BUKU PROFIL DESA PEMERINTAH DESA
KEMANTRAN KEMANTRAN
KECAMATAN KRAMAT
2022 KABUPATEN TEGAL –
JAWA TENGAH
Jalan Garuda Desa Kemantran,
Kec. Kramat, Kab. Trgal – Kode
pos 52181
Email: [email protected] - https://kemantran.id
KATA PENGANTAR
Selaga puji bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan buku profil desa ini. Tak lupa
mengucapkan shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi
Besar Muhammad SAW, karena berkat beliau, kita mampu keluar dari kegelapan
menuju jalan yang lebih terang.
Kami ucapkan juga rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung
lancarnya buku profil ini mulai dari proses penulisan hingga proses cetak, yaitu
rekan satu kelompok, perangkat Desa Kemantran, percetakan, dan masih banyak
lagi yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu.
Adapun buku yang berjudul “Buku Profil Desa Kemantran 2022” ini telah
kami buat dengan semaksimal dan sebaik mungkin agar menjadi manfaat bagi
pembaca yang membutuhkan informasi mengenai profil Desa Kemantran.
Dalam buku ini tertulis tentang profil Desa Kemantran dan apa saja yang
terdapat di Desa Kemantran mulai dari Potensi, organisasi, keunikan, dan masih
banyak lainnya.
Kami sadar, masih banyak luput dan kekeliruan yang tentu saja jauh dari
kata sempurna dalam buku ini. Oleh sebab itu, kami mohon agar pembaca
memberikan kritik dan saran terhadap karya buku ini agar kami dapat terus
meningkatkan kualitas buku.
Demikian buku ini kami buat, dengan harapan pembaca bisa mengetahui
bagaimana Desa Kemantran dan apa saja yang terdapat di dalamnya. Terima kasih.
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................. 1
1.1 UMUM ............................................................................................................... 1
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN PENULIS.............................................................. 1
BAB II GAMBARAN UMUM DESA KEMANTRAN.................................................. 3
2.1 GAMBARAN UMUM DESA KEMANTRAN ............................................... 3
1.2 SEJARAH SINGKAT DESA KEMANTRAN ............................................... 3
BAB III PEMBANGUNAN DESA KEMANTRAN ...................................................... 5
3.1 VISI .................................................................................................................... 5
3.2 MISI ................................................................................................................... 5
3.3 PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN DI DESA KEMANTRAN
DENGAN 8 INDIKATOR SESUAI PEMENDAGRI NOMOR 12 TH 2007 .......... 5
3.3.1 INDIKATOR PENDIDIKAN .................................................................. 5
3.3.2 INDIKATOR KESEHATAN MASYARAKAT ..................................... 8
3.3.3 INDIKATOR EKONOMI MASYARAKAT.......................................... 9
3.3.4 INDIKATOR KEAMANAN DAN KETERTIBAN ............................... 9
3.3.5 INDIKATOR PEMERINTAHAN......................................................... 10
3.3.6 INDIKATOR LEMBAGA KEMASYARAKATAN ............................ 14
BAB IV TUJUAN PRODESKEL ONLINE ................................................................. 20
TUJUAN PRODESKEL ONLINE:........................................................................... 20
BAB V PETA DESA KEMANTRAN............................................................................ 21
PETA DESA KEMANTRAN..................................................................................... 21
BAB VI POTENSI UNGGULAN DESA KEMANTRAN ........................................... 22
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 UMUM
Pembangunan merupakan suatu usaha atau proses yang
dilaksanakan secara terus menerus untuk mencapai perubahan kearah yang
lebih baik dan bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan
makmur secara merata baik materiil maupun spiritual berdasarkan Pancasila
dan Undang - Undang Dasar 1945. Pembangunan yang dilaksanakan di
Desa Kemantran pada dasarnya mengacu pada rencana strategis
Pemerintahan Provinsi, Kabupaten dan sekaligus merupakan wahana untuk
mendorong usaha pembangunan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan
sendiri secara swadaya dan gotong royong serta untuk memacu masyarakat
agar lebih mengenal permasalahan pembangunan yang dihadapi dan
bagaimana cara menyelesaikannya.
