The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BAHASA INDONESIA KELAS XII

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by shafiranura32, 2022-05-21 04:54:20

BAHAN AJAR

BAHASA INDONESIA KELAS XII

Keywords: bahan ajar

Merdeka.com - Pohon kelapa dikenal sebagai tumbuhan paling serbaguna. Setiap bagiannya
memiliki manfaat bagi kehidupan manusia sehari-hari.Pohon dari jenis palem ini memiliki nama ilmiah
Cocos nucifera. Kerap tumbuh di sepanjang tepi pantai. Wajar bila pohon kelapa mudah ditemukan di
Indonesia, sebagai negara dengan garis pantai terpanjang ketiga di dunia.Sebagian besar memang lebih
mencari kenikmatan dari daging buah dan air kelapa.

Tapi di balik itu, terdapat manfaat yang tersembunyi lainnya.Pohon kelapa telah menjadi penopang
dan memainkan peran utama sejak ribuan tahun sebelum masehi. Berikut manfaat pohon kelapa
dirangkum dari berbagai sumber.Manfaat pohon kelapa yang kerap dibutuhkan dan dicari oleh
masyarakat ialah dagingnya. Dilansir dari hellosehat, satu buah daging kelapa mengandung sekitar 77
kalori, 1,4 gram protein, 3.6 gram lemak, 10 gram gula, 257 gram kalium, dan 6 miligram vitamin
C.Sehingga wajar banyak yang menjadikan buah kelapa sebagai asupan nutrisi yang menyegarkan.
Manfaat daging kelapa bagi kesehatan yakni:

 Memenuhi asupan cairan tubuh.
 Menjaga kesehatan pencernaan.
 Menurunkan tekanan darah tinggi.
 Membakar lemak perut.
 Mencegah batu ginjal.
 Minyak dari daging kelapa sebagai larutan antiseptik dalam obat kumur.
 Meningkatkan daya tahan tubuh.

Air Kelapa

Kesegaran yang bisa Anda peroleh selanjutnya dari air kelapa. Ini salah satu manfaat pohon kelapa
yang tak kalah diburu masyarakat.

Air kelapa sudah terkenal mengandung berbagai nutrisi penting bagi tubuh. Dipercaya khasiatnya
yang baik untuk kesehatan dan kecantikan, seperti dilansir dari Brillio:

 Mengatasi Masalah Pencernaan.
 Menghilangkan dehidrasi.
 Mengontrol berat badan.
 Meningkatkan energi.
 Mengontrol tekanan darah.

150

 Menghidrasi kulit dan lebih bercahaya.
 Memperbaiki sistem pencernaan.
 Melindungi dan menjaga elastisitas kulit.
 Menetralisir racun dalam tubuh.
 Mengatur tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
 Menjaga kesehatan ginjal.
 Baik untuk ibu hamil dan janin.
 Meningkatkan vitalitas pria.
 Menjaga kesehatan jantung.
 Mengatasi demam dan pusing.
 Mencegah penuaan dini.

Daun Kelapa

Manfaat pohon kelapa berikutnya bisa Anda peroleh dari daunnya. Hampir di setiap perayaan besar
di Tanah Air akan menggunakan daun kelapa sebagai bahan utama, seperti:

 Membuat ketupat.
 Hiasan pernikahan.
 Sebagai alternatif pembuatan atap.
 Daun yang diambil lidinya, bisa menjadi pakan ternak.
 Lidinya bisa untuk sapu.
 Bahan kerajinan tangan.
 Batang Pohon Kelapa
 Ekstrak batang pohon kelapa untuk bahan pembuatan kertas.
 Pengganti kayu konstruktif. Batang kelapa dengan kerapatan tinggi bisa diolah untuk pembuatan
furnitur, komponen bangunan rumah, hingga balok lantai.
 Sumber energi untuk pembuatan arang dan kriket.

Akar Kelapa

Manfaat pohon kelapa kembali membuat kagum. Dampak positif yang terasa dalam kehidupan,
akarnya baik dalam mencegah abrasi, mencegah banjir, serta pemecah gelombang pantai. Selain itu,
dikutip dari Liputan6, manfaat akar pohon kelapa bagi kesehatan seperti:

151

 Mengatasi Gatal

Manfaat akar pohon kelapa mampu mengatasi gatal yang terjadi pada celah kulit di sela-sela jari
kaki atau tangan, serta celah lain yang lembab.
 Meredakan Demam

Langkah mudahnya, cukup mengonsumsi air rebusan dari akar pohon kelapa tumbuk, sebanyak dua
kali sehari hingga suhu tubuh menurun.
 Mengatasi Diare

Cara mengonsumsinya sama, meminum ramuan yang dihasilkan dari akar pohon kelapa hingga
sakitnya mereda.
 Melancarkan Peredaran Darah

Ramuan ini cocok bagi Anda yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi. Perlu dikonsumsi secara
bertahap dan rutin untuk mendapatkan hasilnya.
 Mengatasi Wasir dan Ambeien

Sama halnya dengan cara mengobati penyakit lain, cukup merebus dan meminum ramuan yang
dihasilkan dari akar pohon kelapa.

Batok atau Tempurung Kelapa
Manfaat pohon kelapa yang diambil dari batok kelapa atau tempurung kelapa. Bagian dalam dengan

tekstur keras yang menjaga daging dan air kelapa. Kegunaan yang kerap ada di kehidupan sehari-hari,
seperti:
 Sebagai alat peraga edukatif ataupun cindera mata.
 Bahan baku pembuatan arang aktif.
 Tepung dari batok kelapa untuk bahan baku kabel listrik.
 Batok diolah jadi filter rokok.
 Bahan kerajinan tangan, gayung, sendok, tas dan sebagainya.

