86
2 Tempe ukuran 320 potong x 26 hari 9.120 potong
sedang + 200 potong x 4 hari
3 Tempe ukuran 40 potong x 26 hari + 1.280 potong
sedang (lebih 60 potong x 4 hari
panjang)
4 Tempe ukuran 60 potong x 26 hari + 1.680 potong
besar 30 potong x 4 hari
Total 20.280 potong
Produksi dan
Penjualan
Sumber : Pabrik Tempe Ibu Rus (data diolah)
4. Pengumpulan Harga Jual Produk Menurut Perusahaan
Dengan menentukan harga jualnya, pabrik tempe Ibu Rus hanya
memperhitungkan biaya bahan baku saja dan memperhitungkan laba yang
diinginkan. Saat di jumpai di pabriknya, pemilik pabrik mengatakan bahwa
cara beliau menentukan harga jual adalah dengan memperhitungkan harga
kedelai per kilogramnya seharga Rp. 7.500,- akan menjadi income balik
kurang lebih sebesar Rp. 12.000,- . Hal ini dapat dikatakan bahwa perusahaan
menginginkan laba kurang lebih sebesar Rp. 4.500,- per kilogram kedelai.
Perhitungan harga pokok produksi metode perusahaan dapat dilihat pada tabel
4.7.
87
B. PEMBAHASAN
1. Menghitung harga pokok produksi menurut metode yang digunakan
oleh perusahaan.
Tabel 4.7
Perhitungan Harga Pokok Produksi Pabrik
Tempe Ibu Rus
(Metode Perusahaan)
No Jenis Biaya Produk yang Harga
Produk Bahan Dihasilkan Pokok
Baku Produksi
Langsung per Potong
Tempe
1 Tempe Kecil Rp.6.150.00 8.200 potong Rp. 750,-
0,-
2 Tempe Rp. 9.120 potong Rp. 937.5
sedang 8.550.000,-
88
3 Tempe Rp. 1.280 potong Rp. 1.875,-
Rp. 2.500,-
sedang 2.400.000,-
(lebih
panjang)
4 Tempe besar Rp. 1.680 potong
4.200.000
Sumber : Pabrik Tempe Ibu Rus (data diolah)
Data yang dihasilkan pada tabel diatas diperoleh dari perhitungan
seperti berikut:
Harga Pokok Produk Jumlah biaya bahan baku
=
Jumlah produk yang dihasilkan
Jadi menurut perusahaan harga pokok produk per satuan tempe kecil
adalah Rp. 750,-, per satuan tempe sedang sebesar Rp. 937,5,-, per
satuan tempe sedang (lebih panjang) sebesar Rp. 1.875,-. dan per satuan
tempe besar Rp. 2.500,-
89
2. Menghitung Harga Pokok Produksi dengan Menggunakan Metode Full
Costing.
Dalam menghitung harga pokok produksi tempe pada pabrik tempe Ibu
Rus, penulis mengalokasikan biaya bersama yaitu biaya tenaga kerja langsung
dan biaya overhead pabrik berdasarkan jumlah unit masing-masing produk
yang dihasilkan. Dengan demikian, penulis harus menentukan perbandingan
antara biaya bahan baku masing-masing jenis produk dengan biaya bersama.
Langkah tersebut dilakukan agar penulis dapat mengalokasikan biaya bersama
ke dalam biaya bahan baku untuk menghitung harga pokok produksi dengan
tepat. Tabel perbandingan atau pengalokasian biaya bersama secara rinci
dapat dilihat pada tabel 4.8a, tabel 4.8b, dan tabel 4.8c. Sedangkan alokasi
biaya bahan baku dan biaya bersama serta biaya produksi dapat dilihat pada
tabel 4.9.
