A. DESKRIPSI PEMBELAJARAN UNTUK MENGEMBANGKAN
METAKOGNISI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM
1.Materi spektrometri
Uraian konsep,
No bisa diganti Indikator Deskripsi pembelajaran No
IPK untuk metakognisi Soal
SMA
1 Pertemuan I, kontrak perkuliahan
Dosen dan mahasiswa membicarakan tata
2 tertib perkuliahan, penilaian, jadwal,
pembagian kelompok, materi perkuliahan, dan
skenario pembelajaran
Pertemuan II, demonstrasi menggunakan
instrumen
Mahasiswa dalam kelompok (3-5) orang
dilatih menggunakan alat/instrumen seperti
spectronic 20, UV-Vis, pH meter.
Pertemuan III,
- Mahasiswa melakukan praktikum penentuan
kadar besi dalam sampel air menggunakan
spektrofotometer UV-Vis sesuai petunjuk
praktikum yang telah disiapkan.
- Dosen dan asisten membimbing mahasiswa
melakukan praktikum mulai pembuatan
pereaksi, pembuatan larutan standar, preparasi
sampel, pembuatan kurva kalibrasi, dan
perhitungan kadar besi
- Mahasiswa dalam kelompok melaporkan data
pengamatan, 1 minggu kemudian
mengumpulkan laporan
Tahap 1: mengorientasi mahasiswa pada
masalah dan pretes (mulai pertemuan I –IV)
- Mahasiswa dalam kelompok diminta untuk
menyelesaikan masalah dalam suatu kegiatan
proyek praktikum laboratorium yang dapat
diselesaikan menggunakan instrumen yang ada
di laboratorium. Prosedur dapat dirujuk baik
dari text book, laporan penelitian, maupun
akses internet. Dosen melakukan observasi
dengan menyiapkan catatan lapangan.
- Dosen menginformasikan rambu-rambu yang
harus ditulis mahasiswa dalam proposal
proyek praktikum, laporan hasil proyek
praktikum, serta presentasi secara kelompok
- Dosen memberikan pretes secara tertulis, dan
kuesioner untuk menjaring metakognisi
mahasiswa
3 Tahap 2: Mengorganisasi mahasiswa untuk
belajar (pertemuan V-VII)
Mahasiswa mengkaji masalah yang diberikan,
mengidentifikasi materi/ konsep yang
mendukung, selanjutnya membuat proposal.
Dosen bertindak sebagai fasilitator, serta
mempersiapkan wawancara tidak terstruktur
untuk mengetahui komponen metakognisi yang
muncul, dan menyiapkan lembar observasi
4 Menyatakan Tahap 2, saat mempersiapkan proposal proyek kuesion
tujuan praktikum untuk menyelesaikan masalah yang er
diberikan, mahasiswa dalam kelompok antara
lain harus menyatakan tujuan Format
rancangan praktikum berisi latar belakang
masalah, rumusan masalah, tujuan, kajian
pustaka, metode penelitian (populasi dan
sampel, variabel, alat dan bahan, prosedur
kerja), dan daftar rujukan
5 Spektroskopi Mengidentifika Tahap 2, Penulisan proposal proyek praktikum 1c,2 c
adalah ilmu si informasi untuk memecahkan masalah antara lain berisi
yang kajian pustaka. Dosen sebagai fasilitator
mempelajari mengarahkan melalui pertanyaan-pertanyaan
segala sesuatu sehingga mahasiswa mampu mengidentifikasi
tentang interaksi persamaan dan perbedaan konsep-konsep dasar
antara materi spektrometri atom dan spektrometri molekul.
dengan radiasi Mahasiswa juga telah memperoleh informasi
elektromagnetik. pada saat demonstrasi penggunaan alat.
Metode Mahasiswa dalam kelompok lain akan
pengukuran memperoleh informasi tersebut pada saat
yang didasarkan presentasi hasil, serta laporan hasil proyek
pada
pengetahuan
tentang
spektroskopi
disebut
spektrometri.
Berdasarkan
perbedaan
keadaan materi,
spektrometri
dibedakan
menjadi dua,
yaitu: (1)
spektrometri
molekuler, bila
materi ada
dalam bentuk
molekul, dan
(2) spektrometri
atom, yaitu bila
materi ada
dalam bentuk
atom bebas.
6 Hukum Mengidentiika Tahap 2, Pelaksanaan penulisan proposal 4c
Lambert-Beer si informasi proyek praktikum akan terjadi diskusi dalam
menun-jukkan kelompok. Dosen mengarahkan melalui
hubungan antara pertanyaan-pertanyaan sehingga mahasiswa
ba-nyaknya mampu mengidentifikasi informasi tentang
sinar hukum Lambert-Beer dan kaitannya untuk
monokromatik penentuan konsentrasi. Mahasiswa dalam
yang diabsorpsi kelompok lain akan memperoleh informasi
dengan tersebut pada saat presentasi hasil, serta laporan
konsentrasi hasil proyek.
senyawa
pengabsorpsi
dalam larutan
senyawa dengan
ketebalan
tertentu
Syarat
Berlakunya
Hukum
Lambert–Beer:
(1) sinar mono-
kromatik
(mempunyai
hanya 1 =
tunggal), (2)
tidak terjadi
perubahan kimia
dari senyawa
pengabsorpsi,
(3) tidak
dihasilkan emisi
sinar pendar
fluor atau
hamburan oleh
senyawa
pengabsorpsi.
7 Instrumen untuk Mengelaborasi Tahap 2, Penulisan proposal proyek praktikum 3d
spektrometri informasi untuk memecahkan masalah antara lain berisi
umumnya terdiri kajian pustaka. Dosen sebagai fasilitator
dari 5 mengarahkan melalui pertanyaan-pertanyaan
komponen sehingga mahasiswa akan mengelaborasi
pokok, yaitu (1) komponen alat AAS serta komponen alat
sumber radiasi, spektrometri UV-Vis, yang didasarkan rujukan
(2) wadah berbagai sumber, serta dari latihan penggunaan
sampel, (3) instrumen, dan saat pengenalan praktikum.
monokromator, Elaborasi juga diperoleh dari presentasi tugas
(4) detektor, dan proyek antar kelompok Mahasiswa dalam
(5) rekorder kelompok lain akan memperoleh informasi
Perbedaan nyata tersebut pada saat presentasi hasil, serta dari
antara AAS laporan hasil proyek
dengan
spektroskopi
molekul (UV-
Vis), yaitu
wadah sampel,
sumber radiasi
yang digunakan,
juga adanya
sistem
pengatoman
dalam AAS.
