bertemu. Daunpintu terbuat dart kayu .. Pintu utama berukuran
tinggi 210 em dan lebar 120 em. Sedangkan pintu pengapit agak
keeil yaitu tinggi 210 em dan lebar 116 em.
Ruang utamajuga memiliki pintu dari samping. Jumlah pintu
tersebut ada enam buah. Tiga buah pintu berada eli sisi selatan
masjid dan tiga buah pintu berada di sisi Utara. Pintu tersebut
terbuat dari kayu dan mempunyai berukuran tinggi 210 em dan
lebar 116 em.
Ruang utama memiliki dua bofen atau jendela berkaea
berbentuk segi empat berukuran tinggi 50 em dan panjang 200
em. Jarak jendela kaea tersebut dari lantai sekitara tiga meter.
Satu posisi jendela berkaea berada di Selatan migrab dan satu
jendela kaea lagi berada di Utara migrab.
Selain memiliki jendela kaea, ruang utama masjid juga
terdapat oster atau lubang angin berukuran keeil sekitar 20 em x
20 em. Jumlah lubang angin ada empat belas buah. Tujuh buah
berada di dinding sebelah Selatan ruang dan tujuh buah berada di
dinding sebelah Utara ruang utama..
Bangunan ruang utama Masjid Agung Demak terdapat
beberapa ruang yaitu: Migrab, dan Ruang Sholat.
Migrab atau ruang untuk sholat imam. Bagian ini berada di
sebelah barat dan tepat membagi dua bagian bagian utama masjid.
Bentuk bangunan ruang migrab menjorok ke luar dari bangunan
utama. Pilar masuk ruang migrab berbentuk melengkung setengah
lingkaran dan berlapis kayu berukir. Migrab berukuran tinggi
225 em, panjang 1,96 em lebar 165 em.
Depan migrab atau pengimamam terdapat satu jendela kaea
dengan tinggi 50 em dan panjang 100 em. Selain itu, memiliki
91
lubang angin berbentuk lingkaran berdiameter
tiga buah berada di ruang pengimamam.
•angina tersebut dari dasar lantai 50 em. Satu
Selatan ruang pengimaman, satu buah berada di cti _~
ruang penglmaman dan sebuah Jagi berada di din UL.L--. ~. . .
penglmaman.
Foto: 42
Migrab Masjid Santren, Kab. A1agelang
Ruang Sholat. Ruang sholat ini adalah nlerupakan r
•
terJuas dari bagian ruang utama masjid. Ruang tersebut tidak
pembagian ruang untuk sholat pria atau wanita. Semua or
yang akan melaksanakan sholat akan menempati ruangan i
Saat berlangsungnya sholat berjamaah, makajamaah vvanita ak
menempati bagian belakang. Seandainya ruangan tersebut tid
meneukupi menapung para jamaah, maka jamaah sholat wani
akan berada di serambi.
92
Serambi
Bangunan serambi Masjid Krapyak berukuran 19,35 m x
11,25 em. Serambi Masjid Krapyak merupakan ruang terbuka
namun pada pinggimya diberi pagar. Pagar serambi beukuran
ukuran tinggi 75 em. Pagar serambi sebelah Selatan berbentuk
lengkungan berjumlah 5 buah. Jarak lengkungan 225 em.
Sedangkan pagar sebelah depan berbentuk lengkungan dengan
jumlah enam. Jarak lengkungan 215 em. Ruang serambi ini
berlantai tegel dengan ukuran 30 em x 30 em.
Foto: 43
Tiang Serambi lvtasjid Krapyak Ditopang dengan Umpak
Bentuk bangunan serambi beratap limasan. Atap masjid
beratap genting dari tanah liat. dari kayu jati. Atap serambi
ditopang oleh elnpat buah tiang utama. Tiang terbuat dari cor
semen berbentuk buj ur sangkar dan berwama putih. Tiang
tersebut berdiri di atas umpak dengan ukuran 36 em x 36 em.
93
3. Tempat sesuci atau Wudhu
Tempat sesuei atau tempat wudhu di Masjid Krap
berada di sisi sebelah selatan masjid. Adapun seorang jem
yang mengindkan kamar madni atau we dapat memanfaat
kamar madi atai we di moorasah yang masih berda di komple
masjid.
Foto: 44
TempatBerwudhu
Masjid Santren, Kab. Magelang
Tempat wudhu atau sesuci jamah berbentuk kran berjuml
enam buah. Posisi tempat sesuei menempel pada dinding masji
dan diberi keramik. Tinggi letak kras sekitar satu meter. Di bawah
tempat kran terdapat bak air keeil dengan ukuran 0,5 fiX 6 m.
94
4. Kolam Air
Kolam air terkait dengan keberadaan masjid Krapyak
sebenarnya ada satu buah yaitu yang dikenal dengan Blumbang
Gede. Lokasi kolam tersebut berada di sebelah barat masjid.
Adapun kolam air yang ada st!karang di kompleks masjid ada dua
buah yaitu berada di depan masjid dan di samping kiri masjid.
Kolam yang berada di depan masjdi berukuran 10m x 2m dengan
kedalaman sekitar 25 em. Tepat di tengah kolam terdapat pemisah
berupajalan menuju pintu seralnbi te!1gah. Jalan menuju pintu
depan sebelah kanan dan kiri serambi terdapat di sisi Selatan
kolam dan di sisi Utara kolam. Untuk memasuki masjid dari
arah depan, para jamaah masjid akan melewati jalan di tengah
kolam.
Kolam air diberi pagar keliling yang terbuat dari tembok
dengan tinggi 75 em. Untuk masuk ke kolam air atau serambi dari
arah depan akan melewati gapura. Gapura yang berada di depan
kolanl tersebut berjumlah tiga yaitu satu gapura utama dan dua
gapura pengapit. Gapura Utama berada di tengah dengan bentuk
melengkung dengan tinggi hampir tiga meter dan lebar dua
setengah meter. Adapun gapura pengapit berbentuk melengkung
agak meruneing. Ukuran kedua gapura penggapit mempunyai
tinggi sekitar dua setengah meter dan lebar dua meter.
Kolam ke dua terdapat di sebelah kiri dari bangunan masjid.
Ukuran 1,5 m x 8 m, dengan kedalaman 0,5 meter. Fungsi kolam
ini adalah untuk membersihkan kaki seseorang yang akan masuk
masjid sehingga kaki menjadi bersih dan suei saat berada di
masjid.
95
Foto: 45 Foto: 46
Kolmll air Depan MC15jid Kolam Air Samping Masjid
5. IIalaman Masjid
Halan1an Masjid Krapyak cukup luas. I-Ialmn tersebut
berada di samping kili l11asjid dan di depan masjid. Luas halaman
n1asjid secara keseluruhan lebih dari 350 TI12. Halalnan tcrsebUl
dimanfaatkan sebagai area parkir pengunjung nlasjid rnaupun
makam. Dj samping itu saat hari raya dipergunakan sebagai
telnpat sholat para nlasyarakat sekitar.
Selain dipergunakan untuk kegiatanmasjid, dalamkeseharian
halaman masjid dimanfaatkan ~ladrasah Tsanawiyah untuk
aktifitas sekolah. Aktifitas tersebut di antaranya olah raga dan
upacara bendera.
96
Foto: 47
Halaman Masjid unfuk Parkir Pengunjung
Foto: 48
A1l Ma 'ari/. Gunungpring, Muntilan. Kab. Magelang
6. Madrasah
Sekolah yang berada di kompleks Masjid Krapyak Inl
97
merupakan sekolah Islam dengan nama Madrasah Tsanawiy .
Ma'arif 2 Muntilan Magelang. Madrasah ini memiliki sebu' .
•kantor guru dan beberapa rtang kelas. Selain itu sarana v;
kamar mandi tersedia cukup bersih dan baik. Sekolah Islar
dibawah naungan yayasan Ma' arif mempunyai kantor pula L
sebefang jalan depan Masjid Krapyak. Murid sekolah Islam ir
berasal dari masyarakat sekitar.
