PERUMUSAN STRATEGI PELAKSANAAN PROGRAM Pendekatan yang digunakan adalah Inkuiri Apresiatif (IA) melalui desai 5-D Cycle (BAGJA) IA dikenal sebagai pendekatan managemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Konsep IA ini pertama kali di kembangkan oelh David Cooperrider (Nobel & Mc Grath, 2016)
uat Pertanyaan KEGIATAN / TINDAKAN mbil Pelajaran ali Mimpi abarkan Rencana tur Eksekusi
Apa Itu Agen LI School ???? What That Are Agen Li School????
Apa Itu Agen LI School ???? Agen Li School adalah kegiatan Agen Literasi sekolah yang merupakan Kegiatan Intrakurikuler, bahwa kegiatan ini adalah hasil dari Pembentukan Literasi Club yang merupakan kegiatan Ektrakurikuler. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kegiatan membaca, menulis, dan berinovasi dalam menumbuhkan budaya literasi Sesama teman sejawat.
Apa Itu Agen LI School ???? Agen Li School Program yang dapat meningkatkan rasa peduli dan percaya diri siswa dengan pendekatan berbasis aset / kekuatan (asset based thingking) dengan memanfatkan dan mengoptimalkan asetaset yang ada di sekolah
Apa Itu Agen LI School ???? Agen LI School program Intrakurikuler ini yang menjadi sasaran untuk membaca dan menulis kelas 2 sampai kelas 6, untuk kegiatan berinovasi dalam berkarya sasaran siswa kelas 4 sampai kelas 6, namun tidak menutup kemungkinan kelas rendah ingin ikut bergabung di program berinovasi dalam berkarya. Program ini melibatkan kepemimpinan murid mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program.
Latar Belakang Perencanaan program barbasis data bahwa setelah diadakan pengamatan terhadap siswa siswa kelas 2,3,4,5, dan 6 ada beberapa yang belum tuntas membaca bahkan penggabung kalimat saja sulit, sehigga Club Literasi berkomitmen dan membuat perencanaan program apa yang bisa menarik ataumenuntaskan masalah tersebut
Kebermanfaatan Program Program ini diharapkan bisa membina Adik, Teman Sejawat yang mengalami masalah dalam membaca, menulis dan mengajak teman sejawat untuk berinovasi dalam berkarya serta menumbuhkan budaya literasi di sekolah
Gambaran Umum Program Agen Li School What That Are Agen Li School????
Libas Peduli ((LLiimmaa BBeellaass Me Menniitt PPeesseerrttaa DDiiddiikk UUnnttuukk LLiitteerraassii)) Libas Peduli adalah program berbagi ilmu bahwa Agen LI School membentuk Agen Li kelompok kecil yaitu setiap kelas mempunyai Agen LI sehingga anggota Agen Li Menyusun jadwal harian dalam kegiatan ayo berbagi Ilmu di kegiatan Libas Peduli jadi kegiatan ini dilakukan pada jam istirahat bisa kemungkinan diluar jam belajar siswa sesuai dengan kebutuhan murid. Agen Li ini berperan membantu adik atau temannya yang mengalami masalah membaca dan menulis kegiatan tersebut dilaksana sesuai dengan kebutuhan siswa dan jadwal Anggota Agen Li, kegiatan ini dilakukan selama 15 menit makanya nama kegiatannya Libas Peduli Lima Belas Menit Peserta Didik Untuk Literasi
Akay GoPu ((AAmmbbiill KKaarryyaa GGoo PPuubblliikk )) Akay GoPu adalah kegiatan Ambil Karya Go Publik, kegiatan tersebut melibatkan Agen Li setiap kelas disini Agen Li kelas mengajak kawan-kawannya untuk berinovasi dalam berkarya dan meminta karya siswa baik itu Puisi, Cerpen, Pantun dan cerita bergambar, gunanya untuk di publikasikan di Mading sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan satu kali dalam seminggu yaitu setiap hari sabtu, hasil karya dari kegiatan tersebut akan diseleksi Kembali oleh Anggota Agen Li School yang di bimbing oleh guru penanggung jawab program Agen Li School dan hasil seleksi akan dikumpulkan menjadi satu sehingga akan terbentuk menjadi satu karya yang padu berupa Karya Buku Antologi Sekolah berjudul “Goresan Anak 62ME Antologi Puisi dan Cerpen”
