3. Server kemudian merespon permintaan tersebut. Dari sudut pandang server, yang
terlihat adalah alamat IP NAT, bukan alamat IP klien yang meminta data
bersangkutan.
4. NAT menerima respon dari server, lalu melanjutkannya dengan mengirimkan ke
alamat IP klien yang bersangkutan.
5. Keempat tahapan tersebut terjadi berulang-ulang, sehingga walaupun klien
komputer tidak memiliki alamat IP publik, namun tetap dapat mengakses internet.
C. STATIC NAT
Static NAT menerjemahkan sejumlah IP address (private) tidak terdaftar
menjadi sejumlah IP address (public) yang terdaftar sehingga setiap client dipetakan ke
IP address terdaftar dengan jumlah yang sama.
Kekurangan :
a) Pemborosan IP address terdaftar karena setiap IP address yang tidak terdaftar (un-
registered IP) dipetakan kepada satu IP address terdaftar.
b) Kurang aman dibandingkan NAT dinamik, sebab setiap komputer memiliki alamat
IP tersendiri, dan akhirnya risiko penyusup masuk langsung ke dalam jaringan
private lebih besar.
D. DYNAMIC NAT
Dynamic NAT dimaksudkan untuk suatu keadaan ketika mempunyai IP address
terdaftar yang lebih sedikit dari jumlah IP address tidak terdaftar. Dynamic NAT
menerjemahkan setiap komputer dengan IP Address (private) tidak terdaftar kepada
salah satu IP address (public) terdaftar untuk terhubung ke internet. Hal ini akan
menyulitkan para penyusup untuk menembus komputer di dalam jaringan karena IP
address terdaftar yang diasosiasikan kekomputer selalu berubah secara dinamis, tidak
seperti pada Static NAT yang dipetakan sama.
Dynamic NAT memiliki sifat first-come first-served, dimana client yang lebih
dulu mengirimkan paket menuju jaringan internet maka client itulah yang pertama
kali mendapatkan IP Address Public.
Kekurangan : Jika jumlah IP address terdaftar yang tersedia sudah terpakai
semuanya, maka untuk komputer yang berusaha terhubung ke internet tidak lagi bisa
terhubung karena IP Address terdaftar sudah terpakai semuanya.
E. NAT OVERLOAD/PORT ADDRESS TRANSLATION
Port Address Translation (PAT) atau NAT Overload merupakan salah satu jenis
NAT yang memiliki sifat sama seperti Dynamic NAT, yaitu sama-sama memetakan
suatu IP Address Private kedalam IP Address Public yang tersedia di dalam NAT Pool.
Perbedaannya adalah jika pada Dynamic NAT, satu IP Address Public hanya
bisa digunakan oleh satu IP Address Private client yang pertama kali sampai pada NAT
Router. Berbeda halnya dengan PAT, satu IP Address Public dapat digunakan oleh lebih
dari satu IP Address Private client. Hal itu bisa terjadi karena setiap penggunaan IP
Address Public tersebut akan disertakan dengan nomor source port yang berbeda pada
setiap clientnya sebagai identitas dirinya..
F. PROSEDUR DAN TEKNIK KONFIGURASI INTERNET GATEWAY (NAT)
1. Install OS mikrotik server dan OS windows XP di virtual box
2. Jika sudah menginstall mikrotik server di virtual box, maka login
Username : admin
Password : (dikosongkan)
3. Untuk mengubah nama sistem id, masukan command
>system id set name = (nama anda)
4. Untuk menampilkan interface yang terhubung dengan mikrotik server, masukkan
command
>interface print
5. Ubahlah IP addressnya, untuk mengubah IP address pakai command:
>ip address add address=192.168.1.19/24 interface=ether1
>ip address add address=192.168.100.1/24 interface=ether2
Untuk melihat IP address yang telah dibuat bisa ketik
>ip address print
6. Untuk merubah route gateway bisa ketik
>IP route add gateway=192.168.1.1
Perintah untuk melihat hasil route
>ip route print
7. Disini konfigurasi dns kita masih kosong,belum dikonfigurasi,untuk mengisi dns
nya ,ketik perintah sebagai berikut
>ip dns set primary-dns=8.8.8.8
>ip dns set secondary-dns=8.8.4.4
>ip dns set allow-remote-request=yes
8. Jika sudah selesai konfigurasi DNS, berarti hanya tinggal konfigurasi IP Firewall
dengan cara mengetik
>ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=WAN src
address=192.168.200.0/24 action masquerade
9. Cara cek ip firewall nya sudah ada ketik
>ip firewall pr
10. Konfigurasikan ip address pada Windows XP secara manual. Masuk ip address,
gateway dan DNS sesuai keterangan berikut
11. Jika sudah selesai saatnya buka command prompt di Windows XP dan ping ke
mikrotik dengan cara memasukan command
>ping 192.168.100.2
12. Jika berhasil maka akan keluar
>reply from 192.168.100.2: bytes=32 time=1ms TTL=64
Kemudian
>ping 192.168.200.1
Jika berhasil maka akan keluar
>reply from 192.168.200.1: bytes=32 time=1ms TTL=64
G. STUDI KASUS KONFIGURASI INTERNET GATEWAY (NAT)
1. Melakukan pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan, di antaranya sebagai berikut.
- Melakukan pemeriksaan pemasangan LAN Card yang sudah terpasang dan
sudah dilakukaninstalasi sebelumnya dengan mengecek apakah LAN card
tersebut sudah terpasang dengan baik dan benar.
- Melakukan pemeriksaan terhadap jenis kabel dan konektor yang sudah
terpasang dan disesauikan juga dengan jenis topologi dari jaringan yang di
gunakan sehingga tidak terjadi short atau terputusnya koneksi.
- Melakukan Pengecekan terhadap longgar atau tidaknya kabel dan konektor yang
telah dipasang
- Melakukan pengecekan ulang konfigurasi dan setting yang sesuai.
- Melakukan pengecekan terhadap konfigurasi dari IP address.
- Melakukan Pengecekan terhadap Subnetmask.
- Melakukan pengecekan terhadap workgroup yang sudah dibuat.
2. Melakukan pencarian komputer yang ada dalam jaringan apakah terhubung atau
tidak, dengan cara berikut :
- Klik pada bagian Network Neighbourhood.
- Kemudian klik pada bagian Find Computer.
- Kemudian kita ketikkan nama komputer yang akan kita cari. Apabila terhubung
maka secara otomatis komputer telah terhubung dengan jaringan.
3. Memeriksa konfigurasi IP komputer dengan menggunakan perintah IPCONFIG.
Perintah IPCONFIG digunakan untuk menampilkan informasi konfigurasi
koneksi, langkah yang dilakukan adalah :
- Gunakan Command Promt, Caranya ketik cmd apda Run Menu.
- Kemudian ketikkan perintah IPCONFIG pada command prompt.
4. Memeriksa koneksi jaringan dengan menggunakan ping.
Ping (Packet internet gopher) merupakan program utilitas yang digunakan
untuk melakukan prses pemeriksaan terhadap koneksi jaringan yang berbasiskan
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet) Dengan menggunakan perintah
ping kita dapat mengetahui apakah komputer yang kita gunakan sudah terhubung
dengan komputer lainnya atau tidak. Caranya adalah dengan mengirimkan sebuah
paket sinyal kepada alamat yang akan dilakukan uji coba konektivitas dan
menghasilkan respon dari komputer tersebut. Anda dua fungsi utama dari perintah
ping tersebut, yaitu sebagai berikut.
- Perintah ping digunakan untuk mengirim multiple IP packet ke sebuah tujuan
dan setiap paket meminta jawaban.
