sebelum gempabumi 5,9 SR di Washington DC pada 23 Agustus 2011. Getaran gempabumi
ini dirasakan di hampir 12 negara bagian Amerika Serikat, termasuk kota Washington DC,
padahal DC bukanlah area seismik.
Hewan di National Zoological Park, DC memperlihatkan reaksi tak biasa dan dinyatakan
berkorelasi dengan gempabumi. Beberapa hewan mengantisipasi gempabumidari detikke
menit sebelum dirasakan oleh manusia di daerah tersebut. Reaksi paling kontras
diperlihatkan Lemur Merah yang berteriak kencang selama hampir 15 menit sebelum
gempa, dan 35 detik sebelum Seismograph Array O56A USA memberikan peringatan
gempabumi di daerah tersebut.
Cartwright dkk., 1997 memodelkan penjalaran gelombang melalui Model Burridge
Knopoff, diilustrasikan pada Gambar 42.
Gambar 42. Model Burridge dan Knopoff
Sebanyak n balok diletakkan pada permukaan gesekan dan digabungkan ke balok
terdekat dengan pegas elastis. Setiap balok dihubungkan ke pelat dengan pegas, dimana
pelat tersebut dapat digerakan. Saat pelat bergerak, masing-masing balok akan ikut
bergerak jika tekanan yang diberikan cukup kuat untuk melawan gaya gesekan statis
permukaan. Setiap balok bergerak, gerakan balok akan terhambat oleh gesekan dinamis.
Lemur Conjecture merupakan sebuah logika dari konsep evolusi Darwin tentang
bagaimana hewan-hewan mengalami adaptasi proses tubuh dalam rangka
mempertahankan diri atau menyelamatkan diri dari ancaman bahaya dan predasi. Konsep
fight or flight merupakan prinsip intuisi dasar pada hewan dalam menyelamatkan diri.Fight
berarti menghadapi lawan dan flight berarti menghindar dari lawan semaksimal mungkin.
Salah satunya akan terekspresi oleh hewan dalam keadaan berhadapan dengan ancaman
atau pemangsa. Kemampuan yang adaptif terhadap kondisi ini adalah p erkembangan
kemampuan anggota gerak terutama tungkai depan.
Lemur sangat sensitif terhadap gempabumidan lemur menggunakan anggota tubuhnya
sebagai sensor gerak tanah dan otak mereka menggabungkan data seismik dan perbedaan
fase relatif dengan cara yang mirip dengan radar peringatan.
151
Bagaimana Lemur merespon predator? Perhatikan Gambar 43.
Gambar 43. Model Lemur Conjecture
Hewan yang menjadi predator Lemur umumnya hewan bertenaga besar seperti Singa
dan Macan Tutul. Pada saat Singa mendeteksi mangsa (Lemur), Singa berlari menuju Lemur
dan menghasilkan gelombang seismik sepanjang lintasan menuju posisi Lemur. Pola
pergerakan tungkai predator saat berlari menuju mangsa merupakan pola yang yang dapat
dikenali mangsa karena pertemuan tungkai dengan permukaan tanah menghasilkangetaran
yang menjalar hingga daerah dimana posisi Lemur berada.
Bagaimana pola pergerakan tungkai pemangsa dapat dikenali oleh mangsa?
Predator berlari dan mendarat dengan menggunakan salah satu tungkai depan, misal
tungkai kanan dengan tekanan sebesar F1 pada jarak r0,waktu t0 terhadap posisi Lemur.Pada
waktu t1, tungkai kiri depan menyusul namun dengan besarnya gaya F2 yang lebih kecil dari
F1 pada jarak r1 terhadap posisi Lemur. Pergantian antara pergerakan tungkai kanan dan kiri
depan belakang menghasilkan gelombang seismic yang dideteksi oleh Lemur pada
titik/jarak dan waktu yang berbeda terhadap posisi Lemur Saat predator berjalan dari kirike
kanan, ia menghasilkan gelombang seismik setiap kali salah satu a nggota tubuhnya
152
bersentuhan dengan tanah. Dengan demikian, gelombang seismik ini dihasilkan padawaktu
yang berbeda, dan setiap gelombang harus merambat pada jarak yang berbeda untuk
mencapai lemur.
Lemur mampu mendeteksi Amplitudo getaran tanah di satu titik ruang, dan perbedaan
fase di dua atau lebih anggota tubuhnya. Setelah beberapa pemrosesan sinyal, perbedaan
fase yang diukur dapat diartikan sebagai derapnya satu atau lebih hewan. Hewan yang
berlari dapat dianggap sebagai predator yang mengancam atau sebagai hewan kelompok
yang berlari dari beberapa ancaman yang dirasakan. Dengan mekanisme ini, lemur memiliki
waktu mendeteksi getaran seismic dan perbedaan fase sehingga dapat memutuskan untuk
membunyikan alarm komunikasi bahaya kepada kawanan lainnya dalam bentuk teriakan.
Lemur kemungkinan berasumsi getaran seismic berasal dari predator saja, bukan dari
sumber lainnya seperti gempabumi.
Koreksi: gempa bumi menjadi gempabumi
Gelombang P dapat dideteksi oleh hewan yang sensitif sehingga memiliki kesempatan
untuk bersiaga mengurangi peluang terkena ancaman atau kematian. Secara mekanik,
gelombang P merupakan gelombang mekanik longitudinal, dan menghasilkan suara (Hill
dkk., 1976 dalam Tosi dkk, 2012.
Dalam konteks osilasi gelombang seismik, tanah mampu mentransfer komponen
pergerakan ke udara dan menghasilkan gelombang bunyi. Dalam hal ini, tanah berfungsi
sebagai diafragma yang bergetar atau loadspeaker, yang mentrasnmisikan suara langsung
dibawah level kemampuan pengamat (manusia). Suara ini disebut suara infrasonic (Le
Pichon dkk., (2002). Suara yang dihasilkan di dekat episenter merupakan hasil propagasi
gelombang udara pergerakan dasar tanah yang kuat (Mikumo, 1968). Tossi dkk., (2012)
menjelaskan bahwa tekanan, variasi temperatur, dan angin merupakan faktor yang
mempengaruhi propagasi bunyi di atmosfer. Di daerah perkotaan, bunyi seimik akan
tertutupi oleh bunyi antropogenik, yaitu bunyi atau kebisingan yang disebabkan oleh
aktivitas-aktivitas harian kehidupan manusia seperti akibat industri, transportasi dan lain-
lainnya.
Anjing memiliki kemampuan mendeteksi bunyi gempabumitersebut karena range
pendengaran Anjing jauh lebih luas daripada manusia, yaitu 67 hingga 44.000 Hz. Kenapa
Anjing dapat mendengar dari jarak jauh? Anjing memiliki anatomi telinga tengahdandalam
relatif sama dengan manusia seperti yang dapat dilihat pada Gambar 44.Keduanyamemiliki
153
gendang telinga, atau membran timpani, ossicles, atau tulang-tulang kecil di telinga bagian
dalam yang bergetar dan mengirimkan sinyal di sepanjang saraf pendengaran ke otak.
Perbedaannya adalah Anjing memiliki 18 otot atau lebih yang mengendalikan pinna
anjing, atau penutup telinga. Banyaknya otot ini memungkinkan anjing untuk
menyempurnakan posisi saluran telinganya untuk melokalisasi suara, mendengarnya
dengan lebih akurat, dan dari jarak yang lebih jauh. Karena alasan ini, anjing dengan telinga
tegak, seperti anjing terrier, cenderung memiliki pendengaran yang lebih baik daripada
anjing dengan telinga yang lemah, seperti anjing pemburu. Ini juga berarti bahwa anjing
jauh lebih sensitif terhadap suara keras daripada manusia. Suara keras yang ditoleransi oleh
manusia mungkin menakutkan atau bahkan menganggu bagi anjing.
154
Gambar 44. Organ-organ dalam sistem pendengaran Anjing
Dengan anatomi telinga yang sama, maka proses mendengar
pada Anjing adalah relatif sama dengan proses mendengar pada
manusia, hanya saja berbeda pada
frekuensi suara dan struktur daun
telinga yang lebih mampu
mengumpulkan suara. Simaklah tayangan VE 21.
Panjang gelombang infrasonic 1 Hz setara 340 m, 0,1 Hz setara ,.4 km. Meski berada
puluhan kilometer dari episenter, waktu penjalaran gelombang P memungkinkan adanya
detik-detik untuk menghindar setelah mendeteksi gelombang P agar terhindar dari
gelombang S yang berenergi kuat (Pease dan O'rourke, 1997). Dalam kejadian gempabumi
Tohoku, gelombang-P telah tiba terlebih dahulu di area terdekat rumah hewan dari pusat
gempa, yaitu 140 km. Gelombang P datang sekitar 20 detik sebelum kedatangan
gelombang-S. Jika jarak terjauh Anjing dan Kucing mencapai sekitar 2000 km menjelang
episenter, dengan asumsi kasar t= 20 detik dibutuhkan untuk jarak r=140 km, maka
dibutuhkan 14 t, setara 280 detik. Dengan kata lain, tersedia waktu lebih kurang satu jam
pengamatan anomali perilaku Anjing dan Kucing sebelum gempa. Perhitungan ini lahyang
menjawab peningkatan anomali perilaku Anjing dan Kucing seiring semakin dekatnya jarak
dengan pusat gempa.
155
Anjing dan Kucing merupakan hewan yang memiliki kelebihan dalam hal
kemampuan sensor (indera) dalam mendeteksi stimulus di lingkungan. Dalam
keseharian, Anjing dan Kucing menunjukkan beragam perilaku yang termasuk
menyenangkan bagi sebagian besar orang, sehingga merupakan hewan yang p aling
banyak dipelihara dari berbagai kalangan. Dengan demikian, manusia memiliki peluang
besar untuk mengenali perubahan perilaku yang ditunjukkan kedua hewan ini, terutama
terkait dengan perilaku kewaspadaan akan datangnya bahaya seperti gempabumi.
Anjing dan Kucing menunjukkan respon gelisah, bergerak bolak balik dan bersuara
berlebihan (menggonggong dan mengeong) dalam beberapa waktu menjelang
gempabumi (hitungan jam). Hal ini terjadi karena Anjing dan Kucing mampumendeteksi
getaran yang dihasilkan dari gelombang seismic yaitu gelombang P. Mekanisme
pendeteksian getaran efek gelombang seismic dijelaskan dengan Model Lemur
Conjecture, yang menandai bahaya secara analog dengan kedatangan pemangsa
(predator). Selain itu, gelombang P juga menghasilkan suara infrasonic yang ditangkap
oleh indera pendengaran Anjing. Dengan demikian, Anjing dan Kucing mampu
mengenali fenomena awal mekanik dan fisik gempabumi yang tidak mampu ditangkap
oleh indera manusia.
Gambar 45 merupakan grafik hasil penelitian survey Yamauchi dkk (2014) terhadap
perilaku hewan peliharaan (Anjing dan Kucing).
156
Gambar 45. Grafik data survey tentang perubahan perilaku Anjing dan Kucing
sebelum gempabumi Tohoku 2011
(a) Jumlah perilaku tak biasa Anjing
(b) Persentase rasio relatif terhadap total perilaku Anjing
(c) Jumlah perilaku tak biasa Kucing
(d) Persentase rasio relatif terhadap total perilaku Kucing
Pelajari grafik tersebut. Deskripsikan persamaan dan perbedaan trend perubahan
perilaku tak biasa Anjing dan Kucing berdasarkan 6 variabel waktu:
1) Perilaku beberapa detik sebelum gempabumi
2) Perilaku satu hingga beberapa jam sebelum gempabumi
3) Perilaku 1 hari sebelum gempabumigempabumi
4) Perilaku 2 sampai 3 hari sebelum gempabumi
5) Perilaku 4 sampai 5 hari sebelum gempabumi
6) Perilaku 6 hingga lebih dari 6 hari sebelum gempabumi
157
Dalam Bab ke sembilan, anomali perilaku hewan yang menjadi fokus adalah anomali
aktivitas lokomotor pada rodensia yang diwakili oleh Mencit. Hewan yang berkerabatdekat
dengan Mencit (Mice) adalah Tikus (Rat). Secara morfologi, Mencit dan Tikus memiliki
banyak kesamaan, namun sangat berbeda dalam hal ukuran rata-rata, perhatikan Gambar
46. Mencit merupakan rodensia yang banyak digunakan sebagai hewan penelitian di
laboratorium dan bersifat jinak, sedangkan Tikus cenderung hidup bebas di alam. Tikus
merupakan rodensia yang sangat melimpah jumlahnya di wilayah Asia, termasuk di wilayah
Sumatera Barat, Indonesia.
