D. PETA KONSEP
Permasalahan VLAN Prosedur &Teknik
Pemeriksaan
Teknik Konfigurasi
Ulang
Prosedur Pengecekan
Hasil Perbaikan
E. MATERI
PROSEDUR DAN TEKNIK PEMERIKSAAN PERMASALAHAN PADA VLAN
Troubleshooting merupakan pencarian sumber masalah secara
sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan, dan proses
penghilangan peyebab potensial dari sebuah masalah. Troubleshooting
sangatlah penting dalam dunia IT agar device yang error bisa langsung di
perbaiki tanpa memakan waktu yang lama. Troubleshooting umumnya
digunakan dalam berbagai bidang, seperti pada bidang komputer, administrasi
sistem, dan juga bidang elektronika dan kelistrikan.
Permasalahan - permasalahan yang biasa terjadi pada VLAN :
1. Aplikasi yang menggunakan model client server tidak bisa berjalan
normal pada beberapa PC dari total PC yang ada pada cisco packet
tracert.
2. Periksa dengan ping antar host menghasilkan reply time yang besar
atau sama sekali tidak reply namun indicator led pada kabel normal
nyala berwarna hijau, sama sekali tidak menunjukkan gejala yang
aneh.
3. PC atau beberapa host pada jaringan tidak bisa mendapatkan IP secara
dynamic.
4. Saat mencoba file sharing sering tidak bisa jalan meskipun hasil tes
koneksi ping normal.
5. Semua koneksi menjadi terputus secara tiba-tiba tanpa ada perubahan
sama sekali yang dilakukan oleh admin jaringan.
Pada prosedur dan teknik pemeriksaan permasalahan pada VLAN tidak
jauh beda dengan prosedur dan teknik pemeriksaan pada jaringan komputer
pada LAN, yaitu :
1. Pastikan perangkat jaringan komputer sudah berfungsi semua, seperti pada
kabel, router dan port switch dalam kondisi baik, biasakan mulai prosedur
pemeriksaan dengan memeriksa sambungan fisik. Periksa kabel apakah masih
bekerja dengan baik. Periksa lampu indikator LED pada masing-masing
perangkat jaringan komputer dan pada switch port untuk memastikan bahwa
layer 1 bekerja dengan baik. Apabila di dalam cisco packet tracert cek
sambungan kabel menggunakan cros atau straight. Periksa pula apakah kabel
sudah berfungsi sebagai mana mestinya. Bila tidak fungsi bisa di delete lalu
diganti ditarik lagi kabel baru.
2. Apabila perangkat jaringan sudah berfungsi, lalu cek pada bagian sistem
dengan melakukan ping, apakah ada perubahan IP atau IP konflik.
3. Apabila ada yang RTO saat di ping, bisa jadi IP address belum di setting,
terdapat IP addres yang double atau terdapat kesalahan pada setting gateway.
4. Kemudian periksa konfigurasi interface pada switch. User dapat
menggunakan perintah [interface name-number] untuk memeriksa apakah
terdapat kesalahan pada CRC ataupun late collision. Error ini bisa disebabkan
karena ketidakcocokan duplex dengan perangkat yang terpasang. Bisa juga
terjadi apabila terdapat kabel atau NIC yang rusak,
5. Apabila 2 host tidak dapat melakukan komunikasi, periksa apakah kedua host
tersebut berada dalam VLAN yang sama. Jika mereka berada pada VLAN yang
berbeda, dibutuhkan perangkat router agar kedua host tersebut dapat saling
berkomunikasi. Jika host tidak dapat tersambung ke switch, pastikan bahwa host
tersebut memiliki subnet yang sama dengan switch pada VLAN.
TEKNIK KONFIGURASI ULANG VLAN
Berikut kami ulas lagi tentang VLAN agar terlihat perbedaan VLAN
dengan inter VLAN.
1. VLAN
Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan metode yang
digunakan apabila link diperlukan untuk pertukaran informasi maupun
membawa lalu lintas data pada lebih dari satu VLAN. Link ini seperti paket
yang diterima oleh switch dari setiap end-station, setiap paket yang dikirimkan
ditambahkan kode pengenal unik berupa informasi header.
Informasi header ini diteruskan ke switch atau router yang sesuai dengan
pengenal VLAN dan alamat MAC. Namun dengan menunjuk keanggotaan
VLAN dari masing-masing paket. Setelah mencapai node tujuan (switch) ID
VLAN dihapus dari paket oleh switch yang berdekatan dan diteruskan ke
perangkat yang terhubung.
Link trunk atau VLAN trunking merupakan packet tagging yang
menyediakan mekanisme untuk mengontrol aliran siaran dan aplikasi sementara
tidak mengganggu jaringan dan aplikasi. Protokol trunking dikembangkan agar
secara efektif mengelola transfer frame dari VLAN yang berbeda pada satu jalur
jaringan. Link trunk dapat membawa lalu lintas untuk semua VLAN atau hanya
VLAN tertentu yang lebih spesifik. Link trunk bukan milik suatu VLAN
tertentu. Tetapi link trunk berfungsi sebagai jalur untuk VLAN antara switch
dan router (atau switch dan switch).
VLAN menyediakan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perubahan
dalam persyaratan jaringan dan memungkinkan administrasi yang
disederhanakan. Dengan menggunakan VLAN, berarti seseorang dapat
mengontrol pola lalu lintas dan bereaksi cepat terhadap relokasi.
2. INTER-VLAN ROUTING
Inter-VLAN routing adalah proses mem-forward traffic network dari
satu VLAN ke VLAN yang lain dengan menggunakan router. Tanpa perangkat
routing, lalu lintas antar-VLAN tidak akan mungkin dapat dilakukan. Karena
ketika sebuah node dalam satu VLAN perlu berkomunikasi dengan node di
VLAN lain, router diperlukan untuk rute lalu lintas antara VLAN.
Alternatif pilihannya adalah dengan menggunakan link terpisah untuk
router setiap VLAN. Akan tetapi metode ini berresiko mengakibatkan ketidak
seimbangan beban antara VLAN. Selain itu, kita perlu memastikan host dan
router memiliki alamat IP yang tepat dengan VLAN yang bersangkutan.
Metode yang lebih efisien adalah inter-VLAN routing trunking. Pada
pengaturan ini secara default, misalnya, VLAN 1 adalah VLAN asli dan hanya
boleh digunakan untuk membawa traffic control, CDP, VTP, PAgP, dan DTP.
Informasi tersebut dikirimkan melalui link trunk untagged.
Namun VLAN pengguna tidak harus mencakup VLAN asli, yaitu
VLAN 1. Informasi ini akan dikirim sebagai frame tag di VLAN batang.
Manajemen VLAN harus merupakan VLAN terpisah dari VLAN pengguna dan
tidak boleh VLAN asli. Hal ini akan memastikan akses ke perangkat jaringan
dalam kasus troubleshooting dengan jaringan.
Subinterface akan menginformasikan router bahwa setiap frame yang
datang adalah untagged milik subinterface itu dan merupakan anggota dari
VLAN 1, atau VLAN asli. Subinterface pada router yang digunakan untuk
mengirim dan menerima lalu lintas VLAN asli harus dikonfigurasi dengan
pilihan asli pada perintah antarmuka enkapsulasi.
Cara kerja inter-VLAN routing :
a. Terdapat sebuah router yang bertugas memproses routing antar VLAN. Router
tersebut akan terhubung dengan salah satu Switch, biasanya interface fisik
router yang digunakan hanya satu, kemudian dari satu interface fisik dapat
dibuat banyak sub-interface sesuai jumlah VLAN yang ada pada jaringan.
b. Sedangkan disetiap sub-interface router akan terhubung dengan jaringan VLAN
nya masing-masing, dan akan menjadi perantara jaringan VLAN tersebut untuk
terhubung dengan jaringan VLAN lainnya.
c. Cara Konfigurasi inter-VLAN
1) Konfigurasi trunk pada interface switch yang terhubung dengan Router.
2) Buat sub-interface router beserta VLAN sub-interface router tersebut.
3) Beri IP Address pada sub-interface tersebut.
Mari kita mempraktekan inter-vlan routing pada aplikasi simulator Cisco Packet
Tracer, berikut ini adalah topologinya :
a. VLAN & Trunk Switch
Langkah awal kita konfigurasi VLAN biasa pada port Switch SW1 yang
terhubung dengan Komputer, kemudian port switch yang mengarah ke Router
kita konfigurasi dengan trunk port, agar port tersebut dapat dilewati vlan 10 dan
vlan 20.
# Konfigurasi VLAN
SW1(config)#vlan 10
SW1(config-vlan)#name kiri
SW1(config-vlan)#exit SW1(config)#vlan 20
SW1(config-vlan)#name kanan
SW1(config-vlan)#exit
#network vlan 10 SW1(config)#int ra fo/1-2
SW1(config-if-range)#sw mo acc
SW1(config-if-range)#sw acc vl 10
SW1(config-if-range)#exit
#network vlan 20
SW1(config)#int ra f0/3-4
SW1(config-if-range)#sw mo acc
SW1(config-if-range)#sw acc vl 20
SW1(config-if-range)#exit
#konfigurasi trunk
SW1(config)#int g0/1 #port sw mengarah ke router
SW1(config-if)#sw mo tr
SW1(config-if)#exit
b. Inter-VLAN Routing
Kemudian melanjutkan konfigurasi inter-vlan dengan membuat subinterface
pada port router yang mengarah ke switch (g0/1), buat dua subinterface untuk
masing masing network vlan (10 & 20).
