Sehat
dengan
Penyakit
Ginjal
Kronik
Booklet Edukasi
Sehat Dengan Penyakit Ginjal Kronik
Editor :
Prof. Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH, KGer.
Prof. Dr. Jose Roesma, PhD., SpPD-KGH
Prof. Dr. Rully M. A. Roesli, PhD., SpPD-KGH
Triyani Kresnawan, DCN, MSc.
Layout & Design :
Annike Efnita, AMG
Diterbitkan oleh :
Pernefri, AsDI dan Fresenius Kabi
Edisi I Cetakan IV 2017
Buku ini dilindungi Undang-Undang Hak Cipta
Dilarang memperbanyak tanpa izin dari penerbit
ISBN : 978-602-95774-0-2
KATA PENGANTAR
Sampai saat ini informasi mengenai
pengaturan makanan pada pasien
penyakit ginjal kronik di Indonesia masih
sangat langka. Seperti diketahui bahwa
pengaturan makanan berperan sangat
penting dalam pengelolaan pasien, guna
memenuhi kebutuhan zat gizi pasien, memperbaiki
status gizi dan juga menurunkan angka morbiditas,
mortalitas pasien dengan penyakit ginjal kronik.
Selain untuk membantu dokter dan petugas kesehatan,
buku ini dapat dipergunakan oleh pasien untuk
mendapatkan pengertian mengenai jenis makanan yang
dapat dikonsumsi, serta jumlah kalori dan komposisi zat
makanan yang dikandungnya.
Mengingat peranan gizi sangat penting, diharapkan buku ini
dapat membantu memperbaiki kualitas pelayanan pasien
penyakit ginjal kronik di Indonesia. Tentunya buku ini masih
jauh dari sempurna, karena memang ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan praktis dan kami selalu terbuka untuk
menerima kritik dan saran. Terima Kasih kepada para
penyusun dan mitra yang memungkinkan terbitnya buku
ini.
Ketua PB Pernefri
Prof. Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH, KGer
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Pendahuluan 1
Apakah Itu Ginjal ? 2
Apakah Fungsi Ginjal ? 3
Penyakit Ginjal Kronik 4
Apa Penyebabnya ? 6
Apa yang Saya Lakukan Jika Saya Terkena 7
Penyakit Ginjal Kronik ?
Diet Rendah Protein dan Asam Keto 10
Bahan Makanan yang Dihindari atau Dikurangi
Konsumsinya 11
Hal Yang Perlu Diperhatikan 15
Menu Diet Rendah Protein Untuk 7 hari 17
Lampiran (natrium, kalium, kalsium & fosfor) 35
Daftar Bahan Makanan Penukar 39
PENDAHULUAN
Tubuh manusia mempunyai
sistem yang sangat kompleks,
terdiri dari berbagai sistem yang
berhubungan satu sama lain.
Apabila salah satu sistem ini
terganggu (rusak), maka akan mempengaruhi kerja sistem
yang lainnya.
Ginjal, merupakan salah satu bagian dari sistem yang
ada di dalam tubuh manusia. Ginjal mempunyai peran yang
penting dalam sistem itu. Ginjal berperan dalam proses
urinaria tubuh (pengeluaran zat sisa tubuh melalui urin).
Proses ini akan berlangsung secara terus menerus selama
fungsi ginjal masih dalam keadaan baik. Apabila terjadi
kerusakan ginjal maka sistem eksresi (pengeluaran zat
sisa) dan hormonal akan terganggu, yang kemudian akan
menimbulkan gangguan-gangguan pada tubuh. Oleh
karena itu ginjal perlu dijaga agar fungsinya tetap
maksimum.
Namun jika sudah mengalami penurunan fungsi ginjal,
kita tidak perlu langsung berputus asa. Masih banyak hal
yang dapat dilakukan untuk mempertahankan fungsi ginjal
yang masih ada. Oleh karena itu kita perlu mengenal lebih
jauh tentang ginjal dan pengobatannya.
1
APAKAH GINJAL ITU ?
Ginjal merupakan organ yang mempunyai fungsi yang
sangat penting dalam tubuh kita, terdapat sepasang,
berbentuk seperti kacang merah
dan terletak di sebelah kanan dan
kiri pinggang kita. Ginjal memiliki
berat antara 120-170 gr atau
hanya seperduaratus kali berat
badan kita. Walaupun ringan
namun ginjal merupakan salah
satu organ yang memiliki fungsi
yang penting bagi tubuh manusia.
Setiap ginjal memiliki satu juta “nefron” yang
berfungsi sebagai filter (saringan) untuk menyaring darah.
Ginjal mendapat seperlima curah jantung. Darah manusia
melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap harinya dan tiap
menit sebanyak 1,2 liter darah mengalir ke ginjal untuk
disaring dan dibersihkan dari zat-zat sisa metabolisme
tubuh. Zat-zat sisa ini biasa disebut zat-zat toksik (racun),
contohnya adalah urea, kreatinin, asam urat, sulfat, dll.
Karena tidak lagi berguna, racun tersebut dikeluarkan dari
tubuh lewat air seni (urin). Sementara untuk zat sisa
metabolisme yang masih berguna akan diserap kembali
oleh tubuh.
2
APAKAH FUNGSI GINJAL?
Ginjal mempunyai peranan yang sangat penting
dalam tubuh. Fungsi utama ginjal, yaitu :
• Mengatur keseimbangan air dan elektrolit di
dalam tubuh, termasuk untuk pengaturan
tekanan darah.
• Menjaga keseimbangan asam-basa.
• Mengeluarkan hasil-hasil sisa metabolisme
tubuh. Zat sisa yang masih berguna akan diserap
kembali, sementara zat sisa yang sudah tidak ber-
guna akan dibuang oleh ginjal melalui urin, seperti
urea, asam urat, sulfat, kreatinin, dll.
• Sintesis hormon, yaitu hormon eritropoetin yang
berperan dalam pembentukan sel darah merah.
Renin, angiotensin dan aldosteron yang berperan
dalam pengaturan tekanan darah. Bersama
dengan hormon paratiroid dalam mengaktifkan
vitamin D3 yang kemudian berperan dalam penga-
turan kalsium dalam tubuh.
3
PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK)
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah suatu keadaan
dimana ginjal mengalami kelainan struktur atau gangguan
fungsi yang sudah berlangsung lebih dari 3 bulan.
Menurunnya fungsi ginjal mengakibatkan berkurangnya
kemampuan ginjal untuk menyaring darah, sehingga zat-zat
sisa metabolisme yang seharusnya dikeluarkan melalui urin
menumpuk didalam darah. Semakin banyak zat sisa yang
menumpuk didalam darah, maka akan semakin memperberat
kerja ginjal yang masih baik untuk menyaring darah. Disamp-
ing itu, penumpukan sisa metabolisme ini tentunya sangat ber-
bahaya bagi tubuh. Sebagai contoh misalnya ureum. Ureum
merupakan hasil sisa metabolisme dari protein, apabila
menumpuk didalam darah maka akan menimbulkan berbagai
gangguan pada tubuh, seperti mual, muntah, letih, bahkan
gangguan kesadaran.