Dapatkah Anda menjelaskan perbedaan lainnya
antara Mencit dan Tikus?
158
Gambar 46. Morfologi Tikus dan Mencit
"Seismograf" berkaki empat
(Bagian 2)
Sejauh ini, sains belum secara pasti menetapkan faktor mana yang memungkinkan
hewan untuk "membuat prediksi." Mungkin pada saat bersamaan - deteksi fluktuasi minor
di tanah, efek elektrostatik, getaran infrasonik dan magnetik - memengaruhi kemampuan
untuk memprediksi. Tubuh manusia juga menangkap perubahan-perubahan ini: denyutnadi
menjadi lebih cepat, sistem saraf tereksitasi, tetapi orang tersebut tidak dapat
menghubungkan sinyal-sinyal ini dengan bencana yang akan datang.
Bionik California sedang mencoba membuat bioseismograf buatan dengan cara yang
sama. Untuk tujuan ini, di salah satu pusat gempabumi paling aktif, di kaki Bukit Palmdale,
mereka ditempatkan di lubang buatan dan kandang Mencit dan Tikus. Pengamatan perilaku
dilakukan sepanjang waktu dengan bantuan peralatan elektronik. Dalam hal terjadi
penyimpangan perilaku dari normal. Mencit dan Tikus ternyata sangat rentan terhadap
bencana, seperti pepatah lama “mereka berlari seperti tikus dari kapal yang tenggelam”.
Tikus bawah tanah bereaksi terhadap gempabumi yang akan datang dalam 15 hari.
Contoh kejadian dan penelitian di atas tak lantas membuat semua orang setuju bahwa
hewan bisa mendeteksi bencana yang akan datang. United States Geological Survey (USGS)
bersikap skeptis terhadap korelasi perilaku spesifik hewan dengan aktivitas kegempaan
dengan alasan "banyak sekali anekdot yang kita hadapi. Reaksi binatang bisa disangkutkan
ke banyak hal, ketika mereka lapar, mempertahankan wilayah kekuasaan, kawin, hingga ke
predator, sulit membuat studi terukur untuk memperoleh sinyal peringatan dini seperti itu,"
159
Menjelaskan mekanisme kemunculan prekursor biologi di alam sebagai bagian dari
pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi.
Indikator pembelajaran yang diharapkan tercapai melalui penyajian Bab Kesembilanini
adalah:
1 Menjelaskan mekanisme biokimia perilaku gerak lokomotor normal Mencit dengan
tepat
2 Menjelaskan keterkaitan anomali medan magnet pra gempabumi terhadap anomali
perilaku gerak lokomotor mencit dengan tepat
3 Menggunakan/mengadopsi gagasan inkuiri ilmiah skala laboratorium tentang medan
magnet dan anomali gerak lokomotor Mencit di alam secara objektif
4 Responsif dan menunjukkan kepedulian dalam mengidentifikasi secara cermat dan
objektif fenomena lokal yang potensial dan relevan dengan anomali perilaku hewan .
5 Membuat hipotesis eksplanatori secara objektif untuk menjelaskan aspek prekursori
yang terkandung dalam fenomena anomali dalam kehidupan sehari-hari
Salah satu tipe gerak pada hewan umumnya adalah dengan gerak lokomotor, yaitu
pergerakan yang menghasilkan perubahan posisi atau perpindahan tempat. Pada hewan,
gerak lokomotor merupakan salah satu parameter perilaku dalam rangka meresponskondisi
eksternal dan gerakan ini umumnya diperlihatkan oleh sebagian hewan pengerat yang
dominan jumlahnya, contohnya Mencit, Tikus, dan Hamster. Stimulus eksternal gerak
lokomotorik dapat beragam, baik disebabkan oleh faktor fisik dan faktor kimia.
Gerak lokomotorik dapat berupa gerak berulang atau bolak-balik akibat hewan
mendeteksi beberapa precursor seismik, antara lain getaran, kemiringan tanah, kelembaban
(humiditas), perubahan medan listrik atau medan magnet. Gerakan lokomotorik Mencit
diklaim muncul akibat anomali medan magnet/gelombang elektromagnetik sebelum
gempabumi(Kobayashi dan Kirchvink, 1995; Kirschvink, 1997, 2000).
160
Bagaimana karakteristik dan mekanisme gerak lokomotorik dapat
berfungsi sebagai prekursor gempabumi? Simak penjelasan berikut.
Mencit adalah hewan nocturnal yang sebagian besar aktivitasnya terjadi pada malam
hari dan awal pagi. Hewan ini umumnya tidur selama hari siang (sekitar 80% dari durasi 12
jam) dan aktivitas tidur juga signifikan pada malam hari (sekitar 30% dari durasi gelap)
(Whishaw & Kolb, 2005). Pergantian pencahayaan memungkinkan mencit dan penelitiuntuk
menginformasikan periode aktivitas puncak. Shift 12 jam ini akan membutuhkan periode
akomodasi 2 minggu.
Meskipun strainnya berbeda-beda, mencit umumnya tidak agresif, terlihat ingin tahu
dan mudah dilatih. Memegang mencit terlalu sering dapat menghilangkan keagresifan
mencit. Penanganan yang tidak tepat, kekurangan nutrisi, dan vokalisasi dari mencit lain
dapat menyebabkan prilaku yang tak diinginkan. Mencit jantan biasanya lebih agresif saat
diserang. Mencit merasa lebih nyaman dalam ruang gelap, kecil dan tenang, sehingga perlu
dikondisikan untuk suatu penelitian (Sharp & Regina, 1998).
Mencit adalah hewan pelari yang selalu aktif bergerak. Dalam kondisi normal, mencit
selalu bergerak. Aktivitas lokomotor didefinisikan sebagai jumlah dan pola pergerakan
hewan di atas permukaan lantai kandang observasi (Fessler & Meltzer, 1979). Perhatikan
kecenderungan bergerak Mencit dalam eksperimen berikut VE 23.
Selama lokomotor, fungsi alat gerak mammalia mengendalikan hewan dan menjaga
tubuh anterior dan kepala berjarak dari tanah. Tungkai depan juga berfungsi sebagai agen
propulsive (agen pendorong), mempertahankan velositas (kelancaran arah pergerakan)
atau berkontribusi terhadap akselerasi (percepatan gerakan) (Gans, 1974). Tungkai depan
bergerak secara berulang dalam siklus yang terdiri dari stance phase (fase
menapak/menumpu salah satu kaki) dan swing phase (fase memulai langkah setelahstance
phase). Selama stance phase, tubuh bagian depan berkontak dengan permukaan tanah dan
inilah yang menopang berat badan dan menggerakan tubuh mendekati permukaan.
161
Perpindahan tungkai depan dan segmen tubuh depan diaktivasi oleh suatu pola sehingga
segmen tubuh depan berotasi satu sama lainnya (Whishaw & Kolb, 2005).
Aktivitas lokomotor merupakan aktivitas gerak sebagai akibat adanya perubahan
aktivitas listrik yang disebabkan oJeh perubahan permeabelitas membran pascasinaptikdan
oleh adanya pelepasan transmitter oleh neuron prasinaptik pada sistem syaraf pusat.Britz,
dkk. (2015) menetapkan lima kriteria aktivitas lokomotor, yaitu:
- 0 - Diam atau sedikit pergerakan,
- 1 - Bergerak dalam area terlokalisasi dalam kandang, aktivitas intermitten ditampilkan
dalam laju rendah,
- 2 - Bergerak melebihi area kecil dalam kandang, aktivitas intermitten dari level rendah
menuju moderate,
- 3 - Bergerak melebihi area kecil dalam kandang, aktivitas intermitten terjadi secara
kontinyu, pada level moderate menuju cepat,
- 4 - Bergerak melebihi area yang lebih luas dalam kandang, aktivitas intermitten terjadi
lambat menuju moderat, dan
- 5 - Bergerak melebihi area yang lebih luas dalam kandang, aktivitas kontinyu padalevel
moderat menuju cepat.
Aktivitas motorik yang saling berbalas (misal fleksor-ekstensor) dihasilkan olehneuron
penghambat di medula spinalis, dan sebagian besar muncul sebagai komponen inti
penghasil pola sentral lokomotor (locomotor central pattern generator atau CPG).
Gerak Lokomotor berhubungan dengan ritme sirkadian hewan. Ritme sirkadian
merupakan suatu perulangan siklus terang dan gelap individu dalam 24 jam yang
dipengaruhi oleh cahaya, sehingga disebut juga dengan siklus sirkadian. Pola umum ritme
sirkadian adalah aktif di siang hari dan non aktif di malam hari. Siang hari, dimana rata-rata
cahaya maksimal, maka proses-proses fisiologis yang berperan untuk aktivitas normal akan
berjalan maksimal. Fungsi-fungsi tertentu tersebut akan secara bertahap mengalami
penurunan seiring berkurangnya cahaya dalam fase gelap harian. Namun, hal sebaliknya
dapat terjadi pada hewan yang aktif dimalam hari, yang dikenal dengan hewan nocturnal.
Kelompok hewan nokturnal beraktivitas ketika periode gelap berlangsung, dan sebaliknya
pada periode terang digunakan oleh kelompok hewan diurnal untuk beraktivitas
(Cunningham-Bussel, 2009).
Mekanisme transisi aktivitas fungsi tubuh individu dalam ritme sirkadian diatur oleh
melatonin. Melatonin adalah senyawa yang berfungsi mengatur siklus siang dan malam
suatu makhluk hidup. Melatonin merupakan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar pineal.
162
Melatonin merupakan turunan dari serotonin yang dibentuk dari Tryptophan. Fungsi dasar
Melatonin hampir sama dengan fungsi Serotonin, yaitu untuk pengaturan relaksasi. Sedikit
berbeda, melatonin melakukan pengaturan spesifik untuk proses tidur dan bangun,
sedangkan Serotonin juga mencakup pengaturan mood (perasaan), selera makan, dan
metabolisme tulang. Sintesis Melatonin dari Tryprofan dan Serotonin dapat dilihat pada
Gambar 47.
Gambar 47. Jalur Pembentukkan Melatonin
Produksi melatonin dipengaruhi oleh deteksi cahaya dan gelap dengan retinamata.
Kadar melatonin dapat meningkat seiring dengan munculnya periode gelap di malam
hari dan menurun di siang hari sehingga adanya cahaya diduga menjadi hambatan
terhadap sintesis melatonin oleh kelenjar pineal.
163
Chibisov dkk., (2004) menyatakan bahwa ritme sirkadian hewan, termasuk juga
manusia, bersifat sensitif terhadap perubahan medan geomagnet. Peneliti tersebuttelah
menganalisis data time series geomagnetik dan menunjukkan bahwa ultrastruktur
kardiomiosit Kelinci telah berubah secara drastis bersamaan dengan terjadinya badai
magnetic. Badai magnet merupakan salah satu fenomena eksternal yang mempengaruhi
medan magnet bumi dan menyebabkan anomali geomagnetik. Selain itu, tekanan rata-
rata dan tekanan sistolik di ventrikel kanan dan kiri jantung Kelinci Chincilla juga ikut
dipengaruhi oleh badai magnet. Mereka juga melaporkan aktivitas geomagnetik
mungkin dapat mempengaruhi area otak yang berperan dalam motivasi.
Seorang pengamat amatiran melaporkan respon makhluk hidup (mencit)
terhadap pendedahan medan magnet. Perhatikan video VE 22.
Gelombang elektromagnetik mempengaruhi perilaku tikus melalui mekanisme
biokimia (Gerardi dkk., 2007). Pada awal tahun 1980, telah diketahui bahwa medan
magnet yang sangat rendah menyebabkan variasi konsentrasi ion dalam sel apabila
intensitas medan yang diberikan bersesuaian dengan suatu frekuensi khas yang dimiliki
oleh spesies tertentu, yang disebut dengan ion cyclotron frequency (ICR). Nilai ICR
diformulasikan
, dimana q dan m adalah muatan listrik dan massa ion, dan Bo adalah
medan magnet konstan.
Menurut seorang ahli, Zhadin, arus ion terlihat mengalami peningkatan sementara,
yang sejajar dengan arah medan magnet statis, dan perubahan frekuensi bersesuaian
164
dengan perubahan frekuensi cyclotron. Mekanisme inilah yang paling mungkin
menjelaskan peningkatan selektif aliran ion melalui membrane sel, dan akan
mempengaruhi laju reaksi biokimia serta aktivitas enzimatik. Sebagaimana telahdibahas
sebelumnya, proporsi ion yang tak seimbang dalam sel dapat menyebabkan anomali
gerak, yang disebut gerak bathmotropic positif atau bathmotropik negatif.
