The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini dikhususkan bagi tenaga pendidik khususnya mata pelajaran seni rupa kompetensi unit 1 menggambar

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nadiyafaydinda, 2022-08-09 01:32:12

Buku Pegangan Seni Budaya (Seni Rupa) Unit 1 Menggambar

Buku ini dikhususkan bagi tenaga pendidik khususnya mata pelajaran seni rupa kompetensi unit 1 menggambar

BUKU PEGANGAN GURU
SENI BUDAYA
(SENI RUPA)

NADIYA FAYDINDA Fokus dalam pelaksanaan pemb
pembelajaran dan tujuan pembelajaran
ujian yang dilakukan peserta didik. Dalam
kegiatan pembelajaran dapat dilakukan
dalam yang dapat dikerjakan secara pero
pok. Pembagian kelompok kecil dalam k
bentuk kolaborasi yang melatih pesert
sama, gotong royong, dan bertanggung

KESLMAPS 7

PANDUAN LENGKAP DAN
PRAKTIS UNTUK GURU

SENI BUDAYA (SENI RUPA)
MATERI UNIT 1 “MENGGAMBAR”

Nadiya Faydinda Putri Ishlah

Dick and Carey (dikutip dalam Su
5 komponen umum strategi pembelaj
pembelajaran pendahuluan, (b) peny
partisipasi peserta didik, (d) tes, dan (e
Pentingnya strategi pembelajaran ada
langkah dan kegiatan yang akan dilakuka
berikan sebuah pengalaman belajar
aran adalah capaian Strategi pembelajaran melibatkan se
ukan tugas ataupun dengan penetapan kegiatan yang akan
melaksanakan sebuah prasarana, media, materi, dan metodolog
uar kelas ataupun di ini membantu dalam mencapai tujuan p
ngan ataupun kelom- ditetapkan. Peran Tenaga pendidik yaitu
s merupakan sebuah jenjangkan pembelajaran yang tepat
idik mampu bekerja sebelumnya.
wab. dan contoh gambar dalam
Lengkap dengan ilustrasi
belajar secara kreatif, ekspresif dan terampil dalam
menggambar

1

KATA PENGANTAR

Segala Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan
memberikan kesempatan untuk menyelesaikan buku yang
berjudul “Buku Panduan Guru Seni Budaya (Seni Rupa) Kelas VII
dengan baik dan tepat waktu. Buku ini dibuat dengan memper-
timbangkan sebuah capaian pembelajaran yang dilakukan oleh
Bapak/Ibu di lapangan. Tujuan dalam penulisan buku ini tidak
lain adalah membantu para Bapak/Ibu tenaga pendidik khusus-
nya mata pelajaran seni budaya untuk capaian pembelajaran
dalam kurikulum 2022 yang diberlakukan pada sekolah
penggerak, serta mampu menciptakan peserta didik yang
bertanggung jawab, dan imajinatif.

Buku ini mampu memberikan sebuah informasi secara
lengkap dan mudah untuk dipelajari oleh Bapak/Ibu tenaga pen-
man, 2004), dteidrdikapkaartena di lengkapi dengan media interaktif berupa barcode
n yaitu: (a) kdeagniaatuandio interaktif yang mampu membantu dalam penyam-
paian informpaaisai,n (cs)ebuah materi atau isi buku kepada peserta didik
giatan tindakkhluasnujusnt.ya kelas VII.
untuk menentukaSnecara garis besar, buku ini membahas tentang unit 1
ehingga dapmatamteermi m- enggambar, dengan sajian beberapa materi seperti
pada pesertpaendgideinka. lan seni rupa, seni rupa dasar, teknik menggambar, dan
ah keputusalaningsuerbuagainya. Dalam setiap sub bab akan diberikan sebuah
gunakan, sarsaanjiaandaanktivitas peserta didik, sehingga peserta didik mampu
trategi pembmeleanjayrealnesaikan sebuah permasalahan dan menguji pemahaman
belajaran yapnegseterltahdidik pada materi yang telah di sampaikan. Pada akhir
ngarahkan dsaunbmbeanb-terdapat sajian penugasan yang dapat dikerjakan secara
ngan pembmelaanjadriarinataupun berkelompok. Tidak luput juga terdapat soal
evaluasi terdiri dari beberapa soal.

2

Penulis sadar bahwa penulisan buku ini bukan hasil dari
sebuah kerja keras sendiri. Ada banyak pihak yang telah berjasa
untuk membantu dalam menyelesaikan penulisan ini seperti
pencarian data, pemilihan contoh, dan lain sebagainya. Dengan
itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah terlibat dalam membantu memberikan sebuah wawasan
dan bimbingan dalam menulis bimbingan ini.

Penulis juga sadar bahwa buku yang di ciptakan masih
jauh dari kata sempurna. Berkaitan dengan hal ini penulis ingin
meminta dukungan dan masukan kepada pada pembaca agar
kedepannya mampu lebih baik dalam menulis sebuah buku.
Malang, April 2022
Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa
Fakultas Sastra
Jurusan Seni dan Desain
Universitas Negeri Malang
Nadiya Faydinda Putri Ishlah
NIM 180251610523

3

PRAKATA

Pembelajaran Seni Budaya kelas VII ini diharapkan
mampu membekali tenaga pendidik dan peserta didik dalam
memahami tentang pengetahuan seni rupa khususnya materi
unit 1 “menggambar”. Tenaga pendidik juga diharapkan mampu
membimbing peserta didik untuk memahami hal hal yang
berkaitan dengan materi menggambar seperti pemahaman
tentang seni rupa, seni rupa dasar, teknik menggambar, dan
lain sebagainya. Selain itu, tenaga pendidik mampu
mendampingi peserta didik untuk mengembangkan sebuah
imajinasi yang ada dalam dirinya untuk diimplementasikan
dalam sebuah media sehingga akan tercipta suatu karya yang
menakjubkan.

Capaian pembelajaran menjadi fondasi atau landasan
dalam pengembangan buku panduan guru seni budaya kelas
VII ini. Pembahasan buku terfokus dalam bagaimana cara
menggunakan buku dan materi unit 1 berjudul menggambar
yang akan merepresetasikan capaian pembelajaran yang
diharapkan dalam kurikulum.

Penyajian isi buku dikemas dengan mudah sehingga
pengguna buku mampu digunakan dalam capaian
pembelajaran. Isi buku khususnya materi masih terbatas tetapi
dengan penambahan media secara interaktif mampu menam-
bah daya tarik peserta didik dalam memperlajari materi. Media
tersebut di harapkan mampu di eksplorasi lebih lanjut oleh
tenaga pendidik dengan menyesuaikan kebutuhan lapangan.
Malang, April 2022

Penulis

4

PETA MATERI

Daftar pertanyaan yang akan membantu Bapak/Ibu untuk
menjadi tenaga pendidik yang baik dan ideal dalam proses
pengajaran maupun sebagai penanggung jawab untuk
menyampaikan pengetahuan tentang menggambar terhadap
peserta didik di kelas. Pertanyaan-pertanyaan yang sering
sekali ditanyakan akan dapat terjawab dalam buku ini. Semoga
buku panduan ini dapat memberikan kemudahan dan
membantu Bapak/Ibu untuk mengajar dengan baik, sehingga
dapat tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

PANDUAN 1 PANDUAN 2
Tentang menggambar Tentang Peserta Didik

1. Apa itu menggambar? 1. Bagaimana sikap peserta
2. Bagaimana teknik meng- didik saat menggambar?

gambar? 2. Bagaimana menghadapi
sikap peserta didik yang
3. Bagaimana proses meng- berbeda-beda kelas?
gambar?

4. Apa saja alat dan media
menggambar?

PANDUAN 3
Siapkah Anda mengajar?
1. Apa yang akan Anda sampaikan kepada

peserta didik?
2. Apakah Anda sudah siap melaksanakannya?

