PJOK - Modul 4. Permainan Kasti 16 Skor perolehan siswa: SP Nilai yang diperoleh siswa: SP/24 X 100 2. Penilaian Keterampilan a. Lembar pengamatan proses gerak dasar memegang, melempar, melambung, menangkap dan memukul bol; b. Tehnik penilaian dengan uji unjuk kerja, instrumen penilaian dan pedoman penskoran; Petunjuk Penilaian Berikan tanda ceklist (√) pada kolom yang sudah disediakan, setiap Ananda menunjukkan atau menampilkan gerak yang diharapkan. Rubrik Penilaian Keterampilan Gerak Spesifik No Indikator Penilaian Hasil Penilaian Baik Cukup Kurang (3) (2) (1) 1 Sikap awalan melakukan gerakan 2 Sikap pelaksanaan melakukan gerakan 3 Sikap akhir melakukan gerakan Skor Maksimal (9) Pedoman Penskoran a. Sikap awalan melakukan gerakan melempar tangkap. Skor baik jika: Gerakan melempar tangkap bola pada kasti: Persiapan: Berdiri Posisi melangkah/posisi jaga, berat badan tertumpu pada kaki belakang, pandangan arah sasaran; Gerakan: Lemparkan bola ke depan bersamaan dengan gerak dari tangan dan badan yang diikuti dengan memindahkan berat badan pada kaki depan, pelepasan bola dari tangan dibantu oleh pergerakan pergelangan tangan yang berfungsi menambah kecepatan dan pengontrolan bola. Akhir gerakan: badan agak condong ke depan, berat badan bertumpu pada kaki belakang, posisi bola dipegang di depan badan Skor Sedang jika: Hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
PJOK - Modul 4. Permainan Kasti 17 Skor Kurang jika: Hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar. b. Sikap pelaksanaan memukul bola kasti. Skor baik: jika posisi kaki kanan tepat berada di belakang dan kaki kiri di depan. Letakan pemukul agar dapat sejajar dengan bahu, posisikan tangan kiri lurus untuk mendapatkan bola secara mendatar. Arahkan pandangan ke arah datangnya bola dan ayunkan pemukul ke depan bola pemukul tepat mengenai bola sehingga bola meluncur lurus mendatar ke depan. Sikap setelah memukul, kayu pemukul tetap mengayun ke depan dan ke samping. Skor Sedang jika: Hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar. Skor Kurang jika: Hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar c. Pengolahan skor 1) Skor maksimum: 9 2) Skor perolehan ananda: SP 3) Nilai keterampilan yang diperoleh ananda: SP/9 X 100 Lembar pengamatan penilaian hasil gerak melempar tangkap bola dan memukul pada permainan kasti. 1) Penilaian hasil gerak dasar lempar tangkap bola. Tahap pelaksanaan pengukuran. Penilaian hasil/produk keterampilan gerak spesifik lempar tangkap bola dilakukan Ananda 15 kali dengan dengan cara: Mula-mula ananda berdiri di lapangan secara berpsangan. Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” Ananda mulai melakukan lempartangkap bergantian. Petugas menghitung dan mencatat hasilnya; Jumlah lempar tangkap yang berhasil dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor.
PJOK - Modul 4. Permainan Kasti 18 Konversi jumlah ulangan dengan skor Perolehan Nilai Predikat Nilai Klasifikasi Nilai Putera Puteri 14 - 15 kali 14 - 15 kali 86 - 100 Sangat Baik 12 – 13 kali 10 – 13 kali 71 - 85 Baik 9 – 11 kali 7 – 9 kali 56 - 70 Cukup ........ ≤ 8 kali ........ ≤ 6 kali ........ ≤ 55 Kurang 2) Penilaian hasil dasar pukulan bola kasti. Tahap pelaksanaan pengukuran Penilaian hasil/produk gerak spesifik pukukan bola kasti dilakukan ananda selama 10 kali dengan dengan cara: Dengan berpasangan, ananda berdiri saling berhadapan. Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” Ananda mulai melakukan pukulan dan satu teman Ananda melempar/memeberikan bola sebagai pelambung. Petugas menghitung hasil pukulan bola dilakukan Ananda dari 10 lemparan pelambung. Konversi jumlah pukulan dengan skor Perolehan Nilai Predikat Nilai Klasifikasi Nilai Putera Puteri 8-10 pukulan 7-10 pukulan 86 - 100 Sangat Baik 6 – 7 pukulan 5 – 6 pukulan 71 - 85 Baik 4 - 5 pukulan 3 – 4 pukulan 56 - 70 Cukup ....... ≤ 3 pukulan ...... ≤ 2 pukulan ........ ≤ 55 Kurang
PJOK - Modul 4. Permainan Kasti 19 A. Glosarium Abstrak adalah benda yang kasat mata, tidak jelas, dan tidak terdefinisi Afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Efektif cara mencapai suatu tujuan dengan waktu yang cepat Efisien cara mencapai tujuan dengan sumber daya minimal namun hasil Faktual kejadian yang bersifat nyata Fasilitas sarana untuk melancarkan pelaksanaan Fundamental bersifat mendasar Gotong royong bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan Inspirator memberikan ilham atau petujuk Kognitif kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual. Kombinasi menggabungkan beberapa obyek Konkrit nyata Konseptual sebuah fakta atau data yang sudah di proses agar lebih mudah di fahami Korektor pemeriksa yang adil dan obyektif Modifikasi merubah sesuatu agar lebih menarik Modul paket belajar yang berisisatu unit materi pembelajaran Motivator memberikan dorongan agar lebih semangat dalam belajar Prosedural sifat bahan yang kembali dengan sendirinya ke bentuk semula Psikomotor menitikberatkan kepada kemampuan fisik dan kerja otot Ranah Bagian atau elemen Rileks Santai tidak kaku Sportif bersifat ksatria, jujur Teloransi saling menghormati dan menghargai
PJOK - Modul 4. Permainan Kasti 20 B. Kunci Jawaban Tugas 1. Pengertian permainan bola kasti adalah suatu permainan yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri dari 12 orang 2. 12 orang 3. Bola, pemukul, tiang/bendera, lapangan dan pemukul. 4. Menangkap, melempar, memukul dan berlari 5. Pelambung Tes Akhir Modul Penilaian Pengetahuan 1. Melempar, memukul, menangkap, berlari 2. Menangkap bola datar/lurus, bola melambung, bola menyusur tanah 3. Persiapan a. berdiri dengan posisi kaki melangkah menghadap arah lemparan; b. tangan yang akan melempar ke belakang dengan sikutnya membentuk sudut berat tertempu pada kaki belakang; c. pandangan pada arah sasaran. Gerakan a. lemparkan bola ke depan bersamaan dengan gerak dari tangan dan badan yang diikuti dengan memindahkan berat badan pada kaki depan; b. pelepasan bola dari tangan dibantu oleh pergerakan pergelangan tangan yang berfungsi menambah kecepatan dan pengontrolan bola; c. arah bola datar. Akhir gerakan a. badan agak condong ke depan; b. berat badan bertumpu pada kaki belakang; c. posisi bola dipegang di depan badan. 4. Persiapan: a. berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu; b. kedua lengan di depan siap menangkap bola;
PJOK - Modul 4. Permainan Kasti 21 c. kedua lutut agak direndahkan; d. pandangan ke arah datangnya bola. Gerakan: a. setelah bola masuk ke dalam kedua telapak tangan segera ditutup dan segera dipegangnya untuk siap dilemparkan kembali; b. saat menangkap bola ikuti arah gerak bola dengan menarik lengan dan kaki ke belakang. Akhir gerakan: a. bola dipegang oleh kedua tangan di depan badan; b. berat badan tertumpu pada kaki belakang; c. pandangan ke depan. 5. Posisikan kaki kanan tepat berada di belakang dan kaki kiri di posisi depan. a. Letakan pemukul agar dapat sejajar dengan bahu anda; b. Posisikan tangan kiri lurus untuk mendapatkan bola secara mendatar; c. Arahkan pandangan ke arah datangnya bola dan ayunkan pemukul ke depan bola; d. Pemukul tepat mengenai bola sehingga bola meluncur lurus, mendatar ke depan; e. Sikap setelah memukul, kayu pemukul tetap mengayun ke depan dan ke samping. 6. Persiapan gerak a. berdiri posisi melangkah/posisi jaga; b. berat badan tertumpu pada kaki belakang; c. pandangan arah sasaran. Gerakan a. lemparkan bola ke depan melalui samping badan dengan tangan bersamaan gerak badan, yang diikuti dengan memindahkan berat badan pada kaki depan; b. pelepasan bola dari tangan dibantu oleh pergerakan; c. pergelangan tangan berfungsi menambah kecepatan dan pengontrolan bola; d. Arah bola datar kurang lebih setinggi pinggang. Akhir gerakan a. setelah bola lepas dari tangan, langkahkan kaki belakang ke depan, b. berat badan tertumpu pada kaki depan.
