2 menyebutkan
macam-macam
zina, penjelsan
dan hukumanya
serta ayatnya.
3 Menyebutkan
hikmah
meninggalkan
perbuatan zina
dan penjelasan
hadits
Pedoman Penskoran :
5 = Sangat baik
4 = baik
3 = cukup
2 = kurang
Nilai = Skor yang diperoleh/ skor maksimal
A. Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat......
1. Hubungan badan antara seorang laki-laki dan perempuan tanpa melalui pernikahan
merupakan pengertian dari......
a. kontrol diri (mujahadah an-nafs) d. prasangka baik (husnuzzan)
b. zina e. persaudaraan (ukhuwah)
c. jihad fi sabilillah
2. Terdapat dalam surat berapa ayat tentang laranga berzina….
a. QS. al-Isrā’[17]: 32 d. Al-Anfal (8) : 72
b. Al-Hujurat (49): 12 e. Q.S. Al-Hujurat (49): 10)
c. QS. al-Qiyāmah [75]: 2
3. Apakah yang dinamkan khalwat.......
a. Berdua-duaan sesama lelaki ditempat sunyi d. Berdua-duaan anatara lelaki dan
dan tersembunyi perempuan yang buan mahram
ditempat sunyi dan tersembunyi
b. Berdua-duaan sesama perempuan ditempat e. Berduaan antara lelaki dan
sunyi dan tersembunyi perempuan ditempat ramai
c. Berdua-duaan antar lelakidan perempuan
semahram ditempat sunyi dan tersembunyi
4. Bercampurnya leleki dan wanita dalam satu tempat. Merupakan pengertian dari........
a. kontrol diri (mujahadah an-nafs) d. prasangka baik (husnuzzan)
b. zina e. khalwat
c. ikhtilat َو ََل تَ ْق َربُوا ال ِّز َن
5.
Apa arti penggalan ayat diatas......
a. dan janganlah berzina d. dan janganlah melakukan zina
b. dan janganlah mendekati zina e. dan janganlah kamu menyukai
perbuatan zina
c. dan janganlah berbuat zina
6. Siapakah penulis kitab Fathul Qadir........
a. ibnu katsir d. Asy-Syaukani
b. ibnu majjah e. ibnu batutah
c. Quraisyihab
7. Yang dimaksud dengan zina tangan adalah......
a. Zina yang tidak hanya saat d. zina yang terjadi saat salah
muslimin/muslimah berciuman dengan yang seorang muslim/muslimah
bukan mahramnya tapi juga saat seorang melangkahkan kakinya menuju
muslimin/muslimah membicarakan lawan perzinahan.
jenisnya.
b. zina yang dilakukan saat muslim/muslimah e. zina yang dilakukan oleh dua
memandang lawan jenisnya, menatap orang yang bergandengan
matanya dan berlama-lama bertatapan tangan dengan yang bukan
dengannya. mahramnya.
c. muslim/muslihan berangan-angan atau
memikirkan tentang lawang jenisnya.
8. Perbuatan zina yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang belum menikah
merupakan perngertian dari.......
a. Nafsu yang bersumber dari hati dan pikiran d. Nafsu yang mendorong pada
kebaikan
b. nafsu yang mendorong manusia kepada e. Gairu Muḥṣan
keburukan
c. Muḥṣan
9. Apa hukuman bagi pelaku zina Gairu Muḥṣan …. .....
a. Di penjara d. Didenda 100 dinar.
b. Dirajam e. Dinikahkan.
c. Dicambuk 100 kali lalu diasingkan.
10. Menerangkan apakah QS. An-Nur (24): 2 ….
a. kontrol diri (mujahadah an-nafs) d. hukuman bagi pelaku zina
b. zina e. persaudaraan (ukhuwah)
c. Jihad fi sabilillah
11. Apa yang dimaksud pelkau zina muhson …. ..............
a. Pelaku zina yang sudah bertaubat d. Pelaku zina yang setelah
melakukanya dia menikah.
b. Pelak zina yang selalu mengulangi e. Pelaku zina yang tidak mau
perbuatanya. bertaubat walapun dia tidak
melakukan perbuatanya lagi.
c. Pelaku zina yang dilakukan oleh laki-laki
dan perempuan yang mana keduanya sudah
menikah.