#hidupkan inteface router yang mengarah ke switch
R1(config)#int g0/1
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#exit
#buat sub-inteface untuk vlan 10
R1(config)#int g0/1.10
R1(config-subif)#encap dotlq 10 #menandakan sub-int ini pada vlan 10
R1(config-subif)#ip add 172.16.10.1 255.255.255.192 #ip address
R1(config-subif)#exit
#buat sub-interface untuk vlan 20
R1(config)#int g0/1.20
R1(config-subif)#encap dotlq 20
R1(config-subif)#ip add 192.168.20.1 255.255.255.128
R1(config-subif)#exit
Langkah selanjutnya memastikan sub-interface tersebut berserta induknya
dalam status UP.
R1# sh ip int br
Interface IP-Address OK? Method Statu Protocol
c. IP Address PC
Untuk testing konektifitas jaringan, kita perlu memberikan IP Address pada
masing-masing PC secara manual. Berikut ini adalah table IP Address setiap
PC.
d. Testing
Untuk melakukan uji hasil konfigurasi, kita lakukan PING dari satu PC ke PC
lain dalam satu VLAN yang sama dan yang berbeda pula.
#PING dari PC1
Packet Tracer PC Command Line 1.0
C:\>ping 172.16.10.20 #VLAN yang sama
Pinging 172.16.10.20 with 32 bytes of data:
Reply from 172.16.10.20: bytes=32 time=2ms TTL=128
Reply from 172.16.10.20: bytes=32 time=1ms TTL=128
Ping statistics for 172.16.10.20:
Packets: Sent = 2, Received = 2, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 1ms, Maximum = 2ms, Average = 1ms
Control-C
^C
C:\>ping 192.168.20.30 #VLAN yang berbeda
Pinging 192.168.20.30 with 32 bytes of data:
Request timed out. #Biasanya timeout sekali
Reply from 192.168.20.30: bytes=32 time<1ms TTL=127
Reply from 192.168.20.30: bytes=32 time<1ms TTL=127
Ping statistics for 192.168.20.30:
Packets: Sent = 3, Received = 2, Lost = 1 (34% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = Oms, Maximum = Oms, Average = Oms
Control-C
^C
C:\>ping 192.168.20.40
Pinging 192.168.20.40 with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.20.40: bytes=32 time=1ms TTL=127
Reply from 192.168.20.40: bytes=32 time<1ms TTL=127
Ping statistics for 192.168.20.40:
Packets: Sent = 2, Received = 2, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = Oms, Maximum = 1ms, Average = Oms
Control-C
^C
Jika semuanya sudah reply tandanya koneksi antar VLAN sudah benar. Kita
juga dapat mengecek table ARP pada Router :
R1#sh arp
PROSEDUR PENGECEKAN HASIL PERBAIKAN VLAN
1. Lakukan pengecekan alamat IP address masing-masing PC pada cisco packet
tracert.
2. Mengatur masing-masing switch agar berada pada inter-VLAN routing. Satu
VLAN dengan VLAN lainnya yang berbeda segmen jaringan (beda broadcast
domain) sehingga antar VLAN tidak bisa saling terhubung. Tujuan utama dari
Routing antar Virtual LAN (VLAN) adalah meneruskan traffic dari antar VLAN
artinya menghubungkan dua buah VLAN yang berbeda no ID-nya. Sebagaimana
kita tahu jika VLAN membagi sebuah jaringan menjadi beberapa segmen dan
broadcast domain, dimana paket data tidak akan diteruskan ke VLAN yang bukan
tujuannya. Untuk dapat menghubungkan antar VLAN kita akan butuh perangkat
yang memilki kapasitas untuk melakukan routing yaitu Router atau Layer 3 Switch.
Konfigurasi router ini yang biasa di sebut inter-VLAN routing.
Ada beberapa opsi untuk menghubungkan dua buah VLAN yang berbeda, antara
lain :
a. Router dengan interface yang berbeda untuk setiap VLAN.
b. Router dengan Trunk link (Router on a Stick).
c. Multi Layer Switch.
3. Mengatur konfigurasi Router
Konfigurasi inter-VLAN dengan membuat subinterface pada port router yang
mengarah ke switch. Buatlah beberapa subinterface untuk masing-masing network.
Manaiemen VLAN harus merupakan VLAN terpisah dari VLAN pengguna dan
tidak boleh VLAN asli. Hal ini akan memastikan akses ke perangkat jaringan dalam
kasus masalah dengan jaringan. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakanlah
inter-VLAN routing untuk membatasi fungsi VLAN tertentu agar tidak
mengganggu jaringan yang sedang bertukar informasi.
Pengujian atau pengetesan hasil perbaikan jaringan VLAN dilakukan untuk
mengetahui apakah komputer yang kita perbaiki telah normal kembali atau masih
terdapat trouble.
F. RANGKUMAN
Troubleshooting merupakan pencarian sumber masalah secara sistematis
sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan, dan proses penghilangan peyebab
potensial dari sebuah masalah. Troubleshooting sangatlah penting dalam dunia IT
agar device yang error bisa langsung di perbaiki tanpa memakan waktu yang lama.
Troubleshooting umumnya digunakan dalam berbagai bidang, seperti pada bidang
komputer, administrasi sistem, dan juga bidang elektronika dan kelistrikan.
Permasalahan - permasalahan yang biasa terjadi pada VLAN :
1. Aplikasi yang menggunakan model client server tidak bisa berjalan
normal pada beberapa PC dari total PC yang ada pada cisco packet
tracert.
2. Periksa dengan ping antar host menghasilkan reply time yang besar
atau sama sekali tidak reply namun indicator led pada kabel normal
nyala berwarna hijau, sama sekali tidak menunjukkan gejala yang
aneh.
3. PC atau beberapa host pada jaringan tidak bisa mendapatkan IP secara
dynamic.
4. Saat mencoba file sharing sering tidak bisa jalan meskipun hasil tes
koneksi ping normal.
5. Semua koneksi menjadi terputus secara tiba-tiba tanpa ada perubahan
sama sekali yang dilakukan oleh admin jaringan
G. SOAL
Soal Pilihan Ganda
Pilihlah satu jawaban benar dengan memberi tanda silang pada A,B,C atau D
1. Agar admin dapat mengkonfigurasi IP dan switch kita bisa menggunakan
menu?
a. CLI
b. Config
c. Desktop
d. Physical
e. Service/Software
2. Perangkat apakah yang dibutuhkan agar 2 host yang berada pada VLAN yang
berbeda agar dapat saling berkomunikasi ?
a. RJ45
b. NIC
c. Hub
d. Switch
e. Routing
3. Bagaimana cara melakukan cek setting ip pada bagian sistem pada VLAN
a. Bin
b. Ping
c. Cmd
d. Defragment
e. System tool
4. Salah satu keunggulan menggunakan Vlan adalah...
a. Sulit dibuat
b. Mudah membuatnya
c. harga lebih mahal
d. tingkat keamanan rendah
e. mempersulit kerja pengguna
5. Perintah pada command prompt untuk melihat indikasi pada konfigurasi IP
yang terpasang pada komputer dengan sistem operasi windows dengan
menggunakan perintah...
a. isconfig
b. ipconfig
c. configt
d. ifconfig
e cpconfigs
6. Bila admin hendak memberi nama pada switch menggunakan fungsi...
a. hostname
b. enable secret
c. configure Termine
d. enable password
e. switchport mode access
7. Agar komputer berkomunikasi pada VLAN yang sama setiap komputer harus
memiliki sebuah ....
a. alamat email
b. alamat Ip dan Router
c. alamat IP dan Subnetmask
d. alamat email dan Subnetmask
e. Tida ada jawaban yang benar
8. Jenis VLAN yang sudah ada sejak pertama kali switch dihidupkan, adalah ....
a. Data VLAN
b. Voice VLAN
c. Native VLAN
d. Default VLAN
e. Management VLAN
9. Jika suatu instansi sebelumnya mempunyai jaringan LAN yang cukup besar
dan dibagi dengan VLAN, maka .....
a. trafik broadcast hanya akan dikirim sesuai dengan VLAN masing-masing
untuk memudahkan dalam VLAN
b. trafik broadcast hanya akan dikirim sesuai dengan VLAN masing-masing
untuk memudahkan dalam pengelolaan jaringan (benar)
c. trafik broadcast hanya akan dikirim sesuai dengan VLAN masing-masing
untuk memudahkan dalam pengelolaan komputer
d. trafik broadcast hanya akan dikirim sesuai dengan VLAN masing – masing
untuk memudahkan dalam teknik
e trafik broadcast hanya akan dikirim sesuai dengan VLAN masing-masing
untuk memudahkan dalam pengelolaan Trunking
10. Menempatkan mesin virtual berbasis cloud pada VLAN mungkin lebih baik
dari pada langsung di Internet , mengapa demikian?
a. memudahkan pengecekan
b. memudahkan berkomunikasi
c. memudahkan saat transfer data
d. untuk memudahkan pembayaran
e untuk menghindari masalah keamanan.
