PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT
OLEH :
NORA SITA SIREGAR,S.Pd
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkat penyertaannya, maka modul pembelajaran kelas XI
semester 1, Sejarah Indonesia ini dapat penulis selesaikan dengan baik.
Materi ini disusun agar dapat menjadi bahan pembelajaran bagi siswa-
siswi yang duduk di jenjang SMA kelas XI.
Kiranya modul ini dapat bermamfaat bagi masyarakat secara umum
dan bagi siswa-siswi tingkat SMA secara khusus.
Saya menyadari bahwa modul ini masih jauh dari sempurna,
sehingga setiap masukan dari semua pihak sangat penulis harapkan guna
penyempurnaan dalam pembuatan modul materi pembelajaran
selanjutnya.
Tuapejat, 2020
Penulis
Petunjuk Penggunaan Modul
1. Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan belajar
2. Kerjakan setiap tugas diskusi terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap
kegiatan belajar.
3. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada
kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru.
KOMPETENSI DASAR:
Menganalisis perubahan, dan keberlanjutan dalam peristiwa sejarah pada masa penjajahan
asing hingga proklamasi kemerdekaan Indonesia
INDIKATOR:
BAB 1
1. Menjelaskan pentingnya jalan sudra bagi perdangangan antara Asia dan Eropa
2. Menjelaskan pengertian kolonialisme dan imperialisme
3. Menjelaskan proses lahirnya kolonialisme dan imperialisme Bangsa Eropa
4. Menganalisis faktor pendorong bangsa Eropa melakukan pelayaran samudra
BAB II
1. Menjelaskan perdagangan Nusantara sebelum kedatangan Bangsa Eropa
2. Menjelaskan kedatangan bangsa Portugis, Spanyol, Belanda ke Indonesia
3. Menganalisis kolonialisme dan imperialisme bangsa Portugis, Spanyol, dan Belanda di
Indonesia
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Belajar sejarah adalah kewajiban bagi setiap bagi setiap warga negara, karena
sejarah adalah rekonstruksi peristiwa masa lampau untuk memperjelas kekinian dalam
rangka menatap masa depan. Dengan mempelajari sejarah diharapkan kita dapat
memahami arti kehidupan manusia di masa lampau.
Sehubungan dengan mengetahui masa lampau kehidupan suatu bangsa
hendaknya keberadaan manusia yang sekarang ini dapat merubah kekurangan dan
kelebihan yang merupakan dari bangsa pendahulunya, dikarenakan kehidupan manusia
sekarang merupakan mata rantai yang tidak terpisahkan dari kehidupan generasi
sebelumnya.
Sehubungan dengan itu memahami generasi sebelumnya adalah rangkaian
untuk memahami generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Rangkaian
“kelampauan”, “kekinian dan “ keakanan” itu merupakan suatu kesinambungan yang
tak terpisahkan dari sejarah kehidupan manusia untuk menuju kehidupan bangsa yang
lebih baik dari sebelumnya, pengalaman kehidupan manusia sebelumnya dijadikan
sebagai pedoman dalam rangka menuju kehidupan dan perubahan yang lebih baik.
Dengan demikian mempelajari Sejarah kehidupan suatu bangsa yang dimulai
sejak kehidupan jaman Prasejarah sampai kehidupan saat ini yang berada pada
kondisi global dan liku-liku dengan perjuangan bangsa Indonesia adalah suatu
keharusan agar dapat memilih dan menganalisis peristiwa- peristiwa sekarang untuk
menentukan tindakan-tindakan pada masa yang akan datang.
Materi ini berisi masuk dan berkembangnya kolonialisme dan imperialisme
Eropa di Indonesia, perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa
hingga awal abad ke XX.