PJOK - Modul 4. Permainan Kasti 22 Lutan. Rusli dan Hartoto. 2004. Pendidikan Kebugaran Jasmani: Orientasi Pembinaan di Sepanjang Hayat. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Olahraga. Muhajir. 2016. Buku Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan. Kemendikbud Tim penyusunan Bahan Ajar. 2010. Buku Bahan Ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. https://informazone.com/artikel/variasi-lapangan-alatk-dalam-permainan-bulutangkis https://www.jurnalponsel.com/ Keterampilan- pegangan- forehand https://kitchenuhmaykoosib.com/tehnik-dasar-bulutangkis/ https://www.contekan.net/2019/08/Tehnik-peganagan-backhand docplayer.info.com : Keterampilan-memukul-datar-kasti
PJOK - Bulu Tangkis ii DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar Isi ii Daftar Gambar iii A. Deskripsi Singkat 1 B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 2 C. Petunjuk Belajar 2 D. Peran Guru dan Orang Tua 4 A. Indikator Pencapaian Kompetensi 5 B. Uraian Materi Permainan Bulu tangkis.......................................................... 6 C. Aktivitas Pembelajaran Permainan Bulu Tangkis 8 D. Tugas 15 A. Rangkuman 16 B. Tes Akhir Modul 17 Lampiran 21 Daftar Pustaka 25 I. Pendahuluan II. Kegiatan Belajar : Bulutangkis III. Penutup
DAFTAR ISI Gambar 5.1 Lapangan Bulu tangkis 7 Gambar 5.2. Raket dan Shuttlecock 7 Gambar 5.3. Jenis pegangan forehand 8 Gambar 5.4. Pegangan backhand grip 9 Gambar 5.5. Melambung-lambungkan bola 9 Gambar 5.6. Servis forehand pendek 10 Gambar 5.7. Servis back hand pendek 11 Gambar 5.8. Servis forehand 11 Gambar 5.9. Servis forehand tanpa dan pakai net 12 Gambar 5.10. pukulan forehand 13 Gambar 5.11. Keterampilan memukul lob overhead 14 Gambar 5.12. Bermain 3 lawan 3 15 PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis iii
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 1 BULU TANGKIS Salam olahraga! Sumber belajar yang utama di SMP Terbuka adalah modul. Melalui modul Ananda dapat mempelajarisetiap mata pelajaran secara mandiri maupun kelompok. Tetaplah bersemangat agar modul tersebut dapat Ananda selesaikan dengan baik secara keseluruhan dan memperoleh hasil yang memuaskan. Pada Modul materi Bulu tangkisini, Ananda akan mempelajari gerak spesifik cara memegang Raket Forehand, Backhand, keterampilan service dan keterampilan pukulan bulu tangkis. Setelah mempelajari modul ini di harapakan Ananda dapat menerapkannya dan dapat bermain bulu tangkis dengan baik sehingga akan menjadi atlit bulu tangkis yang berprestasi. Dengan mempelajari modul ini, diharapkan Ananda dapat membiasakan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, mencerminkan sikap dan perilaku sportif dalam bermain, bertanggung jawab dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran menjaga keselamatan dirisendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, menghargai perbedaan karakteristik individual, menunjukkan kemauan kerjasama dalam berbagai aktivitas fisik. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan modul VII./05 ini adalah 6x40 menit belum termasuk untuk menyelesaikan tugas-tugas. Ingat, pelajari dulu petunjuk dan langkah-langkah yang harus Ananda lakukan sebelum mempelajari modul ini. Dan jangan lupa Ananda harus melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan pembelajaran agar tidak terjadi cedera otot. A. Deskripsi Singkat
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 2 Amati dan cari informasi tentang variasi dan kombinasi keterampilan dasar bulu tangkisseperti keterampilan permainan bulu tangkis, manfaat bermain bulu tangkis dari modul ini atau sumber lain seperti menonton pertandingan bulu tangkis dilayar televisi atau kepada teman kamu yang suka bermain bulu tangkis. Secara bergantian Ananda saling bertukar pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan keterampilan dasar bermain bulu tangkis seperti manfaat keterampilan dasar memegang raket, melambung lambungkan cock dengan forehand Dalam mempelajari modul ini agar diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Belajar dengan modul keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan Ananda dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah belajarnya. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, baik di TKB atau di luar TKB. 3. Langkah-langkah yang perlu Ananda ikuti secara berurutan dalam mempelajari modul ini adalah sebagai berikut: a. Usahakan Ananda memiliki buku paket Pendidikan Jasmani Kelas VII sebagai bahan pengayaan atau pendalaman materi, karena dalam modul ini diutamakan pada materi esensial/materi pokok/materi utama. b. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat dalam modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. c. Bila dalam mempelajari materi tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman-teman yang lain. Dan bila belum terpecahkan sebaiknya Ananda tanyakan pada guru pamong di TKB atau guru bina pada waktu tatap muka. d. Setelah Ananda merasa memahami materi pelajaran tersebut, kerjakanlah tugas-tugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis Ananda. e. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Dan bila ada jawaban yang belum betul, pelajarisekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik Ananda berhak mengikuti tes akhir modul yang diselenggarakan oleh guru bina atau guru pamong. C. Petunjuk Belajar
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 3 Teruntuk Bapak/Ibu Orang Tua peserta didik, berkenan Bapak/Ibu dapat meluangkan waktunya untuk mendengarkan dan menampung serta membantu memecahkan permasalahan belajar yang dialami oleh Ananda peserta didik. Jika permasalahan belajar tersebut belum dapat diselesaikan, arahkanlah Ananda peserta didik untuk mencatatkannya dalam buku catatan mereka untuk didiskusikan bersama teman maupun Bapak/Ibu Guru mereka saat jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung. Teruntuk Bapak/Ibu Guru, modul ini disusun dengan orientasi aktivitas peserta didik dan setiap modul dirancang untuk dapat mencakup satu atau lebih pasangan kompetensikompetensi dasar yang terdapat pada kompetensi inti 3 (pengetahuan) dan kompetensi inti 4 (keterampilan). Setiap peserta didik diarahkan untuk dapat mempelajari modul ini secara mandiri, namun demikian mereka juga diharapkan dapat menuliskan setiap permasalahan pembelajaran yang ditemuinya saat mempelajari modul ini dalam buku catatan mereka. Berkenaan dengan permasalahan-permasalahan tersebut, diharapkan Bapak/Ibu Guru dapat membahasnya dalam jadwal kegiatan pembelajaran yang telah dirancang sehingga Ananda peserta didik dapat memahami kompetensi-kompetensi yang disiapkan dengan tuntas. SELAMAT BELAJAR