Perintah ping juga dapat digunakan untuk menguji apakah fungsi dari NIC. dapat
bekerja dengan benar yaitu NIC dapat mengirim dan menerima semua permintaan
dan konfigurasi dari TCP/IP Serta koneksi jaringan.
Rangkuman Materi
Network Address Translation atau Penafsiran alamat jaringan adalah
suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet
dengan menggunakan satu alamat IP. Gateway atau gerbang jaringan adalah
sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer
dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan kaidah komunikasi
yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer dapat
dialirhantarkan ke jaringan komputer yang lain dengan kaidah jaringan berbeda.
Pengartian tersebut adalah arti utama istilah gerbang jaringan.
Jenis – Jenis NAT ada 3 yaitu :
1. NAT Statik (Static NAT) merupakan suatu cara untuk mengkoneksi kan IP
Private ke Internet melalui IP Public dengan cara melewati 1 IP Public yang
tetap. Biasanya disebut dengan one to one mapping.
2. NAT Dinamik ( Dynamic NAT) merupakan suatu cara untuk
mengkoneksikan IP Privat ke Internet melalui IP Public dengan cara
melewati beberapa IP Publik yang dalam 1 interface, biasanya menggunakan
aliasing.
3. Port Address Translation (PAT) atau NAT Overload merupakan salah satu
jenis NAT yang memiliki sifat sama seperti Dynamic NAT, yaitu sama-sama
memetakan suatu IP Address Private kedalam IP Address Public yang
tersedia di dalam NAT Pool.
TUGAS 1
Kerjakan pilihan ganda dibawah ini dengan benar!
SOAL
1. Sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer
dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan kaidah komunikasi yang
berbeda disebut ...
a. Router
b. NAT
c. Switch
d. Internet gateway
e. IP address
2. Suatu sistem yang bertujuan untuk menerjemahkan IP address agar dapat menjadi IP
public adalah…
a. NAT
b. Translation
c. Subnetting
d. Routing
e. Masking
3. NAT berfungsi untuk mentranslasikan IP private menjadi IP public. Yang dimaksud IP
public adalah…
a. IP yang diperbolehkan pada suatu perangkat
b. IP yang ditetapkan oleh interNIC yang dapat diakses oleh server internet
c. IP yang di khususkan untuk NAT
d. IP unicast untuk jaringan dengan skala besar
e. IP multicast untuk jaringan dengan skala kecil
4. Gateway dapat diartikan sebagai komputer yang dapat menghubungkan 2 buah jaringan
atau lebih karena memiliki…
a. 1 buah network interface
b. 2 buah network interface
c. 3 buah network interface
d. 4 buah network interface
e. 5 buah network interface
5. Gateway dapat berfungsi layaknya…
a. Modem
b. Gerbang
c. Jaringan
d. Router
e. Windows
6. Salah satu contoh dari penggunaan gateway yaitu…
a. Modem
b. Proxy
c. Email
d. Router
e. Jaringan
7. Gateway bekerja layaknya pintu untuk mencapai jaringan lain. Hal tersebut
merupakan…
a. Pengertian router
b. Fungsi internet
c. Cara kerja internet gateway
d. Cara kerja router
e. Fungsi router
8. Sebuah proses pemetaan alamat IP dimana perangkat jaringan komputer akan
memberikan alamat IP public ke perangkat jaringan lokal sehingga banyak IP private
yang dapat mengakses IP public disebut juga…
a. Network address translation
b. Dynamic Nat overload
c. Static NAT
d. Dynamic NAT
e. Salah semua
9. Bentuk modifikasi NAT dinamis dimana jumlah alamat lokal di dalam lebih besar
daripada jumlah alamat global di dalam disebut juga…
a. Dynamic NAT overload
b. NAT
c. Dynamic NAT
d. Static NAT
e. Salah semua
10. Teks perintah untuk memeriksa IP address yang kita miliki di windows adalah…
a. Config
b. Ipconfig
c. Ifconfig
d. Read config
e. Setconfig
TUGAS 2
Kerjakan tugas dibawah ini dengan benar!
SOAL
1. Apakah yang dimaksud dengan Internet Gateway(NAT)?
2. Sebutkan 3 jenis tipe NAT!
3. Sebutkan alasan menggunakan NAT dalam jaringan !
4. Sebutkan kerugian menggunakan NAT!
5. Sebutkan keuntungan menggunakan NAT!
LEMBAR JAWABAN
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………..………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………..……….
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………..
Profil Penulis:
Penulis Bernama lengkap Ani Sofiyah dilahirkan di desa
Ndoko Kecamatan Bonang Kabupaten Demak pada tanggal 21 Mei
2000. Penulis mengawali pendidikan di SDN Serangan 2,
dilanjutkan pendidikan di MTS NU Serangan, kemudian penulis
melanjutkan SMA Takhassus Al-Qur’an, dan sekarang penulis
sedang menempuh pendidikan strata 1 (S1) di Universitas Trunojoyo
Madura fakultas ilmu pendidikan program studi pendidikan
informatika.
Lembar kerja peserta didik (LKPD) ini merupakan hasil jerih
payah penulis sebagai partisipasi dalam meningkatkan mutu
pendidikan dan untuk memenuhi tugas mata kuliah asistensi
mengajar di SMK Ifadah. Semoga LKPD ini bermanfaat.
Terimakasih.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN INFORMATIKA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUOJOYO MADURA
2022/2023
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
“Menganalisis Jaringan Berbasis Luas”
A. Kompetensi Dasar
3.1 Menganalisis jarigan berbasis luas
4.1 Membuat desain jaringan berbasis luas
B. Indikator Pencapain
3.1.1 Menentukan persyaratan jarigan berbasis luas
3.1.2 Menentukan spesifikasi jarigan berbasis luas
4.1.1 Membuat desain awal jarigan berbasis luas
4.1.2 Mempresentasikan hasil desain jarigan berbasis luas
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah membaca dan mempelajari buku ini, diharapkan pembaca mampu:
1. Memilih dan memahami pengertian dan fungsi jaringan berbasis luas.
2. Menguji jaringan berbasis luas.
3. Mengidentifikasi jaringan berbasis luas.
4. Menganalisis jaringan berbasis luas.
D. Uraian Materi
Menganalisis Jaringan Berbasis Luas
A. WAN
WAN (Wide Area Network) adalah jaringan komputer yang mencakup area yang luas,
melintas batas gedung, batas kota, batas daerah, bahkan batas negara. WAN dapat
merupakan koneksi beberapa LAN yang terletak berjauhan sehingga data harus
ditransfer melalui jaringan komunikasi. Atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan
komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi public
Gambar 1.1
Saat ini banyak tersedia Teknologi WAN yang disediakan oleh banyak operator penyedia
layanan (ISP).
WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan area lokal yang satu dengan jaringan lokal
yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan
pengguna dan komputer di lokasi yang lain.
WAN menginterkoneksikan beberapa LAN yang kemudian menyediakan akses ke komputer–
komputer atau file server pada lokasi lain.
B. Karakteristik Jaringan WAN:
A. Terhubung ke peralatan yang tersebar ke area geografik yang luas
B. Menggunakan jalur layanan umum, misalnya perusahaan telekomunikasi. PT.
Telkom, PT. Indosat, PT. Excelcomindo dan lain-lain untuk membentuk jaringan di
dalan area geografik tersebut.
C. Menggunakan koneksi serial untuk akses bandwidth di seluruh area geografik
tersebut.