Literasi SeMiDu ((LLiitteerraassii SSeemmiinngggguu DDuuaa kkaallii RRaabbuu ddaann SSaabbttuu )) Literasi SeMiDu adalah kegiatan Literasi dua kali seminggu disamping kegiatan Literasi 15 menit di kelas, sekolah juga memiliki program seminggu dua kali yang dilaksanakan di lapangan sekolah saat apel pagi sekolah kegiatan Literasi SeMiDu ini dilaksanakan hari Rabu dan Sabtu, untuk hari Rabu diperuntukan kelas rendah yaitu kelas 1,2 dan 3, setiap sabtu diperuntukan kelas tinggi kalas 4,5 dan 6 kegiatan ini dilaksanakan selama 15 menit yang dipandu oleh Agen Li dan didampingi Guru Pembimbing
118
MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID 3.3.A.8 KONEKSI ANTAR MATERI
Tujuan Pembalajaran Khusus CGP dapat melakukan koneksi antar materi yang telah dipelajari dari modul-modul sebelumnya untuk membuat hasil akhir pemahaman tentang program sekolah berdampak pada murid
@chan.hamdani Bagaimana perasaan anda mempelajari modul ini?
Perasaan setelah mempelajarai modul 3.3 ini saya merasa senang dan lebih bersemangat lagi dalam mengelola program yang berdampak positif pada murid. Sebuah upaya perubahan positif bisa dimulai dari hal-hal kecil dengan memanfaatkan kekuatan sumber daya yang ada di sekolah. Upaya perubahan positif yang dilakukan melalui sebuah program, baik itu Intrakurikuler, Kokurikuler dan Ekstrakurikuler yang terpenting dalam prosesnya harus melibatkan suara (Voice), Pilihan (Choice) dan kepemilikan murid (Ownership).
@chan.hamdani Apa intisari yang anda dapatkan dari modul ini?
Kepemimpinan Murid (Student Agency) yaitu Ketika murid mampu mengarahkan pembelajaran mereka sendiri, membuat pilihan-pilihan, menyuarakan opini, mengajukan pertanyaan dan mengungkapkan rasa ingin tahu, berpartisipasi dan kontribusi pada komunitas belajar, mengkomunikasikan pemahaman mereka kepada orang lain, dan melakukan Tindakan nyata sebagai hasil proses belajarnya. Kepemimpinan murid sebenarnya berakar pada prinsip bahwa murid memiliki kemampuan dan keinginan untuk secara positif mempengaruhi kehidupan mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. Kepemimpinan murid dapat dilihat sebagai kapasitas untuk menetapkan tuhuan melakukan refleksi dan bertindak secara bertanggungjawab untuk menghasilkan perubahan. Kepemimpinan murid adalah tentang murid yang bertindak secara aktif, dan membuat keputusan serta pilihan yang bertanggung jawab, dari pada hanya sekedar menerima apa yang ditentukan oleh orang lain KONSEP KEPEMIMPINAN MURID (STUDENT AGENCY)
Suara (voice) adalah pandangan, perhatian, gagasan yang diekspresikan oleh murid melalui partisipasi aktif mereka di kelas, sekolah, komunitas, dan system Pendidikan mereka, yang berkontribusi pada proses pengambilan keputusan dan secara kolektif mempengaruhi hasilnya. Pilihan (choice) adalah peluang yang diberikan kepada murid untuk memilih kesempatan-kesempatan dalam ruang lingkup sosial, lingkungan, dan pembelajaran Kepemimpinan (ownership) adalah rasa keterhubungan keterlibatan aktif, dan investasi pribadi seseorang murid dalam proses belajar. Tugas seorang guru dalam menumbuhkembangkan kepemimpinan murid yaitu sebagai mitra dan menyediakan lingkungan yang menumbuhkan budaya dimana murid memiliki suara (voice), pilihan (choice) dan kepemilikan (ownership) dalam apa yang mereka pikirkan, niat yang mereka tetapkan bagaimana mereka merefleksikan tindakan mereka. MENUMBUHKEMBANGKAN KEPEMIMPINAN MURID
Beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia Berkebhinekaan global Mandiri Bernalar kritis Kreatif TugUpaya menumbuhkembangkan kepemimpinan murid akan menyediakan kesempatan bagi murid untuk mengembangkan profil positif dirinya, yang kemudian diharapkan dapat mewujudkan sebagai pengejawantahan profil pelajara Pancasila dalam dirinya. Dengan menumbuhkembangkan kepemimpinan murid maka secara bersamaan kita sebenarnya juga sedang membangun karakter murid yang : LINGKUNGAN YANG MENUMBUHKEMBANGKAN KEPEMIMPINAN MURID
Menyediakan kesempatan untuk murid menggunakan pola pikir positif dan merasakan emosi yang positif Mengembangkan keterampilan berinteraksi sosial secara positif, arif dan bijaksana. Melatih keterampilan yang dibutuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan akademik maupun non akademiknya. Melatih murid untuk menerima dan memahami kekuatan diri, sesama, serta masyarakat dang lingkungan di sekitarnya. Membuka wawasan murid agar dapat menentukan dan menindaklanjuti, tujuan, harapan, atau mimpi yang manfaat dan kebaikannya lampaui pemenuhan kepentingan individu, kelompok, maupun golongan Menempatkan murid sedemikian rupa sehingga terlibat aktif dalam proses belajarnya sendiri Menumbuhkan daya lenting dan sikap Tangguh murid untuk terus bangkit ditengah kesempitan dan kesulitan Lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid adalah lingkungan dimana guru, sekolah, orang tua dan komunitas secara sadar mengembangkan wellbeing atau kesejahteraan dari murid-muridnya secara optimal karakteristik lingkungan yang menumbuhkembangkan kemampuan murid diantaranya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KEPEMIMPINAN MURID DAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Membantu menyediakan kesempatan bagi murid untuk mewujudkan pilihan dan suara mereka Membantu murid untuk belajar melihat dan merasakan dampak dari pilihan dan suara yang dibuatnya Membantu membentuk identitas diri dan efikasi diri murid yang lebih kuat Membantu murid untuk untuk dapat tumbuh menjadi agen perubahan Sebagai pusat dari proses Pendidikan, murid berada dalam Lintas Komunitas Mereka dapat berada sekaligus pada komunitas : keluarga, kelas dan antar kelas , sekolah, sekitar sekolah, dan komunitas yang lebih luas. Komunitas – komunitas tersebut merupakan aset sosial yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas program/kegiatan pembelajaran di sekolah termasuk dalam menumbuhkembangkan kepemimpinan murid komunitas memiliki peran penting dalam : 1. 2. 3. 4. Untuk dapat mempromosikan aspek suara, pilihan dan kepemilikan murid, ada beberapa prinsip yang dapat dijadikan panduan dalam membangun interaksi murid dengan komunitas, yaitu : membangun suasana yang menghargai murid, mendengarkan murid, dialog atau komunikasi dengan murid dan menempatkan murid dalam kursi pengemudi PERAN KETERLIBATAN KOMUNITAS DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN KEPEMIMPINAN MURID
@chan.hamdani Apa keterkaitan yang dapat Anda lihat antara Modul ini dengan modul-modul sebelumnya?
