The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kenny08bukit, 2022-12-05 08:58:12

Cerpen Ilmiah (Bahasa Indonesia)

Bocah Petualang

Bocah Petualang

Kenny Fabiano Bukit

8-9A

Pada suatu hari ada anak yang bernama Erwin. Erwin
adalah anak tunggal dari keluarganya. Dia mempunyai
seorang ayah yang sangat mendukung terhadap hobinya.
Ibu Erwin sangat peduli terhadap Erwin dia sangat takut
kehilangan anak satu-satunya. Erwin adalah anak yang
sangat suka untuk berpetualang ke alam. Dia mempunyai
seorang teman yang bernama Marsya. Marsya adalah
seorang anak perempuan yang sangat pintar dan dia juga
teman baik dari Erwin. Dia selalu menemani Erwin untuk
pergi berpetualang.

Erwin dan Marsya di sekolah mereka sedang belajar tentang
asam dan basa yang stabil di tubuh manusia. Merekapun di
sekolah saat giat belajar tentang materi tersebut. Setelah
mereka selesai sekolah mereka berdua langsung pulang dan
mandi. Setelah mereka siap bersih-bersih mereka lanjut
belajar di rumah untuk pelajaran besok hari.

Keesokan harinya Marsya dan Erwin pergi ke sekolah
bersamaan. Sesampainya mereka di sekolah mereka
langsung masuk kelas. Di sekolah Erwin dan Marsya tidak
disukai oleh teman sekelasnya yang bernama Carlo. Dia
tidak suka dengan Erwin dan Marsya karena mereka berdua
adalah murid terpintar di kelas itu. Carlo selalu di kelas
kalah cepat dengan Erwin dan Marsya untuk menjawab
pertanyaan yang diberikan guru.

Dia pun lama-kelamaan kesal karena guru hanya selalu
memilih Marsya dan Erwin saja untuk menjawab
pertanyaan.
Setelah mereka siap sekolah Erwin dan Marsya langsung
pulang. Sesampainya mereka di rumah mereka langsung
mandi dan bersiap untuk pergi bermain motor trail di hutan.
Setelah Erwin selesai mandi dia meminta izin kepada
ayahnya untuk pergi bermain motor trail bersama Marsya.
Erwin berkata, ”Ayah apakah aku boleh pergi bermain
motor trail ke hutan bersama Marsya?”
“Boleh nak, tapi jangan pulang terlalu malam.”
“Ok, Yah.”
Setelah Erwin mendapatkan izin dari ayahnya dia langsung
pergi ke rumah Marsya menggunakan motor trailnya.
Sesampainya di sana dia langsung berteriak memanggil
Marya.
“Marsya, Marsya sudah siapkah?”
“Sudah Er tunggu ini mau keluarin motor dulu.”
“Ok ku tunggu di depan ya.”

Setelah Marsya mengeluarkan motornya dia dan Erwin
mengecek semua peralatan yang mereka bawa untuk pergi
bermain motor trail di dalam hutan. Setelah mereka siap
mengecek barang-barangnya mereka berdua langsung
bergegas ke hutan.

Sesampainya mereka berdua di hutan mereka langsung
melewati sangat banyak rintangan-rintangan yang dapat
mencelakakan mereka. Tetapi Erwin dan Marsya dapat
melewati semua rintangan-rintangan tersebut. Mereka
berdua pun bersenang-senang bermain motor trail di dalam
hutan. Saat malam hari mereka berdua langsung balik ke
rumah. Saat di perjalanan pulang mereka masih harus
melewati banyak rintangan yang sulit untuk dilewati

