The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) untuk Kelas 4 Semester I tahun ajaran 2023/24 adalah sebuah panduan pembelajaran yang dirancang khusus untuk siswa kelas 4 sekolah dasar. Modul ini dirancang untuk membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dasar dalam pelajaran PJOK, yang mencakup aktivitas fisik, olahraga, dan pentingnya menjaga kesehatan.

Modul ini mencakup berbagai topik yang relevan dengan kelas 4, seperti pengenalan konsep gerak tubuh, pentingnya olahraga, jenis-jenis aktivitas fisik yang menyenangkan, serta pemahaman awal tentang kesehatan tubuh. Modul ini biasanya mencakup penjelasan yang mudah dipahami, gambar-gambar ilustratif, latihan-latihan praktis, dan aktivitas yang dapat dilakukan oleh siswa.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by BAYU AGUS SUPRIYADI, 2023-09-25 14:55:32

MODUL PJOK KLS 4 Lengkap 2023-2024

Modul PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) untuk Kelas 4 Semester I tahun ajaran 2023/24 adalah sebuah panduan pembelajaran yang dirancang khusus untuk siswa kelas 4 sekolah dasar. Modul ini dirancang untuk membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dasar dalam pelajaran PJOK, yang mencakup aktivitas fisik, olahraga, dan pentingnya menjaga kesehatan.

Modul ini mencakup berbagai topik yang relevan dengan kelas 4, seperti pengenalan konsep gerak tubuh, pentingnya olahraga, jenis-jenis aktivitas fisik yang menyenangkan, serta pemahaman awal tentang kesehatan tubuh. Modul ini biasanya mencakup penjelasan yang mudah dipahami, gambar-gambar ilustratif, latihan-latihan praktis, dan aktivitas yang dapat dilakukan oleh siswa.

Keywords: siswa.,Modul PJOK,Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan,Kelas 4,aktivitas fisik

Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 100 4. Yang bukan termasuk contoh dari variasi dan kombinasi gerak menendang dan menahan bola adalah .... A. Menendang bola dengan kaki bagian dalam, menahan bola dengan kaki bagian dalam, menendang bola dengan kaki bagian luar, dan menahan bola dengan telapak kaki. B. Menendang bola dengan punggung kaki, menahan bola dengan punggung kaki, melempar bola melengkung, dan menangkap bola mendatar dari depan dada. C. Menendang bola dengan kaki bagian luar, menahan bola dengan kaki bagian luar, menendang bola dengan kaki bagian dalam, dan menahan bola dengan kaki bagian dalam. D. Menendang bola dengan punggung kaki, menahan bola dengan telapak kaki, menendang bola dengan bagian luar, menahan bola dengan kaki bagian luar. Kunci: B 5. Manfaat yang paling dominan dari melakukan aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi gerak melempar dan menangkap bola bagi tubuh kita adalah .... A. Melatih kekuatan otot perut B. Melatih kekuatan otot tungkai. C. Melatih kekuatan otot lengan. D. Melatih keluatan otot punggung. Kunci: C 9. Penilaian Keterampilan a. Tes Kinerja Aktivitas Variasi dan Kombinasi Gerak Melempar dan Menangkap Bola Dengan Menggunakan Bola Besar. 11)Butir Tes Lakukan aktivitas “melempar bola melengkung dari atas kepala dengan satu tangan (kanan dan kiri), dan menangkap bola dari arah depan dada dengan kedua tangan menggunakan bola besar secara berkelompok”. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerak (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerak (penilaian produk). 12)Petunjuk Penilaian Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak yang diharapkan. 13)Rubrik Penilaian Keterampilan Gerak Contoh lembar penilaian proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar penilaian). Nama :__________________________ Kelas: __________ No Indikator Esensial Uraian Gerak Ya Tidak


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 101 (1) (0) 1. Posisi dan Sikap Awal a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata e. Koordinasi gerakan 2. Pelaksanaan Gerak a. Kedua kaki ikut memberikan kekuatan mendorong. c. Badan dicondongkan ke depan. d. Kedua lengan diayun lurus ke depan e. Pandangan mata tertuju pada sasaran. f. Koordinasi gerakan kaki, lengan dan badan yang baik. 3. Posisi dan Sikap Akhir a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata e. Koordinasi gerakan Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir 14) Pedoman penskoran a) Penskoran o Skor 1 jika: Peserta didik dapat melakukan 80% dari komponen gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar. o Skor 0 jika: Peserta didik kurang dari 80% melakukan komponen gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar. (1) Sikap Awalan Melakukan Gerakan ➢ Kedua kaki berdiri rileks dengan posisi melangkah. ➢ Badan sedikit dicondongkan ke depan dan berat badan terletak di antara kedua kaki. ➢ Lengan ditekuk ke belakang atas kepala. ➢ Pandangan mata ke arah datangnya bola. ➢ Koordinasi gerakan kaki, lengan dan badan yang baik. (2) Sikap Pelaksanaan Melakukan Gerakan ➢ Kedua kaki ikut memberikan kekuatan mendorong. ➢ Badan dicondongkan ke depan. ➢ Kedua lengan diayun lurus ke depan. ➢ Pandangan mata tertuju pada sasaran. ➢ Koordinasi gerakan kaki, lengan dan badan yang baik. (3) Sikap Akhir Melakukan Gerakan ➢ Posisi kaki belakang melangkah ke depan. ➢ Badan tetap condong ke depan. ➢ Setelah mengayun lepas lurus di depan atas kepala, dibantu dengan bantuan lecutan pergelangan tangan. ➢ Pandangan mata tertuju pada lepasnya bola. ➢ Koordinasi gerakan kaki, lengan dan badan yang baik. b) Pengolahan skor


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 102 Skor maksimum: 15 Skor perolehan peserta didik: SP Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/S. Maksimum x 100 15) Lembar pengamatan penilaian hasil variasi dan kombinasi gerak melempar dan menangkap bola dengan menggunakan bola besar secara berkelompok. Penilaian hasil gerakan melempar bola melengkung dari atas kepala dengan satu tangan (kanan dan kiri), dan menangkap bola dari arah depan dada dengan kedua tangan menggunakan bola besar secara berkelompok. 1. Tahap pelaksanaan pengukuran. Penilaian hasil/produk variasi dan kombinasi gerak melempar dan menangkap bola dengan menggunakan bola besar, dengan cara: • Peserta didik melakukan melempar bola melengkung dari atas kepala dengan satu tangan (kanan dan kiri), dan menangkap bola dari arah depan dada dengan kedua tangan menggunakan bola besar secara berkelompok. • Masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang peserta didik. • Peserta didik mencatat dalam lembar pengamatan jumlah melempar bola melengkung dari atas kepala dan menangkap bola dari arah depan dada dengan kedua tangan. • Pengamatan dilakukan secara bergantian dalam kelompoknya. • Jumlah melempar bola melengkung dari atas kepala dan menangkap bola dari arah depan dada dengan kedua tangan yang dicatat adalah hasil dari penilaian yang dilakukan. (selama 5 menit) 2. Konversi Nilai Produk Perolehan Nilai Klasifikasi Nilai …… > 16 kali Sangat Baik 13 – 16 kali Baik 8 – 12 kali Cukup ........ < 8 kali Kurang b. Tes Kinerja Aktivitas Variasi dan Kombinasi Gerak Menendang dan Menahan Bola. 1) Butir Tes Lakukan aktivitas “menendang dan menahan bola secara berpasangan di tempat, dapat dilakukan maju mundur sambil berjalan, berlari, dan menyamping”. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerak (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerak (penilaian produk). 2) Petunjuk Penilaian Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak yang diharapkan. 3) Rubrik Penilaian Keterampilan Gerak Contoh lembar penilaian proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar penilaian). Nama :__________________________ Kelas: __________ No Indikator Esensial Uraian Gerak Ya (1) Tidak (0) 1. Posisi dan Sikap Awal a. Kaki b. Badan


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 103 c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata e. Koordinasi gerakan 2. Pelaksanaan Gerak a. Kaki untuk menendang diayunkan ke belakang sebelum melakukan gerakan menendang. b. Badan dicondongkan ke depan. c. Kedua lengan ikut mengayun . d. Koordinasi gerakan kaki, lengan dan badan yang baik e. Koordinasi gerakan kaki, lengan dan badan yang baik. 3. Posisi dan Sikap Akhir a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata e. Koordinasi gerakan Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir 4) Pedoman penskoran a) Penskoran o Skor 1 jika: Peserta didik dapat melakukan 80% dari komponen gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar. o Skor 0 jika: Peserta didik kurang dari 80% melakukan komponen gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar. (1) Sikap Awalan Melakukan Gerakan ➢ Kedua kaki berdiri rileks di samping bola. ➢ Badan berdiri tegak di belakang bola. ➢ Lengan rileks. ➢ Pandangan ke arah bola. ➢ Koordinasi gerakan kaki, lengan dan badan yang baik. (2) Sikap Pelaksanaan Melakukan Gerakan ➢ Kaki untuk menendang diayunkan ke belakang sebelum melakukan gerakan menendang. ➢ Badan dicondongkan ke depan. ➢ Kedua lengan ikut mengayun . ➢ Pandangan mata bola. ➢ Koordinasi gerakan kaki, lengan dan badan yang baik. (3) Sikap Akhir Melakukan Gerakan ➢ Posisi kaki tendang pindah ke depan. ➢ Badan tetap condong ke depan. ➢ Lengan rileks. ➢ Pandangan mata tertuju pada lepasnya bola. ➢ Koordinasi gerakan kaki, lengan dan badan yang baik. b) Pengolahan skor Skor maksimum: 15 Skor perolehan peserta didik: SP Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/S. Maksimum x 100