Yokoi dkk. (2003) melaporkan perilaku tak biasa mencit sebelum gempabumi
Kobe, 17 Januari 1995. Aktivitas lokomotor meningkat drastis pada 16 Januari, beberapa
kali diatas standar deviasi, baik pada periode tidur dan periode aktif. Perub ahanperilaku
ini mengindikasikan bahwa Mencit sensitif terhadap perubahan medan magnet bumi
sebelum gempa. Perhatikan Gambar 48.
165
Gambar 48. Grafik representasi pengaruh medan magnet terhadap aktivitas
motorik Mencit
Bumi menghasilkan medan magnet. Dalam keadaan normal atau biasa, intensitas
medan magnet sudah menjadi lingkungan yang adaptif bagi setiap makhluk hidupyang
berbeda. Fenomena anomali medan magnet diketahui menyebabkan anomali perilaku
berupa peningkatan aktivitas lokomotorik Mencit yang merupakan salah satu efek
bathmotropic positif, yang juga berasosiasi dengan gangguan fungsi hormone.
Perubahan frekuensi medan magnet menyebabkan terjadinya perubahan frekuensi
cyclotron ion, yang berfungsi dalam pengaturan selektivitas ion kedalam membrane sel.
Gangguan frekuensi pengaturan ion menyebabkan peningkatan mobilisasi ion kedalam
sel. Gangguan gerak disebabkan oleh interupsi terhadap ion secara tidak langsung akan
menyebabkan interupsi terhadap proses fisiologi makhluk hidup hingga proses
biokimianya. Dua jenis ion yang sangat penting peranannya dalam metabolisme sel
adalah ion Ca+2 dan ion Na. Dalam jumlah yang proporsional, kedua ion ini mengatur
koordinasi sel saraf yang mengontrol sel otot. Secara otomatis, perubahan perubahan
frekuensi medan magnet. Dengan demikian disimpulkan bahwa ritme sirkadian dan
aktivitas lokomotor mencit mengalami perubahan sebelum gempabumi dan perubahan
perilaku ini berasosiasi dengan perubahan intensitas geomagnetik.
Bagian 1. Analisis pemanfaatan hasil penelitian prekursor gempabumi untuk
penelitian lanjutan
Berikut adalah abstrak hasil penelitian Liu dkk. (2014). Bacalah dengan seksama.
Peneliti telah memeriksa perubahan dinamika interval detak jantung sebagai
pembacaan fisiologis untuk menilai reaksi yang menakutkan ketika tikus berada dalam
ketakutan kondisi ketakutan seperti gempa bumi, versi skala laboratorium. Hasil
penelitian menunjukkan peristiwa menakutkan dengan cepat meningkatkan denyut
jantung (Heart Rate) dan penurunan simultan variabilitas denyut jantung (Heart Rate
Variability).
166
Peneliti juga mengembangkan indeks resistensi rasa takut berdasarkan fitur respons
jantung spesifik. Hasil penelitian menunjukkan indeks ketahanan rasa takut sebagian
besar tetap konsisten di seluruh peristiwa menakutkan yang berbeda pada hewan
tertentu, dengan demikian memungkinkan kami untuk membandingkan dan membuat
peringkat respons masing-masing rasa takut tikus di antara kelompok. Oleh karena itu,
indeks resistensi rasa takut yang dijelaskan di sini dapat mewakili parameter yang
berguna untuk mengukur perbedaan individu dalam kerentanan-stres pada tikus tipe
liar dan model gangguan stres pasca-trauma (PTSD).
Pertanyaan:
a. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, informasi apa yang berguna dan relevandengan
pemanfaatan Mencit/Tikus sebagai prekursor gempabumi?
b. Jika informasi dalam abstrak di atas potensial sebagai dasar teori penelitian
laboratorium/lapangan tentang Mencit sebagai hewan prekursor gempa bumi,
rancanglah sebuah gagasan penelitian dengan mengemukakan:
1. Judul
2. Tujuan penelitian
3. Rumusan masalah
4. Hipotesis
5. Desain penelitian
Bagian 2. Identifikasi fakta anomali prekursor alami dan hewani gempabumi yang
terjadi dalam konteks local, nasional dan global
Berdasarkan studi literatur tentang prekursor alami dan hewani gempabumi,
dapat diringkaskan deksripsi antara kemunculan prekursor alami dan hewani
gempabumi dengan kekuatan gempa bumi. Identifikasilah dan tuliskan hasil identifikasi
Anda pada sesuai dengan format yang disediakan pada tabel.
167
N Jenis prekursor Kekuatan gempabumi Sumber referensi
o
(SR) dan tempat
1 Anomali Radon kejadian
Hidrogen Peroksida
dan Gempa 9 SR di Tohoku Oh & Kim (2015)
2 Anomali Ionosfer
di Jepang
…………………………………… ……………………………………
3 Anomali Termal Kelistrikan
- LST …………………………………… ……………………………………
- Awan gempa ……………………………………. ……………………………………
4 Anomali Kemagnetan …………………………………… ……………………………………
5 Anomali Perilaku Burung …………………………………… ……………………………………
6 Anomali Perilaku Sapi …………………………………… ……………………………………
7 Anomali Perilaku Anjingdan …………………………………… ……………………………………
Kucing
8 Anomali Perilaku Tikus …………………………………… ……………………………………
168
Daftar Kata dan pengertian/penjelasan
Aerodinamis Kajian pergerakan udara, khususnya ketika udara tersebut berinteraksi dengan benda
padat
Aerosol atmosfer Partikel padat dan cair yang mengapung di atmosfer
Aerosol Suspensi partikel padat atau tetesan cairan, di udara atau gas lain.
Afiliatif Memberikan jalan bagi anggotanya untuk bertindak
Agitasi Perilaku akibat perasaan seperti jengkel, kesal, atau gelisah yang disebabkan oleh suatu
provokasi atau sedikit atau tidak adanya provokasi
Agonistik Berkelahi;melarikan diri;menyerang
Aktivasi Menjadikan aktif
Aktivitas lokomotor Gerakan atau keterampilan yang menyebabkan tubuh berpindah tempat,
sehingga dibuktikan dengan adanya perpindahan tubuh (traveling) dari satu titik ke titik lain
cenderung dilakukan berulang-ulang
Aktivitas motorik Perilaku gerakan yang dilakukan oleh tubuh makhluk hidup
Altitude posisi vertikal (ketinggian) suatu objek dari suatu titik tertentu
Amigdala Sekelompok saraf yang bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan
ingatan terhadap reaksi emosi.
Amplifikasi sinyal Proses untuk meningkatkan kekuatan sinyal melalui amplitudo.
Anecdotal atau anekdot Informasi yang bersifat tidak ilmiah, atau sebuah cerita singkat dan lucu
atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya
Anomali Ketidaknormalan; penyimpangan dari normal; kelainan
Anoreksia Perilaku menghindari makan karena ketakutan akan terjadinya kelebihan berat badan
Antidepresan Golongan obat untuk mengobati depresi.
Antropogenik Kondisi pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia misalnya pencemaran
suara akibat aktivitas industri
Arah navigasi Kedudukan (position) perjalanan baik di lapangan atau di peta
Archetypal Pola yang terbentuk karena karakteristik dasar
Atenuasi Berkurangnya intensitas radiasi gelombang elektromagnet akibat absorbsi dan
pemancaran cahaya
Atmosferik
169
Daftar Kata dan pengertian/penjelasan
Atmosferik Segala sesuatu yang berhubungan dengan istilah atmosfer, yaitu lapisan udara yang
menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km (terutama terdiri atas campuran berbagaigas,yaitu
nitrogen, oksigen, argon, dan sejumlah kecil gas lain)
Autoreceptor Jenis reseptor yang terletak di membran sel saraf prasinaps
Bathmotropik Respon gerakan yang disebabkan oleh stimulus kimia secara tiba-tiba
Biofisika Ilmu yang berkaitan dengan penerapan prinsip metode fisika dalam masalah biologi
Bunching Penggabungan, pada hewan didefinisikan sebagai perilaku berkelompok
Caplak Salah satu jenis kutu pada binatang
Crowdsourcing Pengumpulan informasi tentang perilaku hewan berupa keriuhan/kebisingan yang
terpusat pada beberapa area pada satu waktu yang sama
Cut-off Nilai batas
Dasawarsa Sepuluh tahun
Data hubs Pengumpulan data dari berbagai sumber informasi dan diorganisasikan untuk distribusi,
dan berbagi
Deformasi Perubahan bentuk atau ukuran dari sebuah objek akibat diterapkan gaya (energi
deformasi dalam hal ini ditransfer melalui kerja) atau perubahan suhu (energi deformasi dalam hal
ini ditransfer melalui panas)
Deformasi struktur: Perubahan bentuk struktur akibat adanya gaya dari luar maupun dari dalam.
Degassing: Pelepasan gas
Deklinasi magnet Sudut yang dibentuk oleh kutub utara jarum kompas dengan arah utara
magnet/selatan geografis atau Sudut pada bidang datar antara Kutub Utara magnetik (arah ujung
utara dari jarum kompas bermagnet, sesuai dengan arah garis medan magnet Bumi) dengan Utara
sejati (arah disepanjang meridian geografis Kutub Utara)
Depolarisasi Perubahan di dalam sel , di mana sel mengalami pergeseran dalam distribusi muatan
listrik
Destilasi vakum Proses pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau
kemudahan menguap (volatilitas) dalam kondisi tekanan di bawah 1 atmosfer, dilakukan untuk
memisahkan fraksi yang tidak dapat dipisahkan melalui destilasi atmosferik.
Detonasi Peledakan
Deviasi Penyimpangan
Diskontinuitas Ketidaksinambungan
Domain magnetik tunggal Daerah dimana momen magnetik mempunyai orientasi atau arahyang
sama
Domestifikasi Penjinakan
Edasi/edafis Sifat kimia pada tanah
Eksistensi Keberadaan
170
Daftar Kata dan pengertian/penjelasan
Emanasi Sesuatu yang memancar (mengalir); pancaran; hasil pancaran berupa gas yang timbul
pada disintegrasi unsur radioaktif
Emisi infrared termal Pemancaran cahaya, panas, atau elektron dari suatu permukaan bendapadat
atau cair; pemancaran radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang
dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio
Emisi Pancaran; pemancaran cahaya, panas, atau elektron dari suatu permukaan benda padat atau
cair; pemancaran
EM-noise Electromagnetic noise Suatu kondisi yang disebabkan oleh kebisingan atau pemancaran
gelombang elektromagnetik
Enterokromafin Sel tempat ditemukannya serotonin
Enzimatik Biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat
proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik.
Episenter Titik pada permukaan bumi yang terletak tegak lurus di atas pusat gempabumi yang ada
di dalam bumi
Esensial Perlu sekali; mendasar; hakiki
Ethogram Katalog yang tepat dan terperinci yang memuat respons yang membentuk tingkah laku
hewan
Evaporasi Proses yang terjadi apabila jumlah molekul yang keluar dari permukaan lebih besar
daripada jumlah yang kembali ke permukaan air; proses perubahan molekul zat cair menjadi gas
atau uap air; penguapan
Feedback loops Kejadian biologis di mana output dari suatu sistem memperkuat sistem (umpan
balik positif) atau menghambat sistem (umpan balik negatif).
Feromagnetik Medan magnet yang disebabkan oleh adanya besi bermagnet yang tidakbersangkut
paut dengan arus listrik; berkaitan dengan medan magnet yang disebabkan oleh adanya besi
bermagnet
Feromon Senyawa kimia yang memiliki aroma tertentu yang dilepaskan dari tubuh makhluk hidup
sebagai sinyal komunikasi antara hewan
Filamen Struktur pada sel tubuh yang berbentuk serat dan lembaran
Flavin Nama umum untuk gugus senyawa organik berbasis pteridina, yang dibentuk oleh
isoaloksazin heterosiklis trisiklik
Fluktuasi muatan Ketidak tetapan atau guncangan pada muatan
Fluktuasi Perubahan turun-naik, seperti gelombang yang datang pada musim tertentu
Foreshock activity Aktivitas sebelum gempa
Fosforesense Perubahan energi vibrasi molekul yang menghasilkan efek cahaya atau berp
Fotopigmen Cairan kimia yang terkandung baik di dalam sel batang dan kerucut.
