The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Adisti Amelia, S.E., 2021-07-16 21:21:31

EKONOMI SMK

Buku Ekonomi
Kelas X

Keywords: Ekonomi

usaha lainnya yang mempunyai usaha yang sama. Berikut ini
adalah beberapa istilah penggabungan badan usaha,

1) Trust adalah gabungan dari beberapa badan usaha yang
dilebur dan disatukan menjadi badan usaha yang baru yang
lebih besar dan kuat. Bank Mandiri merupakan salah satu
contoh dari trust. Bank Mandiri adalah gabungan dari Bank
Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Pembangunan
Indonesia, dan Bank Exim.
2) Kartel adalah gabungan dari beberapa badan usaha untuk
tujuan tertentu. Tujuan peggabungannya dapat berupa
keseragaman harga, jumlah produksi tiap badan usaha, dan
pembagian daerah pemasaran. Kebebasan badan usaha yang
bergabung masih tetap seperti semula. Mereka hanya terkait
dengan kesepakatan-kesepakatan yang telah disetujui. Berikut
ini adalah beberapa jenis kartel.
a) Kartel daerah. Badan usaha yang bergabung membagi
daerah-daerah pemasaran atau sumber bahan mentah.
b) Kartel produksi. Badan usaha yang bergabung menetapkan
kuota produksi (jumlah) yang dapat diproduksi tiap anggota.
Pembatasan itu bertujuan untuk menghindari keungkinan
kelebihan produksi.
c) Kartel harga. Badan usaha yang bergabung sepakat untuk
menetapkan harga minimum. Mereka tidak boleh menjual di
bawah harga minimum yang telah ditetapkan.
d) Kartel kondisi (syarat). Badan usaha yang bergabung
membuat kesepakatan tentang harga, syarat pembayaran, dan
syarat-syarat penyerahan. Tujuannya adalah untuk
menyeragamkan harga, syarat penyerahan, dan syarat
pembayaran.
e) Kartel pembagian keuntungan. Badan usaha yang
bergabung menetapkan besarnya keuntungan atau dividen tiap
anggota.

45

4. Holding company adalah penggabungan badan usaha dengan
badan usaha lainnya dengan cara membeli sebagian besar
saham. Badan usaha yang membeli sebagian besar saham
badan usaha dapat mempengaruhi badan usaha dibidang
pemasaran dan keuangan. Kebebasan dari perusahaan yang
membeli saham dengan perusahaan yang sebagian besar
sahamnya dibeli masih tetap seperti semula. Holding company
muncul sebagai jalan keluar dari Undang-undang Antitrust di
Amerika Serikat.

5. Concern adalah penggabungan beberapa badan usaha
terutama ditujukan untuk mengatasi pembelanjaan, misalnya
beberapa badan usaha tekstil menyepakati pembelian pewarna
dalam partai besar sehingga diperoleh potongan harga.

B. PERAN BUMN, BUMS, DAN KOPERASI DALAM

PEREKONOMIAN

1. Peran BUMN dalam perekonomian

BUMN merupakan pelaku utama dalam perekonomian nasional.

Oleh karena itu, BUMN mempunyaiperanan penting dalam

penyelenggaraan perekonomian nasional guna

mewujudkankesejahteraan masyarakat. Peran BUMN dalam sistem

perekonomian nasional adalah sebagai penghasil barag dan atau jasa

untuk memenuhi hajat hidup orang banyak. Peran BUMN lainnya

adalah sebagai pelopor dalam sector-sektor yang belum diminati swasta,

pelaksana pelayanan public, pembuka lapangan kerja, penghasil devisa

Negara, pembantu pengembangan usaha kecil dan koperasi, serta

prndorong aktivitas masyarakat di berbagai lapangan usaha.

Namun, berdasarkan hasil evaluasi pemerintah. Yang telah

dilakukan oleh BUMN selama ini masih dianggap belum memadai,

seperti tampak pada rendahnya laba yang diperoleh dibandingkan

dengan modal yang ditanam. Kendala-kendala yang dihadapi BUMN,

antara lain belum dapat menyediakan barang dan atau jasa yang

46

bermutu tinggi bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau, belum
mampu berkompetisi dalam persaingan bisnis secara global, dan
adanya keterbatasan sumber daya. Di sisi lain, perkembangan ekonomi
dunia yang berlangsung begitu cepat dan dinamis, terutama berkaitan
dengan globalisasi seperti kesepakatan Worl Trade Center (WTO) dan
ASEAN Free Trade Area (AFTA), menuntut BUMN untuk lebih
kompetitif dan professional.

Untuk mengoptimalkan peranannya dalam perkembangan
perekonomian global, BUMN perlu menumbuhkan budaya korporasi
dan profesionalisme, antara lain dengan membenahi pengelolaan dan
pengawasan berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola badan usaha yang
baik (good corporate governance)
2. Peran BUMS dalam Perekonomian

BUMS juga memiliki peran perntig dalam perekonomian. Kekuatan
finansial (dana), profesionalisme, dan fleksibilitas yang dimilki oleh
BUMS membuat pemerintah perlu melibatkan BUMS dalam bentuk
kemitraan untuk membangun perekonomian Indonesia.
Adapun peran BUMS dalam perekonomian Indonesia adalah sebagai
berikut:
a. Sebagai mitra BUMN

Saat ini, BUMS mulai dilibatkan dalam sector-sektor yang
menguasai hajat hidup orang banyak yang sebelumnya selalu
dikuasai sepenuhnya oleh BUMN. BUMS dibutuhkan
kontribusinya dalam hal penanaman modal (investasi),
pengembangan usaha, peningkatan efisiensi dan kemampuan
teknis, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat yang pada pada
akhirnya menuju pada peningkatan laba BUMN dan
pertumbuhan ekonomi nasional. Contohnya, PT Pertamina
menggandeng PT Medco Energi Internasional, Tbk. Untuk
membangun pabrik gas alam di Sulawesi dan menggandeng
China Petrochemical Corporation (Sinopec) untuk membangun
kilang minyak di Tuban, Jawa Timur.

47

b. Sebagi penambah produksi nasional
Keberlangsungan usaha yang dilakukan oleh BUMN diiringi
denga iklim usaha yang kompetitif akan meningkatkan produksi
nasional

c. Sebagai pembuka lapangan kerja
Kurangnya kesempatan kerja dan besarnya tingkat pengangguran
merupakan masalah yang belum terpecahkan hingga kini.
Dengan berpartisipasinya BUMS dalam perekonomia, banyak
tenaga kerja yang akan terserap. Oleh karena itu, angka
pengangguran pun semakin lama semakin berkurang.

d. Sebagai penambah kas Negara dan pemacu pendapatan
nasional
Berpartisipasinya perusahaan swasta dalam perekonomian
berdampak positif bagi penerimaan kas Negara. Kas Negara
bertambah melalui pajak dan laba BUMS yang bermitra dengan
BUMN. Tersedianya lapangan kerja di sector swasta membuat
pendapatan masyarakat meningkat sehingga secara otomatis
turut meningkatkan pendapatan nasional.

3. Peran Koperasi dalam Perekonomian
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Republi Indonesia No. 25

Tahun 1992, dijelaskan bahwa koperasi memiliki peran secara umum,
yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya.Dalam pasal 33 Ayat 1 Undang- Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ditegaskan bahwa
perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas
kekeluargaan. Ketentuan tersebut sesuai dengan prinsip koperasi.
Oleh karena itu, koperasi mempunyai misi untuk berperan nyata
dalam menyusun perekonomian yang berdasarkan asas kekeluargaan
dan demokrasi ekonomi yag mengutamakan kemakmuran
masyarakat, bukan kemakmuran perorangan.

Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, koperasi berusaha
mengembangkan dan memberdayakan diri agar tumbuk menjadi

48

kuat dan mandiri sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan
anggota pda khususnya dan masyarakat pada umumnya. Di samping
itu, koperasi juga berusaha berperan nyata dalam mengembangkan
dan memberdayakan tata ekonomi nasional yang berdasarkan asas
kekeluargaan dan demokrasi ekonomi dalam rangka mewujudkan
masyarakat maju, adil dan makmur.

Sebelum kita membahas fungsi dan peran koperasi, ada baiknya
kita membahas landasan, asas, dan tujuan koperasi, prinsip koperasi,
perangkat organisasi koperasi, peran pemrintah, dan kita akhiri
dengan fungsi dan peran koperasi. Hal ini perlu disinggung untuk
mengetahui mengapa peran koperasi itu umumnya tidak maksimal.
Mungkin saja peran koperasi tidak maksimal karena peran pengurus
yang tidak maksimal, rapat anggota yang tidak berjalan sebagaimana
mestinya, tugas pengawas yang terabaikan, atau peran pemerintah
yag masih tanggung.
a. Landasan, asas, dan Tujuan Koperasi

Koperasi Indonesia berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang
Dasar 1945 serta berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi
bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut
membangun tata perekonomian nasional dalam rangka
mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur.
b. Prinsip Koperasi Indonesia
1) Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2) Pengelolaan dilakukan secara demokratis
3) Pembagian hasil usha dilakukan dengan adil, sebanding
dengan besarnya jasa usaha tiap anggota
4) Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
5) Kemandirian
c. Perangkat Organisasi Koperasi
Rapat anggota, menetapkan
1) anggaran dasar

