The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by annisabella816, 2022-05-08 12:32:09

ebook kel 5

ebook kel 5

Keywords: tugas media

2
2

3

4

3

4
4

5
5

6
6

7

Satuan konsentrasi larutan

Apakah perbedaan dua sendok gula yang dilarutkan dalam satu gelas air
dengan lima sendok gula yang dilarutkan dalam satu gelas air? Larutan yang kedua
tentu lebih manis dan konsentrasinya lebih besar. Apakah konsentrmasi itu?

Marilah kita pelajari kembali mengenai konsentrasilarutan sebelum kita
mempelajari sifat koligatif larutan.
Satuan konsentrasi terdiri dari molaritas,molalitas dan fraksi mol.

1. Molaritas
Molaritas adalah satuan konsentrasi larutan untuk menyatakan jumlah mol
zat terlarut per liter larutan, dilambangkan dengan huruf M. secara
matematis dapat dituliskan dengan persamaan :

= ℎ Keterangan
M= molaritas
ℎ m= massa zat terlarut (g)
Mr= massa molekul relatif zat terlarut (g/mol)
= atau = 1000 V= volume pelarut
( ) ( )


2. Molalitas
Molalitas adalah komposisi larutan yang dinyatakan dalam mol zat terlarut
per satu kilogram. Dialambangkan dengan huruf m.secara matematis
dinyatakan dengan persamaan berikut :

= ℎ Keterangan
m= molalitas
1000 Mr= massa molekul relatif zat terlarut (g/mol)
p= massa pelarut (g)
= 1000 atau = 1000



3. Fraksi mol
Fraksi mol suatu zat menyatakan perbandingan banyaknya mol zat tersebut
terhadap jumlah mol seluruh koponen dalam larutan. Fraksimmol dirumuskan
sebagai berikut :

= dan =
+ +

Jumlah fraksi mol seluruh zat dalam larutan adalah 1
+ = 1

74

8

Contoh soal :

1. Hitung molalitas larutan yang dibuat dengan melarutkan 1,0 gram urea,
( 2)2 dalam 48
gram air.

2. Sebanyak 35,25 mmol etanol, 2 5 dilarutkan dalam air sampai volume
larutan 100 ml. Berapa molaritas larutan jika diketahui Mr ( 2 5 )=46
sma.?

3. Berapakah fraksi mol benzena ( 6 6 ) dan toluena ( 7 8 ) dalam larutan
yang dibuat dari 600 g benzena dan 400 g toluena?

Jawab :

1. 1,0 gram urea =60 1,0 = 0,0167
−1

m =100408 / 0,0167 = 0,35 −1

2. Molaritas etanol adalah :

M= = 35,25 = 0,35 M
100

3. Mol 6 6 = 600 = 7,69
78 −1

Mol 7 8 = 400 = 4,35
92 −1

Fraksi mol masing-masing zat :

6 6 = 7,69 = 0,64
7,69 +4,35

7 8 = 4,35 = 0,36
7,69 +4,35

Jumlah fraksi mol semua komponen harus sama dengan satu,

benzena + toluena =

85

9

Pengertian Sifat koligatif larutan

Kata koligatif berasal dari kata Latin colligare yang berarti berkumpul
bersama. Maka dari itu, sifat ini bergantung pada pengaruh kebersamaan
(kolektif) semua partikel dan tidak pada sifat dan keadaan partikel. Secara teori
sifat koligatif adalah sifat suatu larutan yang tidak dipengaruhi oleh jenis zat
tersebut, melainkan dipengaruhi oleh konsentrasi. Selain itu, larutan yang memiliki
sifat koligatif harus memenuhi dua asumsi yaitu zat terlarut tidak mudah menguap
sehingga tidak memberikan kontribusi pada uapnya. Asumsi yang kedua adalah zat
terlarut tidak larut dalam pelarut padat.

Sifat- Sifat koligatif larutan

Sifat-sifat koligatif larutan ialah sifat-sifat larutan yang hanya ditentukan
oleh jumlah partikel dalam larutan dan tidak tergantung jenis partikelnya.
Sifat-sifat koligatif larutan yaitu:
1. Penurunan tekanan uap jenuh (P)
2. Kenaikan titik didih (Tb)
3. Penurunan titik beku ( Tf )
4. Tekanan osmotik (  )

Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat
Larutan itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan
jumlah partikel dalam larutan elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama. Hal
ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan larutan
non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. Dengan demikian sifat koligatif
larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif
larutan elektrolit.

96

10

Sifat koligatif larutan Nonelektrolit

Penurunan Tekanan Uap (ΔP)

Menguap adalah gejala yang terjadi pada molekul-molekul zat cair
meninggalkan permukaan cairan membentuk fasa gas. Gejala ini disebabkan oleh
molekul-molekul pada bagian permukaan cairan memiliki energi yang dapat
mengatasi gaya antaraksi di antara molekul-molekul cairan. Gaya antaraksi
antarmolekul pada permukaan cairan dinamakan tegangan permukaan. Jadi,
molekul-molekul yang menguap memiliki energi lebih besar daripada tegangan
permukaan.

Kemudahan suatu zat menguap ditentukan oleh kekuatan gaya antarmolekul
(tegangan permukaan). Semakin lemah gaya antarmolekul semakin mudah senyawa
itu menguap uap yang terbentuk diatas permukaan cairannya menimbulkan tekanan,
yang disebut tekanan uap. Faktor-faktor yang memengaruhi tekanan uap salah
satunya adalah suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin besar tekanan uapnya.

Apa yang terjadi dengan tekanan uap jika ke dalam suatu cairan (misalnya, air)
dimasukkan zat yang tidak mudah menguap (misalnya, gula pasir)?

Gambar 1 Partikel-Partikel Pelarut Murni dan Larutan Sumber : Kimia untuk
Universitas

Link vidio : https://youtu.be/goMxlAXajDk
Dari gambar di atas dapat kita lihat bahwa jumlah partikel pelarut pada pelarut
murni (Gambar A) di permukaan lebih banyak dibandingkan pada larutan (Gambar B). dan
adanya kesetimbangan dinamis antara fasa uap dan cairannya. Oleh karena tekanan uap
air murni lebih besar dari tekanan uap larutan gula maka untuk mencapai keadaan
kesetimbangan, uap air murni akan diserap oleh larutan gula sampai tekanan uap di atas
permukaan kedua cairan itu sama dan setimbang. Proses tersebut menghasilkan

10 7

11

perpindahan molekul-molekul air dari pelarut murni melalui fasa uap ke dalam larutan gula
sampai tekanan uap pada kedua permukaan cairan mencapai kesetimbangan. Partikel-
partikel pada larutan lebih tidak teratur dibandingkan partikel-partikel pada pelarut
murni. Hal ini menyebabkan tekanan uap larutan lebih kecil daripada pelarut murni. Inilah
yang dinamakan penurunan tekanan uap jenuh.