7. Masjid Santren, Bagelen, Kabupaten Purworejo
a. Lokasi
Masjid Santren Bagelen berada di Desa Bagelen, Kecamata~
Bagelen, Kabunaten Purworejo. Jarak lokasi masjid dengan Ibu Ko .
Kabupaten sekitar 12 Km. Adapunjarak lokasi masjid darijalan fa) .
Purworejo sekitar 200 m.
oto: 49
Masjid Santren Bagelen, Kab. Purworejo
98
Lokasi masjid dari jalan raya melalui jalan kampung yang
sudah cukup halus. Kiri kananjalan kampung masih ditumbuhianeka
pepohonan yang cukup rindaig tumbuh di pekarang penduduk.
Bangunan Masjid Santren Bagelen sendiri. berada di
tengah areal pekarangan yang cukup Iuas dan di tengah rerimbuan
pepohonan. Disamping itu, tidak jauh dari masjid, yaitu tepatnya di
sebelah Barat yaitu sekitar 50 m terdapat aliran Sungai Bogowonto.
Bangunan atau rumah penduduk masih jarang dan terlihat masih
sederhana. Suasana perkampungan seki~ar masjid masih jauh dari
hingar-bingamya keramaian kota. Kesederhanaan masyarakat masih
terlihat dengan penampilan keluguan dan keramahtamahannya.
b. Legenda dan Sejarah .
Kapan berdirinyaMasjid Santren Bagelen tidak diketahui
dengan jelas. Hal ini dikarenakan kurangnya data. Data yang ada
--
hanya merupakan prasasti bertulisan Arab di sebuah tiang .masjid
dan cerita yang berkembang di masyarakat
Berdasarkan prasasti yang ada, Masjid Santren Bagelen
,
merupakan hadiah dari istri Sultan Mataram kepada ustad Baidowi.
Pada.waktu tersebut, wilayah Bagelen termasuk kekuasaan Mataram.
Perancang Masjid Santren Bagelen disebutkan bemama Khasan M.
Shufi.
Untuk mengetahui keberadaan tahun berapa ustad Baidowi
hidup, maka dapat dilihat di prasasti berhuruf Arab pada nisan di
kepala nlakam RKH Khasan. Mukibat dan istrinya. RKH Khasan
Mukibat adalah anak dari Syeh Ustad Baidowi. Pada nisan makam
RKH Khasan Mukibat tersebut terlihat prasasti berhuruf Arab
berangka tahun 1028 H = 1618 M. Sedangkan pada nisan istrinya
99
berangka tahun 1171 H = 1757 M .. Berdasarkan prasasti terseb -
•kemungkinan Masjid Santren Bagelen berdiri pada akhir abad 16 l\ ~
- awal abad 17 M.
c. Arsitektur Bangunan Masjid
Kompleks Masjid Santren Bagelen, Kabupaten Magelanc
secara keseluruhan berada di atas tanah 2.031 m2. Sebelah kanandar:
kiri makam terdapat makam keturunan Ustad Baidowi. Komp:teks
Masjid Santren Bagelen, tidak memiliki tembok keEling. Pembatas
kompleks masjid tidak terlihat karena lingkungan sekitamya masih
rimbun dengan pepohonan.
Kompleks bangunan Masjid terdili dan bangunan utama
atau tempat utama beribadah, serambi depan, tempat sesuci atau
•
tempat wudhu, dan halaman Bangunan Masjid.
d. Bangunan Utama Masjid
Bentuk Luar Masjid
Bentuk bangunan Masjid Santren Bage]en, apabila dilihat
dari luar tampak berbentuk limasan atau rumah tradisional J!awa
beratap susun dua. Kemuncak dari masjid terdapat Mahkota yang
terbuat dati logam tipis semisal tembaga. Menurut masyarakat
sekitar, dahulu kemungkinan kemuncak masjid terbuat dari terakota
atau dari kayu.
I100 BADAN mus PROVo JATENG]
Foto: 50
Mahkota Bangunan Utama Masjid
Atap Inasjid telah mengalami beberapa pengantian. Sejak
tahun 1968 sampai tahun 2000. Atap masjid sekarang terbuat dari
genting tanah yang eukup baik dan di eat merah hati. Kemungkinan
atap masjid dahulu terbuat dari sirap atau genting dari bahan kayu.
Bangunan Masjid Santren Bagelen berdiri di atas sebuah pondasi.
Tinggi pondasi sekitar 60 em. Ada kemungkinan pondasi masjid
lebih rendah. Hal ini terbukti bahwa pada saat dilakukan renovasi,
telah dilakukan pereobaan penggalian lantai masjid. Pada kedalaman
sekitar 20 em telah ditemukan lantai kuno masjid.
Bagian DaIan) Masjid
Ruang utama masjid berdenah bujur sangkar. Ruan'g utama
memiliki luas 10 m x 10 m atau 100 m2.· Ruangan ini terdapat
empat tiang atau dikenal dengan sokoguru. Sokoguru adalah tiang
penopang bangunan utama atau atap brunjung. Sokoguru terbuat
dari batang kayu jati yang utuh berdiameter 46 em. Kemungkinan
Sokoguru dibuat dengan peralatan yang sederhana. Hal ini terbukti
bahwa permukaan Sokoguru tersebut tidak halus melainkan masih
101
terlihat bekas kupasan alat pertukangan. Tinggi Sokoguru seki
delapan meter. Jarak Sokoguru empat meter. Keempat Sokoguru
atas berdiri di atas umpak batu a!J.desit berbentuk setengah bula
Diameter umpak 45 em dan tinggi umpak dari lantai 28 em.
Foto: 51
Sokoguru dan Umpak Masjid Santren, Bagelen. Kab. Magelang
Selain memiliki sokorowo, ruang utama masjid terdap
tiang penujang atau sokorowo berjumlah 12 buah. Sokorowo terbu
dari kayu jati utuh berdiameter 38 em. Tinggi Sokorowo 2,75
Sokorowo berdiri di atas umpak batu andesit berbentuk seteng
bulatan. Diameter umpak 30 em dan tinggi 22 em. Adapun jar ~
masing-masing sokorowo 3 m. dan dilapisi kayu jati yang diukir.
Salah satu sokorowo yang JJerada di sebela kanan pengimaril
terdapat prasasti tentang Masjid Bagelen
Antara Sokoguru dan sokorowo diberi balok penghubun
atau blandar. Balok penghubung tersebut masing-maing ganda~
Balok penghubung tersebut terbuat dari kayu jati berbentuk perse .
dengan ukuran 19 em x 19 em dan panjang balok tiga meter.
Sokoguru yang berfungsi untuk menyangka brunjung atau
kemllneak masjid terdapat wuwungan dengan lantai terbuat dari
102
,........,.. n. Wuwungan, dalam atap brunjung tersebut telah diberi warna
- merahan.
Ruang utama MasJid Santren Bagelen berdinding tembok
r pesi dan berlantai legel warna hijau. ~embok dan tegel tersebut
mah direnovasi tahun 1968 untuk mengurangi beban sokorowo
.. ng telah rapuh. Antara tembok dengan sokorowo berjarak 50 em.
Dinding ru'ang utama sisi Utara dan Selatan terdapat jendela berjeruji
ayu tanpa daun jendela. Kusen jendela juga telah dieat warna eoklat
a. Ukuran jendela 100 em x 120 em. Adapun jendela lengkap
engan daun jendela terdapat di dinding sisi barat. Jendela tersebut
Ljumlah dua yang mengapit ruang pengimaman. Ukuran jendela
l04 em x 118 em.
Ruang. utama memiliki tiga buah pintu.Tiga buuh pintu
berada di sIsi Timur rriasjid. Pintu-pintu tersebut Inenghubungkari
ruang utama dan serambi. Posisi pintu, satu berada tepat ditengah
eli n.ding sebelah timur dan dua buah pintu berada di samping kiri dan
kana daTi pintu tengah. Ketiga pintu tersebut berukuran 145 em 210
CIll. Kusen dan daun pintu telah dieat warna hijau.