Soal Esai
Dalam test ini setiap peserta didik membaca dengan cermat dan teliti setiap butir soal dibawah
ini. Kemudian berdasarkan uraian materi diatas tulislah jawabannya pada lembar jawaban test
formatif yang telah disediakan.
6. Apa yang terjadi dalam satu hub terdapat 2 network aktif yang berbeda ?
7. Apakah adapter internal network pada virtualbox termasuk VLAN juga ?
8. Mengapa manajemen VLAN dianjurkan merupakan VLAN terpisah dari VLAN
pengguna dan tidak boleh VLAN asli ?
9. Sebutkan pembagian VLAN berdasarkan tipe koneksinya ! Berilah penjelasan!
10. Deskripsikan dengan bahasa anda sendiri manfaat VLAN yang berfungsi untuk
mempermudah administrator jaringan. !
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
“Proses Routing”
A. Kompetensi Dasar
3.3 Menganalisis proses routing
4.3 Mengkaji jenis jenis routing
B. Indikator Pencapaian
3.3.1 Mengidentifikasi proses routing
3.3.2 Menganalisis proses routing
4.3.1 Menyajikan hasil proses routing
C. Tujuan Pembelajaran
1. Memahami konsep routing
2. Memahami tentang proses routing
3. Dapat menyajikan hasil proses routing
D. Uraian Materi
Proses Routing
Secara prinsip proses routing itu tidaklah sulit, mudah untuk dipelajari dan
prinsip routing sifatnya universal, berlaku sama pada semua kondisi network. Sulit
atau gampangnya melakukan routing tergantung pada kondisi tingkat
kompleksitas sebuah network.
Untuk memahami tentang bagaimana proses routing yang terjadi pada router
maka kita harus memulainya dari jaringan yang sederhana.
Gambaran Proses Routing
Untuk memberikan gambaran dasar bagaimana proses routing terjadi, proses
routing mengatur bagaimana sebuah paket data dikirim dari sebuah komputer
yang adalah anggota dari sebuah network kemudian diteruskan melalui router ke
router sehingga sampai kepada tujuannya yaitu komputer lain yang berada di
jaringan network yang berbeda.
Dari gambar di atas kita akan bahas bagaimana proses yang terjadi ketika
Pengguna atau user dari PC1, IP: 192.168.1.20, yang ada pada Network1
melakukan ping kepada server, IP: 10.1.1.100, yang ada di network2. Paket data
Ping atau ICMP ini berisikan alamat tujuan yaitu IP address dari server 10.1.1.100
dan alamat pengirim yaitu PC1, 192.168.1.20
A. Proses Awal di LAN Network 1
Hal pertama yang terjadi pada LAN network 1, ketika PC1 mengirimkan pesan ke
server adalah
1. PC1 melakukan proses pengecekan apakah alamat yang dituju apakah berada
satu network atau tidak dengan dirinya.
2. Caranya adalah menggunakan protocol ARP atau Address Resolution
Protocol. ARP adalah protocol yang berfungsi untuk mencari tahu alamat Mac
Address dari sebuah host berdasarkan IP address dari host tersebut. Dengan
mengirimkan pesan broadcast layer 2 kepada semua host yang ada di LAN
Network1. Para host anggota Network1 menjawab permintaan ARP tersebut.
3. Dari jawaban ARP tersebut diketahui bahwa IP 10.1.1.100 bukan atau tidak
berada di network1, hal ini disebabkan oleh protocol ARP hanya bisa bekerja
pada segment network yang sama ARP tidak bisa melewati router karena
menggunakan metode broadcast.
4. Karena tidak ada satupun host yang terdapat pada network 1 merupakan tujuan
dari paket tersebut maka langkah berikutnya adalah paket data tersebut
dikirimkan ke alamat default gateway.
5. Default gateway merupakan alamat yang akan dituju jika tujuan dari sebuah
paket tidak terdapat network atau segment network yang sama. Jika pada
konfigurasi IP address tidak tercantumkan alamat default gateway maka paket
yang tujuannya diluar dari network tersebut tidak akan pernah terkirim.
6. ada contoh ini, alamat default gateway adalah IP address dari interface
Router1 yang terhubung ke LAN network 1. Default gateway dari PC1 adalah
192.168.1.1 yang juga merupakan alamat IP dari interface router 1 yang
terhubung ke LAN Network1.
7. PC1 kemudian memeriksa ARP cache untuk mencari mac address dari Default
Gateway. Setelah ditemukan maka selanjutnya proses komunikasi data antara
PC1 dan default gateway yang berada pada LAN yang sama adalah
menggunakan alamat mac address.
8. Paket yang berisi ping tersebut diubah menjadi frame dengan menambahkan
Mac Address PC1 sebagai pengirim dan Mac Address dari Interface router1 (
default gateway ) sebagai mac address tujuan. Frame kemudian diubah
menjadi bit atau byte dan selanjutnya dikirim melalui layer 1 berupa sinyal
listrik.
9. Ketika frame diterima oleh router1, oleh router1 frame tersebut diubah
menjadi packet dengan membuang alamat Mac address pengirim dan
penerima.
B. Proses Routing
1. Router 1 mengecek apakah pada paket, apakah alamat tujuan 10.1.1.100 cocok
atau satu segment LAN dengan Interface-interface yang ada pada router 1. Jika
tidak maka router1 akan mengecek pada routing table, apakah IP tersebut masuk
dalam routing table.
2. Pada routing table dari Router 1 harus terdapat segment network 10.1.1.0
255.255.255.0, jika tidak maka paket ICMP atau Ping tersebut dikembalikan
kepada si pengirimnya.
3. Jika terdapat pada routing table segment network yang sesuai dengan tujuannya,
yaitu 10.1.1.0 maka selanjutnya router akan meneruskan paket tersebut melalui
interface yang berhubungan dengan LAN atau segment network di mana tujuan
paket itu berada. Pada gambar terlihat interface router1 yang memiliki IP address
172.16.1.1 merupakan interface yang terdekat dengan tujuan dari paket tersebut.
C. Proses Komunikasi Data Pada LAN Network2
Setelah memutuskan kemana paket ICMP akan diteruskan, maka proses
selanjutnya adalah proses transfer data dari router2 ke server. Proses ini sifatnya
lokal dan hanya melibatkan mac address saja.
Berikut penjelasan detailnya:
1. Karena koneksi antara interface router1 dan router2 merupakan satu sebment
LAN maka keduanya berkomunikasi menggunakan alamat Mac address.
2. Proses selanjutnya, paket ICMP dari PC1 diubah menjadi frame, di mana
alamat mac address pengirim adalah mac address interface Fa 0/1 dari router1
dan alamat tujuannya adalah mac address interface Fa 0/1 dari router2.
3. Setelah frame terbentuk dan diubah menjadi bit atau byte maka selanjutnya
dikirim ke Router2 melalui interface F 0/1. Setelah router2 menerima data
tersebut, mac address pengirim dan penerima dilepas, kemudian dicek kembali
pada paket tersebut apakah alamat IP address tujuan sesuai atau satu segment
dengan IP address dari interface-interface pada router 2. Pada contoh ini
terlihat bahwa alamat tujuan IP 10.1.1.100 satu segment dengan interface
10.1.1.1
4. Selanjutnya, sebelum diteruskan melalui interface 10.1.1.1, paket tersebut
diubah menjadi frame. Di mana alamat mac address tujuannya adalah Mac
address server dan mac address pengirim adalah mac address dari interface
router2 yang ber IP address 10.1.1.1.
5. Karena ini adalah packet ICMP di mana ada paket reply dari penerima ketika
paket berhasil sampai ke tujuan atau si penerima. Berdasarkan prinsip atau
karakter dari ICMP tersebut maka setelah server menerima pesan tersebut
maka server akan mengirimkan pesan balik kepada pengirimnya dalam hal ini
PC1, bahwa kirimannya sudah diterima.
6. Proses pengiriman pesan dari server kepada PC1 adalah kurang lebih sama
seperti pengiriman dari PC1 ke server, berikut adalah detailnya;
7. Paket dari server ke PC1 memiliki alamat tujuan adalah ip address dari PC1
192.168.1.20 dan IP address server 10.1.1.100 sebagai alamat pengirim.
Packet kemudian diubah menjadi frame, pada tahap ini frame yang terbentuk
berisi tujuan berupa alamat mac address dari Interface router2 ( 10.1.1.1 ) dan
alamat pengirimnya adalah mac address server.
8. Setelah router2 menerima kiriman tersebut, maka router2 melepas mac address
tujuan dan pengirim, dan menyisakan packet.
9. Router dua mengecek kembali apakah Interface-nya yang berada satu segment
dengan IP address tujuan dari packet tersebut? Jika ada router tinggal
meneruskannya ke interface tersebut. Jika tidak maka router melakukan
pengecekan pada routing tablenya.
10. Setelah menemukan bahwa alamat tujuan berada dalam routing table maka
router2 bisa menentukan interface mana pada routing tabel yang berkaitan
dengan alamat tujuan.
11. Setelah menentukan interface yang tepat, dalam hal ini adalah interface fa 0/1
dari router2 maka selanjutnya, paket diubah menjadi frame dengan
menambahkan Mac address interface Fa 0/1 dari router1 sebagai tujuan dan
mac address interface Fa 0/1 dari router2 sebagai pengirim.