WAN berbeda dengan LAN. Tidak seperti LAN yang menghubungkan workstation-
workstation, peralatan, terminal dan peralatan lain dalan suatu gedung, WAN
menghubungkan data dalam suatu area geografik yang luas. Perusahaan yang
menggunakan WAN dapat melakukan koneksi antara kantor pusat dan kantor-kantor
cabangnya yang berada di tempat yang jauh. Sebuah WAN beroperasi pada layer fisik
dan layer data link dari OSI layer. WAN menghubungkan LAN-LAN dalam suatu area
geografik yang luas. WAN mampu melakukan pertukakaran paket data dan frame
antara router dan switch.
C. Standar yang menangani WAN:
D. International Telecommunication Union-Telecommunication Standardization Sector
(ITU-T), Consultative Committee for International Telegraph and Telephone (CCITT)
E. International Prganization for Standardization (ISO)
F. International Engineering Task Force (IETF)
G. Electronics Industries Association (EIA)
D. Topologi WAN
Pada umumnya topologi yang digunakan oleh WAN adalah topologi partial mesh dan
topologi mesh (fully mesh), akan tetapi topologi WAN tidak hanya mesh, dapat juga
berupa :
H. Peer to peer
I. Star
J. Ring
K. Mesh
L. Tiered
E. Fungsi dari Jaringan WAN
Beberapa fungsi dari jaringan WAN, diantaranya sebagai berikut ini:
1. Menghubungkan jaringan LAN dan jaringan MAN menjadi satu jaringan.
Dapat dikatakan ini merupakan fungsi yang paling utama dari jaringan WAN. Karena
menintegrasikan dan menghubungkan jaringan LAN dan jaringan Man menjadi satu
jaringan. Hal ini sangat berguna bagi perusahaan yang mempunyai banyak cabang di
luar kota dan luar negri.
2. Membantu mempercepat proses berbagi data atau sharing file.
Berbagi data atau sharing file dari kantor pusat ke kantor cabang yang ada di luar kota
dapat dilakukan dengan cepat dan lebih efesien.
3. Untuk mempercepat sekaligus mempermudah arus komunikasi dan informasi.
Dengan adanya jaringan WAN maka perusahaan ataupun kantor dapat mempermudah
dan mempercepat menyampaikan berbagai informasi ke kantor- kantor cabang yang
ada di luar kota, atau kantor cabang dapat meminta informasi terbaru dari kantor
pusat.
4. Update data antar perusahaan atau kantor dapat dilakukan setiap saat.
Melakukan update data antar perusahaan atau kantor dapat dilakukan setiap saat dan
kapanpun jika diperlukan.
5. Menghemat biaya operasional.
Karena penggunaan waktu dalam menyampaikan informasi jadi lebih mudah dan
lebih efisein, tentunya pengeluaran biaya operasional-pun akan berkurang, jadi dapat
dikatakan dengan menyampaikan informasi menggunakan jaringan WAN dapat
menghemat pengeluaran biaya operasional suatu perusahaan ataupun kantor.
F. Kelebihan WAN
• Berbagi informasi atau file melalui area yang lebih besar.
• Semua orang yang ada di jaringan ini dapat menggunakan data yang sama.
• Mempunyai sistem jaringan yang besar atau luas sehingga mampu menjangkau
Negara, benua, bahkan seluruh dunia.
• Jika terkoneksi dengan jaringan internet transfer file pada tempat yang jaraknya
jauh bisa di lakukan dengan
• Dapat berbagi resources dengan koneksi workstations.
G. Kekurangan WAN
• Biaya operasional mahal.
• Dalam hal settingan atau pengaturan jaringan WAN lebih sulit dan rumit, selain itu
alat-alat yang diperlukan juga sangat mahal.
• Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar yang masuk dan
bisa mengganggu jaringan ini.
• Rentan terhadap hacker atau ancaman dari luar lainnya.
H. WAN Link/Connection
Koneksi LAN dengan WAN biasanya digunakan jasa provider, seperti perusahaan
telekomunikasi dan internet service provider (ISP). Pengguna harus berlangganan
dengan membayar sejumlah biaya kepada provider untuk menggunakan layanan
tersebut.
Jenis-jenis WAN Link Connection:
• Dial up connection
• Dedicated connection
• Switched network connection
– Circuit switching
– Packet Switching
I. Dial Up dan Dedicated Connection
Banyak cara supaya kita bisa terhubung ke internet, mulai dari yang gratis sampai
berbayar, mulai yang lemot sampai wus…wuss.. wus…tapi yang pasti ada satu syarat
yang mesti terpenuhi, yaitu kita harus menghubungi Penyelenggara Jasa Internet atau
Internet Service Provider (ISP). Beberapa ISP yang saya ketahui misalnya Telkom,
XL, Centrin, FastNet, IndosatM2, CBN dan Ceria.
Gambar 1.2
Menurut Wikipedia (htp://id.wikipedia.org/wiki/Penyelenggara_jasa_Internet)
Penyelenggara Jasa Internet (disingkat PJI) (Inggris: Internet service provider disingkat
ISP) adalah perusahaan atau badan yang menyelenggarakan jasa sambungan Internet dan
jasa lainnya yang berhubungan. Kebanyakan perusahaan telepon merupakan penyelenggara
jasa Internet. Mereka menyediakan jasa seperti hubungan ke Internet, pendaftaran nama
domain, dan hosting.
ISP ini mempunyai jaringan baik secara domestik maupun internasional sehingga pelanggan
atau pengguna dari sambungan yang disediakan oleh ISP dapat terhubung ke jaringan
Internet global. Jaringan di sini berupa media transmisi yang dapat mengalirkan data yang
dapat berupa kabel (modem, sewa kabel, dan jalur lebar), radio, maupun VSAT.
Biasanya, ISP menerapkan biaya bulanan kepada pelanggan. Hubungan ini biasanya dibagi
menjadi dua kategori: modem (“dial-up”) dan jalur lebar. Hubungan dial-up sekarang ini
banyak ditawarkan secara gratis atau dengan harga murah dan membutuhkan penggunaan
kabel telepon biasa. Hubungan jalur lebar dapat berupa ISDN, non-kabel, kabel modem,
DSL, Internet satelit. Broadband dibanding modem memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat
dan selalu “on”, namun lebih mahal.
Secara garis besar terdapat 2 metoda yang dipakai untuk mengakses internet lewat ISP ini,
yaitu:
1. Koneksi Internet Secara Dial Up Connection
Mengakses Internet secara dial up adalah mengakses internet dengan menggunakan
saluran telepon baik telepon tetap maupun telepon bergerak. Syaratnya kita harus
mempunyai Modem. Modem singkatan dari Modulator Demodulator yang
merupakan alat yang berfungsi mengubah sinyal analog menjadi digital dan
sebaliknya.
Untuk melakukan koneksi secara dial up, pertama-tama, komputer melalui modem
melakukan pemanggilan telepon (dial-up) ke Penyelenggara Jasa Internet. Setelah
terhubung maka komputer dapat segera mengakses Internet dan kemudian mengakhiri
koneksi dengan memutuskan hubungan telepon.
Contoh koneksi internet dengan metoda dial up connection ini misalnya koneksi
internet dengan telkomnet@instan yang menggunakan line telepon telkom, koneksi
internet lewat handphone yang memiliki modem, dan koneksi internet dengan
menggunakan USB Modem.
Saat ini semua operator telepon selular baik GSM maupun CDMA (Telkomsel,
Indosat, XL, Three, Axis, TelkomFlexi, SmartFren dan Esia) sudah menyediakan
akses internet secara dial up connection, dan biasanya dibungkus dengan istilah paket
internet harian, mingguan, bulanan dan paket internet unlimited dengan
perhitungan tarif berdasarkan time base
(perhitungan lamanya waktu akses) ataupun volume based (perhitungan besarnya file
yang didownload / diakses).