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 4 Ananda diminta untuk membaca tentang pengertian dan asal-usul bulu tangkis berikut ini. Bulu tangkis adalah permainan yang dimainkan oleh satu orang yang disebut dengan tunggal dan dimainkan oleh 2 pasangan yang disebut dengan ganda yang saling berlawanan, permainan bulu tangkis adalah permainan yang sangat banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia dan mengunakan peralatan raket, shuttlecock (bulu) dan cara memainkannya memukul bola dan melempar kedaerah lawan dan menangkisnya dan mengembalikan bola kedaerah lawan agar kita dapat point. Ada juga menurut ahli tentang Pengertian bulu tangkis dari Herman Subardjah (1999:13) permainan badminton adalah permainan yang mempunyaisifat individu yang bisa dikerjakan dengan keterampilan satu orang melawan satu orang atau dua orang melawan dua orang. Dalam urusan ini permainan badminton mempunyai destinasi bahwa seseorang pemain berjuang menjatuhkan shuttlecock di wilayah permainan lawanan dan berusaha supaya lawan tidak bisa memukulshuttlecocok dan menjatuhkan di wilayah sendiri. Dari M.L Johnson (1984: 5) badminton atau bulu tangkis dapat disebutkan sebagai olahraga hiburan dan pertandingan yang di gemari tua muda di semua dunia. Tidak bisa dipungkiri bahwa permainan olahraga bulu tangkis selain guna olahraga dapat pula dijadikan di antara objek yang memiliki banyak manfaat. Menurut sejarah, permainan bulu tangkis berasal dari permainan yang bernama Poona dan berasal dari India. Oleh beberapa perwira tentara Kerajaan Inggris yang menjajah India pada waktu itu, permainan ini dibawa ke Inggris dan dikembangkan disana. B. Uraian Materi Permainan Bulutangkis
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 5 Pada tahun 1873, permainan ini dimainkan ditaman istana milik Duke de Beaufort di Badminton Gloucerter Shore, hingga karenanya permainan ini kemudian diberi nama badminton. Badminton atau bulu tangkis kemudian berkembang dibanyak negara dan masuk ke Indonesia dibawa oleh orang-orang Belanda. Tujuan permainan bulu tangkis adalah untuk mendapatkan nilai dengan cara mengembalikan atau memukul shutlle cock demikian rupa sehingga shutlle cock jatuh ke area bermain lawan dan atau lawan tidak dapat mengembalikannya dengan baik, seperti shutlle cock bersarang di net atau shutlle cock dipukul keluar lapangan permainan atau tidak dapat melewati net. Beberapa keterampilan dasar permainan bulu tangkis yang harus di kuasai pada modul semester 1 ini, yakni: keterampilan pegangan raket, service, pukulan (stroke), dan beberapa variasi pukulan dalam bulu tangkis. Ukuran Lapangan dan alat Bulu tangkis 1. Ukuran lapangan: a. Panjang lapangan : 13,40 m b. Lebar lapangan : 6,10 m c. Net ini memiliki tinggi : 1,5 m d. Ukuran dari net adalah : 0.75 m 2. Alat alat Bulu tangkis
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 6 1. Variasi dan Kombinasi Keterampilan Dasar Memegang Raket Ada beberapa keterampilan dasar memegang raket yaitu 1) Forehand grip 2) Backhand grip Coba lakukan keterampilan pegangan Forehand grip dan siapkan raket Ananda! 1) Pegangan forehand grip: a) Peganglah raket seolah-olah Ananda itu berjabatan tangan dengan ringan. Memegangnya harus dilakukan dalam posis miring b) Gunakan tiga jari (jari tengah, jari manis, dan jari kelingking) untuk menggenggam raket, sedangkan jari telunjuk ditempatkan agak terpisah dari ketiga jari tersebut c) Selanjutnya pada saat memegang bagian pegangan raket, pastikan ibu jari dan telunjunk membentuk celah berbentuk huruf V. Sumber https://www.jurnalponsel.com/ Gambar 5.3. Jenis pegangan forehand 2) Pegangan backhand grip: a) Pegang raket seperti pada pegangan forehand b) Putar raket berlawanan arah jarum jam sehingga bentuk V bergerak ke kiri. c) Tempatkan ibu jari pada bevel belakang pegangan untuk pengungkitan dan kekuatan yang lebih besar. d) Pegangan raket juga harus diletakkan dengan longgar di jari-jari. C. Aktivitas Pembelajaran Permainan Bulutangkis
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 7 Sumber gambar : Sumber https://www.jurnalponsel.com/ Gambar 5.4: pegangan backhand grip 2. Aktivitas melambung lambungkan kok dengan raket: Coba siapkan raket Ananda dengan shuttlecock! a) Persiapan: 1) berdiri kedua kaki dibuka selebar bahu 2) salah satu tangan memegang raket dengan pegangan forehand dan tangan yang satunya memegang shuttlecock 3) pandangan kearah bola b) Gerakan: 1) lambungkan bola menggunakan tangan yang memegang shuttlecock, saat bola turun sejajar dada pukul shuttlecock, hingga memantul ke atas 2) lakukan gerakan ini berulang-ulang secara perorangan atau kelompok, ditempat dan dilanjutkan sambil berjala maju-mundur 3) untuk menanamkan nilai rasa tanggung jawab, sportifitas, kejujuran, dan kerja sama.
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 8 3. Aktivitas keterampilan dasar servis Untuk memulai permainan bulu tangkis harus dilakukan servis ada berberapa servis diantaranya: a) Servis forehand pendek; 1) Pada servis forehand jenis pendek ini shuttlecock dipukul pendek agar lawan tidak bisa melakukan pukulan smash, 2) Shuttlecock dipukul pendek dengan harapan agar shuttlecock jatuh tipis di dekat garis servis, 3) Dalam memukul shuttlecock dilakukan secara pelan dengan sedikit membengkokkan siku dan agak sedikit memiringkan badan, 4) Arah servis yang bervariasi dapat mengecoh antisipasi lawan, 5) Gunakan kok dalam jumlah yang cukup banyak untuk melatih servis ini dengan melakukannya secara berulang-ulang. Sumber gambar : http://www.tutorialolahraga.com/2015/06/ Gambar 5.6. servis forehand pendek b) Servis backhand pendek: 1) Berdiri dengan kaki sedikit terbuka, dalam servis jenis ini shuttlecock dipukulsecara tipis diatas net dengan harapa lawan tidak dapat melakukan pukulan pada shuttlecock. Jika anda menggunakan tangan kanan, maka dalam melakukan servis ini kaki kanan berada di depan dan kaki kiri di belakang. 2) Pukul shuttlecock secara perlahan dengan memperhatikan posisi atau keberadaan lawan, dan usahakan agar bola servis tersebut menyulitkan lawan untuk melakukan pukulan atau serangan.
