\
i
E-Modul
Bahasa Indonesia
Penyusun:
1. Titin Yuningsih
2. Tuti Susilawati
3. Dedi Mursadi
4. Shafira Nur Alifah
5. Rifqi fauzan Akmal
6. Siti uswatun hasanah
7. Kohei kasuga
Dosen pengampu:
Khaerunnisa M, Pd
ii
DAFTAR ISI
Daftar Isi
Peta Konsep
Glosarium
Pendahuluan
Materi pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
1. Uraian materi
2. Rangkuman
4. Latihan Pilihan ganda
5. Latihan Essay
Daftar Pustaka
iii
PETA KONSEP
iv
Glosarium
Esai : karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas dari sudut
Kritik pandang pribadi penulisnya
Fiksi : kecaman atau tanggapan
Artikel : cerita rekaan
Editorial : karya tulis lengkap
: Mengenai atau berhubungan dengan editor atau pengeditan
Novel : Karangan prosa yang Panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan
seseorang
Surat : Kertas dan sebagainya yang tertulis
Surat lamaran kerja : surat resmi yang dibuat dan kirimkan oleh seseorang yang ingin bekerja
di sebuah kantor
v
PENDAHULUAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan ridhonya
penulis dapat menyelesaikan menyelesaikan penyusunan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk
siswa SMa kelas XII. Modul pembelajaran Bahasa Indonesia ditulis dengan tujuan agar para siswa
memiliki kompetensi berbahasa Indonesia untuk berbagai keperluan sebagai kegiatan sosial. Kegiatan
yang dirancang dalam modul diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan kompetensi
berbahasa Indonesia yang dibutuhkan dalam kehidupan yang sesungguhnya. Pada modul pembelajaran
bahasa Indonesia, siswa dapat berlatih meningkatkan keterampilan berbahasa, yang meliputi
mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.
Modul pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan sikap serta pengetahuan
keterampilan siswa dalam menjalankan tugas yang dihadapinya dalam modul pembelajaran bahasa
Indonesia ini yang dikembangkan dari kurikulum 2013. Dengan adanya modul ini penulis
mengharapkan siswa dapat mudah dalam menjalankan kegiatan pembelajaran secara mandiri. Dengan
diterbitkannya Modul Pembelajaran untuk siswa SMA kelas XII ini diharapkan dalam kegiatan
pembelajaran menjadi lebi baik dan efektif.
Dalam mempelajari modul pembelajaran ini, kemampuan berbahasa dan bersastra siswa akan lebih
terasah. Modul pembelajaran bahasa Indonesia ini jauh dari kata sempurna, maka dari itu penulis
mengharapkan kritik, saran serta evaluasi dari berbagai pihak untuk kesempurnaan modul pembelajaran
ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses
penyusunan Modul Pembelajaran untuk siswa SMA kelas XII. Apabila terdapat kekeliruan atau
kekurangan, maka dengan segala kerendahan hati akan penulis perbaiki dengan ketentuan yang berlaku
di masa yang akan datang.
vi
MATERI PEMBELAJARAN
1. Surat lamaran pekerjaan
A. Isi dan Sistematika Surat lamaran pekerjaan
B. Unsur Surat lamaran pekerjaan
C. Sistematika dan unsur-unsur Surat lamaran pekerjaan
D. Menyusun Surat lamaran pekerjaan
E. Latihan Soal Pilihan ganda dan esay
F. Evaluasi
2. Cerita Sejarah
A. mengidentifikasi Cerita Sejarah
B. Analisis Cerita Sejarah
C. Nilai-Nilai cerita Sejarah
D. Langkah-langkah menulis cerita Sejarah
E. Latihan soal Pilihan ganda dan esai
3. Teks editorial
A. Mengidentifikasi informasi (pendapat, alternatif solusi dan simpulan terhadap suatu
isu) dalam teks editorial
B. Menganalisis struktur dan kebahasaan teks editoriaL
C. Menyeleksi ragam informasi sebagai bahan teks editorial baik secara lisan maupun
tulis
D. Merancang teks editorial dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik secara
lisan maupun tulis
E. Latihan soal Pilihan ganda dan esai
vii
4. Buku Fiksi dan Non Fiksi
A. Menilai isi dua buku fiksi (kumpulan cerita pendek atau kumpulan puisi) dan satu
buku pengayaan (nonfiksi) yang dibaca
B. Mengidentifikasi nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah buku pengayaan (nonfiksi)
dan satu buku drama (fiksi)
C. Menyusun laporan hasil diskusi buku tentang satu topik baik secara lisan maupun
tulis
D. Menulis refleksi tentang nilainilai yang terkandung dalam sebuah buku pengayaan
(nonfiksi) dan satu buku drama (fiksi)
E. Latihan soal Pilihan ganda dan esai
5. Novel
A. Menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca
B. Menganalisis isi dan kebahasaan novel
C. Menyajikan hasil interpretasi terhadap pandangan pengarang baik secara lisan
maupun tulis
D. Merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan baik secara
lisan maupun tulis
E. Latihan soal Pilihan ganda dan esai
6. Artikel
A. Mengevaluasi informasi, baik fakta maupun opini, dalam sebuah artikel yang dibaca
B.Menganalisis kebahasaan artikel dan/atau buku ilmiah
C. Menyusun opini dalam bentuk artikel
D. Mengonstruksi sebuah artikel dengan memerhatikan fakta dan kebahasaan
viii
E. Latihan soal Pilihan ganda dan esai
7. Kritik sastra dan Esai
A. Membandingkan kritik sastra dan esai dari aspek pengetahuan dan pandangan
penulis
B. Menganalisis sistematika dan kebahasaan kritik dan esai
C. Menyusun kritik dan esai dengan memerhatikan aspek pengetahuan dan pandangan
penulis baik secara lisan maupun tulis
D. Mengonstruksi sebuah kritik atau esai dengan memerhatikan sistematika dan
kebahasaan baik secara lisan maupun tuli
E. Latihan soal Pilihan ganda dan esai
ix
1. SURAT LAMARAN PEKERJAAN
A. Pengertian Surat Lamaran Pekerjaan
Cermati contoh berikut ini!
Jakarta, 18 Mei 2022
Yth. General Manager PT Simalem Jaya Jalan Ujung Batu Rokan No. 30 Jakarta
Dengan hormat,
Setelah membaca iklan lowongan pekerjaan di surat kabar Jakarta Bisnis, pada tanggal 16 Mei 2022
yang menyatakan bahwa PT Simalem Jaya sedang membutuhkan karyawan untuk mengisi posisi
Akuntan, Manager Marketing, dan Teknisi. Oleh karena itu, melalui surat ini saya mengajukan lamaran
pekerjaan di perusahaan Bapak/Ibu pimpin untuk mengisi posisi Akuntan. Di bawah ini adalah identitas
diri saya:
nama : Ginting Karo Rajasama
jenis kelamin : Laki – Laki
tempat, tanggal lahir : Bandar Lampung, 1 Januari 1993
pendidikan terakhir : Sarjana Ekonomi Universitas Medan Area
alamat : Jalan Medan Utara Medan No. 65 Sumatera Utara
Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu pimpinan, bersama dengan surat lamaran ini saya melampirkan:
1. pas foto terbaru 3 X 4, 2 lembar;
2. fotokopi KTP;
3. fotokopi Ijazah S1 dan transkip nilai;
4. fotokopi sertifikat kursus/pelatihan;
5. surat berkelakuan baik dari kepolisian;
6. riwayat hidup;
7. surat pengalaman kerja.
10
Demikianlah surat lamaran pekerjaan ini saya buat. Saya berharap untuk dapat diberikan kesempatan
wawancara di waktu dan tempat yang Bapak/Ibu tentukan. Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/Ibu,
saya mengucapkan terimakasih.
Hormat saya,
Ginting Karo Rajasama
Dari contoh yang telah disampaikan dapatkah kalian menemukan pengertian surat lamaran
pekerjaan? Ya kalian benar. Surat lamaran pekerjaan adalah surat dari seseorang yang membutuhkan
pekerjaan kepada orang atau pejabat yang bisa memberikan pekerjaan atau jabatan. Melalui surat
lamaran ini, pelamar meminta supaya ia diberi pekerjaan. Surat lamaran pekerjaan bisa juga diartikan
dengan suatu surat dari calon karyawan kepada calon majikan yang berisi permintaan supaya karyawan
diberi pekerjaan oleh calon majikan.
Surat lamaran pekerjaan ini bersifat pribadi dan formal ataupun resmi. Pribadi karena surat
tersebut dibuat oleh seseorang, dan formal atau resmi karena menggunakan bahasa resmi. Surat lamaran
pekerjaan bertujuan untuk melamar pekerjaan menjadi karyawan ataupun jabatan tertentu sesuai pada
iklan yang ditawarkan. Surat tersebut dibuat oleh individu ditujukan kepada instansi tertentu dengan
harapan dipenuhinya pekerjaan yang diinginkan. Surat lamaran pekerjaan juga bisa dikategorikan surat
penjualan yang berhubungan dengan bagaimana pelamar menjual segala potensi diri kepada lembaga
yang menyediakan lowongan pekerjaan.
