47 j. Taat bersikap taat dan kembali kepada kebenaran ketika keliru, walaupun yang mengoreksi kita adalah penuntut ilmu pemula, bahkan muridnya sendiri. k. Menjaga semua yang halal senantiasa mengedepankan sikap wara (meninggalkan yang haram, makruh dan syubhat) dalam semua hal. Memilih makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal yang dipastikan halalnya. l. Jelas dan tegas dalam berbicara dan bersikap membuat peraturan yang berkaitan dengan pembelajaran harus jelas, bertindak tegas bukan kasar, bersikap baik kepada semua murid, tidak melakukan perbedaan kasih sayang m. Profesional, inspiratif dan beritegrasi imtaq/iptek memiliki kompetensi yang sangat baik terhadap mata pelajaran yang diampunya. Dapat menjadi inspirasi bagi murid dalam mengembangkan diri. Dalam pembelajaran dapat mengintegrasikan ilmu yang sedang berlangsung dengan keterkaitan imtaq atau iptek n. Tertib pembelajaran (tepat waktu, efektif dalam pembelajaran) selalu memasuki ruangan kelas tepat waktu, tidak terlambat, dan keluar ruangan sesuai waktunya pula, tidak keluar sebelum bel. Guru harus dapat memanfaatkan waktu pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Guru harus membuat murid senang dalam pembelajaran sehingga waktu yang terpakai tersebut terasa sangat bermanfaat. o. Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan memulai pembelajarannya dengan doa, dan mengakhirinya juga dengan dengan doa. p. Menjalin koordinasi dan konsultasi dengan baik berkomunikasi dengan baik, berkoordinasi dengan teman sejawat, atasan, tenaga kependidikan dan orang tua murid. q. Jujur menjadi orang jujur dan selalu menegakkan kejujuran, mengatakan yang sebenarnya. Jika guru melakukan kesalahan dalam bersikap atau menyampaikan pengetahuan maka harus segera minta maaf dan memperbaiki yang kesalahan. r. Memberikan penghargaan (reward) kepada murid membiasakan diri untuk memberikan penghargaan (reward) kepada murid yang telah berprilaku sesuai dengan Adab Islam, setidaknya dengan memberikan pujian.
48 Demikian juga sikap guru kepada murid yang mampu dalam mengatasi atau menyelesaikan problem yang diberikan. s. Mendidik dengan kasih sayang, bersikap menerima dan sabar terhadap kondisi murid. interaksi yang menyenangkan dengan penuh kasih sayang dalam pembelajaran akan dirasakan oleh muridnya. t. Bertanggung jawab terhadap tugas (koreksi tugas, ulangan, membuat soal yang baik dan tepat waktu) Kegiatan pembelajaran yang baik ditandai dengan tuntasnya pembelajaran yang diberikan sehingga murid tidak dibebani dengan pekerjaan rumah. Namun karena muatan kurikulum yang padat membuat guru harus memberikan pekerjaan rumah (PR). Untuk PR guru harus memeriksanya dan mengembalikan pada muridnya tepat waktu. Ulangan diperiksa dengan mengembalikan hasilnya kepada murid secepatnya. Tugas membuat soal yang diberikan pada guru untuk dapat dibuat dengan baik dan diberikan ke unsur terkait sesuai schedule yang sudah ditentukan, lebih cepat tentu lebih baik. u. Menjadi teladan bagi warga sekolah menjadi contoh akhlak mulia baik dalam berfikir, berbicara, maupun bertindak v. Bersikap Adil bersikap adil terhadap muridnya, tidak membedakan tingkat kecerdasan, tingkat sosial, dan kekerabatan. عَنِ الن ُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَل َّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَل َّمَ: " اعْدِلُوا بَيْنَ أَبْنَائِكُمْ، اعْدِلُوا بَيْنَ أَبْنَائِكُم Artinya: “Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata bahwa Rosulullah saw bersabda, “Berlaku adilah kamu di antara anak-anakmu! Berlaku adilah kamu di antara anak-anakmu!” (HR. An-Nasa’i dan Al-Baihaqi). 2. Adab Murid dalam Belajar a. Niat ikhlas karena Allah SWT. berorentasi karena Allah SWT, tidak dunia semata. b. Percaya Diri Percaya diri dapat memahami ilmu yang dipelajari dan mampu meraih masa depan yang gemilang.
49 c. Bersungguh-sungguh, tekun, dan pantang menyerah (entrepeunersial) Fokus untuk meraih ilmu yang sedang dipelajari dengan tekun pantang menyerah dari berbagai rintangan dan kesulitan. Ia memiliki keyakinan yang kuat jika orang lain bisa maka dirinya juga bisa. d. Berakhlak mulia. Berakhlak sesuai yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, yaitu sopan dan santun dalam berbicara, tidak mudah marah, berwajah ceria, sabar, dermawan, menghormati yang lebih tua, mengasihi yang lebih muda, menghargai teman, mendahulukan orang lain untuk urusan dunia tapi tidak untuk urusan akhirat. e. Menjauhkan diri dari Akhlak tercela. Akhlak tercela yang harus dihindari diantaranya : hasad ( dengki ), riya ( pamer ), ujub ( kagum dengan kehebatan diri sendiri ), meremehkan orang lain, pendendam, benci orang lain, pemarah, curang, sum’ah ( ingin diketahui kebaikanya ), pelit, bicara kotor, sombong, mudahanah ( diam dan ridho terhadap kemungkaran demi maslahat dunia), pencitraan ( menampakkan seolah-olah dirinya baik dihadapan orang ), namimah (adu domba ), cinta pujian, sibuk mengurusi aib orang lain, buta terhadap aib sendiri, fanatic golongan. Rasulullah SAW bersabda لَاتَدْ خُلُ الْ مَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيْ هِ كَلْبٌ “ Malaikat Rahmah , tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya memelihara anjing” Imam Ghozali memberikan makna hadis ini, bahwa jiwa manusia ibarat rumah tempat tinggalnya malaikat dan sekaligus tempat mereka memantau perilaku manusia. Sifatsifat tercela seperti pemarah, dendam, dengki, takabur, ujub dan sebagainya digambarkan seperti najis pada anjing. Jika najis bersemayam dalam jiwa seseorang maka sudah dipastikan malaikat tidak akan pernah menghampirinya. f. Senantiasa melaksanakan ibadah dengan baik Mendekatkan diri kepada Allah SWT seperti: shalat tepat waktu, tilawah Al qur’an, berdzikir, doa pagi dan petang, puasa sunnah, shalat sunnah dan memperbanyak sholawat. g. Menghormati guru
50 Mengikuti arahannya, baik ketika masih hidup ataupun sudah wafat, senantiasa mendoakannya dan melarang orang-orang yang mengghibahnya. Rasulullah SAW bersabda : عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ الل َّهِ صَل َّى الل َّهُ عَلَيْهِ وَسَل َّمْ:“مَنْ عَل َّمَ عَُْ دًا آيَةً مِنْ .“كِتَابِ الل َّهِ، فَهُوَ مَوْلاهُ لا يَنَُْغِي لَهُ أَنْ يَخْذُلَهُ، وَلا يَسْتَأْثِرَ عَلَيْهِ Artinya: “Dari sahabat Abi Umamah, beliau berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa mengajar satu ayat dari Kitabullah kepada seorang hamba, maka orang itu menjadi jujungan hamba tersebut, hamba tidak boleh merendahkan orang tersebut, dan tidak boleh mendahuluinya (harus memuliakannya)”. لَيْسَ مِن َّا مَنْ لَمْ يُجِل َّ كَُِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا Artinya: “tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti (hak) orang yang berilmu (agar diutamakan pandangannya).” (H.R. Ahmad). Murid yang baik memuliakan dan menghormati guru, tidak mendahului gurunya dalam berpendapat mengkonsultasikan semua masalah dengan gurunya, senantiasa mendoakan Gurunya dan membantah orang yang mengghibah gurunya, berterima kasih kepada guru atas ilmu dan arahanya, segera menghadiri kegiatan belajar sebelum gurunya hadir lebih baik menunggu ketika gurunya belum datang. h. Bersabar atas sikap keras guru Al Imam As Syafii Rahimahullah mengatakan, اِصُِْرْ عَلَى مُر َّ الْجَفَا مِنْ مُعَل َّمٍ فَإِن َّ رُسُوْبَ الْعِلْمِ فِيْ نَفَرَاتِهِ Artinya: “Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru. Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya”
51 Guru dalam memberikan ilmunya dapat menahan amarahnya. Dia selalu merasakan perihnya menahan kesabaran, sungguh tidak layak jika seorang murid melupakan kebaikan gurunya, dan jangan pernah lupa menyisipkan nama mereka di dalam berdoa. Semoga Allah memberikan rahmat dan kebaikan kepada guru-guru kaum Muslimin. Semoga kita dapat menjalankan adab- adab yang mulia ini. i. Belajar dengan Guru Dalam menuntut ilmu, maka lihatlah apa yang disampaikan bukan siapa yang menyampaikan, artinya berguru kepada orang yang lebih muda tidak jadi masalah, yang penting ilmunya sangat bermanfaat, begitu juga dengan ketidak pahaman terhadap sesuatu, jangan malu bertanya. Jika ada perselisihan tentang ilmu, kembalikan kepada dalilnya, tinggalkan debat yang tidak bermanfaat. Jika ada dalilnya, maka laksanakan. Belajar dengan guru harus menjaga adab, diantaranya posisi duduk tidak bersandar, fokus memandang, menyimak apa yang disampaikan guru, berbicara sesudah diizinkan guru untuk berbicara. j. Shalat berjamaah di Masjid Wajib shalat berjamaah di masjid sesuai dengan Hadis Nabi SAW bahwa laki-laki wajib shalat berjamaah di masjid, sedangkan muslimah lebih dianjurkan di rumah. k. Fokus untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi akhirat. Menuntut ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk akhirat hukumnya wajib. Bersunggguh-sungguh menyibukan diri dengan membaca, menelaah, menghafal, mengulang pelajaran dan lainnya. Biasakan berpikir sebelum berbicara. Semangat tidak mudah menyerah dalam menuntut ilmu. Manfaatkan waktu dengan baik, ada saatnya waktu untuk ibadah, belajar dan istirahat. Istirahat untuk tidur tidak lebih dari 8 jam sehari. Selagi masih muda manfaatkan waktu untuk belajar, tidak banyak main, tidak banyak bergaul yang tidak perlu, bercita-cita tinggi untuk kebaikan akhirat, belajar sesuai dengan kadar kemampuannya. l. Memakan makanan yang halal dan jauh dari syubhat Memakan makanan yang halal yang bergizi sehingga bermanfaat untuk kesehatan, seperti susu, kismis karena makanan tersebut dapat menguatkan akal. Berhenti makan sebelum kenyang, karena makan berlebihan tidak baik untuk kesehatan m. Selalu menjaga Wudhu. Menjaga kesucian adalah dengan berwudhu. Jika selalu menjaga wudhu maka sudah berusaha menjaga kesucian diri.