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 104 5) Lembar pengamatan penilaian hasil variasi dan kombinasi gerak menendang dan menahan bola. Penilaian hasil gerakan menendang dan menahan bola secara berpasangan di tempat, dapat dilakukan maju mundur sambil berjalan, berlari, dan menyamping. a. Tahap pelaksanaan pengukuran. Penilaian hasil/produk variasi dan kombinasi gerak menendang dan menahan bola, dengan cara: • Peserta didik melakukan menendang dan menahan bola secara berpasangan di tempat, dapat dilakukan maju mundur sambil berjalan, berlari, dan menyamping. • Peserta didik mencatat dalam lembar pengamatan jumlah menendang dan menahan bola secara berpasangan di tempat, dapat dilakukan maju mundur sambil berjalan, berlari, dan menyamping. • Jumlah menendang dan menahan bola secara berpasangan di tempat, dapat dilakukan maju mundur sambil berjalan, berlari, dan menyamping yang dicatat adalah hasil dari penilaian yang dilakukan. (selama 5 menit) b. Konversi Nilai Produk Perolehan Nilai Klasifikasi Nilai …… > 20 kali Sangat Baik 16 – 20 kali Baik 10 – 15 kali Cukup ........ < 10 kali Kurang Pengayaan dan Remidial 5. Pengayaan Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan permainan dengan cara mengubah jumlah pemain, memperketat peraturan, menambah alat yang digunakan, serta menambah tingkat kesulitan tugas keterampilan yang diberikan. 6. Remidial Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remidial dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran. Refleksi Peserta Didik dan Guru 9. Refleksi Peserta Didik Pada setiap akhir topik dan di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang: k. Apa yang sudah dipelajari. l. Dari apa yang sudah dipelajari, apa yang sudah dikuasai. m. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi pola gerak dasar manipulatif (melempar dan menangkap bola, menendang dan menahan bola). n. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi pola gerak manipulatif (melempar dan menangkap bola, menendang dan menahan bola).


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 105 o. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/ temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi pola gerak manipulatif (melempar dan menangkap bola, menendang dan menahan bola). Contoh Format Refleksi: Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi gerak menendang dan menahan bola, peserta didik diminta untuk merasakan bagian tubuh mana saja yang digunakan untuk melakukan gerak tersebut, atau otot apa saja yang terasa berkontraksi. Peserta didik diminta untuk memberikan tanda (√) pada kolom yang disediakan oleh guru. Peserta didik diminta menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahankesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi gerak menendang dan menahan bola. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru. No Aktivitas Pembelajaran Pengamatan Pembelajaran Tercapai Belum Tercapai 1. Aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi gerak menendang dan menahan bola yang dilakukan secara individu atau berkelompok.*) 2. Menunjukkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila pada elemen Mandiri dan Gotong Royong dalam proses pembelajaran variasi dan kombinasi gerak menendang dan menahan bola.*) *) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan. 10. Refleksi Guru Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remidial atau pengayaan. Remidial dan pengayaannya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain: j. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik? k. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi pola gerak manipulatif (melempar dan menangkap bola, menendang dan menahan bola)? Catatan: • Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi gerak menendang dan menahan bola yang ditentukan oleh guru, maka akan diberikan remidial. • Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi gerak menendang dan menahan bola yang ditentukan oleh guru, maka dilanjutkan dengan pembelajaran pada materi yang lebih komplekss, bervariasi dan kombinasi dalam bentuk pengayaan.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 106 l. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi pola gerak manipulatif (melempar dan menangkap bola, menendang dan menahan bola)? m. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi pola gerak manipulatif (melempar dan menangkap bola, menendang dan menahan bola)? Lembar Kerja Peserta Didik Tanggal : ................................................................. Lingkup/materi pembelajaran : ................................................................. Nama Peserta didik : ................................................................. Fase/Kelas : B / IV 5. Panduan Umum a. Pastikan kalian dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran. b. Ikuti gerak pemanasan dengan baik, sesuai dengan instruksi yang diberikan guru untuk menghindari cidera. c. Mulailah kegiatan dengan berdo’a. d. Selama kegiatan pembelajaran, perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan bersama. e. Selama kegiatan pembelajaran didampingi oleh guru. 6. Panduan Aktivitas Pembelajaran e. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 7 orang. Lakukan aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi pola gerak manipulatif (melempar dan menangkap bola, menendang dan menahan bola), dalam satu kelompok sesuai dengan perintah guru. f. Perhatikan penjelasan berikut ini: Lakukanlah variasi dan kombinasi pola gerak manipulatif (menendang dan menahan bola), dalam aktivitas pembelajaran bermain sepak bola secara sederhana. Isilah lembar kerja resiprokal berikut ini ! Lembar Kerja (Work Sheet) Nama Pelaku I : …………………….. Nama Pelaku II : …………………….. Materi : Variasi dan kombinasi pola gerak manipulatif ( menendang dan menahan bola). Pelaku : Lakukanlah permainan sepak bola secara sederhana. Aktivitas dilakukan dalam waktu 20 menit. Pengamat : Gunakan kriteria, berikan tanggapan kepada pemain/temanmu, dan catat aktivitas permainan sepak bola secara sederhana yang telah dilakukan temanmu. Setelah 20 menit, dan bergantilah peran. Catat berapa gerakan variasi dan kombinasi pola gerak manipulatif ( menendang dan menahan bola), dalam aktivitas permainan sepak bola secara sederhana yang telah dilakukan temanmu!


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 107 Aspek Yang Harus Diamati Pelaku 1 Pelaku 2 14.Menendang bola dengan kaki bagian dalam. 15.Menendang bola dengan kaki bagian luar. 16.Menendang bola dengan punggung kaki. 17.Menahan bola dengan kaki bagian dalam. 18.Menahan bola dengan telapak kaki. 19.Menahan bola dengan kaki bagian luar. JUMLAH 11. Bahan Bacaan Peserta Didik a. Gerak dasar dalam 107erakan107an jasmani. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. b. Berbagai permainan sederhana yang berkaitan dengan gerak dasar manipulatif. 12. Bahan Bacaan Guru k. Pengertian gerak dasar manipulatif. l. Bentuk-bentuk gerak dasar manipulatif. m. Bentuk-bentuk variasi dan kombinasi pola gerak dasar manipulatif. n. Manfaat dari melakukan variasi dan kombinasi pola gerak dasar manipulatif bagi tubuh. o. Bentuk-bentuk permainan gerak dasar manipulatif dalam permainan sederhana. Glosarium • Gerak manipulatif: gerakan yang dilakukan oleh anggota tubuh dengan menggunakan suatu objek, seperti melempar dan menangkap bola, menendang dan menahan bola. • Melempar bola adalah gerakan memindahkan bola dengan menggunakan satu atau dua tangan ke suatu sasaran, dengan cara diayun. • Menangkap bola adalah gerakan menghentikan sebuah laju bola dengan mengambilnya dengan kedua tangan atau satu tangan. • Menendang bola adalah gerakan memindahkan bola dengan menggunakan kaki dari satu titik ke titik lainnya yang menjadi sasaran. • Menahan bola adalah gerakan menghentikan sebuah laju bola dengan menggunakan anggota badan, seperti kaki, paha, dada atau kepala. • Variasi gerak adalah satu jenis gerak dilakukan dengan berbagai cara. • Kombinasi gerak adalah beberapa jenis gerakan dijadikan satu kesatuan/rangkaian gerak. • Profil Pelajar Pancasila adalah tujuan besar (atau bahkan misi) yang ingin diwujudkan melalui 107eraka 107erakan107an. Profil lulusan, dalam konteks ini adalah Profil Pelajar Pancasila, merupakan jawaban dari pertanyaan penting: “Karakter serta kemampuan esensial apa yang perlu dipelajari dan dikembangkan terus-menerus oleh setiap individu warga negara Indonesia, sejak 107erakan107an anak usia dini hingga mereka menamatkan sekolah dasar?” • Keterampilan gerak adalah 107erakan-gerakan dasar dalam olahraga yang dilakukan dengan satu 107eraka, kemudian 107erakan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk dapat


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 108 menghasilkan hasil yang maksimal. Untuk menjadi seorang olahragawan diperlukan keterampilan gerak yang baik agar dapat mencapai prestasi. • Gerak dasar: Suatu pola gerakan yang mendasari suatu gerakan mulai dari kemampuan gerak yang sederhana hingga kemampuan gerak yang komplekss, seperti: gerak dasar manusia (berjalan, berlari, melompat, dan melempar). Referensi Muhajir. 2010. Buku Peserta didik Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SD/M.Ts Kelas IV. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2019. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SD/MI Kelas IV. Bandung : Sahara Multi Trading. Tim Penyusunan Bahan Ajar. 2010. Buku Bahan Ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Bogor: PPPPTKPenjas& BK. Tim Direktorat SD. 2017. Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD). Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Memeriksa dan Menyetujui, Kepala SD NO 6 KUTA Kuta, 10 April 2022 Guru Mata Pelajaran PJOK I Kadek Wira Ariawan, S.Pd SD NIP. 19860117 200901 1 002 Bayu Agus Supriyadi, S.Pd


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 109 MODUL AJAR PJOK SD FASE B KELAS IV Penyusun : Bayu Agus Supriyadi, S.Pd Jenjang Sekolah : SD No 6 Kuta Kelas : IV Materi : 1.5 Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit (2 Kali Pertemuan) Materi Pokok : Pola Perilaku Hidup Sehat Jumlah PD : 28 orang Moda : Luring/TM Kompetensi Awal: Peserta didik dapat memahami dan mampu menerapkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. Profil Pelajar Pancasila: Profil pelajar pancasila yang dikembangkan pada fase C adalah mandiri dan gotong royong yang di tunjukkan melalui proses aktivitas pembelajaran melalui pemahaman pola perilaku hidup sehat. Sarana Prasarana • Ruang kelas/lapangan. • LCD/Proyektor (jika memungkinkan). • Laptop/PC/HP. • Active speaker. • Alat peraga kesehatan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, dan penyakit menular dan tidak menular. • Poster kesehatan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, penyakit menular dan tidak menular. • Video pembelajaran kesehatan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, penyakit menular dan tidak menular. • Papan tulis, spidol (jika diperlukan). Target Peserta Didik