Dalam rangka mendukung pemberdayaan masyarakat untuk
mencapai keberhasilan pembangunan di Desa Kemantran, telah dilakukan
upaya penguatan kelembagaan, meningkatkan motivasi dan swadaya
gotong royong masyarakat dalam pembangunan dengan wujud adanya
peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di berbagai bidang antara lain
di bidang pendidikan, ekonomi, sosial budaya, keamanan dan ketertiban
serta terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat yang berkesinambungan.
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN PENULIS
Sebagaimana diketahui bersama bahwa keberhasilan dari pada
pelaksanaan pembangunan sangat dipengaruhi oleh keberadaan potensi
yang ada, dan untuk mengatahui potensi tersebut perlu didukung dengan
data yang kongkrit dan dapat dipertanggung jawabkan guna penyusunan
program pembangunan desa. Data dimaksud disusun dalam Profil Desa
yang sekaligus merupakan gambaran umum menyangkut situasi dan kondisi
serta potensi yang ada di dalam wilayah desa, sehingga dengan demikian
maka maksud dan tujuan penyusunan Profil Desa ini adalah ingin
memberikan gambaran umum mengenai segala kegiatan dan hasil-hasil
1
yang telah dicapai oleh Desa Kemantran selama tahun 2022. Disamping itu
penyusunan Profil ini juga bertujuan memudahkan bagi Perangkat Desa
bekerja sama dengan pihak-pihak terkait lainnya dalam menyusun program-
program pembangunan dalam bentuk rencana pembangunan jangka
menengah desa (RPJMDes) dan rencana kerja pembangunan tiap tahunnya
(RKPDes), dan dituangkan dalam anggaran pendapatan dan belanja desa
(APBDes) di Desa Kemantran. Saat ini untuk pendataan dan penyusunan
Profil Desa dibuat dengan memakai suatu atau aplikasi yaitu sistem
informasi Profil Desa dan Kelurahan Direktorat Jenderal Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa (Prodeskel PMD) merupakan sistem informasi
(aplikasi) berbasis Web (Online) dimana pedoman penyusunan dan
pendayagunaan datanya berlandaskan pada Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 12 Tahun 2007. Tujuan Prodeskel Profil Desa dan Kelurahan
yaitu Profil Desa dan Kelurahan informasi penting yang meliputi data di
desa dan kelurahan seperti kependudukan dan beberapa peranan keberadaan
suatu sektor yang memiki potensi untuk dikembangkan, Meningkatkan
sumberdaya yang ada di ruang lingkup pemeritahan desa dan kelurahan
sehingga menjadi motivasi bagi kelanjutan investasi desa dan kelurahan,
Pengembangan sumber daya alam yang ada dan ditingkatkan lebih
maksimal, misalkan di suatu desa memilki satu atau lebih sumber alam
berupa kampungnya nelayan maka pemeritahan desa di sisi lain harus
menargetkan suatu badan agar sebutan kampung nelayan menjadi
pariwisata alam selain tempat mencari nafkah untuk warga maka pantai dan
laut akan mempunyai nilai lebih sebagai pemasukan keuangan dengan
tambah bidang usaha kepariwisataan, dan tujuan yang terakhir adalah
pengembangan sumber daya alam yang ada dan tingkat tercapinya
keberhasilan didukung semua pihak dalam melakukan pembangunan yang
kesinambungan.
2
BAB II
GAMBARAN UMUM DESA KEMANTRAN
2.1 GAMBARAN UMUM DESA KEMANTRAN
Desa Kemantran bagaian salah satu desa di Kecamatan Kramat
Kabupaten Tegal propinsi Jawa Tengah, dengan luas areal = 70,375 Ha.