90
ALOKASI BIAYA BERSAMA
a. Persentase Perbandingan Biaya Bahan Baku Langsung
Tabel 4.8a
Persentase Perbandingan Biaya Bahan Baku Langsung
No Jenis Produk Total Biaya Prosentase
Bahan Baku Perbandingan
Langsung
1 Tempe Kecil Rp.6.150.000,- 28,87 %
2 Tempe sedang Rp. 8.550.000,- 40,14 %
3 Tempe sedang (lebih Rp. 2.400.000,- 11,27%
panjang)
4 Tempe besar Rp. 4.200.000 19,72%
Total biaya bahan Rp. 100%
baku langsung 21.300.000,-
Sumber : Data diolah penulis
91
b. Alokasi Biaya Tenaga Kerja Langsung
Tabel 4.8b
Alokasi Biaya Tenaga Kerja Langsung
No Jenis Persentase Total Biaya Alokasi
Produk Perbandingan Tenaga Biaya
Kerja Tenaga
Langsung Kerja
Langsung
1 Tempe 28,87 % Rp. Rp.
Kecil 4.200.000 1.212.540,-
2 Tempe 40,14 % Rp. Rp.
sedang 4.200.000 1.685.880,-
3 Tempe 11,27% Rp. Rp.
sedang 4.200.000 473.340,-
(lebih
panjang)
4 Tempe 19,72% Rp. Rp.
besar 4.200.000 828.240,-
TOTAL 100% Rp.
4.200.000,-
Sumber : Data diolah penulis
92
c. Alokasi Biaya Overhead Pabrik
Tabel 4.8c
Alokasi Biaya Overhead Pabrik
No Jenis Persentase Total Biaya Alokasi Biaya
Produk Perbandinga Overhead Overhead
n Pabrik Pabrik
1 Tempe 28,87 % Rp. Rp.
Kecil 3.538.926.95 1.021.688,21,-
2 Tempe 40,14 % Rp. Rp.
sedang 3.538.926.95 1.420.525,28,-
3 Tempe 11,27% Rp. Rp.
sedang 3.538.926.95 398.837,067,-
(lebih
panjang)
4 Tempe 19,72% Rp. Rp.
besar 3.538.926.95 697.876,395,-
TOTAL 100% Rp.
3.538.926.95
Sumber : Data diolah penulis
93
Tabel 4.9
Alokasi Biaya Bersama pada Masing-masing Jenis Produk
No Jenis Biaya Alokasi Alokasi Biaya
Prod Bahan Biaya Biaya Produksi
uk Baku Tenaga Overhead
Langsun Kerja Pabrik
g Langsu
ng
1 Temp Rp.6.150. Rp. Rp. Rp.8.384.228
e 000,- 1.212.5 1.021.688, ,21,-
Kecil 40,- 21,-
2 Temp Rp. Rp. Rp. Rp.11.656.40
e 8.550.00 1.685.8 1.420.525, 5,3,-
sedan 0,- 80,- 28,-
g
3 Temp Rp. Rp. Rp. Rp.3.272.177
e 2.400.00 473.340 398.837,0 ,07,-
sedan 0,- ,- 67,-
g
(lebih
94
panja
ng)
4 Temp Rp. Rp. Rp. Rp.5.726.116
e 4.200.00 828.240 697.876,3 ,4,-
besar 0 ,- 95,-
TOTA Rp. Rp. Rp. Rp.