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 9 Sumber gambar: https://www.google.com Gambar 5.7. Servis backhand pendek c) Keterampilan dasar servis panjang forehand 1) Persiapan (a) raket dipegang dengan posisi Forehand, berdiri sikap melangkah dan bola dipegang sebatas pinggang. (b) Berat badan pada kaki belakang dan tangan yang memegang raket di belakang, pergelangan tangan ditekuk. 2) Gerakan Pindahkan berat badan ke depan bersamaan raket diayun ke depan ke arah jatuhnya bola, kontak raket dengan bola pada ketinggian lutut. 3) Akhir gerakan (a) Raket mengarah ke atas lurus dengan arah gerakan bola, pinggul dan bahu diputar ke depan, pandangan mengikuti arah bola. (b) Arah bola melambung tinggi dan jauh. Gambar 5.8. Servis forehand
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 10 Gambar 5.9. Servis forehand tanpa dan pakai net d) Mempraktikkan servis panjang Forehand berpasangan dan berhadapan tanpa net, dilanjutkan menggunakan net 1) Servis panjang tanpa net: (a) Persiapan (b) berdiri pada lapangan bulu tangkis, masing-masing pemain memegang raket dengan pegangan forehand, badan agak condong ke depan (c) pandangan kearah depan 2) Gerakan (a) Pemain 1 mempraktikkan servis ke pemain 2 (b) Pemain 2menangkap bola dan kembalikan bola pada pemain 1 dengan keterampilan servis, awal pembelajaran dilakukan di tempat dan berikutnya dilakukan bergerak ke kenan dan kiri lapangan, Lakukan seterusnya, hingga menguasai. (c) Untuk menanamkan nilai-nilai tanggung jawab sportifitas, kerjasama dan percaya diri. 4. Aktivitas Pembelajaran pukulan pada Bulu tangkis a) Pukulan forehand grip 1) Persiapan Lakukan posisi siap berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, posisi badan menghadap net, Raket dipegang di depan ke arah forehand dari kepala raket hampir sejajar bahu, kedua lutut agak direndahkan.
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 11 2) Gerakan (a) Saat bola akan datang, pindahkan kaki kanan ke belakang (memukul dengan tangan kanan) bersamaan mengangkat raket ke atas. Posisi raket di belakang kepala dan bahu serta tangkai raket menghadap ke bawah, Saat bola akan menyentuh kepala raket segera pindahkan kembali kaki kanan ke depan berat badan tertumpu pada kaki kiri. Badan menghadap ke arah gerakan serta lengan mulai bergerak ke atas lurus dengan pergelangan tangan diputar ke dalam. (b) Pada saat bola menyentuh kepala raket, pergelangan tangan dan bidang raket lurus. 3) Akhir gerakan (a) Kepala raket mengayun ke bawah dengan pergelangan tangan sejajar dada dan raket menyilang di sebelah kiri badan. (b) Pandangan mengikuti arah gerakan bola dan kembali pada Kegiatan persiapan (sikap awal). Gambar. 5.10. Pukulan forehand b) Memukul bola menggunakan keterampilan forehand lob overhead: 1) Persiapan (a) Lakukan posisi siap berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, posisi badan menghadap net, raket dipegang di depan ke arah forehand dari kepala raket hampir sejajar bahu. (b) Kedua lutut agak direndahkan. 2) Gerakan (a) Saat bola akan datang, pindahkan kaki kanan ke belakang (memukul dengan tangan kanan) bersamaan mengangkat raket ke atas. Posisi raket di belakang kepala dan bahu serta tangkai raket menghadap ke bawah. (b) Saat bola akan menyentuh kepala raket segera pindahkan kembali kaki kanan ke depan berat badan tertumpu pada kaki kiri. Badan menghadap ke arah gerakan serta lengan mulai bergerak ke atas lurus
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 12 dengan pergelangan tangan diputar ke dalam. (c) Pada saat bola menyentuh kepala raket, pergelangan tangan dan bidang raket lurus. 3) Akhir gerakan (a) Kepala raket mengayun ke bawah dengan pergelangan tangan sejajar dada dan raket menyilang di sebelah kiri badan. (b) Pandangan mengikuti arah gerakan bola dan kembali pada Kegiatan persiapan (sikap awal). Sumber : http://www.kabarsport.com Gambar 5.11. Keterampilan memukul lob overhead c) Memukul bola menggunakan keterampilan forehand lob overhead, bola dilambung teman 1) Persiapan (a) berdiri kedua kaki posisi melangkah baik pemukul atau pelambung (b) salah satu tangan memegang raket dengan pegangan forehand (c) badan agak condong ke depan, pandangan kearah bola 2) Gerakan (a) setelah bola dilambung oleh pelambung yang mempraktikkan pukulan melangkahkan/menarik kaki depan ke belakang bersamaan raket di angkat ke atas, saat bola turun pukul shuttlecock kea rah pelambung (b) lakukan gerakan ini berulang-ulang secara berpasangan atau kelompok bergantian, di tempat dan dilanjutkan sambil berjalan maju-mundur (c) untuk menanamkan nilai rasa tanggung jawab, sportifitas, kejujuran, dan kerja sama. d) Bermain 3 lawan 3 menggunakan keterampilan pukulan forehand overhead
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 13 1) Persiapan (a) berdiri pada lapangan bulu tangkis yang sudah terpasang net/tali pada tengah-tengah lapangan, (b) masing-masing kelompok 3 orang pemain (c) masing-masing pemain memegang raket dengan pegangan forehand (d) badan agak condong ke depan, pandangan kearah depan 2) Gerakan (a) diawali dengan melambungkan shuttlecock ke seberang lapangan melalui atas net/tali (b) setelah bola melewati net/tali, maka yang diseberang lapangan wajib mengembalikan shuttlecock, dengan keterampilan pukulan forehand overhead kearah teman main yang melambung, (c) dan lakukan gerakan inisecara terus menerus, gerakan dilakukan secara kelompok/beregu, untuk menanamkan nilai rasa tanggung jawab, sportifitas, kejujuran, dan kerja sama. Gambar 5.12. Bermain 3 lawan 3 1. Apa yang di maksud dengan permainan bulu tangkis! 2. Jelaskan asal usul permainan bulu tangkis! 3. Sebutkan jenis alat yang di perlukan dalam permainan bulu tangkis! 4. Sebutkan 3 keterampilan dasar permainan bulu tangkis! 5. Sebutkan 2 jenis pegangan pada permainan bulu tangkis! C. Tugas
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 14 A. Rangkuman Ditinjau dari sejarahnya, permainan bulu tangkis berasal dari permainan yang bernama Poona dan berasal dari India. Oleh beberapa perwira tentara Kerajaan Inggris yang menjajah India pada waktu itu, permainan ini dibawa ke Inggris dan dikembangkan disana. Pada tahun 1873, permainan ini dimainkan ditaman istana milik Duke de Beaufort di Badminton Gloucerter. Bulu tangkis adalah permainan yang dimainkan oleh satu orang yang disebut dengan permainan tunggal, dan apabila dimainkan oleh 2 pasangan disebut dengan ganda yang saling bermain saling berlawanan. Permainan bulu tangkis adalah permainan yang sangat banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia. Alat yang digunakan yaitu raket, dan shuttlecock (bulu). Cara memainkannya yaitu dengan cara memukul shuttlecock ke daerah lawan dan sehingga lawan tidak mampu mengembalikannya; apabila lawan mampu mengembalikan pukulan maka shuttlecock tersebut harus dikembalikan ke daerah lawan sampai lawan tidak mampu mengembalikan lagi. Apabalia lawan tidak dapat mengembalikan shutle cock, atau shuttle coknya keluar dan atau menyangkut di net maka disitulah cara mendapatkan poinnya.