Hal ini sesuai dengan hukum Rault yang menyatakan Info kimia
besarnya tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi Francois Marie Raoult
mol pelarut dalam larutan. Makain banyak jumlah zat (1830–1901)
terlarut dalam larutan makin sedikit bagian pelarutnya
sehingga tekanan uap juga makin rendah.

Penurunan tekanan uap (ΔP) pelarut akibat adanya zat
terlarut nonvolatil dapat dihitung dari Hukum Raoult,
yaitu :

= . 0 Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Raoult
Keterangan: Francois Marie Raoult adalah seorang ahli
= tekanan uap larutan kimia-fisika Prancis. Pada 1886 dia
= fraksi mol pelarut Po berhasil menemukan hubungan antara
= tekanan uap pelarut tekanan uap larutan dan zat terlarut.
murni Hubungan tersebut diungkapkan dalam
bentuk persamaan yang dikenal dengan
Hukum Raoult.

Oleh karena ( + = 1 = 1 − ) maka
= (1 − ) 0

= 0 − 0
Dengan demikian, penurunan tekanan larutan dirumuskan :

0 − = 0

( 0 − ) adalah selisih antara tekanan uap pelarut murni dan tekanan
uap larutan (ΔP). Jadi, penurunan tekanan uap pelarut murni dapat dirumuskan
sebagai berikut.

ΔP= 0

118

12

Contoh Soal :

Hitung tekanan uap larutan 25 yang dibuat dengan melarutkan 158 g gula ppasir
(sukrosa, Mr=342,3) ke dalam 641,6 g air. Jika tekanan uap air pada 25 c adalah
23,76 torr, berapa penurunan tekanan uapnya?

Penyelesaian :

Dengan menggunakan hukum roult, tahap pertama adalah menghitung fraksi mol
masing-masing zat, kemudian tentukan tekann uap larutan dan penurunan tekanan
uap. Jumlah mol masing-masing zat dihitung dengan menggunakan massa molar
masing-masing.

Mol sukrosa = 158 = 0,46
342,3 −1

Mol air = 641,6 = 0,46
16 −1

Fraksi mol air adalah :
= 0

= (0.9872)(23,76 torr)

= 23,46 torr

Jadi tekanan uap air turun dengan adanya penambahan gula. Besarnya penurunan tekanan
uap adalah :

ΔP = 23,76 torr-23,46 torr=0,30 torr

Latihan Soal

Hitunglah penurunan tekanan uap yang dibuat dari pelarutan 9,5 g tiourea
(Mr = 76) ke dalam 90 g air (tekanan uap air pada 25°C adalah 23,76 mmHg).

12 9

13

Eksperimen
Penurunan Tekanan Uap

Tujuan : Menjelaskan pelarutan zat yang tidak menguap dan zat mudah menguap.
Alat

1. Gelas
2. Wadah tertutup
Bahan
1. Aquades
2. Larutan gula 60% b/b
Langkah Kerja
1. Sediakan dua buah gelas. Gelas pertama diisi dengan aquades dan gelas kedua diisi

dengan larutan gula 60% b/b. Usahakan volume cairan dalam kedua gelas sama.
2. Simpan kedua gelas itu dalam wadah yang tertutup rapat, misalnya desikator

selama satu hari.
3. Setelah satu hari, amati yang terjadi dalam kedua cairan itu.
Langkah Kerja
1. Sediakan dua buah gelas. Gelas pertama diisi dengan aquades dan gelas kedua

diisi dengan larutan gula 60% b/b. Usahakan volume cairan dalam kedua gelas
sama.
2. Simpan kedua gelas itu dalam wadah yang tertutup rapat, misalnya desikator
selama satu hari.
3. Setelah satu hari, amati yang terjadi dalam kedua cairan itu.

13 10

14

KENAIKAN TITIK DIDIH

Pernah gak sih kalian menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan ketika
memasak air? Pasti kalian sendiri malas kan untuk menghitungnya. Nah, lalu
bagaimana kondisi air dikatakan telah mendidih itu? Secara visual, air dikatakan
mendidih ketika banyak gelembung air yang bergejolak ketika air dipanaskan. Eits,
tapi ternyata ada prosesnya.Kita bahas yuk proses kenaikan titik didih

1. Titik didih (Tb)

Sebuah zat akan mendidih ketika tekanan uap zat cair sama dengan tekanan
udara luar. Jadi, titik didih larutan adalah temperatur saat tekanan uap zat cair
sama dengan tekanan udara luar. Titik didih yang diukur tanpa memperhitungkan
pengaruh tekanan disebut titik didih normal. Titik didih normal ditetapkan berada
pada 760 mmHg (≈760 torr), yaitu tekanan rata-rata pada permukaan laut.

Proses terjadinya pendidihan diawali ketika kita mulai memanaskan sebuah
zat. Misalnya, saat kita memanaskan air, partikel-partikel air akan saling berpisah
membentuk uap air. Proses ini mengakibatkan kenaikan tekanan zat cair. Ketika
tekanan zat cair sama dengan tekanan lingkungan luar maka terjadilah peristiwa
pendidihan. Pada saat air mencapai temperatur 100ºC,tekanannya menjadi 1 atm
(≈760 torr ≈ 760 mmHg ≈ 101.325 Pa), sama dengan tekanan udara di luar. Hal ini
menunjukan bahwa titik didih air adalah 100ºC.

2. Kenaikan titik didih larutan (∆Tb)

Bagaimana jika ke dalam air ditambahkan zat terlarut misalnya gula pasir?
Partikel-partikel gula pasir akan menghambat proses penguapan molekul air
sehingga untuk mencapai tekanan uap air sama dengan tekanan udara luar,
diperlukan temperatur yang lebih besar lagi. Dengan demikian, apabila ke dalam
air ditambahkan zat terlarut maka titik didih larutan akan naik.

Link video : https://youtu.be/RSNdOf_66kI

1141

15

Titik beku larutan selalu lebih rendah dari titik beku pelarut murninya. Besarnya
penurunan titik beku larutan adalah

Jadi kenaikan titik didih larutan dapat ditentukan sebagai selisih antara
titik didih larutan dengan titik didih pelarut.

Contoh Soal (KENAIKAN TITIK DIDIH)
1. Berapakah titik didih larutan yang terbentuk dari 20 gram urea CO( 2)2

dalam 80 gram air jika diketahui Kb air 0,52 °C/molal?
Pembahasan :
Diketahui :
- G = 20 gram
- p = 80 gram
- Kb = 0,52 °C/molal
Ditanya :
- Titik didih larutan (Tb) = ?
Jawab

Latihan Soal : Kedalam 25 gram benzena dilarutkan 2,5 gram zat Y. Ternyata,
larutan tersebut mendidih pada suhu 82,53 °C. Jika diketahui titik didih benzena
80°C dan Kb benzena 2,53; tentukan massa molekul relatif zat Y.

