The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini dikhususkan bagi tenaga pendidik khususnya mata pelajaran seni rupa kompetensi unit 1 menggambar

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nadiyafaydinda, 2022-08-09 01:32:12

Buku Pegangan Seni Budaya (Seni Rupa) Unit 1 Menggambar

Buku ini dikhususkan bagi tenaga pendidik khususnya mata pelajaran seni rupa kompetensi unit 1 menggambar

3) Guru menyediakan pertanyaan yang cukup bermakna.
Berikut beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan
sebagai contoh dalam proses pembelajaran.

NO Pertanyaan

1. Apa yang menjadi inspirasi kalian dalam menciptakan
karya tersebut?

2. Cara apa yang menurut kalian dapat memudahkan
dalam menciptakan karya tersebut?

3. Apakah karya yang kalian buat dalam mewakili
perasaan kalian atau hanya sekedar menggambar?

4. Bagian karya mana yang kalian sukai? Kenapa kalian
menyukai bagian tersebut?

5. Bagaimana jika terdapat orang yang kurang menyukai
atau mengkritik karya kalian?

6. Kenapa menggunakan warna tersebut pada karya
yang telah dibuat?

7. Apakah ada perasaan tertentu yang mempengaruhi
dalam pembuatan karya?

4) Peserta didik yang berada di kelas tinggi (fase B dan C)
dapat diperintahkan untuk membuat penilaian pribadi
atas karya yang telah dibuat dari pertanyaan yang telah di
berikan oleh guru. Peserta didik hanya akan menjawab
pertanyaan yang diberikan dengan kalimat yang utuh dan
lengkap. Dalam menjawab pertanyaan tersebut dapat
dikaitkan dengan pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia,
yaitu menuliskan jawaban dengan benar seperti penulisan
huruf kapital dan tanda baca yang tepat.

49

NO Pertanyaan untuk kelas tinggi Jawaban siswa

1. Apakah Tema pada karyamu?

2. Apakah judul karyamu?

Apakah yang paling kamu sukai
3. dari karyamu? Kenapa kamu

menyukainya?

Darimana kamu mendapatkan
4. idemu?/ Apa atau siapa yang men-

jadi inspirasimu?

5. Apakah bagian yang paling
mudah kamu lakukan?

6. Apa yang menjadi fokus atau tema
utama karyamu?

7. Siapakah yang membantumu
mengerjakan karya ini?

Bagaimana perasaanmu setelah
8. kamu berhasil mengatasi kesulitan

sewaktu mengerjakan?

Apa yang kamu lakukan Ketika
menghadapi kesulitan itu? Jika
9. kamu meminta bantuan, siapa
yang kamu mintai bantuan dan
kenapa?

10. Siapa seniman yang kamu sukai?

Apakah seniman tersebut
11. menginspirasi kamu untuk men-

ciptakan karya ini?

12. Apa perasaanmu ketika melihat
karya ini?

50

NO Pertanyaan untuk kelas tinggi Jawaban siswa

13. Apa ciri-ciri karya yang bagus atau
baik menurutmu

14. Apakah ada cara atau bahan lain
untuk mengerjakan ini?

15. Apa perasaanmu ketika melihat
karya ini?

16. Kapan waktu terbaik untuk meng-
gambar karya ini?

17. Bagaimana karya ini memengaruhi
lingkungannya?

Mengapa kita perlu belajar seni?/
18. Menurutmu apa manfaat dari

mempelajari hal ini bagi hidupmu?

19. Apa/siapa saja yang memengaruhi
kamu dalam berkarya?

Warna/garis/bentuk apa yang
20. paling tepat mewakili dirimu dan

orang di sekitarmu?

51

PAMANTAUAN DAN EVALUASI

1. Kriteria Sukses Pembelajaran
Pembelajaran dapat diartikan sebagai inti dari proses

pengelolaan pendidikan. Kriteria mutu dan keberhasilan pembe-
lajaran harus dibuat dengan rinci sehingga dapat diukur dan
diamati. Keberhasilan atau suksesnya pembelajaran
mengandung makna tuntas, artinya tujuan pembelajaran dapat
terpenuhi. Tujuan pembelajaran menjadi patokan peserta didik
untuk mempelajari, memahami, dan melakukan. Kriteria ini
membantu guru dalam memahami sejauh mana peserta didik
memenuhi capaian pembelajaran. Jika tujuan pembelajaran
dapat diketahui dengan jelas, maka fokus peserta didik harus
tetap terjaga dan dapat menyusun strategi sehingga dapat men-
capainya.
2. Penilaian

Penilaian identik dengan pelaksanaan sebuah evaluasi
setelah pelaksanaan proses pembelajaran baik penilaian penge-
tahuan ataupun keterampilan peserta didik. Melalui tugas yang
telah diberikan dapat mengerti tujuan dan kedalaman pengeta-
huan yang telah didapatkan.
o Jurnal belajar merupakan catatan atau gambar pemikiran

yang dibuat untuk menunjukan segala sesuatu yang telah
dipelajari atau diperoleh saat pembelajaran. Jurnal digu-
nakan untuk mencatat topik yang telah dipelajari, kesuli-
tan, ataupun keberhasilan peserta didik.
o Portofolio: kumpulan pekerjaan atau tugas peserta didik
dalam periode waktu tertentu untuk memberikan infor-
masi penilaian. Portofolio dalam digunakan sebagai
komunikasi, dan pandangan peserta didik sendiri sebagai
pembelajar.

52

o Proyek merupakan penelusuran, eksplorasi atau eksperi-
men terhadapt topik yang berbobot, nyata, dan relevan.

o Demonstrasi merupakan kompetensi atau penguasaan
menganai suatu topik pada audiens tertentu.

o Laporan digunakan untuk mengukur sebuah pemahan
peserta didik terhadap suatu topik.

o Rubrik digunakan oleh guru untuk menilai dan mencan-
tumkan kriteria yang jelas.

o Penilaian diri untuk menilai sendiri bagaimana porses
membuat dan karya seni yang dibuat dapat menggu-
nakan lembar penilaian yang menjadi masukan bagu guru
untuk menentukan nilai akhir.