Batas administrasinya sebagai berikut:
Sebelah Utara : Desa Babakan
Sebelah Selatan : Desa Bumiharja / Tarub
Sebelah Barat : Desa Jatilawang
Sebelah Timur : Desa Kertaharja
Secara administratif Desa Kemantran terdiri dari:
Dusun 1
Rukun Tangga / RT 23
Rukun Warga/ RW 5
Kependudukan
Jumlah penduduk : 4.244 Jiwa
Jumlah penduduk laki – laki : 2.162 Jiwa
Jumlah penduduk perempuan : 2.082 Jiwa
Jumlah KK : 1.309 KK
1.2 SEJARAH SINGKAT DESA KEMANTRAN
Kemantran adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kramat,
Kabupaten Tegal, Indonesia. Desa ini terletak di pusat kecamatan
sekaligus menjadi ibu kota kecamatan Kramat. Sebelah utara berbatasan
dengan desa Babakan, sebelah selatan dengan desa Bumiharja, sebelah
timur dengan desa Kertaharja, dan sebelah barat dengan desa Jatilawang.
Terdapat pula rangkaian gerbong lori tebu, dari kejauhan tampak terlihat
cerobong asap Pabrik Gula Kemantran pada tahun 1916.
Desa Kemantran mempunyai sebuah Pasar Tradisonal yang cukup
besar ramai dengan pedagang yang datang dari desa tetangganya.
Lapangan standar sering dipergunakan untuk menggelar pertandingan
3
sepak bola antar desa, upacara agustusan, dan pasar malam, serta bioskop
layar tancap berada di depan Kantor Kepala Desa. Penduduk umumnya
bermata pencaharian sebagai pedagang, pegawai negeri, guru, petani, dan
buruh.
Nama Kemantran dipercaya berasal dari nama pendiri desa ini yaitu
Mantra, yang kemudian sering disebut sebagai Mbah Mantra.
Kemungkinan besar Mbah Mantra membuka desa ini pasca perang
Diponegoro, sekitar tahun 1850-an. Dibandingkan dengan desa desa
disekitarnya maka dapatlah dikatakan pembukaan desa ini sebuah kisah
sukses Mbah Mantra. Pada kalangan kaum tua, kita dapat mendengar
cerita epik, termasuk kisah perselingkuhan istri Mbah Mantra dengan
Pembuka Desa tetangganya. Termasuk cerita mistis tentang kereta kuda
dan tentu saja kuda tunggangan Mbah mantra yang masih suka
memperlihatkan diri pada malam hari yang sunyi.
Pada masa Pemerintahan Belanda, di desa ini pernah berdiri Pabrik
Gula Kemantran yang dibangun pada tahun 1868. Namun sayangnya PG
Kemantran ini dihancurkan oleh Jepang pada tahun 1942, hingga
sekarang keberadaan PG Kemantran ini masih menjadi misteri. Namun
beberapa bekas PG Kemantran yang masih terlihat adalah kantor
sebagian gedung dibelakang kantor kecamatan Kramat, beberapa rumah
Belanda, dan sisa-sisa tembok kuno.
Desa kemantran termasuk desa yang memiliki masyarakat yang
sudah majemuk, itu disebabkan karena banyaknya pendatang dari
bebagai daerah seperti Batak, Sunda, dan masyarakat Solo. Demikianlah
sejarah asal mula Desa Kemantran agar dapat diketahuI.
4
BAB III
PEMBANGUNAN DESA KEMANTRAN
3.1 VISI
Untuk mewujudkan suatu sasaran yang akan dicapai dalam melaksanakan
program dan kegiatan, maka telah dibuat Visi Desa yaitu, “Bekerja keras
menuju desa yang Agamis, Mandiri dan Berkepribadian”.
3.2 MISI
1. Memperbaiki dan menambah sarana prasarana yang dibutuhkan
untuk meningkatkan SDM melalui pendidikan formal dan non
formal.
2. Mewujudkan pemerintahan yang baik, bersih, berwibawa dan
berkeadilan melalui pelaksanaan otonomi daerah dan kehidupan
demokrasi yang sehat.
3. Mewujudkan kesejahteraan dan kerukunan masyarakat melalui
pemberdayaan pembangunan yang partisipasif dan bermartabat
pada semua aspek kehidupan masyarakat.
4. Mewujudkan pelayanan prima melalui penyelenggaraan
administrasi desa yang mandiri dan profesional, serta
pengembangan jaringan kerjasama dengan seluruh mitra
pemerintahan desa.