Dalam menyusunnya, pelamar dalam surat lamarannya perlu menyebutkan suatu sumber lamaran
tersebut di alinea atau paragraf pembuka. Apabila lamaran itu tidak berdasarkan pada suatu sumber,
tentu saja tidak diperlukan peenyebutan sumber pada alinea pembuka.
B. Jenis-jenis Surat Lamaran
Setelah mengetahui pengertian surat lamaran pekerjaan kalian lebih mendalami lagi tentang jenis-
jenisnya. Berdasarkan jenis pembuatannya, surat lamaran pekerjaan dapat dikelompokkan ke dalam dua
jenis.
11
a. Surat lamaran pekerjaan yang digabungkan dengan riwayat hidup (curriculum vitae). Dalam cara
ini, riwayat hidup termasuk isi surat karena isinya berupa gabungan. Cara ini juga disebut dengan model
gabungan.
b. Surat lamaran yang dipisahkan dari riwayat hidup. Dalam cara ini riwayat hidup merupakan
lampiran dan cara ini disebut model terpisah.
Di dalam praktiknya, jenis yang sering dipakai adalah model terpisah. Walaupun dalam pembuatannya
memerlukan dua kali kerja, model ini lebih digemari oleh pelamar kerja karena suratnya tidak terlalu
panjang.
C. Unsur-unsur Surat Lamaran Pekerjaan
Setelah siswa biasa menentukan jenis surat lamaran pekerjaan yang akan di buat, sebaiknya siswa
mengetahui unsur-unsurnya, dengan memahami unsur- unsurnya siswa akan lebih memahami tentang
surat lamaran pekerjaan. Unsur- unsur penting di dalam surat lamaran pekerjaan adalah:
a. Tesis
Bagian surat diawali dengan pernyataan umum (tesis), yaitu bagian surat lamaran pekerjaan yang
menyajikan pengantar surat pernyataan umum ini berfungsi sebagai informasi awal terkait dengan
pekerjaan yang akan dilamar. Pada bagian Ini pelamar menyajikan informasi berupa salam pembuka,
pembuka dan biodata.
b. Argumentasi
Argumentasi adalah bagian surat lamaran pekerjaan yang menyajikan alasan bagi pemilik lowongan
pekerjaan untuk menerima pelamar. Pada bagian ini pelamar menyajikan informasi berupa foto kopi
ijazah, curikulum vitae, dan keterangan lain yang mendukung kompetensi pelamar.
c. Penegasan
Bagian surat lamaran pekerjaan yang berfungsi sebagai penutup, seperti harapan pelamar, salam penutup
dan nama dan tanda tangan.
D. Fungsi
Bagian yang satu ini merupakan bagian penting. Apa sebenarnya fungsi surat lamaran pekerjaan?
Fungsi utama dari surat lamaran pekerjaan adalah sebagai tanda tertulis/resmi pengajuan permohonan
12
pekerjaan, karena dengan hadirnya surat lamaran kerja berarti permohonan tersebut sifatnya resmi dan
tentu akan langsung diterima sebagai permohonan dan pertimbangan dalam menerima pelamar tersebut.
a. Sebagai Alat Komunikasi
Fungsi ini merupakan salah satu fungsi dasar dari setiap surat. Karena setiap surat sudah dapat
dipastikan akan mengandung informasi yang akan sangat diperlukan oleh pihak yang dituju. Dalam surat
lamaran informasi yang dibutuhkan yaitu informasi mengenai data dan identitas pelamat. Dalam surat
lamaran pekerjaan biasanya akan terlampir izasah, daftar riwayat hidup, foto copy KTP dan keterangan
pengalaman pekerjaan. Semua informasi tersebut akan sangat diperlukan oleh suatu perusahaan atau
instansi yang dituju sebagai bahan pertimbangan untuk menerima pelamar tersebut. Oleh karena itu bagi
pelamar selalu perhatikanlah informasi dalam surat lamaran tersebut dan persiapkan semua prasyarat
yang dibutuhkan.
b. Sebagai Bahan Pertimbangan
Ini sudah dijelaskan diatas bahwa dengan hadirnya sebuah surat lamaran kerja dan berbagi
informasi mengenai identitas diri, merupakan kebutuhan untuk melakukan sebuah pertimbangan bagi
perusahaan menerima pelamar yang tepat mengisi pekerjaan yang kosong.
c. Sebagai tanda tertulis / resmi pengajuan permohonan pekerjaan
Yang satu ini merupakan fungsi utama dari surat lamaran kerja, karena dengan hadirnya surat
lamaran kerja berarti permohonan tersebut sifatnya resmi dan tentu akan langsung diterima sebagai
permohonan dan pertimbangan dalam menerima pelamar tersebut.
2. Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan
Sebelum membahas ketentuan-ketentuan surat lamaran pekerjaan yang sesuai dengan
ketentuannya akan diberikan contoh surat lamaran pekerjaan yang sudah sesuai dengan ketentuan-
ketentuan tersebut.
Jakarta, 11 Mei 2022
Perihal : Permohonan Lamaran Pekerjaan
Lampiran : Tujuh lembar
Yth. General Manager PT Sarana Jaya
Jalan Ujung Batu Rokan No. 30 Medan
13
Dengan hormat,
Setelah membaca iklan lowongan pekerjaan di surat kabar Media Kota, pada tanggal 10 Mei 2022 yang
menyatakan bahwa PT Sarana Jaya membutuhkan karyawan untuk mengisi posisi Akuntan, Manager
Marketing, dan Teknisi. Oleh karena itu, melalui surat ini saya mengajukan lamaran pekerjaan di
perusahaan Bapak/Ibu pimpin untuk mengisi posisi Akuntan. Berikut adalah identitas diri saya:
nama : Ria Ananta
jenis kelamin : Laki – Laki
tempat, tanggal lahir : Bogor, 1 Januari 1995
pendidikan terakhir : Sarjana Akuntansi Universitas Indonesia
alamat : Jalan Padjajaran No. 60 Bogor
nomor telepon/HP : 081231183211
Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu pimpinan, bersama dengan surat lamaran ini saya melampirkan:
1. pas foto terbaru 3 X 4, 2 lembar;
2. fotokopi KTP;
3. fotokopi Ijazah S1 dan transkip nilai;
4. fotokopi sertifikat kursus/pelatihan;
5. surat berkelakuan baik dari kepolisian;
6. riwayat hidup;
7. surat pengalaman kerja.
Demikianlah surat lamaran pekerjaan ini saya buat. Saya berharap dapat diterima di perusahaan yang
Bapak/Ibu pimpin. Atas perhatian dan kebijakan Bapak/Ibu, saya menyampaikan terimakasih.
Hormat saya,
Ria Ananta
Unsur kebahasaan pada surat lamaran pekerjaan adalah ketentuan yang harus diperhatikan dalam
menulis surat lamaran pekerjaan, hal tersebut terkait dengan aturan dan ketentuan dalam penggunaan
bahasa. Ketentuan-ketentuan tersebut meliputi:
14
a. Bentuk surat yang standar
Surat lamaran yang dibuat sudah menggunakan format standar. Format surat standar adalah bentuk surat
yang biasa digunakan dalam surat formal atau surat resmi. Dalam surat lamaran pekerjaan dinyatakan
secara jelas bahwa seseorang sedang melamar suatu pekerjaan atau posisi pada instansi atau perusahaan
tertentu yang dilamar oleh pelamar.
b. Menggunakan bahasa yang baik dan benar.
Surat lamaran pekerjaan harus menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan ejaan yang
disempurnakan (PUEBI). Dalam menulis surat lamaran pekerjaan, harus menggunakan bahasa dan kata-
kata yang tidak bertele-tele, agar maksud yang ingin disampaikan jelas.
c. Menggunakan kata-kata sopan.
Kata-kata yang dipakai dalam surat lamaran kerja harus sopan, sederhana, dan ringkas, surat lamaran
kerja tidak boleh bernada meminta belas kasihan atau yang bersifat merendahkan martabat sendiri
pelamar.
d. Menggunakan kata pengantar yang jelas, singkat, padat, informatif, dan tepat sasaran. Isi surat
lamaran pekerjaan harus menggambarkan informasi tentang pelamar dan kemampuan kerja pelamar.
Serta meyakinkan bahwa bidang atau posisi pekerjaan yang dilamar sesuai dengan kemampuan dan
tingkat pendidikan orang yang melamar.
e. Penyampaian maksud surat pada isi surat
Penggunaan kalimat yang jelas untuk melamar kerja, termasuk dalam menentukan jabatan yang
diinginkan oleh pelamar menjadi hal yang sangat penting dalam menyusub surat lamaran pekerjaan.
f. Menggunakan kalimat permohonan pada paragraf penutup
Kalimat penutup berisi harapan dan permohonan kepada pimpinan institusi yang dilamarnya agar bisa
diterima.
g. Menggunakan penulisan dan tanda baca
Melengkapi bagian-bagian surat dengan norma bahasa surat (seperti penulisan unsur hal, tempat/tanggal,
alamat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda tangan, dan nama terang).