L 21.300.0 4.200.0 3.538.926. 29.038.927
00,- 00,- 95
Sumber : Data diolah penulis
Tabel 4.10
Perhitungan Harga Pokok Produksi
Pabrik Tempe Ibu Rus
Metode Full Costing
No Jenis Biaya Produksi Jumlah Harga Pokok
Produk
Produk per Potong
yang Tempe
Dihasilkan
95
1 Tempe Rp.8.384.228,21,- 8.200 Rp.1.022,47,-
Rp.1.278,11,-
Kecil potong Rp.2.911,86,-
2 Tempe Rp.11.656.405,3,- 9.120 Rp.3.408,40
sedang potong
3 Tempe Rp.3.272.177,07,- 1.280
sedang potong
(lebih
panjang)
4 Tempe Rp.5.726.116,4,- 1.680
besar potong
Sumber : Data diolah penulis
3. Perbandingan penentuan harga pokok produksi (HPP) antara metode
yang dilakukan perusahaan dengan metode full costing (dilakukan oleh
penulis)
96
Tabel 4.11
Perbandingan Perhitungan HPP Tempe
Menurut Perusahaan dan Menurut Penulis
No Jenis HPP HPP Selisih
Produk Menurut Menurut
Perusahaan Penulis
1 Tempe Rp. 750,- Rp.1.022,47,- Rp.272,47,-
Kecil
2 Tempe Rp. 937,5,- Rp.1.278,11,- Rp.340,61,-
sedang
3 Tempe Rp. 1.875,- Rp.2.911,86,- Rp.1.036,86,-
sedang
(lebih
panjang)
4 Tempe Rp. 2.500,- Rp.3.408,40 Rp.908,4,-
besar
Sumber : Data diolah penulis
Dari data tabel 4.11 menunjukan adanya perbedaan jumlah
harga pokok produksi yang dihitung oleh perusahaan dan dengan harga
pokok produksi yang dihitung oleh penulis dengan menggunakan
97
metode full costing. Perhitungan harga pokok produksi menggunakan
metode full costing menghasilkan angka yang lebih tinggi dibandingkan
perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh perusahaan.
Perbedaan tersebut dikarenakan perhitungan harga pokok produksi yang
dilakukan oleh perusahaan tidak memasukan unsur biaya tenaga kerja
langsung dan juga biaya overhead pabrik, sedangkan perhitungan harga
pokok produksi dengan menggunakan metode full costing memasukan
unsur-unsur biaya tersebut.
Harga pokok produksi tempe kecil menurut perusahaan
Rp.750,- sedangkan menurut penulis Rp.1.022,47,- terdapat selisih
sebesar Rp.272,47,-. Harga pokok produksi tempe sedang menurut
perusahaan Rp.937,5,- sedangkan menurut penulis Rp.1.278,11,-
terdapat selisih Rp.340,61,-. Harga pokok produksi tempe sedang (lebih
panjang) menurut perusahaan Rp.1.875,- sedangkan menurut penulis
Rp.2.911,86,- terdapat selisih Rp.1.036,86,-. Harga pokok produksi
tempe besar menurut perusahaan Rp.2.500,- sedangkan menurut penulis
Rp.3.408,40,- terdapat selisih Rp.908,4,-.
98
4. Menentukan harga jual berdasarkan perhitungan harga pokok
produksi dengan metode full costing.
Sebelum menentukan harga jual berdasarkan perhitungan harga pokok
produksi dengan menggunakan metode full costing, penulis terlebih dahulu
menghitung laba yang diinginkan perusahaan dan bagaimana
mengalokasikannya. Perhitungan laba perusahaan serta persentase laba tiap
jenis produk dapat dilihat pada tabel 4.12.
Tabel 4.12
Perhitungan Laba Perusahaan per Satu Unit Produk
No Jenis HPP Harga Selisih/Lab Persentras
Produk Menurut Jual a e Laba
Perusaha Menurut
an Perusahaa
n
1 Tempe Rp. 750,- Rp.1.400,- Rp.650,- 86,67%
Kecil
2 Tempe Rp. Rp.1.800,- Rp.862,5,- 92%
sedang 937,5,-
99
3 Tempe Rp. Rp.3.000,- Rp.1.125,- 60%
sedang 1.875,-
(lebih
panjang
)
4 Tempe Rp. Rp.4.000,- Rp.1.500,- 60%
besar 2.500,-
Sumber : Data diolah penulis
Dari tabel 4.12 menunjukan harga pokok produksi menurut
perusahaan dibandingkan dengan harga jualnya. Sehingga dapat
diketahui besarnya laba yang diinginkan oleh perusahaan. Harga pokok
produksi tempe kecil Rp.750,- sedangkan dijual dengan harga
Rp.1.400,- maka di dapat laba sebesar Rp.650,-. Harga pokok produksi
tempe sedang sebesar Rp.937,5,- sedangkan dijual dengan harga
Rp.1.800,- maka didapat laba sebesar Rp.862,5,-. Harga pokok produksi
tempe sedang (lebih panjang) Rp.1.875,- sedangkan dijual dengan harga
Rp.3.000,- maka didapat laba sebesar Rp.1.125,-. Harga pokok produksi
tempe besar Rp.2.500,- sedangkan dijual dengan harga Rp.4.000,- maka
didapat laba sebesar Rp.1.500,-. Kemudian penulis menghitung
persentase laba pada tiap jenis tempe.