12. Setelah router 1 menerima dan kiriman tersebut, maka frame pada kiriman
data tersebut dilepas. Router1 lalu mengecek IP address tujuan dan
memastikan interface mana yang berkaitan dengan Ip address tersebut. Dalam
contoh ini, IP address tujuan adalah 192.168.1.20 dan Interface yang tepat atau
berada satu segmen adalah interface fa 1/1 dari router1, IP address 192.168.1.1
13. Selanjutnya adalah packet data diubah menjadi frame dengan menambahkan
mac address PC1 sebagai tujuan dan mac address interface fa 1/1 router1
sebagai pengirim.
14. Setelah data diterima oleh PC1 maka pada tampilan perintah Ping adalah reply
from 10.1.1.100
LKPD - 1
TUGAS MANDIRI
“Proses Routing”
Nama :
Kelas :
No.Absen :
A. Petunjuk Pengerjaan soal pilihan ganda
Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban a, b, c, d atau e yang kamu anggap benar
Soal Pilihan Ganda
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!
1. Suatu trafik atau lalu lintas dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan cara
tercepat menuju ke tujuan tersebut sesuai dengan alamat IP yang diberikan desebut
dengan…
A. routing
B. IPv4
C. Static router
D. PC-multihomed
E. Dinamik routing
2. Alamat IPv6 unicast dapat diimplentasikan dalam berbagai jenis alamat, kecuali
alamat ….
A. Unicast global
B. Unicast loopback
C. Multicast
D. Unicast 6to4
E. Unicast link-local
3. Yang digunakan oleh host-host dalam subnet yang sama, disebut dengan …
A. IPv4
B. IPv6
C. Static routing
D. Unicast link-local address
E. Unicast site-local address
4. Protokol yang memberikan alamat atau identitas logika untuk peralatan di jaringan
disebut dengan ….
A. IP
B. NIC
C. NOS
D. Routing static
E. komputer
5. meringankan kinerja processor router adalah keuntungan menggunakan….
A. Router
B. Router dinamic
C. Router static
D. Processor
E. parameter
6. Sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan
TCP/IP yang menggunakan protokol internet versi 6 disebut dengan ….
A. Static routing
B. Komputer
C. Dnamic routing
D. IPv6
E. Ipv4
7. Alat yang berfungsi untuk menghubungkan 2 jaringan dengan segmen yang berbeda
adalah ….
A. Switch
B. Hub
C. Access
D. Repeater
E. Router
8. Suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table (table routing) dengan
konfigurasu manual, disebut dengan ….
A. Ipv6
B. Ipv4
C. Static router
D. NIC
E. Dinamik routing
9. CLI adalah kepanjangan dari….
A. Command line interfaces
B. Comic line interfaces
C. Command LAN interfaces
D. Command LAN internet
E. Cisco line interfaces
10. Jenis routing yang mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi jaringan dikenal
dengan istilah routing ….
A. Multipath
B. Statis
C. Dinamis
D. Interdomain
E. intradomain
11. Suatu mekanisme routing yang tergantung pada tabel routing dengan konfigurasi
manual disebut ….
A. NIC
B. IPV4
C. Routing
D. Routing statis
E. Routing dinamis
12. Cara mengkonfigurasi IP Address di windowsXP melalui menu ….
A. Control panel
B. Device manager
C. Commad prompt
D. Task manager
E. Disk management
13. komputer yang bertugas menyimpan informasi halaman web yang pernah diakses
sebelumnya adalah ….
A. Router
B. Name server
C. Proxy server
D. Databse server
E. Web server
14. Routing static digunakan untuk ….
A. Melewatkan paket data
B. Melewatkan link data
C. Melewatkan IP address
D. Melewatakan switch
E. Melewatkan trafik
15. Datagram yang dapat dicapai melalui antarmuka adalah pengertian …
A. Router
B. Distance
C. HUB
D. IP
E. Gateway
B. Petunjuk Pengerjaan soal uraian
✓ Tulislah jawaban pada lembar yang telah disediakan
✓ Uraikan jawaban dengan singkat dan jelas
Soal Uraian
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!
1. Apa yang di maksud dengan routing?
2. Sebutkan jenis-jenis routing?
3. Apa yang di maksud dengan static routing?
4. Apa yang di maksud dengan RIPV2?
5. Jelaskan apa yang di maksud dengan routing langsung dan routing tidak langsung?
JAWAB
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
“Mengevaluasi dan Mengkonfigurasi Routing Statis”
A. Kompetensi Dasar
3.4 Mengevaluasi routing statis
4.4 Mengkonfigurasi routing statis
B. Indikator Pencapaian
3.4.1 Menjelaskan konsep routing statis
3.4.2 Menjelaskan perintah dasar routing statis
3.4.3 Menentukan cara konfigurasi routing statis
4.4.1 Melakukan konfigurasi routing statis
4.4.2 Menguji hasil konfigurasi routing statis
4.4.3 Membuat laporan konfigurasi routing statis
C. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengamati untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah
tentang routing statis.
2. Siswa dapat mengumpulkan dan mengolah data tentang routing statis.
3. Siswa dapat mengomunikasikan tentang permasalahan routing statis.
D. Uraian Materi
1. Prinsip dan cara kerja routing statis
Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah router memiliki
kemampuan routing, artinya router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute
perjalanan informasi akan dilewatkan, apakah di tujukan untuk host lain yang satu
network atau kah berada di network berbeda.
Apabila paket di tujukan untuk host pada network lain, maka router akan
meneruskannya ke network tersebut. Jika paket ditujukan untuk host yang satu
network, maka router akan menghalangi paket keluar. Cara kerja static routing dapat
di bagi menjadi 3 bagian, antara lain sebagai berikut :
a. Administrator jaringan yang mengonfigurasi router.
b. Router melalakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing.
c. Routing static di gunakan untuk melewatkan data.
2. Perintah dasar routing statis
a. show running-config (sh ru)
Menampilkan konfigurasi yang sedang berjalan di RAM. Termasuk host name,
passwords, interface IP addresses, routing protocol yang aktif, DHCP dan konfigurasi
NAT. Dapat dijalankan di EXEC mode.
b. show startup-config (sh st)
Menampilkan konfigurasi yang sedang berjalan di NVRAM. Termasuk host
name, passwords, interface IP addresses, routing protocol yang aktif, DHCP dan
konfigurasi NAT.
c. show version (sh ver)
Menampilkan informasi tentang versi software yang sekarang sedang jalan lengkap
dengan informasi hardware dan devicenya.
d. show ip protocols (sh ip pro)
Menampilkan status interface IP baik secara global maupun khusus dari protokol yang
terkonfigurasi pada saat ini (konfigurasi IP awal).
e. show ip route (sh ip ro)
Menampilkan Konfigurasi IP yang dilakukan baik secara global maupun secara
khusus dari router. Baik berupa configurasi IP pada FastEthernet0/0 maupun pada IP
Serial2/0
f. show interfaces (sh int)
Untuk menampilkan statistic semua interface router mulai dari FastEthernet dan
Serial. Untuk menampilkan statistic interface tertentu, menggunakan perintah show
interfaces diikuti dengan nomor port/slot interface,
g. show ip interface brief (sh ip int br)
Menampilkan Konfigurasi pada interface yang terhubung pada router. Baik
konfigurasi yang sedang berjalan maupun yang konfigurasi yang tidak berjalan
(belum terkonfigurasi). Pada perintah ini kita dibawa untuk mengetahui : Interface,
IP-Address,
Method, Status, Protocol
h. show protocols (sh prot)
Menampilkan status interface baik secara global maupun khusus dari protokol layer 3
yang terkonfigurasi.
i. show cdp neightbors (sh cdp ne)
Untuk mengetahui Capability Codes, yang meliputi : R (Router), T (Trans Bridge), B
(Source Route Bridge), S (Switch), H (Host), I (IGMP), r (Repeater), P (Phone).
Selain
itu juga digunakan untuk mengetahui Device ID diantaranya : Local Intrfce, Holdtme,
Capability, Platform, Port ID
j. show sessions (sh ses)
Untuk mengetahui koneksi yang sedang berjalan (koneksi yang di buka)
k. show ssh (sh ss)
Untuk melakukan koneksi dengan server SSHv2 dan SSHv1
l. ping (pi)
Untuk melakukan / melihat koneksi antar jaringan yang sedang berhubungan. Perintah
ping harus diikuti address or hostname. Contoh ; ping 192.168.0.2
m. traceroute (tra)
Untuk mengirimkan secara serempak sebuah urutan paket dengan menambahkan nilai
TTL (Time to Live). Ketika sebuah router lanjutan menerima sebuah paket terusan,
maka akan mengurangi nilai TTL sebelum meneruskan nya ke router berikutnya.
Perintah trace diikuti oleh address or hostname.
3. Aturan-aturan routing statis
Ada beberapa parameter yang ada pada routing, yakni:
a. Destination, adalah alat tujuan dan network mask dan biasanya diisi dengan
0.0.0.0/0 untuk semua jaringan.
b. Gateway adalah datagram yang dapat dicapai melalui antarmuka.
c. Pref. Source adalah alamat tujuan paket dan meninggalkan roter melalui alamat IP.
d. Distance (0-255) adalah jarak administrator jaringan dari router
Keuntungan Menggunakan Routing Static
a. Meringankan kinerja processor router.
b. Tidak ada bandwidth yang diguanakn untuk pertukaran informasi dari tabel isi
routing pada saat pengiriman paket
c. Routing static lebih aman dibandingkan routing dinamis.
d. Routing Static kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan
membajak traffic.
