The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kita dan Sampah Buku Pedoman by Indonesia Solid Waste Association (InSWA) (z-lib.org)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by emajulisetyawati, 2021-06-05 22:37:30

Kita dan Sampah Buku Pedoman by Indonesia Solid Waste Association (InSWA) (z-lib.org)

Kita dan Sampah Buku Pedoman by Indonesia Solid Waste Association (InSWA) (z-lib.org)

Published by:

Federal Ministry

for the Environment, Nature Conservation
and Nuclear Safety

Seri Pela han
Pelopor Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Bahan pela han serta materi terkait dalam dokumen ini
dikembangkan oleh dan untuk program pengembangan
kapasitas program integrasi Ver cally Na onally Appropriate
Mi ga on Ac ons (VNAMAs) di Indonesia. Sebagai program
yang melanjutkan VNAMAs, program Ver cally Integrated
Climate Policies (VICLIM) memproduksi ulang dokumen ini
agar dapat digunakan oleh kalangan yang lebih luas. Sebagai
badan milik negara federal, GIZ mendukung Pemerintah
Jerman dalam mencapai tujuannya di bidang kerja sama
internasional untuk pembangunan berkelanjutan.

diterbitkan oleh: für Interna onale Zusammenarbeit
Deutsche Gesellscha
(GIZ) GmbH
[email protected]
www.giz.de

Seri Pela han Pengelolaan Sampah, Perkotaan, dan
Perubahan Iklim ini disusun atas kerja sama dengan
Indonesia Solid Waste Associa on (InSWA).

aturan penggunaan:
GIZ dak memberikan batasan untuk reproduksi/
penerjemahan sebagaimana aslinya. Kami hanya meminta
agar GIZ, VNAMA dan VICLIM Indonesia dibubuhkan sebagai
sumber referensi dan agar representasinya diinformasikan.
Jika Anda ingin mengubah atau mengembangkan materi ini
lebih lanjut, dimohon untuk menghubungi GIZ, VNAMA atau
VICLIM Indonesia. Pela han apapun yang diadaptasikan dari
materi pada dokumen ini harus membubuhkan GIZ, VNAMA
dan VICLIM Indonesia pada se ap komunikasi dan
dokumentasi.

Cetakan:
November 2019

PENGANTAR

Seri Pelatihan Pelopor Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat ‘Kita dan Sampah’
merupakan instrumen untuk melibatkan masyarakat dan pengarusutamaan gender,
khususnya untuk menstimulasi partisipasi dalam meningkatkan upaya mitigasi gas rumah
kaca (GRK) dalam pengelolaan sampah Indonesia. Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk
mengidentifikasi dan menentukan upaya utama peningkatan kapasitas dalam implementasi
peningkatan kesadaran dan kesetaraan partisipasi dalam aktivitas terkait perubahan iklim
dan pengelolaan sampah.

Pelatihan ini akan terdiri atas pelatihan Pra dan Paska Implementasi yang diperuntukkan
bagi para pelopor, penggerak dan kader masyarakat di tingkat lokal, dalam hal ini yaitu
lingkup Rukun Warga. Termasuk diantaranya kelompok ibu-ibu PKK, karang taruna, tokoh
agama, dan pengurus RW dan RT yang berbasis di lingkungan tersebut. Seri pelatihan ini
dilengkapi dengan buku panduan peserta, manual pelaksanaan pelatihan, dan perpustakaan
slide presentasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Disamping itu, para kader juga dibekali dengan perangkat ajar yang siap pakai untuk
sosialisasi dan mobilisasi kelompok masyarakat yang lebih besar. Buku Panduan ini
merupakan pegangan bagi para pelopor, penggerak, dan kader masyarakat dalam mengikuti
dan mempraktekkan materi yang termasuk dalam seri pelatihan ini.

PErKENAlAN

Buku Pedoman “Kita dan Sampah” ini Tujuan utama “Seri Pelatihan Pelopor
merupakan satu dari empat perangkat ajar PSBM” ini adalah mencetak pelopor-pelopor
dari “Seri Pelatihan Pelopor Pengelolaan di masyarakat dalam menggerakkan pengelo-
Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM)” laan sampah yang bertanggung-jawab untuk
yang terdiri dari: lingkungan yang lebih baik.
1. Buku Pedoman “Kita dan Sampah”
2. Buku Panduan “Kita dan Sampah” Buku Pedoman “Kita dan Sampah”ini
3. Lembar Kerja “Kita dan Sampah” memuat pokok-pokok pikiran dan konsep
4. Alat Bantu Ajar “Kita dan Sampah” utama pengelolaan sampah berbasis
masyarakat yang berfungsi sebagai acuan
dasar untuk penerapan pengelolaan sampah
berbasis masyarakat. Dalam penggunaan buku
ini, peran fasili-tator sangatlah penting dalam
mengembangkan isi serta menyesuaikan
petunjuk-petunjuk praktis dalam buku ini den-
gan kondisi fisik lingkungan dan kelembagaan
komunitas yang dituju. Materi yang dibahas
dalam buku ini meliputi:

• Mengenal Sampah
• Mengelola Sampah
• Memilah Sampah
• Mengolah Sampah
• Pengelolaan Sampah Berbasis

Masyarakat
Kelima materi tersebut dilengkapi
dengan kutipan peraturan terkait, kondisi
pengelolaan sampah di Indonesia, serta
kisah sukses dan pembelajaran beserta
kontak yang dapat dihubungi apabila
komunitas yang dituju tertarik untuk belajar
lebih lanjut mengenai kisah-kisah tersebut.

KARAKTER DAN IKON
PADA BUKU INI

Buku ini dilengkapi dengan karakter dan ikon untuk mempermudah pembaca dalam
memahami materi yang disampaikan. Karakter cerita dalam buku ini adalah sebuah
keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan kedua putra-putri mereka.

AYAH IBU PUTRA PUTRI

Ikon palu Ikon telepon
menunjukkan Kutipan dari menenandakan informasi
Undang-Undang yang terkait kontak yang dapat dihubungi
apabila pembaca berkeinginan
dengan pembahasan. mempelajari lebih lanjut.

