The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Adisti Amelia, S.E., 2021-07-16 21:21:31

EKONOMI SMK

Buku Ekonomi
Kelas X

Keywords: Ekonomi

Tes Formatif Bab V

1. Media online dimanapara penggunanya dapat dengan mudah

berkomunikasi, berbagi, dan menciptakan isi yang meliputi blog, jejaring,

forum, dan dunia virtual disebut

a. Media center
b. MMC
c. Media multimedia
d. Media sosial
e. Media massa
2. Sosial media marketing merupakan teknik marketing menggunakan
media soail sebagai sarana untuk mempromosikan suatu produk atau jasa
secara lebih spesifik. Pemanfaatan media sosial tersebut untuk ....
a. Sarana dan tempat aktualisasi diri
b. Sarana dan tempat untuk membangun target pasar dari bisnis online
c. Sarana dan tempat untuk mengembangkan diri
d. Sarana dan tempat untuk membeli berbagai kebutuhan rumah
e. Sarana dan tempat untuk berinteraksi dan berkomunikasi
3. Media sosial ini harus memiliki orang (admin) yang berkompeten untuk
membuat sebuah forum, juga pakar di bidangnya. Media sosial yang
dimaksud adalah ....
a. Website
b. Facebook
c. Twitter
d. Linked In
e. My space
4. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk membuat twitter adalah
membuat nama. Caranya adalah dengan menggunakan ....
a. Nama dan gelar
b. Nama panjang
c. Nick name
d. Nama yang paling dikenal
e. Nama pada masa kecil
5. Dalam pemasaran online kita tidak bisa lepas dari promosi. Ada banyak
media promosi yang dapat kita gunakan baik offline maupun online.

145

Secara finansial kita membutuhkan sosial media sebagai media promosi
karena ....
a. Sosial media menawarkan kemudahan untuk meluncurkan produk

baru atau memberitahukan upgrade produk yang dipasarkan
b. Memberitahukan pada publik bahwa kita memiliki bisnis yang sedang

dijalankan
c. Melalui media sosial kita dapat mengetahui kesan pelanggan atas

barang atau jasa yang kita tawarkan secara online
d. Sosial media menawarkan komunikasi lebih interaktif dengan

follower atau pengguna produk anda
e. Iklan konvensional lebih mahal daripada iklan di media sosial
6. Arti dari pemasaran online atau internet marketing yang paling tepat
adalah ....

a. Usaha yang dilakukan untuk pemasaran suatu produk atau jasa
memalui media internet

b. Usaha yang dilakukan untuk melakukan pemasaran produk dengan
periklanan memalui instagram

c. Usaha yang dilakukan untuk memasarkan produk dengan twitter
d. Usaha yang dilakukan untuk memperkenalkan produk dengan media

sosial FB saja
e. Usaha untuk memasarkan produk melalui toko

7. Berikut kelemahan dari pemasaran dengan media sosial adalah ....
a. Produsen dapat dengan cepat memberikan informasi mengenai
produknya
b. Sosmed bisa menjadi cara baru dalam memasarkan produk atau jasa
dari mulut ke mulut
c. Para konsumen bisa melarikan diri dari tanggung jawab karena
pemilik bisnis dan konsumen tidak bertemu langsung
d. Keberadaan sebuah produk /jasa di sosmed menjadi srana yang
mudah bagi konsumen untuk menyampaikan saran keluhan, sehingga
produsen dengan cepat merespon
e. Sosmed dapat dimanfaatkan untuk menjalin hubungan baik dengan
konsumen dan menjadikan konsumen tetap berhubungan dengan
produk/ jasa secara pribadi

146

8. Berikut ini bukan cara memasarkan melalui media sosial dan jejaring
sosial, ....
a. Memperbanyak teman
b. Membuat konten yang unik
c. Menentukan sasaran pasar
d. Memasang iklan
e. Membuat daftar pengunjung

9. Pinterest adalah sebuah media sosial virtual pinboard dimana kita dapat
mengunggah foto maupun gambar yang nantinya akan dimasukkan ke
dalam kategori tertentu. Berikut ini manfaat pinterest bagi toko online
adalah ....
a. Sarana untuk melariskan produk dan bisa menjaring pelanggan lebih
banyak
b. Sarana untuk melariskan produk dan bisa memasang iklan lebih
banyak
c. Sarana untuk melariskan produk dan bisa menambah banyak barang
yang bisa dijual
d. Sarana untuk melariskan produk dan bisa membuka banyak cabang
toko online
e. Dapat menjaring pelanggan lebih banyak

10. 1) Pesan yang disampaikan tidak hanya untuk satu orang, namun ke
berbagai banyak orang melalui SMS atau internet
2) Pesan yang disampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu gatekeeper
3) Pesan yang disampaiakan cenderung lebih cepat dibanding media lain
4) Pesan yang disampaikan bebas, melalui gatekeeper
5) Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi
Yang temasuk ciri-ciri media sosial adalah ....
a. 1,2,3,4
b. 1,2,4,5
c. 2,3,4,5
d. 1,3,4,5
e. 1,2,3,5

147

BAB 6

MENILAI PERKEMBANGAN USAHA

A. Pengertian pengembangan Usaha
Pengembangan suatu usaha adalah tanggung jawab dari

setiap pengusahaatau wirausaha yang membutuhkan pandangan
kedepan, motivasi dan kreativitas(Anoraga, 2007:66). Jika hal ini
dapat dilakukan oleh setiap wirausaha, maka besarlah harapan untuk
dapat menjadikan usaha yang semula kecil menjadi skalamenengah
bahkan menjadi sebuah usaha besar.Kegiatan bisnis dapat dimulai
dari merintis usaha (starting), membangunkerjasama ataupun dengan
membeli usaha orang lain atau yang lebih dikenal
dengan franchising.