15
3. Ketentuan Penulisan Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan
Sistematika surat lamaran pekerjaan Unsur surat lamaran pekerjaan
a. Tempat dan tanggal pembuatan surat a. Tempat dan tanggal pembuatan surat
b. Lampiran dan Hal b. Lampiran dan Hal
c. Alamat Surat c. Alamat Surat
d. Salam Pembuka d. Salam Pembuka
e. Alinea Pembuka e. Isi
f. Isi f. Salam Penutup
g. Penutup g. Tanda tangan dan nama terang
h. Salam Penutup
i. Tanda tangan dan nama terang
Secara umum, ketentuan penulisan sistematika surat lamaran pekerjaan dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Tempat dan tanggal pembuatan surat
Tempat dan tanggal pembuatan surat ditempatkan di pojok kanan atas tanpa titik di akhir karena bukan
merupakan kalimat.
Contoh:
Papua Barat, 28 Agustus 2020
b. Lampiran dan Hal
Kata lampiran dan hal tidak disingkat dan angka dalam kolom lampiran ditulis menggunakan huruf.
Contoh:
Hal : Permohonan Lamaran Pekerjaan
Lampiran : Empat lembar
c. Alamat Surat
• Tidak menggunakan kata "Kepada''.
• Alamat disarankan tidak lebih dari tiga baris.
• Jabatan tidak boleh menggunakan jenis kelamin seperti Bapak atau Ibu.
16
• Tulisan "Jalan'' pada alamat tidak boleh disingkat.
• Tidak menggunakan titik di masing-masing akhir barisnya.
Contoh:
Yth. Manager Sukses Mandiri
Jalan M. Yamin Nomor 02, Kalibata Jakarta
d. Salam Pembuka
Setelah kata "Dengan hormat" digunakan tanda baca koma (,).
Contoh:
Dengan hormat,
Berdasarkan...
e. Alinea Pembuka
Alinea pembuka sebaiknya menggunakan bahasa yang baik dan sopan agar para pihak atau instansi yang
membacanya tidak tersinggung. Di dalam alinea ini juga sudah harus muncul pernyataan umum yang
menggambarkan diri pelamar (tesis).
f. Isi
Terdapat hal-hal sebagai berikut:
a. Identitas
Isi identitas berisi keterangan berupa nama, tempat tanggal lahir, alamat, pendidikan terakhir dan dapat
ditambah lagi sesuai dengan keperluan. Di dalam menuliskan keterangan tersebut, huruf awal kata
digunakan huruf kecil.
Contoh:
nama : Nitriana Safitri
tempat tanggal lahir : Jakarta, 7 Januari 1995
pendidikan terakhir : S-1 Sastra Inggris
alamat : Dukuhturi, Bumiayu, Brebes, 52273
b. Maksud dan tujuan
Merupakan maksud dan tujuan merupakan alasan pelamar melamar pekerjaan.
17
g. Menyatakan lampiran
Dalam lamaran pekerjaan terdapat beberapa lampiran tentang syarat yang sudah diminta oleh instansi
yang membutuhkan pekerja. Oleh karena itu, pelamar harus memenuhi lampiran yang diminta tersebut.
Kemudian, di setiap rincian digunakan tanda baca titik koma (;) dan di akhir lampiran digunakan baca
titik (.).
Contoh:
fotokopi ijazah yang sudah dilegalisasi;
fotokopi kartu tanda penduduk;
fotokopi SKCK.
h. Penutup
Di dalam surat lamaran pekerjaan, isi penutup haruslah menunjukkan keantusiasan pelamar pekerjaan
kepada instansi yang dituju.
Contoh:
Demikian surat lamaran pekerjaan ini saya buat. Besar harapan saya untuk dapat menjadi bagian dari
perusahaan….
i. Salam Penutup
Jika di awal ada salam pembuka, tentulah diakhiri salam penutup. Sebagai surat lamaran, salam penutup
menjadi sangat penting. Salam penutup sebagai bentuk etika, sopan santun, clan penghormatan.
Contoh:
Hormat saya,
j. Tanda tangan dan nama terang
Tanda tangan ini biasanya berada di pojok kanan bawah surat, lalu di bawahnya ditulis nama lengkap.
Contoh:
Hormat saya,
(Ttd)
Nitriana Safitri
18
RANGKUMAN
Surat lamaran kerja adalah surat yang dikirim oleh seseorang kepada instansi untuk mencari
pekerjaan.
Jenis-jenis surat lamaran pekerjaan
Surat lamaran pekerjaan yang digabungkan dengan riwayat hidup dan surat yang dipisahkan dengan
riwayat hidup.
Unsur-unsur surat lamaran pekerjaan adalah tesis, argumentasi dan penegasan.
Fungsi surat lamaran kerja sebagai alat komunikasi, bahan pertimbangan dan bukti melamar.
Sistematika surat lamaran pekerjaan
1. Tempat dan tanggal pembuatan surat
2. Lampiran dan Hal
3. Alamat Surat
4. Salam pembuka
5. Alinea pembuka
6. Isi
7. Alinea penutup
8. Salam penutup
9. Tanda tangan dan nama terang
Unsur kebahasaan surat
1. Bentuk surat yang standar.
2. Menggunakan bahasa yang baik dan benar.
3. Menggunakan kata-kaya sopan.
4. Menggunakan kata pengantar yang jelas, singkat, padat, informatif, dan tepat sasaran.
5. Penyampaian maksud surat pada isi surat.
6. Menggunakan kalimat permohonan pada paragraf penutup
7. Menggunakan penulisan dan tanda baca
Ketentuan penulisan dan tanda baca surat lamaran pekerjaan.
19
Cermatilah kutipan berikut!
“Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian Kompas, 12 Mei 2022 yang isinya menyatakan
bahwa Tabloid Kompetisi membutuhkan seorang LayOut Man. Sehubung dengan hal tersebut, dengan
ini saya…”
1) Kutipan di atas merupakan paragraf pembuka untuk surat lamaran pekerjaan berdasarkan…
A. Surat resmi
B. Inisiatif sendiri
C. Surat harian lamaran pekerjaan
D. Iklan
E. TV
2) Penulisan alamat surat lamaran pekerjaan berikut yang benar dan tepat adalah…
A. Kepada, Yth. Direktur Pendidikan Yayasan Ukhuwah Islamiyah
Jalan Keputih Tegal 6
Surabaya
B. Kepada, Yth. Direktur Pendidikan Yayasan Ukhuwah Islamiah
Jln Keputih Tegal 6
Surabaya
20
C. Yth. Direktur Pendidikan Yayasan Ukhuwah Islamiyah
Jln Keputih Tegal 6,
Surabaya
D. Yth. Direktur Pendidikan Yayasan Ukhuwah Islamiyah
Jln Keputih Tegal 6
Surabaya.
E. Yth. Direktur Pendidikan Yayasan Ukhuwah Islamiyah
Jalan Keputih Tegal 6
Surabaya
Perhatikan penggalan surat lamaran berikut!
Maaf, kita tidak bisa menerima surat lamaran anda karena anda bukan orang yang kami inginkan.
3) Perbaikan kalimat balasan untuk surat lamaran pekerjaan tersebut adalah…
A. Perusahaan kami tidak bisa menerima Saudara karena perusahaan kami belum memerlukan
karyawan baru.
B. Kami tidak bisa menerima surat lamaran Saudara karena perusahaan kami belum memerlukan
karyawan baru.
C. Kami belum bisa menerimanya karena perusahaan kami hingga saat ini belum memerlukan
karyawan baru.
D. Kami mohon maaf belum bisa menerima Saudara karena perusahaan kami belum memerlukan
karyawan baru.
E. Kami tidak bisa menerima Saudara karena perusahaan kami hingga saat ini belum memerlukan
karyawan baru.
Perhatikan kalimat berikut!
Berdasarkan surat lamaran pekerjaan yang saudara kirim, kami beritahukan bahwa saudara diterima
untuk bergabung dengan perusahaan kami.
4) Kalimat tersebut merupakan…
21
A. Pembukaan surat balasan pekerjaan
B. Surat balasan pekerjaan
C. Penutup surat balasan
D. Isi surat balasan pekerjaan
E. Ucapan selamat dari perusahaan
5) Penulisan identitas pelamar yang sesuai adalah…
A. nama : Raka Sinatria
tempat, tanggal lahir : Cirebon, 25 Juli 1985
alamat : Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta
B. nama : Raka Sinatria
tempat / tgl. lahir : Cirebon, 25 Juli 1985
alamat : Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta
C. Nama : Raka Sinatria
Tempat dan tanggal lahir : Cirebon, 25 Juli 1985
Alamat : Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta
D. NAMA : RAKA SINATRIA
TTL : CIREBON, 25 JULI 1985
ALAMAT : PERUMAHAN MALAKA JAYA C18/4, JAKARTA
E. nama: raka sinatria
tempat, tanggal lahir : cirebon, 25 juli 1985
alamat : perumahan malaka jaya c18/4, jakarta
6) Penulisan surat lamaran tersebut sudah menggunakan kaidah berbahasa yang baik seperti penulisan
kalimat perincian masih menggunakan huruf kapital. Kalimat tersebut merupakan aturan dari unsur
kebahasaan…
A. Bentuk surat yang standar
B. Menggunakan kata-kata sopan.
C. Penyampaian maksud surat pada isi surat
D. Bahasa yang baik dan benar
E. Menggunakan kata pengantar
22
Cermati penutup surat lamaran pekerjaan berikut ini!