3.3 PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN DI DESA KEMANTRAN
DENGAN 8 INDIKATOR SESUAI PEMENDAGRI NOMOR 12 TH
2007
3.3.1 INDIKATOR PENDIDIKAN
Pembangunan pendidikan bertujuan mencerdaskan
masyarakat yang akan mengarah pada peningkatan kualiatas sumber
daya manusia serta menumbuhkan kesadaran dan sikap masyarakat
untuk selalu berupaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan.
Kondisi prasarana pendidikan di Desa Kemantran sudah memadai.
Ada beberapa sekolah seperti: SD Muhammadiyah Kemantran, SD
5
Negeri Kemantran 01, SD Negeri Kemantran 02, MTs NU 01 Kramat,
TK Aisyiyah Kemantran, SMK NU 1 Islamiyah Kramat, SMP PGRI
Kramat. Walaupun ada sekolah lanjutan yang tidak terdapat di
wilayah Desa Kemantran namun karena jarak masih dekat ke sekolah
wilayah sekitar, sehingga siswa dapat mengikuti/mengenyam
pendidikan dengan baik. Hal ini terbukti dari beberapa siswa yang
dapat menyumbangkan/meraih prestasi dibidang pendidikan dan
lainnya pada berbagai tingkatan. Upaya lain yang dilaksanakan dalam
meningkatkan pendidikan dan ketrampilan warga dimulai sejak dini
berupa PAUD, play group dan taman kanak-kanak. Serta bagi yang
dewasa lebih aktif mengikuti berbagai kursus/pelatihan untuk
mengembangkan potensi, inovasi dan kemampuan pribadi dalam
rangka menambah pendapatan sehingga lebih sejahtera.
6
7
3.3.2 INDIKATOR KESEHATAN MASYARAKAT
Dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat di Desa
Kemantran, telah dilaksanakan berbagai upaya kesehatan yang dirintis
sejak lama yang pada intinya bertujuan untuk menekan kematian bayi,
balita dan angka kematian ibu melahirkan. Upaya tersebut antara lain
dengan diaktifkannya kegiatan Posyandu yang menyebar di Wilayah
Desa Kemantran, yang kegiatannya seperti kesehatan ibu dan anak,
perbaikan gizi, kesehatan lingkungan, upaya pencegahan penyakit
seperti imunisasi, penyuluhan kesehatan keluarga berencana dan
lainnya, sehingga dari kegiatan tersebut tingkat kesehatan masyarakat
di Desa Kemantran dalam keadaan baik.
1. Kematian Bayi
Keberhasilan program KIA di Desa Kemantran atas peranannya
mendeteksi dini kehamilan beresiko tinggi, mempercepat penurunan
angka kematian ibu dan angka kematian bayi, hal ini terlihat dari
tidak adanya kematian ibu dan bayi pada tahun 2018 dan 2019.
2. Gizi dan Kematian Balita
Upaya perbaikan Gizi Balita di Desa Kemantran dilakukan melalui
pemantauan pertumbuhan dan perkembangan diposyandu, dimana
di Desa Kemantran terdapat 5 (lima) posyandu yang dibuka setiap
satu bulan sekali telah memperlihatkan hasil yang baik.
3. Imunisasi
Imunisasi ditujukan untuk menurunkan angka kecacatan dan angka
kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
diantaranya difteri, pertusis, tetanus, tubercolosis, campak,
poliomiletis dan hepatitis B pada bayi. Penyakit tersebut dapat
dicegah dengan pemberian imunisasi DPT-HB combo, BCG,
CAMPAK dan POLIO. Sasaran dari kegiatan ini adalah bayi dan ibu
hamil.
4. Kepemilikan Jamban
Salah satu indikator dari kesehatan lingkungan adalah kepemilikan
jamban sehat di Desa Kemantran. Keluarga yang memiliki jamban
8
sehat di Desa Kemantran mencapai 100% karena kesadaran
masyarakat sendiri begitu pentingnya memiliki jamban sehat.
