EVALUASI PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN
PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI
METODE FULL COSTING
(Studi kasus pada pabrik tempe “Ibu Rus” Brebes)
Oleh:
Reza Arip
17062348
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
YOGYAKARTA
2020
EVALUASI PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN
PERHITUNGAN HARGA PRODUKSI
METODE FULL COSTING
(Studi kasus pada pabrik tempe “Ibu Rus” Brebes)
SKRIPSI
Diajukan kepada:
Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Sebagai salah satu syarat untuk mencapai derajat
Sarjana Strata Satu (S1)
Oleh:
Reza Arip
17062348
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
YOGYAKARTA
2020
i
SKRIPSI
EVALUASI PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN
PERHITUNGAN HARGA PRODUKSI
METODE FULL COSTING
(Studi kasus pada pabrik tempe “Ibu Rus” Brebes)
Oleh:
Reza Arip
17062348
Skripsi ini telah disetujui oleh Dosen Pembimbing skripsi di Yogyakarta
tanggal ……………….
Dekan Fakultas Ekonomi, Dosen Pembimbing Skripsi,
Dr. Audita Nuvriasari, SE., MM Mushawir, SE., MM
ii
HALAMAN PENGESAHAN
EVALUASI PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN
PERHITUNGAN HARGA PRODUKSI
METODE FULL COSTING
(Studi kasus pada pabrik tempe “Ibu Rus” Brebes)
Oleh:
Reza Arip
17062348
Telah dipertanggungjawabkan dan diterima
oleh Tim Penguji pada tanggal……..
Dekan Fakultas Ekonomi, Dosen Pembimbing Skripsi,
Dr. Audita Nuvriasari, SE., MM Mushawir, SE,. MM
Penguji,
1. …………..
2. …………..
iii
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah
diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan
sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah
ditulis atau diterbitkan oleh oranglain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah
ini dan disebut dalam daftar pustaka.
Yogyakarta, 03 Juli 2020
Yang menyatakan,
Reza Arip
iv
PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Rusyanto
Alamat : Desa Sindangheula RT 11/RW 04, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten
Brebes, Jawa Tengah
Jabatan : Pemilik Pabrik Tempe Ibu Rus
Dengan ini menyatakan bahwa mahasiswa tersebut di bawah ini:
Nama : Reza Arip
NIM : 17062348
Prodi/Fakultas : Akuntansi/Ekonomi
Benar-benar telah melakukan penelitian di tempat kami yaitu Pabrik Tempe Ibu Rus.
Demikian pernyataan ini saya buat, supaya dipergunakan sebagaimana mestinya.
Brebes, 26 Mei 2020
Yang menyatakan,
Rusyanto
v
HALAMAN PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan untuk:
1. Ayah dan Ibuku sebagai motivasi terbesar yang tiada henti mendoakan,
menuntun, serta mendukung setulus hati.
2. Kakaku Tina yang selalu memberi dorongan dan semangat.
3. Teman seperjuangan ku Fina Yustiani yang selalu membantu dalam segala hal
sehingga skripsi ini bisa di selesaikan dengan baik.
4. Bapak Mushawir yang sudah mebimbing hingga terselesaikannya penulisan
skripsi ini dengan baik.
5. Sahabat-sahabatku yang terus mendukung sampai saat ini.
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan berkat, rahmat, serta
hidayahNya sehingga penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang
berjudul “Evaluasi Penentuan Harga Jual dengan Perhitungan Harga Produksi Metode
Full Costing (Studi kasus pada pabrik tempe “Ibu Rus” Brebes)”.
Tujuan penulisan skripsi ini untuk memenuhi salah satu persyaratan
memperoleh gelar kesarjanaan bagi mahasiswa program studi S-1 Akuntansi Fakultas
Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa dalam
penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan baik
dalam metode penulisan maupun dalam pembahasan materi. Hal tersebut dikarenakan
keterbatasan kemampuan penulis. Sehingga penulis mengharapkan saran dan kritik
yang bersifat membangun, mudah-mudahan dikemudian hari dapat memperbaiki
segala kekurangan.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis selalu mendapatkan bimbingan,
dorongan, serta semangat dari banyak pihak. Oleh karena itu penulis ingin
menyampaikan terimakasih kepada:
1. Rektor Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
2. Ibu Dr. Audita Nuvriasari, SE., MM selaku Dekan Fakultas Ekonomi.
3. Bapak Hasim As’ari, S.E., M.M. selaku Ketua Program Studi Akuntansi.
vii
4. Bapak Mushawir, SE,. MM selaku Dosen Pembimbing
5. Bapak/Ibu Dosen pada program studi Akuntansi yang telah membantu
memberikan wawasan, pandangan dan masukan selama studi hingga skripsi ini
dapat terselesaikan.
6. Kedua orang tua, kakak, dan seluruh keluarga yang selalu mendoakan dan
membimbing selama studi ini.
7. Bapak Rusyanto selaku pemilik Pabrik Tempe Ibu Rus yang telah memberikan
izin dan membantu untuk penelitian ini.
8. Teman-teman Program Studi Akuntansi angkatan 2017 yang selalu saling
bertukar pikiran dan memberi masukan dalam penyusunan skripsi ini.
9. Dan semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya skripsi ini yang
tidak dapat saya sebutkan satu-persatu.
Penulis berharap hasil penelitian dan skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak
yang membutuhkan informasi dan hasil penelitian yang ada didalamnya. Oleh karena
itu penulis sangat mengharapkan kritik maupun saran yang bersifat membangun dan
berguna untuk menyempurnakan skripsi ini sehingga bermanfaat bagi penulis dan
pembaca.
Penulis,
Reza Arip
viii
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui penentuan harga pokok produksi
yang selama ini dilakukan persahaan, untuk mengetahui peritingan harga pokok
produksi apabila menggunakan metode perhitungan yang baku, dan untuk mengetahui
perbandingan dari kedua metode tersebut serta pengarugnya terhadap harga jual.
Dalam melakukan penelitian , penulis mengumpulkan data dengan survey,
dokumentasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah
analisi deskriptip kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat
perbedaan hasil perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan antara metode
perusahaan dengan metode full costing. Perhitungan menggunakan metode perusahaan
menghasilkan harga pokok produksi tempe kecil sebesar Rp. 750,- , untuk tempe
sedang Rp. 937,5,- , tempe sedang (lebih panjang) Rp. 1.875,- , dan tempe besar Rp.
2.500,- , sedangkan menurut metode full costing harga pokok produksinya untuk tempe
kecil Rp.1.022,47, -, tempe sedang Rp.1.278,11,-, tempe sedang Rp.2.911,86,- (lebih
panjang), tempe besar Rp.3.408,40. Perbedaan tersebut dikarenakan perhitungan
perhitungan yang dilakukan perusahaan belum mengakui seluruh biaya yang berkaitan
proses produksi yaitu perusahaan belum memasukan komponen biaya tenaga kerja
langsung dan biaya overhead pabrik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perhitungan
harga pokok perusahaan kurang tepat, terdapat perbedaan antara perhitungan harga
pokok yang dilakukan perusahaan dengan perhitunga menggunakan metode full
costing. Perhitungan harga pokok produksi dan penentuan harga jual menghasilkan
angka yang lebih tinggi.