Penyakit ginjal kronik bersifat progresif (makin membu-
ruk). Pada tahap awal dimana kerusakan ginjal masih belum
menimbulkan gejala, fungsi ginjal yang tersisa masih dapat
dipertahankan, namun pada tahap lanjut penyakit ginjal kronik
akan bersifat ireversibel (tidak dapat kembali baik).
Untuk mengetahui seberapa jauh kerusakan ginjal ini
dapat diketahui dengan mengukur Laju Filtrasi Glomerulous
(LFG). Jika LFG mengalami penurunan sampai < 60 ml/menit
selama lebih dari 3 bulan dengan atau tanpa kerusakan ginjal
maka hal tersebut menunjukkan adanya penyakit ginjal kronik,
sehingga harus segera ditangani lebih lanjut melalui pengo-
batan dan melaksanakan diet sesuai dengan anjuran.
4
Stadium kerusakan ginjal berdasarkan kadar LFG
Stadium I
Kerusakan ginjal dengan LFG normal atau turun. Pada
tahap ini kerusakan ginjal belum memperlihatkan gejala.
LFG : ≥ 90 ml/menit
Stadium II
Kerusakan ginjal dengan penurunan ringan fungsi ginjal.
Pada tahap ini kerusakan ginjal belum memperlihatkan
gejala.
LFG : 60 – 89 ml/menit
Stadium III
Penurunan LFG sedang. Sudah mulai timbul gejala umum
seperti letih, mual, pusing, nafsu makan menurun.
LFG : 30 – 59 ml/menit
Stadium IV
Penurunan LFG berat. Kerusakan ginjal dengan penurunan
berat fungsi ginjal.
LFG : 15 – 29 ml/menit
Stadium V
Merupakan gagal ginjal tahap akhir, dimana pasien
memerlukan hemodialisis ataupun transplantasi ginjal.
LFG : < 15 ml/menit
5
APA PENYEBABNYA ?
Penyebab dari penyakit ginjal kronik adalah:
1. Kencing Manis (Diabetes melitus)
2. Tekanan darah tinggi (Hipertensi)
3. Peradangan di ginjal (Glomerulonefritis)
4. Batu ginjal dan infeksi saluran kemih
5. Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus
sistemik
6. Kelainan ginjal bawaan, misalnya penyakit ginjal
polikistik
7. Penggunaan obat-obatan yang bersifat nefrotoksik
BAGAIMANA GEJALANYA ?
Pada awalnya tidak ada gejala sama sekali, namun pada
gangguan fungsi ginjal yang berat terdapat gejala
sebagai berikut :
• Tidak nafsu makan, lemas, lesu, berat badan turun
• Mual-mual dan muntah
• Gatal-gatal
• Gangguan tidur
• Gerakan-gerakan tak terkendali, kram
• Sesak napas
• Edema
6
APA YANG SAYA LAKUKAN
JIKA SAYA TERKENA PENYAKIT
GINJAL KRONIK ?
Jika anda sudah mengalami penurunan
fungsi ginjal, anda tidak perlu harus putus asa, masih
banyak hal yang dapat dilakukan untuk mempertahankan
fungsi ginjal yang masih ada.
1. PENGOBATAN SECARA RUTIN DAN TERATUR
Pasien yang sudah mengalami penurunan fungsi ginjal
perlu menjalani pengobatan. Pengobatan ini diperlukan
untuk mencegah kerusakan fungsi ginjal lebih lanjut dan
berupaya memelihara fungsi ginjal yang masih tersisa
selama mungkin, sebelum berakhir pada gagal ginjal tahap
akhir yang memerlukan hemodialisis ataupun transplantasi
ginjal (pencangkokan ginjal).
Disamping itu, pemeriksaan laboratorium secara
teratur minimal satu kali dalam sebulan perlu dilakukan
untuk memantau tingkat kemajuan ataupun kemunduran
baik kondisi ginjal maupun kondisi organ-organ tubuh
lainnya, sehingga dapat dilakukan perbaikan-perbaikan
yang diperlukan.
7
2. PATUHI DIET YANG DIANJURKAN
Apabila kita mengalami penurunan fungsi ginjal maka
kita harus menjalani diet sesuai dengan tingkat penurunan
fungsi ginjal.
Diet rendah protein sangat penting dijalani oleh pasien
yang mengalami penyakit ginjal kronik yang belum
menjalani hemodialisis pra dialisis. Hal ini bertujuan untuk
mempertahankan sisa fungsi ginjal agar tidak semakin
memburuk, karena makanan yang mengandung protein
tinggi akan memperberat kerja ginjal yang masih tersisa.
Dengan semakin banyak mengkonsumsi makanan tinggi
protein, maka akan semakin banyak pula sisa dari hasil
metabolisme protein tersebut yang harus disaring dan
dikeluarkan oleh ginjal. Akibatnya kondisi ginjal akan
semakin memburuk dan berakhir pada gagal ginjal tahap
akhir yang memerlukan hemodialisis ataupun transplantasi
ginjal (pencangkokan ginjal).
Diet rendah protein diberikan untuk pasien Penyakit
Ginjal Kronik sebelum Hemodialisis (pre-dialisis), jumlah
protein yang boleh dikonsumsi adalah 0,6–0,75 g/kg berat
badan/hari. Sementara untuk asupan kalori diberikan
normal yaitu sebesar 35 Kcal/kg berat badan/hari untuk
pasien yang berusia kurang dari 60 tahun dan 30-35
Kcal/kg berat badan/hari untuk pasien yang berusia lebih
dari 60 tahun keatas, untuk memenuhi kebutuhan energi
per hari.
8
Kebutuhan Protein Dan Kalori Berdasarkan Berat Badan
(Untuk pasien Penyakit Ginjal Kronik pre-dialisis)
Untuk asupan protein 50 % berasal dari protein hewani
(seperti ayam, daging, telur dan lain-lain) dan 50% lagi
berasal dari sumber protein nabati
(seperti tahu dan kacang-kacangan, tempe)
9
DIET RENDAH PROTEIN DAN
ASAM KETO
Protein merupakan salah satu zat gizi utama yang
dibutuhkan oleh tubuh dalam berbagai kegiatan dalam
tubuh. Protein dalam bentuk yang sederhana merupakan
kumpulan dari asam amino yang saling berikatan. Asam
amino ini mengandung nitrogen yang apabila di
metabolisme akan menghasilkan zat sisa berupa urea. Urea
akan disaring di ginjal dan kemudian di buang melalui urin.
Pada pasien Penyakit Ginjal Kronik pembatasan protein
yang terlalu ketat dapat mengakibatkan malnutrisi (kurang
gizi), sehingga akan berakibat buruk bagi tubuh.
Pemberian asam keto merupakan penambahan pada
diet sangat rendah protein (dengan asupan protein hanya
0,3-0,4 g/kg berat badan/perhari). Hal ini bertujuan untuk
mencukupi kebutuhan protein tubuh tanpa memperberat
kerja ginjal. Namun saat ini, pemberian asam keto juga
dapat diberikan pada diet rendah protein (asupan protein
0,6-0,75 g/kg berat badan/hari), apabila asupan protein
tidak tercapai.
Asam keto berisi ketoanalog dari asam amino.