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 110 • Peserta didik regular/tipikal. • Peserta didik dengan hambatan belajar. • Peserta didik cerdas istimewa berbakat (CIBI). • Peserta didik meregulasi diri belajar. • Peserta didik dengan ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, tunaganda). *guru dapat memilih target peserta didik disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Jumlah Peserta Didik o Maksimal 28 peserta didik. Ketersediaan Materi o Pengayaan untuk peserta didik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : YA/TIDAK. o Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk peserta didik yang sulit memahami konsep: YA/TIDAK. *Jika memilih Ya, maka di dalam pembelajaran disediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan peserta didik. *guru dapat memilih, disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Pada modul ini tidak tersedia pengayaan untuk peserta didik CIBI dan tidak tersedia alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit memahami materi. Materi Ajar, Alat, dan Bahan yang Diperlukan 1. Materi Pokok Pembelajaran A. Materi Pembelajaran Reguler Aktivitas pembelajaran konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat., melalui: 10) Aktivitas Pembelajaran 1 : Fakta , konsep, dan prosedur dari konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi secara perorangan atau berkelompok. ➢ Mengidentifikasi konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi ➢ Menjelaskan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi ➢ Menjelaskan cara menerapkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 111 11) Aktivitas Pembelajaran 2 : Fakta , konsep, dan prosedur dari kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular secara perorangan atau berkelompok. ➢ Mengidentifikasi konsep pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular ➢ Menjelaskan konsep pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular ➢ Menjelaskan cara menerapkan konsep pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular B. Materi Pembelajaran Remidial Materi pembelajaran untuk remidial sama dengan materi reguler. Akan tetapi penekanan materinya hanya pada materi yang belum baik (berdasarkan identifikasi) pada penguasaan aktivitas pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat, yang akan dipelajari peserta didik kembali. Peserta didik yang mengalami kesulitan dapat dipasangkan dengan peserta didik yang lebih mampu, atau aktiivitas belajar dapat dilakukan dalam bentuk kelompok, sehingga peserta didik tersebut dapat dibantu dalam menguasai materi dengan lebih baik. C. Materi Pembelajaran Pengayaan Untuk peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan di atas kompetensi yang sedang diajarkan dapat diberikan tugas mendampingi dan membantu peserta didik lainnya untuk belajar aktivitas pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik dapat diberikan kesempatan untuk mempelajari pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehatyang lebih kompleksss sekaligus juga sebagai contoh dan untuk memotivasi peserta didik lain agar termotivasi untuk mencapai kompetensi yang sama. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik sharing kepada teman-temannya tips untuk belajar kemampuan memahami materipemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehatagar pemahaman materi lebih baik (tercapai). 2. Media Pembelajaran 3.1.1.1. Peserta didik sebagai model atau guru yang menjelaskan tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular. 3.1.1.2. Gambar atau poster tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 112 3.1.1.3. Video pembelajarantentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular. 3. Bahan Pembelajaran. • Buku Ajar. • Link Video (jika diperlukan). • Poster terkait materi. • Potongan Gambar-gambar terkait materi. • Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak. Moda Pembelajaran • Daring. • Luring. • Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning). *guru dapat memilih moda pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar yang ada. Pada modul ini menggunakan moda luring. Pengaturan Pembelajaran Pengaturan Peserta didik: • Individu. • Berpasangan. • Berkelompok (4 s.d 7 orang). • Klasikal. *guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan. Metode: • Diskusi • Presentasi • Demonstrasi • Project • Eksperimen • Eksplorasi • Penugasan • Permainan • Ceramah • Simulasi • Resiprokal


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 113 *guru dapat memilih salah satu metode atau menggabungkan beberapa metode yang akan digunakan. Asesmen Pembelajaran Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran: • Asesmen individu • Asesmen berpasangan • Asesmen kelompok *guru dapat memilih lebih dari satu sesuai kebutuhan dan keinginan. Jenis Asesmen: o Pengetahuan (lisan, tertulis) o Keterampilan (praktik, kinerja) o Sikap (mandiri dan gotong royong). o Portopolio. *Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa penilaian yang sesuai. Tujuan Pembelajaran Peserta didik melalui pembelajaran diskusi dan presentasi dapat mulai menunjukkan kemampuan dalam memahami dan mampu menerapkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki. Serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada elemen Gotong Royong dan Mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagi, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat memanfaatkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan nyata sehari-hari. Contohnya: peserta didik dapat membiasakan untuk melakukan hal-hal yang bersifat pencegahan dalam upaya menghindari diri dari berbagai macam penyakit menular dan tidak menular, dan jika peserta didik pada suatu waktu merasakan gejala-gejala dari suatu penyakit seperti yang ada pada materi pembelajaran, maka peserta didik dapat mengetahui kemungkinan penyakit apa yang sedang dideritanya dan upaya untuk penyembuhan dari penyakit tersebut. Pertanyaan Pemantik


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 114 7. Mengapa peserta didik perlu memahami dan menerapkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat? 8. Jika peserta didik dapat memahami dan menerapkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular, manfaat apa saja yang dapat diperoleh? Prosedur Kegiatan Pembelajaran 2. Persiapan Mengajar Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut: j. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya. k. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. l. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya: • Ruang kelas/lapangan. • LCD/Proyektor (jika memungkinkan). • Laptop/PC/HP. • Active speaker. • Alat peraga kesehatan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, dan penyakit menular dan tidak menular. • Poster kesehatan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, penyakit menular dan tidak menular. • Video pembelajaran kesehatan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, penyakit menular dan tidak menular. • Papan tulis, spidol (jika diperlukan). • Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak 3. Kegiatan Pengajaran Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut: j. Kegiatan pendahuluan (15 Menit)


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 115 1) Guru menyapa dan memberi salam kepada peserta didik, mengecek kehadiran, kebersihan dan kerapian peserta didik. 2) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing. 3) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat. 4) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan menjelaskan manfaat mempelajari dan memahami pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. 5) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab. 6) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari mempelajari tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. 7) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu: pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. 8) Guru menjelaskan teknik penilaian untuk kompetensi pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat, baik kompetensi sikap dengan observasi dalam bentuk jurnal: yaitu nilai-nilai karakter profil Pelajar Pancasila: dimensi Gotong royong dan Mandiri, kompetensi pengetahuan: mengidentifikasi pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehatmenggunakan penugasan atau tes lisan dan tertulis, dan kompetensi terkait keterampilan yaitu:berdiskusi atau mempresentasikan di depan kelas materi tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. 9) Dilanjutkan dengan Ice Breaking agar peserta didik terkondisikan dalam materi yang akan diajarkan dengan perasaan yang menyenangkan. Ice breaking dalam bentuk game yang bernama Boom, dengan ketentuan sebagai berikut: h) Peserta didik berdiri membentuk lingkaran, guru berada di tengah-tengah peserta didik. i) Cara bermain: (1) Guru meminta peserta didik untuk berhitung secara urut akan tetapi setiap ada angka 3, kelipatan 3 atau mengandung angka 3, maka harus diganti dengan kata ”BOOM” (2) Peserta didik harus berhitung dengan cepat secara continue, tanpa ada jeda waktu untuk berpikir lama (3) Guru menunjuk salah satu siswa untuk mulai berhitung, apabila terdapat siswa melakukan kesalahan dalam berhitung sesuai ketentuan di atas maka siswa tersebut akan keluar dari barisan/lingkaran, siswa yang terakhir bertahan adalah juaranya. 10) Pembelajaran ini selain dapat mengembangkan elemen keterampilan gerak dan pengetahuan gerak, juga mengembangkan elemen gotong royong dan mandiri nilai-nilai Profil Pancasila dengan indikator meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. k. Kegiatan Inti (75 Menit) Pembelajaran diawali dengan penayangan video atau gambar tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 116 penyakit tidak menular. Peserta didik diminta mengamati video dengan baik hingga selesai. Dan guru juga dapat menambahkan informasi terkait materi yang akan dipelajari. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model penugasan, diskusi dan presentasi (Windows Shoping), dengan prosedur sebagai berikut: 13) Peserta didik menerima dan mempelajari kartu tugas (task sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas aktivitas pembelajaran memahami dan mampu menerapkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular, dan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit tidak menular. 14) Peserta didik melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang ditentukan guru untuk mencapai ketuntasan belajar pada setiap materi pembelajaran, yaitu: aktivitas pembelajaran memahami dan mampu menerapkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular, dan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit tidak menular. 15) Peserta didik dibagi menjadi tiga kelompok, dengan cara berhitung 1-3. Jika seorang peserta didik dapat hitungan 1 berarti nantinya akan tergabung pada kelompok 1 dan begitu juga untuk 2 dan 3. 16) Setiap kelompok akan berdiskusi tentang materi atau pokok bahasan yang berbeda, yakni : pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular, dan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit tidak menular. 17) Setiap kelompok berdiskusi dan menuliskan hasil diskusi pada kertas plano untuk ditempel di dinding dan dibaca oleh kelompok lain tentang: pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit tidak menular. 18) Setiap anggota kelompok membaca dan mencatat hasil diskusi kelompok lain yang ditempel, kemudian membuat pertanyaan sesuai dengan pokok bahasan tersebut (paling sedikit satu pertanyaan setiap kelompok/empat pertanyaan). 19) Setiap kelompok mengajukan pertanyaan dan dijawab oleh kelompok lain yang membahas pokok bahasan sesuai pertanyaan tersebut, yaitu: pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular. 20) Setiap kelompok menyusun kesimpulan akhir dan membacakannya di depan kelas di akhir pembelajaran secara bergiliran, yang menekankan nilai-nilai gotong royong dan mandiri. Secara rinci bentuk-bentuk pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular adalah sebagai berikut: Aktivitas pembelajaran konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, melalui: Fakta , konsep, dan prosedur, serta menerapkan pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi. Aktivitas 1