Di salah satu rintangan Erwin terjatuh dan masuk ke dalam
lumpur yang mengakibatkan dirinya sangat kotor. Saat dia
jatuh, dia langsung memanggil Marsya untuk membantu
dirinya keluar dari lumpur tersebut. Marsya langsung
datang dan menyelamatkan motornya terlebih dahulu.
Setelah itu, Marsya langsung membantu si Erwin untuk
keluar dari lumpur tersebut. Setelah kejadian tersebut
Marsya langsung bertanya, “Bagaimana ceritanya kamu
bisa jatuh hingga masuk ke dalam lumpur tersebut?”
“Aku tadi saat melewati rintang tersebut rem motorku tidak
terlalu pakem jadi tadi pas aku mau rem, remnya tidak
berfungsi makanya aku terjatuh.” jawab si Erwin.
“Oooo begitu ternyata kejadiannya tadi, lain kali lebih hati-
hati saat mengendarai motornya.” jawab Marsya
Setelah kejadian tersebut mereka pun langsung bergegas
pulang. Setelah mereka sampai di kota, mereka berpisah
untuk pulang.

Sesampainya di rumah, Erwin langsung disuruh mandi oleh
ibunya.
“Erwin kamu harus mandi dengan bersih ya supaya tidak
ada lagi kuman-kuman yang ada di tubuh kamu.”
“Iya-iya, Bu.” jawab Erwin
Erwin pun langsung pergi untuk mandi tapi dia melupakan
apa yang disampaikan oleh ibunya. Dia mandi dengan asal-
asalan. Setelah dia mandi dia langsung pergi ke meja makan
untuk makan malam. Saat makan malam, dia menceritakan
semua yang terjadi tadi saat dia dan Marsya bermain motor
trail di hutan. Ibu dan Ayah Erwin khawatir dengan keadaan
si Erwin.
“Apakah kamu baik-baik saja, Nak?”
“Aku baik-baik saja kok, Buk, Pak.”
Setelah mereka selesai makan dan bercerita Erwin langsung
kembali ke kamar dan beristirahat. Keesokan harinya Erwin
harus pergi ke sekolah lagi untuk belajar. Sesampainya dia
di sekolah dia bertemu dengan Marsya. Setelah Marsya dan
Erwin bertemu mereka langsung pergi untuk masuk ke
dalam kelas.

Setelah kelas selesai mereka pergi berdua pergi ke kantin.
Sesampainya di kantin mereka berdua pergi untuk membeli
makanan. Setelah memesan makanan, mereka langsung
mencari tempat duduk.

Saat mereka duduk dan bercerita tiba-tiba Marsya ada
melihat bintik bintik di badan Erwin. Dia pun langsung
menanyakannya, “Kok ada bintik-bintik di badanmu, Er?”
tanya si Marsya.
Erwin Pun langsung melihat yang dibilang oleh Marsya.
“Aku pun ga tahu kenapa ada bintik-bintik tersebut.” jawab
Erwin
Setelah itu mereka kembali ke kelas dan belajar seperti
biasa lagi. Saat lagi di dalam kelas Erwin mulai merasa
tidak nyaman karena ada bintik-bintik di badannya. Lalu dia
meminta izin kepada gurunya untuk pulang lebih dulu untuk
pergi ke dokter mengecek bintik-bintik tersebut. Setelah
meminta izin ke guru dia langsung pulang ke rumah.

Sesampainya dia di rumah dia langsung mendatangi
ibunya.
“Ibuu, ini kenapa ada banyak bintik-bintik di badanku?”
tanya si Erwin
“Apakah kemarin setelah siap kamu main motor trail
dengan Marsya kamu sudah mandi bersih?” tanya ibunya.
“Tidak bu, kemarin aku mandi asal-asalan.”
“Pantesan itu ada bintik-bintik di badanmu, ayo kita periksa
ke dokter,” kata ibu Erwin
Mereka pun langsung menuju ke rumah sakit. Sesampainya
di rumah sakit mereka langsung masuk ke ruangan dokter.
Dokterpun langsung memeriksa keadaan si Erwin.