Namun yang perlu diperhatikan adalh kemana arah bisnis
tersebut akan dibawa. Maka dari itu, dibutuhkan suatu
pengembangan dalammemperluaskan dan mempertahankan bisnis
tersebut agar dapat berjalan dengan baik. Untuk melaksanakan
pengembangan bisnis dibutuhkan dukungan dari berbagai aspek
seperti bidang produksi dan pengolahan, pemasaran, SDM,teknologi
dan lain-lain.
B. Siklus Kehidupan Usaha

Sebelum menilai perkembangan dari usahanya, ada baiknya seorang
pengusaha memahami adanya siklus kehidupan usaha. Sebuah usaha
tentunya akan dimulai dari lahir atau mulai berdiri yang kemudian
akan berkembang sedikit demi sedikit hingga tumbuh pada kondisi
tertentu.

C. Unsur dalam Pengembangan Usaha
Pengembangan usaha dibangun dalam dua aspek.

a. Unsur dari Pihak Dalam (Pihak Internal)

Ada beberapa unsur pengembangan usaha dari pihak dalam usaha
diri sendiri, di antaranya sebagai berikut.

1) Adanya niat dari wirausaha untuk mengembangkan usahanya
menjadi lebih besar.

2) Mengetahui teknik memproduksi barang seperti banyak barang yang
148

harus diproduksi, cara yang digunakan untuk mengembangkan
barang/produk, dan lain – lain.
3) Membuat anggaran yang bertujuan mengetahui seberapa besar
pemasukan dan pengeluaran produk.
b. Unsur dari Pihak Luar (Pihak Eksternal)

Unsur – unsur pengembangan usaha dari pihak luar antara lain sebagai
berikut.

1) Mengikuti perkembangan informasi dari luar.
2) Mendapatkan dana yang tidak hanya mengandalkan dari dalam,

seperti meminjam dari luar.
3) Mengetahui kondisi lingkungan sekitar yang baik dan kondusif

untuk usaha.

4) Harga dan kualitas ialah unsur strategi paling umum ditemui.
Strategi ini bisa digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa
berkualitas prima dan harga yang sesuai atau menghasilkan barang
berbiaya rendah dan menjualnya dengan harga murah pula.

5) Cakupan jajaran produk. Suatu jajaran produk atau jasa yang
bervariasi memungkinkan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan
mereka dalam satu tempat saja. Hal ini juga bisa mendorog
perekonomian yang akhirnya akan memberi keuntungan kepada
konsumen.

D. Tahapan dalam Pengembangan Usaha
Pengembangan usaha memiliki beberapa level atau tingkat yang
berbeda. Level atau tigkatan tersebut menjadi produk, komersial, dan
korporasi. Berikut ini akan dijelaskan tentang tingkatan – tingkatan
yang ada pada pengembangan usaha.
1. Tingkat Produk
Pada level produk pengembangan usaha berarti mengembangkan
produk atau teknologi baru. Meskipun tngkat pengembangan dapat
berbeda dari perusahaan ke perusahaan. Tingkat perkembangan
usaha dibagi menjadi satu kategori, yaitu perkembangan
inkremental. Perkembangan inkremental. Perkembangan
inkremental adalah perkembangan yang meningkatkan fungsi
platform atau teknologi.

149

2. Tingkat Komersial
Coba bentuk pengembangan usaha di tingkat komersial adalah
berburu pelanggan baru di segmen pasar yang baru. Dengan
demikian, pekerjaan ini memerlukan individu yang kuat dan
mampu menangani banyak masalah.
Tingkat berikutnya dari pengembangan usaha komersial adalah
organisasi penjualan. Saluran atau organisasi penjualan dapat
terdiri dari mitra, agen seperti, distributor, pemegang lisensi,

franchise, atau cabang Anda sendiri nasional atau internasional.
Tingkat pengembangan tingkat usaha komersial adalah rantai nilai.
Pada pengembangan rantai nilai tingkat usaha komersial adalah
rantai nilai. Pada penembangan rantai nilai tingkat usaha yang
dilakukan adalah mengembangkan penawaran produk secara
keseluruhan.
3. Tingkat Koporasi
Bila organisasi harus memutuskan apakah akan membuat atau
membeli kompetensi organisasi tertentu pada bidang
pengembangan bisnis perusahaan. Fokusnya adalah ukan pada
produk maupun komersial tingkat, melainkan pada korporasi
tingkatan usaha

Pada dasarnya, tingkat pengembangan usaha ini adalah tentang
merger dan akuisisi (M & A), usaha patungan (JV), saham
langsung investasi (DEI), dan aliansi strategis. Tingkat korporasi
berkaitan dengan analisis bisnis portofolio, keuangan perusahaan,
hukum kontrak, hukum pajak, hukum sosial, anti kepercayaan
hukum, manajemen perubahan, dan manajemen budaya.