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 117 Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur serta menerapkan pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, dipelajari melalui menyimak, membaca dan berdiskusi sesuai lembar kerja yang diberikan oleh guru. Aktivitas pembelajaran mendiskusikan materi pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi. Alat reproduksi merupakan bagian tubuh yang memiliki fungsi yang penting bagi tubuh. Kesehatan alat reproduksi juga harus dijaga dengan baik. Kebersihan alat reproduksi harus dijaga agar terhindar dari bibik penyakit. Alat reproduksi bermanfaat sebagai alat pengembangbiakan. Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh terkait funsi, peran, dan sistem reproduksi. Kondisi sehat tidak berarti bebas penyakit atau kecacatan, tetapi sehat secara mental dan sosial kultural. Maka untuk mencapai derajat sehat, kamu harus menjaga kebersihan alat reproduksimu. a) Manfaat Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi. Menjaga kebersihan alat reproduksi, terutama bagian luar, merupakan bagian dari kebersihan diri. Kebiasaan ini perlu ditanamkan sejak dini. Tidak hanya anak perempuan, anak laki-laki juga perlu membiasakannya. Penyakit dapat timbul akibat kebersihan di sekitar bagian alat reproduksi tidak terjaga. Jika terbiasa membersihkan alat reproduksi akan banyak memperoleh manfaat. Manfaat menjaga kebersihan alat reproduksi sebagai berikut : • Kulit di sekitar alat reproduksi selalu sehat dan bebas dari bau tidak sedap. • Aktivitas buang air kecil dan buang air besar tidak terganggu. • Terhindar dari berbagai penyakit. • Dapat beraktivitas sehari-hari dengan nyaman. b) Tujuan Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi. • Memelihara fungsi alat reproduksi.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 118 • Menghindari munculnya bau tidak sedap pada alat reproduksi. • Mencegah terjangkitnya penyakit pada alat reproduksi. • Meningkatkan kenyamanan dalam melakukan aktivitas. c) Cara Memelihara Kebersihan Alat Reproduksi. (5) Mencuci Tangan. Mengapa tangan harus dicuci ? Tangan biasa digunakan untuk menyentuh benda. Bisa jadi, benda yang disentuh atau dipegang kotor. Setelah buang air kecil atau besar, kamu perlu mencuci tangan. Jika tidak dicuci, tangan akan menjadi tempat kuman berkembang biak. Gunakan sabun ketika mencuci tangan. (6) Membersihkan Diri Setelah Buang Air. Setelah buang air, jangan lupa membersihkan diri. Bilaslah anggota tubuh menggunakan air bersih yang mengalir. Gunakan tangan kiri untuk membersihkannya. Gunakan pula sabun agar kebersihannya makin terjaga. (7) Mengelap Dengan Handuk atau Tisu. Apa jadinya jika tubuhmu basah dan lembab ? Tubuh menjadi tempat tumbuhnya jamur. Jamur kulit menyebabkan gatal-gatal. Secara refleks, kamu akan menggaruk-garuk kulit tubuh karena rasa gatal. Tindakan ini dapat melukai kulitmu atau tubuhmu dan menambah luasnya jamur.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 119 Untuk menghindari tumbuhnya jamur, kamu perlu mengeringkan tubuhmu dengan mengelap tubuh dengan handuk atau tisu saat berkeringat atau basah. (8) Mengenakan Celana Dalam yang Bersih dan Higienis. Higienis berarti bebas dari kuman atau tidak mengandung bibit penyakit. Apa hubungan higienis dengan celana dalam ? Celana dalam yang bersih dan higienis dapat menjaga kebersihan alat reproduksi. Gantilah celana dalam sekurangnya dua kali dalam satu hari. Celana dalam yang kotor dan lembab rentan kuman penyakit. Sebaiknya kamu memilih celana dalam yang berbahan katun, karena bahan katun dapat menyerap keringat sehingga tidak lembab. (9) Mencuci Pakaian Dan Celana yang Kotor. Pakaian dan celana kotor menjadi sarang bibit penyakit. Agar tetap bersih, pakaian dan celana kotor harus dicuci, selanjutnya pakaian tersebut dijemur dan disetrika. (10) Mengenakan Pakaian yang Longgar. Mengenakan pakaian atau celana yang ketat dapat mengganggu peredaran darah. Suhu tubuh juga semakin meningkat. Agar kesehatan reproduksi terjaga, sebaiknya menggunakan celana yang agak longgar. Agar dapat bebas bergerak dan lebih nyaman beraktivitas. (11) Membiasakan Buang Air di Toilet/Kamar Mandi. Biasakan buang air di toilet atau kamar mandi. Kebiasaan ini merupakan sikap terpuji dan dapat menjaga kesehatan tubuh. Hindari buang air di sembarang tempat. Selain menggangu orang lain, buang air di sembarang tempat merupakan perilaku yang tidak terpuji. Kebersihan toilet atau kamar mandi perlu dipelihara secara rutin. Toilet atau kamar mandi yang kotor akan menjadi sarang kuman, kuman dapat menimbulkan penyakit.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 120 d) Penyakit Akibat Kebersihan Alat Reproduksi Tidak Terjaga. • Infeksi saluran kencing. Infeksi saluran kencing atau infeksi saluran kemih disebabkan bakteri Escherichia Coli. Bakteri Escherichia Coli hidup di dalam saluran cerna yang masuk pada saluran uretra. Infeksi saluran kencing dibagi atas 2 macam, yaitu infeksi saluran kecing bawah dan infeksi saluran kencing atas. Gejala infeksi saluran kencing bagian bawah adalah rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urine keruh, dan bau urine tidak sedap. Gejala infeksi saluran kencing bagian atas adalah nyeri pada bagian selangkangan, mual dan demam.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 121 • Kudis. Kudis disebabkan oleh tungau Sarcoptes Scabiei. Tungau menggali sarang di bawah lapisan kulit, sehingga kulit gatal dan membentuk ruam. Penyakit ini dapat menular melalui sentuhan kulit. Penyakit ini juga ditularkan jika terjadi kontak langsung dengan hewan yang mengidap kudis. Hindari saling meminjam pakaian atau handuk. • Eksim. Eksim atau eksema adalah peradangan pada kulit yang menyebabkan munculnya gatal-gatal. Pada kondisi tertentu kulit memerah, kering dan pecah-pecah. Eksim merupakan jenis penyakit jangka panjang. Setelah menghilang, gejalanya dapat muncul kembali. Kulit yang terkena eksim tidak boleh digaruk karena menyebabkan infeksi dan iritasi. • Urethritis. Urethritis adalah penyakit infeksi yang menyebabkan peradangan pada bagian lapisan uretra. Lapisan uretra adalah sebuah saluran kecil yang berfungsi mengalirkan air kencing ke luar tubuh. Penyebab urethritis antara lain bakteri yang masuk ke saluran uretra sehingga terjadi infeksi. Aktivitas 2


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 122 Setelah peserta didik melakukan aktivitas 1 pembelajaran konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas 2 yaitu konsep pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran konsep pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular, dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sebagai berikut: Fakta , konsep, dan prosedur, serta menerapkan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular. Pengetahuan mengenai fakta, konsep, serta menerapkan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular, dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar kerja yang diberikan oleh guru. i. Aktivitas pembelajaran mendiskusikan materi tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular. Penyakit menular ialah penyakit yang dapat ditularkan baik secara langsung maupun m elalui perantara. Penyakit menular dapat diakibatkan oleh virus, bakteri, parasit, ataupun jamur.Proses penularan dapat melalui empat perantara, yaitu kontak langsung, kontak tidak langsung, melalui makanan/minuman, dan melalui udara. Proses penularan secara langsung terjadi pada saat berkontak langsung dengan penderita penyakit. Sedangkan penularan secara tidak langsung dapat terjadi ketika tertular penyakit melalui perantara seperti nyamuk. Jenis-jenis penyakit menular, antara lain: (1) Penyakit Kulit. Penyakit kulit merupakan salah satu jenis penyakit menular yang banyak jenisnya dan mudah menular dari satu orang ke orang lain. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan diri sendiri, lingkungan, dan pakaian; mengkonsumsi makanan bergizi; dan tidak menggunakan pakaian/handuk orang lain. Contoh penyakit kulit yaitu cacar air, panu, dan kudis. Penyakit Cacar Air Penyakit Panu Berikut adalah jenis-jenis penyakit kulit berdasarkan penyebabnya:


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 123 ➢ Penyakit kulit karena peradangan. Peradangan pada kulit disebut dermatitis. Kondisi ini terjadi ketika kulit bersentuhan dengan bahan yang bersifat iritatif atau dengan alergen (zat atau benda yang menyebabkan reaksi alergi). Gejala dermatitis umumnya berupa gatal, kemerahan, dan bengkak. ➢ Penyakit kulit karena kelainan autoimun. Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat. ➢ Penyakit kulit karena infeksi Penyakit kulit akibat infeksi ini umumnya menular. dan bisa disebabkan oleh: - Infeksi bakteri - Infeksi virus - Infeksi jamur - Infeksi parasit. 2. Kanker Kulit, yaitu melanoma, aktinik keratosis, karsinoma sel basal, dan karsinoma sel skuamosa. Berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan penyakit kulit yang bisa dilakukan: ➢ Jaga kebersihan diri dengan mandi setiap hari. Saat mandi, disarankan menggunakan sabun yang berbahan lembut. ➢ Hindari kontak fisik dengan penderita penyakit kulit menular. ➢ Hindari berbagi penggunaan barang-barang pribadi, seperti handuk atau pakaian, dengan penderita penyakit kulit. ➢ Oleskan pelempap kulit secara rutin agar tidak kering, gatal, atau iritasi. ➢ Hindari kebiasaan menggaruk kulit dan memecahkan bisul atau lepuhan yang muncul pada kulit. ➢ Hindari cara merawat kulit wajah, termasuk cara mencerahkan wajah, yang tidak sesuai dengan tipe kulit. (2) Penyakit Influenza Penyakit Influenza merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh virus Influenza yang menginfeksi saluran pernapasan yang ditularkan melalui udara ketika penderita batuk/bersin. Gejala penyakit Influenza yaitu: • Demam.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 124 • Muka/wajah terasa nyeri. • Mata dan hidung berair. • Tenggorokan sakit, dan batuk. • Hidung beringus. • Tulang lengan dan tungkai pegal. • Sakit kepala, dan tubuh terasa lemah. Berikut adalah 3 cara paling umum virus Influenza bisa menular ke orang lain: ➢ Berdekatan dengan penderita. Salah satu cara penularan virus Influenza adalah melalui tetesan liur yang muncrat ketika seseorang yang terinfeksi bersin, batuk, atau sekadar berbicara. Tetesan liur itu bisa melesat ke udara hingga 30 cm bahkan 1 meter, dan akhirnya terhirup oleh orang-orang di sekitar. ➢ Kontak fisik dengan penderita. Influenza juga bisa menular melalui sentuhan, misalnya jabatan tangan. Orang yang terinfeksi akan terus bersin dan membersihkan hidung atau menutup hidungnya saat bersin dengan tangan. Tentunya virus akan menempel pada tangannya dan menempel pada berpindah pada setiap benda yang disentuhnya. Ketika Anda berjabat tangan, virus kemudian bisa berpindah ke tangan Anda. ➢ Menyentuh permukaan benda yang terpapar virus. Virus dapat menempel di permukaan benda, misalnya gagang pintu, telepon seluler, meja, bahkan uang kertas. Maka itu, penularan sangat mudah terjadi hanya dengan cara menyentuh permukaan suatu benda yang terdapat virus Influenza.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 125 Menurut Mayo Clinic, virus inInfluenzaenza dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama beberapa jam, tergantung jenis permukaannya. Umumnya, virus dapat bertahan lebih lama di permukaan besi, plastik, atau kaca. Faktor lain seperti suhu dan tingkat kelembapan juga dapat memengaruhi berapa lama virus bisa bertahan di luar tubuh. Jika orang yang sehat menyentuh benda yang telah terpapar, virus inInfluenzaenza bisa menginfeksi orang tersebut. Risiko penularan akan semakin tinggi apabila orang tersebut langsung menyentuh hidung atau mulutnya tanpa cuci tangan terlebih dahulu. Cara mencegah penularan penyakit Influenza : • Vaksin. • Sering mencuci tangan dengan sabun hingga bersih. • Memakai hand sanitizer berbasis alcohol. • Menjaga kebersihan diri adalah cara yang paling baik. • Minimalisir kontak dengan orang yang sedang sakit. • Minum vitamin C untuk mencegah Influenza. (3) Penyakit Diare. Penyakit diare disebabkan oleh infeksi bakteri, infeksi virus, keracunan makanan, dan konsumsi obat yang kurang sesuai dengan tubuh. Gejala utama diare ialah sering berak encer/berair, kadang disertai muntah, demam, rasa mual, dan nyeri di perut, sehingga penderita mengalami kekurangan cairan. Pertolongan pada penderita diare adalah dengan memberikan cairan, makanan, dan obatobatan. Cairan yang dapat diberikan berupa larutan gula-garam, oralit, air tajin, dan kuah sayuran. (4) Penyakit Demam Berdarah.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 126 Penyakit demam berdarah disebut juga DBD (demam berdarah dengue). Penyebabnya adalah virus dengue yang penularannya melalui nyamuk aedes aegypti. Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, nyeri otot dan sendi. Jika sudah parah dapat menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah, dan berakibat kematian. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberantasan nyamuk dewasa, dan jentik nyamuk dengan cara : ➢ Menguras Tempat Penampungan Air. ➢ Menutup Rapat Tempat Penampungan Air. ➢ Mengubur Barang Bekas. ➢ Menggunakan Obat Anti-Nyamuk. ➢ Mengenakan Pakaian Tertutup saat ke Luar Rumah. ➢ Meletakkan Tanaman Pengusir Nyamuk di Dalam Rumah. ➢ Menghentikan Kebiasaan Menggantung Pakaian. (5) Penyakit Malaria. Penyakit malaria merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh parasit plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Gejala utama malaria yaitu demam tinggi hingga menggigil, sakit kepala, mual, dan muntah, kejang, tubuh berkeringat diiringi kelelahan, dan nyeri pada sekujur tubuh. Pencegahan penularan dengan cara membersihkan lingkungan tempat tinggal. • Menghindari gigitan nyamuk. • Menutup kulit dengan celana panjang dan baju berlengan panjang. • Tidur dengan tempat tidur berkelambu. • Memakai krim pelindung dari gigitan nyamuk.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 127 B. Aktivitas pembelajaran mendiskusikan materi tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan karena adanya masalah fisiologis. Biasanya terjadi karena faktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyebab secara umum ialah mengonsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan. Karakteristik penyakit tidak menular yaitu masa inkubasi panjang, bersifat kronik (berlarut-larut), banyak mengalami kesulitan diagnosis, mempunyai variasi yang luas, memerlukan biaya tinggi dalam pencegahan dan penanggulangannya. Jenis-jenis penyakit tidak menular adalah: (1) Hipertensi/Darah Tinggi. Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah terhadap dinding arteri (pembuluh darah) sangat tinggi melampaui batas normalnya. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Upaya pencegahan penyakit Hipertensi: • Mengurangi konsumsi garam (jangan melebihi 1 sendok teh per hari) • Melakukan aktivitas fisik teratur (seperti jalan kaki 3 km/ olahraga 30 menit per hari minimal 5x/minggu) • Tidak merokok dan menghindari asap rokok • Diet dengan Gizi Seimbang • Mempertahankan berat badan ideal • Menghindari minum alkohol


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 128 (2) Diabetes. Diabetes merupakan penyakit dimana kadar gula dalam darah meningkat, karena gangguan fungsi insulin. Disebabkan oleh faktor genetis, obesitas, konsumsi makanan yang tidak baik, dan merokok. Gejala-gejala pada penyakit diabetes: 1. Rasa haus berlebihan. 2. Mudah mengantuk dan kebanyakan tidur. 3. Mudah lapar. 4. Luka lambat sembuh. 5. Badan mudah lelah dan kesemutan. Upaya pencegahan penyakit diabetes: 1. Menerapkan pola makan sehat 2. Menjalani olahraga secara rutin 3. Menjaga berat badan ideal 4. Mengelola stres dengan baik 5. Melakukan pengecekan gula darah secara rutin


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 129 (3) Jantung. Penyakit jantung ialah suatu kondisi dimana kerja organ jantung tidak berjalan normal karena sebab tertentu. Gangguan pada jantung disebabkan karena penumpukan kolesterol di sekitar pembuluh darah. Penyakit jantung disebabkan karena faktor merokok, menderita diabetes, kolesterol tinggi, terkena hipertensi, dan gemar mengonsumsi makanan berlemak. Berikut ini adalah gejala penyakit jantung yang umumnya dialami: 1. Nyeri dada 2. Sesak napas 3. Pembengkakan di betis, kaki, atau pergelangan kaki 4. Kelelahan Penyakit jantung tidak bisa disembuhkan secara total dan membutuhkan perawatan seumur hidup. Namun, kamu bisa menghindari gejala penyakit jantung dengan melakukan berbagai upaya pencegahannya, misalnya dengan menerapkan gaya hidup sehat yang bisa meningkatkan kesehatan jantung. Berikut ini adalah beberapa upaya pencegahan gejala penyakit jantung yang bisa Anda lakukan: ➢ Berhenti merokok ➢ Berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari ➢ Makan makanan yang rendah garam dan lemak jenuh ➢ Pertahankan berat badan ideal ➢ Kurangi dan kelola stres ➢ Jaga kebersihan dengan baik


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 130 ➢ Kontrol kesehatan secara rutin, meliputi tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula (4) Obesitas. Obesitas merupakan penumpukan lemak yang sangat tinggi dalam tubuh seseorang, yang mengakibatkan berat badan diatas berat badan ideal. Dampak obesitas antara lain: terserang strok, penyakit jantung, diabetes, dan kanker usus. Upaya pencegahan penyakit obesitas antara lain: • Berhentilah makan sebelum merasa kenyang. • Hindari mengkonsumsi makanan ringan, tapi gantilah makanan ringan tersebut dengan buah dan sayur agar tidak menghilangkan hobi tersebut. • Hindari obesitas dengan berolahraga. • Berolahraga juga akan menjaga sistem metabolisme tubuh. • Ada baiknya mengurangi makan-makanan yang manis.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 131 (5) Osteoporosis. Merupakan penyakit tulang yang mempunyai sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang sehingga tulang menjadi rapuh. Berikut ini adalah pola hidup sehat yang perlu Anda lakukan sejak dini untuk mencegah pengeroposan tulang: 1. Konsumsi Makanan Tinggi Kalsium 2. Tingkatkan Konsumsi Kalium dan Protein 3. Berjemur Sinar Matahari 4. Melakukan Aktivitas Fisik secara Rutin 5. Hindari Rokok dan Alkohol 6. Mengurangi Minuman Bersoda 7. Hindari Diet Ketat 8. Deteksi Dini Gejala 9. Hindari Risiko Terjatuh 10. Segera Obati C. Aktivitas pembelajaran modifikasi pembelajaran materi tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular. (1) Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok, salah satu kelompok diminta untuk memilih 5 gambar yang tersaji, lalu menyusun kelima gambar tentang hakikat pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. (2) Kelompok yang mendapat giliran menyusun 5 gambar sesuai dengan ide kelompoknya, lalu menceritakan urutan terjadinya suatu penyakit menular runtut sesuai dengan gambar. (3) Presentasi di depan teman-temannya, lalu kelompok yang lain diberi kesempatan untuk menanggapi dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan. Gambar yang tersaji adalah sebagai berikut :