Atas segala perhatian dan kebijaksanaannya saya ucapkan banyak terima kasih.
7) Kalimat yang tepat untuk memperbaiki penutup surat lamaran pekerjaan tersebut adalah …
A. Atas segala perhatian dan kebijaksanaan Bapak, saya sampaikan terima kasih.
B. Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak, saya mengucapkan terima kasih.
C. Atas segala perhatian dan kebijaksanaan Bapak, diucapkan terima kasih.
D. Atas segala perhatian dan kebijaksanaan Bapak, saya berterima kasih.
E. Atas segala perhatian dan kebijaksanaan Bapak, saya berterima kasih.
Cermatilah penggalan surat berikut!
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan adanya informasi lowongan kerja di BANK BNI Cabang Kota Bandung untuk
bagian teller, maka dengan ini saya :
nama : Sugeng Laksono
jenis kelamin: Laki - Laki
tempat, tanggal lahir: Gunung Kidul, 9 Oktober 1995
pendidikan terakhir: Sarjana Komputer Universitas Gajah Mada
alamat asal: Jalan Gunung Kidul II, No. 41, Yogyakarta
nomor telepon/HP: 087654398754
8) Paragraf pembuka tersebut menandakan kalau sumber lamaran pekerjaan berasal dari….
A. Iklan koran
B. Permohonan instansi
C. Pengumuman
D. Informasi seseorang
E. Inisiatif sendiri
23
9) Berikut yang bukan merupakan unsur kebahasaan surat lamaran pekerjan adalah…
A. Bentuk surat yang standar
B. Menggunakan kata-kata sopan.
C. Menggunakan bahasa standar
D. Penyampaian maksud surat pada isi surat
E. Menggunakan kata pengantar yang jelas, singkat, padat, informatif, dan tepat sasaran
10) Menggunakan bahasa sopan dan berisi pernyataan umum yang menggambarkan diri pelamar (tesis)
berada pada ketentuan penulisan…
A. Penutup
B. Salam pembuka
C. Paragraf penutup
D. Lampiran dan perihal
E. Paragraf pembuka
Cermatilah sistematika surat lamaran kerja berikut!
(1) Salam penutup
(2) Lampiran dan hal
(3) Isi
(4) Salam pembuka
(5) Alamat surat
(6) Tempat dan tanggal pembuatan surat
(7) Alinea pembuka
(8) Tanda tangan dan nama terang
(9) Alinea penutup
11) Urutan yang tepat sistematika surat lamaran kerja tersebut adalah…
A. 5-3-6-4-8-9-2-1-7
B. 5-1-4-9-6-3-2-8-7
C. 3-4-5-6-8-9-1-7-2
D. 6-2-5-4-7-3-9-1-8
24
E. 6-5-2-4-7-3-9-1-8
Cermatilah ketentuan berikut!
1. Menggunakan titik di masing-masing akhir barisnya
2. Alamat disarankan tidak lebih dari tiga baris
3. Menggunakan kata “Kepada”
4. Jabatan menggunakan jenis kelamin
5. Tulisan jalan tidak bisa disingkat
12) Ketentuan yang ada pada alamat surat adalah…
A. 1,2,5
B. 1,3,4
C. 1,4,5
D. 2,3,5
E. 2,4,5
Perhatikan kutipan surat lamaran kerja berikut!
“Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari harian Kompas tanggal 14 Maret 2020 bahwa
perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin membutuhkan staf adminstrasi…
13) Paragraf tersebut merupakan bagian …
A. Alinea pembuka
B. Pembuka
C. Salam pembuka
D. Tesis
E. Argumentasi
Cermatilah penutup surat berikut!
Demikian permohonan ini disampaikan, besar harapan saya kiranya Bapak/ lbu dapat
mempertimbangkannya, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
25
14) Perbaikan kesalahan penulisan penutup surat tersebut adalah…
A. Demikian permohonan ini disampaikan, besar harapan saya kiranya Bapak/ lbu dapat
mempertimbangkan, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
B. Demikian permohonan ini disampaikan, kiranya Bapak/ lbu dapat mempertimbangkan, sebelum dan
sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
C. Demikian permohonan ini disampaikan, kiranya Bapak/lbu dapat mempertimbangkan, sebelum dan
sesudahnya saya menyampaikan terima kasih.
D. Demikian permohonan ini disampaikan, semoga Bapak/lbu dapat mempertimbangkan, sebelum dan
sesudahnya disampaikan terima kasih.
E. Demikian permohonan ini disampaikan, semoga Bapak/lbu dapat mempertimbangkan, sebelum dan
sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
Cermatilah ilustrasi berikut!
15) Apabila seorang pelamar akan melamar pada sebuah perusahaan dan berkas yang disertakan
sebanyak lima lembar, penulisan yang tepat adalah….
A. Lamp. : 5 lembar
B. Lampiran : lima (5) lembar
C. Lampiran : 5 lembar
D. Lamp. : lima lembar
E. Lampiran : lima lembar
26
Esai
Perhatikan iklan lamaran pekerjaan ini!
27
Tulislah surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan tersebut sesuai dengan aturan kebahasaan!
Cermatilah surat lamaran berikut!
1. Bagaimana pendapat kalian tentang sistematika surat lamaran pekerjaan tersebut?
2. Buatlah revisi terhadap sistematika yang kurang tepat pada surat lamaran pekerjaan tersebut!
3. Sebutkan dan jelaskan sistematika surat lamaran pekerjaan!
4. Sebutkan dan jelaskan unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan!
28
2. CERITA SEJARAH
Menikmati Cerita Sejarah
Novel sejarah merupakan sebuah genre yang penting dan sering ditulis di negara-negara Barat.
Negara-negara tersebut menanamkan pentingnya sejarah dalam pendidikan. Novel sejarah membantu
memperkenalkan dan mengabarkan suatu masyarakat pada masa lalu bangsanya. Dengan demikian,
pendidikan dalam novel dapat menanamkan akar pada bangsanya. Seorang sastrawan yang sering kali
menggunakan fakta-fakta sejarah sebagai latar untuk mengasihkan tokoh-tokoh fiksinya bermaksud
untuk mengisahkan kembali seorang tokoh sejarah dalam berbagai dimensi kehidupannya, seperti emosi
pribadi tokoh, tragedi yang menimpanya, kehidupan keluarga dan masyarakat, serta pandangan
politiknya.
Novel sejarah adalah novel yang didalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta kejadian masa
lalu yang menjadi asal-muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai kesejarahan.
29
A. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Cerita Sejarah
Cerita sejarah ini bukanlah pelajaran teks sejarah seperti sejarah Indonesia atau sejarah
kebudayaan Islam. Cerita sejarah yang dimaksudkan dalam pelajaran ini adalah novel yang mengangkat
peristiwa atau tokoh sejarah dalam dunia nyata menjadi cerita fiksi (dalam novel). Bahan baku cerita ini
adalah tokoh dan peristiwa sejarah kemudian oleh pengarang diangkat menjadi cerita novel dibumbui
fantasi, khayalan biar menarik. Ini berarti dalam novel ini, ada fakta sejarah dan fiksinya. Dikatakan
fakta sejarah karena tokoh atau peristiwa yang diangkatnya memang benar- benar pernah ada. Dikatakan
fiksi karena dalam novel ini diberi fantasi, khayalan oleh pengarang agar ceritanya menarik.
Novel sejarah dapat dikategorikan sebagai novel ulang (rekon). Supaya tidak terjadi kesalahpahaman
atas frasa “novel ulang”, berikut ini penjelasan tentang jenis- jenis novel ulang. Berdasarkan jenisnya,
novel ulang terdiri atas tiga jenis, yakni rekon pribadi, rekon faktual, dan rekon imajinatif.
Rekon pribadi adalah novel yang memuat kejadian dan penulisnya terlibat secara langsung.
Rekon faktual (informasional) adalah novel yang memuat kejadian faktual seperti eksperimen
ilmiah, laporan polisi, dan lain- lain.
Rekon imajinatif adalah novel yang memuat kisah faktual yang dikhayalkan dan diceritakan secara
lebih rinci.
Berdasarkan penjelasan di atas, novel sejarah tergolong ke dalam rekon imajinatif. Artinya, novel
tersebut didasarkan atas fakta- fakta sejarah yang kemudian dikisahkan kembali dengan sudut pandang
lain yang tidak tidak muncul dalam fakta sejarah. Misalnya, kegemaran, emosi. dan keluarga.
Dalam menikmati novel sejarah, mula- mula kamu membacanya secara cepat. Dalam hal ini kamu dapat
mengamati bagian tokoh sejarah yang dikisahkan, karakter yang digambarkan, dan kejadiannya,
misalnya, setelah membaca novel Kuantar ke Gerbang karya Ramadhan K.H terbitan Sinar Harapan
tahun 1981, kamu mampu mengenali bahwa novel ini sangat dekat dengan sejarah. Data- data faktual,
seperti tempat kejadian dan tokohnya, benar adanya.
Ramadhan K.H. kemudian merekonstruksinya menjadi novel. Novel ini mengisahkan cerita
romantis Ibu Inggit dengan Soekarno (Bapak Proklamator Indonesia). Imajinasi pengarang muncul saat
ingin memberikan makna tentang peran Ibu Inggit dalam pembentukan seorang pribadi yang kelak akan
menjadi presiden pertama negeri ini. Ibu Inggit-lah yang mengayomi, memelihara, dan mengantar
Soekarno ke dalam kedudukannya sebagai tokoh nasional. Peran ini bukanlah sebagai “kawan politik”,
tetapi sebagai dua sosok yang saling memahami.