E. Hal – Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pengembangan
Usaha
Saat bisnis telah berkembang, pelaku bisnis layak untuk memikirkan

ekspansi. Selain memperluas jaringan, ekspansi bisnis juga

diperlukan untuk efisiensi serta menambah laba usaha. Terkadang,

ekspansi bisnis dapat mengantarkan pelaku bisnis pada kegagalan

(bangkrut). Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, berikut adalah

beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk

ekspansi bisnis.

150

1. Buat Perencanaan

Membuat perencanaan apapun dalam dunia bisnis merupakan hal yang
sebaiknya dilakukan oleh wirausahawan, termasuk ketika ingin
melakukan ekspansi. Namun, kenyataannya banyak pelaku bisnis
yang tidak melakukannya. Hanya dengan modal spekuasi, mereka
berani mengambil keputusan untuk berekpansi dan itu adalah
kesalahan besar.

Sebagai panduan membuat perencanaan, buatlah jawaban atas
pertanyaan – pertanyaan berikut.

a. Apa permintaan riil bagi produk (barang atau jasa) Anda saat ini?
b. Apa permintaan proyeksi bagi produk (barang atau jasa) tersebut
dalam jangka waktu 2 hingga 5 tahun ke depan?
c. Seerapa besar pertumbuhan yang Anda butuhkan untuk memenuhi
permintaan terseut?
d. Bagaimana aktivitas kompetitor bisa merubah bisnis Anda dalam
2 sampai 5 tahun ke depan?
e. Apa rencana cadangan Anda dalam menanggapi permintaan yang
tidak seperti biasanya?
f. Berapa banyak penambahan pegawai yang Anda butuhkan dan
kapan waktu yang tepat untuk memperkejakan mereka?
g. Apa cara terbaik untuk ekspansi yang tidak menggangu cash flow?
h. Dimana batas kapasitas ekspansi yang dapat menekan biaya?
2. Jangan Berlebihan

Ekspansi memang akan mengantarkan suatu usaha memasuki level
yang lebih tinggi. Namun, sebaiknya jangan berlebihan dalm
membuat perencanaan. Gunakan logika dalam merancang
perencanaan ekspansi dibanding ambisi. Dengan adanya
perencanaan yang matang, tujuan pengembangan usaha akan
mudah dilakukan. Perencanaan ekspansi diuat dengan proyeksi
bisnis untuk lima tahun ke depan. Pikirkan pula segala macam
risiko yang kemungkinan terjadi ketika proses ekspansi itu
berlangsung.

151

3. Saran dari Profesional
Walau ekspansi atau perluasan usaha berjalan secara natural dan
dianggap sudah sesuai dengan perencanaan yang telah disusun
secara sistematis, namun saran dari ahli tetap penting.

4. Rancang Jadwal Manajemen Proyek Ekpansi

Ketika merancang jadwal manajemen untuk kegiatan ekspansi,
Anda harus memperhatikan hal – hal berikut.

a. Identifikasika proyek
b. Cantumkan tanggal atau membut timeline.
c. Jabarkan tanggung jawab
d. Rancang jadwal tinjauan reguler.
e. Rinci prosedur pengaturan proyek.
f. Rancang financial dan waktu tidak terduga.
5. Informasikan Konsumen

Ekspansi usaha tentu akan menyita waktu dan perhatian sehingga
dapat memengaruhi operasional usaha. Karena itu, konsumen harus
mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh wiraushawan ketika
melakukan ekspansi. Paparkan rencana eksapansi dan waktu
pencapaiannya. Bila memungkinkan sampaikan juga gangguan –
gangguan yang bisa saja terjadi yang memengaruhi pelayanan
konsumen ketika proses ekspansi itu sedang berlangsung.

Jangan lupa untuk memberi tahu konsumen manfaat yang dapat
mereka peroleh dengan keputusan ekspansi. Selain itu, jelaskan
juga bagaimana ekspansi itu bisa memengaruhi mereka. Yakinlah
selalu bahwa apa yang sedang Anda lakukan semata – mata demi
keputusan konsumen.

6. Umumkan Ekspansi yang Telah Dilakukan

Ketika ekspansi telah berhasil dicapai, umumkan kepada
konsumen dan media massa. Beri tahu mereka prestasi bisnis serta
peningktan yang telah diraih serta informasikan juga keunggulan
ekspansi dan apa efeknya bagi konsumen.

152

F. Permasalahan dan Solusi dalam Pengembangan Usaha

Berikut permasalahan yang sering dijumpai dalam pengembangan
usaha beserta solusinya.