Ketoanalog adalah asam amino yang bebas nitrogen,
sehingga memberikan zat gizi yang diperlukan tubuh tapi
tidak mengandung nitrogen. Disamping itu, ketoanalog juga
mengikat nitrogen yang terdapat didalam tubuh. Proses
daur kembali nitrogen dalam tubuh berarti lebih
mengurangi produksi urea sehingga mengurangi beban
kerja ginjal.
10
Asam Keto merupakan asam amino yang bebas
nitrogen. Apabila asupan protein tidak mencukupi, maka
dapat ditambah dengan konsumsi asam keto. Dengan
menjalani diet rendah protein secara teratur dan
penambahan asam keto, maka akan mengurangi beban
kerja ginjal dan mempertahankan fungsi ginjal yang masih
baik selama mungkin.
Bahan Makanan yang Dihindari atau Dikurangi
Konsumsinya
Pada pasien penyakit ginjal kronik, menjalani diet
sesuai anjuran sangatlah penting karena makanan yang
dikonsumsi akan sangat mempengaruhi fungsi ginjal yang
masih baik. Keseimbangan cairan dan elektrolit merupakan
masalah utama pada pasien penyakit ginjal kronik. Oleh
karena itu disamping pembatasan konsumsi protein, pasien
penyakit ginjal kronik juga harus memperhatikan asupan
beberapa elektrolit dan juga cairan tubuh, yaitu :
1. Natrium
Didalam tubuh, natrium dibutuhkan tubuh yang
bekerjasama dengan kalium untuk mengatur tekanan
darah. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang
mengandung tinggi natrium menyebabkan kita
menjadi banyak minum, padahal asupan cairan pasien
penyakit ginjal kronik perlu dibatasi.
Anjuran asupan garam untuk pasien penyakit
ginjal kronik sebelum dialisis berkisar antara 2.5 – 5 gr
garam/hari. Jumlah ini tergantung pada tekanan
darah, ada tidaknya edema atau asites, serta
pengeluaran urin sehari. Natrium banyak terdapat
dalam garam, oleh sebab itu kita harus mengurangi
konsumsi makanan tinggi garam.
11
2. Kalium
Kadar kalium darah harus dipertahankan dalam
batas normal. Pada beberapa pasien, kadar kalium
darah meningkat disebabkan karena asupan kalium
dari makanan yang berlebih atau karena obat-obatan
yang diberikan. Anjuran asupan kalium tidak selalu
dibatasi, kecuali apabila jumlah urin yang sedikit atau
Laju Filtrasi Glomerulous (LFG) tersebut kurang atau
sama dengan 10 ml/menit atau jika kadar kalium
dalam darah > 5,5 meq. Pada kondisi ini anjuran
asupan kalium berkisar 1600-2800 mg/hari atau
40mg/kgBB/hari, sehingga perlu menghindari
makanan tinggi kalium.
Kalium banyak terdapat pada buah-buahan dan
sayur-sayuran, namun kadar kalium dapat dikurangi
melalui proses persiapan dan pemasakan.
TIPS !!!
Cara Mengurangi kandungan Kalium pada buah dan sayur :
Kupas buah atau sayur, potong tipis, lalu cuci dengan air
mengalir
Letakkan dalam mangkok, tambahkan air hangat sampai
sayur dan buah terendam (sebanyak 10 kali jumlah
bahan makanan. Rendam selama ± 2 jam.
Angkat dan bilas dengan air mengalir
12
3. Kalsium
Kalsium sangat dibutuhkan oleh tubuh, terutama
untuk membangun massa tulang. Pada pasien
penyakit ginjal kronik, sering timbul keluhan seperti
nyeri sendi ataupun tulang. Hal ini terjadi karena
berkurangnya kadar kalsium dalam tulang.
Penyebabnya adalah diet rendah protein yang dijalani
oleh pasien sehingga mengakibatkan asupan kalsium
yang tidak adekuat, penyerapan di usus yang tidak
baik serta hiperfosfatemia (tingginya kandungan
fosfat dalam darah). Oleh karena itu selain dari
makanan, biasanya asupan kalsium juga ditambah
dengan suplemen kalsium yang diberikan dokter
dalam bentuk tablet.
Asupan kalsium yang dianjurkan adalah
1000-1500 mg/hari. Suplemen kalsium yang biasa
diberikan salah satunya adalah kalsium karbonat,
karena selain untuk suplemen juga sebagai fosfat
binder (pengikat fosfat).
4. Fosfor
Ginjal memegang peran yang cukup penting dalam
metabolisme fosfor. Fosfor dan Kalsium mempunyai
hubungan yang sangat erat dan keduanya ini sebagian
besar terdapat sebagai garam Kalsium-fosfat di dalam
tulang dan gigi geligi. Pada pasien penyakit ginjal
kronik, dengan semakin menurunnya fungsi ginjal
maka berakibat terjadinya hiperfosfatemia (kelebihan
fosfat di dalam darah).
13
Oleh karena itu kurangi makanan yang
mengandung tinggi fosfor. Asupan protein juga
berhubungan dengan asupan fosfor. Perlu diketahui,
agar obat pengikat fosfor bekerja optimal, maka harus
diminum bersamaan dengan makan.
5. Cairan
Pembatasan asupan cairan perlu dilakukan
seiring dengan menurunnya kemampuan ginjal.
Karena jika pasien Penyakit Ginjal Kronik
mengkonsumsi terlalu banyak cairan, maka cairan
yang ada akan menumpuk didalam tubuh sehingga
dapat mengakibatkan edema (pembengkakan).
Oleh sebab itu agar tidak terjadi penumpukan
cairan maka jumlah cairan yang boleh dikonsumsi
dalam satu hari yaitu sebanyak :
Perlu diingat juga bahwa makanan berkuah seperti
sup, makanan yang mencair seperti ice cream dan
minuman seperti susu, sirup, yoghurt juga dihitung
sebagai cairan.
14
Hal Yang Perlu Diperhatikan !
Pada penyakit ginjal kronik, sebagian besar pasien
cenderung memiliki status gizi kurang. Hal ini dikarenakan
diet rendah protein yang harus di jalani oleh pasien,
disamping itu karena adanya uremia (penumpukan urea
dalam darah) mengakibatkan menurunnya nafsu makan,
timbulnya rasa mual dan diikuti oleh muntah, ini juga akan
berpengaruh terhadap penurunan berat badan.
Berikut ini tips untuk mengatasinya :
1. Jalani diet rendah protein sesuai anjuran dokter atau
ahli gizi.
2. Apabila anda sering mual atau muntah, maka
konsumsilah makanan dalam porsi kecil tapi sering.
Hindari makanan yang berlemak tinggi, seperti
gorengan atau makanan yang bersantan kental.
3. Jika tidak nafsu makan, maka buatlah makanan
menarik dan tidak membosankan, dengan cara :
Variasikan menu dan warna makanan
Pertajam rasa masakan dengan cara : gunakan
daun salam, laos, jahe, bawang merah, bawang
putih, dan bumbu-bumbu lainnya sesuai dengan
jenis masakan
Perhatikan tekstur dan aroma makanan
Sajikan makanan semenarik mungkin
Ciptakan suasana makan yang menyenangkan
15
4. Hitung status gizi anda, dengan rumus berikut :
Rumus Indeks Massa Tubuh (IMT)
IMT = BB (kg)
(TB)2 (m)
Keterangan :
BB = Berat Badan
TB = Tinggi Badan
Contoh :
A memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 167 cm.
