Materi Seni dan Budaya
SDN Tegalsari 6 Kelas 4 Semester 1 Tahun Pelajaran 2022/2023
Teknik Perspektif dalam Seni Rupa
➢ Praktik pengamatan dalam seni rupa sangat diperlukan karena perupa akan secara langsung
terlibat dengan objek gambar yang dilukis
➢ Metode yang digunakan dalam menggambar rumah tetangga adalah dengan cara meniru
(mimetis) secara sederhana
➢ Prinsip dasar seni rupa yang digunakan dalam menggambar rumah tetangga adalah sketsa
objek, perspektif, dan warna
➢ Sketsa merupakan suatu gambar pendahuluan atau pra rancang yang masih kasar, ringan,
dan sifatnya sementara yang digunakan sebagai dasar dalam membuat karya lukisan.
➢ Perspektif merupakan tampilan objek berdasarkan sudut dan jarak pandang. Dalam
pembuatan gambar rumah tetangga, perspektif biasanya dibuat dari depan
➢ Warna memiliki peran yang sangat penting. Melalui warna akan menambah keindahan
karya dan memunculkan berbagai macam suasana
➢ Warna dalam seni rupa disesuaikan dengan objek yang ditulis
➢ Dalam menggambar rumah tetangga, ada beberapa tahapan yang dilalui, yaitu
• mengenal lingkungan alam dan sosial sekitar
• menentukan perspektif yaitu sudut dan jarak pandang rumah yang digambar atau dilukis
• membuat sketsa
• mewarnai
➢ Menggambar rumah tetangga memerlukan alat- alat
• pensil atau pena
• kertas
• pewarna (spidol, krayon atau cat air)
➢ Komik adalah sederetan gambar yang terangkai membentuk suatu alur peristiwa atau
cerita. Masing-masing gambar atau secara berantai gambar-gambar tersebut membentuk
suatu ilustrasi yang dapat menggambarkan suatu peristiwa atau cerita.
➢ Berikut adalah beberapa bahan dan alat yang dapat digunakan untuk menggambar komik.
• Kertas Gambar
• Pensil Gambar
• Alat Pewarna
• Pena
Langkah-langkah membuat komik
1. Tentukan tema komik
2. Tentukan Isi atau jalan cerita
3. Kembangkan tokoh-tokoh, baik secara teks (sifat tertulis) maupun gambar karakter
4. Siapkan latar belakang cerita, dengan beberapa sampel visual wujud nyata gambar latar
5. Buat alur cerita komik jika diperlukan
6. Siapkan naskah
7. Mulai garap komik, adegan demi adegan sesuai dengan naskah yang sudah disiapkan.
Pengertian Sampah Organik dan Anorganik
Sampah organik adalah jenis sampah yang dapat digunakan kembali dan tanpa campur tangan
manusia bisa terurai. Sampah ini berasal dari sisa makhluk hidup seperti tumbuhan dan
binatang dan sisa dari dapur.
Pada dasarnya sampah organik tidak berbahaya. Namun, jika tidak dimanfaatkan dengan benar
hal tersebut menyebabkan bau menyengat dan berbagai penyakit seperti yang terjadi akibat
hasil pembusukan yang cepat.
Sedangkan sampah anorganik adalah jenis limbah yang dihasilkan oleh berbagai proses.
Karena itu dalam penguraian sangat sulit, pemrosesan memakan waktu lama dan ada intervensi
manusia.
Limbah anorganik ini memiliki dampak lingkungan yang besar. Karena sampah ini tidak dapat
membusuk dan sangat sulit terurai. Contohnya seperti gelas, plastik, besi dan kaleng.
Sehingga bisa mencemari lingkungan saat sampah terkubur di tanah atau menyumbat saluran
air dan biasanya bisa diatasi dengan membakar, sehingga menimbulkan polusi udara dan polusi
lingkungan.
Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik
Sampah Organik
Perbedaan sampah organik tidak menyebabkan sesuatu yang berbahaya dan dapat didaur ulang
tanpa campur tangan manusia. Pembusukan dapat dengan cepat serta dapat busuk dengan
sendirinya.
Limbah organik dapat dilihat dari segi bentuknya, yaitu limbah cair organik seperti urin
manusia dan hewan yang mengalir ke satu tempat.
Limbah organik padat adalah limbah yang bersifat fisik dan dapat dipegang. Seperti sisa
makanan bangkai hewan, kertas dan sisa sayuran.
Limbah gas organik adalah limbah yang tidak terlihat dan hanya berupa angin. Hal ini dapat
dihasilkan dari pembuangan gas hewan dan manusia. Tetapi tidak menyebabkan polusi udara.
Sampah Anorganik
Limbah anorganik ini sangat sulit membusuk dan terurai. Dapat membusuk hingga bertahun-
tahun dengan periode waktu yang sangat lama. Serta menyebabkan zat berbahaya.
Dari segi bentuk, limbah anorganik dibagi menjadi 3 yaitu. Limbah anorganik dalam bentuk
cair, seperti, Air bekas kegiatan rumah tangga, bekas piring cuci, deterjen atau sabun cuci.
Limbah anorganik cair dari pabrik tempat limbah dibuang ke sungai dan mengandung zat
berbahaya. Limbah anorganik cair ini membahayakan bagi satwa liar karena sungai menjadi
kotor.
Limbah anorganik padat. Sampah ini bisadipegang karena bentuknya. Jika dipegang ada yang
berbahaya dan ada yang tidak, misalnya benda berbahaya adalah besi berkarat yang
membahayakan kulit.
Limbah anorganik dalam bentuk gas. Sampah ini juga sangat berbahaya karena polusi terus
meningkat dan hutan rusak oleh hujan asam dan meningkatnya energi panas bumi.
Limbah anorganik ini dalam bentuk gas disebabkan oleh berbagai gas kendaraan yang
menghasilkan karbon monoksida melalui excavator serta asap dari pabrik yang keluar melalui
cerobong asap.