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 15 B. Tes Akhir Modul 1. Penilaian Pengetahuan Keterampilan penilaian Ujian Tulis Instrumen Penilaian dan Pedoman Penskoran No Aspek dan Soal Uji Tulis Jawaban Fakta 1 Sebutkan berbagai keterampilan dasar pegangan raket pada bulu tangkis! 2 Sebutkan berbagai keterampilan dasar servis permainan bulu tangkis! Konsep 3 Jelaskan berbagai keterampilan dasar pegangan raket pada bulu tangkis! 4 Jelaskan berbagai keterampilan dasar servis pada bulu tangkis! 5 Prosedur Jelaskan cara melakukan gerak dasar forehand grip! Jelaskan cara melakukan servis forehand permainan bulu tangkis. 6 Pedoman penskoran - Penskoran Skor 4, jika penjelasan benar dan lengkap Skor 3, jika penjelasan benar tetapi kurang lengkap Skor 2, jika sebagian penjelasan tidak benar dan kurang lengkap Skor 1, jika hanya sebagian penjelasan yang benar dan tidak lengkap - Pengolahan skor Skor maksimum: 24 Skor perolehan siswa: SP Nilai sikap yang diperoleh siswa: SP/24 X 100
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 16 ) 2. Penilaian Keterampilan 1) Lembar pengamatan proses gerak dasar servis forehand, servise back hand dan dan pukulan forehand dan pukulan backhand. 2) Keterampilan penilaian dengan Uji Unjuk Kerja, Instrumen Penilaian dan Pedoman Penskoran. 3) Ananda diminta untuk melakukan servise forehand dan backhand, pukulan forehand dan pukulan backhand yang dilakukan berpasangan, berkelompokatau dalam bentuk bermain. Petunjuk Penilaian Berikan tanda cek ( pada kolom yang sudah disediakan, setiap Ananda menunjukkan atau menampilkan gerak yang diharapkan. Rubrik Penilaian Keterampilan Gerak Spesifik No Indikator Penilaian Hasil Penilaian Baik Cukup Kurang (3) (2) (1) 1 Sikap awalan melakukan gerakan 2 Sikap pelaksanaan melakukan gerakan 3 Sikap akhir melakukan gerakan Skor Maksimal (9) Pedoman Penskoran - Sikap Awalan Melakukan Gerakan servis forehand Skor baik jika : Pada servis forehand jenis pendek ini shuttlecock dipukul pendek agar lawan tidak bisa melakukan pukulan smash, Shuttlecock dipukul pendek dengan harapan agar shuttlecock jatuh tipis di dekat garis servis, dalam memukul shuttlecock dilakukan secara pelan dengan sedikit membengkokkan siku dan agak sedikit memiringkan badan. Skor Sedang jika : Hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor Kurang jika : Hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar. - Sikap Pelaksanaan pukulan forehand over head Skor baik jika Saat bola akan datang, pindahkan kaki kanan ke belakang (memukul
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 17 dengan tangan kanan) bersamaan mengangkat raket ke atas. Posisi raket di belakang kepala dan bahu serta tangkai raket menghadapke bawah. Saat bola akan menyentuh kepala raket segera pindahkan kembali kaki kanan ke depan berat badan tertumpu padakaki kiri. Badan menghadap ke arah gerakan serta lengan mulaibergerak ke atas lurus dengan pergelangan tangan diputar ke dalam. Pada saat bola menyentuh kepala raket, pergelangan tangan dan bidang raket lurus. Skor Sedang jika : Hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar. Skor Kurang jika : Hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar - Sikap Akhir Melakukan Gerakan Skor baik jika : Pandangan mata ke arah lepasnya/dorongan bola. Badan sedikit dicondongkan ke depan dan beratnya terletak di antara kedua kaki kaki yang menyepak bola berada di depan menghadap ke bawah dengan posisi badan rileks. Skor Sedang jika : Hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor Kurang jika : Hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar. Pengolahan skor - Skor maksimum : 9 - Skor perolehan Ananda : SP - Nilai keterampilan yang diperoleh siswa : SP/9 X 100 Lembar pengamatan penilaian hasil gerak dasar servis, pukulan back hand dan pukulan over head dalam permainan . 1) Penilaian hasil gerak dasar servis forehand an back hand. - Tahap pelaksanaan pengukuran Penilaian hasil/produk keterampilan gerak spesifik servis forehand dan back hand dilakukan Ananda 15 kali dengan dengan cara : Mula-mula Ananda berdiri di lapngan bulu tangkis. Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” Ananda mulai melakukan servis forehand dan back hand secara bergantian ke kotak sasaran lapangan sebelah. Petugas menghitung dan mencata hasil pukulan servis dilakukan oleh Ananda.
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 18 Jumlah ulangan/pantulan bola yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor. - Konversi jumlah ulangan dengan skor Perolehan Nilai Predikat Nilai Klasifikasi Nilai Putera Puteri 14 - 15 kali 14 - 15 kali 86 - 100 Sangat Baik 12 – 13 kali 10 – 13 kali 71 - 85 Baik 9 – 11 kali 7 – 9 kali 56 - 70 Cukup ........ ≤ 8 kali ........ ≤ 6 kali ........ ≤ 55 Kurang 2) Penilaian hasil dasar pukulan forehand - Tahap pelaksanaan pengukuran Penilaian hasil/produk gerak spesifik pukukan forehand dan back hand dilakukan Ananda selama 60 detik dengan dengan cara: Dengan berpasangan , kedua siswa berdiri di masing masing kotak lapangan berbeda, Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” siswa mulai melakukan pukulan forehand dan back hand . Petugas menghitung pukulan forehand dan back hand yang dilakukan oleh Ananda. Jumlah pukulan yang di peroleh selam 60 detik dicatat untuk diberikan skor. - Konversi jumlah pukulan dengan skor Perolehan Nilai Predikat Nilai Klasifikasi Nilai Putera Puteri …… ≥ 21 pukulan …… ≥ 20 pukulan 86 - 100 Sangat Baik 16 – 20 pukulan 14 – 19 pukulan 71 - 85 Baik 11 – 15 pukulan 9 – 13 pukulan 56 - 70 Cukup ....... ≤ 10 pukulan ...... ≤ 8 pukulan ........ ≤ 55 Kurang
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 19 A. Glosarium Abstrak benda yang kasat mata, tidak jelas, dan tidak terdefinisi Afektif ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Efektif cara mencapai suatu tujuan dengan waktu yang cepat Efisien cara mencapai tujuan dengan sumber daya minimal namun hasil Faktual kejadian yang bersifat nyata Fasilitas sarana untuk melancarkan pelaksanaan Fundamental bersifat mendasar Gotong royong bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan Inspirator memberikan ilham atau petujuk Kognitif kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual. Kombinasi menggabungkan beberapa obyek Konkrit nyata Konseptual sebuah fakta atau data yang sudah di proses agar lebih mudah di fahami Korektor pemeriksa yang adil dan obyektif Modifikasi merubah sesuatu agar lebih menarik Modul paket belajar yang berisisatu unit materi pembelajaran Motivator memberikan dorongan agar lebih semangat dalam belajar Prosedural sifat bahan yang kembali dengan sendirinya ke bentuk semula Psikomotor menitikberatkan kepada kemampuan fisik dan kerja otot Ranah bagian atau elemen Rileks santai tidak kaku Sportif bersifat ksatria, jujur Teloransi saling menghormati dan menghargai
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 20 B. Kunci Jawaban Tugas 1. permainan yang dimainkan oleh satu orang yang disebut dengan tunggal dan di mainkan oleh 2 pasangan yang disebut dengan ganda yang saling berlawanan 2. Berasal dari Poona India 3. Raket, kok, lapangan, net 4. Service, smahs, lob 5. Forehand grip, back hand grip Test akhir modul a. Penilaian Pengetahuan 1. Gerak dasarspesifik pegangan raket : a) forehand b) backhand 2. macam servise pada bulu tangkis : a) servis forehand pendek b) servis forehand jauh c) servis backhand pendek d) servis back jauh 3. jenis pegangan raket : a) Pegangan forehand adalah : diayun dari belakang badan kita dengan arah depan raket dan telapak tangan kita menghadap kok b) Pegangan Backhand adalah : Ayuna dari belakang badan kita dengan arah depan raket dan telapak tangan membelakangi kok 4. Keterampilan dasar servis a) servis pendek : servis pendek adalah servis di mana kok melintas tipis melewati net b) servis jauh : servis jauh adalah servis di mana kok melintas melewati net dan jauh ke belakang 5. cara melakukan forehand : a) Persiapan Lakukan posisi siap berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, posisi badan menghadap net, raket dipegang didepan kearah forehand dari kepala raket hampir sejajar bahu. Kedua lutut agak direndahkan.