5. Lansia
Pada tahun 2019 di Desa Kemantran untuk anggota masyarakat yang
telah berusia 50 tahun ke atas telah di fasilitasi oleh Desa
membentuk kelompok posyandu lansia (lanjut usia) yang bernama
Posyandu Mawar yang anggotanya mencapai 45 orang yang
kegiatannya adalah Senam Lansia, Pengecekan Kesehatan, dan PMT
Lansia yang kegiatannya di laksanakan setiap bulan.
3.3.3 INDIKATOR EKONOMI MASYARAKAT
Pembangunan di bidang perekonomian khususnya di Desa
Kemantran semata-mata diupayakan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat yang bertumpu pada pembangunan di
sektor perdagangan, jasa, industri kecil dan sektor lainnya. Dengan
data yang ada mata pencaharian di Desa Kemantran adalah wiraswasta
atau pedagang, buruh pabrik, guru, PNS, petani.
Dari sektor perekonomian Desa Kemantran sudah memiliki
Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dengan memiliki kantor sendiri
yang pembangunannya di danai oleh pemerintahan Desa Kemantran
dan memiliki unit - unit usaha yaitu: Unit jasa Fotocopy, Penjualan
alat tulis kantor, dan jasa pembayaran PBOP.
3.3.4 INDIKATOR KEAMANAN DAN KETERTIBAN
Dalam meningkatkan keamanan, ketentraman dan ketertiban
masyarakat di wilayah Desa Kemantran, telah dibangun Poskamling
sesuai dengan kondisi wilayah. Di Desa Kemantran terdapat
poskamling sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam menjaga
keamanan lingkungan. Selain kegiatan keamanan lingkungan juga
didukung oleh satuan tugas (satgas) linmas juga rutin melaksanakan
sidak penduduk pendatang. Di Desa Kemantran juga telah dibentuk
dari unsur relawan keamanan yang berasal dari masyarakat dan dari
pengurus mesjid yang sangat urgen ikut serta menjaga keamanan
9
lingkungan, tempat-tempat suci, saat kegiatan perayaan hari–hari
besar seperti tahun baru, serta perayaan keagamaan yang lain.
Didalam menjaga keamanan lingkungan satgas selalu
berkoordinasi dengan Perbekel dan perangkat desa sebagai unsur
pemerintahan dan pembina pos-pos keamanan lingkungan. Dengan
kerjasama yang baik dan disertai dengan meningkatnya kesadaran
dalam menjaga keamanan lingkungan sehingga wilayah Desa
Kemantran relatif aman. Selain terkait denga keamanan lingkungan,
pemerintahan Desa Kemantran bersama-sama dengan Pengurus
Masjid, Remaja Masjid dan tokoh masyarakat dengan pendekatan
kearifan lokal, baik secara kelembagaan maupun mempergunakan
pendekatan budaya lokal terus menerus bersinergi, dalam membina
keluarga sejahtera dan melakukan pencegahan dan penanggulangan
Kekerasan Dalam Rumah Tangga, sehingga kejadian kekerasan dalam
rumah tangga beserta dampaknya dapat ditekan sekecil mungkin.
3.3.5 INDIKATOR PEMERINTAHAN
Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Kemantran sebagai berikut
10
Pemerintah Desa sebagai penyelenggaraan urusan
pemerintahan bersamasama dengan Badan Permusyawaratan Desa
11
perlu kiranya terus dibina dan diberdayakan sehingga diharapkan
dapat lebih optimal dalam penyelenggaraan Pemerintahan,
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Terkait dengan sarana
dan prasarana administrasi dan anggaran, Pemerintah Desa berupaya
untuk memenuhi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan desa.
