SKRIPSI
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MONITORING PERBAL
PERJANJIAN PEMENUHAN KEWAJIBAN IZIN PRINSIP
PEMANFAATAN RUANG (IPPR) DENGAN METODE ADMINISTRATIVE
WORKFLOW SYSTEMS
(Studi Kasus: Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi DKI
Jakarta)
Disusun Oleh :
SALSA KHOLILAH
11160930000070
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2021 M/ 1443 H
SKRIPSI
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MONITORING PERBAL
PERJANJIAN PEMENUHAN KEWAJIBAN IZIN PRINSIP
PEMANFAATAN RUANG (IPPR) DENGAN METODE ADMINISTRATIVE
WORKFLOW SYSTEMS
(Studi Kasus: Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi DKI
Jakarta)
Disusun Oleh :
SALSA KHOLILAH
11160930000070
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2021 M/ 1443 H
i
HALAMAN JUDUL
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MONITORING PERBAL
PERJANJIAN PEMENUHAN KEWAJIBAN IZIN PRINSIP
PEMANFAATAN RUANG (IPPR) DENGAN METODE
ADMINISTRATIVE WORKFLOW SYSTEMS
(Studi Kasus: Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi DKI
Jakarta)
Skrispi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi
Fakultas Sains Dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sayarif Hidayatullah Jakarta
Disusun Oleh:
SALSA KHOLILAH
1116093000070
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2021 M/ 1443 H
ii
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MONITORING PERBAL
PERJANJIAN PEMENUHAN KEWAJIBAN IZIN PRINSIP
PEMANFAATAN RUANG (IPPR) DENGAN METODE ADMINISTRATIVE
WORKFLOW SYSTEMS
(Studi Kasus: Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi DKI
Jakarta)
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Oleh:
SALSA KHOLILAH
1116093000070
Menyetujui,
Pembimbing I Pembimbing II
Yuni Sugiarti, M.Kom Zulfiandri, MMSI
NIDN. 2006067602 NIP. 19700130 200501 1 003
Mengetahui,
Ketua Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
A’ang Subiyakto, Ph.D
NIP. 19760219 200710 1 002
iii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN
Skripsi yang berjudul Rancang Bangun Sistem Informasi Monitoring Perbal
Perjanjian Pemenuhan Kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR)
Dengan Metode Administrative Workflow Systems (Studi Kasus: Biro
Pembangunan Dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi Dki Jakarta) yang
ditulis oleh Salsa Kholilah, NIM 11160930000070 telah diuji dan dinyatakan lulus
dalam sidang Munaqosah Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Selasa, 09 November 2021. Skripsi ini telah
diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana (S1) Program Studi
Sistem Informasi.
Menyetujui,
Penguji I Penguji II
Nia Kumaladewi, MMSI Sarip Hidayatullah, MMSI
NIP. 19750412 200710 2 002 NIP 19750811 200912 1 001
Mengetahui,
Pembimbing I Pembimbing II
Yuni Sugiarti, M.Kom Zulfiandri, MMSI
NIDN. 2006067602 NIP. 19700130 200501 1 003
Dekan Ketua
Fakultas Sains dan Teknologi Program Studi Sistem Informasi
Ir. Nashrul Hakiem, S.Si., M.T., Ph.D. A’ang Subiyakto, Ph.D
NIP. 19710608 200501 1 005 NIP. 19760219 200710 1 002
iv
LEMBAR PERNYATAAN
DENGAN INI SAYA MENYARAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-
BENAR HASIL KARYA DAN BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI
SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU
LEMBAGA MANAPUN
Jakarta, Desember 2021
SALSA KHOLILAH
11160930000070
v
ABSTRAK
Salsa Kholilah – 11160930000070, Rancang Bangun Sistem Informasi
Monitoring Perbal Perjanjian Pemenuhan Kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan
Ruang (IPPR) dengan metode Administrative Workflow Systems (Studi kasus :
Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup). Di bawah bimbingan Yuni
Sugiarti dan Zulfiandri.
Salah satu tugas Biro PLH Setda Provinsi DKI Jakarta adalah
mengkoordinasikan dan memantau Perjanjian Pemenuhan Kewajiban(PPK)
terkait perizinan pembangunan diwilayah DKI Jakarta yang dilakukan oleh
pemohon. Dalam proses PPK tersebut selain pihak Biro PLH adapun pihak lain
yang terlibat yaitu Biro Hukum, Asbang LH dan Biro umum sebagai pihak yang
akan memverifikasi perbal PPK tersebut. Namun sulitnya mengetahui progres
permohonan PPK yang diajukan, menjadi kendala utama dalam melakukan
monitoring berkas permohonan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan
sebuah sistem monitoring yang mampu memberikan informasi yang cepat dan
akurat terhadap pergerakan berkas permohonan dan membantu dalam
pembuatan laporan PPK. Penelitian ini menggunakan metode Administrative
Workflow System dan metode RAD sebagai tahapan perancangan. Metode
pengumpulan data menggunakan studiliteratur, observasi, wawancara, dan tahap
pengkodean sistem menggunakan bahasa pemograman PHP, HTML, DBMS
MySQL dan pengujian sistem menggunakan blackbox testing. Hasil dari
penelitian ini merupakan sistem yang dapat memberikan informasii terkait
pergerakan berkas secara cepat dan akurat yang terintegrasi dengan e-mail dan
WhatsApp dengan begitu sistem ini dapat membantu dalam melakukan
monitoring berkas permohonan PPK dan laporan PPK tentunya.
Kata kunci : Sistem informasi monitoring, RAD, UML, Administrative
Workflow System.
Bab 1-V + 197 Halaman + LXV Halaman + 106 Gambar+ 58 Tabel + 6
Daftar Simbol + Lampiran
Pustaka Acuan(51, 2010-2020)
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala nikmat,
rahmat dan anugrah-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan Skripsi yang
berjudul “Rancang Bangun Sistem Informasi Monitoring Perbal Perjanjian
Pemenuhan Kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) metode
Administrative Workflow System (Studi kasus: Biro Pembangunan dan
Lingkungan Hidup.” dengan baik. Shalawat dan salam semoga tercurahkan
kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi Muhammad SAW.
Selama penyusunan skripsi ini tentunya ada banyak kesulitan dan hambatan
yang dihadapi mulai dari tahap awal sampai tahap akhir. Namun berkat bantuan,
saran, dorongan, dan bimbingan dari berbagai pihak yang merupakan salah satu
bentuk pengalaman dan pembelajaran hidup bagi peneliti yang tidak akan pernah
saya lupakan. Oleh karena itu, dengan segala hormat dan kerendahan hati,
perkenankanlah peneliti mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Ir. Nashrul Hakiem, S.Si., M.T., Ph.D selaku Dekan Fakultas
Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta.
2. Bapak A’ang Subiyakto, M.Kom. selaku Ketua Program Studi Sistem
Informasi Fakultas Sains dan Teknologi.
3. Ibu Yuni Sugiarti, S.Kom., M.Kom selaku dosen pembimbing skripsi I
dan bapak Zulfiandri, MMSI. selaku dosen pembimbing Skripsi II
yang telah banyak memberikan ilmu, saran dan pengetahuannya dalam
vii
membimbing peneliti sehingga skripsi ini dapat terselesaikan serta ilmu
bagaimana kita harus berpikir secara kritis dan belajar untuk berpikir
secara luas dari berbagai sudut pandang.
4. Ibu Nur Aeni Hidayah, SE, MMSI selaku dosen pembimbing akademik
yang selalu memberikan arahan kepada peneliti serta dosen-dosen
program studi Sistem Informasi yang telah banyak memberikan ilmu
selama proses perkuliahan ini.