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 132 21) Guru mengamati seluruh diskusi yang dilakukan oleh peserta didik secara individu maupun kelompok. 22) Guru mengamati seluruh aktivitas pembelajaran peserta didik dalam mempresentasikan tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat secara seksama. Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran. l. Kegiatan Penutup (15 menit) 1) Salah satu peserta didik di bawah bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi, guru mempertanyakan apa manfaat hasil kesimpulan tersebut. 2) Guru menyampaikan kemajuan yang diperoleh peserta didik secara umum dan kesalahankesalahan yang masih sering timbul saat melakukan diskusi dan presentasi. 3) Guru menginformasikan kepada peserta didik kelompok yang paling baik penampilannya selama melakukan diskusi dan presentasi. 4) Guru menugaskan peserta didik untuk membaca dan membuat catatan tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. Hasilnya ditugaskan kepada peserta didik dijadikan sebagai tugas.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 133 5) Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam. Asesmen 10. Asesmen Sikap Penilaian Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong) g. Petunjuk Penilaian (Lembar Penilaian Sikap Diri) 1) Isikan identitas kalian. 2) Berikan tanda cek (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap Kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai. 3) Isilah pernyataan tersebut dengan jujur. 4) Hitunglah jumlah jawaban “Ya”. 5) Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Baik sesuai jumlah “Ya” yang terisi. h. Rubrik Asesmen Sikap No Pernyataan Ya Tidak 1. Saya membuat target penilaian yang nyata sesuai dengan kemampuan dan minat belajar yang say dilakukan. 2. Saya memantau kemajuan belajar yang saya capai serta memperkirakan tantangan yang dihadapi. 3. Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola perasaan dan sikap dalam pelaksanaan belajar. 4. Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar. 5. Saya mengkritik kemampuan diri sendiri dalam bekerja secara mandiri untuk mencapai tujuan. 6. Saya berupaya secara maksimal dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya. 7. Saya membuat tugas baru dan keyakinan/semangat baru dalam melaksanakannya. 8. Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan tujuan kelompok. 9. Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara baik. 10. Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan kekurangan, dan dapat saling membantu. 11. Saya membagi peran dan menyesuaikan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. 12. Saya peduli terhadap lingkungan sosial. 13. Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu. 14. Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada lingkungan sosial. Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 134 Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya” 11. Asesmen Pengetahuan Teknik Bentuk Contoh Instrumen Kriteria Penilaian Tes Tulis Pilihan ganda, Isian, dan Uraian 1. Tindakan yang harus dilakukan saat membersihkan alat reproduksi adalah .... A. Mencuci dengan menggunakan air dan mengeringkannya. B. Mencuci dengan menggunakan air. C. Langsung dikeringkan dengan tissue. D. Di lap dengan handuk basah. Kunci: B 2. Jika berasa gatal di bagian tubuh sekitar alat reproduksi tidak boleh digaruk karena .... A. Dapat mengganggu fungsi alat reproduksi B. Menimbulkan penyakit pada alat reproduksi. C. Kulit di sekitar alat reproduksi bisa luka dan iritasi dan tercemar oleh kuman. D. Kulit di sekitar alat reproduksi lebih sensitif dari pada bagiantubuh lain. Kunci : C 3. Sering berak encer/berair, kadang disertai muntah, demam, rasa mual, dan nyeri di perut, sehingga penderita mengalami kekurangan cairan, merupakan gejala dari penyakit .... Kunci : Diare 4. Gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi dapat menyebabkan penyakit : Kunci : Malaria Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0. Uraian tertutup 1. Tuliskanlah jenis-jenis penyakit yang tidak menular ! Kunci : a. Diabetes b. Jantung c. Hipertensi d. Obesitas e. Osteoporosis Mendapatkan skor; 4, jika dapat menjawab 4 dengan benar. 3, jika dapat menjawab 3 dengan benar. 2 jika dapat menjawab 2 dengan benar.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 135 2. Tuliskanlah gejala penyakit Influenza! Kunci: a. penderita mendpat serangan demam. b. pada bagian muka terasa nyeri. c. mata dan hidung berair d. tenggorokan sakit e. hidung beringus f. tulang lengan dan tungkai pegal. g. sakit kepala, dan h. tubuh terasa lemah. 1, jika dapat menjawab 1 dengan benar. Mendapatkan skor; 4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar. 3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar. 2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar. 1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah. 3. Penilaian Keterampilan Presentasi bersama teman materi pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. 1) Butir Tes Diskusi pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat bersama temanmu. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan mempresentasikan materi tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat (penilaian proses) dan ketepatan melakukan presentasi (penilaian produk). 2) Petunjuk Penilaian Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan mempresentasikan materi pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat yang diharapkan. 3) Rubrik Penilaian Keterampilan Presentasi/diskusi Contoh lembar penilaian proses presentasi/diskusi untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar penilaian). Nama :____________________________ Kelas: __________ Penilaian Presentasi/Diskusi Skor Akhir Ket. Penilaian Proses Penilaian Produk (Berdiskusi ) Persiapan awal menyiapkan materi diskusi (Skor 3) Sikap pelaksanaan melakukan diskusi (Skor 4) Menyimpulk an hasil diskusi (Skor 3)


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 136 4) Pedoman penskoran a. Penskoran. (1) Persiapan awal menyiapkan materi diskusi Skor 3 jika: (a) mempersiapkan bahan diskusi. (b) melengkapi materi materi diskusi. (c) sistimatika penyusunan materi diskusi. Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar. (2) Pelaksanaan melakukan diskusi Skor 4 jika: (a) membuka diskusi (b) menyampaikan materi dengan sistimatis. (c) ketepatan menyampaikanmateri dengan runtun. (d) ketepatan menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan runtun. Skor 3 jika: hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar. (3) Menyimpulkan hasil diskusi Skor 3 jika: (a) menyimpulkan hasil diskusi. (b) menyusun laporan secara sistimatis. (c) kelengkapan laporan hasil diskusi. Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar. g. Pengolahan skor Skor maksimum: 10 Skor perolehan peserta didik: SP Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/S. Maksimum x 100 5) Lembar pengamatan penilaian hasil penyajian tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. Penilaian hasil pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat : a. Tahap pelaksanaan pengukuran Penilaian hasil/produk penyajian/diskusi pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat dengan cara “Gambar Bercerita”: • Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok, diminta untuk memilih 5 gambar yang tersaji. • Kemudian gambar yang tersusun tersebut dipresentasikan oleh peserta didik di depan teman secara berkelompok. • Petugas menilai kelengkapan materi, sistematika materi, dan kerapihan materi, dan ketepatan melakukan diskusi yang dilakukan oleh peserta didik. • Ketepatan diskusi yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 137 b. Konversi Nilai Produk No. Jenis Materi Kriteria Pengskoran 1. Kelengkapan materi 3 2. Sistematika penyusunan materi 3 3. Ketepatan dalam penyusunan materi 3 4. Ketepatan dalam menyampaikan materi 3 5. Ketepatan dalam menyusun laporan diskusi 3 Jumlah Skor Maksimal 15 SP/S. Maksimum x 100 Pengayaan dan Remidial 7. Pengayaan Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru.Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan materi dengan cara mengubah menambah materi yang dibelajarkan, serta menambah tingkat kesulitan tugas yang diberikan. 8. Remidial Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remidial dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran. Refleksi Peserta Didik dan Guru 13. Refleksi Peserta Didik Pada setiap akhir topik dan di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang: a. Apa yang sudah dipelajari. b. Dari apa yang sudah dipelajari, apa yang sudah dikuasai. c. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. d. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 138 orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. e. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/temukan dalam pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. Contoh Format Refleksi: Setelah melakukan presentasi dan diskusikan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular, peserta didik diminta menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya yang terkait pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru. No Aktivitas Pembelajaran Pengamatan Pembelajaran Tercapai Belum Tercapai 1. Presentasi dan diskusikan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular secara berkelompok.*) 2. Menunjukkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila pada elemen Mandiri dan Gotong Royong dalam proses pembelajaran pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular.*) *) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan. 14. Refleksi Guru Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remidial atau pengayaan. Remidial dan pengayaanya didalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain: n. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik? Catatan: • Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam melakukan presentasidan diskusikan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat yang ditentukan oleh guru, maka akan diberikan remidial. • Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam melakukan presentasidan diskusikan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular yang ditentukan oleh guru, maka dilanjutkan dengan pembelajaran pada materi yang lebih komplekss dan bervariasi dalam bentuk pengayaan.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 139 o. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat? p. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat? q. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat tersebut? Lembar Kerja Peserta Didik Tanggal : ................................................................. Lingkup/materi pembelajaran : ................................................................. Nama Siswa : ................................................................. Fase/Kelas : B/ IV 7. Panduan umum f. Pastikan Kalian dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran. g. Ikuti prosedur dalam melakukan presentasi/diskusi pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehatdengan baik, sesuai dengan instruksi yang diberikan guru. h. Mulailah kegiatan dengan berdo’a. i. Selama kegiatan perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan bersama. j. Selama kegiatan pembelajaran didampingi oleh guru. 8. Panduan aktivitas pembelajaran g. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 7 orang. h. Lakukan aktivitas pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehatsecara berkelompok. i. Perhatikan penjelasan berikut ini: Susunlah gambar yang terdiri dari 5 kartu tentang penyakit menular, lalu ceritakan di depan temanmu! 1) Buatlah kelompok kerja dengan beranggotakan 4-7 orang. 2) Pilihlah 5 gambar, lalu susun menjadi urutan gambar yang menurutmu sesuai dengan tema penyakit menular. 3) Setelah tersusun urutan yang menurut kamu benar, ceritakanlah di depan temanmu. 4) Peserta atau kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi kelompok yang tampil. 5) Presentasikan/ceritakan gambar di depan kelas sesuai kemampuan kalian dengan waktu maksimal 5 menit.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 140 Bahan-bahan/alat yang dibutuhkan oleh peserta didik antara lain: • Karton putih • Spidol • Rol • Lakban • Lem • Buku siswa/buku sumber bacaan lainnya Nama Kelompok : .................................................................................... Topik Yang Didiskusikan : ..................................................................................... (Penyakit) .................................................................................... Materi : Pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular. Aspek Yang Harus Diamati Ya Tidak 1. Mampu melakukan diskusi tentang cara pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular. 2. Mampu menyajikan/mempresentasikan hasil diskusi tentang cara pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular. 3. Mampu memberikan dan menjelaskan contoh penyakit menular. 4. Mampu menanggapi hasil diskusi tentang cara pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular. 15. Bahan Bacaan Peserta Didik a. Pedoman tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah,koran, internet, atau sumber lainnya. b. Materi pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. 16. Bahan Bacaan Guru p. Pedoman/peraturan tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular. q. Sumber materi pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 141 Glosarium • Pola perilaku hidup sehat adalah suatu gaya hidup dengan memperhatikan faktor-faktor tertentu yang memengaruhi kesehatan, antara lain: makanan dan olahraga. Pola hidup sehat menyangkut aturan untuk mencapai kesehatan jasmani dan rohani, sebab pengertian hidup sehat yang sempurna mencakup aspek keduanya. • Reproduksi adalah pengembangbiakan. • Agar alat reproduksi selalu sehat, maka perlu dijaga kebersihannya. Bagian tubuh yang merupakan daerah lipatan sangat mudah berkeringat dan lembab. Dengan demikian bakteri mudah berkembang biak dan dapat menyebabkan bau tak sedap dan penyakit dapat timbul dengan mudah. • Penyakit menular ialah penyakit yang dapat ditularkan baik secara langsung maupun melalui perantara. Penyakit menular dapat diakibatkan oleh virus, bakteri, parasit, ataupun jamur. • Penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan karena adanya masalah fisiologis. Biasanya terjadi karena faktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyebab secara umum ialah mengonsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan • Profil Pelajar Pancasila adalah tujuan besar (atau bahkan misi) yang ingin diwujudkan melalui sistem pendidikan. Profil lulusan, dalam konteks ini adalah Profil Pelajar Pancasila, merupakan jawaban dari pertanyaan penting: “Karakter serta kemampuan esensial apa yang perlu dipelajari dan dikembangkan terus-menerus oleh setiap individu warga negara Indonesia, sejak pendidikan anak usia dini hingga mereka menamatkan sekolah dasar?” Referensi Muhajir. 2010. Buku Peserta didik Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SD/M.Ts Kelas IV. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2019. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SD/MI Kelas IV. Bandung : Sahara Multi Trading. Tim Penyusunan Bahan Ajar. 2010. Buku Bahan Ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Bogor: PPPPTKPenjas& BK. Muhajir. 2020. Belajar dan Berlatih Aktivitas Kebugaran Jasmani. Bandung: Sahara Multi Trading. Tim Direktorat SD. 2017. Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD). Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. fliphtml5.com/fywqh/hshd/basic/201-226 https://www.alodokter.com/macam-macam-penyakit-kulit-dan-cara-mengatasinya https://hellosehat.com/pernapasan/Influenza/penularan-Influenza/ https://www.pfimegalife.co.id/literasi-keuangan/kesehatan/read/langkah-mencegah-dbd-pada-anak