Peranan
monokromator
dalam AAS
untuk
mengisolasi
garis spektra
dari garis-garis
spektra yang
lain/membuat
lebih
monokromatis,
dalam
spktro.UV-Vis
untuk merubah
sinar
polikromatis
menjadi
monokromatis.
Oleh karena itu
monokromator
dalam
spektroskopi
atom lebih
sederhana
daripada dalam
spektroskopi
molekul yang
menggunakan
kombinasi
prisma, grating
dan cermin atau
lensa.
8 Preparasi sampel Mengelaborasi Tahap 2, Pelaksanaan penulisan proposal 5c
dalam informasi proyek praktikum akan terjadi diskusi dalam
pengukuran Mengaplikasik kelompok. Mahasiswa akan mengelaborasi 6c,6d, 7
dengan AAS an pemahaman informasi setelah mengetahui jenis sampel b
maupun UV- Memilih yang akan diukur. Dosen sebagai fasilitator
Vis meliputi prosedur akan mengarahkan melalui pertanyaan- 8c, 8d
pelarutan pertanyaan sehingga mahasiswa juga mampu
sampel dan mengaplikasikan pemahannya serta memilih
pemisahan prosedur untuk preparasi sampel. Mahasiswa
analit dari dalam kelompok lain akan memperoleh
interferen serta informasi tersebut pada saat presentasi hasil,
optimasinya. serta dari laporan hasil proyek
Pada pengkuran
dengan UV-Vis,
senyawa yang
akan dianalisis
dalam bentuk
molekul,
sementara
dalam AAS
harus dalam
bentuk atom
sehingga sampel
harus melewati
atomizer
9 Syarat Memilih Tahap 2, Pelaksanaan penulisan proposal 8c, 8d
pengukuran prosedur yang proyek praktikum akan terjadi diskusi dalam
dengan akan kelompok. Dosen sebagai fasilitator akan
spektrofotometer digunakan mengarahkan melalui pertanyaan-pertanyaan
UV-Vis: (1) sehingga mahasiswa mampu memilih prosedur
konsentrasi yang akan digunakan untuk sampel yang akan
harus rendah, (2) diukur. Mahasiswa dalam kelompok lain akan
senyawa yang memperoleh informasi tersebut pada saat
akan dianalisis presentasi hasil, serta dari laporan hasil proyek
harus berwarna
atau da-pat
dibuat menjadi
berwarna (3)
sinar
monokromatis,
dan (4) larutan
yang dianalisis
harus jernih
Untuk AAS
langkah (2) tidak
dilakukan.
Untuk
memperoleh
pengukuran
yang baik,
diperlukan
langkah
pemisahan analit
dan optimasinya.
Pemisahan pada
umumnya
dilakukan
melalui ekstraksi
10 Optimasi Memilih Tahap 2, Pelaksanaan penulisan proposal 8c dan
pengukuran prosedur yang proyek praktikum akan terjadi diskusi dalam 8d
Spektro- akan kelompok. Dosen sebagai fasilitator akan
fotometer UV- digunakan mengarahkan melalui pertanyaan-pertanyaan
Vis meliputi: sehingga mahasiswa mampu memilih prosedur
penentuan optimasi pengukuran baik dengan
opti-mum, (2) Spektrofotometer UV-Vis maupun AAS untuk
optimasi untuk sampel yang akan diukur. Mahasiswa dalam
meminimalkan kelompok lain akan memperoleh informasi
intervensi dari tersebut pada saat presentasi hasil, serta dari
logam lain laporan hasil pemecahanmasalah.
seperti: optimasi
pH pembentukan
kompleks,
konsentrasi
ligan,
perbandingan
konsentrasi
logam : ligan,
11 Dalam teknik Mengaplikasik Tahap 2, Pelaksanaan penulisan proposal 7b
analisis dengan an proyek praktikum akan terjadi diskusi dalam
AAS dijumpai pemahamanny kelompok. Dosen sebagai fasilitator akan
a pada situasi mengarahkan melalui pertanyaan-pertanyaan
dua jenis baru sehingga mahasiswa mampu mengaplikasikan
pemahamannya untuk mengatasi intervensi
interferensi pengukuran dengan AAS. Mahasiswa dalam
kelompok lain akan memperoleh informasi
yaitu, interfrensi tersebut pada saat presentasi hasil, serta dari
laporan hasil proyek
spektra dan
interferensi
kimia.
Interferensi
spektra terjadi
bila spektra
absorpsi bahan
pengganggu
bertumpang
tindih (overlap)
atau terletak
dekat sekali
dengan spektra
analit yang tidak
mungkin
dipisahkan
dengan
mnokromator.
Interferensi
kimia
disebabkan dari
terbentuknya
berbagai proses
kimia.
Interferensi
kimia lebih
umum terjadi
daripada
interferensi
spektra. Proses
yang
menyebabkan
interferensi
kimia adalah (1)
pembentukan
senyawa dengan
volatilitas
rendah, (2)
kesetimbangan
disosiasi, dan (3)
ionisasi dalam
nyala.
12 Tahap 3: Membimbing penyelidikan
kelompok (VIII-XI)
Mahasiswa mengumpulkan data mulai
pengambilan sampel, preparasi sampel,
pengumpulan data, dan analisis data. Dosen
sebagai fasilitator dalam kegiatan ini, di
samping membimbing penyelidikan juga
mempersiapkan wawancara tidak terstruktur
untuk mengetahui kinerja mahasiswa, dan
komponen metakognisi yang muncul pada saat
tahap ini.
13 Pengambilan Mengaplikasik Tahap 3, dilakukan observasi terhadap 6c,6d,
sampel dari an mahasiswa dalam kelompok pada saat dan 7b
populasi pemahamanny pengambilan sampel dan preparasi sampel
dilakukan a pada situasi untuk mengetahui kinerja dan komponen
sedemikian baru metakognisi yang muncul. Observasi
rupa sehingga dilakukan observer dengan cara merekam dan
sampel disiapkan catatan lapangan. Pada tahap ini
mewakili dosen mengarahkan melalui pertanyaan-
populasi secara pertanyaan sehingga indikator
representatif. mengaplikasikan pemahamannya pada situasi
Preparasi baru tentang pelaksanaan pengambilan sampel
sampel dan preparasi sampel yang telah disiapkan pada
disesuaikan saat pembuatan proposal lebih terkembangkan.
dengan fasa Mahasiswa dari kelompok lain akan
gerak yang akan memperoleh informasi tersebut pada saat
digunakan, serta presentasi hasil dan laporan hasil pemecahan
memenuhi masalah.
syarat
sebagaimana
diperlakukan
untuk pelarut.