Fraktur Retakan atau celah batuan bawah permukaan bumi yang terbentuk akibat aktivitas pra
gempabumi.
171
Daftar Kata dan pengertian/penjelasan
Framework Kerangka kerja
Garis medan Sekumpulan garis – garis yang digambarkan yang dilalui dalam suatu muatan
Gelombang Longitudinal Gelombang yang memiliki arah getaran yang sama dengan arah
rambatan.
Gelombang seismik Rambatan energi yang disebabkan karena adanya gangguan di dalam kerak
bumi, misalnya adanya patahan atau adanya ledakan.
Geomagnetik Medan magnetic bumi
Gerak lokomotor Gerakan berpindah tempat, dimana bagian tubuh tertentu bergerak atau
berpindah tempat.
Gradien gravitasi Laju perubahan spasial percepatan gravitasi atau kemiringan pada gaya tarik
bumi
Hidrasi Penggabungan dengan air atau pelekatan molekula air ke molekul lain
Hiposenter Titik di dalam bumi yang menjadi pusat gempabumi
Hipotalamus Bagian dari otak yang terdiri dari sejumlah nukleus dengan berbagai fungsi yang
sangat peka terhadap steroid dan glukokortikoid, glukosa dan suhu.
Hippocampus Bagian dari otak besar yang terletak di lobus temporal
Hydrodinamic Tenaga dari zat cair yang bergerak
Injeksi Masuknya suatu zat ke dalam suatu wadah dengan teknik khusus
Inklinasi Penyimpangan kedudukan sumbu bumi terhadap bidang datar sebesar 23,50 dan
membentuk bidang ekliptika
Instabilitas Ketidakstablilan; ketidak-mantapan
Interface Antarmuka, salah satu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi
antara pengguna dengan sistem operasi atau ruang yang memungkinkan interaksi antar muka atau
dapat dilihat
Intermitten Berselang atau berhenti untuk sementara waktu
Interupsi Gangguan sementara dan tiba-tiba
Inversi Pembalikan posisi, arah, susunan, dan sebagainya
Ion cluster Kumpulan ion-ion yang membentuk suatu gugusan atau kelompok ion berukuran lebih
besar
Ion Sebuah atom atau molekul yang kehilangan satu atau lebih elektron (ion positif) atau dengan
penambahan elektron (ion negative)
Ionisasi Proses pemindahan atau pelekatan sebuah elektron dari/pada sebuah atom atau molekul
untuk membentuk masing-masing sebuah ion positif atau ion negatif
Ionosfer Lapisan atmosfer bumi yang tebalnya sekitar sekitar 60 sampai 700 km di atas permukaan
terdiri terutama dari oksigen dan nitrogen terionisasi dan bertindak sebagai reflektor
Ionotropik Reseptor transmembran meliputi reseptor terhubung dengan saluran ion
Iritabilitas Kemampuan benda hidup untuk bereaksi atau menanggapi suatu stimulus
172
Daftar Kata dan pengertian/penjelasan
Isolasi Penyekatan (penghambatan atau penahanan) arus listrik oleh suatu bahan sehingga arus itu
tidak dapat mengalir
Jet stream Fenomena yang disebabkan hembusan angin berkekuatan 100 km/jam ini baru bisa
terjadi pada kondisi cuaca ekstrem.
Kardiomiosit Serat otot yang terdiri dari miokardium, lapisan otot tengah jantung.
Katalisator Sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan dan menimbulkan kejadianbaruatau
mempercepat suatu peristiwa
Kelenjar pineal Sebuah kelenjar endokrin pada otak vertebrata
Kompresi kerak bumi Pemberian tekanan yang tinggi; pengempaan; pemampatan kulit bumi
terluar yang keras; lapisan terluar bumi yang padat
Komunikasi akustik Cabang ilmu rekayasa yang merupakan aplikasi praktis dari ilmu akustik,
termasuk pengendalian suara dan getaran, reproduksi dan penyiaran suara, serta penggunaan
suara untuk mengukur dan memeriksa atau memroses berbagai bahan
Kondensasi Perubahan uap air atau benda gas menjadi benda cair pada suhu udara di bawah titik
embun
Konduksi Alih panas melalui zat perantara
Land surface temperature Temperatur permukaan tanah
Latitude Suatu garis yang melintang yang berada di antara kutub utara dan kutub selatan, yang
menghubungkan antara sisi timur dan barat bagian bumi
Lead time: Waktu yang menunjukkan durasi bertahannya suatu variable pengamatan atau penanda
gempabumi
Ligament Jaringan ikat yang kuat yang mengikat tulang pada persendian
Limbik Himpunan struktur otak yang terletak pada kedua sisi talamus, tepat di bawah serebrum.
Luminous Bercahaya
Macro-anomaly atau anomali makro Ketidaknormalan; penyimpangan dari normal; kelainanyang
terjadi dalam skala makro atau dapat teramati
Magnetik Benda yang dapat ditarik oleh magnet dengan cukup kuat.
Magnetisasi Proses ketika sebuah bahan/materi yang ditempatkan dalam suatu bidang magnetik
akan menjadi magnet atau bermuatan magnet
Magnetometer Alat untuk mengukur kuat medan magnet bumi
Magnetoresepsi Proses mendeteksi medan magnet atau proses penerimaan stimulus berupa
medan magnet
Magnetotaktik: Bakteri yang dapat membuat medan magnet sendiri
Magnitude Kekuatan, ukuran kekuatan
Massif Kuat; kukuh
Medan elektrostatik Area antara dua benda masing-masing memiliki muatan listrik yang berbeda
173
Daftar Kata dan pengertian/penjelasan
Medan magnet sirkumfensial Suatu medan yang dibentuk dengan menggerakan muatan listrik
(arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di muatan listrik yang bergerak lainnya
Media dispersive Medium di mana gelombang frekuensi berbeda bergerak pada kecepatan yang
berbeda.
Megathrust Suatu titik potensi gempabumi di zona subduksi pada batas lempeng konvergen
destruktif, dimana satu lempeng tektonik menghujam lempeng tektonik lainnya.
Melatonin Hormon yang terdapat secara alami dan diproduksi dalam jumlah terbatas di dalam
tubuh, berguna untuk pengaturan rasa tenang.
Micro-crash Tumbukan mikro dalam peristiwa sebelum gempabumi
Mikrokonveksi Pergerakan molekul-molekul pada fluida (yaitu cairan atau gas) dan rheid dalam
jumlah kecil
Mitigasi Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik
maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6
PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana)
Mobilisasi Pergerakan cepat atau aktif
Moderate Kecenderungan atau sifat untuk selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan
yang ekstrem
Neonatal Masa awal kelahiran
Nervus Trigeminus Saraf yang berperan dalam mengirimkan sensasi dari kulit bagian anterior
kepala, rongga mulut dan hidung, gigi dan meninges (Lapisan otak).
Neurotranmiter monamin Neurotransmiter dan neuromodulator yang mengandung satu gugus
amino yang terhubung ke cincin aromatik oleh rantai dua karbon
Neurotransmiter Saraf pembawa pesan atau isyarat dari otak ke bagian tubuh lain; bahan kimia
yang dilepaskan oleh terminal sel saraf, berguna untuk menyampaikan informasi dari sel saraf kesel
saraf lainnya
Nocturnal Hewan yang tidur pada siang hari dan aktif pada malam hari
Olfactory Penciuman
Onset time Waktu yang menunjukkan kemunculan suatu variable pengamatan atau penanda
gempabumi
Opsin Protein transmembran yang sensitif terhadap cahaya, yang terikat pada aldehida vitamin A
Organoida Versi miniatur sederhana dari sebuah organ, yang diproduksi di laboratorium dan
memiliki bentuk tiga dimensi
Osilasi Getaran, setiap peristiwa yang berubah secara berkala atau bolak-balik antara dua nilai,
variasi periodik terhadap waktu dari suatu hasil pengukuran, contohnya pada ayunan bandul.
Panas laten Energi yang dilepaskan atau diserap, oleh tubuh atau sistem termodinamika , selama
proses suhu konstan – biasanya transisi fase orde pertama atau panas yang diperlukan untuk
merubah fasa (wujud) benda, tetapi temperaturnya tetap
174
Daftar Kata dan pengertian/penjelasan
Parameter Aspek atau bagian tertentu dari populasi dalam penelitian yang harus diperkirakan,
dipertimbangkan atau diukur.
Pelepasan coronal Pelepasan listrik yang disebabkan oleh ionisasi cairan seperti udara di sekitar
konduktor yang bermuatan listrik .
Peningkatan Kompresi Pemberian tekanan yang tinggi; pengempaan; pemampatan
Permeabilitas Kemampuan (bahan, membran, dan sebagainya) meloloskan partikel dengan
menembusnya; perbandingan antara volume dalam sebuah ruang yang dianggap dapat diisi dan
volume seluruh ruang; membran kemampuan membran bertindak permeabel, dapat dilalui cairan
atau gas secara difusi
Perturbasi Gangguan; kegelisahan; kekacauan
Petroralis major Otot tebal, berbentuk seperti kipas, dan tertletak di anterior dari dinding dada.
Pineal Sebuah kelenjar endokrin pada otak vertebrata.
Plasma Gas yang terionisasi, artinya gas tersebut sudah kehilangan electron-elektron.
Plasma chemical substansi yang mirip dengan gas dengan bagian tertentu dari partikel terionisasi.
Pola radial Pola aliran yang arah alirannya menyebar dari suatu titik lingkaran
Positive holes Pembawa muatan positif
Potensial aksi Aliran ionik positif dan negatif yang bergerak di membran sel.
Prediktori Kumpulan informasi yang menandai bencana alam (gempabumi)
Prekursor elektromagnetik Fenomena elektromagnetik yang muncul sebelum gempabumi
Prekursor mekanik Penanda gempabumi yang memperlihatkan proses fisika
Prekursor Senyawa yang mendahului senyawa lain dalam jalur metabolisme
Preparasi Tahap persiapan
Prevensi Pencegahan
Pro-aktif Lebih aktif
Propagasi Pelipatgandaan atau transmisi atau penyebaran sinyal dari suatu tempat ke tempat lain
Propulsive Mengakhiri atau memiliki kekuatan untuk mendorong
Radikal atom Atom, molekul , atau ion yang memiliki elektron valensi tidak berpasangan.
Raphe nuclei Inti berukuran sedang yang ditemukan di batang otak.
Reaktivitasi Mengaktifkan kembali
Refraksi Pembiasan
Reliabilitas Perihal sesuatu yang bersifat reliabel (bersifat andal); ketelitian dan ketepatan teknik
pengukuran; keterandalan
Remanen Berkaitan dengan sisa induksi magnet dalam benda magnetis yang kekuatannya sudah
habis
Resistivitas Tahanan elektrik suatu bahan tiap 1 cm panjang dengan luas penampang 1 cm2
Retrospektif Cara perolehan informasi dengan teknik melacak kembali informasi masa lalu
175
Daftar Kata dan pengertian/penjelasan
Re-uptake Reabsorpsi neurotransmitter oleh transporter neurotransmitter yang terletak di
sepanjang membran plasma terminal akson
Ritme sirkadian Ritme sirkadian adalah proses internal dan alami yang mengatur siklus tidur-
bangun yang diulangi kira-kira setiap 24 jam.
Rodensia Satu ordo mamalia yang bercirikan dua gigi seri yang sentiasa memanjang di rahangatas
dan bawah, tetapi senantiasa dirapikan dengan menggerogot
Ruminansia Hewan yang memiliki banyak lambung (atau ruang perut)
Running wheel Roda yang digunakan untuk landasan putar hewan seperti Mencit dan Harmster
Segmen Satuan rangkaian yang pada dasarnya mempunyai struktur yang sama; bagian ruas tubuh
yang berbentuk cincin, seperti ruas tubuh cacing tanah
Seismik Rambatan energi yang disebabkan karena adanya gangguan di dalam kerak bumi,
misalnya adanya patahan atau adanya ledakan
Seismogenik Area atau lapisan yang berhubungan dengan aktivitas gempa
Seismograf Alat untuk mencatat gempabumi, yang menunjukkan kekuatan, lama, arah, dan
jaraknya
Sense detectable Kemampuan indera mendeteksi stimulus
Sentrifugal Pergerakan yang menjauhi pusat putaran
Serotonin Suatu neurotransmiter monoamino yang disintesiskan pada neuron-neuron serotonergis
dalam sistem saraf pusat dan sel-sel enterokromafin dalam saluran pencernaan.