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 142 https://www.alodokter.com/malaria/pencegahan http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluhdarah/pencegahan-dan-pengendalian-hipertensi-mengurangi-risiko-hipertensi https://www.alodokter.com/ketahui-cara-mencegah-diabetes-yang-tepat-di-sini https://www.alodokter.com/berbagai-gejala-penyakit-jantung-dan-pencegahannya https://axa.co.id/inspirasi/cara-mencegah-dan-menghindari-obesitas/ https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3626805/tips-pola-hidup-sehat-untuk-pencegahanosteoporosis Memeriksa dan Menyetujui, Kepala SD NO 6 KUTA Kuta, 10 April 2022 Guru Mata Pelajaran PJOK I Kadek Wira Ariawan, S.Pd SD NIP. 19860117 200901 1 002 Bayu Agus Supriyadi, S.Pd MODUL AJAR PJOK SD NO 6 KUTA FASE B KELAS IV Penyusun : Bayu Agus Supriyadi, S.Pd Jenjang Sekolah : SD NO 6 KUTA Kelas : IV Materi : 1.2 Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit (4 Kali Pertemuan). Materi Pokok : Aktivitas Senam Jumlah PD : 28 orang Moda : Luring/TM Kompetensi Awal: Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan memahami berbagai pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam. Profil Pelajar Pancasila: Profil pelajar pancasila yang dikembangkan pada fase C adalah mandiri dan gotong royong yang di tunjukkan melalui proses aktivitas pembelajaran berbagai pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam. Sarana Prasarana


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 143 • Lapangan rumput atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah). • Cone/Patok, kaleng bekas susu atau gelas plastik bekas, atau sejenisnya. • Matras, kasur busa atau sejenisnya. • Palang tunggal atau palang sejenisnya. • Peti lompat, dapat juga menggunakan meja kecil, atau sejenisnya. • Kuda-kuda lompat, dapat juga menggunakan bangku, atau sejenisnya. • Mistar aman untuk lompat. • Peluit dan stopwatch. Target Peserta Didik • Peserta didik regular/tipikal. • Peserta didik dengan hambatan belajar. • Peserta didik cerdas istimewa berbakat (CIBI). • Peserta didik meregulasi diri belajar. • Peserta didik dengan ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, tunaganda). *guru dapat memilih target peserta didik disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Jumlah Peserta Didik o Maksimal 28 peserta didik. Ketersediaan Materi o Pengayaan untuk peserta didik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : YA/TIDAK. o Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk peserta didik yang sulit memahami konsep: YA/TIDAK. *Jika memilih Ya, maka di dalam pembelajaran disediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan peserta didik. *guru dapat memilih, disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Pada modul ini tidak tersedia pengayaan untuk peserta didik CIBI dan tidak tersedia alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit memahami materi. Materi Ajar, Alat, dan Bahan yang Diperlukan 10. Materi Pokok Pembelajaran B) Materi Pembelajaran Reguler Aktivitas pembelajaran berbagai berbagai pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam, melalui: 12) Aktivitas Pembelajaran 1 : Fakta , konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan pola gerak dominan keseimbangan dalam aktivitas senam secara perorangan, berpasangan, atau berkelompok : • Aktivitas pembelajaran latihan keseimbangan berjongkok. • Aktivitas pembelajaran latihan keseimbangan berdiri dengan satu kaki, dengan salah satu kaki ditekuk. • Aktivitas pembelajaran latihan keseimbangan dengan sikap kapal terbang. • Aktivitas pembelajaran latihan keseimbangan dengan sikap lilin (armstand). • Aktivitas pembelajaran keseimbangan dengan satu kaki diangkat ke samping. 13) Aktivitas Pembelajaran 2 : Fakta , konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan pola gerak dominan bertumpu dalam aktivitas senam secara perorangan, berpasangan, atau berkelompok :


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 144 • Aktivitas pembelajaran berdiri dengan menggunakan tumpuan kepala (headstand) secara dasar dan mandiri • Aktivitas pembelajaran berdiri dengan menggunakan tumpuan kepala (headstand) dengan bantuan media dinding. • Aktivitas pembelajaran berguling ke samping (side roll) • Aktivitas pembelajaran berguling ke depan (forward roll) • Aktivitas pembelajaran berguling ke belakang (back roll). 14) Aktivitas Pembelajaran 3 : Fakta , konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan pola gerak dominan melompat dalam aktivitas senam secara perorangan, berpasangan, atau berkelompok : • Aktivitas pembelajaran lompat kangkang melewati teman yang berjongkok. • Aktivitas pembelajaran lompat kangkang melewati kuda-kuda lompat. • Aktivitas pembelajaran lompat kangkang melewati peti lompat. • Aktivitas pembelajaran lompat kangkang melewati mistar • Aktivitas pembelajaran variasi lompat jongkok. 15) Aktivitas Pembelajaran 4 : Fakta , konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan pola gerak dominan bergantung dalam aktivitas senam secara perorangan, berpasangan, atau berkelompok : • Aktivitas pembelajaran menirukan monyet bergantung pada dahan pohon. • Aktivitas pembelajaran bergantung pada palang dengan berbagai variasi sikap kaki. • Aktivitas pembelajaran latihan menahan badan di palang. • Aktivitas pembelajaran latihan merambat badan di palang. • Aktivitas pembelajaran latihan bergantung dan berayun di atas palang. • Aktivitas pembelajaran latihan bergantung dan mengangkat badan di atas palang. C) Materi Pembelajaran Remidial Materi dapat dimodifikasi dengan mengubah jarak, pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas berbagai pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam. Materi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitan sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dapat dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu dalam penguasaan keterampilan tersebut. D) Materi Pembelajaran Pengayaan Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksssitas, mengubah lingkungan gerak di dalam aktivitas yang sederhana. Pada saat pembelajaran, peserta didik atau kelompok peserta didik yang telah melebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas berbagai pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam yang lebih kompleksss. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pembelajaran terpenuhi). 11. Media Pembelajaran