53

SUASANA PEMBELAJARAN

Suasana belajar yang tenang dan kondusif merupakan sebuah
faktor yang menunjang fokus belajar peserta didik dan efektivitas
mengajar. Mengapa harus menciptakan suasana pembelajaran
yang kondusif? Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman
agar tercipta lingkungan yang nyaman dan waktu belajar yang
dihasilkan lebih efektif dan efesien. Jika suasana hati peserta
didik menyenangkan maka materi yang disampaikan oleh
seorang tenaga pendidik mampu di serap dengan mudah.
Seluruh hal yang ada disekolah memegang peranan yang
penting untuk menciptaka suasana pembelajaran yang positif.
Suasana kelas dan sekolah yang aman, nyaman, dan memberikan
kesempatan bagi peserta didik untuk memenuhi potensi mereka.
Peserta didik di setiap kelas mempunyai bakat dan kemampuan
berbeda-beda, perbedaan tersebut hal yang wajar dan penting
mental yang berbeda, misal memiliki daya serap yang lebih
terdapat peserta didik yang sangat berbakat serta memiliki
kemampuan diatas rata-rata. Dalam buku panduan ini akan
memberikan beberapa ide untuk dapat menyesuaikan hal-hal
yang dibutuhkan. Suasana pembelajaran yang positif mencip-
takan pengalaman pembalajran yang menyenangkan dan di
tunggu-tunggu. Penting sekali menanambkan rasa bahwa peser-
ta didik tidak sedang berkompetensi dengan siapapun tetapi
menjadi diri sendiri yang lebih baik dari sebelumnya. Tenaga pen-
didik juga turut belajar dan memberikan ruang yang cukup
untuk menjadi versi dirinya sendiri bahwa pembelajaran adalah
proses seumur hidup yang akan berdampak dan tergerak menja-
di pembelajaran seumur hidup yang antusias (anthuasiasticlife
long learner).

54

Sumber Daya (Resources)
Sumber daya meliputi apa yang dibutuhkan untuk menghasilkan
karya seni rupa seperti pensil, cat, dan kertas. Sumber daya lain
yang dapat di alam sehingga dapat digunakan misal batu, daun,
ranting, dan lainnya. Dalam buku panduan ini, Bapak/Ibu dapat
melihat contoh gambar atau tautan yang terdapat dalam
barcode untuk membantu dalam proses pembelajaran. Sumber
daya teknologi digital dapat digunakan untuk mencari referensi
atau melakukan penelusuran secara digital untuk mencari stimuli
dan memudahkan untuk mendokumentasikan karya. Teknologi
digunakan apabila memiliki arti dan nilai saat proses pembelaja-
ran.
Faktor Keamanan
Faktor keamanan menjadi bagian yang penting dalam proses
pembelajaran seni rupa yang menggunakan bahan dan alat.
Untuk menjaga keamana tersebut, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan oleh Bapk/Ibu pengajar yaitu sebagai berikut:
1. Tata letak kelas yang dapat mencangkup seluruh peserta

didik di kelas. Tata letakkelas dapat berbentuk “U” atau
menjadi beberapa titik meja
2. Penggunaan bahan basah seperti cat peserta didik harus
menggunakan celemek/ baju pelapis agar seragam seko-
lah tidak kotor terkena noda
3. Menggunakan bahan yang tidak berbahaya
4. Memperhatikan keselamatan elektronik, menjaga peserta
didik untuk tidak membuat konten yang tidak patut,
memerikan situs yang akan di sampaikan, dan memperha-
tikan karya yang diunggah oleh peserta didik.

55



UNIT 1
MENGGAMBAR

Capaian Pembelajaran
1. Pada akhir fase D, peserta didik mampu mengamati, men-

genal, merekam dan menuangkan pengalaman dan pen-
gamatannya terhadap lingkungan, perasaan atau empat-
inya secara visual dengan menggunakan proporsi, gestur
dan ruang.
2. Peserta didik terbiasa menggunakan alat, bahan dan
prosedur dasar yang tepat dalam menggambar, mewar-
nai, membentuk, memotong, dan merekat.

56

Sumber: Dokumen Pribadi
Apersepsi
Perhatikan gambar di atas! Apakah kalian pernah menjumpai
ataupun melihat gambar tersebut? Menorehkan sebuah pensil
atau pewarna dalam media sehingga menghasilkan suatu gam-
baran yang indah dapat disebut dengan menggambar.

57

HUBUNGAN DENGAN SEJARAH
SENI RUPA

Sejak masa prasejarah, nenek moyang kita (manusia purba)
menggunakan teknik gambar untuk memvisualisasikan bina-
tang-binatang dan lingkungan sekitar yang mereka amati.
Mereka melukis di dinding-dinding dalam gua yang gelap,
menggunakan imajinasi dan memori mereka untuk menciptakan
bentuk. Cara yang sama bisa kita temukan dikemudian hari, ben-
tuk-bentuk alam yang diamati seperti flora dan fauna sering
muncul pada ragam hias khas masing-masing daerah. Beberapa
motif ragam hias bahkan hanya menggunakan bentuk-bentuk
dasar geometris saja untuk menyampaikan pesan simbolis
tertentu. Beberapa seniman ternama Indonesia juga melakukan
hal yang sama Mereka mengawali berkarya dengan mengamati
sekitar dan membuat sketsa. Misalnya saja S. Sudjojono, seorang
pelukis ternama yang menjadi pendiri kelompok seniman
Indonesia pertama yaitu Persatuan Ahli Gambar Indonesia
(Persagi) pada tahun 1938. Sering kali ia menggambar sketsa dan
mencatat hasil pengamatannya. Beberapa sketsa kemudian ia
olah menjadi karya lukis, beberapa menjadi rekaman visual yang
penting baginya.
Kosa Kota Khusus Seni
1. Rupa dasar: Komposisi bentuk-bentuk dasar untuk men-

capai keseimbagan dan kesatuan
2. Alam benda: Penggambaran benda-benda yang sudah

dikomposisikan sedemikian rupa sehingga menonjolkan
kontras ukuran dan bentuk menyatu dengan baik
3. Realis: gaya menggambar yang berdasarkan kepada
akurasi bentuk.

