The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

ABSTRAK
Salsa Kholilah – 11160930000070, Rancang Bangun Sistem Informasi Monitoring Perbal Perjanjian Pemenuhan Kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dengan metode Administrative Workflow Systems (Studi kasus : Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup). Di bawah bimbingan Yuni Sugiarti dan Zulfiandri.
Salah satu tugas Biro PLH Setda Provinsi DKI Jakarta adalah mengkoordinasikan dan memantau Perjanjian Pemenuhan Kewajiban(PPK) terkait perizinan pembangunan diwilayah DKI Jakarta yang dilakukan oleh pemohon. Dalam proses PPK tersebut selain pihak Biro PLH adapun pihak lain yang terlibat yaitu Biro Hukum, Asbang LH dan Biro umum sebagai pihak yang akan memverifikasi perbal PPK tersebut. Namun sulitnya mengetahui progres permohonan PPK yang diajukan, menjadi kendala utama dalam melakukan monitoring berkas permohonan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah sistem monitoring yang mampu memberikan informasi yang cepat dan akurat terhadap pergerakan berkas permohonan dan membantu dalam pembuatan laporan PPK. Penelitian ini menggunakan metode Administrative Workflow System dan metode RAD sebagai tahapan perancangan. Metode pengumpulan data menggunakan studiliteratur, observasi, wawancara, dan tahap pengkodean sistem menggunakan bahasa pemograman PHP, HTML, DBMS MySQL dan pengujian sistem menggunakan blackbox testing. Hasil dari penelitian ini merupakan sistem yang dapat memberikan informasii terkait pergerakan berkas secara cepat dan akurat yang terintegrasi dengan e-mail dan WhatsApp dengan begitu sistem ini dapat membantu dalam melakukan monitoring berkas permohonan PPK dan laporan PPK tentunya.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Kholilah740, 2022-01-12 03:39:53

SKRIPSI RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MONITORING PERBAL PERJANJIAN PEMENUHAN KEWAJIBAN IZIN PRINSIP PEMANFAATAN TATA RUANG(IPPR) DENGAN METODE ADMINISTRATIVE WORKFLOW SYSTEMS(STUDI KASUS: BIRO PEMBANGUNAN DAN LINGKUNGAN HIDUP SETDA PROVINSI DKI JAKARTA)

ABSTRAK
Salsa Kholilah – 11160930000070, Rancang Bangun Sistem Informasi Monitoring Perbal Perjanjian Pemenuhan Kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dengan metode Administrative Workflow Systems (Studi kasus : Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup). Di bawah bimbingan Yuni Sugiarti dan Zulfiandri.
Salah satu tugas Biro PLH Setda Provinsi DKI Jakarta adalah mengkoordinasikan dan memantau Perjanjian Pemenuhan Kewajiban(PPK) terkait perizinan pembangunan diwilayah DKI Jakarta yang dilakukan oleh pemohon. Dalam proses PPK tersebut selain pihak Biro PLH adapun pihak lain yang terlibat yaitu Biro Hukum, Asbang LH dan Biro umum sebagai pihak yang akan memverifikasi perbal PPK tersebut. Namun sulitnya mengetahui progres permohonan PPK yang diajukan, menjadi kendala utama dalam melakukan monitoring berkas permohonan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah sistem monitoring yang mampu memberikan informasi yang cepat dan akurat terhadap pergerakan berkas permohonan dan membantu dalam pembuatan laporan PPK. Penelitian ini menggunakan metode Administrative Workflow System dan metode RAD sebagai tahapan perancangan. Metode pengumpulan data menggunakan studiliteratur, observasi, wawancara, dan tahap pengkodean sistem menggunakan bahasa pemograman PHP, HTML, DBMS MySQL dan pengujian sistem menggunakan blackbox testing. Hasil dari penelitian ini merupakan sistem yang dapat memberikan informasii terkait pergerakan berkas secara cepat dan akurat yang terintegrasi dengan e-mail dan WhatsApp dengan begitu sistem ini dapat membantu dalam melakukan monitoring berkas permohonan PPK dan laporan PPK tentunya.

Keywords: Sistem informasi monitoring, RAD, UML, Administrative Workflow System.

data dari hasil monitoring itu sehingga dapat digunakan dan memberikan nilai
penting bagi penggunanya. Evaluasi dapat dikatakan sebagai wadah
pembelajaran atas kejadian .yang telah terjadi, dapat merekomendasi yang
harus dibuat dan diperbaiki. Namun evaluasi tanpa monitoring itu tidak efektif
dikarenakan evaluasi tidak memiliki dasar yang kuat tanpa dilakukan
monitoring sebelumnya, pentingnya Monitoring dan Evaluasi dilakukan
seiringan supaya dapat lebih baik (Fahmi, 2012).

2.3.2 Jenis – jenis Monitoring
Ada beberapa tipe-tipe monitoring menurut fahmi yaitu (Fahmi, 2012):
a. Monitoring pendahuluan
Monitoring ini biasanya disebut dengan steering controls yang artinya dapat
mengantisipasi adanya penyimpangan peraturan serta memungkinkan
penyesuaian dilakukan sebelum gerakan tertentu selesai.
b. Monitoring concurrent
Monitoring ini merupakan proses bagian-bagian tertentu dari sebuah metode
yang harus disahkan terlebih dahulu atau kondisi tertentu harus dipenuhi
sebelum bergerak ke tahap selanjutnya.
c. Monitoring umpan balik
Monitoring ini dikenal sebagai past-action, memperkirakan konsekuensi dari
suatu gerakan.
2.3.3 Tujuan Monitoring
Menurut (Indriani, 2014) Tujuan monitoring itu sendiri adalah :

19

1. Mengkaji apakah di dalam sebuah proses kegiatan yang sudah dilakukan
telah..sesuai dengn rencana atau belum,

2. Mengidentifikasi masalah yang ada sehingga dapat segera teratasi dan
dapat diambil keputusan yang bijak,

3. Melakukan..penilaian mengenai alur kerja serta manajemen yang telah
digunakan, apakah sesuai dan tepat dengan tujuan tertentu.

4. Dapat mengetahui lebih detail terkait proses kerja dengan tujuan untuk
memperkirakan tingkat kemajuan seberapa besar.

5. Menyesuaikan antara proses kerja dengan lingkungan , tanpa menyimpang
dari tujuan.

2.4 Sistem Monitoring

Sistem monitoring adalah upaya yang sistematis dalam menentukan standar
kinerja menurut rencana tertentu untuk merancang sebuah sistem dengan menganalisa
kinerja aktual dengan standar yang ada sehingga dapat dianalisa apakah ada suatu
kekeliruan di proses kegiatan yang telah dilakukan, dan juga hal ini dilakukan supaya
dapat mengambil sebuah keputusan yang efektif dan efisien sehingga perusahaan
dapat mencapai tujuannya (Indriani, 2014).

2.5 Perbal Perizinan Pemenuhan Kewajiban
2.5.1 Perizinan
Izin adalah pengesahan oleh posisi yang bergantung pada undang-undang atau
peraturan yang tidak resmi untuk dalam kondisi tertentu menyimpang dari

20

pengaturan larangan berlakunya. Dengan demikian, perijinan dapat dicirikan
secara luas bahwa otorisasi mungkin merupakan instrumen yang paling umum
digunakan dalam undang-undang pengaturan. Dengan memberikan otorisasi,
otoritas mengizinkan orang yang menyebutkannya untuk melakukan kegiatan
atau tindakan tertentu yang untuk kepentingan umum memerlukan pengawasan
yang luar biasa atas dirinya (Maulana, 2019).

2.5.2 Perbal Perizinan Pemenuhan Kewajiban

Perbal Perizinan Pemenuhan Kewajiban merupakan sebuah proses perizinan
yang memiliki beberapa persyarakat kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak
tertentu. Adapun Perizinan Pemenuhan Kewajiban (PPK) yang di koordinasikan
oleh Biro PLH Setda Provinsi DKI Jakarta khususnya di Sub Bagian
Pemanfaatan Tata Ruang Kota terkait perizinan pemanfaatan ruang kota DKI
Jakarta dengan pemegang IPPR (Abusudja, 2018).