Sabut Kelapa

152

Setiap bagian dari pohon kelapa benar-benar bermanfaat bagi kehidupan manusia. Semua
tergantung pada kreasi dan kekreatifan mengolah, termasuk pada sabut kelapa. Bagian kulit terluar dari
buah kelapa yang berserabut. Umumnya masyarakat menjadikan sabut kelapa sebagai bahan pembuatan
tali, bahan industri karpet, boneka, keset dan lain sebagainya.

Selain itu, sabut kelapa juga bisa dijadikan sebagai media tanam atau biasa disebut cocopeat. Serta
diubah jadi scrubber, untuk membersihkan peralatan dapur, hingga sapu lantai.
Bunga Kelapa

Berbagai manfaat pohon kelapa sangat mengagumkan. Bagian terakhir yang bisa Anda gunakan
dari bunga kelapa sebagai bahan cuka.Selain itu, melalui fermentasi getah bunga kelapa kerap dijadikan
sebagai bahan pembuatan alkohol. Serta bahan obat-obatan tradisional. Bunga kelapa kering juga
dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan. Setelah diawetkan, sangat cocok dipadukan dengan lukisan 3D,
hiasan dinding, dan sebagainya.
(sumber:https//m.merdeka.com)
Buku Ilmiah 1
Judul buku: Dasar-dasar Penulisan Karya Ilmiah

153

(sumber: lppm.isi-ska.ac.id)
Penulis: Ana Rosmiati
Penerbit: Surakarta : Isi Press , 2017
Kota: Surakarta
Tahun: 2017

Penyusunan buku yang berjudul “Dasar-Dasar Penulisan Karya Ilmiah “ ini dilatarbelakangi adanya
keinginan Penulis agar mahasiswa dapat menyusun karya ilmiah dengan benar dan baik. Karya tulis
ilmiah dipersiapkan sebagai tuntutan mahasiswa dalam membuat skripsi, tesis, atau disertasi. Terdiri
dari empat bab. Bab pertama, Ejaan yang Disempurnakan untuk Pedoman dalam Menulis Karya Tulis
Ilmiah. Bab kedua, Paragraf. Bab ketiga, Karya Tulis Ilmiah. Bab keempat, Sistematika Penulisan Karya
Tulis Ilmiah.

154

(sumber: schoolar.google.co.id atas nama Ana Rosmiati)

Artikel 2

Membangun Literasi Sains Peserta Didik

Judul Buku : Membangun Literasi Sains Peserta Didik

Penulis : Uus Toharudin & Sri Hendrawati

Penerbit : Humaniora

Kota : Bandung

Tahun : 2011

Jumlah hlm : 350 halaman

Banyak pengamat pendidikan yang memberi penilaian bahwa memasuki abad ke-21, dunia
pendidikan Indonesia masih mengalami tiga masalah besar terutama berkaitan dengan rendahnya
kualitas pendidikan. Jika masalah besar ini dibiarkan, bukan tidak mungkin bangsa Indonesia akan
mengalami kegagalan total, dan menjadi bangsa yang bangkrut pada tahun 2020. Ada beberapa indikasi
yang menunjukkan kekhawatiran ini. Misalnya: studi PISA 2003 menyebutkan bahwa peringkat
Indonesia berada pada urutan ke-38 dari 41 negara yang diteliti terkait dengan tingkat melek literasi
sains. Riset TIMSS juga menyebutkan bahwa Indonesia berada pada peringkat 34 dari 45 negara yang
diteliti. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini, langkah strategis yang harus segera
dilakukan adalah membangun literasi sains.

Buku Membangun Literasi Sains Peserta Didik ini hadir untuk memberi solusi dalam rangka
meningkatkan kualitas dan kuantitas peserta didik Indonesia yang melek sains. Menurut De Boer (1991),
istilah Literasi sains (science literacy) pertama kali dikemukakan oleh Paul de Hart Hurt, salah seorang
ahli pendidikan sains yang terkenal pada tahun 1958. Hurt menggunakan istilan science literacy untuk
menjelaskan pemahaman tentang sains dan penerapannya dalam pengalaman sosial.

Buku ini hadir untuk meningkatkan pemahaman guru dan peserta didik tentang pengetahuan ilmiah,
hakikat sains, peranan sains, penghargaan terhadap peranan sains, serta kemampuan menggunakan
metode dan keterampilan ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan itu meliputi ranah kognitif,
afektif, dan psikomotorik.

155

Ada empat hal yang terpenting dari buku ini yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca.
Pertama, semangat membangun budaya literasi terhadap sains dan teknologi di kalangan praktisi
pendidikan sebagai langkah strategis peningkatan kualitas peserta didik. Kedua, membangun wawasan
tentang pentingnya peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan
ekonomi masyarakat. Ketiga, memicu akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia profesional
berbasis sains dan teknologi. Keempat, menyelamatkan generasi dari buta literasi sains dan teknologi.

Studi tentang literasi sains di dunia semakin lama semakin berkembang. Hal ini dapat terbukti dari
semakin luasnya para peminat untuk mempelajari bidang tersebut. Namun pemahaman terhadap konsep
literasi sains di Indonesia masih dirasakan sangat kurang, baik dari sisi konsep maupun dari sisi aplikasi
konsep dalam penyelenggaraan pendidikan sains.

Buku ini pada dasarnya disusun dan dikembangkan berdasarkan hasil kajian dan penelitian secara
empirik di lapangan maupun secara akademik melalui kajian literatur dari berbagai sumber mengenai
konsep dan aplikasi literasi sains. Tujuan penulisan buku ini adalah agar hasil kajian tersebut dapat
memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan sains di Indonesia khususnya berkenaan tentang
literasi sains.