58

4. Prinsip keseimbangan: penggunaan objek positif
(digambar) dan ruang negatif (tidak digambar) yang
menimbulkan perasaan kesan dilihat.

5. Prinsip kesatuan: meletakkan benda-benda dengan jarak
yang pas dan menggambarkannya dengan proporsi yang
terasa nyaman dengan ukuran kertas.
Sangat banyak makna atau arti dari seni di kehidupan atau

di dunia ini seiring berjalan dan berkembangnya zaman, sehingga
para ahli berpendapat menganai arti seni. Berikut beberapa arti
seni berdasarkan paa ahli:
1. Pengertian seni menurut Aristoreles

Aristoteles mengemukakan sebuah pendapat tentang
seni yaitu sebuah bentuk yang pengungkapannya dan
penampilannya tidak pernah keluar atau menyimpang dan seni
itu merupakan kegiatan dengan meniru alam.
2. Pengertian seni menurut Alexander Baum Garton

sebagai keindahan dan tujuan yang bersifat positif yang menjad-
ikan penikmat dalam kebahagiaan.

59

3. Pengertian seni menurut Plato

memahami seni sebagai karya seni yang hanya tiruan dari realitas
yang ada. Realitas yang ada adalah tiruan dari yang asli atau dise-
but Mimesis. Asli terkandung dalam ide, gagasan jauh lebih
unggul, lebih baik, dan lebih banyak.
4. Pengertian Seni menurut Herbert Read

Menurut Herbert Read, Seni merupakan sebuah ekspresi
yang berasal dari penuangan hasil pengamatan dan pengalaman

-
gis ke dalam bentuk karya.

60

5. Pengertian Seni menurut Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara merupakan pahlawan nasional dan
bapak pendidikan Indonesia. Pendapat Ki Hajar Dewantara
mengenai seni adalah hasil dari keindahan sehingga dapat
menggerakkan perasaan indah dari orang-orang yang melihat-
nya, oleh karena itu seni adalah tindakan manusia yang dapat
mempengaruhi dapat menyebabkan perasaan yang indah.
6. Pengertian Seni Menurut Drs. Popo Iskandar

Beberapa anak
biasanya kurang tertarik
dengan tema yang diberikan,
sehingMgeammaemreiksaenaikmanenmuermuti-pendapat Drs. Popo Iskandar yang
mliehrupatekmana seoseranndgirikritsikeusus asiastra sunda, seni adalah sebuah
hadseinl gdanri eksepmreasmi pemuaonsi yyaannggingin disampaikan kepada orang
ladinimdialilkaim. kDeesandgarnan hdiedmupikikaonmunitas/ kelompok.
maka anak tersebut akan
menggambar berbeda
dengan tugas yang telah
diberikan.

61

RUPA DASAR

Rupa dasar merupakan suatu bentuk dasar yang terdiri
dari titik, garis, bentuk, warna, tekstur, serta gelap terang. Rupa
dasar juga dapat dikatakan sebagai Nirmana atau dasar-dasar
desain dengan pengertian ilmu yang mempelajari, mengajarkan
unsur elemen yang ada pada karya seni/desain. Ilmu tersebut
dapat mengorganisasikan unsur atau elemen sehingga dapat
menajadi karya seni/desain yang baik dan bermakna. Rupa dasar
adalah inti dari pembuatan karya seni rupa dan desain yatu
aturan penting dan wajib yang dipakai dalam mencipatakan
suatu karya. Berkaitan dengan hal tersebut seseorang akan
memiliki pengertian, mengasah keterampilan, dan memperta-
jam kepekaan terhadap sesuatu yang berkaitan dengan dunia.
Rupa dasar digunakan sebagai titik awal seseorang belajar seni
rupa sebelum mencipatakan karya seni.

Rupa dasar sebagai karya yang berdiri sendiri tanpa meli-
hat fungsinya sebagai benda pakai. Unsur-unsur rupa dasar yaitu
titik, garis, bidang, ruang, tekstur, dan warna.

62

MENGENAL MENGGAMBAR

Menggambar pada umumnya merupakan kegiatan yang
menyenangkan pada sebagaian anak-anak. Menggambar menja-
di bagian untuk melakukan kegiatan membentuk imaji, dengan
menggunakan beberapa teknik dan alat yang ditorehkan pada
media tertentu. Sehingga pengertian menggambar secara
umum adalah kegiatan menorehkan pensil ataupun pewarna
diatas media. Dalam kegiatan menggambar anak-anak mampu
menyampaikan ide atau imajinasinya melalui sebuah gambar.
Menggambar berbeda dengan melukis, menggambar juga tidak
sebebas dengan melukis. Menggambar terikat dengan ketepa-
tan bentuk, proporsi, kejelasan, dan kesesuaian warna. Beberapa
hal tersebut yang harus diajarkan kepada anak.
Menggambar
menurut Hariyanto (1999:2)
adalah kegiatan mengungkapkan
apa yang dirasakan dengan
bentuk garis dan warna.

63

64

MENGENAL ELEMEN-ELEMEN
MENGGAMBAR

1. Garis
Garis adalah elemen mendasar dan penting dalam menggambar.
Garis terbentuk dengan titik yang bergerak dan membekas di
kertas. Kemudian, dari coretan garis yang diulang-ulang tersebut
akan menjadi gambar. Berikut adalah contoh macam-macam
garis.