Perizinan pemenuhan kewajiban (PPK) ini memiliki beberapa tahap
yaitu pertama tahap permohonan PPK, dimana nanti akan ada surat permohonan
yang akan di kaji terlebih dahulu, kemudian akan diadakan rapat untuk
memastikan semua dan memutuskan apakah permohon bisa di proses lebih lanjut
atau tidak. Jika tahap itu sudah selesai maka akan lanjut ke tahap berikutnya yaitu
paraf serta perbal. Proses paraf ini akan melewati beberapa biro seperti biro
pembangunan dan lingkungan hidup, biro hukum, asbang LH, biro umum.
Selanjutnya tahap pembuatan Minuta Notarial Akta dan terakhir
penandatanganan PPK (Abusudja, 2018) .

21

2.6 Metode Pengumpulan Data

Adapun type data yakni data primer merukapan sekumpulan data yang
dikumpulkan secara langsung dari sumber utama.pada saat penelitian
dilakukan,sementara itu data sekunder .merupakan data yang diambil dari sumbernya
dari hasil penelitian atau kajian orang lain yang dibuat untuk tujuan yang berbeda
tentunya. Untuk data sekunder biasanya metode pengumpulan data menggunakan desk
research. Kemudian data primer biasanya Metode Pengumpulan data menggunakan
instrument (tes dan nontes). Instrument tes itu berbemtuk seperti tes tulisan, lisan dan
perbuatan, sementara itu instrument nontes berbentuk sebagai berikut (Anwas, 2020)
:

2.6.1 Observasi
Observasi adalah gabungan proses terdiri dari proses biologis dan

psikologis dan terbagi menjadi dua jenis antara lain non participant observation
dan participant observation. Dengan melakukan pengamatan langsung yang
mana peneliti melakukan pencatatan, penyusunan dan merekam berbagai
fenomena yang terjadi pada sebuah kondisi tertentu (Wahyudi, 2020).

2.6.2 Studi Pustaka
Studi pustaka merupakan proses pembelajaran dengan mempelajari

berbagai pustaka yang tentunya memiliki topik yang sama dengan masalah yang
akan dibahas dengan cara mencari dan membaca teori berkembang dalam
bidang ilmu pengetahuan (Syahrul, 2017), selain itu mencari metode,teknik

22

penelitian yang terbaru untuk mengumpulkan data serta menganalisis data
peneliti-peneliti terdahulu sehingga dengan begitu peneliti mendapatkan
pengetahuan yang lebih luas dalam permasalahan atau topik yagn telah
ditentukan dan.diangkat (Dewandaru, 2015).

Studi pustaka juga dapat dikatakan sebagai strategi untuk mengumpulkan
informasi melalui pencarian data melalui buku, makalah, majalah dan tulisan
lainnya yang diidentifikasi dengan objek pembicaraan sebagai premis hipotetis
dalam penelitian ini (Arikunto, 2010).

2.6.3 Wawancara
Wawancara merupakan pertemuan baik secara langsung maupun tidak

untuk mengajukan pertanyaan yang di butuhkan dalam sebuah penelitian kepada
narasumber yang terlibat dalam interaksi eksplorasi yang dikerjakan oleh
pencipta sendiri dan pertanyaan yang diajukan akan dijawab oleh nara sumber
yang bersangkutan (Syahrul, 2017).

Wawancara memiliki type yakni terstruktur dan non terstruktur, keduanya
dapat dimanfaatkan sebagai strategi pemilahan informasi dalam menemukan
isu-isu yang perlu diteliti dan dapat menemukan hal-hal dari responden yang
lebih terperinci (Wahyudi, 2020) .

23

2.7 Pengertian Analisis Sistem
2.7.1 Metode PIECES
Metode PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Eficiency,
Service) merupakan suatu model evaluasi sistem informasi berupa kerangka
yang digunakan untuk mengklasifikasikan masalah, peluang, dan strategi pada
analisa dan perancangan sistem. Analisis PIECES dapat merumuskan berbagai
usulan untuk melakukan perancangan sistem yang lebih baik (Kristania, 2020) .
1. Analisis Kinerja (Performance)
Tujuan analisis ini ialah untuk menilai apakah proses yang tengah berjalan dapat
ditingkatkan kinerjanya dan untuk melihat sejauh mana dan keandalan sistem
informasi dalam berproses untuk mencapai tujuan. Analisis kinerja dapat diukur
melalui throughput, yaitu jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan pada saat
tertentu atau response time, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
rangkaian kegiatan untuk menghasilkan keluaran (Kristania, 2020).
2. Analisis Informasi (Information)
Tujuan analisis ini adalah untuk menilai apakah prosedur yang ada masih dapat
diperbaiki sehingga mampu meningkatkan kualitas informasi yang dihasilkan.
Analisis informasi ini dapat diukur dengan keluaran, yaitu produk yang
dihasilkan oleh sistem, atau dengan masukan, yaitu masukan yang diberikan ke
dalam sistem lalu kemudian diolah untuk menghasilkan informasi (Kristania,
2020).
3. Analisis Ekonomi (Economy)

24

Tujuan analisis ini ialah untuk menilai apakah manfaat dari sistem dapat
ditingkatkan atau dapatkah diturunkan biaya produksinya (Kristania, 2020).
4. Analisis Pengendalian (Control)
Tujuan analisis ini ialah untuk menilai kualitas pengendalian sehingga dapat
diketahui apakah prosedur yang berjalan dapat ditingkatkan menjadi lebih baik
sehingga pengendalian dan kemampuan mendeteksi kesalahan pun menjadi
lebih baik (Kristania, 2020) .
5. Analisis Efisiensi (Efficiency)
Tujuan analisis ini ialah untuk menilai apakah efisiensi proses yang tengah
berjalan dapat ditingkatkan lagi atau tidak (Kristania, 2020) .
6. Analisis Layanan (Service)
Tujuan dari analisis ini ialah untuk menilai apakah prosedur yang sedang
berjalan dapat diperbaiki untuk meningkatkan kualitas layanan dari sistem
(Kristania, 2020) .

2.8 Rapid Application Development
2.8.1 Pengertian Rapid Application Development

Rapid Application Development adalah salah satu metode pengembangan
suatu sistem informasi dengan waktu yang relative singkat. Adapun kelebihan
yang dimiliki RAD ini yaitu dalam proses pengembangan suatu sistem dapat
lebih cepat dengan waktu yang singkat yaitu sekitar 30-90hari saja padahal untuk
waktu proses yang normal biasanya membutuhkan waktu minimal 180 hari
(Kendall, 2011).

25

Metode RAD menghasilkan tampilan aliran dari keseluruhan sistem dan
model visualnya akan terlebih dahulu didiskusikan dan disetujui oleh pengguna.
RAD dapat dikatakan juga sebagai strategi dalam siklus hidup sistem yang
memiliki tujuan dalam mempersiapkan pengembangann dengan waktu lebih
cepat dan tentunya dengan output yang berkualitas sistemnya (Ramadi, 2016)

Selain itu RAD dapat dikatakan sebagai kombinasi dari berbagai macam
teknik yang terstruktur dengan teknik prototyping dan teknik pengembangan
joint application sehingga dengan gabungan tersebut dapat mempercepat
pengembangan sebuah sistem atau aplikasi (Ramadi, 2016).
2.8.2 Fase dan Tahapan Perencanaan Sistem

Gambar 2. 1 Metode Rapid Application Development (Kendall, 2011)

Adapun beberapa tahapan pada RAD ini menurut (Kendall, 2011) yakni
requirements planning, design workshop, dan implementation. Berikut
merupakan penjelasan dari beberapa tahap dalam RAD antara lain :

26

1. Requirements Planningg
Menurut (Kendall, 2011) bahwa user serta team analisis berdiskusi
mengenai identifikasi tujuan-tujuan sistem yang akan dibuat dan untuk
mengenali kebutuhan data yang muncul dari tujuan tersebut. Arahan
pada tahap ini adalah untuk menentukan masalah organisasi yang ada
dengan tujuan agar organisasi tetap dengan tujuan akhir untuk mencapai
tujuan organisasi..

2. Workshop Design
Dalam tahapan ini merupakan tahap yang mana untuk melakukan
perancangan yang dapat divisualisasikan sebagai sebuah workshop.
Analis dan programmer harus saling berdiskusi dan tentunya bekerja
sama dengan baik dalam tahap ini sehingga dapat mencapai tujuan yang
telah ditentukan. Pada tahap ini, user yang bersangkutan akan
menganalisa dan memeriksa prototype yang telah. Menurut (Kendall,
2011) dengan adanya kerjasama yang baik antar user dengan team analis
serta team programmer maka hal itu dapat mendorong pengembangan
ini sampai pada tingkat terakselerasi yang baik.

