The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

e-Modul ini berisikan materi teks cerita rakyat yang dikhususkan untuk siswa-siswi SMA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anggaratiyo27, 2021-12-25 18:56:22

Teks Cerita Rakyat

e-Modul ini berisikan materi teks cerita rakyat yang dikhususkan untuk siswa-siswi SMA

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai pembelajar tidak bisa terlepas dengan

informasi. Informasi tersebut bisa diperoleh melalui berbagai macam sumber, baik lisan
maupun tulis. Salah satu sumber yang erat kaitannya dengan kehidupan seorang
pembelajar adalah informasi dari hasil tulisan siswa. Informasi tersebut tentu saja
berguna untuk alat penilaian, sumber wawasan peserta didik.

Apakah tulisan yang bersumber dari peserta didik sudah sesuai dengan tujuan
pembelajaran? Tentu saja ada tulisan yang sudah sesuai dengan kriteria penilaian dan
ada juga yang masih jauh dari kriteria penilaian. Ada peserta didik yang seringkali
masih kurang memerhatikan aspek kohesi dan koherensi dalam pembelajaran menulis.
Mereka kadang merasa bingung dalam menuangkan ide ke dalam tulisan. Ada yang
menganggap bahasa lisan dan tulis disamakan, ada juga yang belum mampu
menuangkan ide tulisan secara runtut dan berkesinambungan.

Pembelajaran menulis di SMA/SMK menuntut peserta didik untuk mampu
menuangkan ide ke dalam tulisan dengan memperhatikan struktur dan kaidah yang
benar. Salah satu yang perlu diperhatikan dalam kebahasaan adalah wacana.

Modul ini akan menyampaikan mengenai materi ajar teks eksplanasi pada kelas
X SMA khususnya KD 3.7 memproduksi teks eksplanasi berkaitan dengan bidang
pekerjaan secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan. Materi
tersebut akan dikaitkan dengan kebahasaan aspek kohesi dan koherensi. Melalui modul
ini, pembelajar diharapkan mampu memfasilitasi peserta didik dalam mencapai tujuan,
yaitu mampu menganalisis cerita rakyat dengan memperhatikan struktur dan
kebahasaan.

B. Kompetensi Dasar
Modul ini dikhususkan untuk kelas X dengan KD 3.7 memproduksi teks eksplanasi
berkaitan dengan bidang pekerjaan secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur
dan kebahasaan.Indikator pencapaian kompetensinya sebagai berikut.
1. Menyusun kerangka teks cerita rakyat berkaitan dengan bidang pekerjaan secara
lisan atau tulis.

2

2. Membuat serta menganalisis cerita rakyat berkaitan
bidang pekerjaan dengan memerhatikan struktur dan
kebahasaan.

C. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran pada modul ini dikhususkan untuk pembelajaran SMK Kelas
X pada KD 3.7 menganalisis teks cerita rakyat berkaitan dengan bidang pekerjaan
secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan. Berikut
perincian tujuan pada modul ini.
1. Setelah mengamati contoh cerita rakyat, peserta didik dapat menganalisis cerita
rakyat yang berkaitan dengan bidang pekerjaan secara lisan atau tulis dengan
tepat.
2. Setelah membuat kerangka teks cerita rakyat, peserta didik dapat menulis teks
teks cerita rakyat berkaitan dengan bidang pekerjaan secara lisan atau tulis
dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan.

D. Petunjuk Penggunaan Modul
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan modul ini.
1. Peserta didik akan diberi contoh cerita rakyat. Contoh dapat diambilkan dari
modulini, dapat pula dari berbagai sumber lainnya (buku cerita rakyat).
2. Secara berkelompok, peserta didik akan mengumpulkan data untuk dijadikan
pengembangan kerangka cerita rakyat.
3. Peserta didik akan mengembangkan kerangka teks cerita rakyat menjadi teks
eksplanasi utuh dengan memerhatikan struktur dan kebahasaannya.
4. Peserta didik mengomunikasikan tulisannya dan saling memberi komentar.
5. Peserta didik mengerjakan latihan soal.

3

BAB II
MATERI CERITA RAKYAT

A. Pengertian Cerita Rakyat
Suripan Sadi Hutomo (1991) Menurutnya, pengertian cerita rakyat adalah cerita
yangdiwariskan turun- temenurun secara lisan dari generasi ke genrasi.

