pertempurrn, ooclra saplhak BeEtda merfaryar apa yang telah
disepakatl dalam perundlngnn fiEgarl*i ini. Tenatrrya pada
tanggal 27 Jull 1947, Belanda ndahdr n lembali se rangannya
terhadap Indoncsla yang dllsd dergnt nama Agrai Militer
Belanda I.
Mellhat gclagat yang rnemrE&t dan' paslkan Belanda
yang ada dl Indonesla, pemerililt Indme*a iuga ffiak tinggal
diam. Waktu perundlngan lnl Juga dtnafadran oleh tndonesia
untuk melakukan berbagal lolpEdaS dengan tentam-tentara
pTaednatHrarlnsn1a9{n5,ndllRmarlgqnant islaars4igmseenmjaudlai
yang dimlllklnya (TKR).
hanya memlllkl 16 dlvlsl
10 divisl dengan nama Tenfa Rebree lrdonesia GRI). Tiga
divisi ditempatkan dl Sumatra drrt7 Diui$ berEda di Jawa. Untuk
mengorganisasl semua kdarfrt Eilara di daerah menjadi
kekuatan tentara nasional, mafa diphdon @a tanEgal 3 Juni
p1947 semua badan kelaskaran ada daNam tubuih Tentara
SrRebuplik Indonesia dilebur rrufitfi
dengnn narna Tentara
Nasional Indonesia (TNI). lcitt1Fur ilf dfirinfa dapat hrealisasi
dengan baikpada akhirtahun llY[9,-
dibentulatya TctEa l@rnanan
Sejak awal Raklaq di
telah terbent*silr Tenhra
lGresidenan Kedu Keamanan
Raky'at dibawah pimpinan aolond Snttini. S#ah direorganisasi
kedalam TRI, resimen Sarbini bentah Eenitda resimen 19 dalam
Brigade Nusantara, divisi III Uitmqso. Resirnen 19 pimpinan
Sarbini ini memiliki 4 batalyul 3 bdyur berkedudukan di
Magelang dan satu batalyon
di Huntilan. Batalyon I
dalam resimen 19 ini dipimph okfr ilaror Soeryosoempeno,
batalyon II dipimpin mayor l(Git bdyolt Itr dipimpin Mayor
Achmad Yani, batalyon IV dilrirqft I'lryr SmwibMardjoko dan
Batalyon V dipimpin oleh llayu Abd{ tqadfrd. Selain itu diluar
Resimen 19 Magelang terdapat irga berbagni kdaskaran )rang
tupada tahun 1946 dikoordina$lan olcft
fui:Resimen Tidar. Resimen ini Er&i ffiuangan menjadi
Iffi rffiSabi I lil Ia h, Barepi, Persindq BPRL lrekar Hisbullah,
l@Pada tahun 192+6 di dan lain-lain.
ilagdang ditbeUklah Tentara
s#*eMryhy
Pelajaryang beranggotakan seluruh pelajaryang berada di Magelang
dengan kekuatan satu kompi dan tergabung dalam batalyon 300
tentara Pelajar Yogpkarta. Disamping itu terdapat pula Tentara
Genie Pelajar C[GP) yang dibentuk pada tahun L947 dan
beranggotakan pelajar dari Sekolah Teknik (ST) Magelang dan
Muntilan. Tentara ini tergabung dalam kompi IV TGP Yogyakarta.
Sedangkan pada tahun 1948 Tentara Nasional Indonesia
mengadalon reorganisasi dan rasionalisasi dengan tujuan untuk
lenih mengefisien dan mengefektifkan kerja sebagai angkatan
perang nasional.
Dalam rangka reorganisasi dan rasionalisasi ini divisi Ii, III serta
kesatuan lascar dan Tentara Iaut Rebuplik Indonesia di Kedu di
gabung menjadi satu dibawah pimpinan Kolonel Bambang Sugeng.
Dibawah pimpinan Letkol Pmnotq resimen TNI di Magelang diubah
mejadi bagian dari Brigade II, Divisi I yang terdiri atas empat
batalyon mobil yaitu; Batalyon I dipimpin oleh Mayor Achmad Yani,
Batalyon II dipimpin oleh Soerjosoempeno, batalyon III dipimpin
oleh Daryatmo dan batalyon IV dipimpin oleh Mayor Panoejoe. Pada
tanggal 19 Desember 1948 Belanda mengingkari peflanjian yang
telah disepakati dan melancarkan agresi militer secarc besar-
besaran. Pada walGu itu ibukota Yogyakarta diduduki Belanda,
Presiden dan wakil prcsiden serta sejumlah menteri Rebuplik
Indonesia menjadi tawanan Belanda. sebelum tertawan Presiden
telah memberikan mandat kepada Mr. $Briffudin Prawiranegara di
Sumatera untuk membentuk Pemerintahan Darurat Rebuplik
Indonesia (PDRI).
1. StraEgi Peftanahan TNI.
Untuk menghadapi agresi Belanda II tersebut, beberapa bulan
sebelumnya TNI telah berhasil menyusun satu strategi pertahanan
yang tertuang pada Perintah Siasat No. l yang berisi:
a. TNltidakakan melakukan pertahanan lini
b. Bila musuh menyerang, tugas pertama adalah
memperlambat kemauan musuh, kemudian bumi hangus
kota dan pengungsian total.
S3iarafilhk Magekng
c. TNI kcmudlan membentuk basis gerilya di kompleks
pegunung!n serta membentuk pemerintahan
mlllter/gerllya yang totallter disebut Wehrkreise
d. TNI yang berasal dari daerah federal (pendudukan
Belanda) dlwaJlbkan menyusup kembali ke daerah
asalnya.
Perintah slasat lnl hakekatnya adalah perinah mengorbankan
perang gellya. Dalam perang ini rakyat mengambil bagian aktif
dan turut sefta bertanggungJawab aHs tercapainya kemenangan,
karena itu perang lnl dlsebut pula sebagai Perang Rakyat. Dalam
sistem pertahanan Wehrkreise, daerah pertempuran di Jawa
dibagi dalam lingkaran-lingkaran (bahasa Jerman=kreise) yang
mampu mengadakan peftahanan (bahasa =wehr) yang berdiri
sendiri, disebut Wehrkreise. Tiap Wehrkeise (Wk) dipegang oleh
satu brigade TNI yang luas wilayahnya kira-kira meliputi satu
daerah karesidenan. Jawa Tengah, di masa agresi Belanda II,
dibagidalam dua wilayah; Guberbur militer/Divisi II dan Gubernur
Militer/ Divisi III. Wilayah Gubernur Militer/Divisi III dipimpin oleh
Gubernur Militer/Panglima Divisi Kolonel Bambang Sugeng
dengan wilayahnya meliputi lGresidenan Banyumas (Wk I) Kedu
(Wk II) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Wk III). Di karesidenan
Kedu dipimpin oleh Brigade 9 Letkol Achmad Yani, yang terbagi
dalam 7 sub- Wehrkreise (SWk) dan masing- masing dipimpin oleh
komandan batalyon.
Kabupaten Magelang terbagi menjadidua SWkyang meliputi
SWk 295 dipimpin oleh Mayor Soeryosoempeno dengan wilayah
kecamatan Teagalrejo, Grabag dan Bandungan. SWk 297 dengan
pimpinan komandan SWk Daryatmo meliputi daerah kecamatan
Muntilan, Salam dan Salaman. Dengan demikian landasa Perintah
siasat No; l tersebut, TNI dan rakyattelah siap menghadapi agresi
Belanda II dengan mengobarkan Perang Rakyat semesta dan
perang-perang gerilya yang militan. Dengan taktik Perang Gerilya
yang dimilikisebagai berikut: dimana musuh kuat kita menyingkir,
dimana musuh lelah kita imbangi dengan kemajuannya, dimana
musuh lengah kita serang dan dimana musuh lemah kita
hancurkan.
Sgaru61<ota Tvkgefng
2. Serangan Belanda.
Pada tanggal 21 Desember 1948, kota Magelang mendapat
serangan dua arah dari tentara Belanda, tepatnya dua hari
setelah tentara Belanda berhasil menduduki Yogyakarta.
Serangan pertama datang dariarah Gombongke Purworejo terus
menuju ke Magelang oleh Brigade W. Sedang n serangan ynag
kedua dilancarkan oleh Brigade T bergerak dari arah Yogyakarta
menuju Muntilanterus masuk ke Magelang. Serangan yang
dilaku n oleh Belanda ini berada diluar dugaan dari TNI. TNI
memperkirakan Belanda akan melakukan serangan dari arah
utara yaitu dari daerah Pingit. Dalam menghadapi serangan
Belanda ini TNI sengaja tidak membalasnya dengan serangan
frontaN, tetapi TNI berusaha mundur untuk melakukan strategi
perang gerilya dengan bermarkas di kompleks Gunung Sumbing.
Bersarnaan dengan mundurnya pasukan TNI, kondisl bangunan
raJepang di Magelang juga telah dibumihanguskan terlebih dahulu
oleh t.
olehPasukan pendudukan Belanda di Magelang dikomandani
kol Van Santen yang berkekuatan 3 batalyon dari
batalysn W dan batalyon KNIL anjing NICA. Van Santen terkenal
sangat kejam dalam melakukan pembersihan di pelosok
kompleks Sumbing. Pembersihan ini umumnya dilakukan pada
malam hari. Bulan April 1949, akhirnya pasukan ini digantikan
oleh pasukan Gajah Merah yang kurang kurang aktif. Kemudian
pada bulan Mei pasukan ini digantikan lagi oleh Macan Loreng
dari rigadeT.
Pada tanggal 22 desember 1949 pesawat pengintai milik
Belanda berhasil ditembak Jatuh di lGliangkrik oleh pasukan
Siliwarlg! yang sedang melakukan Long March ke Jawa Barat.
pesawat ini terbakar dan menewaskan semua awak pesawatnya.
Mendengar berita ini pasukan Belanda melakukan penyisiran
dengan melakukan penembakan di daerah Kaliangkrik selama
beberapa jam. Peristiwa penembakan yang dilakukan Belanda
ini menewaskan 3 orang penduduk, satu orang BPRI dan dua
orang OPR. Pada malam harinya pasukan Belanda yang berada
di Kaliangkrik ini mendapatkan serangan dari pasukan Hisbullah
SgnaiKohWr@
dan pemuda. Dalam lnslden lni menewaskan dua orang pemuda
danbeberp! orang Belanda. pada bulan yang sama pasukan
Belanda Juga mclakukan pembersihan diseda Genito yang
merupakan markas gerllya pertama kali Letkol Sarbini dan
beberapa stafnya sepertl Residen Salaman, Bupati Yudodibroto,
dan Kepala Pollsl SuhardJo.