Kata kunci : Harga pokok produksi, Metode full costing, Harga Jual
ix
ABSTRACT
This research was conducted to find out how to determine the cost of goods that had
been carried out by the company, to find out the cost of goods manufactured using
standard calculation methods, and to find out how this method and its effect on the
selling price. In conducting research, the authors collect data by surveys,
documentation, interviews, and literature studies. Analysis of the data used is
quantitative descriptive analysis. The results of this study indicate how the results of
the calculation of the cost of production made between the company's method with the
full costing method. Calculating using the company method produces a small tempe
production cost of Rp. 750, -, for medium tempe Rp. 937,5, - medium tempe (longer)
Rp. 1,875, -, and large tempe Rp. 2,500, -, while according to the full costing method
the cost of production for small tempe is Rp.1,022.47, - medium tempe is Rp.1,278.11,
- medium tempe is Rp.2,911.86 (longer), large tempe is Rp. .3408.40. This difference
is related to the calculation done by the company that has not recognized all costs
related to the production process carried out by the company that has not included the
component of direct labor costs and factory overhead costs. This study calculates the
company's cost of goods is less precise, there is a difference between the calculation of
cost of goods by the company and the full cost using the method. Calculate the cost of
goods manufactured and determine the selling price of a higher number
Keywords : Cost of production, Full costing method, Selling price
x
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................................. i
HALAMAN PERSETUJUAN ..............................................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN ..............................................................................................iii
PERNYATAAN ..................................................................................................................iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ...........................................................................................vi
KATA PENGANTAR.........................................................................................................vii
ABSTRAK ..........................................................................................................................ix
DAFTAR ISI .......................................................................................................................xi
DAFTAR TABEL.............................................................................................................. xiv
BAB I .................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ............................................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG .......................................................................................... 1
B. RUMUSAN MASALAH ...................................................................................... 7
C. BATASAN MASALAH ....................................................................................... 7
D. TUJUAN PENELITIAN ....................................................................................... 8
E. MANFAAT PENELITIAN................................................................................... 8
F. SISTEMATIKA PENULISAN ............................................................................. 9
BAB II ............................................................................................................................... 13
LANDASAN TEORI ......................................................................................................... 13
A. AKUNTANSI BIAYA........................................................................................ 13
1.Pengertian akuntansi biaya ............................................................................... 13
2.Peran akuntansi biaya ....................................................................................... 13
3.Tujuan akuntansi biaya ..................................................................................... 14
B. PENGERTIAN DAN PENGGOLONGAN BIAYA ............................................ 15
1.Pengertian biaya ............................................................................................... 15
2.Penggolongan biaya.......................................................................................... 16
C. HARGA POKOK PRODUKSI ........................................................................... 36
D. METODE PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI .................................. 37
E. PENGERTIAN METODE FULL COSTING ...................................................... 38
xi
F. PENGERTIAN VARIABEL COSTING ............................................................. 39
G. PENGUMPULAN BIAYA DALAM METODE FULL COSTING ..................... 40
H. CONTOH PENYAJIAN LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI METODE
FULL COSTING ...................................................................................................... 41
I. CONTOH PENYAJIAN LAPORAN LABA RUGI METODE FULL COSTING 41
J. METODE PENENTUAN HARGA JUAL .......................................................... 42
K. PENELITIAN SEBELUMNYA.......................................................................... 50
BAB III.............................................................................................................................. 57
METODE PENELITIAN ................................................................................................... 57
A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN............................................................. 57
1.Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................................ 57
2.Sejarah Singkat Perusahaan .............................................................................. 57
3.Produk yang dijual............................................................................................ 59
4.Proses Produksi ................................................................................................ 60
5.Unsur-unsur Biaya Produksi ............................................................................. 62
6.Pemasaran dan Administrasi dan Umum ........................................................... 63
B. STRUKTUR ORGANISASI............................................................................... 64
C. POPULASI DAM SAMPEL PENELITIAN........................................................ 66
D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA ................................................................... 66
E. METODE ANALISIS DATA ............................................................................. 67
BAB IV ............................................................................................................................. 68
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ......................................................................... 68
A. ANALISI DATA ................................................................................................ 70
1.Identifikasi Harga Pokok Produksi.................................................................... 70
2.Data Biaya Pemasaran ...................................................................................... 84
3.Pengumpulan Data Produksi dan Data Penjualan .............................................. 85
4.Pengumpulan Harga Jual Produk Menurut Perusahaan...................................... 86
B. PEMBAHASAN................................................................................................. 87
1. ..........Menghitung harga pokok produksi menurut metode yang digunakan oleh
perusahaan........................................................................................................ 87
2. Menghitung Harga Pokok Produksi dengan Menggunakan Metode Full Costing.
......................................................................................................................... 89
xii
3. ......... Perbandingan penentuan harga pokok produksi (HPP) antara metode yang
dilakukan perusahaan dengan metode full costing (dilakukan oleh penulis) ....... 95
4. .. Menentukan harga jual berdasarkan perhitungan harga pokok produksi dengan
metode full costing............................................................................................ 98
5.Laporan keuangan perusahaan menurut penulis ............................................ 101
BAB V............................................................................................................................. 107
KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................................ 107
A. KESIMPULAN ................................................................................................ 107
B. SARAN ............................................................................................................ 108
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 110
LAMPIRAN .................................................................................................................... 112
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Data Biaya Bahan Baku Langsung Pabrik Tempe Ibu Rus ................. 72
Tabel 4.2 Data Biaya Tenaga Kerja Langsung Pabrik Tempe Ibu Rus ............... 74
Tabel 4.3a Data Biaya Overhead Pabrik, Pabrik Tempe Ibu Rus ......................... 75
Tabel 4.3b Data Biaya Listrik Pabrik Tempe Ibu Rus .......................................... 78
Tabel 4.3c Biaya Listrik pada Tingkat Kegiatan Tertinggi dan Terendah............. 79
Tabel 4.3d Perhitungan Unsur Biaya Listrik Tetap .............................................. 80
Tabel 4.4 Tabel Perhitungan Biaya Penyusutan ................................................. 83
Tabel 4.5 Tabel Perhitungan Biaya Pemasaran .................................................. 84
Tabel 4.6 Data Produksi dan Penjualan Pabrik Tempe Ibu Rus.......................... 85
Tabel 4.7 Perhitungan Harga Pokok Produksi Pabrik Tempe Ibu Rus Metode
Perusahaan ......................................................................................... 87
Tabel 4.8a Persentase Perbandingan Biaya Bahan Baku Langsung ...................... 90
Tabel 4.8b Alokasi Biaya Tenaga Kerja Langsung ............................................... 91
Tabel 4.8c Alokasi Biaya Overhead Pabrik .......................................................... 92
Tabel 4.9 Alokasi Biaya Bersama pada Masing-masing Jenis Produk................. 93
Tabel 4.10 Perhitungan Harga Pokok Produksi Pabrik Tempe Ibu Rus Metode Full
Costing............................................................................................... 94
Tabel 4.11 Perbandingan Perhitungan HPP Tempe Menurut Perusahaan dan Menurut
Penulis ............................................................................................... 96
Tabel 4.12 Perhitungan Laba Perusahaan Per Satu Unit Produk ............................ 98
Tabel 4.13 Perhitungan Harga Jual Produk Berdasarkan Perhitungan Harga Pokok
Produksi Metode Full Costing .......................................................... 100
Tabel 4.14a Laporan Biaya Produksi Untuk Tempe Kecil .................................... 103
Tabel 4.14b Laporan Biaya Produksi Untuk Tempe Sedang ................................. 104
Tabel 4.14c Laporan Biaya Produksi Untuk Tempe Sedang (Lebih Panjang) ....... 105
Tabel 4.14d Laporan Biaya Produksi Untuk Tempe Besar.................................... 106
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perkembangan perekonomian di indonesia saat ini secara tidak
langsung telah mendorong persaingan bisnis antar entitas diberbagai bidang.