12. Apa hukuman yang diterapkan pada pelaku zina muhzon .....
a. Di penjara d. Didenda 100 dinar.
b. Dirajam e. Dinikahkan.
c. Dicambuk 100 kali lalu diasingkan.
aل.َ َس ِّب ْيS َءeساsَ وuَ nش ًةgَ g ِّحuفَاhنnَ كyََ aِانَّ ُهzianratimdaermi bpaewngagkaelahnanacyuartadnisampdin.gsiensiuandgagluahhn..y..a...z.ina adalah
13.
dan kemelaratan perbuatan yang tercelalagi
membahayakan
b. Sesungguhnya zina itu membawa kesialan e. sesungguhnya zina itu adalah
dan kemudahan perbuatan yang keji dan jalan
yang buruk
c. Sesungguhnya zina itu membawa dampak
positif dan negatif
14. ايَلنَِِّّْْ َُّشب ُ َبصَََّوّ ُله َواََُّّلمُلْؤِّمعَلٌَْني ِّهَو َََول َسيََ ََّّْلْ ََِّس ُليَقْز ِّ ِّنحْالَيَّزايَ ِّ ْنْ ِّسِّحُْْقَي قَا َل َأ َِّوِ ُبه َو ُه َُمرْي َْؤِّرمَة ٌَنر َِّوََِ َليضَ ْاَََّّْلُشل ُبَع ْنالُْه َخ َقْماَرَل َع ْن
ِّحْ َي يَ ْز ِّن
يَنََْ ِّت ُُبَا ِّحْ َي أبْ َصا َرُُ ْه ِّفيهَا ِالَ ْي ِّه النَّا ُس يَ ْرفَ ُع ُُ ْن َب ًة ِّر َوايَة َو ََليَنْ ََ ِّت ُب َو ُه َو ُم ْؤِّم ٌن َو َزا َد
)الخاري َو ُه َو ُم ْؤِّم ٌن(رواه
Dalam hadits diatas diterangkan bahwa tidak sempurna imanya apabila melakukan
…......
a. Pezina sedang berzina, peminum khamar d. Pezina sedang berzina,
yang sedang memiminumnya, pencuri yang peminum khamar yang sedang
sedang mencuri, dan merampas hak orang memiminumnya, pencuri yang
lain. sedang makan, dan merampas
hak orang lain
b. Pezina sedang berzina, peminum khamar e. Pezina sedang berzina,
yang sedang tidur, pencuri yang sedang peminum khamar yang sedang
mencuri, dan merampas hak orang lain. memiminumnya, pencuri yang
sedang mencuri, dan merampas
kewajiban orang lain
c. Pezina sedang berzina, peminum khamar
yang sedang memiminumnya, pencuri yang
sedang mencuri, dan merampas hak hewan
lain.
15. Materi apa sajakah yang sudah kita pelajari ….......
a. kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka d. menghindari pergaulan bebas
baik (husnuzzan), dan persaudaraan dan obat-obatan terlarang.
(ukhuwah)
b. Gotong royong, saling membantu, dan e. Zina dan penjelasanya .
patuh.
c. Sabar tolong menolog, dan berbaki kepada
orang tua dan guru.
B. URAIAN
1. Apakah yang dimaksud dengan zina?
2. Tulislah ayat-ayat Al-Quran yang melarang untuk melakaukan perbuatan zina!
3. Sebutkan dan jelaskan macam-macam serta hukuman yang harus diterapkan bagi pelaku
zina!
4. Tuliskan ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang hukuman bagi elaku zina?
5. Sebutkan apa saja hikmah meninggalkan perbuatan zina!
C. Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat......