Serangan yang dllakukan Belanda pada tanggal 31
Desember 1948 dl desa Genito ini didahuli dengan konnade,
serangan udara kemudlan disusul serangan infanteri. Dalam
insiden inl sedlkltnya Sembilan orang dari TNI gugur diantaranya
Lettu Subandl, enam orang penduduk serta menghancurkan
rumah-rumah penduduk. Dalam serngan Belanda yang kedua di
desa Genlto pada bulan Februari 1949 pasukan Belanda
dihadang oleh pasukan Ateng di Banjarsari dekat Kali progo,
yang menewaskan dua orang pasukan Ateng, dua orang
Tentara Pelajar. Pada tanggal 4 Februari 1949 Belanda juga
menyerang desa Sumber sebelah selatan kabupaten Magelang.
dalam serangan membabi buta Belanda ini menewaskan 27
orang penduduk yang tidak bersalah. Sedangkan pada tanggal
t7 Februari, pasukan ini bergerak melakukan pembersihan
didesa Kedawung dan sindutan kecamatan Pejagoan. Tiga orang
gerilyawan tewas, lima orang menjadi tawanan dan sejumlah
rumah penduduk terbakar. Lima hari berikutnya pasukan
Belanda melanjutkan perjalannya dengan melakukan
pembersihan di desa Blacih yang menewaskan 7 orang
penduduk sedang di sesa Sembung menewaskan lima orang
penduduk.
Desa Balekerto yang berjarak 10 sebelah barat Magelang
merupakan desa-desa yang mengalami kerusakan amat parah
akibat berbagai serangan yang dilakukan Belanda dengan
menwaskan beberapa penduduk yang tidak perdosa. Serangan
Belanda yang terjadi pada tanggal8 februari 1949 didesa Pduroso
menewaskan 12 anggota TNI dan 7 ornag penduduk desa. Pada
tanggal 28 Februari pasukan Belanda kembali menyeranag
Balekerto yang terbagi menjadi dua koloni. Separoh koloni
menyerang arah utara Balekerto dan separoh koloni
Dmenyeriang rebela h Timur Balekerto.
lain yang sering mendapat sasaran aksi penembakan
Belanda adalah desa Cokro di Grabag yang berjarak sekitar 20
km kearah Timur laut Magelang. Patroli Belanda I di daerah ini
terjadi pada tanggal 1 Februari 1949 dengan rnenawan dua
raorang TNI dan membunuhnya dengan keji di muka umum.
TangEal 17 Februari t desa merencanakan akan merusak
jembatan BmngkalSecang. Rencana itu akan dilaksanakan pada
malarn hari sekitar pukul 20.00. tetapi tanpa diketahui pasukan
Belanda telah berada di jembatan itu. Setelah terjadi tembalc
menernbak rakyat mundur dan sampai di desa donoloyo sekitar
jam O,$.fi!.
Basis gerilya dilereng Gunung Merbabupun tidak luput dari
serangan Belanda. Sebagai komandan wehrkreise letkol Ach mad
Yaniyang semula berada dikompleks Sumbeng bersama dengan
Letkol Sarbini cs. Tetapi setelah daerah ini diobrak-abrik oleh
pasukan Belanda, Pak Yani dan Pasukannya pindah ke kompleks
Merapi-Merbabu. Sedangkan Pak Sarbini dan pejabat sipil
lainnya pindah ke daerah selatan Wonosobo yang lebih aman.
Anak buah Pak Yani bergerak di daerah Timur IGli Elo
diantara adalah lGmpi Sarwo Edhi Wibowo. Dengan
markasnya yang berpindah-pindah antara lain seperti di
Candimulyo, Tegalrejo, Petung, Kebonharjo dan sebagainya. Di
desa Tampir Kulon kecamatan Candimulyo, TNI melakukan
penyerangan terhadap pasukan Belanda.dalam peristiwa ini
mene'*rraskan enam orang anggota TNI dan 14 orang penduduk
setempat.
Pertempuran melawan Belanda juga terjadi di desa
Girimulyo dekat tempat peristirahatan Kopeng. Satu lascar
Hisbullah melakukan penyerangan terhadap satu pos Belanda di
Magelang. Setelah melakukan serangan mereka kembali ke
basisnp di desa Geger dan beristirahat di masjid. Tanpa
diketahui oleh lascar Hisbullah pasukan Belanda mengikutinya.
Dan setelah lascar Hisbullah lengah pasukan Belanda
menyergapnya sehingga menewaskan 10 orang anggota lascar
Hisbullah.
Di kecrmrtrn Prklr pada tanggal 15 Februari 1949 Letkol
Sudjono tertangkap olch KNIL anJlng NICA. Setelah serdadu
tersebut lcngah SudJono berusaha meloloskan diri tetapi
terjatuh kaklnya tcruungkur dlpagar. Pada saat itu serdadu KNIL
lalu menembaknyr. Nama dr. SudJono ini diabadikan menjadi
nama RSST Magclang. DI desa Petung merupakan basis dari
SoeryosoempGno dan lGpten Sarwo Edhie pernah juga
mengalaml serangan oleh pasukan Belanda. Di desa Ngantunan
tempat kedudukan Letkol A,Yani pernah juga di serang oleh
Belanda dengan menewaskan dua orang penduduk.
Dl desa Parlpurna Salaman, sebelah selatan Magelang juga
mendapatkan pemberslhan oleh pasukan Belanda. pada tanggal
4 Januarl 1949, Belanda menyerang kedudukan TNI dan
menewaskan seorang anggota TNI dan empat orang pager desa.
Di desa Srumbung, tiga rumah dibakar, dua orang penduduk
ditembak dan satu orang TNI gugur oleh serbuan Belanda. Di
desa Pucanganom tujuh orang ditembak belanda, enam orang
penduduk dan seorang TNI.
Pengorbanan rakyat bagi perjuangan dapat diambil contoh
dari peristiwa dukuh jonggran desa Sukorejo bulan Februari
1949. Seharisebelum kejadian tersebut rumah pak Hardjodinojo
ditumpangi menginap oleh satu regu pasukan geriffa. Kejadian
ini sudah bisa dilakukan di rumah Hadjodinojo ini. Para
gerilyawan boleh menginap dan beristirahat serta makan apa
adanya disini. Tetapi kali ini Belanda mengetahui-nya, keesokan
harinya rumah ini mendapat pengepungan dari pasukan
Belanda. Ia belum menyadari situsi mengancam dirinya,
sepulang dari kebun sesampainya didepan rumah ia ditembak
oleh serdadu. Kemudian rumahnya diberondong senjata dan
dibakar yang mengakibatkan semua orang yang berada dalam
rumah tersenut tewas seketika.
Jumlah korban rakyat dan pemuda yang terbesar derada di
inidaerah Mungkid. Di kecamatan sering kali terjadi
pembersihan oleh pasukan Belanda. dengan jumlah korbannya
meliputitujuh orng TNI, dua orang Polri,34 orang rakyat, dan24
orang pemuda. Sedangkan di kecamatan dukuh jumlah
Sgata|l<oh@tU
korbannya mencapai 35 orang. Di Ngular pada tanggal 21 Januari
1949 seorang Belanda telah membalor 62 rumah rakyat di desa
Gesikan, 4 orang penduduk mati ditembak. Di Bandungan dua
pengungsi, dua penduduk, empat Tni dan seorang polisi dibunuh
da[n berbagai peristiwa. Di desa Wonorejo lima orang rakyat
ditembak secara keji oleh Belanda. lembatan kali Progo yang
berada di sebelah barat kota Magelang merupakan saksi bisu
berapa banyak rakyata dan TNI yang dihabisi nyawanya oleh
serdadu Belanda.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa gerakan pembersihan yang
dilakukan Belanda ini banyhak meminta korban dari rakyat tetapi
tidak bisa menundukkan semangat dari para gerilyawan.
Banyaknya pembersihan yang dilakulon oleh Belanda tidak
menyurutkan semangat para gerilyawan, tetapi malah
mengobarkan .semangat bertempur mpreka untuk mengusir
Belanda dariMagelang.
3. Perlawanan Gerilya
TNI di Magelang Memilih IGmpleks Sumbing sebagai basis
gerilya dan pemerintahan gerilya. Bersama TNI ikut pula mundur
ke daerah para pejabat pemerintahan sipil sepefti Mr. KRT
Wongsonegoro, Gubernur Jawa Tengah, Residen Salamun, Bupati
Yudodibroto, Walikota MukahaE Patih Sumarsono dan para
pegawai negeri lainnya. Mereka ikut berjuang bersama TNI hingga
berakhirnya perang.
Diluar TNI brigade 9 juga ikut aktif bergerilya bersama
kesatuann lain seperti: Mobrig pimpinan Nurhadidan F. Supangat
pasukan Arteleri pimpinan Letnan Ateng Yogasara, pasukan
Hisbullah pimpinan T. Ardani, Asnawi dan Sundhaji, pasukan TP
pimpinan Agus Sumarno, paukan TGP pimpinan Sukirno, pasukan
BPRI dan lain-lain. Kesatuan kecil TNIyang banyak disebut-sebut
penduduk adalah pasukan IGpten Dulhadi, Kapten Sarwo Edhie,
lGpten Ery Su pardja n, lGpten Sugiarto dan Letnan Anton.
Pemegang pemerintahan militer di daerah Kedu, pejabat Sub
Territorial Comando (STC)adalah Letkol Sarbini, sedangkan
Pejabat MDM nya adalah Mayor Murdiman. Tempat kedudukan
para pemlmpln tersebut berpindah-pindah seperti di Genito,
BanjareJo,BalereJo Kallangkrik dan Iain-lain. Letkol Sarbini yang
9semula menJabat Komandan Wk lllBrigade kemudian
menjadat dl STC. Jabatan Letkol Sarbini sebelumnya ini
dikemudlan dlgantlkan oleh Letko! Achmad Yani yang semula
berbasis dl Iereng Tlmur Gunung Sumbing. Tetapi setelah
mendapat serangan darl Belanda Achad yani berpindah ke
kompleks Gunung Merapl-Merbabu.
Secara Geografls peranan posisi Wk II Kedu sangat penting
karena menJadl poros Dlvisi III dalam operasi perlawanan
terhadap Belanda yang berbasis di Semarang. Selain itu juga
memutus perhubungan musuh di Semarang dan daerah
Yogyakarta dan menghancurkan Belanda di daerah Wk II Kdu
sendiri. Tepat sepuluh hari penyerbuan Belanda di Magelang
keluarlah Surat Perlntah Siasat Panglima Divisi III, Kolonel
Bambang Sugeng yang ditujukan kepada ketiga Komandan Wk
diwilayahnya untuk melakukan perlawanan serentak dan
sehebat-hebatnya agar menimbulkan suasana pemberontakan
terhadap kekuasaan Belanda, Hal ini dimaksudkan untuk
menarik perhatian Iua[ membantah kebohongan keterangan
sBeelleasnadiadyaanngTNmIenteglaathakdainhabnachuwrakaonp.eKraastiamPialitnegrlimameraek*a....t.eklaitah
harus membuktikan dengan gerakan-gerakan yang nyata,
bahwa tenaga kita 90o/o masih berdiritegak".