3. Implementationn
Dalam tahapan implementasii ini team analisis berdiskusi bersama user
yang bersangkutan secara rutin saat proses workshop selain itu
merancang segala komponen bisniis dan nontekniis perusahaan.
Kemudian saat komponen itu telah terpenuhi, disetujui, disaring dan di
analisa tingkat kesesuaian dengan rancangan yang sudah dibuat setelah

27

itu sistem akan di testing dan kemudian diperkenalkan kepada user
(Kendall, 2011).

2.8.3 Kelebihan dan Kekurangan Rapid Application Development
Beberapa Keunggulann Model ini menurut (Kendall, 2011):
1. Salah satu keunggulan model RAD ini adalah disetiap fungsi mayor bisa

dijadikan sebuah modul dalam waktu sekitar kurang dari tiga bulan dan
mudah diintegrasikan satu sama lain sehingga memiliki waktu yang lebih
efesien oleh tim.
2. RAD,mempunyai kemampuan reusable object yang dapat digunakan
kembali sehingga kita tidak mesti membuatnya dari tahapan awal lahi dan
dengan begitu waktu yang diperlukan dalam memperbaiki komponen yang
salah tidak terlalu banyak.
Kelemahan Model RAD menurut (Kendall, 2011) :
1. RAD membutuhkan SDM yang banyak, memadai dan memuaskan untuk
membuat jumlah kelompok yang layak.
2. Selain itu RAD juga secara tegas meminta perancang dan klien kerangka kerja
untuk fokus dan komitmen tinggi pada rapid fire yang diharapkan dapat
menyelesaikan kerangka kerja dalam jangka waktu singkat sehingga proyek
RAD tidak akan gagal.

28

2.9 Administrative Workflow Systems (AWS)
Menurut Chaffey sebuah sistem alur kerja yang dapat merekam dan mencari

semua aktivitas user serta memberikan informasi aktivitas yang harus dikerjakan
sesuai dengan ketentuan yang sudah di tentukan disebut dengan AWS (Dewandaru,
2015). Administrative workflow systems ini memiliki struktur yang simple dan user
menjalankan tugasnya sesuai instruksi atau informasii yang didapatkan melalui
notifikasi e-mail (Hidayatullah, 2016).

Adapun kelebihan dari Administrative workflow systems memiliki sistem
notifikasi yang terintegrasi dengan email sehingga relatif mudah didapat dan harganya
murah. Secara umum Administrative workflow systems digunakan dengan
menggunakan formulir elektronik yang ditautkan ke email. Metode ini cocok
digunakan dalam tugas-tugas seperti pemberkasan, persetujuan aplikasi, pemrosesan
pesanan pembelian, dan proses penanganan (Dewandaru, 2015).

Gambar 2. 2 Kerangka Kunci Administrative Workflow Systems (Dewandaru, 2015).

29

Dalam penerapannya ke dalam perangkat lunak, konsep Administrative Workflow
System identik dengan teknik push notification yang mana sistem akan berjalan sesuai
dengan antrian alur kerja dan untuk memastikan bahwa aktifitas yang ada tetap
berjalan dengan baik, sehingga pengguna yang memiliki otoritas dapat mengetahui
secara langsung jika terdapat aktifitas ataupun tugas baru yang perlu dikerjakan
(Hidayatullah, 2016).

2.10 Pengujian Black-Box
Sebuah type atau cara pengujiam yang menguji software dengan melihat dari

luarnya saja sehingga user yang melakukan pengujian ini focus dengan memandang
software seperti hanya sebuah “kotak hitam” yang tidak perlu mengetahui isinya
disebut dengan blackbox testing namun pengujian ini lebih dikenal sebagai proses
pengujian di tampak luar saja (Dewandaru, 2015).

Jadi pada dasarnya uji coba sistem yang telah selesai dibangun atau di
kembangkan, yang di uji dari segi pengujian kinerja fungsi yang ada, spesifiikasi dan
interface tanpa harus melakukan uji coba codingan yang telah dibuat hal ini
dinamakan blackbox testing, hal ini berfokus pada bagian fungsional dari software dan
penganalisis juga dapat mengkarakterisasi berbagai kondisi informasi, Pengujian
Black Box dilakukan untuk melacak hal-hal berikut (Rupilele, 2018):

a. Fungsi kinerja sistem yang tidak sesuai.
b. Menemukan kesalahan interface yang biasanya dinamakan dengan interface

errors.

30

c. Kesalahan terhadap database seperti halnya struktur data yang salah dan
kesalahan juga pada akses.

d. Menemukan kekurangan performansi yang biasanya dinamakan dengan
performance errors.

e. Kesalahan pada inisialisasi dan terminasi tentunya.

Selain itu pengujian blackbox ini dapat menjawab beberapa pertanyaan sebagai
berikut (Ramadi, 2016) :

1. Bagaiman cara memeriksa apakah sistem berfungsi dengan baik ?
2. Apakah kondisi input sudah sesuai dengan yang diharapkan ?
3. Apakah sistem sensitive terhadap proses input ?
4. Bagaimana cara mengisolasikan sekumpulan data?
5. Berapa banyak data yang dapat diolah dan disimpan pada sistem tersebut ?
6. Bagimana sekumpulan data yang diproses dapat mempengaruhi kinerja

sistem?

2.11 Unified Model Language (UML)
Sebelum kegiatan coding biasanya harus dilakukan terlebih dahulu pemodelan

dimana pemodelan ini merupakan proses kegiatan merancang sistem. Dalam
merancang sistem dibutuhkan UML sebagai bahasa yang dapat menerjemahkan,
memvisualisasikan sebuah perancangan sistem sehingga nanti bisa didokumentasikan.
UML (Unified Modeling Language) mempunyai bahasa dalam pemodelan visual yang
memiliki mekanisme yang efektif dan mudah dipahami sehingga dengan mudah

31

mengekomunikasikan mengenai rancangan yang telah di buat kepada pengguna lain
(Sugiarti, 2018)

2.11.1 Usecase Diagram
Langkah awal dalam membuat sistem yaitu menentukan kebutuhan apa saja

yang dibutuhkan. Adapun beberapa jenis kebutuhan antara lain kebutuhan
fungsional dan kebutuhan nonfungsional. Biasanya keebutuhan fungsiional dapat
divisualisasikan berbentuk diagram yang disebut dengan usecase diagram yang
merupakan sebuah visualisasi pemodelan yang berguna menggambarkan behavior
system dirancang. Diagaram usecase menjelaskan hubungan interaksi antara actor
dengan actor lainnya didalam sistem nanti, usecase berfokus pada “apa” yang
dilakukan didalam siistem nantinya, Aktor yang ada dalam diagram ini berperan
sebagai entitas manusia ataupun mesin yang bisa saling berhubungan dana
berinteraksi melakukan aktivitas-aktivitas yang ada didalam sistem tersebut.
Usecase diagram berguna dalam pembuatan dan penyusunan requirement sebuah
sistem, mempresentasikan atau bisa di bilang mengkomunikasikan sebuah

32

rancangan yang telah dibuat terlebih dahulu dengan user, dan juga melakukan test
case pada sistem itu sendiri (Sugiarti, 2018).

.

Gambar 2. 3 Usecase Diagram (Sugiarti, 2018)
2.11.2 Activity Diagram

Activity diagrams bersifat dinamis. Activity Diagram ini memvisualisasikan
sebuah workflow sebuah aktivitas proses bisnis didalam sistem. Diagram yang
memiliki sebagian besar state adalah tindakan, beberapa bagian lagi merupakan
transisi yang dipicu oleh penyelesaian state sebelumnya (internal processings)
disebut dengan Activity diagram. Activity diagram menggambarkan suatu sistem

33

lebih kepada alur kerja dan jalur sistem yang digunakan dari awal level secara
general. Kegiatan yang dijalankan salah satu usecase ataupun bisa jadi lebih
usecase yang digunakan, diagram ini juga menjelaskan bagaimana proses sistem
yang akan berjalan, sedangkan usecase lebih menjelaskan bagaimana interaksi
aktor didalam sistem untuk melakukann sebuah aktivitas (Sugiarti, 2018)

Gambar 2. 4 Diagram Activity (Sugiarti, 2018).
2.11.3 Class Diagram

Sebuah diagram yang memvisualisasikan lebih spesifiik yang menghasilkan
beberapa objek yang saling berhubungan, hal ini dapat dikatakan sebagai
Class..diagram. (Sugiarti, 2018)

Diagram ini juga mendeskripsikan sebuah atribut dalam sistem, selain itu juga
class diagram yang dapat memanipulasi metode atau fungsi dan juga menjelaskan

34

deskripsi class dan struktur class,objek dan package dan tentunya saling
berhubungan seperti pewarisan, asosiasi dan containment (Sugiarti, 2018).