Kerugian Menggunakan Routing Static
a. Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing
router yang digunakan.
b. Hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil.
c. Admisnistrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak
router yang harus dikonfigurasi secara manual.
d. Rentan terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan
secara manual.
4. Prosedur dan teknik konfigurasi routing statis
Routing digunakan untuk proses pengambilan sebuah paket dari sebuah alat dan
mengirimkan melalui network ke alat lain di sebuah network yang berbeda. Apabila
network anda tidak memiliki router, maka jelas anda tidak melakukan routing.
Prosedur untuk bisa melakukan routing paket, ada hal-hal yang harus sebagai berikut :
a. Alamat tujuan
b. Router-router tetangga dari mana sebuah router bisa mempelajari tentang
network remote.
c. Route yang mungkin kesemua network remote.
d. Route yang terbaik untuk setiap network remote.
e. Router menyimpan routing table yang menggambarkan menemukan
network remote.
Teknik konfigurasi untuk melakukan routing static pada cisco adalah sebagai berikut:
• Pemberian IP pada interface.
• Mengaktifkan interface.
Menentukan Route static ada 3 cara, antara lain sebagai berikut.
• Menggunakan exit interface.
• Menggunakan next-hop IP address.
• Menggunakan exit interface next-hop IP address
5. Studi kasus routing statis
Sebuah topologi jaringan dengan 2 buah gedung menggunakan 2 buah router cisco
untuk menghubungkan kedua gedung tersebut. Langkah-langkah konfigurasi antara
lain sebagai berikut :
a. Pemberian IP address pada masing-masing laptop.
b. Konfigurasi pada router anda :
- Tampilan awal CLI pada router.
- Pilih NO saja agar tidak mengonfiguasi secara wizard.
- Pemberian host name pada router
- Pemberian IP address pada router
- Mengaktifkan interface pada router
- Memasukan IP router static-nya
c. Perintahnya yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Router>enable
Router#conf t
Router(config)#hostname Gedung-A
Gedung-A(config)#interface fa0/1
Gedung-A(config)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
Gedung-A(config)#no sh
Gedung-A(config)#int fa0/0
Gedung-A(config)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0
Gedung-A(config)#no sh
Gedung-A(config)#exit
Gedung-A(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0
d. Pengetesan hasil konfigurasi.
6. Prosedur pembuatan laporan konfigurasi routing statis
Tujuan:
a. Mengkonfigurasi Routing Statik pada mikrotik/Cisco Packet untuk 2
buah jaringan.
b. Meremote sebuah perangkat lain dengan bantuan mikrotik yang terhubung
ke jaringan.
LKPD - 1
TUGAS MANDIRI
“Mengevaluasi dan Mengkonfigurasi Routing Statis”
Nama :
Kelas :
No.Absen :
A. Petunjuk Pengerjaan soal pilihan ganda
Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban a, b, c, d atau e yang kamu anggap benar
Soal Pilihan Ganda
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!
1. Kemampuan protokol routing untuk membagi informasi jaringan dengan router
lainnya dengan menggunakan protokol routing yang sama adalah pengertian dari ....
A. Router D. Komputer
B. NIC E. Network Discovery
C. OSI
2. Ukuran yang digunakan sebagai indikasi penggunaan rute sehingga menjadi rute yang
terbaik di antara banyak rute tujuan adalah ...
A. Interface D. Router
B. Next Hop E. Algoritma
C. Metrix
3. Berikut yang terjadi jika pada protokol routing RIP hop ke-16 telah tercapai adalah ...
A. Paket dibiarkan D. Paket yang dikirim akan dibuang
B. Paket yang dikirim mencapai tujuan E. Paket yang dikirim akan diseleksi
C. Paket yang dikirim diterima oleh komputer tujuan
4. Jenis routing yang tidak menggunakan algoritma distance vektor adalah ...
A. RIP D. IGRP
B. EIGRP E. BGP
C. OSPF
5. Algoritma yang memperbaiki pengetahuan dari jarak router dan bagaimana mereka
interkoneksi adalah ...
A. Distance Vector D. IGRP
B. Link State E. OSPF
C. RIP
6. Protokol routing yang menggunakan algoritma SPF adalah ...
A. Distance Vector D. IGRP
B. Link State E. OSPF
C. RIP
7. Protokol routing berikut yang termasuk jenis protokol routing interior, kecuali ...
A. RIP D. EIGRP
B. IGRP E. BGP
C. OSPF
8. Protokol routing berikut yang menggunakan algoritma link state adalah ...
A. RIP D. EIGRP
B. IGRP E. BGP
C. OSPF
9. Protokol routing yang menggunakan campuran antara algoritma link state dan
distance vector adalah ...
A. RIP D. EIGRP
B. IGRP E. BGP
C. OSPF
10. Sebuah sesi BGP yang terjalin anatar 2 router yang menjalankan BGP yang berada
dalam satu hak administrasi di sebuah ...
A. RIP D. IBGP
B. IGRP E. EBGP
C. BGP
11. Paket yang bertugas menginformasikan kesalahan yang terjadi terhadap sebuah sesi
BGP disebut ...
A. Open messege D. Update messege
B. Keep alive messege E. Backup messege
C. Notification messege
12. Jumlah atribut dalam BGP produk cisco adalah ...
A. 9 D. 12
B. 10 E. 13
C. 11
13. Atribut BGP yang hanya ada dalam produk cisco adalah ...
A. Cluster list D. Weight
B. Origin E. Originator ID
C. Next hop
14. Kepanjangan BGP adalah ...
A. Born Gateway Protocol D. Bus Gateway Protocol
B. Border Gateway Protocol E. Border Guard Protocol
C. Bold Gateway Protocol
15. Wildcard mask dari subnet mask 255.255.255.253 adalah ...
A. 0.0.0.1 D. 0.0.0.4
B. 0.0.0.2 E. 0.0.0.5
C. 0.0.0.3
B. Petunjuk Pengerjaan soal uraian
✓ Tulislah jawaban pada lembar yang telah disediakan
✓ Uraikan jawaban dengan singkat dan jelas
Soal Uraian
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!
1. Jelaskan perbedaan dari routing static dan dinamis!
2. Berdasarkan Routing Operasi secara garis besar dibedakan menjadi 2 distance vector
dan link state. Jelaskan kedua hal tersebut!
3. Sebutkan dan jelaskan macam-macam protokol router dinamis!
4. Apa dan bagaimana tiga fungsi utama Gateway?
5. Jelaskan hal apa yang membutuhkan fungsi dari NAT!
JAWAB
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas
Program Keahlian : Teknologi Komputer dan Informatika
Paket Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan
Mata Pelajaran : Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN)
Materi Pokok : Menganalisis Jaringan Berbasis Luas
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Tahun Ajaran : 2022/2023
Kompetensi Dasar
3.1 Menganalisis jarigan berbasis luas
4.1 Membuat desain jaringan berbasis luas
Indikator Pencapaian
3.1.1 Menentukan persyaratan WAN
3.1.2 Menentukan spesifikasi WAN
4.1.1 Membuat desain awal WAN
4.1.2 Mempresentasikan hasil desain WAN
Tujuan Pembelajaran
Setelah membaca dan mempelajari buku ini, diharapkan pembaca mampu:
1. Memilih dan memahami pengertian dan fungsi jaringan berbasis luas.
2. Menguji jaringan berbasis luas.
3. Mengidentifikasi jaringan berbasis luas.
4. Menganalisis jaringan berbasis luas.
5. Mengaplikasikan jaringan berbasis luas
Uraian Materi
A. Pengenalan Jaringan
Jaringan/network adalah suatu mekanisme yang memungkinkan
berbagai komputer terhubung dan para penggunanya dapat berkomunikasi dan
share resources satu sama lain.
Informasi dan data bergerak melalui media transmisi jaringan sehingga
memungkinkan pengguna jaringan komputer untuk saling bertukar dokumen
dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan
hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Saat ini kita mengenal
beberapa jenis jaringan pada umumnya yaitu jaringan data dan internet.
Jaringan data adalah sebuah jaringan yang memungkinkan komputerkomputer
yang ada saling bertukar data. Contoh yang paling sederhana adalah dari
jaringan data adalah dua buah PC terhubung melalui sebuah kabel. Akan tetapi,
rata-rata jaringan data menghubungkan banyak alat. Jaringan internet adalah
sekumpulan jaringan-jaringan yang saling terhubung oleh alat jaringan dan
akan menjadikan jaringan-jaringan tersebut sebagai satu jaringan yang besar.
Public internet adalah contoh yang paling mudah dikenali sebagai jaringan
tunggal yang menghubungkan jutaan komputer.
