Menurut Anda, terkait pengalaman dalam penerapan konsep-konsep tersebut, hal apa sajakah yang sudah baik? Adakah yang perlu diperbaiki? Hal yang baik yaitu nilai-nilai kebajikan dan keyakinan kelas yang dibuat bersama dengan berpihak pada murid sudah diterapkan dengan baik. Yang perlu diperbaiki yaitu posisi kontrol seorang guru yang selama ini cenderung sebagai Penghukum dan Pembuat Merasa Bersalah menuju posisi kontrol Manajer. CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 7
S e b e l u m m e m p e l aj a r i m o d u l i n i , k e t i k a b e r i n t e r a k s i d e n g a n m u r i d , b e r d a s a r k a n 5 p o s i s i k o n t r o l , p o s i s i m a n a k a h y a n g p a l i n g s e r i n g A n d a p a k a i , d a n b a g a i m a n a p e r a s a a n A n d a s a a t i t u ? S e t e l a h m e m p e l aj a r i m o d u l i n i p o s i s i a p a y a n g A n d a p a k a i , d a n b a g a i m a n a p e r a s a a n A n d a s e k a r a n g ? A p a p e r b e d a a n n y a ? P o s i s i y a n g p ali n g s e r i n g s a y a p a k a i y a i t u p o s i s i s e b a g a i P e m a n t a u , T e m a n , d a n P e m b u a t M e r a s a B e r s ala h . S a a t i t u , p e r a s a a n s a y a m e r a s a b e n a r a t a s s e t i a p t i n d a k a n y a n g s a y a la k u k a n k e p a d a m u r i d d ala m m e n y ele s a i k a n s e t i a p p e r m a s ala h a n y a n g m u n c ul m e s k i p u n h a s iln y a t i d a k s e s u a i d e n g a n a p a y a n g s a y a h a r a p k a n S e t ela h m e m p elaj a r i m o d ul i n i , s a y a m e n g u b a h p o s i s i k o n t r ol s e b a g a i M a n aj e r d ala m m e n y ele s a i k a n p e r m a s ala h a n y a n g t e rj a d i s e h i n g g a m u r i d m e n u nj u k k a n r a s a t a n g g u n g j a w a b d ala m m e m p e r b a i k i k e s ala h a n n y a . C A L O N G U R U P E N G G E R A K A N G KA T A N 7
Restitution Triangle Saya pernah menerapkan segitiga restitusi namun tidak menggunakan tahapan secara utuh, hanya tahap menstabilkan identitas. Saya mempraktekkannya dengan cara memanggil murid yang melakukan kesalahan dan meminta murid tersebut untuk mencari solusi yang tepat untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukannya. Sebelum mempelajari modul ini, pernakah Anda menerapkan segitiga restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda? Jika iya, tahap mana yang Anda praktekkan dan bagaimana Anda mempraktekkannya? CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 7
Hal yang menurut saya penting dalam proses menciptakan Budaya Positif di lingkungan kelas dan sekolah yaitu Kolaborasi dan Kerjasama yang baik antar semua warga sekolah serta Sarana Prasarana sekolah yang mendukung Concepts and Inovation Selain konsep-konsep yang disampaikan dalam modul ini, adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas maupun sekolah? CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 7
105
MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF PENGIMBASAN PEMAHAMAN MULAI DARI DIRI
Tujuan Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah “menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat”. Dalam proses menuntun tersebut, anak diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan minat, bakat dan potensinya sebagai individu yang unik, akan tetapi guru sebagai pamong harus meberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Budaya positif di sekolah sangatlah penting untuk dikembangkan. Hal ini dikarenakan sekolah merupakan bagian dari tripusat pendidikan, tempat tumbuh dan berkembangnya karakter murid. Salah satu bagian dari budaya kebajikan universal yang diyakini bersama, berasal dari dalam diri dan tanpa paksaan. Murid melakukan sesuatu karena memiliki motivasi, baik secara intrinstik maupun ekstrinstik. Dengan kesepakatan kelas, tindakan yang dilakukan oleh murid didasari oleh keyakinannya sendiri (motivasi intrinsik), sehingga murid tumbuh dan berkembang sesuai dengan keyakinan atas kesepakatan yang telah disepakati bersama serta menjadi karakter yang kuat sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Latar Belakang
Tujuan Pengimbasan Melaui kegiatan pengimbasan budaya positif saya berbagi pemahaman budaya positif, saya berbagi pemahaman dan pengalaman penerapan budaya positif yang telah saya lakukan di kelas dengan harapan dapat menggerakkan rekan sejawat untuk menerapkan budaya positif di kelasnya masing-masing sehingga terwujudnya murid yang memiliki Profil Pelajar Pancasila.