5. Bapak Agung Nugroho, SAP , ibu Safira Astari, ST , ibu Eurika Andita
Putri, ST , ibu Yuli Daniar selaku Pembimbing Lapangan di Biro PLH
Setda Provinsi DKI Jakarta dan tentunya seluruh pegawai Biro PLH
yang telah memberikan banyak ilmu, cerita, masukan dan arahan saat
dilapangan.
6. Orang tua saya yang bernama Bpk Muaz dan Ibu Yayah serta keluarga
besar peneliti yang selalu memberikan dukungan baik dalam bentuk
fisik seperti makanan dan minuman maupun dalam bentuk doa yang
tidak pernah putus dan semangat yang terus mengalir sampai detik ini
kepada peneliti.
7. Terimakasih juga untuk Ratih Pranacitra, Isfa Nur Faiza, Desi
Triherawati dan Larasati Indraskinasih yang tidak pernah capek untuk
selalu menyemangatin dan selalu percaya bahwa peneliti akan bisa
segera menyelesaikan skripsi ini.
8. Nesya Amelia, Annisa Novianti, Neera Maulidia dan Rovidatul Hikmah
Tanjung yang telah memberikan banyak hal menyenangkan dan hal-hal
viii
positif sehingga peneliti bisa menyelesaikan penelitian ini. selain itu
memberikan canda tawa, semangat dan selalu berbagi ilmu baik dalam
hal akademis maupun non-akademis, terimakasih kawan kalian hebat.
9. Imadudin Abdan Syakuro, Chandra Syahputra dan Imam Taufiq Ponco
yg telah memberikan banyak ilmu baru dalam dunia codingan dan
membantu dalam pembuatan sistem informasi monitoring ini,
terimakasih kawan kalian hebat.
10. Keluarga Dewan Eksekutif Mahasiswa ( DEMA ) Fakultas Sains dan
Teknologi khususnya Riby, Fadjri, Beta, Qirob, Jumsky dan Puji
Rahmawati yang telah memberikan motivasi dan semangat untuk segera
menyelesaikan Skripsi ini serta pengalaman organisasi yang sangat
mengasikan itu.
11. Teman-teman Sistem Informasi angkatan 2016, khususnya Yana,
Amimah dan Sistem Informasi C yang selalu saling mendukung dan
berjuang bersama selama perkuliahan ini.
12. Senior-senior yang telah bersedia memberikan info dan ilmu tambahan
dalam menyusun skripsi ini,
13. Keluarga KKN 091 yang telah memberikan sebuah cerita singkat yang
sangat berharga dan memiliki arti nilai penting baik dalam hal
kehidupan, keluarga, dan cinta.
14. Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah
membantu laporan ini terselesaikan.
ix
Dalam penyusunan Skripsi ini, peneliti sangat menyadari bahwa ini
masih terdapat banyak kekurangan yang disebabkan keterbatasan ilmu
pengetahuan, wawasan, dan pengalaman yang peneliti miliki. Untuk itu
peneliti memohon maaf atas segala kekurangan-kekurangan yang ada
dan tidak menutup diri atas segala bentuk kritik dan saran yang bersifat
membangun untuk kedepannya nanti bagi peneliti dan semoga peneliti
bisa lanjut S2 ya, amin.
Akhir kata, semoga skripsi ini dan apa yang telah peneliti kerjakan
dapat bermanfaat bagi pembaca dan peneliti sendiri.
Jakarta, September 2021
Salsa Kholilah
x
DAFTAR ISI
SKRIPSI .............................................................................................................. i
HALAMAN JUDUL ........................................................................................ii
LEMBAR PENGESAHAN...............................................................................iii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN ..................................................................iv
LEMBAR PERNYATAAN ............................................................................... v
ABSTRAK ........................................................................................................vi
KATA PENGANTAR......................................................................................vii
DAFTAR ISI .....................................................................................................xi
DAFTAR TABEL ........................................................................................... xvi
DAFTAR GAMBAR.....................................................................................xviii
DAFTAR SIMBOL........................................................................................xxii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang...................................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah ............................................................................. 8
1.3 Rumusan Masalah ................................................................................ 8
1.4 Batasan Masalah................................................................................... 9
1.5 Tujuan Penelitian.................................................................................. 9
1.6 Manfaat Penelitian.............................................................................. 10
1.7 Metodologi Penelitian ........................................................................ 11
1.7.1 Metode Pengumpulan Data ......................................................... 12
1.7.2 Metode Analisis Sistem ................................................................ 13
1.7.3 Metode Pengembangan Sistem ................................................... 13
1.8 Sistematika Penulisan......................................................................... 14
XI
BAB II LANDASAN TEORI.......................................................................... 16
2.1 Pengertian Rancang Bangun............................................................. 16
2.2 Konsep Dasar Sistem Informasi ........................................................ 16
2.2.1 Pengertian Sistem ........................................................................ 16
2.2.2 Pengertian Informasi..................................................................... 17
2.2.3 Pengertian Sistem Informasi ......................................................... 17
2.3 Konsep Monitoring .............................................................................. 18
2.3.1 Pengertian Monitoring .................................................................. 18
2.3.2 Jenis – jenis Monitoring................................................................ 19
2.3.3 Tujuan Monitoring........................................................................ 19
2.4 Sistem Monitoring ............................................................................... 20
2.5 Perbal Perizinan Pemenuhan Kewajiban .............................................. 20
2.5.1 Perizinan....................................................................................... 20
2.5.2 Perbal Perizinan Pemenuhan Kewajiban ....................................... 21
2.6 Metode Pengumpulan Data .................................................................. 22
2.6.1 Observasi...................................................................................... 22
2.6.2 Studi Pustaka ................................................................................ 22
2.6.3 Wawancara ................................................................................... 23
2.7 Pengertian Analisis Sistem................................................................... 24
2.7.1 Metode PIECES............................................................................ 24
2.8 Rapid Application Development........................................................... 25
2.8.1 Pengertian Rapid Application Development .................................. 25
2.8.2 Fase dan Tahapan Perencanaan Sistem ......................................... 26
2.8.3 Kelebihan dan Kekurangan Rapid Application Development ........ 28
2.9 Administrative Workflow Systems (AWS) .......................................... 29
XII
2.10 Pengujian Black-Box........................................................................ 30
2.11 Unified Model Language (UML)...................................................... 31
2.11.1 Usecase Diagram .......................................................................... 32
2.11.2 Activity Diagram .......................................................................... 33
2.11.3 Class Diagram .............................................................................. 34
2.11.4 Sequence Diagram ........................................................................ 35
2.11.5 Component Diagram ..................................................................... 36
2.11.6 Deployment Diagram .................................................................... 37
2.12 PHP.................................................................................................. 38
2.13 Xampp dan PHPMyAdmin............................................................... 39
2.14 Basis Data ........................................................................................ 40
2.15 Database MySQL ............................................................................. 41
2.16 Sublime Text.................................................................................... 42
2.17 HTML.............................................................................................. 43
2.18 Laravel............................................................................................. 45
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...................................................... 46
3.1 Metode Pengumpulan Data .................................................................. 46
3.1.1 Studi Pustaka ................................................................................ 46
3.1.2 Studi Lapangan............................................................................. 49
3.2 Metode Analisis Sistem ....................................................................... 50
3.3 Metode Administrative Workflow System ............................................. 50
3.4 Metode Rapid Application Development ............................................. 52
3.5 Kerangka Berfikir ................................................................................ 55
BAB IV PEMBAHASAN................................................................................ 56