B. Arsitektur Jaringan
Ada 3 jenis arsitektur jaringan data yaitu:
a. LAN (Local Area Network)
Jaringan ini beroperasi dalam area yang jaraknya terbatas (kurang dari
10 kilometer). Biasanya jaringan ini bersifat tertutup karena hanya
digunakan oleh sekumpulan orang dan memberikan akses bandwith
yang tinggi dalam lingkup kelompok yang menggunakannya. Alat yang
biasa digunakan adalah Switch dan Hub.
b. WAN (Wide Area Network)
Jaringan ini beroperasi dalam area yang lebih luas dari LAN. Biasanya
jaringan WAN berfungsi untuk menghubungkan LAN yang berada
terpisah secara geografis. Biasanya digunakan juga untuk
fulltime/partime connectivity antardaerah dan juga untuk public services
seperti email. Alat yang biasa digunakan di jaringan ini adalah Router.
c. MAN (Metropolitan Area Network)
Jaringan ini beroperasi dalam area yang lebih luas secara geografis.
Biasanya menghubungkan jaringan WAN yang terpisah sehingga
memungkinkan untuk terjadinya pertukaran informasi dan sharing data
dan devices. Alat yang digunakan adalah kumpulan dari Router dan
Gateway.
Jaringan yang pertama kali dikenalkan adalah LAN. WAN
diperkenalkan sebagai jaringan yang menghubungkan LAN-LAN yang ada
sehingga user juga dapat membagi informasi dan mengakses alat-alat yang ada.
Di sini yang akan kita bahas lebih lanjut adalah mengenai WAN. Kita akan
membahas lebih dalam mengenai jaringan ada 2 konsep yang penting yaitu:
1) Protocol
Protocol banyak digunakan untuk proses komunikasi di antara entiti pada sistem
yang berbeda-beda. Istilah entiti merujuk pada program-program aplikasi user
sedangkan sistem lebih pada komputer dan terminal. Elemen-elemen kunci
untuk sebuah protocol adalah sebagai berikut:
a. Syntax Meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan format data dan level-
level sinyal.
b. Semantics Meliputi informasi kontrol untuk koordinasi dan pengendalian
kesalahan.
c. Timing Meliputi kesesuaian urutan dan kecepatan.
2) Arsitektur komunikasi komputer Ada 2 arsitektur protokol yang digunakan
sebagai dasar bagi pengembangan standar-standar:
a. Model TCP/IP
Model dan protokol TCP/IP merupakan open standard yang merupakan
standar teknis dan historis dari internet. Pada tahun 1973, Bob Kahn dan
Vint Cerf mengerjakan proyek yang nantinya disebut TCP/IP.
Selanjutnya, model TCP/IP dikembangkan Departemen Pertahanan
USA (DOD) pada tahun 1981 (cisco.netacad.net, ch9, s1) dengan tujuan
ingin menciptakan suatu jaringan yang dapat bertahan dalam segala
kondisi. TCP/IP adalah jenis protokol pertama yang digunakan dalam
hubungan internet, sehingga banyak istilah dan konsep yang dipakai
dalam hubungan internet berasal dari istilah dan konsep yang dipakai
oleh protokol TCP/IP. Perkembangan TCP/IP menciptakan suatu standar
de facto, yaitu suatu standar yang diterima oleh kalangan pemakai
dengan sendirinya karena pemakaian yang luas. Beberapa layer pada
model TCP/IP mempunyai nama yang sama dengan model OSI.
Gambar 1.3 merupakan gambaran dari model TCP/IP di mana dapat
dilihat bahwa model TCP/IP juga dibagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian
networks dan protocols.
b. Topologi Jaringan Setelah kita mengetahui komponen untuk
membangun sebuah jaringan maka langkah selanjutnya adalah
merancang jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang
akan kita bangun akan berbentuk bintang (star), lingkaran (ring), dan
sebagainya. Hal tersebut dinamakan dengan topologi jaringan.
C. Topologi WAN
Topologi WAN menggambarkan cara fasilitas transmisi digunakan
berdasarkan lokasilokasi yang terhubung. Banyak topologi yang
memungkinkan, masing-masing mempunyai perbedaan cost, performance, dan
scalability sendiri-sendiri. Topologi-topologi yang sering digunakan antara lain
ring, star, full-mesh, partial-mesh yang memiliki bentuk topologi yang sama
dengan LAN, dan multi-tiered meliputi two-tiered dan three-tiered yang tidak
terdapat pada LAN. Berikut pada gambar 1.4 adalah contoh dari topologi tiered.
a. Topologi Ring Topologi ini menghubungkan satu node ke node
berikutnya dan node terakhir terhubung ke node awal. Hal ini tentunya
membuat bentuk yang menyerupai lingkaran.
b. Topologi Star Topologi ini menghubungkan semua kabel pada sebuah
titik sentral terkonsentrasi.
c. Topologi Mesh
Topologi mesh diimplementasikan untuk menyediakan perlindungan
sebanyak mungkin yang diinginkan dari interupsi pada network service.
Penggunaan dari topologi mesh pada sistem jaringan terkontrol dari
pembangkit tenaga nuklir adalah sebuah contoh yang sangat sesuai.
Seperti sudah diperlihatkan pada gambar di bawah ini, setiap host
memiliki koneksi dengan host lain. Meskipun internet memiliki banyak
hubungan ke setiap lokasi, internet tidak mengadopsi topologi ini secara
penuh. Meskipun internet memiliki banyak hubungan ke setiap lokasi,
internet tidak mengadopsi topologi ini secara penuh. Hal ini dikarenakan
oleh biaya dan bandwidth yang dibutuhkan untuk menghubungkan
setiap node sangatlah besar dan hampir tidak mungkin untuk dilakukan.
d. Pemilihan Topologi Pada saat pemilihan topologi jaringan, cukup
banyak pertimbangan yang harus diambil tergantung pada kebutuhan.
Faktor-faktor yang perlu mendapatkan pertimbangan antara lain adalah
sebagai berikut:
1) Biaya, sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan organisasi.
2) Kecepatan, sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan oleh sistem.
3) Lingkungan, misal: listrik, adakah faktor lingkungan yang
berpengaruh.
4) Ukuran (skalabilitas), berapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan
memerlukan file server atau sejumlah server khusus.
5) Konektivitas, apakah pemakai yang lain perlu mengakses jaringan
dari berbagai lokasi
D. Jenis Konektifitas Jaringan WAN
Ada beberapa jenis konektifitas dalam WAN, yaitu:
a. Leased Line
Biasanya disebut sebagai koneksi point-to-point atau dedicated koneksi.
Leased line jalur komunikasi WAN yang dibangun dari CPE melalui
DCE switch, menuju remote site CPE memperbolehkan jaringan DTE
untuk berkomunikasi kapan saja dengan tanpa prosedur settingan
sebelum mentransmisikan data. Ketika biaya bukan masalah, ini adalah
pilihan yang terbaik. Leased line menggunakan synchronous serial lines
sampai dengan 45 Mbps. Enkapsulasi HDLC dan PPP sering kali
digunakan dalam leased line. PPP (Point-to-Point Protocol) merupakan
protocol data-link yang bisa digunakan melalui media asynchronous
(dial-up) ataupun synchronous (ISDN) dan menggunakan LCP (Link
Control Protocol) untuk membangun dan menjaga koneksi yang ada.
b. Circuit Switching
Ketika kita mendengar istilah circuit switching yang akan terpikirkan
adalah panggilan telepon. Keuntungan terbesar adalah biaya. Kita hanya
membayar untuk waktu yang kita gunakan. Tidak ada data yang akan
dikirim sebelum koneksi dibangun atau dijalankan. Circuit switching
menggunakan dial-up modems atau ISDN, dan biasa digunakan untuk
pengiriman data pada bandwith yang kecil. ISDN adalah layanan
telekomunikasi seluruh dunia yang menggunakan transmisi digital dan
teknologi switching untuk mendukung komunikasi data digital dan
suara. Ada 2 macam ISDN yaitu ISDN BRI dan PRI. ISDN BRI (Basic
Rate Interface) terdiri dari 2 B channels dan 1 D channel. Channel B
BRI bekerja pada 64 Kbps dan membawa data. Channel D BRI bekerja
pada 16 Kbps dan biasanya membawa kontrol dan informasi
persinyalan. BRI juga menyediakan kontrol framing dengan jumlah total
bit rate mencapai 144 Kbps. ISDN Primary Rate Interface (PRI) terdiri
dari 23 B channels dan satu 64 Kbps D channel di Amerika Utara dan
Jepang dengan total bit rate mencapai 1.544 Mbps.
c. Packet Switching
Ini adalah metode switching WAN yang memungkinkan perusahaan kita
untuk berbagi bandwidth dengan perusahaan untuk menghemat biaya.
Packet switching bisa dianalogikan mirip dengan leased line tetapi biaya
yang diperlukan hanya sebesar ketika kita menggunakan model circuit
switching. Sekarang yang menjadi pertimbangan apakah diperlukan
pengiriman data secara konstan? Apabila iya, pilihan ini kurang tepat.