1. Garis lurus horizontal tebal
dan tipis

2. Garis lurus vertikal tebal
dan tipis

3. Garis lurus diagonal tebal
dan tipis

4. Garis lengkung: bentuk
kubah dan busur

5. Garis lurus horizontal tebal
dan tipis

6. Garis lengkung dengan
arah bebas

7. Garis majemuk (zig-zag)

8. Garis majemuk (lengkung)

9. Garis gabungan

Gambar 1. Jenis-jenis garis

65

2. Bidang
Bidang merupakan pertemuan ujung sebuah garis atau perpo-
tongan beberapa buah garis. Bidang juga bisa terbentuk oleh
pulasan warna atau nada gelap terang. Selain itu, bidang juga
terbagi dari bidang geometris (terukur) dan non geometris (tidak
terukur).

Gambar 2. Bidang yang Gambar 3. Bidang Geometris
terbentuk dari pulasan warna

dan nada gelap terang

Gambar 4. Bidang yang Gambar 5. Bidang Non
terbentuk dari perpotongan atau Geometris

pertemuan ujung garis

66

3. Warna
Warna adalah kesan yang ditimbulkan akibat pantulan cahaya
yang mengenai permukaan benda. Pada suatu gambar, warna
dapat terwujud dalam garis, bidang, dan ruang.

Warna dalam gambar anak anak umumnya adalah warna harmo-
nis tapi juga ada warna murni. Warna harmonis adalah warna
yang digunakan sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Misalnya
merah atau hijau.

Gambar 6. Pewarnaan Gambar 7.
dengan teknik blok Penggunaan warna

menggunakan krayon harmonis untuk
pada bidang bulat mewarnai sayuran

67

Gambar 8. Penggunaan warna
murni untuk mewarnai sayuran.
Pilihan warna tidak sesuai dengan

warna sayuran pada aslinya.
Berbeda dengan warna murni yang tidak terikat kenyataan objek
atau simbol tertentu. Misalnya ekspresi anak yang ingin mewar-
nai semua gambarnya dengan warna hitam.
4. Cahaya
Cahaya yang muncul akan menimbulkan gelap terang pada
suatu bidang. Maka tampak berbeda tingkatan warna. Saat
menggambar kesan gelap terang didapatkan dengan memadu-
kan beberapa warna dari gelap ke terang atau sebaliknya.
Perpaduan warna tersebut dapat dilakukan dengan teknik arsir
atau pulasan warna.

68

MENGENAL TEKNIK-TEKNIK
MENGGAMBAR

Dalam menggambar ada beberapa teknik yang dapat diterapkan
yakni teknik arsir, teknik palet, teknik air brush, teknik kuas. Teknik
menggambar disesuaikan dengan alat/ medianya.
Teknik arsir cocok diterapkan apabila memakai pensil/ spidol dan
krayon. Teknik arsir dan teknik gradasi merupakan teknik dasar
menggambar. Menggambar dengan teknik arsir ini dapat dilaku-
kan dengan cara sesuai bagan dibawah ini.

Konsep Menggambar Mewarnai Finishing
teknik garis

Bagan 4. Proses Menggambar

A. Membuat Konsep
Membuat konsep adalah kegiatan merancang apa yang akan
digambar. Konsep bisa dikembangkan dari tema. Misalnya tema
buah, maka konsepnya memilih objek yang akan digambar,
seperti apakah apel, melon, semangka, dll. Anda memilih objek
dan membayangkan objeknya. Dapat menggunakan platfrom
random wheel dengan menyediakan beberapa tema yang akan
dipilih di secara acak dalam proses pembelajaran bersama para
peserta didik.
Link akses platfrom: https://wheelofnames.com/id/

69

B. Menggambar dengan Teknik Garis
Setelah membuat konsep, anda dapat memulai dengan
menorehkan garis di kertas. Membuat gambar sepenuh buku
dan menyelesaikan terlebih dahulu sebelum diwarna. Teknik
garis dihasilkan dari goresan alat yang runcing, misalnya spidol,
pensil, dan pulpen.
Teknik ini untuk membuat pola umum gambar sebelum di
warnai. Teknik menggambar dengan garis ini dapat dikreasikan
menjadi beberapa cara. Cara tersebut dapat membuat pembuat
gambar lebih kreatif. Selain itu, ada beberapa ketentuan dalam
menggambar yang perlu diketahui.

Gambar 9. Menggambar 1. Menggambar dari bentuk
anggur dari bentuk yang yang sederhana

sederhana (bulat) Salah satu cara menggambar
dengan mudah, adalah memulai
dari bentuk yang sederhana.
Setiap benda atau objek gambar
memiliki beberapa bagian. Anda
dapat memulai dari bagian yang
lebih mudah di gambar (bentuk
sederhana), lalu kebagian lain
yang lebih sulit (beragam bentuk).

70

Gambar 10. Mengkreasikan 2. Menggambar dengan
putih bunga yang umumnya kreatif
bulat polos, menjadi bermotif
Menggambar dengan kreatif
(menggambar kreatif ) adalah menggambar dengan daya
kreasi, imajinasi, dan pemahaman
sendiri. Menggambar kreasi bisa
dengan mengkreasikan objek
sesuai dengan keinginan. Misal-
nya, sebagai berikut:

a) Memvariasikan putik
b) Memvariasikan bentuk

kelompak bunga
c) Memnvariasikan bunga

3. Menggambar sekali gores
(Tidak ada pengulangan)

Menggambar yang baik untuk Gambar 11. Mengkreasikan
membentuk rasa percaya diri pada bentuk kelompak bunga dari
anak dengan cara sekali gores, yang berbentuk sederhana ke
dengan artian sekali coretan lalu bentuk lebih rumit (banyak
dilanjutkan lagi tanpa dihapus,
diulang, ditumpuk berkali-kali lekukan)
agak objek gambarnya sesuai
dengan keinginan anak.