Bangunan ruang utama Masjid Agung Demak terdapat
beberapa luang yaitu: Migrab, dan Ruang Sholat.
Migrab atau ruang untuk sholat imam. Bagian ini berada di
sebelah' barat dan tepat membagi dua bagian bagian utama masjid.
Bentuk bangunan luang ll1igrab menjorok ke luar dari bangunan
lltama. Ruang migrab berbentuk relung berukuran 140em x 180cm.
•
103
Foto: 52
Migrab Masjid Santren, Bagelen, Kab. Punvorejo
Ruang Sholat. Ruang sholat ini adalah merupakan r
terluas dari bagian ruang utama masjid. Ruang tersebut tidal<
pembagian ruang untuk sholat pria atau wanita secara penn..."'.~I.........
Semua orang yang akan melaksanakan sholat akan menem
ruangan ini. Namun demikian apabila adajamaah wanita yang sh
maka dapat menempati di belakang jamaah pria atau be11emp
sebelah kiri dari sof pria. Pembatas hanya berupa sitir atau
berwarna hijau yang digantungkan dengan tali. Adapun luas sho
khusus wanita yan bersifat sementara hanya dati dinding sebelah .
sampai sokoguru sebelah kiri.
104 .
Foto: 53 f
Pembatas Sholat Wanita
. Serambi
Bangunan serambi Masjid· Sa.ntren ~agelan merupakan
ruang tertutup dengan ukuran 3 em x 10 em. Atap serambi berbentuk
Iimasan dengan genting dari bahan tanah liat. Bagian sisi Timur
serambi terdapat tiga buah pintu masuk tanpa daun pintu. Ambang
pintu berbentuk kurawal. Keliling emper ~erambi terdapat tangga
naik berjumlah tiga buah. Tangga naik tersebut terbuat dati keramik
berwarna merah hati.
Lantai ruang serambi terbuat dari tegel hijau berukuran 20
em x 20 em. Dinding sisi selatan dan Utara terdapat jendela kaea
. -,
dua buah. Ukurart jendela kaea 1 m x 1,5 m. Di atas jendela tersebut
Inasing-masing terdapat empat lubang angin berkaea yang dapat
105
dibuka dan ditutup berukuran 40 em x 30 em. Selain itu, rna .
masing sisi dinding tersebut terdapat juga pintu berdaun de.LL....__
ukuran 1,4 m x 210 m. Di atas rAasing-triasing pintu berdaun ter~._.
satu lubang angin berkaca yang dapat dibuka dan ditutup beru.n..\.&L .
40 em x 30 em.
Pada ruang serambi terdapat delapan tiang' penyangga
terbuat dari kayu jati. Tiang penyangga berukuran 20 em x?O em
tinggi tiga meter. Tiang tersebut berfungsi untuk menyangga a
Sus~nan atap berupa reng, usuk dan genting- t~rlihat dari bawah.
f. Tempat sesuci atau Wudhu
Tempat sesuei atau tempat wudhu di Masjid Santren, Bage
berada di sisi sebelah Utara. Tempat tersebut menyatu dene
bangunan fasilitas masjid lainnya yaitu ruang paseban berukuran .
m x 4 m, we berukuran 3,2 m x 1,5 m dan kamar mandi berlru
3,2 m x 1,5 m. Adapun tempat wudhu berukuran 3,2 m x 3 m.
Foto: 54
Tiang Serambi Masjid Santren Bagelen. Kab. Purworejo
106
.
Foto: 55
Tempat Sesuci Masjid Sanfren Bagelen, Kab. Punvorejo
. DESKRIPSI RAGAM HIAS MASJID KUNO
Ragam hias merupakan hasil budaya yang sudah berlangsung lan1a
sejak jaman pra sejarah san1pai n1asa sekarang. Basil budaya manusia
tersebut akibat paIa pemikiran lnanusia dalam rangka pemenuhan
kebutuhan hidupnya tentang keindahan dan estetika. Bentllk dan ragam
hias tersebut dipengaruhi kondisi latar belakang, pengalaman dan
pengetahuan man usia.
Penciptaan bentuk ragan1 hias, seIain menampilkan unsur keindahan
juga terkandung fungsi, makna dan simbol-simbol tertentu. Bentuk
ragaln hias semakin memilikl makna yang lebih mendalam lagi apabila
penciptaannya terkait erat dengan kepentingan religius.
Fllngsi ragan1 hiasan pada bangunan yang terpenting adalah untuk
memperindah dan mempercantik bangunan, sehingga dapat menambah
nilai tersendiri bagi penggunanya. Nilai tersebut seperti kewibawaan
bangunan, sakral, angker maupun kesejukan dan ketentraman hatL
107
Ragam hias di nusantara terutama di Jawa telah menghiasi berbagaj
benda seperti kain, perabot rumah ~ngga, tempat peribadatan dan
lain sebag,aiu']a. Bi.t\%,~\\'o.~ ID-~~~\.c\. c\.'O..~ 'O..\<..b'Cb~~'-'& De11ua \alnn a ~--
lingkungan masjid tidak lepas pula mendapat sentuhan ragalTI hia ...~.,. ..._~
para sentman.
Ragam hias yang menghiasi bangunan dan unsur lainnya ~~
masjid merupakan salah satu unsur penting dalam membangunan
masjid. Hiasan-hiasan tersebut secara unlum diletakkan pad
bangunan atau bagian-bagian bangunan lainnya. Bentuk dan anek'1"-............"
ragam hias tersebut mempunyai arti sebagai penghias ruangan m........,.,.-...
simbol atau pelengkap tertentu.
Ragam hias dalmn bangunan masjid melnpunyai tiga fungsi
Applied ornaTnent, organic ornarnent, dan n1.i,nelic ornalnent (Ch
2000: 110). Applied ornalnent adalah hiasan yang berfungsi seb _
kontruktif struktural. I-Iiasan tersebut biasanya menopang pada struk -
element dan unsur bangunan. Organic onlament adalah hiasan
menempel pada bangunan akan tetapi tidak nlenopang pada stru
bangunan. Sifat dan fungsi dari ragam hias jenis organic ornaJnent adal
dekoratif dan pengisi keindahan bagian bangunan. lvlinzetic Orll(Un
adalah ragam hias yang mempunyai makna dan simbol tertentu. J
jenis ragam hias ini memiliki fungsi simbolis.
Bentuk dan jenis Ragam hias banyak menghiasi bangunan masji
kuna di Jawa Tengah. Hiasan-hiasan tersebut kebanyakan ditampilk
dalam bentuk dua din1ensi, namun demikian hiasan tersebut terkadan_
ditampilkan dalam bentuk tiga dirnensi. Bentuk ragam hias terscbu
dibuat dengan eara dipahat maupun dilukis. Adapun aneka ragam hin
yang ditemukan dalam bangunan Masjid Kuno di Jawa Tengah di
antaranya:
108
aligrafi / Arabes
eni Kaligrafi dikenal pula sebagai senitKhath. Seni Khath ini telah
ngalami perkembangan dan sejarah yang cukup panjang yaitu di
lai dari daerah jazirah Arab sampai tersebamya Islam ke berbagai
njuru dunia seperti sekarang ini. Adapun puncak perkembangan seni
lath bersamaan dengan perkembangan aksara Arab dan tegaknya
. budayaan Islam. Kebuclayaan Islam sendiri adalah kebudayaan yang
idasarkan atas ajaran-ajaran Islam. Oleh karena itu, bentuk seni kaligrafi
dalah gubahan dari kata-kata dan huruf Arabes. Adapun kata-kata dari
uruf Arabes bersumber dad Al Qur' an dan Al Radits.
Ragam hias kaligrafi terdapat beberapa gaya. Gaya kaligrafi tersebut
ipengaruhi oleh bentuk huruf Arab yang tercipta di suatu daerah, seni
budaya lokal yang terlebih dahulu ada, bahan dan teknis penulisan,
dan alat tulisnya. Pada Abad ke 14, terdapat gaya kaligrafi huruf
rabes seperti gaya Bagdad, Farisi, Andalusi dan Istambul ( Wiyoso
Yoposeputo, 1991: 115).