Contoh dari packet switching adalah frame relay dan X.25. Kecepatan
akses berkisar antara 56 Kbps sampai T3 (45 Mbps). Frame Relay
merupakan bentuk packet switching yang didasarkan atas pengunaan
frame lapisan jalur dengan panjang variabel. Tidak terdapat lapisan
jaringan, dan beberapa fungsi dasar telah dipersingkat atau dikurangi
agar menampilkan laju penyelesaian yang lebih besar. Frame Relay
dirancang untuk mengeliminasi banyaknya overhead pada sistem ujung
pemakai dan pada jaringan packet switching. Pada frame relay, sebuah
frame data pemakai tunggal dikirim dari sumber ke tujuan dan sebuah
balasan yang dibangkitkan oleh lapisan yang lebih tinggi dibawa
kembali di dalam frame. Kekurangan dari frame relay adalah tidak
adanya kemampuan untuk menampilkan flow control dan kontrol
kesalahan jalur demi jalur. Kelebihan dari frame relay adalah proses
komunikasi yang ringan dan meningkatnya keandalan fasilitas transmisi
dan switching
E. Komponen dalam Jaringan WAN
WAN menghubungkan LAN-LAN yang terpisah secara
geografis (lebih dari 100 meter) sehingga secara otomatis komponen
yang terdapat dalam LAN juga terdapat dalam WAN. Komponen
tersebut antara lain:
a. Router
Router adalah penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan
dilakukan dengan menggunakan routing protocol tertentu.
Router bukanlah perangkat fisikal, melainkan logikal. Misalnya
sebuah IP router dapat membagi jaringan menjadi beberapa
subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP
address tertentu yang dapat mengalir dari suatu segmen ke
segmen lainnya.
Router memiliki 2 interface (port) yaitu interface serial dan
ethernet. Interface Serial biasanya menggunakan kabel
DTE/DCE dan seringkali digunakan untuk koneksi WAN atau
internet. Sedangkan Interface Ethernet sering kali digunakan
koneksi ke LAN. Rata-rata router saat ini sudah memiliki
interface fast ethernet (100 Base T) bahkan ada beberapa yang
sudah memiliki interface gigabit ethernet (1000 Base T).
Routermenggunakan routing protocol untuk bertukar informasi
routing. Routing protocol memungkinkan router untuk
mengetahui informasi dari router lain yang berada di jaringan
sehingga data bisa dikirim pada tujuan yang tepat. Perlu diingat
bahwa dua router yang berkomunikasi satu sama lain harus
menggunakan routing protocol yang sama atau mereka tidak bisa
bertukar informasi. Routing protocol yang banyak digunakan: 1)
RIP v1 2) RIP v2 3) IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
4) EIGRP (Exterior Gateway Routing Protocol) 5) OSPF (Open
Shortest Path First) 6) IS-IS 7) BGP (Border Gateway Protocol)
8) Static Router.
b. Switch
Switch dikenal juga dengan istilah LAN switch merupakan perluasan
dari bridge. Ada dua buah arsitektur switch, sebagai berikut:
1) Cut through
Kelebihan dari arsitektur switch ini terletak pada kecepatan,
karena pada saat sebuah paket datang, switch hanya
memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen
tujuannya.
2) Store and forward
Switch ini menerima dan menganalisis seluruh isi paket sebelum
meneruskannya ke tujuan dan untuknya memerlukan waktu.
Keuntungan menggunakan switch apabila switch tersebut
merupakan base ethernet adalah karena setiap segmen jaringan
memiliki bandwith 10 Mbps penuh, dan 100 Mbps apabila base
fast ethernet dan tidak terbagi seperti pada hub.
c. Hub
Hub adalah suatu perangkat yang memiliki banyak port. Hub akan
menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga akan membentuk suatu
jaringan dengan topologi star. Pada jaringan yang umum, sebuah port akan
menghubungkan hub dengan komputer server. Sementara itu port yang lain
digunakan untuk menghubungkan hub dengan node-node. Hub hanya
memungkinkan user untuk berbagi jalur yang sama. Pada jaringan tersebut, tiap
user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwith yang ada. Misalkan
jaringan yang digunakan adalah ethernet 10 Mbps dan pada jaringan tersebut
tersambung 10 unit komputer. Jika semua komputer tersambung ke jaringan
secara bersamaan maka bandwith yang dapat digunakan oleh masing-masing
user rata-rata adalah 1 Mbps.
d. Kabel
Kabel yang digunakan dalam jaringan WAN ada 2 jenis.
1. Kabel UTP
Ada dua buah jenis kabel UTP yakni shielded dan unshielded.
Shielded adalah kabel yang memiliki selubung pembungkus.
Sedangkan unshielded tidak memiliki selubung pembungkus.
Untuk koneksinya digunakan konektor RJ11 atau RJ-45
UTP cocok untuk jaringan dengan skala dari kecil hingga besar.
Dengan menggunakan UTP, jaringan disusun berdasarkan
topologi star dengan hub sebagai pusatnya. Kabel ini umumnya
lebih reliable dibandingkan dengan kabel koaksial. Ada
beberapa kategori dari kabel UTP. Yang paling baik adalah
kategori 5. Ada dua jenis kabel, yakni straight-through dan
crossed. Kabel straight-through dipakai untuk menghubungkan
komputer ke HUB, komputer ke switch atau switch ke switch.
Sedangkan kabel crossed digunakan untuk menghubungkan hub
ke hub atau router ke router. Untuk kabel kategori 5, ada 8 buah
kabel kecil di dalamnya yang masing-masing memiliki kode
warna. Akan tetapi hanya kabel 1, 2, 3, 6. Walaupun demikian,
ke delapan kabel tersebut semuanya terhubung dengan jack.
Untuk kabel straight-through, kabel 1, 2, 3, dan 6 pada suatu
ujung juga di kabel 1, 2, 3, dan 6 pada ujung lainnya. Sedangkan
untuk kabel crossed, ujung yang satu adalah kebalikan dari ujung
yang lain (1 menjadi 3 dan 2 menjadi 6).
2. Kabel DTE/DCE
Kabel DTE (Data Termination Equipment) digunakan untuk
menghubungkan antara router dengan router atau router dengan
modem. Sedangkan kabel DCE (Data Circuit Equipment)
digunakan untuk menghubungkan antara modem dengan device
komunikasi internet.
F. Troubleshooting WAN
Permasalahan Jaringan dan Cara Mengatasi Permasalahan
Jaringan Dalam jaringan sering terjadi masalah, biasanya permasalahan
ini disebabkan oleh banyaknya pengguna jaringan (client), dan bisa juga
disebabkan oleh peralatan dan lainlain. Dalam suatu infrastruktur
jaringan yang sangat besar, suatu jaringan yang efisien adalah suatu
keharusan. Jika desain infrastruktur jaringan kita tidak efisien maka
aplikasi atau akses ke resource jaringan pun menjadi sangat tidak efisien
dan terasa sangat lambat. Performa jaringan yang sangat lambat ini
biasanya disebabkan oleh congestion jaringan (banjir paket pada
jaringan), di mana traffic data melebihi dari kapasitas bandwidth yang
ada sekarang. Kalau boleh diibaratkan seperti jalanan ibukota pada jam
sibuk, kapasitas jalan tidak mencukupi dengan berjubelnya jumlah
kendaraan yang memadati jalanan, akibatnya adalah kemacetan yang
luar biasa. Kalau pada hari libur maka jalanan terasa lengang dan Anda
bisa memacu kendaraan dengan cepat.
a) Collision
Istilah collision domain mendefinisikan sekumpulan perangkat
jaringan di mana data frame mereka bisa saling bertabrakan. Semua
piranti yang disebut di atas menggunakan hub yang berisiko
collisions antarframe yang dikirim sehingga semua piranti dari jenis
jaringan ethernet ini berada pada collision domain yang sama.
Bagaimana solusi menghilangkan collision domain dan algoritme
CSMA/CD yang bisa membuat jaringan Anda lambat, adalah
mengganti jaringan hub anda dengan switch LAN. Switch tidak
menggunakan bus secara bersama-sama seperti hub, akan tetapi
memperlakukan setiap port tunggal sebagai sebuah bus terpisah
sehingga tidak mungkin terjadi tabrakan. Switches menggunakan
buffer memori juga untuk menahan frame yang datang, sehingga jika
ada dua piranti yang mengirim frame pada saat yang bersamaan,
switch akan melewatkan satu frame sementara frame satunya lagi
ditahan di dalam memory buffer menunggu giliran frame pertama
selesai dilewatkan. Mengganti semua hub anda dengan switch akan
meningkatkan kinerja dan performa jaringan Anda dan kelambatan
jaringan akan berkurang secara signifikan.
b) Bottlenecks
Beban user yang sangat tinggi untuk mengakses jaringan akan
menyebabkan bottleneck jaringan yang mengarah pada kelambatan
jaringan. Aplikasi yang memakan bandwidth yang sangat tinggi
seperti aplikasi video dapat menyumbangkan suatu kelambatan
jaringan yang sanga signifikan karena seringnya mengakibatkan
sistem jaringan menjadi bottleneck.