4. Menggambar menggu -
nakan spidol bukan pensil

71

Gambar 12. Ragam kelopak bunga mengkreasikan
bentuk bunga dari yang berbentuk sederhana

dengan sedikit kelopak ke bentuk yang beragam dan
kelompok yang lebih banyak. Selain itu
digabungkan menjadi bentuk bunga
72

MEWARNAI DENGAN BERBAGAI
TEKNIK

Proses selanjutnya adalah mewarnai hasil gambar dengan meng-
gunakan pewarna. Pewarnaan dapat menggunakan krayon.
Pewarnaan bisa dilakukan dengan berbagai cara dan terdapat
beberapa teknik saat mewarnai, misalnya sebagai berikut:

Teknik Teknik Teknik
Blok Kombinasi Gradasi

Warna

1. Teknik Blok
Teknik blok merupakan teknik
mewarnai suatu objek dengan
menggunakan satu warna yang
sama secara penuh. Teknik blok
bisa digunakan untuk latar
belakang gambar. Teknik ini
tergolong kedalam teknik yang
sederhana karena tidak perlu
mencampurkan warna lain keda-
lamnya.

Gambar 13. Cara pewarnaan anggur
dengan menggunakan teknik blok
(warna ungu bagian buah dan warna

hijau bagian daun)

73

2. Teknik Kombinasi Warna
Teknik kombinasi warna adalah cara mengkombinasikan bebera-
pa warna yang berbeda atau senada dalam satu objek tanpa
mencampur warna tersebut. Teknik kombinasi tanpa camput
warna ini digunakan untuk membuat motif, pola, atau corak
suatu benda atau makhluk hidup. Ada 2 cara menggunakan
teknik ini, sebagai berikut:

a. Dari warna gelap ke warna
lebih terang
cara kerja:
Menggores dengan warna

yang lebih gelap, lalu meng-
goreskan warna yang lebih muda
atau lebih terang.

Gambar 14. Cara
pewarnaan dari
warna biru muda ke

biru tua

74

Gambar 15. Cara pewarnaan b. Dari warna lebih terang ke
dari warna gelap ke warna warna lebih gelap
cara kerja:
lebih terang Menggores dengan warna

yang lebih muda, lalu meng-
goreskan warna yang lebih gelap.

75

3. Teknik Gradasi
Teknik Gradasi juga merupakan
cara pewarnaan dengan kombina-
si warna. Kombinasi warna pada
teknik gradasi perlu dicampur.
Jadi, teknik gradasi adalah cara
mewarnai dengan menggunakan
beberapa krayon yang berbeda
warna untuk dicampur dan meng-
hasilkan warna yang lebih menar-
ik. Berikut ini cara mewarnai
dengan teknik gradasi.

Gambar 16. Proses
Pewarnaan dengan

teknik gradasi

a. Teknik Putar
Teknik putar adalah cara mewar-
nai dengan cara memuta-muar
ujung bagian krayon. Teknik
gradasi dengan teknik putar ini
dapat dilakukan dengan cara
menimpa warna lebih muda di
atas warna gelap. Sehingga, warna
yang dihasilkan akan lebih terlihat
menyatu.

Gambar 17. Proses
pewarnaan balon
menggunakan teknk

putar

76

b. Teknik Arsir
Teknik arsir adalah cara mewarnai dengan menggoreskan ujung
krayon secara halus (horizontal, diagonal) maupun lengkung.
Teknik gradasi dengan dengan cara menggoreskan searah dan
bertingkat.

Gambar 18. Proses Gambar 19. Proses
pewarnaan dengan pewarnaan dengan
teknik arsir dari warna teknik arsir dari warna

muda ke tua tua ke muda

Gambar 20. Proses
pewarnaan daun dengan

teknik arsir dari warna
muda ke tua

77

Mewarnai sampai semua bagian gambar tertutup warna
dan merata

Saat mewarnai, anak-anak bisa saja terburu-buru dan
melewatkan beberapa bagian yang belum diwarnai seperti
gambar (a). Namun, gambar yang bagus apabila anak-anak
mampu menyelesaikan seluruh bagian gambar (b). Jadi guru
hendaknya mampu memberikan arahan kepada peserta didikn-
ya untuk mewarnai hingga selesai secara keseluruhan tertutup
warna.

Anak yang cenderung tidak sabar saat mewarna, mewar-
na semua bagian tetapi masih tidak rata seperti gambar (d).
Mewarna yang dikategorikan baik adalah warna yang rata seperti
pada gambar (c). Karena kegiatan menggambar dan mewarna
membutuhkan sebuah kesabaran, ketelatenan, serta ketelitian.
Secara tidak langsung mengajarkan kepada para peserta didik
untuk melatih dirinya lebih bersabar dan telaten.

Gambar (a) Gambar (b)

Gambar (c) Gambar (d)

78

FINISHING

Proses selanjunya yang merupakan bagian tidak kalah penting
dilakukan dengan banyak cara, misalnya sebagai berikut:

Bagan 5. Cara merapikan
setelah berkarya

79

MENGENAL MEDIA DAN ALAT
MENGGAMBAR

Beberapa alat dan media yang diperlukan untuk menunjang
pembelajaran menggambar, sebagai berikut:

A. Media Menggambar
Buku Gambar
Buku gambar yang digunakan berukuran A4 cocok untuk digu-
nakan pada anak kelas 7. Buku gambar yang baik memiliki kete-
balan dan tekstur yang sedikit kasar.
Cara penggunaan:
Buku gambar dapat digunakan untuk pewarnaan krayon lebih
baik daripada menggunakan kartas HVS. Apabila menggambar
dengan spidol hendaknya disarankan anak-anak tidak terlalu
menekan secara keras. Karena tindakan tersebut membuat kertas
robekatau bolong. Hindari penggunaan pensil karena anak akan
cenderung lebih sering menghapus gambaran yang dibuatnya,
hal tersebut dapat merusak kertas.