Semua industri ataupun perusahaan berlomba-lomba dalam meningkatkan
mutu produksinya hal ini dilakukan untuk mendapatkan pangsa pasar yang
lebih banyak. Tujuan utama perusahaan yaitu untuk mendapatkan laba
semaksimal mungkin. Hal ini dilakukan agar kelangsungan hidup perusahaan
terjamin. Pada umumnya tujuan utama perusahaan dalam melakukan kegiatan
operasionalnya yaitu untuk mendapatkan keuntungan atau laba semaksimal
mungkin. Hal ini dilakukan agar kelangsungan hidup perusahaan terjamin dan
dapat memberi manfaat bagi masyarakat umum.
Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan yaitu
penentuan harga jual produk. Harga jual sangat erat kaitannya dengan
pencapaian laba. Laba dapat diartikan sebagai imbalan atas upaya perusahaan
menghasilkan barang ataupun jasa untuk perusahaan yang memiliki motif
mencari laba maupun tidak, manajer perusahaan harus selalu berusaha agar
nilai keluaran selalu lebih tinggi dari nilai masukan yang dikorbankan untuk
1
2
menghasilkan laba (untuk perusahaan yang bermotif laba) atau sisa
hasil usaha (untuk perusahaan yang tidak bermotif laba).
Permasalahan yang dihadapi dalam penentuan harga jual produk
karena harga jual yang terlalu tinggi akan menurunkan daya beli konsumen,
sebaliknya harga jual yang rendah dapat mempengaruhi pendapatan
perusahaan, yang artinya berpengaruh terhadap laba dan kelangsungan
perusahaan. Biaya produksi yang terkendali akan menyebabkan harga
pokok terlalu tinggi, yang selanjutnya akan menurunkan daya saing produk
dan akhirnya dapat menurunkan laba. Karena itu dibutuhkan strategi dalam
efesiensi biaya produksi dan penetapan harga yang tepat.
Perhitungan harga pokok produksi sangat berperan dalam penentuan
harga jual produk, sehingga harga yang ditawarkan oleh perusahaan dapat
bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis dengan kualitas produk yang
baik pula. Dalam akuntansi biaya, perhitungan harga pokok produksi
berfungsi dalam menetapkan, menganalisa dan melaporkan pos-pos biaya
yang mengandung laporan keuangan sehingga dapat menunjukkan data
yang wajar. Supriyono (1999; 12), menjelaskan akuntansi biaya adalah
salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam
memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan
informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Dimana informasi yang
dihasilkan dari akuntansi biaya akan dijadikan pedoman dalam pengambilan
keputusan oleh pihak internal perusahaan. sehingga memungkinkan
perhitungan harga pokok produksi secara teliti. Dalam perhitungan harga
3
pokok produksi harus didukung oleh sistem akuntansi biaya yang memadai,
agar pelaksanaan proses produksi dapat dikendalikan dalam mencapai hasil
kegiatan produksi dan dapat dilakukan secara efesien dan efektif.
Menurut Mulyadi (2015:8) biaya adalah pengorbanan sumber
ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang
kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Untuk menentukan
besarnya biaya tersebut haruslah tepat dan akurat sehingga harga pokok
yang terjadi juga akan menunjukan harga pokok yang sesungguhnya. Dalam
memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi,
terdapat dua pendekatan yaitu full costing dan variable costing. Full Costing
merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang terdiri dari biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik
variable.
Biaya tetap merupakan jenis biaya yang bersifat statis (tidak
berubah) dalam ukuran tertentu. Biaya ini akan tetap dikeluarkan meskipun
tidak melakukan aktivitas apapun atau bahkan ketika melakukan aktivitas
yang sangat banyak sekalipun. Dalam proses produksi, biaya tetap akan
selalu dibayarkan atau keluarkan tanpa menghitung berapa banyak produksi
yang dilakukan, baik ketika tidak berproduksi atau sebaliknya saat produksi
dilakukan dalam kapasitas maksimal.
Setiap hari perusahaan selalu berhadapan dengan biaya yang harus
dan akan dikeluarkan. Oleh karena itu biaya yang harus bisa dikendalikan
dengan baik, agar semua pengeluaran bisa di rencanakan dengan efisien.
4
Dalam menentukan perhitungan harga pokok produksi pabrik tempe
“IBU RUS” masih menggunakan metode yang sangat sederhana karena
masih ada biaya overhead pabrik yang belum diperhitungkan dalam
penentuan harga pokok produksi seperti air, listrik, biaya transportasi, dan
biaya penyusutan mesin. Dari beberapa elemen biaya yang sebenarnya
masuk pada perhitungan harga pokok produksi sangat mempengaruhi
besarnya laba yang didapat pabrik tempe “IBU RUS”. Hal ini terjadi karena
pabrik tempe tidak terperinci dalam menghitung biaya produksi.
Pabrik tempe “IBU RUS” belum sepenuhnya memperhatikan biaya
overhead pabrik. Karena pabrik tempe ini hanya berfokus pada bahan baku
kedelai, ragi, bahan bakar dan biaya tenaga kerja saja, sedangkan biaya-
biaya yang dikeluarkan`pabrik tempe “IBU RUS” tidak hanya bahan baku
kedelai, ragi, bahan bakar dan biaya tenaga kerja saja, tetapi masih ada biaya
overhead pabrik yang belum diperhitungkan. Dengan harga jual produk,
pabrik tempe ini harus berani bersaing di pasaran. Untuk memenangkan
persaingan dengan pabrik tempe lain, pabrik tempe “IBU RUS” harus
memiliki kualitas yang tinggi dan pastinya dengan harga yang bersaing.
Dengan kualitas yang terbaik pabrik tempe ini akan berkembang dan
menjadi home industry yang sukses..