DAFTAR ISI
BAB I: MASUK DAN BERKEMBANGNYA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME
EROPA DI INDONESIA
A. Proses Kedatangan Bangsa Barat Hingga Terbentuknya Pemerintahan Kolonial
1. Jalan Sudra
2. Latar belakang kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia
3. Bangsa Eropa yang melakukan penjelajahan
a. Tokoh yang melakukan penjelajahan samudra dari Portugis
b. Tokoh yang melakukan penjelajahan samudra dari Spanyol
c. Tokoh yang melakukan penjelajahan samudra dari Inggris
d. Tokoh yang melakukan penjelajahan samudara dari Belanda Kebijakan
B. Kebijakan Pemerintah Kolonial serta Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Ekonomi
Rakyat
1. Kebijakan pemerintahan kolonial pada masa Herman Willem Daendels (1808-1811).
2. Kebijakan pemerintahan kolonial pada masa Jan Willem Janssens (1811).
3. Kebijakan pemerintah pada masa Thomas Stamford Raffles (1811-1816).
4. Kebijakan pemerintah kolonial Belanda II
C. Perbedaan pengaruh kolonial
Lembar Kerja Siswa
BAB II: PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP PENJAJAHAN BANGSA
EROPA HINGGA AWAL ABAD KEXX
A. Berbagai kebijakan pemerintahan kolonial yang memicu perlawanan lokal
B. Strategi perlawanan terhadap penjajahan bangsa Eropa sampai awal abad XX
1. Ciri-ciri perlawanan terhadap penjajahan Eropa sebelum lahirnya Kesadaran Nasional abad
ke XX
2. Perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan Bangsa Eropa
a. Perlawanan terhadap Portugis
1). Perlawanan Aceh
2). Perlawanan Demak
3). Perlawanan rakyat Maluku
4). Perlawanan Rakyat Ternate
5). Perlawanan Rakyat Minahasa
b. Perlawanan terhadap Belanda
1). Perlawanan Sultan Agung (Mataram)
2). Perlawanan Sultan Hasanuddin
3). Perlawanan kaum Padri dan kaum adat
4). Perang Jawa
5). Perlang Banjar
6). Perlawanan Sisingamangaraja
7). Perlawanan rakyat Bali
8). Perlawanan rakyat Aceh
c. Perlawanan terhadap penjajahan Inggris
1). Perlawanan di Yogyakarta
2). Perlawanan di Palembang
Lembar kerja siswa
BAB 1
PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME
BARAT
A. Proses Kedatangan Bangsa Barat Hingga Terbentuknya Pemerintahan Kolonial
1. Jalan Sudra
Jalan sudra adalah sebuah jalur perdagangan melalui Asia yang menghubungkan antara Timur
dan Barat dengan dihubungkan oleh pedagang, pengelana, biarawan, prajurit, nomaden
dengan menggunakan karavan dan kapal laut, dan menghubungkan Chang'an, Republik
Rakyat Tiongkok, dengan Antiokhia, Suriah, dan juga tempat lainnya pada waktu yang
bervariasi. Pengaruh jalur ini terbawa sampai ke Korea dan Jepang.
Jalur Sutra terbagi menjadi jalur utara dan selatan, meluas dari pusat perdagangan Cina Utara
dan Cina Selatan, rute utara melewati Bulgar-Kipchak ke Eropa Timur dan
Semenanjung Crimea, dan dari sana menuju ke Laut Hitam, Laut Marmara,
dan Balkan ke Venezia; rute selatan melewati Turkestan-
Khorasan menuju Mesopotamia dan Anatolia, dan kemudian ke Antiokia di Selatan Anatolia
menuju ke Laut Tengah atau melalui Levant ke Mesir dan Afrika Utara.
2. Latar belakang kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia
a. Adanya Perang Salib (1070-1291); Perang ini mengakibatkan kota Konstantinopel
(Byzantium) jatuh ke tangan Turki Utsmani pada tahun 1453. Sehingga penguasa Turki pada
saat itu yakni Sultan Mahmud II menutup pelabuhan Konstantinopel bagi orang-orang Eropa.