14 Untuk membuat menginterpreta Tahap 3, dilakukan observasi terhadap 9b,10c,
larutan baku si data mahasiswa dalam kelompok pada saat dan 10d
sebaiknya pembuatan larutan baku. Dosen sebagai
digunakan fasilitator akan membimbing melalui
larutan baku pertanyaan-pertanyaan sehingga mahasiswa
standar, atau mampu menginterpretasi data hasil pengamatan
titrisol. Jika absorbansi dari sederetan larutan standar.
tidak ada, dapat Observasi dilakukan observer dengan cara
dipakai logam merekam dan disiapkan catatan lapangan.
murninya atau Mahasiswa dalam kelompok lain juga akan
garam nitrat dan mengerjakan hal yang sama, dan akan
kloridanya. diinformasikan pada saat pada saat presentasi
(Perlu data berat hasil.
jenis, BM,
kadar). Larutan
baku sebaiknya
dibuat dengan
konsentrasi yang
besar 500/1000
ppm) agar
kesalahan kecil.
Larutan standar
sebaiknya
mempunyai
komposisi yang
sama dengan
komposisi
cuplikan yang
sebenarnya dan
konsentrasi
cuplikan berada
di dalam
konsentrasi-
konsentrasi
standar. Untuk
menentukan
absorbtivitas
molar jangan
sekali-kali
digunakan hanya
satu standar.
15 Teknik analisis Menginterpreta Tahap 3, dilakukan observasi terhadap 9b,10c,
yang banyak si data mahasiswa dalam kelompok, untuk dan 10d
digunakan Mengevaluasi mengetahui komponen metakognisi yang 10e
adalah metode prosedur yang muncul pada saat mahasiswa praktikum.
kurva kalibrasi digunakan Observasi dilakukan observer dengan cara
dan metode adisi merekam dan disiapkan catatan lapangan.
standar. Pada Mahasiswa akan belajar secara langsung mulai
kurva kalibrasi optimasi pengukuran sampai dengan
dengan membuat pengukuran, dan menganalisis hasil
sederetan larutan pengukuran. Dosen sebagai fasilitator akan
standar dengan membimbing melalui pertanyaan-pertanyaan
konsentrasi yang sehingga mahasiswa mampu menginterpretasi
telah diketahui data hasil pengamatan dan mengevaluasi
secara pasti prosedur yang digunakan. Mahasiswa dari
diukur kelompok lain akan memperoleh informasi
absorbansinya, tersebut pada saat presentasi hasil serta dari
kemudian dibuat laporan hasil proyek
kurva antara
absorbansi
versus
konsentrasi yang
akan diperoleh
garis linier.
Konsentrasi
sampel dapat
dihitung dengan
cara
mengeplotkan
absorbansi yang
terukur dalam
kurva.
Pada teknik
standar adisi
larutan sampel
dengan volume
yang sama
dimasukkan ke
dalam masing-
masing labu
takar, kemudian
ditambah larutan
standar dengan
konsentrasi yang
berbeda.
Absorbansi dari
masing-masing
labu takar diukur
setelah
diencerkan
sampai volume
tertentu (tanda
tera). Kemudian
dibuat kurva
hubungan antara
absorbansi total
dengan
konsentrasi
standar. Mengevaluasi Tahap 3, Mahasiswa dalam kelompok akan 10 e
16
prosedur menganalisis data pengamatan untuk dilakukan
Mengembangk pembahasan dan mengambil kesimpulan, hasil
an prosedur analisis data dan pembahasan akan ditulis
dalam laporan. Jika terjadi ketidaksesuaian
hasil Dosen mengarahkan mahasiswa untuk
bisa mengevaluasi prosedur. Di samping itu
melalui wawancara tidak terstruktur dosen juga
memberikan arahan untuk bisa
mengembangkan prosedur mencari alternatif
lain untuk pengukuran kadar. Mahasiswa dari
kelompok lain akan memperoleh informasi
tersebut pada saat presentasi hasil serta dari
laporan hasil proyek
17 Tahap 4: Menyajikan hasil proyek
penelitian (XIII-XVI)
Mahasiswa membuat laporan hasil proyek
praktikumnya dan mengkomunikasikannya
pada kelompok lain. Dosen sebagai fasilitator
mengarahkan jalannya diskusi, serta
mempersiapkan wawancara tidak terstruktur
untuk mengetahui komponen metakognisi yang
muncul pada saat tahap ini.
18 Mengembangk Tahap 4, Mahasiswa dalam kelompok Lembar
an prosedur mempresentasikan penyelesaian masalah yang observa
telah dilakukan melalui kegiatan laboratorium si,
dan telah disusun laporannya. Pada tahap ini lembar
mahasiswa mempersiapkan diri penilaia
mengembangkan prosedur jika ada pertanyaan n
dari kelompok lain. Mahasiswa dalam laporan
kelompok lain terlibat diskusi 10b
19 Tahap 4, Mahasiswa dalam kelompok akan
belajar dari kelompok lain saat presentasi,
sehingga bisa menilai prosedur yang telah
dilakukan.
20 Tahap 5: Menganalisis dan mengevaluasi
proses pemecahan masalah (XVII)
Mahasiswa antar kelompok saling memberikan
pendapat terhadap pekerjaan yang dilakukan
oleh kelompok lain untuk mengetahui
kelemahan dan kelebihan masing - masing.
Dosen sebagai moderator
21 Mengembangk Dari hasil diskusi pada tahap 4, mahasiswa 10b
an prosedur akan mampu menggunakan operasi untuk
untuk masalah berbagai sampel dengan berbagai metode
yang sama
22 Mengatasi Dari hasil diskusi pada tahap 4, dilanjutkan kuesion
kesalahan/ham diskusi tahap 5, mahasiswa akan mampu er
bat- mengembangkan strategi pada situasi tertentu,
an dalam serta mampu menganalisis efisiensi dan
peme-cahan efektifitas prosedur
masalah.