52 n. Menghindari sikap suka meminta minta walaupun dalam keadaan sulit. Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Allah tidak memberikan beban kepada hamba jika tidak sesuai dengan kemampuannya. Jadi dalam keadaan sulit sekalipun jangan sampai meminta-minta D. Tata Adab dalam Pembelajaran 1. Tujuan a. Murid menerapkan adab. b. Menciptakan iklim dan budaya belajar yang benar c. Mempermudah murid memperoleh ilmu (hidayah) dan hikmah 2. Lingkup Tata Adab dalam Pembelajaran, terdiri atas: a. Adab Bersikap di Kelas 1) Menunjukkan sikap ikhlas dalam belajar. 2) Bersemangat menghadiri pertemuan pembelajaran. 3) Bersegera datang ke kelas. 4) Mencari dan berusaha mendapatkan materi pelajaran yang tidak dapat dihadirinya. 5) Mencatat manfaat dan hikmah yang didapatkan dari buku pembelajaran. 6) Tenang dan tidak sibuk sendiri dalam majelis ilmu. 7) Tidak boleh berputus asa. 8) Tidak memotong pembicaraan guru. 9) Beradab dalam bertanya. 10) Bertanya perkara yang tidak diketahuinya dengan tidak bermaksud menguji. 11) Tidak boleh menanyakan sesuatu yang tidak dibutuhkan, yang jawabannya dapat menyusahkan penanya atau menyebabkan kesulitan bagi murid yang lain. 12) Diperbolehkan bertanya kepada seorang berilmu tentang teori/konsep/pengalaman tertentu dan alasan pendapatnya. 13) Diperbolehkan bertanya tentang ucapan seorang berilmu yang belum jelas.
53 14) Tidak bertanya tentang sesuatu yang telah engkau ketahui jawabannnya, untuk menunjukkan kehebatanmu dan melecehkan orang lain. 15) Mengambil akhlak dan budi pekerti gurunya. b. Adab Belajar 1) Murid meneguhkan niat yang ikhlas karena semata-mata mengharap ridha Allah SWT, agar ilmu yang diperoleh membuahkan keberkahan dan memberi manfaat bagi orang lain. 2) Murid harus jauh dari perbuatan maksiat agar apa yang dipelajari menjadi “cahaya” yang dapat menerangi jalan hidupnya. 3) Murid senantiasa berperilaku yang baik (husnul adab), rajin, tekun, rendah hati, dan selalu mengamalkan ilmunya. 4) Murid harus mampu menunjukkan sikap kerja ikhlas, keras, dan cerdas. 5) Murid menunjukkan antusiasme (kesungguhan) dan kesabaran. 6) Guru berusaha mengembangkan pemikiran, pengetahuan, kepribadian, moralitas, dan profesionalitas. 7) Guru dan murid memulai kegiatan pembelajaran dengan thaharah (bersuci) agar terhindar dari godaan setan. 8) Murid harus menghormati guru. 9) Murid menunjukkan sikap berlapang dada (toleran) dalam menghadapi perbedaan pendapat.
54 INSTRUMEN MONITORING TATA ADAB DALAM PEMBELAJARAN Nama Guru : ……………………………....................................... Nama Sekolah : ……………………………....................................... Kelas/Semester : ............................... / ................................................ Tahun Pelajaran : ……………………………........................................ Aspek yang Diamati Belum Sesuai (1) Sesuai sebagian (2) Sesuai semua (3) Catatan A. Adab Bersikap di Kelas 1. Menunjukkan sikap ikhlas (kesukarelaan) dalam belajar 2. Bersemangat menghadiri pertemuan pembelajaran 3. Bersegera datang ke kelas atau tidak datang terlambat 4. Mencari dan berusaha mendapatkan materi pelajaran yang tidak dapat dihadirinya 5. Mencatat manfaat dan hikmah yang didapatkan dari buku pembelajaran 6. Tenang dan tidak sibuk sendiri dalam majelis ilmu 7. Tidak berputus asa 8. Tidak memotong pembicaraan guru atau penceramah
55 Aspek yang Diamati Belum Sesuai (1) Sesuai sebagian (2) Sesuai semua (3) Catatan 9. Beradab dalam bertanya 10. Bertanya perkara yang tidak diketahuinya dengan tidak bermaksud menguji 11. Tidak menanyakan sesuatu yang tidak dibutuhkan, yang jawabannya dapat menyusahkan penanya atau menyebabkan kesulitan bagi murid yang lain 12. Bertanya kepada seorang berilmu (guru) tentang teori/konsep/ pengalaman tertentu dan alasan pendapatnya 13. Bertanya tentang ucapan seorang berilmu yang belum jelas 14. Tidak bertanya tentang sesuatu yang telah engkau ketahui jawabannnya, untuk menunjukkan kehebatanmu dan melecehkan orang lain 15. Mengambil akhlak dan budi pekerti gurunya Jumlah (A) B. Adab Belajar 1. Murid meneguhkan niat yang ikhlas karena semata-mata mengharap ridha Allah Subhaanahu Wata’ala, agar ilmu yang diperoleh membuahkan keberkahan dan memberi manfaat bagi orang lain 2. Murid jauh dari perbuatan maksiat agar apa yang dipelajari menjadi “cahaya” yang dapat menerangi jalan hidup si pembelajar. 3. Murid senantiasa berperilaku yang baik (husnul adab), rajin, tekun, rendah hati, dan selalu mengamalkan ilmunya. “Ilmu yang tidak diamalkan
56 Aspek yang Diamati Belum Sesuai (1) Sesuai sebagian (2) Sesuai semua (3) Catatan itu bagaikan pohon yang tidak berbuah.” 4. Murid mampu menunjukkan sikap kerja ikhlas, keras, dan cerdas. 5. Murid menunjukkan antusiasme (kesungguhan) dan kesabaran 6. Guru berusaha mengembangkan pemikiran, pengetahuan, kepribadian, moralitas, dan profesionalitas. 7. Guru dan murid memulai kegiatan pembelajaran dengan thaharah (pembersihan diri) dan berwudhu agar terhindar dari godaan setan 8. Murid harus menghormati guru dan ulama. 9. Murid menunjukkan sikap berlapang dada (toleran) dalam menghadapi perbedaan pendapat dan pemikiran Jumlah Skor (B) Total Skor (A + B) Nilai E. Integrasi Muatan Adab dalam Pembelajaran 1. Tujuan a. Tersusunnya bahan pembelajaran adab yang selaras dengan muatan kurikulum nasional. b. Terintegrasinya muatan adab ke dalam materi/tema/sub tema. c. Tersusunnya bahan pembelajaran berbasis adab yang dapat dikembangkan menjadi silabus/modul/buku pegangan murid dan guru dalam proses pembelajaran menyempurnakan silabus/modul/buku sebelumnya. 2. Lingkup Kegiatan
57 a. Perumusan indikator pencapaian kompetensi adab berdasarkan kompetensi inti dan kompetensi dasar kurikulum nasional. b. Pengintegrasian muatan adab ke dalam muatan/tema/sub tema kurikulum nasional. c. Penyusunan bahan pembelajaran berbasis adab berupa silabus/modul/buku pegangan guru dan murid. (uraian kegiatan terlampir) 3. Instrumen Monitoring INSTRUMEN MONITORING INTEGRASI ADAB DALAM PEMBELAJARAN Nama Guru : ……………………………....................................... Nama Sekolah : ……………………………....................................... Kelas/Semester : ............................... / ................................................ Tahun Pelajaran : ……………………………........................................ Aspek yang Diamati Belum Sesuai (1) Sesuai sebagian (2) Sesuai semua (3) Catatan 1 Rumusan indikator pencapaian kompetensi adab relevan dengan SKL-KI-KD 2 Perangkat perencanaan pembelajaran memuat integrasi muatan adab ke dalam tema/sub tema pembelajaran. 3 Perangkat perencanaan pembelajaran memuat integrasi muatan adab ke dalam muatan/materi pembelajaran. 4 Tersedia bahan/media pembelajaran berupa silabus/modul/buku/video berbasis adab 5 Perangkat perencanaan pembelajaran memuat setidak-tidaknya dua dari tiga metode pembelajaran yang disarankan dalam pembelajaran berbasis adab, yaitu : Mudzakarah
58 Aspek yang Diamati Belum Sesuai (1) Sesuai sebagian (2) Sesuai semua (3) Catatan (tukar pengetahuan), Munazharah (adu argumentasi), atau Mutharahah (berdiskusi) Jumlah Skor Nilai F. Proses Pembelajaran Berbasis Adab 1. Tujuan a. Mewujudkan yang beradab melalui proses pembelajaran. b. Murid mengenal dan mengakui keberadaan sesuatu secara benar dan tepat. c. Murid dapat mencapai kualitas, sifat-sifat, dan perilaku yang baik untuk mendisiplinkan pikiran dan jiwa. d. Murid mampu mengutamakan perilaku yang benar dan tepat sebagai kebalikan dari perilaku yang salah dan tidak sesuai. 2. Lingkup Kegiatan a. Kegiatan Pra Pembelajaran b. Kegiatan Pembiasaan di dalam Kelas c. Kegiatan Pembelajaran 3. Uraian Kegiatan a. Kegiatan Pra Pembelajaran Kegiatan pra pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dan murid sebelum bel tanda masuk dibunyikan. Kegiatan pra pembelajaran bertujuan mempersiapkan kondisi spiritual, emosional, intelektual, dan fisik murid sebelum kegiatan di sekolah dimulai. 1) Menyambut Kedatangan Murid Guru menyambut kedatangan murid dengan motivasi-motivasi keagamaan seperti ucapan salam, menanyakan kabar, menanyakan perasaan hari ini.