Pemahaman terhadap konsep literasi sains mutlak diperlukan oleh penyelenggara dan praktisi
pendidikan sains dalam rangka meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran sains. Pendidikan
sains di Indonesia hingga saat ini diasumsikan masih memiliki banyak kelemahan, baik dari segi
kurikulum, sumber daya manusia yang mendukungnya, proses pembelajaran, evaluasi hasil
pembelajaran serta sarana dan prasarana pembelajaran.

Kemajuan zaman yang semakin pesat yang ditandai dengan semakin berkembangnya sains,
teknologi, informasi dan komunikasi menuntut terjadinya perubahan mendasar dalam pembelajaran
sains. Sains bukanlah semata-mata menjadi materi pelajaran yang wajib diikuti dan dikuasai oleh peserta
didik di bangku persekolahan, melainkan lebih dari itu. Sains adalah bagian dari kehidupan peserta didik,
diharapkan pertimbangan-pertimbangan dan pengetahuan sains menjadi rujukan bagi peserta didik
dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi dalam kehidupan
nyata. Dengan demikian, pemahaman guru yang utuh mengenai sains, proses pembelajaran sains,
penilaian hasil pembelajaran sains, serta sumber dan sarana prasarana pembelajaran sains menjadi
amatlah penting.

156

(Sumber: srihendrawati.blogspot.com)

Lakukanlah analisis terhadap kedua artikel dan buku ilmiah di atas, kemudian berikan komentarnya.
Kamu bisa mengerjakan pada buku kerjamu seperti format tabel di bawah ini!

Analisis Artikel

No Unsur-unsur Kebahasaan Artikel 1 Artikel 2
1
2. Adverbia
3
Konjungsi
-
- Kosakata
-
- Komentar Terhadap Kedua Artikel

Buku Ilmiah

No Unsur-unsur Kebahasaan Artikel 1 Artikel 2
1.
2. Adverbia
3.
Konjungsi
-
- Kosakata
-
Komentar Terhadap Kedua Artikel

D. Mengonstruksi Artikel Berdasarkan Fakta
Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu:
1. menyusun artikel opini sesuai dengan fakta.
2. menyajikan artikel opini dengan kebahasaan yang baik dan benar.

157

KEGIATAN 1

Menyusun Artikel Opini Sesuai dengan Fakta

Pada umumnya, ada banyak jenis artikel yang dapat kita temukan, misalnya liputan berita, fi tur, sosok,
dan artikel panduan, dan sebagainya. Meskipun setiap jenis artikel memiliki ciri khusus, kita masih dapat
melihat kesamaannya, yakni mulai dari merangkai bentuk, melakukan penelitian, sampai dengan
menulis dan menyunting hasil tulisan. Adapun manfaat dari menulis artikel adalah kita bisa berbagi
informasi yang penting dan menarik kepada para pembaca. Sementara itu, di pembahasan sebelumnya
kamu telah mengetahui perbedaan antara fakta dan opini dalam sebuah artikel.

Teks Utuh Fakta
Kertas adalah suatu media alat tulis yang sangat  Kertas adalah suatu media tulis yang
diperlukan oleh umat manusia untuk menulis.
Menurut sejarah, kertas ternyata sudah ditemukan sangat diperlukan oleh umat manusia
di masa lampau oleh orang cina. Dia bernama Cai
Lun (Ts’ai Lun). Cai Lun adalah orang yang untuk menulis.
berkebangsaan Tionghoa yang lahir pada zaman  Cai Lun lahir di daerah Guiyang
Dinasti Han yang sudah ada pada abad ke 1 Masehi.
Cai Lun lahir di daerah Guiyang namun sekarang (sekarang masuk wilayah Provinsi
nama wilayahnya adalah Provinsi Hunan, nama
lengkapnya adalah Cai jungzhon. Ia diperkirakan Hunan).
lahir pada tahun 50 Masehi.  Cai Lun mendapatkan sebuah ide

Cai Lun mendapatkan sebuah ide mengenai mengenai kertas ketika dia sudah
kertas ini ketika dia sudah ”muak” dengan metode ”muak” dengan metode menulis yang
menulis yang kuno, yaitu menulis di bambu atau
bisa juga di sebuah potongan sutra yang bisa juga kuno, yaitu menulis di bambu atau bisa
bisa disebut dengan Chih. Nah, pada zaman itu,
sutra adalah barang yang mahal, dan juga bambu disebuah potongan sutra. Pada zaman
adalah benda yang lumayan berat, sehingga inilah
yang menjadi cikal bakal adanya kertas.Cai Lun itu, sutra adalah barang yang mahal dan
kemudian mendapat ide membuat kertas ini dari
kulit pohon, sisa sisa rami, kain kain, dan juga bambu adalah benda yang lumayan

berat. peradaban manusia,
 Sepanjang

sebelumnya orang-orang lebih banyak

menggunakan media kulit binatang atau

pelepah pohon seperti yang digunakan

bangsa Arab dan Mesir kuno sebagai

media tulis menulis.

158

jaring ikan. Nah, dulu Cai Lun membuat kertas
yang terbuat dari kulit kayu murbei. Bagian dalam
dari kulit kayu murbei ini di dalamnya direndam di
dalam air dan dipukul-pukul sampai seratnya
terlepas. Bersama dengan kulit, direndam juga
bahan rami, kain bekas, dan jala ikan. Setelah
menjadi bubur, bahan ini ditekan hingga tipis dan
dijemur. Hingga kemudian jadilah kertas,
meskipun tentunya tidak sebagus dengan kertas
sekarang ini. Namun penemuan ini sangat penting
dalam kehidupan umat manusia.