Sesar Rengkahan atau retakan pada kulit bumi yang terjadi akibat gaya endogen yang menekan
dari dalam bumi; rekahan yang terjadi akibat pergeseran dua sisi yang satu terhadap yang lain;
Siklotron (cyclotron) Suatu mesin (akselerator) yang mempercepat partikel secara melingkar,
sehingga diperoleh energi kinetik yang tinggi
Sinaps Tempat transmisi transneuronal suatu impuls (rangsang) saraf.
Sindrom Kelainan yang menyebabkan penderitanya memiliki tingkat kecerdasan yang rendah, dan
kelainan fisik yang khas
Sindrom serotonin Kondisi ketika kadar serotonin dalam tubuh terlalu banyak
Sinergisme Kegiatan yang tergabung biasanya pengaruhnya lebih besar daripada jumlah total
pengaruh masing-masing atau satu per satu
Sitoskeleton Kerangka sel
Stance phase Fase kuda-kuda
Steroid Senyawa kimia dengan struktur daur, khas yang satu dengan lainnya berbeda dengan rantai
sampingnya atau senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang didapat dari hasil reaksi
penurunan dari terpena atau skualena
Stimulasi Dorongan;rangsangan
Strain Regangan
Streaming potential Potensial mengalir
176
Daftar Kata dan pengertian/penjelasan
Stress tektonik Regangan (strain), dan tekanan di litosfer dan astenosfer bumi; serta hubungan
antara pola-pola ini dan pola deformasi yang diamati karena lempeng tektonik.
Suspensi Sistem koloid zat padat yang terserak dalam zat cair, partikelnya tidak mudahmengendap
karena kecil ukurannya dan tidak mudah menggumpal karena sering menolak
Syrink Rongga berisi cairan baik di dalam sumsum tulang belakang (syringomyelia) atau di dalam
batang otak (syringobulbia).
Tekanan sistolik Tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot jantung.
Teknik monitoring ionosfer Teknik pemantauan bagian atmosfer yang terionisasi oleh radiasi
matahari
Temporal Berhubungan atau mengenai waktu
Teritorial Daerah atau bagian wilayah tertentu
Terlokalisir Pembatasan pada suatu tempat atau lingkungan
Terminologi Peristilahan (tentang kata-kata); ilmu mengenai batasan atau definisi istilah
Termo-elastis Panas yang mudah berubah bentuknya dan mudah kembali ke bentuk asal
Testimony Bukti berdasarkan pengalaman, yang dinyatakan oleh saksi di bawah sumpah
Thoron Produk sampingan dari peluruhan thorium
Time series Deret waktu
Toksik Beracun
Toksisitas Tingkat merusaknya suatu zat jika dipaparkan terhadap organisme atau derajat
kemampuan suatu zat menyebabkan kerusakan atau keracunan
Topografi Keadaan muka bumi pada suatu kawasan atau daerah
Transceiver Pemancar-penerima
Transien Perubahan nilai tegangan atau arus maupun keduanya baik sesaat maupun dalam jangka
waktu tertentu (dalam orde mikro detik) dari kondisi stabilnya (steady state).
Transmitter Pemancar
Tripton Hormon yang mencerna pankreas dari kasein, digunakan dalam mempersiapkan dari
mikrobiologi budaya media.
Tryptophan Merupakan satu dari 20 asam amino penyusun protein yang bersifat esensial bagi
manusia
Ultrastruktur kardiomiosit Struktur bagian dalam pada sel otot jantung
Uranium Logam berwarna keperak-perakan, bersifat mulur dan dapat ditempa, mudah dibuat
berkilat, tetapi lekas suram, sangat radioaktif; unsur dengan nomor atom 92, berlambang U, dan
bobot atom 238,029
Variabilitas Momen Dipole Tingkat kepolaran molekul polar non-polar simetris asimetris.
Velositas Kecepatan yang diukur dalam satuan jarak persatuan waktu.
Vibrasi Getaran
Vision Penglihatan
177
Daftar Kata dan pengertian/penjelasan
Vokalisasi Nyanyian, panggilan, teriakan, dan bunyi suara lain yang dikeluarkan oleh hewan
Voltage-gated channel: Kelas protein transmembran yang membentuk saluran ion yang diaktifkan
oleh perubahan potensial membran listrik di dekat saluran.
Zona subduksi Zona yang terdapat pada batas antar lempeng yang bersifat konvergen.
Zosterops Marga burung kacamata yang memiliki kicauan merdu
178
Ahadi, S., Puspito, N. T., Ibrahim, G., Saroso, S., Yumoto, K., & Muzli, M. (2015). Anomalous
ULF Emissions and Their Possible Association with the Strong Earthquakes in Sumatra,
Indonesia, during 2007-2012. Journal of Mathematical and Fundamental Sciences,
47(1), 84-103.
Ahadi, S., Puspito, N.T., Saroso, S., Ibrahim, G., Siswoyo. dan Suhariyadi., (2013). Prekursor
Gempa Bumi Padang 2009 Berbasis Analisis Power Rasio dan Fungsi TransferTunggal,
Jurnal Ilmia Geomatika, Badan Informasi Geospasial, Bogor, hal. 49-56.
Armansyah., Fatimah, A. dan Ahadi, S., (2016). Studi Anomali Sinyal Magnet Bumi Ultra Low
Frequency sebagai Prekursor Gempa Bumi untuk Kasus Kejadian Gempa Bumidengan
Magnitudo Kecil, Proseding Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya, Bale Sawala
Kampus Universitas Padjadjaran-Jatinangor.
Balka M., Boseb M., Ertemc G., Rogoffd DA, Rothschilda LJ and Freund FT (2009). Oxidation
of Water to Hidrogen Peroxide at The Rock–Water Interface Due to Stress Activated
Electric Currents in Rocks. Earth and Planetary Science Letters, 283: 87-92.
Bapat, A. (2010). Disaster management plans in view of recent earthquakes. Current Science
(Bangalore), 98 (10), 1287-1288.
Bayong, TjHK., (2016). Ilmu Kebumian dan Antariksa. Bandung: Remaja Rosdakarya..
Bayong, TjHK.,(2017). Sains Kebumian dan Antariksa. Surabaya: Unesa University Press..
Bayong, TjHK.,(2019). 555 Tanya Jawab Cuaca Iklim Lingkungan Bioklimatologi. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Bhardwaj, A., Singh, S., Sam, L., Bhardwaj, A., Martín-Torres, F. J., Singh, A., & Kumar, R. (2017).
MODIS-based Estimates of Strong Snow Surface Temperature Anomaly RelatedtoHigh
Altitude Earthquakes of 2015. Remote Sensing of Environment, 188, 1-8.
Bradley, K. E., Feng, L., Hill, E. M., Natawidjaja, D. H., & Sieh, K. (2017). Implications of The
Diffuse Deformation of the Indian Ocean Lithosphere for Slip Partitioning of Oblique
Plate Convergence in Sumatra. Journal of Geophysical Research: Solid Earth, 122(1),
572-591.
Britz, O., Zhang, J., Grossmann, K. S., Dyck, J., Kim, J. C., Dymecki, S., … Goulding, M. (2015). A
Genetically Defined Asymmetry Underlies the Inhibitory Control of Flexor – Extensor
Locomotor Movements. ELife, 1–22. https://doi.org/10.7554/eLife.04718
Buskirk, R. E., Frohlich, C., and Latham, G.V. (1981). Unusual Animal Behavior Before
Earthquakes' A Review of Possible Sensory Mechanisms. Reviews of Geophysics and
Space Physics, Vol. 19, No. 2, pages 247-270, May 1981.
179
Cadiou, H., & McNaughton, P. A. (2010). Avian Magnetite-based Magnetoreception: A
Physiologist's Perspective. Journal of the Royal Society Interface, 7 (suppl_2), S193-
S205.
Cannelli, V., Piersanti, A., Spagnuolo, E., & Galli, G. (2016). Preliminary Analysis of RadonTime
Series before the Ml=6 Amatrice earthquake: possible implications for fluid migration.
Annals of Geophysics, 59 (Fast Track 5), 1–7. https://doi.org/10.4401/ag-7166
Cao, K., & Huang, Q. (2018). Geo-sensor (s) for Potential Prediction of Earthquakes: Can
Earthquake Be Predicted by Abnormal Animal Phenomena?. Annals of GIS, 24 (2), 125-
138.
Cartwright, J. H., Hernández-García, E., & Piro, O. (1997). Burridge-Knopoff models as elastic
excitable media. Physical Review Letters, 79 (3), 527.
Chibisov, S. M., Cornélissen, G., & Halberg, F. (2004). Magnetic storm effect on the circulation
of rabbits. Biomedicine & pharmacotherapy, 58, S15-S19.
Cunningham-Bussel, A. C., Root, J. C., Butler, T., Tuescher, O., Pan, H., Epstein, J., ... & Altemus,
M. (2009). Diurnal cortisol amplitude and fronto-limbic activity in response to stressful
stimuli. Psychoneuroendocrinology, 34(5), 694-704.
Deb, A., Gazi, M., Ghosh, J., Chowdhury, S., & Barman, C. (2018). Monitoring of soil Radon by
SSNTD in Eastern India in Search of Possible Earthquake Precursor. Journal of
Environmental Radioactivity, 184–185 (January), 63–70.
Dobrovolsky, I. P., Zubkov, S. I., & Miachkin, V. I. (1979). Estimation of The Size of Earthquake
Preparation Zones. Pure and applied geophysics, 117(5), 1025-1044.
Erianjoni, E. (2018). Pengembangan Materi Ajar Sosiologi tentang Mitigasi Bencana Berbasis
Kearifan Lokal di Kota Padang. SOCIUS, 4 (2 December), 96-107.
Fessler, R. G., & Meltzer, H. Y. (1979). Behavioral rating scales for assessing
phencyclidineinduced locomotor activity, stereotyped behavior and ataxia in rats. 59.
Fessler, R. G., Sturgeon, R. D., & Meltzer, H. Y. (1979). Phencyclidine-induced Ipsilateral
Rotation in Rats with Unilateral 6-Hydroxydopamine-induced Lesions of the Substantia
Nigra. Life sciences, 24 (14), 1281-1288.
Fidani, C., Freund, F., & Grant, R. (2014). Cows Come Down from The Mountains before the
(Mw= 6.1) Earthquake Colfiorito in September 1997; A Single Case Study. Animals, 4(2),
292-312.
Fraser‐Smith, A. C., Bernardi, A., McGill, P. R., Ladd, M., Helliwell, R. A., & Villard Jr, O. G. (1990).
Low‐frequency Magnetic Field Measurements Near The Epicenter of The Ms 7.1 Loma
Prieta Earthquake. Geophysical Research Letters, 17(9), 1465-1468.
Freed, L. E., & Vunjak-Novakovic, G. (1997). Microgravity Tissue Engineering. In Vitro Cellular
& Developmental Biology-Animal, 33(5), 381-385.
Freund, F. (2002), Charge Generation and Propagation in Igneous Rocks. Journal of
Geodynamics, 33: 543-570.
180
Freund F (2010), Toward A Unified Solid State Theory for Pre-Earthquake Signals. Acta
Geophysica, 58: 719-766.
Freund, F., Pilorz, S., & Masashi, H. (2012). Electric currents in the Earth crust and the
generation of pre-earthquake ULF signals. Frontier of earthquake prediction studies,
464-508.
Gadeng, A. N. (2017). Nilai Kearifan Lokal Smong Dalam Mitigasi Bencana Tsunami Di
Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan
Indonesia).
Gans, C. (1974). Biomechanics: an approach to vertebrate biology. Lippincott Williams &
Wilkins.
Gans, C. (1974). Muscle Activity in Rat Locomotion : Movement Analysis and
Electromyography of the Flexors and Extensors of the Elbow. Journal of Morph, 177–
196.
Gaunt, A. S., Gaunt, S. L., & Casey, R. M. (1982). Syringeal mechanics reassessed: evidence
from Streptopelia. The Auk, 99(3), 474-494.
Gerrardi, et al. (2007). Effects of Electromagnetic Fields of Low Frequency and Low Intensity
on Rat Metabolism. BioMagnetic Research and Technology 2008, 6:3.
Grant RA, Halliday T, Balderer WP, Leuenberger F, Newcomer M, Cyr G and Freund FT. (2011),
Ground Water Chemistry Changes before Major Earthquakes and Possible Effects on
Animals. International Journal of Environmental Research and Public Health, 8: 1936-
1956.