Maka untuk mengetahui IMT dapat dihitung sebagai berikut :
60
IMT = = 21.5
(1.67)2
A memiliki IMT 21.5, apabila di dilihat di tabel maka A
memiliki status gizi normal
Kriteria Status Gizi Berdasarkan Indeks Massa
Tubuh (IMT)
Jika anda berstatus gizi kurang, maka perbanyaklah
mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi
kalori, namun tetap rendah protein seperti madu atau
jajanan pasar (kue rendah protein) yang terbuat dari
tepung hunkwee, tepung maizena dan tepung sagu,
agar ataupun jelly.
5. Diskusikan dengan dokter atau ahli gizi tentang cara
menaikkan berat badan.
16
17
MENU MAKANAN SELAMA 7 HARI
UNTUK PASIEN PGK
(Dengan Berat Badan Ideal = 60 kg)
Hari Ke 1 Karbo
Energi Protein Lemak hidrat Natrium Kalium Kalsium Fosfat
Menu (kcal) (g) (g) (g) (g) (g) (g) (g)
Pagi 373.4 4.6 10.3 42.9 558.6 64.7 7.7 55.5
150 g Nasi Goreng 93.4 5.8 8.3 0.6 57.0 60.0 25.5 0.7
50 g Telur Dadar
1 gls Teh Manis: 77.4 0.0 0.0 20.0 0.2 0.4 0.2 86.2
20 g gula pasir 544.2 10.4 18.6 63.5 615.8 125.1 33.4 142.4
Total makan pagi
Selingan 297.0 1.4 6.2 58.5 9.0 116.5 5.7 27.1
Kue lapis Sagu 297.0 1.4 6.2 58.5 9.0 116.5 5.7 27.1
Total selingan
Siang 195.0 3.6 0.3 42.9 0.0 43.5 4.5 55.5
150 g Nasi 239.0 7.3 20.8 0.0 19.7 49.1 4.1 80.0
40 g Ayam Panggang 62.5 3.9 5.4 0.9 1.8 30.3 26.3 48.7
50 g Tahu Goreng 33.4 1.1 3.1 1.0 8.0 101.0 37.2 20.7
50 g Tumis Sawi
Jus Mangga : 32.5 0.3 0.2 8.5 1.0 78.0 5.0 5.5
50 g Mangga 77.4 0.0 0.0 20.0 0.2 0.4 0.2 0.4
20 g gula pasir 639.8 16.2 29.8 73.3 30.7 302.3 77.3 210.8
Total makan siang
Selingan 144.0 1.2 10.4 36.0 2.0 267.5 21.0 50.5
50 g Keripik Singkong 60.8 0.1 0.0 16.5 0.8 10.4 1.2 0.8
20 g Madu 204.8 1.3 10.4 42.5 2.8 277.9 22.2 51.3
Total selingan
Malam 195.0 3.6 0.3 42.9 0.0 43.5 4.5 55.5
150 g Nasi 136.1 6.5 10.8 0.0 13.8 88.4 1.0 77.6
35 g Bistik Jawa 0.3 0.1 1.6 0.0 0.0 0.0 7.0
25 g Wortel Kukus 2.5 0.5 0.1 2.0 0.9 89.7 13.8 9.8
25 g Buncis Kukus 8.7 10.9 11.3 46.5 14.7 221.6 19.3 149.9
Total makan malam 342.3 40.2 76.3 284.3 673.0 1043.4 157.9 581.5
Total Sehari 2028.1
18
Bistik Jawa
Bahan :
40 g daging steak
10 g margarin
Bumbu Halus Perendam : Kue Lapis Sagu
1 siung bawang putih, 1 sdt kecap
manis, merica dan pala Bahan :
secukupnya. 30 g tepung sagu, 10 g tepung
beras
Bahan Saus : 25 g gula pasir, 100 ml santan.
½ bawang Bombay (potong
melintang), 100 ml air, 1 sdt kecap Cara Membuat :
manis, 1 sdt kecap asin, 1 sdm Dididihkan santan dan gula sambil
margarin untuk menumis, 1 sdt diaduk rata, dinginkan. Campur
tepung maizena, gula pasir dan tepung sagu, tepung beras dan
garam secukupnya. tambahkan sedikit vanili. Tuang
santan sedikit demi sedikit ke dalam
Cara Membuat : adonan sagu sambil diuleni hingga
adonan menjadi licin. Siapkan
Bistik loyang, olesi minyak goreng dan
Pukul-pukul daging dengan dialas dengan plastik. Bagi adonan
pemukul daging, lumuri dengan menjadi beberapa bagian, kemudian
bumbu perendam, biarkan 1 jam tambahkan pewarna makanan
sampai airnya keluar. Panaskan sesuai selera. Jika tidak ingin diberi
margarin dengan api kecil, pewarna, adonan dapat langsung
masukan daging, bolak balik dan dituang ke loyang, kemudian
masak sampai matang, sisihkan. dikukus hingga matang. Tuang
adonan putih 1/3 cetakan lalu kukus
Saus selama 5 menit. Tuang adonan
Panaskan margarin, tumis bawang warna lain diatasnya lalu kukus lagi
bombay sampai layu dengan api selama 5 menit, begitu seterusnya
sedang. Tuangi air, aduk, sampai adonan habis. Kukus hingga
masukkan gula pasir, garam, matang. Dinginkan dan sajikan.
kecap manis, kecap asin, aduk
sampai mendidih. Masukkan
larutan tepung maizena, aduk
cepat,angkat.