Tanggal 5 Januari 1949 aKivitas gerilya RI di Magelang
mulai berkobar dengan membakar sebuah gudang pakaian
Belanda di Kramat menjadi sasaran gerilyawan. Dalam sasaran
ini mereka berhasil membongkar gudang dan mengangkut
pakaiandari gudang mengunakan truk srobotan. Tetapi usaha ini
menjadi gagal setelah ditengah Jalan kepergok oleh patrol
Belanda.
Tanggal 21 lanuan L949, TGP pinmpinan Wahjono sekitar
jam 21.00 melakukan penghadangan terhadap patrol Belandadi
dukuh Krakitan Kecamatan Salam. Dengan menggunaka bom
tarik, pasukan TGP berhasil meledakkan sebuah panser Belanda
bersama Sembilan serdadu Belanda. Patroli Belanda sisanya
membalas menembak dengan cepat dan mengakibatkan seorang
anggota TGP bernama Supono gugur. lGesokan harinya Belanda
melarnpiaskan kemarahannlra dengan membakar 44 rumah
penduduk yang berada di sekr'br.
Berdasarkan surat Perintah yang dikeluarkan dari Divisi III
8pada tanggal Februari 1949yang rnemerintahkan semua
komandan Wehrkreise II di Kedu unfuk melakukan serangan-
serangan terhadap objek lawan. Serangan ini bertujuan untuk
mengikat perhatian dan kesatuan Belanda di Magelang agar
pasukan tersebut tidak bisa memberi bantuan pasukan Belanda di
Yogyakarta. Sebab menurut rencana pada tanggal 25 Februari
sampai 1 Maret 1949 pasukan TNI akan melakukan serangan
umum terhadap kedudukan pasukan Belanda di Yogyakarta.
Sesuai dengan perintah tersebut dalam pertengahan bulan
Februari dan awal bulan Maret 1949 aktivitas gerilyawan semakin
di tinglotkan. Di Gombong pada tanggal 29 Februari 1949 tangsi
Belanda di sercng dan tiga gedung dikota tersebut dibakar. Pada
tanggal 22 Februari 1949 pasukan Belanda di Beseran diserang
oleh pasukan gerilyawan. Hasilnya 16 tentara Belanda tewas,
sedang di pihak gerilyawan 6 orang gugun Pada tanggal 27
Februari 1949 para geriyawan berhasil menyergap patrol Belanda
di Jalan Raya Blabag, Hasilnya sebuah Jeep Belanda Rusak dan
sepucuk senjata oven-gun Belanda dirampas. Di Magelang pada
dalamtanggal 28 Februara L949, para gerilyawan R[ melakukan aksi di
Magelang dan menimbulkan pertempuran di sekitar
kampong Bayeman dan Jagoan. Di Jalan Bayeman pasukan TP
mengambil stelling di kuburan $sekarang menjadi gereja Kristen)
berhasil menyergap patrol Belanda. hasilnya sebuah truk Belanda
rsak dan sejumlah penumpangnya tewas. Peristiwa ini diperingati
dengan memberi nama jalan Bayeman rnenjadi Jalan Tentara
Pelajar dan di sebuah simpanag sudut sipang tiga didirikan sebuah
patu ng Tenta ra Pelaja r.
Tanggal 1 Maret 1919 Letkol Suharto di Yogyakarta
melancarkan serangan umum besar-besaran di Yogyakarta
sgwnfrI<ohW@
selama enam lrm. Scrangan lni mempunyai maksud politis untuk
dimendukung pcrJuangan dlplomasi RI PBB dan secara
psikologls mcnlmbulkan kembali kepercayaan rakyat pada TNI
dan memberlscmangat bagl para gerilyawan didaerah lain, Pada
hari yang sama dl dckat Gombong satu pasukan gerilyawan RI
menyergap konvol Belanda. Hasilnya dua truk Belanda dan
konvoinya hancur sedangkan dlpihakgerilyawan 14 orang gugur.
Tanggal 5 Maret 1949 gerllyawan berhasil menghancurkan
sebuah truk dan menewaskan dua orang Belanda . tiga hari
kemudian sebuah truk belanda bersama penumpangnya
meledak terkena ranJau darat. Dalam penghadangan di Mungkid
pada tanggal 23 Maret 1949 dua truk belanda berhasil dirusak.
Penghadangan dl Blabag tanggal 27 Maret 1949 berhasil
merusak dua buah truk Belanda, tatapi para gerilyawan kehilang
sebuah stegun dan sebuah pistol.gerilyawan RiI di daerah
Grabag dlplmpln oleh Mayor Soeryosoempeno yang ikut aKif
melancarkan serangan terhadap pasukan Belanda yang ada di
kota tersebut. Serangan pertama yang dilancarkan pada tanggal
11 Maret 1949 kurang berhasil. Serangan tersebut diulangi lagi
pada tanggal 2 April 1949 mengakibatkan 23 orang serdadu
Belanda tewas. Sedangkan di pihak gerilyawan seorang gerilya
tewas dan sepucuk senjata hilang. Serangan terbesar berikutnya
di daerah ini terjadi dilakukan oleh Batalyon Soeryosoempeno
dengan kekuatan empat kompi. Pada masa ini Belanda
mendatangkan bala bantuan dari Magelang lewat jalan kereta
api. Di luar kota bala bantuan dari Belanda ini dihadang oleh dua
peleton pasukan gerilya. Hasilnya tiga buah truk dan
penumpangnya berhasil dihancurkan sedangkan dalam kereta
api Sembilan serdadu Belanda tewas. Dimana pada saat itu di
kota Magelang telah terbentuk empat gerakan illegal atau sering
disebut gerilya kota yang masing-masing dipimpin oleh:
a. DoKer Samekto
b. Bowo dan pasukan BW-nya
c. Letnan Edhie yang sehari-hari menyamar sebagai
pegawai societeit tentara Belanda
SgarailakWhU
d. Tohar Musnaffid, seorang mahasiswa dengan pasukan
elang rajawalinya.
Pada setiap kampong mereka mempunyai sel yang
beranggotakan lima orang gerilyawan kota. Mereka bertugas
untuk memelihara semangat republican dikalangan penduduk.
Untuk itu pasukan elang rajawali memiliki sebuah majalah illegal
disebut "Majalah Tidar" yang pembuatannya hanya diketik saja.
Selain itu mereka juga bertugas mengacau kota Magelang dengan
aksi gerifa, mengumpulkan obat-obatan dan berbagai barang
keperluan sehari-hari bagi para gerilyawan di luar kota.
Anggotanya ada yng berasal dari pelajar, pegawai, pedagangkecil
dan penduduk kampong. Beberapa pelajar SMP yang menjadi
anggota Elang Rajawali pernah berhasil menyelundupkan satu
ranjang peluru untuk pasukan Pak Yani. Dalam suatu gerakan
pembersihan didalam kota yang dilakukan oleh Belanda, dr,
Samekto dan Letan Edhie tertangkap dan ditawan di Ambarawa.
Kepolisian Belanda merupakan sasaran empuk bagi para
gerilyawan, dikarenakan mereka penakUt, mudah dibujuk dan
dilucuti. Anggota KNIL yang berada di jalan juga menjadi sasaran
para gerilyawan untuk direbut senjatanya. Aktivitas gerilyawan
pada bulan April L949 makin meningkat. Terbukti dengan waktu
sebulan anggota snipers gerilya telah menembak mati dua dan tiga
orang serdadu Belanda. Sedangkan untuk menganggu
perhubungan Logistik Belanda antara Yogyakarta-Magelang dan
Ambarawa yang biasanya menggunakan kereta api atau konvoi,
dirusaklah rel dan jalan raya-nya oleh para gerilyawan. Pada
tanggal 11 Apri! L949 secara serentak rakyat merusak rel kereta
api dan jalan raya di Blabag. Di secang pada hari yang sama para
gerilyawan juga merDi secang pada hari yang sama para
gerilyawan juga merusak rel-rel kereta api dan tempat
penampungan air yang ada di stasiun.
Tanggal 14 April L949 rakyat melakukan perusakan terhadap
rel-rel kereta api yang di sepanjang Jalan Secang-Brangkal.
Keesokan harinyd rakyat Payaman juga melakukan perusakan
terhadap rel.rel kereta api yang berada di sepanjang Kembangan-
Krentehg, memutus kawat-kawat telfon dan
membakar gcdung tcnun Alhadafi. Keesokan harinya Belanda
membalas dcngan mclakukan pembersihan di daerah Payaman
yang menewarkan Gnlm orang penduduksetempat.
Di dacrah Tbmon pada tanggal 13 April L949, para
gerilyawan mclakukan pcnghadangan terhadap konvoi dan
patro! pasukan Bcbndryang mcnghasllkan sebuah truk Belanda
hancur terkcna ranlau darat yang dipasang oleh para
gerilyawan. Sctlap kckalahan yang dlalami oleh Belanda pasti
akan dlbalas dcngan pcmbakaran rumah penduduk atau
pemberslhan suatu dacrah secarr membabi buta. Hal ini juga
seperti yang Juga terJad! dldaaerah Temon, Belanda
membalasnya dengan membakar tlga rumah penduduk. Dalam
penghadangannya dl Mertoyudan sebuah ranjau darat yang
dipasang oleh paa gerllyawan berhasll manghancurkan
Brancarier dan menewaskan enam serdadu Belanda. keesokan
hari nya Bela nda melaku kan pembersiaha n d idaera h Mertoyuda n
yang mengaklbatkan seorang gerllyawan mengalami luka berat,
enam orang ditawan, satu tekidanto dan lima pucuk senapan
diramapas Belanda dan beberapa rumah penduduk dibakar oleh
Belanda.
Puncak aKivitas gerilyawan pada bulan April ini terjadi pada
saat ulang tahun Ratu lulliana tanggal 30 April L949. Pada saat
itu pasukan Belanda di Magelang mengadakan parade militer di
alun-alun. Dengan senjata mortir TNI menembaki tentara
Belanda yang sedang berparade dan mengakibatkan situasi
menjadi kacau dan tiga orang serdadu Belanda tewas.pada
bulan Mei 1949 penghadangan gerilyawan masih berlanjut
didaerah Nguwet, pada tanggal 5 Mei ini gerilyawan berhasil
menghancurkan sebuah truk Belanda. Lima hari kemudian
penghadangan dilakukan terhadap kereta api dari Magelang
yang sedang membawa pasukan penganti untuk detasemen
Blondo. Hasilnya Iokomotif dan tiga gerbong rusak.