1. Permasalahan dalam pengembangan usaha
Berikut permasalahan – permasalahan yang sering dijumpai dalam
mengembangkan usaha.

a. Faktor Kurangnya Permodalan
Permodalan merupakan faktor utama yang diperlukan untuk
mengembangkan suatu unit usaha. Kuranya permodalan UKM
(Usaha Kecil dan Menengah) karena pada umumnya usaha kecil
dan menengah merupakan usaha perorangan atau perusahaan yang
sifatnya tertutup, yang mengandalkan modal dari si pemilik yang
jumlahnya sangat terbatas. Adapun modal pinjaman dari bank atau
lembaga keuangan lainnya sulit diperoleh karena persayaratan
secara administratif dan teknis yang diminta oleh bank tidak dapat
dipenuhi.

b. Kesulitan dalam Pemasaran Produk

Kesulitan memasarkan produk dapat berakibat berlebihnya
penyimpanan produk di gudang atau over produk. Jadi, tidak ada
pemasukan bagi si pengusaha.

c. Persaingan Usaha yang Makin Ketat

Persaingan usaha yang semakin ketat mendesak para pengusaha
bersaing dengan pengusaha lainnya. Jika hal ini tidak diantisipasi
maka pengusaha yang kalah bersaing akan megalami gagal produk.

d. Kesulitan Bahan Baku
Kesulitan bahan baku merupakan faktor yang sangat penting dalam
proses pengembangan usaha. Jika tidak ada bahan baku, dapat
dipastikan perusahaan tidak bisa melakukan kegiatan usahanya.

2. Solusi dalam Pengembangan Usaha

Ada beberapa solusi yang bisa ditawarkan di dalam mengembangkan
usaha, di antaranya sebagai berikut.

a. Modal dapat diperoleh bukan hanya dari dalam, tetapi bisa juga
153

dari luar, seperti pinjaman bank, hibah, dan sebagainya.
b. Membuat saluran pemasaran yang luas seperti memasarkan barang

tidak hanya di dalam negeri saja, tetapi juga bisa diekspor ke luar
negeri. Dengan demikian, produk Anda akan lebih mudah dikenal
oleh masyarakat.
c. Menerapkan strategi usaha seperti yang telah dibahas sebelumnya
seperti menerapkan strategi penjualan. Contohnya membuat
diversifikasi produk dan penemuan produk baru.
d. Membuat lokasi usaha dengan mempertibangkan mudahnya
memperoleh suatu bahan baku untuk mengembangkan usaha.
Dengan kata lain, memilih lokasi yang strategis dalam usaha.
e. Merekrut tenaga ahli dengan cara melakukan seleksi yang ketat
kepada calon pelamar di perusahaan Anda. Dengan demikian,
Anda bisa mendapatkan tenaga yang benar – benar ahli di
bidangnya.
G. Menganalisis Perkembangan Usaha
Keberhasilan usaha dapat disamakan dengan perkembangan
perusahaan. Istiah diartikan sebagai suatu proses peningkatan
kuantitas dari dimensi perusahaan. Perkembangan usaha adalah
pross dalam pertambahan jumlah karyawan, peningkatan modal, dan
lain – lain. Berikut ciri – ciri perusahaan yang berkembang dan
indikator dari pengembangan suatu usaha.

1. Ciri – Ciri Perusahaan yang Berkembang
Perusahaan yang berkembang dapat dilihat dari beberapa faktor.
Namun, ada tiga ciri – ciri utama yang dapat diperlihatkan dari
perusahaan yang berkembang, yaitu sebagai berikut.

a. Kinerja Keuangan

Pada dasarnya, kinerja keuangan perusahaan diperlukan sebagai
alat ukur untuk mengukur financial health (Kesehatan Perusahaan).
Kinerja keuangan perusahaan digunakan sebagai media
pengukuran subjektif yang menggambarkan efektivitas
penggunaan aset olah sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnis
utamanya dan meningkatkan pendapatan.

154

Laporan keuangan merupakan gambaran dari suatu perusahaan
pada waktu tertentu (biasanya ditunjukkan dalam periode atau
siklus akuntansi), yang menunjukkan kondisi keuangan yang telah
dicapai suatu perusahaan dalam periode tertentu.

Dengan kata lain, laporan keuangan merupakan ringkasan dari
suatu proses pencatatan, yaitu merupakan suatu ringkasan dari
transasi – transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang
bersangkutan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi
neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang
dapat disajikan dalam berbagai cara, misalnya sebagai laporan arus
kas atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain, serta materi
penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk
memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan
hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan. Dengan melihat
laporan keuangan suatu perusahaan akan tergambar aktivitas
perusahaan. Oleh karena itu, laporan keuangan perusahaan,
merupakan hasil dari suatu proses akuntansi yang dapat digunakan
sebagai alat untuk komunikasi dan digunakan sebagai alat
pengukur kinerja perusahaan.