3. Bagaimana langkah-langkah anda menga-
jar di kelas?

4. Apakah Anda sudah memperiapkan
pengajaran?

5. Apakah Anda sudah mengetahui tentang
penilaian?

5

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................ 2
Prakata ................................................................................ 4
Peta Materi ................................................................................ 5
Daftar Isi ................................................................................ 6

Panduan Umum Penggunaan Buku .............................................. 8
A. Sebelum Penggunaan Buku ................................. 8
B. Gambar Umum Isi Buku ......................................... 9

Latar Belakang dan Tujuan Pembelajaran Seni Rupa ................ 11
Pendekatan Pembelajaran Seni Budaya ...................................... 13
Capain Pembelajaran Seni Rupa Kelas VII ................................... 15
Gambaran Umum Pembelajaran Menggambar Kelas VII ............. 20
Merencanaan Kegiatan Pembelajaran ......................................... 21
Strategi Pembelajaran ...................................................................... 25
Strategi Pengajaran ...................................................................... 28
Pembelajaran Berdiferensiasi ......................................................... 34
Anjuran Sikap .................................................................................... 43
Saran Kegiatan Pembelajaran ......................................................... 44
Tips Membangun Komunikasi Efektif ........................................... 45
Pamantauan dan Evaluasi ................................................................ 52
Suasana Pembelajaran ...................................................................... 54

Unit 1 “Menggambar” ....................................................................... 56

Capaian Pembelajaran ......................................................... 56
Hubungan dengan Sejarah Seni Rupa ............................. 58
Rupa Dasar .............................................................................. 62
Mengenal Menggambar ..................................................... 63
Mengenal Elemen-Elemen Menggambar ....................... 65
Mengenal Teknik-Teknik Menggambar .......................... 69
Mewarnai dengan Berbagai Teknik .................................. 73

6

DAFTAR ISI

Finishing ................................................................................ 79
Mengenal Media dan Alat Menggambar ......................... 80
Sekilas Tentang Peserta Didik ...................................................... 83
Karakteristik Umum Anak-Anak Saat Menggambar ..... 84
Guru Gambar ......................................................................... 89
Apa yang anda akan tanam pada peserta didik? .......... 92
Bagaimna cara mengajarkan pada anak? ....................... 93
Cara memberikan stimulus kepada anak ........................ 94
Cara melakukan elaborasi ................................................... 98
Melakukan Kegiatan Re eksi ............................................. 99
Cara Membuat Perencanaan Pembelajaran yang Baik 100
Tips Memilih Tema / Materi Pembelajaran ..................... 102
BarcodeReferensiMediaBahanAjar ............. ......................................... 103
Daftar Pustaka .................................................................................. 104
Tentang Penulis .................................................................................. 105

7



PANDUAN UMUM
PENGGUNAAN BUKU

Yth. Bapak/Ibu Pengajar Seni Budaya (Seni Rupa) kelas VII
hal-hal yang perlu di perhatikan sebelum menggunakan buku,
sebagai berikut:
A. Sebelum Menggunakan Buku

Dalam capaian pembelajaran di lapangan isi buku dan
materi ini dapat membantu Bapak/Ibu dalam mencapai
hal tersebut. Sajian yang ada dalam buku ini mengantar
Bapak/Ibu untuk menciptakan peserta didik mampu
mengekspresikan diri, kreatif, dan inovatif dalam pembe-
lajaran. Selain hal tersebut peserta didik akan mampu
berkerja secara aktif dan bertanggung jawab dalam
kegiatan kelompok. Bapak/Ibu diharapkan mampu men-
dampingi serta membimbing peserta didik dalam menilai
atau memberikan sebuah apresiasi terhadap keindahan
dalam bidang seni rupa. Bapak/Ibu diharapkan mampu
meninjau kembali bahwa Kelas VII merupakan tahap
adaptasi dalam lingkungan sekolah yang baru, seragam
yang baru, bahkan dinamika sosial baru. Buku ini ditulis
berdasarkan acuan dalam “Buku Panduan Guru Kelas VII
Kurikulum Sekolah Penggerak” sehingga mampu mem-
bantu Bapak/Ibu dalam proses pelaksanaan kegiatan
pembelajaran sesuai dengan pemberlakuan kurikulum
2022. Isi materi yang tersaji dalam buku ini mampu mem-
bantu Bapak/Ibu dalam mempersiapkan sebelum
pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan mampu mene-
mukan sebuah metode ajar yang tepat, pedekatan, serta
wawasan yang lebih luas.

8

PANDUAN UMUM
PENGGUNAAN BUKU

B. Gambaran Umum Isi Buku
Buku panduan guru seni budaya kelas VII ini terdapat tiga
bagian utama, sebagai berikut:
1. Bagian Awal buku ini terdiri dari bagian yang
dapat membantu Bapak/Ibu dalam memanfaat-
kan, menggunakan, serta mengaplikasikan buku
terhadap pelaksanaan proses pembelajaran,
mendalami dan memahami sebuah capaian pem-
belajaran di lapangan, serta dalam bagian awal
bagian unit khusus.
2. Bagian Kedua yang terbagi lagi menjadi 4 unit
pembelajaran seni rupa yang saling berkaitan satu
sama lain atau biasa disebut dengan berkesinam-
bungan. Batasan fokus yang dikembangkan dalam
buku ini terfokus dalam unit 1 berjudul
“menggambar”. Pada unit 1 sajian materi tentang
menggambar dengan isi kegiatan pembelajaran
seni rupa yang sering sekali diketahui yaitu
tentang teknik menggambar. Bagian paling dasar
dalam sebuah seni rupa yang dapat membantu
peserta didik dalam mengekspresikan sebuah
imajinasi ataupun ide-ide. Melanjutkan dari
jenjang tingkat Sekolah Dasar (SD) pada sub unit
1.1 mengajak peserta didik untuk mengembang-
kan, membuat, dan menciptkan sebuah komposisi
gambar dengan memanfaatkan sebuah ben-
tuk-bentuk geometris yang sederhana.

9

PANDUAN UMUM
PENGGUNAAN BUKU

Pada sub 1.2 peserta didik mampu menerapkan sebuah kepe-
kaan yang dimiliki untuk menciptakan sebuah gambaran kom-
posisi benda yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari atau
sekitarnya. Menciptakan sebuah gambaran dapat dikaitkan
dengan mata pelajaran lain, seperti matematika yaitu skala,
karena memindahkan suatu komposisi benda kedalam media
menggunakan alat bantu grid dianggap mampu mempermudah
dalam kegiatan menggambar. Menggunakan alat bantu grid
peserta didik mampu mengetahui skala gambar yang digu-
nakan. Selain kemampuan tersebut, terdapat sebuah kemam-
puan lain untuk dapat memahami bahwa peserta didik hidup
dalam sebuah konteks ruang dan waktu, hal tersebut di khusus-
kan kepada peserta didik yang telah memasuki masa remaja.
Bapak/Ibu diharap mampu membantu peserta didik untuk
memahami terlebih dahulu dasar-dasar seni budaya sebelum
menciptakan sebuah karya.

10

LATAR BELAKANG DAN
TUJUAN PEMBELAJARAN SENI RUPA

GAMBAR KEINDAHAN
DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Seni merupakan bagian dari kehidupan manusia dari
zaman prasejarah hingga saat ini. Seni berasal dari bahasa
sansekerta yaitu “sani” yang memiliki arti persembahan atau
pemujaan. Seni dalam kehidupan manusia atau masyarakat
memiliki sebuah kaitan dengan upacara adat ataupun upacara
keagamaan yang biasa disebut dengan kesenian daerah.

Seni adalah semua yang dapat dibuat atau diciptakan
oleh manusia yang di dalamnya mengandung unsur keindahan
sehingga dapat menumbuhkan rasa pada dirinya sendiri atau-
pun kepada orang lain. Berdasarkan hal tersebut seni dapat

-
sia. Dalam kehidupan manusia ini, dimana keberadaan di dunia
kegiatan kesenian dan karya seninya yang dapat membedekan
makhluk antara satu dengan lainnya.

Dalam seni kita mampu melihat dan memahami
bagaimana fenomena dapat dilihat dari mana saja. Keberadaan
seni juga membawa manusia agar mampu memiliki rasa empati
dan menghargai perbedaan dan keragaman dari setiap sisinya,
Nilai keindahan dari suatu karya seni mampu memberikan
kehidupan seseorang dalam menjalankan hidup yang bermakna.
Keindahan rupa banyak sekali diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari, misalnya pada dekorasi rumah, hiasan, ornamen,
bahkan pada pakaian.

11

LATAR BELAKANG DAN
TUJUAN PEMBELAJARAN SENI RUPA

Pembelajaran seni rupa tidak hanyak terfokus dalam
kemampuan artistik, melainkan terhadap perubahan positif.
Dalam pembelajaran seni rupa orang kreatif tidak hanya dinilai
berdasarkan kemampuan artistiknya, tetapi bagaiaman dari cara
mereka berpikir dan mampu menyelesaikan sebuah
permasalahan yang tidak wajar, unik, serta inovatif. Setiap
manusia memiliki potensi agar menjadi kreatif , tetapi masih
belum memiliki kesempatan untuk mengelola hal tersebut.

Seni rupa berkaitan dengan hasil budaya trasidional
Indonesia, seperti batik, upacara adat, tenin, rumah adat, dan lain
sebagainya. Pembelajaran seni rupa mengajak siswa untuk dapat
mengenal, mengetahui, memahami simbol-simbol yang
terdapat dalam suatu benda atau lainnya, sehingga mampu

12

PENDEKATAN PEMBELAJARAN
SENI BUDAYA

Mengalami bekerja artistik
(Experienc e)

R efe k si

Mencipta kan

Gambar 1. Elemen Pembelajaran Seni Rupa

Pendekatan pembelajaran merupakan sebuah ide atau
prinsip cara memandang untuk menentukan kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan. Menurut Rusman (2018)
mengemukakan sebuah pendapat bahwa pengertian pendeka-
tan pembelajaran adalah tahap awal dalam membentuk suatu
ide untuk memandang dan menentukan objek kajian.