4.1 Requirement Planning.............................................................................. 56
XIII
4.1.1 Gambaran Umum Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup
(Sumber: Data Primer Biro PLH) ............................................................... 56
4.1.2 Landasan Hukum (Sumber: Data Primer Biro PLH)...................... 56
4.1.3 Visi dan Misi (Sumber: Data Primer Biro PLH) ............................ 57
4.1.4 Struktur Organisasi Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup
(Sumber: Data Primer Biro PLH) ............................................................... 58
4.1.5 Tugas dan Fungsi Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup
(Sumber: Data Primer Biro PLH) ............................................................... 58
4.1.6 Analisis Sistem Berjalan (Sumber: Data Primer Biro Pembangunan
dan Lingkungan Hidup).............................................................................. 59
4.1.7 Gambaran Business Rules pada proses permohonan PPK .............. 63
4.1.8 Metode Analisis PIECES .............................................................. 63
4.1.9 Analisis workflow queue ............................................................... 65
4.1.10 Analisis Sistem Usulan ................................................................. 67
4.2 Workshop Design................................................................................. 72
4.2.1 Use Case Diagram ........................................................................ 72
4.2.2 Activity Diagram .......................................................................... 99
4.2.3 Class Diagram ............................................................................ 124
4.2.4 Sequence Diagram .................................................................... 125
4.2.5 Component Diagram................................................................... 143
4.2.6 Deployment Diagram.................................................................. 146
4.2.7 Normalisasi ................................................................................ 147
4.2.8 Skema Database.......................................................................... 152
4.2.9 Spesifikasi Database ................................................................... 153
4.2.10 Desain Tampilan......................................................................... 161
4.3 Implementation .................................................................................. 182
XIV
4.3.1 Coding (Pengkodean) ................................................................. 182
4.3.2 Testing (Pengujian) ..................................................................... 182
BAB V PENUTUP......................................................................................... 191
5.1 Kesimpulan........................................................................................ 191
5.2 Saran...................................................................................................... 192
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 193
LAMPIRAN ................................................................................................xxviii
XV
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Penelitian Sejenis ............................................................................... 46
Tabel 4. 1 Analisis PIECES Sistem Informasi Monitoring Perbal Perjanjian
Pemenuhan Kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang ( IPPR) ....................... 63
Tabel 4. 2 Daftar Notifikasi (Antrian kerja)........................................................ 65
Tabel 4. 3 ldentifikasi Actor............................................................................... 72
Tabel 4. 4 identifikasi usecase............................................................................ 73
Tabel 4. 5 Narasi Usecase Lihat Persyaratan PPK .............................................. 77
Tabel 4. 6 Narasi Usecase Manajemen data user................................................ 77
Tabel 4. 7 Narasi Usecase Registrasi.................................................................. 78
Tabel 4. 8 Narasi Use Case Login ...................................................................... 79
Tabel 4. 9 Input Persyaratan PPK....................................................................... 80
Tabel 4. 10 Input Berkas Permohonan PPK........................................................ 81
Tabel 4. 11 Narasi Usecase Membuat Jadwal Rapat........................................... 83
Tabel 4. 12 Narasi Usecase Lihat Jadwal Rapat ................................................. 84
Tabel 4. 13 Narasi Usecase Membuat Perbal PPK.............................................. 84
Tabel 4. 14 Narasi Usecase Verifikasi Biro Hukum ........................................... 86
Tabel 4. 15 Narasi Usecase Verifikasi Asbang LH ............................................ 87
Tabel 4. 16 Narasi Usecase Verifikasi Biro Umum ............................................ 88
Tabel 4. 17 Narasi Usecase Membuat Draft PPK ............................................... 89
Tabel 4. 18 Narasi Usecase Cetak Draft PPK ..................................................... 91
Tabel 4. 19 Narasi Usecase Input Minuta Notaris............................................... 91
Tabel 4. 20 Narasi Usecase Verifikasi Minuta Notaris ....................................... 92
Tabel 4. 21 Narasi Usecase Membuat Jadwal TTD PPK .................................... 93
Tabel 4. 22 Narasi Usecase Lihat Jadwal TTD PPK ........................................... 95
Tabel 4. 23 Narasi Usecase Melihat Laporan PPK ............................................. 95
Tabel 4. 24 Narasi Usecase Cetak Laporan PPK ................................................ 96
Tabel 4. 25 Narasi Usecase Notifikasi................................................................ 97
Tabel 4. 26 Narasi Monitoring Timeline PPK .................................................... 97
Tabel 4. 27 Narasi Usecase Logout .................................................................... 98
XVI
Tabel 4. 28 Unnormalized Form ...................................................................... 147
Tabel 4. 29 First Normal Form (1NF).............................................................. 148
Tabel 4. 30 Tabel User..................................................................................... 153
Tabel 4. 31 Tabel Pemohon.............................................................................. 153
Tabel 4. 32 Tabel persyaratan .......................................................................... 154
Tabel 4. 33 Tabel Lampiran ............................................................................. 155
Tabel 4. 34 Tabel Berkas ................................................................................. 155
Tabel 4. 35 Tabel Perbal .................................................................................. 156
Tabel 4. 36 Tabel Jadwal ................................................................................. 157
Tabel 4. 37 Tabel Draft_ppk ............................................................................ 158
Tabel 4. 38 Tabel notaris.................................................................................. 159
Tabel 4. 39 Tabel Timeline .............................................................................. 159
Tabel 4. 40 Tabel Laporan ............................................................................... 160
Tabel 4. 41 Tabel Notifikasi............................................................................. 161
Tabel 4. 42 Pengujian Menu Persyaratan.......................................................... 183
Tabel 4. 43 Pengujian Menu Data User ............................................................ 184
Tabel 4. 44 Pengujian Menu Registrasi ............................................................ 185
Tabel 4. 45 Pengujian Menu Login................................................................... 186
Tabel 4. 46 Pengujian Menu Home .................................................................. 186
Tabel 4. 47 Pengujian Menu Permohonan PPK ................................................ 187
Tabel 4. 48 Pengujian Menu Jadwal Rapat ....................................................... 188
Tabel 4. 49 Pengujian Menu Perbal PPK.......................................................... 189
Tabel 4. 50 Pengujian Menu Verifikasi Biro Hukum ........................................ 190
Tabel 4. 51 Pengujian Menu Verifikasi Asbang LH ......................................... 191
Tabel 4. 52 Pengujian Menu Verifikasi Biro Umum......................................... 192
Tabel 4. 53 Pengujian Menu Draft PPK ........................................................... 193
Tabel 4. 54 Pengujian Menu Minuta Notaris .................................................... 194
Tabel 4. 55 Pengujian Menu Jadwal TTD PPK ................................................ 195
Tabel 4. 56 Pengujian Menu Laporan PPK....................................................... 196
Tabel 4. 57 Pengujian Menu Logout................................................................. 197
XVII
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1 Metode Rapid Application Development (Kendall, 2011)............... 26
Gambar 2. 2 Kerangka Kunci Administrative Workflow Systems (Dewandaru,
2015). ................................................................................................................ 29
Gambar 2. 3 Usecase Diagram (Sugiarti, 2018).................................................. 33
Gambar 2. 4 Diagram Activity (Sugiarti, 2018)................................................... 34
Gambar 2. 5 Class Diagram (Sugiarti, 2018)...................................................... 35
Gambar 2. 6 Sequence diagram (Sugiarti, 2018b) ............................................... 36