Seni hias Kaligrafi atau Khath yang ditemukan pada bangunan
masjid kuna di Jawa Tengah beraneka ragam bentuknya tetapi secara
menyeluruh kurang menonjol sebagai sebuah karya seni rupa. Hal ini
disebabkan karena seni kaligrafi yang tampak pada bangunan masjid
merupakan motif hias pelengkap dari sebuah seni ragam hias Hindu atau
seni budaya lokal yang diterapkan pada bangunan. Perwujudan kaligarfi
eli atas digambarkan atau dipahatkan sehingga dapat berupa relief
maupun berbentuk tiga dimensi. Adapun bentuk kaligrafinya berupa:
1. Huruf Arab yang digambarkan atau dipahatkan secara fajar.
2. Huruf Arab yang distilisasikan sehingga menjadi suatu hiasan.
3. Ruruf Arab yang dirangkum sehingga berupa suatu hiasan
109
4. Huruf Arab dengan kata bahasaJawa yang diwujudkan d................. lbC'JII.
wujudnya. •
Aneka ragain bentuk kaligrafi yang berhasil di telnukan dalam p
masjid-masjid kuna diantaranya adalah sebagai belikut:
1. Kaligrafi pada Masjid Kauman, Desa Gagadalem, Kec. Brin
Semarang,
Masjid Kallman Gogodalem, Kecamatan Bringin K
Magelang melniliki sebuah kaligrafi. Kaligrafi tersebut dituli
cat wama biru 111uda. Bunyi kaligrafi tersebut merupakan 1
doa untuk masuk masjid. Olch karena kaligrafi tersebut beru
lnaka penenlpatannya diletakkan eli atas pintu masjid. Pemv,--,~
kaligrafl pada Masjid Kauman termasuk baru. Pengeljaan beru'-4.A'~~
dengan dilakukannya renovasi masjid tahun 2007.
Foto: 56
Kaligrafi di alas pintu masuk Masjid Kauman, Gogodalel1l.,
Kec. Bringin, Kab Sef1'larang
2. Kaligrafi Masjid Jami' Ki Ageng Sela.
Masjid Jalni' l(j Ageng Sela dengan kondisi bangunan yang masih
asli dan sederhana, sedikit sekali Inemiliki seni hias kaligrafi Kaligrafi
110
ang terlihat dalam masjid hanya beberapa buah. Kaligrafi-kaligraii
ang ada ditempatkan di dinding atas pengimaman.
Bunyi tulisan kaligrafi yang' ada adalah kalimat
Bismillahirohlnannirahim. La illaha ilallah Muhammadar
rosulloh, Allah, Muhammad. Media penulisan kaligrafi tertulis
pada gerabah. Pengerj aan kaligrafi tersebut dilakukan dengan cetak
bakar. Pembuatan kaligrafi tersebut termasuk barn namun demikian
kepastian kapan dibuat tidak diketahui.
Foto: 57
Kaligrafi di Masjid Ki Ageng Sela
3. Kaligrafi Pada Masjid Agung Demak
Kaligrafi Masjid Agung Demak memiliki bentuk yang indah.
Kaligrafi tersebut berada dalam beberapa tempat diantaranya terletak
di atas pintu utama masjid, Maskuro, dan lain sebagainya. Kaligrafi
tersebut dipahatkan di atas kayu berisi ayat suci Al Qur' an.
Kaligrafi Iainnya terdapat dibagian atas Masksuro. Kaligrafi tersebut
diukir di atas kayu berbingkai kurawal. Bunyi kaligrafi diantaranya
berbunyi " ini adalah tempat bersholat raja negeri terkenal bergelar
"Raden Tumenggung Gusti yang memimpin dengan Kebaikan".
l1j
Foto: S8
Kaligraji Kata Bahasa Jawa pada Maskuro Masjid Agung Demak
4. Kahgrafi pada Masjid Santren, Bagelen, Purworejo,
Kaligrafi Masjid Santren, Bagelen, Purworejo berupa se
prasasti. Kaligrafi berbentuk prasasti tersebut menempel pacta
satu sokorowo sebelah kanan dari migrab. Huruf prasasi be
huruf Arab. Penulisan kaligrafi prasasti dengan cara dipahat
hurufnya diberi wama hitam serta dasar kayunya diberi wama put'
lsi kaligrafi prasasti yaitu
"Masjid ini dibangun di negeri yang agung untuk leluhur yang sud
meninggal atas perintah istri Sultan Mataram, diberikan kepn
Ustaz Baidlowi dan sebenamya yang membuat masjid ini Kha
Muhammad Shufi, semoga ia mendapat ridla Allah, berupa nikm
dunia dan akherat dan ditetapkan imannya".
112
Foto: 59
Kaligrafi Prasasasti pada Sokorowo
Masjid Santren Bagelen, Purworejo
Foto: 60
Hiasan Lung pada lubang antara Atap Masjid Ki Ageng Selo
113
Foto: 61 Foto: 62
Hiasan Lung pada Mimbar Hiasan Lung di M inbar
Masjid P. Binowo Kendal A1asjid Santren Kab. Magela
b. Lung-Iungan
Kata Lung-Iungan berasal·dari kata dasar lung. Lung berarti V~-'~
tumbuhan muda yang menjalar. Lung dapat pula berarti tanaman
ketela.
Seni hias lung banyak dijumpai di berbagai masjid terutama __
hiasan mimbar. Hiasan lung pada masjid dapat dijumpai diantar _
terdapat pada sandaran mimbar Masjid P. Binowo Kendal.
Agung, Demak, Masjid Santren Bagelen, Masjid Mantingan rna
masjid Santren Magelang.
Penempatan hiasan Lung tidak hanya terdapat pada bagi an Ie
dari suatu masjid. Akan tetapi hiasan lung dapat- pula dijumpai p
bagian dari bangunan masjid. Bagian masjid yang terdapat hiasan Iu
diantaranya lubang antara bagian atap yang satu dengan atap Ininn
Contoh hiasan lung pada bagian masjid tersebut seperti yang terdapat
Masjid Ki Ageng Selo
114
. jikan
ajikan berasal dari sebuah kata wajik. Wajik itu sendiri adalah
ebuah makanan yang terbuat dati ketan, nerwarna coklat tua.
a tersebut timbul karena pemakaian gula kelapa dalam proses
'I-"""'-Lvuatannya. Ragam hias ini disebut wajik karena adanya kemiripan
,,-,,_.,&~uk seperti makanan wajik yang dipotong secara belah ketupat.
Penempatan ragamhias ini diantaranya pada tiang bangunan, maupun
.an masjid yang lepas seperti mimbar maupun maskuro. Hiasan ini
I
ang memakai garis tepi maupun ada yang tidak memakai garis
i. Hiasan wajikan ini di antaranya dapat dijumpai pacta bagian tiang
jid Agung Demak, Tiang Masjid Santren Bagelen dan bangunan
jid lainnya.
Pada mimbar kotbah di masjid santren P. Abinowo terlihat bahwa
'ajikan tersebut diberi bingkai wama keemasan. Dalam bingkai terdapat
agam hias daun berwama hijau dan kelopak bunga berwama merah.
Latar belakang wajikan tersebut diberi warna biru laut.
