MANAJEMEN
Ekonomi SMA
MUNA FADILLA
1805112683
AKUNTANSI 5
INOVASI PENDIDIKAN EKONOMI
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis ucapkan kepada Allah Swt.
yang telah memberikan kemampuan kepada penulis
sehingga penulis dapat buku yang berjudul “Manajemen”.
Penulis menyadari bahwa penyelesaian makalah ini tidak
terlepas dari motivasi dan bantuan berbagai pihak. Untuk
itu, terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Dr. H.
Gimin, M.Pd., selaku dosen pembimbing mata kuliah
Inovasi Pendidikan Ekonomi dan kepada teman-teman
seangkatan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan, baik dari segi sistematika penulisan
maupun dari segi penyajian. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun sangat penulis harapkan dari
pembaca. Atas perhatian, saran, dan kritikan dari pembaca
penulis ucapkan terima kasih.
Medan, 21 November 2020
Penulis
i|Muna Fadilla
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................ i
DAFTAR ISI........................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN....................................... 1
1
1.1 Latar Belakang................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN........................................ 3
5
A. Istilah Manajemen ............................................ 8
B. Pengertian Manajemen...................................... 11
C. Fungsi Manajemen............................................ 12
D. Prinsip Manajemen ........................................... 13
E. Pentingnya Manajemen Bagi Organisasi .......... 15
F. Manajemen Risiko............................................. 15
BAB III PENUTUP................................................ 15
A. Kesimpulan ....................................................... 16
B. Saran .................................................................
DAFTAR PUSTAKA.............................................
ii | M u n a F a d i l l a
BAB I
PENDAHULUAN
A . Latar belakang
Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting
dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada
tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah
doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam
bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis
yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja
(division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam
tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan
menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh,
Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—
masing-masing melakukan pekerjaan khusus—
perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih
48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang
bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan,
sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan
sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa
pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas
dengan meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-
tiap pekerja, menghemat waktu yang terbuang dalam
1|Muna Fadilla
pergantian tugas, dan menciptakan mesin dan penemuan
lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
Peristiwa penting kedua yang memengaruhi
perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri
di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya
penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang
berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-
rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik.
Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika
itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka
meramalkan permintaan, memastikan cukupnya
persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada
bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-
lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh
para ahli.Salah satu point penting di dalam manajemen
adalah mengenai fungsi dari manajemen tersebut, dan
pada kesempatan ini penulis akan memberikan beberapa
pendapat para ahli mengenai fungsi-fungsi manajemen
yang sudah penulis rangkai di dalam bab pembahasan.
2|Muna Fadilla
BAB II
PEMBAHASAN
A. Istilah Manajemen
Istilah “manajemen” yang digunakan ini berasal
dari istilah bahasa Inggris “management”. Di Indonesia
hingga kini belum ada keseragaman dalam
menterjemahkan istilah managementkedalam bahasa
Indonesia. Ada beraneka ragam terjemahannya, antara
lain kepemimpinan, ketatalaksanaan, pengurusan,
pembinaan, penguasaan, pengelolaan, dan manajemen.
Disamping keanekaragaman terjemahan tersebut,
beberapa penulis di Indonesia langsung menggunakan
istilah management, tidak menterjemahkannya kedalam
bahasa Indonesia, seperti Panglaykim dan Hazil dalam
buku mereka Management Suatu Pengantar, Oey Liang
Lee dalam bukunya Pola Management(terjemahan dari
karya Lyndall F. Urwick yang berjudul The Pattern of
Management), JMA Tuhuteru dalam bukunya Karya
Management (buku ini terjemahan dari karya Louis A.
Allen yang berjudul the Profession of Management),
Manullang dalam bukunya Organisasi dan Management,
dan lain-lainnya.