1512

16

Eksperimen
Kenaikan Titik Didih Larutan

Tujuan : Membuktikan kenaikan titik didih larutan
Alat

1. Gelas kimia
2. Pembakar bunsen atau spirtus
3. Termometer
4. . Timbangan
5. Gelas ukur

Bahan
1. Aquades
2. Gula pasir
3. Garam dapur (NaCl)

Langkah Kerja
1. Masukkan 250 mL aquades ke dalam gelas kimia 1 dan 2, kemudian didihkan.
2. Ukur suhu aquades pada saat mendidih.
3. Masukkan 35 g gula pasir ke dalam aquades (gelas kimia 1) dan 35 g garam dapur ke
dalam aquades (gelas kimia 2), kocok kedua larutan itu dan ukur kembali suhu
didihnya.

Pertanyaan
1. Hitunglah kenaikan titik didih larutan gula pasir dan larutan garam dapur.
2. Dengan jumlah massa yang sama, adakah perbedaan titik didih antara kedua larutan?
Jelaskan alasannya.

1613

17

Penurunan Titik Beku

Larutan akan membeku pada suhu yang lebih rendah dari pelarutnya.

Pada setiap saat tekanan uap larutan selalu lebih rendah daripada pelarut murni.
Ini berarti penurunan tekanan uap jenuh menyebabkan penurunan titik beku
larutan.

dengan
Tf pelarut (Tf°) = titik beku pelarut (°C)
Tf larutan (Tf ) = titik beku larutan (°C)
Hubungan antara penurunan titik beku dengan molalitas larutan dirumuskan
sebagai berikut.

dengan
m = molalitas larutan (molal)
Kf = tetapan penurunan titik beku molal(°C/molal)
Beberapa harga tetapan penurunan titik beku molal pelarut diberikan pada tabel
berikut ini.

Agar lebih memahami materi penurunan
titik beku klik link dibawah ini
Link video : https://youtu.be/RuD8pY_dTd4

https://youtu.be/RuD8pY_dTd4

1714

18

Contoh Soal
Hitunglah titik beku larutan yang dibuat dari 6,2 g etilen glikol dalam 100 g air.
Jawab:

Penurunan Titik Beku larutan
∆ =

= (1,86°C m–1) ( 1 m) = 1,86°C
Titik beku larutan = Titik beku normal air –∆ = (0,0 – 1,86)°C = –1,86°C
Jadi, titik beku larutan etilen glikol adalah –1,86°C

Latihan :
Pak budi melarutkan 18 gram glukosa ( ) ke dalam 500 gram air. Jika
kalor beku molal air Kf= 1,8/mol (Ar:C=12 g/mol, H=1 g/mol, O=16 g/mol), maka
titik bekunya berada pada suhu berapa?

1815

19

Osmosis dan Tekanan Osmotik

Osmosis adalah peristiwa difusi atau perpindahan pelarut dari suatu larutan
yang lebih encer atau pelarut murni ke larutan yang lebih pekat melalui membran
semipermeabel yang hanya dapat ditembus oleh pelarut tersebut. Jadi, molekul
pelarut akan melewati membran semipermeabel dari larutan yang konsentrasinya
rendah menuju larutan yang lebih pekat. Perpindahan ini akan terus terjadi hingga
tercapainya kesetimbangan.

Tekanan osmotik adalah tekanan hidrostatik yang terbentuk dalam larutan
yang lebih pekat saat osmosis terjadi. Tekanan osmotik inilah yang akan
mempertahankan kesetimbangan osmotik antara suatu larutan dan pelarut
murninya yang dipisahkan oleh membran semipermeabel. Dengan kata lain, tekanan
osmotik adalah tekanan yang diperlukan untuk menghentikan osmosis. Tekanan
osmotik ini merupakan salah satu sifat koligatif larutan.

Link Vidio : https://youtu.be/FJVmI_Rb8gw
Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut
murni ke dalam larutan yang lebih pekat dinamakan tekanan osmotik larutan, dilambangkan dengan
π. Tekanan osmotik larutan berbanding lurus dengan konsentrasi molar zat. Dalam bentuk persamaan
dapat ditulis sebagai berikut.

k adalah tetapan kesetaraan yang bergantung pada suhu. Untuk larutan encer harga k sama
dengan RT, di mana R tetapan gas dan T adalah suhu mutlak. Oleh karena kemolaran memiliki satuan
mol per liter larutan maka tekanan osmotik larutan dapat dinyatakan sebagai berikut.

1196

20

Contoh Soal

Jika 6,84 gram sukrosa (Mr = 324) dilarutkan dalam air dan membentuk larutan
bervolume 100 mL pada suhu 27 °C (R = 0,082 L.atm/mol.K), hitunglah tekanan
osmotik larutan tersebut.
Pada soal ini diketahui:
gr = 6,84 gram
Mr = 324
P = 100 mL
T = (27 + 273) K = 300 k
R = 0,082 L.atm/mol.K
Jawab

Latiahan Soal :
Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 1,08 gram protein, yaitu serum
albumin manusia yang diperoleh dari plasma darah (dalam 50 cm3 air). Larutan
menunjukkan tekanan osmotik 5,85 mmHg pada 298 K. Hitunglah Mr albumin.

2107

21

Eksperimen
Pristiwa Osmosis

(Lakukan Kegiatan ini Dirumah)
Alat dan bahan

1. Gelas kaca/ plastik bening 2 buah
2. Wortel berukuran hampir sama 2 buah
3. Larutan garam 10%
4. Air
Cara Kerja
1. Siapkan air dan larutan garam 10% kira- kira bisa mengisi ¾ gelas

kalian (perkirakan hitungannya).
2. Amati keadaan wortel sebelum perlakuan
3. Masukkan masing- masing wortel ke dalam larutan garam dapur dan

air sumur.
4. Amati keadaan kedua wortel setelah 24 jam, bandingkan dengan

keadaan sebelum perlakuan
Hasil Pengamatan dan pertanyaan

a. Kondisi wortel dalam air sumur : ....................................
b. Kondisi wortel dalam air garam : ....................................
c. Apakah pada percobaan di atas terjadi peristiwa osmosis?Jelaskan!
Dokumentasikan semua kegiatan kalian dan buat laporan portofolionya
secara berkelompok

2118

22

Sifat koligatif larutan elektrolit

Tahukah kamu bahwa larutan terdiri dari larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Sifat koligatif larutan
nonelektrolit telah kita pelajari di depan, bagaimana dengan sifat koligatif dari larutan elektrolit?