Menganalisis
efisiensi dan
efektifitas
prosedur
23 Tahap 6. Mahasiswa mengisi kuesionerdan
postest (XVIII)
2. Materi HPLC Indikator Deskripsi pembelajaran No soal
No Uraian konsep metakognisi
1 Pertemuan I, kontrak perkuliahan
Dosen dan mahasiswa
2 membicarakan tata tertib
perkuliahan, penilaian, jadwal,
pembagian kelompok, materi
perkuliahan, dan skenario
pembelajaran
Pertemuan II, demonstrasi
menggunakan instrumen
Mahasiswa dalam kelompok (3-5)
orang dilatih menggunakan
alat/instrumen seperti spectronic 20,
UV-Vis, pH meter.
Pertemuan III,
- Mahasiswa melakukan praktikum
penentuan kadar besi dalam sampel
air menggunakan spektrofotometer
UV-Vis sesuai petunjuk praktikum
yang telah disiapkan.
- Dosen dan asisten membimbing
mahasiswa melakukan praktikum
mulai pembuatan pereaksi,
pembuatan larutan standar, preparasi
sampel, pembuatan kurva kalibrasi,
dan perhitungan kadar besi
- Mahasiswa dalam kelompok
melaporkan data pengamatan, 1
minggu kemudian mengumpulkan
laporan
Tahap 1: mengorientasi mahasiswa
pada masalah dan pretes (mulai
pertemuan I –IV)
- Mahasiswa dalam kelompok diminta
untuk menyelesaikan masalah dalam
suatu kegiatan proyek praktikum
laboratorium yang dapat
diselesaikan menggunakan
instrumen yang ada di laboratorium.
Prosedur dapat dirujuk baik dari text
book, laporan penelitian, maupun
akses internet. Dosen melakukan
observasi dengan menyiapkan
catatan lapangan.
- Dosen menginformasikan rambu-
rambu yang harus ditulis mahasiswa
dalam proposal proyek praktikum,
laporan hasil proyek praktikum,
serta presentasi secara kelompok
- Dosen memberikan pretes secara
tertulis, dan kuesioner untuk
menjaring metakognisi mahasiswa
3 Tahap 2: Mengorganisasi
mahasiswa untuk belajar
(pertemuan V-VII)
Mahasiswa mengkaji masalah yang
diberikan, mengidentifikasi materi/
konsep yang mendukung, selanjutnya
membuat proposal. Dosen bertindak
sebagai fasilitator, serta
mempersiapkan wawancara tidak
terstruktur untuk mengetahui
komponen metakognisi yang muncul,
dan menyiapkan lembar observasi
4 Menyatakan Tahap 2, saat mempersiapkan kuesioner
tujuan proposal proyek praktikum untuk
menyelesaikan masalah yang
diberikan, mahasiswa dalam
kelompok antara lain harus
menyatakan tujuan Format rancangan
praktikum berisi latar belakang
masalah, rumusan masalah, tujuan,
kajian pustaka, metode penelitian
(populasi dan sampel, variabel, alat
dan bahan, prosedur kerja), dan daftar
rujukan
5 .Kromatografi Mengidentifikasi Tahap 2, Penulisan proposal proyek 1c
merupakan proses informasi praktikum untuk memecahkan
pemisahan yang masalah antara lain berisi kajian
didasarkan adanya pustaka, mahasiswa akan
perbedaan koefisien menemukan prinsip dasar
distribusi komponen- kromatografi. Dosen sebagai
komponen dalam dua fasilitator mengarahkan melalui
fasa yaitu fasa gerak wawancara tidak terstruktur sehingga
dan fasa diam mahasiswa mampu mengidentifikasi
prinsip dasar kromatografi.
Mahasiswa dalam kelompok lain
akan memperoleh informasi tersebut
pada saat presentasi hasil.
6 Pada destilasi terjadi Mengidentifikasi Tahap 2, Pelaksanaan penulisan 2d
2c
kese-timbangan informasi proposal proyek praktikum akan
3c
komponen dalam Mengelaborasi terjadi diskusi dalam kelompok untuk
4c
bentuk uap dan informasi mencari referensi terkait prinsip dasar
cairan, sedangkan dan kaitan pemisahan secara
dalam ekstraksi dan destilasi, ekstraksi, dan kromatografi.
kromatografi terjadi Dosen sebagai fasilitator
kesetimbangan solut mengarahkan mahasiswa melalui
antara dua fasa yang wawancara tidak terstruktur sehingga
tidak saling mahasiswa mampu mengidentifikasi
bercampur. Harga Kd dan mengelaborasi informasi
dalam ekstraksi dapat mengenai hubungan antara destilasi,
dimanfaatkan untuk ekstraksi dan kromatografi.
memprediksi Mahasiswa dari kelompok lain akan
pemisahan secara memperoleh informasi tersebut
kromatografi. melalui laporan hasil proyek dan
pada saat presentasi hasil
7 Berdasarkan fasa Mengelaborasi Tahap 2, Pelaksanaan penulisan
geraknya dibedakan informasi proposal proyek praktikum akan
kromatografi gas dan terjadi diskusi dalam kelompok,
cair, sementara itu dosen sebagai fasilitator
pembagian dalam mengarahkan mahasiswa melalui
kromatografi cair pertanyaan-pertanyaan untuk
dibedakan atas jenis mengelaborasi informasi tentang
fasa diamnya bukan pembagian kromatografi,
fasa mobilnya (padat- selanjutnya dituliskan dalam kajian
cair, dan cair-cair), pustaka. Mahasiswa dari kelompok
HPLC dan lain akan memperoleh informasi
kromatografi kertas tersebut melalui laporan hasil proyek
termasuk dalam pada saat presentasi hasil.
kromatografi cair-cair
sedangkan KLT bisa
padat-cair maupun
cair-cair tergantung
mekanismenya
7 Pemisahan dalam Mengelaborasi Tahap 2, Penulisan proposal proyek
kromatografi cair informasi praktikum akan terjadi diskusi
selain terjadi interaksi kelompok, dosen sebagai fasilitator
komponen dengan fasa mengarahkan mahasiswa untuk
diam juga adanya mengelaborasi informasi persamaan
kelarutan relatif antara dan perbedaan prinsip dasar
komponen yang akan pemisahan secara kromatografi gas
dipisahkan dengan dan kromatografi cair untuk
fasa gerak, sedangkan selanjutnya dituliskan pada kajian
dalam kromatografi pustaka. Mahasiswa dalam kelompok
gas, fasa gerak lain akan memperoleh informasi
sifatnya inert, dengan tersebut pada saat presentasi hasil dan
demikian hanya terjadi melalui laporan hasil proyek.
interaksi antara
komponen dengan fasa
diam, di samping itu
dalam kromatografi
gas pemisahan terjadi
karena adanya
perbedaan titik didih.