Gambar 21. Buku Gambar 22. Contoh
Gambar A4 Krayon di atas kertas

80

B. Alat menggambar

1) Spidol atau Bolpoin Tebal
Spidol atau bolpoin yang tebal seperti Drawing Pen terse-

dia di toko atk terdekat dengan harga yang terjangkau. Pemilihan
spidol atau balpoin yang baik berguna untuk melatih anak lebih
percaya diri dengan apa yang mereka buat.
Goresan spidol tidak dapat dihapus, bila dihapus dengan
correction pen maka menimbulkan bagian yang tidak dapat
diberikan warna. Spidol yang digunakan sebaiknya menggu-
nakan spidol warna hitam. Goresan spidol digunakan sebagai
outline atau garis batas agar saat mewarna tidak keluar dari garis
yang telah dibuat.
Cara penggunaan spidol secara umum sama seperti pensil atau
pulpen. Namun, karena spidol mengeluarkan tinda, penggu-
nakannya tidak bisa diam diatas kertas cukup lama karena dapat
menimbulkan efek meluber yang membuat gambaran jelek.

Gambar 23. Spidol Kecil
sebagai outline gambar

Gambar 24. Drawing Pen
sebagai Detailing Gambar

81

2) Krayon Gambar 25. Krayon
Krayon merupakan alat
mewarnai dengan karakter 3) Kuas
kering. Krayon dapat digu- Kuas yang digunakan
nakan langsung tanpa bantu-
an media lain, krayon memiliki untuk membersihkan sisa-si-
ukuran yang besar sehingga sa krayon yang ada diatas
cepat untuk mewarnai bidang kertas.
yang besar. Keunikan krayon Cara penggunaannya:
adalah warnanya dapat Kuas cukup disapukan tanpa
dicamur secara merata dengan adanya tenaga atau tekanan
muah karena lunak, mudah yang kuat, cukup pelan-pe-
dibawa, dan terdapat banyak lan saja. Hal ini agar kertas
ditoko toko buku atau atk. dapat terjaga kebersihannya
Krayon yang digunakan hen- tidak menimbulkan noda
daknya memiki minimal 18 4) Lap atau Tissu
warna. Warna yang dapat Lap kain atau tissue digu-
nakan untuk membersihkan
Gambar 26. Kuas ujung krayon yang kotor.
Ujung krayon yang kotor
Gambar 27. Tissue akibat terkenal warna lain
sehingga dapat menimbul-
kan warna yang tidak sesuai.
Cukup dengan mengusap
ujung krayon ke tissue

82



PANDUAN 2
SEKILAS TENTANG PESERTA DIDIK

Sikap Anak
Apapun dan bagaimanapun respon anak terhadap proses

pembelajaran, mereka hanya ingin diperhatikan, didekati, di
motivasi, disemangati, dan diajak komunikasi. Mereka mencari
sebuah perhatian dengan berbagai cara untuk menarik perha-
tian guru. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa anak tersebut
mengagumi guru yang dianggap jago dalam menggambar
sehingga mereka ingin menjadi guru tersebut.
Tentang Anak

Dalam psikologi menyatakan bahwa perkembangan pada
anak merupakan masa keemasan yang dikenal dengan masa
peka. Perkembangan psikologi anak mengikuti usianya. Peruba-
han yang terjadi secara progresif dan berkelanjutan terkait psikis
SMP, perkembangan mengikuti pola tertentu dan terjadi pada
tempo yang berlainan. Anak SMP bukanlah anak SD atau maha-
siswa yang bisa disikapi dengan kekanak-kanakan atau terlalu
memberiarkan layaknya oran dewasa, secara psikologis mereka
dalam kondisi khusus yang perlu penyikapan khusus. Pada anak
usia SMP akan mengalami masa ambivalensi, yaitu kondisi
dimana seseorang dalam keinginan antara bergaul atau
menyendiri.

83

KARAKTERISTIK UMUM
ANAK-ANAK SAAT MENGGAMBAR

Menurut Hume (2011:22-23) anak-anak memiliki krakteristik
umum yang bisa diamati saat menggambar. Karateristik tersebut
dapat menjadi rambu-rambu guru saat mengajar. Setiap guru
memiliki keinginan akan melaksanakan proses pembelajaran
yang menarik, sehingga perlu diperhatikan beberapa hal berikut:

1 Anak memiliki rentan perhatian yang singkat
dan bekerja setahap demi tahap

2 Anak menyukai percobaan dan menggugah
kreativitas

3 Anak mudah minder jika gambarnya tidak
bagus

4 Anak cenderung menggambar objek yang
tidak mereka suka

5 Anak selalu ingin diperhatikan
6 Anak berharap gambar mereka dihargai dan

diapresiasi oleh gurunya

7 Anak mudah menyerah jika ia merasa tidak
bisa menggambar

84

Anak-anak yang 1. Anak dapat mengerja-
mengikuti kegiatan pembela- kan tugas dengan
jaran di kelas akan memiliki lancar
karakteristik berbeda-beda 2. Anak cepat menyele-
saikan tugas
yaitu terdiri dari anak yang 3. Anak mudah meneri-
berbakat serta anak yang
kurang berbakat. Perbedaan ma materi yang
disampaikan
karakteristik tersebut bukan 4. Lebih banyak fokus
menjadi halangan dalam
kelancaran pembelajaran.
Anak anak yang berbakat dan mengerjakan
dengan tenang
atau memiliki kemampuan 5. Anak dapat dengan
lebih dalam mewarna dan
anak anak yang masih belajar mudah melaksanakan
instruksi atau tugas
dari awal. Dalam menghadapi Apabila menemui
hal tersebut guru harus bijak-
sana dan adil dalam menyika- anak dengan karakteristik
tersebut maka perlu mem-
pi anak yang berbakat dan perlakukan berbeda, berbeda
anak yang kurang berbakat
yang dimaksudkan akan
bukan memperlakukan
Perbedaan yang secara istimewa melainkan
sering ditemukan saat meng-
hadapi yang sudah berbakat tidak perlu membutuhkan
arahan dan perhatian khusus.
atau berkemampuan meng- Hanya perlu didatangi
gambar atau mewarnai dan
yang kurang atau belum sesekali untuk melihat karya
yang dibuat serta membantu
berbakat adalah dalam hal saat kesulitan. Jika mampu
pemahan dan keterampilan
yang berbeda. Berikut perbe- menyelesaikan tugasnya
terlebih dahulu maka bisa
daannya dan cara menyikapi: menambahkan tugas lainnya