Serangan umum secara besar-besarab tidak pernah
dilakukan di Magelang. Dikarenakan untuk melaksanakan
serangan tersebut persenjataan yang dimiliki para gerilyawan
tidak seimbang bila dibandingkan dengan pasukan Jepang. Di
'1g:arafr?<okUE@
Magelang kesatuan Jepang di dukung oleh kesatuan arteleri dan
karaleri sedanglon di siang hari bisa mendapat bantuan pasukan
udara dari Maguwo. Serangan pesawat co@r merah sangat ditakuti
oleh gerilyawan. Serangan umum secara besar-besaran dinilaisangat
membaoroskan peluru.
Peluru peluru yang dimiliki oleh para gerilyawan jumlahnya
sangat terbatas. Sehingga dalam penggunaanya pun mereka Iebih
efisien apabila digunakan untuk semngan gerilya dengan asas Hit
and Run (menyerang kemudian menghilang). Serangan semacam
inilah yang biasa digunakan oleh para gerilyawan terhadap pos-pos
dan asrama Belanda.
4. Berakhirnya sebuah Peperangan
Seranga n-seranga n geri lya yang d ilaku kan pasuka n Indonesia
dilihat dari strategi politik dan pefluangan mempunyai arti penting.
Ini menunjukkan bahwa eksistensi serilyawan RI masih ada dan
semakin bertambah kuat. Aktivitas ini membuktoikan bahwa
sebenarnya Belanda hanya mampu menguasai daerah kota-kota
saja, sedangkan daerah pedalaman masih dikuasai oleh rakyat
Indonesia. Di daerah pedalaman aktivitas-aktivitas masih berjalan
seperti biasa mulai dari lurah, Camat sampai KOD|4-nya. Patrol
yang dilakukan Belanda di daerah pedalamanan diibaratkan
hanyalah sebuah perahu kesil yang numpang lewat saja. Setelah
mereka Iewat daerah itu menjadi kekuasaan para gerilyawan.
Dalam bidang militer keadaan Belanda makin parah, dibidang
IIpolitilq ofensik politik RI semakin menyudutkan Belanda.agresi
Belanda membawa konsekuensi politik yang justru
menguntungkan posisi politik RI. Di Indonesia Negara boneka
bentukan Belanda seperti Indonesia Timur dan Pasundan
melakukan protes keras. Sedangkan di dunia luar, Negara-negara
bersimpati pada perjuangan RI.
Tanggal 20 Januari 1949 Perdana Menteri India Jawaharlal
Nehru berinisiatif mengadakan konferensi Asia di India yang
dihadiri oleh 21 negara Asia dan Australia, dan menghasilkan
sebuah resolusi yang mendukung perjuangan RL Isi dari
Sgarafi'l<ok
konferens! lnlsangat borpengaruh pada siding Dewan Keamanan
PBB. Dalam waktu yang hamplr bersamaan pada tanggal 21
Januari 1949 Dewan Keamanan PBB bersidang untuk
membicarakan Agresl Belanda dl Indonesia. Tanggal 28 Januari
1949, dalam sldangnya Dewan Keamanan mengeluarkan suatu
resoluslyang berlsl : mewaJlbkan Belanda untuk mengembalikan
pemerintah RI dl Yogyakarta; memberntuk pemerintahan federal
Indonesla dan mengemballkan daerah RI lainnya. Hasil inisecara
tidak langsung menguntungkan pemerintah RI.
Pada awalnya Belanda berusaha untuk melanggar apa isi
dari resolusl Dewan Keamanan PBB tersebut. Berkat ofensif
diplomasi delegasl RI yang ulet di PBB dan ofensif gerilyawanRl
yang menyudutkan kedudukan Belanda akhirnya dengan
terpaksa Belanda menerlma dan melaksanakan isi dari resolusi
tersebut. Statement Roem-Royen pada tanggal 7 Mei 1949 pada
hakekatnya pelaksanaan resolusi Dewan Keamanan PBB
tersebut yang didalamnya tercantum gencatan senjatadan
persiapan Konferensi Meja Bundar (KMB). Setelah Yogyakarta
dikembalikan pada tanggal 19 Juli 1949 di Kota diselenggarakan
Konferensi Antar Indonesia. Konferensi ini menghasilkan
keputusan untuk menggalang kesatuan pendapat dan sikap
antara pemimpin RI dan BFO untuk menghadapi perundingan
KMB dengan Belanda.
Konferensi Meja Bundar dimulai tanggal 23 Agustus 1949
dan berakhir tanggal 2 November 1949 di Den Haag Belanda.
Konferensi ini ditandatangani pada tanggal2T Desember 1949
yang berisikan antara lain; Belanda menyerahkan kedaulatannya
pada pemerintah Rebuplik Indonesia Serikat pada akhir
Desember 1949. Atas dasar persetujuan itu pada akhir tahun
L949, bendera Merah Putih Biru diturunakan dan digantikan
dengan bendera Sang Merah Putih dimana-mana. Bersamaan
dengan itu tenter Belanda ditarik mundur dari Indonesia. Di
magelang peristiwa bersejarah itu terjadi ketika letnan Van
Santen menyerahkan daerah Magelang dan sekitarnya kepada
LetkolAchmad Yani dalam suatu upacara militer.
SgatuirhkWerg
Tanggal 17 Desember 1949 satu kompi TNI ditugaskan untuk
masuk kota Magelang guna mengamankan pengambilalihan lota
Magelang dari Belanda. Satu seksi dari kompi TNI adalah Tentara
Felajar dari seksi Harsono Simbah. Ketika pasukan Tentara pelajar
masuk kota Magelang, rakyat Magelang meneriakkan dengan sorak
somi Merdeka ! (Moekhardi, 1983)
G. Fartisipasi akyat agelang dalam Perang
me ekaanlTahunL94T,
BPerlawanan sengitpng dilakukan
diMagelang
Otanggal 31 ber-21 Novernber 1945 berhasil memukul mundur
te ra sekutu dari Magelang terdmakkeAmbarawa hingga akhirnya
mundur di Semarang. Kondisi keamanan nasional semakin parah,
Belanda masih terus berusaha untukmenjajah Indonesia. Melihat
kondisiyang demikian pemerintah dengan berbagai flhak melakukan
konsolidasi dengan BOM (Badan Oesaha Makanan) untuk terus
menyelenggarakan dapur umum untuk menjamin makanan para
uang. TKR dan badan-badan perjuanganmembuat garis
peftahanan di Mrangen, Srondol, Gunung Pati, Banyumanik,
Ungaran, Genu( dan sebagainp. imen l(edu dibawah pimpinan
I Sarbini bersama dengan badan-badan kelaskaran Magelang
ilart menyerbu ke Ambarawa. Dari Jogjalorta, Surakarta, Purwokerto
dipimpin Iangsung oleh colonel Soedarman sebagi panglima divisi
Banyumas, setelah gugurnya Letkol Isdian. Di Ambarawa sekuttt
memperalat tawanan-tawanan Jepang unUk iktrt memerangi
pasukan tenta ra Isla m (Miwi ratmoko : 1998 : 7 1).
,$iamfi'tGkMSerg
,fgno^afr f{,o{a Mryehng
g1amil<okW@
BAB VI
SEKELUMIT BIOGRAFI PELAKU SEJARAH
MAGELANG
Jika pada bab-bab sebelumnya telah diceritakan
perjalanan seJarah Magelang, maka pada bagian ini akan
didikutipkan tentang pelaku-pelaku sejarah Magelang.
Beberapa pelaku seJarah memang informan dari penelitian ini.
Akan tetapi beberapa diantaranya hanya diambilkan dari
sumber-sumber sekunder. Paparan tentang pelaku sejarah ini
diharapkan akan memberikan dorongan bagi peneliti
selanjutnya untuk menulis pelaku-pelaku sejarah Magelang
secara biografis atau kronologis.
A. STAMETSUWONDO
Slamet Soewondo merupakan seorang bocah laki-laki
yang polos. Dia dilahirkan pada bulan September tahun 1921
di Desa Juritan Kabupaten Magelang. Seperti bocah-bocah
yang Iain pada umumnya, Soewondo kecil sebenarnya ingin
sekali menikmati masa anak-anak dengan penuh suka cita,
bermain bersama teman-temannya. Akan tetapi sayang
kebahagiaan anak-anak seusia Soewondo pada masa itu
terampas oleh adanya perang yang terjadi di bumi pertiwi ini.
Slamet Soewondo merupakan putra dari pasangan Sukarno
dari Temanggung dan Sarah dari Magelang. Soekarno dan
Sinariashemceamrapuontyoami eamtispamt oermanbguaantakke. dDeewnagsaanaknonnydaisimseenpjeardtii
berkembang Iebih cepat.
&yarufi1<ok MEehng
Gamb&r 6.1
S,larnet Suwondo \Saktu hlasih Muda
, $urnbcr: Dokurnen Pribadi Slamet Suwondo
Keadaan negara yang mencekam mengakibatkan kondisi
psikologis anak-anak mereka menjadi kacau. Dalam usianya
yang kesembilan tahun secara otodidak Soewondo sudah terlatih
untuk mencari perlindungan dan menyelarnatkan diri bila
bertemu dengan "wong kulit putih". Dalam usia rernaja dia minta
lzin orang tuanya untulk ikut bergabung dalam PETA. Dengan
modat restu orang tua dan keprihatinan melihat nasib bangsa,
Soewondo masuk menjadi anggota PETA bersama dengan Noli
(putera Bupati Temanggung) dan Ahmad Yani. Dalam masa
pendidikannya ketiga anak ini termasuk kategori anak-anak yang
pandai, tetapiAhmad Yaniyang paling pandai.