1. Siapakah penulis kitab Fathul Qadir........
b. ibnu katsir e. Asy-Syaukani
d. ibnu majjah f. ibnu batutah
e. Quraisyihab
2. Yang dimaksud dengan zina tangan adalah......
b. Zina yang tidak hanya saat e. zina yang terjadi saat salah
muslimin/muslimah berciuman dengan yang seorang muslim/muslimah
bukan mahramnya tapi juga saat seorang melangkahkan kakinya menuju
muslimin/muslimah membicarakan lawan perzinahan.
jenisnya.
d. zina yang dilakukan saat muslim/muslimah f. zina yang dilakukan oleh dua
memandang lawan jenisnya, menatap orang yang bergandengan
matanya dan berlama-lama bertatapan tangan dengan yang bukan
dengannya. mahramnya.
e. muslim/muslihan berangan-angan atau
memikirkan tentang lawang jenisnya.
3. Perbuatan zina yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang belum menikah
merupakan perngertian dari.......
b. Nafsu yang bersumber dari hati dan pikiran e. Nafsu yang mendorong pada
kebaikan
d. nafsu yang mendorong manusia kepada f. Gairu Muḥṣan
keburukan
e. Muḥṣan
4. Apa hukuman bagi pelaku zina Gairu Muḥṣan …. .....
b. Di penjara e. Didenda 100 dinar.
c. Dirajam f. Dinikahkan.
d. Dicambuk 100 kali lalu diasingkan.
5. Menerangkan apakah QS. An-Nur (24): 2 ….
b. kontrol diri (mujahadah an-nafs) e. hukuman bagi pelaku zina
c. zina f. persaudaraan (ukhuwah)
d. Jihad fi sabilillah
6. Hubungan badan antara seorang laki-laki dan perempuan tanpa melalui pernikahan
merupakan pengertian dari......
b. kontrol diri (mujahadah an-nafs) e. prasangka baik (husnuzzan)
d. zina f. persaudaraan (ukhuwah)
e. jihad fi sabilillah
7. Terdapat dalam surat berapa ayat tebntang laranga berzina….
b. QS. al-Isrā’[17]: 32 e. Al-Anfal (8) : 72
d. Al-Hujurat (49): 12 f. Q.S. Al-Hujurat (49): 10)
e. QS. al-Qiyāmah [75]: 2
8. Apakah yang dinamkan khalwat.......
b. Berdua-duaan sesama lelaki ditempat sunyi e. Berdua-duaan anatara lelaki dan
dan tersembunyi perempuan yang bukan mahram
ditempat sunyi dan tersembunyi
d. Berdua-duaan sesama perempuan ditempat f. Berduaan antara lelaki dan
sunyi dan tersembunyi perempuan ditempat ramai
e. Berdua-duaan antar lelaki dan perempuan
semahram ditempat sunyi dan tersembunyi
9. Bercampurnya leleki dan wanita dalam satu tempat. Merupakan pengertian dari........
b. kontrol diri (mujahadah an-nafs) e. prasangka baik (husnuzzan)
d. zina f. khalwat
e. ikhtilat َو ََل تَ ْق َربُوا ال ِّز َن
10.
Apa arti penggalan ayat diatas......
b. dan janganlah berzina e. dan janganlah melakukan zina
d. dan janganlah mendekati zina f. dan janganlah kamu menyukai
perbuatan zina
e. dan janganlah berbuat zina
aل.َ َس ِّب ْيS َءeساsَ وuَ nش ًةgَ g ِّحuفَاhنnَ كyََ aِانَّ ُهzianratimdaermi bpaewngagkaelahnanacyuartadnisampdin. gseinsiuandgagluahhn..y..a...z.ina adalah
11.