Dalam setiap kegiatan pembelajaran yang tidak dapat
dipisahkan dan saling berkaitan atau berkesinambungan
dibutuhkan sebuah elemen yang terlibat dalam kegiatan
pembelajaran seni rupa. Perhatikan pada diagram diatas bahwa
mampu menyebutkan empat aktivitas dan tujuan dari
dapat diterapkan dalam tiga aktivitas lainya merupakan sebuah
inti dari setiap proses pembelajaran. Proses terbut dapat
dikatakan unik karena mampu menciptakan solusi yang artistik,
benar atau tidaknya. Dalam men6c.iptaPkeamnbseelabjuaarahnkerjdailayka-ng 6. P

sanakan dengan terstruktur terstru

13

PENDEKATAN PEMBELAJARAN
SENI BUDAYA

Kegiatan penjabaran dapat dimulai dari experiencing atau
mengamati sekitar, sadar akan respon secara pemikiran ataupun
perasaan, dan memelajari macam-macam teknik dan alat dalam
menciptakan karya. Misal, peserta didik melihat adanya sampah
yang berserakan di halaman sekolah ataupun di ruang kelas,
apakah peserta didik tersebut akan peduli dan terdorong untuk
membuang sampah pada tempatnya. Berkaitan dengan hal
tersebut terhadap pembelajaran seni rupa, peserta didik akan di
latih agar lebih peka terhadap sekitar terutama apa yang mereka
lihat disekelilingnya.

Selanjutnya dilanjutkan dengan aktivitas menciptkan,
kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran seni rupa selama
brtahun-tahun hanya terfokus dalam aktivitas ini, kegiatan ini
hanya salah satu dari rangkaian berpikir dan bekerja artistik.
Pembelajaran seni mengajak peserta didik untuk mengamati
terhadap sekitar dan eksplorasi teknik dan alat sehingga tercipta
sebuah karya seni yang luar biasa. Setelah melakukan kegiatan

karyanya sendiri dengan aspek keindahan dan kesesuaian.

mbelajaran pertanyaan yang berkaitan dengan karya, misalnya: “apakah ada
ur keterkaitan atau hubungan karya yang kamu ciptakan dengan
pengamatan atau yang dialami?”, “Apa pesan yang dapat di
sampaikan dalam karya yang kamu ciptakan kepada para
penikmat karya seni?”, “Bagaimana respon orang lain sekitarmu,
teman-teman, guru terhadap karya yang kamu ciptakan?”.
Setimdauka aktivitas yang telah dilakukan akan menyokong peserta
didik bahwa karyanya akan menghasilkan dampak yang positif
bagi dirinya maupun lingkungan sekitar.

14

CAPAIN PEMBELAJARAN
SENI RUPA KELAS VII

Agar pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi saling
berkesinambungan maka dalam capaian pembelajaran ditulis
menggunakan bentuk paragraf agar dapat dilihat jelas dan men-
jadi satu kesatuan yang utuh dalam proses pembelajaran yang
akan di capai di akhir pembelajaran oleh peserta didik.
Mengingat peserta didik dalam tahap perkembangan dan
kecakapan dalam memahami sesuatu tidak sama maka fungsi hal
tersebut untuk memberikan sebuah kesempatan kepada peserta
didik untuk mengeksplorasi materi pelajaran lebih mendalam,
tidak tergesa-gesa, dan waktu yang cukup dalam penguatan
kompetensi. Bagi peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus
maka diberikan capaian pembelajaran yang sama dengan anak
pada umumnya (anak di sekolah reguler). Berkaitan dengan hal
tersebut menjadi pantangan yang tidak mudah bagi tenaga pen-
didik dalam mengajar anak sesuai dengan tahap perkembangan
anak dan memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan
haknya.

Tujuan dari capaian pembelajaran untuk mengembang-
kan dan menguatkan kompetensi dan karakter yang sesuai
penting dalam pelaksanaan pembelajaran dengan paradigma
baru. Capaian pembelajaran yang digunakan di Sekolah Peng-
gerak merupakan hal utama dalam suatu kurikulum dan kriteria
suatu capaian pembelajaran yang baik yang dikembangkan oleh
satuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Capaian pembelajaran merupakan hasil peleburan dan
kompetensi inti dan kompetensi dasar. Berkaitan dengan hasil
peleburan tersebut akan menjadi satu kesatuan penjabaran
kemampuan yang diharapkan mampu dikuasi oleh peserta didik

15

di akhir pembelajaran. Sehingga tidak terpisah antara komponen
sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Capaian pembelajaran
akan digunakan sebagai acuan keberhasilan anak dalam
mempelajari sesuatu.

Secara umum, capain pembelajaran berkaitan dengan

pembelajaran seni rupa. Dimensi yang berkaitan dengan capaian
pembelajaran yaitu dimensi kreatif dan bekebinekaan global.
Berkiatan dengan itu ada juga beberapa elemen dalam beriman
kepada Tuhan Yang Esa dan Berakhlak mulia, bergotong
royong, mandiri, dan bernalar kritis yang ikut serta dalam
memfasilitasi dalam pembelajaran seni rupa.

Capaian pembelajaran dibentuk dalam bentuk bentuk
fase-fase yang menyatakan target untuk rentan waktu yang lebih
panjang (bukan pertahun seperti kurilumun yang sebelumnya).
Durasi pada setiap fase akan berbeda-beda pada setiap jenjang
pendidikan. Istilah fase yang digunakan berguna untuk
membedakan dengan kelas karena peserta didik di satu kelas.

Fase A-C Fase D-E Fase D-E
- Pengenalan - Eksperimen dengan - Penerapan dan
Kemampuan Pengetahuan dan Penguasaan
- Arstistik Kemampuan Artistik pengetahuan dan
Siswa Bekerja - Siswa menggabungkan kemampuan
Spontan pengetahuan dan artistik
kemampuan Artistik - Siswa terbiasa
bekerja mandiri

1V6

Pada bagan tersebut dapat dijelaskan bahwa, Peserta
didik di kelas 7 berada di fase D hingga 3 tahun akan tetap berada
pada fase tersebut. Pada kelas 9 atau dapat dikatakan diakhir fase
mengeksplorasi, memilih, menerapkan, menggabungkan, dan
bereksperimen dengan menggunakan keterampilan dan penge-
tahuan tentang unsur dan prinsip seni, bahan, alat, teknik,
teknologi, prosedur, atau proses yang disesuaikan dengan
karyanya. Peserta didik diharapkan dapat mempunyai kebiasaan
untuk mendokumentasikan setiap prises penciptaan karya dan
dapat menjelaskan proses terciptanya karya tersebut.

Dalam proses pembelajaran secara individu maupun
kelompok, peserta didik diharapkan mampu menyampaikan
sebuah pesan atau dapat merespon sebuah keadaan dalam
kejadian tertentu melalui karya seni rupa. Peserta didik dapat
secara benar dan argumentatif dengan bahasa yang baik dan
benar.
Diakhir kelas 7 nantinya, peserta didik diharapkan mampu:
1. Bereksperimen, memilih, dan menerapkan unsur budaya

tertentu. Menggunakan media, alat, proses atau teknologi
dalam menghasilkan sebuah karya dengan tema yang
telah ditentukan
2. Mengkomunikasikan konteks dan pilihan media, bahan,
alat, proses, atau teknologi karyanya dalam lisan dan
tulisan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik
atau kosa kata seni rupa yang sesuai.

17

CSEANPAI RINUPPAEMKEBLEALAS JVAIIRAN

Merujuk kepada elemen pembelajaran seni rupa, hal-hal
yang dicapai di kelas 7 sebagai berikut:

Mengalami (A) Peserta didik mulai kenal dengan cara
menyampaikan gagasan melalui karya
dengan menerapkan pengetahuan
unsur dan prinsip seni, bahan, proses,
teknik atau teknologi yang telah dipela-
jari sebelumnya.

Menciptakan (C) Peserta didik mulai kenal untuk meng-
gunakan pengetahuan dan keterampi-
lan seni rupa yang dimiliki untuk memi-
lih atau menggabungkan ragam hias,
bahan, teknik, media atau teknologi
yang sesuai untuk merespon masalah
atau stimulus yang berbeda. Misalnya
menggunakan pewarna makanan ke
dalam cat tembok untuk melukis mural
atau memilih antara menggunakan
pewarna alam atau sintetis saat mem-
buat karya ikat celup.

Peserta didik mulai kenal dengan cara
mereleksikan efektivitas pesan dalam
sebuah karya dengan menggunakan
kosa kata seni rupa yang sesuai.