8 Kelebihan HPLC Mengaplikasikan Tahap 2, Pelaksanaan penulisan 5c
dibanding GC, pada pemahaman proposal proyek praktikum akan 6c
6d
HPLC dapat digunakan terjadi diskusi dalam kelompok
untuk menganalisis setelah mengetahui sampel yang akan
sampel yang tidak ditentukan. Dosen sebagai fasilitator
stabil pada suhu tinggi, akan mengarahkan mahasiswa
sedangkan dibanding melalui pertanyaan-pertanyaan
KLT maupun sehingga mahasiswa akan
kromatografi kertas mengelaborasi informasi terkait jenis
waktu pemisahan lebih sampel yang dapat diukur dengan
cepat, serta efisiensi HPLC. Mahasiswa dari kelompok
pemisahan lebih baik. lain akan memperoleh informasi
tersebut pada saat presentasi hasil dan
melalui laporan hasil proyek.
9 Didasarkan pasangan Mengaplikasikan Tahap 2, Pelaksanaan penulisan
fasa diam dan fasa pemahaman proposal proyek praktikum akan
geraknya dibedakan Memilih terjadi diskusi dalam kelompok
HPLC fasa normal, prosedur setelah mengetahui sampel yang akan
jika pasangan fasa ditentukan, mahasiswa akan
diam lebih polar Mengaplikasikan pemahaman
daripada fasa Mengaplikasikan pemahamannya
geraknya, sebaliknya tentang perbedaan jenis HPLC yang
jika fasa gerak lebih akan digunakan. Dosen sebagai
polar dari fasa diam fasilitator akan mengarahkan langkah
disebut HPLC fasa dalam prosedur yang telah disiapkan
terbalik. mahasiswa, terkait fasilitas
laboratorium. Mahasiswa dari
kelompok lain akan memperoleh
informasi tersebut pada saat
presentasi hasil dan melalui laporan
proyek.
10 Instrumentasi Mengelaborasi Tahap 2, Penulisan proposal proyek 7d
7e
kromatografi terdiri informasi praktikum untuk memecahkan
atas tempat Memilih masalah antara lain berisi kajian
penyuntikan (injection prosedur pustaka, Dosen sebagai fasilitator
port), kolom dan mengarahkan melalui pertanyaan-
detektor yang pertanyaan sehingga mahasiswa
dihubungkan satu mampu mengelaborasi informasi
sama lain. Kolom mengenai komponen-komponen
merupakan tempat dalam HPLC dan manfaat masing-
terjadinya pemisahan masing. Selanjutnya mahasiswa juga
yang berisi fasa diam. diharapkan mampu memilih prosedur
Pompa pada HPLC yang digunakan dengan ketersediaan
bermanfaat untuk komponen HPLC. Mahasiswa dalam
mendorong fasa gerak kelompok lain akan memperoleh
yang membawa informasi tersebut pada saat
komponen masuk ke presentasi hasil, dan melalui
dalam kolom karena demonstrasi
ukuran partikel fasa
diam yang ada dalam
kolom kecil, dan
diameter dalam kolom
juga kecil sehingga
tekanannya harus
tinggi. Detektor
untuk mendeteksi
komponen-komponen
diletakkan setelah
kolom selain berfungsi
mendeteksi adanya
komponen cuplikan
juga mengukur
banyaknya/konsentrasi
yang telah terpisahkan
di kolom. Jenis
detektor yang
digunakan tergantung
sampel yang akan
dianalisis dan fasa
gerak untuk HPLC,
sedangkan untuk
kromatografi gas
memperhatikan jenis
fasa geraknya
11 Output dari pengukuran Menginterpretasi Tahap 2, Pelaksanaan penulisan 8d
9c
HPLC adalah data proposal proyek praktikum akan 10c
kromatogram yang terjadi diskusi dalam kelompok.
merepresen-tasikan Mahasiswa akan mengaplikasikan
waktu retensi (parameter pemahamannya pada situasi baru
kualitatif), dan luas area tentang makna kromatogram yang
(parameter kuantitatif) keluar dari kolom. Dalam tahap ini
dosen akan mengarahkan melalui
pertanyaan-pertanyaan terkait
analisis kualitatif dan analisis
kuantitatif terhadap hasil
kromatogram sehingga mahasiswa
mampu menginterpretasi data.
Mahasiswa dari kelompok lain akan
memperoleh informasi tersebut pada
saat presentasi hasil dan melalui
penulisan laporan.
12 Pelarut yang akan Memilih Tahap 2, Pelaksanaan penulisan
digunakan sebagai fasa prosedur yang proposal proyek praktikum akan
gerak dalam HPLC paling sesuai terjadi diskusi dalam kelompok untuk
harus dipilih sesuai Mengaplikasikan memilih fasa gerak yang paling
karakteristik sampel pemahaman sesuai dengan karakteristik sampel
dan fasa diam, serta dan kesediaan fasa diam. Dosen
harus memutuskan sebagai fasilitator memberikan
jenis fasa gerak yang arahan melalui pertanyaan-
akan digunakan. pertanyaan sehingga mahasiswa
mampu memilih pelarut yang akan
digunakan, untuk selanjutnya
dituliskan dalam metode penelitian.
Mahasiswa dari kelompok lain akan
memperoleh informasi tersebut pada
saat presentasi hasil dan laporan hasil
pemecahan masalah.
13 Pengoperasian alat Mengembangkan Tahap 2, Pelaksanaan penulisan
pada HPLC mengikuti prosedur proposal proyek praktikum akan
manual pengoperasian terjadi diskusi dalam kelompok
alat mahasiswa akan merinci tahapan
penggunaan pengoperasian alat
HPLC secara spesifik. Mahasiswa
lain akan memperoleh informasi
tersebut pada saat presentasi hasil
14 Tahap 3: Membimbing
penyelidikan kelompok (VIII-XI)
Mahasiswa mengumpulkan data
mulai pengambilan sampel, preparasi
sampel, pengumpulan data, dan
analisis data. Dosen sebagai
fasilitator dalam kegiatan ini, di
samping membimbing penyelidikan
juga mempersiapkan wawancara
tidak terstruktur untuk mengetahui
kinerja mahasiswa, dan komponen
metakognisi yang muncul pada saat
tahap ini.