Gambar 2. 5 Class Diagram (Sugiarti, 2018).
2.11.4 Sequence Diagram

Sequence diagram berfungsi dalam memvisualisasikan behavior objek pada
usecase dengan menjelaskan alur proses dan pesan yang dikirimkan dan diterima
objek satu dengan objek lainnnya, dengan begitu sequence diagram ini harus
mengetahui terlebih dahulu objek apa aja yang terlibat dalam usecase dan metode-

35

metode yang ada didalam class sehingga sequence diagram dapat sesuai dengan
rangkaian langkah-langkah yang dapat menghasilkan output tertentu (Sugiarti,
2018).

Gambar 2. 6 Sequence diagram (Sugiarti, 2018)
2.11.5 Component Diagram

Sebuah diagram yang dapat memvisualisasikan bagian struktur-struktur fisik
dari sebuah sistem sehingga dapat menggambarkan sebuah organisasi serta
komponen-komponen software apa aja yang saling berhubungan di dalam sistem,
biasanya disebut dengan Component Diagram. Component diagram ini juga dapat
memvisualisasikaan bagaimana bentuk kode program yang terbagi menjadi
beberapa komponen, sehingga dapat dideskripsikan hubungan antar
komponenlainnya (Achmad, 2015).

36

Gambar 2. 7 Component Diagram (Achmad, 2015)
2.11.6 Deployment Diagram

Deployment diagaram merupakan diagaram yang menjelaskan gambaran
fisik dari sistem dengan menunjukan bagaimana software tersebut diaplikasikan
di hardware nantinya, selain itu juga deployment diagram ini juga dapat
menjelaskan lebih detail terkait bagian arsitektur fisiknya seperti merefleksikan

37

konfigurasi antara komponen perangkat lunak, prosesor, dan tools dalam hal
”node” untuk software danhardware sistem (Achmad, 2015)

Gambar 2. 8 Deployment Diagram (Achmad, 2015)

2.12 PHP
PHP dapat dikolaborasikan dengan pemrograman web sehingga menciptakan

sistem aplikasi berbasis web. PHP juga dikategorikan menjadi salah satu bahasa
pemograman membuat suatu program berbasi web menjadi lebih dinamis, lebih
tampilan statis, namun bisa melakukan akses database seperti MYSQL (Sugiarti,
2014).

Bahasa yang paling umum digunakan dalam dunia bahasa pemrograman script
adalah PHP, selain itu contoh yang sering digunakan dari aplikasi PHP ini antara lain
forum (phpBB) dan MediaWiki (Dewandaru, 2015). adapun keunggulan yang dimiliki
PHP dari bahasa lainnya antara lain (Ramadhani, 2013) :

38

1. PHP memiliki bahasa script standar tanpa dikompilasi ke dalam
pengaplikasiannya.

2. Mudahnya menemukan Webserverr yangmensupport PHP antara lain IIS,
apache, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.

3. Dalam hal pengembangan sistem lebih mudah.
4. Bahasa pemrograman PHP paling umum digunakan dengan mudah dan

memiliki referensi yang mudah ditemukan dan dipelajari.
5. PHP tentu berguna di beberapa mesin seperti Linux, Unix, Macintosh,

Windows dan tentunya dijalankan secara runtime melalui console.

2.13 Xampp dan PHPMyAdmin
Software yang bisa dibilang bebas, yang dapat men-support beberapa sistem

operasi dan menjadi sebuah kompilasi dari beberapa program dinamakan dengan
XAMPP. Fungsi dari XAMPP antara lain berperan sebagai sebuah server yang dapat
berdiri sendiri yang di sebut dengan localhost, yang mana didalamnya terdiri dari
bahasa pemograman Apache HTTP Server, PHP dan perl dan MySQL database.
Dapat diketahui bahwa XAMPP adalah singkatan dari “X” yang terkenal dengan
empat..sistem operasional yaitu PHP,Perl, Apache, dan MySQL. Adapun kelebihan
yang dimiliki dari Xampp ini adalah GNU (General Public License) dan bersifat
bebas, yang memudahkan dalam penggunaan dan melayani sebuah interface halaman
web yang dinamis tentunya (Lumenta, 2015).

PHPMyadmin merupakan sebuah software bebas yang digunakan dalam
kegiatan administrasi sebuah MySQL dengan melalui sebuah World Wide Web,

39

diantaranya mengelola basis data, table, fields, relations,index, permissions, user dan
lain-lain. Dalam mengelola database menggunakan MySQL itu masih manual yaitu
diketik baris – baris..perintah yang ditentukan dan sesuai dengan (command line)
(Barri, 2015).

2.14 Basis Data
Basis data dapat dikatakan sebagai sebuah gudang berkumpul tipe record yang

saling berhubungan antar-record menjadi satu kesatuan yang utuh dalam suatu
database tertentu (Syahrul, 2017). Dengan sistem dapat mengelola semua data dari
kumpulan bit ini dapat di namakan dengan byte yang mana dapat memvisualisasikan
karakter tunggal berbentuk angka,huruf, dan symbol-symbol. Sekelompok karakter
tersebut di rangkai menjadi kata, kalimat dan kumpulan angka yang biasanya disebut
dengan field. Sedangkan kumpulan Field yang sejenis dapat dinamakan sebagai
record. Selain itu sekumpulan record yang memiliki kesamaan dapat dinamakan
dengan file dan sekumpulan file yang saling berhubungan dapat dinamakan sebuah
database (Yakub, 2012).

Menurut Kustiyahningsih basis data yang merupakan sekumpulan
informasi..yang sudah diatur agar mudah dicari serta dimengerti. Informasi yang ada
itu sekumpulan data yang telah diolah oleh sistem komputer sehingga data bisa
diakses dengan mudah sehingga dapat diibaratkan sebagai suatu aktivitas satu atau
bisa lebih yang tentunya saling berhubungan (Anamisa, 2011).

Dalam pembuatan database penting memperhatikan beberapa hal yaitu saat
menentukan sebuah modell yang akan digunakan, dari mulai tahap awal sampai

40

dengan membuat database di DBMS tentunya harus cocok dengan kebutuhan dan
model yang sudah ditentukan. Selain itu untuk komponen dari database itu sendiri
memiliki beberapa komponen yaitu (Fadhillah, 2019) :

a. Entity merupakan sebuah objek yang informasinya dapat disimpan.
b. field merupakan sekumpulan entity yg saling berhubungan.
c. Data value merupakan data yang terdiri dari filed.
d. Record merupakan sekumpulan data yang memiliki nilai yang

terhubung dengan entity secara mudah dan cepat.
e. Filee..merupakan sekumpulan recod tertentu yangg memiliki

kesamaan namun memiliki perbedaan di data valuenya.
f. Database merupakan sebuah sekumpulan fiile yang terintegrasi,

terorganisir dan disimpan agar dapat menyediakan informasi penting.
g. DBMS merupakan basis data yang memiliki sebuah programm

pengelolaan yang baik..

2.15 Database MySQL
Database MySQL yakni suatu database yang mudah sehingga sering digunakan

dengan menggunakan PHP. Selain itu PHPTriad yang difasilitasi dengan MySQL juga
memberikan fasilitas untuk menyimpan data, dan untuk retrieve dan MySQL dapat
dikatakan juga sebagai Relational Database Management System (RDBMS)
(Apriyanto, 2015).

Selain itu MySQL itu turunan dari SQL yang menjadi konsep operasi database
otomatis dalam proses pemilihan dan pemasukan data dengan tujuan dapat

41

memudahkan saat proses pengoperasian data yang sedang dilakukan. Untuk
mengetahui kendala dalam DBMS dilihat kinerjanya dalam mengerjakann segala
aktivitas SQL sesuai dengan perintah dari pengguna dan program-program
aplikasinya. Dengan begitu terbukti bahwa kecepatann query MySQL dapat menjadi
lebih cepat dari PostgreSQL dan Interbase, jika query dilakukan oleh single user
(Hernowo, 2021).