59 Lalu mengingatkan murid untuk tidak lupa berwudhu, selalu bersikap hormat kepada guru dan ramah kepada sesama teman. 2) Meletakkan Peralatan Sekolah Murid meletakkan sepatu, tas, dan peralatan sekolah pada tempatnya. Menata tas dan peralatan sekolah jika ditemukan terdapat penempatan yang kurang tepat. 3) Berwudhu atau Menjaga Wudhu Guru dan murid memastikan sudah berwudhu atau segera berwudhu jika sudah batal. Selanjutnya, guru dan murid menjaga dari hal-hal yang membatalkan wudhu. 4) Melaksanakan Tugas Piket Di samping melakukan aktifitas tersebut, murid yang sedang piket melakukan kegiatan memeriksa kebersihan ruang kelas, memastikan dan menata peralatan di kelas sesuai dengan atau pada tempatnya, membersihkan papan tulis dari tulisan yang tidak diperlukan, memastikan dan menata kursi dan meja sesuai dengan kebutuhan kelas. b. Kegiatan Pembiasaan 1) Berbaris Setelah bel berbunyi, murid berbaris dipimpin oleh guru atau murid yang bertugas dengan bentuk barisan disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan murid. Guru berada di tengah-tengah atau di antara murid sehingga kondisi dapat dipastikan aman, tertib, dan lancar sebelum melakukan kegiatan berikutnya. 2) Mengucapkan Ikrar Kegiatan ikrar dilakukan setiap pagi. Kegiatan ikrar dilaksanakan untuk menanamkan dan menetapkan Aqidah Islam kepada murid. Sebelumnya murid dimotivasi untuk melaksanakan ikrar dengan khusyu, berkonsentrasi mengikrarkan diri dengan sikap tawadhu’(rendah hati), bersungguhsungguh, dan ikhlas karena Allah dan hanya mengharapkan ridha Allah. 3) Berdoa Kegiatan dilanjutkan dengan berdoa. Teknis dalam berdoa dapat diatur dipimpin oleh seorang murid dengan kalimat doa yang sudah ditetapkan,
60 dan dapat pula divariasikan dengan setiap murid atau beberapa murid berdoa sesuai dengan harapannya. 4) Tadarus/Tilawah Al Quran /Murajaah Kegiatan tadarus/tilawah/murajaah dilakukan secara berkesinambungan, yaitu melanjutkan capaian tadarus/tilawah/murajaah pada hari sebelumnya. Teknis tadarus/tilawah/murajaah diatur oleh guru dengan tujuan memberikan kesempatan yang sama kepada semua murid dan memastikan bahwa setiap murid melakukannya. 5) Aktivitas Adab Aktivitas adab merupakan waktu yang alokasikan untuk melakukan kegiatan penanaman dan penumbuhan (penyemaian) adab kepada setiap murid. Materi adab disesuaikan dengan program pendidikan adab yang akan diatur kemudian. Metode penanaman dan penumbuhan adab dilakukan sesuai dengan tahapan perkembangan atau karakteristik murid. c. Kegiatan Pembelajaran 1) Kegiatan Pendahuluan Dalam kegiatan pendahuluan, guru wajib: a) menyiapkan Murid secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran : 1. Mengingatkan kembali bahwa semua ilmu adalah ilmu Allah, dan kita tidak diberikan ilmu melainkan hanya sedikit 2. Memohon perlindungan Allah agar mendapatkan berkah dari ilmu yang akan dipelajari b) memberi motivasi belajar Murid secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan karakteristik dan jenjang Murid; c) mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari; d) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
61 e) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus. 2) Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan rangkaian kegiatan: a) Menyajikan informasi dengan mengintegrasikan muatan imtaq dengan bercerita. b) Mengorganisasi murid (individual/kelompok/klasikal) c) Membimbing murid belajar dan bekerja d) Mempresentasikan hasil kerja atau diskusi e) Evaluasi f) Memberikan penghargaan Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengintegrasikan adab dalam pembelajaran. 3) Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru bersama murid baik secara individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi: a) seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung berupa: 1. Mengulas salah satu atau lebih sifat Allah terkait dengan materi pembelajaran yang diajarkan (seperti sifat Maka Kuasa, Maha Agung, Maha Sempurna dll) 2. Menekankan rasa bersyukur karena diberikan petunjuk oleh Allah melalui ilmu yang didapatkan hari ini 3. Mengajak agar mengamalkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari b) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. c) secara bersama-sama membuat kesimpulan. d) melakukan kegiatan tindak lanjut dengan memahami lebih mendalam materi. yang sudah dipelajari dan persiapan untuk mempelajari materi berikutnya.
62 e) menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya. f) mengakhiri kegiatan dengan berdoa. INSTRUMEN SUPERVISI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS ADAB Nama Guru : ……………………………....................................... Nama Sekolah : ……………………………....................................... Nama Kepala Sekolah : ……………………………....................................... Aspek yang Diamati Belum Sesuai (1) Sesuai sebagian (2) Sesuai semua (3) Catatan A. Kegiatan Pra Pembelajaran 1. Menyambut kedatangan murid dengan sikap yang ramah dan disertai motivasi keagamaan. 2. Murid menempatkan sepatu, tas, dan peralatan sekolah lainnya sesuai dengan tempatnya.
63 Aspek yang Diamati Belum Sesuai (1) Sesuai sebagian (2) Sesuai semua (3) Catatan 3. Murid dan guru dalam keadaan berwudhu atau segera berwudhu sebelum kegiatan sekolah dimulai. 4. Murid yang bertugas piket memeriksa kebersihan kelas dan memeriksa kesiapan kelas sebelum kegiatan belajar. Jumlah Skor (A) B. Kegiatan Pembiasaan 1. Murid berbaris dengan tertib dan rapi dipimpin oleh seorang murid atau guru. 2. Murid bersama guru mengucapkan ikrar dengan khusyu’, sungguh-sungguh, ikhlas, dan tawadhu’ 3. Murid berdoa secara bersama-sama dengan dipimpin oleh seorang murid dengan sikap secara khusyu’ dan tawadhu’ 4. Kegiatan tadarus/tilawah/ murajaah dilakukan secara tertib dan berkesinambungan. 5. Aktifitas adab dilakukan sesuai dengan program dengan metoda yang relevan. Jumlah skor (B) C. Apersepsi dan Motivasi 1. Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman Murid
64 Aspek yang Diamati Belum Sesuai (1) Sesuai sebagian (2) Sesuai semua (3) Catatan atau pembelajaran sebelumnya. 2. Mengajukan pertanyaan menantang. 3. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran. 4. Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan materi pembelajaran. Jumlah Skor (C) D. Penyampaian Kompetensi dan Rencana Kegiatan 5. Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai Murid. 6. Menyampaikan rencana kegiatan misalnya, individual, kerja kelompok, dan melakukan observasi. Kegiatan Inti E. Penguasaan Materi Pelajaran 7. Kemampuan menyesuiakan materi dengan tujuan pembelajaran. 8. Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan, perkembangan Iptek , dan kehidupan nyata. 9. Menyajikan pembahasan materi pembelajaran dengan tepat.