15 Pengambilan sampel Mengaplikasikan Tahap 3, dilakukan observasi 9c
dari populasi pemahamannya terhadap mahasiswa dalam kelompok 10b
11c
dilakukan sedemikian pada situasi baru pada saat pengambilan sampel dan
rupa sehingga sampel preparasi sampel untuk mengetahui
mewakili populasi kinerja dan komponen metakognisi
secara representatif. yang muncul. Observasi dilakukan
Preparasi sampel observer dengan cara merekam dan
disesuaikan dengan disiapkan catatan lapangan. Pada
fasa gerak yang akan tahap ini dosen mengarahkan melalui
digunakan, serta pertanyaan-pertanyaan sehingga
memenuhi syarat mahasiswa akan mengaplikasikan
sebagaimana pemahamannya pada situasi baru
diperlakukan untuk tentang pelaksanaan pengambilan
pelarut. sampel dan preparasi sampel.
Mahasiswa dari kelompok lain akan
memperoleh informasi tersebut pada
saat presentasi hasil dan laporan hasil
proyek
16 Parameter yang harus Menginterpretasi Tahap 3, Mahasiswa dalam kelompok
diperhatikan dalam data akan mengoperasikan peralatan mulai
kromatografi sebelum Mengevaluasi mengoptimasi sampai dengan
menganalisis adalah: prosedur yang menganalisis data kromatogram. Dari
jenis sampel, jenis digunakan analisis data kromatogram
kolom, jenis detektor, mahasiswa akan menginterpretasi
komposisi fasa gerak data pengamatan, serta
Kromatogram mengevaluasi prosedur yang
merupakan hubungan digunakan. Jika terjadi
antara waktu waktu ketidaksesuaian hasil Dosen
retensi (menit) dengan mengarahkan mahasiswa untuk bisa
mengidentifikasi sumber-sumber
respon (mVolt). kesalahan serta mengatasi
Bentuk kromatogram kesalahan/hambatan. Mahasiswa dari
sempurna jika puncak kelompok lain akan memperoleh
sempit, tajam, dan informasi tersebut pada saat
simetris presentasi hasil serta dari laporan
Untuk memperbaiki hasil hasil proyek
kromatogram yang tidak
baik pemisahannya,
dilakukan dengan
memvariasi laju alir fasa
gerak, memperkecil
volume sampel, merubah
komposisi fasa gerak,
dan terakhir mengganti
fasa diam.
17 Tahap 4: Menyajikan hasil proyek
penelitian ((XIII-XVI)
Mahasiswa membuat laporan hasil
proyek praktikumnya dan
mengkomunikasikannya pada
kelompok lain. Dosen sebagai
fasilitator mengarahkan dalam
pembuatan laporan, persiapan
presentasi, dan jalannya diskusi.
Dosen mempersiapkan lembar
observasi untuk mengetahui
komponen metakognisi yang muncul
pada saat tahap ini, lembar observasi
pada saat presentasi, serta mengases
aktifitasnya.
18 Tahap 4, Mahasiswa dalam kelompok Lembar
mempresentasikan hasil proyeknya, penilaian
dengan terlebih dahulu menyusun laporan
laporan. Dosen mengarahkan
mahasiswa untuk mengaitkan data
pengamatan dengan pembahasan
yang akan ditulis dalam laporan, serta
dalam persiapan power point yang
akan dipresentasikan. Mahasiswa
dalam kelompok lain terlibat dalam
diskusi
19 Mengevaluasi Tahap 4, Mahasiswa dalam kelompok kuesioner
pro-sedur yang akan belajar dari kelompok lain saat lembar
diguna-kan presentasi, sehingga bisa penilaian
mengevaluasi prosedur yang laporan
digunakan.
20 Mengembangkan Tahap 4, pada saat presentasi kuesioner
prosedur untuk mahasiswa akan memperoleh
masalah yang pertanyaan baik dari mahasiswa
sama maupun dosen, mengenai analisis
untuk sampel lain. Mahasiswa dalam
kelompok akan mengembangkan
prosedur, dan sudah disiapkan
sebelum presentasi dengan arahan
dari dosen sebagai fasilitator.
Mahasiswa dalam kelompok lain juga
ikut berpartisipasi dalam presentasi,
sehingga akan memperoleh informasi
yang sama.
21 Tahap 5: Menganalisis dan
mengevaluasi proses pemecah-an
masalah (XVII)
Mahasiswa antar kelompok saling
memberikan pendapat terhadap
pekerjaan yang dilakukan oleh
kelompok lain untuk mengetahui
kelemahan dan kelebihan masing-
masing. Dosen sebagai moderator
22 Memilih operasi Dari hasil diskusi pada tahap 4, kuesioner
yang akan dilanjutkan diskusi tahap 5,
digunakan mahasiswa akan mampu
menggunakan operasi yang akan
digunakan untuk berbagai sampel
dengan berbagai metode
23 Menganalisis Dari hasil diskusi pada tahap 4, kuesioner
efisiensi dan dilanjutkan diskusi tahap 5,
efektifitas mahasiswa akan mampu
prosedur Menganalisis efisiensi dan efektifitas
prosedur
24 Tahap 6. Mahasiswa mengisi
kuesioner dan postes (XVIII)
B. Permasalahan yang diberikan
1. Beberapa indikator asam basa yang kita kenal seperti phenol phtalein (p.p), methyl
red (m.r), dan methyl orange (m.o), masing-masing memiliki daerah trayek indikator.
Berbagai macam ekstrak bunga berwarna memiliki potensi digunakan sebagai
indikator titrasi asam basa. Namun yang jadi masalah adalah daerah trayek
indikatornya Untuk menyelesaikan masalah tersebut berbagai bunga harus diekstrak,
dan hasil ekstrak dilihat spektrum absorpsinya di daerah UV-Vis. Bagaimana
peluang berbagai bunga dapat dimanfaatkan sebagai indikator asam-basa.
2. Berbagai cara dapat digunakan untuk menganalisis kandungan fosfat yang berasal
dari batuan fosfat di daerah Pati Jawa Tengah. Banyak pengusaha yang gulung tikar
karena masalah biaya analisis yang cukup mahal. Sifat batuan fosfat yang tidak
merata kadar fosfatnya dalam suatu area, menyebabkan biaya analisisnya menjadi
mahal karena beberapa sampel dalam satu area harus dianalisis, di samping itu juga
memerlukan waktu. Agar pengusaha tersebut dapat melakukan analisis sendiri dengan
alat yang sederhana namun hasilnya cukup valid, perlu dilakukan pembuatan piranti
peralatan yang mudah dibawa untuk pekerjaan analisis. Bagaimana rancangan kit
analisis yang praktis dapat diperoleh melalui metode kolorimetri serta metode
spektrofotometri sebagai dasar/pembanding.