Gambar 2. 7 Component Diagram (Achmad, 2015)............................................ 37
Gambar 2. 8 Deployment Diagram (Achmad, 2015) ........................................... 38
Gambar 3. 1 Kerangka berfikir........................................................................... 55
Gambar 4. 1 Struktur Organisasi Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup
(Sumber : Data Primer Biro PLH (Abusudja, 2018) ) ......................................... 58
Gambar 4. 2 Sistem Berjalan (Sumber : Data Primer)......................................... 60
Gambar 4. 3 Business Rules Perjanjian Pemenuhan Kewajiban IPPR (Sumber :
Data Primer). ..................................................................................................... 63
Gambar 4. 4 Sistem Usulan Sistem Informasi Monitoring Perbal Perjanjian
Pemenuhan Kewajiban IPPR (Sumber : Data Primer). ...................................... 68
Gambar 4. 5 Usecase Sistem Informasi Monitoring Perbal Perjanjian Pemenuhan
Kewajiban IPPR(Sumber : Data Primer) ............................................................ 76
Gambar 4. 6 Activity Diagram Lihat Persyaratan PPK ........................................ 99
Gambar 4. 7 Activity Diagram Manajemen Data User ...................................... 100
Gambar 4. 8 Activity Diagram Registrasi......................................................... 101
Gambar 4. 9 Activity Diagram Login ............................................................... 102
Gambar 4. 10 Activity Diagram Input Persyaratan PPK ................................... 103
Gambar 4. 11 Activity Diagram Input Berkas Permohonan PPK ....................... 105
Gambar 4. 12 Activity Diagram Pembuatan Jadwal Rapat ................................ 106
Gambar 4. 13 Activity Diagram Lihat Jadwal Rapat ......................................... 107
Gambar 4. 14 Activity Diagram Membuat Perbal PPK..................................... 108
Gambar 4. 15 Activity Diagram Verifikasi Biro Hukum ................................... 109
XVIII
Gambar 4. 16 Activity Diagram Verifikasi Asbang LH ..................................... 110
Gambar 4. 17 Activity Diagram Verifikasi Biro Hukum ................................... 112
Gambar 4. 18 Activity Diagram Membuat Draft PPK ...................................... 113
Gambar 4. 19 Activity Diagram Cetak Draft PPK ............................................ 114
Gambar 4. 20 Activity Diagram Input Minuta Notaris....................................... 115
Gambar 4. 21 Activity Diagram Verifikasi Minuta Notaris ............................... 116
Gambar 4. 22 Activity Diagram Membuat Jadwal TTD PPK ........................... 118
Gambar 4. 23 Activity Diagram Lihat Jadwal TTD PPK .................................. 119
Gambar 4. 24 Activity Diagram Melihat Laporan PPK .................................... 120
Gambar 4. 25 Activity Diagram Cetak Laporan PPK........................................ 120
Gambar 4. 26 Activity Diagram Notifikasi....................................................... 121
Gambar 4. 27 Activity Diagram Monitoring Timeline PPK .............................. 122
Gambar 4. 28 Activity Diagram Logout ........................................................... 123
Gambar 4. 29 Class Diagram Sistem Informasi Monitoring Perbal Perjanjian
Pemenuhan Kewajiban IPPR............................................................................ 124
Gambar 4. 30 Sequence Diagram Lihat Persyaratan PPK ................................. 125
Gambar 4. 31 Sequence Diagram Manajemen Data User.................................. 126
Gambar 4. 32 Sequence Diagram Registrasi..................................................... 127
Gambar 4. 33 Sequence Diagram Login ........................................................... 127
Gambar 4. 34 Sequence Diagram Input Persyaratan PPK ................................. 128
Gambar 4. 35 Sequence Diagram Input Berkas Permohonan PPK .................... 129
Gambar 4. 36 Sequence Diagram Membuat Jadwal Rapat................................ 130
Gambar 4. 37 Sequence Diagram Lihat Jadwal Rapat ...................................... 131
Gambar 4. 38 Sequence Diagram Membuat Perbal PPK................................... 132
Gambar 4. 39 Sequence Diagram Verifikasi Biro Hukum ................................ 133
Gambar 4. 40 Sequence Diagram Verifikasi Asbang LH .................................. 134
Gambar 4. 41 Sequence Diagram Verifikasi Biro Umum ................................. 135
Gambar 4. 42 Sequence Diagram Membuat Draft PPK .................................... 136
Gambar 4. 43 Sequence Diagram Cetak Draft PPK .......................................... 136
Gambar 4. 44 Sequence Diagram Input Minuta Notaris.................................... 137
Gambar 4. 45 Sequence Diagram Verifikasi Minuta Notaris ............................ 138
XIX
Gambar 4. 46 Sequence Diagram Membuat Jadwal TTD PPK ......................... 139
Gambar 4. 47 Sequence Diagram Lihat Jadwal TTD PPK................................ 140
Gambar 4. 48 Sequence Diagram Lihat Laporan PPK ...................................... 140
Gambar 4. 49 Sequence Diagram Cetak Laporan PPK ..................................... 141
Gambar 4. 50 Sequence Diagram Notifikasi..................................................... 141
Gambar 4. 51 Sequence Diagram Monitoring Timeline PPK............................ 142
Gambar 4. 52 Sequence Diagram Logout ......................................................... 142
Gambar 4. 53 Componet Diagram Sistem Informasi Monitoring Perbal Perjanjian
Pemenuhan Kewajiban IPPR............................................................................ 143
Gambar 4. 54 Deployment Diagram Sistem Informasi Monitoring ................... 146
Gambar 4. 55 Second Normal Form (2NF)....................................................... 151
Gambar 4. 56 Third Normal Form (3NF) ......................................................... 151
Gambar 4. 57 Skema Database Sistem Informasi Monitoring Perbal Perjanjian
Pemenuhan Kewajiban IPPR............................................................................ 152
Gambar 4. 58 Desain Tampilan Halaman Persyaratan ...................................... 161
Gambar 4. 59 Desain Tampilan Halaman Manajemen Data User (Biro PLH) .. 162
Gambar 4. 60 Desain Tampilan Form Data User .............................................. 162
Gambar 4. 61 Desain Tampilan Halaman Registrasi......................................... 163
Gambar 4. 62 Desain Tampilan Login.............................................................. 163
Gambar 4. 63 Desain Tampilan Halaman Home............................................... 164
Gambar 4. 64 Desain Tampilan Halaman Input Persyaratan ............................. 164
Gambar 4. 65 Desain Tampilan Halaman Permohonan..................................... 165
Gambar 4. 66 Desain Tampilan Halaman Permohonan..................................... 165
Gambar 4. 67 Desain Tampilan Halaman Form Permohonan PPK ................... 166
Gambar 4. 68 Desain Tampilan Halaman Delete Permohonan PPK.................. 166
Gambar 4. 69 Desain Tampilan Halaman Detail Permohonan PPK .................. 167
Gambar 4. 70 Desain Tampilan Halaman Jadwal Rapat ................................... 167
Gambar 4. 71 Desain Tampilan Halaman Jadwal Rapat ................................... 168
Gambar 4. 72 Desain Tampilan Form Jadwal Rapat ......................................... 168
Gambar 4. 73 Desain Tampilan Halaman Delete Jadwal Rapat ........................ 169
Gambar 4. 74 Desain Tampilan Halaman Perbal .............................................. 169
XX
Gambar 4. 75 Desain Tampilan Form Perbal................................................... 170
Gambar 4. 76 Desain Tampilan Delete Perbal .................................................. 170
Gambar 4. 77 Desain Tampilan Detail Perbal................................................... 171
Gambar 4. 78 Desain Tampilan Verifikasi Biro Hukum ................................... 171
Gambar 4. 79 Desain Tampilan Verifikasi Asbang LH..................................... 172
Gambar 4. 80 Desain Tampilan Verifikasi Biro Umum .................................... 172
Gambar 4. 81 Desain Tampilan Halaman Draft PPK (Pemohon) ...................... 173
Gambar 4. 82 Desain Tampilan Halaman Draft PPK (Biro PLH) ..................... 173
Gambar 4. 83 Desain Tampilan Halaman Form Draft PPK............................... 174
Gambar 4. 84 Desain Tampilan Delete Draft PPK............................................ 174
Gambar 4. 85 Desain Tampilan Halaman Minuta Notaris (Pemohon)............... 175
Gambar 4. 86 Desain Tampilan Halaman Minuta Notaris (Biro PLH) .............. 175
Gambar 4. 87 Desain Tampilan Form Minuta Notaris ...................................... 176
Gambar 4. 88 Desain Tampilan Delete Minuta Notaris..................................... 176
Gambar 4. 89 Desain Tampilan Halaman Jadwal TTD PPK (Pemohon) ........... 177
Gambar 4. 90 Desain Tampilan Halaman Jadwal TTD PPK (Biro PLH) .......... 177
Gambar 4. 91 Desain Tampilan Halaman Form Jadwal TTD PPK.................... 178
Gambar 4. 92 Desain Tampilan Delete Jadwal TTD PPK................................. 178
Gambar 4. 93 Desain Tampilan Halaman Timeline .......................................... 179
Gambar 4. 94 Desain Tampilan Halaman Notifikasi Pengingat/Sistem............. 179
Gambar 4. 95 Desain Tampilan Halaman Notifikasi WhatsApp ....................... 180
Gambar 4. 96 Desain Tampilan Halaman Notifikasi E-mail ............................. 180
Gambar 4. 97 Desain Tampilan Halaman Logout ............................................. 181
XXI
DAFTAR SIMBOL
1. Simbol Use Case Diagram Nama Keterangan
Simbol
Fungsionalitas yang disedikan
Use Case sistem sebagai unit-unit yang
saling bertukar pesan antara unit
Aktor/ actor atau aktor, biasanya dinyatakan
dengan menggunakan kata kerja
Extend Association diawal frase nama Use Case.