2.16 Sublime Text
Sublime text merupakan aplikasi yang di pergunakan oleh programmer dalam

menyusun source codee berbentuk teks editor berbasis Python yang elegan, mudah,
simple dan kaya dengan fitur, cross platform. Aplikasi ini mempuyai beberapa
keunggulan yaitu (Faridl, 2015). :

1. Multiple Selection
Fungsi dari fitu ini yaitu untuk mengubah sebuah codee secara bersamaan.

2. Command Pallete
Dapat mengakses file shortcut dengan mudah dan simple selain itu dalam
search file hal tersebut dapat kita gunakan dengan cara menekan Ctrl+Shift+P
setelah itu kita mencari apa yang kita butuhkan.

3. Distraction Free Mode
Dapat meng-edit interface secara full dengan menekan tombol SHIFT+F11,
dan juga dapat membantu user ketika user ingin focus dengan pekerjaannya.

4. Find in project

42

Bisa memudahkan mecari sebuah file dalam project secara cepat, dengan
menekan tombol Ctrl+P.
5. Plugin API Switch
Memiliki jenis-jenis Plag yang banyak dan plugin yang berbasis python plugut
API selain itu dapat mempermudah user dalam peng-codeannya..
6. Drag and Drop
Sublime text memiliki berberapa Fungsi yang dapat digunakan di teks editor
yaitu user bisa mengambil serta melepaskan file teks ke dalam file editor
7. Split Editing
Didalam fiitur keunggulan sublime text bisa meng-edit file baik secara
langsung maupun bersamaan sehingga memudahkan dalam hal edit.
8. Multi Platform
Sublimeetext memiliki berbagai platform yang ada pada sistem yaitu windows.
Linux dan MacOS.

2.17 HTML
HTML adalah salah satu dari banyak bahasa pemogramann yang sering dipakai

untuk menampilkan sebuah informasi yang penting di halaman .web yang ingin di
buat. Dalam HTML, bahasa yang menggunakan tanda (markup) dapat di namakan
dengan Tag yang berfungsi untuk menandai perintah-perintahnya selain itu juga
HTML ini berguna untuk dapat menampilkan informasi berbentuk hypertext (Sitorus,
2012).

43

Kesimpulan dari pembahasan diatas bahwa HTML merupakan sekumpulan dari
beberapa instruksi yang telah di susun secara rapih dan digunakan dalam proses
mengedit sebuah halaman dalam dokumen pada situs web. Berikut ini adalah struktur
.HTML dokumentasi antara lain (Sitorus, 2012) :

a. HTML dimulai dan diakhiri dengan tag HTM
b. HEAD merupakan bagian berisi meta tag, tag title dan semua script java
c. BODY merupakan bagian yang berguna dalam menunujukan text dan image

link di web page.
Contoh dari struktur HTML yaitu :
<html>
<head>
<title>Hidup harus terus berusaha dan berdoa</tittle>
</head>
<body>
<p>Jangan pernah menyerah ya</p>
</body>
</html>

44

2.18 Laravel
MIT menerbitkan salah satu kerangka kerja PHP berdasarkan konsep MVC

yang meminimalisir biaya dan maintenance agar kualitas software dapat lebih baik
disebut dengan laravel (Syakuro, 2020) .
Berikut ini beberapa fitur yang ada dalam framework ini antara lain (Syakuro, 2020) :

1. Bundles yang merupakan fitur dengan pengemasan modular dan tersedia
beragam di aplikasi

2. Eloquent ORM yang merupakan penerapan PHP lanjutan yang mengarasi
permasalahn hubungan objek basis data

3. Application logic merupakan controller dan route sebagai proses logika
4. Reverse routing yang merupakan sebuah pendefinisian relasi antara link dan

route
5. Restful controllers yang merupakan bagian untuk memisahkan logika,

melayani HTTP, GET, dan metode POST
6. Class auto loading yang merupakan bagian yang menyediakan loading

otomatis untuk berbagai class PHP
7. Migration merupakan bagian sebagai sistem control basis data
8. Automatic pagination bagian yang memudahkan dalam menerapkan

halaman untuk konten

45

16

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Pengumpulan Data

3.1.1 Studi Pustaka
Peneliti memahami, membacaa, dan mempelajarii buku,jurnall,artikel yang

terkait dengan penelitian ini dan membaca beberapa referensi dari buku saku Biro
PLH Setda DKI Jakarta, Peraturan Gubernur DKI Jakarta Serta mengunjungi situs
web internet yang tentunya situs yang berhubungan dengan penelitian. Table 3.1
merupakan acuan peneliti dari beberapa penelitian sejenis antara lain.

Tabel 3.1 Penelitian Sejenis

No Judul Penjelasan Penulis

1. Rancang Bangun Sistem Hasil penelitiannya sistem (Dewandaru

Monitoring Administrasi Monitoring berbasis web et al.,

Penjualan Kendaraan menggunakan metodeAWS yang 2015b)

Berbasis Web Dengan memfasilitasi sarana berkomunikasi

Administrative Workflow maupun sharing data penjualan unit

System kendaraan antara penjual, sewa dan

sistem dapat memantau status

administrasi dokumen terkait

penjualan.

2. Rancang Bangun Sistem Hasil penelitiannya adalah sistem (Aprisa,

Informasi Monitoring lnformasi monitoring dengan tujuan 2014)

Perkembangan Proyek mempermudah monitoring

Berbasis Web (Studi perkembangan proyek. Metode yang

Kasus: Pt. Inti Pratama digunakan ooad dan untuk uji coba

Semesta) sistem dengan Blackbox testing,

serta metode pengembangan

sistemnya memakai metode

waterfall.

3. Sistem Informasi Hasil penelitian merupakan (Waspodo,

Pelayanan Izin Mendirikan Layangan sistem informasi berbasis 2016)

Bangunan Dan Peruntukan web yang bisa melakukan

Penggunaan Tanah Pada transparansii status perizinan,

Badan Penanaman Modal

46

Dan Pelayanan Perizinan inspeksi, serta laporan ringkat yang
Kabupaten Sumedangg dinamis.

4. Sistem Informasi Hasilnya menghasilakn aplikasi (Makalalag,

Geografis Monitoring Dan berbasi Web untuk Proyek Dinas PU 2016)

Evaluasi Proyek Dinas Kota Kotamobagu yang memiliki

Pekerjaan Umum Kota tujuan untuk dapat melakukan

Kotamobagu pemantauan dan evaluasi semua

kegiatan secara real temie dan

membuat visualisasi geografis

temapt proyek secara keseluruhan

tentunya

5. Rancang Bangun Sistem Hasil penelitian ini adalah Sistem (Pratama,

Informasi Pemantauan Informasi Pemantauan dan 2016)

Dan Pengendalian Berkas Pengendalian berkas administrasi

Administrasi Berbasis pihak BKD maupun Bidang

Web Pada Kantor Badan Informasi Kepegawaian BKN

Kepegawaian Negara Regional II yang dapat memantau

Regional II keberadaan berkas administrasi serta

mengetahui berkas yang sudah

selesai dan belum selesai dengan

menggunakan metode

Administrative Workflow Systems

(AWS).

6. Pengembangann Sistem Hasil penelitian ini adalah dibuatnya (Syahrul,

Informasi Manajemen sistem monitoring penjualan dan 2017)

Proyek (Studi Kasus.: PT- stokk barang yang mampu

Mozaik Bintang Persada) mempermudah pengusaha dalam

mlakukan monitoring dan

mengetahui penjualan dan stokk

barang ditiap cabang

7. Sistem Informasi Hasill penelitiannya berupa sebuah (Fendriane,

Monitoring Proses Bisnis sistem informasi monitoring 2017)

Berbasis Web Pada berbasis web yang dapat

Bengkel Ahass Pt. Lebak memudahkan pengguna dalam

Bulus Motor memasukan data pelanggan,

kebutuhan, ketersediaan jumlah

barang secara otomatis dan

mempermudah user dalam

melakukan monitoring pada proses

transaksi.