Dalam menentukan harga jual, perusahaan harus memperhatikan
faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut berasal dari
dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan yang diantaranya adalah
persaingan, permintaan dan penawaran, biaya, keadaan ekonomi dan lain-
5
lain. Penentuan harga tidak didasarkan pada perkiraan saja, tetapi dengan
perhitungan yang akurat dan teliti. Harga jual harus dapat menutup semua
biaya yang dikeluarkan dan harus dapat menghasilkan laba yang diinginkan.
Faktor biaya merupakan faktor yang utama dalam menentukan harga jual,
karena biaya menggambarkan batas minimum yang harus di penuhi
perusahaan agar tidak mengalami kerugian. Oleh karena itu, untuk
memperkecil kesalahan yang terjadi dalam perhitungan harga pokok
produksi dan menghasilkan harga jual yang tepat dan akurat diperlukan
suatu metode yang baik. Metode yang tepat digunakan dalam pabrik tempe
ini untuk menghitung harga pokok produksi adalah metode full costing.
Dengan menerapkan metode ini diharapkan akan membantu pabrik tersebut
khususnya pada pihak manajemen pabrik tempe “IBU RUS” salam
penentuan harga pokok produksi dan harga jual dapat berfungsi lebih
optimal, efektif, dan efisien. Serta penetapan harga jual yang tepat dan
akurat untuk mencapai penetapan harga yang sewajarnya.
Menurut (Kent B. Manroe : 2000), terdapat tiga metode yang dapat
digunakan dalam penentuan harga jual yaitu cost plus pricing, mark up
pricing, dan target pricing. Cost plus pricing adalah metode penentuan
harga suatu produk atau jasa yang menggunakan biaya langsung, biaya tidak
langsung dan biaya tetap, baik yang terkait dengan produksi dan penjualan
produk atau jasa maupun tidak terkait. Biaya ini dikonversikan ke biaya per
unit untuk produk, kemudian suatu presentase yang telah ditentukan terlebih
dahulu ditambahkan untuk memberikan suatu margin laba. Harga yang
6
dihasilkan adalah biaya per unit plus persentase kenaikan harga jual (mark
up).
Penentuan mark up dalam metode cost plus pricing harus dapat
menutup biaya non produksi dan harus bisa menghasilkan laba yang
diinginkan, untuk penentuan mark up dapat dilakukan dengan ROI (Return
On Investment) dengan pendekatan full costing. ROI adalah tingkat
pembelian investasi yang diinginkan dalam kegiatan produksi. ROI dapat
digunakan untuk mengatur prestasi yang diperoleh manajer mengenai
pendapatan, biaya, dan investasi-investasi yang dikeluarkan dalam kegiatan
produksi.
Cost plus pricing method merupakan salah satu metode yang dapat
digunakan untuk menentukan harga jual produk. penentuan harga jual
dengan metode cost plus pricing yaitu dengan cara menghitung biaya
produksi maupun biaya non produksi untuk menentukan total harga pokok
produksi atau biaya total yang nantinya akan ditambah dengan persentase
laba yang diharapkan oleh perusahaan. Terdapat beberapa pendekatan
dalam menentukan harga pokok produksi sebagai dasar dalam menentukan
harga jual yaitu diantaranya adalah metode full costing dan variable costing.
Jadi penentuan biaya dalam perhitungan harga pokok produksi yang tepat
akan membantu manajer perusahaan dalam pengambilan keputusan yang
tepat.
Berdasarkan latar belakang diatas, perlu kiranya perusahaan
mengkaji kembali penetapan harga pokok produk yang dihasilkannya. Oleh
7
karena itu, untuk mengetahui bagaimanakah penentuan harga dan faktor-
faktor apa saja yang mempengaruhi dalam penentuannya, maka penulis
tertarik untuk mengambil tema pembahasan dengan judul “Evaluasi
Penentuan Harga Jual dengan Perhitungan Harga Pokok Produksi
Metode Full Costing” yang merupakan studi kasus pada Pabrik Tempe Ibu
Rus.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana penentuan harga pokok produksi yang selama ini
dilakukan oleh perusahaan?
2. Bagaimana cara menghitung penentuan harga pokok produksi
dengan menggunakan metode full costing?
3. Adakah perbedaan hasil perhitungan harga pokok produksi dengan
menggunakan metode full costing dan dengan metode yang telah
dilakukan oleh perusahaan?
4. Bagaimana penentuan harga jual produk berdasarkan perhitungan
harga pokok produksi dengan metode full costing?
C. BATASAN MASALAH
1. Penentuan harga pokok produksi menggunakan metode full costing.
2. Data yang diperoleh baik data biaya produksi maupun biaya
penjualan merupakan data pada Bulan April 2020.
8
3. Biaya produksi yang terdiri dari biaya tenaga kerja langsung dan
biaya overhead pabrik, dialokasikan pada produk berdasarkan
jumlah unit masing-masing jenis produk yang dihasilkan.
D. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui penentuan harga pokok produksi yang selama ini
dilakukan oleh perusahaaan.
2. Untuk mengetahui penentuan harga pokok produksi dengan
menggunakan metode full costing.
3. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan harga pokok produksi
dengan menggunakan metode full costing dan dengan metode yang
telah dilakukan oleh perusahaan.
4. Untuk mengetahui penentuan harga jual produk berdasarkan
perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode
full costing.
E. MANFAAT PENELITIAN
1. Bagi Penulis
a. Penelitian ini dilakukan agar dapat menerapkan dan
mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di bangku
perkuliahan, sekaligus membandingkan secara nyata antara
teori dan praktik yang dijalankan oleh perusahaan yang diteliti.
b. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam bidang
ekonomi akuntansi khususnya yang terkait dengan penentuan
9
Harga Pokok Produksi dengan metode full costing pada
perusahaan yang diteliti.
c. Sebagai bekal dan pengalaman untuk masa depan apabila
menjumpai kasus yang serupa didalam dunia kerja.
d. Dengan adanya penelitian ini secara tidak langsung menjadikan
Universitas Mercu Buana Yogyakarta lebih dikenal dilingkup
masyarakat khususnya masyarakat di sekitar obyek penelitian.
2. Bagi Perusahaan
Dalam penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam
penentuan harga pokok produksi dan harga jual produk. Selain itu
juga diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan saran positif
dalam perhitungan harga pokok produk yang lebih akurat, sehingga
perusahaan dapat menentukan harga jual yang tepat.
3. Bagi Rekan-rekan Mahasiswa
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi rekan-rekan
mahasiswa untuk membantu memberikan sumbangan pemikiran dan
menambah wawasan pengetahuan.
F. SISTEMATIKA PENULISAN
Penelitian mengenai penentuan harga jual dengan perhitungan harga
pokok produksi menggunakan pendekatan metode full costing disusun
menjadi lima bab. Adapun masing-masing bab tersebut sebagai berikut:
10
BAB I PENDAHULUAN
BAB II Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah,
rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian,
manfaat penelitian, dan sistematika penlulisan.