Include Extend
Include Orang, proses, atau sistem lain
yang berinteraksi dengan sistem
informasi yang akan dibuat di luar
sistem informasi yang akan dibuat
itu sendiri, jadi walaupun simbol
dari aktor adalah gambar orang,
tapi aktor belum tentu merupakan
orang, biasanya dinyatakan
menggunakan kata benda frase
nama aktor.
Komunikasi antara aktor dan Use
Case yang berpartisipasi pada Use
Case atau Use Case memiliki
interaksi dengan aktor.
Relasi use case tambahan
kesebuah use case dimana use case
yang ditambahkan dapat berdiri
sendiri walau tanpa use case
tambahan itu.
Relasi use case tambahan
kesebuah use case dimana use case
yang ditambahkan memerlukan
use case ini untuk menjalankan
fungsinya atau sebagai syarat
dijalankan use case ini.
XXII
2. Simbol Activity Diagram Nama Keterangan
Simbol
Status awal aktivitas sistem,
Status Awal sebuah diagram aktivitas memiliki
sebuah status awal.
Aktivitas
Aktivitas yang dilakukan sistem,
Decision aktivitas biasanya diawali dengan
kata kerja.
Join
Asosiasi percabangan dimana jika
Status Akhir ada pilihan aktivitas lebih dari
satu.
Wimlane
Asosiasi penggabungan dimana
lebih dari satu aktivitas
digabungkan menjadi satu.
Status akhir yang dilakukan
sistem, sebuah diagram aktivitas
memiliki sebuah status akhir.
Memisahkan organisasi bisnis
yang bertanggung jawab terhadap
aktivitas yang terjadi.
3. Simbol Class Diagram Nama Keterangan
Simbol
Class Kelas pada struktur sistem
Association Association, dapat diartikan
sebagai relasi. Digambarkan
sebagai garis lurus antara dua
XXIII
kelas. Asosiasi biasanya juga
disertai dengan multiplicity
Generalitation Generalization, relasi antar
Cardinality kelas dengan makna
Dependency generalisasi-spesialisasi
(umum khusus).
Cardinality atau multiplicity
adalah simbol yang
menunjukkan jumlah
keterhubungan dari satu kelas
dengan kelas lainnya.
Depedency, Relasi antar
kelas dengan makna
kebergantungan antar kelas.
4. Simbol Sequence Diagram Nama Keterangan
Simbol
Actor, mempresentasikan
Actor entitas yang berada diluar
sistem
Lifeline
Lifeline, menggambarkan
Boundary hubungan suatu elemen yang
berbeda.
Boundary¸Biasanya berupa
tepi dari sistem, separti user
interface atau suatu alat yang
berinteraksi dengan sistem
lainnya.
XXIV
Entity, biasanya elemen yang
Entity bertanggung jawab
menyimpan data atau
Informasi.
Message Message, relasi ini digunakan
untuk memanggil operasi atau
Self Message metode yang dimiliki oleh
Control suatu objek.
Self Message, relasi ini
menujukkan bahwa suatu
objek hendak memanggil
dirinya sendiri.
Control, Merupakan elemen
yang mengatur aliran dari
Informasi untuk sebuah
scenario.
5. Simbol Component Diagram Nama Keterangan
Simbol
Package Package adalah sebuah
symbol yang digunakan
untuk mewadahi komponen
Component system
Component merupakan symbol yang
menggambarkan hardware
atau objek dalam system
tersebut. .
XXV
Defency merupakan symbol
Defency yang menggambarkan sebuah
ketergantungan antar
komponen satu dengan
komponen lainnya
Enterface, hal ini mirip
dengan pemograman
Interface berorientasi objek, dimana
symbol ini digunakan untuk
antarmuka dengan tujuan
supaya tidak langsung
mengakses objek.
6. Simbol Deployment Diagram Nama Keterangan
Simbol
Package Package , merupakan simbol
bungkusan dari satu atau
lebih node
Node, biasanya mengacu
pada hardware, software,
jika didalam node disertakan
komponen untuk
Node mengkonsistenkan rancangan
maka komponen yang diikut
sertakan harus sesuai dengan
komponen yang telah
didefinisikan sebelumnya
pada diagram komponen
Defency Defency, simbol yang
menggambarkan
kebergantungan antar node,
arah panah mengarah pada
node
XXVI
Link Link, merupakan relasi antar
node
XXVII
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajuan teknologi informasi yang luar biasa di era digital mendorong
sebuah perubahan pada pola pikir dan cara kerja manusia. Di zaman modern
ini, banyak perusahaan yang sudah menerapkan IT dalam proses bisnisnya baik
perusahaan kecil, menengah maupun besar untuk meningkatkan kinerja
organisasinya dan mendapatkan informasi secara tepat dan akurat.
Dalam meningkatkan kinerja organisasi perlunya melakukan
pemantauan atau monitoring pada proses bisnis yang dilakukan. Hal ini ialah
bagian penting dari proses pengelolaan sebuah kegiatan yang memiliki tujuan untuk
mengetahui seberapa tingkat keberhasilan dan kecocokan yang dicapai antara
rencana dengan hasil yang telah diperoleh melalui monitoring yang telah dilakukan
secara..berkala.
Monitoring dapat dijadikan sebagai sebuah proses pengumpulan data yang
nantinya akan dianalisis berdasarkan indikator-indokator yang telah ditentukan
secara sistematis dan bersifat continue pada program, hasil dari monitoring itu dapat
berguna untuk bahan evaluasi sehingga adanya perbaikan dari program lama, agar
program selanjutnya bisa lebih baik (Dewandaru, 2015) .
Pentingnya sebuah monitoring juga dibahas oleh beberapa jurnal salah satu
nya Dinas PU dikota Kotamobagu membutuhkan sebuah sistem informasi yang
1
bermanfaat dalam hal me-monitoring dan mengevaluasi proyek pada saat
bersamaan dan menyajikan sebuah visualisasi secara geografis terkait tempat
proyek secara umum. Dengan menggunakan metodologi pengembangan Sistem
RAD penelitian ini menghasilkan sebuah sistem Website SIG Monitoring Proyek
Dinas PU (Makalalag, 2016).