Hal ini membuat orang-orang Eropa kesulitan mendapat rempah-rempah.
b. Keinginan mencari rempah-rempah; Keadaan ini karena adanya hal-hal di atas, sehingga
rempah-rempah sulit dicari dan mahal harganya. Oleh sebab itu orang-orang Eropa berupaya
untuk mencari daerah asal rempah-rempah.
c. Penjelajahan samudra; Faktor pendorong penjelajahan samudra diantaranya keinginan
mencari kekayaan (gold), keinginan menyebarkan agama (gospel), keinginan mencari
kejayaan (glory), adanya semangat reconguesta (semangat pembalasan terhadap kekuasaan
Islam di mana pun yang dijumpainya sebagai tindak lanjut dari Perang Salib), perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi, adanya buku Imago Mundi yang menceritakan perjalanan
Marco Polo (1271-1292), adanya teori Heliosentris dari ajaran Copernicus yang menyatakan
bahwa bumi itu bulat.
3. Penjelajahan Bangsa Eropa
a. Tokoh yang melakukan penjelajahan samudra dari Portugis diantaranya:
1) Bartholomeu Diaz (1450-1500), berhasil mengarungi samudra hingga ke Benua
Afrika (Tanjung Harapan) pada tahun 1486.
2) Vasco da Gama (1469-1524), berhasil mendarat di Calkuta India pada 22 Mei 1498.
3) Alfonso d’ Albuquerque (1453-1515), berhasil mendarat di Malaka dan merebutnya
pada tahun 1511.
b. Tokoh yang melakukan penjelajahan samudra dari Spanyol diantaranya:
1) Christopher Columbus (1451-1506), bersama Amerigo Vespucci menemukan
Benua Amerika.
2) Ferdinand Magelhaens (1519-1521), melakukan ekspedisi hingga ke Kepulauan
Filipina pada tahun 1920.
3) Ferdinand Cortez, berhasil menduduki Mexico tahun 1519 dengan menaklukkan suku
Indian yaitu Kerajaan Aztec dan suku Maya di Yucatan.
4) Pizzaro, berhasil menaklukkan kerajaan Indian di Peru yaitu suku Inca tahun 1530.
c. Tokoh yang melakukan penjelajahan dari Inggris
1. Sir Francis Drake (1577-1580), melakukan pelayaran keliling dunia hingga
memborong rempah-rempah di Ternate.
2. Pilgrim Fathers, melakukan pelayaran pada tahun 1607 hingga mendarat di Amerika Utara.
3. Sir James Lancester berhasil mendarat di Aceh dan Penang pada tahun 1591, pada
tahun 1602 berhasil mendarat di Aceh yang dilanjutkan ke Banten
4. Sir Francis Drake (1577-1580), melakukan pelayaran keliling dunia hingga
memborong rempah-rempah di Ternate.
5. Pilgrim Fathers, melakukan pelayaran pada tahun 1607 hingga mendarat di Amerika Utara.
6. Sir James Lancester berhasil mendarat di Aceh dan Penang pada tahun 1591, pada
tahun 1602 berhasil mendarat di Aceh yang dilanjutkan ke Banten.
7. Sir Henry Middleton, pada tahun 1604 berhasil mendarat di Ternate, Tidore, Ambon
dan Banda.
8. William Dampier, pada tahun 1688 berhasil mendarat di Australia kemudian
melanjutkan pelayaran dengan menelusuri pantai ke arah Utara.