Foto: 63 Foto: 64
Hiasan Wajikan pada Balok Penghubung Hiasan Wajikan
pada Mimbar Masjid Abinowo, Kendal
Sokoguru Masjid Santren Bagelen,
Kab. Purworejo
115
d. Tlancapan
•Kata tlancapan berasal dari kata dasar tlancap dan akhiran an. ~£JI•
hias tlancapan merupakan sederetan segi tiga sarna kaki,: deng
dan besarnya sarna. Penempatan ragam hias tlancapan biasan
pangkal dan ujung balok kerangka bangunan. Balok tersebut a
kontruksi blandar, tiang maupun dhadhapeksi. Hiasan tlancap
tiang diantaranya dapat dijumpai pada Masjid Agung Demak .. ~~~
Santren Bagelen.
e. Patran
Kata patran berasal dari katapatra. Patra berarti daun. Jadi rag
patran adalah bentuk hiasan yang menggambarkan daun berderet-~...... -,,-
Ragam hias patran ditempatkan pada balok-balok kerangka bang~~.. __
Namun demikian secara umum hiasan patran dapat dijumpai papan .
yang menghiasi kerangka bangunan pada atap. Selain itu, hiasan paJ
. dapat pula dijumpai pada mimbar.
Foto: 65 Foto: 66
Hiasan Tlancapan Hiasan Tlancapan Ujung Balok Tiang
di Masjid Santren Bagelen,
di Masjid Santren Bagelen,
Kab. Purworejo Kab. Purworejo
116
Foto: 67 Foto: 68
Hiasan Patran pada Lisplang Atap Hiasan Patran pada Mimbar
Masjid Santren Kab. Magelang
Masjid Santren, Kab. Magelang
. Padma
Padma berarti bunga Teratai. Bunga Teratai mempunyai arti atau
lambang kesucian. Kesucian yang dilambangkan padma ini berarti
bermakna kokoh dan kuat tidak tergoyahkan oleh segala· macam
bencana
Bentuk ragam hias padma adalah suatu perwujudan garis yang
mengambil garis tepi bunga padma. Penempatan ragam hias ini terdapat
pada umpak atau landasan suatu tiang.
Foto: 69 Foto: 70
Hiasan Padma pada umpak Hiasan Padma pada Umpak
Masjid Agung, Kab. Demak Masjid Santren, Kab. Magelang
117
g. Kebenan
Kata Kebenan berasal dari kata ke~n. Bentuk ragam hia
seperti buah pohon Kebenan. Pohon Kebenan banyak tu
kompleks keraton Yogyakarta, terutama di halaman Kem~,"._-,,-,,
Utara.
Bentuk buah pohon Kebenan tersebut telah mengilhami hi
tembok pagar Masjid Santren, Kab. Magelang.
Foto: 71
Hiasan Kebenan pada Pagar
Masjid Santren , Gunung Pring, Kab. Magelang
h. Hewan
Penggunaan ragam hias binatang pada bangunan masjid maULi..-...
ornament di dalamnya sangat jarang dijumpai. Ragam hias berbe
binatang hanya tampil di sebagian kecil ruang atau benda masjid. Ra
hias binatang yang menyolok tampil terdapat di Masjid Agung De
yaitu binatang Kura-kura. Ragam hias Kura-kura terdapat di de
pengimaman. Selain itu, perwujudan gambar kura-kura tersebut ju_
ditampilkan di atap kedua masjid dengan diberi wama biru muda.
Penggunaan ragam hias binatang terdapat pula pada Lawang Blede .
Bentuk binatang tersebut adalah naga dengan lidah menjulur. Bent .
naga tidak utuh namun sedikit telah distilir.
118
•
Foto: 72
Hiasan Kura-kura pada Atap
Masjid Agung Demak
Penggunaan Ragam binatang sebagai bentuk peralihan seni Hindu
ke Islam juga nampak pada ornament Masjid Mantingan. Ornamen
Mantingan yang berbentuk dua sisi dengan berbagai pola hias di
antaranya terlihat ukiran binatang kera maupun gajah dan lainnya.
Namun ragam hias binatang tersebut telah banyak distilir.
119
Foto: 73
Hiasan Gajah distilir
Koleksi Museum Jawa Tengah Ranggawarsita
Foto: 74
Hiasan Angsa Ornamen Masjid Mantingan, Kabupaten. Jepara
120
v ANALISIS LINGKUNGAN DAN
, MADAASPJITDAKSIUANRASITE• KTUR
Konsep lingkungan dan adaptasi arsitektur perumahan merupakan
~,,,,,,, dasar sebuah bangunan yang harns diketahui apabila ingin melihat
- mbangan fisik masjid di Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan masjid
di Jawa Tengah terdapat hubungan dengan lingkungan, bentuk rumah
.._ .. '"ional dan perkembangan religi yang dianut masyarakat.
. Lingkungan
Menurut Otto Soelnarwoto, lingkungan adalah jumlah semua benda
hidup dan tidak hidup serta kondisi yang ada dalam ruang yang kita
tempati (Depdikbud: 1983: 40). Melihat definisi tersebut manusia terikat
dengan alam dan penghun" i lainnya, . Manusia mempertahankan dan
mencukupi kebutuhan dirinya dengan memanfaatkan lingktingana. Akan
tetapi keserakahan dan berlebihan dalam mengeksploatasi lingkungan
dapat menghancurkan manusia.
Para ahli lain terutama ahli sosial menyebutkan pula bahwa yang
dimaksud lingkungan termasuk didalamnya adalah lingkungan sosial
dan lingkungan budaya. Lingkungan sosial adalah semua hubungan
berupa tindakan berpola dari manusia yang mempengaruhi kehidupan
121
sosial kemasyarakatan. Lingkungan sosial tersebut oleh Koentjara","~,._
termasuk dalam ranah wujud kebudayaan yaitu sistem sosial. .
lingkungan budaya terkait erat dengan wu'ud kebudayaan yang pert-~·~
yaitu sistem budaya (Koentjaraningrat: 1980: 200-201). TermU->_.....
lingkungan sosial diantaranya pola pembangunan rumah atau te~~,__
ibadah.
Dahulu, bentuk rumah di Jawa, terkait dengan lingkungan te
tinggal atau lingkungan keluarga yang tak lepas dari ketentuan ist
Namun hal ini tidak berarti bentuk susunan rumah di lingkun_
keluarga harus meniru bentuk dan susunan istana, bahkan pemakai
bentuk dan. susunan rumah terterttu bagi orang kebanyakan ada laran
meniru istana.
Lingkungan alam yang ada di sekitar manusia menumbuhk
kreativitas manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satun
adalah pemenuhan kebutuhan rohani berupa perumahan dan tempat un
beribadah. Pembangunan perumahan dan tempat beribadah diselaras
dengan potensi yang ada di sekitarnya. Daerah yang kaya deng
batu terutama batu andesit akan memanfaatkan batu tersebut unt
pembangunan rumah maupun tempat ibadah sehingga memunculka
bentllk bangunan candi. Bangunan candi tersebut sebagian besar terbua
dari batu. Oleh karena itu, jarang ctijumpai bangunan kuno dari ba
andesit di kawasan rawa-rawa seperti di daerah Jawa Tengah kawas
Pantai Utara sebelah Timur.
Daerah yang kaya dengan kayu dari pohon yang berkualitas seperti
pohon Jati, pohon Nangka, po~on Mahoni telah dimanfaatkan oleh
masyarakat untuk membangun rumah dan tempat Ibadah. Kayu-kayu
tersebut dahulu banyak tersebar di hutan-hutan Jawa Tengah seperti
Kawasan hutan Randublatung, Blora, Wonogiri, Batang dan sekitamya.
122
....._"":'-...lang.dan sekitamya.
a u yang berkualitas telah dimanfaatkan oleh kaum bangsawan
.-...-,.~....,hiasi pembangunan rumahnya dan tem~at ibadah. Selain itu,
oai wujud penghormatan keAgungan Tuhan, bahan kayu tempat
~'~l tersebut dipilihkan kualitas kayu yang baik. Oleh karena itu, tak
g pencarian kayu melibatkan banyak orang dan masuk ke tengah
_......~.n yang lebat. Kayu-kayu berkualitas tersebut diangkut melalui jalur
gai sehingga tak jarang bangunan atau tempat ibadah tersebut tidak
,,_~__ dari sungai.