30
Inggit Grnasih yang usinya 12 tahun lebih tua dari Soekarno berperan sebagai istri, kawan, dan
ibu yang menginginkan setiap suami, sabahat, dan anak sukses dalam kehidupannya. Peran ini dapat
dijalankan secara simpatik oleh Inggit. Soekarno di dalam asuhan kejiwaan ibu Inggit dapat diantarkan
ke pintu gerbang pucuk pimpinan nasional. Secara simbolis mengandung makna bahwa Ibu Inggit benar-
benar mendampingin suaminya selama masaterberatnya dalam perjuangan. Seokarno dibentuk oleh Ibu
Inggit menjelma menjadi pimpinan bangsa. Inilah yang diimajinasikan oleh pengarang, yang secara
historis, simbolisasi ini tidak muncul dalam buku- buku sejarah tentang Soekarno dan tentang Inggit
Garnasih: bahwa ibu Inggit memagang peranan besar dalam riwayat pembentukan negeri ini. Hanya
perannya tidak muncul ke publik karena lebih banyak di belakang layar, “Bagai seorang ibu yang hanya
memberi, tetapi tidak pernah meminya.” Ibu Inggit adalah Ibu Indonesia dalam menjelmakan seseorang
menjadi pemipin besar.
Plot penceritaan novel sangat bergantung pada tokoh Soekarno selama perjuangannya untuk
menjadi tokoh politik penting Indonesia. Tokoh Inggit digunakan hanay untuk mengisahkan kejadian di
sekitar Soekarno dan mengungkapkan perasaan dan pikiran seorang istri pejuang nasional yang kurang
dikenal secara publik.
B. Mendata Informasi dalam Teks Cerita Sejarah
Kegiatan mendata informasi penting dalam novel sejarah tentu akan berbeda dengan mendata
informasi penting dalam teks sejarah. Informasi penting dalam novel sejarah lebih mengarang kepada
fakta sejarah yang dijadikan latar penceritaan serta imajinasi penulis atas fakta tersebut. Seperti
dipaparkan pada pengantar sebelumnya, novel Kuantar ke Gerbang karya Ramadhan K.H. mengandung
fakta sejarah tentang masa perjuangan awal Soekarno dan kehidupan rumah tangganya dengan Inggit
Garnasih . Di samping tokoh, fakta sejarah yang digunakan adalah latar tempat, seperti Sukamiskin
(sebuah nama kecamatan di Kota Bandung dan juga menjadi nama Lapas), Banceuy sebuah nama
kelurahan di Bandung dekat alun- alun Kota Bandung serta Kota Bandung itu sendiri, Surabaya saat
Soekarno melakukan perjalanan dengan kereta api,, Endeh dengan membentuk rombongan sandiwara
kisah perjalanan dari Bengkulu ke Padang.
Pusat penceriraan novel sejarah Kuantar ke Gerbang terletak pada tokoh Soekarno. Namun, bukan
tentang Soekarno itu sendiri, melainkan kisah kejadian di sekitarnya. Imajinasi pengarang ini secara
leluasa banyak mengungkapkan perasaan dan pikiran tokoh Inggit Garnasih. Menurut Sumardjo
31
(1991:57), imajinasi pengarang terhadap tokoh Inggit Garnasih dengan jasa- jasanya sering berubah
mennjadi semacam gugatan meskipun ini tak banyak dan hadir secara tersamar (implisit, pen.). Kesan
Jacob Sumardjo sangat beralasan karena dalam buku- buku sejarah tentang Soekarno, Inggit Garnasih
sangat jarang dikupas. Padahal, jasa- jasanya sangat besar dalam mengantarkan Soekarno ke panggung
politik nasional dan menjadi Bapak Bangsa. Penulis mengharapkan agar Inggit Garnasih semakin
banyak dikupas dalam sejarah Indonesia.
Latihan
Berikut ini disajikan kutipan novel sejarah berjudul Kemelut di Majapahit karya SH. Mintardja
(hal. 22-21). Sebelum dibaca, cobalah membentuk kelompok (misalnya 4 orang). Salah satu anggota
kelompok diminta membacakan kutipan. Siswa yang lain mendengarkan sambil mencatat informasi
penting (fakta-fakta sejarah dan imajinasi pengarang). Selama mendengarkan tutuplah bukumu.
Nikmatilah ceritanya sambil konsentrasi penuh.
Menemukan Hal Menarik dalam Novel Sejarah
Ketiga mendengarkan pembacaan kutipan novel, tentulah terdapat bagian- bagian yang menarik.
Kemenarikan itu dapat berupa waktu, tempat, tokoh yang mungkin bagi sebagian orang tidak asing.
Untuk mengukur kemampuan mendengarkan, jawablah pertanyaan- pertanyaan berikut:
1. Kapan latar waktu certa dalam kutipan novel sejarah tersebut dibuat?
2. Di manakah latar dalam kutipan novel sejarah tersebut dibuat?
3. Peristiwa apa sajakah yang dikisahkan?
4. Siapa saja tokoh yang terlibat dalam penceritaan?
5. Di agian apa sajakah yang menandakan bahwa novel tersebut tergollong ke dalam novel sejarah?
Diskusikanlah hasil kerja dengan teman satu kelompokmu. Untuk memperdalam jawaban-
jawabanmu, bersama tim kelompok telusuri lebih jauh mengenai kebenaran dari segi fakta dengan
membaca buku-buku sejarah. Jika sudah didapatkan rumusan fakta sejarah selanjutnya diskusikan
imajinasi yang dikembangkan melalui penceritaannya misalnya berpusat pada tokoh siapa penceritaan
dilakukan untuk menjelaskan tokoh imajinasi siapa segi-segi apa yang diceritakan pada tokoh yang
diimajinasikan seperti emosi pandangan politik kekuatan pribadi. Mengapa pengarang menonjolkan
tokoh yang diimajinasikan kelebihan apa yang dimiliki tokoh yang diimajinasikan sehingga tokoh ini
32
memiliki kekuatan penceritaan jika sudah menyelesaikan kegiatan di atas, mari kita lanjutkan untuk
menikmati novel sejarah dengan membaca kutipan novel berikut ini.
TUGAS
Petunjuk: Bacalah kutipan teks novel sejarah Gajah Mada bergelut dalam dalam tahta dan Angkara
berikut ini kemudian kerjakan tugas-tugas yang menyertainya.
C. Mengidentifiksai Struktur Teks Cerita Sejarah
Struktur Teks Cerita Sejarah
1. Struktur Novel Sejarah
Struktur teks cerita sejarah
1. Orientasi
Orientasi merupakan tahapan awal dari struktur novel sejarah. Pada bagian ini berisi pengenalan tokoh,
latar tempat, waktu, sudut pandang, dan juga hubungan dari para tokoh.
2. Pengungkapan peristiwa
Pada tahap pengungkapan peristiwa, mulai menceritakan peristiwa atau kejadian yang akan
menimbulkan suatu konflik nantinya.
3. Rising action (menuju konflik)
Pada tahap rising action ini, penulis akan menunjukan konflik atau masalah yang mulai semakin rumit.
4. Komplikasi
Pada bagian ini, konflik yang muncul sudah mulai memuncak atau di tahap klimaks.
5. Resolusi
Setelah memuncaknya konflik, tentu saja harus ada penyelesaian atau resolusi. Nah, di bagian ini
menceritakan akhir dari suatu masalah atau tahap penyelesaian.
6. Koda (optional)
33
Nah, koda ini bersifat optional, nih! Jadi, tidak semua novel sejarah memiliki koda, ya. Koda merupakan
penutup dari sebuah novel yang berisikan komentar atau kesimpulan dari cerita tersebut.
Dengan mempelajari dan memahami struktur teks sebuah cerita sejarah maka bisa membantu untuk
menemukan informasi-informasi yang penting di dalamnya.
D. Membandingkan Novel Sejarah dengan Teks Sejarah
Setelah membaca kutipan novel sejarah di atas kamu pasti dapat menarik kesimpulan bahwa novel
sejarah berbeda dengan teks sejarah seperti yang ada dalam buku-buku sejarah agar kamu lebih
memahami perbedaan antara novel sejarah dengan teks sejarah pelajari tabel berikut ini
Tabel perbedaan novel sejarah dengan teks sejarah
Teks Sejarah Novel Sejarah
Dituntut menunjuk kepada hal-hal Dapat saja menggambarkan sesuatu yang tidak
yang memang pernah ada atau pernah ada atau terjadi, kesemuanya bersumber
terjadi. pada rekaan.
Sejarawan terikat pada keharusan Novelis sepenuhnya bebas untuk menciptakan
yaitu Bagaimana suatu dengan imajinasinya mengenai apa, kapan, siapa,
sebenarnya terjadi di masa lampau dan di mananya.
artinya tidak dapat ditambah atau
direka.
direkonstruksi mengenai kejadian
di masa lampau.