3|Muna Fadilla
Sehubungan dengan adanya keanekaragaman
penerjemahan tersebut, penulis sependapat dengan Pariata
Westra (1981) untuk menggunakan istilah manajemen
dengan alasan :
1). Penggunaan istilah manajemen ini jelas tidak akan
dapat mengubah arti semula dan yang sebenarnya dari
istilah bahasa Inggris management; sebagaimana alas an
yang ditimbulkan oleh masing-masing penterjemah diatas
satu sama lain saling menyatakan bahwa terjemahan
lainnya “kurang cocok” atau “tidak sepenuhnya tepat”
dengan arti sebenarnya istilah management itu.
2). Tidak dipakai istilah “management” disini, agar
ucapan atau bacaan untuk personifikasi atau orang yang
bertanggung jawab menjalakan management tidak dibaca
“manager” (ma-na-ger) dalam bahasa Indonesia.
3). Untuk memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia.
Suasana dan cara ini diterima, asal kata asing yang hendak
di-Indonesia-kan dengan cara ini memang dalam
khasanah bahasa Indonesia (maupun bahasa-bahasa
daerah di Indonesia) tidak ada.
4|Muna Fadilla
B. Pengertian Manajemen
Bila dipelajari dari berbagai literature manajemen,
maka akan nampak bahwa istilah manajemen memiliki
tiga pengertian. Pertama, manajemen sebagai suatu
proses. Seperti dikatakan oleh John D. Millet, Ordway
Tead, George R. Terry dan Dalton E. McFarland. Juga
dalam Encyclopedia of the Social Sciences dikatakan
bahwa manajemen adalah suatu proses yang dengan prose
situ pelaksanaan suatu tujuan yang telah ditentukan
diselenggarakan dan diawasi. Suatu proses adalah cara
sistematis untuk melakukan pekerjaan. Manajemen
didefinisikan sebagai proses karena manajer, tanpa
memperdulikan kecakapan atau ketrampilan khusus
mereka, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu
yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan-tujuan yang
telah ditentukan. Proses tersebut terdiri dari kegiatan-
kegiatan manajemen, menurut G. R. Terry, yaitu
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan
pengendalian (definisi lain mungkin mencakup daftar
kegiatan yang lebih banyak).
Kedua, manajemen sebagai kolektivitas orang-
orang yang melakukan aktivitas pengelolaan. Jadi dengan
5|Muna Fadilla
kata lain, segenap orang-orang yang melakukan
manajemen dalam suatu organisasi tertentu disebut
Manajemen (dalam pengertian jamak atau plural). Peter
F. Drucker dalam bukunya Management, Tasks,
Responsibility and Practices (yang diterjemahkan oleh
LPPM Jakarta) mengemukakan : Manajemen harus
memberikan arah – jurusan kepada lembaga yang
dikelolanya. Ia harus memikirkan secara tuntas misi
lembaga itu, menetapkan sasaran-sasarannya dan
mengorganisasi sumber-sumber daya untuk tujuan-tujuan
yang telah digariskan oleh lembaga. Sesungguhnya
manajemen bertanggung jawab terhadap pengarahan visi
serta sumber-sumber daya ke jurusan hasil-hasil yang
paling besar dan efisien. Dari pengertian itu tampak
bahwa Peter F. Drucker memberi pengertian manajemen
sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan
aktivitas pengelolaan. Dalam pengertian tunggal atau
singular disebut manajer. Manajer adalah pejabat yang
bertanggung jawab atas terselenggaranya aktivitas-
aktivitas manajemen agar tujuan unit yang dipimpinnya
tercapai dengan menggunakan bantuan orang lain. Pada
umumnya kegiatan-kegiatan manajer atau manajemen itu,
6|Muna Fadilla
menurut Henry Fayol, adalah planning, organizing,
commanding, coordinating, dan controlling.