Berkaitan pencarian kayu yang bermutu tinggi, untuk keper~pan
.'
mbangunan sebuah bangunan atau masjid di masyarakat sering
legenda tentang pencarian dan pengangkutan kayu. Legenda
ebut seperti. terjadinya daerah Jatingaleh di Semarang, Gua Kreo
Semarang, Alas Mentaok di Surakarta, Kedunglaran di Bringin
•
abupaten Semarang, Jati di Kudus, dan tentunyajuga legenda kayujati
ntuk pembangunan Masjid Demak serta legenda kayu jati ditemukan
di tepi aliran sungai di Demak. Kayu tersebut sekarang di simpan di
useum Kabupaten Demak.
. Bangunan Tradisional Javy.a.
Arsitektur bangunan tradisonal Jawa dapat dilihat dalam dua dime~si
yaitu horisontal dan vertikal. Dimensi horizontal berkaitan dengan
ruang. Adapun demensi vertikal berkaitan dengan pembagian bangunan
rumah yang terdiri dari lantai dasar atau kaki (umpak dan batur), tubuh
atau badan bangunan (tiang dan dinding), dan bagian atas yaitu bagian
tertinggi atau puncak bangunan (Chawari, 1990: 199)
Secara umum, bangunan tradisional Jawa didasarkan atas naluri
.: orang Jawa. Konsep pembangunan dihubungkan dengan iklim, geografi
123
dan lingkungan alam Jawa. Pengendalian iklim dan suhu keleI::1I1I18
bangunan diperaleh melalui penggl.j1aan dan bahan atap bangu
dinding bangunan. Ruang bangunan terdiri dari ruang priba .
menerima tamu atau dikenal dengan pendapa. Pendopo ini bi'~tS.1Ir'W
berbentuk ruang terbuka.
Aspek dari emasi, kepercayaan dan penggambaran simbal -~_
baik untuk kebutuhan primer maupun sekunder dari sang
terkadang juga mempengaruhi sebuah bangunan. Selain itu, ka
kayu semi permanen dan prinsip bongkar pasang menghiasi ban _
tradisional Jawa.
Prinsip kontruksi yang dapat dibongkar pasang ini dilakuka _
mengatasi keadaan alam seperti banjir, gempa maupun tanah yang
subur. Oleh karena itu tak heran, bangunan tradisonal tersebut u-.~r.M...;
dipindah tempatkan sesuai kebutuhan pemiliknya.
Bentuk bangunan tradisional Jawa terdiri beberapa tipe dan
sesuai dengan sesuai dengan kemampuan seseorang. Tipe-tipe
tersebut di antaranya:
B.l Panggang Pe
Panggang berarti dipanaskan di atas bara api. Pe berarti dije
dalam terik matahari. Bentuk rumah Panggang Pe merupakan be~...._
rumah yang paling sederhana. Atap rumah berupa empyak berjuJ..LLL"-...
satu buah. Atap rumah ditapang empat buah taing pada keem
sudutnya. Bentuk rumah ini dahulu dipakai sebagai rumah semen
seperti di sawah, di tambak dan lain sebagainya. Fungsinya un
perlindungan dari panas terik matahari dan tempat istirahat sement
dari mengerjakan lahannya
124
•
l~--"'- - - - - . - j
I .. • .. JI
IJ
I:
I ... • • I
I .I
!I I
I. ~ •
l.~_.._ ~ _ _ - - ....._-.-~,
Gambar: 2
Rumah Panggeng Pe
B.2 Kampung
Disebut rumah tipe kampung karena rumah ini banyak ditemukan di
perkampungan terutama eli ndeso-ndeso. Pembagian tipologi kampung
atau nd~so tampaknya karena didasari dikotomi antara kemampuan
ekonomi seseorang, pendidikan atau golongan masyarakat seperti
bangsawan, priyayi, dan rakyat jelata. Selain itu, juga didasari lokasi
tempat tinggal. Menurut penggolongan masyarakat tersebut, golongan
rendah masyarakat biasanya disebut wong kampung atau wong ndeso.
Adapun golongan masyarakat yang mampu disebut wong kutho, wong
priyayi atau ~ong bangsawan. Tempattinggatkaum bangsawan biasanya
di lingkungan istana. Adapun tempat tinggal kaum priyayi berada di
antara perkampungan dan sekitar istana.
Dahulu, dapat dikatakan bahwa orang yang menghuni tipe rumah
kampung adalah orang kurang mampu. Pada dasarnya bentuk rumah ini.
memiliki denah empat persegi panjang. Bentuk rumah kampong yang
paling sederhana bertiang empat dengan dua atap. Tiap atap berbentuk
empat persegi panjang. Sisi atas dari dua atap yang miring diberi tutup
bemama tutup keong (Siput).
I IBADAl ARPUS PROVo JATE~G 125
• . . .f" ..... - - - --.,-- - -----
.,'~
'-'"
I 1'",--"';---;-- - .-
I .. ,
II ri ----- _...
tI - -... - -
iI " / L..:'" - - ·il
_._---l ."r.r. ~• •
,,- ...... - ... _-----
-..
Gambar: 3
Rumah Kampung
B.3. Limasan
Penyebutan rurnah bentuk.lirnasan berkaitan dengan ben
rurnah yang berbentuk lirnasan. Pemilik bentuk rurnah ini adalah .......~
,
yang agak rnarnpu atau priyayi. Oleh karena itu, bentuk tipe t
tersebar di berbagai ternpat.
Bentuk rumah lirnasan rnempunyai denah ernpat persegi p
Prinsip atap rurnah bentuk lirnasan memiliki ernpat buah atap yai
buah atap bemarna kejen atau cocor dan dua buah atap lagi be LL-....lo_
brunjung berbentuk jajaran genjang sarna kaki. Kejen atau c
berbentuk segi tiga sarna kaki seperti bentuk tutup keong (Siput).
'\I/II'r-"-,"- .----~., --_.."- -- .-- - .- _-/ -/;--
,.11 1l,
il /_
1~ '.)-. ~-_ - .f/,
I/ "
,I 'I/ )l "'.. •
./ "-
1I!,-( -- - • - - • ._.:•::..--_-•_-__-_"""
Gambar: 4
Rumah Limasan
126
.4. Joglo
Bentuk rumah Joglo banyak dimiliki oleh orang mampu. Hal ini
'karenakan bahan bangunan yang dibutuhkan adalah dari bahan yang
erkualitas dan berharga mahal. Dahulu, fl¥llah joglo ini tidak boleh
dimiliki orang sembarangan, tetapi climiliki oleh orang yang terpandang
baik pangkat maupun kedudukkannya di masyarakat.
Rumah bentuk Joglo berdenah bujur sangkar. Atap bangunan
ditopang empat tiang. Tiang tersebut sering disebut sokoguru. Unsur
bangunan dan tiang-tiang yang ada biasanya dihiasi dengan berbagai
asesoris ukiran, ragam hias dan lain sebagainya sehingga hal itu memberi
kewibawan pemililmya.
-&_l.'j.-.-'-.C.-.."f......'.~..-.-.. b~·~.:_A~'C-__--..-.;;..,.-.-. ~_--_-_~..-..;;.-_ --l--~~~...--.-4 Il.'
-or-S.
- _._------,-,---- -=
. . . .-.-. .-. ..., . " - ,
Gambar: 5
Rumah Jagla
c. Bangunan Pra Sejarah
Bentuk bangunan pra sejarah tidak diketahui dengan jelas
keberadaannya. Tinggalan bangunan pra sejarah yang dapat dijumpai
adalah bangunan tempat pemuj aan seperti punden berundak, menhir.
Bangunan tersebut biasanya bersusun dan berada dataran tinggi.
Penempatan bangunan pemujaan di tempat tinggi mempunyai maksud
bahwa di trnpat tersebut dekat dengan keberadaan Dewa atau Tuhan
penguasa alam semesta.