100
Setelah diketahui persentase laba yang diinginkan ole
perusahaan untuk setiap satuan produknya berdasarkan harga pokok
produksi, maka harga pokok penjualan menurut perhitungan harga
pokok produksi metode full costing dapat ditentukan. Perhitungan harga
pokok penjualan dengan berdasarkan perhitungan harga pokok produksi
metode full costing dapat dilihat pada tabel 4.13.
Tabel 4.13
Perhitungan Harga Jual Produk
Berdasarkan Perhitungan Harga Pokok Produksi
Metode Full Costing
No Jenis HPP Metode Laba yang Harga Jual
Produk Full Costing Diinginkan (HPP +
Laba)
1 Tempe Rp.1.022,47,- 86,67% x Rp.1.908,64,-
Kecil Rp.1.022,47,- =
Rp.886,17,-
101
2 Tempe Rp.1.278,11,- 92% x Rp.2.453,97,-
sedang Rp.1.278,11,- =
Rp.1.175,86,-
3 Tempe Rp.2.911,86,- 60% x Rp.4.658,97,-
sedang Rp.2.911,86,-
(lebih =Rp.1.747,11,-
panjang)
4 Tempe Rp.3.408,40 60% x Rp.5.453,44,-
besar Rp.3.408,40 =
Rp.2.045,04
Sumber : Data diolah penulis
5. Laporan keuangan perusahaan menurut penulis
Dari seluruh perhitungan diatas, mulai dari pengumpulan dan analisi
data hingga perhitungan seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan,
dengan demikian penulis dapat menyusun laporan keuangan perusahaan.
Laporan keuangan yang disusun oleh penulis meliputi laporan harga pokok
produksi dan laporan laba / rugi yang dalam perhitungannya menggunakan
metode full costing. Hasil penjualan dihitung dengan cara menjumlahkan
seluruh jumlah produk yang dijual dengan harga yang sesuai perhitungan
penulis.
102
Penjualan tempe kecl = harga jual tempe kecil x jumlah
produk tempe kecil yang terjual.
Penjualan tempe sedang = harga jual tempe sedang x
jumlah produk tempe sedang
yang terjual.
Penjualan tempe sedang (lebih panjang) = harga jual tempe sedang (lebih
panjang) x jumlah produk tempe
sedang (lebih panjang) yang
terjual.
Penjualan tempe besar = harga jual tempe besar x jumlah
produk tempe besar yang terjual.
Laporan yang disusun oleh penulis dapat dilihat pada tabel 4.14a, 4.14b,
4.14c, dan 4.14d
103
LAPORAN BIAYA PRODUKSI
a. Laporan biaya produksi untuk tempe kecil
Tabel 4.14a
Laporan Biaya Produksi Untuk Tempe Kecil
PABRIK TEMPE IBU RUS
LAPORAN BIAYA PRODUKSI BULAN APRIL 2020
Harga Pokok Produksi: Rp. 6.150.000,-
Biaya bahan baku Rp. 1.212.540,-
Biaya tenaga kerja langsung Rp. 1.021.688,21,- +
Biaya overhead pabrik
Biaya harga pokok produk Rp.8.384.228,21,-
Sumber : Pabrik tempe Ibu Rus (data diolah)
Jadi total biaya harga pokok produk tempe kecil pada pabrik tempe Ibu
Rus adalah sebesar Rp.8.384.228,21,-
104
b. Laporan biaya produksi untuk tempe sedang
Tabel 4.14b
Laporan Biaya Produksi Untuk Tempe Sedang
PABRIK TEMPE IBU RUS
LAPORAN BIAYA PRODUKSI BULAN APRIL 2020
Harga Pokok Produksi: Rp. 8.550.000,-
Biaya bahan baku Rp.1.685.880,-
Biaya tenaga kerja langsung Rp. 1.420.525,28- +
Biaya overhead pabrik
Biaya harga pokok produk Rp.11.656.405,3,-
Sumber : Pabrik tempe Ibu Rus (data diolah)
Jadi total biaya harga pokok produk tempe sedang pada pabrik tempe
Ibu Rus adalah sebesar Rp.11.656.405,3,- .