Ketiga, manajemen sebagai ilmu dan seni. Selisih
pendapat diantara para ahli dan penulis manajemen, yaitu
apakah manajemen termasuk ilmu ataukah seni, sampai
sekarang masih berlangsung terus. Luther Gullick dalam
tulisannya “Management is a Science” mendefinisikan
manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan
(science) yang berusaha secara sistematis untuk
memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja
bersama untuk mencapai tujuan dan membuat system
kerjasama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.
Menurut Gullick manajemen telah memenuhi persyaratan
untuk disebut bidang ilmu pengetahuan, karena telah
dipelajari untuk waktu yang lama dan telah diorganisasi
menjadi suatu rangkaian teori. Chester I. Bernard dalam
bukunya The Functions of the Executive antara lain
menyatakan bahwa manajemen adalah suatu “seni” dan
juga adalah “ilmu”. Dalam fungsinya sebagai “seni”
adalah untuk mencapai tujuan-tujuan nyata,
mendatangkan hasil atau manfaat, menghasilkan keadaan-
keadaan yang tidak dapat dicapai tanpa usaha-usaha yang
7|Muna Fadilla
sadar untuk mencapai hal-hal yang pasti. Dalam
fungsinya sebagai “ilmu” adalah untuk menjelaskan
fenomena-fenomena, kejadian-kejadian, dan keadaan-
keadaan masa lalu. Didalam hal ini tujuannya tidaklah
untuk menghasilkan keadaan-keadaan ataupun kejadian-
kejadian yang khas, akan tetapi penjelasan-penjelasan
yang bersifat deskriptif. Henry Fayol dalam karyanya
yang berjudul General and Industrial Management (buku
aslinya berjudul Administration Industrille et Generale)
juga mengakui bahwa manajemen sebagai “seni” maupun
“ilmu”. Demikian pula Harold Koontz & Cyrill O. Donell
dalam karyanya yang berjudul Principles of Management
juga berpendapat bahwa manajemen adalah “seni” dan
sekualigus juga “ilmu”.
C. Fungsi Manajemen
Fungsi-fungsi manajemen adalah serangkaian
kegiatan yang dijalankan dalam manajemen berdasarkan
fungsinya masing-masing dan mengikuti satu tahapan-
tahapan tertentu dalam pelaksanaannya. Fungsi-fungsi
manajemen, sebagaimana diterangkan oleh Nickels,
8|Muna Fadilla
McHug and McHugh (1997), terdiri dari empat fungsi,
yaitu:
a) Perencanaan
Perencanaan atau Planning, yaitu proses yang
menyangkut upaya yang dilaku-kan untuk mengantisipasi
kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan
strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target
dan tujuan organisasi. Di antara kecenderungan dunia
bisnis sekarang, misalnya, bagaimana merencanakan
bisnis yang ramah lingkungan, bagaimana merancang
organisasi bisnis yang mampu bersaing dalam persaingan
global, dan lain sebagainya.
b) Pengorganisasian
Pengorganisasian atau Organizing, yaitu proses
yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang
telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam
sebuah struktur organisasi yang cepat dan tangguh, sistem
dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan bisa
memastikan bahwa semua pihak dalam orga¬nisasi bisa
bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan
organisasi.
c) Pengimplementasian
9|Muna Fadilla
Pengimplementasian atau Directing, yaitu proses
implementasi program agar bisa dijalankan oleh seluruh
pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar
semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung
jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktivitas yang
tinggi.
d) Pengendalian
Pengendalian dan Pengawasan arau Controlling,
yaitu proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh
rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,
di¬organisasikan, dan diimplementasikan bisa berjalan
sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai
perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang
dihadapi.
Banyak ahli yang berbeda pandangan mengenai
fungsi manajemen akan tetapi esensinya tetap sama,
bahwa:
1) Manajemen terdiri dari berbagai proses yang terdiri
dari tahapan-tahapan tertentu yang berfungsi untuk
mencapai tujuan organisasi.