Berdasarkan hasil penyelidikan ilmiah, diketahui bahwa larutan elektrolit memiliki sifat koligatif
yang tidak sama dengan larutan nonelektrolit akibat jumlah mol ion-ion dalam larutan meningkat
sesuai derajat ionisasinya.

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan Info kimia
arus listrik karena zat elektrolit dalam larutannya terurai Jacobus Hanricus van’t Hoff
menjadi ion-ion bermuatan listrik dan ion-ion tersebut (1852–1911)
selalu bergerak bebas. Larutan elektrolit memiliki sifat
koligatif yang lebih besar daripada nonelektrolit. Zat Sumber :
elektroloit terionisasi dalam air menjadi ion ion https://id.wikipedia.org/wiki/Jacobus_Henricu
penyusunnya. Larutan elektrolit meliputi larutan asam, basa,
dan garam. Oleh karena terionisasi jumlah partikel terlarut s_van_%27t_Hoff
dalam larutan elektrolit lebih banyak dibandingkan julah Van’t Hoff adalah seorang ahli kimia
partikel larutan nonelektrolit meskipun konsentrasinya berkebangsaan belanda yang lahir di kota
sama. Rotterdam. Sejak kecil Van’t Hoff tertarik

Berdasarkan fakta tersebut Van’t Hoff mengoreksi dengan ilmu pengetahuan alam.
persamaan Raoult agar sesuai untuk larutan elektrolit. Sebagian penelitiannya terfokus pada
Perhitungan sifat koligatif untuk larutan elektrolit dikalikan penentuan struktur senyawa organic.
dengan faktor van’t Hoff. Faktor Van’t Hoff ditentukan dari Selain itu Van’t Hoff juga dikenal sebagai
besarnya konsentrasi zat terlarut sebenarnya dalam larutan
dibandingkan dengan kosentrasi zat terlarut hasil bapak kinematika Kimia dan
perhitungan dari massanya. mendapatkan penghargaan Nobel kimia

Faktor Van’t Hoff dirumuskan sebagai berikut : pada tahun 1901

i= 1 + (n+1)∝

Keterangan :

i=faktor Van’t Hoff

n = jumlah ion elektrolit

∝= derajat ionisasi

Harga ∝ menyatakan jumlah zat elektrolit yang terionisasi yaitu antara 0-1. Apabila larutan
memiliki harga ∝= 1, larutan tersebut terionisasi sementara dan termasuk elektrolit kuat.
Apabila larutan mmemiliki harga 0<∝<1, larutan merupakan larutan elektrolit lemah yang
hanya terionisasi Sebagian dalam air.

19

22

23

Penurunan Tekanan Uap

Penurunan tekanan up larutan larutan non elektrolit lebih rendah dari larutan elektrolit
karena dalam larutan elektrolit adanya faktor van't hoff (i). Faktor Van’t Hoff melekat
pada mol zat terlarut (nt) atau pada fraksi mol zat terlarut (Xt), sehingga rumus untuk
menghitung penurunan tekanan uap larutan dirumuskan :

dimana

Contoh Soal
Hitung tekanan uap 0,2 mol larutan NaOH dalam 90 gram air jika tekanan uap air
pada suhu tertentu sebesar 100 mmHg.

Pembahasan
Pada soal ini diketahui:
mol NaOH = 0,2 mol
mol air = 90/18 = 5 mol
0= 100 mmHg
jumlah ion (n) = 2
α = 1 (elektrolit kuat)
Karena NaOH adalah basa kuat sehingga membentuk larutan elektrolit
kuat. Jadi cara menjawab soal ini sebagai berikut:

Latihan :
Suatu larutan terdiri dari 58,5 gram NaCl dan 72 gram air.Jika tekanan uap pelarut murni
pada suhu 20°C adalah 22,5 mmHg. Tentukan tekanan uap larutan pada suhu tersebut!

2320

24

Penurunan Titik beku larutan elektrolit

Dapat dilihat bahwa tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut
murni. Hal ini menyebabkan penurunan titik beku larutan lebih rendah dibandingkan
dengan penurunan titik beku pelarut murni. Selisih temperatur titik beku larutan dengan
titik beku pelarut murni disebut penurunan titik beku (ΔTf).

ΔTf = Tf pelarut murni – Tf larutan

Menurut Hukum Backman dan Raoult bahwa penurunan titik beku dan kenaikan titik
didih berbanding langsung dengan molalitas yang terlarut di dalamnya. Hukum tersebut
dapat dirumuskan sebagai berikut. Untuk penurunan titik elektrolit persamaannya
dinyatakan sebagai :

ΔTf = m. . . i

Atau

ΔTf = m. . . (1+(n-1) ∝)

Keterangan :

ΔTf = penurunan titik beku

m = molaritas larutan

= tetapan penurunan titik beku molal
Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik beku larutannya dinyatakan sebagai:

= (0- Δ )℃

Tabel 1. Tetapan kenaikan Titik didih Molal (Kb) dan Tetapan penurunan Titik
Beku Molal (Kf) dari beberapa Pelarut (tekanan 1 atm).

2421

25

Contoh Soal :
Berapa penurunan titik beku larutan berikut didalam air jika
diketahui nilai = 1,86℃/

a. Larutan NaCl 0,1 m
Jawab :
Larutan NaCl 0,1 molal mengandung 0,1 molal + dan 0,1 −, sehingga
dalam larutan tersebut jumlah partikelnya adalah 0,2 molal, karena itu
penurunan titik bekunya adalah :
∆ = ( )

= (2). (0,1 )(1,86℃/ )
= 0,372℃

Latihan
Pada percobaan pengujian titik beku larutan urea yang massanya sama dengan
larutan NaCl (11,7 g dalam 1 L larutan) ternyata menghasilkan titik beku yang
berbeda. Tf larutan Urea = – 0,367 °C, Tf larutan NaCl = – 0,744 °C. Jika Mr
( 2)2 = 60 dan Mr NaCl = 58,5 serta derajat inonisasi NaCl = 1, besarnya
tetapan penurunan titik beku molal dari kedua percobaan adalah…
.

2522

26

Percobaan penurunan titik beku

Tujuan : Menentukan titik beku beberapa larutan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

Alat

1. gelas kimia 500 mL
2. tabung reaksi dan raknya
3. termometer
4. pengaduk gelas
5. sendok makan

Bahan

1. larutan urea 2 m
2. larutan NaCl 1 m
3. larutan NaCl 2 m
4. air suling
5. es batu secukupnya
6. garam dapur

Langkah Kerja

1. Siapkan gelas kimia ukuran 500 mL dan masukkan butiran es batu ke dalamny hingga tinggi
gelas kimia tersebut.

2. Tambahkan 8 sendok makan garam dapur dan 2 sendok makan air, kemudian aduk hingga
bercampur rata. Campuran ini dinamakan campuran pendingin.