18

Berpikir dan Peserta didik mulai kenal dengan cara
Bekerja Artistik menghasilkan dan mengomuni-
(BBA) kasikan sebuah konsep melalui sebuah
karya. Peserta didik mulai terbiasa
bekerja mandiri untuk mengeksplorasi
dan menemukan prosedur, material,
alat, teknologi dan proses yang sesuai
untuk keperluan karyanya. Peserta
didik mulai dibiasakan untuk men-
dokumentasikan proses penciptaan
karyanya.

Berdampak (D) Peserta didik mulai kenal dengan cara
menghasilkan karya yang merespon
sebuah situasi, isu atau kejadian
tertentu.

19

GAMBARAN UMUM PEMBELAJARAN
MENGGAMBAR KELAS VII

Dalam memenuhi capaian pembelajaran, pembelajaran
seni rupa kelas 7 dirancang dengan gambaran umum sebagai
berikut:

BAB MENGGAMBAR

Eksplorasi proses pembuatan komposisi bentuk geometris
sederhana
A Mengamati dan merekam komposisi benda dengan teknik
skala

C Mempelajari bagaimana menggunakan aneka alat dengan
luwes dan terampil untuk membuat komposisi yang menarik

Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik melalui
upaya dokumentasi dan penyimpanan yang baik
R Mengamati, memberikan penilaian dan membuat hubungan
antara karya pribadi dan orang lain melalui proses evaluasi
dengan metode khusus
Menghasilkan, mengembangkan, menciptakan ide dengan
BBA menggunakan dan menghubungkan proses membuat kom-
posisi gambar yang menarik

D Menghasilkan karya yang berdampak pada diri sendiri

Keterangan:
A: Mengalami
C: Menciptakan
D: Berdampak

20

MERENCANAKAN KEGIATAN
PEMBELAJARAN

Perencanaan merupakan sebuah langkah yang penting
dalam membantu mengembangkan pengetahuan, pemahaman,
dan keterampilan peserta didik. Beberapa hal yang perlu diper-
hatikan dalam pelaksanaan perencanaan pembelajaran seni rupa
sebagai berikut:
1. Kesinambungan atau konsistensi antara satu fase dengan

lainnya atau keterkaitan dengan mata pelajaran lainnya.
Keterkaitan dengan mata pelajaran lainya misalnya dalam
kegiatan pembelajaran seni dikaitkan dengan mata pela-
jaran matematika dengan penerapan skala yang digu-
nakan dalam kegiatan menggambar atau juga bisa digu-
nakan dalam kegiatan membuat border atau garis tepi,
sehingga peserta didik mampu menghitung berapa lebar
jarak yang digunakan sesuai dengan instruksi yang telah
diberikan.
2. Ketersediaan bahan, waktu, dan sumber daya (manusia
atau alam) yang ada. Dalam kegiatan pembelajaran seni
rupa kesiapan sumber daya manusia sangat berpengaruh
penting, karena tidak semua manusia mempunyai keah-
lian dalam bidang seni.
3. Kesesuaian dengan alur fase perkembangan usia peserta
didik. Peserta didik pada kelas VII dapat dikatakan sebagai
anak usia dasar (7-13 tahun), pada anak usia tersebut
terdapat sebuah aspek penting yang ada dalam tahap
perkembangan anak yaitu aspek kognitif. Perkembangan
kognitif merupakan suatu perkembangan yang sangat
komprehensif yang berkaitan dengan kemampuan
mengasilkan sebuah kreativitas.

21

4. Pilihan dan keberagaman pendekatan yang sesuai
dengan tipe kecerdasan anak. Manusia pada umumnya
terlahir dengan berbagai karakter dan kelebihan pada
dirinya. Di dunia ini tidak ada manusia yang hadir dalam
keadaan tidak tidak cerdas, Menurut Gardner tidak ada
anak bodoh atau pintar, yang ada merupakan anak yang
unggul dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan.
Dalam lingkungan rumah ataupun di sekolah, terkadang
guru dan orang tua mengatakan anaknya tidak pintar
atau bodoh, hal tersebut menimbulkan patahnya
semangat, down, dan akhirnya anak tidak mau belajar lagi
atau patah semangat. Kejadian tersebut mengakibatkan
anak susah dalam mencapai masa depan yang baik.
Banyak sekali metode yang dapat digunakan untuk me-
nemukan ataupun mengasah kemampuan anak demi
mencapai masa depan yang lebih baik. Setiap anak memi-
liki kelebihan masing-masing pada setiap dirinya, maka
dari itu guru ataupun orang tua harus jeli, pandai, dan
ceramt dalam melihat kecerdasan yang dimiliki anak
tersebut. Dari uraian tersebut kecerdasan anak tergolong
ke bebapa jenis, sebagai berikut:
1) Tipe Kecerdasan Visual Spasial
Setiap peserta didik yang memiliki kecer-
dasan ini memiliki kelebihan dalam memvisual-
isasikan berbagai hal, seperti mampu memahami
-
teristik yang ditampilkan seperti menulis dan memb-
aca sebagai bentuk rasa kesenangan pada dirinya,
pandai menyusun teka teki (puzzle), mampu mema-
melukis, dan seni visual. Dalam mengembangkan
kecerdasaran visual spasial ini, tenaga pendidik
memberikan sebuah kesempatan kepada peserta
didik untuk melukis, mewarnai dan mendesain,

22

apakah mereka menikmati kegiatan tersebut atau
bahkan menimbulkan rasa bosan. Tenaga pendidik
juga dapat memberikan sebuah media pembelaja-
ran berbentuk puzzle, teka teki, atau aktivitas 3D
yang berkaitan dengan seni budaya sehingga peser-
ta didik dapat menyelesaikan dengan baik atau tidak.
Hal tersebut mampu menenjukan bahwa peserta
didik memiliki kecerdasan visual spasial.
2) Tipe Kecerdasaran Verbal Linguistik
Peserta didik yang memiliki tipe kecerdasan ini
ditunjukkan dengan sangat pandai menulis cerita,
mampu menangkap dengan cepat dan mudah
mengingat sebuah informasi yang diberikan oleh
seseorang, dan suka membaca. Peserta didik dengan
kecerdasan verbal linguistik ini dapat memakai kata
kata ketika menulis ataupun berbicara. Karakteristik
yang dimiliki yaitu mudah mengingat informasi
dalam bentuk tulisan maupun verbal, menyukai
kegiatan menulis dan membaca, memiliki sebuah
kemampuan berdebat atau berpidato, serta dapat
menjelaskan sesuatu dengan jelas dan baik.
Mengembangkan bakal ini dapat mengajak peserta
didik untuk mendiskusikan sebuah cerita yang telah
dibaca. Tenaga pendidik juga dapat mengajak peser-
ta didik untuk memkomunikan karya yang telah
dibuat didepan teman temannya.
3) Tipe Kecerdasan Logika Matematika
Kecerdasan logika matematika dapat dikenali dalam
peserta didik melalui mudah mengenali pola,
menggunakan logika, serta mudah menganalisis
sebuah masalah dengan logis. Peserta didik yang
memiliki kecerdasaran ini di tunjukan karakteristik
mampu memecahkan sebuah permasalahan yang
baik, menyukai pemikiran dengan konsep yang

23

abstrak, senang dengan kegiatan eksperimen ilmiah,
dan dapat menyelesaikan sebuah hitungan yang
rumit. Dalam mengembangkan kecerdasan tersebut
tenaga pendidik dapat menyajikan sebuah per-
mainan catur, dan biarkan peserta didik untuk bebas
bertanya atau mengajukan sebuah pertanyaan.
4) Tipe Kecerdasan Kinestetik
Kecerdasan ini di tunjukan dengan pergerakan

-
ta didik. Peserta didik juga dapat berkoordinasi
dengan baik antara tangan dan kaki dan menghasil-
kan sebuah ketangkasan yang bagus. Karakteristik
yang di miliki yaitu memiliki kemampuan menari dan
olahraga yang baik, dapat menciptakan sesuatu
atau terbilang sempurna, dan mudah mengingat
sesuai sambal melakukannya dibanding dengan
mendengar atau melihat. Dalam mengembangkan
kecerdasan ini peserta didik harus terlibat dalam
sebuah ekstrakurikuler olah raga atau kesenian.
Sehingga akan menimbulkan sebuah minat yang
tinggi pada setiap orang.
5) Tipe Kecerdasan Musikal
Tipe ini ditunjukan dengan pemahaman pada musik
yang kuat, peserta didik mampu memahami pola,
ritme, nada, dan sangat menghargai musik. Karak-
teristik yang dimiliki yaitu pandai mengenal pola dan
nada lagu, suka menyanyi dan memainkan alat
musik, cepat dalam menghafal melodi, serta memili-
ki pemahaman yang tinggi tentang struktur dan
ritme musik.

