43 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU pembelajaran (Power Point). Guru memulai penjelasan materi secara urut, lengkap dan logis Guru menanamkan karakter, pesan moral, sikap positif terkait materi ketentuan ibadah qurban. Guru menyampaikan masalah yang akan dipecahkan secara kelompok. Tugas Kelompok: 1. Simaklah video pembelajaran ketentuan ibadah qurban melalui link berikut ini! https://youtu.be/BfLg-Q LJD80 2. Diskusikan hal-hal berikut ini: 1) Setelah mengamati dan menyimak video tentang ketentuan ibadah qurban, analisislah video tersebut, kemudian tunjukkan dan bacakan salah satu dalil qur’an/hadis tentang perintah berqurban sesuai dengan syari’at Islam! 2) Setelah mengamati dan menyimak video tentang ketentuan
44 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU ibadah qurban, tentukan kriteria hewan yang dapat dijadikan qurban sesuai dengan ketentuan syari’at Islam! 3) Setelah mengamati dan menyimak video tentang ketentuan ibadah qurban, simpulkan waktu penyembelihan hewan qurban menurut ketentuan syari’at Islam! 3. Catatlah hasil diskusi kalian bersama kelompokmu! 4. Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas! 5. Kalian boleh memberikan tanggapan dari hasil presentasi kelompok lainnya. Tahap 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 3-5 orang peserta didik Guru memastikan setiap peserta didik/anggota kelompok memahami tugas masing-masing. Guru menerapkan pembelajaran aktif Guru menggunakan dan memanfaatkan media pembelajaran yang digunakan (PPT/ Video Youtube) Guru memanfaatkan
45 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU media interaktif berbasis TIK yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan materi: Guru membuat dan menggunakan kuis yang sangat menarik bisa melalui platform online Guru menggunaka n sumber belajar yang bervariasi Tahap 3: Membimbing penyelidikan indivi du maupun kelompok. Guru memantau keterlibatan peserta didik dalam pengumpulan data/ bahan selama proses penyelidikan. Guru memberikan kebebasan peserta didik untuk memberikan solusi dan tangapan sesuai bahan diskusi kelompok (sebagai pembelajaran konstruktivistik) Guru melaksanaka n pemantauan kemajuan belajar siswa selama proses pembelajara n Tahap 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Guru memantau diskusi dan membimbing pembuatan laporan sebagai karya setiap kelompok siap untuk dipresentasikan. Guru menerapkan proses pembelajaran berbasis HOTs pada aspek HOTs: C4 (menganalisis) dengan kata kerja yang jelas dan tepat. Menganalisis video (C4) Menunjukkan dalil ketentuan ibadah qurban (C4) Menafsirkan dalil
46 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU perintah ibadah qurban (C5). Menyimpulkan (C5) hasil diskusi Tahap 5: Menganalisis dan mengevaluasi Proses pemecahan masala h Guru membimbing presentasi dan mendorong kelompok memberikan pengharga an serta masukan kepada kelompok lain. Guru mengamati dan memberikan evaluasi terhadap hasil pembelajaran. 3. PENUTUP 10 Menit Guru menyimpulkan materi pelajaran Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi. Guru melaksanakan penilaian otentik berbasis HOTs Guru melaksanakan penilaian berbasis HOTs secara tepat dan memberikan feedback Guru melakukan refleksi dan tindak lanjut dengan melibatkan siswa Refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya; Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Membaca do’a penutupan “Alhamdulillah” Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Guru menutup dengan
47 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU Salam 3. Tahap Pengamatan a. Observasi aktivitas guru Hasil observasi aktifitas guru mengajar dilaksanakan selama kegiatan belajar mengajar mata pelajaran PAI dengan menggunakan problem based learning pada materi penyayang terhadap lingkungan. Pengamatan dilakukan oleh observer (rekan guru sejawat) dengan mencatat seluruh keadaan di ruang kelas dengan berbagai aktifitas yang dilakukan guru selama proses pembelajaran. Hasil observasi aktifitas guru dimuat dalam lampiran. Pada hasil observasi kegiatan guru mengajar didapatkan hasil nilai 74,7. Hal tersebut menunjukkan kesesuaian cara mengajar guru dalam menerapkan model problem based learning pada proses pembelajaran dengan kategori baik. Hasil observasi kegiatan guru mengajar dalam dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.3 Observasi Kegiatan Guru Mengajar No Aspek Yang Dinilai Rentang Nilai 1 2 3 4 5 I Kegiatan Pendahuluan A Apersepsi dan Motivasi 1) Mengaitkan materi pelajaran sekarang dengan pengalaman belajar atau materi sebelumnya 4 2) Mengajukan pertanyaan yang memancing keaktifan siswa 4 3) Menyampaikan manfaat pembelajaran 4 4) Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan materi pembelajaran. 3 B Penyampaian Kompetensi dan Rencana Kegiatan
48 No Aspek Yang Dinilai Rentang Nilai 1 2 3 4 5 1) Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai siswa 4 2) Menyampaikan rencana kegiatan misalnya, individual, kerja kelompok, dan melakukan observasi 4 II Kegiatan Inti A Penyampaian Materi Pembelajaran 1) Menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran. 4 2) Mengaitkan materi dengan pengetahuanlain yang relevan, perkembangan IPTEK, dan kehidupan nyata 4 3) Menyajikan pembahasan materi pembelajaran dengantepat 4 4) Menyajikan materi secara sistematis (mudah ke sulit, dari abstrak ke konkrit) 3 B Penerapan Strategi Pembelajaran yang Mendidik 1) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. 4 2) Memfasilitasi kegiatan yang memuat komponeneksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. 4 3) Melaksanakan pembelajaran secara runtut. 4 4) Memantau kelas. 4 5) Melaksanakan pembelajaran bersifat kontekstual 4 6) Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif 4 7) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan 3 C Penerapan pendekatan Scientific 1) Memancing siswa untuk mengamati 3 2) Memfasilitasi siswa untuk menanya. 4 3) Memfasilitasi siswa untuk mengumpukan Informasi 4