Cerita rakyat adalah cerita yang berkembang disetiap daerah dan
menceritakan asal usul atau legenda yang terjadi disuatu daerah; cerita
yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat. Cerita
rakyat merupakan bagian dari dongeng.
B. Ciri Cerita Rakyat
Ciri-Ciri Cerita Rakyat
- Cerita rakyat disampaikan secara lisan.
- Disampaikan secara turun-temurun.
- Tidak diketahiu siapa pertama kali membuatnya.
- Kaya akan nilai-nilai luhur.
- Bersifat tradisional.
- Memiliki banyak versi dan variasi.
- Mempunyai bentuk-bentuk klise dalam susunan atau cara pengungkapannya.

3

Perhatikan contoh berikut!

MALIN KUNDANG

Cerita tentang Malin Kundang berasal dari wilayah Sumatra. Terdapat sebuah keluarga
yang hidupnya miskin dan mempunyai seorang anak namanya adalah Malin Kundang. Keadaan
keluarga tersebut sangat memprihatinkan yang membuat sang ayah merantau ke negeri
seberang.

Malin serta ibunya berharap sang ayah akan pulang dengan membawa banyak uang
sehingga kebutuhan sehari- hari keluarga mereka bisa terpenuhi. Tetapi, sang ayah tidak
kunjung pulang yang menjadikan mereka merasa kecewa. Seiring berjalannya waktu Malin
beranjak dewasa. Ia ingin ke negeri sebelah merantau supaya bisa menjadi orang yang kaya. Ia
belajar banyak tentang perkapalan dengan teman-temannya yang pengalamannya lebih di
dalam kapal. Hingga Malin akhirnya ahli dalam dunia perkapalan.

Suatu ketika kapal dagang yang di naikinya tersebut diserang oleh para bajak laut. Hal
tersebut membuatnya tidak memiliki apa-apa lagi. Seluruh barang berharga yang dimilikinya
juga sudah dirampas. Malin beruntung bersembunyi di sebuah ruang kecil yang membuatnya
terselamatkan. Ia kini terdampar di sebuah desa dan warga desa setempat menolongnya
sesudah ia menceritakan seluruh kejadian yang sudah menimpa dirinya serta rekannya ketika
berada di kapal dagang. Beruntungnya desa yang ia datangi sangat subur. Keteguhan dan juga
keuletannya membuatnya berhasil menjadi orang yang sukses.

Ia berhasil menjadi orang yang kaya dan mempunyai banyak sekali kapal dagang.
Kemudian ia ingin menjadikan seorang gadis istrinya sehingga ia memutuskan untuk
melamarnya. Sesudah beberapa lama menikah, Malin mengajak istrinya untuk berlayar
memakai sebuah kapal yang mewah dan besar. Sang ibu melihat kapal yang berlabuh dan
segera menghampirinya. Ia merasa yakin bahwa orang yang ada di dalam kapal tersebut
merupakan Malin anaknya. Ketika Malin turun dari kapal, sang ibu menyambutnya dengan
hangat. Ibunya langsung memeluknya dengan sangat erat.

Namun yang terjadi adalah Malin berpura-pura tidak mengenali ibunya tersebut. Ia
merasa malu mengakui ibunya yang pakaiannya nampak compang-camping dan sudah tua.
Bahkan ia juga dengan tega mengatakan bahwa ibunya tersebut sebagai seorang pengemis.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Malin, ibunya merasa sangat marah. Ibunya memanjatkan
doa kepada Tuhan agar jika memang benar ia adalah anak kandungnya, maka ia ingin
mengutuknya menjadi sebuah batu. Pada saat itu juga angin bertiup sangat kencang dan badai
menghancurkan kapal milik Malin. Akhirnya perlahan-lahan Malin berubah menjadi sebuah
batu karang

4

Teks di atas merupakan cerita rakyat karena membahas tentang peristiwa nyata dan untuk
menjelaskan sebab terjadinya peristiwa tersebut penulis perlu menggunakan dasar ilmu yang
jelas. Cerita rakyat berjudul “Maling Kundang” dalam contoh di atas berkaitan dengan ilmu
pengetahuan sosial, khususnya geografi yang memaparkan proses terjadinya gunung meletus.
Cerita tersebut tergolong cerita rakyat karena di dalamnya terdapat informasi yang berupa
runtutan kejadian. Cerita rakyat biasanya diawali dengan struktur pernyataan umum yang
biasanya berisi definisi, gambaran umum mengenai fenomena yang dibahas. Pada struktur
kedua yaitu deretan penjelas yang berisi penjelasan proses sebab akibat terjadinya fenomena.
Struktur teakhir pada tekseksplanasi memuat mengenai simpulan dari apa yang telah ditulis pada
pernyataan umum dan deretan penjelas.