Penelitian dari (Syahrul, 2017) yang melakukan penelitian dalam hal
monitoring di PT Mozaik Bintang. Terdapat beberapa maslah pada topik yang
diangkat dalam penelitian kali ini yaitu kurang informatif dalam hal monitoring
proyek dan sulitnya berkoordinasi dengan antar pemangku kepentingan. Metode
RAD dan tools UML digunakan sebagai tahapan untuk menghasilkan sistem
informasi manajemen proyek yang memiliki tujuan untuk memberikan kemudahan
dalam me-monitoring proyek ataupun dalam hal berkoordinasi kepada user
(Syahrul, 2017).
Dalam penelitian sejenis yang lain, sebuah organisasi yang menekuni
bidang penyediaan jasa kontruksi yaitu PT IPS menghadapi beberapa masalah yaitu
terkait progress dalam kegiatan proyek yang sedang berlangsung, belum bisa
diketahui secara cepat,beberapa kali ada kesalahan pencatatan data progress proyek
sehingga hal itu dapat berakibat kekeliruan dalam menentukan data progres proyek,
penelitian menghasilkan sebuah sistem informasi monitoring perkembangan
proyek berbasis web yang dapat membantu manager dalam melaksanakan
monitoring progres proyek. Metode yang digunakan OOAD dan untuk tahap testing
peneliti menggunakan teknik Blackbox, dan juga untuk metode waterfall (Aprisa,
2015).
2
Dalam pelaksanaan kegiatan pemasangan sinyal BTS manager proyek harus
melakukan monitoring sehingga memerlukan sistem yang tentunya dapat
mendukung kegiatan mengelola data, pelaporan aktivitas harian proyek, dan juga
melakukan pemantauan suatu proyek. Metode penelitian yang dipakai yaitu metode
WDLC dan menghasilkan sistem informasi monitoring proyek yang tentunya
membantu user dalam melakukan pemantauan pelaksanaan proyek serta membuat
keputusan yang benar dan tepat (Megawati, 2018).
BPMPP memiliki beberapa masalah yaitu informasi yang diperuntukkan
oleh pemohon masih belum diinformasikan secara langsung dan transparan.
Metode pengembangan sistem yang dipakai yaitu metode RAD dan hasilnya
menghasilkan layangan sistem informasi berbasis web yang dapat memudahkan
dalam proses bisnis penetapan izin, penerbitan izin, register, dan transparansi status
permintaan (Prayitno, 2016).
Pada Bank Pembangunan Daerah di Indonesia, terjadi beberapa masalah
yaitu ketika lembaga perbankan hanya memiliki persentase > 5% Non Performing
Loan (NPL),Hal tersebut tentu memperlihatkan bahwa sistem pinjaman perbankan
memiliki beberapa kelemahan yang mengarah pada kebutuhan pemantauan dan
evaluasi. Hasil dari penelitiann yakni menciptakan sistem informasi yang
memberikan kegunaan.dalam hal memantau dan mengevaluasi kinerja kredit
perbankan (Legowo, 2017).
Pada aplikasi pemantauan berkas administrasi Badan Kepegawaian Negara
(BKN) Regional II memiliki beberapa masalah yang dihadapi yaitu tidak adanya
3
fasilitas untuk monitoring berkas dan belum ada laporan berkas. Pada peneletian ini
menghasilkan berupa sistem berbasi web dengan metode AWS yang berfungsi
dalam merekam dan melacak apa saja yang dilakukan oleh setiap user selain itu
juga user akan mengerjakan tugas sesuai dengan informasi yang didapat secara
otomatis yang terhubung dengan e-mail (Pratama, 2016).
Selain itu adapun PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) yang memiliki
beberapa kendala mulai dari kerterlambatan konfirmasi pembaharuan berkas
sehingga pembaruan berkas itu menghabiskan banyak waktu dan tidak adanya
ketentuan yang mengantur mengenai wakru jatuh tempo pemberkasan administrasi
penjualan kendaraan. Hasilnya menghasilkan sebuah sistem monitoring berbasis
web dengan metode AWS yang menyediakan beberapa fasilitas seperti sharing data
antara user, komunikasi dan sistem dapat monitoring status administrasi dokumen
(Dewandaru, 2015).
Biro PLH Setda Provinsi DKI Jakarta merupakan bagian untuk
merumuskan kebijakan dan melakukan koordinasi, memantau, membina serta
melakukan evaluasi administrasi penyelenggaraan penataan kota, pertanahan,
kebersihan, pertamanan, pemakaman, pengawasan dan penertiban bangunan,
dan lingkungan hidup. Di Biro pembangunan dan lingkungan hidup ini sendiri
terbagi beberapa Sub Bagian yang masing-masing memiliki sebuah peran
tersendiri. Salah satu nya pada Sub Bagian Pemanfaatan Tata Ruang Kota yang
memiliki peran untuk mengoordinasikan penertiban Perjanjian Pemenuhan
4
Kewajiban (PPK) dengan pemegang Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR)
(Abusudja, 2018).
Dalam pelaksaan proses PPK itu sendiri ada beberapa tahapan yang harus
dilalui yaitu untuk tahapan awal dimulai dari permohonan, pemohon
mempersiapkan berkas yang berisikan surat permohonan PPK yang akan di kaji
terlebih dahulu oleh biro pembangunan dan lingkungan hidup apakah berkas
permohonan telah sesuai dengan persyaratan dan data permohonan sudah lengkap.
Setelah itu tahap selanjutnya adalah mengadakan rapat untuk membahas lebih detail
terkait apasaja yang harus dilakukan dan dipenuhi dalam permohonan PPK selain
itu juga memastikan semua telah sesuai dengan SOP sehingga hasil rapat itu akan
diberikan keputusan terkait apakah permohonan bisa di proses lebih lanjut atau
tidak. Kemudian tahapan paraf perbal, pada tahapan ini dilakukan proses verifikasi
berkas berupa paraf dari beberapa biro seperti biro pembangunan dan lingkungan
hidup, biro hukum, asbang LH, biro umum. Selanjutnya tahap pembuatan Minuta
Notarial Akta yang dapat dilakukan setelah mendapatkan paraf lengkap dari
pemangku yang bersangkutan dan setelah Minuta Notaris telah selesai dibuat,
maka untuk tahapan terakhir adalah penandatanganan PPK yang dilakukan oleh
Sekda Pemprov DKI Jakarta.
Namun dalam pelaksanaan tersebut ditemukan beberapa masalah yang
dihadapi salah satunya adalah kurangnya informasi-informasi mengenai progress
permohonan PPK yang akurat dan cepat seperti halnya belum adanya waktu yang
5
jelas terkait tenggat waktu dalam setiap tahap dalam proses PPK sehingga dalam
mengontrol segala aktivitas proses PPK itu masih terasa sulit.
Selain itu dalam monitoring proses PPK ini pemohon harus berkoordinasi
terlebih dahulu kepada biro pembangunan dan lingkungan hidup terkait posisi
berkas permohonan PPK yang berjalan sedang pada tahap apa dan biro
pembangunan dan lingkungan hidup pun harus mencari data permohonan PPK yang
bersangkutan terlebih dahulu atau berkoordinasi kepada biro lain yang terkait dalam
permohonan PPK itu sendiri, sehingga itu membutuhkan banyak waktu untuk
berkoordinasi. Hal ini terjadi karena memang belum adanya sistem..monitoring
yang mampu melacak atau memantau berkas permohonan secara real time.
Sedangkan biro pembangunan dan lingkungan hidup juga memiliki
kesulitan untuk mengumpulkan data-data berkas permohonan PPK baik yang
sedang berjalan, terhenti ataupun telah selesai dikarenakan data-data tersebut masih
berupa hardcopy yang terkadang ada beberapa data yang hilang. Hal itu
menyebabkan terhambatnya laporan PPK yang mana laporan itu akan dapat
menjadi bahan evaluasi terhadap proses penertiban Perjanjian Pemenuhan
Kewajiban (PPK) itu sendiri.