19
Hari Ke 2
Karbo
Energi Protein Lemak hidrat Natrium Kalium Kalsium Fosfat
Menu (kcal) (g) (g) (g) (g) (g) (g) (g)
Pagi
Bubur Ayam :
200 g Bubur 189.3 2.6 5.2 28.6 0.0 32.0 4.3 37.3
40 g Ayam 120.8 7.3 7.6 0.0 19.7 49.1 13.5 72.0
20 g Gula Pasir 77.4 0.0 0.0 20.0 0.2 0.4 0.2 0.4
Total makan pagi 387.5 9.9 12.8 48.6 19.9 81.5 18.0 109.7
Selingan
Kolak Ubi :
50 g Ubi Jalar 51.5 0.9 0.1 12.1 5.0 174.0 14.0 21.5
30 g Gula Merah 112.8 0.0 0.0 27.6 11.7 103.8 25.5 10.5
150 ml santan 159.2 1.5 15.3 6.9 9.0 160.5 6.0 51.0
Total selingan 323.5 2.4 15.4 46.6 25.7 438.3 45.5 83.0
Siang
150 g Nasi 195.0 3.6 0.3 42.9 0.0 58.0 6.0 55.5
40 g Ikan Goreng 119.8 5.9 6.4 0.9 16.0 134 27.5 27.9
25 g Tempe Mendoan 131.0 4.8 5.0 11.9 1.8 55.3 14.4 62.5
50 g Sayur Asem 101.6 0.7 2.7 5.7 1.1 114.8 17.4 45.0
50 g Stup Nanas 114.1 0.3 0.2 6.2 0.8 57.1 3.8 3.9
Total makan siang 661.5 15.3 14.6 67.6 19.7 419.2 69.1 194.8
Selingan
75 g Getuk Singkong 138.7 0.9 1.0 35.6 2.3 172.5 12.8 39.0
Total selingan 138.7 0.9 1.0 35.6 2.3 172.5 12.8 39.0
Malam
150 g Nasi 195.0 3.6 0.3 42.9 0.0 43.5 4.5 55.5
35 g Daging Bumbu Bali 246.9 7.0 11.3 4.6 24.2 189.5 4.2 102.2
50 g Capcay 91.2 1.2 6.3 4.2 12.1 40.4 19.2 89.0
50 g Pepaya 19.5 0.3 0.1 9.8 1.6 128.5 12.0 5.0
Total makan malam 552.6 12.1 18.0 61.5 37.9 401.9 39.9 251.7
Total Sehari 2063.8 40.6 61.8 259.9 105.5 1513.4 185.3 678.2
20
Bubur Ayam bersama air kaldu ayam, daun
Bahan : salam hingga beras pecah,
masukkan garam, masak terus
50 gr beras, 1 ltr air kaldu ayam, hingga beras menjadi bubur dan
1 lembar daun salam, 1 sdt agak kental. Bila perlu bisa
garam
tambahkan air. Panaskan minyak,
Kuah : tumis bumbu halus hingga harum
200 ml kaldu ayam, 1 sdt dan matang, masukkan dalam air
garam, 1 sdm minyak untuk kaldu, rebus kembali ayam. Masak
menumis, ½ sdt lada, ½ biji hingga kaldu mendidih,
pala, 1 sdm kecap manis. tambahkan biji pala, lada, kecap.
Haluskan : Didihkan kembali, angkat ayam,
1 bh bawang merah, 1 siung
bawang putih, 1 cm kunyit, 1 sdt sisihkan kaldu ayam. Goreng ayam
ketumbar, 1 btr kemiri.
hingga berwarna kuning
Pelengkap :
40 gr ayam goreng, suwir-suwir, kecokelatan. Angkat, tiriskan, lalu
1 btg seledri, iris tipis.
suwir-suwir ayam. Sisihkan.
Penyajian :
Taruh bubur dalam mangkuk, beri
kuah, taburi, ayam suwir, seldri,
Cara Membuat : beri sambal. Sajikan bubur selagi
Bubur : hangat.
Didihkan air kaldu, tambahkan
garam, sisihkan. Masak beras
21
Hari Ke 3
Menu Energi Karbo Fosfat
(kcal) Protein Lemak hidrat Natrium Kalium Kalsium (g)
Pagi (g) (g) (g) (g) (g) (g) 54.0
200 g Lontong Sayur 349.6 5.2 5.1 79.6 9.5 297.0 23.5 86.0
6.3 5.3 0.6 37.2 37.8 15.0 1.2
(Labu Siam) 0.1 0.0 24.7 1.2 15.6 1.8
11.6 10.4 104.9 47.9 350.4 40.3 141.2
50 g Semur Telur 90.0
2.0
1 gls Honey Lemon Tea 91.2 10.2
1.9
30 g Madu 0.2
0.8
Total makan pagi 530.8 15.1
Selingan 55.5
84.9
Kue Hunkwee Nangka :
49.2
15 g tepung hunkwee 57.1 0.0 0.0 13.7 1.4 0.4 0.3
0.3 3.0 1.4 1.8 32.1 1.2 20.0
30 g santan 31.8 0.1 0.0 2.8 0.5 46.5 0.2 11.0
0.0 0.0 10.0 0.2 0.4 0.2 220.6
10 g Nangka 11.6 0.1 0.0 16.5 0.8 10.4 1.2
0.4 3.0 44.4 4.7 89.8 3.1 20.2
10 g Gula Pasir 77.4 20.2
20 g Madu 60.8 55.5
156.7
Total selingan 238.7 19.7
14.0
Siang 245.9
643.0
150 g Nasi 195.0 3.6 0.3 42.9 0.0 43.5 4.5
6.6 11.4 2.3 10.6 68.0 0.8
35 g Empal Goreng 159.5
Gurih
50 g Tahu Goreng 124.2 3.9 12.4 10.9 3.5 60.5 53.1
Cabe Hijau
50 g Sayur Sop 50.1 0.6 0.0 4.8 2.1 177.1 11.0
0.6 0.2 8.3 4.0 232.0 16.0
100 g Melon 38.2 15.3 24.3 69.2 20.2 581.1 85.4
Total makan siang 567.0
Selingan
50 g Kue Semprit Sagu 230.7 1.0 4.7 38.4 13.4 17.7 5.5
1.0 4.7 38.4 13.4 17.7 5.5
Total selingan 230.7
Malam
150 g Nasi 195.0 3.6 0.3 42.9 0.0 43.5 4.5
6.5 12.8 0.4 28.0 94.0 3.7
35 g Sambel Goreng Ati 183.7 0.4 3.0 2.2 8.0 101.0 40.0
0.9 0.1 11.8 0.0 181.0 40.0
50 g Tumis Labu Siam 53.1 11.4 16.1 57.3 36.0 419.5 88.2
39.8 58.5 314.2 74.3 1108.1 222.5
100 g Jeruk 47.1
Total makan malam 478.9
Total Sehari 2046.1
22
Empal Goreng Gurih Tahu Goreng Cabe Hijau
(untuk 14 porsi, 1 porsi @ 35 gr) Bahan :
50 gr tahu, potong dadu, 2 buah
Bahan : cabe hijau, 1 iris lengkuas
½ kg Daging sapi. memarkan, 1 buah tomat merah
sedang, potong-potong, 1 sdt
Bumbu dihaluskan: gula merah, gula pasir
Bawang putih 5 siung secukupnya, 3 siung bawang
Ketumbar 1 sdm merah, iris, 2 siung bawang
Lengkuas 1ruas putih, iris, minyak untuk
Garam secukupnya menumis.
Gula merah 2 sdm.
Air 50 cc Cara Membuat :
Cara Membuat : Goreng tahu sebentar, angkat dan
Potong daging yang telah empuk
sesuai selera dengan ketebalan 1 sisihkan. Tumis bawang merah dan
cm dan dipukul-pukul sampai
memar. Rendam daging yang telah putih sampai kecoklatan.
memar ke dalam bumbu
dihaluskan, diamkan 15 menit. Masukkan lengkuas, cabe hijau,
Goreng sampai daging berwarna
kekuningan. Sajikan. dan cabe merah, aduk-aduk
sampai santan berminyak dan
cabe layu. Masukkan tahu, aduk
sampai bumbu meresap.
Tambahkan garam, aduk lalu
angkat. Sajikan.