Penilaian kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan salah satu
cara yang dapat dilakukan oleh manajemen agar dapat memenuhi
kewajibannya terhadap para penyandang dana dan untuk mencapi
tujuan yang telah ditetapkan perusahaan. Penilaian kinerja
perusahaan yang ditimbulkan sebagai akibat dari proses
pengambilan keputusan manajemen merupakan persoalan yang
komples karena menyangkut efektivitas pemanfaatan modal dan
efisien dari kegiatan perusahaan yang menyangkut nilai serta
keamanan dari berbagai tuntutan yang timbul terhadap perusahaan.

Jadi, dalam menilai kinerja keuangan perusahaan, dapat digunakan
suatu ukuran atau tolak ukur tertentu. Biasanya, ukuran yang
digunakan adalah rasio atau indeks yang menghubungkan dua data
keuangan.

155

Adapun jenis perbandingan dalam analisis rasio keuangan meliputi
dua bentuk, yaitu membandingkan rasio masa lalu, saat ini maupun
masa yang akan datang untuk perusahaan yang sama. bentuk yang
lainnya, yaitu dengan perbandingan rasio antara satu perusahaan
dengan perusahaan lain yang sejenis.

b. Perluasan Pasar

Penetrasi pasar adalah nama yang diberikan kepada suatu strategi
pertumbuhan dimana perusahaan berfokus pada penjualan produk
– produk yang ada di pasar – pasar yang telah ada sebelumnya.

1)Mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar produk ini.
Hal ini dapat dicapai oleh kombinasi dari strategi harga yang
kompetitif, iklan, promosi penjualan, dan mungkin lebih banyak
sumber daya pribadi yang dimanfaatkan untuk menjual.

2) Aman dari dominasi pertumbuhan pasar.
3)Restrukrusasi pasar yang matang oleh manuver dari kompetior,

ini memerlukan kapanye promosi, didukung oleh sebuah strategi

harga yang dirancang untuk membut pasar kurang enari bagi
kompetitor.
4)Meningkatkan penggunaan oleh pelanggan yang ada. Contohnya,
memperkenalkan program loyalitas konsumen implementasi
penetrasi pasar sebagai strategi pemasaran dikondisikan sebagai
“bisnis seperti biasa”. Penetrasi pasar haruslah dieksekusi pada
bisnis yang berfokus hanya pada pasar dan produk. Hal yang
diperlukan adalah kepintaran pemasaran untuk mendapatkan
informasi tentang kompetitor dan kebutuhan pelanggan. Oleh
karena itu, strategi ini akan memerlukan banyak investasi baru
dalam penerapannya, sebab harus didahului oleh riset pasar.

Kegiatan perluasan pasar dapat dilakuka melalui dua cara, yaitu
sebagai berikut.

1) Pengembangan Pasar (Market Development)

Pengembangan pasar adalah nama yang diberikan kepada
suatu strategi pertumuhan unit bisnis yan berusaha untuk
menjual produk – produk yang telah ada di pasar – pasar

156

yang baru. Terdapat banyak cara untuk mengaplikasikan
strategi ini, antara lain sebagai berikut.

a) Geografis pasar baru, misalnya produk ekspor ke negara
yang baru
b) Dimensi atau kemasan produk yang baru
c) Saluran distribusi yang baru
d) Menerapkan kebijakan harga yang berbeda untuk
menarik pelanggan baru atau membuat segmen pasar yang
baru

2) Pengembangan Produk (Product Depelopment)

Pengembangan produk adalah nama yang diberikan kepada
suatu strategi pertumbuhan sebuah unit bisnis untuk
memperkenalkan produk baru ke pasar – pasar yang telah ada.
Hal ini mungkin memerlukan strategi pengembangan
kompetensi baru dan memerlukan program pemasaran yang baru
pula untuk mengembangkan produk yang dapat diubah /
dikembangkan kepasar yang telah ada.

3) Pengembangan Usaha

Pengembangan usaha adalah tugas dan proses persiapan analisis
tentang peluang pertumbuhan potensial, dukungan, dan
pemantauan pelaksanaan peluang pertumbuhan usaha, tetapi tidak
termasuk keputusan tentang strategi dan implementasi dari peluang
pertumbuhan usaha.

Pengembangan usaha dapat dilakukan melalui cara – cara sebagai
berikut.

a) Go Public

Perusahaan memiliki berbagai alternatif sumber pendanaan, baik
yang berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan. Alternatif
pendanaan dari dalam perusahaan, umumnya menggunakan laba
perusahaan. Adapun alternatif pendanaan dari luar perusahaan
dapat berasal dari keditur berupa utang, maupun pendanaan yang
bersifat penyertaan dalam bentuk saham (equity).

157

Umumnya, pendanaan melalui mekanisme penyertaan dilakukan
dengan menjual saham perusahaan kepada masyarakat atau sering
dikenal dengan go public. Perusahaan perlu melakukan persiapan
internal dan penyiapan dokumentasi sesuai dengan persyaratan untuk
go public atau penawaran umum, serta memenuhi semua persyaratan
yang ditetapkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (BAPEPAM – LK).