Badan Permusyawaratan Desa atau yang disebut dengan nama lain
adalah lembaga yang melakukan fungsi pemerintahan yang
anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan
keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis. Badan
Permusyawaratan Desa merupakan badan permusyawaratan di tingkat
Desa yang turut membahas dan menyepakati berbagai kebijakan
dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
Dalam upaya meningkatkan kinerja kelembagaan di tingkat
Desa, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan partisipasi dan
pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Desa dan/atau Badan
Permusyawaratan Desa memfasilitasi penyelenggaraan Musyawarah
Desa. Musyawarah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah
forum musyawarah antara Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah
Desa, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan
Permusyawaratan Desa untuk memusyawarahkan dan menyepakati
hal yang bersifat strategis dalam penyelenggaraan Pemerintahan
Desa. Hasil Musyawarah Desa dalam bentuk kesepakatan yang
dituangkan dalam keputusan hasil musyawarah dijadikan dasar oleh
Badan Permusyawaratan Desa dan Pemerintah Desa dalam
menetapkan kebijakan Pemerintahan Desa. Badan Permusyawaratan
Desa mempunyai Fungsi sebagai membahas dan menyepakati
Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan
menyalurkan aspirasi masyarakat Desa, melakukan pengawasan
kinerja Kepala Desa/Perbekel. Adapun anggotanya sebagai berikut:
Kepala Desa : AZIS NUR FAJAR
Sekretaris Desa : KISWANTO
12
Kasi Pemerintahan : FERA SUCIYANTI
Kasi Kesejahteraan : AMINUDIN AZIS
Kasi Pelayanan : ABDUL LATIF
Kasi Umum dan Perencanaan : MAMBA’UL ULUM
Kepala Urusan Keuangan : M. FATAH YASIN YUSUF
Kadus : DARTO
Ketua BPD : M. AHDI FAHRUDIN, S. Hi.
Wakil BPD : SARIJAH, S. Ag.
Sekretaris : LINA KESDYANINGSIH
Anggota : 1. AHMAD RIYANTO
2. SARIPAH, S. Pd.
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berhak mengawasi dan
meminta keterangan tentang penyelenggaraan Pemerintahan Desa
kepada Pemerintah Desa, menyatakan pendapat atas penyelenggaraan
Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan
kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa,
mendapatkan biaya operasional pelaksanaan tugas dan fungsinya dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Di Desa Kemantran
pengurus BPD bersinergi dengan Pemerintah Desa Kemantran juga
mempunyai fungsi sebagai pengurus majelis syariah yang bertujuan
sebagai wadah pemecahan masalah kekeluargaan, masalah umat, dan
hal yang berkaitan dengan maslahat di Desa Kemantran. Untuk
mencapai suatu tujuan yang di inginkan BPD dengan Pemerintah Desa
Kemantran, serta seluruh lembaga atau pengurus desa, dan seluruh
lapisan masyarakat harus saling bekerjasama dan bersinergi untuk
membangun Desa Kemantran. Dalam penyelenggaraan pemerintahan
desa, di Desa Kemantran mendapatkan alokasi dana pada setiap
13
tahunnya dari pemerintah Provinsi, Kabupaten/daerah, dan dari
pendapatan asli desa yang sah.
3.3.6 INDIKATOR LEMBAGA KEMASYARAKATAN
Keberadaan lembaga kemasyarakatan sangat penting artinya
dan memegang peranan yang fundamental sebagai mitra pemerintah
desa baik dalam melaksanakan pembangunan dalam rangka
peningkatan kesejahteraan masyarakat. Adapun Lembaga – lembaga
kemasyarakatan di Desa Kemantran sebagai berikut:
1) LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa)
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa atau sebutan nama lain
mempunyai tugas menyusun rencana pembangunan secara
partisipatif, menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat,
melaksanakan dan mengendalikan pembangunan. Dalam
melaksanakan tugasnya mempunyai fungsi:
penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam
pembangunan;
penanaman dan pemupukan rasa persatuan dan kesatuan
masyarakat dalam kerangka memperkokoh Negara Kesatuan
Republik Indonesia;
peningkatan kualitas dan percepatan pelayanan pemerintah
kepada masyarakat;
penyusunan rencana, pelaksanaan, pelestarian dan
pengembangan hasil-hasil pembangunan secara partisipatif;
penumbuhkembangan dan penggerak prakarsa, partisipasi,
serta swadaya gotong royong masyarakat; dan
penggali, pendayagunaan dan pengembangan potensi sumber
daya alam serta keserasian lingkungan hidup.