Fada saat Proklamasi Kemerdekaan dlkumandangkan
tanggai 17 Agustus 1945, Soewondo berada di Solo untuk
mengantarkan surat. Ditengah jalan ia merasa bingung
mendengar suara rakyat yang berkata Merdeka..... Indonesia
Merdeka. Karena rasa kecurigaannya, ia bertanya kepada
rakyat tentang apa yang terjadi. Informasi yang diperoletr darl
rakyat yang menyatakan bahwa Bung Karno telah menyatakan
kemerdekaan Indonesia. Dengan penuh haru, bingung serasa
Sgarah Kofa Magekng
tidak percaya la langsung bersuJud dan segera melanjutkan
perjalanannya ke markas PEIA dl Solo untuk memastikan
kebenaran darl berlta ltu, Mendengar kabar ini Soewondo
diantarkan oleh anggota PEIA Solo ke Purworejo. Di Purworejo dia
melihat-llhat markas PEIA yang di sini sudah bubar. Teman-
temannya seangkatan PEIA dl Purworejo sudah pergi dengan
membawa apa saJa yang blsa mereka bawa. Dimana mereka ada
yang bisa nyetlr membawaJeep, motor, sepeda, almari, mesin ketik
dsb. Sesampalnya Soewondo dl Purworejo ia sudah tidakditinggali
apa-apa. Tbpl plmplnannya PEIA di Punruorejo mengatakan" Ndo
kae kolam lan tambak kae nggonono, openono, besuk nek isih urip
ngo anakmu". Soewondo masih tak percaya merasakan apa yang
terjadi, kemerdekaan yang dialami dan berbagai hal yang
membuatnya tidak percaya.
Melihat kondisi markas PEIA di Punruor$o yang sudah bubar,
Soewondo memutuskan untuk kembali ke Magelang menemui
orangtuanya dan ikut berjuang di tempat kelahirannya. Di
Magelang Soewondo bertemu dengan Sanruo EdhiWibowo, Ahmad
Yani, teman-teman seangkatannya dulu. Disini mereka
membentuk batalyon untuk mengusir Inggris dari Magelang.
Dengan berbelol pengalaman yang di miliki masing-masing
mereka menyebar Dengan komando Sarbini membentuk pasukan
sendiri-sendiri menyerang Inggris dari berbagai penjuru di
Magelang.
Dalam usaha mengusir Inggris dari Magelang rakyat bersama
dengan BKR membentuk dapur umum di berbagai tempat seperti
Magelang, Tuulung, Jagoan dan Mertoyudan. Pada kals l,
Soewondo dan mertuanya (Citrodirjdo) mendirikan dapur umum
secara sembunyi-sembunyi di rumahnya (belakang kantor pos
Magelang). UnUk menyamarkan aktivitas Citrodirjdo yang juga
pemilik bengkel mobil terbesar di Magelang pada saat itu,
selalu menyediakan Soewondo apabila ada orang asing datang.
Dengan kepandaian bahasa Belanda dan Inggris yang dimiliki
Soewondo, menyebabkan mudahnya komunikasi yang
terjalin antara pemilik bengkel mobil dengan pelanggannya yang
kebanyakan orang asing. Namun pada suatu ketika
pasukan Inggris melakukan serangan membabi buta baik dari
arah darat maupun udara. Serangan dari darat dilakukan dengan
menggeledeh rumah penduduk yang ditemuinya. Sedangkan
tembakan dari udara dilancarkan berkali-kali di atas kota
Magelang dengan sasaran dapur umum yang berada di daerah
itu. Atas informasiyang didapat dari penangkapan yang didapat
Inggris. Dapur umum milik Citrodirdjo menjadi sasaran
tembakan juga. Adik dari Soewondo mengalami tembakan di
paha sebelah kiri.
Peristiwa penembakan ini memilukan keluarga Soewondo,
adik dari Soewondo kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Tentara
guna mendapatkan pertolongan. Tapi sayang, sampai sekarang
kaki sang adik (lupa namanya) harus diamputasi dan atas izin
Allah sampai saat ini beliau masih dapat merasakan
kemerdekaan dan menetap di Cilacap.
Dengan pangkat Letnan Dua, bersama dengan Wagiman,
Sarwo, Yani membentuk Batalyon yang bertujuan untuk
mengkoordinir rakyak mendesak Jepang dari Magelang, ke
Semarang. Dimana pada saat ini pula Sarbini dengan pangkat
Komandan Resimen di Semarang. Setelah kembali ke Magelang
Soewondo diangkat menjadi ajudan Sarbini. Kedekatan
Soewondo tidak sekedar atasan dan ajudan saja tetapi sudah
dianggap sebagai adik sendiri. Kedekatan Soewondo ini tidak
hanya dengan Sarbini saja, tetapi juga dengan keluarganya
sampai sekarang masih terjalin dengan baik. Dengan
keahliannya menembak membuat terror-teror di pos-pos wong
kulit putih.
Dari pernikahan Soewondo dengan Mujini melahirkan
empat orang anak. Yang bernama Nugroho, Subandrio, Tuti
Herawati dan Sri. Dimana putri beliau yang bernama Tuti
Herawati, sekarang ini mengabdikan diri di UPI. Dengan
pengalaman dan keuletan Soewondo menurun pada anak-
anaknya. Putra beliau memiliki Jiwa nasionalisme yang besar
seperti kedua orangtuanya. Walaupun masa sudah berbeda,
zaman sudah berkembang tapi rasa cinta tanah air yang
oewondo ajarkan pada anakcucunya tidak berkurang. ,'
Pada mara klash II, oleh Sarbini, nama-nama pengikutnya
dirubah. Hal Inl dllakukan untuk menyamarkan diri dari kejaran
Belanda. Nama-nama yrng dlganti ltu antara lain; Slamet
Sumodilogo dlgantl menJadl "SDL", Soewondo diganti dengan
"Sami", Sarblnldlgantldengan "Parto". Dalam usianya yang ke dua
puluh satu Soewondo lkut bergabung dengan pasukan Siliwangi
untuk menguslr Belanda darl Magelang. Pada tahun 1949 iniyang
berpangkat Sho Dan Cho, la dan kawan-kawannya berusaha
mendesak Inggrls darl Magelang hingga mundur sampai ke
Ambarawa. Pada masa lnlteman dari Soewondo menjaditawanan
Inggris dl Ambarawa. Melihat laporan ini Sarbini yang
notabenenya menjadl pimpinan menjadi geram, dengan julukan
sebagai moftir (ahll dalam bidang tembak menembak dalam
bahasa Indonesia) dalam bahasa Jepang dikenaldengan nama Tei
Ki Dan Cho, bellau menembaki marlos musuh yang berada di
perbatasan magelang dan Ambarawa. Bersama dengan
Soewondo, Yani, Sanro terus melakukan penembakan dengan
tujuan membuat panik musuh dan akhirnya tawanan-tawanan
yang disekap di Ambarawa dapat dibebaskan. Disisi lain Ahmad
Yani melakukan penyerangan dan teroro-teror dari darat
(kampung-kampung) hingga menuju ke markas Inggris di
Ambarawa. Soewondo dengan anak buahnya antara lain Wasir
(sekarang menjabat Kepala Legiun Veteran di Magelang)
membantu menyerang dari perbukitan-perbukitan dengan
mengerakan rakyat yang berada disekitar daerah perlawanan.
Dalam peristiwa Wonosobo, terjadi polemik yang besar antara
Ahmad Yani dengan Sarwo Edhi Wibowo. Dimana pada saat itu
diadakan pesta untuk merayakan keberhasilan mengusir
pemberontakan dari Wonosobo. Dalam pesta ini seperti ada
pembagian status, dimana para pemimpin dapat makan makanan
yang uenak sedang anak buahnya masih harus mencari
inimakanan sendiri. Hal mengakibatkan rakyat menjadi marah
initempat berkumpulnya para pemimpin ini.
dan menembaki
membuat Ahmad Yani marah dan
Melihat l(ondisi
menanyakan dengan emosi "Siapa yang bertanggung Jawab
Semua lni??". Melihat keadan rakyat yang ketakutan
Sarwo Edhi merasa kasihan dengan nasib dan penderitaan
mereka. Oleh karena itu dia dengan lantang menjawab "Saya
yang Bertanggungjawab". Dengan seketika Ahmad Yani menjadi
marah dan langsung menurunkan pangkat Sarwo Edhi dari
lGptenMenjadi Letnan Dua. Melihat kejadian yang dialami
Sarwo, Soewondo dan Sarbini merasa tidak tega. Dengan
spontan mereka berdua pergi patrol keliling menemui rakyat.
Disini mereka berjanji terhadap untuk membicarakan kekesalan
yang mereka rasakan terhadap pemimpinnya. Akhirnya
Soewondo dan Sarbini berhasil meminta para pemimpin untuk
menghentikan pesta yang dilakukan agar tidak menimbulkan
keributan yang lebih Besar. Soewondo dalam masa ini merasa iba
dengan Sarwo. Dari kedekatan'kedekatan yang mereka bangun
sebelumnya menimbulkan perasaan yang saling menyatu
diantara keduanya dalam tekadnya mengusir penjajah dari
Magelang.
Setelah berhasil mengusir penjajah dari Magelang
Soewondo dipindahkan ke Sumatra guna membantu mengusir
pernberontakan Dewan Jenderal. Atas perintah dari Markas
Besar, bersama dengan Soewondo, Ahmad Yaniyang pada waktu
berpangkat Sho Dan Cho dan beberapa perwira terpilih lainnya
dikirim ke daerah Alan Panjang Sumatera. Pengiriman pasukan
ini tidak hanya berasal dari Magelang saja, tetapi juga
didatangkan batalyon-batalyon dari Jawa Timur. Dimana isu
yang beredar di Sumateara pada saat itu adalah Dewan Jenderal
ingin melepaskan diri dari lndonesia. Dalam usahanya menuju
Alan Panjang, Ahmad Yani bersama Soewondo dan pasukan
lainnya mengumpulkan drum-drum yang disusun menjadi
sebuah Jembatan menuju Alan Panjang.
Sekembalinya dari AIan Panjang, di Magelang Soewondo
berkumpul dengan keluarga. Disini ia membantu teman-
temannya untuk mengusir Belanda yang datang kembali
membonceng NICA ke Magelang. Dalam pertempurannya
melawan Inggris, sempat terjadi salah paham antara Soewondo
dengan penduduk. Penduduk mengira bahwa Soewondo adalah
orang Belanda, dikarenakan Soewondo memakai bendera
$iamil<ohMgerJ
Belanda untuk celana dalamnya. Melihat kejadian ini masyarakat
langsung menyekap Soewondo, berbagai alas an yang dia sampaikan
tidak dipercaya oleh penduduk. Akhirnya Sarbini mengetahui hal itu
dan memberltahukan kepada penduduk bahwa yang mereka
tangkapan ltu bukan orang Belanda, melainkan dia adalah orang kita
yang ikut berJuang menguslr Belanda dari Magelang. Penggunaan
bendera Belanda sebagal celana dalam inidikarenakan keadaan yang
memaksa Soewondo untuk menjadikan kain itu sebagaipakaian.