DAFTAR ISI

1/ 2/ 3/
Mengenal mengelola PEMILAHAN
Sampah sampah

1 Apa itu Sampah? 21 Seperti Apa Pengelolaan 51 Kenapa Perlu
Sampah Saat Ini? Memilah Sampah?
3 Kabut Peradaban
24 Kumpul - Angkut - 52 Bagaimana Cara
6 Apa Saja Buang: Pola Lama Memilah Sampah?
Jenis Sampah Mengelola Sampah
53 Pemilahan Awal/
10 Masa Penguraian 26 Alur Perjalanan Sampah: Pemilahan Di Sumber
Sampah Pola Lama
63 Pemilahan Di Kawasan
12 Darimana Saja 32 Seperti Apa
Sumber Sampah Pengelolaan Sampah 64 Pemilahan
Dengan Pola Baru? Di Kabupaten/Kota
15 Masalah Akibat Sampah
40 Alur Perjalanan Sampah 65 Pemilahan Lanjutan
17 Menghitung Jumlah Pola Baru
Sampah Kita

42 Apa Itu 3R?

44 Apa yang Dibutuhkan
untuk Mengelola

Sampah dengan Benar?

4/ 5/
MARI MENGOLAH PENGELOLAAN
SAMPAH! SAMPAH BERBASIS
MASYARAKAT
81 Apa Bedanya
Mengelola Sampah dan 127 Apa Itu PSBM?
Mengolah Sampah?
128 Kenapa PSBM?
82 Apa Manfaat
Mengolah Sampah? 129 Apa Yang Dibutuhkan
PSBM?
83 Bagaimana Cara
Mengolah Sampah 132 Energi dan Waktu
Mudah Terurai?
133 Bagaimana Memulai
86 Pengomposan Skala PSBM di Lingkungan
Individual - Takakura Kita?

89 Pengomposan Skala
Individual - Lubang
Resapan Biopori

97 Pengomposan Skala
Individual - Pupuk Cair
(Drum)

104 Pengolahan Sampah
Mudah Terurai Secara
Komunal (Kolektif)

108 Perbandingan Metode
Pengolahan Sampah
Mudah Terurai

110 Bagaimana Cara
Mengolah Sampah
Sulit Terurai?

1/
Mengenal
Sampah

10 / BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH

Apa Itu Sampah

Apa Itu Sampah?

Dalam kesehariannya setiap Namun pernahkah terlintas di pikiran kita apa
manusia cenderung menghasilkan yang terjadi pada sampah yang kita buang?
sampah, tidak peduli apakah ia
kaya, miskin, sehat, sakit, di desa, Luangkan waktu sedikit untuk memperhatikan
di kota, tua, muda, bahkan saat lingkungan sekitar kita, di beberapa daerah
masih bayi sekalipun. ternyata cukup mudah menemukan hal-hal
seperti yang terlihat pada foto-foto di bawah.

Tumpukan sampah yang Di Tempat
tidak pada tempatnya Pembuangan
sangat mengganggu
estetika dan kesehatan... Akhir ...

Di jalan ...

Di bantaran sungai ... Di sungai ...

1BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH /

Apa Itu Sampah Bapak Ari dan tetangganya, Bapak Syahbandar, sedang turut
serta dalam kegiatan gotong-royong membersihkan selokan
Mengapa sampah di lingkungan mereka. Karena lelah dan haus, keduanya
begitu mudah kemudian membeli satu botol air mineral kemasan dan
ditemukan? meminumnya sampai habis. Bapak Syabandar kemudian
membuang kemasan botol air mineral yang telah kosong
Karena sangat mudah ke tempat sampah, sementara Bapak Ari menyimpan dan
menjadikan sebuah barang menjadikan botol tersebut sebagai pengganti pot tanaman
menjadi sebuah sampah. untuk hobi berkebunnya.
Pada kehidupan sehari-hari,
ketika pemilik barang telah
mengganggap barang itu tak
lagi bernilai untuk dirinya,
maka barang itu serta-merta
menjadi sampah. Mari simak
contoh berikut:

Dari sekilas cerita di atas, kita dapat melihat bahwa botol
kemasan air mineral yang tadinya bernilai sama, bisa berakhir
dalam keadaan yang sangat berbeda. Botol milik Bapak
Syahbandar sekarang telah tercampur bersama sampah-
sampah lainnya di tempat sampah, sedangkan botol milik
Bapak Ari sudah menghias kebunnya.

Oleh karena itu, pada kehidupan sehari-hari, suatu benda
disebut sampah atau bukan adalah murni bergantung pada
cara berpikir dari pemilik benda tersebut. Setelah kita
mengingat kembali betapa mudahnya sebuah benda menjadi
sampah, mari kita membahas lebih lanjut perilaku kita dalam
menyumbang sampah.

Menurut UU Nomor 18 Tahun
2008 tentang Pengelolaan
Sampah Pasal 1:
Pengelolaan sampah
adalah kegiatan yang
sistematis, menyeluruh, dan
berkesinambungan yang
meliputi pengurangan dan
penanganan sampah.

2 / BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH

Apa Itu Sampah Peradaban Yang Berkabut

KABut pERADABAN

Dahulu kala pada awal manusia memulai kehidupan di muka Bumi, manusia masih sangat akrab
dengan hutan. Seperti dongeng Tarzan yang terkenal, manusia hidup dengan bersentuhan langsung
dengan alam dan menganggap dirinya sebagai bagian dari alam, tidak berbeda dengan mahkluk
hidup lain. Semua kebutuhan manusia mereka ambil langsung dari alam baik untuk sandang, pangan,
dan papan. Mereka berburu dan memanfaatkan tetumbuhan di sekitar mereka. Sisa dari kegiatan
mereka pun hanya berupa tulang belulang hewan dan tetumbuhan yang akan segera terurai kembali
di lantai hutan. Tidak ada jarak di antara manusia dan alam.

Tak berapa lama, datanglah babak kedua kehidupan manusia ditandai dengan dikembangkannya
kemampuan bercocok tanam dan kehidupan yang tidak lagi berpindah-pindah. Manusia kini bisa
memenuhi kebutuhan pangan mereka tanpa bersetuhan langsung dengan alam dan keluar masuk
hutan. Pada babak ini pertanian menggantikan hutan sebagai sumber makanan utama manusia dan
manusia mulai membuka hutan-hutan untuk memperluas lahan pertaniannya. Maka, timbul jarak
pertama antara manusia dan hutan.

3BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH /

BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH /

Apa Itu Sampah Peradaban Yang Berkabut

Seiring perkembangan peradaban, manusia mengembangkan cara untuk tidak melakukan segala
sesuatunya sendiri, mereka menemukan sistem barter dan jual beli sehingga terjadilah pasar. Babak
ketiga ini ditandai dengan kecenderungan manusia untuk mendapatkan kebutuhannya sehari-
hari dengan melakukan jual beli di pasar. Petani memproduksi bahan pangan dari alam, pedagang
kemudian membelinya dari petani dan akhirnya pengguna membelinya dari pedagang. Pasar juga
mendorong manusia untuk semakin rajin berkreasi membuat barang-barang untuk memenuhi
kebutuhan sandang dan papan, seperti baju, peralatan masak, furnitur, dan sebagainya, untuk
kemudian diperjual-belikan dan hasilnya dipergunakan untuk saling memenuhi kebutuhan hidup.
Maka, timbul jarak kedua antara manusia dengan hutan.

Tidak puas dengan hanya pasar, manusia mengembangkan sistem koorporasi. Pada babak ini,
manusia tidak lagi memikirkan bagaimana caranya memenuhi kebutuhan, mereka sudah lama
melewati kekhawatiran tersebut. Mereka memproduksi barang-barang dalam skala besar untuk
kemudian didistribusikan melalui jaringan perdagangan yang besar pula sehingga segala sesuatu
yang dibutuhkan bisa didapatkan dengan sangat mudah. Pola pikir manusia sekarang adalah mereka
bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari selama tinggal di dekat pasar swalayan (supermarket) dan
mempunyai uang untuk jual beli. Maka timbul jarak ketiga antara manusia dan hutan. Pada tahap
ini manusia sudah tidak mementingkan dari mana barang yang ada di supermarket berasal, jarak
mereka dan hutan sudah terlalu jauh untuk mengetahui hal itu.

Sumber : Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi

4 / BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH

Apa Itu Sampah Peradaban Yang Berkabut

Begitulah, peradaban secara tidak langsung telah menjauhkan manusia dari alam. Manusia tidak
lagi mengenal alamnya seperti dahulu, dan semakin tidak sadar bahwa kebutuhannya sehari-
hari dipenuhi oleh alam. Seperti pepatah, tak kenal maka tak sayang, manusia saat ini tidak lagi
menghargai alamnya. Mari kita bersama-sama menjadi agen perubahan untuk peradaban yang
lebih ramah lingkungan, jangan sampai apa yang diramalkan dalam peribahasa Indian ini menjadi
kenyataan: “Jika pohon terakhir telah ditebang, sungai terakhir telah tercemar, dan ikan terakhir telah
ditangkap, barulah manusia sadar bahwa mereka tidak bisa memakan uang.”

Pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita
di atas adalah :
1. Peradaban manusia tidak bisa

dipisahkan dari sampah,
2. Peradaban yang semakin

maju berpengaruh terhadap
permasalahan sampah kita,
3. Kita harus bertanggung jawab
terhadap sampah kita.

5BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH /

Apa Saja Jenis Sampah

Apa SAJA JENIS SAMPAH

Manusia menghasilkan berbagai jenis sampah.
Setiap jenis sampah memiliki sifat berbeda
yang mempengaruhi cara pengelolaannya.
Oleh karena itu, mengetahui jenis sampah
merupakan langkah pertama untuk lebih
bertanggung jawab terhadap sampah kita.

Apa saja jenis sampah yang kita hasilkan? Seberapa besar
dibandingkan dengan seluruh sampah yang kita hasilkan?

sampah busuk 58%
plastik 14%
kertas 9%
6%
sampah residu 4%
kayu 2%
kaca 2%
2%
karet/kuLIt 2%
kain/tekstil 1%

logam
pasir

Komposisi sampah yang dihasilkan oleh 26 kota besar di Indonesia (meliputi populasi total 40,1 juta jiwa)
Sumber: KLH, 2008.

Kita dapat melihat pada diagram di atas berbagai macam sampah yang kita hasilkan dan juga
persentase jumlahnya. Sampah mudah terurai adalah sampah terbanyak yang kita hasilkan.
Sementara dari sampah sulit terurai, sampah kertas dan plastik menyumbang porsi yang signifikan,
disusul oleh sampah lainnya (atau sampah sisa) termasuk di dalamnya styrofoam. Kaca dan logam
masing-masing memiliki porsi kecil sekitar 2%, sedangkan sampah jenis lain biasanya berada di
bawah 1%.

6 / BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH

Apa Saja Jenis Sampah Sampah Mudah Terurai
Sampah Sulit Terurai

SAMPAH MUDAH TERURAI

SAMPAH MUDAH TERURAI
atau sampah yang dapat dikomposkan

Merupakan sampah dengan sifat segera
membusuk atau terurai apabila bersentuhan
dengan tanah dan udara. Sampah mudah
terurai juga merupakan sampah yang paling
banyak kita hasilkan dalam kehidupan sehari-
hari. Yang termasuk dalam kategori ini antara
lain sisa makanan seperti nasi, sayur mayur, sisa
lauk, dan sebagainya.

SAMPAH SULIT TERURAI

SAMPAH SULIT TERURAI
atau sampah yang dapat diguna-ulang dan didaur-ulang

Yaitu sampah yang tidak bisa dengan cepat terurai di alam atau butuh ratusan tahun untuk terurai
di alam. Empat kategori besar yang termasuk ke dalam sampat sulit terurai adalah plastik, kertas,
logam, dan kaca..

SAMPAH PLASTIK

Sampah plastik seringkali bersaing dengan
sampah kertas untuk sampah dengan jumlah
kedua terbanyak dari total sampah yang
kita hasilkan. Sebagian besar berasal dari
kemasan produk yang kita pakai sehari-hari,
misalnya gelas dan botol air mineral dalam
kemasan, serta kantong kresek. Sampah
plastik bisa diolah dengan mencacahnya dan
memprosesnya menjadi bijih plastik untuk
bahan baku barang baru.

7BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH /

Apa Saja Jenis Sampah Sampah Sulit terurai

SAmPAh KertAS

Bergantian dengan sampah plastik di urutan
kedua dan ketiga sebagai sampah terbanyak
yang kita hasilkan, sampah kertas dapat diolah
menjadi kertas daur ulang. Dalam praktik di
lapangan, banyak orang memberikan tambahan
ide-ide kreatif dalam daur ulang kertas, seperti
memberi tambahan bahan baku berupa pelepah
pisang sebagai campuran untuk pulp kertas.

SAmPAh BelIng/KAcA

Sebagian besar berupa botol-botol kaca
kemasan minuman, namun tak jarang berasal
dari barang-barang lain yang kita gunakan
sehari-hari seperti gelas dan cermin.
Sampah kaca biasanya dihancurkan dan di-
tumbuk sehingga membentuk butiran-butiran
bubuk yang dapat dipakai sebagai bahan
campuran untuk berbagai produk.

SAmPAh logAm

Pada umumnya merupakan sisa dari
minuman kaleng atau kemasan-kemasan
kaleng. Sampah logam dapat dilebur untuk
mendapatkan bahan baku logam dan
mengurangi kebutuhan penambangan
logam. Sampah logam menduduki peringkat
kelima dari jumlah sampah yang kita hasilkan
sehari-hari.

8 / BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH

Apa Saja Jenis Sampah Sampah Sulit terurai

SAmPAh PolYStYrene
(STYROFOAM)

Merupakan sampah yang umum ditemui karena
penggunaannya yang sangat luas mulai dari
untuk pengemasan barang elektronik sampai
wadah makanan. Sampah styrofoam sangat
sulit terurai dan menghasilkan gas beracun
apabila dibakar. Selain itu sifatnya yang ringan
membuat nilai ekonomis styrofoam cukup
rendah.

SAmPAh B3

Sampah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya)
adalah sampah yang hanya dapat diolah di
lokasi yang telah disetujui oleh pemerintah
dan dibawah pengawasan yang ketat. Sampah
B3 yang berasal dari rumah tangga bisa
berupa baterai, botol aerosol, lampu, pestisida,
pembersih lantai, oli, dan cat.

9BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH /

masa Penguraian Sampah

H

JENIS SAMPAH LAMA HANCUR

KertAS l
a
KulIt JeruK n

RTON
FIlter
roKoK

KAntong PlAStIK

TU
LON

PlAStIK

UM

M

10 / BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH

masa Penguraian Sampah

• Tiap jenis sampah memiliki masa terurai yang berbeda-
beda, ada yang cepat dan ada yang sampai ratusan tahun.

• Beberapa jenis sampah berpotensi menjadi bahan baku
bagi produk baru, sumber energi atau menjadi penyubur
tanah (pupuk) apabila dikelola dengan tepat.

• Pada hakikatnya hanya sedikit jenis sampah yang tidak
dapat dimanfaatkan atau didaur-ulang, sehingga terpaksa
dibuang ke TPA.

Untuk mengetahui lebih lanjut, lihat bagian 4 buku ini.

10-12TAHuN
10-20TAHuN
25 - 40TAHuN
30 - 40TAHuN
50 - 80TAHuN
80 - 100TAHuN

hancur

Sumber: http://merbabu-com.ad-one.net/artikel/sampah.html

11BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH /

dari Mana Saja Sumber Sampah

H

Sampah berasal dari kegiatan manusia, sumber sampah oleh
karenanya dibagi berdasarkan kegiatan apa yang menghasilkan
sampah tersebut, antara lain:

=e

SAMPAH KAwASAN PEMUKIMAN SAMPAH KAwASAN INDUSTRI
atau sampah dari rumah tinggal. Sampah jenis Adalah sampah yang dihasilkan dari suatu
ini adalah sampah yang berasal dari rumah proses manufaktur, biasanya berasal dari
kita, biasanya berupa sisa makanan ataupun pabrik baik pabrik rumahan maupun pabrik
kemasan-kemasan barang keperluan sehari- besar. Jenis sampah ini spesifik dan sangat
hari. Tetapi pada situasi tertentu dapat juga tergantung pada barang yang diproduksi oleh
berupa barang-barang rumah tangga seperti
furnitur dan bahan bangunan. npabrik tersebut.

k SAMPAH KAwASAN TAMAN, JALAN ATAU
TEMPAT UMUM
SAMPAH KAwASAN KOMERSIAL Merupakan sampah yang dihasilkan dari area-
adalah sampah yang berasal dari kawasan- area yang digunakan bersama atau area-area
kawasan seperti pertokoan, pusat perdagangan, fasum-fasos, baik itu berupa jalan, taman,
hotel, perkantoran, dan sejenisnya. Sampah dari tempat parkir, tempat rekreasi, lapangan, dan
kawasan ini umumnya berupa kertas, plastik, sejenisnya. Sampah yang biasanya dihasilkan
kaca. bisa berupa dedaunan, pasir, lumpur, dan

r skemasan-kemasan sisa makanan.

SAMPAH KAwASAN PASAR SAMPAH AGRIKULTUR
Pasar merupakan penghasil sampah yang Adalah sampah yang meliputi sisa tanaman
unik, di mana setiap harinya sampah mudah yang sudah dipanen dan juga pupuk yang tidak
membusuk selalu dihasilkan dalam jumlah terpakai, serta residu dari kegiatan bercocok-
besar. Sampah pasar biasanya memiliki sistem tanam lainnya.
pengangkutan dan pengolahan yang terpisah
dari sumber sampah lain di sekelilingnya.

12 / BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH

dari Mana Saja Sumber Sampah

Selain enam sumber sampah di halaman sebelah, sampah bisa terbawa
ke suatu daerah mengikuti badan air atau sungai. Sampah-sampah
yang tidak bersumber dari suatu daerah namun datang ke daerah
tersebut dikarenakan terbawa arus sungai disebut sebagai sampah
limpasan.
Sampah limpasan ini sangat mudah ditemukan di daerah-daerah
yang dilewati aliran sungai, sebut saja Ciliwung di Jakarta, Citarum di
Bandung, Peturen di Pekalongan, Batanghari di Jambi, Teluk Kendari
di Kendari, Brantas di Malang, dan Buntung waru di Sidoarjo.