Di tahun 105 M (Seratus Lima Masehi), Cai
Lun memperkenalkan dan mempersembahkan
kertas temuannya kepada Kaisar Dinasti Han.
Catatan tentang penemuan kertas ini terdapat dalam
penulisan sejarah resmi Dinasti Han. Konon kaisar
amat girang atas penemuan Cai Lun, dan Cai Lun
pun naik pangkat, mendapat gelar kebangsawanan
dan menjadi cukong (Pengusaha yang memiliki
kekayaan besar dan terkenal di mana mana). Cai
Lun sendiri wafat pada tahun 121 Masehi Hingga
sekarang, dunia mengenal Cai Lun sebagai penemu
Kertas yang merupakan salah satu penemuan
terpenting sepanjang peradaban manusia dimana
sebelumnya orang-orang lebih banyak
menggunakan media kulit binatang atau pelepah
pohon seperti yang digunakan bangsa Arab dan
Mesir kuno sebagai media tulis menulis. (Sumber:
penemu.co)

159

Tugas 1
Setelah memahami contoh di atas, kerjakanlah tugas berikut (kamu bisa mengerjakannya pada buku
kerjamu). Cermatilah fakta di bawah ini. Kemudian, buatlah menjadi artikel utuh!

Cermatilah fakta-fakta di bawah ini. Kemudian, buatlah menjadi artikel utuh!

No Fakta Artikel Utuh
1. Tanah longsor adalah salah satu jenis
2. bencana alam yang kerap terjadi di
3. Indonesia selain gempa bumi, banjir,
kekeringan, dan angin topan
4. Apabila gaya pendorong pada lereng
lebih besar dari gaya penahan maka
terjadilah longsor.
Bencana tanah longsor sering muncul di
musim hujan, setelah musim kering
yang menyebabkan permukaan tanah
retak dan berpori. Saat tanah retak, maka
air hujan makin mudah meresap ke
bagian dalam tanah, membuat
kandungan air dalam tanah menjadi
jenuh.
Air yang terakumulasi di dasar lereng
memicu gerakan lateral, sehingga
mudah bergerak menuruni lereng.
(sumber:https//.tirto.id)

160

KEGIATAN 2

Menyajikan Artikel Opini dengan Kebahasaan yang Baik

Pada pembahasan terakhir ini, kamu akan menyajikan artikel di depan kelas. Namun, untuk
menyajikannya dengan baik dan benar, kamu perlu memperhatikan unsur atau kaidah kebahasaannya
dari artikel tersebut. Bahasa dalam artikel menggunakan ragam tulis baku sesuai dengan konteks
situasinya. Ragam tulis baku meliputi tata tulis atau ejaan baku, tata bahasa (bentuk kata, kalimat, dan
kosakata baku). Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyajikan artikel, di
antaranya sebagai berikut.
1. Pola pemecahan topik

Pola ini memecah topik yang masih berada dalam lingkup pembicaraan yang ditemakan menjadi
subtopik atau subbagian yang lebih sempit. Kemudian, menganalisisnya masing-masing.
2. Pola masalah dan pemecahannya
Pola ini lebih dahulu mengemukakan masalah, baik itu masalah pokok. maupun beberapa masalah.
Namun, masih berada dalam lingkup pokok bahasan utama. Selanjutnya, dianalisis sesuai dengan
pendapat pakar/ahli terkait dengan bidang ilmu yang bersangkutan.
3. Pola kronologi

Pola ini menyajikan artikel sesuai dengan kronologi, urutan, keber-sinambungan, keberlanjutan
bagaimana sesuatu itu terjadi. Dipaparkan secara runut dan runtut.

4. Pola pendapat dan alasan pemikiran
Pola ini baru dipakai jika penulis menyampaikan pendapat/gagasan/pendapatnya sendiri. Kemudian,
berargumen secara jelas tentang hal tersebut.

5. Pola pembandingan
Pola ini sama seperti gaya penulisan komparatif, yaitu dengan membandingkan dua aspek atau lebih
dari satu topik lalu menunjukkan persamaan atau perbedaan.

TUGAS 2

Pada tugas kedua ini, bandingkanlah artikelmu yang telah dibuat pada tugas 1 dengan teman yang lain.
Perbaiki lagi apabila masih dirasa perlu. Setelah itu, sajikan teks tersebut dengan cara memperagakannya
di depan kelas dan gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar!

161

RANGKUMAN

Artikel merupakan jenis tulisan yang berisi pendapat, gagasan, pikiran, atau kritik terhadap
persoalan yang berkembang di masyarakat, biasanya ditulis dengan bahasa ilmiah populer. Artikel
opini termasuk dalam kategori teks eksposisi yang berisi argumen seseorang yang dimuat di surat
kabar.

Terdapat tiga utama yang perlu dipahami terkait dengan artikel opini, yakni struktur artikel
opini, argumentasi, dan bahasa. Sebuah artikel akan diawali dengan pernyataan pendapat (thesis
statement) atau topik yang akan dikemukakan. Tesis tersebut dikembangkan melalui beberapa
argumen. Bagian akhir artikel opini berisi pernyataan ulang pendapat (reiteration), yakni penegasan
kembali pendapat yang sudah dikemukakan agar pembaca yakin dengan pandangan atau pendapat
tersebut.

Yang kedua adalah argumentasi. Selain tesis, bagian terpenting opini adalah argumentasi.
Argumentasi yang dikemukakan harus kuat, dalam arti harus didukung dengan data dan fakta karena
artikel opini pada umumnya bersifat aktual yang berisi analisis subjektif terhadap suatu
permasalahan. Argumentasi yang dibangun harus konstruktif, agar pesan dalam tulisan dapat
diserap secara baik oleh pembaca.

Yang ketiga adalah penggunaan bahasa. Bahasa dalam artikel opini biasanya disebut dengan
bahasa ilmiah populer, berbeda dengan bahasa ilmiah pada umumnya. Penggunaan bahasa penting
untuk diperhatikan dan disesuaikan dengan sasaran pembacanya. Kecenderungan pembaca teks opini
adalah membaca tulisan yang tidak terlalu panjang, mudah dibaca, dan mudah dipahami. Oleh karena
itu, pada saat membuat opini gunakan bahasa yang komunikatif, tidak bertele-tele, dan ringkas
penyajiannya. Dalam menggali gagasan dan argumentasi, gunakanlah kalimat yang efektif, efisien,
dan mudah dimengerti.