49

2) kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen, dan
usaha koperasi
3) pemilihan, pengankatan, pemberhentian pengurus dan
pengawas
4) rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja
koperasi, serta pengesahan laporan keuangan
5) pengesahan penanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan
tugasnya
6) pembagian sisa hasil usaha
7) penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran
koperasi
Rapat anggota berhak meminta keterangan dan
pertanggungjawaban pengurus dan pengawas mengenai
pengelolaan koperasi. Rapat anggota paling sedikit diadakan
sekali dalam satu tahun. Rapat anggota untuk mengesahkan
pertanggungjawaban pengurus diselenggarakan paling lambat
enam bulan setelah tahun buku lampau.
Pengurus
Pengurus dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat
anggota. Pengurus merupakan pemegang kuasa rapat anggota.
Untuk pertama kali susunan dan nama anggota pengurus
dicantumkan dalam akta pendirian. Masa jabatan pengurus
paling lama lima tahun. Persyaratan untuk dapat dipilih dan
diangkat menjadi anggota pengurus ditetapkan dalam anggaran
dasar.
Tugas:
- mengelola koperasi dan usahanya
- mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan

anggaran pendapatan dan belanja koperasi
- menyelenggarakan rapat anggota
- mengajukan laporan keuangan dan pertangjawaban

pelaksanaan tugas

50

- memelihara daftar buku anggota dan pengurus Wewenang:
- mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan
- memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta

pemberhentian anggota sesuai dengan keentuan dalam
anggaran dasar
- melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan
pemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya
berdasarkan keputusan rapat anggota.
Pengawas
Pengawas dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat
anggota. Pengawas harus bertanggung jawab pada rapat anggota.
Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat sebagai anggota
pengawas ditetapkan dalam anggaran dasar. Pengawas bertugas
melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan
pengelolaan koperasi dan membuat laporan tertulis tentang hasil
pengawasannya. Pengawas berwenang meneliti catatan yang ada
pada koperasi dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.
d. Peran Pemerintah dalam Membantu Kamajuan Koperasi
Peran pemerintah dalam rangka pengembangan dan pertumbuhan
koperasi adalah:
1) Memberikan kesempatan usaha yang seluas-luasnya kepada
koperasi,
2) Meningkatkan dan memantapkan kemampuan koperasi agar
menjadi koperasi yang sehat, tangguh, dan mandiri,
3) Mengupayakan tata hubungan usaha yang saling
menguntungkan antara koperasidan badan usaha lainnya,
4) Membudayakan koperasi dalam masyarakat.
Dalam rangka memberikan bimbingan dan kemudahan,
pemerinyah dapat berperan untuk:
1) Membimbing usaha koperasi yang sesuai dengan kepentingan
ekonomi anggotanya,

51

2) Mendorong, mengembangkan, dan membantu pelaksanan
pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan penelitian perkoperasian,
3) Memberikan kemudahan dan memperkokoh permodalan
koperasi serta mengembangkan lembaga keuangan koperasi,
4) Membantu pengembangan jaringan usaha koperasi dan kerja
sama yang saling menguntungkan antar koperasi,
5) Memberikan bantuan konsultan guna memecahkan
permasalahan yang dihadapi eleh koperasi dengan tetap
memperhatikan anggaran dasar dan prinsip koperasi.
e. Fungsi dan Peran Koperasi
1)Membangun dan mengembangkan potensi serta kemajuan

ekonomi anggota pada hkususnya dan masyarakat pada
umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan
sosialnya.
2)Berperan serta secara aktif dalam upaya meningkatkan
kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3)Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan
dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi
sebagai sokogurunya.
4)Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan
perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama
berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

C CIRI, KELEBIHAN, DAN KEKURANGAN BUMN, BUMS
DAN KOPERASI

1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
a. Kelebihan:

- Berusaha pada sektor-sektor yang menguasai hajat hidup
orang banyak.

- Menyediakan barang dan jasa publik untuk kesejahteraan
masyarakat.

- Membantu keberadaan usaha lainnya supaya dapat berusaha
lebih baik.

52

b. Kekurangan:
- Karena semua BUMN memberi layanan pada masyarakat,
BUMN seolah-olah tidak perlu efesiaen dalam pengelolaannya.
- Maju mundurnya BUMN tergantung dari niat baik para
penentu kebijakan pada BUMN.
- Lambat dalam mengambil keputusan karena pemilik
(pemegang saham) atau pemodal adalah pemerintah sehingga
untuk memutuskan sesuatu harus melalui birokrasi yang
berbelit-belit.

2. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
a. Kelebihan:
- Cepat dalam mengambil keputusan karena pemilik modal
kadang menjadi pengelola.
- Cepat mendapat modal karena pengelola umumnya
adalah pemilik.
- Memberi kontribusi dalam menaikkan produk domestik
bruto.
- Menyumbang pajak pada kas pemerintah.
- Banyak menampung tenaga kerja.
- Penyedia barang dan jasa.
b. Kelemahan:
- Terlalu mementingkan laba sehingga seringtidak
memperhatikan lingkungan.
- Sering kesulitan untuk mendapat pinjaman.
- Sering terjadi silang pendapat antara manajemen
perusahaan dan serikat buruh.

3. Koperasi
a. Kelebihan:
- Menjadi pelaksana demokrasi ekonomi pada masyarakat.
- Memerhatikan lingkungan hidup daerah kerjanya.
- Badan usaha yang sesuai dengan kepribadian bangsa
Indonesia.

53

b. Kelemahan:
- Banyak koperasi kekurangan modal dan sulit untuk
mendapatkannya.
- Banyak anggota koperasi yang kurang sadar akan hak
dan kewajibannya terhadap koperasi.
- Kurangnya kemampuan pengurus sehingga
memperlambat kemajuan koperasi.

4. Firma (Fa)
a. Ciri-cirinya:
- Semua anggota pendiri firma aktif dalam menjalankan
bisnis
- Tanggung jawab tak terbatas atas segala resiko yang
terjadi
- Akan berakhir jika salah satu anggota menundurkan diri
atau meninggal dunia
-
b. Kelebihan:
- Hanya perlu kesepakatan semua pihak yang akan
mendirikan firma tanpa persyaratan-persyaratan lain.
- Tidak membutuhkan akta formal, hanya akta dibawah
tanda tangan.
- Modal lebih cepat cair.
- Lebih mudah berkembang.
c. Kekurangan:
- Punya tanggung jawab yang terbatas apabila ada resiko.
- Bias mengancam kelangsungan hidup perusahaan bila
salah satu pendiri meninggal dunia atau mengundurkan
diri.
- Sulit dalam peralihan pimpinan dan sering terjadi konflik
internal.

54

5. Perusahaan Perseorangan (Persero)
a. Ciri-cirinya:
- Dimiliki oleh perorangan/sendiri.
- Pengelolaan terbatas atau sederhana.
- Modal tidak terlalu besar.
- Kelangsungan hidup usaha bergantung pada pemilik
perusahaan.
b. Kelebihan:
- Dapat mudah dimulai.
- Biaya tergolong rendah.
- Bebas dalam mengelola perusahaan.
c. Kekurangan:
- Kemampuan perusahaan terbatas, karena hanya sendiri
dengan anggaran yang kecil.
- Tenaga kerja dan manajemen terbatas.
- Kebutuhan modal yang dapat dipenuhi oleh pemilik juga
kecil.

6. Perseroan Terbatas (PT)
a. Ciri-cirinya:
- Kewajiban terhadap pihak luar hanya terbatas pada modal
yang disetorkan.
- Mudah dalam peralihan kepemimpinan.
- Usia perusahaan tidak terbatas.
- Mampu untuk menghimpun dana dalam jumlah yang
besar.
- Bebas untuk melakukan berbagai aktivitas bisnis.
- Mudah mencari karyawan.
- Dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki saham.
- Pajaknya berganda antara Pajak Penghasilan dan Pajak
Deviden

55

b. Kelebihan:
- Mudah dalam peralihan kepemimpinan.
- Mudah memperoleh tambahan modal.
- Kelangsungan perusahaan sebagi badan usaha lebih
terjamin.
- Lebih efisien dalam manajemen pengolahan sumber-
sumber modal.

c. Kekurangan:
- Pajaknya berganda antara Pajak Penghasilan dan Pajak
Deviden.
- Pendiriannya memerlukan akta notaris dan izin khusus
usaha tertentu.
- Biaya pembentukan PT relative tinggi.
- Terlalu terbuka dalam pelaporan kepada pemegang
saaham.

7. Persekutuan Komanditer (CV)
a. Ciri-cirinya:
- Didirikan oleh minimal 2 orang (satu) orang sebagai
sekutu aktif, satu lagi sebagai sekutu pasif.
- Seorang sekutu aktif akan bertindak mengurus kegiatan
usaha dan bertanggungjawab penuh atas segala resiko.
- Sekutu pasif hanya bertanggung jawab sebesar modal
yang ia setorkan ke dalam perusahaan.
b. Kelebihan:
- Bentuk CV sudah dikenal masyarakat, sehingga
memudahkan perusahaan ikut dalm berbagai kegiatan.
- CV mudah memperoleh modal karena pihak perbankan
mempercayainya .
- Lebih mudah berkembang karena dipegang orang yang
ahli dan dipercaya.
- CV lebih fleksibel.
- Pembagian keuntungan diberikan pada sekutu
Komanditer dan tidak kena pajak penghasilan

56

c. Kekurangan:
- Tanggung jawab tidak sama antara sekutu aktif dan
sekutu pasif.
- Pimpinan perusahaan lebih dari satu orang sehingga sulit
mengambil keputusan.
- Sulit menarik modal yang disetor.
- Dapat terjadi konflik diantara sekutu perusahaan.
- Kelangsungan dari perusahaan tidak menentu.

8. Koperasi
a. Ciri-cirinya:
- Koperasi adalah perkumpulan orang-orang.
- Penggabungan orang-orang berdasarkan sukarela.
- Terdapat tujuan ekonomi yang ingi dicapai.
- Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang
dibutuhkan.
- Anggota koperasi menerima manfaat dan resikonya
secara seimbang.
b. Kelebihan:
- Menjadi pelaksana demokrasi ekonomi pada masyarakat.
- Memerhatikan lingkungan hidup daerah kerjanya.
- Mengutamakan kepentingan anggoota.
- Badan usaha yang sesuai dengan kepribadian bangsa
Indonesia.
c. Kekurangan:
- Banyak koperasi kekurangan modal dan sulit untuk
mendapatkannya.
- Banyak anggota koperasi yang kurang sadar akan hakdan
kewajibannya terhadap koperasi.
- Kurangnya kemampuan pengurus sehingga
memperlambat kemajuan koperasi.