Gambar 6.2
Slamet Suwondo Masa Sekarang
Sumber: Dokumentasi Tim
Dari staf administrasi personil di ajudan Jenderal Bandung
dipindah menjadi deputi personil di ajudan jenderal, hingga purna
tugas, dalam masa pensiunnya Soewondo masih tetap aktif di
lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Meskipun kondisinya sudah
tua tetapi beliau masih aktif, energik dalam berbagai kegiatan. Bagi
soewondo usia tua bukan menjadi penghalang untuk terus
beraktivitas guna mengisi kemerdekaan yang telah dia dan teman-
temannya perjuangkan.
SEnrak Kofa Magekng
,B. Wazir
Tokoh perjuangan kemerdekaan ini saat ini mengabdikan diri
menjadi Kepala Legiun Veteran di Magelang. Wasir lahir tahun 1927
diYogyakarta. Setelah Indonesia merdeka dari arah Yogyakarta atas
izin dari Sri Hamengkubuwono IX, wasief ikut rnendatangi asrama
Kidobutai untuk memaksa menyerahkan senjata-senjata. Tapi
karena diasrama Kidobutaitidak mau menyerahkan, maka Wasir dan
teman-temannya merampas senjata. senjata-senjata itu dari
Kidobutai disimpan di teempat yang jauh dari'Magelang, tepatnya di
daerah Getan di Jalan lGliurang. Hal ini dilakukan tentara Jepang
dengan maksud untuk mengelabuhi pasukan kita merampas
persenjataan. Senjata hasil rampasan dari Jepang ini sebagian ada
yang dibawa ke kesatuan masing-masing tapi ada juga yang dibawa
perorangan. Pada tahun 1948 dibawah pimpinan Brigader Van
Langen Belanda mencoba memasuki Magelang melalui Yogyakafta.
Tetapi mendapatkan perlawanan yang sengit dari rakyat jogja,
hingga akhirnya Belanda terdesak ke Magelang. Di Magelang Wasir
melakukan gerilya dengan tujuan membuat tidak aman Belanda
sehingga cepat meninggalkan Magelang.
Di bawah pimpinan Soewondo, Wazir menEerjakan semua yang
diperintahkan Soewondo demi tetap tegaknya Negara Kesatuan
Republik Indonesia, khususnya daerah Magelang dari cengkraman
penjajah Jepang. Mereka bahu-membahu mengusir tentara Jepang
dari tanah Magelang dan Semarang dengan perlengkapan
persenjataan seadanya tanpa kenal lelah tanpa kenal menyerah
maju terus pantang mundur bersama rakyat dan prajurit-prajurit
yang ada. Mereka menggunakan persenjataan yang sangat
sederhana seperti bambu runcing, sabit, parang, cangkul dan
sebagainya, persenjataan yang lebih modern seperti senapan,
peluncur moftir, granat di dapat dari melucuti tentara Sekutu
sebelumnya.
Dalam peftempuran melawan Jepang didaerah Pingit berhasil
mengepung musuh dari segala jurusan. Atas perintah Sarwo Edhi
dari arah Utara pemuda dan rakyat dari Grabag, dengan cara
menebangi pohon-pohon yang ada di pinggirjalan.
SEarah Kofa Magekng
Dari arah Barat pGngcpungan dllakukan oleh rakyat Bandongan,
lGjoran, dan Laskrr Hlsbullah. Sedangkan dari arah Tenggara
dilakukan olch pasukrn darl Mungkld, Muntilan, dan Meftoyudan
menyerbu ke arah Sustcran.
Dalam kescharlannya Waslr saat ini masih menjabat sebagai
lGpala Leglun Vetenn Rebupllk Indonesia cabang Magelang.
Walaupun uslanla sudah lanJut semangat kepahlawanannya masih
tetap membara. Bercama-sama teman-teman di LVRI Magelang
merekaJuga maslh aktlf dalam berbagai kegiatan di masyarakat.
C. Sakln
Beliau lahlr dl Desa lbmansari Kabupaten Magelang pada tahun
1928. Sakln kecl! adalah seorang bocah desa yang lugu. Dengan
keadaan Ilngkungan yang dla tempati di daerah perbukitan
menjadikan dla dan kawan-kawan seusianya semakin cepat berpikir.
Tempat-tempat di perbukitan ini merupakan daerah yang cukup
aman darl serbuan orang aslng atau penjajah. Keadaan alam yang
seperti ini membuat orang asing sedikit kesulitan untuk menemui
penduduk.
Melihat kondlsl negara yang seperti ini dia tidak tinggal diam.
Meskipun masih kecil jiwanya merasa terpanggil untuk melindungi
tempat kelahirannya dari orang asing yang ingin menguasai daerah
ini. Melalui laskar hizbullah Sakin dan teman-temannya mengadakan
latihan-latihan bela diri untuk mempersiapkan jiwa dan fisik
menghadapi orang asing tersebut. Anak-anak muda di daerahnya
dengan sukarela bergabung dalam lascar-laskar keislaman yang
berada di tempat tinggalnya. Pada masa ini meskipun tidak sekolah
sakin berfikiran sederhana sekali, meskipun anak desa ia Udak ingin
apa yang menjadi haknp dirampas bangsa asing. Untuk melawan
masuknya Belanda di daenh taman sari, dipelopori oleh Sakin, ia
mengumpulkan warga dari berbagai usia meninggalkan tmansari.
Pada masa klash II, markas Belanda menmpati daerah
Borobudu r (sekarang dijadi Io n pelataran ca ndi Borobudu r).
Slamfi'f<nk x@ctang
Pasukan Belanda menyerbu menyerang masuk ke I
perkampungan-perkampungan disekitarnya, Karena
kebernciannya dengan teman-temannya terhadap Belanda,
mereka menaburi paku-paku dijalan yang diperkirakan
dilewati orang-orang Belanda. Dari apa yang ia lakukan ia,
terlihat membawa hasil banyak kendaraan-kendaraan
Belanda yang bocor. Melihat keadaan didaerahnya yang
menyedihkan, Sakin mencoba menyelinap masuk dalam
markas Belanda tersebut utnuk mengambil persenjataan
yang ada.
Denagn Laskar Hisbullah dan Sabillilah mereka
membuat lubang-lubang perlindungan dan lebakan untuk
Belanda. Jebakan-jebakan ituberhasil menewaskan banyak
pasukan Belanda. pengungsian penduduk setempat oleh
Sakin dipindahkan ke Gunung Kendeng yang koindisi
wilayhnya membinggungkan bagi orang asing. Dalam
operasi Belanda yang dilancarkan terhadap Magelang
melalui udara membuat Sakin dan kebinggungn mencari
tempat pelindungan di daerah Gunung Kendeng. Setelah
kondisi membaik atas Perintah Sugiyono, mereka melakukan
serangan gerilya balasan terhadap Belanda yang menguasai
daerah taman sari. Serangan ini berhasil mengacaukan
Belanda dan membuat rnereka mundur kea rah Jligutan.
Dengan doa-doa Iascar Sabilillah membantu !ascar
Hisbullah yang menghadapi Belanda. Pada saat penyerangan
ini rumah Sakin yang saat itu dijadikan dapur umum menjadi
amukan Belanda. kawasan apaur umum menjadi sasaran
utama penghancuran kompeni. Melihat hal itu Sakin merasa
geram, ia melemparkan kembali bom yang di ambilnya dari
Belanda ke markas Belanda.
D. Dwijosewojo
Dwijosewojo bukan dilahirkan di Kota Magelang. Akan
tetapi tokoh ini di masa Iampau, terutama masa Kolonial
Belanda sangat dikenal oleh msyarakat Magelang.
S3iarafrlbkW{-ryq
Sumber: Intemet
Ia bernama Mas Ngabehl Duridjosewojo. Ikut mendirilon, dan
pemah menJadl sekretarls PB Boedi Oetomo. Pada tahun 1912
Bersama kawan2 la mendirikan "Asuransi Jiwa Bersama Boemi
Foetera' dl Magelang. TuJuannya adalah perjuangan kebangsaan
dibidang sosial-ekonomi. Keprihatinan M. Ng. Dwidjosewojo amat
besar atas naslb pan guru bumiputera (pribumi) yang mengaJaml
kesullitan pembeayaan hidup. Maka melaluiNB, kesdlitan hidup ini
blsa dibantu diatasi. lGtil⬠didirikan AIB yang masih berdiri sampai
sekarang dan maJu, bemama Onderlinge Levenwezekerings Mij
BoemiPoetera dan anggotanya baru sebatas kalangan Perhimpunan
guru2 orang Indonesia di Hindia Belanda. Dwidjosewojo
mencetuskan gagasannya pertama kali di Kongres Budi Utomq
bhun 1910. Dan kemudian terealisasimenjadi badan usaha sebagai
salah satu putusan lGngres pertama PGHB di Magelang Sl 12
Februari 1912 Tidak seperti perusahaan berbentuk Ferseroan
Terbatas (PT) 1ang kepemilikannya hanya oleh pemodal terEntu,
sejak awal pendiri-annp Bumiputera sudah menganut slsftem
kepemilikan dan kepenguasaan yang unik, yakni bentuk
sgamLlakW@
badan usaha "mutu al" atau "usaha bersama". Semua pemegang
polis adalah pemilik perushaan yang mempercayakan wakil2
rnereka di Badan Perwakilan Anggota (BPA) untuk mengawasi
jalannya perusahaan. Asas mutualisme ini, yang kemudian
dipadukan dengan idealisme dan profesionalisme pengelola-nyd,
merupakan kekuatan utama Bumiputera hingga hari ini. Hingga
semester pertama 2005 Bumiputera mengkarya-kan sekitar 18.000
pekerja, melindungi Iebih dari 9.7 juta jiwa rakyat Indonesia, de-
mgan jaringan kantor sebanyak 576 di seluruh Indonesia" Meskipun
sejumlah pe!'usahaan asing menyerbu dan masuk mengEarap pasar
domestik, AJB mampu tetap bertahan bahkan berkembang. Bahkan
pada tahun 1989 mendirikan Bank Bumi Putera, Tulisan ini tidak
dimaksudkan untuk mengung-kapkan apa dan bagaimana keadaan
lembaga keuangan ini, tapi sejarah berdiri AIB Boemi Poetera telah
mengambarkan sebuah "semangat zaman" dalam kancah
Kebangkitan Nasional. Tokoh Dw'ljosewojo tidak dipungkiri
merupakan tokoh pergerakan Nasional dibanyak bidang yang pantas
mendapat penghargaan.
E. Boedihardjo
Boediardjo lahir di Magelang, Jawa Tengah 16 Nopember L92L.
Ia wafat pade tanggal 15 Maret 1997 pada urnur 75 tahun.
Boediharjo merupakan tokoh Magelang yang tidak hanya dikenal
oleh masyarakat Magehrg, tetapi oleh seluruh masyarakat
Indonesia.