Sejarawan sangat terikat pada Pengarang novel tidak terikat pada fakta sejarah
fakta mengenai apa, Siapa, mengenai apa, Siapa, Kapan, dan di mana.
Kapan, dan di mana. Kesemuanya dapat berupa fiksi tanpa ada kaitannya
dengan fakta sejarah tertentu begitu pula mengenai
peristiwa-peristiwanya tidak diperlukan bukti,
berkas, atau saksi.
34
Pelaku-pelaku hubungan antara Pelaku-pelaku, hubungan antara mereka, kondisi
mereka, kondisi dan situasi hidup, dan situasi hidup, dan masyarakat, kesemuanya
adalah hasil imajinasi.
dan masyarakat, kesemuanya
adalah harus sesuai dengan
kenyataan yang terjadi.
TUGAS
Berdasarkan uraian sebelumnya. Temukanlah bukti perbandingan antara teks sejarah berikut ini dengan
kutipan novel sejarah rumah kaca karya Pramoedya Ananta Toer.
E. Menganalisis Kebahasaan Teks Cerita (Novel) Sejarah
Setiap teks memiliki unsur kebahasaan yang berbeda-beda demikian pula dengan novel sejarah
pada bagian berikut kamu akan mempelajari kaidah kebahasaan novel sejarah. Sejarah merupakan
peristiwa yang telah terjadi dimasa lampau. Namun, mengingat sejarah adalah hal yang penting salah
satunya untuk menambah pengetahuan. Selain melalui buku sejarah atau catatan arsip, kita juga bisa
mengetahui peristiwa terdahulu lewat sebuah karya sastra atau teks cerita sejarah.
Pada dasarnya, teks cerita sejarah adalah sebuah naskah yang berisi tentang fakta dan kejadian
masa lalu dengan memuat nilai sejarah. Teks cerita sejarah juga pastinya harus dikemas dalam bentuk
deskripsi peristiwa yang runtut. Namun, seperti hal nya teks lainnya, teks ini juga memiliki struktur
kebahasaan tetapi cukup berbeda dengan teks yang lain. Hal yang paling terlihat dari teks cerita sejarah
adalah banyak menggunakan konjungsi temporal.
Berikut adalah kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks sejarah antara lain :
1. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu)
Pada umumnya teks ini digunakan untuk menjelaskan urutan peristiwa atau cerita secara urut.
Contohnya; hingga, ketika, sejak, selama, sementara, setelah, sesudahnya, dan lain sebagainya.
2. Pronomina (kata ganti)
35
Pronimina adalah untuk menggantikan atau menerangkan sesuatu yang tidak langsung. Kata ganti
sendiri terdapat beberapa macam, antara lain kata ganti orang, kata ganti penunjuk, kata ganti pemilik,
kata ganti penanya, dan sebagainya.
TUGAS
Petunjuk: bacalah kembali kutipan novel sejarah kemelut di Majapahit (jilid 01) kemudian, analisis
kaidah kebahasaan novel sejarah tersebut dengan mengisi tabel berikut ini.
No. Kaidah Bahasa Kutipan Teks
1. Kalimat bermakna lampau
2. Penggunaan konjungsi yang menyatakan urutan waktu
3. Penggunaanh kata kerja material
4. Penggunaan kalimat tidak langsung
5. Penggunaan kata kerja mental
6. Penggunaan dialog
7. Penggunaan kata sifat
F. Menjelaskan Makna Kias yang Terdapat dalam Teks Cerita (Novel) Sejarah
Sejarah merupakan peristiwa yang telah terjadi dimasa lampau. Namun, mengingat sejarah adalah
hal yang penting salah satunya untuk menambah pengetahuan. Selain melalui buku sejarah atau catatan
arsip, kita juga bisa mengetahui peristiwa terdahulu lewat sebuah karya sastra atau teks cerita sejarah.
Pada dasarnya, teks cerita sejarah adalah sebuah naskah yang berisi tentang fakta dan kejadian masa lalu
dengan memuat nilai sejarah. Teks cerita sejarah juga pastinya harus dikemas dalam bentuk deskripsi
peristiwa yang runut. Namun, seperti hal nya teks lainnya, teks ini juga memiliki struktur kebahasaan
36
tetapi cukup berbeda dengan teks yang lain. Hal yang paling terlihat dari teks cerita sejarah adalah
banyak menggunakan konjungsi temporal.
Berikut adalah kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks sejarah antara lain :
1. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu)
Pada umumnya teks ini digunakan untuk menjelaskan urutan peristiwa atau cerita secara urut.
Contohnya; hingga, ketika, sejak, selama, sementara, setelah, sesudahnya, dan lain sebagainya.
2. Pronomina (kata ganti)
Pronimina adalah untuk menggantikan atau menerangkan sesuatu yang tidak langsung. Kata ganti
sendiri terdapat beberapa macam, antara lain kata ganti orang, kata ganti penunjuk, kata ganti pemilik,
kata ganti penanya, dan sebagainya.
LATIHAN
Jelaskan makna ungkapan yang terdapat pada kutipan novel sejarah berikut
1. Iya tahu benar Tholib Sungkar Az Zubaid adalah kucing hitam di waktu malam dan burung merak di
siang hari.
2. Dalam hati kecilnya bayangan sang Adipati yang jelas memberanikan istrinya antara sebentar
mengawang dan mengancam hendak merobek-robek hatinya.
3. Bau kemenyan menyebar menyapa hidung siapapun tanpa kecuali.
4. Cakradara sama sekali tidak menyadari seseorang mengikuti gerak kakinya dengan pandangan tidak
berkedip dan isi dada yang mengombak.
5. Majapahit memang bisa berada dalam menggenggamnya dan kekuasaan Manakah yang lebih tinggi
dibandingkan kekuasaan seorang raja?
G. Mengontruksi Nilai-Nilai dalam Novel Sejarah ke dalam Teks Eksplanasi
Mengidentifikasi Nilai-Nilai dalam Novel Sejarah
Nilai-nilai yang ada dalam jenis teks sejarah sendiri dikemas secara implisit dalam alur, latar,
tokoh, maupun tema. Dimana, nilai dalam teks sejarah ini bisa bersifat edukatif, menambah pengetahuan,
memberikan hiburan dengan memberikan karakter mendalam dan digambarkan secara puitis.
37
Untuk mengetahui nilai-nilai teks sejarah, maka diperlukan pemahaman akan setiap nilai-nilai yang akan
disajikan oleh penulis dalam teks sejarah. Lalu pembaca juga harus mampu mengaitkannya dengan
kehidupan nyata agar nilai-nilai pada tekscerita sejarah tidak berada pada kategori yang berbeda dan
mengakibatkan kesalahpahaman.
Dalam teks sejarah ini, banyak sekali nilai-nilai kehidupan yang bisa kita ambil, diantaranya nilai moral,
nilai budaya, nilai pendidikan, nilai sosial, nilai psikologi, nilai agama, dan masih banyak lagi yakni
sebagai berikut:
1. Nilai Moral atau etik, merupakan nilai yang menggambarkan perilaku dan pembentukan akhlak
yang baik. Biasanya, nilai ini dapat diketahui melalui deskripsi tokoh, hubungan antartokoh, dialog, dan
lain-lain.
2. Nilai Budaya, merupakan nilai yang bisa kita dapatkan dari kebiasaan adat dan pola pikir
masyarakat dalam teks sejarah yang dihubungkan dengan kehidupan nyata. Biasanya nilai ini dapat
diketahui dengan penggambaran adat istiadat, bahasa dan gaya bicara tokoh yang mencerminkan bahasa
tertentu dan kebiasaan yang berlaku pada tempat para tokoh.
3. Nilai Pendidikan, merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan perilaku baik, dewasa, dan
bermanfaat, serta dapat memilah mana yang baik dan buruk. Selain itu, bisa juga berhubungan dengan
sesuatu hal yang mempunyai latar belakang pendidikan atau pengajaran.
4. Nilai Sosial, merupakan nilai yang berhubungan dengan masalah sosial dan hubungan manusia
dengan masyarakat (interaksi sosial antar manusia). Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan
penggambaran hubungan antar tokoh.
5. Nilai Psikologi, merupakan nilai yang bisa kita dapat dengan melihat kondisi kejiwaan atau batin
tokoh – tokoh dari teks sejarah tersebut.
6. Nilai Agama, merupakan nilai yang berhubungan dengan norma-norma agama. Biasanya nilai ini
dapat diketahui dengan symbol agama tertentu, kutipan atau dalil dari suatu kitab suci, dan
penggambaran nilai-nilai kehidupan yang dilandasi ajaran agama yang bersifat universal.
38
LATIHAN
Untuk meningkatkan pemahamanmu tentang nilai-nilai dalam novel sejarah bacalah dengan seksama
kutipan novel sejarah berikut ini kemudian tentukan nilai yang terkandung di dalamnya.
Latihan Soal
Pilihan Ganda
1. Secara umum, novel sejarah yaitu prosa yang berisi rangkaian cerita tentang watak dan sikap
tokoh berdasarkan kejadian...
A. Tidak nyata
B. Rekayasa
C. Imajinasi
D. Masa lampau
E. Saat ini
2. Pengenalan para tokoh, penataan adegan, dan hubungan antar tokoh termasuk pada
struktur...