Kata dokter, “ Itu hanyalah bintik-bintik biasa saja.”
Dokter pun memberikan beberapa obat untuk dimakan
Erwin. Setelah mereka siap berobat, Erwin langsung
menelepon si Marsya.
“Mar, kata dokter bintik-bintik yang tadi kamu lihat itu, itu
hanyalah bintik-bintik yang biasa.” kata Erwin.
“Syukurlah hanya bintik-bintik yang biasa.” jawab Marsya
Setelah Erwin menelepon temannya tadi, dia dan mamanya
langsung pulang. Sesampainya dia di rumah, dia langsung
beristirahat. Marsya yang masih disekolah, dia sedang
belajar bagaimana cara membuat sabun yang buat orang
sensitif. Dia pun ada ide setelah dia siap membuat sabunnya
dia akan memberikannya kepada Erwin. Saat Marsya
sedang membuat sabun tersebut Carlo melihatnya dia ingin
memasukkan bahan kimia yang tidak bagus ke dalam sabun
tersebut.
Namun saat Carlo melakukan hal tersebut Marsya
melihatnya. Setelah Carlo pergi Marsya langsung
membuang sabun yang dibuatnya dan dia membuatnya
ulang. Di rumah, Erwin sempat diketawain ayahnya.
“Nak, kamu itu seperti monster yang mempunyai banyak
virus.”
“Jangan begitulah, Yah.”
“Ayah hanya bercanda saja, Nak.” jawab ayahnya.

Keesokan harinya di sekolah Marsya masih melanjutkan
membuat sabun sensitif tadi untuk Erwin. Setelah dia siap
membuat sabun tersebut dia langsung mengantarkannya ke
rumah Erwin. Setelah dia sampai di rumahnya Erwin dia
langsung memberikan sabun tersebut dan memberitahukan
bagaimana caranya membuatnya.
“Bahan-bahan yang kamu perlukan adalah cangkir sabun
kastil, cangkir madu mentah, minyak jojoba bisa juga bisa
menggunakan almond manis, biji anggur, wijen, atau
minyak zaitun, Minyak vitamin E, minyak esensial. Itu
semua mempunyai tingkat pH yang bagus untuk di tubuh
kita.”
“Oke-oke, nanti saat sabunnya habis saya akan
membuatnya. Terima kasih ya sudah membuatkannya untuk
saya.” kata Erwin
“Sama-sama.” ucap Marsya
Keesokan harinya Marsya pergi untuk ke sekolah kembali,
dia mendatangi Carlo.
“Kenapa kamu memasukkan bahan bahan kimia yang tidak
bagus ke dalam ramuan sabun kemarin? Sabun itu untuk si
Erwin.”
“Sebenarnya aku memasukkan itu karena aku tidak ingin
kamu berhasil membuatnya, aku tidak tahu bahwa sabun
tersebut untuk diberikan kepada Erwin.” jawab Carlo.

“Lain kali jangan seperti itu lagi ya kamu dapat
membahayakan seseorang.” ucap Marsya.
Carlo dan Marsya masuk ke kelas dan mengikuti
pembelajaran seperti biasa. Sikap Carlo sekarang sudah
berubah tidak menjadi orang yang jahat lagi.
Dua hari kemudian saat Erwin datang ke sekolah Carlo
langsung menghampirinya.
“Maafkan aku, Er.” ucap Carlo.
“Maaf karena apa?” tanya Erwin.
“Kemarin aku sempat memasukkan bahan kimia yang tidak
bagus ke dalam sabun yang diberikan oleh Marsya ke kamu,
tetapi Marsya sudah menggantikan sabun tersebut dengan
sabun yang baru.”
“Ooo, tidak apa-apa lain kali jangan melakukan hal yang
jahat lagi terhadap orang lain soalnya dapat mencelakakan
orang lain.” ucap Erwin.
Mereka pun menjadi teman baik setelah kejadian tersebut.

Erwin adalah anak tunggal dari
keluarganya. Dia mempunyai teman baik
yang bernama Marsya. Mereka berdua
suka pergi berpetualang menggunakan
motor trailnya. Pada suatu hari, Erwin
jatuh sakit. Jadi, Marsya memutuskan
untuk membuat sabun untuk Erwin. Saat
Marsya membuat sabun tersebut, Carlo
memasukin zat-zat kimia yang berbahaya.
Apa yang akan tejadi selanjutnya?


Click to View FlipBook Version