8. Monitoring and Hasil penelitiannya yakni (Legowo,

Evaluation Information membangun model sistem informasi 2017)

System Modeling for untuk membantu dalam memantau

Banking Credits serta mengevaluasi kinerja kredit

perbankan Di Bank Pembangunan

Daerah di Indonesia.

9. Management Information Hasilnya merupakan Rancangan (Rupilele,
System for Monitoring and sistem informasii yang dapat 2018)
Inspection of the mendukung manajement terpusat
dari semua inspeksi

47

Implementation of pelanggaran,memfasilitasi inspeksi,
Universities pemantauan dan pelaporan input dan
informasi untuk koordinasi
pendidikan tinggi swasta.

10. Membangun Sistem Hasil penelitian ini adalah sebuah (Megawati,

Informasi Monitoring sistem monitoring yang 2018)

Kegiatan Proyek Pemancar memudahkan organisasi dalam

Sinyal BTS Berbasis Web memantau jalannya proyek dan

pada PT. Swatama Mega membantu dalam membuat

Teknik keputusan. Metode yang dipakai

yakni metode WDLC.

Berikut ini berdasarkan Tabel 3.1 diatas terdapat keunggulan dari sistem yang akan
dibuat antara lain :

1. Membuat interface sistem menjadi user-friendly untuk pengguna.
2. Sistem ini tidak hanya dibuat sampai tahap perancangan saja namun sistem

ini akan dbuat sampai tahap desain dan implementasi dengan mengggunakan
bahasa pemograman PHP, HTML dan MySQL sebagai database.
3. Sisteem ini akan dapat membantu dalam hal pemantauan berkas perbal
perjanjian pemenuhan kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR).
4. Didalam sistem ini terdapat sistem peringatan yang jika ada permohonan
yang telah mendekati batas tempo pengumpulan data akan diberikan
notifikasi mengenai peringatan jatoh tempo.
5. Sistem dapat memberikan notifikasi melalui media email untuk
memberikan informasi tentang progress permohonan ppk sehingga
pemohon masih bisa melakukan pemantauan saat sedang tidak membuka
sistem.

48

6. Membantu dalam pembuatan laporan proses perbal perjanjian pemenuhan
kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR).

3.1.2 Studi Lapangan
a. Obsrrvasi
kegitan peninjauan yang dikerjakan oleh peneliti dan sekaligus terjun lansung
ke kantor Biro PLH untuk mengetahui bagaimana sistem berjalan di kantor
Biro PLH Setda DKI Jakarta khususnya di sub bagian Pemanfaatan Tata Ruang
Kota. Peneliti melakukan observasi pada tanggal 2 - 31 Januari 2019.
b. Wawancara
Peneliti melakukan kegiatan wawancara dengan Kepala Bagian Pemanfaatan tata
ruang kota oleh Agung Nugroho pada tanggal 30 Januari 2020, yang bertempat di
ruang rapat 1 dan melakukan wawancara kedua kalinya dengan bu Safira Astari
selaku analis di Biro PLH Subbagian pemanfaatan tata ruang kota pada tanggal 07
Juli 2020. Adapun hasil wawancara yang telah dilakukan dapat berguna dalam
analisa dan perancangan sistem antara lain :
1) Sejarah singkat Biro PLH Setda DKI Jakarta, struktur organisasi Biro PLH Setda

DKI Jakarta dan fungsi dari Biro PLH Setda DKI Jakarta serta sub bagian
pemanfaatan tata ruang kota
2) Sistem yang sedang berjalan di Biro PLH Setda DKI Jakarta terkhusus bagian
pemanfaatan tata ruang kota tentang sistem dan prosedur IPPR.

49

3) Permasalahan yang dihadapi oleh pihak Biro PLH Setda DKI Jakarta pada sub
bagian Pemanfaatan Tata Ruang Kota.

3.2 Metode Analisis Sistem
Peneliti menggunakan metode PIECES (Performance, Information, Economic,

Control, Efficiency, Service) yang digunakan untuk mengetahui berbagai
permasalahan – permasalahan yang ada, dan juga untuk menggambarkan GAP
antara sistem berjalan pada proses permohonan PPK di Biro PLH Setda DKI Jakarta
dengan sistem yang akan diusulan sehingga peneliti dapat mengetahui kelemahan
pada sistem yang telah dijalankan dan tentunya dapat menganalisis kebutuhan sistem
yang diusulkan dengan pendekatan enam indikator yang ada pada metode PIECES.

3.3 Metode Administrative Workflow System
Peneliti menerapkan metode Administrative Workflow System untuk menangani

permasalah yang telah dijelaskan dalam bab sebelumnya. Pemohon yang melakukan
permohonan PPK kerap mengalami kesulitan dalam melakukan pemantauan pada
pergerakan berkas permohonannya. Dengan penerapan administrative workflow
system dalam sistem informasi monitoring berbasis web, sistem ini akan secara
otomatis memberikan notifikasi melalui email dan WhatsApp kepada pemohon terkait
informasi pergerakan posisi berkas permohonannya. Dengan begitu sistem ini
memudahkan pemohon dalam melakukan pemantauan pergerakan berkas. Selain itu
melalui sistem ini Biro PLH, Biro Hukum, Asbang LH dan Biro Umum pun bisa
melakukan monitoring berkas PPK dan mengetahui berkas yang sudah masuk jatuh

50

tempo sehingga bisa segera di atasi. Sistem informasi monitoring akan aktif
memberikan informasi kepada user yang bersangkutan mengenai pergerak dan posisi
berkas permohon PPK sesuai dengan konsep dari metode Administrative workflow
system.

Untuk penerapan metode Administrative workflow system dalam proses
permohonan PPK dapat dilihat lebih jelas pada tahap Requirements Planning dalam
metode RAD yang sudah dikonsepkan dengan elemen-elemen kunci dari metode
administrative workflow system yaitu :

1. Bussinees Process
Menggambarkan bagaimana proses kegiatan yang telah berjalan dalam
permohonan PPK. Bussinees Process ini akan digambarkan lebih jelas di tahap
Requirements Planning dalam metode RAD pada point analisis sistem berjalan
pada Biro PLH Setda DKI Jakarta

2. Business Rules
Menggambarkan bagaimana kegiatan-kegiatan yang berbeda berhubungan
satu sama lain dan didefinisikan oleh aturan bisnis yang membentuk alur kerja
pada Biro PLH Setda DKI Jakarta.

3. Workflow Queue
Suatu bentuk proses yang digunakan untuk memberikan tugas kepada user
sesuai dengan sistem alur kerja pada Biro PLH Setda DKI Jakarta. Proses ini
biasanya berisikan daftar informasi atau berupa tugas yang perlu dilakukan
secara berurutan sesuai rules.

4. Activity (tasks), Work item, dan Resource

51

Menggambarkan bagaimana usulan alur kerja sistem yang telah dibuat dan
siapa saja user yang terlibat bedasarkan Bussinees Process dan Business Rules
yang nantinya akan diterapkan pada sistem informasi monitoring. Activity
(tasks), Work item, dan Resource ini akan digambarkan lebih jelas di tahap
Requirements Planning dalam metode RAD pada point analisis sistem usulan
pada Biro PLH Setda DKI Jakarta

3.4 Metode Rapid Application Development
Peneliti menggunakan metode RAD dan menggunakan alat bantu berupa

perangkat lunak yaitu StarUML Versi 2.8.1 Adapun beberapa tahap yang harus
dilakukan yaitu :
1. Requirements Planning (Perencanaan Syarat)

Pada tahapan ini merupakan tahap awal perencanaan dimulai dari melakukan
analisa semua kebutuhann sistem serta analisa sistem berjalan. Tentunya hasil
dari tahap perencanaan awal ini yang dilakukan oleh peneliti ada beberapa hal
antara lain :

a. Gambaran umum profil Biro PLH Setda DKI Jakarta
b. Analisis Sistem Berjalan pada Biro PLH Setda DKI Jakarta sub bagian

pemanfaatan tata ruang kota.
c. Gambaran Business Rules pada proses permohonan PPK di Biro PLH

Setda DKI Jakarta sub bagian pemanfaatan tata ruang kota.
d. Analisis Kebutuhan Sistem pada bagian pemanfaatan tata ruang kota

di Biro PLH Setda DKI Jakarta

52

e. Analisis workflow queue yang berisikan daftar notifikasi terkait tugas
atau informasi yang perlu dikirim kepada user yang bersangkutan
secara urut sesuai dengan Business Rules.