Adapun struktur organisasinya sebagai berikut:
Ketua : AHMAD SHOBAR
Sekretaris : UDHI HERAWADI
Bendahara : NUR ISTIANAH
14
Anggota : 1. SOHIDIN
2. M. IMAM SYIFFUDIN
3. FARHANDY RAMADHAN
4. AENUN JARIYAH
5. M. QODRAT JAENURI
6. ARI BUDIYANTO
7. KASMURI
2) PKK
Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan mempunyai tugas
membantu Pemerintah Desa/Lurah dan merupakan mitra dalam
pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Tugas
Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan meliputi:
Menyusun rencana kerja PKK Desa/Kelurahan, sesuai
dengan basil Rakerda Kabupaten/Kota;
15
Melaksanakan kegiatan sesuai jadwal yang disepakati;
Menyuluh dan menggerakkan kelompok-kelompok PKK
Dusun/Lingkungan, RW, RT dan dasa wisma agar dapat
mewujudkan kegiatan-kegiatan yang telah disusun dan
disepakati;
Menggali, menggerakan dan mengembangkan potensi
masyarakat, khususnya keluarga untuk meningkatkan
kesejahteraan keluarga sesuai dengan kebijaksanaan yang
telah ditetapkan;
Melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada keluarga-
keluarga yang mencakup kegiatan bimbingan dan motivasi
dalam upaya mencapai keluarga sejahtera;
Mengadakan pembinaan dan bimbingan mengenai
pelaksanaan program kerja;
Berpartisipasi dalam pelaksanaan program instansi yang
berkaitan dengan kesejahteraan keluarga di desa/kelurahan;
Membuat laporan basil kegiatan kepada Tim Penggerak PKK
Kecamatan dengan tembusan kepada Ketua Dewan
Penyantun Tim Penggerak PKK setempat;
Melaksanakan tertib administrasi; dan
Mengadakan konsultasi dengan Ketua Dewan Penyantun
Tim Penggerak PKK setempat.
Adapun Struktur organisasi kepengurusannya sebagai berikut:
Ketua : MARKHATUN
Wakil Ketua : SRI ANTINAH
Sekretaris 1 : SRI WIYANTI
Sekretaris 2 :ADE YULIANA ENIKE
VITASARI
Bendahara 1 : FERA SUCIYANTI
16
Bendahara 2 : AENUN JARIYAH
Ketua Pokja 1 : MUAWANAH
Anggota : TJI TJI SETIYOWATI
Anggota : NURHALIMAH
Ketua Pokja II : MULYANINGSIH
Anggota : MUTIROH
Anggota : KUSUMAWATI
Ketua Pokja III : MUSLIKHA
Anggota : KURNIATI
Anggota : NUR KHASANAH
Ketua Pokja IV : SRI YANTI
Anggota : USMIYATI
Anggota : MUTMAINAH
Selain melaksanakan tugas pokok PKK, juga mempunyai program
kerja yaitu melaksanakan kegiatan rohani dan jasmani, untuk kegiatan
rohaninya yaitu pengajian 1 bulan sekali dan untuk jasmaninya adalah
kegiatan senam sehat.
3) Karang Taruna
Karang Taruna mempunyai tugas menanggulangi berbagai
masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi
muda, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif, maupun
pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya. Karang
Taruna dalam melaksanakan tugasnya mempunyai fungsi:
penyelenggara usaha kesejahteraan sosial;
penyelenggara pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat;
17
penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi
muda di lingkungannya secara komprehensif, terpadu dan
terarah serta berkesinambungan;
penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan
bagi generasi muda di lingkungannya;
penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan
kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda;
penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan,
jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat
nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik
Indonesia;
pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat
mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat
rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif dan kegiatan
praktis lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan
potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara
swadaya;
penyelenggara rujukan, pendampingan dan advokasi sosial
bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial;
penguatan sistem jaringan komunikasi, kerjasama, informasi
dan kemitraan dengan berbagai sektor lainnya;
penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial
yang aktual;
pengembangan kreatifitas remaja, pencegahan kenakalan,
penyalahgunaan obat terlarang (narkoba) bagi remaja.