2. Koneksi Internet Secara Dedicated Connection
Koneksi internet secara dedicated connection berarti kita dapat menggunakan layanan
internet secara nonstop (terus terhubung ke internet) tanpa perlu melakukan dial up.
Koneksi internet secara dedicated misalnya dapat kita peroleh dengan berlanggganan
paket Speedy (menggunakan metoda ADSL) untuk kelas Middle End atau ASTINet
untuk kelas High End dari TELKOM.
J. Switched network connection
a. Circuit Switching
Circuit Switching adalah sebuah jalur komunikasi yang digunakan dengan network
dial up seperti PPP dan ISDN yang harus melakukan set up pada koneksi terlebih
dahulu sebelum melewatkan data, sama seperti melakukan panggilan telepon.
b. Packet Swicthing
Packet Swicthing adalah sebuah jalur komunikasi yang berdasarkan pada transmisi
data dalam paket-paket yang memungkinkan data dari berbagai alat pada network
untuk berbagi kanal komunikasi yang sama secara serentak.
K. Teknologi WAN
Ada beberapa teknologi WAN yang diberikan oleh penyedia layanan WAN seperti
berikut ini:
a. PSTN
Adalah jaringan telpon Switched public yang merupakan komunikasi WAN yang kuno
dan banyak dipakai diseluruh dunia. PSTN adalah teknologi WAN yang menggunakan
jaringan Circuit Switched yang berbasis dial-up atau leased line (selalu ON)
menggunakan line telpon dimana data dari digital pada sisi komputer di konversikan
ke analog menggunakan modem, dan data berjalan dengan kecepatan terbatas sampai
56 kbps saja.
b. Leased lines
Leased line atau biasa disebut Dedicated line adalah teknologi WAN menggunakan
koneksi langsung permanen antar perangkat dan memberikan koneksi kualitas line
konstan. Layanan ini lebih mahal tentunya dibandingkan PSTN menurut kebutuhan.
c. X.25
X.25 dispesifikasikan oleh ITU-T suatu teknologi paket Switching melalui PSTN. X.25
dibangun berdasarkan pada layer Physical dan Data Link pada model OSI. Awalnya
X.25 menggunakan line analog untuk membentuk jaringan paket switching, walaupun
X.25 bisa saja dibangun melalui jaringan digital. Protocol2 X.25 mendefinisikan
bagaimana koneksi antar DTE dan DCE di setup dan di maintain dalam PDN – public
data network. Anda perlu berlangganan untuk layanan X.25 ini yang bisa menggunakan
line dedicated kepada PDN untuk membuat koneksi WAN.
X.25 bisa beroperasi pada kecepatan sampai 64 kbps pada line analog.
X.25 menggunakan frame sebagai variable ukuran paket.
Menyediakan deteksi error dan juga koreksinya untuk menjamin kehandalan melalui line
analog yang berkualitas rendah.
d. Frame relay
Frame relay adalah salah satu Teknologi WAN dalam paket Switching dimana
komunikasi WAN melalui line digital berkualitas tinggi. Lebih jelasnya bisa dilihat di
Frame relay.
e. ISDN
ISDN (Integrated services digital network) mendefinisikan standard dalam menggunakan
line telpon analog untuk transmisi data baik analog maupun digital.
ISDN BRI dengan kecepatan 128 Kbps ISDN PRI dengan kecepatan sampai 2.048 Mbps
f. ATM
Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah koneksi WAN berkecepatan tinggi dengan
menggunakan teknologi paket switching dengan speed sampai 155 Mbps bahkan 622
Mbps. ATM bisa mentransmisikan data secara simultan dengan digitized voice, dan
digitized video baik melalui LAN maupun WAN.
ATM menggunakan cell berukuran kecil (53-byte) yang lebih mudah diproses
dibandingkan cell variable pada X.25 atau frame relay. Kecepatan transfer bisa setinggi
sampai 1.2 Gigabit. Merupakan line digital berkualitas tinggi dan low noise dan
tidak memerlukan error checking. Bisa menggunakan media transmisi dari coaxial,
twisted pair, atau fiber optic. Bisa tansmit data secara simultan
g. DSL
DSL (Digital Subscriber Line) adalah satu set teknologi yang menyediakan penghantar
data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon
setempat.
h. T1
T1 adalah leased line digital terdiri dari 24 saluran (disebut DS0, 1 DS0 adalah 64K)
yang memberikan kecepatan transfer hingga 1,544 Mbps, dan sering digunakan untuk
menghubungkan jaringan perusahaan dan ISP ke Internet.
i. E3
E3 versi Eropa memberikan kecepatan hingga 34,368 Mbit / s (512 saluran) Versi Jepang
J3 memberikan kecepatan sampai dengan 34,064 Mbps (480 saluran).
j. SONET
Sonet (Synchronous Optical Network) merupakan sebuah hirarki standar kecepatan data
digital untuk transmisi optik antarmuka yang diusulkan oleh Bellcore. Tarif data dalam
jaringan serat optik dibagi dalam OC-tingkat.
k. VPN (Virtual Private Network)
VPN adalah teknologi jaringan komputer yang memanfaatkan media komunikasi public
(open connection atau virtual circuits), seperti internet untuk menghubungkan beberapa
jaringan lokal. Informasi yang berasal dari node-node VPN akan “dibungkus” (tunneled)
dan kemudian mengalir melalui jaringan publik. Sehingga informasi menjadi aman dan
tidak mudah dibaca oleh orang lain. Dengan kata lain VPN merupakan jaringa virtual
yang dibangun diatas jaringan public.
l. Wireless (Microwave dan Satelite)
Layanan WAN lewat microwave line of sight (wireless) dan satellite dapat digunakan
pada remote site yang betul-betul extrem dimana sama sekali tidak tersedia layanan
WAN. Layanan ini menawarkan berbagai kecepatan koneksi. Koneksi satellite bisa
menawarkan umumnya sampai 512Kbps, sementara microwave line of sight bisa
menawarkan kecepatan sampai 52Mbps atau bahkan lebih. Perlu dicatat bahwa layanan
WAN ini bisa bervariasi sangat mencolok tergantung tersedianya layanan pada lokasi
dan penyedia layanan WAN tersebut, tersedianya bandwidth, tingkat layanan dan harga.
Bandwidth dan harga merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam memilih
penyedia layanan WAN. Layanan WAN yang dipilih akan mempengaruhi pemilihan
interface yang dipakai pada router. Karena beragamnya pilihan layanan WAN dan juga
tersedianya interface koneksi fisik WAN, maka pemakaian router modular lebih
menguntungkan yang memungkinkan fleksibilitas dalam pemilihan koneksi layanan
WAN.
L. Hirarki WAN
Hirarki WAN berfungsi untuk mengklasifikasikan perangkat yang digunakan oleh
Core layer, Distribution layer dan Access layer.
Dalam hierarki wan Terdapat 3 Layer utama yang memiliki fungsi dan tugas masing-
masing agar suatu jaringan WAN dapat terbentuk
Gambar 1.3
M. Core Layer :
Core layer memberikan struktur transportasi yang optimal dan dapat diandalkandalam
meneruskan traffic pada kecepatan yang sangat tinggi. Dengan kata lain, corelayer
menswitch paket data dengan secepat mungkin. Peralatan pada core layer jangan diberi
beban dalam bentuk proses apapun yang dapat menganggu kecepatanswitch paket data
dalam kecepatan tinggi, seperti access-list checking, dataencryption, address transation.