Kerjakan soal-soal yang terdiri dari pilihan ganda dan esai berikut ini!
Soal Pilihan Ganda
1. Dibawah ini merupakan bagian struktur Artikel opini, kecuali?
A. Pernyataan pendapat
B. Argumentasi
C. Pernyataan ulang pendapat
D. Urutan sebab akibat
2. Dibawah ini merupakan ciri-ciri fakta, kecuali?
A. merupakan suatu kebenaran umum

162

B. menyertakan bukti berupa data-data yang akurat
C. Terdiri dari interpretasi
D. mengungkapkan peristiwa yang benar-benar terjadi
3. Dibawah ini merupakam pengertian dari Adverbia, yaitu?
A. perbendaharaan kata-kata. Supaya teks tersebut mampu meyakinkan pembaca, diperlukan kosakata
yang luas dan menarik.
B. kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat, yaitu kata dengan kata,
frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat.
C. bahasa yang dapat mengekspresikan sikap eksposisi.
D. Sebuah teks yang menjelaskan mengenai fenomena alam.
4. Dibawah ini merupakan pengertian fakta, yaitu?
A. Sebuah teks yang menjelaskan mengenai fenomena alam.
B. perbendaharaan kata-kata. Supaya teks tersebut mampu meyakinkan pembaca, diperlukan kosakata
yang luas dan menarik.
C. bahasa yang dapat mengekspresikan sikap eksposisi.
D. Sebuah kenyataan atau peristiwa yang benar-benar ada atau terjadi
5. Dibawah ini merupakan pengertian opini, yaitu?
A. perbendaharaan kata-kata. Supaya teks tersebut mampu meyakinkan pembaca, diperlukan kosakata
yang luas dan menarik.
B. bahasa yang dapat mengekspresikan sikap eksposisi.
C. Sebuah kenyataan atau peristiwa yang benar-benar ada atau terjadi
D. Sebuah pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang terhadap sesuatu. Opini biasanya dapat
menjawab pertanyaan bagaimana dan mengapa.
6. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyajikan artikel, Kecuali?
A. Pola pemecahan topik
B. Pola masalah dan pemecahannya
C. Pola kronologi
D. Pila psikologis
7. Berikut adalah penanda-penanda opini dalam suatu paragraf. Kecuali?
A. Menggunakan kutipan kata-kata seseorang, biasanya ditandai dengan adanya tanda baca petik dua
(”. . . .”).

163

B. Menggunakan sudut pandang penulis dalam bentuk penafsiran terhadap fakta.
C. Menggunakan kata yang tidak pasti (mungkin, rasanya, dll).
D. Menggunakan urutan sebab akibat sebagian bagian inti.
8. Dibawah ini merupakan penjelasan dari Pola pemecahan topik,yaitu?
A. Pola ini memecah topik yang masih berada dalam lingkup pembicaraan yang ditemakan menjadi
subtopik atau subbagian yang lebih sempit. Kemudian, menganalisisnya masing-masing.
B. Pola ini lebih dahulu mengemukakan masalah, baik itu masalah pokok. maupun beberapa masalah.
Namun, masih berada dalam lingkup pokok bahasan utama. Selanjutnya, dianalisis sesuai dengan
pendapat pakar/ahli terkait dengan bidang ilmu yang bersangkutan.
C. Pola ini menyajikan artikel sesuai dengan kronologi, urutan, keber-sinambungan, keberlanjutan
bagaimana sesuatu itu terjadi. Dipaparkan secara runut dan runtut.
D. Pola ini baru dipakai jika penulis menyampaikan pendapat/gagasan/pendapatnya sendiri. Kemudian,
berargumen secara jelas tentang hal tersebut.
9. Dibawah ini merupakan penjelasan dari Pola masalah dan pemecahannya
, yaitu?
A. Pola ini baru dipakai jika penulis menyampaikan pendapat/gagasan/pendapatnya sendiri. Kemudian,
berargumen secara jelas tentang hal tersebut.
B. Pola ini lebih dahulu mengemukakan masalah, baik itu masalah pokok. maupun beberapa masalah.
Namun, masih berada dalam lingkup pokok bahasan utama. Selanjutnya, dianalisis sesuai dengan
pendapat pakar/ahli terkait dengan bidang ilmu yang bersangkutan.
C. Pola ini menyajikan artikel sesuai dengan kronologi, urutan, keber-sinambungan, keberlanjutan
bagaimana sesuatu itu terjadi. Dipaparkan secara runut dan runtut.
D. Pola ini memecah topik yang masih berada dalam lingkup pembicaraan yang ditemakan menjadi
subtopik atau subbagian yang lebih sempit. Kemudian, menganalisisnya masing-masing.
10. Dibawah ini merupakan penjelasan dari Pola Pola kronologi, yaitu?
A. Pola ini menyajikan artikel sesuai dengan kronologi, urutan, keber-sinambungan, keberlanjutan
bagaimana sesuatu itu terjadi. Dipaparkan secara runut dan runtut.
B. Pola ini lebih dahulu mengemukakan masalah, baik itu masalah pokok. maupun beberapa masalah.
Namun, masih berada dalam lingkup pokok bahasan utama. Selanjutnya, dianalisis sesuai dengan
pendapat pakar/ahli terkait dengan bidang ilmu yang bersangkutan.