Administrative Workflow Systems (AWS) merupakan sistem alur kerja yang
merekam dan mencari aktivitas yang telah dilakukan user dan menyajikan
informasi terkait aktivitas selanjutnya menurut seperangkat aturan melalui
notifikasi yang berisi instruksi dan komentar (Dewandaru, 2015). Dalam metode
AWS ini identik dengan teknik push notification, yang tentuya teknik ini berguna
6
untuk memastikan bahwa aktivitas yang ada tetap berjalan sesuai dengan rencana
dan sebagai pengingat jika ada aktivitas yang telah mendekati batas tempo,
sehingga pengguna yang memiliki otoritas dapat mengetahui secara langsung jika
terdapat aktivitas ataupun tugas baru yang perlu diselesaikan.
Berdasarkan permasalahan yang telah dijabarkan, peneliti tertarik untuk
melakukan perancangan dan menerapkan metode Administrative Workflow Systems
(AWS) ini dalam sistem informasi monitoring pada Biro Pembangunan dan
Lingkungan Hidup berbasis website yang dapat digunakan sebagai media dalam
melakukan monitoring dan memberikan informasi secara akurat dan cepat sehingga
jika ada permohonan yang telah mendekati batas tempo pengumpulan data
permohonan maka sistem dapat memberikan notifikasi mengenai peringatan batas
tempo pengumpulan data tersebut dan jika sewaktu-waktu pemohon sedang tidak
membuka sistem, pemohon masih bisa mendapatkan informasi mengenai progress
permohonannya dan melakukan pemantauan melalui notifikasi e-mail dan
WhatsApp yang akan dikirim ke e-mail dan WhatsApp pemohon yang bersangkutan.
Dari latar belakang yang sudah dijelaskan, dengan ini peneliti mengusung judul
yaitu “Rancang Bangun Sistem Informasi Monitoring Perbal Perjanjian
Pemenuhan Kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dengan
Metode Administrative Workflow Systems”.
7
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti dapat mengindentifikasikan
masalahan yang ditemukan antara lain :
1. Pemohon mengalami kesulitan dalam mengontrol proses Permohonan
PPK dikarenakan kurangnya informasi-informasi mengenai progress
permohonan tersebut
2. Perlunya penambahan waktu bagi Biro Pembangunan dan Lingkungan
Hidup dalam melacak berkas permohonan PPK dikarenakan biro harus
berkoordinasi terlebih dahulu kepada biro lain yang terkait dalam proses
PPK.
3. Sulitnya untuk mengumpulkan data-data berkas permohonan ppk di
karenakan data-data tersebut masih berupa hardcopy sehingga
menyebabkan terhambatnya pelaporan PPK.
1.3 Rumusan Masalah
Dengan ini rumusan masalah dalam penelitian antara lain yakni bagaimana
dapat merancang dan membangun sebuah sistem informasi monitoring berbasis
web pada Proses Perbal Perjanjian Pemenuhan Kewajiban Izin Prinsip
Pemanfaatan Ruang (IPPR) dengan menerapkan metode Administrative
Workflow Systems (AWS)?
8
1.4 Batasan Masalah
Berikut ini beberapa batasan maasalah pada penelitian ini antara lain yaitu :
1. Peneliti melakukan penelitian di kantor Biro PLH Setda Provinsi DKI
Jakarta pada sub bagian Pemanfaatan Tata Ruang Kota.
2. Ruang lingkup sistem monitoring ini berfokus pada proses monitoring
Perjanjian Pemenuhan Kewajiban (PPK).
3. Pengamatan pada berkas permohonan PPK hanya berfokus pada status
posisi berkas.
4. Peneliti menggunakan beberapa metode antara lain metode PIECES,
rapid application development (RAD) dan tools StarUML versi 2.8.1.
5. Untuk alat pengkodean menggunakan PHP dan HTML.
6. Dalam pembuatan Usecase diagram, Activity diagram, Class diagram,
Mapping diagram, serta Sequence diagram sebagai pendeskripsian
menggunakan Unified Modelling Language.
7. Dalam pengelolaan database menggunakan PHPMyAdmin dan tentunya
MySQL sebagai database.
8. Dalam proses uji coba sistem tentunya menggunakan black box testing.
1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yakni dapat merancang..sekaligus membangun sistem
informasi monitoring berbasis web untuk proses Perbal Perjanjian Pemenuhan
Kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) agar dapat meningkatkan
9
pelayanan kepada pemohon yang melakukan permohonan PPK di Biro PLH
Setda Provinsi DKI Jakarta, sementara itu tujuan khususnya antara lain sebagai
berikut :
1. Membantu memberikan informasi-informasi yang tentunya cepat,
akurat dan lebih informatif dalam proses perjanjian pemenuhan
kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR)
2. Sisten Informasi Monitoring ini dibuat sebagai salah satu media
monitoring dalam melakukan pemantauan berkas pada proses perbal
perjanjian pemenuhan kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang
(IPPR).
3. Membantu dalam pembuatan laporan proses perbal perjanjian
pemenuhan kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR).
1.6 Manfaat Penelitian
Berikut ini manfaat penelitian yakni :
A. Bagi pihak peneliti :
1. Memperoleh. .pengetahuan dan pemahaman mengenai proses
perancangan sebuah aplikasi sistem informasi monitoring perbal
perjanjian pemenuhan kewajiban IPPR.
2. Sebagai referensi tambahan untuk peneliti selanjutnya mengenai
Sistem Informasi Monitoring berbasis web.
B. Bagi pihak uniiversitas :
10
1. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan arsip akademik bagi
Jurusan, Fakultas maupun Universitas sebagai landasan untuk
penelitian selanjutnya.
2. Sebagai referensi tambahan untuk peneliti selanjutnya mengenai
sistem informasi monitoring berbasi web.
C. Bagii pihak Instansi:
1. Diharapkan penelitian ini dapat membantu Biro Pembangunan dan
Lingkungan Hidup DKI Jakarta khususnya di sub bagian Pemanfaatan
Tata Ruang Kota untuk dapat mempermudah dalam monitoring proses
perbal perjanjian pemenuhan kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan
Ruang (IPPR).
2. Dengan penelitian yang menghasilkan sistem informasi monitoring ini
tentunya dapat meningkatkan pelayanan dalam proses perbal perjanjian
pemenuhan kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) di Biro
Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta
3. Mempermudah Sub bagian Pemanfaat Tata Ruang Kota dalam
pembuatan laporan proses PPK yang dilakukan sekurang-kurangnya
enam bulan sekali.
1.7 Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan antara lain yaitu :
11
1.7.1 Metode Pengumpulan Data
Metodologi pengumpulan data antara lain :
1. Studi Kepustakaan
Peneliti mempelajari, memahami dan membaca buku, jurnal,
artikel dan mengunjungi situs web yang mengangkat topik
sejenis dengan penelitian ini selain itu juga membaca beberapa
referensi dari buku saku Biro Pembangunan dan Lingkungan
Hidup DKI Jakarta, Peraturan Gubernur DKI Jakarta.
2. Studi Lapangan
a. Observasi
Peneliti melakukan observasi yang berfungsi mengumpulkan
semua data dan informasi penting yang tentunya relevan
terhadap topik pada peneIitian ini, dengan mengamati serta
meninjau secara langsung di kantor Biro Pembangunan dan
Lingkungan Hidup DKI Jakarta khususnya di sub bagian
Pemanfaatan Tata Ruang Kota.
b. Metode wawancara
Peneliti melakukan wawancara ini agar dapat memahami isu-
isu yang terjadi di perusahaan dan memahami semua
kebutuhan yang dibutuhkan pada penelitian Sistem Informasi
monitoring ini dengan Kepala Sub Bagian Pemanfaatan Tata
Ruang Kota.