Penawaran umum (go public) merupakan kegiatan penawaran saham
atau efek lainnya yang dilakukan oleh emiten (perusahaan yang akan
go public) untuk menjual saham kepada masyarakat berdasarkan tata
cara yang diatur oleh Undang – Undang Pasar Modal dan Peraturan
Pelaksanaannya.
Penawaran umum mencakup kegiatan – kegiatan berikut.

a) Periode pasar perdana, yaitu etika efek ditawarkan kepada
pemodal oleh penjamin emisi melalui para agen penjual yang
ditunjuk.

b) Penjatahan saham, yaitu pengalokasian efek pesanan para
pemodal sesuai dengan jumlah efek yang tersedia.

c) Pencacatan efek di bursa, yaitu saat efek tersebut mulai
diperdagangkan di bursa.

Adapun proses penawaran umum saham dapat dikelompokkan
menjadi empat tahapan, yaitu sebagai berikut.

a) Tahapan persiapan

Tahapan ini merupakan tahapan awal dalam rangka memperiapkan
segala sesuatu yang berkiatan dengan proses Penawaran Umum.
Pada tahap paling awal perusahaan yang akan menerbitkan saham
terlebih dahulu melakukan Rapat Umum Pemegang Usaha (RUPS)
untuk meminta persetujuan para pemegang saham dalam rangka
Penawaran Umum Saham. Setelah mendapat persetujuan,
selanjutnya emiten melakukan penunjukkan menjamin pelaksana
emisi serta lembaga dan profesi penunjang pasar, yaitu sebagai
berikut.

158

1) Penjamin pelaksana emisi (lead underwriter), yaitu pihak yang
paling banyak keterlibatannya dalam membantu emiten dalam
rangka penerbitan saham. Kegiatan yang dilakukan penjamin
pelaksana emisi, antara lain : menyiapkan berbagai dokumen ,
membantu menyiapkan prokpektus, dan memberikan jaminan
atas penerbitan.

2) Akuntan publik (auditor independent) yang bertugas
melakukan audit atau pemeriksaan atas laporan keuangan
calon emiten.

3) Penilai untuk melakukan penilaian terhadap aktiva tetap
perusahaan dan menentukan nilai wajar dari aktiva tetap
tersebut.

4) Konsultan hukum untuk memberikan pendapat dari segi
hukum (Legal opinion).

5) Notaris untuk membuat akta – akta perubahan anggaran dasar,
akta perjanjian perjanjian dalam rangka penawaran umum dan
notulen – notulen rapat.

b) Tahap pengajuan pernyataan pendaftaran
Pada tahap ini, dilengkapi dengan dokumen – dokumen pendukung
calon emiten menyampaikan pendaftaran kepada BAPEPAM – LK
hingga BAPEPAM – LK meyatakan pernyataan pendaftaran
menjadi efektif.

c) Tahap penawaran saham

Tahapan ini merupakan tahapan umum karena pada waktu inilah

emiten menawarkan saham kepada masyarakat investor. Investor

dapat membeli saham tersebut melalui agen – agen penjual yang

ditunjuk. Masa penawaran paling cepat satu hari kerja, dan paling

lama lima hari kerja. Perlu diingat bahwa tidak seluruh keinginan

investor terpenuhi dalam tahapan ini. Misal, saham yang dilepas ke

pasar perdana sebanyak 100 juta, saham sementara yang ingin dibeli

seluruh investor berjumlah 150 juta saham. Jika investor tidak

mendapatkan saham pada pasar perdana, investor terebut dapat

membeli di pasar sekunder, yaitu setelah saham dicatatkan di bursa

efek.

159

d) Tahap pencatatan di bursa efek
Setelah selesai penjualan saham di pasar perdana, selanjutnya saham
tersebut di catatkan di bursa efek Indonesia.

2) Kartel
Kartel adalah kelompok produsen independen yang

bertujuan menetapkan harga, membatasi suplai, dan kompetisi.
Berdasarkan hukum antimonopoli, kartel dilarang di hampir semua
negara. Namun, kartel tetap ada baiknya dalam lingkup nasional
maupun internasional serta formal maupun informal. Berdasarkan
definisi ini, satu entitas bisnis tunggal yang memegang monopoli
tidak dapat dianggap sebagai suatu kartel, walaupun dapat dianggap
bersalah jika menyalahgunakan monopoli yang dimilikinya. Kartel
biasanya timbul dalam kondisi oligopoli, yaitu terdapat sejumlah
kecil penjual dengan jenis produk yang homogen.

3) Trust
Trust adalah peleburan beberapa badann usaha menjadi sebuah
perusahaan baru sehinga diperoleh kekuasaan yang besar dan
monopoli. Contohnya, bank Mandiri merupakan gabungan dari
Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Pembangunan
Indonesia, Bank Ekspor Impor Indonesia.

4) Holding Company
Holding Company adalah suatu PT besar yang menguasai sebagian
besar sero atau saham perusahaan lainnya. Meskipun secara yuridis
badan usaha yang dikuasai tetap berdiri sendiri namun diatur dan
dijalankan sesuai dengan kebijakan PT yang menguasai.