49 No Aspek Yang Dinilai Rentang Nilai 1 2 3 4 5 4) Memfasilitasi siswa untuk mengolah Informasi 4 5) Memfasilitasi siswa untuk mengkomunikasikan. 3 D Penerapan Model PBL dalam Pembelajaran 1) Menunjukkan keterampilan dalam mengorientasikan siswa pada masalah 4 2) Menunjukkan keterampilan dalam mengorganisasikan siswa untuk siap belajar 3 3) Membimbing pengalaman individu dan kelompok 3 4) Memfasilitasi siswa dalam mengembangkan dan menyajikan hasil karya. 4 5) Memfasilitasi siswa dalam menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 3 E Pelibatan Siswa dalam Pembelajaran 1) Menumbuhkan partisipasi aktif siswa melalui interaksi guru, siswa, sumber belajar 4 2) Merespon positif partisipasi siswa 4 3) Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa. 4 4) Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif 4 5) Menambahkan keceriaan atau antusiasme siswa dalam belajar 4 F Penggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam Pembelajaran 1) Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar 4 2) Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar 4 III Penutup 1) Melaksanakan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa 4 2) Memberikan tes lisan atau tulisan 3 3) Mengumpulkan hasil kerja sebagai Portofolio 3 4) Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan 4
50 No Aspek Yang Dinilai Rentang Nilai 1 2 3 4 5 JUMLAH 142 SKOR MAKSIMAL 190 NILAI 74,7 KATEGORI BAIK Keterangan: Berikan tanda cek list pada kolom sesuai dengan kriteria: 1 = sangat kurang ; 2 = kurang ; 3 = cukup; 4 = baik; 5= sangat baik Nilai = jumlah skor perolehan dibagi skor maksimal dikali 100 Tabel 4.4. Keterangan Skor. Skor Kategori Indikator 5 Sangat Baik Setiap indikator dalam aspek yang diamati dilaksanakan oleh guru dengan sangat baik tanpa kesalahan. 4 Baik Setiap indikator dalam aspek yang diamati dilaksanakan oleh guru dengan baik dan guru hanya melakukan satu kesalahan 3 Cukup Setiap indikator dalam aspek yang diamati dilaksanakan oleh guru dengan cukup dan guru melakukan dua kesalahan 2 Kurang Setiap indikator dalam aspek yang diamati dilaksanakan oleh guru dengan kurang dan guru melakukan lebih dari dua kesalahan 1 Sangat Kurang Setiap indikator dalam aspek yang diamati tidak dilaksanakan oleh guru. NK = R SM X 100 NK = 142 190 x 100 = 74,7 Keterangan:
51 NK = nilai kinerja yang dicari atau diharapkan R = skor mentah yang diperoleh SM = skor maksimum 100 = bilangan tetap Tabel 4.5 Kategori Nilai Nilai yang diperoleh Kualifikasi 81-100 Sangat Baik 61-80 Baik 41-60 Cukup 21-40 Kurang 0-20 Sangat Kurang b. Catatan Lapangan Berdasarkan hasil catatan lapangan, aktifitas siswa masih didapatkan hasil yang kurang maksimal. Hal ini dikarenankan beberapa sebab karena belum terbiasa dengan model problem based learning. 1) Catatan lapang siklus I Aktifitas Siswa a) Pemberian soal pretest Saat siswa diberikan soal pretest atau pertanyaan sebelum pembelajaran, mereka terkejut atau bertanya-tanya mengapa pertemuan awal langsung diberi pertanyaan. Bahkan ada sebagian kecil siswa yang menjawab saya tidak bisa kan belum diajarkan belum dijelaskan. materinya. Namun guru memberi pengertian bahwa soal yang diberikan itu bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang materi ketentuan ibadah qurban, serta sebagai alat untuk mengukur peningkatan pemahaman kalian terhadap pelajaran. Guru pun menyampaikan agar siswa mengerjakan soal sesuai kemampuan masing-masing. b) Pembagian kelompok heterogen
52 Pembagian kelompok dilakukan dengan cara diacak antara siswa yang aktif dengan siswa yang kurang aktif dengan tujuan agar teman yang aktif mampu memberikan motifasi kepada teman yang kurang aktif. Jumlah siswa 20 sehingga terdapat 4 kelompok ada yang terdiri dari 4 orang siswa. Ada juga yang terdiri dari 5 orang siswa. Kendala dalam pembagian kelompok ini ialah siswa masih belum menerima dengan teman yang bukan pilihannya. Guru harus bisa membantu siswa agar pembagian kelompok ini bisa berjalan dengan rapi, tenang dan cepat. c) Penugasan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) LKPD berbasis masalah disajikan kepada siswa untuk dikerjakan dan didiskusikan secara berkelompok. Siswa tampak binggung dan belum terbiasa dengan LKPD berbasis masalah tersebut. Sehingga guru menghampiri satu persatu kelompok untuk menjelaskan soal yang belum dipahami oleh siswa. d) Presentasi hasil Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Siswa masih banyak yang malu dan kurang bisa menyampaikan hasil diskusi dan penyelesaian soal-soal LKPD berbasis masalah. Sehingga guru perlu memberikan motivasi bahkan apresiasi untuk menggugah semangat dan kepercayaan diri siswa untuk mempresentasikan hasil LKPD. 2) Catatan lapang siklus I Aktifitas Guru a) Guru mencoba lebih melakukan pendekatan dengan siswa dengan cara mengabsen satu persatu dan menanyakan tentang kabar dan kesiapan mengikuti pembelajaran. b) Guru belum mempersiapkan media pendukung pembelajaran dengan cermat sehingga sehingga Pembelajaran problem based learning belum berjalan secara optimal. c) Guru belum dapat mengatur waktu dengan dengan baik agar sesuai dengan RPP yang telah dibuat. 3) Proses Pembelajaran
53 Pelaksanaan proses pembelajaran masih belum kondusif karena siswa masih dalam proses adaptasi dengan model problem based learning 1) Metode pembelajaran problem based learning pun masih belum optimal, masih banyak yang bingung dalam mengerjakan LKPD serta bercanda saat berdiskusi dengan teman kelompok 2) Siswa masih malu dan ragu-ragu untuk mengemukakan jawaban 3) Siswa masih belum terbiasa dengan media pembelajaran yang bersifat Nyata. 4) Hasil Belajar Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dari aspek kognitif siswa pada siklus I dilakukan tes hasil belajar siswa. Adapun hasil dari tes hasil belajar siswa adalah sebagai berikut: Tabel 4.5 N-Gain Pretest Posttest N-Gain Jumlah 1200 1460 6,480 Rata-rata 60,00 73,00 0,325 N-Gain = − − Dengan kategorisasi perolehan : g tinggi :nilai (g) > 0,70 g sedang :> 0,3 (g) ≤ 70 g rendah :nilai (g) < 0,3 Pada siklus I, sebelum dilakukan tindakan mendapatkan skor ratarata 60,00. Namun skor rata-rata meningkat menjadi 73,00 setelah dilakukan tindakan. Untuk mengetahui tingkat efektifitas penerapan tindakan dalam penelitian tindakan kelas pada siklus I, maka data skor siswa di analisis dengan N-Gain. Dari selisih skor rata-rata pretest dan rata-rata posttest didapatkan nilai N-Gain sebesar 0,425 dengan kategori sedang (g sedang : > 0,3 (g) ≤ 70). Tabel skor N-Gain siswa siklus I dipaparkan secara lengkap pada tabel. Namun hasil posttest siklus I hanya mencapai 65% siswa yang mencapai KKM dan belum memenuhi indikator keberhasilan dimana 75% siswa harus mencapai nilai KKM. Tabel ketuntasan siswa dalam mencapai KKM untuk siklus I terdapat pada tabel.