dan kemelaratan perbuatan yang tercelalagi
membahayakan
b. Sesungguhnya zina itu membawa kesialan e. sesungguhnya zina itu adalah
dan kemudahan perbuatan yang keji dan jalan
yang buruk
c. Sesungguhnya zina itu membawa dampak
positif dan negatif
12. يََََْووعزُُههِّْنََنوو َُُمأم َِّْْوِؤؤُِِّّبهمم َوٌٌننُه َ(ُمَرْيوْرََؤ ِّرزومَةااهٌَدَنرا َِِّّلروَِخََوااَلييضََرةْاَْيَََّّ)ولُش َلَُليبََنعْ ََْناِّلْتُه َخُ َقْبماَرَُُلْن َب ِّقَحًةاْ ََيَليْرافَيَلُعنَِِّّْْاَُّلشبنَّاُ َُبصََسَّوّ ُِالهلََْيواَِّهَُّّلمُ ِّلفْؤيِّهَمعَالٌَْنيأبِّْهََو َََصولا ََرسيََََُُّّْْلْه ََِّس ُِّلحيَقْْ َزيِّ ِّنحيَنْْالَََيِّتَّ ُزُايبََ ِّاْنْ ِّسِّحُْْقَي
Dalam hadits diatas diterangkan bahwa tidak sempurna imanya apabila melakukan
…......
f. Pezina sedang berzina, peminum khamar e. Pezina sedang berzina,
yang sedang memiminumnya, pencuri yang peminum khamar yang sedang
sedang mencuri, dan merampas hak orang memiminumnya, pencuri yang
lain. sedang makan, dan merampas
hak orang lain
g. Pezina sedang berzina, peminum khamar f. Pezina sedang berzina,
yang sedang tidur, pencuri yang sedang peminum khamar yang sedang
mencuri, dan merampas hak orang lain. memiminumnya, pencuri yang
sedang mencuri, dan merampas
kewajiban orang lain
h. Pezina sedang berzina, peminum khamar
yang sedang memiminumnya, pencuri yang
sedang mencuri, dan merampas hak hewan
lain.
13. Apa yang dimaksud pelakau zina muhson …. ..............
b. Pelaku zina yang sudah bertaubat e. Pelaku zina yang setelah
melakukanya dia menikah.
c. Pelak zina yang selalu mengulangi f. Pelaku zina yang tidak mau
perbuatanya. bertaubat walapun dia tidak
melakukan perbuatanya lagi.
d. Pelaku zina yang dilakukan oleh laki-laki
dan perempuan yang mana keduanya sudah
menikah.
14. Apa hukuman yang diterapkan pada pelaku zina muhzon .....
a. Dipenjara d. Dipenjara
b. Dirajam sampai meninggal e. Dinikahkan
c. Dicambuk 100x dan diasingkan
15. Materi apa sajakah yang sudah kita pelajari ….......
d. kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka i. menghindari pergaulan bebas
baik (husnuzzan), dan persaudaraan dan obat-obatan terlarang.
(ukhuwah)
e. Gotong royong, saling membantu, dan j. Zina dan penjelasanya .
patuh.
f. Sabar tolong menolog, dan berbaki kepada
orang tua dan guru.
URAIAN
1. Apakah yang dimaksud dengan zina?
2. Tulislah ayat-ayat Al-Quran yang melarang untuk melakaukan perbuatan zina!
3. Sebutkan dan jelaskan macam-macam serta hukuman yang harus diterapkan bagi pelaku
zina!