164

C. Pola ini memecah topik yang masih berada dalam lingkup pembicaraan yang ditemakan menjadi
subtopik atau subbagian yang lebih sempit. Kemudian, menganalisisnya masing-masing.
D. Pola ini baru dipakai jika penulis menyampaikan pendapat/gagasan/pendapatnya sendiri. Kemudian,
berargumen secara jelas tentang hal tersebut.
11. Dibawah ini merupakan penjelasan dari Pola Pola pendapat dan alasan pemikiran, yaitu?
A. Pola ini baru dipakai jika penulis menyampaikan pendapat/gagasan/pendapatnya sendiri. Kemudian,
berargumen secara jelas tentang hal tersebut.
B. Pola ini memecah topik yang masih berada dalam lingkup pembicaraan yang ditemakan menjadi
subtopik atau subbagian yang lebih sempit. Kemudian, menganalisisnya masing-masing.
C. Pola ini lebih dahulu mengemukakan masalah, baik itu masalah pokok. maupun beberapa masalah.
Namun, masih berada dalam lingkup pokok bahasan utama. Selanjutnya, dianalisis sesuai dengan
pendapat pakar/ahli terkait dengan bidang ilmu yang bersangkutan.
D. Pola ini menyajikan artikel sesuai dengan kronologi, urutan, keber-sinambungan, keberlanjutan
bagaimana sesuatu itu terjadi. Dipaparkan secara runut dan runtut.
12. Dibawah ini merupakan penjelasan dari Pola perbandingan, yaitu?
A. Pola ini memecah topik yang masih berada dalam lingkup pembicaraan yang ditemakan menjadi
subtopik atau subbagian yang lebih sempit. Kemudian, menganalisisnya masing-masing.
B. Pola ini sama seperti gaya penulisan komparatif, yaitu dengan membandingkan dua aspek atau lebih
dari satu topik lalu menunjukkan persamaan atau perbedaan.
C. Pola ini baru dipakai jika penulis menyampaikan pendapat/gagasan/pendapatnya sendiri. Kemudian,
berargumen secara jelas tentang hal tersebut.
D. Pola ini menyajikan artikel sesuai dengan kronologi, urutan, keber-sinambungan, keberlanjutan
bagaimana sesuatu itu terjadi. Dipaparkan secara runut dan runtut.
13. Dibawah ini merupakan pengertian dari artikel, yaitu?
A. jenis tulisan yang berisi pendapat, gagasan, pikiran, atau kritik terhadap persoalan yang berkembang
di masyarakat, biasanya ditulis dengan bahasa ilmiah populer.
B. Sebuah teks yang menjelaskan mengenai langkah-langkah pembuata.
C. Sebuah teks yang menjelaskan mengenai pristiwa atau fenomena alam.
D. Sebuah teks yang berisikan negosiasi antar penjual dan pembeli.
14. Bahasa dalam artikel opini biasanya disebut dengan ?
A. Klasik

165

B. Informatif
C. Klise
D. Ilmiah populer
15. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai Keterangan aposisi, yaitu?
A. sedang menjadi pembicaraan orang banyak atau baru saja terjadi.
B. artikel dalam surat kabar yang mengungkapkan pendirian editor atau pemimpin surat kabar.
C. keterangan yang memberi penjelasan kata benda. Jika ditulis, keterangan ini diapit tanda koma atau
tanda pisah atau tanda kurung.
D. cara pembicara menyatakan sikap terhadap suatu imajinasi dalam komunikasi antarpribadi
(barangkali, harus, dan sebagainya).
Soal esai!
1) Jelaskan pengertian dari artikel?
2) Sebutkan ciri-ciri fakta?
3) Sebutkan dan jelaskan struktur artikel?
4) Jelaskan pengertian fakta dan berikan contohnya?
5) Jelaskan pengertian opini dan berikan contohnya?

166

7. PERBEDAAN KRITIK DAN ESAI

Kritik dan esai dibedakan berdasarkan dua hal, yaitu berdasarkan pengetahuan yang disajikan dan
berdasarkan pandangan penulisnya. Kalau berdasarkan pengetahuan yang disajikan, perbedaan kritik
dan esai adalah sebagai berikut: Objek kajian kritik adalah sebuah karya, sementara objek kajian esai
adalah karya atau fenomena. Dalam kritik terdapat deskripsi karya berupa sinopsis atau ringkasan karya
yang dibahas, sementara esai tidak menyajikan sinopsis atau ringkasan objek atau fenomena yang
dibahas. Kritik menyajikan data objektif, sementara esai tidak selalu membutuhkan data objektif.
Nah, berdasarkan sudut pandang penulisnya, perbedaan kritik dan esai adalah sebagai berikut:

Dalam kritik, penilaian pada karya dilakukan secara objektif dan disertai data serta alasan yang
logis. Sementara pada esai, penilaian dilakukan dengan subjektif alias menurut pendapat pribadi penulis
esai. Penilaian karya dalam sebuah kritik dilakukan dengan menggunakan kajian teori yang sudah
mapan, misalnya berdasarkan teori postmodernisme atau teori feminisme. Sementara pada esai,
penilaiannya jarang mencantumkan kajian teori.

Kritik menyajikan penilaian sebuah karya secara utuh dan menyeluruh, sementara esai hanya
membahas hal-hal yang menarik dari sebuah objek atau fenomena, berdasarkan pengamatan atau
pandangan penulis. Sekalipun tidak membahas sebuah objek atau fenomena secara menyeluruh, hal-hal
yang menarik pengamatan atau pandangan penulis esai tetap dilakukan secara utuh.
- Kritik sastra adalah karangan yang ditujukan untuk menanggapi suatu hal.
- Esai adalah karangan pribadi tentang apa saja. Ketika menulis kritik dan esai, kita perlu memperhatikan
sistematika dan kaidah kebahasaan.
Berikut ini sistematika kritik sastra, yaitu:
1.Interpretasi: membaca dan menafsirkan makna yang didapat setelah membaca atau menelaah hal yang
akan dikritik. Menafsirkan makna juga dapat dilihat berdasarkan unsur-unsur yang membangunnya.
2. Analisis: menelaah mana saja yang menjadi kelemahan dan kelebihannya. Analisis harus dilakukan
berdasarkan data yang terdapat objek atau subjek yang dikritik, dengan metode dan teori yang berkaitan.