24

STRATEGI PEMBELAJARAN

Strategi yang terencana dalam proses pembelajaran
merupakan peranan penting. Strategi adalah suatu seni meran-
cang sebuah operasi dalam peperangan seperti cara-cara
mengatur posisi atau siasat dalam berperang. Secara umum,
strategi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam menca-
pai tujuan. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi
kedua (1989), strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua
sumber daya bangsa-bangsa untuk melaksanakan kebijakan
tertentu dalam perang dan damai. Menurut O’Malley dan
Chamot (1990), strategi adalah seperangkat alat yang melibatkan
individu secara langsung dalam mengembangkan bahasa kedua
atau bahasa asing. Strategi sering dikaitkan dengan prestasi
bahasa dan kecakapan dalam menggunakan bahasa. Sedangkan
digunakan serta mempengaruhi apa yang dipelajari. Pembelaja-
ran merupan proses interaksi antara peserta didik dengan pendi-
dik serta sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No.
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Strategi
pembelajaran adalah Tindakan melaksanakan rencana dengan
menggunakan beberapa variable seperti tujuan, bahan, metode,
dan alat, serta evaluasi agar mencapai tujuan yang telah ditetap-
kan. Strategi pembelajaran menjadi faktor utama dalam mening-
katkan proses pembelajaran dan keterampilan. Komponen
dalam pembelajaran berpusat pada pengajar, peserta didik dan
materi yang diajarkan perlu diterapkan agar dapat terlaksana
dengan baik. Strategi yang berpusat kepada peserta didik
merupakan strategi pembelajaran yang memberikan kesempa-
tan kepada peserta didik untuk aktif sehingga tenaga pendidik
hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator.

25

Menurut BSNP tahun 2006, kegiatan pembelajaran diran-
cang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan
peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar
lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Strategi
pembelajaran mencangkup seluruh komponen materi pembela-
jaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang/atau
digunakan oleh tenaga pendidik dalam rangka membantu peser-
ta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Dick & Carey,
1990). Strategi pembelajaran merupakan perpanduan dari
urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran, dan
peserta didik, peralatan, dan bahan, serta waktu yang digunakan
dalam prosespembelajaran untuk mencapai tujuan pembelaja-
ran yang telah ditentukan (Suparman, 1004).

Dalam kegiatan pembelajaran peserta didik akan terlibat
secara penuh dan mengalami pembelajaran bukan hanya duduk
secara pasif hanya mendengar dan mengikuti atau hanya meniru
semata, maka dari itu kegiatan pembelajaran harus bersifat
interaktif. Peserta didik harus ikut berpartisipasi secara aktif
dalam kegiatan pembelajaran. Bersifat interaktif yang dimaksud-
kan dalam kegiatan pembelajaran yaitu peserta didik mampu
ikut aktif dalam mengutarakan sebuah pendapat dan gagasan,
tantangan atau kesempatan yang ada.

Fokus dalam pelaksanaan pembelajaran adalah capaian
pembelajaran dan tujuan pembelajaran, bukan tugas ataupun
ujian yang dilakukan peserta didik. Dalam melaksanakan sebuah
kegiatan pembelajaran dapat dilakukan diluar kelas ataupun di
dalam yang dapat dikerjakan secara perorangan ataupun kelom-
pok. Pembagian kelompok kecil dalam kelas merupakan sebuah
bentuk kolaborasi yang melatih peserta didik mampu bekerja
sama, gotong royong, dan bertanggung jawab.

26

Kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pelajaran lain
ataupun melibatkan tokoh yang terdapat dalam lingkungan
dengan keterkaitan dengan seni rupa. Peserta didik secara penuh
mampu terlibat dalam proses pembelajaran dan memiliki
tanggung jawab atas karya yang telah diciptakan. Pembelajaran
harus melibatkan peserta didik untuk menggunakan kemam-
puan pimikiran sendiri dalam menciptakan rencana, penyam-
paian gagasan, mengemukakan pendapat, serta dapat
mengevaluasi dan menghasilkan perubahan yang baru. Mem-
pertimbangkan pengalaman belajar peserta didik sebelumnya
dan tepat sasaran dengan tingkatan tidak terlalu mudah, tidak
terlalu sulit atau bahkan sulit sekali yang harus dipertimbangkan
dalam kegiatan pembelajaran. Seperti pada strategi pada
umumnya, banyak tenaga pendidik yang menghabiskan materi
pembelajaran sehingga terjadi kurang memberi sebuah makna
bagi peserta didik. Dari permasalahan tersebut maka aktivitas
pembelajaran dapat memberikan sebuah makna bagi peserta
didik dengan mengkaitan kehidupan sehari-hari yang dilakukan.

Dick and Carey (dikutip dalam Suparman, 2004), terdapat
5 komponen umum strategi pembelajaran yaitu: (a) kegiatan
pembelajaran pendahuluan, (b) penyampaian informasi, (c)
partisipasi peserta didik, (d) tes, dan (e) kegiatan tindak lanjut.
Pentingnya strategi pembelajaran adalah untuk menentukan
langkah dan kegiatan yang akan dilakukan sehingga dapat mem-
berikan sebuah pengalaman belajar kepada peserta didik.
Strategi pembelajaran melibatkan sebuah keputusan guru
dengan penetapan kegiatan yang akan digunakan, sarana dan
prasarana, media, materi, dan metodologi. Strategi pembelajaran
ini membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan. Peran Tenaga pendidik yaitu mengarahkan dan men-
jenjangkan pembelajaran yang tepat dengan pembelajaran
sebelumnya.

27

STRATEGI PENGAJARAN

Kata “strategi” berasal dari bahasa Yunani yaitu “strategos”
yang berarti jendral atau panglima, sehingga strategi diartikan
sebagai ilmu kejendralan atau ilmu kepanglimaan. Menurut B.S.
Sidjabat strategi dalam pembelajaran mengandung arti
bagaimana guru merencanakan kegiatan mengajar (a plan for
teaching) sebelum ia melaksanakan tugasnya bersama dengan
anak didik.

Tidak semua tenaga pendidik memiliki latar belakang
pada bidang seni rupa, namun tidak berarti bahwa tenaga pendi-
dik tersebut tidak dapat mengajarkan pada mata pelajaran seni
rupa. Dalam permasalahan tersebut tenaga pendidik hanya perlu
mengolah, memanfaatkan, menerapkan kretivitas kedalam
proses pembelajaran. Berkaitan dengan hal tersebut maka
tenaga pendidik harus menerima berbagai gagasan, ketidaknya-
manan, ketidakjelasan, kemungkinan-kemungkinan baru, dan
bersedia untuk mencoba belajar dari kegagalan dan kesalahan
sebelumnya. Hal tersebut merupakan tindakan yang harus di
contohkan kepada peserta didik didalam pembelajaran seni
rupa.

Tenaga pendidik harus kreatif dalam menggunakan cara
pengajaran dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Banyak sekali
strategi pengajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran.
Strategi pengajaran berupa penggunaan teks, lisan, visual, atau
praktik langsung (hands on) yang didasarkan pada kondisi setiap
sekolah, peserta didik, dan ketersediaan alat dan bahan. Dalam
proses pembelajaran penting sekali dalam mengkaitkan
kehidupan sehari-hari peserta didik. Lingkungan sekolah juga
berpengaruh penting, misal daerah pantai akan berbeda dengan
daerah pegunungan. Maka bagaimana tenaga pendidik harus
fokus terhadap perkembangan peserta didik, bukan bagaimana

28

tenaga pendidik menyajikan atau hanya sekedar memenuhi
target materi.
A. Jenis-jenis strategi pengajaran

Berdasarkan Ormar Hamalik, Terdapat empat jenis strate-
gi pengajaran yang harus diketahui oleh tenaga pendidik yaitu
sebagai berikut:
1) Pembelajaran penerimaan (reception learning)

Secara garis besar, dengan strategi itu guru berperan aktif
menyajikan informasi kepada anak didik, yaitu dari hal umum ke
hal-hal yang lebih khusus. Setelah itu, anak didik diberi kesempa-
tan untuk memikirkan penerapan konsep yang dipelajarinya.
Jenis strategi ini menuntut seorang guru lebih berperan aktif
memperoleh informasi untuk diajarkan kepada anak didik.
2) Pembelajaran penemuan (discovery learning)

Secara garis besar, dengan strategi itu guru memperha-
dapkan realitas, kasus atau masalah kepada peserta didik.
Mereka kemudian memahami dan memecahkannya. Bertolak
dari kegiatan itu, peserta didik menemukan dan mengemukakan
ide, konsep dan gagasan yang dapat dibawa kedalam kajian yang
lebih luas. Jenis strategi ini menuntut siswa-siswa lebih aktif dan
kreatif.
3) Pembelajaran penguasaan (master learning)

Pada dasarnya, dengan strategi itu guru menuntun murid
untuk menguasai sebuah tahapan belajar sebelum beranjak ke
tahapan berikutnya. Kalau peserta didik belum memperlihatkan
penguasaan atas pengetahuan dan keterampilan dalam suatu
tahapan, mereka belum diperbolehkan mengikuti kegiatan bela-
jar selanjutnya. Jenis strategi ini, menuntut guru lebih sabar,
strategi ini cocok diterapkan pada proses pembelajaran di luar
sekolah, misalnya les.