Kendati tidak termasuk sebagai sumber sampah, sampah limpasan
ini juga sangat mengganggu keindahan dan kesehatan lingkungan.
Oleh karena itu, mari hentikan pembuangan sampah di sungai agar
orang lain tidak terkena dampaknya.

13BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH /

dari Mana Saja Sumber Sampah

Mengapa kita perlu
tahu jenis-jenis
sumber sampah?

Jenis dan jumlah sampah bergantung pada sumbernya. Dengan mengetahui sumber sampah,
maka kita dapat merencanakan pengelolaan sampah yang lebih tepat sasaran.
Berikut sekilas gambaran hubungan jenis sampah dan sumbernya:

01 02

Sampah rumah tangga. Sampah sejenis sampah rumah tangga.

Merupakan sampah yang berasal dari rumah Merupakan sampah yang juga didominasi oleh
tangga dari kegiatan sehari-hari. Sampah kemasan dan sisa makanan, namun dihasilkan
jenis ini didominasi sampah sisa makanan dan oleh sumber lain, seperti kantor, institusi
sampah kemasan. Rata-rata sampah rumah pendidikan, atau kawasan komersial. Biasanya,
tangga dihasilkan dalam rentang 0,3-0,5 kg per dari sumber ini, setiap orangnya menghasilkan
orang setiap harinya. sampah yang lebih sedikit dibandingkan dengan
sampah yang bersumber dari rumah tangga.
Namun, karena banyaknya jumlah orang yang
berkumpul dalam kawasan tersebut, secara
kolektif sampah sejenis sampah rumah tangga
jumlahnya lebih besar dari sampah rumah
tangga.

Menurut UU Nomor 18 Tahun 03
2008 Pasal 2, jenis sampah
terbagi atas: Sampah spesifik meliputi sampah B3 rumah

1. Sampah Rumah Tangga, tangga, sampah bencana, puing bongkaran
2. Sampah sejenis sampah bangunan, sampah yang secara teknologi
belum dapat diolah, dan sampah yang timbul
rumah tangga, secara tidak periodik.
3. Sampah spesifik. Sampah spesifik bisa dianggap sebagai semua
jenis sampah lain di luar dua yang telah
disebutkan sebelumnya, termasuk sampah
yang dihasilkan oleh berbagai macam pelaku
industri.

14 / BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH

Masalah Akibat Sampah

masalah akibat sampah

Sampah bisa menjadi masalah apabila tidak terkelola dengan baik. Masalah yang ditimbulkan oleh
sampah bisa terjadi dalam berbagai tingkatan, mulai dari masalah yang bersifat menahun, akut dan
fatal, bahkan mengancam nyawa manusia. Berikut adalah beberapa contoh permasalahan yang
dapat timbul karena sampah yang tidak terkelola dengan baik.

Keindahan dan kenyamanan Pencemaran air tanah
lingkungan terganggu Sampah yang mudah membusuk jika kita
Sampah yang berserakan, menumpuk, dan biarkan beberapa lama akan terurai secara
terbengkalai adalah pemandangan yang tidak biologis dan menghasilkan air sampah berbau
disukai oleh masyarakat. Selain menghasilkan busuk yang biasa disebut air lindi. Air lindi
pemandangan yang tidak elok, sampah yang adalah ancaman besar bagi manusia karena
menumpuk menimbulkan bau tidak sedap, dapat mencemari sumber air yang dipakai
mengundang binatang berkeliaran, dan untuk kebutuhan sehari-hari, terutama air
mengganggu ruang gerak manusia. tanah.

Pencemaran badan air Pencemaran udara
Perilaku membuang sampah sembarangan Perilaku membakar sampah sering dilakukan
ke kali, sungai, atau pun laut mengakibatkan masyarakat. Kenyataannya, jarang yang
pencemaran terhadap badan air tersebut. Air mengetahui bahwa pembakaran sampah
yang kotor, bau, dan menurun kualitasnya tidak merusak lingkungan, terutama karena gas
hanya membahayakan keselamatan manusia karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan menjadi
namun juga hewan yang hidup di dalamnya. salah satu penyumbang pemanasan global.
Pembakaran sampah juga menghasilkan
emisi dioksin, salah satu senyawa yang dapat
menyebabkan kanker.

15BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH /

Masalah Akibat Sampah

Salah satu puncak permasalahan sampah di Tanggal 21 Februari kemudian
Indonesia adalah apa yang dialami oleh Kota diperingati sebagai Hari
Bandung. Senin, 21 Februari 2005 merupakan Peduli Sampah Nasional oleh
hari yang kelam bagi warga Bandung, TPA pemerintah Indonesia. Tragedi
Leuwigajah yang selama ini menjadi tumpuan ini mengingatkan kita bahwa
warga Bandung dalam mengelola sampah, kejadian ini harus diterima
longsor mengubur rumah, kebun, dan lahan sebagai pelajaran keras akan
pertanian di sekitarnya, serta menyebabkan bahaya yang dapat terjadi
157 orang tewas seketika. Permasalahan apabila kita menyepelekan
tidak berhenti hanya sampai di situ, di hari- permasalahan sampah.
hari berikutnya warga Kota Bandung tidak
lagi memiliki tempat pembuangan akhir
sehingga Bandung menjadi kota sampah
selama beberapa waktu sebelum akhirnya TPA
Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung
Barat, bersedia menerima sampah Kota
Bandung.

Ternyata pengolahan
sampah yang tidak baik
dapat menimbulkan
masalah yang serius
dan berbahaya!

Sumber (dari kiri searah jarum jam):
http://blog.ub.ac.id/coretanku/2012/06/21/perubahan-lingkungan-akibat-pencemaran/
http://www.kabarindonesia.com/foto.php?jd=Dampak+Pembakaran+Sampah&pil=20110918074216
http://green.kompasiana.com/polusi/2012/03/16/sungai-ciliwung-tercemar-limbah-b3-446845.html

16 / BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH

Menghitung Jumlah Sampah Kita

menghitung jumlah
sampah kita

Bagaimana kita mengukur jumlah sampah yang 1 = 0.5 kg
kita hasilkan? Mari kita hitung bersama.
/hari
Dalam satu hari, rata-rata sampah yang
dihasilkan satu orang adalah 0,5 kg. Satu 1 RW > 1200
RW dengan penduduk sebanyak 1.200 jiwa
menghasilkan total sampah sekitar 600 kg per pertahun
hari atau 219 ton per tahunnya. Jumlah ini
setara dengan berat 31 ekor gajah. =

Selain beratnya, volume sampah juga bisa
mencengangkan. Mari kita ulang perhitungan
di atas. Dalam satu hari, rata-rata sampah yang
dihasilkan satu orang adalah 2,5 liter. Satu RW
dengan penduduk 1.200 jiwa menghasilkan
total sampah sebanyak 3.000 liter per hari
atau 1.095.000 liter per tahunnya. Apabila
kita menumpuk sampah setinggi 1 meter, maka
dibutuhkan luas setara 13 lapangan bulutangkis
untuk menampun seluruh sampah tersebut.