57

Rangkuman

badan usaha adalah suatu kesatuan hukum, teknis, dan ekonomis yang
bertujuan untuk mencari keuntungan

1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang seluruh atau
sebagian besar modalnya dimiliki oleh Negara.

2. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah kesatuan yuridis dan ekonomis
yang modalnya dimiliki oleh pihak swasta.

3. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan
hokum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

4. Peran BUMN dalam sistem perekonomian nasional adalah sebagai penghasil
barang dan jasa, pelopor dalam sector-sektor usaha yang belum diminati swasta,
pelaksana pelayanan public, pembuka lapangan kerja, penghasil devisa Negara,
pembantu pengembangan usaha kecil, serta pendorong aktivitas masyarakat
pada berbagai bidang usaha.

5. Peran BUMS antara pain sebagai mitra BUMN, penambah produksi nasional,
pembuka lapangan kerja, penambah kas Negara, dan penambah pendapatan
nasional.

6. dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umum
nya serta berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian
nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

58

Glosarium

Trust : gabungan dari beberapa badan usaha yang dilebur dan disatukan menjadi

badan usaha yang baru yang lebih besar dan kuat.

Kartel : gabungan dari beberapa badan usaha untuk tujuan tertentu. Tujuan

peggabungannya dapat berupa keseragaman harga, jumlah produksi tiap

badan usaha, dan pembagian daerah pemasaran. harga minimum yang telah

ditetapkan.

Holding company : penggabungan badan usaha dengan badan usaha lainnya dengan cara

membeli sebagian besar saham.

Concern : penggabungan beberapa badan usaha terutama ditujukan untuk mengatasi

pembelanjaan, misalnya beberapa badan usaha tekstil menyepakati

59

Tes formatif Bab II
A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1. Pengertian badan usaha adalah…
A. Suatu lembaga yang terdiri dari faktor produksi yang
dikendalikanoleh para manajer untuk menghasilkan barang dan
jasa.
B.Suatu perusahaan swasta besar yang memproduksi suatu barang
tersebut diekspor ke luar negeri.

C. Badan usaha yang mempunyai usaha produksi atau perdagangan
dan mempunyai beberapa cabang.

D.Kesatuan yuridis dan ekonomis dari faktor-faktor produksi yang
bertujuan mencari laba dan memberi layanan kepada masyarakat.

E.Kesatuan yuridis dan ekonomis dari faktor-faktor produksi yang
tujuannya semata-mata untuk mencari laba.

2. Badan usaha yang menjadi pelaksana kegiatan ekonomi di Indonesia
adalah…
A. BUMN, BUMS, dan koperasi.
B. PT, kongsi dan konglomerarasi.
C. Persero, Perjan, dan Perum.
D. Koperasi, perusahaan Negara, dan konglomerasi.
E. Departementasi, komglomerasi, dan kongsi.

3. Pengertian badan usaha milik Negara adalaha…
A. Badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas yang tugasnya
sesuai dengan amanat yang ada pada UUD 1945 pasal 33.
B. Perusahaan yang dibentuk pemerintah berdasarkan undang-
undang yang modalnya disediakan pemerintah.
C. Perusahaan yang tugasnya mengusahakan barang-barang public
untuk kesejahteraan rakyat banyak.
D. Badan usaha yang seluruhnya atau sebagian besar modalnya
dimiliki oleh Negara melalui penyertaan secara langsung yang
barasal dari kekayaan Negara yang dipisahkan.
E. Badan usaha yang merupakan perpanjangan tangan dari
kementerian yang bertugas untuk memberi layanan pada masyarakat.

60

4. Pengertian badan usaha milik swasta adalah…
A. Sebuah perusahaan yang dikelola secara professional oleh tim
manajer dalam masa tertentu untuk mencari keuntungan. Badan
usaha yang modalnya terdiri atas sahm-saham yang diorganisasikan
denan tujuan mencari laba.
B. Kesatuan yuridis dan ekonomis dari faktor-faktor produksi yang
bertujuan mencari laba dan memberi layanan kepada masyarakat.
C. Kesatuan yuridis dan ekonomis ari faktor-faktor produksi yang
tujuannya semata-mata untuk mencari laba.
D. Badan usaha yang direncanakan pendiriannya untuk proyek
tertentu dan setelah proyek itu selesai, badan itu dibubarkan.

5. Badan usaha yang cocok dalam mengelola usaha yang besar dibidang
industry yang kompleks adalah badan usaha bentuk…
A. Perseroan Terbatas (PT)
B. Perusahaan perseorangan
C. CV
D. Fa
E. Koperasi

6. Yang bukan merupakan ciri dari perusahaan perseorangan adalah,
.…
A. Mudah mencari karyawan
B. Dimiliki oleh perorangan.
C. Pengelolaan terbatas atau sederhana.
D. Modal tidak terlalu besar.
E. Kelangsungan hidup usaha bergantung pada pemilik perusahaan.

7. Salah satu ciri dari Perseroan Terbatas adalah….
A. Mampu untuk menghimpun dana
B. Penggabungan orang berdasarkan sukarela
C. Pengelolaan terbatas atau sederhana.
D. Modal tidak terlalu besar.
E. Kelangsungan hidup usaha bergantung pada pemilik perusahaan

8. Berikut ini adalah kelebihan dari Firma…
A. Mengutamakan kepentingan anggota
B.Tidak membutuhkan akta formal, hanya akta di bawah tanda
tangan

61

C. Pembagian keuntungan diberikan pada sekutu Komanditer dan
tidak kena pajak penghasilan
D. Menyumbang pajak pada kas pemerintah.
E. Banyak menampung tenaga kerja.
9. Berikut ini yang merupakan peran dari BUMN, kecuali…
A. Sebagai pelopor dari usaha-usaha yang tidak diminati oleh
perusahaan swasta
B. Penghasil barang dan jasa demi pemenuhan kehidupan orang banyak
C. Pelaksana pelayanan publik
D. Pengontrol BUMS agar berkembang sesuai dengan milik pemerintah
E. Pembuka lapangan kerja.
10. Yang merupakan peran dari BUMS adalah …
A. Sebagai pelopor dari usaha-usaha yang tidak diminati oleh
perusahaan swasta
B. Penghasil barang dan jasa demi pemenuhan kehidupan orang banyak
C. Sebagai penambah produksi nasional
D. Pelaksana pelayanan publik
E. Penghasil devisa Negara

62

BAB III
PELUANG BISNIS DENGAN SWOT

Idealnya sebelum merumuskan strategi bisnis, terlebih dahulu dilakukan
analisis terhadap peluang bisnis yang ada. Tujuannya agar perusahaan dapat
menyusun sebuah strategi yang tepat untuk dijalankan. Selain itu juga
dimaksudkan agar para perumusnya kebijakan di perusahaan yang akan
menyusun strategi dapat dengan cermat melihat peluang bisnis yang muncul
sekaligus mengantisipasi munculnya hambatan-hambatan yang berpotensi
menghambat tercapainya target perusahaan.

A. Mengidentifikasi Peluang Bisnis
1. Menggali Peluang Bisnis
Definisi peluang usaha adalah suatu kesempatan yang datang,
menjadikan dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntunngan. Atau
dapat pula diartikan sebagai kesempatan yang muncul di waktu tertenu
yang dapat memberikan kesempatan besar untuk mendapatkan
keuntungan apabila dalam kesempatan tersebut dilakukan suatu
perbuatan dengan mengarahkan tenaga dan pikiran.
(https://www.seputarpengetahuan.co.id/2020/03/peluang-usaha.html)

Peluang bisnis ada dimana saja. Namun sebelum memutuskan untuk
menjadikan bisnis terlebih dahulu prospeknya. Oleh karena itu perlu
melakukan observasi lapangan dan banyak bertanya bagaimana seluk-
beluk bisnis jika ada peluang bisnis tertentu. Secara garis besar, ada lima
jenis lapangan usaha, yaitu bidang agraris, peradangan, ekstraktif,
industri, dan jasa.

Untuk menggali dan memanfaatkan peluang usaha atau bisnis,
usahawan harus berpikir positif dan kreatif, yaitu sebagai berikut.
a. Percaya dan yakin bahwa usaha atau bisnis dilaksanakan,
b. Menerima gagasan-gagasan baru di dunia usaha baru atau bisnis.
c. Intropeksi diri, bertanya kepada diri sendiri.
d. Mau mendengarkan atau saran-saran dari orang lain.
e. Mempunyai Etos kerja yang tinggi.
f. Pandai berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan.

63

Menurut Dr. D. J Schwartz cara memanfaatkan peluang bisnis
adalah sebagai berikut:

1. Percaya dan yakin bahwa usaha bisa dilaksanakan.

Hapuskan kata mustahil, tak mungkin, tak bisa, atau tak perlu dicoba
dari khasanah pikiran dan khasanan bicara.

2. Jangan hadiri lingkungan yang statis yang akan melumpuhkan pikiran
wirausahawan.

Lihatlah peluang-peluang usaha untuk menjadi besar. Tradisi lain yang
kurang menunjang peluang-peluang usaha adalah etos kerja yang rendah
dan terlalu santai.

3. Setiap hari bertanyalah kepada diri sendiri , “bagaimana saya dapat
melakukan usaha lebih baik?”

4. Bertanya dan dengarkanlah.

Dengan bertanya dan mendengarkan, maka wirausahawan akan
mendapatkan bahan baku untuk mengambil keputusan yang tepat

5. Perluas pikiran Anda

Bersemangatlah, bergaullah dengan orang-orang yang bisa membuat
anda mendapat gagasan-gagasan peluang usaha.