29

4) Pembelajaran terpadu (unit learning)
Secara garis besar, dengan strategi itu guru menuntun

peserta didik untuk memahami sebuah unit kasus atau peristiwa
dari berbagai aspek atau sudut pandang sehingga mereka memi-
liki pemahaman yang menyeluruh dan integratif.

Berdasarkan Wina Sanjaya dalam bukunya menerangkan
bahwa terdapat tujuh jenis strategi pembelajaran yang sesaui
dengan tuntutan standar proses pendidikan, yaitu sebagai beri-
kut:
1) Strategi Pembelajaran Ekspositori

Dengan strategi ini guru bercerita, berceramah atau
bertutur guna menyampaikan konsep, ide, gagasan dan keya-
kinannya kepada peserta didik. Strategi ini pada dasarnya
berfokus pada guru, guru harus bijak dalam mengendalikan
proses agar tujuan belajar tercapai.

Strategi Pembelajaran Ekspositori menuntut peran aktif
guru dalam proses pembelajaran, sedangkan siswa dalam pem-
belajaran cenderung hanya menerima apa yang diajarkan oleh
guru. Terkadang dalam menyampaikan sesuatu materi tertentu
strategi ini merupakan strategi yang tepat.
2) Strategi Pembelajaran Inkuiri

Dalam strategi ini guru ialah sebagai fasilitator, penuntun
dan rekan kerja, dengan demikian gurulah yang memotivasi
peserta didik dalam proses belajar agar mereka mencari dan
menemukan gagasan. Pembelajaran dimulai dengan penjelasan
topik dan tujuan, kemudian penyajian masalah (kasus) secara
tepat dan jelas, mungkin juga perlu dilakukan sebuah
demonstrasi. Selanjutnya guru menuntun murid didalam proses
belajar melalui berbagai pertanyaan, mengemukakan hipotesa
(jawaban sementara), lalu melakukan pengujian untuk akhirnya
menarik kesimpulan.

30

3) Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah
Menekankan pada pengenalan masalah agar dapat

memahami (analisis), perumusan langkah penyelesaian, pengu-
jian data atau informasi, dan penyimpulan.
4) Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan

Berpikir
Strategi menekankan pembentukan kemampuan berpikir
peserta didik. Guru menuntun murid bukan hanya untuk menge-
tahui isi bahan ajar (knowing what), melainkan juga dalam
rangka memahami kode belajar dan merumuskan konsep, ide
atau gagasan (knowing how).
5) Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK)
Strategi Pembelajaran yang memiliki asumsi bahwa
pengetahuan dibentuk dan dibangun melalui kerjasama dalam
aktivitas belajar, termasuk menyelidiki, berdiskusi, memahami
dan memecahkan masalah.
6) Strategi Pembelajaran Kontekstual
Strategi pembelajaran itu mengasumsikan bahwa kon-
teks kehidupan sosial dan budaya merupakan sumber serta
media belajar yang penuh makna, orang tidak hanya dapat bela-
jar dari membaca buku atau literatur. Strategi juga menekankan
konsep belajar konstruksionis, yaitu pengetahuan dibentuk
melalui penyelidikan hal-hal yang terjadi di lingkungan (konteks)
bukan diberikan sebagai hasil olahan.
7) Strategi Pembelajaran Afektif
Strategi pembelajaran itu tidak cukup hanya dengan
memproses informasi atau meningkatkan kemampuan
intelektual. Nilai hidup harus dipraktekkan dan dibiasakan.
Strategi ini menekankan metode pemecahan masalah dan pen-

31

B. Cara Memilih Stategi Pengajaran yang Tepat
Banyak sekali tenaga pendidik yang sering memikirkan

“strategi manakan yang paling efektif dan efesien dalam mem-
bantu peserta didik dalam memahami dan mencapai tujuan dari
pembelajaran?”, pertanyaan yang mungkin dianggap mudah
tetapi sangat sulit untuk dijawab. Mengapa demikian? Karena
pada dasarnya setiap peserta didik memiliki bakat, kemampuan,
dan keahlian berbeda-beda pada dirinya. Tetapi dalam memilih
strategi harus dipilih dengan benar sehingga tujuan pembelaja-
ran dapat tercapai secara efektif dan produktif.

Dalam memilih strategi pengajaran yang tepat, tetap
terfokus dan berorientasi pada tujuan pembelajaran yang akan
dicapai. Capain tujuan pembelajaran harus tetap sesuai dengan
jenis materi, karakteristik peserta didik, situasi, ataupun kondisi
dimana proses pembelajaran akan dilaksanakan. Banyak sekali
metode yang dapat digunakan oleh tenaga pendidik, tetapi tidak
semuanya efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Berdasarkan hal tersebut maka tenaga pendidik membutuhkan
kreativitas yang lebih dalam pembelajaran.

Menurut Mager dalam Hamzah B. Uno terdapat kriteria
yang dapat direalisasikan dalam memilih strategi pembelajaran,
yaitu:
1. Berorientasi pada tujuan pembelajaran
2. Memilih teknik pembelajaran yang sesuai dengan

keterampilan yang diharapkan
3. Menggunakan media pembelajaran sebanyak mungkin

dalam memberikan rangsangan kepada indra peserta
didik

32

Berdasarkan pendapat Gerlach dan Ely dalam Hamzah
B.Uno menjelaskan pola umum pemilihan strategi pembelajaran
digambarkan dalam bagan berikut:

ISI KONDISI Metode dan
Pende katan

Bagan 1. Pola Umum Strategi Pembelajaran

Dalam memilih strategi pembelajaran harus dilandasi

pembelajaran.

33

PEMBELAJARAN BERDIFERESIASI

adalah penerapan kegiatan pembelajaran yang difokuskan
depada peserta didik sesuai dengan konsep kurikulum prototype
tahun 2022. Dengan pengertian lain pembelajaran
berdiferensiasi merupakan sebuah solusi untuk menyelesaikan
suatu permasalahan yang berpihak pada kepentingan peserta
didik yang terjadi di kelas. Pembelajaran berdiferensiasi ini
disusun, diimplementasikan, dan dievaluasi berdasarkan kebutu-
han setiap peserta didik dengan memperhatikan kesiapan dalam
proses pembelajaran (readiness), minat belajar (learning inter-

Setiap peserta didik memiliki sebuah kebutuhan dan
kecepatan memahami dalam belajar yang berbeda-beda.
Kegiatan pembelajaran berdiferensiasi mengajak tenaga pendi-
dik untuk melakukan kegiatan dalam pemenuhan kebutuhan
peserta didik. Berkaitan dengan hal tersebut tenaga pendidik
harus mempunyai sebuah inovasi metode pengajaran, kegiatan
pembelajaran, dan sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan
para peserta didik untuk mencapai pada sasaran dan menghasil-
kan sebuah pengalaman belajar yang tidak membosankan.
Terdapat tiga pembagian berdiferensiasi dalam strategi pembe-
lajaran, sebagai berikut:
1. Diferensiasi Konten

Dalam kegiatan diferensiasi konten dijelaskan
bahawa berhubungan dengan apa yang diajarkan pada
peserta didik dengan mempertimbangkan pemetaan
kebutuhan belajar peserta didik baik itu dalam aspek
kesiapan belajar, aspek minat peserta didik dan aspek

34

2. Diferensiasi Proses
Kegiatan diferensiasi proses merupakan suatu

kegiatan yang dilakukan oleh tenaga pendidik untuk
mengetahui apakah peserta didik berkerja secara individu
atau berkelompok. Tenaga pendidik berkerja sebagai
fasilitator untuk memantu para peserta didik yang mem-
butuhkan bantuan, bantuan pertanyaan pemandu
sehingga dapat belajar secara individu. Kegiatan tersebut
harus sudah dipertimbangkan dalam skenario pembelaja-
3. Diferensiasi Produk

Produk merupakan hasil dari pekerjaan atau unjuk
kerja yang harus diperlihatkan oleh tenaga pendidik.
Produk itu ditunjukan dengan bentuk karangan, tulisan,
hasil tes, pertunjukan, presentasi, pidato, rekaman,
diagram, dan lainnya.ran yang telah di tetapkan.
Pembelajaran berdiferensiasi memiliki ciri-ciri atau
sebuah karakteristik yaitu, mendorong lingkungan belajar
dengan melibatkan peserta didik untuk belajar, memiliki tujuan
pembelajaran yang jelas sesuai dengan kurikulum, memiliki
penilaian berkelanjutan, tenaga pendidik merespon apa yang
dibutuhkan oleh peserta didik, dan menciptakan manajemen
kelas efektif. Contoh penerapan pembelajaran berdiferensiasi
penerpan berbagai cara agar dapat menggunakan isi kurikulum,
menerapkan kegiatan yang mudah di mengerti dan informasi
yang diperoleh mudah di tangkap oleh peserta didik. Contoh dari
belum diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi yaitu guru
tidak mengerti minat dan keinginan dari peserta didik. Hanya
menggunakan satu cara sehingga menimbulkan ketidakpaha-
man pada peserta didik tentang proses pembelajaran, guru tidak
memberikan beragam kegiatan.