o Anak yang berbakat atau memberikan masukan
Anak yang berbakat agar karyanya lebih bagus,
masukan tersebut dise-
memiliki ciri-ciri yang bisa suaikan dengan kemampuan-
anda amati misalnya:

85

Anak berbakat Oleh karena itu tugas guru
mampu memncari materi adalah menjelaskan maksud
lebih banyak, jika sudah men- dan keuntungan belajar dari
capai target maka dapat tema yang diberikan sehing-
dilanjutkan ke tahap berikut- ga anak bersedia menerima
nya. dan mengikuti instruksi
tugas.
o Anak yang kurang
berbakat 2. Kesulitan dalam
memahami tugas
Anak yang kurang atau instruksi guru
berbakat mestinya masih ada.
Anak kurang berbakat bukan anak yang kurang berbakat
berarti tidak bisa menggam- akan sering kesulitan dalam
bar, melainkan membutuh- memahami apa yang akan
kan sebuah perhatian khusus dikerjakan. Hal tersebut terja-
dan bimbingan ekstra untuk di karena anak tidak paham
mengembangkan kemam- atau melewatkan penjelasan
puan menggambar agar yang diberikan oleh guru,
menjadi lebih baik. Berikut merasa kurang percaya diri.
ciri-ciri atau karateristik anak Maka guru harus melakukan
yang kurang berbakat: hal berikut:
a) Menanyakan apakan
1. Menggambar diluar
tema atau tugas ada yang belum
paham tentang materi
Beberapa anak yang diberikan atau
biasanya kurang tertarik tema. Kegiatan ini
dengan tema yang diberikan, dilakukan di depan
sehingga mereka akan memi- kelas untuk mengeta-
lih tema sendiri sesuai hui secara umum.
dengan kemampuan yang b) Menjelaskan ulang
dimiliki. Dengan demikian jika anak-anak tampak
maka anak tersebut akan kebingungan setelah
menggambar berbeda anda bertanya
dengan tugas yang telah
diberikan.

86

c) Mengecek dan mendatangi masing- masing anak. Apabi-
la saat bertanya dan menjelaskan masih ada yang tanpak
bingung dan belum paham.

d) Mendekati anak-anak yang kesulitan dan membimbing
untuk membenarkan atau menjelaskan secara personal.

Anak yang memiliki kesulitan umumnya memiliki ciri-ciri sebagai
berikut:
1. Menyelesaikan gambar lebih lama
2. Bingung saat memulai
3. Tidak dapat mengikuti instruksi, misalnya membuat

gambar dengan menggunakan ukuran kecil tetapi malah
membuat dengan ukuran besar
4. Memberikan motivasi dan menjelaskan bahwa gambar
setiap anak bagus jika mau mengikuti penjelasan guru. Hal
ini dilakukan agar anak lebih termotivasi dan seangat
untuk menggambar lagi.

87

Jadi,
Bagaimana cara mengajar seorang guru, sebaiknya untuk
melakukan pendekatan secara persoal. Pendekatan personal
kesetiap anak dapat mengoptimalkan potensi mereka. Selain itu,
dapat memberikan solusi sesuai dengan kebutuhan anak yang
mengalami kesulitan. Cara ini juga sesuai dengan karakter setiap
anak yang berbeda maupun kemampuan anak yang berbeda.

88

GURU GAMBAR
Mengajar menggambar pada anak anak agar menjadi terampil
menggambar (keterampilan), membantu dalam mengembang-
kan idenya (kreativitas), serta memberikan kesempatan anak
agar mampu mengungkapkan perasaannya (ekspresi) melalui
sebuah gambar.
Bagaimana caranya untuk menjadi guru seperti itu?

89

MENGAJAR MENGGAMBAR

ILUSTRASI
Apakah sudah siap mengajar menggambar?
Jika mengajar menggambar adalah cara menanam benih, maka
benih apa yang akan anda tanam?
Apakah sudah mengetahui cara menanam hal tersebut?
Apakah anda sudah mempersiapkan peralatannya tersebut?
Apakah anda sudah menyiapkan lahannya?
Dan yang terpenting apakah sudah ada waktu dalam hal terse-
but?

90

APA YANG ANDA AKAN TANAM PADA PESERTA
DIDIK?
Keterampilan

Keterampilan secara sederhna muncul dari kemampuan
dalam membuat gambar. Kemampuan identik dengan “sekedar
bisa, sekedar tahu”. Namun, kemampuan yang diasah terus
menerus akan menjadi sebuah keterampilan yang luar biasa.
Dalam menggambar keterampilan bisa berupa:
a) Terampil menggolah bahan atau media
b) Terampil dalam menggunakan teknik menggambar
Keterampilan tersebut yang menjadi sebuah tujuan dari
pelajaran seni budaya khususnya unit 1 “menggambar”, yaitu
membantu anak untuk dapat membuat gambar lebih baik dan
lebih indah sehingga berpengaruh dalam pengembangan
motorik anak. Selain keterampilan, terdapat pula dua hal penting
yaitu kreativitas dan ekspresi.
Kreativitas

Kreativitas merupakan suatu kemampuan yang dapat
menyelesaikan suatu permasalahan dengan menciptakan
ide-ide asli/ adaptif. Belajar menggambar adalah salah satu cara
meningkatkan kreativitas. Belajar menggambar membantu anak
berkreasi dan mengambangkan ide. Ide dalam menggambar
sangat berpengaruh penting. Tanpa adanya sebuah ide anak
tidak akan bisa membuat suatu gambar. Intinya menggambar
tidak bisa dipisahkan dengan suatu kreativitas. Kreativitas
ditanamkan sejak dini agar mereka bisa mengembangkan ide
dalam memecahkan suatu masalah.