Menurut Paul Charlap, dalam memanfaatkan peluang usaha, terdapat
empat unsur yang harus dimiliki seorang Wirausahawan agar mencapai
sukses, yaitu sebagai berikut:

a. Work hard (kerja keras)

Wirausahawan diharuskan bekerja keras dalam menjalankan usaha yang
wirausahawan kerjakan agar mencapai kesuksesan yang diinginkan.

b. Work smart (kerja cerdas)

Kerja cerdas menuntut wirausahawan untuk melakukan terobosan-
terobosan baru agar usaha yang dijalankan tidak mati atau kalah
bersaing dengan usaha wirausahawan lain.

64

c. Enthusiasm (kegairahan)
Kegairahan disini menjadikan wirausahawan selalu mempunyai
semangat dalam menjalankan usaha yang dirintisnya agar tidak menjadi
putus asa jika manghadapi resiko usaha.

d. Service (pelayanan)
Dalam melaksanakan usahanya wirausahawan dituntut untuk melakukan
pelayanan terbaik agar wirausahawan mendapatkan banyak pelanggan
yang secara otomatis akan meningkatkan keuntungan untuk
wirausahawan

Seorang Wirausahawan perlu memiliki pengetahuan yang cukup
untuk dapat mengarahkan dirinya untuk memperoleh peluang usaha,
menyusun konsep usaha, merencanakan saat yang tepat masuk pasar,
serta beroperasi dan mengembangkan diri.
2. Ciri-ciri Peluang Usaha
Ada beberapa jenis peluang usaha antara lain peluang usaha yang
potensial dan peluang usaha yang baik. Ciri-ciri dar setiap jenis tersebut
adalah sebagai berikut:
Ciri-ciri Peluang Usaha Yang Potensial
Terdapat beberapa ciri-ciri peluang usaha yang potensial, antara lain:

a. Mempunyai nilai jual tinggi
b. Bukan hanya sekedar ambisi tetapi harus bersifat nyatac
c. Bisa bertahan lama atau berkelanjutan di pasar
d. Skala usaha itu dapat diperbesar atau ditingkatkan
e. Tidak terlalu banyak modal yang digunakan, investasinya tidak
terlalu besar tetapi sangat berpotensi menguntungkan dan lain
sebagainya.
3. Faktor Yang Mempengaruhi Munculnya Inspirasi Peluang Usaha
Ada dua faktor yang menjadi pengaruh terhadap munculnya inspirasi
peluang usaha, yakni:
a. Faktor Internal

Adalah faktor yang bersumber dari dalam/diri sendiri antara lain:
1) Wawasan atau pengetahuan yang ada pada diri sendiri
2) Pengalaman pada dunia bisnis atau usaha
3) Pengalaman dan kemampuan ketika menyelesaikan suatu masalah
4) Kemampuan atau pemahaman terhadap sesuatu atau situasi

65

kondisi
a) Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor yang bersumber dari luar antara
lain:
(1) Masalah yang muncul dan dihadapi dan belum terselesaikan
(2) Kesulitan dalam mencari solusi masalah
(3) Pemikiran yang baik untuk membuat sesuatu yang baru dari
suatu kondisi
(4) Keperluan yang belum tercapai atau terpenuhi untuk diri sendiri
ataupun orang lain.
4. Sumber Peluang Usaha
Suatu peluang usaha memiliki sumber-sumbernya yang bisa
membangkitkan semangat berusaha, yaitu diantaranya:
a. Diri Sendiri
Peluang usaha yang mempunyai potensial tinggi adalah bersumber
dari diri sendiri, seperti dari hobi, keahlian pengetahuan dan dari riset
atau pengamatan lingkungan. Alasan mengapa peluang yang baik
datang dari diri sendiri karena:
1) Untuk menjalankan usaha haruslah konsisten dan memiliki
komitmen
2) Untuk menjalankan usaha memerlukan proses yang panjang,
sampai usaha tersebut sukses
3) Untuk menjalankan usaha butuh terus mencoba dan pantang
menyerah, dengan didukung kreativitas dan juga mempunyai
pengetahuan yang mencukup untuk meraih keberhasilan
b. Dari Lingkungan
Terdapat banyak sumber peluang usaha yang diperoleh dari
lingkungan sekitar, seperti:
1) Usaha yang dimiliki orang tua yang terus dikembangkan,
menjadikan semakin besar dan luas
2) Di lingkungan sekitar rumah
3) Kebiasaan diri sendiri
c. Dari Konsumen
Permintaan, keluhan, saran atau harapan konsumen pada barang atau
jasa di pasar dapat menjadi sumber ide untuk menciptakan usaha.
1) Dari Perubahan Yang Terjadi

66

Peluang usaha bisa muncul dari berbagai perubahan lingkungan

apabila orang tersebut dapat membaca situasi untuk dijadikan

peluang usaha.

(https//www.seputarpengetahuan.co.id/2020/03/peluang-

usaha.html)

5. Analisis Peluang Bisnis
Adapun yang perlu dianalisis dalam peluang usaha adalah sebagai
berikut.

Analisis Produk atau Jasa

Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih bidang
usaha, diantaranya sebagai berikut.
1) Minat seseorang; misalnya berminat dalam bidang industri,

perdagangan, jasa, atau bidang usaha lainnya.
2) Modal, apakah sudah tersedia modal awal atau belum, baik

dalam bentuk tempat, uang, atau mesin.
3) Relasi, apakah ada keluarga atau teman yang sudah terlebih

dahulu menekuni usaha yang sama.
4) Pengaruh lingkungan sekitar.
5) Banyak sedikitnya permintaan masyarakat terhadap usaha yang

akan dipilih.
6) Kecocokkan antara kebutuhan masyarakat dengan jenis usaha.
7) Banyak sedikitnya pesaing.
8) Adanya kemampuan untuk bertahan dan memenangkan

persaingan

Dari beberapa faktor di atas akan muncul beberapa peluang usaha
sebagai berikut.

1) Jasa Transportasi
2) Jasa kesehatan
3) Jasa perbaikan
4) Jasa hiburan
5) Jasa penasihat hukum
6) Jasa-jasa lainnya

67

Selain jasa jasa tersebut di atas produk, masyarakat juga
membutuhkan barang berupa barang, dapat menciptakan peluang.
Barang dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini akan menciptakan
peluang. Jika dapat memenuhi barang sesuai kebutuhan dan
keinginan masyarakat maka akan mendapatkan keuntungan.
Produk yang dibutuhkan masyarakat sekarang ini dapat
dikelompokkan sebagai berikut.

1) Produk yang mampu mempermudah pekerjaan rumah.
2) Produk yang mempermudah pekerjaan
3) Produk lainnya yang dibutuhkan tanpa mengenal tempat
b. Analisis terhadap Minat dan Daya Beli Konsumen
Untuk mengetahui besar-kecilnya minat masyarakat terhadap usaha
yang akan didirikan, perlu dilakukan observasi. Observasi ini bisa
dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1) Mengadakan pengamatan langsung ke pasar.
2) Melakukan wawancara.
3) Mengadakan angket untuk diisi oleh konsumen.

Analisis minat dan daya beli konsumen terhadap produk dan jasa
tidak dapat diabaikan oleh Wirausahawan. Sebab, minat dan daya
beli akan mempengaruhi kelangsungan hidup usaha. Hubungan
antara minat, daya beli, dan kelangsungan usaha dapat digambarkan
sebagai berikut:

1) Minat besar, daya beli kuat, kelangsungan usaha terjamin.
2) Minat besar, daya beli rendah, kelangsungan usaha terhambat.
3) Minat rendah, daya beli rendah, usaha tidak dapat dilakukan

Berdasarkan hal tersebut, akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa
agar produk mampu menarik minat konsumen dan terjangkau oleh
mereka maka kita harus mampu melakukan hal-hal berikut.

1) memilih dan membuat produk yang bermanfaat, berkualitas dan
laku dijual dengan harga bersaing.

2) Membuat design yang baru dan harga terjangkau.
3) Membuat produk lebih cepat dan lebih murah.

68

4) Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang
menguntungkan.

B. Menjelaskan Model Analisis SWOT/TOWS untuk Analisis
Peluang Bisnis

Analisis SWOT adalah analisis kondisi internal maupun
eksternal suatu organisasi yang selanjutnya akan digunakan sebagai
dasar untuk merancang strategi dan program kerja. Analisis internal
meliputi penilaian terhadap faktor kekuatan (Strength) dan
kelemahan (Weakness). Sementara, analisis eksternal mencakup
faktor peluang (Opportunity) dan tantangan (Threaths).

1. Pengertian Analisis SWOT

Menurut Freddy Rangkuti, analisis SWOT adalah proses

identifikasi berbagai faktor secara sistematis guna menentukan

rumusan yang tepat dan melakukan strategi perusahaan yang

terbaik. Analisis ini berdasarkan pada logika yang dapat

memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang

(opportunities),

Analisis SWOT sangat diperlukan dalam menilai kekuatan dan
kelemahan dari sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan serta
menilai kesempatan-kesempatan eksternal dan tantangan yang
dihadapi. Jadi analisis SWOT merupakan suatu teknik
perencanaan strategi yang bermanfaat untuk mengevaluasi
kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu bisnis,
baik bisnis yang sedang berlangsung maupun dalam perencanaan
bisnis baru. Analisis yang dilakukan oleh pebisnis adalah
mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk
merumuskan strategi perusahaan.