4. Tuliskan ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang hukuman bagi elaku zina?
5. Sebutkan apa saja hikmah meninggalkan perbuatan zina!
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN SLEMAN
MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 SLEMAN
Jl. Magelang Km.4 Sinduadi Mlati Sleman 55284 Telp./Fax. (0274) 513613
DAFTAR HAFALAN KELAS XI PK
MAN 3 SLEMAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020
KELAS/PROGRAM : XI PK
WALI KELAS : M. Fauzan BS, S.Ag
NO NO. NAMA SISWA L/P Hafalan
INDUK
٣٢:ﺳراء٢ﻻ:اﻟﻧور
1 6025 AHMAD NUR ASTHA IQTAROBA L AA
2 5900 ANUNG SYAFIQ NUGROHO L AA
3 6027 APRILLIA AYU PRASTIWI P AA
4 6028 ARYA SHENDY VERNANDA L AA
5 6029 AURA SAFILADYA P AA
6 6030 BELA PUTRI ANDINI P AA
7 6031 BERLIANINGTYAS ALVICKA SARI P AA
8 6032 DHIMAS RIZKY NUR FIRMANSYACH L AA
9 6033 DZULFIQAR AFIF AL GHIFARI L AA
10 6034 ELSA FADHILAH ARINTA DEWI P AA
11 6036 HAFIDH AHMAD HARITAMA LAB
12 6037 IMELDA NATASYA P AB
13 6038 ISWAHYUDI L AB
14 5976 LUTHFI AINUR RADIKSA P AA
15 6039 MUHAMMAD AFFAN ROUF SALAFI L AB
16 6040 NAILI NURUL AQILAH P AA
17 6041 NOVENDRA MUSTAKA FADIL LAB
18 6042 NUR LUTHFI MUHAMMAD IRAWAN ABUKASIM L AB
19 6043 NURJIHAN RIZKHITA FEBRIANI P AA
20 6044 RAIHAN SURYA KUSUMA L AB
21 6046 REZA WILDANI MUHTAR L AB
22 6047 RIFQI ANDIKA MAULA FATAHNA L AB
23 6048 SAFA CALLISTA TSANY P AB
24 6049 SEKA ANGON DAMAYASHA P AA
25 6050 SHELLA AMALYA PUTRI CAHYANINGTYAS P AB
26 6051 WILDAN FAQIH MUMTAZ L AA
27 6052 YUSUF KUNTOWIJOYO L AB
Keterangan :
A : apabila hafal arti dan ayatna dengan benar
B : apabila hafal ayat tetapi tidak hafal artinya
C : apabila hafal sebagian
D : tidak hafal sama sekali
Sleman,
Waka Kesiswaan
Supri Madyo Purwanto, S.Pd
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN SLEMAN
MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 SLEMAN
Jl. Magelang Km.4 Sinduadi Mlati Sleman 55284 Telp./Fax. (0274) 513613
DAFTAR PENILAIAN KELOMPOK DAN INDIVIDU KELAS XI
BAB III MATA PELAJARAN QURAN HADITS
MAN 3 SLEMAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020
KELAS/PROGRAM : XI PK
WALI KELAS : M. Fauzan BS, S.Ag
NO ANGGOTA KELOMPOK MATERI DISKUSI AFEKTIF PENGUASAAN ASPEK PENILAIA
KELOMPOK MATERI PERANGKAT
B PRESENTASI
AHMAD NUR ASTHA IQTAROBA B
B A
BERLIANINGTYAS ALVICKA SARI Definisi perbuatan B
A A
DZULFIQAR AFIF AL GHIFARI zina dan B
A
I NOVENDRA MUSTAKA FADIL menuliskan dalil B
tentang larangan B
IMELDA NATASYA C
ISWAHYUDI berzina serta B
NAILI NURUL AQILAH penjelasan ayatnya.
SEKA ANGON DAMAYASHA B
ANUNG SYAFIQ NUGROHO B
APRILLIA AYU PRASTIWI B
BELA PUTRI ANDINI menyebutkan B
II DHIMAS RIZKY NUR FIRMANSYACH macam-macam B
zina, penjelsan dan B
LUTHFI AINUR RADIKSA hukumanya serta
MUHAMMAD AFFAN ROUF SALAFI ayatnya. B
SAFA CALLISTA TSANY B
WILDAN FAQIH MUMTAZ B
ELSA FADHILAH ARINTA DEWI B
HAFIDH AHMAD HARITAMA B
NUR LUTHFI MUHAMMAD IRAWAN ABUKASIM Menyebutkan B
NURJIHAN RIZKHITA FEBRIANI hikmah B
B
III meninggalkan
RAIHAN SURYA KUSUMA perbuatan zina dan
REZA WILDANI MUHTAR penjelasan hadits B
SHELLA AMALYA PUTRI CAHYANINGTYAS B
B
YUSUF KUNTOWIJOYO
N
513613
I PK
AN EMPATI CATATAN
TIM
WORK
kurang
C C memperhatikan
kelompok lain saat
presentasi
kurang
B B memperhatikan
kelompok lain saat
presentasi
kurang
B B memperhatikan
kelompok lain saat
presentasi