3. Perkembangan penduduk dunia yang pesat dengan segala aktifitasnya menyebabkan
beban danau dan sungai melebihi kemampuannya untuk membersihkan diri. Senyawa
fosfor dan nitrogen yang digunakan dalam deterjen dan pupuk sintetis dapat
menyebabkan eutrofikasi. Kit analisis praktis banyak digunakan yang didasarkan
metode kolorimetri maupun spektrofotometri. Kit analisis sederhana, bahannya
mudah di dapat, harganya murah, efisien penggunaannya, serta pereaksinya stabil
merupakan kit yang sangat dibutuhkan terutama dimanfaatkan jika sampel air cukup
jauh lokasinya dari laboratorium. Buatlah kit/perangkat analisis air untuk mengukur
ion amonium dengan metode kolorimetri dengan hasil yang cukup valid!
4. Keberadaan logam-logam berat di lingkungan seperti Cu, Cd, dan Zn harus senantiasa
diwaspadai karena ketiganya termasuk unsur berbahaya dan beracun. Keberadaan
logam-logam berat tersebut sangat dimungkinkan juga ada dalam lingkungan yang
sama, sehingga diperlukan pemisahan terlebih dahulu agar diperoleh pengukuran
yang lebih baik terutama jika saling mengganggu dalam analisis. Langkah apa yang
harus Anda lakukan untuk menentukan kadar Cd dalam ikan agar diperoleh
pengukuran yang cermat dan teliti!
5. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan kadar timbal (Pb)
dalam darah bagi penduduk yang tinggal dekat jalan raya lebih besar dari penduduk
yang jauh dengan jalan raya. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kandungan Pb
dalam rambut polisi lebih besar dari yang bukan polisi. Anda diminta untuk menguji
hipotesis untuk pernyataan kedua!
6. Kalsium dalam tubuh di samping berperan dalam pembentukan tulang, juga
mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. Dari sejumlah kalsium dalam bentuk
garam yang masuk dalam tubuh 99 % terdapat dalam tulang. Dengan demikian
kandungan kalsium dalam suatu tulang dimungkinkan sangat tinggi sehingga dapat
disintesis agar lebih bermanfaat. Rancanglah suatu penyelidikan untuk mengetahui
kandungan kalsium dalam tulang dan lakukanlah!
7. Garam-garam kalium membantu tekanan osmosis dalam darah dan pembuferan.
Kebutuhan tubuh akan kalium dapat diatasi dengan mengkonsumsi berbagai
makanan. Dewasa ini berbagai produk minuman banyak ditawarkan dengan
kandungan kalium tinggi. Anda dapat mengetahui apakah kandungan kalium yang
tertera dalam produk minuman sesuai dengan yang tercantum dalam kemasan
menggunakan instrumen. Rancanglah suatu percobaan dan lakukanlah!
8. Vitamin C, dapat kita peroleh melalui konsumsi sayuran dan buah-buahan segar.
Berbagai produk minuman banyak dijual di pasaran dengan berbagai cara
penyimpanan. Untuk mengetahui apakah variasi penyimpanan berpengaruh terhadap
kandungan vitamin C, dapat dilakukan dengan maupun tanpa instrumen. Rancanglah
suatu percobaan untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan lakukanlah!
9. Berbagai produk minuman cola seperti coca cola, pepsi cola banyak dijual di pasaran
dalam kaleng maupun dalam botol. Kandungan kafein dalam minuman cola dapat
dianalisis dengan teknik kromatografi maupun spektrofotometri melalui ekstraksi.
Teknik HPLC selain dapat digunakan untuk memisahkan kafein dari zat-zat lain juga
dapat digunakan untuk analisis kuantitatif. Rancanglah suatu penyelidikan untuk
mengetahui kandungan kafein dalam minuman cola dan lakukanlah!
10. Penentuan kandungan bahan tambahan pada makanan seperti sakarin, benzoat dalam
minuman ringan serta pemisahan ataupun penentuan komposisi suatu zat dapat
dianalisis dengan kromatografi. Berbagai jenis dan ragam pengawet, pemanis, dan
pewarna sintetis ini banyak menyebabkan terjadinya kesalahan pemakaian baik yang
disengaja maupun karena ketidaktahuan. Identifikasi bahan aditif tersebut tersebut
dapat saudara lakukan secara kromatografi baik dengan maupun tanpa instrumen.
Buatlah suatu rancangan penyelidikan untuk menyelesaikan masalah dan lakukanlah
(pilih salah satu bahan aditif)!
C. CONTOH SOAL METAKOGNISI
SOAL METAKOGNISI
1. Seorang siswa diminta membuat larutan penyangga yang memiliki pH 6,4. Di
laboratorium telah disediakan beberapa larutan asam dengan nilai Ka sebagai berikut:
Asam Nilai Ka
HA 6 x 10-5
HB 5 x 10-6
HC 4 x 10-7
Coba kalian bantu siswa tersebut untuk memilih asam yang pang tepat untuk
membuat larutan penyangga yang paling stabil dengan pH yang diinginkan. (log 6=
0,8; log 5= 0,7; log 5= 0,6)
2. Di mulut terdapat saliva (air liur) yang mempunyai pH relatif tetap sekitar 6,8.
Meskipun kita mengonsumsi makanan yang bersifat asam (mengandung ion H+) atau
basa (mengandung ion OH-). Hal ini dikarenakan terdapat sistem penyangga fosfat
(H2PO4-/HPO42-) seperti ilustrasi berikut:
Asam H2PO4 Basa
(H+) (OH-)
-
HPO42
-
Mulut (H2PO4-/HPO42-)
Coba kalian jelaskan mekanisme reaksi yang terjadi di mulut apabila kita
mengonsumsi makanan asam atau basa.
3. Seorang siswa dalam mengerjakan proyek penelitian membutuhkan larutan
penyangga yang memiliki pH=5-log 2 sebanyak 150 mL. Larutan tersebut belum
tersedia, sehingga ia harus membuat terlebih dahulu, sebagaimana gambar berikut:
Bantulah siswa tersebut menentukan volume masing – masing larutan yang akan
digunakan untuk membuat larutan penyangga. (Ka CH3COOH = 10-5)
4. Amir akan menguji perubahan pH larutan penyangga jika ditambahkan dengan
sedikit basa kuat. Ia mencampurkan larutan NH4OH dengan NH4Cl menghasilkan
pOH=5, kemudian ia menambahkan sedikit larutan NaOH seperti ditunjukkan pada
gambar:
Coba bantulah Amir untuk menghitung pH setelah penambahan sedikit basa kuat
serta kesimpulan apa yang diperoleh dari hasil pengujian.