23
Hari Ke 4
Menu Energi Karbo Fosfat
(kcal) Protein Lemak hidrat Natrium Kalium Kalsium (g)
Pagi (g) (g) (g) (g) (g) (g) 41.0
0.0
2 lbr Roti Tawar 106.9 2.8 1.2 20.2 205.5 38.3 3.4 86.0
0.0 3.6 0.0 0.0 0.0 0.0
5 g Margarin 31.8 6.3 5.3 0.6 62.0 63.0 25.3 0.4
127.4
50 g Telur Dadar 120.7 0.0 0.0 20.0 0.2 0.4 0.2
9.1 9.8 40.8 267.7 101.7 28.9 45.4
1 gls Teh Manis: 45.4
1.8 5.2 51.2 16.6 204.2 16.6
20 g Gula Pasir 77.4 1.8 5.2 51.2 16.6 204.2 16.6 55.5
44.7
Total makan pagi 336.8 3.6 0.3 42.9 0.0 58.0 6.0 52.2
6.7 10.4 0.0 71.6 58.4 13.0 40.2
Selingan 4.8 11.9 4.3 280.2 65.6 15.5 75.7
1.5 10.1 0.9 3.5 162.5 24.0 268.3
2 Putu Mayang 320.4 0.5 0.0 20.3 0.8 170.3 42.4
17.1 32.7 69.4 356.1 514.8 100.9 3.9
Total selingan 320.4 0.4
35.8
Siang 1.6
41.7
150 g Nasi 195.0
55.5
40 g Udang Goreng 128.6
110.0
25 g Orak Arik Tempe 136.0 0.3
16.8
50 g Cah Brokoli 102.0 7.5
75 g Es Buah 107.2 190.1
672.9
Total makan siang 668.8
Selingan
1 cup Puding Maizena
Saus Coklat:
30 g Tepung Maizena 114.3 0.1 1.2 27.4 3.2 1.0 0.7
0.0 0.0 20.0 0.2 0.4 0.2
20 g Gula Pasir 77.4 0.3 0.0 2.4 2.9 23.6 10.7
0.1 0.0 33.0 1.6 20.8 2.4
5 g Coklat Bubuk 19.3 0.5 1.2 82.8 7.9 45.8 14.0
40 g Madu 121.6
Total selingan 332.6
Malam
150 g Nasi 195.0 3.6 0.3 42.9 0.0 43.5 4.5
Sup Telur Puyuh:
5 Telur Puyuh 92.5 6.4 6.9 0.8 87.6 133.2 38.4
0.0 5.0 0.0 0.0 0.0 0.3
5 g Minyak Goreng 43.5 0.8 3.8 3.6 0.8 74.8 11.8
0.3 0.2 0.2 1.0 60.3 4.5
50 g Tumis Buncis&Wortel 54.7 11.4 16.2 47.6 89.4 311.8 59.5
39.9 65.1 291.8 737.7 1178.3 219.9
50 g Pear 26.2
Total makan malam 411.9
Total Sehari 2070.5
24
Puding Maizena Saus Sop Telur Puyuh
Coklat
Bahan :
Bahan Puding : 5 btr telur puyuh, 250 ml air
20 gr Tepung Maizena kaldu, 10 ml minyak.
15 gr Gula Pasir
Bumbu :
Bahan Vla : ½ batang daun prei (iris tipis), 1
10 gr tepung maizena batang seledri (cincang kasar), 1
5 gr gula pasir bh bawang merah (haluskan),
5 gr Coklat Bubuk gula, merica, pala secukupnya.
Cara Membuat : Cara Membuat :
Rebus telur puyuh, buang kulitnya,
Puding : sisihkan. Tumis bawang merah
Campur air dengan tepung sampai harum, masukkan air
maizena, aduk hingga tercampur kaldu, tambahkan bumbu-bumbu.
rata. Kemudian panaskan hingga Masak hingga mendidh, masukkan
terus diaduk, tambahkan gula telur puyuh, masak sebentar,
pasir, aduk hingga kental. Angkat, angkat sajikan hangat dengan
masukkan kedalam cetakan. taburan peterseli cincang.
Dinginkan.
Vla coklat : 25
Larutkan air dengan tepung
maizena tambahkan bubuk coklat.
Masak diatas api sedang. Aduk,
tambahkan gula pasir, aduk hingga
agak mengental. Angkat lalu
siramkan diatas puding. Sajikan.
Hari Ke 5 Karbo
Energi Protein Lemak hidrat Natrium Kalium Kalsium Fosfat
Menu (kcal) (g) (g) (g) (g) (g) (g) (g)
Pagi 162.5 4.8 3.2 28.3 1.5 46.5 10.5 54.0
Mie Goreng: 1.5 0.2 0.0 0.2 1.6 20.2 7.4 4.1
50 g Mie Kering 1.0 0.1 0.1 0.6 0.0 0.0 0.0 2.8
10 g Sawi Hijau 86.2 0.0 10.0 0.0 0.0 0.0 0.6 0.7
10 g Wortel 5.0 7.8 0.4 62.0 63.0 25.3 68.8
10 g Minyak 105.5
40 g Telur Dadar
1 gls Teh Manis : 77.4 0.0 0.0 20.0 0.2 0.4 0.2 0.4
20 g Gula Pasir 434.1 10.1 21.1 49.5 65.3 130.1 44.0 130.4
Total makan pagi
Selingan 290.3 0.9 3.0 48.8 7.9 81.8 3.9 14.5
Cente Manis 121.6 0.1 0.0 33.0 1.6 20.8 2.4 1.6
40 g Madu 411.9 1.0 3.0 81.8 9.5 102.6 6.3 16.1
Total selingan
Siang 195.0 3.6 0.3 42.9 0.0 43.5 0.5 55.5
150 g Nasi 207.0 7.3 17.6 0.0 19.0 49.1 4.1 72.7
40 g Ayam Goreng
50 g Tahu Bumbu 81.5 4.0 7.0 0.9 3.5 60.5 52.8 51.9
Kuning 96.2 0.4 3.8 2.2 0.5 96.0 13.5 19.5
50 g Tumis Labu Siam 32.1 0.6 0.4 7.2 2.0 116.0 8.0 9.0
100 g Semangka 611.8 15.9 29.1 53.2 25.0 365.1 78.9 208.6
Total makan siang
Selingan 150.8 0.4 0.0 37.8 85.4 9.6 71.8 3.6
2 potong Ongol-Ongol 150.8 0.4 0.0 37.8 85.4 9.6 71.8 3.6
Total selingan
Malam 195.0 3.6 0.3 42.9 0.0 43.5 0.5 55.5
150 g Nasi 108.8 7.3 6.3 0.0 17.4 181.1 5.1 67.9
35 g Pepes Daging 61.6 1.9 0.1 3.7 5.5 275.0 105.8 36.0
50 g Cah Bayam 44.3 0.2 0.3 11.5 0.0 86.3 5.3 5.3
1 buah Apel 409.7 13.0 7.0 58.1 23.0 585.9 116.7 164.7
Total makan malam 2018.3 40.4 60.2 280.4 208.2 1193.3 317.7 523.4
Total Sehari
26
Mie Goreng
Bahan :
50 gr Mie Kering, 10 gr Sawi Hijau, 10
gr Wortel, ½ btg daun bawang (potong
serong), 1 sdt kecap asin, kecap manis
secukupnya, garam secukupnya, gula
secukupnya, merica secukupnya, ½
butir telur (dibuat dadar).