Pertanyaan Pemantik Kesalahan Murid Kesalahan Apa yang Bapak Ibu Sering Jumpai yang dilakukan oleh Murid di Kelas
Pertanyaan Pemantik Kesalahan Murid Tindakan dll Kegiatan Apa yang Bapak Ibu Lakukan umtuk mengatasi Masalah Murid Tersebut
Budaya Positif untuk kelas yang seru dan produktif! Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal Teori Motivasi Hukuman dan Penghargaan, Restitusi Keyakinan Kelas Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas 5 Posisi Kontrol 1 2 3 4 5 6 Segitiga Restitusi
Perubahan Paradigma Stimulus Respon - Teori Kontrol
Bagaiamana seseorang bisa berubah dari paradigma Stimulus-Respon kepada pendekatan teori kontrol? Stephen R. Covey (Principle-Centered Leadershp, 1991) mengatakan bahwa, “..bila kita ingin membuat kemajuan perlahan, sedikit-sedikit, ubahlah sikap atau perilaku Anda. Namun bila kita ingin memperbaiki caracara utama kita, maka kita perlu mengubah kerangka acuan kita. Ubahlah bagaimana Anda melihat dunia, bagaimana Anda berpikir tentang manusia, ubahlah paradigma Anda, skema pemahaman dan penjelasan aspekaspek tertentu tentang realitas”.
DISIPLIN UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE HAMDANI
MAKNA DISIPLIN ·Berasal dari bahasa latin, “disciplina”, yang artinya belajar ·Makna asal dari kata nini berkonotasi dengan disiplin diri dari murid-murid Socrates dan Plato ·Disiplin diri membuat orang menggali potensinya menuju sebuah tujuan, apa yang dia hargai. ·Namun dalam budaya kita, makna disiplin telah berubah menjadi sesuatu yang dilakukan seseorang pada orang lain untuk dmendapatkan kepatuhan. Kecenderungan umum adalah menghubungkan kata disiplin dengan ketidaknyamanan, bukan dengan apa yang kita hargai, atau pencapaian suatu tujuan mulia
Disiplin positif adalah menanamkan motivasi intrinsik pada murid-murid kita yaittu untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya ·Ketika murid-murid kita memiliki motivasi intrinsik, mereka akan tetap berperilaku baik dan berlandaskan nilai-nilai kebajikkan. Karena mereka ingin menjadi orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang mereka hargai, atau mencapai suatu tujuan mulia. Teori Kontrol “Anda tidak bisa mengontrol orang lain, hanya Anda yang bisa mengontrol diri Anda sendiri” TUJUAN
Sehingga sebagai pendidik, tujuan kita adalah “menciptakan anak-anak yang memiliki disiplin diri sehingga mereka bisa berperilaku dengan mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki motivasi intrinsik, bukan ekstrinsik, serta mereka bisa bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya”
Apa saja Nilainilai Kebajikan Universal? UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE HAMDANI
“Nilai-nilai kebajikan adalah sifat-sifat positif manusia yang merupakan tujuan mulia yang ingin dicapai setiap individu. Nilai-nilai tersebut bersifat universal, dan lintas bahasa, suku bangsa, agama maupun latar belakang” ·Setiap perilaku/perbuatan memiliki tijuan (Dr. William Glasser pada teori Kotrol, 1984) Dengan mengaitkan nilai-nilai kebajikan yang diyakini seseorang maka motivasi intrinsiknya akan terbangun, sehingga menggerakkan motivasi dari dalam untuk dapat mencapai tujuan mulia yang diinginkan. (Diane Gosses, 1988)
Nilai-nilai kebajikan yang ingin dicapai oleh setiap anak Indonesia kita kenal dengan Profil Pelajar Pancasila Kreatif Gotong Royong Berkebhinekaan Global Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia Mandiri Bernalar Kritis
