The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Slamet Kadarisman, 2022-04-27 06:18:50

Dongeng Si Kancil dan Si Kerbau

Dongeng Si Kancil dan Si Kerbau

Dongeng Si Kancil dan Si Kerbau –
Kerbau Yang Baik Hati

Ada kiasan "Bodoh Seperti Kerbau,” benarkah hewan ini semuanya bodoh ?
ternyata tidak semua kerbau itu bodoh.
Pada suatu hari, kerbau bertemu dengan kancil.
"Hai Kerbau ! punukmu (punggung) yang lunak itu selalu menjadi incaran harimau
dan buaya. Maka hati-hatilah jika engkau bertemu dengan kedua hewan itu." pesan
si Kancil.
Si Kerbau yang lugu dan sederhana itu merenungkan ucapan Si Kancil. Ia terus
berjalan dan suatu ketika mendengar hewan lain memanggil namanya. Ternyata,
seekor buaya yang datang minta tolong,
"Kerbau, tolonglah istriku ! Ia terjepit sebatang pohon yang roboh di tepi sungai.
Sudah dua hari, aku berusaha menolong tapi aku tak mampu melepasnya.”
Kerbau tetap waspada, tetapi hatinya tak tega mendengar sesama hewan minta
pertolongannya untuk datang ke tepi sungai, "Ah kasihan kalian.”
"Aduh, pohon ini memang besar dan berat. Tapi akan kucoba,” ujar Si Kerbau. Si
Kerbau mengheningkan cipta, memohon agar diberi kekuatan yang besar kepada
Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kemudian, kerbau segera mencoba mengangkat kayu dengan tanduknya. Ketika
agak bergeser sedikit, buaya yang tertindih segera meloloskan diri. Akhirnya, buaya
bisa lolos dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Ternyata buaya-buaya

itu tidak melahap punuknya dan mereka segera turun ke sungai.

Kerbau merasa lega sedangkan kancil yang dari kejauhan memperhatikan kejadian
itu segera menghampiri kerbau.
“Hai kerbau kau tetap harus hati-hati, sekarang saja nampaknya mereka baik.
Suatu ketika, jika kau lengah punukmu pasti diterkamnya."

"Kancil ! Ternyata omonganmu ngawur. Tidak semua hewan itu jahat, buktinya
buaya-buaya tadi tidak memangsa punukku. Sudah kau jangan ngaco !" hentak
kerbau.

"Sebenarnya aku tahu, kekuatanku tidak seimbang dengan berat pohon yang besar
tadi. Tapi berkat niat baik yang betul-betul ikhlas, maka aku mampu mengangkatnya.
Suatu ketika jika memerlukan aku juga akan menolongmu.”

Si Kerbau memang dikenal sebagai hewan yang baik di seluruh hutan. Ia bukan saja
sering menolong hewan tapi juga pernah menolong anak gembala. Suatu hari, ada
seekor harimau yang akan memangsa anak gembala.

Kebetulan Si Kerbau ada di tempat itu, maka Kerbau itu mati-matian berusaha
menolong anak gembala itu. Walaupun di sana-sini kulitnya robek dicakar harimau,
namun Kerbau yang kuat itu akhirnya mampu mengalahkan harimau dengan
tanduknya.

Sejak saat itu, terjalinlah persahabatan antara Kerbau dan anak gembala. Si anak
gembala merawat dan mengobati luka-luka di tubuh Kerbau. Si Kancil merasa
kecewa karena usahanya mengadu domba antara Kerbau dengan para buaya tidak
berhasil.

Para buaya juga selalu waspada, sebab Si Kancil biasanya suka jail terhadap
mereka.

"Awas kau Cil ! Kalau sekali lagi bikin susah para buaya, kau akan kami terkam jadi
makanan kami." kata buaya.


Click to View FlipBook Version