35

Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dikelas,
beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh tenaga pendidik
sebagai berikut:
1. Mengkategorikan kebutuhan belajar berdasarkan tiga

belajar peserta didik (dapat dilakukan melalui proses
wawancara, observasi, atau survei)
2. Merancang pembelajaran berdeferensiasi berdasarkan
hasil dari kategori kebutuhan peserta didik (pilihan dari
strategi, materi, dan cara belajar)
3.
terlah dilaksanakan.
Dari hasil mengkategorikan kebutuhan belajar peserta didik
merupakan kunci pokok untuk menentukan sebuah Langkah
berikutnya. Untuk mengetahui kebutuhan tersebut diperlukan
sebuah data terpercaya yang diperoleh dari peserta didik, orang
tua/wali, dan lingkungan sekitar. Saat melakukan pengumpulan
data diharapkan pernyataan yang diberikan orang tua dan murid
harus sesuai dengan fakta atau dapat dikatakan dengan jujur
agar pemetaan kebutuhan belajar tersebut valid dan sesuai
dengan kenyataan.

36

pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, nilai dan peran guru
yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara adalah system
“among” yang diartikan sebagai seorang tenaga pendidik harus
menuntun perkembangan peserta didiknya sesuai dengan
kodratnya hal ini sangat sesuai dengan pembelajaran
berdiferensiasi. Nilai dan peran sebagai guru penggerak adalah
menciptakan pembelajaran yang berfokus pada peserta didik,
yaitu pembelajaran yang membebaskan peserta didik untuk
mengemukakan pemikiran dan potensi. Sedangkan visi guru

-
jar pancasila, dalam mewujudkan visi tersebut cara yang tepat
adalah melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi.
Menciptakan budaya positif untuk mendukung pembelajaran
berdiferensiasi. Komponen pembelajaran berdiferensiasi dapat
disimpulkan dalam bagan berikut ini:

Isi

Lingkungan Komponen Proses
Belajar Pembelaja ran
Berdiferensiasi

Produk

Bagan 2. Empat Komponen Pembelajaran Berdiferensiasi

37

Terdapat empat komponen dalam pembelajaran berdiferensiasi
mengacu dalam bagan 2, di uraikan sebagai berikut:
1. Diferensiasi Proses

Pada bagian komponen isi berkaitan dengan kurikulum

materi sesuai dengan gaya belajar peserta didik dan kondisi
disabilitas. Isi kurikulum disesuaikan dengan kondisi dan kemam-
puan peserta didik. Contoh diferensiasi pada komponen isi yaitu:

a. Penerapan tingkat keterbacaan pada bahan bacaan
b. Mempersiapkan bahan ajar
c. Daftar kosa kata untuk mengetahui kesiapan peserta

didik
d. Mengkomunikasikan ide melalui sarana pendengaran

dan penglihatan
e. Mengimplementasikan kelompok kecil dalam pengem-

bangan ide atau keterampilan pada peserta didik yang
mengalami kesulitan sehingga tercipta pemikiran dan
wawasan yang luas
2. Proses meliputi pengelolaan ide dan informasi
Interaksi peserta didik dengan materi untuk menentukan
pilihan belajar peserta didik. Karena banyaknya perbedaan gaya

berupa mengaktifkan kegiatan pembelajaran, menerapkan
kegiatan pembelajaran seperti game, demonstrasi, dan latihan,
serta kegiatan belajar individu atau berkelompok. Contoh
diferensiasi komponen proses adalah

a. Menggunakan kegiatan berjenjang
b. Menyediakan pusat minat
c. Mengembangkan agenda pribadi

38

d. Dukungan langsung
e. Memvariasi waktu yang disediakan
3. Produk, menilai penguasaan materi oleh peserta

Produk pembelajaran membantu para tenaga pendidik
mengetahui tingkat pemahaman yang dikuasi peserta didik
sehingga dapat memberikan meteri selanjutnya, gaya belajar
peserta didik juga menentukan hasil belajar. Contoh deferensiasi
pada komponen produk, yaitu:

a. Pilihan cara mengekspresikan kebutuhan pembelajaran
b. Penggunaan rubrik yang cocok
c. Mempersilahkan peserta didik berkerja secara individu

ataupun berkelompok
d. Mengajak peserta didik untuk membuat tugas sendiri
4. Lingkungan belajar, bagaimana cara siswa bekerja

dan merasa dalam pembelajaran. Contoh deferensiasi
dalam komponen lingkungan belajar sebagai berikut:
a. Terdapat ruang yang cukup untuk pembelajaran sehingga
peserta didik mampu belajar dengan tenang dan berko-
laborasi
b. Terdapat materi dari berbagai budaya
c. Terdapat pedoman yang jelas sesuai dengan perintah
d. Melibatkan antar peserta didik untuk saling membantu
menyelesaikan permasalahan ketika guru sedang sibuk
e. Memotivasi peserta didik lain untuk mau belajar dan
duduk dengan tenang tanpa gaduh.

39

Pembelajaran Pembelajaran Tidak
Berdiferensiasi Berdiferensiasi
1. Fleksibel, Peserta didik
berhak belajar dengan 1. Labeling, Peserta didik
teman sebaya yang memili- tidak disamakan dengan
ki kemampuan sama atau kemampuan kelompoknya.
berbeda sesuai dengan
minat dan kekuatan. 2. Memiliki pandangan
bahwa peserta didik tidak
2. Memberikan tugas bela- memiliki kemampuan
jar sesuai dengan minat dan untuk mengerjakan tugas
kesiapan belajar sesuai berpikir tingkat tinggi.
dengan tujuan pembelaja-
ran. 3. Pembelajaran tidak dilak-
3. Pembelajaran dilak- sanakan berdasarkan pada
sanakan berdasarkan pada esesmen dan kebutuhan
esesmen dan kebutuhan belajar.
belajar.
4. Pembelajaran berdasar- 4. Pembelajaran menggu-
kan pada tujuan kurikulum nakan tujuan kurikulum
yang sama dengan kriteria yang berbeda.
keberhasilan yang bervaria-
si. 5. Guru bertanggung jawab
5. Peserta didik memilih penuh atas cara belajar
cara belajar yang sesuai peserta didik
dengan keinginannya 6. Pembelajaran tidak
terstruktur
6. Pembelajaran dilak-
sanakan dengan terstruktur

40

Berikut merupakan tabel perbedaan kelas tradisional dengan
kelas berdiferensiasi sebagai berikut:

NO Kelas Tradisional Kelas Berdiferensiasi

Perbedaan pada setiap Perbedaan peserta didik
1. peserta didik dianggap disikapi sebagai dasar
sebagai masalah perencanaan

Penilaian dilakukan terus
Penilaian dilakukan di menerus, dan asesmen
2. akhir pembelajaran untuk dilakukan untuk memaha-
mengetahui siapa yang mi bagaimana merancang
menguasai materi pembelajaran agar lebih

responsif

3. Lebih menonjolkan kecer- lebih mengakui adanya
dasan intelektual kecerdasan majemuk

4. keunggulan Keunggulan diukur dari
pertumbuhan dan perkem-
bangan individu

5. Minat siswa jarang diperha- Siswa sering dibimbing
tikan untuk membuat pilihan
belajar berdasarkan minat

6. Pembelajaran mendomina- Menggunakan banyak
si seluruh kelas pengaturan pembelajaran

7. Materi dan kurikulum men- Pembelajaran didasarkan
cakup semua pembelajaran padakesiapan, minat dan

8. kebutuhan siswa

41

Guru merespon kebutuhan belajar siswa dengan
prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi

Kurikulum Tugas yang Asesmen Lingkungan
yang Respekful Formatif belajar yang

Berkualitas Nyaman

Guru Membuat Pembelajaran Berdiferensiasi

ISI PROSES PRODUK LINGKUNGAN
BELAJAR

Disesuaikan dengan Kondisi Siswa

KESIAPAN MINAT PROFIL
PEMBELAJARAN

Melalui Strategi Pembelajaran
Bagan 3. Alir Pembelajaran Berdiferensiasi

42

ANJURAN SIKAP

Sebagai tenaga pendidik hal yang pertama diterapkan
dalam proses pembelajaran yaitu sikap serta ajakan kepada para
peserta didiknya untuk melakukan hal-hal positif. Sikap merupa-
kan konsep yang terpenting dalam psikologi social dengan
membahas unsur sikap baik sebagai individu maupun kelompok.
mengajak tingkah laku kita suka atau tidaknya terhadap sesuatu.

Menurut Bimo Walgito (2001) sikap merupakan organisasi
pendapat, keyakinan seorang mengenai objek atau situasi yang
relatif ajeg, yang disertai adanya perasaan tertentu, dan mem-
berikan dasar pada orang tersebut untuk membuat respons atau
berperilaku dalam cara tertentu yang dipilihnya.