2) Setiap tahapan memiliki keterkaitan satu sama lain
dalam pencapaian tujuan organisasi
10 | M u n a F a d i l l a
Secara diagramatis, jika kita kaitkan antara tujuan
organisasi (yang harus dicapai secara efektif dan efisien)
dan sumber-sumber daya organsaisi dengan fungsi-fungsi
manajemen yang baru saja diterangkan, maka dapat
dilihat pada Gambar berikut ini:
Gambar tersebut menerangkan bahwa fungsi-
fungsi manajemen diperlukan agar keseluruhan sumber
daya organisasi dapat dikelola dan dipergunakan secara
efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat
tercapai.
D. Prinsip manajemen
Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur
dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan
kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang
berubah.Menurut Henry Fayol, seorang pencetus teori
manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip
umum manajemen ini terdiri dari:
1. Pembagian kerja (Division of work)
2. Wewenang dan tanggung jawab (Authority and
responsibility)
3. Disiplin (Discipline)
4. Kesatuan perintah (Unity of command)
11 | M u n a F a d i l l a
5. Kesatuan pengarahan (Unity of direction)
6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas
kepentingan sendiri
7. Penggajian pegawai
8. Pemusatan (Centralization)
9. Hirarki (tingkatan)
10. Ketertiban (Order)
11. Keadilan dan kejujuran
12. Stabilitas kondisi karyawan
13. Prakarsa (Inisiative)
14. Semangat kesatuan, semangat korps
E. Pentingnya Manajemen Bagi Organisasi
Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi,
karena tanpa manajemen, semua usaha akan sia-sia dan
pencapaian tujuan akan lebih sulit. Ada tiga alas an utama
diperlukannya manajemen (T. Hani Handoko, 1990) :
1. Untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-
tujuan yang saling bertentangan. Manajemen dibutuhkan
untuk menjaga keseimbangan antara tujuan-tujuan,
sasaran-sasaran dan kegiatan-kegiatan yang saling
bertentangan dari pihak-pihak yang berkepentingan
dalam organisasi, seperti pemilik dan karyawan,
pelanggan, konsumen, masyarakat dan pemerintah.
12 | M u n a F a d i l l a
3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas. Suatu
kerja organisasi dapat diukur dengan banyak cara yang
berbeda. Salah satu cara yang umum digunakan adalah
dengan melihat efisiensi dan efektivitasnya.
F. Manajemen risiko
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan
terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian
yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas
manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan
strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan
menggunakan pemberdayaan/ pengelolaan sumberdaya.
Strategi yang dapat diambil antara lain adalah
memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari
risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung
sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.
Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko
yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti
bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan
hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus
pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan
instrumen-instrumen keuangan.
13 | M u n a F a d i l l a
Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang
dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi
menjadi
i) Risiko Operasional
j) Risiko Hazard
k) Risiko Finansial
l) Risiko Strategik
Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan
pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi
(Enterprise Risk Management).
14 | M u n a F a d i l l a
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari beberapa penjelasan di atas penulis dapat mengambil
sebuah kesimpulan bahwa manajemen merupakan sebuah
ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber
daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif
dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Adapun
fungsi-fungsi manajemen meliputi beberapa hal yaitu:
Planning , Organizing, Leading dan Controlling.
B. Saran
Makalah ini dibuat untuk memberi motivasi pada
pembaca agar pembaca dapat lebih memahami tentang
manajemen. Semoga makalah ini berguna, saran dan
kritiknya saya harapkan dari pembaca demi
penyempurnaan makalah ini.
15 | M u n a F a d i l l a
DAFTAR PUSTAKA
Athoillah, H.M. Anton. 2010. Dasar-Dasar Manajemen.
Bandung : CV Pustaka Setia.
L. Daft, Richard. 2002. Manajemen Edisi Kelima jilid 1.
Jakarta : PT. Erlangga.
P. Robbins, Stephen. 2002. Manajemen Edisi Kesepuluh
jilid 1. Jakarta : PT. Erlangga.
16 | M u n a F a d i l l a