A. Koda
B. Orientasi
C. Reorientasi
D. Puncak konflik
E. Menuju konflik
3. Hal-hal yang terjadi pada bagian puncak konflik berujung pada bagian...
A. Koda
B. Orientasi
C. Reorientasi
D. Penyelesaian
E. Pengungkapan peristiwa
4. Dialog ditandai oleh penggunaan tanda baca...
A. Koma
39
B. Titik
C. Titik koma
D. Petik ganda
E. Pengungkapan peristiwa
5. Dibawah ini yang bukan merupakan kata kerja (verba) mental adalah...
A. Merasakan
B. Memukul
C. Menginginkan
D. Mendambakan
E. Menganggap
6. Nilai yang dapat memebrikan atau mengandung hubungan yang mendalam dengan suatu
masyarakat, peradaban, atau kebudayaan disebut nilai...
A. Budaya
B. Estis
C. Moral
D. Etik
E. Sosial
7. Yang bukan nilai dalam novel sejarah yaitu nilai...
A. Moral
B. Budaya
C. Estetis
D. Sosial
E. Pendidikan
8. awal harus dilakukan saat menyusun novel sejarah berdasarkan peristiwa sejarah yaitu...
A. Mengembangkan cerita
B. Mengakhiri cerita dengan solusi
C. Membuat kerangka cerita
40
D. Menetukan peristiwa yang akan dijadikan dasar penulisan
E. Membuat sinopsisi
9. (1) Pengenalan situasi cerita (eksposis/orientasi)
(2) Menuju konflik (rising action)
(3) Penyelesaian
(4) Koda
(5) Pengungkapan perisriwa
(6) Puncak konflik
Struktur novel sejarah secara berurutan yaitu...
A. 1-5-2-6-3-4
B. 1-2-3-4-5-6
C. 2-4-6-5-1-3
D.5-2-6-1-3-4
E. 2-5-6-3-1-4
10. Yang bukan merupakan struktur novel sejarah yaitu...
A. Koda
B. Komplikasi
C. Rising action
D. Penjelasan umum
E. Pengenalan situasi cerita
11. Yang bukan konjungsi untuk menyatakan urutan waktu yaitu...
A. Sejak saat itu
B. Setelah itu
41
C. Mula-mula
D. Kemudian
E. Sementara itu
12. Tokoh, tempat, dan suasana dapat digambarkan dengan...
A. Kata benda
B. Kata sifat
C. Kata kerja
D. Kata nominal
E. Kata promina
13. Kalimat yang menggunakan kata sifat dalam kutipan teks tersebut yaitu...
A. Dan aku sentuh dia sekali lagi
B. Gadis tercantik yang pernah aku temui
C. Ia tak menjawab, juga tak menyatakan terima kasih
D. Hanya dengan isyarat ia mengajak pulang
E. Sampai kami tiba di belakang komplek perumahan
14. Kalimat bermakna lampau ditandai nomor...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
15.
Seorang lelaki Madura datang. Ia
42
Tak dapat dikatakan muda. Tinggi
lebih-kurang satu meter enam
puluh, umur mendekati empat
puluh. Berbaju dan bercelana serba
hitam, juga destar pada kepalanya.
Sebilah parang pendek terselit
pada pinggang. Kumisnya bapang,
hitam-kelam, dan tebal....
Teks Tersebut berisi tentang diskripsi...
A. Latar
B. Tokoh
C. Waktu
D. Ruang
E. Tempat
Essay
1. Apakah yang dimaksud orientasi dalam teks cerita sejarah?
2. Sebutkan dan jelaskan struktur teks cerita sejarah!
3. Teks cerita sejarah sarat dengan nilai-nilai kehidupan yang ada dimasyarakat. Sebutkan dan jelaskan
nilai-nilai tersebut!
4. Sebutkan ciri-ciri teks cerita sejarah!
5. Jelaskan pengertian teks cerita sejarah!
43
3. TEKS EDITORIAL
A. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Editorial
Identifikasi dalam KBBI daring diartikan dengan tanda kenal diri. Bukti diri, penentu atau penetapan
identitas seseorang, benda, dan sebagainya. Dalam hal ini mengidentifikasi teks editorial berarti
mengenali tanda diri dari teks editorial tersebut.
Permasalahan yang dibahas dalam teks editorial adalah permasalahan yang berkaitan dengan peritiwa
(berita) yang sedang hangat dibicarakan (aktual), fenomenal, dan kontroversial. Di dalamnya terkandung
fakta peristiwa sebagai bahan berita. Fakta ini ditelusuri kebenarannya dengan berbagai strategi. Hal ini
dimaksudkan agar berita itu benar adanya sehingga tepercaya, bukan sebagai gosip murahan. Di samping
itu, harus diidentifikasi dan dipastikan apakah fakta peristiwa tersebut aktual atau hal biasa-biasa saja.
Fakta peristiwa yang dipastikan akan dijadikan sebagai bahan berita dalam editorial dianalisis untuk
menghasilkan sebuah persepsi redaksi. Biasanya persepsi didasari oleh berbagai dimensi masalah. Agar
persepsi ini memiliki nilai opini yang bermutu tinggi, redaksi akan menunjukkan berbagai argumentasi.
Bersandar pada argumentasi inilah sebuah editorial diuji mutunya. Jika dipandang sudah mencukupi,
redaksi akan memberikan rekomendasi untuk solusinya.
Gaya penulisan editorial hampir sama dengan ragam artikel atau karya ilmiah lainnya, yakni eksposisi.
Eksposisi merupakan tulisan yang bertujuan untuk mengklarifikasi, menjelaskan, atau mengevaluasi.
Strategi pengembangannya mengikuti beragam pola, seperti contoh, proses, sebab-akibat, klasifikasi,
definisi, analisis, komparasi, dan kontras.
Dilihat dari isinya, editorial yang bersifat ekspositoris berisi tesis (pernyataan umum), diikuti oleh
argumentasi-argumentasi secukupnya, dan diakhiri dengan penegasan ulang atas argumentasi-
argumentasi tersebut. Ketiga unsur tersebut dalam editorial wajib hadir.
1. Identifikasi Pernyataan Pendapat
Pendapat dalam KBBI adalah pikiran buah pemikiran atau perkiraan tentang suatu hal (seperti orang
atau peristiwa): kesimpulan (sesudah mempertimbangkan, menyelidiki, dan sebagainya): orang yang
mula-mula menemukan atau menghasilkan (sesuatu yang tadinya belum ada atau belum diketahui.
44
Dalam teks editorial pernyataan pendapat berisi pendapat umum yang diperoleh dari fakta/fenomena
yang sedang hangat diperbincangkan. Pernyataan pendapat/tesis yang berisi sudut pandang penulis
tentang masalah yang dibahas. Biasanya tesis merupakan teori yang diperkuat dengan argumen.
Syariat Islam memberikan ijin kepada muslim untuk mengemukakan pendapatnya. Hal ini juga
tercermin dalam sikap Umar bin Khattab saat dirinya berkhutbah di masjid tentang masalah mahar. Ada
seorang wanita yang menyanggah perkataan Umar. Namun, Umar tidak melarang sikapwanita tersebut.
Dia justru mengatakan, “Perempuan ini benar dan Umar yang salah.” (Al Qurthubi, Al Jaami’ Al Ahkam
Al Qur’an, 5/95)
Kebebasan berpendapat telah dipraktikan oleh muslim sejak kurin waktu yang lama. Salah satu
contohnya seorang sahabat mulia, Habab bin Mundzir yang memberikan pendapat secara pribadi dalam
mengatur strategi perang Badar. Kendati tak sesuai pendapat Rasul, namun Rasul pun mengikuti
pendapat sahabat tersebut.
Rasulullah Saw juga bersabda: “Jangan melarang seseorang memberikan hak kepada manusia untuk
mengatakan kebenaran jika dia mengetahuinya.” (HR Tirmidzi)
Dalam hadis yang lain, Rasulullah Saw bersabda, “Jihad paling mulia adalah mengemukakan kalimat
yang benar (haq) di hadapan penguasa yang sewenang-wenang.” (HR Tirmidzi)
Argumentasi, berupa alasan atau bukti yang digunakan untuk memperkuat pernyataan umum atau
data hasil penelitian, pernyataan para ahli, maupun fakta-fakta berdasarkan referensi yang dapat
dipercaya. Untuk mengidentifikasi/mengenali pernyataan pendapat dalam sebuah teks editorial, silakan
baca dan perhatikan kutipan teks editorial berikut :
Judul : Pelayanan Rumah Sakit Dan Mutu Kesehatan Harus Ditingkatkan
Di tahun lalu, ada sekitar 269 pengaduan tentang minimnya pelayanan kesehatan diberbagai rumah
sakit di Indonesia, jumlah itupun yang dilaporkan dan diterima di Kemenkes.
Yang belum dilaporkan tentunya lebih banyak lagi, salah satu hal yang menjadikan mutu pelayanan
dokter kurang memuaskan ialah soal penanganan terhadap pasien. Dokter banyak yang belum bisa
mengetahui penyakit pasien yang sebenarnya sehingga kadang obat yang diberikan tidak tepat.
45
Seharusnya pemerintah terutama bidang kesehatan selalu memperbaharui/meningkatkan mutu para
dokter di seluruh Indonesia secara berkala, hal itu bertujuan agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat
berhubungan dengan baik.