f. Analisis Sistem Usulan untuk bagian pemanfaatan tata ruang kota di
Biro PLH Setda DKI Jakarta

2. Workshop Design
Peneliti melakukan perancangan desain dengan alat bantu Unified Modelling
Language (UML). Pada fase ini terbagi menjadi dua fase, yaitu:
1. Proses Desain
a) Membuatkan usecase diagrram
b) Membuatkan activity diagaram
c) Membuatkan class diagram
d) Membuatkan Mapping diagram
e) Membuatkan sequence diagram
f) Membuatkan component diagram
g) Membuatkan deployment diagram
2. Desain Database
a) Membuatkan Normalisasi
b) Membuatkan schema database
c) Membuatkan spesifikasi database

3. Implementation
Pada fase implementasi ini peneliti melakukan proses pengujian dari Sistem
Informasi Monitoring Perbal Perizinan Pemenuhan Kewajiban IPPR untuk

53

karyawan Sub bagian pemanfaatan tata ruang kota di Biro Pembangunan dan
Lingkungan Hidup sebelum dilakukan finalisasi atau bisa disebut dengan
memperkenalkan sistem. Tahapan implementasii yang akan dilakukan yaitu:
a. Melakukan pembangunan sistem dengan database menggunakan MySQL

dan bahasa pemrograman antara lain, HTML,PHP.
b. Dalam tahapan pengujiann sistem ini, black-box testing di pilih oleh peneliti

untuk melakukan pengujian sistem tentunya melibatkan pengguna yang
bersangkutan secara langsung dan pengguna tidak perlu memahami alur
prosess pengkodean yang telah dibuat namun cukup dengan melakukan
pengujian yang berfokus pada dibagian luarr seperti pendefinisian
sekumpulan kondisi penginputan dan spesifikasii fungsional sistem,
sehingga user dapat lebih fokus untuk mengecek fungsi-fungsi dari sistem
apakah fungsinya bisa berjalan dengan baik atau tidak berfungsi.

54

3.5 Kerangka Berfikir

Gambar 3. 1 Kerangka berfikir
55

47

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Requirement Planning
4.1.1 Gambaran Umum Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup
(Sumber: Data Primer Biro PLH)
Biro PLH merupakan salah satu bagian penunjang Sekretariat Provinsi
DKI Jakarta yang diketuai oleh Kepala Biro bertanggung jawab kepada sekda
Provinsi DKI Jakarta melalui Asisten Biro PLH (Abusudja Sumsuri, 2018) .
Adapun tugas pokok dari Biro PLH yaitu melaksanakan dan menyusun
perumusan kebijakan dan mengoordinasikan, memantau, mengevaluasi
pelaksanaan kebijakan urusan perumahan rakyat, penataan ruang,
pemantauan fasilitas social dan kawasan pemukiman, pertanahan,
lingkungan hidup, kehutanan, pertamanan, pemakaman, dan fasilitas umum
serta pengendalian penyelesaian kewajiban (Abusudja, 2018) .

4.1.2Landasan Hukum (Sumber: Data Primer Biro PLH)
 Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan
Perangkat Daerah Provinsi DKI Jakarta.
 Peraturan Gubernur Nomor 250 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Sekretariat Daerah.

56

4.1.3Visi dan Misi (Sumber: Data Primer Biro PLH)

 Visi
“Jakarta kota yang maju, lestari dan berbudaya yang warganya terlibat dalam
mewujudkan keberadaban, keadilan, dan kesejahteraan bagi semua”

 Misi
a) Menjadikan Jakarta kota yang aman, sehat, Cerda, berbudaya, dengan
memperkuat nilai-nilai keluarga dan memberikan ruang kreativitas
melalui kepemimpinan yang melibatkan, menggerakkan dan
memanusiakan.
b) Menjadikan Jakarta kota yang memajukan kesejahteraan umum
melalui terciptanya lapangan kerja, kestabilan dan keterjangkauan
kebutuhan pokok, meningkatnya keadilan social, percepatan
pembangunan infrastruktur, kemudahan investasi dan berbisnis, serta
perbaikan pengelolaan tata ruang,
c) Menjadikan Jakarta tempat wahana aparatur negara yang berkarya,
mengabdi, melayani, serta menyelesaikan berbagai permasalahan kota
dan warga secara efektif, meritokratis dan berintegritas,
d) Menjadikan Jakarta kota yang lestari, dengan pembangunan dan tata
kehidupan yang memperkuat daya dukung lingkungan dan social.
e) Menjadikan Jakarta ibukota yang dinamis sebagai kemajuan Indonesia
yang bercirikan keadilan, kebangsaan, dan kebhinekaan,

57

4.1.4 Struktur Organisasi Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup
(Sumber: Data Primer Biro PLH)
Dalam menjalankan tugas Biro PLH, Kepala Biro PLH dibantu oleh empat

orang Kepala bagian. Kemudian dari masing – masing Kepala Bagian
membawahi tiga Kepala Sub bagian, yang dijelaskan pada bagian berikut ini
(Abusudja Sumsuri, 2018) :

Gambar 4. 1 Struktur Organisasi Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup
(Sumber : Data Primer Biro PLH (Abusudja, 2018) )

4.1.5 Tugas dan Fungsi Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup
(Sumber: Data Primer Biro PLH)
Untuk melaksanakan tugasnya, Biro Pembangunan dan Lingkungan

Hidup menyelanggarakan fungsinya sebagai berikut ini (Abusudja, 2018) :
1. Penyusunan rencana strategis, rencana kerja, dan juga anggaran Biro
PLH.

58

2. Pelaksanaan rencana strategis dan dokumen pelaksanaan anggaran
Biro PLH..

3. Penyusunan kebijakan urusan perumahan rakyat, lingkungan hidup,
pekerjaan umum, penataan ruang, kehutanan, pertamanan.
pemakaman, pemantauan fasilitas sosial dan fasilitas umum serta
pengendalian penyelesaian kewajiban.

4. Pengoordinasian pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan
urusan perumahan rakyat, lingkungan hidup, pekerjaan umum,
penataan ruang, kehutanan, pertamanan, pemakaman, pemantauan
fasilitas sosial dan fasilitas umum serta pengendalian penyelesaian
keajiban.

5. Pengelolaan keuangan, kepegawaian, serta ketersediaan barang Biro
PLH.

6. Pengelolaan urusan kerumahtanggaan dan ketatausahaan Biro PLH.
7. Pengelolaan data, informasi serta kearsipan Biro PLH.

4.1.6 Analisis Sistem Berjalan (Sumber: Data Primer Biro Pembangunan
dan Lingkungan Hidup)

Analisi sistem berjalan atau bisa disebut dengan proses bisnis saat ini
monitoring Perjanjian Pemenuhan Kewajiban (PPK) masih bersifat manual
dengan melakukan monitoring hanya melihat dari catatan yang disimpan di
buku laporan ataupun hardcopy berupa kerta-kerta yang tersimpan.

59

Gambar 4. 2 Sistem Berjalan (Sumber : Data Primer)
Berdasarkan gambar sistem berjalan di atas dapat di jelaskan bahwa:

1. Pemohon menyiapkan berkas kelengkapan persyaratan administrasi
dan Pemohon mengirim kembali berkas kelengkapan persyaratan
administrasi untuk di periksa kembali oleh Biro PLH.

2. Biro PLH memeriksa berkas permohonan yang telah masuk, untuk
memastikan apakah berkas permohonan tersebut telah sesuai

60

persyaratan dan lengkap. Namun jika berdasarkan hasil dari
pemeriksaan diketahui belum lengkap maka biro akan memberikan
surat pemberitahuan kepada pemohon terkait kelengkapan berkas.
3. Untuk berkas permohonan yang sudah diperiksa oleh Biro PLH
dengan hasil berkas sudah lengkap, maka akan diadakan rapat
pembahasan bersama SKPD dan pemohon PPK.
4. Selanjutnya Biro PLH akan mempersiapkan paraf perbal PPK untuk
di paraf oleh biro lain yang terkait dalam proses PPK.
5. Biro PLH memberikan perbal PPK ke Biro Hukum untuk di verifikasi
dan di paraf.
6. Setelah di verifikasi dan diparaf, perbal PPK tersebut akan di
kembalikan kepada Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup untuk
melanjutkan tahap selanjutnya.
7. Kemudian Biro PLH memberikan perbal PPK ke Asbang LH untuk
di verifikasi dan di paraf.
8. Setelah di verifikasi dan diparaf, perbal PPK tersebut akan di
kembalikan kepada Biro PLH untuk melanjutkan tahap selanjutnya.
9. Biro PLH memberikan perbal PPK ke Biro Umum untuk di verifikasi
dan di paraf.
10. Setelah di verifikasi dan diparaf, perbal PPK tersebut akan di
kembalikan kepada Biro PLH untuk melanjutkan tahap selanjutnya.