31 GAJAH!

17BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH /

Menghitung Jumlah Sampah Kita

Kurang meyakinkan? Mari kita lihat berapa
banyak sampah yang dihasilkan kota-kota besar
di Indonesia pada tahun 2012.

KOTA/KABUPATEN Jumlah Timbunan SETARA
Penduduk Sampah BERAPA
Kota Jakarta * (Ton/Hari) GAJAH?
Kota Bandung ** 9.733.815
Kabupaten Sidoardjo *** 2.483.977 6.357 908
Kab. Pekalongan *** 2.053.467 1.500 214
Kota Pekalongan *** 861.366 1.026,73 147
Kota Kendari *** 324.160 430,68 62
Kota Jambi *** 304.862 129,66 19
557.215 121,94 17
278,61 40

Timbulan sampah merupakan istilah untuk sampah yang kita hasilkan dalam keseharian kita
* Data Dinas Kebersihan Jakarta, 2012
** Data PD Kebersihan Bandung, 2012
*** Perkiraan timbulan sampah dari jumlah penduduk

Apabila setiap harinya ada 908 “gajah” dilahirkan dan memenuhi
ruangan kota, bukan sesuatu yang menyenangkan bukan?

18 / BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH

Kita baru saja mengenal sampah
dengan lebih dekat.

Mulai sekarang mari berikan perhatian
lebih terhadap sampah, tanyakan
kepada diri kita:

Seberapa seringkah Pernahkah kita
kita menjadikan memperhatikan masalah
sebuah barang yang diakibatkan sampah
menjadi sampah?
di sekitar kita?

Apa yang dapat
kita lakukan untuk

meringankan
permasalahan tersebut?

19BAGIAN 1 • MENGENAL SAMPAH /

2/
mengelola
sampah

20 / BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH

Seperti Apa Pengelolaan Sampah Saat Ini

seperti apa pengelolaan
sampah saat ini?

Kita boleh bangga dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu juga.
Namun dari Sabang sampai Merauke, penduduk Indonesia masih banyak yang memperlakukan
sampah dengan pola lama, yaitu pola yang dikenal dengan Kumpul, Angkut, Buang.
Kumpul, Angkut, Buang merupakan pengelolaan sampah tanpa melalui pengolahan sama sekali.
Sampah yang ada dikumpulkan secara tercampur, diangkut, dan ditimbun di suatu tempat yang jauh
dari pandangan kita serta dibiarkan menumpuk. Pola ini berlangsung turun temurun, tanpa disadari
bahwa perilaku ini terlihat menyelesaikan masalah, namun sebenarnya menciptakan masalah baru.

KUMPUL ANGKUT BUANG

Perilaku Kumpul, Angkut, Buang ini seolah kebiasaan, Kita tidak sadar bahwa
kepercayaan, bahkan ajaran yang tak sengaja diteruskan dari perilaku ini membuat kita
generasi ke generasi di Indonesia. Para orang tua seolah tak menciptakan lingkaran
sadar, dengan menunjukkan perilaku ini sama saja dengan masalah: menyelesaikan
mengajarkan anak dan cucunya untuk berperilaku sama dalam masalah dengan
memperlakukan sampah. memindahkan bahkan
menciptakan masalah.

21BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH /

Seperti Apa Pengelolaan Sampah Saat Ini

Kegiatan Pengumpulan, Pemindahan/
Pengangkutan, Pengolahan (skala
kota), Pemrosesan Akhir merupakan
rangkaian kegiatan penanganan
sampah, yang menjadi tanggung
jawab Pemerintah Kota/Kabupaten.
Namun demikian, peran masyarakat
dalam melakukan pengurangan,
pemilahan, dan pewadahan yang sesuai
sangat mempengaruhi keberhasilan
pengelolaan sampah.

Kutipan Pasal 22 UU18/2008:
Pemrosesan akhir sampah
dilakukan dalam bentuk
pengembalian sampah dan/
atau residu hasil pengolahan
sebelumnya ke media
lingkungan secara aman.
Kutipan Pasal 44 UU18/2008:
Pemerintah daerah
harus menutup tempat
pemrosesan akhir sampah
yang menggunakan sistem
pembuangan terbuka paling
lama 5 (lima) tahun terhitung
sejak berlakunya Undang-
Undang ini.

22 / BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH

Seperti Apa Pengelolaan Sampah Saat Ini

Kalau sampah
di TPA sudah
menggunung
seperti ini, lalu
kita harus buang
kemana?

23BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH /

Kumpul - Angkut - Buang:
Pola Lama Mengelola Sampah

Kumpul - Angkut - Buang:
Pola Lama
Mengelola Sampah

KONDISI YANG
DIHARAPKAN

Kita bisa membuang sampah dengan
tenang tanpa harus khawatir ada tempat
penampungan yang tepat atau tidak.

24 / BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH

Kumpul - Angkut - Buang:
Pola Lama Mengelola Sampah

KONDISI YANG
TIDAK DIHARAPKAN

Akibat tempat penampungan yang kelebihan
batas tampung, kita akan kesulitan membuang
sampah kita. Tidak hanya kita kebingungan
membuang sampah, tapi lingkungan kita pun
menjadi kotor.

Kenapa ini
bisa terjadi?

Untuk mengetahui jawabannya,
mari kita lihat ilustrasi alur perjalanan sampah pada halaman
berikut >>>

25BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH /

Alur Perjalanan Sampah:
Pola Lama

alur perJalanan sampah:
POLA LAMA

1 Sampah dibuang tanpa 2 Petugas mengangkut 3 Sampah diangkut ke TPA.
dipilah. sampah tanpa
menghiraukan sampah
terpilah atau tidak.