54 Tabel 4.6 Ketuntasan Siswa No Nama Siswa Pretest Postest KKM Keterangan 1 Siswa 1 50 70 75 Belum Tuntas 2 Siswa 2 70 85 75 Tuntas 3 Siswa 3 65 75 75 Tuntas 4 Siswa 4 55 70 75 Belum Tuntas 5 Siswa 5 65 75 75 Tuntas 6 Siswa 6 70 75 75 Tuntas 7 Siswa 7 50 60 75 Belum Tuntas 8 Siswa 8 70 75 75 Tuntas 9 Siswa 9 50 65 75 Belum Tuntas 10 Siswa 10 65 75 75 Tuntas 11 Siswa 11 55 65 75 Belum Tuntas 12 Siswa 12 60 75 75 Tuntas 13 Siswa 13 60 80 75 Tuntas 14 Siswa 14 60 70 75 Belum Tuntas 15 Siswa 15 55 75 75 Tuntas 16 Siswa 16 50 65 75 Belum Tuntas 17 Siswa 17 60 75 75 Tuntas 18 Siswa 18 60 75 75 Tuntas 19 Siswa 19 65 80 75 Tuntas 20 Siswa 20 65 75 75 Tuntas K = K = 13 20 x 100 % = 65 % Keterangan : K = ketuntasan belajar klasikal ΣX = jumlah siswa yang mendapat nilai ≥75 N = jumlah siswa 100 % = bilangan tetap
55 Tabel 4.7 N-Gain No Nama Siswa Pretest Posttest Pots -Pre MaxPre NGain Ket 1 Siswa 1 50 70 20 50 0,400 Sedang 2 Siswa 2 70 85 15 30 0,500 Sedang 3 Siswa 3 65 75 10 35 0,286 Rendah 4 Siswa 4 55 70 15 45 0,333 Sedang 5 Siswa 5 65 75 10 35 0,286 Rendah 6 Siswa 6 70 75 5 30 0,167 Rendah 7 Siswa 7 50 60 10 50 0,200 Rendah 8 Siswa 8 70 75 5 30 0,167 Rendah 9 Siswa 9 50 65 15 50 0,300 Sedang 10 Siswa 10 65 75 10 35 0,286 Rendah 11 Siswa 11 55 65 10 45 0,222 Rendah 12 Siswa 12 60 75 15 40 0,375 Sedang 13 Siswa 13 60 80 20 40 0,500 Sedang 14 Siswa 14 60 70 10 40 0,250 Rendah 15 Siswa 15 55 75 20 45 0,444 Sedang 16 Siswa 16 50 65 15 50 0,300 Sedang 17 Siswa 17 60 75 15 40 0,375 Sedang 18 Siswa 18 60 75 15 40 0,375 Sedang 19 Siswa 19 65 80 15 35 0,429 Sedang 20 Siswa 20 65 75 10 35 0,286 Rendah JUMLAH 1200 1460 6,480 RATA-RATA 60,00 73,00 0,325 Sedang 4. Tahap Refleksi Berdasarkan analisis hasil observasi, catatan lapangan serta wawancara ditemukan beberapa kekurangan yang ada pada siklus I dan diperlukan tindakan perbaikan pada siklus selanjutnya. Hal tersebut dijelaskan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
56 Tabel 4.8 Kekurangan dan Tindakan Perbaikan Siklus I Kekurangan Perbaikan Audio video pembelajaran pada infokus kurang terdengar dengan jelas Menggunakan speaker eksternal Siswa masih kurang maksimal mengkomunikasikan media belajar dengan materi pembelajaran Guru lebih memfasilitasi komunikasi atau menghubungkan media belajar dengan kegiatan pembelajaran Masih ada peserta didik yang kurang aktif dan malu dalam menyampaikan gagasan/pendapat Guru membimbing dan memotivasi peserta didik, menggunakan model PBL dan video pembelajaran agar peserta didik aktif dalam proses pembelajaran Siswa tidak mengerti dengan soal soal LKPD berbasis masalah Mengelilingi setiap kelompok serta memberikan pengarahan C. Deskripsi Tindakan Pembelajaran Siklus II 1. Tahap perencanaan Pada siklus II ini dimulai dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dilengkapi dengan Lembar Kerja Peserta Didik dengan mengacu pada perbaikan dari pelaksanaan siklus I. Selanjutnya RPP yang telah dibuat didiskusikan dengan guru kolaborator serta sehubungan dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Kegiatan selanjutnya adalah menyiapkan soal test awal (pretest) dan soal test akhir (postest), membuat instrumen penelitian, membuat lembar observasi guru, dan catatan lapangan. 2. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan yang dilakukan adalah merujuk pada skenario pembelajaran yang telah dirancang. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model PBL terdiri atas beberapa tahap, yaitu: Tabel 4.9 Langkah-langkah tindakan pada siklus II NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU
57 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU 1. PENDAHULUAN 10 menit Guru mengucapkan salam Guru menyiapkan peserta didik secara fisik dan mental serta memotivasi siswa Guru Membuka pembelajaran dengan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat do’a sebelum belajar. Guru mengarahkan kesiapan diri peserta didik dan kehadiran peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran. Guru menanyakan kesiapan peserta didik untuk belajar (mengecek alat tulis dan sumber belajar) Guru memotivasi siswa dengan kata-kata penyemangat. Guru menyampaikan apersepsi Guru menyampaikan apersepsi materi yang lalu dan mengarahkan peserta didik untuk mengamati, menyimak dan menanya (bagian dari saintifik) Guru menyampaikan tujuan dan indikator sesuai dengan KD Guru menyebutkan dengan jelas dan tegas tujuan pembelajaran dan IPK sesuai dengan KD Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan Mengamati, menyimak, menanya, berdialog,
58 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU mengkomunikasikan dengan menyampaian, menanggapi dan membuat kesimpulan hasil pembelajaran. 2. KEGIATAN INTI 50 menit Guru menggunaka n model PBL (aktif/ pembelajara n abad 21) dan menggunaka n pendelatan Saitifik Pendekatan Saitifik, meliputi: 7. Mengamati 8. Menyimak 9. Menanya 10. Mengekplorasi/ menalar. 11. Mengasosiasi/ mencoba. 12. Komunikasi/ demonstrasi/ Networking Guru menerapkan pembelajaran berbasis saintifik (6 M) sejak awal sampai akhir pembelajaran, termasuk kegiatan literasi. Materi tentang ketentuan ibadah qurban (PPT) : Guru mempersiapkan materi dengan menggunakan fase atau tahap-tahap sesuai sintak PBL yang mengintegrasikan TPACK Guru menguasai konsep materi Guru mempersiapkan materi dengan konsep yang jelas 5. Materi pembelajaran berupa Power Point : ketentuan ibadah qurban 6. Materi diskusi dalam pembelajaran tentang ketentuan ibadah qurban berupa video dari youtube. 7. Materi penunjang pembelajaran tentang ketentuan ibadah qurban berupa website. 8. Memanfaatkan media infokus dan laptop Guru menjelaskan dan memperkenalkan bahwa pembelajaran ini akan mengunakan
59 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU model Problem Based Learning (PBL) Tahap 1: Orientasi peserta didik pada masalah Peserta didik mengamati gambar untuk yang berkaitan dengan ibadah qurban. Peserta didik menyimak video pembelajaran entang ketentuan ibadah qurban. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab berhubungan dengan materi ketentuan ibadah qurban. Guru menjelaskan materi ketentuan ibadah qurban menggunakan media pembelajaran (Power Point). Guru memulai penjelasan materi secara urut, lengkap dan logis Guru menanamkan karakter, pesan moral, sikap positif terkait materi ketentuan ibadah qurban. Guru menyampaikan masalah yang akan dipecahkan secara kelompok. Tugas Kelompok: 1. Simaklah video
60 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU pembelajaran ketentuan ibadah qurban melalui link berikut ini! https://youtu.be/BfLg-Q LJD80 2. Diskusikan hal-hal berikut ini: 1) Setelah mengamati dan menyimak video tentang ketentuan ibadah qurban, analisislah video tersebut, kemudian tunjukkan dan bacakan salah satu dalil qur’an/hadis tentang perintah berqurban sesuai dengan syari’at Islam! 2) Setelah mengamati dan menyimak video tentang ketentuan ibadah qurban, tentukan kriteria hewan yang dapat dijadikan qurban sesuai dengan ketentuan syari’at Islam! 3) Setelah mengamati dan menyimak video tentang ketentuan ibadah qurban, simpulkan waktu penyembelihan hewan qurban menurut ketentuan syari’at Islam! 3. Catatlah hasil diskusi kalian bersama kelompokmu! 4. Presentasikan hasil