Core layer dikenal sebagai backbone antar jaringanyang saling terkoneksi.
N. Tugas core layer :
• melakukan design jaringan dengan keandalan yang tinggi
• melakukan desain untuk kecepatan dan latency yang rendah
O. Fungsi dari layer ini adalah
• mengatur traffic [ traffic switching ] ,
• mengatur kapasitas traffic dan mengirim traffic dengan cepat dan handal.
P. Device yang digunakan pada layer ini adalah:
• Mesin core.vad.id,BSD Minded dipadukan dengan cisco catalyst L3.
• Router
• Multiplexer
• PBX
Q. Distribution Layer
Distribution layer terletak diantara access layer dan core layer dan
membantumembedakan core jaringan inti dengan jaringan-jaringan yang lain.
Tujuannya untukmemberikan batasan definisi dalam daftar akses dan
filter lainnya untuk menuju ke jaringan inti. Maka dari itu, layer ini
mendefinisikan aturan-aturan untuk jaringan,seperti routing updates, route summaries,
VLAN traffic, dan address aggregation.
R. Fungsi dari distribution layer yaitu :
· Routing (dalam satu autonomous system)
· Filtering (dalam satu autonomous system)
· Service handling
· Mengendalikan konektivitas
· Qos
S. Perangkat Distribution Layer
• Cisco Catalyst 6509
• Nexus 7000
• ASA 5500
• Switch Layer 3
• Firewall
• Router LAN
• Bridge
• VPN Access Router
• Brouter
T. Access Layer
Access Layer dalam kata lain adalah End User (pengguna)
Gambar 1..4
U. Komponen dan Peralatan WAN
WAN bertugas menghubungkan beberapa LAN melalui jalur komunikasi dari service
provider. Karena jalur komunikasi yang tidak bisa langsung dimasukan ke LAN maka
diperlukan beberapa perangkat interface seperti Router, CSU/DSU, Modem,
Communication server, ATM(Asynchronous Transfer Mode), Multiplexer, Antena,
Switch X.25 / Frame Relay.
1. ROUTER
Gambar 1.5
Router adalah jenis khusus dari komputer, yang secara dasar mempunyai komponen yang
sama seperti: CPU, memory (ROM, RAM, NVRAM, FLASH), system bus, dan berbagai
perantara input/output. Namun router didesain untuk fungsi khusus yang tidak ada di dalam
PC,seperti router dapat menghubungkan dan menentukan jalur terbaik untuk pengiriman
data dalam jaringan.
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah
jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai
routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol)
dari stack protokol tujuh-lapis OSI(operating sistem internetwork).
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data
dari satu jaringan ke jaringan lainnya.
2. MODEM
Gambar 1.6
Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang
mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap Untuk dikirimkan,
sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data
atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat
diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem
adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah
umumnya menggunakan bagian yang disebut modem, seperti VSAT, Microwave Radio, dan
lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang
sering digunakan untuk komunikasi pada komputer.
Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem untuk diubah
menjadi sinyal analog. Sinyal analog tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa media
telekomunikasi seperti telepon dan radio. Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut
diubah menjadi sinyal digital kembali dan dikirimkan kepada komputer. Terdapat dua jenis
modem secara fisiknya, yaitu modem eksternal dan modem internal. Sebuah modem
(MOdulator/DE-Modulator) digunakan untuk menterjemahkan sinyal digital dari jaringan
untuk diubah menjadi sinyal analog, sinyal yang biasa diterapkan pasa sambungan telepon
biasa.
Dengan teknologi modem masa kini, kecepatan lalulintas hubungan berlangsung pada
kecepatan yang terbatas sebesar 33.6KB untuk pengiriman data, meski hal itu boleh
dibilang sebagai kecepatan yang dimiliki oleh sambungan telepon yang berkualitas baik.
Koneksi secara dial-up, meski memiliki keterbatasan bandwidth (lebar saluran yang dilalui
transmisi data), namun dipandang masih cukup memadai, karena murahnya, dan masih
sesuai untuk menunjang kebutuhan aplikasi-aplikasi yang tidak terlalu tinggi persyaratan
kecepatannya, serta untuk keperluan e-mail saja.
3. CSU/DSU
Gambar 1.7
CSU/DSU sama seperti Modem, hanya saja CSU/DSU mengirim data dalam format digital
melalui jaringan telephone digital. CSU/DSU biasanya berupa kotak fisik yang merupakan
dua unit yang terpisah.
Sebuah CSU / DSU (Channel Service Unit / Data Service Unit) adalah antarmuka digital-
alat yang digunakan untuk menghubungkan Data Terminal Equipment perangkat atau DTE,
seperti router, untuk rangkaian digital (misalnya T1 atau T3 line).
Sebuah CSU / DSU beroperasi pada lapisan fisik (lapisan 1) dari model OSI. CSU / DSU
juga dibuat sebagai produk fisik terpisah. DSU atau kedua fungsi tersebut dapat dimasukkan
sebagai bagian dari kartu antarmuka dimasukkan ke dalam DTE. Jika CSU / DSU adalah
eksternal, maka antarmuka DTE biasanya kompatibel dengan V.xx atau RS-232C atau
interface serial serupa.
4. COMUNICATION SERVER
Gambar 1.8
Communication Server adalah paket perangkat lunak komunikasi untuk mengelola transfer
data.
Built-in teknologi dan algoritma memberikan transmisi data cerdas yang secara otomatis
menyesuaikan parameter kepada pemakai atau membutuhkan proses.
CommServer menyediakan perangkat lunak
1. Integrasi sistem pengawasan produksi (MES, SCADA) dengan sistem manajemen
operasi dan persediaan dalam suatu perusahaan (ERP, SAP, CRM).
2. Bangunan komunikasi mendasarkan pada standar seragam.
3. Optimalisasi pemanfaatan infrastruktur komunikasi dan sistem pengawasan
visualisasi.
4. Jauh lebih mudah (murah) perluasan dan koneksi obyek berikutnya.
5. Peningkatan fungsi dan efisiensi sistem yang ada.
6. Penciptaan server OPC untuk non-standar (sendiri) protokol.
5. ATM(Asynchronous Transfer Mode)
Gambar 1.9
ATM merupakan sebuah protokol standar internasional untuk jaringan cell relay, di mana
berbagai macam servis seperti suara, video, dan data digandeng bersamaan dengan
menggunakan cell-cell yang berukuran tetap. Protokol ATM banyak digunakan untuk
memaksimalkan penggunaan media WAN berkecepatan sangat tinggi seperti Synchronous
Optical Network (SONET).
Pilih WAN yang Tepat Media WAN beserta perangkat pendukungnya bukanlah sebuah
servis yang murah. Harga yang harus Anda bayar cukup tinggi hanya untuk servis WAN
yang paling kecil sekalipun. Untuk itu, kenalilah semua jenis dan pernakperniknya lebih
dalam ketika berencana menggunakannya. Jangan sampai Anda salah memilih WAN yang
berharga mahal ini dan pada akhirnya tidak cocok dengan kebutuhan Anda. Pada edisi
selanjutnya, akan dibahas mengenai cara-cara pemilihan WAN yang cocok dan berbagai
macam pernak- perniknya.ATM menyediakan bandwidth yang terukur yang dapat melayani
baik jaringan LAN maupun WAN.