5) Joint Venture
Joint Venture adalah penggabungan beberapa badan usaha untuk
mendirikan satu bentuk usaha bersama dengan modal bersama pula
serta bertujuan untuk menggali kekayaan alam dan mendidik
tenaga ahli untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

160

6) Merger

Merger adalah proses difusi atau penggabungan dua perseroan
dengan salah satu diantaranya berdiri dengan nama perseroannya

sementara yang lain lenyap dengan segala nama dan kekayaannya
dimasukkan dalam perseroan yang tetap berdiri.

7) Akuisisi

Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain
atau oleh kelompok investor. Akuisisi sering digunakan untuk
menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk
akan diserap oleh pasar.

H. Indikator Perkembangan Usaha
Usaha yang berkembang dapat dilihat dari beberapa indikator, antara
lain sebagai berikut.
1.Jumlah Pelanggan dari Waktu ke Waktu Mengalami Peningkatan
Hal ini menandakan bahwa peminat atau konsumen/pelanggan
yang menyukai produk/jasa yang diproduksi oleh perusahaan.
2. Jenis dan Jumlah Barang/Jasa yang Dijual Makin Bertambah
Hal ini menandakan keuntungan dari penjualan perusahaan selama
ini mencapai target yang diinginkan atau ditentukan sebelumnya.
3. Jangkauan Penjualan Makin Luas
Pelanggan atau konsumen produk/jasa yang datang dari luar rayon
wilayah perusahaan menandakan makin luasnya jangkaun
penjualan produk/jasa. Makin banyaknya pelnggan produk
perusahaan menandakan perusahaan makin dikenal dan tentunya
perkembangan perusahaan makin baik.
4. Modal yang Dimiliki Makin Banyak
Seiring berkembangnya usaha maka modal usaha juga akan
semakin bertambah banyak. Perusahaan bisa membua cabang –
cabang baru tanpa perlu melakukan pinjaman modal.
5. Aset Usaha Barang Berharga pun Bertambah
Perkembangan usaha bisa juga dilihat dari bertambahnya barang –
barang aktiva dan barang berharga lainnya, yang dapat digunakan
untuk kelangsungan usaha dalam jangka panjang.

161

Rangkuman:

1. Siklus kehidupan usaha terdiri dari tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasan dan
pertumbuhan.

2. Kemajuan atau lambatnya perkembangan suatu perusahaan dipengaruhi oleh
beberapa elemen atau factor tertentu, yang dapat digolongkan menjadi factor
pendorong dan factor penghambat.

3. Pengembangan suatu usaha adalah tanggung jawab dari setiap pengusahaatau
wirausaha yang membutuhkan pandangan kedepan, motivasi dan kreativitas. Jika
hal ini dapat dilakukan oleh setiap wirausaha, maka besarlah harapan untuk dapat
menjadikan usaha yang semula kecil menjadi skalamenengah bahkan menjadi
sebuah usaha besar.

4. Pada dasarnya, tingkat pengembangan usaha adalah tentang merger dan akuisisi (M
& A), usaha patungan (JV), saham langsung investasi (DEI), dan aliansi strategis.
Tingkat korporasi berkaitan dengan analisis bisnis portofolio, keuangan perusahaan,
hukum kontrak, hukum pajak, hukum sosial, anti kepercayaan hukum, manajemen
perubahan, dan manajemen budaya.

5. Usaha yang berkembang dapat dilihat dari beberapa indicator, antara lain sebagai
berikut:
a. Jumlah pelanggan dari waktu ke waktu mengalami peningkatan
b. Jenis dan jumlah barang/jasa yang dijual semakin bertambah
c. Jangkauan penjualan semakin luas
d. Modal yang dimiliki semakin banyak
e. Asset usaha barang berhargapun bertambah

Glosarium

Joint Venture : penggabungan beberapa badan usaha untuk mendirikan satu
bentuk usaha bersama dengan modal bersama pula serta
bertujuan untuk menggali kekayaan alam dan mendidik tenaga
ahli untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Merger : penggabungan dua perseroan dengan salah satu diantaranya
berdiri dengan nama perseroannya sementara yang lain lenyap
dengan segala nama dan kekayaannya dimasukkan dalam
perseroan yang tetap berdiri.

Akuisisi : pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh
kelompok investor. Akuisisi sering digunakan untuk menjaga
ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk

Tes Formatif Bab VI

1. Strategi yang digunakan perusahaan pada tahap penurunan adalah…
a. Promosi secara gencar
b. Melakukan rabat
c. Diversifikasi produk
d. Mencari segmen pasar baru
e. Menggarap relung pasar

2. Ciri utama perusahaan dalam tahap perkenalan, yaitu…
a. Pertumbuhan penjualan sangat rendah
b. Pertumbuhan penjualan sangat tinggi
c. Belum memerlukan dana eksternal untuk biaya ekspansi
d. Perusahaan belum mengalami kerugian
e. Perusahaan tidak mengambil risiko tinggi

3. Pada tahap pertumbuhan perusahaan telah membuktikan…
a. Produknya berkualitas
b. Penantang pasar
c. Mampu merebut segmen pasar
d. Produk yang ditawarkan diterima pasar
e. Memiliki keuntungan yang tinggi