Dengan struktur organisasi sebagai berikut:
Karang Taruna: EDI RUDI HARTONO
18
4) Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPMD)
Dengan struktur organisasi sebagai berikut:
19
BAB IV
TUJUAN PRODESKEL ONLINE
TUJUAN PRODESKEL ONLINE:
1. Untuk mempercepat proses pendataan pembangunan pada setiap desa dan
kelurahan yang di indosnesia
2. Profil Desa dan Kelurahan informasi penting yang meliputi data di desa dan
kelurahan seperti kependudukan dan beberapa peranan keberadaan suatu
sektor yang memiki potensi untuk dikembangkan.
3. Meningkatkan sumberdaya yang ada di ruang lingkup pemeritahan desa dan
kelurahan sehingga menjadi motivasi bagi kelanjutan investasi desa dan
kelurahan.
4. Pengembangan sumber daya alam yang ada dan ditingkatkan lebih
maksimal, misalkan di suatu desa memilki satu atau lebih sumber alam
berupa kampungnya nelayan maka pemeritahan desa di sisi lain harus
menargetkan suatu badan agar sebutan kampung nelayan menjadi
pariwisata alam selain tempat mencari nafkah untuk warga maka pantai dan
laut akan mempunyai nilai lebih sebagai pemasukan keuangan dengan
tambah bidang usaha kepariwisataan.
5. Pengembangan sumber daya alam yang ada dan tingkat tercapinya
keberhasilan didukung semua pihak dalam melakukan pembangunan yang
kesinambungan.
20
BAB V
PETA DESA KEMANTRAN
PETA DESA KEMANTRAN
https://goo.gl/maps/E9dKziJFtCmwttvV7
Klik link diatas untuk membuka google maps
21
BAB VI
POTENSI UNGGULAN DESA KEMANTRAN
Potensi unggulan yang ada di Desa Kemantran merupakan hasil kreativitas
warga desa Kemantran yang menjadi sumber penghidupan lebih baik. Di Desa
Kemantran terdapat wisata kuliner tradisional yang mulai berkembang baik dan
memberi kontribusi bagi kesejahteraan warganya yang tergabung dalam RT 01 RW
03 yang diberi nama “WISATA KEBON PRING”. Latar belakang terbentuknya
wisata makanan tradisional ini bertujuan untuk meningkatkan penghasilan bagi
warga sekitar, menyambung tali silaturahmi antar warga dan para penggunjung dari
berbagai desa, dan melestarikan makanan tradisional yang sudah hampir langka.
Kebon pring merupakan destinasi wisata yang menjajakan makanan khas
Tegal dan jajanan tradisional seperti cetot, kupat sayur, gebral,klepon, lupis, pecel
dan masih banyak lagi. Selain menjual makanan dan minuman tradisional, disini
juga terdapat hiburan live music yang dapat dinikmati pengunjung sembari
menyantap makanan. Pengunjung juga diperbolehkan menyumbangkan suaranya
atau karaoke bersama keluarga maupun rombongan di panggung yang sudah
disediakan. Selain live music, di wisata kebon pring juga terdapat spot foto yang
menarik. Yang menjadi menarik dan unik dari wisata kebon pring adalah sistem
22
pembayaran yang menggunakan koin, jadi pengunjung harus menukarkan koin di
tempat penukaran koin dengan harga satu koinnya yaitu Rp. 2.500,-
Awalnya lahan ini merupakan pekarangan bambu milik warga yang
rimbun dan seram karena tidak terurus. Kemudian munculah ide dari Bapak Agung
selaku ketua RT 01 untuk memanfaatkan lahan ini menjadi sumber penghasilan
warga sekitar. Dengan kekompakan dan kerja keras, warga RT 01 berhasil
mengubah lahan yang angker menjadi sebuah destinasi wisata kuliner tradisional.
Wisata ini juga sudah resmi dibuka mulai tanggal 06 November 2022 yang dihadiri
oleh Kepala Desa Kemantran, Polsek Kramat, para pejabat kantor Kecamatan
Kramat, dan dibantu oleh Mahasiswa UNNES Giat 3 di Desa Kemantran. Wisata
ini hanya dibuka setiap hari Minggu, tapi dapat disewa untuk kegiatan perkumpulan
seperti senam, ulang tahun, tasyakuran, dan lain-lain.
23