12
1.7.2 Metode Analisis Sistem
Pada analisis PIECES peneliti memiliki tujuan untuk mengetahui
berbagai permasalahan – permasalahan yang ada, dan juga untuk
menggambarkan GAP antara sistem berjalan pada proses permohonan
PPK di Biro PLH Setda DKI Jakarta dengan sistem yang akan diusulan
sehingga peneliti dapat mengetahui kelemahan pada sistem yang telah
dijalankan dan tentunya dapat menganalisis kebutuhan sistem yang
diusulkan dengan analisis PIECES dilihat dari enam aspek untuk
diidentifikasikan antara lain Performance, Information, Economy,
Control, Eficiency, dan Service.
1.7.3 Metode Pengembangan Sistem
Peneliti menggunakan metode RAD dengan alat bantu StarUML
yang berguna untuk memvisualisasikan alur proses serta data pada
sistem yang akan dirancang.
Menurut (Kendall, 2010) metode RAD memiliki beberapa
tahapan dalam perancangan aplikasi antara lain :
1. Requirements Planning
Proses dari tahapan ini adalah user dan analisis melakukan
diskusi untuk merencanakan tujuan dari sistem yang akan dibuat
nantinya sehingga dapat diidentifikasikan persyaratan yang
dibutuhkan dari tujuan yang telah ditentukan.
2. RAD Design Workshop
13
Pada tahapan ini merupakan bagian proses kerjasama antara tim
analisis dan programmer dalam merancang sistem yang dapat
divisualisasikan sebagai design workshop dan merepresentasikan
visual desain serta bagaimana pola kerja sistem kepada user.
3. Implementation.
Kemudian tahapan terakhir adalah melihat dari segala sisi sistem
yang telah dibangun setelah itu dilakukan testing sistem
kemudian baru dipresentasikan dan diaplikasikan kepada user.
1.8 Sistematika Penulisan
Berikut ini serangkaian pembahasan yang terbagi dari beberapa bab yakni:
BAB I PENDAHULUAN
Bagian yang menggambarkan dasar, perincian masalah, manfaat,
tujuan, perluasan dan batasan masalah, strategi penelitian, keunggulan
dalam penyusunan laporan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bagian yang menjabarkan terkait teori-teori baik secara umum
ataupun.khusus guna mendukung penelitian yang dilakukan baik
penelitian analisis dan perancangan sistem informasi monitoring yang
peneliti kerjakan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
14
Bagian yang menjabarkan terkait metode yang telah dipakai oleh
penelitii pada proses perancangan sistem informasi monitoring perbal
perjanjian pemenuhan kewajiban Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR)
berbasis web.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bagian yang berisikan sebuah hasiI yang diperoleh dari
peneIitian Rancang bangun sistem informasi monitoring Perbal
Perjanjian Pemenuhan Kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang
(IPPR) yang meliputi hasil tahapan - tahapan dalam merancang dan
membangun siistem.
BAB V PENUTUP
Bagian kesimpulan dari laporan peenelitian dan juga saran untuk
peneliti selanjutnya berdasarkan uraian-uraian yang telah dipaparkan.
Selain itu bab ini juga berisikan sebuah jawaban dari rumusan masalah
serta saran yang didapat dari penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
15
16
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Rancang Bangun
Kegiatan pembangunan sistem ataupun pengembangan sistem tentunya itu
memerlukan sebuah perancangan terlebih dahulu. Proses dalam menerjemahkan
struktur data dan arsitektur software yang mendefinisikan hubungan antara elemen
struktur program dan suatu prosedur penomoran data dapat disebut dengan
perancangan (Sugiarti, 2013).
Oleh karena itu rencana adalah perkembangan teknik yang telah dikumpulkan
sebelumnya sehingga nantinya dapat menginterpretasikan konsekuensi dari
penyelidikan kerangka kerja ke bahasa pemrograman yang dapat menggambarkan
secara mendalam bagaimanaa segmen kerangka kerja dieksekusi (Pressman, 2012).
2.2 Konsep Dasar Sistem Informasi
2.2.1 Pengertian Sistem
Komponen-komponen terdiri dari input, proses, danoutput disebut
dengan sistem. Masing-masing komponen tersebut saling terintegrasi satu sama
lain (Jogiyanto, 2017).
Disisi lain sistem dapat disebut dengan suatu jaringan kerja dari
ketentuan-ketentuan yagn sudah dibuat dan saling berhubungan untuk melakukan
suatu kegiatan atau untuk mencapai suatu tujuan yang tertentu (Jogiyanto, 2017).
16
2.2.2 Pengertian Informasi
Hasil olahan data yang sudah diolah sehingga memiliki nilai untuk yang
menerimanya dapat disebut dengan inforamsi. Data adalah suatu bentuk fakta
mentah mengenai kejadian, tempat, orang maupun hal-hal penting namun belum
diolah sedemikian rupa (Afrizal, 2014).
Olahan data yang sudah diolah terlebih dahulu sehingga dari olahan tersebut
menghasilkan nilai real yang disebut dengan informasi, tentunya informasi dapat
membantu dalam keputusan yang bersifat penting (Hutahaean, 2015).
2.2.3 Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi adalah sekumpulan sub sistem di dalam suatu organisasi
yang mengumpulkan semua kebutuhan dalam pengelolaan transaksi harian, serta
mendukung operasional, bersifat manajerial, kegiatan-kegiatan strategi dari suatu
organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
dibutuhkan (Hutahaean, 2015).
Sistem informasi adalah gabungan dari sub-sistem yang terintegrasi sehingga
menjadi satu kesatuan sehingga dapat bekerja sama antara bagian dan berfungsi
sebagai pengolahan data, input, process, dan output (Syahrul, 2017).
Output merupakan sebuah informasi yang memiliki nilai real sehingga dapat
men-support aktivitas bagian operasional, manajemen, dan stategis perusahaan
(Jogiyanto, 2017).
Sebuah sistem informasi dapat dikatakan sebagai kerangka kerja buatan
manusia yang berisi pengaturan gabungan segmen manual dan otomatis yang jelas
17
berarti mengumpulkan informasi, mengukur informasi, dan menghasilkan data
yang bermanfaat bagi klien (Syahrul, 2017). Dengan ini dapat dianggap bahwa
sistem informasi adalah kerangka kerja yang dibuat oleh orang-orang dengan
alasan tertentu, menghasilkan kerangka kerja untuk menangani informasi yang
memanfaatkan aset yang berbeda menjadi data yang bermanfaat bagi kliennya
(Putra, 2017).
2.3 Konsep Monitoring
2.3.1 Pengertian Monitoring
Sebuah proses pengumpulan data yang nantinya akan dianalisis
berdasarkan indikator-indokator yang telah ditentukan secara sistematis dan
bersifat continue di sebuah program disebut dengan Monitoring, hasil dari
monitoring itu dapat berguna untuk bahan evaluasi sehingga adanya perbaikan
dari program lama, agar program selanjutnya bisa lebih baik (Dewandaru et
al., 2015a). Monitoring dapat juga dikatakan sebagai sebuah pemantauan yang
dapat dijelaskan sebagai kesadaran mengenai kebutuhan yang dibutuhkan dan
diinginkan untuk diketahui lebih dalam (Indriani, 2014).
Disisi lain monitoring juga dapat dikatakan sebagai sebuah proses yang
bersifat continue dalam mengumpulkan data serta mengukur tingkat kemajuan
suatu program sehingga dapat dilakukan sebuah pemantauan (Afrizal, 2014).
Monitoring menggunakan data real untuk dianalisa sesuai dengan
kebutuhkan sementara itu evaluasi merupakan bagian yang meletakkan data-
18