Yang dibicarakan oleh kutipan tersebut adalah pengaduan tentang minimnya pelayanan kesehatan
diberbagai rumah sakit di Indonesia ini merupakan isu yang diangkat oleh editor yang menjadi pikiran
dan buah pemikiran penulisnya berdasarkan fakta dan fenomena yang sedang terjadi saat itu yang
diangkat untuk pembaca teks editorial. Sehingga dapat diketahui pernyataan pendapat penulis editorial
akan mengangkat isu apa dalam tulisannya.
2. Identifikasi Alternatif solusi
Alternatif solusi adalah sebuah solusi yang sangat alternatif untuk dikemukakan,yang paling mudah
untuk di sampaikan kepada audien. Untuk mencari jalan keluar/titik terang dari masalah yang dihadapi
penulis mengenai editorial yang ditulisnya.
Masalah merupakan sebuah hal yang akan selalu muncul di dalam kehidupan kita, di mana di dalam
setiap kemunculannya kita akan dítuntut untuk memiliki sejumlah solusi/alternatif dalam
menyelesaikannya. Setíap orang tentu saja akan memiliki kemampunn yang berbeda-beda dalam
meyelesaikan sebuah masalah dan hal ini akan sangat bergantung pada pola pikir dan kemampuan
seseorang untuk menganalisa dan memilih sebuah jalan penyelesaian yang terbaik bagi masalah tersebut.
Di dalam hal ini akan sangat dibutuhkan kecerdasan membuat alternatif pemecahan masalah dan
ketenangan dalam mengambil keputusan.
Pada dasarnya setiap orang pasti memílíkí kemampuan untuk membuat berbagai alternatif
pemecahan masalah yang dihadapinya, namun tidak serta merta semua orang mampu memilih dan
melakukan pemecahan tersebut dengan baik. Hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan pandangan
setiap orang terhadap permasalahan yang sedang dihadapinya. Beberapa orang mungkin akan tetap
tenang dan bersikap biasa saja saat menghadapi sebuah masalah, di mana kemudian orang tersebut bisa
memikirknn dan menganalisa masalahnya dengan cerdas.
Untuk mengidentifikasi/mengenali solusi alternatif dalam sebuah teks editorial, silakan baca dan
perhatikan kutipan teks editorial berikut:
46
Judul : Pelayanan Rumah Sakit Dan Mutu Kesehatan Harus Ditingkatkan
Di tahun lalu, ada sekitar 269 pengaduan tentang minimnya pelayanan kesehatan diberbagai rumah sakit
di Indonesia, jumlah itupun yang dilaporkan dan diterima di Kemenkes.
Yang belum dilaporkan tentunya lebih banyak lagi, salah satu hal yang menjadikan mutu pelayanan
dokter kurang memuaskan ialah soal penanganan terhadap pasien. Dokter banyak yang belum bisa
mengetahui penyakit pasien yang sebenarnya sehingga kadang obat yang diberikan tidak tepat.
Seharusnya pemerintah terutama bidang kesehatan selalu memperbaharui/meningkatkan mutu para
dokter di seluruh Indonesia secara berkala, hal itu bertujuan agar pelayanan kesehatan masyarakat
dapat berhubungan dengan baik.
Pernyataan Seharusnya pemerintah terutama bidang kesehatan selalu
memperbaharui/meningkatkan mutu para dokter di seluruh Indonesia secara berkala, jelas
ditawarkan sebagai solusi alternatif oleh penulis di editorialnya. Untuk editorial utuh maka alternatif
solusi ini dapat juga berupa saran dari penulis terhadap masalah yang telah dituliskannya, sehingga bisa
saja menyebar di seluruh paragraf, atau konsisten di bagian akhir teks editorial.
3. Identifikasi Simpulan dalam teks Editorial
Simpulan merupakan pernyataan berisi fakta, pendapat, alasan pendukung mengenai tanggapan
terhadap suatu objek. Dapat dikatakan bahwa kesimpulan merupakan pendapat akhir dari suatu uraian
berupa informasi. Kesimpulan adalah suatu proposisi (kalimat yang disampaikan) yang diambil dari
beberapa premis (ide pemikiran) dengan aturan-aturan inferensi (yang berlaku). Kesimpulan merupakan
sebuah gagasan yang tercapai pada akhir pembicaraan. Dengan kata lain, kesimpulan adalah hasil dari
suatu pembicaraan.
Terdapat cara untuk dapat mengenali kesimpulan. Adapun cara untuk dapat menyimpulkan teks adalah
sebagai berikut :
1. Membaca Teks, langkah pertama dalam membuat kesimpulan tentu saja kamu harus membaca teks
asli untuk dapat mengetahui kesan umum serta maksud dari penulis atau pengarang.
47
2. Menentukan Kalimat Utama, Setelah itu barulah kamu tentukan kalimat utamanya. Kalimat utama
merupakan kalimat yang mengandung gagasan utama dari sebuah paragraf. Biasanya kalimat utama
terdapat di awal atau akhir dari suatu paragraf. Dengan menentukan kalimat utama, barulah kamu dapat
menyimpulkan isi dari teks tersebut.
3. Buatlah Kesimpulan, Setelah melakukan dua hal diatas, susunlah kalimat berdasarkan dengan inti
kalimat agar menjadi sebuah kesimpulan. Terdapat 3 kriteria dalam menuliskan kesimpulan.
Kesimpulan berupa hasil analisis terhadap teks atau paragraf yang sudah dibaca. Sebuah
Kesimpulan menggambarkan isi dan paragraf. Kesimpulan yang berisi hal-hal yang terdapat di paragraf.
Adapun sebuah kesimpulan dibuat dengan tujuan untuk memberikan suatu kesempatan serta informasi
kepada para pembaca guna mengetahui secara cepat teatang apa hasil akhir yang diperoleh dari tulisan
ide dan permasalahan yang telah dilontarkan oleh penulis editorial sehingga pembaca memahami apa
yang sudah atau sedang dibacanya.
Untuk mengidentifikasi/mengenali simpulan dalam sebuah teks editorial, silakan baca dan perhatikan
kutipan teks editorial berikut:
Judul : Pelayanan Rumah Sakit Dan Mutu Kesehatan Harus Ditingkatkan
Di tahun lalu, ada sekitar 269 pengaduan tentang minimnya pelayanan kesehatan diberbagai rumah sakit
di Indonesia, jumlah itupun yang dilaporkan dan diterima di Kemenkes.
Yang belum dilaporkan tentunya lebih banyak lagi, salah satu hal yang menjadikan mutu pelayanan
dokter kurang memuaskan ialah soal penanganan terhadap pasien. Dokter banyak yang belum bisa
mengetahui penyakit pasien yang sebenarnya sehingga kadang obat yang diberikan tidak tepat.
Seharusnya pemerintah terutama bidang kesehatan selalu
memperbaharui/meningkatkan mutu para dokter di seluruh Indonesia secara berkala, hal itu bertujuan
agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat berhubungan dengan baik dengan pelayanan dan
akhirnya yang mendapat manfaat adalah masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan
tersebut.
Pernyataan hal itu bertujuan agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat berhubungan dengan baik
dengan pelayanan dan akhirnya yang mendapat manfaat adalah masyarakat yang membutuhkan
48
layanan kesehatan tersebut jelas merupakan simpulan dari bahasan di teks editorial tersebut. Tulisan
apapun bentuknya simpulan berposisi di bagian akhir begitu juga dengan simpulan di teks editorial.
B. Menganalisis Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Editorial
1. Struktur Teks Editorial
Dilihat dari isinya, editorial yang bersifat ekspositoris berisi tesis (pernyataan umum), diikuti oleh
argumentasi-argumentasi secukupnya, dan diakhiri dengan penegasan ulang atas argumentasi-
argumentasi tersebut. Ketiga unsur tersebut wajib hadir dalam teks editorial. Dengan demikian, struktur
umum dari teks editorial meliputi pengenalan isu (tesis), argumentasi, dan penegasan.
1. Pengenalan isu (tesis)
Pengenalan isu merupakan bagian pendahuluan teks editorial. Fungsinya adalah mengenalkan isu atau
permasalahan yang akan dibahas dalam bagian berikutnya. Pada bagian pengenalan isu disajikan
peristiwa persoalan aktual, fenomenal, dan kontroversial.
2. Argumentasi
Argumentasi dalam teks editorial disebut juga sebagai penyampaian pendapat. Bagian ini merupakan
bagian pembahasan yang berisi tanggapan redaksi terhadap isu yang sudah diperkenalkan sebelumnya.
3. Penegasan
Penegasan dalam teks editorial berupa simpulan, saran, atau rekomendasi. Di dalamnya juga terselip
harapan redaksi kepada para pihak terkait dalam menghadapi atau mengatasi persoalan yang terjadi
dalam isu tersebut.
2.Penjabaran Struktur Teks Editorial
Kebersihan di Lingkungan Rumah
Membicarakan soal lingkungan berarti membahas tentang segala sesuatu yang berada Pengenalan Isu
disekitar makhluk hidup dan merupakan tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup.
Hal ini menjadikan sebuah kewajiban bagi manusia untuk melestarikan lingkungan.
49