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 145 a. Peserta didik sebagai model atau guru yang memperagakan aktivitas berbagai pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam. b. Gambar aktivitas berbagai pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam. c. Video pembelajaran aktivitas berbagai pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam. 12. Bahan Pembelajaran • Buku Ajar • Link Video (jika diperlukan) • Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak. Moda Pembelajaran • Daring. • Luring. • Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning). *guru dapat memilih moda pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar yang ada. Pada modul ini menggunakan moda luring. Pengaturan Pembelajaran Pengaturan Peserta didik: • Individu. • Berpasangan. • Berkelompok (3 s.d 7 orang). • Klasikal. *guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan. Metode: • Diskusi • Presentasi • Demonstrasi • Penugasan • Project • Eksperimen • Eksplorasi • Permainan • Ceramah • Simulasi • Resiprokal *guru dapat memilih salah satu metode atau menggabungkan beberapa metode yang akan digunakan. Asesmen Pembelajaran Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran: o Asesmen Individu o Asesmen Berpasangan o Asesmen Kelompok *guru dapat memilih lebih dari satu sesuai kebutuhan dan keinginan. Jenis Asesmen: o Pengetahuan (lisan, tertulis) o Keterampilan (praktik, kinerja) o Sikap (mandiri dan gotong royong). o Portopolio. *Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa penilaian yang sesuai.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 146 Tujuan Pembelajaran Peserta didik melalui pembelajaran demonstrasi dan penugasan dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan memahami fakta, konsep, dan prosedural dari berbagai pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam, sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki. Yakni pola gerak dominan keseimbangan dalam aktivitas senam, pola gerak dominan bertumpu dalam aktivitas senam, pola gerak dominan melompat dalam aktivitas senam, pola gerak dominan bergantung dalam aktivitas senam. Dan peserta didik dapat mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada elemen Gotong Royong dan Mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagi, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, dengan cara individu berpasangan dan berkelompok. Serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat memanfaatkan berbagai pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam dalam kehidupan nyata sehari-hari. Contohnya: materi pembelajaran gerak keseimbangan dapat bermanfaat bagi peserta didik ketika mau menyeberang sungai dengan melewati batang pohon/kayu yang terbentang, dan ketika peserta didik harus melompati sebuah got maka dapat memanfaatkan materi pembelajaran gerak melompat. Pertanyaan Pemantik 9. Mengapa peserta didik perlu memahami dan menguasai pola gerak dominan dalam aktivitas senam? 10. Jika peserta didik dapat memahami dan menguasai pola gerak dominan dalam aktivitas senam, manfaat apa saja yang dapat diperoleh? Prosedur Kegiatan Pembelajaran 1. Persiapan Mengajar Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut: m. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya. n. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan pola gerak dominan dalam aktivitas senam. o. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya: • Lapangan rumput atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah). • Cone/Patok, kaleng bekas susu atau gelas plastik bekas, atau sejenisnya. • Matras, kasur busa atau sejenisnya. • Palang tunggal atau palang sejenisnya. • Peti lompat, dapat juga menggunakan meja kecil, atau sejenisnya. • Kuda-kuda lompat, dapat juga menggunakan bangku, atau sejenisnya. • Mistar aman untuk lompat. • Peluit dan stopwatch. • Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak. 2. Kegiatan Pengajaran Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut: m. Kegiatan Pendahuluan (15 Menit) 2) Guru menyapa dan memberi salam kepada peserta didik, mengecek kehadiran, kebersihan dan kerapian peserta didik. 3) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin menyiapkan barisan di lapangan sekolah.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 147 4) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing. 5) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat di kelas. 6) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran. 7) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi). 8) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu: aktivitas pembelajaran pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam. 9) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi aktivitas pembelajaran pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam, baik kompetensi sikap (Profil Pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri, kompetensi pengetahuan: memahami aktivitas pembelajaran pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam menggunakan tes tertulis, dan kompetensi terkait keterampilan yaitu: mempraktikkan aktivitas pembelajaran pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam, dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain: gotong royong dan mandiri. 10) Dilanjutkan dengan pemanasan agar peserta didik terkondisikan dalam materi yang akan diajarkan dengan perasaan yang menyenangkan. Pemanasan dalam bentuk game ”Benda Beranting” dengan ketentuan sebagai berikut: j) Permainan dapat dilakukan di lapangan permainan bola voli, bola basket, atau halaman sekolah yang cukup luas. Kalau jumlah peserta didik 28 orang, maka kita dapat membuat empat kelompok permainan, yakni kelompok peserta didik laki-laki dan kelompok peserta didik perempuan, dan juga dapat digabungan antara peserta didik laki-laki dan perempuan. Gunakan ranting atau daun sebagai alat permainan. k) Setiap kelompok duduk selunjur atau jongkok menjadi satu baris ke belakang. Cara bermain: (1) ranting atau daun diberikan secara beranting dari belakang ke depan melalui samping kiri/kanan, (2) ranting atau daun diberikan secara beranting dari belakang ke depan melalui atas kepala, (3) ranting atau daun diberikan secara beranting dari samping kanan dan kiri badan. Apabila ranting atau daun tersebut terjatuh atau kelompok yang paling terakhir memberikan ranting atau daun, dinyatakan sebagai kelompok yang kalah dan diberi hukuman berjoget atau bernyanyi. 11) Pembelajaran ini selain dapat mengembangkan elemen keterampilan gerak dan pengetahuan gerak, juga mengembangkan elemen gotong royong dan mandiri nilai-nilai Profil Pancasila dengan indikator meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. n. Kegiatan Inti (75 Menit) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model komando dan penugasan, dengan prosedur sebagai berikut: 23) Peserta didik menyimak informasi dan peragaan materi tentang berbagai pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam, baik melalui video pembelajaran, gambar, maupun peragaan guru atau peserta didik.


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 148 24) Peserta didik menerima dan mempelajari kartu tugas (task sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas aktivitas pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam. 25) Peserta didik melaksanakan tugas ajar sesuai target waktu yang ditentukan guru, untuk mencapai ketuntasan belajar pada setiap materi pembelajaran, yaitu: aktivitas pola gerak dominan keseimbangan dalam aktivitas senam, pola gerak dominan bertumpu dalam aktivitas senam, pola gerak dominan melompat dalam aktivitas senam, pola gerak dominan menggantung dalam aktivitas senam Secara rinci bentuk-bentuk pembelajaran pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam, adalah sebagai berikut: Aktivitas pembelajaran pola gerak dasar langkah kaki sambil berjalan dalam aktivitas gerak berirama, melalui: Fakta , konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan pola gerak dominan keseimbangan dalam aktivitas senam. Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur pola gerak dominan keseimbangan dalam aktivitas senam, dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar kerja yang diberikan oleh guru. a) Aktivitas pembelajaran latihan keseimbangan berjongkok. Cara melakukannya: (24) Aktivitas ini dilakukan secara berpasangan, peserta didik diminta berbaris berbanjar mengatur jarak dengan kedua tangan direntangkan, dengan sikap kaki dibuka selebar bahu. Setiap pasangan berdiri dengan arah saling berhadapan. (25) Pada setiap pasangan, satu peserta didik melakukan aktivitas gerak dan satu peserta didik lainnya diminta untuk mengamati gerak dari pasangannya. Peserta didik ini akan berganti peran secara bergiliran, pergantian posisi ini akan dilakukan setelah peserta didik melakukan rangkaian gerakan sebanyak 2 kali pengulangan. (26) Guru terlebih dahulu memberikan contoh aktivitas gerak yang akan dilakukan oleh peserta didik. (27) Sikap berjongkok dengan satu kaki diluruskan ke depan. (28) Dalam sikap ini siswa mencoba berdiri (atas satu kaki). (29) Kaki yang diluruskan diusahakan siku-siku terhadap badan. (30) Kedua tangan/lengan, bebas. (31) Latihan dilakukan berganti-ganti kaki kiri dan kanan yang diluruskan ke depan. Aktivitas 1


Modul Ajar SD NO.6 KUTA PJOK SD Fase B Kelas IV SD NO.6 KUTA (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) 149 (32) Guru meminta masing-masing peserta didik/pasangan untuk dapat merancang sebuah kreativitas gerak dalam melakukan pembelajaran sesuai potensi peserta didik, bisa dengan cara menambah jarak, menambah waktu, atau mengganti arah. (33) Aktivitas pembelajaran ini dilakukan dalam waktu kurang lebih 10 menit, dengan di awali dan di akhiri bunyi peluit dari guru. b) Aktivitas pembelajaran latihan keseimbangan berdiri dengan satu kaki, dengan salah satu kaki ditekuk. Cara melakukannya: 1) Aktivitas ini dilakukan secara berpasangan, peserta didik diminta berbaris berbanjar mengatur jarak dengan kedua tangan direntangkan, dengan sikap kaki dibuka selebar bahu. Setiap pasangan berdiri dengan arah saling berhadapan. 2) Pada setiap pasangan, satu peserta didik melakukan aktivitas gerak dan satu peserta didik lainnya diminta untuk mengamati gerak dari pasangannya. Peserta didik ini akan berganti peran secara bergiliran, pergantian posisi ini akan dilakukan setelah peserta didik melakukan rangkaian gerakan sebanyak 2 kali pengulangan. 3) Guru terlebih dahulu memberikan contoh aktivitas gerak yang akan dilakukan oleh peserta didik. • Berdiri dengan salah satu kaki ditekuk ke belakang : ➢ Sikap permulaan berdiri tegak. ➢ Salah satu kaki diangkat dengan posisi tangan dipegang secara berlawanan. ➢ Bila kaki kanan diangkat dan tangan kiri yang memegangnya. ➢ Kaki diangkat/ditarik di belakang panggul. ➢ Tangan kanan diluruskan ke samping. ➢ Selanjutnya berganti kaki yang diangkat. ➢ Lakukan latihan ini 8 kali hitungan. ➢ Kembali ke sikap semula. • Berdiri dengan salah satu kaki ditekuk ke depan : ➢ Sikap permulaan berdiri tegak. ➢ Lutut kaki kanan diangkat ke depan. ➢ Bertumpu dengan kaki kiri yang diluruskan. ➢ Peganglah lutut kaki kanan itu dengan kedua tangan. ➢ Lakukanlah latihan ini 10 hitungan. ➢ Selanjutnya lutut kaki kiri yang diangkat. ➢ Lakukanlah latihan ini 10 hitungan. ➢ Kembali ke sikap semula.


Click to View FlipBook Version