91

APA YANG ANDA AKAN TANAM PADA PESERTA
DIDIK?
Ekspresi

Menusia memiliki kebutuhan dalam berekspresi
(mengungkapkan perasaannya) dengan cara menggambar.
Menggambar dapat dilakukan sesuai keinginan, imajinasi, dan
doorongan perasaaan yang terjadi pada dirinya. Berkaitan
dengan hal tersebut maka terjadi sebuah perbedaan yang unik
dan khas pada setiap anak. Ekspresi tidak dapat dipisahkan dari
menggambar dan anak-anak. Saat memberikan anak
kesempatan untuk mengeluarkan ekspresi sama halnya dengan
memberikan sebuah kesempatan untuk mereka berani, percaya
diri, dan terbuka.

92

Menusia memiliki kebutuhan dalam berekspresi
(mengungkapkan perasaannya) dengan cara menggambar.
Menggambar dapat dilakukan sesuai keinginan, imajinasi, dan
doorongan perasaaan yang terjadi pada dirinya. Berkaitan
dengan hal tersebut maka terjadi sebuah perbedaan yang unik
dan khas pada setiap anak. Ekspresi tidak dapat dipisahkan dari
menggambar dan anak-anak. Saat memberikan anak
kesempatan untuk mengeluarkan ekspresi sama halnya dengan
memberikan sebuah kesempatan untuk mereka berani, percaya
diri, dan terbuka.

BAGAIMANA CARA MENGAJARKANNYA PADA ANAK?
The Teaching Proccess

Bila anda telah memahami tentang apa yang akan anda
ajarkan, langkah selanjutnya adalah memahami bagaimana cara
anda mengajarkannya. Berikut ini terdapat tiga langkah sederha-
na untuk mengajar menggambar dengan menyatukan kegiatan
yang dapat mengasah kreativitas, ekspresi, serta kreativitas anak.

1 Stimulus
Proses merangsang anak untuk menggambar dengan

keinginannya sendiri
2 Elaborasi

Kegiatan menerapkan konsep keterampilan dalam
menggambar (praktek atau problem solving)

Cara gutu untuk mengungatkan kembali kepada
pembelajaran yang telah dilakukan hari ini

93

CARA MEMBERIKAN STIMULUS KE ANAK

Dalam mencapai sebuah tujuan menggabungkan ketiga
bahan sebelumnya maka diperlukan sebuah tema atau topik
menggambar. Tema atau topik digunakan untuk (1) memudah-
kan anak memilih objek gambar, (2) keseragaman dalam belajar
suatu materi atau teknik menggambar, dan (3) membuat anak
lebih paham

Melalui tema guru dapat memberikan stimulus dengan
mudah. Tujuan utama kegiatan menstimulus adalah agar anak
terangsang untuk menggambar. Sehingga, peranan gutu adalah
membantu anak memunculkan sebuah ide. Ide tersebut yang
akan muncul sesuai dengan ekspresi anak.

Guru tidak boleh memaksakan anak untuk menggambar
semirip mungkin dengan objek aslinya atau contoh yang diberi-
kan oleh guru. Tetapi, guru harus membimbing anak untuk
mengikuti teknik yang dicontohkan guru sesuai dengan tema
yang diberikan. Dalam melakukan stimulus ke anak bisa meng-
gunakan salah satu atau menggabungkan kegita cara berikut ini.

Mengajukan pertanyaan ke
anak-anak

Menunjukan gambar/foto/
bentuk asli benda ke anak
Melakukan demonstrasi ke

depan kelas

94

1 Cara mengajukan pertanyaan
Salah satu cara merangsang ide atau imajinasi anak

adalah dengan memberikan sebuah pertanyaan yang dapat
menarik perhatian. Pertanyaan diberikan harus berkaitan dengan
tema atau topik dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan
agar anak tetap fokus.
Contoh pertanyaan yang dapat diberikan misalnya,
Tema: Perayaan 17 Agustus
Pertanyaan: “apakah yang kalian sukai saat 17 Agustusan?”

Pertanyaan tersebut dapat menanamkan ke anak bahwa
mereka dapat menggambar sesuai dengan ide dan imajinasi
yang ada diotaknya agar mampu mengungkapkan ekspresinya
yang terpenting tidak menyimpang dari tema yang diberikan.
Proses menggambar harus disesuaikan dengan pengalaman
(perasaan) dan pemahaman anak, setiap anak akan memiliki
sebuah ciri khas yang unik berbeda satu sama lain.

2. Cara menunjukkan gambar/ foto/ benda
Gambar/ foto/ benda nyata akan membantu anak dalam

mengimajinasikan atau membayangkan objek yang akan di
gambar nanti. Hal tersebut akan membangun sebuah presepsi
awal anak.

Presepsi awal digunakan sebagai inspirasi dan stimulus
anak agar berkeinginan untuk menggambar. Dalam mengem-
bangkan sebuah kreativitas hendaknya ditampilkan beberapa
gambar/foto/ benda nyata dalam bentuk yang bervariasi. Variasi
tersebut dapat digunakan sebagai petunjuk agar mampu
berkreasi dan mengembangkan sebuah ide.
Misalnya,
Tema: menggambar bunga
Peraga: Gambar bunga yang berbeda-beda

95


Click to View FlipBook Version