65 Aspek yang Diamati Belum Sesuai (1) Sesuai sebagian (2) Sesuai semua (3) Catatan 10. Menyajikan materi secara sistematis (mudah ke sulit, dari konkrit ke abstrak) Jumlah Skor (E) F. Penerapan Strategi Pembelajaran yang Mendidik 11. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. 12. Menfasilitasi kegiatan yang memuat komponen eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. 13. Melaksanakan pembelajaran secara runtut. 14. Menguasai kelas. 15. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual. 16. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect). 17. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan. Jumlah Skor (F) G. Penerapan Pendekatan scientific 18. Memberikan pertanyaan mengapa dan bagaimana. 19. Memfasilitasi Murid untuk mengamati.
66 Aspek yang Diamati Belum Sesuai (1) Sesuai sebagian (2) Sesuai semua (3) Catatan 20. Memancing Murid untuk bertanya. 21. Memfasilitasi Murid untuk mencoba. 22. Memfasilitasi Murid untuk menganalisis. 23. Memberikan pertanyaan Murid untuk menalar (proses berfikir yang logis dan sistematis). 24. Menyajikan kegiatan Murid untuk berkomunikasi. Jumlah Skor (G) H. Pemanfaatan Sumber Belajar/Media dalam Pembelajaran 25. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar pembelajaran. 26. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran. 27. Menghasilkan pesan yang menarik. 28. Melibatkan Murid dalam pemanfaatan sumber belajar pembelajaran. 29. Melibatkan Murid dalam pemanfaatan media pembelajaran. Jumlah Skor (H) I. Pelibatan Murid dalam Pembelajaran
67 Aspek yang Diamati Belum Sesuai (1) Sesuai sebagian (2) Sesuai semua (3) Catatan 30. Menumbuhkan partisipasi aktif Murid melalui interaksi guru, Murid, sumber belajar. 31. Merespon positif partisipasi Murid. 32. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons Murid. 33. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif. 34. Menumbuhkan keceriaan atau antuisme Murid dalam belajar. Jumlah Skor (I) J. Melaksanakan Penilaian Autentik 35. Menilai sikap dalam pembelajaran 36. Menilai pengetahuan dalam proses pembelajaran 37. Menilai pengetahuan dalam proses pembelajaran Jumlah Skor (J) K. Penggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam Pembelajaran 38. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. 39. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. Jumlah Skor (K) L. Strategi Muatan Imtaq
68 Aspek yang Diamati Belum Sesuai (1) Sesuai sebagian (2) Sesuai semua (3) Catatan 40. Menggunakan pendekatan yang wajar dan bermakna 41. Melakukannya pada tahapan yang tepat 42. Menunjukkan respon positif terhadap keimanan dan ketaqwaan murid Jumlah Skor (L) M. Penutup pembelajaran 43. Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan Murid. 44. Mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio. 45. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan. Jumlah Skor (M) Total Skor Nilai Akhir : Katagori : Kesimpulan: ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ……………… Refleksi: ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… Refleksi: …………………………………………………………………………………………………
69 ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… Observer, ……………………….
70 BAB IV IKLIM DAN BUDAYA SEKOLAH YANG BERADAB A. Iklim dan Budaya Sekolah yang beradab 1. Iklim Sekolah yang Beradab Secara umum persepsi iklim organisasi sekolah direfleksikan sebagai normanorma, asumsi-asumsi dan keyakinan. Iklim sekolah berangkat dari karakter masingmasing anggota yang kemudian berkembang dan mewarnai organisasi sekolah meski dalam satu waktu tertentu dapat berubah seiring perubahan pada organsiasi sekolah. Secara konseptual, pengertian iklim sekolah menurut De Roche1 adalah sebagai hubungan antar personil, sosial, dan faktor-faktor kultural yang mempengaruhi prilaku individu dan kelompok dalam lingkungan sekolah. Sedangkan menurut Fisher & Fraser, 1990 iklim lingkungan atau suasana di sekolah didefinisikan sebagai seperangkat atribut yang memberi warna atau adab, spirit, etos, suasana batin, setiap sekolah. Secara operasional pengertian iklim lingkungan di sekolah dapat dilihat dari faktor seperti kurikulum, sarana, dan kepemimpinan kepala sekolah, dan lingkungan pembelajaran di kelas. Peningkatan mutu lingkungan kerja di sekolah dapat menjadikan sekolah lebih efektif dalam memberikan proses pembelajaran yang lebih baik. Iklim lingkungan sekolah yang sehat harus mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses kegiatan belajar mengajar. Untuk itu pembentukan lingkungan sekolah yang kondusif menjadikan seluruh warga sekolah melakukan tugas dan peran mereka secara optimal. Lingkungan pembelajaran sekolah, dimana murid mempunyai kesempatan untuk melakukan hubungan yang bermakna di dalam lingkungan sekolahnya, sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan belajar murid, memfasilitasi murid untuk bertingkah laku yang sopan, serta berpotensi untuk membantu murid dalam menghadapi masalah yang dibawa dari rumah. Lingkungan sekolah dimana rasa kebersamaan sesama guru tinggi, dukungan sarana memadai, target akademik tinggi, dan kemantapan integritas sekolah sebagai suatu institusi mendukung pencapaian prestasi akademik ataupun non akademik murid yang lebih baik lagi. 1 https://hbis.wordpress.com/2010/04/01/konsep-budaya-dan-iklim-sekolah-oleh-a-fatah-munzalilanjutan/
71 Pemahaman iklim sekolah sebagai suasana sekolah merupakan pengaturan suasana sosial atau lingkungan belajar 2 , yaitu 1) Hubungan, termasuk keterlibatan, berafiliasi dengan orang lain di dalam kelas, dan dukungan guru; 2) Pertumbuhan pribadi atau orientasi tujuan, meliputi pengembangan pribadi dan peningkatan diri semua anggota lingkungan; dan 3) Pemeliharaan sistem dan perubahan sistem, meliputi ketertiban dari lingkungan, kejelasan dari aturan-aturan, dan kesunguhan dari guru dalam menegakkan aturan. Iklim sekolah merupakan atmosfir dalam kelas, ruang fakultas, kantor, dan setiap gang yang ada di sekolah. kualitas dan konsistensi interaksi interpersonal dalam masyarakat sekolah yang mempengaruhi kognitif, sosial, dan perkembangan psikologi anak, lingkungan remaja yang ramah, santai, sopan, tenang, dan enerjik yang ditingkatkan oleh sikap dan perilaku positif dari para siswa dan guru. Iklim sekolah berkaitan dengan lingkungan yang produktif dan kondusif untuk belajar siswa dengan suasana yang mengutamakan kerjasama, kepercayaan, kesetiaan, keterbukaan, bangga, dan komitmen. Juga berkaitan dengan prestasi akademik, moral fakultas, dan perilaku siswa dan responsif terhadap perkembangan kebutuhan setiap siswa, merangsang pertumbuhan pribadi dan akademik Pemahaman iklim sekolah sebagai persepsi individu merupakan persepsi bersama tentang apa yang sedang terjadi secara akademis, secara sosial, dan lingkungan di sekolah secara rutin. Iklim lingkungan sekolah dimana pemberdayaan seluruh pegawai di sekolah menjadi prioritas adalah sangat penting/esensial bagi keefektifan sekolah yang beradab. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara iklim lingkungan sekolah dengan sikap murid secara langsung maupun tidak langsung berdampak kepada prestasi sekolah dan perubahan sikap murid yang lebih baik lagi. Iklim lingkungan sekolah yang beradab adalah semua warga sekolah menerapkan Muatan Pendidikan Adab di sekolah melalui pendidikan adab dan implementasinya di sekolah. 2. Budaya Sekolah Yang Beradab Secara etimologis pengertian budaya (culture) berasal dari kata latin colere, yang berarti membajak tanah, mengolah, memelihara ladang. (Poespowardojo, 2 http://rasto.staf.upi.edu/2016/03/15/pengertian-iklim-sekolah/
72 1993)3 . Namun pengertian atau definisi kebudayaan secara formal, sebagai suatu keseluruhan dari pola perilaku yang dikirimkan melalui kehidupan sosial, seni, agama, kelembagaan dan segala hasil kerja dan pemikiran manusia dari suatu kelompok manusia. Selanjutnya Koentjaraningrat mendefinisikan budaya sebagai keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar. Kebudayaan terbagi menjadi tiga jenis yaitu: a. Kebudayaan sebagai suatu kompleksitas dari ide-ide, gagasan, nilai- nilai, norma-norma, peraturan dan lain-lain; b. Kebudayaan sebagai suatu kompleksitas aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat dan; c. Kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Budaya sekolah adalah sesuatu yang abstrak tetapi tetap memiliki dimensi yang jelas, dapat didefinisikan dan dapat diukur berdasarkan adabistiknya seperti: inisiatif individual, toleransi terhadap tindakan, arah, integrasi, manajemen , pengawasan/kontrol, identitas, sistem reward dan funisment atau imbalan, toleransi terhadap konflik dan alur / pola-pola komunikasi. Dalam lingkup tatanan dan pola adab keberhasilan budaya sekolah, dapat diukur dengan ciri seperti: a. Sejauh mana tingkat tanggung jawab, kebebasan dan independensi warga sekolah ( personil sekolah, komite sekolah dan lainnya) dalam berinisiatif. b. Sejauh mana para personil sekolah dapat bertindak dengan proaktif, inovatif dan berani mengambil resiko. c. Sejauh mana sekolah menciptakan visi, misi, dan tujuan sekolah yang jelas dan upaya mewujudkannya. d. Sejauh mana unit-unit sekolah mampu mewujudkan kerja sama dengan cara yang terkoordinasi. e. Sejauh mana kepala sekolah mampu memberikan informasi, bantuan, serta dukungan terhadap personil sekolah. 3 https://media.neliti.com/media/publications/256481-pengembangan-budaya-sekolah-1bf3dd81.pdf