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 21 b) Gerakan Saat bola akan datang, pindahkan kaki kanan ke belakang (memukul dengan tangan kanan) bersamaan mengangkat raket ke atas. Posisi raket di belakang kepala dan bahu serta tangkai raket menghadap ke bawah. Saat bola akan menyentuh kepala raket segera pindahkan kembali kaki kanan ke depan berat badan tertumpu pada kaki kiri. Badan menghadap ke arah gerakan serta lengan mulai bergerak ke atas lurus dengan pergelangan tangan diputar ke dalam. Pada saat bola menyentuh kepala raket, pergelangan tangan dan bidang raket lurus. c) Akhir gerakan Kepala raket mengayun ke bawah dengan pergelangan tangan sejajar dada dan raket menyilang di sebelah kiri badan. Pandangan mengikuti arah gerakan bola dan kembali pada Kegiatan persiapan (sikap awal). 6. Cara melakukan servis forehand Pada servis forehand jenis pendek ini shuttlecock dipukul pendek agar lawan tidak bisa melakukan pukulan smash, Shuttlecock dipukul pendek dengan harapan agar shuttlecock jatuh tipis di dekat garis servis, Dalam memukul shuttlecock dilakukan secara pelan dengan sedikit membengkokkan siku dan agak sedikit memiringkan badan, Arah servis yang bervariasi dapat mengecoh antisipasi lawan, Gunakan kok dalam jumlah yang cukup banyak untuk melatih servis ini dengan melakukannya secara berulang-ulang.
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 22 Kami ucapkan selamat, karena Ananda telah berhasil menyelesaikan kegiatan pembelajaran pada modul ini. Mudah-mudahan keberhasilanmu dapat mendorong semangatmu untuk terus belajar melalui modul-modul ini. Nah, selesai sudah latihan kita untuk melakukan materi bulu tangkis. Semoga latihanmu dapat lebih memberikan kepahaman untuk materi bulu tangkis yang dipelajari pada modul ini. Untuk selanjutnya, ikutilah latihan berikut melalui modul ini. Tapi ingat, setiap akan melakukan kegiatan olahraga Ananda harus terlebih dahulu pemanasan yang cukup. Jika latihan yang Ananda lakukan belum menguasai usahakan agar Ananda dapat mengulang-ulang latihan sehingga nilai yang Ananda peroleh bisa mencapai hasil yang baik. Selamat melanjutkan pada modul berikut !
PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 23 Lutan. Rusli dan Hartoto. 2004. Pendidikan Kebugaran Jasmani: Orientasi Pembinaan di Sepanjang Hayat. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Olahraga. Muhajir. 2016. Buku Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan. Kemendikbud Tim penyusunan Bahan Ajar. 2010. Buku Bahan Ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. https://informazone.com/artikel/variasi-lapangan-alatk-dalam-permainan-bulutangkis https://www.jurnalponsel.com/ keterampilan- pukulan- datar-kasti https://www.goggle.com-keterampilan-lempar-tangkap-kasti https://kitchenuhmaykoosib.com/keterampilan-dasar-bulutangkis/ https://www.contekan.net/2019/08/Keterampilan-peganagan-backhand
PJOK - Atletik-Jalan Cepat ii DAFTAR ISI Kata Pengantar ii Daftar isi iii Daftar Gambar iv I . Pendahuluan A. Deskripsi Singkat 1 B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 2 C. Petunjuk Belajar 2 D. Peran Guru dan Orang Tua 4 II . Kegiatan Belajar A. Indikator Pencapaian Kompetensi 5 B. Uraian Materi Permainan Jalan Cepat 6 C. Aktivitas Pembelajaran Atletik Jalan Cepat 6 D. Tugas 11 III . Penutup A. Rangkuman 12 B. Tes Akhir Modul 13 Lampiran 14 Daftar Pustaka 17
PJOK - Atletik-Jalan Cepat iii DAFTAR GAMBAR Gambar 7.1. Track lari cepat 7 Gambar 7.2. Langkah kaki dalam nomor jalan cepat 9 Gambar 7.3. Langkah kaki dalam nomor jalan cepat 10 Gambar 7.4. Gerak berjalan tanpa ayunan lengan 10
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 1 ATLETIK – JALAN CEPAT Pembelajaran aktivitas jalan cepat sebagai alat pada pembelajaran Pendidikan Jasmani, olahraga dan Kesehatan perlu dilakukan secara bertahap dan prosedural. Bertahap dalam arti pembelajaran gerak spesifik dilakukan dari yang ringan ke yang berat, dari yang sederhana sampai yang rumit, sedangkan prosedural berkaitan dengan urutan gerakan yang harus dilakukan, bertujuan agar ananda dapat dengan mudah untuk mempelajari gerak spesifik, hingga dalam penguasaan kompetensi tidak mendapat kesulitan, terutama yang berhubungan dengan gerak variasi dan kombinasi aktivitas jalan cepat. Akhir dari pembelajaran aktivitas jalan cepat yang dilakukan ananda adalah Memiliki keterampilan gerak spesifik atletik melalui aktivitas jalan cepat. Memiliki pengetahuan tentang gerak spesifik aktivitas jalan cepat, memahami karakter aktivitas gerak yang digunakan, mengenal konsep ruang dan waktu. Memiliki sikap seperti: sportifitas, kerjasama, tanggung jawab, dan disiplin dapat memahami budaya orang lain. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan modul ini adalah 6 x 40 menit belum termasuk untuk menyelesaikan tugas-tugas. Ingat, pelajari dulu petunjuk dan langkahlangkah yang harus Ananda lakukan sebelum mempelajari modul ini. Dan jangan lupa Ananda harus melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan pembelajaran agar tidak terjadi cedera otot A. Deskripsi Singkat
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 2 Dalam mempelajari modul ini agar diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Belajar dengan modul keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan ananda dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah belajarnya. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, baik di TKB atau di luar TKB. a. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat dalam modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. b. Bila dalam mempelajari materi tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman-teman yang lain. Dan bila masih belum terpecahkan sebaiknya ananda tanyakan pada guru pamong di TKB atau guru bina pada waktu tatap muka. c. Setelah Ananda merasa memahami materi pelajaran tersebut, kerjakanlah tugastugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis ananda. d. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Dan bila ada jawaban yang belum betul, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik ananda berhak mengikuti tes akhir modul yang diselenggarakan oleh guru bina atau guru pamong. C. Petunjuk Belajar
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 3 Teruntuk Bapak/Ibu Orang Tua peserta didik, berkenan Bapak/Ibu dapat meluangkan waktunya untuk mendengarkan dan menampung serta membantu memecahkan permasalahan belajar yang dialami oleh Ananda peserta didik. Jika permasalahan belajar tersebut belum dapat diselesaikan, arahkanlah Ananda peserta didik untuk mencatatkannya dalam buku catatan mereka untuk didiskusikan bersama teman maupun Bapak/Ibu Guru mereka saat jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung. Teruntuk Bapak/Ibu Guru, modul ini disusun dengan orientasi aktivitas peserta didik dan setiap modul dirancang untuk dapat mencakup satu atau lebih pasangan kompetensikompetensi dasar yang terdapat pada kompetensi inti 3 (pengetahuan) dan kompetensi inti 4 (keterampilan). Setiap peserta didik diarahkan untuk dapat mempelajari modul ini secara mandiri, namun demikian mereka juga diharapkan dapat menuliskan setiap permasalahan pembelajaran yang ditemuinya saat mempelajari modul ini dalam buku catatan mereka. Berkenaan dengan permasalahan-permasalahan tersebut, diharapkan Bapak/Ibu Guru dapat membahasnya dalam jadwal kegiatan pembelajaran yang telah dirancang sehingga Ananda peserta didik dapat memahami kompetensi-kompetensi yang disiapkan dengan tuntas. SELAMAT BELAJAR !