LANDASAN TEORI
Bab ini menguraikan tentang teori-teori yang menunjang
penulisan atau penelitian yang bisa di perkuat dengan
metode analisis yang digunakan. Di dalam landasan teori
menguraikan tentang Akuntansi Biaya meliputi pengertian ,
peran, dan tujuan akuntansi biaya. Pengertian dan
penggolongan biaya, harga pokok produksi, dan metode
penentuan harga pokok produksi. Pengertian metode full
costing maupun variable costing. Pengumpulan biaya dalam
metode full costing. Contoh penyajian laporan harga pokok
produksi metode full costing serta penyajian laporan
laba/rugi metode full costing. Metode penentuan harga jual,
selain itu juga terdapat tinjauan pustaka dari para peneliti
terdahulu.
11
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini menguraikan tentang lokasi penelitian yang
menjelaskan gambaran umum perusahaan yang meliputi
lokasi, sejarah singkat perusahaan, produk yang di jual,
proses produksi, unsur-unsur biaya produksi, dan
pemasaran. Populasi dan sampel penelitian, teknik
pengumpulan data, serta metode analisi data.
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Bab ini membahas tentang keterkaitan data yang diperlukan
yang diperoleh penulis dari hasil survey, dokumentasi,
wawancara dan juga studi kepustakaan. Mulai dari
identifikasi harga pokok produksi, pengumpulan data
produksi dan data penjualan, hingga pengumpulan harga jual
produk menurut perusahaan. Data-data yang dikumpulkan
merupakan unsur-unsur biaya produksi maupun nonproduksi
serta perhitungannya. Pada bab ini juga membahas dan
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tercantum pada
rumusan masalah.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini membahas tentang kesimpulan dari hasil penelitian
dan penulisan skripsi ini serta saran yang diberikan oleh
12
penulis sehubungan dengan hasil yang terdapat pada
kesimpulan tersebut.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. AKUNTANSI BIAYA
1. Pengertian akuntansi biaya
Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan,
peringkasan dan penyajian biaya, pembuatan dan penjualan produksi atau
jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya (Mulyadi :
2015).
Proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya
serta penafsiran informasi biaya tergantung untuk siapa proses tersebut
ditunjukan. Proses akuntansi biaya dapat ditunjukan untuk memenuhi
kebutuhan pemakai luar perusahaan. Dalam hal ini proses akuntansi biaya
harus memperhatikan karakteristik akuntansi keuangan. Dengan demikian
akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi keuangan.
2. Peran akuntansi biaya
Dulu akuntansi biaya dianggap sebagai alat untuk menghitung kos
persediaan yang disajikan di neraca dan kos produk terjual yang disajikan
pada laporan laba/rugi. Pandangan ini membatasi peran informasi yang
diperlukan manajer untuk pengambilan keputusan, karena yang
memerlukan informasi kos
13
14
produk ini hanyalah pihak di luar perusahaan. Pandangan ini kini sudah tidak
tepat lagi.
Sekarang akuntansi biaya dapat membantu manajemen dalam
merencanakan dan mengawasi kegiatan, meningkatkan mutu produk dan
efisiensi, dan mengambil keputusan strategic maupun keputusan rutin.
Pengumpulan, penyajian, dan penganalisisan informasi yang berhubungan
dengan kos dapat membantu manajemen dalam penyusunan anggaran,
pengambilan keputusan, dan pengendalian biaya dalam lingkungan teknologi
maju.
3. Tujuan akuntansi biaya
Akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok yaitu penentuan kos
produk, pengendalian biaya, dan pengambilan keputusan khusus. Untuk
memenuhi tujuan penentuan kos produk, akuntansi biaya mencatat,
menggolongkan , dan meringkas biaya-biaya pembuatan produk atau
penyerahan jasa. Biaya yang dikumpulkan dan disajikan adalah biaya yang
telah terjadi dimasa yang lalu atau biaya historis. Umumnya akuntansi biaya
untuk penentuan kos produk ini ditunjukan untuk memenuhi pihak luar
perusahaan. Oleh karena itu, untuk melayani pihak luar tersebut, akuntansi
yang lazim. Disamping itu, penentuan kos produk juga ditunjukan untuk
memenuhi kebutuhan manajemen. Penentuan kos produk untuk memenuhi
15
kebutuhan tersebut dilayani oleh akuntansi manajemen yang tidak selalu
terikat dengan prinsip akuntansi yang lazim.
B. PENGERTIAN DAN PENGGOLONGAN BIAYA
1. Pengertian biaya
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu
proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar
yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi
dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang
terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud
dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung,
misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal.
Pengertian biaya dalam arti luas adalah pengorbanan sumber ekonomi,
yang diukur dengan satuan uang yang telah terjadi atau yang mungkin akan
terjadi untuk tujuan tertentu. Dengan demikian pengertian biaya secara luas
mengandung empat unsur:
a. Merupakan pengorbanan sumber ekonomi
b. Diukur dengan satuan uang
c. Yang telah terjadi atau yang akan terjadi
d. Untuk tujuan tertentu
16
2. Penggolongan biaya
a) Berdasarkan fungsi pokok perusahaan
1. Biaya Produksi
Biaya produksi merupakan biaya yang digunakan suatu perusahaan
dalam proses produksi yang terdiri dari bahan baku langsung, tenaga
kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Biaya produksi merupakan
bagian dari persediaan.
1) Biaya bahan baku langsung
Biaya bahan baku langsung merupakan bahan baku yang tidak dapat
dipisahkan dari produk selesai, dan dapat ditelusuri langsung ke
produk selesai.
2) Tenaga kerja langsung
Tenaga kerja langsung merupakan tenaga kerja yang digunakan
dalam merubah bahan baku menjadi produk selesai, dan dapat
ditelusuri secara langsung kepada produk selesai.
3) Biaya overhead pabrik
Biaya Overhead merupakan biaya selain bahan baku langsung dan
tenaga kerja langsung, akan tetapi biaya yang mampu membantu
mengubah bahan menjadi produk selesai. Istilah lain yang dapat
digunakan untuk overhead pabrik adalah biaya produksi tidak
langsung. Biaya overhead dapat dikelompokan menjadi:
a) Bahan tidak langsung (bahan penolong)
17
Bahan tidak langsung merupakan bahan yang digunakan dalam
penyelesaian produk, tetapi pemakaianya relatif lebih kecil dan
biaya ini tidak dapat ditelusuri secara langsung kepada produk
selesai.
b) Tenaga kerja tidak langsung
Tenaga kerja tidak langsung merupakan tenaga kerja yang
membantu dalam pengolahan produk selesai, tetapi tidak dapat
ditelusuri langsung kepada produk selesai.
c) Biaya tidak langsung lainnya
Biaya tidak langsung lainnya merupakan biaya selain bahan tidak
langsung dan tenaga kerja tidak langsung yang membantu dalam
pengolahan produk selesai, tetapi tidak dapat ditelusuri langsung
kepada produk selesai. Biaya overhead pabrik (BOP) berdasarkan
perilakunya terhadap perubahan volume dibedakan menjadi tiga
kategori:
a) Biaya overhead pabrik variabel
Biaya overhead pabrik variabel adalah biaya overhead pabrik
yang totalnya mengalami perubahan secara proposional sesuai
dengan volume produksi. Dengan demikian, semakin besar
volume yang diproduksi maka semakin besar pula biaya
overhead variabelnya.