Gregorič, A., Zmazek, B., Džeroski, S., Torkar, D., & Vaupotič, J. (2012). Radon as An
Earthquake Precursor–Methods for Detecting Anomalies. Earthquake Research and
Analysis–Statistical Studies, Observations and Planning. InTech, 179-196.
Guangmeng, G., & Jie, Y. (2013). Three attempts of earthquake prediction with satellite cloud
images. Natural Hazards and Earth System Sciences, 13(1), 91.
Ha, K. M. (2015). Animals as Valuable Instinctive and ‘Learned’beings in The Field Of Disaster
Management: A Comparative Perspective. Natural Hazards, 75(2), 1047-1056.
Hamidi, M., Namigo, E. L., & Ma’muri. (2018). Identifikasi Anomali Sinyal Geomagnetik Ultra
Low Frequency Sebagai Prekursor Gempabumi Dengan Magnitudo Kecil Di Wilayah
Kepulauan Nias. Jurnal Ilmu Fisika, 10(1), 53–62.
Hammond, T. G., & Hammond, J. M. (2001). Optimized Suspension Culture: The Rotating-
Wall Vessel. American Journal of Physiology-Renal Physiology, 281(1), F12-F25.
Hartley, R. S. (1990). Expiratory Muscle Activity during Song Production in The Canary.
Respiration physiology, 81(2), 177-187.
Hayakawa, M., Hattori, K., & Ohta, K. (2007). Monitoring of ULF (Ultra-Low-Frequency)
Geomagnetic Variations Associated with Earthquakes. Sensors, 7(7), 1108-1122.
181
Hayakawa, M., Kopytenko, Y., Smirnova, N., Troyan, V., & Peterson, T. (2000). Monitoring ULF
Magnetic Disturbances and Schemes for Recognizing Earthquake Precursors. Physics
and Chemistry of the Earth, Part A: Solid Earth and Geodesy, 25(3), 263-269.
Hochacka, P.W., & Somero, G.N. 2002. Biochemical Adaptation: Mechanism and Process in
Physiological Evolution. Oxford University Press.
Hope, M & Mahardiko, H.S. (2010). 30 Menit di Kota Padang: Pembelajaran untuk
Kesiapsiagaan dan Peringatan Dini Tsunami dari Gempabumi 30 September2009.GTZ
dan GITEWS)
Ibrahim, G., Ahadi, S., & Saroso, S. (2012). Karakteristik Sinyal Emisi ULF yang Berhubungan
dengan Prekursor Gempabumi di Sumatera, Studi Kasus: Gempabumi Padang 2009dan
Gempabumi Mentawai 2010. Meteorologi Dan Geofisika, 13(2), 81–89.
Ito, T., Gunawan, E., Kimata, F., Tabei, T., Simons, M., Meilano, I., ... & Sugiyanto, D. (2012).
Isolating Along‐Strike Variations in The Depth Extent of Shallow Creep and Fault
Locking on The Northern Great Sumatran Fault. Journal of Geophysical Research: Solid
Earth, 117(B6).
Iwata, D., Nagahama, H., Muto, J., & Yasuoka, Y. (2018). Non-parametric Detection of
Atmospheric Radon Concentration Anomalies Related to Earthquakes. Scientific
Reports, 8 (13028), 1–9. https://doi.org/10.1038/s41598-018-31341-5
Jacobson, M., Beroza, M., & Yamamoto, R. T. (1963). Isolation and identification of the sex
attractant of the American cockroach. Science, 139(3549), 48-49.
Jian, Y., Yiyan, Z., & Fanfan, S. (2012). Ionospheric Anomaly before The 2011 Tohoku Mw 9.0
Earthquake. Geodesy and Geodynamics, 3(3), 17-22.
Kamogawa, M. (2006). Preseismic Lithosphere‐Atmosphere‐Ionosphere Coupling. Eos,
Transactions American Geophysical Union, 87(40), 417-424.
Kirschvink, J. L. (1997). Homing in on vertebrates. Nature, 390(6658), 339-340.
Kirschvink, J. L. (2000). Earthquake Prediction by Animals: Evolution and Sensory Perception.
Bulletin of the Seismological Society of America, 90 (2), 312-323.
Kobayashi, A. K., Kirschvink, J. L., & Nesson, M. H. (1995). Ferromagnetism and emfs. Nature,
374 (6518), 123-123.
Kobeissi, M. A., Gomez, F., & Tabet, C. (2015). Measurement of Anomalous Radon Gas
Emanation Across The Yammouneh Fault in Southern Lebanon: A Possible Approach
To Earthquake Prediction. International Journal of Disaster Risk Science, 6(3), 250-266.
https://doi.org/10.1007/s13753-015-0058-1
Kopytenko, Y., Ismagilov, V., Hayakawa, M., Smirnova, N., Troyan, V., & Peterson, T. (2001).
Investigation of the ULF Electromagnetic Phenomena Related to Earthquakes:
Contemporary Achievements and The Perspectives.
Kuttippurath, J. (2005). Study Of Stratospheric Composition Using Airborne Submillimeter
Radiometry And A Chemical Transport Model (Doctoral dissertation, Universität
Bremen).
182
Lanzagorta, M., Jitrik, O., Uhlmann, J., & Venegas-andraca, S. E. (2017). The Lemur Conjecture.
Proceeding of SPIE, 10188, 1–12. https://doi.org/10.1117/12.2262634
Le Pichon, A., Garcés, M., Blanc, E., Barthélémy, M., & Drob, D. P. (2002). Acoustic propagation
and Atmosphere Characteristics Derived from Infrasonic Waves Generated by the
Concorde. The Journal of the Acoustical Society of America, 111(1), 629-641.
Liperovsky, V. A., Meister, C. V., Liperovskaya, E. V., Davidov, V. F., & Bogdanov, V. V. (2005).
On the Possible Influence of Radon and Aerosol Injection on The Atmosphere and
Ionosphere before Earthquakes.
Li, Y., Liu, Y., Jiang, Z., Guan, J., Yi, G., Cheng, S., ... & Wang, Z. (2009). Behavioral Change
Related to Wenchuan Devastating Earthquake in Mice. Bioelectromagnetics: Journalof
the Bioelectromagnetics Society, The Society for Physical Regulation in Biology and
Medicine, The European Bioelectromagnetics Association, 30(8), 613-620.
Liperovsky, V. A., Meister, C. V., Mikhailin, V. V., Bogdanov, V. V., Umarkhodgaev, P. M., &
Liperovskaya, E. V. (2011). Electric Field and Infrared Radiation in The Troposphere
before Earthquakes. Natural Hazards and Earth System Sciences, 11(12), 3125-3133.
https://doi.org/10.5194/nhess-11-3125-2011
Liu, J. Y., Chuo, Y. J., Shan, S. J., Tsai, Y. B., Chen, Y. I., Pulinets, S. A., & Yu, S. B. (2004) . Pre-
Earthquake Ionospheric Anomalies Registered by Continuous GPS TEC measurements.
Liu, J., Wei, W., Kuang, H., Tsien, J. Z., & Zhao, F. (2014). Heart Rate and Heart Rate Variability
Assessment Identifies Individual Differences in Fear Response Magnitudes To
Earthquake, Free Fall, and Air Puff In Mice. PLoS One, 9(3).
Lu, X., Meng, Q. Y., Gu, X. F., Zhang, X. D., Xie, T., & Geng, F. (2016). Thermal Infrared
Anomalies Associated with Multi-Year Earthquakes in The Tibet Region Based on
China’s Fy-2e Satellite Data. Advances in Space Research, 58(6), 989-1001.
M Fakhrul Islam Masruri, Nanda, B. M. T. F., & Syirojudin, M. (2017). Analisis Preseismic
Event Menggunakan Data Geomagnetik Studi Kasus: Gempabumi Selat Sunda 28
Juni 2016 M 5.0.
Malakootian, M. and Nouri, J.,(2010). Chemical Variations of Ground Water Affectedbythe
Earthquake in bam region. Int. J. Environ. Res., 4(3):443-454, Summer)
Maryani, E., & Yani, A. (2014). Kearifan Lokal Masyarakat Sunda dalam MemitigasiBencana
dan Aplikasinya sebagai Sumber Pembelajaran IPS Berbasis Nilai. Jurnal Penelitian
Pendidikan, 14(2).
Mikumo, T. (1968). Atmospheric Pressure Waves and Tectonic Deformation Associated
with The Alaskan Earthquake of March 28, 1964. Journal of Geophysical Research,
73(6), 2009-2025.
Molchanov, O. A., & Hayakawa, M. (1998). Subionospheric VLF Signal Perturbations
Possibly Related to Earthquakes. Journal of Geophysical Research: Space Physics,
103(A8), 17489-17504.
Morozova, L.I., (2005). Satellite Monitoring of Earthquakes. Vladivostok, Dalnauka. 136 p.
183
Mouritsen, H., & Ritz, T. (2005). Magnetoreception and its use in bird navigation. Current
Opinion in Neurobiology, 15, 406–414. https://doi.org/10.1016/j.conb.2005.06.003
Mouritsen, H., Janssen-Bienhold, U., Liedvogel, M., Feenders, G., Stalleicken, J., Dirks, P., &
Weiler, R. (2004). Cryptochromes and Neuronal-Activity Markers Colocalize in The
Retina of Migratory Birds during Magnetic Orientation. Proceedings of the National
Academy of Sciences, 101(39), 14294-14299.
Nace, G. W. (1983). Gravity and Positional Homeostasis of The Cell. Advances in Space
Research, 3(9), 159-168.
Namgaladze, A. A., & Romanovskaya, Y. V. (2014). Seismo-ionospheric Precursors of Strong
Earthquakes: Analysis of Total Electron Content Observations. In PROBLEMS OF
GEOCOSMOS (pp. 134-136).
Naskar, A. K., Gazi, M., Barman, C., Chowdhury, S., Mondal, M., Ghosh, D., ... & Deb, A. (2018).
Estimation of Underground Water Radon Danger in Bakreswar and Tantloi Geothermal
Region, India. Journal of Radioanalytical and Nuclear Chemistry, 315(2), 273-283.
Natawidjaja, D.H., K.Bradley, M.R.Daryono, S.Aribowo, & J.S. Herrin. (2017). Late Quaternary
Eruption of the Ranau Caldera and New Geological Slip Rates of The Sumatran Fault
Zone in Southern Sumatra, Indonesia Geoscience Letters,. 4(21).
Newcomb, K. R., & McCann, W. R. (1987). Seismic history and seismotectonics of the Sunda
Arc. Journal of Geophysical Research: Solid Earth, 92(B1), 421-439.
Novarino, W., Salsabila, A., & Jarulis, J. (2002). Struktur Komunitas Burung Lapisan Bawah
pada Daerah Pinggiran Hutan Sekunder Dataran Rendah Suamtera Barat. Zoo
Indonesia, 29, 51–58.
Oh, Y. H., & Kim, G. (2015). A Radon-Thoron Isotope Pair as A Reliable Earthquake Precursor.
Scientific Reports, 5, 13084.
Omori, Y., Yasuoka, Y., Nagahama, H., Kawada, Y., Ishikawa, T., Tokonami, S.,Ishikawa, T.
(2007). Anomalous Radon Emanation linked to Preseismic ElectromagneticPhenomena.
Natural Hazards and Earth System Sciences, 7, 629–635.
Pakpahan, S., Nurdiyanto, B., & Ngadmanto, D. (2014). Analisis Parametergeo-Atmosferik
Dan Geokimia Sebagai Prekursor Gempabumi di Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Jurnal
Meteorologi dan Geofisika, 15(2).
Paudel, S. R., Banjara, S. P., Wagle, A., & Freund, F. T. (2018). Earthquake Chemical Precursors
In Groundwater: A Review. Journal of Seismology, 22(5), 1293-1314.
Pease, J. W., & O'Rourke, T. D. (1997). Seismic response of liquefaction sites. Journal
of geotechnical and geoenvironmental engineering, 123(1), 37-45.
Permana, C. E., Nasution, I. P., & Gunawijaya, J. (2012). Kearifan lokal tentang mitigasi
bencana pada masyarakat Baduy. Hubs-Asia, 10(1).Paudel, S. R., Banjara, S. P., Wagle,
A., & Freund, F. T. (2018). Earthquake chemical precursors in groundwater : a review.
Journal of Seismology.
Pulinets, S. A. (2009). Lithosphere-atmosphere-ionosphere coupling (LAIC) model.
Electromagnetic phenomena associated with earthquakes, 9, 235-253.