73 f. Sejauh mana pengaturan dan kepengawasan yang digunakan untuk mengawasi dan mengendalikan perilaku personil sekolah. g. Sejauh mana warga sekolah mampu mengaktualisasikan dirinya secara total terhadap sekolah dibandingkan dengan kelompok kerja atau bidang keahlian profesional. h. Sejauh mana alokasi imbalan diberikan didasarkan atas kriteria prestasi. i. Sejauh mana personil sekolah dapat didorong untuk mengemukakan pendapat dan kritik secara terbuka. j. Sejauh mana komunikasi antar personil sekolah dibatasi oleh hierarki yang formal. Dapat dikatakan bahwa budaya sekolah bukan hanya refleksi dari sikap para personil sekolah4 , namun juga merupakan cerminan kepribadian sekolah yang ditunjukan oleh perilaku individu dan kelompok dalam sebuah komunitas sekolah. Budaya sekolah adalah nilai-nilai dominan yang didukung oleh sekolah atau falsafah yang menuntun kebijakan sekolah terhadap semua unsur dan komponen sekolah termasuk stakeholders pendidikan, seperti cara melaksanakan pekerjaan di sekolah serta asumsi atau kepercayaan dasar yang dianut oleh personil sekolah. Budaya sekolah merujuk pada suatu sistem nilai, kepercayaan dan normanorma yang diterima secara bersama, serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran sebagai perilaku alami, yang dibentuk oleh lingkungan yang menciptakan pemahaman yang sama diantara seluruh unsur dan personil sekolah baik itu kepala sekolah, guru, staf, murid dan jika perlu membentuk opini masyarakat yang sama dengan sekolah.Setiap sekolah memiliki kepribadian atau adabistik tersendiri yang diciptakan dan dipertahankan serta mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan terhadap unsur dan komponen sekolah yang merupakan budaya dan iklim suatu sekolah. Jadi peran kepala sekolah pada dasarnya harus dapat menciptakan budaya bagaimana orang belajar dan bagaimana kita bisa membantu mereka belajar. Berdasarkan uraian diatas budaya dan iklim sekolah bukanlah suatu sistem yang lahir sebagai aturan yang logis atau tidak logis, pantas atau tidak pantas yang harus dan patut ditaati dalam lingkungan sekolah, tetapi budaya dan iklim sekolah harus lahir 4 https://media.neliti.com/media/publications/256481-pengembangan-budaya-sekolah-1bf3dd81.pdf
74 dari lingkungan suasana budaya yang mendukung seseorang melaksanakan dengan penuh tanggung jawab, rela, alami dan sadar bahwa apa yang dilakukan (ketaatan itu muncul dengan sendirinya tanpa harus menunggu perintah atau dibawah tekanan) merupakan spontanitas berdasarkan kata hati karena didukung oleh iklim lingkungan yang menciptakan kesadaran kita dalam lingkungan sekolah. Misalnya budaya disiplin, budaya berprestasi dan budaya bersih. Iklim dan budaya lingkungan sekolah kedua variabel dalam organisasi ini dapat dikatakan menjadi penentu bagi keefektifan organisasi lembaga sekolah dalam mencapai tujuannya5 . Jika diibaratkan sebuah senter, maka iklim sekolah adalah lampunya sedangkan budaya organisasi adalah baterainya. Sangat jelas sekali senter itu tidak akan bisa menyala jika baterainya tidak ada. Demikian pula dengan organisasi sekolah, Iklim yang ada dalam organisasi sangat ditentukan oleh bagaimana budaya yang berkembang dalam organisasi tersebut. B. Rumusan Strategi Iklim dan Budaya yang Beradab Kondisi dunia pendidikan kita saat ini memiliki berbagai permasalahan, seperti munculnya kenakalan remaja dalam bentuk geng motor, pergaulan bebas, tawuran pelajar, keterlibatan pelajar dalam mengedarkan dan mengonsumsi narkoba, krimininalitas remaja, dan lain-lain. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh efek negatif adanya globalisasi informasi dan teknologi, serbuan budaya asing yang semakin deras, secara langsung maupun tidak langsung ikut mempengaruhi terhadap munculnya berbagai problematika di bidang pendidikan. Salah satu penyebab dari adanya berbagai permasalahan di atas adalah murid belum sepenuhnya mempunyai adab. Adab secara bahasa artinya menerapakan akhlak mulia. Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menyebutkan: “Al adab artinya menerapkan segala yang dipuji oleh orang, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Sebagian ulama juga mendefinsikan, adab adalah menerapkan akhlak-akhlak yang mulia” (Fathul Bari, 10/400)6 . adab terhadap Allah, adab kepada guru, adab kepada orang tua ataupun adab terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu pembangunan adab murid (students character building) merupakan sebuah keniscayaan yang dilakukan oleh semua stakeholders pendidikan agar anak bangsa ini dapat menjadi generasi emas yang beradab kuat. Sebagai upaya membangun adab tersebut, maka pendidikan adab sangat dibutuhkan, penting dan strategis.Mendidik anak agar memiliki adab 5 http://journal2.um.ac.id/index.php/sd/article/download/1319/685 6 http://mgt.unida.gontor.ac.id/adab-diatas-ilmu/
75 tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Mesti ada kerja sama yang erat dan terpadu antara para pelaku pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah. Semua pihak memikul tanggung jawab melaksanakan pendidikan karakter Dalam UU Sisdiknas 20037 , dan Standar Nasional Pendidikan memberikan kesempatan kepada sekolah dan daerah untuk mengembangkan program-program unggulan sesuai dengan adabistik sekolah dan daerah masing- masing. Kemajuan teknologi dan masuknya era globalisasi tidak hanya berdampak positif namun banyak juga dampak negatinya terhadap iklim dan budaya sekolah. Pengaruh gajed menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan utamanya terhadap perkembangan prilaku para murid. Untuk itu diperlukan program khusus yang terintegrasi dan berkesinambungan dalam mewujudkan budaya sekolah. Rumusan strategi iklim dan budaya sekolah yang beradab antara lain: 1. Strategi Keteladanan Guru sebagai sosok utama dalam satuan pendidikan formal memiliki tanggung jawab membentuk adab murid melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga. Keteladanan guru merupakan aspek pertama dan utama yang menentukan serta mempengaruhi keberhasilan pendidikan adab seorang anak di sekolah. Jika dikaitkan dengan kompetensi guru, keteladanan termasuk bagian penting dari kompetensi kepribadian. Bahkan dalam proses pendidikan Islam, keteladanan guru menjadi salah satu metode mendidik anak. Metode uswah atau qudwah (teladan) sangat efektif dalam menumbuhkan dan membentuk kepribadian murid yang saleh dan salehah. Terlebih sandaran yang menjadi contoh suri teladannya adalah manusia agung dan mulia, yaitu Nabi Muhammad saw. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 21: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. Ucapan, sikap dan perilaku guru harus menjadi contoh (tiruan) yang baik bagi murid. Guru adalah sesosok manusia yang selalu digugu dan ditiru. Ing ngarso sung tulodo, di depan ia sebagai orang yang menjadi teladan. Ada ungkapan,guru ibarat pandita ratu wong atua karo, guru laksana seorang raja yang setiap titahnya harus ditaati. Perintah yang baik dari seorang guru terhadap muridnya selalu akan dipatuhi dan dilaksanakan. Guru berperan sebagai model identifikasi diri bagi murid. Murid biasanya terpengaruh untuk melakukan suatu kebaikan disebabkan mereka memperhatikan gurunya yang terbiasa berbuat baik. Sebagai tokoh identifikasi, maka guru mesti berhati-hati dalam setiap perkataan, sikap, dan tindakan. Jika 7 https://jdih.kemenkeu.go.id/fulltext/2003/20TAHUN2003UU.htm
76 guru terbiasa mengucapkan salam, berkata yang sopan dan santun, ramah pada murid, tidak cepat emosional apalagi marah, dan sabar dalam menghadapi perbedaan karakteristik murid, maka kecenderungan besar murid pun akan menirunya dengan membiasakan mengucapkan salam, sopan dan santun pada semua orang, ramah pada teman, serta sabar dalam menghadapi kesulitan belajar. 2. Strategi Pembiasaan Metode pembelajaran yang penting dalam pendidikan agama Islam untuk melatih murid-murid agar dapat menjalankan ajaran agama Islam adalah menggunakan metode pembiasaan. Metode pembiasaan tergambar dalam Al-Qur’an dalam penjabaran materi pendidikan melalui kebiasaan yang dilakukan secara bertahap. Dalam hal ini termasuk merubah kebiasaan–kebiasaan yang negatif. Pembiasaan ( habituation ) merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang. Proses pembiasaan berawal dari observasi (pengamatan), peniruan, selanjutnya dilakukan pembiasaan di bawah bimbingan orang tua, dan guru, peserta didik akan semakin terbiasa. Bila sudah menjadi kebiasaan yang tertanam jauh di dalam hatinya, peserta didik itu kelak akan sulit untuk berubah dari kebiasaannya itu. Pembiasaan adalah rangkaian perilaku yang baik yang harus dilakukan oleh anak setiap saat secara periodik dan dilaksanakan dengan suka rela, dan secara terus menerus, sehingga diharapkan akan selalu terus dilakukan sebagai kebiasaan. Pebiasaan baik yang rutin dilakukan diharapkan akan dapat menjelma menjadi adab yang baik. Menurut beberapa ahli pembiasaan merupakan metode yang paling penting dalam mewujudkan adab. Jadi pembiasaan adalah sesuatu yang secara sengaja dilakukan berulang-ulang agar sesuatu itu dapat menjadi kebiasaan. Dalam bidang psikologi pendidikan, metode pembiasaan dikenal dengan istilah operant conditioning. Mendidik anak dengan metode pembiasaan juga didasarkan pada hadis nabi Muhammad saw, yang berbunyi :“ Dari Aisyah ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “ Amalan-amalan yang disukai Allah adalah amalan-amalan yang dikerjakan secara langgeng (menjadi suatu kebiasaan), walau amalan itu sedikit ” (HR. Muslim) Pembiasaan akan membangkitkan internalisasi nilai dengan cepat. Internalisasi adalah upaya menghayati dan mendalami nilai, agar tertanam dalam diri manusia. Karena pendidikan adaberorientasi pada pendidikan nilai, perlu adanya proses internalisasi tersebut.