B. Jenis-Jenis Cerita Rakyat
Jenis-jenis cerita rakyat:
a. Dongeng, yaitu cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman
dulu yanganeh-aneh)
b. Legenda, yaitu cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa
sejarah (asalusul suatu tempat, daerah)
c. Mite/mitos, yaitu cerita rakyat yang banyak mengandung unsur-unsur ajaib dan ditokohi
oleh dewa,roh halus, atau peri.
d. Fabel, yaitu dongeng yang pelakunya binatang
e. Hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yg berisi cerita, undang-undang, dan
silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk
pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta (menurut KBBI).

5

C. Kaidah Cerita Rakyat

Secara umum Kaidah cerita rakyat adalah:

1. Mengandung kata ganti (pronomina)
2. Mengandung frasa keterangan (frasa adverbial)
3. Mengandung kata kerja material (verba material)
4. Mengandung kata penghubung temporal (konjungsi temporal)

E. Langkah-Langkah Menulis Teks Cerita Rakyat

1). Tentukan Daerah Sumber Cerita Rakyat
Hal pertama yang saya lakukan adalah menyeleksi daerah-daerah yang akan dijadikan

setting dalam cerita rakyat yang akan saya tulis, tepatnya tulis ulang. Kenapa harus
menyeleksi daerah? Karena setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Selain itu, karena
tidak semua daerah saya kenal dengan baik adat istiadatnya. Makanya, sangat penting hal ini
dilakukan jika kita akan menulis ulang cerita rakyat.
2). Pilih Salah Satu Cerita yang Unik

Memilih cerita pada daerah tertentu tidak mudah karena walau pun satu daerah bisa jadi
ada cerita yang sama dengan daerah lainnya. Bagaimana cara memilihnya? Pilih cerita yang
paling unik yang ada di daerah tersebut. Unik bisa jadi tidak biasa idenya, tokohnya, cara si
tokoh menyelesaikan masalahnya, dan keunikan lainnya. Jangan lupa pula, apa pesan yang
akan disampaikan dalam cerita, supaya ceritanya focus.
3). Buat Detil Penggambaran Tokoh, Setting, dan Alur

Tahapan berikutnya mencoba mematangkan kembali tokoh yang ada dalam cerita
rakyat yang akan kita tulis ulang. Mematangkan kembali setting yang akan digunakan untuk
menulis cerita rakyat. Mematangkan kembali alur versi kita yang akan kita gunakan dalam
cerita kita. Ini sangat penting supaya logika cerita tidak tercerai-berai.
4). Tentukan Opening dan Ending

Sesuatu yang sangat penting ketika akan menulis ceritaapa pun, termasuk cerita rakyat
adalah mematangkan terlebih dahulu opening dan ending yang akan kita buat. Kenapa sangat
penting? Karena, opening akan menentukan mengalir tidaknya sebuah cerita. Opening akan
menentukan, seberapa penting cerita kita harus dibaca, dan akan menentukan opini awal
pembaca.
5). Buat Sinopsis Lengkap

Setelah semua unsur dalam menulis cerita sudah terpenuhi, saatnya menulis sinopsis
cerita rakyat yang akan kita tulis. Sebisa mungkin sinopsisnya runut, seperti kita kalau sedang
melakukan sebuah perjalanan. Sinopsis dibuat dengan alur maju karena akan membuat cerita
lebih cepat selesai jika ditulis. Alur mundur nanti akan disisipkan setelah naskah jadi.