61 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU diskusimu di depan kelas! 5. Kalian boleh memberikan tanggapan dari hasil presentasi kelompok lainnya. Tahap 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 3-5 orang peserta didik Guru memastikan setiap peserta didik/anggota kelompok memahami tugas masing-masing. Guru menerapkan pembelajaran aktif Guru menggunakan dan memanfaatkan media pembelajaran yang digunakan (PPT/ Video Youtube) Guru memanfaatkan media interaktif berbasis TIK yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan materi: Guru membuat dan menggunakan kuis yang sangat menarik bisa melalui platform online Guru menggunaka n sumber belajar yang bervariasi Tahap 3: Membimbing penyelidikan indivi du maupun kelompok. Guru memantau keterlibatan peserta didik dalam pengumpulan data/ bahan selama proses penyelidikan. Guru memberikan kebebasan peserta didik untuk memberikan
62 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU solusi dan tangapan sesuai bahan diskusi kelompok (sebagai pembelajaran konstruktivistik) Guru melaksanaka n pemantauan kemajuan belajar siswa selama proses pembelajara n Tahap 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Guru memantau diskusi dan membimbing pembuatan laporan sebagai karya setiap kelompok siap untuk dipresentasikan. Guru menerapkan proses pembelajaran berbasis HOTs pada aspek HOTs: C4 (menganalisis) dengan kata kerja yang jelas dan tepat. Menganalisis video (C4) Menunjukkan dalil ketentuan ibadah qurban (C4) Menafsirkan dalil perintah ibadah qurban (C5). Menyimpulkan (C5) hasil diskusi Tahap 5: Menganalisis dan mengevaluasi Proses pemecahan masala h Guru membimbing presentasi dan mendorong kelompok memberikan pengharga an serta masukan kepada kelompok lain. Guru mengamati dan memberikan evaluasi terhadap hasil pembelajaran. 3. PENUTUP 10 Menit Guru menyimpulkan Guru bersama peserta didik
63 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU materi pelajaran menyimpulkan materi. Guru melaksanakan penilaian otentik berbasis HOTs Guru melaksanakan penilaian berbasis HOTs secara tepat dan memberikan feedback Guru melakukan refleksi dan tindak lanjut dengan melibatkan siswa Refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya; Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Membaca do’a penutupan “Alhamdulillah” Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Guru menutup dengan Salam 3. Tahap Pengamatan a. Hasil Observasi Aktifitas Guru Mengajar Observasi siklus II aktifitas guru mengajar dilaksanakan selama kegiatan belajar mengajar mata pelajaran PAI dengan menggunakan problem based learning pada materi penyayang terhadap lingkungan. Pengamatan dilakukan oleh observer (kolaborator atau rekan guru sejawat) dengan mencatat seluruh keadaan di ruang kelas dengan berbagai aktifitas yang dilakukan guru selama proses pembelajaran. Pada hasil observasi kegiatan guru mengajar didapatkan hasil nilai 84,7. Hal tersebut menunjukkan kesesuaian cara mengajar guru dalam menerapkan model problem based learning pada proses pembelajaran dengan kategori sangat baik.
64 Tabel 4.11 Observasi.Kegiatan Guru Mengajar Pada Siklus II No Aspek Yang Dinilai Rentang Nilai 1 2 3 4 5 I Kegiatan Pendahuluan A Apersepsi dan Motivasi 1) Mengaitkan materi pelajaran sekarang dengan pengalaman belajar atau materi sebelumnya 5 2) Mengajukan pertanyaan yang memancing keaktifan siswa 5 3) Menyampaikan manfaat pembelajaran 5 4) Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan materi pembelajaran. 5 B Penyampaian Kompetensi dan Rencana Kegiatan 1) Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai siswa 5 2) Menyampaikan rencana kegiatan misalnya, individual, kerja kelompok, dan melakukan observasi 4 II Kegiatan Inti A Penyampaian Materi Pembelajaran 1) Menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran. 4 2) Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan, perkembangan IPTEK, dan kehidupan nyata 4 3) Menyajikan pembahasan materi pembelajaran dengan tepat 4 4) Menyajikan materi secara sistematis (mudah ke sulit, dari abstrak ke konkrit) 4 B Penerapan Strategi Pembelajaran yang Mendidik 1) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. 4
65 No Aspek Yang Dinilai Rentang Nilai 1 2 3 4 5 2) Memfasilitasi kegiatan yang memuat komponen eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. 4 3) Melaksanakan pembelajaran secara runtut. 5 4) Memantau kelas. 4 5) Melaksanakan pembelajaran bersifat kontekstual 4 6) Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif 5 7) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan 3 C Penerapan pendekatan Scientific 1) Memancing siswa untuk mengamati 5 2) Memfasilitasi siswa untuk menanya. 4 3) Memfasilitasi siswa untuk mengumpukan Informasi 4 4) Memfasilitasi siswa untuk mengolah Informasi 4 5) Memfasilitasi siswa untuk mengkomunikasikan. 5 D Penerapan Model PBL dalam Pembelajaran 1) Menunjukkan keterampilan dalam mengorientasikan siswa pada masalah 4 2) Menunjukkan keterampilan dalam mengorganisasikan siswa untuk siap belajar 5 3) Membimbing pengalaman individu dan kelompok 4 4) Memfasilitasi siswa dalam mengembangkan dan menyajikan hasil karya. 4 5) Memfasilitasi siswa dalam menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 4 E Pelibatan Siswa dalam Pembelajaran 1) Menumbuhkan partisipasi aktif siswa melalui interaksi guru, siswa, sumber belajar 4 2) Merespon positif partisipasi siswa 5
66 No Aspek Yang Dinilai Rentang Nilai 1 2 3 4 5 3) Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa. 4 4) Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif 4 5) Menambahkan keceriaan atau antusiasme siswa dalam belajar 5 F Penggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam Pembelajaran 1) Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar 4 2) Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar 4 III Penutup 1) Melaksanakan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa 5 2) Memberikan tes lisan atau tulisan 4 3) Mengumpulkan hasil kerja sebagai Portofolio 4 4) Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan 4 JUMLAH 161 SKOR MAKSIMAL 190 NILAI 84,7 KATEGORI BAIK Keterangan: Berikan tanda cek list pada kolom sesuai dengan kriteria: 1 = sangat kurang ; 2 = kurang ; 3 = cukup; 4 = baik; 5= sangat baik Nilai = jumlah skor perolehan dibagi skor maksimal dikali 100 Tabel 4.12 Keterangan Skor. Skor Kategori Indikator 5 Sangat Baik Setiap indikator dalam aspek yang diamati dilaksanakan oleh guru dengan sangat baik tanpa kesalahan. 4 Baik Setiap indikator dalam aspek yang diamati dilaksanakan oleh guru dengan baik dan guru hanya melakukan satu kesalahan
67 Skor Kategori Indikator 3 Cukup Setiap indikator dalam aspek yang diamati dilaksanakan oleh guru dengan cukup dan guru melakukan dua kesalahan 2 Kurang Setiap indikator dalam aspek yang diamati dilaksanakan oleh guru dengan kurang dan guru melakukan lebih dari dua kesalahan 1 Sangat Kurang Setiap indikator dalam aspek yang diamati tidak dilaksanakan oleh guru. NK = R SM X 100 NK = 161 190 x 100 = 84,7 Keterangan: NK = nilai kinerja yang dicari atau diharapkan R = skor mentah yang diperoleh SM = skor maksimum 100 = bilangan tetap Tabel 4.13 Kategori Nilai Nilai yang diperoleh Kualifikasi 81-100 Sangat Baik 61-80 Baik 41-60 Cukup 21-40 Kurang 0-20 Sangat Kurang b. Catatan Lapang Pengamatan selama proses pembelajaran siklus II berlangsung dimuat dalam catatan lapangan yang ada pada lampiran. Berdasarkan hasil catatan lapangan aktifitas siswa sudah jauh meningkat, tampaknya mereka sudah mulai mengerti dan terbiasa dengan model problem based learning.