Menurut UU Nomor 18 Tahun
2008 tentang Pengelolaan
Sampah, TPA atau Tempat
Pemrosesan Akhir adalah
tempat untuk memroses dan
mengembalikan sampah ke media
lingkungan secara aman bagi
manusia dan lingkungan.

26 / BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH

Alur Perjalanan Sampah:
Pola Lama

4 TPA tidak dapat mengolah 5 Sementara truk-truk
sampah dengan baik dan pengangkut sampah
benar karena sampah tidak kebingungan membuang
terpilah. Sampah terus sampah kita, kita pun
menumpuk di TPA hingga kebingungan karena
tidak ada tempat lagi untuk sampah kita tak kunjung
menampung sampah baru. diangkut.

Apa yang akan terjadi apabila TPA
sudah tidak bisa lagi menerima
dan menampung sampah kita?

27BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH /

Alur Perjalanan Sampah:
Pola Lama

Pengelolaan sampah kumpul-angkut-buang hanya
memindahkan masalah dari rumah kita ke TPA. Suatu saat

sampah tidak tertampung lagi di TPA, maka masalah
tersebut akan kembali lagi kepada kita secara masal seperti

yang tergambarkan pada foto-foto berikut ini:

28 / BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH

Alur Perjalanan Sampah:
Pola Lama

29BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH /

Alur Perjalanan Sampah:
Pola Lama

Jalan pun menjadi tempat yang
paling mudah untuk membuang
sampah yang sudah tidak bisa
terkelola lagi.. Sungguh malang
apabila terus menerus seperti ini,
sampah tercecer dimana-mana..

30 / BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH

Alur Perjalanan Sampah:
Pola Lama

Bahkan di laut sekalipun!
Bagaimana dengan masa depan

kami nanti?

31BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH /

Seperti Apa Pengelolaan Sampah Dengan Pola Baru?

SEPERTI APA
PENGELOLAAN SAMPAH
DENGAN POLA BARU?

Seperti yang telah kita pahami bersama pada Prinsip utama pengelolaan sampah yang baik
bagian 1 pada buku ini, sampah kita terdiri dari adalah memisahkan antara jenis sampah yang
berbagai jenis material yang sebagian besar bisa didaur ulang atau menghasilkan energi
dapat didaur-ulang seperti kertas, plastik, kaca, tersebut SEDINI MUNGKIN agar tidak
dan logam; sementara sebagian yang lain dapat tercampur dengan sampah lainnya yang akan
dijadikan penyubur tanah dan sumber energi. dibuang.

Maka,
mari kita berpikir kembali
sebelum membuang sampah!

32 / BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH

Seperti Apa Pengelolaan Sampah Dengan Pola Baru?

Mari kita simak cara
mengelola sampah dengan
pola baru yang lebih baik:

TIMBUNAN
SAMPAH

PENANGANAN
SAMPAH:

PEMISAHAN - PEWADAHAN -
PROSES DI SUMBER

PENGUMPULAN

PEMINDAHAN PEMISAHAN -
DAN PEMROSESAN -
TRANSFORMASI
PENGANGKUTAN
SAMPAH

PEMBUANGAN AKHIR
PEMROSESAN AKHIR

33BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH /

Seperti Apa Pengelolaan Sampah Dengan Pola Baru?

Prinsip utama mengelola Pewadahan
sampah pada bagan di 1 Terpilah
halaman sebelumnya akan
dapat dilaksanakan hanya Pengumpulan
jika 5 tahap penting ini 2 Terpilah
terpenuhi:
Pemindahan dan
3 Pengangkutan Terpilah

4 Pengolahan

5 Pemrosesan Akhir

Menurut UU Nomor 18 Tahun Menurut UU Nomor 18 Tahun Masyarakat dalam melakukan
2008 tentang Pengelolaan 2008 tentang Pengelolaan kegiatan pengurangan sampah
Sampah Pasal 1: Sampah Pasal 20: sebagaimana dimaksud pada
Pengelolaan sampah ayat (1) menggunakan bahan
adalah kegiatan yang Pengurangan sampah meliputi yang dapat diguna ulang, didaur
sistematis, menyeluruh, dan kegiatan: ulang, dan/atau mudah terurai
berkesinambungan yang 1. Pembatasan timbulan oleh proses alam.
meliputi pengurangan dan
penanganan sampah sampah;
2. Pendauran ulang sampah;

dan/atau
3. Pemanfaatan kembali

sampah.

34 / BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH

Seperti Apa Pengelolaan Sampah Dengan Pola Baru?

Perhatikan kembali.
Kata “PILAH” senantiasa muncul dalam
hampir seluruh bagian dari bagan
di sebelah. Ini menunjukkan betapa
pentingnya proses pemilahan pada
pengelolaan sampah.

Pemilahan dilakukan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis,
jumlah, dan/atau sifat sampah.
Peranan utama kita sebagai masyarakat adalah dengan mulai memilah sampah di rumah masing-
masing. Hal sesederhana memilah sampah di rumah dapat membuat perubahan yang signifikan.
Dengan terpilahnya sampah dari awal, maka sampah yang masuk ke TPA hanyalah sampah yang
sudah tidak dapat di daur ulang, sedangkan selebihnya dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan
baku, penyubur tanah, atau bahkan sumber energi.

Jadi, mulai hari ini, ayo pilah,
pilah, dan pilah sampah kita.

Sebelum membicarakan pemilahan, mari kita bahas lebih lanjut tentang masing-masing langkah
dalam pengelolaan sampah.

35BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH /

Seperti Apa Pengelolaan Sampah Dengan Pola Baru? 1. Pewadahan Terpilah Di Sumber

1 Pewadahan adalah kegiatan menampung
sampah untuk sementara dalam suatu
PEWADAHAN wadah khusus. Pewadahan dapat dilakukan
TERPILAH DI SUMBER perseorangan atau secara kolektif di tempat
sumber sampah. Wadah sampah ini dapat
diletakkan di dalam maupun luar ruangan.
Bentuk dari wadah sampah tidak harus bagus
dan permanen.