127
Gambar: 6 Gambar: 7
Punden Berundak Menhir
D. Bangunan Hindu
Arsitektur bangunan Hindu Jawa'terkait erat dengan btab Hi
Kuna India yaitu Manasara-Slipasaslra. Menurut btab tersebut dL.Uu.;~
perancangan dan pemuatan sebuah atau kelampak bangunan terut
bangunan suci dikenal suatu istilah yang sangat penting. Istilah ters
adalah vaslhu purusa mandala. Purusa mandala adalah suatu aturan "·.Irl,-
bersifat spiritual dan suci berupa diagram sejumlah katak-katak den
kelipatan tertentu yang digambarkan di atas tanah tempat bangun
akan didirikan. Masing:-masing kotak merupakan persemayaman de
dewa tertentu pula. Vastu ini merupakan norma yang sangat penti =:
kedudukannya di masyarakat.
Kitab tersebut juga menyebutkan empat tingkatan peran sesoran_
dalam pembangunan. Keempat peranan seseorang tersebut adal
Sihapati yaitu ahli kepala rancang bangun dan pendeta. Sutragrahi
yaitu arsitekturperancang, Vardhaki yaitujuru ahli gambar dan Takshaka
yaitu pekerja ahli.
Prinsip Kitab Vaslhu Purusa Mandala telah diterapkan dalam
bangunan candi hindu di J1awa Tengah. Soekmono dan para arkelog
lain telah membagi bangunan candi atas tiga komponen yaitu kepala
128
badan dan kaki candi. Menurut Soekmono konsep bangunan· candi
melambangkan alam semesta. Perlambangan alam semesta terdapat
dalam konsep triloka nya. Kaki candi melambangkan bhuloka atau
•dunia tempat manusia. Badan atau tubuh candi melambangkan
bhuwarloka atau dunia tempat manusia yang telah mencapai kesucian
dan kesempumaan sehingga dapat berhadapan dewa yang dipujanya.
Kepala candi melambangkan swarloka atau dunia para Dewa dan roh
nenek moyang (Oesman: 2008: 392).
Wujud bentuk bangun candi Hindu bertingkat terlihat dalam
bangunan Candi Gedongsongo, dan Candi Prambanan. Sedangkan
bangunan dengan atap tajuk bertingkat, dapat terlihat dan tersebar di
daerah Bali.
Penempatan bangunan Hindu dan lingkungannya dapat dilihat
dalam penataan pusat kerajaan Majapahit. Model pusat Kota Majapahit
menyeleraskan kekuatan Utara-Selatan dan Timur-Barat. Adapun
pengaturan tata ruang berpusat pada alon-alon. Istana berada di sebelah
Selatan alon-alon, sedangkan pasar di sebelah Utara. Candi Budha atau
129
tempat pemujaan berada di sebelah Barat Alon-alon dan candi ...... _
berada di sebelah Timur. •
E. Analisis Bangunan Masjid Kuna
Bentuk masjid di Jawa Tengah secara umum berbeda bentu .
dengan masjid di daerah benua atau negara lain. Berd~.sarkan data
.
ada tampak bahwa bentuk-bentuk bangunan tersebut dipengaruhi
lingkungan dan tradisi budaya yang berkembang di masyarakat.
Masjid di Jawa Tengah dapat· dikatakan merupakan perkemban
bentuk dari bangunan religi yang pemah hidup di masyarakat yang t
dipadukan dengan bangunan tradisional di Jawa Tengah. Bangu
religi sebelumnya yaitu bangunan punden berundak, pada jaman
.'
dan awal sejarah, bangunan tajuk atau meru pada jaman Hindu. Nam
demikian bentuk-bentuk tersebut berbeda dengan bentuk bangu
religi di Birma Vietnam, India dan lain sebagainya.
Letak bangunan masjid yang lebih tinggi dan tanah sekitamya tel
. -~
mengakomodasi bentuk tata letak bangunan religius pada masa p
sejarah. Harapan mereka bahwa tempat tersebut adalah tempat sakr .
Tempat ibadah tersebut harus dihormati dan diletakkau lebih tinggi d
bangunan lainnya.
Bentuk Masjid berupa tajug dengan denah bujur sangkar telah bertaha
cukup lama dalam khasanah arsitektut masjid di Jawa Tengah.
Bertahannya bentuk masjid khas di Jawa telah dipadukan dan didukuno
persediaan bahan-bahan bangunan yang tersedia di lingkungan. Tian
masjid yang terbuat dati bahan pilihan semisal kayu Jati dan perhitungan
pemotongan kayu, perhitungan pembangunan rumah serta susunan balok
kayu yang dapat dibongkar pasang menambah daya kekhasan arsitektur
masjid di Jawa.
130
Puncak atap dari masjid berupa memolo dapat dikatakan rnerupakan
entuk perkernbangan dari bentuk menhir pada rnasa awal sejarah. Selain
itu, kernuncak masjid merupakan bentuk ac!aptif dati bentuk kemuncak
uatu candi bentuk stupa atau ratna. Kemuncak tersebut merupakan suatu
lambang dari puncak dari kekuatan Sang Pencipta. Pada rnasa sekarang
agar bentuk kemuncak bercirikan lchas Islam maka ujung dari kernuncak
masjid biasanya ada huruh Arab berbunyi Allah atau lambang bulan dan
bintang dan menunjukkan arah kiblat.
Foto: 75
Kemuncak Masjid Agung Demak
Bentuk masjid di Jawa menurut Hamzuri paling sedikit ada lima
belas yaitu (1) Masjid dan cungkup, (2) Tajuk Semar Sinongsong, (3)
Tajuk Tawon Bani, (4) Tajuk Tiang Satu Lambang Teplok, (5) Tajuk
Sernar Tinandu, (6) Tajuk Lawakan Lambang Teplok, (7) Masjid Payung
Agung, (8) Tajuk Lambang Sari, (9) Masjidan Larnbang Teplok, (10)
Masjidan Lawakan, (11) Tajuk Sernar Sinongsong Larnbang Gantung
131
(12) Tajuk Lambang Gantung (13) Tajuk Mangkurat, (14) Tajug
•Semar Tinandu, dan (15) Tajuk Ceblokan (Hamzuri, 1987.: 44 - 5
Beberapa Gambar Tentang Masjid di Jawa
Iroo,r'--. - - ~ --71 J
~.
I ~./
I .. _/" " , - I
1 1"".i.....-.'_'- - - - - - " " . .
-- ...-r---
...":....:::=J
Gambar: 9
Masjid dan cungkup
r, .._- -' .. - - _....,- - - .
'\'-.-.-.-. ··-·w-·;;,····· ...
I .... - - _. . . - _ .... ' - - - . { ' (
I \. :...... .. • - JI/ I _ I
I I ' " . ' . - " .... --:,"1' I I
l . r . l .... ~ •• 1.1
I 1I
I. \ I '- ,
.I1 · u · .III • lIII ~'" "..... ,x,-,' ~ II . I\ .. II
II
• • .. Ir · : J
I
I I ,~ -' .. _ _ _._ .~~ I·
I
\
, • r,'" • .. - ~', I "' I
I /1....- - .• - .'.... _._ --..I.
~L _.~ ~ .:..:- -_ .~::- _ :. ': .:.._ _'_J
Gambar: 10
Masjid Lambang Teplok
\. --- - -- - /we::/'lI
;
Ell1py<)k gajah - -- .:,"- - _
lI . . . . . ._. \,
./ tit" / ' • 1f
~ . .. " ......,
t " '"':.< I
I
I/'...........
---- - -- ...._.. ~....;;-- - :r 1• / ../"rtIf ""_ ..........-.~tI
~- - ~- ~~-- -- -. - - --'
Gambar: 11
Masjid Lawakan
132
-,~-- _. - - ---""'t
I ....... -
. . . . .... 1
I • ' . . ...
."./'. l
l, • ' ,__, ..."... • • II
1 ' ....... --.... ./ . :
I ".. ........ 1
, ./ '- I
I · •. -" "'-,. '"',
_ -IIk:'•'Y:o..-.~lI/t'..' ' ' '• - I
.:..: _:- ... ~I
Gambar: 12
Masjid Tajug Lambang sari
Gambar: 13
Masjid Tafug Ceblokan
r- -. -- -.- -- ~/-;~
II • ' , /• , /"- •I
I
~I
I• • /Y, •
I ,/....... I
t
I .. .,/
J ... ". _ ............ I
k.- _
---==._._... •.... t• .J:'~:" _::::~.",.:.