3. Masukkan 3 mL air suling ke dalam tabung reaksi dan masukkan ke dalam campuran
pendingin.

4. Aduklah tabung reaksi tersebut dengan gerakan naik-turun hingga membeku.
5. Setelah air suling membeku, keluarkan dari campuran pendingin dan biarkan sebagian

mencair. Gantilah pengaduk gelas dengan termometer dan aduklah air suling yang sebagian
mencair tersebut dengan gerakan naik-turun menggunakan termometer.
6. Bacalah skala suhu yang ditunjukkan pada termometer dan catatlah.
7. Ulangi langkah no. 2-6 dengan larutan yang berbeda, yaitu larutan urea 1 m dan 2 m masing-
masing sebanyak 20 mL dan larutan NaCl 1 m dan 2 m masing-masing sebanyak 20 mL.
8. Bila es batu dalam campuran pendingin telah banyak yang mencair, buatlah campuran
pendingin baru dengan cara yang sama.

Pertanyaan

1. Berapa titik beku air suling?
2. Buatlah datanya!
3. Apa fungsi garam dapur yang terdapat dalam campuran pendingin?
4. Bagaimana pengaruh konsentrasi larutan terhadap titik beku larutan dan penurunan titik

bekunya?

226 3

27

Kenaikan Titik Didih larutan elektrolit

Kenaikan titik didih menggambarkan fenomena bahwa titik didih dari cairan (suatu pelarut) akan lebih
tinggi ketika senyawa lain ditambahkan, yang berarti bahwa larutan akan memiliki titik didih yang lebih
tinggi daripada pelarut murninya. Hal ini terjadi ketika zat terlarut yang tidak mudah menguap, seperti
garam, ditambahkan ke pelarut murni, seperti air. Titik didih dapat diukur secara akurat menggunakan
ebulioskop.

Kenaikan titik didih adalah sifat koligatif, yang berarti bahwa kenaikan titik didih bergantung pada
keberadaan partikel terlarut dan jumlahnya, tetapi tidak pada jenis zat tersebut. Sifat ini adalah efek dari
pengenceran pelarut dengan adanya zat terlarut. Kenaikan titik didih adalah fenomena yang terjadi untuk
semua zat terlarut dalam semua larutan, bahkan dalam larutan ideal, dan tidak bergantung pada interaksi
zat terlarut-pelarut tertentu. Peningkatan titik didih terjadi baik ketika zat terlarut adalah suatu elektrolit,
seperti berbagai garam, dan nonelektrolit. Dalam istilah termodinamika, asal dari ketinggian titik didih
adalah entropik dan dapat dijelaskan dalam istilah tekanan uap atau potensial kimia dari pelarut. Dalam
kedua kasus, penjelasannya tergantung pada kenyataan bahwa banyak zat terlarut hanya ada dalam
fase cair dan tidak masuk ke dalam fase gas (kecuali pada suhu yang sangat tinggi).
Larutan elektrolit mendidih pada suhu lebih tinggi dibandingkan larutan nonelektrolit pada konsentrasi
yang sama. Julah partikel zat terlarut dalam larutan lebih banyak karena adanya ion-ion hasil ionisasi zat
terlarut. Kenaikan titik didih larutan elektrolit dihitung dengan persamaan berikut :

Keterangan :
m = molalitas zat terlarut
Kb = konstanta kenaikan titik didih
I = faktor van’t Hoff

227 4

28

Contoh soal

Sebanyak 12 gram 3COOH dilarutkan dalam 250 mL air. Bila larutan tersebut

terionisasi 60%. Jika Kb = 0,52 dan Ar C = 12, O = 16, H = 1, hitunglah titik didih
larutan.
Jawab:

3COOH → 3COO− + +

jadi diketahui:

• n=2
• α = 0,6
• massa 3COOH = 12 gram
• p = 250 g
• Mr 3COOH = 2 x 12 + 2 x 16 + 4 x 1 = 60

Latihan Soal

Suatu larutan dibuat dari 2 mol 2 4 yang dilarutkan dalam 1000 gram air. Jika
diketahui 2 4 terurai 90%, titik didih larutan adalah…(Kb = 0,5 °C/m)

25

28

29

Tekanan Osmotik

Osmosis adalah peristiwa mengalirnya molekul-molekul pelarut ke dalam
larutan secara spontan melalui selaput semipermeabel, atau peristiwa mengalirnya
molekul-molekul zat pelarut dari larutan yang lebih encer kelarutan yang lebih
pekat. Proses osmosis terdapat kecenderungan untuk menyetimbangkan
konsentrasi antara dua larutan yang saling berhubungan melalui membran.

Gaya yang diperlukan untuk mengimbangi desakan zat pelarut yang mengalir
melalui selaput semipermeabel ke dalam larutan disebut tekanan osmosis larutan.
Hubungan tekanan osmosis dengan kemolaran larutan oleh Van‘t Hoff dapat
dirumuskan sebagai berikut. Tekanan osmotik adalah tekanan yang diberikan pada
larutan yang dapat menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke dalam
larutan melalui membran semi permeabel (proses osmosis).

Menurut Van‘t Hoff tekanan osmotik mengikuti hukum gas ideal:
Pv= nRT

Karena tekanan osmotik =  , maka :

=


=MxRxTxi

2296

30
Contoh soal

Sebanyak 11,7 NaCl (Mr = 58,5 g/mol) dilarutkan dalam air sampai
volume 400 mL. Hitunglah tekanan osmotik larutan yang terbentuk jika
diukur pada suhu 27 ℃ dan R = 0,082 L.atm/mol.K
Jawab: NaCl dicampur air membentuk larutan elektrolit kuat (n = 2
dan α = 1). Jadi tekanan osmotiknya sebagai berikut:



Latihan
Sebanyak 38 gram elektrolit biner (Mr = 95 g/mol) dilarutkan dalam air sampai

volume 1 L pada suhu 27 ℃ dan memiliki tekanan osmotik 10 atm. Hitunglah

derajat ionisasi elektrolit biner tersebut.

27

30

31

Sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari

PENURUNAN TEKANAN UAP DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
• Kolam Apung
Kolam apung Atlantis Water Adventure yang berada
di Taman Impian jaya Ancol Jakarta merupakan
contoh terjadinya penurunan tekanan uap pelarut. Air
yang berada di kolam apung ini memiliki kadar garam
yang sangat tinggi, bahkan 10 kali lipat tingginya
dibandingkan kadar garam rata-rata dilautan. Air
atau pelarut yang ada dikolam apung ini sulit menguap.
karena tekanan uap pelarut menurun, hal ini
disebabkan karena konsentrasi kadar garam yang
sangat tinggi. Semakin banyak jumlah zat terlarut,
maka pelarut semakin sukar menguap. Dengan kata
lain, adanya zat terlarut menyebabkan penurunan
tekanan uap cairan. Karena memiliki konsentrasi zat
terlarut sangat tinggi, maka pada saat kita berenang
di sini akan mengapung atau tidak tenggelam.