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang
digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan
(weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats)

69

dalam suatu proyek atau suatu bisnis. Dari batasan tersebut
terdapat tiga komponen dalam empat yaitu sebagai berikut.
a. Kekuatan (Strength)
Kekuatan atau Strength adalah poin internal dan positif dari
perusahaan Anda. Ini adalah hal-hal yang berada dalam kendali
Anda. Contohnya adalah
1) Proses bisnis apa yang berhasil?
2) Aset apa yang Anda miliki di tim Anda, seperti pengetahuan,
pendidikan, jaringan, keterampilan, dan reputasi?
3) Aset fisik apa yang Anda miliki, seperti pelanggan, peralatan,
teknologi, pendanaan, dan paten produk?
4) Apa keunggulan kompetitif yang Anda miliki dibandingkan
pesaing Anda?

b. Kelemahan (Weaknesses)
Kelemahan adalah faktor negatif yang mengurangi kekuatan
Anda. Ini adalah hal-hal yang Anda mungkin perlu tingkatkan
agar menjadi lebnih kompetitif.
1) Adakah hal-hal yang Anda perlukan untuk membuat bisnis
menjadi lebih kompetitif?
2) Proses bisnis apa yang perlu diperbaiki?
3) Apakah ada aset berwujud yang dibutuhkan perusahaan Anda,
seperti pendanaan atau peralatan?
4) Apakah ada celah di tim Anda?
5) Apakah jabatan Anda ideal untuk menunjang kesuksesan
Anda?

c. Peluang (Opportunities)
Peluang adalah faktor eksternal dalam lingkungan bisnis Anda
yang cenderung berkontribusi pada kesuksesan bisnis.

1) Apakah market bisnis Anda berkembang dan apakah ada tren
yang akan mendorong orang untuk membeli lebih banyak dari
apa yang Anda jual?
2) Adakah acara atau event yang dapat dimanfaatkan perusahaan
Anda dalam menumbuhkan pengembangan bisnis?

70

3) Apakah ada perubahan peraturan yang akan mempengaruhi
perusahaan Anda secara positif?
4) Jika bisnis Anda terus erkembang, apakah itu berarti
pelanggan membutuhkan produk Anda?

d. Ancaman (Threats)
Ancaman adalah faktor eksternal yang tidak dapat Anda
kendalikan. Anda tetap harus mempertimbangkan hal ini untuk
menempatkan rencana darurat dalam menangani masalah yang
terjadi.
1) Apakah Anda memiliki pesaing potensial yang dapat
memasuki pasar Anda?
2) Apakah pemasok akan selalu dapat memasok bahan baku
yang Anda butuhkan dengan harga yang cocok
3) Bisakah perkembangan di masa depan dalam teknologi
mengubah cara Anda melakukan bisnis?
4) Apakah perilaku konsumen berubah dengan cara yang dapat
berdampak negatif bagi bisnis Anda?
5) Adakah tren pasar yang bisa menjadi ancaman?
(https://cpssoft.com/blog/bisnis/pengertian-analisis-swot/)

2. Manfaat dan Fungsi Analisis SWOT
a. Manfaat Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan sebuah instrumen yang sangat
bermanfaat dalam menganalisis strategi. Analisis ini berperan
sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat
dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan
dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi. Jadi
analisis SWOT merupakan metode analisis paling dasar
untuk melihat suatu permasalahan di dalam perusahaan
dilihat yang dari empat sisi berbeda.
Hasil analisis SWOT berupa rekomendasi atau Arahan antara
lain seperti mempertahankan kekuatan dan menambah
keuntungan dari peluang yang ada sambil mengurangi
kekurangan dan juga menghindari ancaman.
71

b. Fungsi Analisis SWOT
Metode analisis SWOT adalah sebuah metode analisis yang
paling dasar yang berfungsi untuk melihat suatu topik
ataupun permasalahan dari empat faktor yang berbeda. Hasil
akhirnya biasanya merupakan sebuah bentuk Arahan atau
rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan
menambah keuntungan dari segi peluang yang ada, sambil
mengurangi kekurangan yang dimiliki dan juga menghindari
berbagai ancaman yang mungkin akan terjadi. Jika
digunakan dengan baik dan benar, maka analisis ini akan
dapat membantu sebuah organisasi ataupun perusahaan untuk
melihat Sisi- Sisi yang terlupakan atau tak terlihat selama ini.

3. Peranan Analisis SWOT
a. Strength (Kekuatan)
Analisis atau analisa swot ini adalah akan menyoroti
unsur kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan yang bisa
memberikan pengaruh positif. Pihak perusahaan atau
organisasi bisa menganalisis apa saja kelebihan perusahaan,
keunggulan yang dimiliki perusahaan, serta keunikan
perusahaan yang membedakannya dengan perusahaan lainnya.
Dalam analisis SWOT biasanya dimasukkan sebanyak
mungkin hal positif yang menonjolkan kekuatan dan
keunggulan dari perusahaan.

b. Weakness (Kelemahan)
Setiap perusahaan pasti memiliki kelemahan. Hal ini dapat
memberi pengaruh negatif terhadap perusahaan. Oleh sebab itu
Anda perlu mengetahui apa saja kelemahan yang dimiliki
perusahaan agar bisa menjadi bahan perbaikan. Untuk
mengetahui kelemahan apa saja yang dimiliki oleh perusahaan,
posisikan diri Anda sebagai konsumen yang biasanya lebih
tahu apa yang kurang dari sebuah perusahan. Selain itu,
menganalisis hal apa yang dimiliki perusahaan lain tapi tidak
dimiliki perusahaan Anda. Lalu analisa mengenai faktor apa
saja yang menyebabkan kehilangan atau kerugian bagi
perusahaan, dan apa yang membuat perusahaan lain lebih baik
72

dari perusahaan Anda.
c. Opportunity (Peluang)

Analisis peluang sangat penting bagi sebuah
perusahaan karena hal inilah yang akan menentukan
perkembangan perusahaan di kemudian hari. Anda harus
melihat peluang apa saja yang ada dan perkembangan tren apa
yang sejalan dengan perusahaan yang bisa membantu
perusahaan lebih berkembang. Hal ini menjadi penting agar
Anda mampu bertahan dan diterima di masyarakat.
d. Threats (Ancaman)

Analisis ancaman mencakup hal-hal apa saja yang
mungkin dihadapi perusahaan yang dapat menghambat
perkembangan perusahaan. Anda harus melihat apa saja
ancaman yang ada agar dapat menentukan apakah bisnis dapat
bertahan atau tidak. Beberapa hal yang harus diperhatikan
misalnya ketersediaan sumber daya, apa saja yang dilakukan
pesaing, ada berapa jumlah pesaing, bagaimana minat
konsumen, dan juga kekuatan finansial Anda.
4. Penerapan Analisis SWOT
Penerapan analisis SWOT dapat dilakukan dengan
menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan kualitatif dan
pendekatan kuantitatif.
a. Pendekatan Kualitatif
Pendekatan kualitatif matriks SWOT sebagaimana
dikembangkan oleh Kearns menampilkan delapan kotak,
yaitu dua paling atas adalah kotak faktor eksternal (peluang
dan tantangan), sedangkan dua kota lainnya merupakan
kotak isu-isu strategis yang timbul sebagai hasil titik
pertemuan antara faktor-faktor internal dan eksternal.

73

MATRIK SWOT KEARNS

Keterangan:
Sel A: Comparative Advantages
Sel ini merupakan pertemuan dua elemen kekuatan dan peluang
sehingga memberikan kemungkinan bagi suatu organisasi untuk bisa
berkembang lebih cepat.
Sel B: Mobilization
Sel ini merupakan interaksi antara ancaman dan kekuatan. Di sini harus
dilakukan upaya mobilisasi sumber daya yang merupakan kekuatan
organisasi untuk Comparative Advantage Divestment/Investment
Damage Control Mobilization memperlunak ancaman dari luar tersebut,
bahkan kemudian merubah ancaman itu menjadi sebuah peluang.
Sel C: Divestment/Investment
Sel ini merupakan interaksi antara kelemahan organisasi dan peluang
dari luar. Situasi seperti ini memberikan suatu pilihan pada situasi yang
kabur. Peluang yang tersedia sangat meyakinkan namun tidak dapat
dimanfaatkan karena kekuatan yang ada tidak cukup untuk
menggarapnya. Pilihan keputusan yang diambil adalah (melepas
peluang yang ada untuk dimanfaatkan organisasi lain) atau
memaksakan menggarap peluang itu (investasi).

Sel D: Damage Control
Sel ini merupaka kondisi yang paling lemahdari semua sel karena
merupakan pertemuan antara kelemahan organisasi dengan ancaman
dari luar, dan karenanya keputusan yang salah akan membawa bencana
yang besar bagi organisasi. Strategi yang harus diambil adalah Damage

74

Control (mengendalikan kerugian) sehingga tidak menjadi lebih parah
dari yang diperkirakan.
b. Pendekatan Kuantitatif
Data SWOT kualitatif dapat dikembangkan secara kuantitatif melalui
perhitungan analisis SWOT yang dikembangkan oleh Peach dan
Robinson agar diketahui secara pasti posisi organisasi yang
sesungguhnya. Perhitungan yang dilakukan melalui tiga tahap. yaitu:
1) Melakukan perhitungan skor (a) dan bobot (b) point faktor setta
jumlah total perkalian skor dan bobot (c = a x b) pada setiap faktor S-
W-O-T; Menghitung skor (a) masing-masing point faktor dilakukan
secara saling bebas (penilaian terhadap sebuah point faktor tidak boleh
dipengaruhi atau mempengeruhi penilaian terhadap point faktor lainnya.
Pilihan rentang besaran skor sangat menentukan akurasi penilaian
namun yang lazim digunakan adalah dari 1 sampai 10, dengan asumsi
nilai 1 berarti skor yang paling rendah dan 10 berarti skor yang paling
tinggi. Perhitungan bobot (b) masing-masing point faktor dilaksanakan secara
saling ketergantungan. Artinya, penilaian terhadap satu point faktor adalah
dengan membandingkan tingkat kepentingannya dengan point faktor lainnya.
Sehingga formulasi perhitungannya adalah nilai yang telah didapat (rentang
nilainya sama dengan banyaknya point faktor) dibagi dengan banyaknya
jumlah point faktor).
2) Melakukan pengurangan antara jumlah total faktor S dengan W (d)
dan faktor O dengan T (e); Perolehan angka (d = x) selanjutnya menjadi
nilai atau titik pada sumbu X, sementara perolehan angka (e = y)
selanjutnya menjadi nilai atau titik pada sumbu Y;
3) Mencari posisi organisasi yang ditunjukkan oleh titik (x,y) pada
kuadran SWOT.