A K H L A K B E RA G A M A A K H L A K P R I B A D I A K H L A K K E P A D A M A N U S I A A K H L A K K E P A D A A L A M A K H L A K B E R N E G E RA P E M A H A M A N D I R I R E G U L A S I D I R I M E M P E R O L E H & M E M P R O S E S I N F O R M A S I M E N G A N A L I S I S & M E N G E VA L U A S I P E N A L A RA N M E R E F L E K S I & M E N G E VA L U A S I P E M I K I RA N S E N D I R I M E N G E N A L & M E N G H A R G A I B U D AYA K O M U N I KA S I & I N T E RA K S I A N T A R B U D AYA R E F L E K S I & T A N G G U N G J A W A B T E R H A D A P P E N G A L A M A N B E R K E A D I L A N S O S I A L K O L A B O RA S I K E P E D U L I A N B E R B A G I M E N G H A S I L KA N G A G A S A N YA N G O R I S I N I L M E N G A H S I L KA N KA RYA D A N T I N D A KA N YA N G O R I S I N I L M E M I L I K I K E L U W E S A N B E R P I K I R D A L A M M E N C A R I A T E R N A T I F S O L U I S P E R M A S A L A H A N
Teori Motivasi Hukuman dan Penghargaan, Restitusi UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE HAMDANI
1.Untuk menghindari ketidaknyamanan/hukuman Apa yang akan terjadi apabila saya tidak melakukannya? 2.Untuk mendapatkan imbalan dari orang lain/institusi Apa yang akan saya dapatkan apabila saya melakukannya? Untuk menghargai diri sendiri Saya akan menjadi orang yang seperti apa bila saya melakukannya? Teori Motivasi Perilaku Manusia Moivasi Eksternal Moivasi Internal
Filosofi Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah “menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat” Seorang pendidik hendaknya menerapkan Filosofi KHD dengan cara menghadirkan pembelajaran yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada murid untuk mengembangkan minat, bakat dan potensiya sebagai individu yang unik sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan serta murid menjadi selamat dan bahagia
Apa yang dimaksud dengan HUKUMAN? UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE HAMDANI
Apa yang dimaksud dengan KONSEKUENSI? UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE HAMDANI
Tindakan Guru Hukuman & Konsekuensi Mencatat 100 kali di dalam buku kalimat , "Saya tidak akan terlambat lagi" , karena terlambat sekolah. Lari mengeliling lapangan basket 2 kali karena terlambat hadir di sekolah Murid diminta untuk push up 15 kali karena tidak menggunakan masker ke sekolah. Menggantikan kertas tugas teman yang telah dicoret-coret. Membersihkan tumpahan air di meja tulis karena tersenggol pada saat belajar Murid disuruh untuk tidak mengenakan sepatu seharian di sekolah, karena tidak mengenakan sepatu hitam Lari menggelilingi lapangan basket 2 kali karenha terlambat 10 menit untuk pelajaran PJOK
Tindakan Guru Hukuman & Konsekuensi Mencatat 100 kali di dalam buku kalimat , "Saya tidak akan terlambat lagi" , karena terlambat sekolah. Hukuman Lari mengeliling lapangan basket 2 kali karena terlambat hadir di sekolah Hukuman Murid diminta untuk push up 15 kali karena tidak menggunakan masker ke sekolah. Hukuman Menggantikan kertas tugas teman yang telah dicoret-coret. Konsekuensi Membersihkan tumpahan air di meja tulis karena tersenggol pada saat belajar Konsekuensi Murid disuruh untuk tidak mengenakan sepatu seharian di sekolah, karena tidak mengenakan sepatu hitam Hukuman Lari menggelilingi lapangan basket 2 kali karenha terlambat 10 menit untuk pelajaran PJOK Konsekuensi
Berdasarkan bagan di atas, maka kita dapat simpulkan bahwa : Hukuman bersifat terencana atau tibatiba. Anak atau murid tidak tau apa yang akan terjadi, dan tidak dilibatkan. Hukuman bersifat satu arah, dari pihak guru yang memberikan, dan murid hanya menerima suatu hukuman tanpa melalui suatu kesepakatan, atau pengarahan dari pihak guru, baik sebelum atau sesudahnya 1. 2.