ATM switch memiliki kemampuan
1. Mendukung bermacam layanan ataupun interface
2. Disertai langsung dengan software sistem operasi internetworking
3. Mekanisme manajemen trafik yang baik
Wan switch adalah perangkat jaringan yang mempuyai banyak port digunakan pada jaringan
carier. Perangkat ini pada dasarnya sama dengan switch yang menghubungkan Frame
relay,X.25,SMDS,dan beropearsi pada di DATA LINK layer yang terdapat pada model
OSI.Fungsi switch wan yakni mampu menentukan apakah sebuah frame data perlu
dilewatkan ke segment (port) yang lain atau tidak dimana keputusannya diambil
berdasarkan MAC address tujuan pada frame data tersebut.
Jika MAC address tujuannya satu segment dengan MAC addres pengirim maka switch akan
menfilter (memblokir) frame data Jika MAC address tujuannya berbeda segment dengan
MAC address pengirim maka switch akan menforward frame data dengan membentuk
microsegmentation Dan jika switch tidak tahu MAC address tujuannya maka switch akan
menflood frame tersebut ke semua port. Setiap switch akan memiliki switching table yang
berisi MAC address dan nomor portnya. Di switch switching table disimpan dalam area
memori yang disebut CAM (Content Addresable Memory).
6. SWITCH X.25 / FRAME RELAY
Switch X.25 dan Frame Relay menghubungkan data lokal/private melalui jaringan data,
mengunakan sinyal digital. Unit ini sama dengan switch ATM, tetapi kecepatan transfer
datanya lebih rendah dibanding dengan ATM.
Frame relay merupakan protokol yang khusus digunakan untuk membuat koneksi WAN
jenis Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini dapat digunakan di
atas berbagai macam interface jaringan. Karena untuk mendukung performanya yang hebat
ini, frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas
dari error.
Frame relay ini digunakan berbarengan dengan layanan leased-line lainnya, misalnya sering
kita jumpai istilah-istilah DS0FR dan atau DS1FR.
Secara gampang disebutkan, bahwa sebuah frame relay adalah sebuah metoda untuk
penerapan hubingan yang terjadi dalam suatu jarak yang sangat jauh dengan biaya yang
bersaing. Di antara titik yang melakukan hubungan tersebut akan digubungkan dengan
gugus Telco Frame di mana paket (data yang dikirimkan) tersebut akan dikirimkan pada
tujuannya melalui sebuah fasilitas pertukaran jaringan (switched network).
X.25/LAPB.
X.25 merupakan standar buatan organisasi standardisasi ITU-T yang mendefinisikan cara
koneksi antara perangkat DTE (Data Terminal Equipment) dengan DCE (Data
Communication Equipment) yang memungkinkan perangkat-perangkat komputer dapat
saling berkomunikasi. Kelebihan dari X.25 adalah kemampuannya untuk mendeteksi error
yang sangat tinggi. Maka dari itu, protokol komunikasi ini banyak digunakan dalam media
WAN analog yang tingkat error-nya tinggi.
7. MULTIPLEXER
Gambar 1.10
Sebuah Multiplexer mentransmisikan gabungan beberapa sinyal melalui sebuah sirkit
(circuit). Multiplexer dapat mentransfer beberapa data secara simultan (terus-menerus),
seperti video, sound, text, dan lain-lain.Teknik menggabungkan beberapa sinyal untuk
dikirimkan secara berbarengan pada satu kanal transmisi disebut
multiplexing.
Perangkat yang melaksanakan multiplexing disebut multiplexer (mux). Multiplexer
mengkombinasikan (me -multiplex) data dari n input dan mentransmisi melalui kapasitas
data link yang tinggi. Demultiplexer menerima aliran data yang di-multiplex (pemisahan
(demultiplex) dari data tersebut tergantung pada channel) dan mengirimnya ke line output
yang diminta.
Ada 3 Jenis Multiplexing
1. FDM : Frequency Division Multiplexing
2. TDM : Time Division Multiplexing
3. CDM : Code Division Multiplexing
8. ANTENA
Antenna berfungsi untuk menyebarkan sinyal. Pada antenna eksternal digunakan untuk
menyambungkan titik-titik jarak jauh beberapa kilometer. Antenna bawaan pada radio
pemancar biasanya jarak jangkauan hanya beberapa puluh meter. Ada banyak tipe antenna
yang dapat digunakan tergantung aplikasi yang dipakai.
Pada sisi client, kita biasanya mengggunakan antenna directional, seperti antenna parabola,
grid, yagi atau antenna kaleng. access point, biasanya digunakan antenna omni atau antenna
sektoral.
Macam-macam antenna
1. Antena Grid
Gambar 1.11
2. Antena Omni
Gambar 1.12
3. Antena
Sektoral
Gambar 1.13
4. Antena Yagi
Gambar 1.14
Enkapsulasi WAN
Enkapsulasi merupakan suatu proses yang membuat satu jenis paket data jaringan menjadi
enis data lainnya. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protocol yang berada pada lapisan yang
lebih rendah menerima data dari protocol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi dan
meletakkan data yang di pahami oleh prorocol tersebut.
Enkapsulasi pada WAN ada 2 yaitu :
1. Enkapsulasi DLHC ( High Level Dataling Control )
2. Enkapsulasi PPP ( Point To Point Protocol )
Tahapan proses enkapsulasi adalah sebagai berikut
:
1. Datagram
Pada proses ini data belum diubah ke paket apapun.Paket ini berada di tiga layer teratas
pada layer OSI yaitu: Application, Presentation, dan Session.
2. Segment
Pada proses ini data sudah berupa paket yang dapat dimengerti oleh layer Transport pada
OSI layer. Pada paket ini, data diberi header dan diberi Source Port dan Destination Port.
3. Packet
Pada proses ini sudah berupa paket yang dapat dimengerti oleh layer Network pada OSI
layer. Pada paket ini terjadi proses pengalamatan dari paket. Maksudnya, tujuan dari
paket tersebut tercantum dalam paket ini.
4. Frame
Pada proses ini sudah berupa paket yang dapat dimengerti oleh layer Data-Link pada
OSI Layer. Pada paket ini terjadi proses pemberian waktu tiba paket tersebut kepada
Destination. Selain itu juga, paket diberi Frame Number.
5. Bitstream
Pada proses ini sudah berupa paket yang dapat dimengerti oleh layer Physical pada OSI
Layer. Pada layer ini terjadi proses PDU frame yg dibungkus header, header yang berisi
MAC Address Source dan MAC Address Destination.
Proses Dekapsulasi
Dekapsulasi merupakan kebalikan dari proses Enkapsulasi. Proses Enkapsulasi merupakan
proses pembungkusan data sedangkan Dekapsulasi merupakan proses pembukaan
bungkus.
Prosesnya pun terbalik dari proses Enkapsulasi. Proses Enkapsulasi bermula dari layer yang
paling atas (Application Layer) hingga layer yang paling bawah (Physical Layer) sedangkan
proses Dekapsulasi bermula dari layer yang paling bawah (Physical Layer) menuju
layer yang paling atas (Application Layer).
A. The High Level Data Link Control protocol (HDLC)
Adalah enkapsulasi default yang digunakan pada antarmuka serial sinkron dari router Cisco.
Anda akan ingat bahwa antarmuka serial sinkron memerlukan perangkat clocking eksternal
(seperti CSU / DSU) dalam rangka sinkronisasi pengiriman dan penerimaan data. HDLC
merupakan superset dari Synchronous Data Link Control (SDLC) protokol yang awalnya
dikembangkan oleh IBM untuk digunakan dalam lingkungan SNA. SNA SDLC dan akan
melihat lebih rinci nanti dalam bab ini.