Pewadahan sampah yang telah terpilah dilakukan dengan menyediakan empat (4) buah tempat
sampah yang berbeda peruntukkannya, yaitu:

Sampah mudah Sampah sisa Sampah sulit Sampah B3
terurai atau sampah terurai Berisikan sampah
Berisikan sampah sisa Berisikan sampah bahan berbahaya dan
makanan atau sampah lainnya seperti plastik, kertas, beracun, yang apabila
taman berupa dedaunan. Berisikan sampah kemasan makanan, dibuang begitu saja
Sampah jenis ini dapat yang sudah tidak kemasan air mineral, akan membahayakan
diolah menjadi kompos dapat diolah lagi dan logam, karet, ataupun manusia dan
ataupun energi. terpaksa dibuang ke kaca yang sudah tidak lingkungan. Contoh
Tempat Pembuangan terpakai. Sampah sampah dalam
Akhir. Contoh sampah jenis ini dapat diolah kategori ini adalah
jenis ini adalah dengan proses daur baterai, lampu, obat
tisu bekas, popok, ulang atau juga bisa nyamuk, dan kemasan
pembalut, dan permen digunakan ulang oleh pembersih kamar
karet bekas. orang lain yang masin mandi.
membutuhkan.

36 / BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH

Seperti Apa Pengelolaan Sampah Dengan Pola Baru? 2. Pengumpulan Terpilah

2 Pengumpulan dilakukan dalam bentuk
PENGUMPULAN pengambilan dan pemindahan sampah dari
TERPILAH sumber sampah ke tempat penampungan
sementara atau tempat pengolahan sampah
terpadu.

mudah sulit sisa / B3
terurai terurai sampah
lainnya

Pemilahan bisa dilakukan dengan:

1. 2.

Penambahan sekat non-permanen Bisa pula dengan penjadwalan
pada gerobak. Jumlah sekat dan jumlah pengumpulan sampah terpilah.
gerobak dapat disesuaikan dengan kondisi
pemilahan yang dipilih di lapangan.

SENIN
--------------
Sampah
Mudah
Membusuk

37BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH /

Seperti Apa Pengelolaan Sampah Dengan Pola Baru? 3. Pemindahan Dan Pengangkutan Terpilah

3 Pemindahan adalah kegiatan memindahkan
sampah hasil pengumpulan ke dalam kendaraan
PEMINDAHAN pengangkut sampah yang lebih besar untuk
DAN selanjutnya dibawa ke tempat penyimpanan
PENGANGKUTAN sementara atau penyimpanan terpilah.
TERPILAH

Pengangkutan dilakukan dalam bentuk Pengangkutan terpilah juga bisa dilakukan
membawa sampah dari sumber dan/atau dari dengan menjadwalkan hari-hari tertentu hanya
tempat penampungan sampah sementara untuk sampah tertentu, misalkan:
atau dari tempat pengolahan sampah terpadu
menuju ke tempat pemrosesan akhir. Proses Senin | Sampah daur ulang
pengangkutan ini sebaiknya ditunjang dengan Selasa | Sampah mudah terurai
kendaraan pengangkut khusus untuk setiap Rabu | Sampah sisa
jenis sampah agar pengangkutan secara Kamis | Sampah mudah terurai
otomatis terpisah. Misal truk untuk sampah
mudah terurai, truk untuk sampah daur ulang
dan truk untuk sampah residu.

38 / BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH

Seperti Apa Pengelolaan Sampah Dengan Pola Baru? 4. Pengolahan Sampah

4 Pada pengelolaan sampah pola lama,
pengolahan jarang terjadi dan apabila terjadi
PENGOLAHAN pada umumnya dilakukan dengan bantuan
SAMPAH pelaku informal seperti pemulung dan bandar
sampah.

Di beberapa kota besar, lokasi Tempat
Pemrosesan Akhir memiliki beberapa fasilitas
pengolahan, seperti fasilitas pembuatan
kompos ataupun fasilitas Waste to Energy.

Pada konsep pengelolaan sampah baru,
pengolahan dapat dilakukan di berbagai
tempat, bahkan di kawasan tempat sampah
tersebut dihasilkan, terutama untuk sampah
mudah terurai dengan membuat unit
pengolahan sampah di kawasan masing-masing.
Untuk sampah sulit terurai, pengolahannya bisa
dilakukan dengan bekerjasama dengan para
produsen untuk menggunakan material daur
ulang.

> WINDROW

> pengomposan
dengan drum berputar

> Digester untuk menghasilkan
biogas dari sampah mudah busuk

39BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH /

Alur Perjalanan Sampah Pola Baru

ALUR PERJALANAN SAMPAH
POLA BARU

ATAU SENIN
--------------
Sampah
Mudah
Membusuk

1 Ibu membuang sampah 2 Petugas mengambil sampah dari tempat
yang telah terpilah ke sampah tersebut dengan menggunakan
tempat sampah terpilah. kendaraan bersekat atau dengan penjadwalan.

3 Dari gerobak kemudian sampah dipindahkan
ke TPS dan kemudian keluar dari TPS sudah
terpilah menjadi lebih detail

4 Truk tersebar menuju tempat pengolahan
masing-masing

40 / BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH

Alur Perjalanan Sampah Pola Baru

KERTAS - DAUR ULANG KERTAS
- PABRIK KERTAS

PLASTIK - PABRIK PLASTIK
LOGAM - EKSPOR

- PELEBURAN LOGAM

SAMPAH MUDAH - KOMPOS/ENERGI
MEMBUSUK

TPA

/sisa

4 SAMPAH-SAMPAH YANG SUDAH
DIOLAH DAPAT DIEKSPOR SEBAGAI
MATERIAL RECYCLE.

41BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH /

Apa Itu 3R?

apa itu 3r?

3r adalah singkatan dari reduce, reuse,

recycle atau “kurangi, guna-ulang, dan daur
ulang”. konsep 3R merupakan suatu kegiatan
yang hirarkis dimana “kurangi/reduce” selalu
menjadi pilihan pertama sedang guna-ulang dan
daur ulang menempati posisi kedua dan ketiga.

Kurangi
(REDUcE)

guna ulang
(REUSE)

Daur-ulang
(REcYcLE)

42 / BAGIAN 2 • MENGELOLA SAMPAH


Click to View FlipBook Version