68 1) Catatan lapangan silkus II aktivitas siswa a) Pemberian soal pretest Siswa langsung mengerjakan soal pretest tanpa bertanya-tanya lagi sudah tidak merasa keberatan. Karena siswa sudah mengetahui tujuan dan kegunaan soal pretest serta sudah diberikan pemahaman sebelumnya. b) Pembagian kelompok heterogen Pembagian kelompok sudah dapat diterima karena siswa sudah tahu manfaat dan tujuan dari pembagian kelompok secara heterogen atau di campur C) Penugasan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) LKPD berbasis masalah disajikan kepada siswa untuk dikerjakan dan didiskusikan secara berkelompok. Siswa tampak binggung dan belum terbiasa dengan LKPD berbasis masalah tersebut. Sehingga guru menghampiri satu persatu kelompok untuk menjelaskan soal yang belum dipahami oleh siswa. d) Presentasi hasil Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Penugasan LKPD pada siklus II ini siswa sudah mengerti teknis mengerjakan LKPD berbasis masalah, siswa sesekali bertanya soal yang mereka tidak mengerti saja. 2) Catatan lapang siklus II aktifitas guru a) Guru mencoba lebih melakukan pendekatan dengan siswa dengan cara mengabsen satu persatu dan menanyakan tentang kabar dan kesiapan mengikuti pembelajaran serta memberikan motivasi sebelum pembelajaran. b) Guru sudah mempersiapkan media pendukung pembelajaran dengan cermat sehingga sehingga Pembelajaran problem based learning dapat berjalan secara optimal. c) Guru mengatur waktu dengan dengan baik agar proses pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat. 3) Proses Pembelajaran Pelaksanaan proses pembelajaran sudah kondusif karena siswa sudah mulai beradaptasi dengan model problem based learning
69 1) Metode pembelajaran problem based learning berjalan dengan optimal, terlihat dari antusiasme peserta didik terhadap materi yang diajarkan. 2) Siswa mulai percaya diri untuk mengemukakan jawaban 3) Siswa tidak ragu lagi dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru karena memahami materi yang diajarkan dengan media dan metode yang tidak membosankan. 4) Hasil Belajar Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dari aspek kognitif siswa pada siklus II dilakukan tes hasil belajar siswa. Adapun hasil dari tes hasil belajar siswa adalah sebagai berikut: Tabel 4.14 N-Gain Pretest Posttest N-Gain Jumlah 1410 1800 14,257 Rata-rata 70,5 90 1,95 N-Gain = − − Dengan kategorisasi perolehan : g tinggi :nilai (g) > 0,70 g sedang :> 0,3 (g) ≤ 70 g rendah :nilai (g) < 0,3 Pada siklus II, sebelum dilakukan tindakan mendapatkan skor rata-rata 70,5. Namun skor rata-rata meningkat menjadi 90 setelah dilakukan tindakan. Untuk mengetahui tingkat efektifitas penerapan tindakan dalam penelitian tindakan kelas pada siklus II, maka data skor siswa di analisis dengan N-Gain. Dari selisih skor rata-rata pretest dan rata-rata posttest didapatkan nilai N-Gain sebesar 1,95 dengan kategori tinggi (g tinggi :nilai (g) > 0,70). Tabel skor N-Gain siswa siklus II dipaparkan secara lengkap pada tabel. Hasil posttest siklus II mencapai 80% siswa yang mencapai KKM dan sudah memenuhi indikator keberhasilan dimana 75% siswa harus mencapai nilai KKM. Tabel ketuntasan siswa dalam mencapai KKM untuk siklus II terdapat pada tabel.
70 Tabel 4.15 Ketuntasan Siswa No Nama Siswa Pretest Postest KKM Keterangan 1 Siswa 1 60 70 75 Belum Tuntas 2 Siswa 2 75 100 75 Tuntas 3 Siswa 3 75 90 75 Tuntas 4 Siswa 4 70 95 75 Tuntas 5 Siswa 5 75 95 75 Tuntas 6 Siswa 6 70 95 75 Tuntas 7 Siswa 7 60 65 75 Belum Tuntas 8 Siswa 8 75 100 75 Tuntas 9 Siswa 9 55 70 75 Belum Tuntas 10 Siswa 10 70 85 75 Tuntas 11 Siswa 11 60 65 75 Belum Tuntas 12 Siswa 12 75 95 75 Tuntas 13 Siswa 13 80 100 75 Tuntas 14 Siswa 14 70 100 75 Tuntas 15 Siswa 15 65 95 75 Tuntas 16 Siswa 16 70 100 75 Tuntas 17 Siswa 17 75 95 75 Tuntas 18 Siswa 18 75 95 75 Tuntas 19 Siswa 19 80 100 75 Tuntas 20 Siswa 20 75 90 75 Tuntas K = K = 16 20 x 100 % = 80 % Keterangan : K = ketuntasan belajar klasikal ΣX = jumlah siswa yang mendapat nilai ≥75
71 N = jumlah siswa 100 % = bilangan tetap Tabel 4.7 N-Gain No Nama Siswa Pretest Posttest Pots -Pre MaxPre NGain Ket 1 Siswa 1 60 70 10 40 0,250 Rendah 2 Siswa 2 75 100 25 25 1,000 Tinggi 3 Siswa 3 75 90 15 25 0,600 Sedang 4 Siswa 4 70 95 25 30 0,833 Tinggi 5 Siswa 5 75 95 20 25 0,800 Tinggi 6 Siswa 6 70 95 25 30 0,833 Tinggi 7 Siswa 7 60 65 5 40 0,125 Rendah 8 Siswa 8 75 100 25 25 1,000 Tinggi 9 Siswa 9 55 70 15 45 0,333 Sedang 10 Siswa 10 70 85 15 30 0,500 Sedang 11 Siswa 11 60 65 5 40 0,125 Tendah 12 Siswa 12 75 95 20 25 0,800 Tinggi 13 Siswa 13 80 100 20 20 1,000 Tinggi 14 Siswa 14 70 100 30 30 1,000 Tinggi 15 Siswa 15 65 95 30 35 0,857 Tinggi 16 Siswa 16 70 100 30 30 1,000 Tinggi 17 Siswa 17 75 95 20 25 0,800 Tinggi 18 Siswa 18 75 95 20 25 0,800 Tinggi 19 Siswa 19 80 100 20 20 1,000 Tinggi 20 Siswa 20 75 90 15 25 0,600 Sedang JUMLAH 1410 1800 14,257 RATA-RATA 70,5 90 1,95 4. Tahap Refleksi
72 Berdasarkan analisis hasil observasi, catatan lapangan serta hasil belajar pada pembelajaran siklus II ini untuk catatan lapang tidak terlalu banyak artinya pembelajaran model problem based learning berjalan dengan baik. Waktu banyak diberikan untuk siswa terlibat langsung dalam pembelajaran. Siswa tampak lebih bersemangat, lebih aktif, lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran karena termotivasi dengan masalah kehidupan sehari-hari pada materi penyayang terhadap lingkungan. Siswa juga sudah mulai serius dan fokus dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu siswa sudah berani untuk tampil di depan kelas memaparkan hasil diskusi kelompok dan dengan percaya diri untuk menjawab dan mengemukakan pendapatnya. Anak menjadi lebih mudah mengingat dan memahami dari materi pembelajaran. D. Analisis Data dan Pembahasan Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas yaitu dengan menerapkan model problem based learning (PBL) pada pelajaran PAI materi ketentuan ibadah qurban, hasil belajar PAI siswa meningkat pada siklus I terjadi peningkatan nilai rata-rata dari pretest 6,00 menjadi 73,00 nilai rata-rata posttest dengan persentase 65% yang artinya dari 20 siswa baru 13 yang mampu mencapai nilai KKM. Pada siklus I sudah terjadi peningkatan dari nilai pretest ke posttest meskipun belum mencapai indikator keberhasilan yaitu minimal 75%. Hal ini disebabkan siswa masih belum terbiasa dengan langkah-langkah pembelajaran problem based learning yang baru mereka dapatkan. Selama proses pembelajaran PAI guru belum pernah menerapkan model pembelajaran problem based learning. Sehingga siswa merasa kebingungan dan sulit untuk beradaptasi dengan proses pembelajaran. Adanya hasil tersebut dengan hasil kinerja guru dalam mengajar dengan bukti dari hasil observasi yang meunjukan kinerja guru dengan nilai 74,7 dalam kategori baik. Ada kemungkinan siswa yang belum mencapai KKM ini disebabkan belum bisa menangkap atau menerima dengan baik model pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Skor N-gain atau selisih nilai sebelum dengan sesudah