Penulisan kritik harus obyektif, sehingga gaya kepenulisan dan pandangan pribadi penulis harus
dibatasi. Kritik dapat menjadi koreksi atau penilaian. Oleh sebab itu, penulisannya sebisa mungkin dapat

167

dicerna dengan baik oleh khalayak. Kritik menekankan pada detail dan terdapat kaidah kebahasaan
tersendiri. Sehingga seringkali tidak dapat dibaca dengan santai seperti esai.
Berikut ini beberapa kaidah kebahasaan kritik:
1. Menekankan pada detail sehingga memakai kalimat kompleks. Terdiri dari anak kalimat dan induk
kalimat.
2. Penggunaan kalimat konteks membutuhkan konjungsi atau kata penghubung.
3. Bahasa baku sesuai kaidah bahasa Indonesia dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Dalam beberapa
kritik akademik, penulisan kritik menyerupai karya ilmiah.
4. Gaya bahasanya menekankan pada argumentasi dan eksposisi.
5. Dilengkapi dengan rujukan atau referensi.
Esai berbeda dengan opini yang menekankan pendapat pribadi. Esai mengutamakan analisis dengan
bantuan teori atau disiplin ilmu tertentu.
Meski penulis esai memiliki karakteristik dan gaya kepenulisannya masing-masing, tetapi tidak lepas
dari sistematika esai.
Berikut ini sistematika esai, yaitu:
1. Pendahuluan: berisi latar belakang, informasi, atau identifikasi dari subyek atau obyek yang akan
dibahas.
2. Tubuh esai: narasikan gagasan yang hendak disampaikan. Narasi tersebut dapat disampaikan melalui
sub topik atau penjelasan.
3.Kesimpulan: sebutkan ulang topik yang ingin disampaikan dengan ringkas dilengkapi dengan hasil
observasi, penilaian, atau sudut pandang penulis.
Sedangkan, kaidah kebahasaan esai adalah:
1. Menggunakan kalimat yang efektif dengan susunan SPOK (Subjek, Predikat, Obyek, dan Keterangan)
yang jelas.
2. Bahasa baku sesuai kaidah bahasa Indonesia dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Tujuannya agar
esai dapat dibaca dan dipahami banyak orang.
3. Pengungkapan ide atau gagasan disampaikan secara runtun dan logis. Pola pikir penulis esai dapat
ditengarai dari logis tidaknya sebuah tulisan.
4. Menghindari kalimat panjang bertele-tele. Gunakan kalimat pendek dengan pemakaian kata
seperlunya. Sehingga gagasan dapat dicerna dengan baik oleh pembaca.
5. Menggunakan kata rujukan atau referensi.

168

Cara Penulisan Kritik yang Baik dan Benar
1) Menentukan tema atau topik yang akan ditulis atau dikritik
2) Mengumpulkan bahan-bahan referensi pendukung
3) Mengidentifikasi unsur-unsur yang mendukung dan kontra
4) Memilih unsur-unsur yang dapat mendukung tema
5) Memulai untuk menulis kritik
6) Membaca dan melakukan pengeditan ulang untuk revisi
7) Mengirimkan ke media massa cetak

Langkah-langkah membuat EsaI
1. Menentukan tema yang menarik.
2. Melakukan research ( Penelitian ) pengumpulan bahan
3. Membuat outline ( garis besar)
4. Memberikan judul dalam esai tersebut
5. Memulai untuk menulis esai
6. Memperhatikan pemilihan kata

1. Apa yang dimaksud kritik sastra?
A. Sebuah kajian.
B. Ilmu pengetahuan.
C. Karangan yang ditujukan untuk menanggapi suatu hal
D. Sebuah Penelitian
E. Sebuah Karya Sastra

2. Berikut yang merupakan sistematika sastra, kecuali…
A. Fabel
B. Interpretasi
C. Analisis
D. Penelitian
E. Kajian

169

3. Berikut yang merupakan sistematika esai adalah…
A. Pendahuluan, latar belakang, isi.
B. Pendahuluan, tubuh esai, kesimpulan.
C. Latar belakang, isi, kesimpulan.
D. Isi, Latar Belakang, Isi
E. Latar belakang, isi, Pendahuluan

4. Apakah yang dimaksud dengan SPOK?
A. Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan.
B. Speaking, Predikat, Objek, dan Keterangan.
C. Speaking, Place, Objek, dan Keterangan.
D. Subjek, Predikat
E. Objek, Predikat

5. Berikut merupakan kaidah kebahasaan kritik, kecuali…
A. Menekankan pada detail, gaya bahasa bebas.
B. Gaya bahasa bebas, tidak dilengkapi referensi.
C. Bahasa baku sesuai EYD, gaya bahasa menekankan pada argumentasi dan eksposisi, dilengkapi

dengan referensi.
D. Menggunakan Bahasa baku
E. Sesuai denan KBBI
6. Apa saja langkah-langkah dalam membuat esai?
A. Menentukan tema yang menarik - Melakukan research ( Penelitian ) pengumpulan bahan -

Membuat outline ( garis besar) - Memberikan judul dalam esai tersebut - Memulai untuk menulis
esai - Memperhatikan pemilihan kata.
B. Pemilihan tema - pemberian judul.
C. Pemberian judul.
D. menyusun konsep
E. mencari topic