77 3. Strategi Penerapan Tata Adab Sekolah Allah SWT berfirman: ۖ فَإِنْ يَا أَي ُّهَا ال َّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا الل َّهَ وَأَطِيعُوا الر َّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُد ُّوهُ إِلَى الل َّهِ وَالر َّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِالل َّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذََٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS An-Nisa (4) ayat 59) Firman Allah Dalam surat yang lain seperti An-Nur (24) ayat 62 yang terkait dengan budaya konfirmasi. إِن َّمَا الْمُؤْمِنُونَ ال َّذِينَ آمَنُوا بِالل َّهِ وَرَسُولِهِ وَإِذَا كَانُوا مَعَهُ عَلَىَٰ أَمْرٍ جَامِعٍ لَمْ يَذْهَبُوا حَ ت َّىَٰ ۖ يَسْتَأْذِنُوهُ ۖ إِن َّ ال َّذِينَ يَسْتَأْذِنُونَكَ أُولََٰئِكَ ال َّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالل َّهِ وَرَسُولِهِ فَإِذَا اسْتَأْذَنُوكَ ۖ لِبَعْضِ شَأْنِهِمْ فَأْذَنْ لِمَنْ شِئْتَ مِنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمُ الل َّهَ إِن َّ الل َّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ ‘Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” Peraturan di sekolah bertujuan untuk membekali anak dengan pedoman berperilaku yang disetujui dalam situasi tertentu. Misalnya dalam peraturan sekolah, peraturan ini memuat apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh siswa, sewaktu berada di lingkungan sekolah. Tujuan tata tertib adalah untuk menciptakan suatu kondisi yang menunjang terhadap kelancaran, ketertiban dan suasana yang damai dalam pembelajaran. Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang memiliki tujuan membentuk manusia yang berkualitas, tentunya sangat diperlukan suatu aturan guna mewujudkan tujuan tersebut. Lingkungan warga sekolah khususnya tingkat SMP yang berangotakan remaja-remaja awal
78 yang sedang dalam masa transisi, sangat rentan sekali terhadap perilaku yang menyimpang. Oleh karena itu diperlukan suatu hukum atau aturan yang harus diterapkan di sekolah yang bertujuan untuk membatasi setiap perilaku siswa. Di lingkungan sekolah yang menjadi hukumnya adalah tata tertib sekolah. Peraturan tata tertib sekolah adalah peraturan yang mengatur segenap tingkah laku para siswa selama mereka bersekolah untuk menciptakan suasana yang mendukung pendidikan. Dalam kondisi sehari-hari, kondisi di atas mencerminkan keteraturan dalam pergaulan, penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana dan dalam mengatur hubungan dengan masyarakat serta lingkungan. Tujuan diadakannya tata tertib salah satunya sesuai dengan yang tercantum dalam setiap butir tujuan tata tertib 4. Strategi Reward dan Funishment Penghargaan dalam proses pelaksanaan pendidikan sebagai bentuk bagian dari metode pembelajaran merupakan bagian terpenting untuk motivasi bagi peserta didik8 . Melihat hal ini maka beberapa ahli memaknai “penghargaan” ini bervariatif sesuai dengan pengalaman dan bidang masing-masing para ahli. Purwanto (2006) arti penghargaan adalah untuk setiap anak yang berhasil melakukan kebaikan/prestasi/keberhasilan di setiap aktifitasnya seharihari, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat9 . Maka dari itu Allah melalui Al-Qur’an juga memberikan apresiasi kepada manusia atas kebaikan Allah SWT berfirman: فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَر َّةٍ خَيْرًا يَرَهُ )۷ )وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَر َّةٍ شَر ًّا يَرَهُ )۸) “Barang siapa yang melakukan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasannya), dan barang siapa yang melakukan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (Q.S. al-Zalzalah: 7-8). Pendidikan Islam menggunakan “penghargaan” sebagai bagian dalam proses pembelajaran dalam mencapai tujuan pendidikan, melalui pembelajaran dalam bentuk formal, informal dan non formal. Hal ini karena Islam sendiri mengajarkannya melalui dua dasar utama yaitu Al-Quran dan Hadist nabi yang banyak memuat tentang “penghargaan” dan “hukuman”. yang telah mereka lakukan. 8 https://www.researchgate.net/publication/324978232_Reward_and_Punishment_Perspektif_Pendidikan_Islam 9 http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/murabbi/article/download/3171/2357
79 Setiap penghargaan yang diberikan oleh anak tidak harus berwujud materi, namun nilai-nilai moral yang bersifat positif seperti pujian dan apresiasi juga merupakan penghargaan untuk anak sehingga anak mengetahui hakikat kebaikan. Kemerosotan moral dan ketidakhadirannya jiwa yang beradab bagi sebagian besar anak didik maupun output pendidikan di negara kita menjadi penyebab turunya harga diri, harkat dan martabat bangsa. Membangun adab tidak semudah yang dibayangkan, memerlukan banyak waktu, rencana yang sistematis, dukungan dari semua pihak dan metode yang jitu dan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan. Salah satu metode yang sampai saat ini masih digunakan dan berkembang adalah dengan penghargaan dan hukuman. Cara kerja penghargaan dan hukuman adalah sebagai penguat (reinforcement). Penghargaan sebagai penguat positif yang diharapkan anak didik mengulangi atau melakukan hal dengan lebih baik dari apa yang telah dilakukan sebelumnya dan hukuman adalah penguat negatif sebagai konsekuensi logis dari hal negatif yang telah dilakukannya dan diharapkan tidak akan mengulangi. C. Kerangka Materi Iklim Dan Budaya Adab Tabel 1 Kerangka Materi Iklim dan Budaya Beradab NO JENIS ADAB MUATAN ADAB TUJUAN INDIKATOR 1 Adab terhadap Allah 1. Wudhu Murid dapat melaksanakan dengan tertib dan benar sesuai sunnah Rasul a. Adab berwudhu b. Adab menggunakan air c. Sesuai urutan d. Melaksanakan dengan benar e. Berdoa sebelum dan selesai berwudhu 2. Sholat Murid dapat melaksanakan sholat dengan tertib dan khusu’ a. Masuk masjid dengan tertib dan berdoa b. Menjawab adzan c. Berdoa setelah adzan d. Sholat rawatib dengan khusu e. Berzikir dan berdoa waktu antara adzan dan iqomah f. Berdiri dengan tertib dan tanpa suara saat ada iqomah g. Zikir dan berdoa h. Keluar masjid dengan tertib dan berdoa
80 3. Tadarus Murid dapat melaksanakan tadarus dengan tertib dan sesuai aturan a. Beradab kepada Alquran (membawa, membaca, dan meletakkan) b. Membaca alquran dengan tartil c. Menyimak /mendengarkan bacaan orang lain 4. Terbiasa mengucap kalimat thoyibah Murid terbiasa mengucapkan kalimat toyibah dengan tepat a. Tahmid, b. Tasbih, c. Takbir, d. Tahlil, e. Tarji’, dll. 2 Adab terhadap Rasul 1. Mencintai Murid dapat mencintai Rasulallah SAW. a. Mencintai Al-Quran b. Mencontoh prilaku Nabi (berbicara, berpakaian, Penampilan) c. Mengidolakan Rosulallah d. Menjadikan buku sirah nabawiyah sebagai salah satu literasi e. Mencintai orang-orang yang dicintai Nabi 2. Mentaati Murid dapat meneladani Rasulallah SAW. Melaksanakan sunahsunahnya 3. Bershalawat Murid dapat selalu bershalawat kepada Rasulallah SAW. a. Banyak mengingat dan menyebutnya b. Apabila disebut nama nya mengucapkan shalawat 3 Adab terhadap Sesama Manusia 1. Adab Murid terhadap orang tua a. di rumah b. di sekolah Murid mampu menerapkan adab terhadap orang tua di rumah : a.Berkata yang baik dan sopan b.Bersikap santun c.Taat terhadap nasihat dan perintahnya d.Selalu mendoakan di sekolah : a. mengucapkan salam kadab bertemu dan berpisah di sekolah b. mencium tangan orang tua c. terbiasa mengucapkan terima kasih, maaf, tolong, permisi d. berbicara santun dan lemah lembut baik langsung maupun tidak langsung
81 e.Tidak memandang orang tua dengan pandangan yang tajam atau tidak menyenangkan f.Tidak meninggikan suara kadab berbicara dengan orang tua g.Tidak mendahului mereka dalam berkata-kata h.Tidak duduk di depan orang tua sedangkan mereka berdiri i.Lebih mengutamakan orang tua daripada diri sendiri atau iitsaar dalam perkara duniawi Birrul Walidain a) Mengikuti keinginan dan saran orang tua b) Menghormati dan Memuliakan kedua orang tua c) Membantu kedua orang tua secara fisik dan materiil d) Mendo’akan kedua orang tua 2. Adab murid terhadap guru/karyawan Murid mampu menerapkan adab terhadap guru/karyawan a.Berkata yang baik dan sopan b.Bersikap santun c.Taat terhadap nasihat dan perintahnya d.terbiasa mengucapkan terima kasih, maaf, tolong, permisi e.Mendoakan f.Salam,sapa,dan senyum saat bertemu 3. Adab Murid terhadap teman - Teman sebaya - Adik kelas - Kakak kelas Murid mampu menerapkan adab terhadap teman a. Berkata yang baik dan sopan b. Bersikap santun c. Menghormati/menghargai sesama teman d. Memiliki empati e. Salam,sapa,dan senyum saat bertemu f. terbiasa mengucapkan terima kasih, maaf, tolong, permisi