No. STRENGTH SKOR BOBOT TOTAL
1.
2. Dst.

Total Kekuatan

75

No. WEAKNESS SKOR BOBOT TOTAL

1.

2.

Total Kelemahan

Selisih Total Kekuatan – Total Kelemahan = S - W = X

76

No. OPPORTUNITY SKOR BOBOT TOTAL
1.
2. Dst.

Total Peluang

No. THREATH SKOR BOBOT TOTAL

1.

2. Dst.

Total Tantangan

Selisih Total Peluang – Total Tantangan = O – T = Y

(https://daps.bps.go.id/file_artikel/66/Analisis%20SWOT.pdf)

Kuadran I (positif, positif)
Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang kuat dan
berpeluang, Rekomendasi strategi yang diberikan adalah
Progresif, artinya organisasi dalam kondisi prima dan mantap
sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan

77

ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan
secara maksimal.

Kuadran II (positif, negatif)

Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang kuat namun
menghadapi tantangan yang besar. Rekomendasi strategi
yang diberikan adalah Diversifikasi Strategi, artinya
organisasi dalam kondisi mantap namun menghadapi
sejumlah tantangan berat sehingga diperkirakan roda
organisasi akan mengalami kesulitan untuk terus berputar
bila hanya bertumpu pada strategi sebelumnya. Oleh karenya,
organisasi disarankan untuk segera memperbanyak ragam
strategi taktisnya.

Kuadran III (negatif, positif)

Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang lemah namun
sangat berpeluang. Rekomendasi strategi yang diberikan
adalah Ubah Strategi, artinya organisasi disarankan untuk
mengubah strategi sebelumnya. Sebab, strategi yang lama
dikhawatirkan sulit untuk dapat menangkap peluang yang
ada sekaligus memperbaiki kinerja organisasi. Kuadran III
Kuadran II Kuadran I Weakness Strength Kuadran IV S
Kuadran IV (negatif, negatif)

Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang lemah dan
menghadapi tantangan besar. Rekomendasi strategi yang
diberikan adalah Strategi Bertahan, artinya kondisi internal
organisasi berada pada pilihan dilematis. Oleh karenanya
organisasi disarankan untuk meenggunakan strategi bertahan,
mengendalikan kinerja internal agar tidak semakin terperosok.
Strategi ini dipertahankan sambil terus berupaya membenahi
diri.

78

5. Tahapan Analisis SWOT

Menurut Rangkuti (2002) menyebutkan bahwa dalam
melakukan analisis SWOT terdapat tiga tahap yang harus
dilakukan yaitu, tahap pengumpulan data, tahap analisis, dan
tahap pengambilan keputusan, yang terinci sebagai berikut:
a. Tahap pengumpulan data meliputi: kegiatan pengumpulan data,

pengklasifikasian dan pra-analisis. Data dibedakan menjadi
data eksternal seperti; analisis pasar, analisis kompetitor,
komunitas, pemasok, pemerintah, dan kelompok kepentingan
tertentu) dan data internal seperti; laporan keuangan, laporan
kegiatan SDM, laporan kegiatan operasional, dan laporan
kegiatan pemasaran.
b. Tahap Analisis merupakan tahap analisa dengan menggunakan
model-model kuantitatif perumusan strategi, yang dibuat
berdasarkan semua data dan informasi yang telah diperoleh.
Sehingga analisis ini dapat dilakukan seobjektif mungkin.
c. Tahap Pengambilan keputusan, merupakan tindakan
menentukan hasil kajian dan keputusan strategi yang diambil
berdasarkan kepada hasil analisis yang telah diakukan.
(https://www.harmony.co.id/blog/analisis-swot-pengertian-
fungsi-dan-penerapannya)

C. Menetapkan Analisis Peluang Bisnis

Dalam menetapkan analisis peluang bisnis yang harus dianalisis
diantaranya adalah peluang bisnis berdasarkan barang dan peluang
bisnis berdasarkan jasa.
1. Analisis Produk/Barang

Produk berupa barang dapat dibagi menjadi sebagai berikut.
a. Barang Primer

Barang primer adalah barang yang dihasilkan dari bahan
baku atau bahan mentah dengan cara mengambil langsung
dari alam. Contoh biji besi, timah, tembaga, emas, perak,

79

aluminium dan mineral-mineral lain untuk dijadikan bahan
baku industri.

b. Barang Sekunder
Produk Sekunder adalah barang yang dihasilkan dari proses
bahan mentah atau bahan baku menjadi bahan setengah jadi.
Contoh biji besi besi di olah menjadi profil-profil besi atau
lembaran-lembaran baja, benang di olah menjadi kain.

c. Barang Tersier
Barang tersier adalah barang yang menjadi pendukung atau
Penunjang barang primer dan Sekunder. Contoh perusahaan
transportasi yang mengangkut barang-barang yang dihasilkan
produksi Sekunder atau untuk disalurkan ke cabang cabang
di seluruh wilayah Indonesia bahkan untuk diekspor.
Dalam menganalisis peluang bisnis barang tujuannya adalah
sebagai berikut.
a. Meningkatkan jumlah penjualan.
b. Mendayagunakan sumber-sumber produksi.
c. Mencegah kebosanan konsumen.
d. Memenuhi keinginan dan minat konsumen.
e. Memenangkan persaingan.

2. Analisis Produk/Jasa
Menurut Philip Kotler jasa adalah setiap tindakan atau

kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak
lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan
pemindahan kepemilikan apapun.

Jasa memiliki empat karakteristik, yaitu sebagai.
a. Tidak berwujud. Produk jasa tidak nampak, tidak dapat

dicicipi sebelum dikonsumsi. Oleh karena itu pihak pembeli
harus mempunyai keyakinan penuh kepada penjual jasa. Di
pihak lain, penjual harus berupaya agar dapat meningkatkan
Kewujudan jasa dengan cara lebih memperhatikan manfaat
jasa tersebut.
b. Tidak dapat dipisahkan atau tidak dapat diwakilkan. Dengan
kenyataan tersebut maka konsumen harus berada pada saat

80

jasa tersebut diproses, dengan kata lain konsumen ikut
terlibat dalam proses produksi jasa. Di sini konsumen dapat
berinteraksi satu sama lain. Misalnya, antar nasabah bank
atau antara para pasien di tempat praktek dokter.
Implikasinya adalah bahwa penyedia jasa merupakan bagian
yang tidak dapat terpisahkan dari suatu jasa
c. Tidak tahan lama. Produk jasa tidak dapat disimpan untuk
Persediaan seperti halnya produk barang. Jasa akan
mempunyai nilai di saat pembeli jasa membutuhkan
pelayanan oleh karena itu seringkali permintaan terhadap jasa
berfluktuasi.
d. Keanekaragaman, tergantung siapa yang menyediakannya,
kapan waktu pelayanannya dan di mana tempat diberikannya
layanan jasa tersebut
Kiat usaha jasa agar dapat menarik konsumen adalah sebagai berikut.
a. Mengadakan demonstrasi / pertunjukan jasa yang ditawarkan
b. Memberikan diskon (Potongan harga)
c. Memasang advertensi / iklan yang menarik
Hal-hal yang harus dipertimbangkan di bidang jasa antara lain
sebagai berikut
a. Mengetahui tentang selera dan minat calon konsumen
b. Mengetahui bidang jasa yang paling laku dan diminati konsumen
c. Menjaga hubungan baik yang Harmonis dengan pensuplai jasa
.

81

Rangkuman

1. Peluang usaha adalah suatu kesempatan yang datang, menjadikan dapat
dimanfaatkan untuk memperoleh keuntunngan. Atau dapat pula diartikan
sebagai kesempatan yang muncul di waktu tertenu yang dapat memberikan
kesempatan besar untuk mendapatkan keuntungan apabila dalam
kesempatan tersebut dilakukan suatu perbuatan dengan mengarahkan
tenaga dan pikiran.

2. Untuk menggali dan memanfaatkan peluang usaha atau bisnis, usahawan
harus berpikir positif dan kreatif, yaitu sebagai berikut.
a. Percaya dan yakin bahwa usaha atau bisnis dilaksanakan,
b. Menerima gagasan-gagasan baru di dunia usaha baru atau bisnis.
c. Intropeksi diri, bertanya kepada diri sendiri.
d. Mau mendengarkan atau saran-saran dari orang lain.
e. Mempunyai Etos kerja yang tinggi.
f. Pandai berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan.

3. Menurut Paul Charlap, dalam memanfaatkan peluang usaha, terdapat empat
unsur yang harus dimiliki seorang Wirausahawan agar mencapai sukses,
yaitu sebagai berikut: a. work hard (kerja keras), b. work smart (kerja
cerdas), c. enthusiasm (kegairahan), d. service (pelayanan).

4. Suatu peluang usaha memiliki sumber-sumbernya yang bisa
membangkitkan semangat berusaha, yaitu diantaranya: a) dari diri sendiri,
b) dari lingkungan, c) dari konsumen, d) dari perubahan yang terjadi.

5. Analisis SWOT adalah analisis kondisi internal maupun eksternal suatu
organisasi yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk merancang
strategi dan program kerja. Analisis internal meliputi penilaian terhadap
faktor kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness). Sementara, analisis
eksternal mencakup faktor peluang (Opportunity) dan tantangan (Threaths).

6. Penerapan analisis SWOT dapat dilakukan dengan menggunakan dua
pendekatan, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif.

7. Menurut Rangkuti (2002) menyebutkan bahwa dalam melakukan analisis
SWOT terdapat tiga tahap yang harus dilakukan yaitu, tahap pengumpulan
data, tahap analisis, dan tahap pengambilan keputusan.

8. Produk berupa barang dapat dibagi menjadi sebagai berikut,
a. Barang primer, adalah barang yang dihasilkan dari bahan baku atau
bahan mentah dengan cara mengambil langsung dari alam.