• Laut Mati
Siapa tak kenal Laut Mati. Laut yang terdapat di
daerah perbatasan antara Israel, Palestina, dan
Yordania ini. Jadi, sebenarnya Laut Mati bukanlah
laut, melainkan sebuah danau. Siapa pun yang
berenang di tempat ini tidak akan tenggelam. Benda
apa pun, termasuk manusia, tidak akan tenggelam di
danau ini. Penyebabnya, kadar garam Laut Mati
sangat tinggi, yaitu 33% atau kira-kira 8,6 kali lebih
asin dari laut.
Kadar garam yang tinggi ini menyebabkan flora dan
fauna tifak dapat hidup di daerah ini. Jadi, tidak ada kehidupan di dalam atau di sekitar
danau. Yang lebih menarik, danau ini dinamakan laut karena panjangnya mencapai 76 km
dengan lebarn 16 km. Dengan ukuran yang demikian luas, layak kalau danau itu disebut laut.

3218

32

Penurunan titik beku

1. Membuat Campuran Pendingin pada Es Putar

Mungkin kamu tidak asing dengan yang namanya es putar. Untuk Contoh penurunan titik beku
membuat es putar diperlukan yang namanya cairan pendingin. Link:https://www.youtube.co
Cairan pendingin merupakan larutan berair yang memiliki titik m/watch?v=zOQ-S8Td0L0
beku jauh di bawah 0°C. Secara sederhana, cairan pendingin
dibu.at dengan melarutkan berbagai jenis garam ke kepingan es
batu. Pada pembuatan es putar cairan pendingin dibuat dengan
mencampurkan garam dapur dengan kepingan es batu dalam
sebuah bejana. Pada pencampuran itu, es batu akan mencair
sedangkan suhu campuran turun. Sementara itu, campuran
bahan pembuat es putar dimasukkan dalam bejana lain yang
terbuat dari bahan stainless steel. Bejana ini kemudian
dimasukkan ke dalam cairan pendingin, sambil terus-menerus
diaduk sehingga campuran membeku.

2. Membuat Zat Antibeku pada Radiator Mobil Sumber::http://triamalliaseftiana.blogspot
.com/2013/
Mungkin kalian akan berpikir, bagaimana bisa air radiator di Gambar membuat zat antibeku pada
negara yang memiliki empat musim tidak membeku pada
musim salju. Seharusnya di daerah yang memiliki iklim radiator mobil
dingin, air radiator pada mobil akan mudah sekali membeku.
Jika air radiator membeku maka akan merusak komponen
mobil tersebut. Untuk mengatasi agar air radiator tidak
mudah membeku, maka ditambahkan cairan yang sulit
membeku yakni etilen glikol. Dengan penambahan cairan ini,
nantinya air radiator tidak mudah membeku karena terjadi
penurunan titik beku cairan radiator

3229

33

3.Penambahan Antibeku Pada Minyak Gambar Antibeku Pada Minyak Kelapa
Kelapa

Jika kita membuat minyak kelapa tradisional, minyak
yang dihasilkan akan akan cepat membeku. Pada pagi
hari minyak kelapa akan membeku karena memiliki
titik beku yang tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut
maka pada minyak kelapa ditambahkan garam-
garaman atau vitamin E agar terjadi penurunan titik
beku, sehingga minyak kelapa tidak mudah membeku
pada suhu rendah.

Kenaikan titik didih

1.Pemasak Bertekanan

Memasak bertekanan adalah metode memasak yang
paling umum di hampir setiap dapur. Ini juga adalah
contoh mendidih yang paling umum dalam kehidupan
sehari-hari. Di dalam panci presto, air dipanaskan,
dan akhirnya mendidih menjadi uap. Ini
menggunakan tekanan uap untuk memasak makanan.
Saat dipanaskan, suhu di dalam panci akan
meningkat, yang memerangkap uap yang keluar dari
air cair, yang selanjutnya meningkatkan tekanan di
dalam panci presto yang secara signifikan
mempercepat proses memasak. Seperti yang kita
ketahui bahwa memasak melibatkan peningkatan
suhu makanan, yang selanjutnya memicu reaksi
kimia seperti mengurai jaringankeras pada daging,
atau melunakkan pati pada sayuran. Bagian terbaik
dari memasak bertekanan adalahmengurangi waktu
memasak dan juga menjaga nutrisi tetap utuh.

3330

34

2. Memasak dengan Garam

Garam adalah bahan yang luar biasa di dapur
kita. Ini tidak hanya menambah rasa pada makanan
kita tetapi juga meningkatkan titik didih air. Ini
adalah contoh kenaikan titik didih. Sifat kimiawi di
balik ini adalah ketika garam, yaitu natrium klorida,
ditambahkan ke air, ia terdisosiasi menjadi ion
natrium dan klorida. Ion-ion ini mengubah gaya
antarmolekul antara molekul air. Bahkan tanpa zat
terlarut bermuatan, menambahkan zat terlarut ke
air akan meningkatkan suhunya karena peningkatan
titik didih. Semakin banyak garam yang
ditambahkan, titik didih akan semakin meningkat
karena hal ini bergantung pada jumlah partikel yang
terbentuk dalam larutan karena merupakan sifat
koligatif.

3.Pemurnian Gula

Sari tebu yang diekstraksi harus dimurnikan untuk
mendapatkan gula kristal. Jus atau sirup tebu
direbus pada beberapa tahap, dan suhu saat
mendidih tergantung pada konsentrasi
gula. Langkah penting dari kristalisasi gula
adalah merebus panci dalam panci vakum dari
rumah rebusan. Fungsi utama dari langkah ini
adalah menghasilkan dan mengembangkan kristal
gula berukuran optimal dari sirup. Hal ini
dilakukan dengan merebus larutan induk yang
telah diklarifikasi (yang merupakan larutan yang
tersisa setelah kristalisasi) dalam penukar panas
yang dirancang khusus yang dikenal sebagai panci
vakum, dan larutan induk dipekatkan dengan
mendidihkan di bawah vakum 25-26 ″ merkuri
menggunakan uap buangan. Panci vakum berisi
ketel tertutup besar dengan pipa pemanas uap.

3431

35

Tekanan osmotik

1.Mengkeriputnya jari.
menyusut/mengecil maka kalian salah, jari kalian tidak

menyusut tapi pada kenyataannya, jari kalian mengembang. Dalam
skenario ini, air di bak mandi atau kolam renang kurang terkonsentrasi
dan mencoba menyebabkan keseimbangan dengan menggunakan
osmosis untuk masuk ke tubuh kalian.