Perbedaan Hukuman - Konsekuensi
Apa itu RESTITUSI UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE HAMDANI
Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita tentunya akan berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam menentukan keputusan. Contohnya Ketika seorang guru sudah tidak menerapkan nilai kejujuran dalam kesehariannya maka dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, bisa saja lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan dengan tanggung jawabnya. Namun jika guru tersebut memegang teguh nilai kejujuran dan meyakini bahwa setiap keputusan yang diambil harus dipertanggungjawabkan, maka Ketika mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran tetap akan berpegang teguh pada keyakinannya
9 Ciri-Ciri Restitusi .Bukan untuk menebus kesalahan, namun untuk belajar dari kesalahan. Memperbaiki hubungan Tawaran, bukan paksaan Restitusi menuntun untuk melihat ke dalam diri Restitusi mencari kebutuhan dasar yang mendasari tindakan. Restitusi diri adalah cara yang paling baik Restitusi fokus pada karakter bukan tindakan Restitusi fokus pada solusi Restitusi mengembalikan murid yang berbuat salah pada kelompoknya 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.
Bolehkah kita memberikan penghargaan kepada murid? UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE HAMDANI
Alfie Kohn mengemukanan baik penghargaan maupun hukuman adalah cara-cara mengontrol perilaku seseorang yang mengahancurkan potensi untuk pembelajaran yang sesungguhnya Menurut Kohn, secara ideal tindakan belajar itu sendiri penghargaan sesungguhnya tindakan memberikan penghargaan yang nilainya sama dengan menghukum seseorang Memberikan Penghargaan Kepada Murid Reward
KEYAKINAN KELAS UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE HAMDANI
Mengapa tidak peraturan saja, mengapa Keyakinan Kelas Mengapa Kita memiliki peraturan harus menggunakan helm bila mengenderai kendaraan roda dua? Mengapa kita memiliki peraturan 3M, menggunakan masker, Mencuci tangan, dan Menjaga Jarak 1,5 Meter Mengapa kita memiliki peraturan harus datang tepat waktu pada saat mengikuti pelatihan? Untuk mendukung motivasi intrinsik, kembali ke nilai-nilai/ keyakinan-keyakinan lebih menggerakkan seseorang dibandingkan mengikuti serangkaian peraturan-peraturan
Peraturan Keyakinan Kelas Selalu Kembalikan Buku ke tempatnya Dilarang Mengganggu orang lain Hadir di sekolah 15 menit sebelum pembelajaran dimulai Dilarang Melakukan Kekerasan Berganti atau Menunggu Giliran Gunakan Masker Jangan berlari di Kelas
Peraturan Keyakinan Kelas Selalu Kembalikan Buku ke tempatnya Tanggung Jawab Dilarang Mengganggu orang lain Menghormati Orang lain Hadir di sekolah 15 menit sebelum pembelajaran dimulai Menghormati Orang Lain Dilarang Melakukan Kekerasan keselamatan & Menghormati Orang Lain Berganti atau Menunggu Giliran Menghormati Orang lain, Bersabar Gunakan Masker Kesehatan, Keselamatan Jangan berlari di Kelas Keselamatan, Keamanan
Ciri - Ciri Keyakinan Kelas 1 2 3 4 5 Abstrak Pernyataan Universal Bentuk Positif Dapat di Terapkan Curah Pendapat 6 Peninjauan Kembali
Apa saja kebutuhan dasar manusia? UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE HAMDANI
Setiap tindakan yang dilakukan murid memiliki alasan tertentu. Alasan tersebut berkaitan dengan kebutuhannya yang belum terpenuhi. Kebutuhan tersebut harus dipenuhi oleh setiap manusia Kebutuhan Dasar Manusia
Dunia Berkualitas UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE HAMDANI
Dunia berkualitas Anda adalah tempat khusus dalam pikiran Anda, tempat Anda menyimpan gambaran representasi dari semua yang Anda inginkan, bisa berisi orang-orang, hal-hal dan apa saja yang terbaik dalam hidup Anda dan membuat Anda merasa bahagia dan terpenuhi kebutuhan dasar Anda. Dr. William Glaseer menyebutnya seperti semacam album foto sehingga isinya tidak akan terlalu banyak, hanya akan terdiri dari beberapa hal saja yang sangat signifikn dan benar-benar terbaik dalam hidup Anda yang membuat hidup Anda menjadi lebih bermakna. Kebutuhan dasar bersifat lebih umum dan universal. Sedangkan dunia berkualitas lebih unik dan personal.
5 POSISI KONTROL UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE HAMDANI
5 POSISI KONTROL
CGP ANGK-VII-2022
Posisi kontrol apa yang pernah Anda lakukan sebagai pendidik? UPT SPF SDN 106162 MEDAN ESTATE HAMDANI