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 4 Atletik berasal dari bahasa Yunani, yaitu athlon atau athlum artinya pertandingan, perlombaan, pergulatan, atau perjuangan. Orang yang melakukannya dinamakan athleta (atlet). Kita dapat menjumpai pada kata pentahtlon yang terdiri dari kata penda berarti lima atau panca athlon berarti lomba. Arti selengkapnya adalah pancalomba atau perlombaan yang terdiri dari lima nomor. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan, atletik adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingan/diperlombakan yang meliputi nomor jalan, lari, lompat, dan lempar. Olahraga jalan cepat tidak diperkenankan langkah melayang atau membuat lompatan. Menurut aturan, kaki pejalan cepat harus tetap diatas tanah dan sekurangkurangnya satu kaki harus selalu menginjak tanah. Jalan cepat adalah suatu nomor atletik yang harus dilakukan dengan segala kesungguhan. Jalan cepat diadakan pada tahun 1867 di London. Pada tahun 1912 jalan cepat 10 km diselenggarakan pada lintasan sebagai salah satu nomor Olimpiade tahun 1976 tercantum nomor jalan cepat 20 km, yang sejak 1956 dipertandingkan dalam olimpiade. Tetapi pada olimpiade tahun 1980 di Moskow, jalan cepat 50 km dicantumkan lagi dalam nomor perlombaan. Perlombaan jalan cepat pada tahun-tahun terakhir ini mulai banyak penggemarnya dan dibicarakan. Olimpiade modern perlombaan jalan cepat 20 km, dan 50 km telah lama menjadi nomor yang diperlombakan. Di Indonesia perlombaan jalan cepat sebagai nomor yang diperlombakan pada kejuaraan nasional atletik tahun B. Uraian Materi Permainan Jalan Cepat
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 5 1978. Jarak yang diperlombakan ialah untuk wanita: 5 km dan 10 km, dan untuk pria: 10 km dan 20 km. Organisasi olahraga atletik internasional baru terbentuk pada tanggal 17 juli 1912 pada olimpiade ke-5 di Stockhom, Swedia dengan nama “International Amateur Athletic Federation” yang disingkat IAAF. Sejak saat itu, atletik mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada tanggal 3 September 1950 di Indonesia berdiri PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). Pembelajaran Atletik menggunakan Jalan Cepat, Jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Saat melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut harus lurus/ lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi tegak lurus. Gerak dasar fundamental jalan cepat pada modul ini adalah, sebagai berikut: 1. Gerak dasar fundamental gerakan tungkai 2. Gerak dasar fundamental gerakan lengan, dan 3. Gerak dasar fundamental gerakan pinggang. Gambar 7.1. Track lari cepat
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 6 Jalan cepat adalah gerak maju langkah kaki yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kontak dengan tanah tetap terpelihara dan tidak terputus. Selama melangkah, kaki yang bergerak maju pejalan kaki harus berhubungan/menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Kaki penyangga harus diluruskan (tidak bengkok di lutut) untuk sekurang-kurangnya sesaat dalam posisi tegak/vertikal. Secara teknis jalan dan lari tidak ada perbedaan yang berarti. Baik jalan maupun lari adalah gerakan memindahkan badan ke muka dengan langkah-langkah kaki. Perbedaan jalan cepat dan lari adalah berikut ini. Jalan cepat: Pada gerakan jalan cepat selalu ada kaki yang berhubungan/kontak dengan tanah. Artinya,setiap saat salah satu kakiselalu terjadi kontak/menginjak tanah. Lari : Pada gerakan lari, ada saat melayang, pada waktu melangkah. Artinya, pada saat tertentu kedua kaki lepas atau tidak menyetuh/menginjak tanah. Perlombaan jalan cepat dalam perlombaan yang penting diperhatikan oleh setiap pejalan cepat adalah melakukan gerak langkah maju ke depan dengan salah satu kaki selalu tetap kontak dengan tanah. Artinya bahwa pada setiap akan melangkahkan kaki, salah satu kaki harus selalu tetap berhubungan atau menempel pada tanah. Pelaksanaan perlombaan jalan cepat itu diawali dengan adanya pemberangkatan (start) dan diakhiri dengan melewati garis finish, maka untuk keterampilan jalan cepat ini dapat dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu: gerakan start, jalan cepat, dan melewati garis finish. Tanpa penguasaan prinsip tersebut siswa tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal dalam perlombaan jalan cepat. Siswa diminta untuk membaca berbagai macam gerakan jalan cepat dengan cermat, kemudian berlatihlah bersama-sama temantemannya untuk mempraktikkannya. Selanjutnya diskusikan bagaimana cara melakukan jalan cepat yang baik dan benar. 1. Aktivitas Pembelajaran 1, Gerak Dasar Start Pada Jalan Cepat Start perlombaan jalan cepat dilakukan dengan start berdiri. Karena start pada jalan cepat ini kurang berpengaruh terhadap hasil perlombaan maka tidak ada gerakan C. Aktivitas Pembelajaran Atletik Jalan Cepat
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 7 khusus yang harus dipelajari atau dilatih. Sikap start pada umumnya adalah berikut ini. Pada aba “bersedia”, pejalan menepatkan kaki kiri di belakang garis start, kaki kanan di belakang kaki kiri, badan agak condong ke depan, tangan bergantung kendor. Pada “bunyi pistol” atau aba “Ya!”, segera langkahkan kaki kanan ke muka, dan terus jalan. 2. Aktivitas Pembelajaran 2, Gerak Dasar Fundamental Jalan Cepat Gerak Dasar Fundamental Jalan Cepat, sebagai berikut: a. Gerak dasar fundamental gerakan kaki jalan cepat: 1) Dorong dari kaki belakang menggelinding ke depan dari tumit telapak kaki dan jari-jari kaki, 2) Meletakkan kaki dengan ringan, 3) Gerak kaki mendatar, bukan melompat. b. Gerak dasar fundamental gerakan lengan jalan cepat: 1) Bahu rileks /tidak tegang, 2) Ayunan gerak lengan yang wajar mengayun dari muka ke belakang dan sikut ditekuk tidak kurang dari 90º kondisi ini dipertahankan dengan tidak mengganggu keseimbangan. c. Gerak dasar fundamental posisi tegak jalan cepat: 1) Badan tetap tegak saat berjalan. 2) Pundak tidak terangkat pada waktu lengan mengayun. d. Gerak dasar fundamental gerakan pinggul jalan cepat: 1) Gerakan pinggul yang baik fleksibel pada bagian sendi. 2) Berjalan dengan gerak memutar pada sendi panggul. Gambar 7.2. Langkah kaki dalam nomor jalan cepat