105
c. Laporan biaya produksi untuk tempe sedang (lebih panjang)
Tabel 4.14c
Laporan Biaya Produksi Untuk Tempe Sedang (Lebih Panjang)
PABRIK TEMPE IBU RUS
LAPORAN BIAYA PRODUKSI BULAN APRIL 2020
Harga Pokok Produksi: Rp. 2.400.000,-
Biaya bahan baku Rp.473.340,-
Biaya tenaga kerja langsung Rp. 398.837,067,- +
Biaya overhead pabrik
Biaya harga pokok produk Rp.3.272.177,07,-
Sumber : Pabrik tempe Ibu Rus (data diolah)
Jadi total biaya harga pokok produk tempe sedang (lebih panjang)
pada pabrik tempe Ibu Rus adalah sebesar Rp.3.272.177,07,-
106
d. Laporan biaya produksi untuk tempe besar
Tabel 4.14d
Laporan Biaya Produksi Untuk Tempe Besar
PABRIK TEMPE IBU RUS
LAPORAN BIAYA PRODUKSI BULAN APRIL 2020
Harga Pokok Produksi: Rp. 4.200.000,-
Biaya bahan baku Rp.828.240,-
Biaya tenaga kerja langsung Rp. 697.876,395,- +
Biaya overhead pabrik
Biaya harga pokok produk Rp.5.726.116,4,-
Sumber : Pabrik tempe Ibu Rus (data diolah)
Jadi total biaya harga pokok produk tempe besar pada pabrik tempe
Ibu Rus adalah sebesar Rp.5.726.116,4,-
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis data dan pembahasan pada bab IV terhadap penentuan
biaya produksi tempe dengan metode full costing, perusahaan belum
melakukan perhitungan harga pokok produksi dengan tepat sesuai dengan
ilmu akuntansi. Berikut ini adalah kesimpulan yang dapat diambil oleh
penulis:
1. Perhitungan harga pokok produksi pada pabrik tempe Ibu Rus belum tepat
karena hanya menghitung total biaya bahan baku saja. Perhitungan harga
pokok produksi menurut perusahaan yaitu untuk tempe kecil yaitu untuk
tempe kecil Rp.750,-, tempe sedang Rp.937,5,-, tempe sedang (lebih
panjang) Rp.1.875,-, dan tempe besar Rp.2.500,-. Untuk harga satuan
tempe kecil Rp.1.400,-, tempe sedang Rp.1.800,-, tempe sedang (lebih
panjang) Rp.3.000,-, dan tempe besar Rp.4.000,-.
2. Perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full
costing menghasilkan harga pokok produksi yang lebih tinggi daripada
menurut perusahaan. Harga pokok produksi untuk tempe kecil
Rp.1.022,47,-, tempe sedang Rp.1.278,11,-, tempe sedang (lebih panjang)
Rp.2.911,86,-, dan tempe besar Rp.3.408,40,-. Untuk harga satuan tempe
107
108
kecil Rp.1.908,64,-, tempe sedang Rp.2.453,97,-, tempe sedang (lebih
panjang) Rp.4.658,97,-, dan tempe besar Rp.5.453,44,-.