9. James Cook, pada tahun 1770 berhasil mendarat di Pantai Timur Australia sehingga
diklaim sebagai penemu Benua Australia.
d. Tokoh yang melakukan penjelajahan samudara dari Belanda diantaranya:
1. Barentz, pada tahun 1594 mencari daerah Timur (Asia) melalui jalur lain yaitu ke Utara.
2. Cornelis de Houtman, pada tahun 1596 berhasil mendarat di Banten.
3. Jacob van Neck, berhasil mendarat di Banten pada 28 November 1598 dan berhasil
mendapatkan rempah-rempah yang banyak. Sehingga banyak pedagang Belanda yang
datang ke Indonesia. Atas usulan Johan van Oldenbarnevelt dibentuklah kongsi dagang
Belanda pada 20 Maret 1602 yang bernama Vereenigde Oost IndischeCompagnie (VOC).
VOC dipimpin oleh Gubernur Jenderal, sebagai Gubernur Jenderal yang pertama yaitu
Gubernur Jenderal Pieter Both pada tahun 1609. Kemudian diganti oleh Gubernur
Jenderal Jan Pieter Zoon Coen tahun 1617.
Tujuan dari pembentukan kongsi dagang ini adalah menghindarkan persaingan yang
tidak sehat antarpedagang Belanda sendiri, memperkuat posisi Belanda dalam
menghadapi persaingan dengan pedagang-pedagang Eropa lain misalnya East India
Company (EIC), membantu pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi
Spanyol yang menguasainya, melaksanakan monopoli perdagangan rempah-rempah
Dalam menjalankan tugasnya, VOC memiliki hak khusus yaitu hak oktroi (hak untuk
dapat bertindak sebagai negara sendiri). Hak tersebut meliputi memonopoli
perdagangan, memiliki tentara sendiri dan mendirikan benteng-benteng, mencetak dan
mengedarkan mata uang sendiri, mengangkat pegawai dari kalangan Belanda atau
pribumi, membuat peradilan sendiri, memerintah di negeri jajahan.
Setelah berkuasa ± 200 tahun, VOC mengalami kebangkrutan dan dibubarkan pada
tanggal 31 Desember 1799. Hal ini disebabkan kas VOC kosong, pegawai VOC yang
korupsi, banyaknya biaya untuk perang, tidak mampu bersaing dengan kongsi dagang
lain, adanya perdagangan gelap.
4. Abel Tasman, berhasil berlayar mencapai perairan di sebelah Tenggara Australia
dan menemukan Pulau Tasmania pada tahun 1642.
B. Kebijakan Pemerintah Kolonial serta Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Ekonomi
Rakyat
1. Kebijakan pemerintahan kolonial pada masa Herman Willem Daendels (1808-1811).
Gubernur Jenderal Daendels di kirim ke Indonesia pada tanggal 1 Januari 1808 atas
perintah dari Kaisar Louis Napoleon Bonaparte dari Prancis. Tugas utama dari Daendels
yaitu mempertahankan Pulau Jawa agar tidak jatuh ke tangan Inggris. Untuk melaksanakan
tugasnya tersebut Daendels mengambil langkah-langkah yaitu merekrut tentara, pendirian
benteng, pabrik mesiu/senjata di Semarang dan Surabaya serta rumah sakit tentara; membuat
jalan dari Anyer sampai Panarukan dengan panjang sekitar 1.100 km; membangun
pelabuhan di Anyer dan Ujung Kulon untuk kepentingan perang; memberlakukan kerja rodi
atau kerja paksa untuk membangun pangkalan tentara.
Untuk memperoleh dana guna membiayai program-programnya tersebut, Daendels
melakukan tindakan yaitu contingenten (kewajiban menyerahkan sebagian hasil
bumi),verplichte leverantie (kewajiban rakyat menjual hasil bumi kepada Belanda), preanger
stelsel (kewajiban bagi rakyat Priangan menanam kopi), menjual tanah-tanah milik negara
kepada kalangan kaum swasta.
Karena langkah-langkahnya yang kejam tersebut, maka Kaisar Louis Napoleon
Bonaparte pada tahun 1811 menarik Daendels kembali ke negeri Belanda dan digantikan oleh
Gubernur Jenderal Jan Willem Janssens.