2. Mata yang terasa kering akibat penggunaan lensa kontak.

Lensa kontak yang kalian pakai cenderung menyerap kelembapan dari mata melalui
osmosis, maka dari itu cairan di mata kalian akan hilang saat di pakai dan mata
kalian akan terasa kering.

3532

36

3. Tekanan akar yang menyebabkan air diserap oleh tanah.
Sel tumbuhan bekerja dengan cara yang sama dan sama populernya untuk contoh

osmosis. Hal ini dicapai dengan menarik nutrisi kutub dalam tanah ke arah sel-sel
akar. Ini adalah trik yang sangat cerdas karena nutrisi membawa air bersama
mereka (akar).

4. Berkumur dengan air asin dapat mengurangi sakit tenggorokan.
Air asin sebenarnya tidak menyembuhkan sakit tenggorokan, tetapi membantu

mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan. Ini karena air asin mengandung
konsentrasi zat terlarut (garam) yang lebih tinggi daripada yang ada di jaringan
tenggorokan kita. Tekanan osmotik air asin lebih besar daripada tekanan dalam
cairan sel-sel di sekitarnya. Jadi, ketika kita berkumur, kelebihan cairan mengalir
keluar dari jaringan tenggorokan kita, mengurangi pembengkakan dan mengurangi
rasa sakit.

3633

37

Forum Diskusi

Hewan-hewan yang tinggal didaerah beriklim
dingin seperti beruang kutub, bias bertahan
hidup bahkan jika suhu berada di minus
derajat celcius. Hewan-hewan tersebut
memanfaatkan sifat koligatif larutan.

Diskusikan dengan temanmu kenapa
beberapa hewan yang hidup didaerah dingin
bisa beradaptasi dan bertahan hidup dicuaca
yang ekstrem.

Pada pembuatan es putar cairan pendingin dibuat
dengan mencampurkan garam dapur dengan
kepingan es batu dalam sebuah bejana berlapis
kayu. Sementara campuran pembuat es putar
dimasukkan dalam bejana lain yang stainless
steel, kemudian dimasukkan ke dalam cairan
pendingin.

Diskusikan dengan temanmu kenapa es yang
diwadah lain tidak mencair dan apa
hubungannya dengan sifat koligatif larutan fenomena tersebut?

Contoh aplikasi prinsip tekanan osmotik dalam bidang
medis yaitu terjadi pada proses cuci darah atau yang
juga dikenal dengan dialisis. Dalam bidang medis cuci
darah dibutuhkan oleh pasien dengan penyakit gagal
ginjal yang diakibatkan disfungsi ginjal sehingga tidak
dapat melakukan fungsi dengan semestinya yaitu untuk
melakukan filtrasi darah, akibatnya jika darah tidak
melalui proses filtrasi dapat merusak organ tubuh
Diskusikan dengan temanmu

1. Temukan hubungan cuci darah dengan
tekanan osmosis

2. Apakah seluruh darah akan dicuci atau hanya
sebagian saja

34

37

RANG3K8UMAN

1. Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi
bergantung pada jumlah zat terlarut.

2. Zat-zat terlarut yang memengaruhi sifat koligatif larutan adalah zat yang sukar atau tidak mudah menguap
(nonvolatil).

3. Sifat koligatif larutan menggunakan satuan molal dan fraksi mol. Molalitas adalah jumlah mol zat terlarut
dalam 1 kg pelarut. Fraksi mol adalah jumlah mol fraksi suatu zat di dalam suatu larutan.

4. Sifat koligatif larutan yaitu: penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan
osmotik.

5. Tekanan uap adalah tekanan yang ditimbulkan oleh fasa uap suatu zat cair yang membentuk keadaan
kesetimbangan dengan cairannya. Nilai tekanan uap larutan dinyatakan dengan Hukum Raoult

6. Tekanan uap suatu larutan selalu lebih rendah dari tekanan uap pelarut murninya. Selisih tekanan uap pelarut
murni dan tekanan uap larutan dinamakan Penurunan Tekanan Uap ( PTU) atau ΔP , yaitu:

7. Titik didih larutan selalu lebih tinggi dibandingkan titik didih pelarut murninya. Besarnya kenaikan titik didih
(ΔTb ) dinyatakan dengan rumus:

8. Titik beku larutan selalu lebih rendah dari titik beku pelarut murninya. Besarnya penurunan titik beku larutan

9. Osmosis adalah proses perpindahan pelarut dari larutan yang memiliki konsentrasi lebih rendah ke larutan
yang konsentrasinya lebih tinggi melalui membran semipermeabel yang hanya dapat dilalui oleh molekul-
molekul pelarut.

10. Tekanan osmotik adalah tekanan yang ditimbulkan oleh proses osmosis, akibat perbedaan konsentrasi antara
dua larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel.

11. Besarnya tekanan osmotik suatu larutan dinyatakan dengan rumus: π = MRT

12. Sifat koligatif larutan elektrolit memiliki nilai lebih tinggi dari sifat koligatif larutan nonelektrolit untuk
jumlah mol yang sama.

13. Besarnya sifat koligatif larutan elektrolit merupakan kelipatan dari sifat koligatif larutan nonelektrolit
sebesar faktor van’t Hoff

14. Rumus sifat koligatif larutan elektrolit dituliskan sebagai berikut :
a. Penurunan Tekanan Uap (∆P), dirumuskan :

b. Kenaikan Titik Didih (∆Tb), dirumuskan :

c. Penurunan Titik Beku (∆Tf), dirumuskan :

ΔTf = m. . . i

d. Tekanan Osmosis ( ), dirumuskan :
=MxRxTxi

3835

39

LATIAHAN SOAL

1. Larutan etanol dalam air adalah 12% berat etanol, dengan massa jenis 0,98 g mL–

1 pada 20°C. Kemolalan etanol dalam larutan adalah ….

A. 0,05 m D. 2,96 m

B. 0,12 m E. 12,00 m

C. 2,55

2. Konsentrasi larutan suatu polipeptida (pembentuk protein) dalam air adalah 10–3

M pada suhu 20°C. Tekanan osmotik larutan ini adalah ….

A. 0,0245 D. 24,5

B. 0,760 E. 156

C. 18,6

3. Peristiwa berkurangnya tekanan uap larutan terjadi akibat…
A. Adanya zat terlarut yang mudah menguap
B. Adanya zat terlarut yang sukar menguap
C. Adanya komponen pelarut dalam fasa uap
D. Pelarut dan zat terlarut yang tidak bercampur
E. Penurunan gaya tarik antarmolekul

4. Larutan yang mempunyai titik beku paling rendah (diketahui molalitas larutan

sama= 0.10 molal) adalah…

A. C12H22O11 D. NiCl2

B. CuSO4 E. NH4NO3

C. C6H12O6

5. Sebanyak 11 g MgCl2 dilarutkan dalam 2 kg air, kemolalan larutan yang terbentuk

adalah ….