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 8 3. Aktivitas Pembelajaran 3, Variasi Gerak Dasar Fundamental Jalan Cepat a. Kegiatan 1. Gerak dasar fundamental gerakan ayunan lengan dan tungkai ditempat: Gambar 7.3. Langkah kaki dalam nomor jalan cepat 1) Persiapan gerak dasar fundamental gerakan ayunan lengan dan tungkai ditempat, berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, kedua lengan tertekuk di atas samping badan, pandangan ke depan. 2) Pelakasanaan gerak dasar fundamental gerakan ayunan lengan dan tungkai ditempat, ayunan lengan yang wajar dari muka ke belakang dan sikut ditekuk tidak kurang dari 90º kondisi ini dipertahankan dengan tidak mengganggu keseimbangan, bahu rileks /tidak tegang. b. Kegiatan 2. Gerak dasar fundamental berjalan pada garis lurus tanpa ayunan lengan: 1) Persiapan gerak dasarfundamental berjalan pada garislurustanpa ayunan lengan, berdiri pada garis lurus dengan jarak ± 8 - 10 m, kedua lengan tertekuk di atas samping badan, 2) Pelakasanaan gerak dasar fundamental berjalan pada garis lurus tanpa ayunan lengan, lakukan gerak berjalan pada garis lurus, sedangkan kedua lengan tidak ikut bergerak menempuh jarak ± 9-10m, dilakukan secara individu, berpasangan atau kelompok, untuk menanamkan nilai-nilai kerja sama, disiplin, menghargai perbedaan dan sportivitas. Gambar 7.4. Gerak berjalan tanpa ayunan lengan
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 9 4. Aktivitas pembelajaran 4, Gerak Spesifik Memasuki Finish Tidak ada gerakan khusus untuk finish. Umumnya jalan terus hingga melewati garis finish, baru dikendorkan kecepatan jalannya setelah melewati jarak lima meter. Untuk memperoleh langkah-langkah yang tidak sampai terangkat sehingga melayang, maka pemindahan berat badan dari satu kaki ke kaki lain harus nampak jelas pada gerak panggul. 1. Bagaiman gerakan kaki saat melakukan atletik jalan cepat? 2. Bagaimana gerakan lengan lengan saat melakukan atletik jalan cepat? 3. Bagaiman gerakan pinggul saat melakukan atletik jalan cepat? C. Tugas
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 10 tegak/vertikal. Jalan cepat merupakan salah satu nomor dalam cabang atletik dan resmi diperlombakan dalam kejuaraan-kejuaraan atletik, baik nasional maupun intrnasional. Jalan cepat adalah gerak maju langkah kaki yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kontak dengan tanah tetap terpelihara dan tidak terputus. Selama melangkah, kaki yang bergerak maju pejalan kaki harus berhubungan/menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Kaki penyangga harus diluruskan (tidak bengkok di lutut) untuk sekurang-kurangnya sesaat dalam posisi Secara taktis jalan dengan lari tidak ada perbedaan yang berarti. Baik jalan maupun lari adalah gerakkan memindahkan badan ke depan dengan langkah-langkah kaki. Perbedaan jalan cepat dan lari adalah pada gerakan jalan cepatselalu ada kaki yang berhubungan/konyak dengan tanah. Dalam gerakan lari, ada saat melayang, pada waktu melangkah. Organisasi olahraga atletik Internasional baru terbentuk pada tanggal 17 juli 1912 pada Olimpiade ke-5 di Stockhom, Swedia dengan nama “International Amateur Athletic Federation” yang disingkat IAAF. Sejak saat itu, atletik mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada tanggal 3 September 1950 di Indonesia berdiri PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). A. Rangkuman
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 11 1. Tes Pengetahuan Rubrik Penilaian Pemahaman Konsep Atletik Nomor Jalan Cepat Pertanyaan yang diajukan Kualitas Jawaban 1 2 3 4 1 Bagaimana bentuk gerakan lengan saat melakukan atletik jalan cepat? 2 Bagaimana posisi togok saat melakukan gerakan atletik jalan cepat? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8 2. Penilaian Keterampilan Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Keterampilan Dasar Jalan Cepat Aspek Yang Dinilai Kualitas Gerak 1 2 3 4 1 Lakukan gerakan kakisaat melakukan jalan cepat 2 Lakukan gerakan lengan saat melakukan jalan cepat 3 Lakukan gerakan pinggul saat melakukan jalan cepat JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12 B. Tes Akhir Modul
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 12 A. Glosarium Abstrak benda yang kasat mata, tidak jelas, dan tidak terdefinisi Afektif ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Cedera luka atau disfungsi tubuh karena suatu paksaan atau tekanan fisik Efektif cara mencapai suatu tujuan dengan waktu yang cepat Efisien cara mencapai tujuan dengan sumber daya minimal namun hasil Faktual kejadian yang bersifat nyata Fasilitas sarana untuk melancarkan pelaksanaan Fleksibel bersifat lentur Fundamental bersifat mendasar Gotong royong bekerja bersama-sama untuk mencapaisuatu tujuan Inspirator memberikan ilham atau petujuk Kognitif kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual. Kombinasi menggabungkan beberapa obyek Konkrit nyata Konseptual sebuah fakta atau data yang sudah di proses agar lebih mudah di fahami Korektor pemeriksa yang adil dan obyektif Modifikasi merubah sesuatu agar lebih menarik Modul paket belajar yang berisisatu unit materi pembelajaran Motivator memberikan dorongan agar lebih semangat dalam belajar Prosedural sifat bahan yang kembali dengan sendirinya ke bentuk semula Psikomotor menitikberatkan kepada kemampuan fisik dan kerja otot Ranah bagian atau elemen Sportif bersifat kesatria, jujur Teloransi saling menghormati dan menghargai
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 13 B. Kunci Jawaban Tugas 1. a) Dorong dari kaki belakang menggelinding ke depan dari tumit telapak kaki dan jarijari kaki, b) meletakkan kaki dengan ringan, c) gerak kaki mendatar, bukan melompat 2. a) bahu rileks /tidak tegang, b) ayunan gerak lengan yang wajar mengayun dari muka ke belakang dan sikut ditekuk tidak kurang dari 90º kondisi ini dipertahankan dengan tidak mengganggu keseimbangan. 3. a) gerakan pinggul yang baik fleksibel pada bagian sendi, b) berjalan dengan gerak memutar pada sendi panggul Tes Akhir Modul 1. Penilaian Pengetahuan 1) Skor 4: jika ananda mampu menjelaskan empat keterampilan dasar jika ananda mampu melakukan dua keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam ketrampilan atletik jalan cepat 2) Skor 3: jika ananda mampu menjelaskan tiga keterampilan dasar jika ananda mampu melakukan dua keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam keterampilan atletik jalan cepat 3) Skor 2: jika ananda mampu menjelaskan dua keterampilan dasar akhir jika ananda mampu melakukan dua keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam ketrampilan atletik jalan cepat 4) Skor 1: jika ananda mampu menjelaskan satu keterampilan dasar jika ananda mampu melakukan dua keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam keterampilan atletik jalan cepat
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 14 2. Penilaian Keterampilan 1) Skor 4: jika ananda mampu melakukan empat keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam ketrampilan atletik jalan cepat 2) Skor 3: jika ananda mampu menjelaskan tiga keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam ketrampilan atletik jalan cepat 3) Skor 2: jika ananda mampu melakukan dua keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam ketrampilan atletik jalan cepat 4) Skor 1: jika ananda mampu melakukan satu keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam ketrampilan atletik jalan cepat