b) Biaya overhead pabrik tetap
18
Biaya overhead pabrik tetap adalah biaya overhead pabrik
yang dalam kapasitas relevan, totalnya tetap konstan meskipun
volume produksi berubah-ubah. Semakin besar volume yang
diproduksi biaya overhead pabrik tetap per unit akan semakin
kecil. Kapasitas relevan adalah berbagai tingkat produksi yang
tidak mengakibatkan bertambahnya kapasitas produksi (biaya
overhead pabrik tetap konstan)
c) Biaya overhead semi variabel
Biaya overhead semi variabel merupakan biaya overhead
pabrik yang totalnya berubah secara tidak proposional dengan
perubahan volume produksi. Dalam biaya overhead pabrik
semi variabel mengandung unsur biaya overhead pabrik
variabel dan biaya overhead pabrik tetap.
2. Biaya Non-Produksi
Biaya nonproduksi merupakan biaya yang tidak berhubungan
dengan proses produksi. Biaya produksi ini disebut dengan biaya
komersial atau biaya operasi. Biaya komersial atau operasi ini juga
digolongkan sebagai biaya periode, yaitu biaya-biaya yang dapat
dihubungkan dengan interval waktu. Biaya yang dapat dikatakan
sebagai biaya nonproduksi antara lain biaya pemasaran dan biaya
administrasi dan umum.
19
1) Biaya pemasaran
Biaya pemasaran adalah biaya-biaya yang terjadi untuk
melaksanakan kegiatan pemasaran produk. Biaya pemasaran adalah
semua biaya yang sejak saat produk selesai di produksi dan disimpan
dalam gudang sampai dengan produk tersebut berubah kembali
dalam bentuk uang tunai.
Biaya pemasaran juga dapat diartikan semua biaya yang telah
terjadi dalam rangka memasarkan produk atau barang dagangan siap
dijual sampai dengan diterimanya hasil penjualan menjadi kas
(supriyono:2000). Termasuk dalam kelompok biaya pemasaran
antara lain biaya iklan, biaya angkut penjualan, biaya tenaga
penjualan, biaya pengepakan dan biaya pemeliharaan,penyusutan,
reparasi. Hubungan nya dengan variabel biaya terhadap volume
kegiatan penggolongan biaya pemasaran dikelompokan menjadi dua,
yaitu:
a. Biaya pemasaran tetap
Biaya pemasaran tetap merupakan biaya pemasaran yang jumlah
totalnya tidak berubah meskipun dengan adanya perubahan
kegiatan atau volume pemasaran sampai dengan kapasitas
tertentu. Elemen biaya tetap misalnya gaji karyawan, biaya
penyusutan dan sebagainya.
20
b. Biaya pemasaran variabel
Biaya pemasaran variabel merupakan biaya pemasaran yang
jumlah totalnya berubah secara proposional dengan perubahan
kegiatan atau volume pemasaran produk. Semakin besar volume
atau kegiatan pemasaran semakin besar jumlah pemasaran
variabel, demikian pula sebaliknya apabila volume pemasaran
rendah.
2). Biaya administrasi dan umum
Biaya administrasi dan umum merupakan biaya-biaya untuk
mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk. Termasuk
dalam kelompok biaya ini antara lain biaya gaji karyawan
b) Berdasarkan perilaku biaya
Perilaku biaya dapat diartikan sebagai biaya yang terjadi akibat
perubahan dari aktivitas bisnis. Misalnya ketika seseorang hendak
memproduksi tempe, sebelum benar-benar menjadi tempe, tentu banyak
proses yang dilalui untuk menyeleseikan tempe tersebut.
Misalnya beberapa proses tersebut seperti proses pencucian alat,
pencucian bahan, perendaman bahan, perebusan bahan, pengeringan
bahan, pencampuran bahan lain, pengemasan. Tahapan-tahapan yang
terdapat dalam proses tersebut merupakan tahapan yang memerlukan biaya
didalamnya.
21
Oleh karena itu, akan diperinci satu persatu dari perilaku biaya yang ada
didalam bisnis yang sedang dilakukan. Berdasarkan perilaku yang
dihubungkan dengan satuan kegiatan, maka biaya dapat dipisahkan
kedalam biaya variabel, biaya tetap dan biaya semi variabel.
1) Biaya Variabel
Biaya Variabel merupakan biaya yang secara total berubah sebanding
dengan aktivitas atau volume produksi dalam rentang yang relevan,
tetapi per unit bersifat tetap. Bahan langsung dan tenaga tenaga kerja
langsung dapat digolongkan sebagai biaya variabel. Pendapat lain
mengatakan biaya variabel adalah jumlah biaya marjinal terhadap
semua unit yang diproduksi. Hal ini juga dapat dianggap biaya normal.
Biaya tetap dan biaya variabel membentuk dua komponen dari total
biaya. Biaya langsung adalah biaya yang dapat dengan mudah di kaitkan
dengan objek biaya tertentu. Namun tidak semua biaya variabel adalah
biaya langsung. Sebagai contoh, biaya overhead variabel produksi
adalah biaya variabel yang merupakan biaya tidak langsung, tidak
langsung menjadi suatu biaya. Biaya variabel kadang-kadang disebut
biaya tingkat-unit karena mereka bervariasi dengan jumlah unit yang
diproduksi.
2) Biaya tetap
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap konstan, tidak
dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas dengan
22
tingkatan tertentu. Sedangkan biaya tetap per satuan (unit cost) berubah
berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan, semakin tinggi
volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume
kegiatan semakin tinggi biaya satuan. Contoh: biaya overhead, biaya
pemasaran tetap, dll. Tingkatan kekonstanan total biaya tetap terbatas
dalam jangka kapasitas (range of capacity) yang merupakan daerah
kapasitas didalam manajemen melaksanakan kegiatan sehingga jarak
tersebut dinamakan juga jarak relevan (relevant range). Tingkatan
kapasitas di luar jarak relevan dapat mengakibatkan jumlah total biaya
tetap berubah. Dihubungkan dengan karakteristik biaya terhadap
keluarannya, biaya tetap dapat digolongkan menjadi dua yaitu biaya
tetap discreationary dan biaya tetap committed. Biaya tetap
discreationary adalah biaya tetap yang besarnya ditentukan oleh
kebijaksanaan manajemen puncak setelah mempertimbangkan program
dan cara-cara pelaksanaan program yang bersangkutan, misalnya biaya
tetap untuk penelitian dan pengembangan, pendidikan dan latihan
karyawan, serta promosi dan advertensi. Sedangkan biaya tetap
committed adalah biaya tetap yang terjadi dalam rangka
mempertahankan kapasitas atau kemampuan perusahaan beroperasi
dalam kegiatan produksi, pemasaran, dan administrasi seperti
depresiasi, asuransi, dagi pejabat kunci.