A. 0,05 m D. 0,40 m

B. 0,10 m E. 0,50 m

C. 0,25 m

6. Sebanyak X g C2H6O2 (Mr= 62) dilarutkan ke dalam 468 g air (Mr= 18) sehingga

tekanan uap jenuh larutan pada suhu 30°C= 28.62 mmHg. Jika pada suhu itu

tekanan uap air murni 31.8 mmHg. Harga X adalah….

A. 358 g D. 90 g

B. 270 g E. 18 g

C. 179 g

339 6

40

7. Untuk menaikkan titik didih 250 mL air menjadi 100.1°C pada tekanan 1 atm (Kd=

0.50) maka jumlah gula (Mr= 342) yang harus dilarutkan adalah…

A. 684 g D. 17.1 g

B. 171 g E. 342 g

C. 86 g

8. Fraksi mol metanol dalam larutan air mengandung 80% metanol adalah ….

A. 0,3 D. 0,69

B. 0,5 E. 0,9

C. C. 0,2

9. Sebanyak 20 g zat elektrolit biner (Mr = 100) dilarutkan dalam 500 g air. Titik

bekunya adalah –0,74 o C. Derajat ionisasi zat elektrolit ini adalah .…

A. 90% D. 100%

B. 50% E. 0%

C. 5%

10. Larutan 5,8% NaCl dalam air akan memiliki tekanan osmotik sama dengan .…
A. Larutan sukrosa 5,8% dalam air
B. Larutan 5,8% glukosa dalam air
C. Larutan 0,2 molal sukrosa
D. Larutan 1 molal glukosa
E. Larutan 4 molal glukosa

40 37

41

Glosarium

Elektrolit : cairan atau lelehan yang dapat menghantarkan arus listrik karena mengandung ion ion
Faktor van’t Hoff : faktor yang membandingkan jumlah ion dari larutan elektrolit terhadap jumlah
molekul dari larutan non elektrolit
Fraksi Mol (X) : konsentrasi larutan yang menyatakan pebandingan banyaknya mol dari zat
tersebut terhadap jumlah mol seluruh komponen dalam larutan
Kenaikan Titik Didih : selisih titik didih larutan dengan titi didik pelarut
Membran semipermeable : membran atau selaput yang dapat dilalui oleh partikel pelarut air,
namun tidak dapat dilalui oleh partikel zat terlarut
Penurunan Tekanan Uap (ΔP) : selisih antara tekanan uap pelarut murni (Po) dengan tekanan uap
larutan (P) atau ΔP = Po - P
Osmosis : perpindahan pelarut dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat melalui membrane
semipermeable
Sifat koligatif larutan : sifat larutan yang bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan bukan
pada jenis zat terlarutnya
Tekanan osmosis : tekanan yang harus diberikan kepada suatu larutan untuk mencegah
terjadinya osmosis dari pelarut murni
Tetapan kenaikan titik didih molal (Kb): nilai kenaikan titi didih setara untuk larutan 1 molal
Tetapan kenaikan titik beku molal (Kf): nilai penurunan titik beku yang setara untuk larutan 1
molal
Titk beku : suhu pada saat terjadi kesetimbangan yang setara untuk larutan 1 mol
Titik didih : suhu pada saat tekanan suatu zat cair sama dengan tekanan atmosfer disekelilingnya
dan terjadi kesetimbangan anatara fase cair dan fase gas

4138

42

Kunci Jawaban

Sifat koligatif Larutan Nonelektrolit

Kunci Jawaban Soal Penurunan Tekanan Uap

a. Menentukan mol tiourea

Mol Tiourea =


= 9,5

76


= 0,125

Mol air =

90
=
18


= 5

Kunci Jawaban Soal Penurunan Titik Beku

4239

43
Kunci Jawaban Soal Kenaikan Titik Didih

Pembahasan
Diketahui :
- p = 25 gram
- G = 2,5 gram
- Tb = 82,53 °C
- Tb° = 80 °C
Ditanya :
- massa molekul relatif (Mr) = ?

Kunci Jawaban Soal Tekanan Osmotik

Pembahasan
Ubah satuan tekanan mmHg menjadi atm (1 atm = 760 mmHg):

40

43

44

Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Soal Sifat koligatif Larutan Elektrolit

Kunci Jawaban Soal Penurunan tekanan uap

Massa NaCl= 58,5 gram
Masa air = 72 gram
0 = 22,5
Ditanya :
P =…..?

Kunci Jawaban Soal Penurunan titik beku

41

44

45

Kunci Jawaban Soal Kenaikan titik didih

2 4 jika dilarutkan dalam air akan terbentuk larutan elektrolit.
2 4 → 2 + + 42−

• Jadi pada soal ini diketahui:
• jumlah ion (n) = 2 + 1 = 3
• = 90% = 0,9
• p = 1000
• Kb = 0,5
• n = 2 mol
Cara menjawab soal ini menggunakan rumus kenaikan titik didih

larutan elektrolit:

Kunci Jawaban Soal Tekanan Osmotic

4425

46

Kunci Jawaban

1. D
2. A
3. B
4. D
5. A
6. C
7. D
8. D
9. B
10. C

4643

47

Daftar Pustaka

Yayan sunarya. (2003). Kimdas Dasar II.Berdasarkan Prinsip- prinsip terkini. Bandung :
Gracia Indah bestari

P. W. Atkins, Physical Chemistry, 4th Ed., Oxford University Press, Oxford, 1994, ISBN 0-19-269042-6,
p. 222-225

IUPAC, Compendium of Chemical Terminology, 2nd ed. (the "Gold Book") (1997). Online corrected
version: (2006–) "osmotic pressure".

1.IUPAC, Compendium of Chemical Terminology, 2nd ed. (the "Gold Book") (1997). Online corrected
version: (2006–) "osmotic pressure".

2.Chang, R. (2005). Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti. 2. Diterjemahkan oleh S.S. Achmadi (edisi ke-3).
Jakarta: Erlangga. hlm. 16.

3.Lewis, Gilbert Newton (1908-05-01). "The Osmotic Pressure of Concentrated Solutions and the Laws
of the Perfect Solution". Journal of the American Chemical Society. 30 (5): 668–683.

https://www.kompasiana.com/weirdgirl/6119346a06310e78cb18cfb2/apa-saja-contoh-tekanan-osmotik-
dalam-kehidupan-sehari-hari.

https://mafia.mafiaol.com/2017/08/contoh-sifat-klogatif-larutan-dalam.html
https://sainskimia.com/beberapa-contoh-titik-didih-dalam-kehidupan-sehari-
hari/#Kenaikan_Titik_Didih

https://mafia.mafiaol.com/2013/07/titik-beku-dan-penurunan-titik-beku.html?m=1

4744


Click to View FlipBook Version