Gambar: 14
Masjid Tajug La'?'lbang Gantung
133
f'--~----71
If).,,· .~' I
• 1I • '" ')./ / . I
~I ~•-/'/~"_-._'":.:1~I
Gambar: 15
Masjid Tajug Semar Tinandu
1"- .-~ - - '-- -, -"/l
f\C . ' - - -~---.~ I
I ')....- '--. - ._-( I
II
I
( II.
II " " ~r:~7l.,.,/11I · I (
I I
I I ' 1
I I I
.. 1.1 I
1& I -.'
I~ Ic..... -- .._--._. _":.:J \ ,
I ~__._~ ta ~ I
lL:__._ -, _ '.__'. _: _ .....)1
Gambar: 16
Masjid Payung Agung
If,- ., .. -_"'-,:0 --c:------=-----..---/'.
I ''', '~ /"
I. ,../
".I " /
! .
'I~'~---?f~"
I '. ,'"
I ~' ."- '.
I
I• ! • .1 • •
V "I.
i ,/ "
I· / ~,
I /'/ "
II / •
>I
L__ _ .
Gambar:17
Masjid Tajug Mangkurat
134
Simh gada
Gambar: 18
Masjid Tajug Tawon Goni
~-~ - - -
Gambar: 19
Masjid Tajug Semar Sinongsong
o
Gambar: 20
Masjid Tajug Sernar Sinongsong Lambang Gantung
135
• :'..1"':""' .-----... ----.
~---
I"
I '"\'"
"- /
.'''-, "
"....., ,.: "
•
Gambar: 21
Masjid Tajug Sinom Semar Tinandu
1I "~"--- -- - - - -. .-"//'1
1.... • • .I I
I" ./"
t
I" ,/
I
t• >-./................ /' •
i I
II • ".,/. .". . . II [I
1./ ........ I
"I
r./
• • ... "Jt
I ", •
k:::'~
Gambar: 22
Masjid Tajuk Lawakan Lambang Teplok
,. ~--------71
II .. ~. I
I" /I
I "/ ,
I X'" / t II
f It
I / "-
I/ '" }I
1../ '-
: ." I
i,c( _.~_._ _~
- - -........ B3hu danyang
Gambar: 23
Masjid Tajug Tiang Satu Lambang Teplok
136
Bentuk masjid dalam tulisan ini, berdasarkan data di lapangan maka
erlihat bahwa ada beberapa bentuk masjid di antaranya:
•
1. Masjid dan cukup
Bentuk l11Ksjid ini adalah bentuk yang paling sederhana eli masyarakat.
Secara umum, bentuk masjid ini bertiang empat dan atapnya seperti
rumah limasan dengan empyak setangkep.
2. Masjid Tajuk Semar Tinandu
Bentuk tajuk terlihat jelas, dengan kondisi dipikul ernpat tiang tiang.
Brunjung tidak ditopang langsung oleh satu tiang. Tiang penYangga
balok mengangkat brunjung.
3. Masjid Tajug Lawakan Lambang teplok
Bentuk masjid ini hampir sarna dengan Tajuk Semar Tinandu, akan
tetapi brunjung secara langsung ditopang oleh tiang utama. Sebagai
contoh Masjid Agung Demak, Masjid Ki Ageng Selo, Kabupaten
Purwodadi maupun Masjid Mantingan, Kabupaten Jepara.
4. Masjid Lambang Teplok, Semar Tinandu
Bentuk masjid ini biasanya lebih dari dua tingkat. Jenis masjid ini
.disebut juga beratap meru. Pada masjid ini atap tingkat kedua masih
ditopang tiang utama, namun atap tingkat berikutnya berbentuk
Tajuk Sernar Tindandu. Bentuk sederhan dari jenis masjid Ini terlihat
dalam masjid Kauman Gogodalem, Bringin. Kabupaten Semarang.
137
- - --
Gambar: 24
Masjid Sederhana
5. Masjid Lawakan Lambang Templok
Jenis masjid ini banyak dipergunakan untuk langar. Ben
sarna dengan rurnah lirnasan atap setangkup, tetapi ditarnbah
penanggap. Brunjung disangga tiang utarna Sebagai contoh
Santren Bagelen, Kabupaten Purworejo, Masjid Pangeran Abin
Kabupaten Kendal,
138
~.
'PENUTUP
. KesiInpulan
Masjid bagi umat Islam Inerupakan salah satu bentuk unEkapan
realitis dari elnosi keagamaan. Pendirian bangunan "suci" tersebut
didasari komitmen tanpa pmnrih dan hati yang suci. Hal ini sebagai
bentak penghormatan ter~inggi kepada penguasa dan pencipta' alam
semesta. Berdasarkan data yang ada, baik di lapangan maupun pustaka
terlihat bahwa masjid kuna di Jawa Tengah terdapat beberapa kesimpulan
berkaitan dengan ke khasan dankeunikan masjid diantaranya:
Masjid kuna di Jawa Tengah telah dipengaruhi oleh kondisi
lingkungan alam, budaya, sosialekoBomi, maupun latar belakang pendiri
masjid tersebut. Pengaruh lingkungan alam terliliat adanya penggunaan
bahan yang ada yaitu bahan kayu jati. Kayu jati di· Jawa Tengah yang
melirp.pah telah dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk membuat
liang utama majid. Bagi masyarakat Jawa Tengah, pada waktu dahulu,
jenis "kayu jati merupakan bahan utama pembuatan -bangunan bagi
lapisan atas dari strata masyarakat. Strata masyarakat tersebut seperti
kaum bangsawan. Bangunan yang mempergunakan kayu jati misalnya
bangunan keraton, bangunan milik bangsawan dan lain sebagainya. -
139
Oleh karena itu, sebagai salah satu bentuk penghorn1atan bah\
merupakan tempat ibadah utama, maka bahan bangunan yano
juga jenis kayu yang berkualitas yaitu kayu'jati.
Pengambilan mauputi pencarian bahan bangunan masJl
diberbagai tempat ditemukan kisah maupun legenda tersendiri.
menggambarkan bahwa usaha keras yang dilakukan untuk p n-.....-._
suatu masjid diperlukan perjuangan dan perhitungan yang hati-h .
Bentuk bangunan masjid dapat dikatakan beradaptasi dengan ban
yang pen1ah ada di lawn Tengah. Masyarakat lawn Tengah yan
akan budaya terkadang muncul akulturasi kebudayaan. OIeh ~,,-u...' ...........
itu, tak heran bentuk masjid terlihat adanya perpaduan berbagai I..U ....;........
kebudayaan dari berbagai belahan dunia yang telah mempeng
kebudayaan 10ka1.
Bentuk aneka bangunan kontruksi rUlnah yang telah ada eli J
Tengah, di antaranya sepelii rumah panggang pe, lin1asan, joglo
bangunan I-lindu diantaranya seperti Ineru, kolam air serta bang n
pemujaan seperti punden berundak telah melnberi warna bentuk m ~
kuna.
Pengadopsian bangunan lokal sepelii di atas telah memben
karakter tampilan arsitektur Masjid Kuna di lawn Tengah. Tampil
tersebut seperti rancang bangun 111udah dibangkar pasang / dipindahk
sirkulasi udara sederhana, rancang bangun lakal, bahan lokal dari al
sekitar seperti barnbu, kayu jati, kayu nangka, batang kelapa, ijuk, d -
sebagainya.
Bentuk masjid kuna yang tersebar di lawn Tengah dapat dikatak .
berkiblat ke Masjid Agung Demak. Hal ini dapat dimengerti kare.
Masjid Agung Den1ak merupakan bangunan milik Keraj aan Islam tertu
·di lawn Tengah. Kerajaan Islam Bintora Demak tersebut 111empengaru
140