Bumbu halus :
2 bh bawang putih
Cara Membuat :
Rebus mie kering hingga lunak, tiriskan.
Goreng telur, sisihkan. Tumis bawang
putih sampai kekuningan masukkan
garam, dan sayuran masak sampai layu
tambahkan air, beri kecap manis,
kecap asin, gula, merica masak sampai
didih, masukkan mie, aduk masak
sampai kuah mengering. Taburi bawang
merah goreng.
Cente Manis
Bahan :
25 g tepung hunkwee, 20 g gula pasir,
10 g sagu biji, 75 ml santan.
Cara Membuat :
Campurkan hunkwee, gula pasir, santan,
dan garam, aduk diatas api hingga
matang. Masukan sagu biji yang sudah
dimasak. Ambil sedikit adonan yang
masih panas dan bungkus dengan daun
pisang atau lembaran plastik atau
ditaruh diloyang, bila sudah dingin
potong sesuai selera. Kue siap disajikan.
27
Hari Ke 6
Menu Energi Karbo Fosfat
(kcal) Protein Lemak hidrat Natrium Kalium Kalsium (g)
Pagi
150 g Bubur 344.3 (g) (g) (g) (g) (g) (g) 252.4
Havermuth Buah 77.6 86.0
50 g Telur Rebus 5.3 7.4 43.3 9.0 281.3 26.5
1 gls Teh Manis: 77.4 6.3 5.3 0.6 62.0 63.0 25.0 0.4
20 g Gula Pasir 499.3 338.8
Total makan pagi 0.0 0.0 20.0 0.2 0.4 0.2
Selingan 0.0 11.6 12.7 63.9 71.2 344.7 51.7 0.0
Agar-agar Strawberry : 16.0 12.5
Agar-agar 96.7 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.4
50 g Strawberry fresh 60.8 0.4 0.2 2.8 1.5 72.5 12.5 0.8
25 g Gula Pasir 173.5 0.0 0.0 20.0 0.3 0.6 0.3 13.7
20 g Madu 0.1 0.0 16.5 1.6 20.8 2.4
Total selingan 195.0 0.5 0.2 39.3 3.4 93.9 15.2 55.5
Siang 244.8 78.8
150 g Nasi 173.6 3.6 0.3 42.9 0.0 58.0 6.0 52.2
35 g Sop Daging 39.0 6.5 26.4 2.1 20.7 189.0 11.6 5.0
25 g Tempe Kering 552.4 4.8 11.9 4.3 4.8 89.6 23.0 191.5
100 g Pepaya 0.6 0.1 9.8 3.0 257.0 24.0
Total makan siang 292.6 15.5 38.7 59.1 28.5 593.6 64.6 49.4
Selingan 292.6 49.4
50 g Kue Cucur 1.0 10.3 49.9 7.9 94.7 20.3
Total selingan 195.0 1.0 10.3 49.9 7.9 94.7 20.3 55.5
Malam 214.6 72.7
150 g Nasi 56.7 3.6 0.3 42.9 0.0 43.5 4.5 31.6
40 g Ayam Balado 38.3 7.3 17.6 0.0 62.0 63.0 26.2 11.0
50 g Sayur Lodeh 504.6 0.7 4.3 3.6 1.1 114.8 17.1 170.8
100 g Melon 2022.4 0.6 0.2 8.3 1.0 159.3 11.1 764.2
Total makan malam 12.2 22.4 54.8 64.1 380.6 58.9
Total Sehari 40.8 84.3 267.0 175.1 1507.8 210.7
28
Sop Daging Agar-Agar Strawberry
Bahan : Bahan :
50 gr daging sapi, 50 gr wortel, 2 gr agar-agar
20 gr kapri, 10 ml minyak. 50 gr strawberry, iris melintang
20 gr gula pasir
Bumbu : 50 ml air
½ batang daun prei (iris tipis), 1
batang seledri (cincang kasar), 1 Cara Membuat :
bh bawang merah (haluskan), Larutkan air bersama agar-agar,
gula, merica, pala secukupnya. didihkan sambil diadukaduk,
tambahkan gula pasir, aduk terus
Cara Membuat : hingga air mendidih. Angkat
Rebus daging sampai empuk, adonan, masukkan strawberry,
sisihkan. Potong-potong wortel. aduk rata, masukkan ke dalam
Tumis bawang merah dan daun cetakan, dinginkan.
prei sampai layu, masukkan ke
dalam air rebusan daging,
tambahkan gula, merica, pala,
wortel dan kapri. Masak sampai
matang, sesaat sebelum dimatikan
tambahkan seledri. Hidangkan
hangat.
29
Hari Ke 7
Karbo
Energi Protein Lemak hidrat Natrium Kalium Kalsium Fosfat
Menu (kcal) (g) (g) (g) (g) (g) (g) (g)
Pagi
100 g Nasi Uduk 0.5 3.7 13.6 28.8 6.0 139.4 7.2 82.4
40 g Ayam Goreng 163.1 7.3 12.6 0.0 19.7 49.1 4.1 72.3
10 g Daun Selada 3.7 0.4 0.0 0.1 1.1 55.0 21.1 3.3
20 g Ketimun 2.6 0.1 0.0 0.6 0.4 28.8 2.8 4.0
1 gls Jeruk Panas :
100 g Jeruk manis 47.1 0.9 0.1 11.8 0.0 181.0 40.0 14.0
30 g Gula Pasir 116.1 0.0 0.0 30.0 0.3 0.6 0.3 0.6
Total makan pagi 583.1 12.4 25.3 71.3 27.5 453.9 75.5 176.6
Selingan
Kue Sagu Kelapa 135.5 0.6 7.5 33.0 1.8 23.6 1.7 4.6
20 g Madu 60.8 0.1 0.0 16.5 10.4 1.2 0.4 0.8
Total Selingan 196.3 0.7 7.5 39.5 12.2 24.8 2.1 5.4
Siang
150 g Nasi 195.0 3.6 0.3 42.9 0.0 43.5 4.5 55.5
Tom Yam Udang :
35 g Udang segar 31.6 5.7 0.3 0.0 62.7 51.5 10.9 38.5
25 g Jamir Kuping 5.4 0.4 0.1 1.3 0.4 71.2 1.2 21.8
10 g minyak 86.2 0.0 10.0 0.0 0.0 0.0 0.6 0.7
50 g Tahu Isi 121.6 4.2 8.2 9.6 4.4 60.8 52.7 76.0
1 buah Apel 44.3 0.2 0.3 11.5 0.0 86.5 5.3 5.3
Total makan siang 484.1 14.1 19.2 65.3 67.5 313.5 197.8 75.2
Selingan
50 g Bola - bola Ubi 354.0 2.0 2.4 66.0 2.5 185.9 9.7 85.1
Total Selingan 354.0 2.0 2.4 66.0 2.5 185.9 9.7 85.1
Malam
150 g Nasi 195.0 3.6 0.3 42.9 0.0 43.5 4.5 55.5
35 g Daging Asam Pedas 158.8 6.6 11.3 0.0 14.3 91.8 1.7 68.2
50 g Stup Sayuran 66.8 0.9 3.8 3.6 29.9 9.0 2.5 16.8
Total makan malam 420.6 11.1 15.4 46.5 44.2 144.3 8.7 140.5
Total Sehari 2038.1 40.3 69.8 288.6 153.9 1122.4 171.2 605.4
30
Tom Yam Udang
Bahan : Semprit Sagu
40 gr udang, 25 gr jamur
merang segar (belah dua), 1 (untuk 18 porsi, 1 porsi @ 50 gr)
batang sereh (memarkan), 1 lbr
daun jeruk, 1 sdt kecap ikan, 2
bh cabe rawit merah (sedikit
dimemarkan),1 sdt daun
ketumbar cincang, 1 sdm
minyak goreng, 250 ml kaldu
seafood, 1 sdm air jeruk nipis,
garam dan gula secukupnya.