23
3) Biaya semi variabel
Biaya semi variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sesuai
dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat-sifat perubahannya
tidak sebanding. Semakin tinggi volume kegiatan semakin besar jumlah
total biaya, tetapi perubahannya tidak sebanding (non proportional).
Sedangkan biaya semi variabel per satuan berubah terbalik dihubungkan
dengan perubahan volume kegiatan tetapi sifatnya tidak sebanding.
Sampai dengan tingkat kegiatan tertentu, semakin tinggi volume
kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan
semakin tinggi biaya satuan. Contohnya adalah biaya reparasi dan
pemeliharaan aktiva tetap, biaya kendaraan, biaya listrik, biaya telepon,
dll.
Untuk tujuan perencanaan, pembuatan keputusan, dan pengendalian
biaya maka biaya semi variabel harus dipisahkan ke dalam biaya tetap
dan biaya variabel. Pendekatan dan metode yang dapat digunakan untuk
memisahkan biaya semi variabel adalah:
a. Metode titik tertinggi dan terendah (high and low point method)
Merupakan metode yang memisahkan biaya variabel dan biaya
tetap dalam periode tertentu dengan mendasarkan kapasitas dan
biaya pada titik tertinggi dengan titik terendah. Metode titik tertinggi
dan terendah memiliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulannya
metode ini sangat sederhana sehingga mudah dihitung dan dipakai.
24
Sedangkan kelemahannya adalah kurang teliti dan cermat, karena
hanya didasarkan pada dua tingkatan kapasitas yang lain tidak
dipertimbangkan.
Perbedaan antara kedua titik tersebut disebabkan karena adanya
perubahan kapasitas dan besarnya tarif biaya variabel satuan,
sehingga persamaan Y= a + b (x) dapat ditentukan. Adapun langkah-
langkah memisahkan biaya variabel dan biaya tetap dengan metode
titik tertinggi dan terendah (high and low point method) adalah:
Menentukan biaya variabel satuan = b
Biaya pada titik tertinggi Yt = a + bxt
Biaya pada titik terendah Yr = a + bxr
Perbedaan Yt – Yr = bxt – bxr
Jadi : b (xt – xr) = Yt – Yr
Dimana : Yt = jumlah biaya pada titik tertinggi
Yr = jumlah biaya pada titik terendah
a = jumlah total biaya
xt = kapasitas tertinggi
xr = kapasitas terendah
Menentukan besarnya total biaya tetap = a
Total biaya tetap pada a dapat dihitung dari biaya pada titik tertinggi
atau biaya pada titik terendah, dengan rumus :
pada titik tertinggi : a = Yt – bxt
25
pada titik terendah adalah a : Yr – bxr
Menentukan besarnya anggaran fleksibel setelah b dan a dapat
ditentukan, maka besarnya persamaan atau rumus biaya dengan
anggaran fleksibel adalah : Y = a + bxr
Contoh : berikut data kegiatan biaya reparasi dan pemeliharaan PT.
ABC Tahun 2019.
Tabel 2.1
Data kegiatan biaya reparasi dan pemeliharaan
PT. ABC Tahun 2019
Bulan Ke- Biaya reparasi dan Jam
Pemeliharaan mesin
1 750.000 6.000
2 715.000 5.500
3 530.000 4.000
4 600.000 4.000
5 600.000 4.500
6 875.000 7.000
7 800.000 6.000
8 1000.000 8.000
9 800.000 6.000
26
10 750.000 6.000
11 550.000 4.500
12 600.000 4.500
Total 8570.000 66.000
Tabel 2.2
Biaya Reparasi dan Pemeliharaan pada Tingkat Kegiatan
Tertinggi dan Terendah
Biaya Reparasi dan Pemeliharaan
pada Tingkat Kegiatan Tertinggi
dan Terendah
Tertinggi Terendah Selis
ih
Jumlah Jam Mesin 8.000 4.000 4.00
0
Biaya Reparasi & Rp. Rp. Rp.
400.
Pemeliharaan 1000.000 ,- 600.000,- 000,
-
27
Biaya variabel = Rp. 400.000,- : 4.000 = Rp. 100,- per jam
mesin
Perhitungan unsur biaya tetap dalam biaya reparasi dan
pemeliharaan mesin dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 2.3
Perhitungan Unsur Biaya Tetap
Titik Kegiatan Titik Kegiatan
Tertinggi Terendah
Biaya Reparasi dan Rp. 1000.000,- Rp. 600.000,-
Pemeliharaan
Rp. 100,- x 8.000 Rp. 800.000,-
Rp. 100,- x 4.000 Rp. 400.000,-
Biaya Reparasi & Rp. 200.000,- Rp. 200.000,-
Pemeliharaan
Tetap
Fungsi biaya dan pemeliharaan tersebut dinyatakan secara
matematis, berbentuk fungsi linier yaitu : Y = 200.000 +
100x
28
b. Metode grafik statistical (statistical scattergraph method)
Merupakan metode pemisahan biaya tetap dan biaya variable dengan
cara menggambarkan biaya setiap bulan pada sebuah grafik dan
menarik satu garis lurus ditengah titik-titik biaya tersebut. Metode ini
memiliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulan metode ini di
bandingkan metode titik tertinggi dan terendah serta metode biaya
bersiap, metode grafik statistic lebih teliti karena semua telah di
perhitungkan. Sedangkan kelemahan metode grafik statistic adalah
kurang ilmiah karena penarikan garis B dapat berbeda antara orang
tertentu di bandingkan orang lain, atau oleh orang tertentu tetapi
waktunya berbeda, meskipun dengan menggunakan data kapasitas
dan biaya yang sama, jadi sifatnya subyektif. Adapun langkah-
langkah di dalam pembuatan grafik statistical adalah:
1. Membuat denah atau grafik statistical, garis tegak lurus atau
vertical disebut sumbu Y menunjukan tingkat besarnya biaya,
garis mendatar atau horizontal disebut sumbu X menunjukan
tingkatan kapasitas atau kegiatan.
2. Memasukkan biaya setiap bulan pada grafik statistical biaya per
bulan di gambarkan pada grafik sesuai dengan besarnya dan
tingkatan kegiatan.
29
3. Ditarik garis B atau biaya dan semua titik-titik biaya ditarik garis
lurus melewati ditengah titik-titik tersebut sampai memotong
sumbu Y, garis tersebut garis B atau total biaya.
4. Menentukan besarnya total biaya tetap atau a. Perpotongan garis
b atau biaya dengan sumbu y dianggap atau menunjukan besarnya
total biaya tetap atau a, perpotongan dengan sumbu Y ditarik garis
ke kanan secara horizontal atau mendatar adalah garis a
menunjukan total biaya tetap.
5. Menentukan besarnya biaya variabel satuan atau b.
Besarnya biaya variabel satuan adalah : b = Y – an atau b = Y –
ax. Biaya variabel satuan menunjukan kemiringan atau slope
grafik B atau total biaya.