73 pembelajaran untuk menunjukan peningkatan atau daya penguasaan konsep siswa yang didapatkan pada siklus I sebesar 0,325 dengan kategori sedang. Pada siklus II peningkatan nilai rata-rata pretest 70,5 menjadi 90 nilai ratarata posttest. Siswa yang mencapai KKM pada siklus II yaitu 80% yang artinya dari 20 siswa ada 16 siswa yang tuntas dan 4 siswa yang tidak mencapai KKM. Skor N-gain dari siklus II menunjukkan bahwa sebesar 1,95 dengan kategori tinggi. Hal ini dengan usaha guru dalam mengajar melalui lembar observasi diperoleh hasil kinerja guru dengan nilai 84,7 dalam kategori sangat baik. Jadi artinya terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I dengan skor 0,325 di siklus II menjadi 1,95 dengn ketuntasan 80%. Grafik 1 Penerapan model problem based learning yang berkelanjutan dalam dua siklus telah menunjukkan peningkatan pada setiap aspek langkah-langkah problem based learning. Bila dianalisis setiap aspeknya, maka tiap-tiap aspek telah menunjukkan peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua, dan pada siklus kedua semua aspek telah menunjukkan kategori baik. Hal ini berarti siswa telah mengalami perubahan dalam belajar dan memahami suatu konsep dengan baik pula.
74 Dari penjelasan di atas, menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung, aktif, mandiri, kreatif, berpikir kritis selama pembelajaran serta pembentukan suatu konsep yang real dan sistematis. Sehingga pembelajaran mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan dan meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, melalui model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI materi ketentuan ibadah qurban.
75 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) adalah sebuah model pembelajaran yang melibatkan dunia nyata, mengaitkan dengan kejadian atau permasalahan-permasalahan yang nyata untuk menjadikan pembelajaran dengan tujuan mempersiapkan dan membiasakan siswa menghadapi masalah yang akan dihadapi dalam kehidupannya sehingga mempunyai solusi atau jalan keluar dari sebuah permasalahan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa : 1. Penerapan model problem based learning pada mata pelajaran PAI materi ketentuan ibadah qurban dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas SD Muhammadiyah 1 Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Peningkatan tersebut terlihat dari nilai rata-rata posttest siklus I yaitu 70 dengan nilai ketuntasan mencapai 65 %. Sedangkan nilai rata-rata posttest siklus II yaitu 90 dengan nilai ketuntasan mencapai 80%. 2. Dengan demikian penerapan model problem based learning dianggap berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD Muhammadiyah 1 Tenggarong dalam materi ketentuan ibadah qurban karena telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 75%. B. Saran Agar pelaksanaan model problem based learning dapat mencapai hasil yang optimal maka terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan, diantaranya: 1. Guru menyiapkan segala keperluan dan fasilitas yang mendukung dalam pembelajaran model problem based learning. 2. Guru terus mengontrol hasil belajar yang diperoleh siswa agar senantiasa istiqamah atau meningkatkan kembali kemampuan siswa.
76 3. Memberikan motivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki rasa percaya diri dalam pembelajaran. 4. Membantu peserta didik untuk mampu mengambil kesimpulan atas permasalahan terkait materi pembelajaran sehingga setelah pembelajaran peserta didik memiliki karakter diri. 5. Pihak sekolah melibatkan siswa kelas V dalam program ibadah qurban setiap tahunnya agar anak mendapatkan pengalaman langsung terkait ketentuan ibadah qurban.
77 DAFTAR PUSTAKA Fahyuni, Eni, Fariyatul., Istiqomah. 2016. Psikologi Belajar dan Mengajar. Sidoarjo : Nizamia Learning Centre Fauzia, Hadits Awalia. 2018 dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Matematika SD. Riau : IKIP Universitas Kristen Satya Wacana. Kamus Besar Bahasa Indonesia, diakses dari https://www.kbbi.web.id/terap-2/tanggal 22 Maret 2021. Kementerian Pendidikan Nasional.2011. Pusat Kurikulum Perbukuan. Kunandar. 2010. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Lexy, Moleong, J. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. M, Musfiqon. 2012. Panduan Lengkap Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya Marzuki. 2005. Metodologi Riset. Yogyakarta: Ekonisa MF Djalal. 1986. “Penelitian dalam Pengajaran Bahasa Asing.” (Malang: P3T IKIP Malang. Mulyasa. 2006. Menjadi guru profesional. Bandung: Remaja Rosda Karya Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran Bandung: Refika Aditama Oemar Hamalik.2001. “Proses Belajar Mengajar.” Bandung: Bumi Aksara Saifuddin, Azwar. 2014. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Suharismi, Arikunto., Suhardjono., Supardi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas Suherman, Eko. 2019. Penerapan Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI Pada Materi Perilaku Penyanyang Terhadap Lingkungan di Kelas III SD Negeri 3 Larangan Kecamatan Pangadegan Kabupaten Purbalingga Tahun 2018/2019. FKIP IAIN Purwokerto : Purwokerto. Susilo. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Yoyakarta: Pustaka Book Publisher. Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta:
78 Prestasi Pusaka Ulin, Nuha. 2016. Ragam Metodologi & Media Pembelajaran. Yogyakarta: Diva Press Winkel, WS. 1987. Bimbingan dan Konseling di Institusi pendidikan. Jakarta : Gramedia. Zainal, Aqib. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV. Yrama Widya
79 LAMPIRAN - LAMPIRAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Mata Pelajaran Pelajaran Tema Subtema Kelas / Semester Alokasi Waktu : SD Muhammadiyah 1 Tenggarong : Pendidikan Agama Islam : 9 : Ketentuan Ibadah Qurban dan Aqiqah : Ketentuan Ibadah Qurban : V/2 : 2 x 35 Menit A. Kompetensi Inti KI-1 Menerima dan mengamalkan ajaran Islam KI-2 Memiliki perilaku jujur, disiplin, tangung jawab, santun, peduli (tolerani dan gotong royong), dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya. KI-3 Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain. KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estesis, dalam gerakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar 1.14 Meyakini (A3) bahwa berqurban adalah perintah agama Islam 2.14 Membiasakan (A5) sikap peduli terhadap sesama sebagai implementasi dari pemahaman makna ibadah qurban 3.14 Menganalisis (C4) ketentuan ibadah qurban dengan baik dan benar 4.14 Menyajikan (KA-5) ketentuan ibadah qurban dengan baik dan benar C. Indikator Pencapaian Kompetensi 1.14.1 Membiasakan (A5) senang dan ikhlas berbagi dengan orang lain sebagai