2. Kebijakan pemerintahan kolonial pada masa Jan Willem Janssens (1811).
Sebagai seorang Gubernur Jenderal, ternyata Janssens seorang yang lemah dan kurang
cakap. Pada saat Inggris melakukan serangan ke Jawa, Janssens tidak dapat berbuat banyak.
Ia menyerah kepada Inggris dan menandatangani perjanjian yang disebut Kapitulasi Tuntang
pada 17 September 1811. Di mana isi dari perjanjian tersebut yaitu seluruh militer Belanda
yang berada di wilayah Asia Timur harus diserahkan kepada Inggris dan menjadi tawanan
militer Inggris, utang pemerintah Belanda tidak diakui oleh Inggris, Pulau Jawa dan Madura
serta semua pelabuhan Belanda di luar Jawa menjadi daerah kekuasaan Inggris. Atas dasar
perjanjian tersebut Indonesia dikuasai Inggris dengan Thomas Stamford Raffles sebagai
Gubernur Jenderalnya.
3. Kebijakan pemerintah pada masa Thomas Stamford Raffles (1811-1816).
a. Bidang ekonomi, diantaranya:
1) Menghapus kebijakan contingenten dari Daendels dan menggantinya dengan
sistem sewa tanah (landrente).
2) Menjual tanah antara lain di Surabaya, Semarang, Surakarta, Priangan, dan Karawang
kepada kalangan Partikelir.
3) Penghapusan pajak dan penyerahan wajib hasil bumi juga dihapuskan.
4) Penghapusan kerja rodi dan perbudakan.
5) Penghapusan sistem monopoli.
Sistem sewa tanah yang diterapkan oleh Raffles mengalami kegagalan, karena:
besar kecilnya pajak bagi setiap pemilik tanah sulit ditentukan, jumlah pegawai yang
sangat terbatas, masyarakat pedesaan belum mengenal uang.
b. Bidang pemerintahan diantaranya:
1) Membagi Pulau Jawa menjadi 16 karesidenan termasuk Yogyakarta dan Surakarta.
2) Membentuk Badan Pengadilan (landroad) di setiap karesidenan.
3) Menjadikan para Bupati sebagai pegawai pemerintahan dengan memberi gaji setiap bulan.
c. Sumbangan Raffles yang diberikan kepada Indonesia diantaranya:
1) Membentuk susunan baru dalam pengadilan yang didasarkan pengadilan Inggris.
2) Menulis buku yang berjudul History of Java.
3) Menemukan bunga Rafflesia-Arnoldi.
4) Merintis adanya Kebun Raya Bogor.
Karena adanya perubahan politik di Eropa, mengakibatkan pemerintahan di Indonesia
juga berubah. Menyerahnya Kaisar Louis Napoleon Bonaparte kepada Inggris membuat
Belanda lepas dari Prancis. Pada tahun 1814, Belanda dan Inggris melakukan pertemuan di
London yang hasilnya termuat dalam Convention of London yang berisi penyerahan kembali
daerah kekuasaan kepada pihak Belanda yang dulu direbut Inggris termasuk Indonesia.
Penyerahan wilayah Hindia Belanda dari Inggris kepada Belanda berlangsung di Batavia
pada tanggal 19 Agustus 1816. Inggris diwakili oleh John Fendall dan Belanda diwakili oleh
Mr. Ellout, van der Capellen dan Buyskes.
d. Bidang pemerintahan diantaranya:
4) Membagi Pulau Jawa menjadi 16 karesidenan termasuk Yogyakarta dan Surakarta.
5) Membentuk Badan Pengadilan (landroad) di setiap karesidenan.