82 g. menggunakan sapaan sesuai dengan jenjang kelas 4. Adab Murid terhadap Tamu di sekolah Murid mampu menerapkan adap terhadap tamu di sekolah a. 5 S (salam, sapa, senyum, sopan, dan santun) b. Peduli : - Menanyakan maksud dan tujuan - Mengantar ke tempat tujuan 5. Adab antar pegawai di lingkungan kerja Pegawai diharapkan dapat menerapkan adab pergaulan yang baik a. 5 S ( Salam, sapa, senyum, sopan, dan santun ) b. Menjaga kode etik pegawai c. Menunjukan kepeduliannya d. Menunjukan sikap yang baik, seperti memanggil dengan sebutan yang baik.dll e. Menjaga adab pergaulan secara islami h. terbiasa mengucapkan terima kasih, maaf, tolong, permisi 4 Adab terhadap Lingkun gan sekitar sekolah 1. Adab di Masjid Seluruh warga sekolah diharapkan dapat memakmurkan masjid a. Berwudhu b. Berdoa sebelum dan sesudah masuk masjid c. Melakukan sholat tahiyatul masjid d. Menjaga/merawat ketertiban, kebersihan dan keindahan masjid e. Meletakkan alas kaki pada tempat yang tersedia dengan rapi f. Mengembalikan perlengkapan sholat dan fasilitas masjid ke tempat semula 2. Adab meng gunakan Tangga Seluruh warga sekolah dapat menggunakan fasilitas tangga yang ada di lingkungan sekolah a. Membaca basmalah b. Tertib saat naik dan turun c. Antri d. Menjaga/merawat keindahan dan kebersihan
83 3. Adab menggunakan lift Seluruh warga sekolah dapat menggunakan lift dengan baik a. Membaca basmalah b. Mendahulukan kaki kanan saat masuk c. Tertib saat masuk dan keluar lift d. Antri masuk e. Merawat kerapihan dan kebersihan lift f. Bersikap sopan dan santun di dalam lift 4. Adab meng gunakan Toilet Seluruh warga sekolah dapat menggunakan toilet dengan baik a. Berdoa saat masuk dan keluar toilet b. Hemat air c. Menjaga kebersihan (tidak meninggalkan jejak) d. Menjaga/merawat fasilitas toilet e. Membiasakan berdiam diri 5. Adab di Kantin Seluruh warga sekolah dapat menggunakan kantin dengan baik a. Terbiasa antri b. Jujur c. Berdoa sebelum dan sesudah makan d. Sopan saat makan dan minum e. Menjaga kebersihan f. Mencuci tangan g. Merapihkan tempat makan h. Bersikap sopan dan santun kepada penjual dan pengunjung lain 6. Aula Seluruh warga sekolah dapat menggunakan aula dengan baik a. Antri/tertib b. Merapihkan alas kaki sesuai kondisi c. Menjaga kebersihan d. Mengucapkan salam e. Merapikan kembali perlengkapan f. Bersikap sopan dan santun 7. Laboratorium Seluruh warga sekolah dapat menggunakan LAB dengan baik a. Antri b. Mengucapkan salam c. Menjaga kebersihan d. Melaksanakan tata tertib e. Merapikan kembali perlengkapan yang telah dipakai 8. Lapangan Seluruh warga sekolah dapat menggunakan lapangan dengan baik a. Antri b. Berdoa c. Menjaga kebersihan
84 d. Merapikan dan mengembalikan perlengkapan yang telah dipakai e. Mengenakan alas kaki 9. Perpustakaan Seluruh warga sekolah dapat menggunakan perpustakaan dengan baik a. Antri b. berdoa c. Melaksanakan tata tertib d. Menjaga kebersihan e. Merapikan kembali buku yang telah dibaca f. Mengucapkan salam g. Bersikap sopan dan santun 10. Taman Seluruh warga sekolah dapat menggunakan taman dengan baik a. Menjaga kebersihan b. Melaksanakan tata tertib c. Menyayangi tanaman 5 Adab dalam aktifitas kesehari an 1.Adab berbicara Seluruh warga sekolah dapat terbiasa berbicara dengan baik a. Berbicara dengan nada lembut (tidak teriakteriak) b. Bericara menggunakan bahasa yang baik (tidak jorok dan kasar) c. Berbicara menggunakan bahasa tubuh yang baik (tidak nunjuk-nunjuk, tidak memandang dengan tatapan mata melotot, dan tidak bertolak pinggang) d. Berbicara dengan muatan isi yang baik (tidak menyakiti atau membicarakan aib orang lain) e. Menjauhi perdebatan meski benar f. Berbicara dengan jujur/tidak berdusta/ bohong g. Berbicara jika bermanfat berguna. h. Berbicara dengan tenang/tidak tergesa-gesa i. Mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik dan tidak memotongnya.
85 D. Juknis Membangun Iklim Dan Budaya Sekolah Beradab 1. Adab kepada Allah 1.1. Wudhu 1) Arti dan Pentingnya Menjaga Wudhu a) Wudhu menurut bahasa artinya bersih dan indah. Sementara menurut syara’, wudhu adalah membersihkan anggota tubuh dengan air suci disertai niat untuk menghilangkan hadas kecil, sebagai syarat sahnya pelaksanaan salat, tawaf, atau ibadah yang lainnya. Allah berfirman dalan surat Al maidah ayat 6: b) Pentingnya menjaga wudhu Dicintai Allah, meraih doa dari para malaikat, terjaga dari nafsu jahat, aura mereka senantiasa positif, pikiran dan hatinya bersih, malu jika berbuat dosa, tumbuh kembangnya akhlak yang mulia. 2) Tujuan Terwujudnya iklim dan budaya wudhu di sekolah yang tertib, dan benar 3) Sasaran a) Warga sekolah b) Stakeholder c) Masyarakat 4) Tahapan dalam membangun iklim dan budaya berwudhu serta menjaganya: a) Tersedianya tempat wudhu putra dan putri yang memadai antara jumlah murid dengan jumlah kran di tempat wudhu (10 : 1) b) Guru mendampingi murid pada saat berwudhu c) Guru mengkondisikan murid sebelum berwudhu ( menggulung lengan baju dan celana untuk anak laki-laki dan melepas kerudung untuk perempuan) d) Guru mencontohkan niat/doa akan berwudhu jika diperlukan e) Guru mencontohkan cara berwudhu dengan hemat air jika dibutuhkan
86 f) Guru mengatur murid secara bergantian untuk berwudhu g) Guru mengawasi wudhu murid-murid h) Murid menutup kran air setelah wudhu dengan benar i) Guru mencontohkan cara berdoa selesai wudhu jika diperlukan j) Guru membimbing murid berdoa secara bersama-sama k) Guru bersama murid menuju masjid dengan tertib l) Guru mencatat murid yang telah mandiri dalam berwudhu, untuk dijadikan duta tertib wudhu sebagai reward. m) Guru mengingatkan murid untuk menjaga dari hal-hal yang membatalkan wudhu. n) Guru mengingatkan murid untuk berwudhu kembali jika batal 5) Monitoring a) Petugas 1) Dewan guru 2) Piket murid 3) Tim sekolah (Kepala Sekolah dan guru AQUBA) 4) Direktorat Dikdasmen b) Waktu Pelaksanaan 1) Harian 2) Term 3) Semester d) Teknis Pelaksanaan 1) Monitoring harian/mingguan dan term dilakukan oleh dewan guru dan piket murid 2) Monitoring semester dilakukan oleh tim sekolah dan Dirdikdasmen 3) Monitoring menggunakan instrumen yang telah disiapkan 4) Evaluasi dan tindak lanjut
87 6) Instrumen a) Sekolah Tabel 2 INSTRUMEN MONITORING PELAKSANAAN IKLIM DAN BUDAYA WUDHU Nama sekolah :.............................. Term : ........................... Hari/Tanggal :.............................. Semester : .......................... Tahun Pelajaran :............................. NO KOMPONEN ADA/TDK ADA SKOR KETERANGAN 5 4 3 2 1 A Persiapan 1. murid-murid berbaris menuju tempat wudhu 2. murid menggulung lengan baju dan celana untuk anak laki-laki dan melepas kerudung untuk perempuan sebelum berwudhu 3. murid berniat sebelum berwudhu 4. murid antri sebelum wudhu B Pelaksanaan 1. murid berwudhu dengan tertib 2. murid berwudhu dengan benar 3. murid menggunakan air dengan hemat 4. Murid mematikan keran air setelah wudhu dengan benar 5. Murid berdoa selesai wudhu dengan benar 6. murid berbaris menuju masjid 7. murid mampu menjaga wudhu SKOR MAKS. 5x11= 55 SKOR PEROLEHAN NILAI Temuan: .............................................................................................................................................................. .......................................................... ............................................................................................................