80 implementasi pemahaman makna ibadah qurban dengan baik dan benar 2.14.1 Membiasakan (A5) berinfaq secara rutin dan menjenguk teman yang sakit sebagai implementasi dari pemahaman makna ibadah qurban dengan baik dan benar 3.14.1 Menganalisis (C4) ketentuan ibadah qurban dengan baik dan benar 3.14.2 Menyimpulkan (C4) ketentuan ibadah qurban dengan baik dan benar 4.14.1 Membuat (P4) peta konsep ketentuan qurban dengan baik dan benar 4.14.2 Mempresentasikan (KA-5) peta konsep ketentuan qurban dengan baik dan benar D. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari tema dan materi pembelajaran ini, diharapkan: 1.14.1 Peserta didik setelah kerja kelompok/berdiskusi dan presentasi mampu membiasakan (A5) perilaku senang dan ikhlas berbagi dengan orang lain sebagai implementasi pemahaman makna ibadah qurban dengan baik dan benar 2.14.1 Peserta didik setelah kerja kelompok/berdiskusi dan presentasi mampu membiasakan (A5) berinfaq secara rutin dan menjenguk teman yang sakit sebagai implementasi pemahaman makna ibadah qurban dengan baik dan benar 3.14.1 Peserta didik setelah kerja kelompok/berdiskusi dan presentasi mampu menganalisis (C4) ketentuan ibadah qurban dengan baik dan benar 3.14.2 Peserta didik setelah kerja kelompok/berdiskusi dan presentasi mampu menyimpulkan (C4) ketentuan ibadah qurban dengan baik dan benar. 4.14.1 Peserta didik setelah kerja kelompok/berdiskusi dan presentasi mampu membuat (P4) peta konsep tentang ketentuan qurban dengan baik dan benar 4.14.2 Peserta didik setelah kerja kelompok/berdiskusi dan presentasi mampu mempresentasikan (KA-5) peta konsep ketentuan qurban dengan baik dan benar. E. Materi Pembelajaran 1. Pengertian Qurban Kata qurban berasal dari bahasa Arab artinya pendekatan diri. Sedangkan menurut istilah. qurban artinya penyembelihan hewan tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Swt yang memenuhi syarat - syarat yang ditentukan. 2. Hukum Berqurban Orang yang berqurban dinamakan shahibul qurban. Shahibul qurban bisa perseorangan, bisa juga kelompok. Ibadah qurban merupakan syari’at yang dibawa oleh Nabi Ibrahim
81 As. Hukum melaksanakan ibadah qurban adalah sunnah munakkad. Ibadah qurban disyari’atkan kepada umat Islam pada tahun hijriyah bersamaan dengan disyari’atkan zakat, shalat idul fitri, dan shalat idul adha. Sebagaimana firman Allah dalam (Q.S. Al-Kautsar/108: 1-2) berikut 3. Ketentuan Berqurban a. Macam-macam hewan qurban Hewan yang dipakai untuk berqurban adalah hewan ternak yang berupa unta, sapi, kerbau, dan kambing (domba) . Selain hewan - hewan tersebut, maka tidak boleh. b. Jumlah hewan qurban Ketentuan mengenai banyaknya hewan qurban dapat dilihat dalam tabel berikut : No Hewan Jumlah shahibul qurban 1 Kambing 1 orang 2 Sapi atau Kerbau 7 orang 3 Unta 7 atau 10 orang c. Waktu dan Tempat Penyembelihan Hewan 1) Waktu Penyembelihan Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah. (QS. al-Kautsar/108:1-2) “Barangsiapa yang memiliki keleluasaan (kmampuan) harta dan tidak menyembelih hewan qurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami” (HR. Ibnu Majah)
82 Rasulullah Saw dan para sahabat menyembelih hewan qurba pada hari raya idul adha (10 Dzulhijjah) atau pada hari raya tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah). 2) Tempat Penyembelihan Di lapangan, halaman masjid, atau tempat yang layak d. Kriteria Hewan Qurban Hewan yang akan dijadikan hewan qurban harus memenuhi kriteria: 1. Hewan hendaknya dipilih yang baik 2. Hewan hendaknya besar, gemuk, dan bertanduk 3. Hewan yang akan disembelih hendaknya cukup umur. Unta berusia 5 tahun, sapi berusia 2 tahun, dan kambing berusia 1 tahun. 4. Hewan qurban adalah milik sendiri. Hewan cacat tidak boleh disembelih. Ada empat macam cacat pada hewan yang menyebabkan tidak memenuhi syarat untuk berqurban, yaitu : 1. Mata hewan buta 2. Hewan yang sakit 3. Kaki hewan pincang 4. Badan hewan kurus tak berdaging e. Orang berhak menyembelih hewan qurban Orang yang berhak menyembelih hewan qurban yaitu: 1) Shahibul qurban 2) Tukang sembelih (orang muslim dan akil baligh) f. Mustahik qurban Shahibul qurban Fakir miskin Sahabat, tetangga, kolega atau kenalan g. Larangan bagi orang yang akan berqurban Tidak memotong kuku kaki dan tangan Tidak memotong rambut Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut: Dari Ummu Salamah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Apabila telah masuk bulan dzulhiijah dan dianatara kalian hendak berqurban , maka janganlah memotong rambut dan kukunya sedikitpun. (HR. Muslim)
83 F. Metode Pembelajaran 1. Pendekatan: Saintifik 2. Metode : Diskusi, Demontrasi 2. Model Pembelajaran: Problem Based Learning (sintak dari PBL) Langkah kerja (sintak) model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: a. Orientasi peserta didik pada masalah; b. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar; c. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok; d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya; dan e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. G. Media Pembelajaran 1. PPT- Powerpoint 2. Video melalui link Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=BfLg-QLJD80 3. Website :https://www.brilio.net/serius/pengertian-hukum-dan-ketentuan-qurban-dala m-islam-210621s.html. H. Sumber Belajar 1. Pimpinan Pusat Muhammadiyah,Mushaf At-Tanwir 2. Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Pendidikan Al-Islam Kelas 5 hal 143-149 3. Youtube dengan tema berqurban : https://youtu.be/BfLg-QLJD80 4. Website :https://www.brilio.net/serius/pengertian-hukum-dan-ketentuan-qurban-dalam-i slam-210621s.html I. Langkah-Langkah Pembelajaran NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU 1. PENDAHULUAN 10 menit
84 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU Guru mengucapkan salam Guru menyiapkan peserta didik secara fisik dan mental serta memotivasi siswa Guru Membuka pembelajaran dengan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat do’a sebelum belajar. Guru mengarahkan kesiapan diri peserta didik dan kehadiran peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran. Guru menanyakan kesiapan peserta didik untuk belajar (mengecek alat tulis dan sumber belajar) Guru memotivasi siswa dengan kata-kata penyemangat. Guru menyampaikan apersepsi Guru menyampaikan apersepsi materi yang lalu dan mengarahkan peserta didik untuk mengamati, menyimak dan menanya (bagian dari saintifik) Guru menyampaikan tujuan dan indikator sesuai dengan KD Guru menyebutkan dengan jelas dan tegas tujuan pembelajaran dan IPK sesuai dengan KD: Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari tema dan materi pembelajaran ini,