Anda perlu mengidentifikasikan aplikasi (khususnya aplikasi yang
dengan beban tinggi) yang hanya diakses oleh satu departemen saja,
dan letakkan server pada switch yang sama dengan user yang
mengaksesnya. Meletakkan resource jaringan yang sering diakses
pada tempat yang dekat dengan pemakainya akan memperbaiki
kinerja dan performa jaringan dan juga response time. Performa
LAN juga bisa diperbaiki dengan menggunakan link backbone
gigabit dan juga switch yang mempunyai performa tinggi. Jika
sistem jaringan menggunakan beberapa segment maka penggunaan
switch layer 3 akan dapat menghasilkan jaringan yang berfungsi
pada mendekati kecepatan kabel dengan latensi minimum dan secara
signifikan mengurangi jaringan yang lambat.
c) Serangan Trojan Virus
Anda memerlukan proteksi jaringan yang sangat kuat untuk
melindungi dari serangan Trojan virus dan berbagai macam
serangan jaringan lainnya. Software antivirus yang diinstal terpusat
pada server antivirus yang bisa mendistribusikan data signature
secara automatis kepada client setidaknya akan memberikan
peringatan dini kepada clients. Jika ingin mendapatkan perlindungan
yang sangat solid dan proaktif maka software keamanan jaringan
corporate. BitDefender Corporate Security adalah solusi manajemen
dan keamanan bisnis yang sangat tangguh dan mudah digunakan
yang bisa memberikan perlindungan secara proaktif terhadap
serangan viruses, spyware, rootkits, spam, phising, dan malware
lainnya. BitDefender Corporate Security menaikkan produktifitas
bisnis dan mengurangi biaya akibat malware dan lainnya dengan
cara memusatkan administrasi, proteksi, dan kendali workstation,
sekaligus juga file-file, email, dan traffic internet di dalam jaringan
corporate Anda. Jika corporate Anda menggunakan jaringan
windows maka penggunaan WSUS (Windows System Update
Services) adalah suatu keharusan. WSUS secara otomatis
memperbarui patches critical windows, security patches, dan
windows critical update kepada clients pada saat dirilis update dari
Microsoft. Clients Anda tidak perlu update langsung ke internet,
cukup koneksi ke server WSUS, sehingga mengurangi beban
bandwidth internet Anda, karena hanya server WSUS saja yang
terhubung ke internet untuk download updates. Virus biasanya
menyerang adanya kelemahan sistem yang sudah diketahui, dan
windows update akan melakukan patch vulnerability (menambal
lobang titik lemah) sehingga menjaga kemungkinan serangan
terhadap lobang kelemahan sistem ini. Berjaga-jaga terhadap
serangan virus yang menyebabkan lambatnya jaringan Anda adalah
jauh lebih baik terhadap organisasi Anda. Regulasi dan kebijakan
masalah pemakaian email dan juga kebijakan pemakaian internet
sangat membantu dalam hal ini. Lambat jaringan waktu proses
authentication. Jika dalam corporate Anda mempunyai banyak site
yang di-link bersama dan setiap site/cabang dan kantor pusat
dikonfigurasikan sebagai active directory site terpisah dan domain
controller diintegrasikan dengan DNS server, di saat peak hours/jam
sibuk user pada kantor cabang sering mengalami proses logon yang
lambat sekali bahkan time-out. Hal ini akibat dari masalah
bottleneck saat komunikasi interlink lewat koneksi WAN link yang
menjurus lambatnya sistem. Universal group membership caching
pada link lambat. Saat user logon ke jaringan, global catalog
memberikan informasi universal group membership account
tersebut kepada domain controller yang sedang memproses
informasi logon tersebut. Jika global catalog tidak tersedia, saat user
melakukan inisiasi proses logon, user hanya akan bisa logon kepada
local machine saja, terkecuali jika di site tersebut domain controller-
nya di-configure untuk cache universal group membership di setiap
kantor cabang. Bisa saja domain controller di masing-masing cabang
di-promote global catalog, akan tetapi waspadai juga replikasinya
yang bisa menyebabkan link WAN menjadi lambat. Anda bisa
mengatur frekuensi replikasi menghindari jam sibuk jika
memungkinkan.
G. Perbaikan / Setting Ulang WAN
Perbaikan/setting ulang jaringan (WAN) merupakan upaya tindak
lanjut dari kegiatan network monitoring, terutama ketika terjadi
kerusakan koneksi. Upaya perbaikan ditujukan kepada kerusakan yang
terjadi pada hardware, misalnya tidak berfungsinya salah satu bagian
dari hardware. Selama perbaikan dilakukan maka jaringan dapat tetap
berjalan dengan memfungsikan komponen cadangan sebagai
penggantinya. Settingulang dilakukan apabila kerusakan jaringan terjadi
pada bagian software, yang meminta setting ulang dilakukan. Setting
ulang dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:
1. Dengan mengembalikan dahulu konfigurasi ke kondisi default
(konfigurasi vendor) atau dikenal dengan istilah reset.
2. Dengan melakukan setting ulang pada bagian yang mengalami
kerusakan saja.
3. Setting ulang ketiga dilakukan dengan melakukan restore terhadap
sistem backup yang telah disimpan sebelumnya.
TUGAS MANDIRI
“Menganalisis Jaringan Berbasis Luas”
Nama :
Kelas :
No.Abs :
A. Pilihlah jawaban yang paling benar!
1. Kumpulan dari LAN atau workgroup yang dihubungkan dengan menggunakan alat
komunikasi modem atau jaringan internet adalah definisi dari.....
a. LAN
b. MAN
c. WAN
d. Group
e. Worksheet
2. Di bawah ini yang termasuk teknologi WAN, kecuali....
a. Router
b. Server-server dial in dan user-user yang melakukan dial out untuk tidak
terkoneksi
c. Switch ATM menyediakan transfer data berkecepatan tinggi antara LAN dan
WAN
d. Modem
e. Multiplexer
3. Peralatan jaringan yang mampu meneruskan paket data berdasarkan alamat logika
seperti IP address melalui lapisan ketiga OSI ialah....
a. Router
b. Roting switch
c. Bridge
d. Switch
e. Hub
4. Perangkat ini hanya dapat mendukung mode half-duplek, karena hanya memiliki satu
domain collision untuk semua port. Perangkat jaringan yang dimaksud ialah.....
a. Router
b. Switch
c. Hub
d. Catridge
e. Modem
5. FDDI menggunakan kabel fiber optik yang bekerja berdsarakan 2 buah ring
konsentris dengan kecepatan....
a. 10 Kbps
b. 100 Kbps
c. 1000 Kbps
d. 1 Mbps
e. 100 Mbps
6. Koneksi protokol WAN, dapat dibagi menjadi beberapa koneksi di antaranya yaitu
Leased Line adalah…
a. Jaringan yang mengalokasikan sebuah sikuit yang dedicated di anatra nodes dan
terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi
b. Jaringan metode komunikasi digital yang kelompok semua data yang
ditransmisikan terlepas dari konten
c. Protokol pada data link yang dapat digunakan untuk komunikasi asynchronous
serial maupun synchronous serial
d. Sebuah metode yang digunakan untuk sebuah interkoneksi jaringan untuk call
dan pengendalian
e. Saluran koneksi telepon permanen antara 2 titik yang disediakan oleh perusahaan
komunikasi publik
7. Persyaratan WAN untuk mengidentifikasi yaitu, kecuali....
a. Segmen-segmen VPN dari WAN yang diusulkan diindentifikasi
b. Kebutuhan segmen ditentukan oleh peralatan yang digunakan
c. Kandungan dan volume lalu lintas diperkirakan sesuai harapan penggunaan
organisasi
d. Matrix fungsional WAN yang terorganisasi
e. Fitur-fitur lingkungan fisik dipertimbangkan sebagai efek dari desain WAN
8. Fungsi dari perintah “ping /?” adalah....
a. Mengeksekusi suatu perintah
b. Menentukan jumlah host
c. Digunakan untuk menampilkan opsi bantuan
d. Menentukan tujuan akhir suatu data
e. Mencari host
9. Komputer yang berlaku sebagai pusat data disebut...
a. Client
b. Server
c. Client-server
d. Pear to pear
e. Domain
10. Switch adalah perangkat WAN yang bekerja di layer...
a. Physical
b. Logical
c. Data link
d. Transport
e. Sesion
B. Soal uraian!
1. Kepanjangan dari EIGRP.....
2. Pada model OSI layer dalam kelas IP B adalah....
3. Pada UTP, pin yang digunakan adalah.....
4. Kelas C memiliki default subnet mask yang bernilai....
5. UDP dan TCP dalam model TCP-IP termasuk dalam layer....
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas
Program Keahlian : Teknologi Komputer dan Informatika
Paket Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan
Mata Pelajaran : Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN)
Materi Pokok : Mengevaluasi Jaringan Pokok
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Tahun Ajaran : 2022/2023
Kompetensi Dasar
3.2 Mengevaluasi jaringan nirkabel
4.2 Mongkonfigurasi jaringan nirkabel
Indikator Pencapaian
3.2.1 Menentukan persyaratan jaringan nirkabel
3.2.2 Menentukan jenis-jenis jaringan nirkabel
3.2.3 Menganalisis kebutuhan perangkat jaringan nirkabel
3.2.4 Menentukan spesifikasi peralatan jaringan nirkabel
Tujuan Pembelajaran
1. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan jaringan
nirkabel
2. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menentukan cara kerja
jaringan nirkabel
3. Setelah berdiskusi secara santun dan menghargai pendapat pihak lain serta
disediakan lapotop/komputer, jaringan internet dan peralatan jaringan peserta didik
dapat membuat jaringan nirkabel sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).
4. Setelah membuat konsep routing serta disediakan lapotop/komputer, jaringan
internet dan peralatan jaringan peserta didik dapat melakukan pengujian hasil jaringan
nirkabel sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).
5. Setelah membuat jaringan berbasis luas serta menguji hasil jaringan berbasis luas
disediakan lapotop/komputer peserta didik dapat melakukan pembuatan laporan
jaringan nirkabel secara bertanggungjawab.
Uraian Materi