82

Glosarium

Comparative Advantages :
pertemuan dua elemen kekuatan dan peluang sehingga memberikan
kemungkinan bagi suatu organisasi untuk bisa berkembang lebih cepat.
Mobilization :
interaksi antara ancaman dan kekuatan. Di sini harus dilakukan upaya
mobilisasi sumber daya yang merupakan kekuatan organisasi untuk
Comparative Advantage Divestment/Investment Damage Control
Mobilization memperlunak ancaman dari luar tersebut, bahkan
kemudian merubah ancaman itu menjadi sebuah peluang.
Divestment/Investment:
interaksi antara kelemahan organisasi dan peluang dari luar. Situasi
seperti ini memberikan suatu pilihan pada situasi yang kabur. Peluang
yang tersedia sangat meyakinkan namun tidak dapat dimanfaatkan
karena kekuatan yang ada tidak cukup untuk menggarapnya. Pilihan
keputusan yang diambil adalah (melepas peluang yang ada untuk
dimanfaatkan organisasi lain) atau memaksakan menggarap peluang itu
(investasi).

83

Tes Formatif Bab III

1. Untuk menggali dan memanfaatkan peluang usaha atau bisnis,
seorang usahawan harus berpikir positif dan kreatif, antara lain
sebagai kecuali....
A. Percaya dan yakin bahwa usaha atau bisnis bisa dilaksanakan
B. Menerima gagasan-gagasan baru di dalam dunia usaha baru atau
bisnis
C. Instropeksi diri, artinya bertanya kepada diri sendiri
D. Mau mendengarkan atau saran-saran dari orang lain
E. Dalam membuka usaha baru harus bermodal besar

2. Menurut Paul Charlap dalam memanfaatkan peluang usaha,
mencakup empat unsur yang harus dimiliki, kecuali...
A. Work hard
B. Work smart
C. Worker
D. Enthusiasm
E. Service

3. Dapat mengenali lingkungannya, mengindra peluang bisnis, dan
mengerahkan sumber daya, guna meraih peluang usaha merupakan....
A. Modal awal
B. Modal intern
C. Modal ekstern
D. Modal cadangan
E. Modal sendiri

4. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih bidang
usaha diantaranya sebagai berikut, kecuali....
A. Minat seseorang
B. Relasi
C. Modal
D. Pengaruh lingkungan sekitar
E. Banyaknya para investor

5. Beberapa contoh jasa yang diproduksi langsung dikonsumsi adalah...
A. Jasa transportasi
B. Jasa kesehatan
C. Jasa service
D. Jasa pengasuh bayi
E. Jasa penasehat hukum

6. Untuk mengetahui besar kecilnya minat masyarakat terhadap usaha
dapat dilakukan observasi. Observasi ini bisa dilakukan dengan cara,
kecuali...
A. Mengadakan pengamatan langsung ke pasar
B. Melakukan wawancara
C. Memberikan angket untuk diisi oleh konsumen

84

D. Mengambil data dapat digunakan sebagai bahan pengambilan
keputusan
E. Melakukan tanya jawab ke pasar
7. Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang
digunakan untuk mengevaluasi berbagai faktor, termasuk weakness
yang artinya adalah....
A. Kekuatan
B. Kelemahan
C. Peluang
D. Ancaman
E. Strategi pemasaran
8. Dalam analisis SWOT terdiri dari empat komponen. Komponen
yang berupa ancaman adalah...
A. Strengths
B. Opportunities
C. Situation
D. Weakness
E. Threats
9. Dalam menyusun rencana usaha untuk menafsir kekuatan,
kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang dimiliki usaha, yaitu
pada tahap...
A. Tahap awal proses penepatan strategi
B. Tahap kedua pelaksanaan dan tujuan usaha
C. Tahap ketiga pembagian tugas dalam menyusun strategi
D. Tahap keempat pelaksanaan menyusun strategi
E. Tahap kelima mengawasi dalam menyusun strategi
10. Dalam menggunakan analisis SWOT, kita perlu membuat beberapa
pertanyaan dan menjawabnya sendiri, misalnya komponen kekuatan
adalah sebagai berikut, kecuali....
A. Apa yang membuat perusahaan lebih baik dari perusahaan lainnya?
B. Apa keunikan yang dimiliki oleh perusahaan?
C. Apa yang menyebabkan kita mendapatkan hasil penjualan?
D. Apa kelebihan perusahaan kita jika dilihat atau dirasakan oleh
konsumen?
E. Apa yang di tingkatkan oleh perusahaan?

85

BAB IV
STRATEGI BAURAN PEMASARAN ( MARKETING MIX)

Dahulu produsen memegang peranan penting dalam menghasilkan
barang atau jasa. Setiap produsen memproduksi barang dan jasa selalu di
terima oleh konsumen. Konsumen tidak memegang peranan penting dalam
memutuskan mengenai produk, harga, desain, warna dan pelayanan dan lain
sebagainya. Akan tetapi, dalam perkembangan zaman kondisi tersebut
menjadi terbalik. Konsumen yang memegang peranan penting dalam
menentukan produk, harga, desain, warna dan sebagainya.

mengapa terjadi demikian? Hal ini bisa terjadi kerena telah
munculnya perusahaan perusahaan yang memproduksi barang dan jasa
sesuai selera konsumen. Hal tersebut mengakibatkan persaingan yang ketat
di antara para produsen. Produsen menghasilkan produk yang terbaik bagi
konsumen. Mereka mengubah strategi dalam menghasilkan prodok, yakni
produk yang berkualitas sesuai selera konsumen dan harga terjangkau .
Berdasarkan kenyataan di atas setiap produsen dituntut untuk selalu
menciptakan produk baru. Produk tersebut kemudian dipasarkan agar
sampai ke tangan konsumen karena tanpa adanya pemesaran, produk yang
dihasilkan tidak artinya.

Pemasaran merupakan urat nadi dari kehidupan perusahaan. Dapat
diibaratkan pemasaran merupakan jantung manusia, apabila denyut jantung
manusia berhenti maka matilah orang itu. Jika perusahaan tidak bisa
memasarkan barang dan jasa maka lonceng kematian akan segera berbunyi
alias jatuh pailit.

Dengan demikian diperlukan suatu kegiatan terpadu dan menyeluruh agar
produk yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Banyak yang mengartikan marketing mix adalah pemasaran
campuran, ada pula yang mengartikan bauran pemasaran, yaitu perpaduan
antara 7P (produk, price, promotion place, people, process, physical
evident). Unsur unsur tersebut berarti produk, harga, promosi, tempat
(saluran distribusi), partisipan, proses, dan lingkungan fisik.

86

Guna mencapai tujuan pemasaran, unsur unsur tersebut harus saling
mendukung satu dengan yang lain atau dengan kata lain manajemen harus
berusaha agar variabel variabel marketing mix itu dapat terpadu untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Jadi tidak hanya
salah satu komponen saja yang diprioritaskan.

A. Pengertian Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Berikut ini ada beberapa ahli yang memberikan batasan marketing mix, di
antaranya adalah sebagai berikut:

1. Menurut Douglas W. Foster

Marketing mix adalah suatu istilah yang menggambarkan seluruh
unsur pemasaran dan faktor produksi secara sekaligus dan bersama sama
dikerahkan untuk mencapai tujuan badan usaha. Tujuan yang ingin dicapai
badan tersebut misalnya laba, penghasilan harta yang diinvestasikan, omzet
penjualan, dan bagian dari pasar yang insin direbut. Untuk mencapai hal
tersebut dibutuhkan suatu kegiatan yang mengkombinasikan atau
mencampur semua faktor pemasaran yang bersangkutan dengan bidang
usaha lainnya dalam perusahaan.

2. Menurut Dra. Murti Sumarni dan Drs. John Soeprihanto
Marketing mix adalah kombinasi atau variabel atau kegiatan yang

merupakan inti dari sistem pemasaran, yaitu produk, harga, kegiatan
promosi dan sistem distribusi atau dengan marketing mix merupakan
kumpulan variabel variabel yang dapat digunakan perusahaan untuk
mempengaruhi tanggapan konsumen.

3. Menurut Drs. Tan Kiat Djwee

Marketing mix adalah suatu tindakan manejer pemasaran yang
mampu mempengaruhi permintaan akan barang hasil produksi
perusahaannya. Pengertian ini menitik beratkan pada kerja seorang
manejer pemasaran yang bertugas agar dapat meraih jumlah permintaan
barang hasil produksi perusahaan yang bersangkutan.

4. Menurut Philip Kotler

Marketing mix adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali
87

yang diperlukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang
diinginkannya di pasar sasaran.

Keempat pendapat ahli tersebut diatas menekan kan pada
penentuan tingkat keberhasilan pemasaran yang diikuti oleh kepuasan
konsumen.

Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan
perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya. Berbagai
kemungkinan ini dapat dikelompokkan menjadi tujuh kelompok
variabel yang disebut “tujuh P”, yaitu product (produk), price (harga),
promotion (promosi), place (tempat), people (partisipasi),
process(proses), physical evident(lingkungan fisik).

B. Merencanakan Strategi Bauran Pemasaran

Dalam merencanakan strategi bauran pemasaran yang harus perlu
direncanakan adalah perencanaan produk, perencanaan harga,
perencanaan promosi, dan perencanaan saluran distribusi. Dengan
mengkombinasikan perencanaan 4P, perusahaan dapat mengharapkan
tujuan yang diinginkan tercapai dan dapat memberikan kepuasan pada
pelanggan.