Tidak ada yang luar biasa pada masa kana( anak kedua dari
sembilan bersaudara ini. Tetapi, menurut ibunya, Sulimdh, ketika di
okeralansgVtuSaDn,yBaoheadrinaprdirjoppueturnsahastaermseernagnhgapdeanpyia*kKit etilfiuks"-gbaewgaittu. Kedua
nama
panggilannya. Untung, bisa sembuh, dan Kelik mulai gemar
mendalang, memakai wayang dari kafton,
Pada masa Revoulusi fisilq tokoh ini termasuk gerilyawan
pejuang yang tangguh. Boediardjo merupakan sosok yang kaya
pengalaman dengan kemampuan multidimensional. Dikenal sebagai
militer anggota TNI AU (dulu AURI), i? termasuk orcng kepercayaan
Presiden Soeharto, setelah jadi menteri, ia menjabat
duta besar Spanyol. Ia Juga menonjol sebagai budayawan yang
menguasal senl pedalangan, fotografi, dan juga menekuni bunga
anggrek.
Gambar 3.4
BoedlardJo Marskal TNI dan Menteri Penerangan
Sumber: Internet image
Boediardjo salah satu pengagum Bung Karno dengan alasan
sederhana Bung Karno mengajarkan betapa martabat bangsa harus
dijunjung tinggi.'"Bung Karno, juga Bung Hafta, mengajarkan
kepada saya arti sesungguhnya kemerdekaan bagi bangsa ini,"
ujarnya.
Ia menjadi menteri penerangan masa peralihan dari
Pemerintahan Sukarno ke Suhafto (1968-1973) karena dianggap
dapat bekerjasama dengan pemerintahan baru. Dalam masa sulit
itulah peran menteri penerangan sangat penting karena harus
mengubah image masyarakat tentang pemerintahan baru yang
mengambil alih kekuasaan dari tokoh yang disegani masyarakat,
Sukarno.
Boediardjo dikenal sangat supel. Ia sangat mencintai
kebudayaan, termasuk kesenian. Mantan menteri penerangan itu
main dabus, kbsenian tradisional masyarakat Banten,Jawa Barat.
Ketika itu, Boediardjo menghadiri acara ulang tahun Persatuan
Pemuda Panca Marga di halaman Gedung Veteran, Granadha,
Jakarta. Para pemuda yang bermain dabus itu
'SEarart
Kofa Magekng
g,mendaulat Boediardjo. Ragu-ragu pada mulanya, tetap D
sekujur tangan Boediardjo tiba-tiba diguyur air aki. "Rasanya harya
gata], dan keluar asapl katanya. Tidak sedikit pun tanganrrya
cedera.
Dengan ketekunan, kesetiaan dan ketelatenan semasa
hidupnya, Boediardjo menunjukkan bahwa seni pewayangan
merupakan seni yang agung, indah dan kaya makna. Flal iht
ditunjukkan dengan koleksi wayang yang dimilikinya cukup banyak
dan beranEka ragam. '
Warisan yang takternilai itu diperolehidari pemberian beberapa
kolega dan sesama pecinta wayang dari seluruh nusantara maupun
manca negara. Mulaiwayang teftua dari Karesidenan Kedu, wayang
Golek Cantoon Cina atau Wayang Kanton sam.pai karya empu abad
ini.
Lepas menjabat grenteri penerangan, ia' sering terlihat
mernotret. Malah sudah menjadicirisekali ia malah mewawan-carai
orang. Boediardjo memang anggota kehormatan PWI cabang
Yogyakafta, ydng diangkat menjelang HUT PWI 1984.
Sebagai menteri penerangan, ia sangat dekat dengan dunia
wartawan. Bahkan setelah ia pensiun masih dekat hubungan-nya
dengan para waftawan. Tentang dunia waftawan, ia punya
pandangan. "Wartawan itu orang yang jajah desa, milang kori, kulak
warta, adol prungon (menjelajah desa, membilang pintu rumah,
berdagang berita, dan menjual apa yang didengar)." Ungkapan itu
pas juga buat dia. Ia senang berkelana. Bahkan ketika menjadi duta
besar di Spanyol, ia senang berkemah dengan anak-anaknya. Begitu
pula ketika bertugas di Kamboja. Ia sering pergi seorang diri ke candi
Angkor, dan tidur di sana.
Begitu senangnya pada kesenian, ia secara khusus membidani
lahirnya pusat kegiatan kesenian Magelang yang dikenal Pondok
Tingal di Magelang (masuk Kabupaten Magelang). Pondok ini
dioperasionalkan untuk pertama kali tahun 1990-an. Pondok itu
dapat menampung sekitar 200 remaja dengan kamar berbentuk
asrama dan 25 kamar standar serta 10 kamar keluarga. Dan sejak
kelahirannya, pondok itu sudah dirancang akan dilengkapi dengan
museum wayang.
SEarah 70ta Magekng
BAB VII
PE]TUTUP
A. S[Hrt llll
fmBcdurilrn unbn dl atas dapat diambil beberapa pokok
simpulan. Frrrtantr., Magelang sebgai sebuah kota
pemGdlfitr.n rdr!$ durh lbnomena baru. l(ota ini secara dejure
baru mutntl bhun l$6 slrlng dengan penetapan pemerintah
l(olonlal BGltndt ytng nrurGtlpkan lbu kota Kersidenan sebagai
daenh 6nofli, drrh bcrpcrlntahan sendiri dengan nama Staat
GernsnE (lGt! Pr{! rtlu lGta Madla).
Redlrm, Whloh prp hmudlan menjadi Kota Magelang pada
zaman dulu mruprlur wlh,ah Kabupaten Magelang dengan ibu
l(ffi dl wllqph ylng s!m. sebelum akhirnya dipisah pada masa
pffi bhlameddoan IndoneCa. Fada masa lGlonial Belanda,
dan lGbupaEn }fagGlalrg benda di bawah jurisdikdi Keresidenan
lGdu . Pusat pemerlnthan Residen Kedu juga di Kota Magelang.
Retiga, $bagEl wllayah pemukiman, Magelang sudah lama
usiarrya. Jauh sbCum ]6lonial Belanda, wilaph yang diapit empat
gunung lnl $dah rnenjadl puast pemukiman bahkan pusat
parerlntahan. Buld yang rryata Eldapat sejumkah candi Buddha
dengan pusfftya dl Borcbudhur pada masa kebudayaan Hindu dan
Bddha serta makantmakam sci orang Islam pada masa lGbesaran
IdamdlNusantao.
Keem1nt, pada masa lcbesaran Mataram Islam, Magelang
rnerfiadl baglan wllafdh EpenUng penopang ekonomi Mataram.
Magelang merupakan daerah negara agung yang tetap
dipertahankan rne*iprn lrlataram blah terbelah dua, pkni menjadi
lbagian darl lGsultanan Jogftrlcrta.
Kelima, Magelang duluasai secara langsung oleh Femerintah
lGlonial Belanda s!d( awl Abad )0( Sejak itu tatanan IGlonial
mempengaruhi Yunsdilc$ wilalah Magelang yang ditandai
dengan hadirnya kekusaan residen Kedu berpusat
Sgam|l<ohWtry
dil(ota Magelang.
Keenam, Rakyat Magelang bahu membahu menentang
kolonialisme Belanda pada masa perang Jawa atau Fearang
Diponegoro (1825-1830). Begitu kuatnya dukungan rakyat maka,
Diponegoro sampai saat ini masih menjadi kebanggaan rakyat
Magelang. Pahlawan ini berjuang awal di wilayah Magelang dan
menyerah juga di Magelang.
Kefi$uh, Pada masa Tanam Paksa wilayah Magelang
khususnya dan Kedu pada umumnya tidak dikenakan wajib kerja
pemerintah di kebun tebu. Hal itu disebabkan oleh dua hal, yaitu
masih kokohnya kekuatan swasta di wilayah tersebut dan trauma
atas perang Diponegoro. lGrena pada masa itu raklat Magelang
dengan kuat membela perjua n ga n Pangera n Di ponegoro. Sementa ra
itu tanaman kopi dan tarum (bahan nila) memang diintroduksikan
oleh Pernerintah Kolnial belanda,
Kedelapan, pada masa Folitik Kolonial Liberalterjadi persaingan
antam pemodalswasta dengan pemerintah Kolonial. Sejumlah areal
kopi berhasil ditanam oleh swasta yang melahirkan kerja bebas
diupah.
Kesembilon. Sejalan dengan Politik lGlonial Liberal, samna
transpofiasi dibangun melintasi Kota Magelang. Sarana ifu berupa
jaringan rel kereta api Magelang- Semarang dan Magelang-Jogja.
Selain itu juga dibangun dan diperbaiki jalan raya Magelang-
Semarang--Iemanggung-Wonosobo. Sarana transportasi telah
membuka isolasi antar wilayah di Magelang.
Kesepuluh, Pada masa Politik l(olonial eUs, wilayah l(ota
Magelang dibangun sekolah-sekolah. Sekolah yang dibangun sejak
sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Sekolah tersebut ada png
dibangun oleh pemerintah l(olnialtetapiada pula yang dibangun oleh
swasta. Khusus perguruan tinggidibangun pemerintah dengan nama
,Owia, yakni sekolah untuk pejabat yang selorang dinamakan
STPDN.
Kesebelas, pada zaman pendudukan Jepang, Kota Magelang
juga diduduki Jepang. Rakyat Magelang juga dididik kemiliteran oleh
Jepang, sehingga melahirkan parct pemuda yang gagah beranl
membela Indonesia setelah kemerdekaan.
$yiamfilbk Mage{ang
Keduabelas, rtkyat Magelang menyambut dengan penuh
gegap gemplta berlta Proklamasl Kemerdekaan Indonesia. Para
pemuda peJuang mengambllallh kekuasaan daritangan Jepang. Ini
sering menlmbulkan lnsiden-insiden konflik dengan tentara Jepang.
Akan tetapl berkat semangat heroisme para pemuda berhasil
mercbut kekuasaan darl tangan Jepang.
Ketigabelas, Maelang menjadi pusat mengahrr siasat dalam
sejumlah perEmpuran melawan Belanda pada masa agresiBelanda
dan kedua. Ferlawanan itu terjadidiwilaph Purworejq Jogflakarta,
maupun Ambarawa (Semarang). Banyak tokoh pejuang nasional
pernah tinggal kota Magelang selama revolusifisi, seperti Sudirman,
Urip Sumoharjq Ahmad Yani, dan sebagainp. Mungkin karena
banyak para pejuang kemerdekaan yang pernah berpengalaman
mengafur siasat lewat Magelang dan konsisi alamnya yang
memungkinkan, Akademi Militer dibangun di pusat l(ota ini. Hingga
sekarang Magelang masih dikena I sebaga i kota tempat tinggal m ilter
Banpk orang besar berinteral<si di lGta ini, terutama di Gunung
Tidar.