85 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU diharapkan: 1.14.1 Peserta didik setelah kerja kelompok/berdiskusi dan presentasi mampu membiasakan (A5) perilaku senang dan ikhlas berbagi dengan orang lain sebagai implementasi pemahaman makna ibadah qurban dengan baik dan benar 2.14.1 Peserta didik setelah kerja kelompok/berdiskusi dan presentasi mampu membiasakan (A5) berinfaq secara rutin dan menjenguk teman yang sakit sebagai implementasi pemahaman makna ibadah qurban dengan baik dan benar 3.14.1 Peserta didik setelah kerja kelompok/berdiskusi dan presentasi mampu menganalisis (C4) ketentuan ibadah qurban dengan baik dan benar 3.14.2 Peserta didik setelah kerja kelompok/berdiskusi dan presentasi mampu menyimpulkan (C4) ketentuan ibadah qurban dengan baik dan benar. 4.14.1 Peserta didik setelah
86 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU kerja kelompok/berdiskusi dan presentasi mampu membuat (P4) peta konsep tentang ketentuan qurban dengan baik dan benar 4.14.2 Peserta didik setelah kerja kelompok/berdiskusi dan presentasi mampu mempresentasikan (KA-5) peta konsep ketentuan qurban dengan baik dan benar. Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.14.1 Membiasakan (A5) senang dan ikhlas berbagi dengan orang lain sebagai implementasi pemahaman makna ibadah qurban dengan baik dan benar 2.14.1 Membiasakan (A5) berinfaq secara rutin dan menjenguk teman yang sakit sebagai implementasi dari pemahaman makna ibadah qurban dengan baik dan benar 3.14.1 Menganalisis (C4) ketentuan ibadah qurban dengan baik dan benar 3.14.2 Menyimpulkan (C4)
87 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU ketentuan ibadah qurban dengan baik dan benar 4.14.1 Membuat (P4) peta konsep ketentuan qurban dengan baik dan benar 4.14.2 Mempresentasikan (KA-5) peta konsep ketentuan qurban dengan baik dan benar Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan: 1. Mengamati video 2. Menyimak penjelasan dari guru 3. Menanya materi yang kurang difahami 4. Berdialog dalam menyelesaikan masalah 5. Mengkomunikasikan hasil diskusi 6. Menanggapi dan membuat kesimpulan hasil pembelajaran 2. KEGIATAN INTI 50 menit Guru menggunakan model PBL (aktif/ Pendekatan Saitifik, meliputi: 1. Mengamati 2. Menyimak Guru menerapkan pembelajaran berbasis saintifik (6 M) sejak awal sampai akhir pembelajaran, termasuk
88 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU pembelajaran abad 21) dan menggunakan pendelatan Saitifik 3. Menanya 4. Mengekplorasi/men alar. 5. Mengasosiasi/menc oba. 6. Komunikasi/demons trasi/ Networking kegiatan literasi. Materi tentang ketentuan ibadah qurban (PPT) : Guru mempersiapkan materi dengan menggunakan fase atau tahap-tahap sesuai sintak PBL yang mengintegrasikan TPACK Guru menguasai konsep materi Guru mempersiapkan materi dengan konsep yang jelas 1. Materi pembelajaran berupa Power Point : ketentuan ibadah qurban 2. Materi diskusi dalam pembelajaran tentang ketentuan ibadah qurban berupa video dari youtube. 3. Materi penunjang pembelajaran tentang ketentuan ibadah qurban berupa website. 4. Memanfaatkan media infokus dan laptop Guru menjelaskan dan memperkenalkan bahwa pembelajaran ini akan mengunakan model Problem Based Learning (PBL) Tahap 1: Orientasi peserta Peserta didik mengamati gambar untuk yang berkaitan
89 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU didik pada masalah dengan ibadah qurban. Peserta didik menyimak video pembelajaran entang ketentuan ibadah qurban. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab berhubungan dengan materi ketentuan ibadah qurban. Guru menjelaskan materi ketentuan ibadah qurban menggunakan media pembelajaran (Power Point). Guru memulai penjelasan materi secara urut, lengkap dan logis Guru menanamkan karakter, pesan moral, sikap positif terkait materi ketentuan ibadah qurban. Guru menyampaikan masalah yang akan dipecahkan secara kelompok. Tugas Kelompok: 1. Simaklah video pembelajaran ketentuan ibadah qurban melalui link berikut ini! https://youtu.be/BfLg-QLJD80 2. Diskusikan hal-hal berikut ini:
90 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU 1).Setelah mengamati dan menyimak video tentang ketentuan ibadah qurban, analisislah video tersebut, kemudian tunjukkan dan bacakan salah satu dalil qur’an/hadis tentang perintah berqurban sesuai dengan syari’at Islam! 2).Setelah mengamati dan menyimak video tentang ketentuan ibadah qurban, tentukan kriteria hewan yang dapat dijadikan qurban sesuai dengan ketentuan syari’at Islam! 3).Setelah mengamati dan menyimak video tentang ketentuan ibadah qurban, simpulkan waktu penyembelihan hewan qurban menurut ketentuan syari’at Islam! 3. Catatlah hasil diskusi kalian bersama kelompokmu! 4. Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas! 5. Kalian boleh memberikan tanggapan dari hasil presentasi kelompok lainnya.
91 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU Tahap 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 4 - 7 orang peserta didik Guru memastikan setiap peserta didik/anggota kelompok memahami tugas masing-masing. Guru menerapkan pembelajaran aktif Guru menggunakan dan memanfaatkan media pembelajaran yang digunakan (PPT/ Video Youtube) Guru memanfaatkan media interaktif berbasis TIK yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan materi: Guru membuat dan menggunakan kuis yang sangat menarik bisa melalui platform online Guru menggunakan sumber belajar yang bervariasi Tahap 3: Membimbing penyelidikan individ u maupun kelompok. Guru memantau keterlibatan peserta didik dalam pengumpulan data/ bahan selama proses penyelidikan. Guru memberikan kebebasan peserta didik untuk memberikan
92 NO. LANGKAH KERJA FASE/TAHAP MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS GURU WAKTU solusi dan tangapan sesuai bahan diskusi kelompok (sebagai pembelajaran konstruktivistik) Guru melaksanakan pemantauan kemajuan belajar siswa selama proses pembelajaran Tahap 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Guru memantau diskusi dan membimbing pembuatan laporan sebagai karya setiap kelompok siap untuk dipresentasikan. Guru menerapkan proses pembelajaran berbasis HOTs pada aspek HOTs: C4 (menganalisis) dengan kata kerja yang jelas dan tepat. Menganalisis video (C4) Menunjukkan (C4) dalil ketentuan ibadah qurban. Menafsirkan dalil perintah ibadah qurban (C5). Menyimpulkan (C5) hasil diskusi Tahap 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Guru membimbing presentasi dan mendorong kelompok memberikan penghargaan serta masukan kepada kelompok lain. Guru mengamati dan memberikan evaluasi terhadap