hamdanichan KETERKAITAN ANTAR MATERI Modul 1.1 dan 3.3 Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Seorang pendidik dalam menuntun murid harus mampu memfasilitasi tumbuhkembang kodrat anak melalui berbagai program yang memerdekakan dan mampu memberikan dampak positif bagi murid. Filosofi Pendidikan KHD dengan Pengelolaan Program Yang Berdampak Positif Pada Murid
hamdanichan KETERKAITAN ANTAR MATERI Modul 1.2 dan 3.3 Seorang guru penggerak memiliki nilai (Berpihak pada murid, inovatif, reflektif, mandiri dan kolabaratif) dan perannya yaitu sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu menjadi pemimpin perubahan untuk menumbuhkan kepemimpinan murid melalui pengelolaab program yang berdampak positif bagi murid. Nilai dan Peran Guru Penggerak dengan Pengelolaan Program yang Berdampak Positif Pada Murid
hamdanichan KETERKAITAN ANTAR MATERI Modul 1.3 dan 3.3 Guru merancang dan mengimplementasikan visi yang berpihak pada murid melalui berbagai Prakarsa perubahan sebagai seorang pemimpin pembelajaran, Guru harus mampu mewujudkan berbagai Prakarsa perubahan tersebut secara kolaboratif melalui program dengan tahapan BAGJA untuk menumbuhkan kepemimpinan murid sehingga bisa berdampak positif pada murid Visi Guru Penggerak dengan Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid
hamdanichan KETERKAITAN ANTAR MATERI Modul 1.4 dan 3.3 Budaya Positif di sekolah yaitu nilainilai dan kebiasaan -kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar mereka dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggungjawab. Guru harus berupaya mengoptimalkan potensi budaya positif yang ada dalam mengelola program sehingga bisa berdampak positif pada murid Budaya Positif dengan Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid
hamdanichan KETERKAITAN ANTAR MATERI Modul 2.1 dan 3.3 Pembelajaran Berdiferensiasi adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan belajar murid (minat, kesiapan, dan profil belajar murid). Kebutuhan belajar murid ini harus menjadi dasar dalam upaya menumbuhkan kepemimpinan murid melalui program yang berdampak positif pada murid Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid
hamdanichan KETERKAITAN ANTAR MATERI Modul 2.2 dan 3.3 Pembelajaran Sosial dan Emosional memberikan pondasi yang kuat bagi guru dan murid untuk dapat sukses dalam berbagai area kehidupan, termasuk kesejahteraan psikologis (well-being) secara optimal. Dalam mengelola program, guru harus berupaya mengintegrasikan pembelajaran sosial dan emosional dalam prosesnya, agar dapat terwujudnya kesadaran penuh sehingga bisa berdampak positif pada murid. Pembelajaran Sosial dan Emosional dengan Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid
hamdanichan KETERKAITAN ANTAR MATERI Modul 2.3 dan 3.3 Coaching adalah proses yang memberdayakan. Coaching merupakan kunci pembuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya. Coaching lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya. Coaching menjadi strategi yang tepat untuk memberdayakan murid dalam melaksanakan program yang menumbuhkan kepemimpinan murid sehingga bisa berdampak positif. Coaching dengan Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid
hamdanichan KETERKAITAN ANTAR MATERI Modul 3.1 dan 3.3 Seorang pemimpin pembelajaran harus mampu mengambil keputusan dengan memahami 4 paradigma, menerapkan 3 prinsip, melakukan 9 tahapan pengambilan dan pengujian keputusan dengan merdasarkan pada nilai-nilai kebajikan, keberpihak pada murid dan bertanggungjawab. Ketika dalam melakukan pengelolaan program, guru dihadapkan pada situasi bujukan moral dan dilema etika, guru akan mampu mengambil keputusan yang berdasarkan niai-nilai kebajikan, sehingga program yang diupayakan dapat terlaksanakan secara optimal dan berdampak positif pada murid Pengambilan Keputusan dengan Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid
hamdanichan KETERKAITAN ANTAR MATERI Modul 3.2 dan 3.3 Dalam pengelolaan sumber daya, pendekatan yang digunakan adalah berbasis aset/kekuatan. Ada 7 modal utama yang dimiliki sekolah yang dapat diidentifikasi, dipetakan dan dimanfaatkan kekuatannya, yaitu : Modal Manusia, Modal Sosial, Modal Politik, Modal Agama dan Budaya, Modal Fisik, Modal Lingkungan dan Modal Finansial. Dengan memanfaatkan kekuatan yang ada pada 7 modal utama sekolah, kita dapat merencanakan dan melaksanakan program yang berdampak pada positif murid secara optimal. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya dengan Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid
@chan.hamdani Setelah melihat keterkaitan antara modul ini dengan modul-modul lainnya jelaskanlah perspektif Anda tentang program yang berdampak positif pada murid. Bagaimana seharusnya program-program atau kegiatan sekolah harus direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi agar program-program tersebut dapat berdampak positif pada murid?