43

SARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan pembelajaran ini memberikan kebebasan bagi
tenaga pendidik dalam proses belajar, tenaga pendidik dapat
mengkreasikan model pembelajaran dalam mencapai tujuan
pembelajarannya. Tetapi apa yang sudah disajikan dalam buku
ini membantu tenaga pendidik dalam memberikan inspirasi
kegiatan pembelajaran yang interaktif. Tenaga pendidik dapat
kebutuhan, kondisi, dan ketersediaan bahan yang ada
dilingkungan sekolah atau tempat.

Kegiatan menggunakan platfrom online yang tersedia
dibeberapa web dapat digunakan untuk membuat sebuah
permainan online dengan peserta didik atau bisa juga menggu-
nakan game ular tangga, puzzle, dan lainnya yang dapat digu-
daerah 3T, ajaklah peserta didik untuk memanfaatkan bahan dan
alat yang tersedia disekitar lingkungannya. Misalnya, tali dan
ranting yang disusun menjadi sebuah karya, dan dapat
mengamati motif motif pada benda yang diada dirumahnya. Hal
tersebut memberikan dampak bagi peserta didik dalam menga-
sah imajinasinya. Dalam materi menggambar tenaga pendidik
dapat memulainya dengan menugaskan kepada peserta didik
untuk menggambar yang mereka sukai, hal tersebut membuat
peserta didik melatih kelenturan tangan dan menghindari rasa
tidak percaya dirinya bahwa peserta didik tidak dapat menggam-
bar.

44

TIPS MEMBANGUN
KOMUNIKASI EFEKTIF

Dalam berkomunikasi khususnya dengan peserta didik,
ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru agar peserta
didik mudah mengerti dan memahami informasi yang diberikan.
Komunikasi merupakan interaksi dari dua orang atau lebih yang
berperan penting dalam proses pembelajaran. Komunikasi dapat
dikatakan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat
dimengerti dan diterima oleh penerima pesan. Saat berkomuni-
kasi seseorang akan di pengaruhi dari kecerdasan, perasaan, dan
kondisi. Seseorang yang memiliki perasaan yang baik akan lebih
mudah menerima komunikasi dibandingkan dengan orang yang
sedang lelah. Seseorang yang melakukan komunikasi disebut
dengan komunikator. Komunikan mempunyai pandangan
presepsi terhadap penerima tentang hal baik atau buruk. Bebera-
pa hal yang perlu dipahami dalam membangun komunikasi efek-
tif dalam proses pembelajaran sebagai berikut:
1. Kesadaran Berbahasa

-
haman terhadap sebuah tantangan dan kesempatan yang diberi-
kan oleh bahasa terhadap pembelajaran. Bahasa adalah alat
komunikasi yang berperan penting dalam setiap pembelajaran,
berupa lisan, tulisan, ataupun sikap tubuh. Bahasa yang digu-
nakan dalam buku ini menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi
guru dapat menggunakan bahasa yang disesuaikan dengan
daerah masing-masing agar peserta didik dapat memahami
dengan mudah. Penggunaan bahasa yang terlalu sulit akan
menyulitkan pemahaman peserta didik karena terlalu asing atau
belum pernah mendengar kosa kata yang diberikan. Dalam
menambah semangat peserta didik, guru dapat

45

menggunakan menyemangati dengan memainkan beberapa
kosa kata sebelum proses pelajaran dimulai. Guru dapat mem-
berikan beberapa gambar atau menunjukan langsung dengan
memanfaatkan lingkungan disekitar sekolah. Misal “Kalian lihat
disekitar sekolah, benda apa saja yang berwarna hijau?”, “Ada
warna apa saja yang dapat kalian lihat di sekolah ini?”. Bahasa
yang digunakan harus mempertimbangkan usia dan kemam-
puan peserta didik. Pada kelas 7 penggunaan konkret dan
peragaan lebih efektif karena peserta didik mampu memahami
dengan mudah.
2. Membiasakan Bicara

Berbicara didepan khalayak umum mungkin menjadi
sebuah tantangan bagi setiap orang, baik itu peserta didik, guru,
bahkan orang dewasa. Berkaitan dengan hal tersebut, sebagai
guru hendaknya lebih membiasakan peserta didiknya untuk
berdiskusi dengan rekan sebangkunya terlebih dahulu, karena
metode berkomunikasi dengan dua orang dapat membantu
peserta didik lebih percaya diri sebelum berbicara pada lingkup
yang lebih luas. Lingkup lebih luas dalam proses pembelajaran
ini dapat dimulai dari kelas. Teknik efektif yang dapat diterapkan
bahasa inggris “Think, Pair, Share”. Teknik tersebut memberikan
kesempatan untuk memikirkan pertanyaan yang kemudian men-
ciptakan sebuah diskusi atau bertukar ide. Perbedaan pendapat
yang terjadi dalam kelompok kecil tersebut akan dijadikan
sebagai ajang tukar informasi. Guru harus menanamkan sebuah
pengertian kepada peserta didik tentang umpan balik yang
diberikan bersifat netral. Saat peserta didik memberikan sebuah
melainkan sebagai sarana menggali ide, serta dapat digunakan
sebagai media dalam menyampaikan pendapat dengan dasar
yang kuat.

46

Berikut beberapa pertanyaan yang dapat digunakan oleh
guru dalam kegiatan diskusi yang dilakukan peserta didik,
sebagai berikut:
1) Bagaimana kamu dapat menciptakan sebuah ide dari

karya yang telah kamu buat?
2) Cara yang digunakan dalam karyamu seperti apa?
3) Berapa lama kamu membuat karya tersebut?
4) Apakah kamu suka dengan karya yang telah kamu buat?
5) Apabila kamu menyukainya, bagian mana yang kamu

suka?
6) Kenapa kamu menyukai bagian tersebut?
7) Bagian manakan yang ingin kamu perbaiki?
8) Kenapa kamu ingin memperbaiki karya tersebut?

Dari pertanyaan tersebut, guru dapat mengetahui setiap
pendapat yang disampaikan oleh peserta didik. Sehingga peser-
ta didik mendapatkan suatu keberanian dalam mengemukakan
sebuah pendapatnya atau dapat mempertanggung jawabkan
sebuah karya yang dibuatnya.
3. Membiasakan Bertanya

Dalam proses pembelajaran peranan peserta didik sangat
penting. Dalam proses pembelajaran pertanyaan sangat penting
dalam mengembankan pembelajaran dan menjadi informasi
atau indikator dalam mencapai pemahaman peserta didik.
Bertanya merupakan salah satu keterampilan untuk memproses
pemikiran yang terstruktur untuk menciptakan sebuah
pemikiran yang kritis, bernalar kreatif, dan dapat menyelesaikan
sebuah permasalahan yang terjadi.

Saat salah peserta didik mengajukan sebuah pertanyaan,
guru harus mengajak peserta didik lain untuk menjawab
pertanyaan

47

tersebut. Memberikan waktu lebih untuk peserta didik men-
jawab pertanyaan yang cukup sulit atau membutuhkan
pemikiran lebih dalam. Guru harus menghindari pertanyaan
yang hanya menghasilkan sebuah jawaban “ya/tidak”, hal terse-
but dihindari karena kurang efektif dalam mengembangkan
pemikiran peserta didik. Menggunakan pertanyaan yang
mengandung jawaban terbuka “open ended questions”. Dalam
mengajukan sebuah pertanyaan dapat menggunakan prinsip
5W 1H yaitu what (apa), when (kapan), where (dimana), who
(siapa), dan why (kenapa). Dalam mengantisipasi peserta didik
yang malu untuk mengajukan sebuah pertanyaan berikut
beberapa cara yang dapat digunakan oleh guru:
1) Memberikan perintah kepada peserta didik untuk menge-

luarkan selembar kertas. Perintahkan peserta didik untuk
menulis pertanyaan yang ingin diajukan. Sediakan sebuah
permainan agar peserta didik tidak merasa bosan.
Gunakan sebuah bola kerta yang perintahkan untuk salah
satu melempar kerta tersebut ke rekan kelasnya. Siapa
yang mendapatkan bola kertas tersebut maka wajib mem-
bacakan pertanyaan yang telah dibuat. Setelah peserta
didik dapat menjawab pertanyaan jangan lupa untuk
selalu memberikan pujian dan terima kasih.
2) Cara lain selain bola kertas yaitu menggunakan sebuah
wadah yang ada disekolah, misal box kardus. Perintahkan
peserta didik untuk menuliskan pertanyaan. Masukan
pertanyaan yang telah dibuat kedalam wadah, dan ambil
satu pertanyaan. Bahas pertanyaan secara berkala.
Pertanyaan tersebut dapat digunakan sebagai perenca-
naan pembelajaraan selanjutnya.

48


Click to View FlipBook Version