88 Saran dan rekomendasi: ........................................................................................................... ........................................................................................................... ........................................................................................................... Jakarta..........2020 Koordinator Pemantau ............................ ............................. Mengetahui Kepala Sekolah
89 b) Direktorat Dikdasmen Tabel 3 INSTRUMEN MONITORING PELAKSANAAN IKLIM DAN BUDAYA WUDHU Nama sekolah :.............................. Term : ........................... Hari/Tanggal :.............................. Semester : .......................... Tahun Pelajaran :............................. NO KOMPONEN ADA/TDK ADA SKOR KETERANGAN 5 4 3 2 1 A Persiapan 1) Sekolah memiliki program pelaksanaan wudhu 2) Sekolah memiliki jadwal petugas monitoring 3) Sekolah memiliki dokumen hasil monitoring 4) Memiliki SOP wudhu 5) Sekolah memiliki dokumen hasil evaluasi B Pelaksanaan 1. Sekolah melaksanaan program monitoring 2. Ada pelaksanaan wudhu 3. Pelaksanaan sesuai tahapan membangun iklim dan budaya wudhu 2) Sikap dalam berwudhu dan penggunaan air. 3) Pelaksanaan wudhu dapat berjalan dengan tertib. 4) Semua warga sekolah terlibat dalam pelaksanaan membangun iklim dan budaya wudhu. C Lain-Lain i. Sekolah memiliki tempat wudhu yang memadai ii. Sekolah memiliki ketersediaan air yang berkualitas iii. Sekolah menampilkan *gambar panduan wudhu, *slogan, *kata mutiara SKOR MAKS. 5x13= 65
90 SKOR PEROLEHAN NILAI Temuan: .............................................................................................................................................................. .......................................................... ............................................................................................................ Saran dan rekomendasi: ........................................................................................................... ........................................................................................................... ........................................................................................................... Jakarta..........2020 Koordinator Mengetahui Kepala sekolah ............................ ............................. Tim Pemantau Direktorat ..................................
91 1.2. Shalat 1) Arti dan Pentingnya Menjaga Shalat a) Arti Shalat Shalat secara bahasa berasal dari bahasa Arab yang mempunyai arti doa. Sedangkan, Shalat menurut istilah, serangkaian kegiatan ibadah tertentu atau khusus yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. b) Pentingnya Menjaga Shalat “Raihlah apa-apa yang diwahyukan kepadamu dari Al Kitab dan tegakkanlah shalat. Sesungguhnya shalat melarang dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar.” (QS. Al Ankabuut: 45).” 2) Tujuan Terwujudnya iklim dan budaya shalat di sekolah yang tertib dan benar sesuai dengan surat Thaha ayat 14, artinya : “Sungguh Aku ini Allah tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat Aku” 3) Sasaran Warga sekolah 4) Tahapan dalam membangun iklim dan budaya mendirikan shalat : a) Tersedianya tempat dan fasilitias shalat yang memadai b) Guru mendampingi murid-murid dengan tertib menuju tempat shalat c) Ketersediaan tempat menyimpan alas kaki d) Murid meletakkan sandal dengan cara menghadap keluar dengan rapi dan teratur e) Murid berdoa sebelum masuk ke dalam masjid f) murid masuk masjid dengan mendahulukan kaki kanan g) murid duduk rapi dengan mengisi shaf terdepan terlebih dahulu h) murid mendengarkan adzan dan menjawabnya i) Murid berdoa setelah adzan j) murid melaksanakan shalat rawatib secara khusyu’ k) murid berzikir dan berdoa di antara waktu adzan dan iqamah l) murid berdiri dengan tertib dan tanpa suara saat mendengar iqamah
92 m) Guru mengawasi shalat murid (guru yang bersangkutan dapat sholat sebelum/sesudah prosesi sholat murid) n) Murid berdzikir dan berdoa sesudah shalat o) Guru mengkondisikan murid keluar masjid p) murid berdoa keluar masjid dan mendahulukan kaki kiri q) Guru mencatat anak-anak yang tertib shalat, untuk dijadikan duta tertib shalat sebagai reward 5) Monitoring a) Petugas 1) Dewan Guru 2) Piket 3) Tim gabungan (Kepala Sekolah dan guru AQUBA) 4) Direktorat Dikdasmen b) Waktu Pelaksanaan 1) Harian 2) Term 3) Semester c) Teknis Pelaksanaan 1) Monitoring harian/mingguan dan term dilakukan oleh dewan guru dan guru piket 2) Monitoring semester dilakukan oleh tim gabungan 3) Monitoring menggunakan instrumen yang telah disiapkan 4) Evaluasi dan tindak lanjut
93 6) Instrumen a) Sekolah Tabel 3 INSTRUMEN MONITORING PELAKSANAAN IKLIM DAN BUDAYA SHALAT Nama sekolah :.............................. Term : ........................... Hari/Tanggal :.............................. Semester : .......................... Tahun Pelajaran :............................. NO KOMPONEN ADA/TDK ADA SKOR KETERANG AN 5 4 3 2 1 A Persiapan 1. murid dengan tertib menuju tempat shalat 2. murid menyimpan alas kaki di tempatnya / meletakkan dengan rapi 3. Murid berdoa secara bersama-sama sebelum masuk ke dalam masjid 4. murid masuk tempat shalat dengan kaki kanan 5. murid duduk rapi dengan mengisi shaf paling depan terlebih dahulu 6. murid menjawab adzan 7. Murid berdoa setelah adzan bersama dengan guru B Pelaksanaan 1. murid melaksanakan shalat rawatib dengan khusyu’ 2. murid berzikir dan berdoa waktu antara adzan dan iqamah 3. murid berdiri dengan tertib dan tanpa suara saat mendengar iqamah 4. murid melaksanakan sholat dengan benar 5. Murid zikir dan berdoa sesudah shalat 6. murid berdoa keluar masjid dan mendahulukan kaki kiri SKOR MAKS. 5x13= 65 SKOR PEROLEHAN
94 NILAI Temuan: .............................................................................................................................................................. .............................................................................................................................................................. .................................................................................................................... Saran dan rekomendasi: .............................................................................................................................................................. .............................................................................................................................................................. ............................................................................................................... Jakarta..........2020 Koordinator Pemantau ............................ ............................. Mengetahui Kepala Sekolah ..................................
95 b) Direktorat Dikdasmen Tabel 4 INSTRUMEN MONITORING PELAKSANAAN IKLIM DAN BUDAYA SHALAT Nama sekolah :.............................. Term : ........................... Hari/Tanggal :.............................. Semester : .......................... Tahun Pelajaran :............................. NO KOMPONEN ADA/TDK ADA SKOR KETERANGAN 5 4 3 2 1 A Persiapan 1. Sekolah memiliki program pelaksanaan shalat 2. Sekolah memiliki jadwal petugas monitoring 3. Sekolah memiliki dokumen hasil monitoring 4. Sekolah memiliki dokumen hasil evaluasi B Pelaksanaan 2. Sekolah melaksanaan program monitoring 3. Ada pelaksanaan shalat 4. Pelaksanaan sesuai tahapan membangun iklim dan budaya shalat 5. Sikap dalam shalat berjamaah. 6. Pelaksanaan shalat dapat berjalan dengan tertib. 6. Semua warga sekolah terlibat dalam pelaksanaan membangun iklim dan budaya shalat tepat waktu. C Lain-Lain 1. Sekolah memiliki tempat shalat yang memadai 2. Sekolah memiliki ketersediaan perlengkapan shalat yang berkualitas 3. Sekolah menampilkan *gambar panduan shalat, *slogan, *kata mutiara
96 SKOR MAKS. 5x13= 65 SKOR PEROLEHAN NILAI Temuan: .............................................................................................................................................................. .............................................................................................................................................................. .............................................................................................................................................................. Saran dan rekomendasi: ............................................................................................................................................................. ............................................................................................................................................................. ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... Jakarta..........2020 Koordinator Mengetahui Kepala sekolah ............................ ............................. Tim Pemantau Direktorat ..................................