6. Menentukan persamaan anggaran fleksibel, setelah a dan b
diketahui, dapat disusun persamaan anggaran fleksibel per bulan
atau per tahun, yaitu y = a + bx
Keterangan:
Besarnya biaya tetap per bulan atau a = Rp. 12.500,-
Besarnya biaya tetap per tahun = Rp. 12.500,- x 12 = Rp.
150.000,-
30
Biaya variabel satuan atau b adalah:
b = Y – an = Rp. 480.000,- - Rp. 150.000,- = Rp. 13,75 per
jam mesin x 40.000 jam mesin, atau
b = Y – a = Rp.40.000,- - Rp. 12.500,- = Rp. 13,75 per jam
mesin x 2000 jam mesin
persamaan anggaran fleksibel adalah:
per bulan Y = a + bx = Rp. 12.500,- + Rp. 13,75 x
per tahun Y = a (12) + bx = Rp. 150.000,- + Rp. 13,75 x
Biaya (Rp)
Biaya varibel
Biaya Tetap
Volume kegiatan
31
c. Metode Kuadrat Terkecil (Least Squares Method)
Dalam persamaan garis regresi : y = a + bx, dimana y merupakan
variabel tidak bebas ( depedent variable), yaitu variabel yang
perubahannya ditentukan oleh perubahan pada variabel x yang
merupakan variabel bebas (independent variable). Variabel y
menunjukan biaya, sedangkan variabel x menunjukan volume
kegiatan. Contoh biaya semi variabel adalah biaya listrik, biaya
pemeliharaan, dll.
Metode ini juga memiliki keunggulan dan kelemahan.
Keunggulannya dari Least Square Method adalah metode ini dapat
menghasilkan persamaan biaya yang dapat dipertanggungjawabkan
secara ilmiah. Serta tidak ada data biaya yang digunakan. Sedangkan
kelemahan dari metode ini adalah kesulitan apabila dalam
perhitungannya digunakan secara manual. Serta penggunaan awam
cenderung tidak mau susah untuk menghitungnya.
Rumus perhitungan a dan b dapat ditentukan dengan cara
sebagai berikut:
b = n∑(xy) - ∑x∑y
n∑x2 - (∑x)2
a = ∑y – b (∑x)
N
32
Tabel 2.4
Contoh perhitungan metode kuadrat terkecil (Least Squares
Method)
Bulan Biaya Jam Dalam Dalam
Ke- reparasi & mesin (000) (000)
pemeliharaan
(000)
y x xy X2
1 750 6000 4.500.000 36.000
2 715 5500 3.932.500 30.250
3 530 4000 2.120.000 16.000
4 600 4000 2.400.000 16.000
5 600 4500 2.700.000 20.250
6 875 7000 6.125.000 49.000
7 800 6000 4.800.000 36.000
8 1000 8000 8.000.000 64.000
9 800 6000 4.800.000 36.000
10 750 6000 4.500.000 36.000
11 550 4500 2.475.000 20.250
12 600 4500 2.700.000 20.250
33
∑y ∑x ∑xy ∑x2
8.570.000
66.000 41.060.50 380.000.00
0.000 0
b = 12 x 41.060.500 – 66.000 x 8.570.000
12 X 380.000.000 – (66.000)2
a = 8.570.000 – b x 66.000
12
Jadi biaya reparasi dan pemeliharaan mesin tersebut terdiri
dari
Biaya variabel = Rp. 115,- jam mesin (0,115 x Rp. 1000)
Biaya tetap = Rp. 79.270,- per bulan
Atau fungsi linier biaya tersebut adalah Y = 79.270 + 115x
c) Berdasarkan hubungannya dengan produk
Berdasarkan hubungannya dengan produk, biaya dapat dipisahkan kedalam
dua jenis biaya, yaitu:
1) Biaya produk
Merupakan biaya yang melekat dengan produk yang laku dijual dan
tidak berhubungan dengan waktu pengeluaran biaya. Contoh, pada
tahun 2019 perusahaan memproduksi barang 10.000 unit dengan biaya
produksi per unit Rp. 5.000,- . Pada tahun 2019 tersebut perusahaan
34
mampu menjual 8.000 unit, maka biaya produk tahun 2019 sebagai
harga pokoknya adalah sebesar 8.000 x Rp. 5.000,- = Rp. 40.000.0000,-
bukan 10.000 x Rp. 5. 000,- = Rp. 50.000.000,-
2). Biaya periode
Merupakan biaya yang terikat oleh waktu dikeluarkannya biaya
tersebut, artinya biaya yang dikeluarkan pada periode tersebut akan
diperhitungkan sebagai biaya tahun tersebut, contohnya biaya
pemasaran dan biaya administrasi dan umum.
d) Berdasarkan pertanggungjawaban
Bila manajemen ingin mengetahui dimana biaya terjadi dan siapa yang
harus bertanggung jawab atas pengeluaran biaya tersebut, maka
penggolongan biayanya harus berdasar atas pertanggungjawaban, Biaya
berdasar atas pertanggungjawaban ini bisa dikelompokan dalam dua
macam yakni biaya terkendali dan biaya tidak terkendali.
1) Biaya terkendali
Biaya terkendali (controllable cost) merupakan biaya yang dikeluarkan
oleh seseorang/departemen atas pengeluaran tersebut seseorang atau
departemen tersebut harus mempertanggungjawabkan. Misalkan biaya
iklan dikeluarkan oleh departemen pemasaran dan harus
dipertanggungjawabkan oleh departemen pemasaran.
Pertanggungjawaban ini harus dipikul karena biaya yang dikeluarkan
bisa dikendalikan oleh departemen tersebut.
35
2) Biaya tidak terkendali
Biaya tidak terkendali (uncontrollable cost) adalah biaya yang tidak bisa
dibebankan tanggung jawab pengeluarannya oleh sebuah pusat biaya.
Biaya penyusutan misalnya tidak bisa dipengaruhi dan bukan
tanggungjawab manajer pusat biaya , dimana penyusutan tersebut
dibebankan. Hal tersebut karena pembelian aktiva tetap merupakan
keputusan manajer tingkat tinggi (top manager), sehingga biaya yang
muncul bukan tanggungjawab departemen pemakai aktiva tetap
tersebut.
e) Berdasarkan hubungannya dengan masa manfaat
Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli suatu aktiva, bisa
dihubungkan dengan masa manfaat aktiva tersebut. Masa manfaat aktiva
bisa berjangka panjang dan berjangka pendek. Dalam hubungannya dengan
masa manfaat aktiva tersebut, maka biaya dapat dipisahkan dalam dua
kelompok, pengeluaran modal (capital expenditure) dan pengeluaran
penghasilan (Revenue expediture)
1) Pengeluaran modal
Merupakan biaya yang dikeluarkan yang masa manfaatnya lebih dari
satu tahun atau berjangka panjang. Pengeluaran ini akan membentuk
cost (harga pokok) dari aktiva yang bersangkutan. Contoh biaya ini
adalah biaya perbaikan gedung yang nilainya besar dan dikapitalisasi
dengan nilai gedung, maupun pembelian aktiva tetap.