6) Menjadikan para Bupati sebagai pegawai pemerintahan dengan memberi gaji setiap bulan.
e. Sumbangan Raffles yang diberikan kepada Indonesia diantaranya:
1. Membentuk susunan baru dalam pengadilan yang didasarkan pengadilan Inggris.
2. Menulis buku yang berjudul History of Java.
3. Menemukan bunga Rafflesia-Arnoldi
4. Membentuk susunan baru dalam pengadilan yang didasarkan pengadilan Inggris
5. Membentuk susunan baru dalam pengadilan yang didasarkan pengadilan Inggris.
6. Menulis buku yang berjudul History of Java
7. Menulis buku yang berjudul History of Java.
8. Menemukan bunga Rafflesia-Arnoldi.
9. Merintis adanya Kebun Raya Bogor.
Karena adanya perubahan politik di Eropa, mengakibatkan pemerintahan di Indonesia
juga berubah. Menyerahnya Kaisar Louis Napoleon Bonaparte kepada Inggris membuat
Belanda lepas dari Prancis.
Pada tahun 1814, Belanda dan Inggris melakukan pertemuan di London yang hasilnya
termuat dalam Convention of London yang berisi penyerahan kembali daerah kekuasaan
kepada pihak Belanda yang dulu direbut Inggris termasuk Indonesia.
Penyerahan wilayah Hindia Belanda dari Inggris kepada Belanda berlangsung di Batavia
pada tanggal 19 Agustus 1816. Inggris diwakili oleh John Fendall dan Belanda diwakili oleh
Mr. Ellout, van der Capellen dan Buyskes.
4. Kebijakan pemerintah kolonial Belanda II
a. Tanam paksa (cultuur stelsel)
1). Pengertian tanam paksa
Sistem tanam paksa adalah kebijakan yang mewajibkan petani menyerahkan
tanahnya untuk ditanami tanaman yang laku di pasar internasional seperti kopi, teh,
lada, kina, dan tembakau.
2). Latar belakang diberlakukannya tanam paksa
Latar belakang diberlakukannya tanam paksa yaitu untuk memperoleh pendapatan
sebanyak mungkin dalam waktu yang singkat agar utang Belanda cepat diatasi.
Sistem tanam paksa dilaksanakan pada masa pemerintahan Johannes van den Bosch.
3). Ketentuan-ketentuan Tanam Paksa termuat di dalam Staatblat (Lembaran Negara) No.
22 Tahun 1834, yang isinya sebagai berikut:
a) Rakyat wajib menyiapkan 1/5 dari lahan garapan untuk ditanami tanaman wajib.
b) Lahan tanaman wajib bebas pajak, karena hasil yang disetor sebagai pajak.
c) Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak akan dikembalikan.
d) Tenaga dan waktu yang diperlukan untuk menggarap tanaman wajib, tidak
boleh melebihi waktu yang diperlukan untuk menanam padi.
e) Rakyat yang tidak memiliki tanah wajib bekerja selama 66 hari dalam setahun di
perkebunan atau pabrik milik pemerintah.
f) Jika terjadi kerusakan atau gagal panen, menjadi tanggung jawab pemerintah.
g) Pelaksanaan tanam paksa diserahkan sepenuhnya kepada para penguasa
pribumi (kepala desa).
Dalam pelaksanaan tanam paksa banyak mengalami pelanggaran dari ketentuan
semula, banyak petani dan pribumi yang sangat dirugikan. Pelanggaran yang lain yaitu
adanya cultuur procenten (hadiah yang diberikan kepada pegawai tanam paksa bila dapat
menyetorkan hasil melebihi ketentuan yang ditetapkan).
Dampak yang diakibatkan dari tanam paksa yaitu menimbulkan reaksi dari
Belanda sendiri, di mana terjadi pertentangan antara golongan liberal dan
humanis terhadap pelaksanaan sistem tanam paksa. Tokoh yang menentang
sistem tanam paksa diantaranya:
1) Baron van Hoevell (1812-1879) berupaya menghapus tanam paksa melalui
parlemen.