6

6). Buat Kalimat Pembuka yang Menarik
Kalimat pembuka berbeda dengan opening. Jika opening menggambarkan cerita secara

global, kalimat pembuka benar-benar membuka cerita, seperti kita membuka pintu untuk
memasuki ruangan baru. Ibarat sebuah gedung, kalimat pembuka itu seperti pintu masuk
gedung. Kalau pintu gedungnya biasa- biasa saja kita membukanya juga malas, kan? Tetapi,
kalau pintunya saja sudah membuat kita berdecap kagum, kita akan dengan semangat empat
lima membukanya.
7). Tulis Hingga Tuntas

Jika tahapan 1-7 telah terlewati dengan baik, tulis cerita rakyat versi kita hingga tuntas.
Ingat, hingga tuntas sesuai dengan alur yang telah kita buat. Jangan sekali-sekali melihat ke
samping kiri atau samping kanan hanya karena terlintas sebuah ide baru. Apalagi menengok
ke belakang dan bilang, “Ah … cerita saya biasa saja.” Sungguh, buang jauh-jauh anggapan
itu. Maju terus hingga tuntas-tas-tas-tas.
8). Diamkan Selama Beberapa Hari

Setelah selesai, biarkan cerita kita istirahat sejenak di lapi kita. Ini yang dinamakan
masa pemeraman. Ibarat sebuah telur, biarkan isinya berkembang sendiri untuk siap menetas.
Biarkan selama beberapa hari untuk sekadar membiarkan tokoh-tokohnya beristirahat setelah
lelah melakukan perjalanan.

9). Edit
Nah, setelah kurang lebih satu minggu, buka kembali cerita rakyat yang telah kita tulis.

Baca pelan- pelan sampai tuntas. Kita tandai kalimat atau paragraf yang kurang pas. Kita
tandai dialog tokohnya yang kurang sesuai. Setelah kelar membaca dan menandai, inilah
saatnya pertempuran berikutnya, mengedit cerita rakyat yang telah kita tulis.
Edit di sini untuk menyelaraskan kalimat, menyelaraskan karakter tokohnya, menyelaraskan
alur yang tak jelas, menyelaraskan setting, dan sebagainya sehingga cerita rakyat kita benar-
benar sesuai dengan ekspektasi kita. Sebuah cerita rakyat yang menarik dan pasti menang
dalam lomba.
10). Kirim

Apa lagi yang ditunggu setelah naskah kelar? Dikirim pastinya. Jika cerita rakyat kita
untuk lomba, pastikan baca aturan mainnya. Ikuti aturan mainnya baik-baik supaya tidak ada
yang terlewat. Sebisa mungkin kirim dengan pengiriman khusus, supaya tercatat dengan baik

7

Latihan Soal

Pilihlah salah satu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat!
Bacalah kutipan teks eksplanasi berikut ini untuk menjawab soal nomor 1-4 !

1. Pernyataan umum dalam paragraf di atas terletak pada kalimat nomor ... .
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

2. Urutan peristiwa sebab akibat dalam paragraf tersebut adalah ... .
A. 1, 2, 3
B. 1, 3, 5
C. 3, 4, 5
D. 2, 3, 5
E. 2, 3, 4

3. Jenis cerita rakyat di atas adalah ... .
A. Legenda
B. fabel

8

C. cerita pelipur lara
D. pantun

4. Ciri bahasa yang dipakai dalam teks paragraf cerita rakyat di atas adalah ... .
A. Bahasa daerah
B. Bahasa modern
C. Bahasa indonsia
D. Bahasa kromo
E. Menggunakan kohesi pronomina persona.

5. Perhatikan langkah membuat teks cerita Berikut.

1. Menentukan topik
2. Menyusun teks
3. Membuat kerangka karangan
4. Menyunting tulisan

Langkah-langkah yang tepat untuk membuat teks eksplanasi adalah….

A. 1-2-3-4 B. 4-3-1-2 C. 1-3-2-4 D. 2-3- 4-1 E.2-3-1-

9

Daftar Pustaka
Muakhir,Ali. 2015. Menganalisis cerita rakyat.https://www.alimuakhir.com/2015/07/10-

cara-mudah-nulis-cerita-rakyat.html. diakses pada 4 juli 2021 pada pukul 21.42
Suherli, dkk. 2017. Bahasa Indonesia: Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK. Jakarta: Kementerian

Pendidikan danKebudayaan.
Wahyudin, Ahmad. 2019. Pendalaman Materi Bahasa Indonesia Modul 2 Semantik dan

Wacana. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

10


Click to View FlipBook Version