184
Pulinets, S. A. (2009). Physical Mechanism of The Vertical Electric Fiel d Generation Over
Active Tectonic Faults. Advances in Space Research, 44(6), 767-773.
Pulinets, S., & Ouzounov, D. (2011). Lithosphere–Atmosphere–Ionosphere Coupling (LAIC)
model–An Unified Concept for Earthquake Precursors Validation. Journal of AsianEarth
Sciences, 41(4-5), 371-382.
Rashamol, V. P., Sejian, V., Bagath, M., Krishnan, G., Archana, P. R., & Bhatta, R. (2018).
Physiological Adaptability Of Livestock To Heat Stress: An Updated Review. Research
Letters, 39(24), 1–5. https://doi.org/10.1029/2012GL054382
Riani, P. R., Kanata, B., & Zubaidah, T. (2016). Analisis Data Geomagnet Menggunakan
Metode Polarisasi. Dielektrika, 3(1), 75–84.
Saraf, A. K., & Choudhury, S. (2004). Satellite Detects Pre-Earthquake Thermal Anomalies
Associated With Past Major Earthquakes. Proceedings of Map Asia, 40.
Saraf, A. K., & Choudhury, S. (2005). Thermal Remote Sensing Technique In The Study Of
Pre-Earthquake Thermal Anomalies. J. Ind. Geophys. Union, 9(3), 197-207.
Saraf, A. K., Rawat, V., Choudhury, S., Dasgupta, S., & Das, J. (2009). Advances in
Understanding of The Mechanism for Generation of Earthquake Thermal Precursors
Detected by Satellites. International Journal of Applied Earth Observation and
Geoinformation, 11(6), 373-379.
Saroso, S., Hattori, K., Ishikawa, H., Ida, Y., Shirogane, R., Hayakawa, M. Nishihashi, M. (2009).
ULF Geomagnetic Anomalous Changes Possibly Associated with 2004 – 2005 Sumatra
Earthquakes. Physics and Chemistry of the Earth, 34(6–7), 343–349.
https://doi.org/10.1016/j.pce.2008.10.065
Sharp, P., & La Regina, M. (1998). Experimental methodology. Sharp P, La Regina M. The
Laboratory Rat. Boca Raton: CRC Press LLC, 140-144.
Singh, S., Jaishi, H. P., Tiwari, R. P., & Tiwari, R. C. (2016). A Study of Variation in Soil Gas
Concentration Associated with Earthquakes near Indo-Burma Subduction Zone.
Geoenvironmental Disasters, 3(22), 0–7. https://doi.org/10.1186/s40677-016-0055-8
Sintia, J., Ta, D., Tamuntuan, G. H., & Tongkukut, S. H. J. (2016). Analisis Medan Magnet
Bumi Sebelum dan Sesudah Kejadian Gempabumi (Studi Kasus : Gempabumi18
November 2014 di Sabang ).
Smith, J. S., Kripke, D. F., Elliott, J. A., & Youngstedt, S. D. (2002). Illumination of Upper and
Middle Visual Fields Produces Equivalent Suppression of Melatonin in Older
Volunteers. Chronobiology international, 19(5), 883-891.
Stella, J., Croney, C., & Buffington, T. (2014). Environmental Factors that Affect the Behavior
and Welfare of Domestic Cats (Felis silvestris catus) Housed in cages. AppliedAnimal
Behaviour Science, 160, 94-105.
Sudarmono, A. S., & Sugeng, B. Y. (2008). Sapi Potong, Pola Pemeliharaan, Perbaikan
Produksi, Prospek Bisnis, dan Analisis Penggemukan. Niaga Swadaya, Semarang.
185
Suganuma, K. (2006). Recent Trends in Earthquake Disaster Managementin Japan. NISTEP
Science & Technology Foresight Center.
Sunardi, B., & Sulastri. (2016). Pemantauan Anomali Total Electron Content ( TEC ) Berkaitan
Dengan Kejadian Gempabumi Di Sekitar Wilayah Jawa Tahun 2015.
Sunardi, B., Muslim, B., & Pakpahan, S. (2015). Anomali Total Electron Content (TEC)Sebelum
Gempabumi Kuat di Indonesia Tahun 2014. In Prosiding Seminar Nasional Fisika 2015
(pp. 378-384).
Thene, J. (2017). Mitigasi Bencana Gempa Bumi Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Rote
Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Teori dan Praksis
Pembelajaran IPS, 1(2), 102-106.
Todd, P., Klaus, D. M., Stodieck, L. S., Smith, J. D., Staehelin, L. A., Kacena, M., ... & Bukhari, A.
(1998). Cellular Responses to Gravity: Extracellular, Intracellular and In-Between.
Advances in Space Research, 21(8-9), 1263-1268.
Tosi, P., Sbarra, P., & De Rubeis, V. (2012). Earthquake sound perception. Geophysical
research letters, 39(24).
Tronin, A. A., Hayakawa, M., & Molchanov, O. A. (2002). Thermal IR Satellite Data Application
for Earthquake Research in Japan and China. Journal of Geodynamics, 33(4-5), 519-534.
Tsunogai U and Wakita H (1995), Precursory Chemical Changes in Ground Water: Kobe
Earthquake, Japan. Science, 269: 60-63
Unsworth, B. R., & Lelkes, P. I. (1998). Growing Tissues in Microgravity. Nature medicine, 4(8),
901-907.
Vicario, D. S. (1991). Organization of The Zebra Finch Song Control System: Functional
Organization of Outputs from Nucleus Robustus archistriatalis. Journal of Comparative
Neurology, 309(4), 486-494.
Virk, H. S., & Singh, B. (1994). Radon Recording of Uttarkashi earthquake. Geophysical
Research Letters, 21(8), 737–740. doi: 10.1029/94gl00310
Wei, L. J., Guo, J. F., Cai, H., Li, H. B., & Qiang, Z. J. (2008). Satellite Thermal Infrared Anomaly:
A Short-term and Impending Earthquake Precursor before The Wenchuan Ms8. 0
Earthquake in Sichuan. China, 29(5), 583-591.
Whishaw, I. Q., & Kolb, B. (Eds.). (2004). The Behavior of The Laboratory Rat: A Handbook
with Tests. Oxford University Press.
Wild, J. M., Williams, M. N., & Suthers, R. A. (2000). Neural Pathways for Bilateral VocalControl
in Songbirds. Journal of Comparative Neurology, 423(3), 413-426.
Wiltschko, W. (1978). Further Analysis of The Magnetic Compass of Migratory Birds.In Animal
Migration, Navigation, and Homing (pp. 302-310). Springer, Berlin, Heidelberg.
Wiltschko, W., Munro, U, Ford, H., & Wiltschko, R. (1998). Effect of A Magnetic Pulse on The
Orientation of Silvereyes, Zosterops l. lateralis, during Spring Migration. Journal of
Experimental Biology, 201(23), 3257-3261.
186
Wiltschko, W., & Wiltschko, R. (1996). Magnetic Orientation in Birds. Journal of Experimental
Biology, 199(1), 29-38.
Wiltschko, W., & Wiltschko, R. (1996). Magnetic Orientation in Birds. The Journal of
Experimental Biology, 38, 29–38.
Y, N.A.Y., Novarino, W., & Rizaldi, R. (2015). Komunitas Burung Berdasarkan Zonasi
Ketinggian di Gunung Singgalang , Sumatera Barat Bird Community based on
Altitudinal Zonation of Singgalang Mountain, West Sumatera, Jurnal Biologi Universitas
Andalas, 4(1), 38–44.
Yamauchi, H., Uchiyama, H., Ohtani, N., & Ohta, M. (2014). Unusual Animal Behavior
Preceding The 2011 Earthquake Off The Pacific Coast of Tohoku, Japan: A way toPredict
The Approach of Large Earthquakes. Animals, 4(2), 131-145.
Yanti, N. A., Novarino, W., & Rizaldi, R. (2015). Komunitas Burung Berdasarkan Zonasi
Ketinggian di Gunung Singgalang, Sumatera Barat. Jurnal Biologi UNAND, 4(1).
Yokoi, S., Ikeya, M., Yagi, T., & Nagai, K. (2003). Brief Communication Mouse Circadian
Rhythm Before the Kobe Earthquake in 1995. 291(December 2002), 1995–1997.
https://doi.org/10.1002/bem.10108
Yosef, R. (1997). Reactions of birds to an earthquake. Bird Study, 44(1), 123-124.
Yumoto, K., Ikemoto, S., Cardinal, M.G., Hayakawa, M., Hattori, K., Liu, J.Y., Saroso, S., Ruhimat,
M., Husni, M., Widarto, D. and Ramos, E., 2009. A new ULF wave analysis for Seismo-
Electromagnetics using CPMN/MAGDAS data. Physics and Chemistry of the Earth, Parts
A/B/C, 34(6-7), pp.360-366.
Zafar, A., (2017). Role of unusual behavior of animals in contribution to earthquakeprediction
for less developed countries. Journal of Built Environment, Technology and Engineering,
Vol. 2 (March).
Zollinger, S. A., & Brumm, H. (2015). Why birds sing loud songs and why they sometimes
don't. Animal Behaviour, 105, 289-295.
Zoran, M., Savastru, D., & Mateciuc, D. (2016). Earthquake Precursors Assessment in Vrancea
Region through Satellite and In Situ Monitoring Data. In The 1940 Vrancea Earthquake.
Issues, Insights and Lessons Learnt (pp. 305-314). Springer, Cham.
Zoran, M., Savastru, R., & Savastru, D. (2016). Earthquake Anomalies Recognition through
Satellite and In-situ Monitoring Data. Europian Journal of Remote Sensing, 49(1),1011–
1032. https://doi.org/10.5721/EuJRS20164952
Sumber Internet
https://scfh.ru/en/papers/clouds-are-the-forerunners-of-earthquakes/
https://www.discovermagazine.com/environment/finally-a-way-to-predict-earthquakes-
atmospheric-temp-spiked-before-japan-quake
https://www.researchgate.net/publication/258806466_Three_Attempts_of_Earthquake_Pred
iction_with_Satellite_Cloud_Images
187
https://www.newscientist.com/article/dn2395-electromagnetic-signals-can-predict-
earthquakes/
https://www.littlepeckers.co.uk/s/can-wild-birds-predict-earthquakes
https://www.sciencefocus.com/nature/can-animals-help-us-predict-earthquakes/
https://amikamoda.ru/id/chetveronogie-seismografy
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20171127144946-199-258380/menyoal-
kemampuan-hewan-membaca-tanda-bencana-alam.
https://www.youtube.com/watch?v=T0AEtX-uPLA
https://www.youtube.com/watch?v=EJLID5Pb0Zo.
https://www.youtube.com/watch?v=yK7DbX4LnEE
https://www.youtube.com/watch?v=fwFxLYPEDTo.
https://www.youtube.com/watch?v=J6d0UqY6IsA
https://www.youtube.com/watch?v=X7-0YRiln7E&t=167s
https://www.youtube.com/watch?v=jRY1qdbvNN0
https://www.youtube.com/watch?v=FYriCZOVbFQ.
https://www.youtube.com/watch?v=aFdvkopOmw0
https://www.youtube.com/watch?v=ousflrOzQHc.
https://www.youtube.com/watch?v=rshaWMpKyuk
https://www.youtube.com/watch?v=PTCzhQsf3Gk.
https://www.youtube.com/watch?v=fTGvlXLsPAs&t=84s
https://www.youtube.com/watch?v=T76zO6JhYcY.
https://www.youtube.com/watch?v=nwXrRV4CP2c
https://www.youtube.com/watch?v=l3N8ThFbBvs
https://www.youtube.com/watch?v=ugQBRojr70Q
https://www.youtube.com/watch?v=pHnZZFKjIWo
https://www.youtube.com/watch?v=VJ-p9qOhBv4.
https://www.youtube.com/watch?v=gl4FvHKzAlU
https://www.youtube.com/watch?v=T8lKKlnnC6M
https://www.youtube.com/watch?v=flIAxGsV1q0.
https://www.youtube.com/watch?v=GHJDTmxMxh0
https://www.youtube.com/watch?v=V8-JfSXPDp0
https://www.youtube.com/watch?v=X7-0YRiln7E&t=167s
https://www.youtube.com/watch?v=i2nOBdxmdrE
https://www.youtube.com/watch?v=iBDXOt_uHTQ
188
Petunjuk Soal :
Soal terdiri dari 2 kelompok. Soal Kelompok A berbentuk pilihan ganda dan Anda dapat
mengerjakan dengan memilih satu jawaban yang benar. Soal kelompok B berbentuk Essay,
silahkan jawab dengan jelas dan ringkas.