4. Bila perusahaan menunjukkan perkembangan kearah yang bagus, maka
karyawan akan memiliki motivasi untuk…
a. Berkarir
b. Naik gaji
c. Mendirikan usaha
d. Mencari perusahaan lain
e. Berhenti

5. Berikut yang bukan ciri-ciri pemimpin yang efektif adalah…
a. Strategis
b. Eksekutor
c. Manajer talenta
d. Pengembang sumber daya manusia
e. Dictator

163

6. Pada prinsipnya kesalahan yang dilakukan bawahan mencerminkan adanya
kegagalan…
a. Pemimpin
b. Staf bawahan
c. Sistem manajemen
d. Perusahaan
e. Peralatan

7. Seorang staf/bawahan yang baik harus menunjukkan…
a. Kepatuhan terhadap pimpinan
b. Kewibawaan
c. Kinerja yang baik
d. Pelayanan kepada pimpinan
e. Kerapian dalam berpakaian

8. Kemampuan seseorang ditunjukkan oleh…
a. Tingkat keahlian
b. Tingkat pendidikan
c. Tingkat keterampilan
d. Kerapian dalam persiapan
e. Jawaban a, b, c benar

9. Kinerja keuangan perusahaan pada dasarnya diperlukan sebagai alat ukur
untuk mengukur…
a. Kesehatan perusahaan
b. Keberhasilan laporan keuangan
c. Penjualan yang baik
d. Tingkat produksi yang tinggi
e. Efisiensi produksi

10. Pengembangan usaha dapat dilakukan melalui…
a. Penjualan asset perusahaan
b. Menawarkan kepada perusahaan yang lebih besar
c. Go public
d. Meningkatkan kualitas produksi
e. Efisiensi tenaga kerja

164

Kunci Jawaban

Bab I Bab II Bab III Bab IV Bab V Bab VI

1 B1 E 1E 1A 1D 1C
2 C2 A 2C 2A 2B 2B
3 D3 D 3A 3C 3A 3D
4 B4 D 4E 4C 4D 4A
5 C5 A 5C 5A 5A 5E
6 B6 A 6D 6C 6A 6C
7 B7 A 7B 7A 7C 7C
8 B8 B 8E 8B 8C 8E
9 C9 D 9A 9C 9E 9A
10 D 10 C 10 E 10 A 10 E 10 D

165

DAFTAR PUSTAKA

Kotler Philip, 2002, Manajemen Pemasaran (Terjemahan) Jilid 2,
Jakarta: Presbelindo.

Assauri, Sofyan. Prof. Dr. “Manajemen Pemasaran”.1997. Jakarta,
Rajawali Pers.

Attwood, M., & Dimmock, S. 1999. Manajemen Personalia (Kusnedi,
Penerjemah). Bandung: Penerbit ITB

Sumarwan Ujang Dkk, 2009, Pemasaran Strategik, Edisi
Pertama, Jakarta: Inti Prima Promosindo.

Wijayanti Titik Fi, Ir,. M.M, 2012, Marketing Plan Perlukah, Jakarta: Pt
Gramedia.

Sutrisno., Ruswandi Kusmawan, 2010, Modul Melaksanakan Negoisasi,
Edisi Pertama, Cetakan Ketiga, Bogor: Yudhistira

Bisnis Online untuk SMK/MAK Kelas XI, Fatkhul A dan Umar S.
Erlangga. 2018

Bisnis Online untuk SMK/MAK XI. Windu Mahmud. Jakarta: 2019.
Grasindo.

Bisnis Online SMK untuk kelas XI. Asep Giman Hidayat dkk.
Jakarta: 2019. Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan RI.

https://inet.detik.com/cyberlife/d-4907674/riset-ada-1752-juta-
pengguna-internet-di-indonesia

https://www.cermati.com/artikel/10-media-online-untuk-melakukan-
promosi-bisnis

https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/widyacipta/article/view/4
387/2658

https://www.kepomedia.com/2019/09/cara-membuat-akun-
instagram.html

166

http://peb-2013.blogspot.com/2017/10/penerapan-prinsip-ekonomi-
dalam.html

https://peb-2013.blogspot.com/2015/03/diagram-interaksi-antar-
pelaku-ekonomi.html

https://ilmuagungblog.wordpress.com/2017/08/22/perekonomian-2-
3-dan-4-sektor/

https://www.seokilat.com/2020/05/perilaku-konsumen-menurut-
para-ahli.html

(https://triwulandari03.blogspot.com/2019/12/produk-kreatif-dan-
kewirausahaan-2_15.html)

https://inet.detik.com/cyberlife/d-4907674/riset-ada-1752-juta-
pengguna-internet-di-indonesia

https://www.cermati.com/artikel/10-media-online-untuk-melakukan-
promosi-bisnis

https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/widyacipta/article/view/4
387/2658

https://www.kepomedia.com/2019/09/cara-membuat-akun-
instagram.html

(https://smkindonesia1.blogspot.com/2019/11/materi-produk-
kreatif-dan-kewirausahaan.html#gsc.tab=0

167


Click to View FlipBook Version