1. Perencanaan produk (product planning)

produk yang akan dibuat yaitu direncanakan produk yang sesuai
dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. proses perencanaan
strategi produk meliputi beberapa tahap yang harus dilalui yakni:

a. Analisis situasi

Pada tahap awal adalah menganalisis situasi terhadap
lingkungan internal dan lingkungan eksternal perusahaan.
Lingkungan internal seperti modal, sumber daya, perlengkapan,
peralatan dan sebagainya. Lingkungan eksternal, antara lain peraturan
pemerintahan, pesaing, kondisi pasar, dan lain lain. Hal hal yangperlu
dipertimbangkan dalam menganalisis ini adalah apakah perusahaan
dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh lingkungan

88

eksternalnya melalui sumber daya yang dimilikinya, seberapa besar
permintaan pasar, dan seberapa besar perusahaan dapat memenuhi
permintaan pasar tersebut.

b. Penentuan tujuan produk

Penentuan tujuan produk adalah untuk menghadapi
persaingan yang ada, di samping itu untuk memenuhi kebutuhan
konsumen. Produk yang dihasilkan perusahaan adalah untuk
memenuhi tujuan perusahaan. Hal hal yang perlu dipertimbangkan
apakah produk tersebut memberikan kontribusi perusahaan atau tidak,
yaitu memperoleh laba.

c. Penentuan pasar sasaran
Penentuan pasar ini adalah pasar mana yang akan dilayani.

Perusahaan berusaha melayani pasar secara keseluruhan atau pun
melalui segmentasi, di mana perusahaan dapat mengorganisasikan pasar
sehingga pasar yang dituju tepat sasaran. Oleh karena itu, alternative
yang dapat dipilih adalah produk satandar atau produk modifikasi yang
dapat diterima oleh pasar.

d. Penentuan harga

Penentuan anggaran, yaitu mengalokasikan anggaran yang sesuai
dengan kebutuhan. Anggaran ini bermanfaat terhadap sebagai alat
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengkoordinasian, dan
pengendalian.

e. Penetapan strategi produk

Produk yang dibuat dianalisis sehingga dapat memberikan jawaban
alternatif produk yang dinilai menjadi produk unggulan dan sekaligus
mendapatkan informasi kelemahan produk tersebut. Dari alternatif
alternatif produk, kemudian kita pilih yang paling baik dan layak,
selanjutnya kita tetapkan sebagai bahan pengambilan keputusan
dalam proses produksi.

f. Evalusi pelaksanaan strategi

Tahap ini adalah tahap yang terakhir, yaitu evaluasi pelaksanaan
89

strategi, sejauh mana hasil strategi yang telah dijlankan dengan
tujuan agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana yang telah
dibuat.

2. Perencanaan Harga (Price Planning)

Perencanaan harga, yaitu perusahaan merencanakan penetapan
harga yang sekiranya harga yang ditentukan itu terjangkau oleh daya
beli konsumen. Jika perusahaan salah dalam menetapkan harga, maka
akan menjadi problema bagi perusahaan itu, sendiri. Oleh karena itu
perusahaan dalam menentukan kebijakan harga sebaiknya yang aman,
tidak terjadi perang harga dengan pesaing, maka perusahaan tinggal
meningkatkan kualitas produk, mendeferensi produk, memperbanyak
fitur produk, meningkatkan pelayanan, dan lain lain.

Harga suatu produk dipengaruhi oleh berbagai aspek, antara lain
aspek jenis jenis biaya, aspek tingkat produksi, serta aspek jenis jenis
servis dan layanan . Secara garis besar penentuan harga suatu produk
ini akan berbeda antara produk yang satu dengan produk yang lainnya.
Pada dasarnya penetapan kebijakan harga ditentukan oleh tiga hal
berikut ini.

a. Biaya yang di keluarkan untuk pembelian bahan baku dan bahan
penunjang

Di dalam pembuatan produk, misalnya formulasi, nomor registrasi, dan
kemasan apabila biaya pembelian bahan baku dan bahan penunjang
murah maka perusahaan akan memasang harga di pasaran rendah.

Banyak atau sedikitnya bahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor
misalnya kondisi ekonomi, keadaan polotik, keamanan suatu negara, dan
lain lain.

b. Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi produk

Apabila biaya operasional memproduksi produk tinggi, maka perusahaan
akan merencanakan harga di pasaran tinggi, sebaliknya apabila biaya
operasional proses produksi rendah maka perusahaan akan menentukan
kebijakan harga yang rendah.

90

c. Biaya yang dikeluarkan untuk Memasarkan, Mendistribusikan, dan
Menjual produk

Hal ini juga bahan pertimbangan untuk menrencanakan menentukan
kebijkan harga.

Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut di atas maka
perusahaan dapat merencanakan kebijakan harga sebagai berikut:

1). Skimming Price Planning
Perusahaan merencanakan harga yang setinggi mungkin. Perusahaan
merencanakan harga ini, karena mereka mempunyai beberapa alasan,
yakni:

a) Segmen pasar yang dituju adalah orang orang kaya.
b)Perusahaan sebagai market leader, artinya perusahaan itu mampu

menguasai pasar sasaran(target market).
c) Produk yang dihasilkan berkualitas tinggi.
d) Perusahaan belum memiliki pesaing.

2). Penetration price planning
Perusahaan merencanakan harga pada permulaan pemasaran dipasang
dengan harga yang rendah kemudian dinaikkan secara bertahap. Alasan
perusahaan merencanakan harga ini adalah sebagai berikut:

a) Ingin menerobos pasar, kerena produk itu merupakan produk baru
dengan harapan agar produk tersebut cepat dikenal oleh pasar.
b) Banyaknya daya saing.
c) Mencegah masuknya pesaing.
d) Mempertahankan loyalitas pelanggan.
e) Mendukung penjualan ulang.
f) Menghindari campur tangan pemerintah.
3). Equel to competitor price planning

Berarti perencanaan harga sama dengan harga pesaing, jadi penetapan
harga paling aman di pasaran, karena tidak terjadi perang harga di
pasaran. Dengan harga yang aman itu, sebaiknya perusahaan dapat
meningkatkan kualitas produk, dan dapat pula meningkatkan pelayanan
konsumen.

91

3. perencanaan promosi (promotion planning)
Perencanaan promosi adalah merencanakan media yang sekiranya dapat
mempengaruhi prilaku konsumen agar mereka tertarik terhadap produk
yang dipasarkan. Media yang digunakan dalam promosi dapat dilakukan
melalui media elektronik dan dapat pula dengan media cetak.
Hal hal yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan promosi, di
antaranya sebagai berikut:

a. Advertensi (periklanan)
Iklan perlu direncanakan agar dalam pemilihan iklan yang akan dipilih
sesuai dengan anggaran yang dimiliki dan jangkauan penyebaran
informasi.
Perusahaan besar biasanya memilih media iklan yang jangkauan
penyebaran informasinya luas. Dengan jangkauan yang luas sehingga
informasi produk yang di iklankan dapat diterima oleh masyarakat luas
dan informasi dapat diterima dalam waktu cepat. Biasanya perusahaan
besar media iklan yang dipilih seperti televise, majalah, koran, dan
internet.
Sementara itu, perusahaan yang berskala kecil iklan yang digunakan
biasanya melalui radio. Melalui media ini dapat memberikan informasi
sampai ke pelosok pelosok daerah pendesaan dan biaya yang dikeluarkan
relative rendah. Selain itu, biasnya perusahaan kecil mengiklankan
produknya dengan jalan penyebaran brosur, daftar harga, dan ada pula
melalui internet.

92

Hal yang perlu di pertimbangkan oleh perusahaan dalam memilih media
iklan, yaitu:

1) Biaya
Tarif iklan biasanya bervariasi, tergantung pada bonafiditas lembaga
iklan, jangkauan penyebaran informasi, dan personal yang
membawanya.

2) Produk
Memilih media sebaiknya dapat menguntungkan dan dapat pula
memperagakan produknya sebaik mungkin.

3) Pesan
Pesan yang di iklan kan sebaiknya mudah diterima dan dimengerti
serta di ingat oleh konsumen.

4) Sifat media yang dituju
Memilih media sebaiknya media yang paling efektif dan efesien
dalam bekerja.

b. Personal selling

Merencanakan personal yang akan direkrut sebaiknya mencari seseorang
yang mempunyai ilmu menjual dan mampu meyakinkan pembeli terhadap
produknya sehingga dalam penyajian barang secara lisan dan bertatap
muka kepada satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan agar barang
yang di tawarkan dapat terjual.

c. Sales promotion

Sales promotion, adalah suatu usaha yang dilakukan oleh perusahaan
untuk meningkatkan omzet penjualan yang dilakukan dalam jangka
pendek dan tidak berulang ulang dengan tujuan untuk mendorong lebih
kuat serta mempercepat respons pasar yang di targetkan.

Alat alat yang direncanakan perusahaan dalam melakukan sales
promotion ini adalah sampel; kupon/vocher; premi; paket harga; promosi
dagang; display; pameran dagang; undian, dan lain lain.

93

d. Publisitas
Publisitas merupakan bentuk hubungan kemasyarakatan (public
relation).Publitasi dimuat Dalam media yang dapat dibaca, dilihat, dan di
dengar oleh konsumen atau calon pembeli suatu produksi perusahaan
untuk mencapai tujuan penjualan.
Hal hal yang direncanakan perusahaan dalam melakukan publisitas,
adalah jumpa pers, publisitas produk; komunikasi perusahaan; pendekatan;
bimbingan dan lain lain.

4. Perencanaan Saluran Distribusi (Channel Of Distribution Planning)
Perencanaan saluran distribusi, yaitu kegiatan untuk merencanakan
saluran agar perantara yang dapat diperoleh dengan tepat dan dapat pula
memberi kontribusi yang besar bagi perusahaan.
Dalam merencanakan saluran distribusi ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan yaitu:
a. Pemilihan saluran distribusi
Saluran dipilih dimana saluran yang dapat memberi kontrobusi
keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan.
b. Omzet penjualan
Produsen cenderung memilih saluran distribusi yang dapat menawarkan
barangnya dalam omzet penjualannya yang besar untuk periode tertentu.
c. Manfaat saluran distribusi
Saluran distribusi akan dapat dimanfaatkan jika penyalur yang
digunakan dapat membawa barang produsen dalam persaingan dan

94


Click to View FlipBook Version