A. Soal Objektif
1. Dalam framework kesiapsiagaan bencana yang dibuat oleh LIPI dan UNESCO, parameter
kesiapsiagaan bencana terdiri dari
1) Pengetahuan/sikap,
2) Rencana tanggap darurat,
3) Sistem peringatan dini,
4) Mobilisasi sumber daya,
5) Kebijakan dan panduan
Mengenal dan mempelajari prekursor alami gempabumi serta kontribusinya untuk
membangun kesiapsiagaan terhadap gempabumi merupakan bagian dari parameter...
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 1 dan 3
d. 2 dan 4
e. 3 dan 5
2. Pengertian prekursor yang tepat adalah...
a. Alat peramal gempabumi
b. Sistem pendeteksi gempabumi
c. Fenomena penanda gempabumi
d. Fenomena penyebab gempabumi
e. Cara mendeteksi daerah rawan gempabumi
3. Berikut ini adalah pasangan yang benar antara jenis prekursor dan contohnya, kecuali…
189
a. Prekursor kimia, contohnya peroksida
b. Prekursor mekanik, contohnya gelombang P
c. Prekursor makro, contohnya hewan berlarian panic
d. Prekursor fisika, contohnya gelombang elektromagnetik
e. Prekursor elektronik, contohnya perubahan medan listrik
4. Pernyataan yang tidak benar tentang Radon dan Hidrogen Peroksida adalah
a. Radon berbau, peroksida tidak berbau
b. Radon berbentuk gas, peroksida berbentuk cair
c. Radon digunakan untuk terapi kesehatan, peroksida digunakan untuk pemutih
d. Radon umumnya terdapat di hidrosfer, peroksida umumnya terdapat di atmosfer
e. Radon menimbulkan efek melalui proses emanasi, peroksida menimbulkan efek melalui
proses oksidasi
5. Yang tidak terlibat dalam reaksi Oksidasi Peroksida adalah …
a. H2O
b. H2
c. O2
d. H2O2
e. pH
6. Ionisasi sederhananya merupakan pembentukkan ion diatmosfer, yang disebabkan oleh
adanya proses-proses…
a. Berkurangnya Radon
b. Pembentukkan gugus ion kecil
c. Perubahan konduktivitas di litosfer
d. Pemutusan ikatan molekul air di udara
e. Penggunaan isotop untuk gas radioaktif
7. Perhatikan, pernyataan berikut merupakan proses-proses yang terjadi setelah pelepasan
Radon di atmosfer
1) Hidrasi ion dan pembentukan ion komplek (Misal NO-3.(H2O)n (4)
2) Pembentukkan ion troposferik lainnya (Misal NO-2 NO-3) (3)
3) Pelekatan electron ke atom O menghasilkan O- dan O-2 (2)
4) Pertukaran muatan ion N+2 dan electron (1)
5) Peningkatan konsentrasi ion udara (5)
Urutan terjadinya proses atmosferik yang menimbulkan anomali kelistrikan adalah
a. 5-1-3-4-2
b. 4-3-2-1-5
c. 3-4-1-2-5
d. 2-4-5-3-1
e. 1-4-3-2-5
8. Termal adalah…
190
a. Ukuran panas
b. Jumlah panas
c. Level panas
d. Tingkat panas
e. Satuan panas
Perhatikan merupakan proses-proses di atmosfer berikut ini:
1) Terbentuknya pusat kondensasi
2) Melimpahnya jumlah ion udara
3) Penempelan molekul air ke ion
4) Penurunan kelembaban udara
5) Inisiasi aktivitas tektonik
6) Terbentuknya aerosol
9. Proses-proses di atas terjadi dalam rangka…
a. Ionisasi atmosfer
b. Anomali kelistrikan
c. Anomali termal
d. Anomali gas atmosfer
e. Anomali medan magnet
10. Pusat kondensasi tidak terbentuk karena…
a. Penurunan konsentrasi gas
b. Terbentuknya partikel hidrasi
c. Pelekatan molekul air ke ion-ion
d. Peningkatan jumlah ion atmosfer
e. Semakin banyaknya jumlah aerosol
11. Pelepasan panas laten yang mengakibatkan anomali termal terjadi setelah proses nomor
…
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 6
12. Sebagian masyarakat menyamakan antara cahaya gempabumidan awan gempa.Fenomena
ini sesungguhnya berbeda, karena …
a. Awan gempabumiberhubungan dengan ionisasi
b. Awan gempabumiberkaitan dengan anomali terma
c. Awan gempabumiberhubungan dengan kondensasi
d. Awan gempabumitidak berkaitan dengan medan listrik
191
e. Awan gempabumitidak berhubungan dengan gugus ion besar (aerosol)
13. Bumi memiliki medan magnet yang pada struktur dua dimensi dapat diilustrasikan dalam
bentuk sebagai berikut, kecuali …
a. Vector magnetic yang menuju permukaan bumi di kutub utara
b. Garis lengkung yang paralel dengan sumbu khatulistiwa
c. Sudut inklinasi terhadap kutub selatan dan utara bumi
d. Garis lengkung yang keluar dari kutub selatan dan masuk menju kutub utara
e. Vector magnetic yang mengarah meninggalkan permukaan bumi di kutub selatan
14. Sistem yang terlibat langsung dalam fungsi fisiologi terbang pada burung adalah sebagai
berikut, kecuali
a. Sistem otot
b. Sistem syaraf
c. Sistem indera
d. Sistem pencernaan
e. Sistem pernapasan
15. Unsur yang berperan penting dalam pengaturan metabolism seluler terbang burungadalah
...
a. Ion klorida
b. Ion kalium
c. Ion natrium
d. Ion kalsium
e. Ion Hidrogen
16. Gravisensing merupakan kemampuan makhluk hidup mendeteksi variasi gravitasi. Struktur
seluler yang merespon gravisensing adalah
a. Nucleus
b. Mitokondria
c. Sitoplasma
d. Sitoskeleton
e. Kromosom
17. Sapi umumnya aman dari predator karena beberapa hal berikut kecuali…
a. Memiliki indera penciuman yang baik
b. Memiliki indera penglihatan yang tajam
c. Memiliki indera pendengaran yang baik
d. Memiliki tingkat kekhawatiran tinggi terhadap sesuatu hal baru
e. Cenderung mencari lingkungan yang optimum untuk menghindari bahaya
18. Berdasarkan laporan pengamatan dalam kejadian gempa, misal gempabumiLisbon tahun
1755, sapi menunjukkan perilaku sebagai berikut, kecuali…
a. Kepanikan
b. Melenguh berlebihan
192
c. Berlari meninggalkan habitat
d. Memberontak keluar dari kandang
e. Lebih sering rebahan dalam kandang
19. Perilaku tak terkendali pada sapi disebabkan sapi mendeteksi perubahan fisika kimia
sebelum gempabumi. Stimulus yang direspon adalah …
a. Ion positif dan serotonin
b. Serotonin dan melatonin
c. Melatonin dan ion positif
d. Ion negative dan ion positif
e. Melatonin dan ion negative
20. Bagian tubuh sapi berikut terlibat dalam merespon anomali termal, kecuali …
a. Kulit
b. Retina
c. Paru-paru
d. Hipotalamus
e. Kelenjar keringat
21. Sebagai hewan peliharaan rumahan, perilaku Kucing terlihat lebih aman dibanding Anjing.
Namun demikian, kedua hewan menunjukkan kesamaan dalam hal…
a. Bersembunyi
b. Mendeteksi suara
c. Perilaku perawatan diri
d. Perilaku bersembunyi
e. Sensitivitas mewaspadai bahaya
22. Gagasan berikut merupakan penjelasan dasar mekanisme Lemur Conjecture dalam
menjelaskan kemampuan hewan Anjing dan Kucing mendeteksi penanda terjadinya
gempa, kecuali …
a. Terjadi hanya pada hewan yang hidup di alam liar
b. Merupakan mekansime dasar menghindar dari predator
c. Dijelaskan melalui analogi eksperimen Burridge dan Knopoff
d. Bersumber dari observasi Lemur Merah sebelum gempabumiWashington 2011
e. Merupakan implementasi rasional dari konsep adaptasi Darwin (flight atau fight)
23. Berikut adalah proses-proses pendukung Anjing dapat mendengar suara seismic, kecuali…
a. Bunyi antropogenik
b. Terbentuknya gelombang P
c. Tanah melakukan fungsi sebagai diafragma
d. Propagasi suara episenter oleh gelombang udara
e. Frekuensi gelombang memiliki interval yang lebih luas, dari 67 Hz - 44.000 Hz
24. Faktor fisika yang mempengaruhi kejelasan bunyi seismic adalah …
a. Angin, udara, suhu
193
b. Angin, kelembaban, dan suhu
c. Udara, kelembaban, dan suhu
d. Tekanan, angin, dan variasi suhu
e. Tekanan, kelembaban dan angin
25. Pernyataan yang tidak benar tentang gerak lokomotorik adalah …
a. Diukur sebagai suatu prilaku
b. Dipengaruhi oleh faktor internal
c. Menghasilkan perubahan posisi
d. Cenderung dilakukan berulang-ulang
e. Dapat mengindikasikan suatu fenomena
26. Dalam tingkat organ dan sistem organ, aktivitas lokomotor tidak berkaitan dengan…
a. Bobot tubuh
b. Peran tungkai depan
c. Tubuh bagian posterior
d. Siklus stance phase dan swing phase
e. Pengaturan posisi terhadap permukaan tanah
27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum gempabumiKobe dan gempabumiLoma
Prieta, terjadi perubahan aktivitas lokomotorik Mencit/Tikus, yang terukur dari…
a. Perubahan ritme sirkadian dan perubahan arah gerak
b. Perubahan arah gerak dan pelibatan tungkai belakang
c. Pelibatan tungkai belakang dan perubahan ritme sirkadian
d. Peningkatan frekuensi gerak dan perubahan ritme sirkadian
e. Pelibatan tungkai belakang dan peningkatan frekuensi gerak
B. Essay
1. Buatlah skema yang menjelaskan mekanisme munculnya getaran di permukaan bumi.
2. Perhatikan dua pernyataan berikut.
a. Gempabumi merupakan fenomena alam normal.
b. Gempabumi merupakan bencana alam?
Kedua pernyataan tersebut adalah benar. Apakah Anda setuju? Jelaskan alasan Anda.
3. Jelaskan faktor struktur geologis alam Sumatera Barat yang menyebabkan Sumatera Barat
menjadi daerah rawan bencana gempabumi menggunakan sebuah peta sketsa.
4. Jelaskan 2 perbedaan antara kesiapsiagaan bencana gempabumi dan manajemenbencana
gempabumi.
194
5. Kemajuan teknologi saat ini telah dimanfaatkan untuk menghimpun dan menyajikan data
prekursor anomali makro (anomali perilaku hewan) yang disebut implementasi archetypal.
Bagaimana potensi ini dapat berfungsi sebagai bagian dari sistem prediksi?
6. Mekanisme kompresi dapat menginduksi pembentukkan Radon di daerah patahan.
Jelaskan pernyataan tersebut dengan mengaitkan pada fenomena pergerakan lempeng
kerak bumi.
7. Dari hasil studi diketahui adanya faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan karena
mempengaruhi ekspresi anomali Radon di atmosfer, antara lain lama waktu pengamatan,
kondisi geologi kerak bumi, jenis isotope yang digunakan, jumlah data yang tersedia, dan
area diskontinyuitas. Pilihlah salah satu faktor tersebut yang mampu Anda nalarkan
pengaruhnya terhadap informasi prekursori gempabumi.
8. Jelaskan 2 perbedaan antara kelistrikan bumi yang berasal dari atmosfer dan yang berasal
dari bebatuan
9. Berdasarkan karakteristik anomali ionosfer dan kelistrikan atmosfer, terlihat bahwa
fenomena-fenomena tersebut merupakan fenomena mikro yang tidak teramati dengan
kasat mata manusia. Hal apa yang diperlukan agar informasi mikro di alam dapat menjadi
fenomena makro yang observable bagi manusia?
10. Burung yang memiliki aktivitas dominan dalam bentuk terbang, menggunakan faktor
lingkungan untuk mendukung gerakan terbang, navigasi atau migrasi.
a. Kemukakan dua jenis sistem penerima magnet (magnetoresepsi) pada burung.
b. Jelaskan perbedaan magnetoresepsi tersebut meliputi jenis stimulus, jenis reseptor,
letak dan fungsi reseptor.
195
196