(Kb NH4OH= 1 x 10-5; log 1,17 = 0,07)
5. Perhatikan gambar berikut ini!
Seorang analis di perusahaan minuman menambahkan larutan penyangga sebagai
pengawet minuman kemasan berupa campuran asam sitrat (C5H7COOH) dan
natrium sitrat (C5H7COONa). Jika larutan penyangga tersebut memiliki pH= 4-log
3,2 coba kalian tentukan berapa massa C5H7COOH yang analis campurkan ke dalam
larutan 20 mL C5H7COONa 0,1 M.
(Mr C5H7COOH = 192; Ka1= 7,1 x 10-4, Ka2= 1,7 x 10-5, Ka3= 6,3 x 10-6)
D. Kuesioner Keterampilan Metakognisi
MAI (Metaconitive Awareness Inventory)
Petunjuk Pengisian:
Berikan tanggapan terhadap semua pertanyaan yang tercantum dalam daftar pertanyaan
di bawah dengan cara memberi tanda ceklist (√) pada salah satu kolom:
STS : Jika merasa sangat tidak setuju dari yang ada pada nomor item tersebut.
TS : Jika merasa tidak setuju dari yang ada pada item tersebut.
S : Jika merasa setuju dari yang ada pada nomor item tersebut.
SS : Jika merasa sangat setuju dari yang ada pada nomor item tersebut.
Keterangan kode metakognisi yaitu :
DK : declarative knowledge (pengetahuan deklaratif)
PK : procedural knowledge (pengetahuan prosedural)
CK : conditional knowledge (pengetahuan kondisional)
P : planning (perencanaan)
M : monitoring (pemantauan)
E : evaluating (evaluasi)
Identitas Responden:
Nama/No. Absen : ..............................................................................................
Jenis kelamin : ..............................................................................................
Kelas : ..............................................................................................
Mata pelajaran : ..............................................................................................
Nama guru : ..............................................................................................
No. Hp aktif : ..............................................................................................
Hari/Tanggal : ..............................................................................................
Daftar Pertanyaan:
No. Komponen MAI Kode Skala Jumlah
STS TS S Skor
1. Saya mengetahui
kekuatan dan kelemahan DK SS
intelektual saya dalam
mempelajari sistem DK
koloid.
DK
2. Saya tahu apa yang DK
diharapkan guru untuk
saya pelajari pada materi DK
sistem koloid.
DK
3. Saya belajar lebih ketika
saya tertarik pada topik. DK
4. Saya dapat menguasai PK
konsep-konsep yang
diberikan pada materi PK
sistem koloid
5. Saya tahu apa jenis
contoh permasalahan
yang penting untuk
dipelajari.
6. Saya dapat mengingat
informasi pada materi
sistem koloid dengan
baik.
7. Saya mencoba untuk
mengartikan sebuah
informasi/konsep yang
baru diajarkan ke dalam
kata-kata saya sendiri.
8. Saya mencoba untuk
menggunakan strategi
yang telah dikerjakan
sebelumnya.
9. Saya menyadari strategi
apa yang sebaiknya saya
gunakan ketika saya
belajar.
No. Komponen MAI Kode Skala Jumlah
TS S Skor
STS
SS
10. Saya melihat diri saya PK
menggunakan strategi CK
belajar yang bermanfaat CK
secara otomatis. CK
CK
11. Saya menggunakan
strategi belajar tertentu p
bergantung pada masalah P
yang saya hadapi.
P
12. Saya tahu kapan setiap P
strategi yang saya
gunakan akan menjadi
lebih efektif.
13. Saya bisa memotivasi diri
saya untuk belajar jika
ketika saya perlu.
14. Saya memikirkan apa
yang sebenarnya
dibutuhkan sebelum saya
memulai sebuah
tugas/pekerjaan.
15. Saya menentukan tujuan
utama pemecahan suatu
masalah sebelum saya
memulai pekerjaan.
16. Saya memikirkan
beberapa cara untuk
memecahkan suatu
masalah dan memilih
salah satu yang paling
baik.
17. Saya membaca arahan
secara hati-hati sebelum
saya memulai sebuah
tugas.
18. Saya mengatur waktu
saya untuk menyelesaikan
pekerjaan sesuai dengan
No. Komponen MAI Kode Skala Jumlah
TS S Skor
STS
SS
tujuan yang saya P
tetapkan. P
19. Saya menulis contoh
sendiri untuk membuat P
informasi atau konsep M
yang saya pelajari M
menjadi lebih berarti. M
20. Saya membuat sebuah M
gambar atau diagram
untuk membantu saya
memahami suatu konsep
atau untuk memecahkan
suatu permasalahan pada
materi koloid.
21. Saya menanyakan yang
lain untuk membantu saya
ketika tidak memahami
sesuatu.
22. Saya bertanya pada diri
saya secara berkala untuk
memastikan kesesuaian
pekerjaan yang saya
lakukan dengan tujuan
yang telah saya tetapkan.
23. Saya mempertimbangkan
beberapa solusi untuk
sebuah masalah sebelum
saya menjawab.
24. Saya menanyakan diri
saya jika saya telah
mempertimbangkan
semua pilihan solusi
ketika memecahkan suatu
masalah.
25. Saya berhenti sejenak
secara teratur saat belajar
untuk mengecek
No. Komponen MAI Kode Skala Jumlah
TS S Skor
STS
SS
pemahaman saya terhadap M
beberapa konsep yang
diberikan. M
26. Saya menanyakan diri E
saya tentang bagaimana E
baiknya saya bertindak E
ketika saya mempelajari E
sesuatu yang baru.
27. Saya merubah strategi E
ketika saya gagal dalam
memahami sesuatu.
28. Saya dapat menilai
kualitas pekerjaan yang
telah saya kerjakan.
29. Saya merangkum apa
yang telah saya pelajari
setelah saya selesai.
30. Saya bertanya pada diri
sendiri seberapa baik saya
dapat mencapai tujuan
saya setelah saya selesai.
31. Saya bertanya pada diri
saya sendiri jika saya
telah memikirkan semua
solusi setelah saya
memecahkan masalah.
32. Saya mengevaluasi
kembali langkah-langkah
saya ketika saya
kebingungan dalam
memecahkan masalah.