B. SARAN.SARAN
Fenelitian ini masih jauh memadai, akan tetapi dapat
beffirngsi sebagai bahan unfuk renungan dalam memahami masa
lampau Kota Magelang dan menumbuhkan semangat
kepahlawanan. Sehubungan dengan hal ifu saran-saran yang
diajukanadalah:
1. Ferlu dilakukan smialisasi hasil penelitian Sejarah Kota
Magelang ini untuk kepentingan masyarakat dan
pemerintah l(ota Magela ng.
2. Ferlu diperkenalkan kepada sis:wa sekolah di Magelang
sebagai bahan sejanh lokal.
3. Ferlu ada ada tindak lanjut penelitian dengan fukus png
lebih khusus.
4. Dapat digunakan inspirasi untuk membuat liflet
kepariwisataan budaya l(ota Magelang.
$gamfi|<okWdry
$prefirffi
]DAT TAR PI'STAKA
Anonlm, Nrltlrrft I\r,ltl ,'lr'llr tilt ltltttlrltutr;, Kttleksi Perpustakaan
Kotn Mngelnrq
. "llu[u Nrlclrlll,"'r,l lftl' t).','ttttttt.l.ttt liukryul Xuh. DoerahTk.
ll bluqrhutrr"Mauelnttg , li,tttk,th l).tcrah Tk II Magelang.
. 20011, "hrrla Mdgnlntrrl rlnlnrrr Arrt;k.r )OO7". Magelang. Badan
l'ttcnt'rlnll'.llh Xotn MnrJnlnrrrt
Abdullalt, . lrtttllh, (pnngnrirlr),/(l(1,1, l\,tlttrtttut lt,rrrrlisrrn Sejarah
I llktl,
Jakarto: Atthgr lhu',nn 'reJrrtrrlt Nd',lon,tl, l)cputi Bidang Sejarah dan
['tll I l,rknln, Knr r rr.r rl r.r l,rr r Kr.l lt rt l.rya.r n dan Pariwisata.
Adiwiratntoko, ltllll. "lt'r'itututlutt Rukyut Magelang
tlrntltttt"rlr'tktlltn'tltllrlt.ttlt'tnrt1tt". Maqclang : Departemen
Penct ,rt tt;,tt t,
Adiwiratmoko, tr(x,klnrln. Itlltl. "llltttltlutul Rot<r Ilarapan".
Ma-t1rkItr1 : I )r.;l.lr lr,rlrr,lr lt,nr,r.rrtgan.
Adiwiratmttko,'iolkilnttt. l()/tl. "Scltrqurul I'unclang Kota
Mru1rkttu1" M,rr;r,l,rrrt; : I )clr.rtttlrncn Penerangan.
Adiwiratntr)ko, :)ocklnun. l') /tl. "l'cttiltrrtttlurtttrt Magelang Kota
Irukh (ltr ('t,ttlt'ttl l\tt'i. tll .ltrrttr )". Magelang : Departemen
Penerurrr;irrr.
Adi, Nugroho. 200/. "l\'t'itttttttltttt llukqul Magelang Pada Masa
l\'tnlurltthttn,lt'1tttttt1 ltrlttttt 1942-tg4; ". Skripsi Jurusan
Sejar,rh t,NNt 5.
AJ Sumarmo, 2001. "l't'tultulukun Jepang dan Proklamasi
Kc r t t t, rt I c l, t r t t t t I r u I t t t t t'.sitr ". Semarang : U N NES Press.
Bagian Tata Pemerintahan, Setda Magelang
Sgarart TQfa Magekng
De Jonge. 1991. "Pendudtian Jepang di Indonesia Suatn
Ungkapan Berdasarkan Dokumentasi Pemerintahan
Belanda".Jakarta : Kesaint Blank.
Graaf, H.J., dan Pigeaud, Th. G.Th., 1985. Kuojaan-Kerajaanlslam
di Jauta, Peralihan dari majapahit Ke Mataram, Jakarta:
Grafitipers.
Peme-i,nLtagh9a7n,AS euntaapladKeI abkaarntag:kGirtaafintipMersa. taram: masa
I Gde Widja. 1983. *sejarah Inkal Suafit Perspektif dalam
Peng aj aran Sej arah". Jakarta : Dirjen Di kti.
lGrtodirdjo, Saftonq 1999, Pengantar Sejarah Indonesia Banr:
l1oo-tgoo: Dari Emporium Sampai Imperium, Jakarta:
Gramedia.
lGd1ra Magelang Selapng Pandang, tanpa tahun, Magelang: Dinas
Pariwisata Kodp DatiII Magelang (naskah stensil)
lGleksi foto Dispora bud par Kota Magelang
Koleksi Foto Slamet Suwondo.
Moekhardi, 1983, Magelang Berjuang, Magelang: Akabri Darat.
Nagazumi, Akira. 1988. "Pemberontakan Indonesia Pada Masa
Pendu&ican Jep ang'. Terj ernalun Ta ufi k Abd u I la h. Ja ka fta :
Yayasan Obor Indonesia.
. Priaji. t997. "Perjtnng an Komando Distr* Mag elang Pada Mosa
Reuolusi Fisik tahun tg48-tg4q". Skipsi Jurusan Sejarah
UNNES.
Pusponegoro Marwati Djoned dan Nugroho Notosuento, 1984.
"Sej arah Nasional Indonesia W..
Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto, 1993,
Sej arahNasional Jakarta : Balai Pustaka
Rickleft, M.C, 2005, Sejaroh Indone,sia Modern t2oo-2oo4,
Jakarta: Serambi.
Sgaru61<okW@
Sagimun, Mlt. lqlllr "l'c,rhuttrututt lktklyrt lrulonesia terhadap
l\trlrtttp,lpt,tt,,tt' . lnknlln : lttll lda Yo Press.
Soerolo, Df ttllal l, /l X ll l, ltl eph r ttt t t K r ilt tt t iu I Al x d XIX ; Kerja utajib
di Kerurhlatuur Kotlu tlkttt tllqo, Yogyakarta: Tarawang
Prtut,
SoekaNrttkl,rKy.oAl.u, tMtll.Mll.e, ,lrrtlhlllul,uMrlurtntt'lttlsluurlittSeljtuara.shnHsatiriKJtnaadi,
Makalah 7tl Sagrlatttlrr{ Iq88.
Sumartono, 1988, Sokllnr Mottelusurl Sejarah Magelang, Kantor
Dopartamon Pondldlkan dan Kebudayaan Kotamadya
Magehng ( narkalt rtattsll )
SumardJan, Salo. lq8l. "l\,rtilxilttut .S'o.srnl di Yogyalarta".
Yogyrkarta : UGM Pross.
Suhartono, dkk, tanpa tahun, Korrrft:si dun Potensi Linghtngan
Srrsirrl lhukryu Koktttuulllu Mugelang, tanpa Kota terbit dan
penGrblt.
Suryo, Joko, 1988, .9q/rrrrfi .ll rtiul l'edesaan Keresidenan Semara ng
tS1o-tgoo, Yogyakafta, Pusat Antar Universitas Studi Sosial
Unlvcnltar Gadlah Mada.
Tjondronegom, SMP dan Gunawan Wiradi, 1984, Dua Abad
Penguaruun'lbnuh,Jakarta: Yayasan Obor.
Utomo Budl, Cahyo. 1995. "Dinamika Pergerakan Kebangsaan
Indonesiu"Semarang : IKIP Semarang Press.
Van Nlel, Robe$ van , 1984, Munculnya Elit Modern Indorcsiq
Jakarta: PusakaJaya.
Sgarah Kofa Magekng
tI]TIPIRAN
Arilpl
DOk, 'Frflurngfn FUkyet Magelang". 1982: Disbudpar
Mrgrhng,
Dok. 'f,1 ttatngfl,t ,rn ltul lrttluh clua oro.ng Aang
mongalamlnp', Jrlufte :Arclp Naslonal RL
Dok. Dlnm 3{rnh t{lllEr }(odam Vll/Dlponegoro, L977 "
Dok. Rrunl \ttfnn rlc lmetr Hl$ullah/Sabllillah se-Jateng dan
Yogyakrrtr
Bfblad no, 526I
Staatrbhd Ro. 177 hhun t908
Regecrlng Almrnrk hhun l9l2
BUblad 8679
BijbladMr. f1lllil,.Tlrrulshlrrul 1914 No. 52 dan 1921 No. 422
Staatsblod 1928 No. 38
Staatshlucl 1918 No. 674, 1921, No. 310 dan 779, L922 No" 438,
1923 No. 276,1928 No. 34,
Staatsblad 1921 No.310
Staatsblad 1928 No. 3+1
R&1e30
Reg ercchap Ondctnnantie Undang 2 Kabupaten ya ng tertua ng
dalam Stcotsblad 1924, no. 79;
Staatsblad 1925, no. 398;
Staatsblad 1926 No. 254, 373 dan 526; Staatsblad 1928 No. 2
dan 548;
SgamLl<ohW@
Staatsblad 1929, No. 315 dan 395
Surat dari DireKur Pekerjaan Umum, Van Bosse, nomor: 25281A
tanggal L7 Pebruari 1891
ARSI P Seja ra h Peristiwa Magela n g, KODAM VII/DIPON EGORO
Prasasti Mantyasih, Tembaga, Foto.
Sumber Lisan:
Wawa nca ra, Soedjod M a n g kud i h a rj o, ttr r g ga I 22 Agustu s 200 5
Wawancaftr dengan Sakin,23 maret 2009
Wawancara dengan Slamet Suwondo, 16 Maret 2009
Wawancaftr : Wasi r, L4-3-2009
Wawancaftr : Rohmat, 19-3-2008
$1erufi|<ofaWrl
1. ruTT{A ffi
2. !'[stA EIfrrmt ElorohJdur,
3. Alirf,qrf,f
IB ffiil
4, ffi
tftHte
1. NAIniA
2. USIA Arqg@t@ran t-{agelang
3, AIJAi4AT
4. PEI(FRIAAFT \W/A5[R
1. ltAMA &+Tdnrl
2. USI.A K{fra l+agdarp
3, AtAl4A'r K,ffi.m\ffiran Magelang
4. pSrpRlM[r{ stMtr{ADI, ffi
1. NAI'1A
2. USIA 79 Tafiun
3. ALAi'1AT Desa t.{andusa ri Secang
4. PEKER]AAF{ Pensiunan
IGSIT{Til{
80 Tahun
Kp. Njligutan, Borobudur,
Magelang
Pedagang mebel
{garafi?<otu MEekng
SgarafrtufnMryekng