hamdanichan PERSPEKTIF SAYA TENTANG PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID Program berdampak positif pada murid menurut saya adalah suatu upaya perubahan positif berupa program sekolah yang berpihak pada murid murid dengan menumbuhkembagkan kepemimpinan murid (suara, pilihan dan kepemilikan). Dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasinya dilakukan secara kolaboratif dan berupaya memanfaatkan kekuatan sumber daya yang ada di sekolah, sehingga bisa mengoptimalkan potensi murid dan berdampak positif pada murid
@chan.hamdani BAGAIMAN SEHARUSNYA PROGRAM-PROGRAM ATAU KEGIATAN SEKOLAH HARUS DIRENCANAKAN, DILAKSANAKAN, DAN DIEVALUASI AGAR DAPAT BERDAMPAK POSITIF PADA MURID?
Perencanaan program harus dilaksanakan secara matang dan berdasarkan kebutuhan murid dengan berupaya mewujudkan karakteristik lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid yaitu memfasilitasi murid dengan memanfaatkan aset/kekuatan sumber daya yang ada melalui berbagai Prakarsa perubahan. Prakarsa perubahan tersebut dapat dilaksanakan secara kolabaratif melalui tahapan BAGJA dengan melibatkan suara, pilihan dan kepemilikan murid UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE
Dalam Pelaksanaan program sekolah tersebut harus mampu memberdayakan murid untuk menjadi pemimpin dalam proses belajarnya. Murid mewujudkan suara, pilihan dan kepemilikan lewat proses yang memerdekakan dan guru sebagai mitra belajar murid. UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE
Pada tahap Evaluasi guru Bersama murid secara kolaboratif melakukan penilaian program yang menyeluruh, sistematis dan berkala untuk menentukan efektifitas suatu program secara keseluruhan. Kegiatan evaluasi ini harus bisa menggambarkan jawaban dari beberapa pertanyaan, misalnya “Apakah program yang dilaksanakan sesuai untuk memenuhi tujuan yang diharapkan?” apakah program telah menumbuhkambangkan kepemimpinan murid (suara, pilihan, dan kepemilikan) dan pertanyaanpertanyaan lain yang lebih spesifik sesuai Prakarsa perubahan UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE
145
MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID 3.3.A.9 AKSI NYATA
"Perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama. " -Nadiem MakarimCalon Guru Penggerak Angkatan 7 UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE QUOTES
Tujuan Pembalajaran Khusus CGP dapat mengembangkan ide dari ruang kolaborasi menjadi sebuah PrCGP dapat menjalankan tahapan B (Buat Pertanyaan) & A (Ambil Pelajaran) berdasarkan model prakarsa perubahan B-A-G-J-A yang telah dibuat sebelumnya pada tahapan Demonstrasi Kontekstual dalam sebuah aksi nyata. CGP membuat dokumentasi pelaksanaan tahapan yang telah dijalankan tersebut. 1. 2.
Program yang berdampak pada murid di SDN 106162 Medan Eastate Literasi Club Dancing Club iterasi Club Science Club Meja Karya Berseri Traditional Games
Prakarsa Perubahan Mewujudkan lingkungan yang meningkatkan kepedulian komunitas terhadap perkembangan dan kepercayaan diri murid agar terlibat aktif dalam proses belajarnya sendiri dan melatih keterampilan berinteraksi sosial melalui Program Agen Li School”