3. Terdapat perbedaan antara perhitungan harga pokok produksi
berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh perusahaan dengan
perhitungan yang dilakukan oleh penulis yaitu perhitungan harga pokok
produksi berdasarkan metode full costing. Perbedaan terjadi karena
pada perhitungan harga pokok produksi oleh perusahaan tidak
memasukan biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Selisih
perhitungan tersebut sebesar Rp.272,47,- untuk tempe kecil,
Rp.340,61,- untuk tempe sedang, Rp.1.036,86,- untuk tempe sedang
(lebih panjang), dan Rp.908,4,- untuk tempe besar.
4. Perhitungan harga pokok produksi sangat berpengaruh terhadap
penentuan harga jual produk. Penentuan harga jual produk menurut
penulis berdasarkan perhitungan harga pokok produksi menghasilkan
harga jual untuk tempe kecil Rp.1.908,64,-, tempe sedang
Rp.2.453,97,-, tempe sedang (lebih panjang) Rp.4.658,97,-, dan tempe
besar Rp.5.453,44,-.
B. SARAN
Sesuai dengan kesimpulan tersebut, maka penulis ingin memberikan
saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi perusahaan atau sebagai bahan
pertimbangan. Adapun saran yang ingin penulis sampaikan adalah sebagai
berikut:
109
1. Dalam menghitung dan menentukan harga pokok produksi sebaiknya
tidak hanya memperhitungkan biaya bahan baku saja. Tetapi
perusahaan juga harus memperhitungkan biaya tenaga kerja langsung
dan biaya overhead pabrik juga. Seperti bahan penolong misalnya ragi
tempe, plastik, kemasan, kayu bakar, dan kantong plastik. Biaya tidak
langsung lainnya seperti listrik, biaya pemeliharaan peralatan dan biaya
penyusutan. Hal ini penting karena mempengaruhi tinggi rendahnya
harga pokok produksi.
2. Sebaiknya biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik
untuk setiap produk yang dihasilkan perusahaan baik untuk tempe kecil,
tempe sedang, tempe sedang (lebih panjang), dan tempe besar
dialokasikan sesuai dengan jumlah unit yang dihasilkan pada masing-
masing jenis tempe.
3. Jika perusahaan menerapkan perhitungan harga pokok produksi metode
full costing, biaya produksi akan lebih tinggi. Sebaiknya perusahaan
melakukan efisiensi dalam menekan biaya produksi baik biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja langsung, maupun biaya overhead pabrik
apabila perusahaan mengambil kebijakan untuk tidak menaikan harga
jual.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Halim dan Bambang Supomo. 2005. Akuntansi Manajemen. Yogyakarta:
BPFE.
Hansen, Don R dan Maryanne M. Mowen. (2009). Akuntansi Manajerial. Buku 2
Edisi 8. Jakarta: Salemba Empat. Herdinasari, Lucky Luvia. (2011). Penerapan
Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jilid 1 dan 2.
edisi Keduabelas. Erlangga. Jakarta.
Monroe, Kent.B, 2000, Pricing Making Profitable Decision, Jakarta : PT. Gramedia
Mulyadi. 2005. Akuntansi Biaya. Edisi 5. Penerbit UPP AMP YKPN. Yogyakarta
Mulyadi, 2007. Akuntansi Biaya, Edisi ke 3. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu
Manajemen YKPN
Mulyadi. 2015. Akuntansi Biaya, Edisi 5. Yogyakarta : Sekolah Tinggi Ilmu
Manajemen YKPN
110
Supriyono. Akuntansi Biaya: Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok,
Edisi 2. Yogyakarta: BPFE, 1999
Supriyono, R.A. 2000. Akuntansi Biaya : Perencanaan dan Pengendalian Biaya
serta Pembuatan Keputusan. Edisi Kedua. Buku Kedua. BPFE: Yogyakarta.
Supriyono, 2006, Proses Pengendalian Manajemen, Yogyakarta : BPFE UGM
Swastha, Basudan Irawan. 2005, Manajemen Pemasaran Modern, Liberty,
Yogyakarta
111
LAMPIRAN
112
PROSES PRODUKSI TEMPE IBU RUS
Proses Perebusan
Proses Perendaman
Proses Penggilingan
Proses Pencucian
Proses Peragian
Proses Pengemasan
Produk Jadi