HDLC adalah protokol lapisan Data Link digunakan untuk membungkus dan mengirimkan
paket-paket di atas link point-to-point. Ini menangani transfer data di full duplex, serta
fungsi-fungsi manajemen link. Sebagai standar OSI, banyak vendor mengimplementasikan
protokol HDLC dalam peralatan mereka. Sayangnya, implementasi ini biasanya tidak
interoperable. Alasannya adalah bahwa ketika format frame HDLC didefinisikan, tidak
termasuk lapangan untuk mengidentifikasi protokol lapisan jaringan itu framing. Dengan
demikian, versi OSI dari HDLC mengasumsikan bahwa link menggunakan HDLC hanya
menjalankan protokol jaringan single layer seperti IP. Tentu saja, banyak jaringan
menjalankan IP, IPX, dan lainnya Layer 3 protokol secara simultan. Hal ini telah membuat
vendor (termasuk Cisco) untuk mengimplementasikan HDLC menggunakan frame format
proprietary yang meliputi bidang kode jenis, sehingga memungkinkan jaringan lapisan
protokol dalam bingkai untuk diidentifikasi.
Karena sifat milik vendor HDLC implementasi, Anda hanya harus menggunakan framing
HDLC pada link point-to-point ketika router di setiap akhir link dari vendor yang sama.
Dalam kasus di mana Anda ingin menghubungkan peralatan dari vendor yang berbeda
melalui leased line, Point-to-Point Protocol (PPP) harus digunakan. Selalu ingat bahwa
router di kedua sisi link point-to-point harus menggunakan data yang sama pembingkaian
metode untuk berkomunikasi.
Karena enkapsulasi HDLC adalah metode standar untuk antarmuka serial sinkron pada
router Cisco, tidak memerlukan konfigurasi eksplisit. Untuk melihat jenis penampungan saat
digunakan pada interface router serial, gunakan perintah show interface. Contoh di bawah
menunjukkan router menggunakan enkapsulasi HDLC pada interface S0
B. Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP)
Adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area
network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-
link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-
masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya
mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan
pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat,
menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi
dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan
secara simultan.
Point-to-Point Protocol (PPP) awalnya muncul sebagai sebuah protokol enkapsulasi untuk
mengangkut lalu lintas IP over-to-point link titik. PPP juga mendirikan sebuah standar untuk
tugas dan pengelolaan alamat IP, asinkron (start / stop) dan enkapsulasi sinkron bit-
oriented, protokol jaringan multiplexing, konfigurasi link, link pengujian kualitas, deteksi
kesalahan, dan pilihan negosiasi untuk kemampuan seperti layer jaringan alamat negosiasi
dan negosiasi data-kompresi. PPP mendukung fungsi tersebut dengan menyediakan
extensible Link Control Protocol (LCP) dan keluarga Jaringan Control Protokol (NCPs)
untuk menegosiasikan parameter konfigurasi opsional dan fasilitas. Selain IP, PPP
mendukung protokol lainnya, termasuk Novell's IPX (IPX) dan DECnet.
Komponen PPP
PPP menyediakan metode untuk transmisi datagram lebih link point-to-point serial. PPP
terdiri dari tiga komponen utama:Sebuah metode untuk encapsulating datagrams atas link
serial. PPP menggunakan Tingkat Tinggi Data Link Control (HDLC) protokol sebagai dasar
untuk encapsulating datagrams lebih link point-to-point.(Lihat Bab 16, "Synchronous Data
Link Control dan Derivatif," untuk informasi lebih lanjut tentang HDLC.).
Sebuah LCP extensible untuk membangun, mengkonfigurasi, dan menguji koneksi data
link. Sebuah keluarga NCPs untuk menetapkan dan mengkonfigurasi protokol jaringan
lapisan yang berbeda. PPP ini dirancang untuk memungkinkan penggunaan secara simultan
beberapa protokol lapisan jaringan.
Rangkuman WAN
Dengan begitu banyaknya istilah dan “pernak pernik” seputar WAN maka akan sangat wajar
jika banyak orang yang mengalami kesulitan dalam mempelajarinya. Bagan berikut ini
semoga dapat membantu memudahkan untuk mengingat-ingat apa saja yang sudah dipelajari.
Gambar 1.15
TUGAS MANDIRI
Menganalisis Jaringan Berbasis Luas
Nama :
Kelas :
No.Abs :
A. Pilihlah jawaban yang paling benar!
A. Pilihlah jawaban ini dengan benar
1. Hubungan antara 2 komputer atau lebih yang terhubung dengan media transmisi kabel
atau tanpa kabel (wireless) disebut ....
A. wifi
B. protokol
C. jaringan
D. routing
E. topologi
2. Kapan munculnya jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer,
karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntutan sebuah komputer mesti
melayani beberapa terminal .....
A. 1940
B. 1970
C. 1950
D. 1980
E. 1960
3. Jaringan raksasa ditingkat dunia disebut dengan istilah .....
A. Lokal Area Network (LAN)
B. Metropolitan Area Network (MAN)
C. Personal Area Network (PAN)
D. Wide Area Network (WAN)
E. Internet
4. Kumpulan Komputer yang saling dihubungkan bersama didalam satu area tertentu yang
tidak begitu luas .....
A. Lokal Area Network (LAN)
B. Metropolitan Area Network (MAN)
C. Personal Area Network (PAN)
D. Wide Area Network (WAN)
E. Internet.
5. Jaringan komputer yang digunakan untuk komunikasi antara komputer perangkat
(termasuk telepon dan asisten pribadi digital) dekat dari satu orang disebut .....
A. Lokal Area Network (LAN)
B. Metropolitan Area Network (MAN)
C. Personal Area Network (PAN)
D. Wide Area Network (WAN)
E. Internet
6. Mengatur kapasitas traffic dan mengirim traffic dengan cepat dan handal adalah fungsi
dari
A. ditribution layer
B. phsical layer
C. core layer
D. network layer
E. access layer
7. Sebuah jalur komunikasi yang digunakandengan network dial up seperti PPP dan ISDN
yang harus melakukan set up pada koneksi terlebih dahulu sbelum melewatkan data,sama
seperti melakukan panggilan telepon disebut .....
A. lased line
B. network swithing
C. circuit switching
D. routing switching
E. packet switching
8. Protocol Standar industry merupakan semua versi multiprotocol HDLC yang bersifat
proprietary .....
A. HDLC (High level data link control)
B. PPP ( Point To Point)
C. Frame Relay
D. ISDN (Intergrated Service Digital Network)
E. LAPB (Link Access Procedure,Balanced)
9. Sebuah Perangkat yang dibutuhkan untuk mempersiapkan data untuk transmisi melalui
local loop adalah .....
A. Router
B. Comunnication Server
C. CSU/DSU
D. Layer
E. Modem
10. Perangkat jaringan yang aktif dan intelegant dan dapat beratisipasi dalam mananjemen
jaringan disebut.....
A. Router
B. Comunnication Server
C. CSU/DSU
D. Layer
E. Modem
B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jawaban yang tepat :
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan WAN ?