61

11. Perbal PPK yang telah diperiksa dan diparaf oleh Biro Hukum,
Asbang, Biro PLH, dan Biro umum maka akan di buatkan draft PPK
untuk diberikan kepada pemohon.
a. Setelah pemohon mendapatkan draft PPK, pemohon akan
membuat Minuta Notaris.

12. Kemudian Minuta Notaris yang telah selesai dibuat, akan diberikan
kembali ke biro untuk di kaji dan di teliti lebih lanjut oleh Biro
Pembangunan dan Lingkungan Hidup.

13. Terhadap permohonan PPK yang Minuta Notarisnya telah selesai
dikaji dan diteliti akan dijadwalkan untuk penandatanganan bersama
dengan Sekda dan pemohon. Untuk tahapan selanjutnya yaitu:
a. PPK yang telah ditandatanganin akan dilakukan penomoran
PPK dan PPK yang telah dinomori akan di sampaikan aslinya
kepada pemohon yang bersangkutan.

14. Pemohon telah menerima PPK yang telah dinomori.

Adapun kelemahan ataupun kekurangan dari sistem berjalan ini antar lain:

Dalam proses PPK pada sistem yang sedang berjalan, pemohon mengalami
kesulitan dalam mengontrol proses permohonan PPK dikarenakan kurangnya
informasi mengenaii perkembangan proses permohonan PPK yang cepat dan
tentunya akurat, seperti halnya belum adanya waktu yang jelas terkait tenggat
waktu dalam setiap tahap dalam proses PPK. Selain itu dalam melacak berkas
permohonan PPK, Biro Pembangunan dan Lingkungan harus berkoordinasi

62

terlebih dahulu kepada biro lain yang terkait dalam proses PPK sehingga
membutuhkan waktu tambah.

4.1.7 Gambaran Business Rules pada proses permohonan PPK
Berdasarkan keputusan Gubernur Nomor 1987/2017 tentang Standar

Operasional Prosedur Penyusunan Perjanjian Pemenuhan Kewajiban Pemegang
IPPR antara lain :

Gambar 4. 3 Business Rules Perjanjian Pemenuhan Kewajiban IPPR (Sumber : Data
Primer).

4.1.8 Metode Analisis PIECES
Tabel 4. 1 Analisis PIECES Sistem Informasi Monitoring Perbal Perjanjian

Pemenuhan Kewajiban Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang ( IPPR)

No. Analisis Sistem Berjalan Sistem Usulan

1. Performance Sistem berjalan untuk melakukan Sistem informasi monitoring
(Kinerja) kegiatan monitoring posisi yang diusulkan memberikan
berkas PPK masih dilakukan kemudahan kepada user untuk
secara manual sehingga melakukan monitoring berkas
membutuhkan waktu untuk
mencari dan berkoordinasi

63

2. Information terlebih dahulu kepada staff lain permohonan PPK secara cepat
(Informasi) (yang memiliki otoritas dalam dan akurat.
proses PPK) untuk mengetahui
posisi berkas PPK yang dituju.

Pada sistem yang berjalan Sistem yang diusulkan dapat
kurangnya informasi yang memberikan informasi yang
diberikan kepada pemohon cepat dan akurat kepada
terkait progress permohonan pemohon melalui e-mail dan
PPK sehingga pemohon yang WhatsApp terkait progress
ingin mendapatkan informasi permohonan PPK nya
terkait progress permohonan sehingga dengan begitu
PPK nya harus berkoordinasi pemohon dapat lebih mudah
terlebih dahulu kepada Biro PLH melakukan monitoring berkas
yang terkadang membutuhkan permohonan PPK-nya
waktu lebih lama.

3. Ecomomics Pada sistem yang berjalan untuk Pada sistem usulan akan
(Ekonomi)
pihak Biro PLH tidak memakan memakan biaya yang cukup

biaya yang besar karena hanya besar dalam pengembangan

akan menggunakan komputer sstem dan pemeliharaan

staff dan alat scan untuk sistem kedepannya namun

melakukan scan berkas memiliki manfaat yang lebih

permohonan PPK sementara menguntungkan.

pihak pemohon mengeluarkan

biaya lebih untuk datang ke

kantor Biro PLH untuk

menyerahkan berkas

permohonan PPK-nya..

4. Control Data–data permohonan PPK Sistem informasi monitoring

kurang terjamin keamanannya menjaga keamanan data yang
(Pengendalian)

dalam hal ini jika terjadi tersimpan didalamnya dengan

hak akses yang hanya dimilik

64

kerusakan maka data akan oleh pihak yang

hilang. bertanggungjawab dan dapat

meminimalisir kemungkinan

kehilangan data.

5. Efficiency Sistem yang berjalan Sistem usulan menjadikan
(Efisiensi)
mengharuskan pemohon datang pekerjaan baik pemohon dan
6. Service
(Layanan) ke kantor Biro PLH untuk staff untuk menyampaikan

memberikan berkas permohonan informasi ataupun laporan

PPK dan staff Biro PLH lebih efisien dengan

mengirim data melalui email satu tersedianya sistem yang

persatu dan jika terjadi memberikan akses kepada

perubahan harus mengirim penerima informasi dan

ulang. laporan.

Pada sistem yang berjalan berkas Sistem informasi monitoring

fisik permohonan PPK berupa ini membantu staff

kertas yang diserahkan pemohon mengarsipkan data – data

akan numpuk dan rentang hilang permohonan PPK, membantu

sehingga pada kegiatan dalam pembuatan laporan dan

monitoring dan pelaporan pun membantu dalam melakukan

terasa sulit monitoring berkas PPK

dengan begitu pelayanan

terhadap proses PPK akan

lebih baik.

4.1.9 Analisis workflow queue
Berikut ini workflow queue yang berisikan daftar notifikasi terkait tugas

atau informasi yang perlu dikirim kepada user yang bersangkutan secara urut
sesuai dengan Business Rules antara lain :

Tabel 4. 2 Daftar Notifikasi (Antrian kerja)

65

No Isi notifikasi Penerima

1. Memberikan informasi bahwa Pemohon telah Pemohon
selesai Registrasi dan telah terdaftar menjadi
pemohon permohonan PPK,

2. Memberikan informasi terkait berkas Pemohon
permohonan PPK sedang diproses,

3. Memberikan informasi terkait berkas Biro PLH
permohonan ppk yang baru dan memberikan
tugas baru untuk membuat jadwal rapat,

4. Memberikan informasi terkait jadwal rapat yang Pemohon, biro Hukum,

sudah ready. Biro Umum dan Asbang

LH

5. Memberikan informasi terkait berkas Pemohon
permohonan yang sudah masuk tahap paraf
perbal.

6. Memberikan informasi terkait perbal baru dan Biro Hukum, Asbang LH
memberikan tugas untuk memverifikasi perbal dan Biro Umum
tersebut.

7. Memberikan informasi terkait pergerakan perbal Pemohon
yang telah diverifikasi oleh Biro Hukum, Asbang
LH, dan Biro Umum.

8. Memberikan informasi bahwa perbal telah selesai Biro PLH
diverifikasi oleh 3 pihak yang bersangkutan dan
memberikan tugas baru untuk membuat draft
PPK.

9. Memberikan informasi terkait draft PPK yang Pemohon
telah ready dan memberikan tugas untuk
membuat minuta notaris.

10. Memberikan informasi terkait minuta notaris Biro PLH
baru dan memberikan tugas untuk melakukan
verifikasi terhadap notaris tersebut.

11. Memberikan informasi terkait minuta notaris Pemohon
yang telah diterima oleh Biro PLH.

12. Memberikan tugas untuk membuat jadwal Biro PLH
penandatanganan PPK

13. Memberikan informasih bahwa jadwal Pemohon
penandatanganan ppk telah ready.

66


Click to View FlipBook Version