7. Kritik dan esai dibedakan dalam dua hal, yaitu…

170

A. Judul dan bahasa.
B. Berdasarkan pengetahuan yang disajikan dan berdasarkan pandangan penulis.
C. Gaya bahasa dan pandangan penulis.
D. Sudut pandang
E. Isi rangkuman

8. Objek kajian kritik adalah sebuah karya, sementara objek kajian esai adalah…
A. Fakta.
B. Gaya bahasa.
C. Karya atau fenomena.
D. Opini
E. Esai

9. Apa yang dimaksud sinopsis?
A. Judul.
B. Ringkasan karya yang dibahas.
C. Latar.
D. Karya
E. Tulisan

10. Mengapa penulisan esai harus sesuai EYD?
A. Agar terlihat gaul.
B. Agar keren.
C. Agar esai dapat dibaca dan dipahami banyak orang.
D. Agar indah
E. Mudah dilihat

11. Kritik menyajikan…
A. Data objektif.
B. Data proyek.
C. Tidak menyajikan apa-apa.

171

D. Data Wilayah
E. Karya
12. Apa yang dimaksud dalam pendahuluan?
A. Isi dari suatu karangan.
B. berisi latar belakang, informasi, atau identifikasi dari subyek atau obyek yang akan dibahas.
C. Daftar isi.
D. sebuah penelitian
D. sesuatu yang akan dibahas
13. Mengapa dalam kaidah kebahasaan esai menghindari kalimat panjang dan bertele-tele?
A. Agar gaul saja.
B. Agar terkenal banyak orang.
C. gagasan dapat dicerna dengan baik oleh pembaca.
D. Agar mudah dilihat
C. gagasan tidak dapat dicerna
14. Manakah yang merupakan langkah-langkah membuat esai?
A. Menentukan tema yang menarik - Melakukan research ( Penelitian ) pengumpulan bahan -

Membuat outline ( garis besar) - Memberikan judul dalam esai tersebut - Memulai untuk menulis
esai
A. Memperhatikan pemilihan kata.
B. Daftar isi
C. Penutupan
D. Kesimpulan
E. penutup

SOAL URAIAN (ESAY)

1. Hal apa yang diungkapkan dalam kutipan esai di bawah ini!
Beberapa tahun belakangan ini kesenjangan di Indonesia cenderung naik. Kesenjangan tersebut
terlihat dengan adanya berbagai perubahan di negeri ini. Pertama, adanya peningkatan kesenjangan
pemilikan lahan dalam sektor pertanian. Kedua, adanya kesenjangan akses untuk bergabung dalam
aktivitas ekonomi sebagai sumber pendapatan. Misalnya saja di sektor pertanian, banyak petani kecil

172

yang merasa kesulitan untuk mendapatkan kredit. Ketiga, adanya kesenjangan untuk mendapatkan
akses pelayanan dasar bagi masyarakat, contohnya seperti mendapatkan pendidikan dan kesehatan.
2. Buatlah kalimat simpulan esai yang tepat dan sesuai dengan cuplikan esai berrikut ini!
Pada periode awal kepenyairannya, Taufiq Ismail cenderung menekankan citraan visual dalam
menggabarkan pengalaman estetik yang dibentuk oleh pengamatannya yang tajam terhadap momen-
momen penting peristiwa sejarah. Ia mendayagunakan kekuatan bahasa figurative (majas), puisi
yang efektif untuk membangun imajinatif pembaca. Sejak tahun 1970-an hingga periode mutakhir
kepenyairannya, sajak-sajak Taufiq cenderung “prosaik naratif”. Ia menggunakan bahasa diskursif
yang diselingi dengan permainan kata yang indah dan memikat.
3. Apa saja yang termasuk prinsip-prinsip penulisan sebuah kritik sastra?
4. Jelaskan fungsi sebuah kritik!
5. Sebutkan jenis-jenis esai disertai penjelasannya secara ringkas!6) Membaca dan melakukan
pengeditan ulang untuk revisi

173

DAFTAR PUSTAKA

Hirata, Andrea. 2007. Laskar Pelangi. Yogyakarta: Bentang Pustaka. . 2006. Sang Pemimpi.
Yogyakarta: Bentang Pustaka.
Kosasih, Engkos. 2017. Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/MA Kelas X kelompok
Peminatan Bahasa dan Budaya. Jakarta: Erlangga.
Suherli, dkk. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas XII Edisi Revisi ke-2 Tahun 2018. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Wiyatmi. 2009. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
https://luthfan.com/resensi-novel-laskar-pelangi-dan-sang-pemimpi/
Anam, Atfalul dan Pujiati Suyata. 2014. Evaluasi Buku Teks Pelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia
Sma/Smk Berbasis Kurikulum 2013. Volume 2, Nomor 1
Maryanto,dkk. 2017. Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas
XII Semester 2 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Jakarta : Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2015 Dari Internet: https://zuhriindonesia.blogspot.com/2019/09/soal-soal-teks-editorial-
atau-tajuk.html-adalah/ http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-alternatif-pemecahan-
masalah/
Ayu, Mita. 2017. Teks Editorial. Dari http://mithaa-ayu.blogspot.com/2017/08/soal-dan- jawaban-teks-
editorial-essay.html
Christy. 2017. Teks Editorial. Dari http://heichristy.blogspot.com/2017/02/contoh-soal-
tekseditorial.html Kosasih, E. 2007. 1700 Bank Soal Bimbingan Pemantapan Bahasa Indonesia untuk
SMA/MA. Bandung: Yrama Widya.
Suryaman, M., Suherli, & Istiqomah. 2018. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII.
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

174

Kosasih, Engkos. 2017. Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI kelompok
Peminatan Bahasa dan Budaya. Jakarta: Erlangga.
Suherli, dkk. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas XI Revisi Tahun 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Sumiati. 2020. Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia. Makasar: Direktorat SMA, Direktorat
Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN.

175


Click to View FlipBook Version