KONEKSI
ANTAR MATERI
Tentang prinsip :
(1) Pembelajaran Berdiferensiasi
(2) Pengajaran yang Responsif Kultur
(3) Pengajaran Sesuai Level
Aulia Mirta Dewi
PPG Prajabatan UNS
Pendidikan Kimia 001
PEMBELAJARAN
BERDIFERENSIASI
Developmentally Apropriate Practice
Pengertian
Proses pembelajaran yang dikemas
secara asik dan menyenangkan karena
memposisikan peserta didik sebagai
pemegang peranan utama pada proses
pembelajaran dan guru hanya sebagai
fasilitator.
Komponen
Developmentally Apropriate Practice
Pengetahuan Keterampilan Sifat Alamiah Perasaan
Ciri - Ciri
Developmentally Apropriate Practice
1.Disesuaikan dengan perkembangan anak
2.Rencana pembelajaran memberikan kesempatan
anak mendapat pengalaman belajar
3.Aktivitas belajar dapat berlangsung melalui proyek,
pusat belajar, dan bermain
4.Materi belajar bersifat konkret, dan relevan dengan
pengalaman sehari-hari
Tiga Komponen DAP
Kesesuain Usia
Pendidik perlu memahami tahapan
perkembangan anak secara kronologis
Kesesuain Individu
Pendidik harus memahami bahwa setiap anak
merupakan pribadi yang unik, dengan
berbagai bakat, minat, kelebihan,
kekurangan, dan beragam pengalaman
Kesesuain Budaya
Pemahaman pendidik sosial budaya anak
dapat dijadikan dijadikan sebagai acuan
guru dalam mempersiapkan materi
pembelajaran yang relevan dan bermakna
Kelebihan DAP Kekurangan DAP
Memposisikan anak sebagai Proses pembelajaran harus
pemegang utama dalam sesuai dengan tahap
proses pembelajaran perkembangan dan
Memberikan banyak
kemampuan kognitif peserta
kesempayan untuk anak aktif
didik
bergerak dan bertanya,
Tidak semua materi
menjelajah serta mencoba pembelajaran cocok diterapkan
Media pembelajaran
disesuaikan dengan karakter
perkembangan anak
Pengajaran Responsif Kultur
Culturally Responsive Pedagogy
Pengertian
Pengajaran Responsif Kultur model pendidikan teoritis yang tidak hanya bertujuan
meningkatkan prestasi peserta didik, tetapi juga membantu peserta didik menerima
dan memperkokoh identitas budayanya
Prinsip Tanggap Budaya
Pentingnya Budaya
Pengetahuan terbentuk sebagai bagian dari konstruksi sosial
Inklusivitas budaya
Prestasi akademis tidak terbatas pada dimensi intelektual
Keseimbangan dan keterpaduan antara kesatuan dan keragaman
Karakteristik Guru Tanggap Budaya
Mempunyai kesadaran terhadap sosio-kultural
Mempunyai afirmasi terhadap keragaman latar belakang
peserta didik
Percaya diri dalam mengemban tugas
Memahami bagaimana peserta didik mengkonstruksi
pengetahuan & mendorong peserta didik
mengembangkan konstruksi pengetahuannya sendiri.
Memahami pola hidup peserta didik.
Menggunakan informasi mengenai pola hidup peserta
didik untuk mendesain pembelajaran yang bermakna
Urgensi Rekonseptualisasi Pendidikan Tanggap Budaya
Pentingnya kearifan lokal dijadikan sebagai salah satu komponen dalam
pendidikan guru di tanah air terkait dengan upaya untuk memperluas wawasan
dan kompetensi budaya pendidik dalam melaksanakan tugasnya.
Teacher at
THE RIGHT
LEVEL
Pengertian
Teaching at the right level (TaRL) merupakan
pendekatan belajar yang tidak mengacu pada tingkat
kelas, melainkan mengacu pada tingkat kemampuan
siswa. TaRL dapat menjadi jawaban dari persoalan
kesenjangan pemahaman yang selama ini terjadi dalam
kelas
Setiap peserta didik pada dasarnya adalah unik. Setiap perkembangan
peserta didik memiliki pendekatan yang berbeda. Teaching at the Right
Level (TaRL) yang memungkinkan peserta didik memperoleh keterampilan
dasar, seperti membaca dan berhitung dengan cepat. Tanpa memandang
usia atau kelas, pengajaran dimulai pada tingkat peserta didik
Tujuan TARL Tahapan TARL
Tujuannya adalah Pahami peserta didik (dapat dilakukan
melalui profiling peserta didik)
penguatan kemampuan
Merancang perencanaan pembelajaran
numerasi dan literasi sesuai hasil Profiling peserta didiki
pada peserta didik, serta
pengetahuan pada mata
pelajaran yang menjadi
capaian pembelajaran
Mengacu pada
Mengacu pada
Mengikuti beragam pelatihan untuk
tingkat kelas tingkat kemampuan meningkatkan kompetensi
Cara Menggunakan Capaian Pembelajaran
dengan Prinsip Pembelajaran yang Disesuaikan
TINGKAT PENCAPAIAN SISWA
Ciptakan lingkungan yang penuh perhatian, saling
peduli, terbuka, dan nyaman untuk belajar
Tumbuhkan hubungan yang positif dan konsisten
dengan anak-anak lain dan orang
Ciptakan kebiasaan saling menghargai dalam ruang
kelas
Berikan anak-anak kesempatan untuk bermain
bersama, mengerjakan tugas dalam kelompok kecil
Lingkungan belajar harus memudahkan untuk bergerak
dan beraktivitas dengan leluasa
Berikan anak keleluasan untuk belajar denganberbagai
Gunakan metode mengajar yang tepat.
Ciptakan lingkungan yang tanggap akan kebutuhan
anak dan merangsang kecerdasan
Gabungkan bermacam-macam pengalaman, material
dan strategi mengajar dalam menyusun kurikulum dan
sesuaikan dengan tingkat kematangan, gaya belajar,
kebutuhan, dan minatnya
Langkah Pembelajaran TARL
1.Guru mempersiapkan rancangan pembelajaran, termasuk rencana asesmen formatif
yang akan dilakukan di awal pembelajaran dan asesmen di akhir pembelajaran.
2.Guru melakukan asesmen diagnostik di awal pembelajaran untuk menilai kesiapan
setiap peserta didik untuk mempelajari materi yang telah dirancang.
3.Guru mengelompokkan peserta didik berdasarkan kemampuan awalnya yaitu
dengan kategori mahir, cukup mahir, dan butuh bimbingan.
4.Peserta didik yang memerlukan bimbingan dapat mempelajari 3 (tiga) hal
terpenting terkait materi; peserta didik yang cukup mahir dapat mempelajari
keseluruhan materi; dan peserta didik yang sudah mahir dapat diberikan pengayaan.
5.Konten di dalam LKPD disesuaikan dengan kemampuan peserta didik sesuai
kelompoknya.
6.Guru melaksanakan pembelajaran dan menggunakan berbagai metode asesmen
formatif untuk memonitor kemajuan belajar.
7.Melaksanakan asesmen di akhir pembelajaran untuk mengetahui ketercapaian
tujuan pembelajaran. Asesmen ini dapat digunakan sebagai asesmen awal pada
pembelajaran berikutnya.