Bumbu yang dihaluskan : Bahan :
1 bh cabe merah, 1 siung 300 gr tepung sagu, 125 gr
bawang putih, ½ btr kemiri yang margarin, 100 gr mentega
sudah di sangrai, terasi yang tawar, 125 gr gula bubuk, 3
sudah digoreng secukupnya. kuning telur ayam, 50 gr
maizena, 50 gr tepung terigu.
Cara Membuat :
Rebus kaldu seafood beserta Cara Membuat :
sereh, daun jeruk, udang, jamur, Kocok margarin, mentega dan gula
garam, gula dengan api kecil hingga lembut. Tambahkan telur
hingga harum. Bumbu yang satu per satu sambil kocok rata.
dihaluskan ditumis dengan minyak Tambahkan secara berurutan
goreng hingga harum, kemudian tepung sagu, maizena, dan tepung
masukkan kecap ikan, aduk terigu. Aduk hingga rata.
sebentar, lalu angkat dan Masukkan adonan ke dalam
masukkan dalam rebusan udang kantong semprotan kue. Beri
hingga menyerap. Sebelum semprotan mawar besar atau yang
diangkat, masukkan cincangan lain. Adonan sedikit liat karena itu
daun ketumbar, cabe rawit dan air pilih semprotan yang agak besar.
jeruk nipis, angkat dan hidangkan Semprotkan ke atas loyang datar
hangat-hangat. yang telah diolesi mentega dan
ditaburi tepung terigu. Angkat dan
dinginkan.
31
MENU MAKANAN PASIEN PGK VEGETARIAN SEBELUM
DIALISIS (PRE-DIALISIS) DAN DIET RENDAH PROTEIN
Menu Energi Protein Natrium Kalium Kalsium
(kcal) (g) (g) (g) (g)
1 gls Teh manis :
32
Nugget Tahu
(untuk 9 porsi)
Bahan :
450 gram tahu, 2 putih telur
ayam, 1 batang daun bawang, iris
tipis. ½ sendok teh merica bubuk,
½ sendok teh pala bubuk, 2
sendok makan margarine untuk
mengoles, 50 gram tepung
hunkwee, 100 gram tepung panir,
minyak, untuk menggoreng.
Garam secukupnya.
Cara Membuat : Aduk, Kukus :
Campur tahu dengan merica, pala, 3 150 gr kelapa agak muda (kupas,
butir telur, daun bawang dan garam. parut memanjang), ¼ sdt garam.
Aduk rata. Olesi loyang (20 cm x 20
cm) dengan margarine hingga rata. Cara Membuat :
Tuang adonan ke loyang, padatkan. Campur tepung sagu dengan 150 ml
Kukus hingga matang, angkat. air, aduk rata. Sisihkan. Masak sisa
Setelah dingin, potong ukuran jari. air bersama bersama gula dan daun
Taburi dengan tepung terigu, pandan hingga mendidih dan gula
celupkan dalam telur kocok dan larut. Angkat dan saring. Campur
gulingkan ke dalam tepung panir, dengan larutan tepung sagu. Aduk
hingga rata. Goreng hingga matang, rata. Masak di atas api kecil hingga
angkat dan tiriskan. Sajikan. mendidih dan kental. Angkat.
Tuangkan ke dalam loyang segi
Ongol-Ongol empat, ratakan. Dinginkan.
Potong-potong 3 x 5 x 1 cm.
(untuk 16 potong) Gulingkan dalam kelapa parut
hingga terbalut rata.
Bahan :
125 gr tepung sagu
aren kering, 375
ml air, 150 gr
gula jawa iris-iris/
potong-potong, 2
lembar daun pandan.
33
Keterangan :
Jika kebutuhan protein kurang dari 40
gr/hari maka protein nabati berupa tempe
ataupun tahu tidak diberikan.
Untuk asupan energi dapat disesuaikan
dengan kebutuhan berdasarkan berat
badan. Bahan makanan tinggi kalori namun
rendah protein seperti madu, gula, permen,
margarin atau jajanan pasar (kue rendah
protein yang terbuat dari tepung hunkwee,
tepung maizena dan tepung sagu) dapat
ditambahkan konsumsinya untuk
mencukupi kebutuhan energi.
34
DAFTAR KANDUNGAN NATRIUM
DALAM BAHAN MAKANAN
Bahan Berat Natrium Bahan Berat Natrium
Makanan Per Saji (mg) Makanan Per Saji (mg)
(g) (g)
35
DAFTAR KANDUNGAN KALIUM
DALAM BAHAN MAKANAN
Bahan Berat Kalium Bahan Berat Kalium
Makanan Per Saji (mg) Makanan Per Saji (mg)
(g) (g)
36
DAFTAR KANDUNGAN FOSFOR
DALAM BAHAN MAKANAN
Bahan Berat Fosfor Bahan Berat Fosfor
Makanan Per Saji (g) Makanan Per Saji (g)
(g) (g)
37
DAFTAR KANDUNGAN KALSIUM
DALAM BAHAN MAKANAN
Bahan Makanan Berat Kalsium
Per Saji (g)
(g)
38
DAFTAR BAHAN MAKANAN PENUKAR
39
40
41
42
43
Daftar Pustaka
American Journal of Kidney Disease. NKF-K/DOQI Clinical
Practice Guidelines For Chronic Kidney Disease : Evaluation,
Classification and stratification. Mineapolis, United States of
America. 39 : S17-S25. 2001. (Suppl 1).
American Journal Of Kidney Disease Vol. 42. 2003.
NKF-K/DOQI Clinical practice Guidelines For Bone
Metabolism and Disease in Chronic Kidney Disease.
Mineapolis, United States of America. 42 : S12-S28. 2003
(Suppl 3).
Teplan. et. al. Enhanced Metabolic Effect of Erythropoietin
and Keto acid in CRF Patients on Low-Protein Diet : Czech
Multicenter Study. 41 : S26-S30. 2003 (Suppl 1).
Teplan et. al. Metabolic Effect of Keto Acid –Amino Acid
Supplementation In Patients with Chronic Renal
Insufficiency Receiving A low-Protein Diet and Recombinant
Human Erythropoietin - A Randomized Controlled Trial.
113/17-18: 661-669. 2001.
Instalasi Gizi Perjan RS Dr. Cipto Mangunkusumo dan
Asosiasi Dietisien Indonesia. Penuntun Diet (edisi terbaru).
Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 2004.
44
NOTES
45
NOTES
46