2. Apakah kelebihan dan kekurangan jaringan WAN ?
3. Sebutkan perlengkapan dan peralatan jaringan WAN !
4. Sebutkan jenis-jenis antenna yang digunakan pada perangkat jaringan !
5. Sebutkan jenis-jenis WAN Link Connection !
xxviii
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
“Intalasi Jaringan Berbasis Luas (WAN)”
E. Kompetensi Dasar
3.1 Menganalisis intalasi jarigan berbasis luas
4.1 Membuat desain instalasi jaringan berbasis luas
F. Indikator Pencapain
3.1.1 Menentukan persyaratan instalasi WAN
3.1.2 Menentukan spesifikasi instalasi WAN
4.1.1 Membuat desain awal instalasi WAN
G. Tujuan Pembelajaran
Setelah membaca dan mempelajari buku ini, diharapkan pembaca mampu:
1. Memilih dan memahami pengertian dan fungsi instalasi jaringan berbasis luas.
2. Menguji instalasi jaringan berbasis luas.
3. Mengidentifikasi instalasi jaringan berbasis luas.
4. Menganalisis instalasi jaringan berbasis luas.
5. Mengaplikasikan instalasi jaringan berbasis luas
H. Uraian Materi
xxix
1. Latar Belakang dan Sejarah Jaringan
Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang ingin
memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama. Ditahun 1950-an
ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer,
karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntutan sebuah
komputer mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah maka muncul konsep
distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time
Sharing System), bentuk pertama kali jaringan (network) komputer
diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke
sebuah host komputer.
Gambar. 1
Selanjutnya konsep ini berkembang menjadi proses distribusi (Distributed
Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah
pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang
tersambung secara seri disetiap host komputer.
Gambar. 2
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan
konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan
jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama
maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui
komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang
dikenal dengan sebutan LAN (Local Area Network). Demikian pula ketika
Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri
sendiri mulai
berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa ditingkat dunia yangdisebut
dengan istilah WAN (Word Area Network).
2. Jenis- jenis jaringan
Secara umum jaringan komputer terdiri atas lima jenis:
a. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan local yang digunakan
oleh suatu organisasi untuk berbagi sumber daya (resources sharing) seperti
printer dan file. LAN biasanya dibangun dan dikelola oleh organisasi
tersebut. Teknologi LAN antara lain Ethernet, Token Ring dan FDDI.
b. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN
yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang
sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor- kantor perusahaan yang
letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk
keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan
suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.
c. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis
yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN
memungkinkan terjadinya komunikasi diantara dua perangkat yang terpisah
jarak yang sangat jauh. WAN menginterkoneksikan beberapa LAN yang
kemudian menyediakan akses ke komputer komputer atau file server pada
lokasi lain. Beberapa teknologi WAN antara lain adalah Modem, I SDN, DSL,
Frame Relay, T1, E1, T3, E3 dan SONET.
d. Intranet
Melibatkan jaringan LAN dan Web Server yang terpasang pada jaringan
LAN tersebut. Web Server digunakan untuk melayani permintaan
pengguna internal suatu organisasi untuk menampilkan data dan gambar.
Intranet ini mempunyai sifat tertutup yang berarti pengguna dari luar
organisasi tidak dapat mengaksesnya.
e. Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan di dunia ini, seringkali menggunakan
perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda- beda. Orang yang
terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan
orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini
memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak compatibel dan
berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang
disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan
yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya.
Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan
internet.
Ketika sebuah perusahaan berkembang menjadi beberapa lokasi, maka masing
masing lokasi mengembangkan jaringan lokalnya. Ketika dibutuhkan koneksi
antar LAN pada perusahaan tersebut maka terbentuklah Wide Area Network.
3. Wide Area Network
Terdapat begitu banyak pilihan yang tersedia untuk mengimplementasikan
WAN yang bisa dibedakan berdasarkan teknologi, kecepatan dan biaya yang
dibutuhkan.
Satu perbedaan utama LAN dengan WAN adalah organisasi harus berlangganan
kepada penyedia jaringan dari perusahaan penyedia jaringan yang ada.
Sebuah WAN menggunakan jalur data untuk membawa data menuju keinternet
dan menghubungkan lokasi lokasi perusahaan yang terpisah pisah.
Telepon dan layanan data yang paling banyak digunakan padaWAN.
Perangkat pada pelanggan disebut CPE (Customer Premises Equipment).
Pelanggan memiliki sendiri atau menyewa dari service provider. Kabel
tembaga, serat optik atau wireless yang digunakan untuk menghubungkan CPE
ke sentral provider terdekat atau ke kantor pusat dari service provider. Media
ini sering disebut dengan local loop.
Gambar. 3
Perangkat yang meletakkan data ke local loop disebut DCE (Data Circuit-
terminating Equipment). Perangkat pelanggan yang melewatkan data ke DCE
disebut dengan DTE (Data Terminal Equipment).
Gambar. 4
Jalur WAN menyediakan berbagai macam kecepatan data yang diukur dalam
satuan kilobits per second. Dibawah ini berbagai teknologi WAN dan
kecepatan yang tersedia.
Gambar. 5 Teknologi WAN dan Kecepatannya
a. Perangkat WAN
WAN menghubungkan beberapa LAN melalui jalur komunikasi dariservice
provider. Karena jalur komunikasi tidak bisa langsungdimasukkan ke LAN
maka diperlukan beberapa perangkat interface.Perangkat perangkat tersebut
antara lain:
1) Router
LAN mengirimkan data ke Router, kemudian Router akan menganalisa
berdasarkan informasi alamat pada layer 3. Kemudian Router akan
meneruskan data tersebut ke interface WAN yang sesuai berdasarkan
routing table yang dimilikinya. Router adalah perangkat jaringan yang
aktif dan intelegent dan dapat berpartisipasi dalam manajemen jaringan.
Router mengatur jaringan dengan menyediakan kontrol dinamis melalui
sumber daya dan mendukung tugas dan tujuan dari jaringan. Beberapa
tujuan tersebut antara lain konektivitas, perfomansi yang reliabel, kontrol
manajemen dan fleksibilitas.
2) CSU/DSU
Jalur komunikasi membutuhkan sinyal dengan format yang sesuai. Untuk
jalur digital, sebuah Channel Service Unit (CSU) dan Data Service Unit
(DSU) dibutuhkan. Keduanya sering digabung menjadi sebuah perangkat
yang disebut CSU/DSU.
3) Modem
Modem adalah sebuah perangkat dibutuhkan untuk mempersiapkan data
untuk transmisi melalui local loop. Modem lebih dibutuhkan untuk jalur
komunikasi analog dibandingkan digital. Modem mengirim data melalui
jalur telepon dengan memodulasi dan demodulasi sinyal. Sinyal digital
ditumpangkan ke sinyal suara analog yang dimodulasi untuk
ditransmisikan.
Pada sisi penerima sinyal analog dikembalikan menjadi sinyal digital
atau demodulasi.
4) Communication Server
Communication Server mengkonsentrasikan komunikasi pengguna dial-in
dan remote akses ke LAN. Communication Server memiliki beberapa
interface analog dan digital serta mampu melayani beberapa user
sekaligus.
b. Standar WAN
WAN menggunakan OSI layer tetapi hanya fokus pada layer 1 dan
2. Standar WAN pada umumnya menggambarkan baik metode pengiriman
layer 1 dan kebutuhan layer 2, termasuk alamat fisik, aliran data dan
enkapsulasi. Dibawah ini adalah organisasi yang mengatur standar WAN.
Gambar. 6 Layer 1
Protokol layer 1 menjelaskan bagaimana menyediakan secara elektris,
mekanis, operasi dan fungsi koneksi yang disediakan oleh service provider.
Beberapa standar fisik dan konektornyadigambarkan dibawah ini.
Gambar. 7 Layer 2
Gambar. 8
Data link layer menjelaskan bagaimana data dienkapsulasi untuk transmisi
ke remote site, dan mekanisme untuk pengiriman yang menghasilkan
frame. Ada bermacam macam teknologi yang