2) Edward Douwes Dekker (1820-1887) menulis buku Max Havelaar (1860) yang
menceritakan tentang keadaan pemerintahan kolonial yang bersifat menindas dan
korup di Jawa. Dalam bukunya tersebut ia menggunakan nama samaran yaitu
Multatuli.
3) Fransen van de Putte menerbitkan artikel Suiker Contracten (perjanjian gula).
Menghadapi berbagai reaksi yang ada, pemerintah Belanda mulai menghapus
sistem tanam paksa secara bertahap. Tanam paksa lada dihapus pada tahun
1860, tanam paksa nila dan teh dihapus pada tahun 1865. Dan sistem tanam
paksa secara resmi dihapuskan pada tahun 1870 berdasarkan UU Landreform
(UU Agraria).
b. Pelaksanaan politik pintu terbuka
Untuk mengganti sistem tanam paksa yang diterapkan Belanda di Indonesia,
pemerintah Belanda menerapkan kebijakan politik liberal (politik pintu terbuka).
Untuk melaksanakan politik tersebut pemerintah Belanda mengeluarkan UU Agraria
tahun 1870, yang pokok- pokoknya berisi tentang: Pribumi diberi hak memiliki
tanah dan menyewakannya kepada pengusaha swasta; Pengusaha dapat menyewa
tanah dari gubernemen dalam jangka waktu 75 tahun.
Selain UU Agraria 1870, pemerintah Belanda juga mengeluarkan UU Gula
(Suiker Wet) tahun 1870. Isi dari UU ini yaitu: Perusahaan-perusahaan gula milik
pemerintah akan dihapus secara bertahap; Pada tahun 1891 semua perusahaan gula
milik pemerintah harus sudah diambil alih oleh swasta.
c. Politik etis
Politik ini dikemukakan oleh van Deventer dan disebut politik balas budi karena
Belanda memiliki banyak utang budi kepada rakyat Indonesia yang dianggap telah
membantu kemakmuran Belanda. Dalam politik ini berisi tentang tiga hal yang
sering disebut Trilogi van Deventer. Isi dari trilogi van Deventer yaitu: Irigasi
(pengairan); Edukasi (pendidikan); Migrasi (perpindahan penduduk)
C. Perbedaan Pengaruh Kolonial
Kolonialisme sangat memengaruhi kehidupan di Indonesia. Pengaruh kolonial
Barat mencakup aspek ekonomi, politik, sosial dan budaya. Akan tetapi pengaruh di
satu daerah dengan daerah lain dapat berbeda, hal ini tergantung dari adanya:
1.Persaingan bangsa Eropa dalam menguasai wilayah Indonesia sehingga diperlukan
kekuatan untuk tetap mengusainya.
2. Daerah jajahan yang strategis dalam jalur pelayaran dan perdagangan internasional.
3. Perbedaan persebaran sumber daya alam dan sumber daya manusia.
4. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial.
Daerah Indonesia yang dijadikan sebagai pusat kolonial yaitu Pulau Jawa, selain
itu di pulau ini juga dijadikan sebagai tempat perkebunan, pertanian, pertambangan,
maupun pemerintahan. Sehingga Pulau Jawa lebih cepat berkembang bila dibanding
dengan pulau- pulau lain di Indonesia.
LEMBAR KERJA SISWA
NAMA :
KELAS/SEMESTER :
BIDANG STUDI :
Jawablah pertanyaann dibawah ini dengan jelas dan benar.
1 Mengapa jalan sutra menjadi salah satu
jalur perdagangan yang sangat penting
pada abad ke-13M?
2 Jelaskan rute perdagangan jalan sutra?
3 Jelaskan pengertian kolonialisme dan
impelialisme!
4 Sebutkan factor-faktor pendorong bangsa
Eropa melakukan penjelajahan samudra?
5 Jelaskan pengertian merkantilisme?
6 Mengapa perkembangan paham
merkantilisme menjadi salah satu factor
pendorong berkembanhnya penjelajahan
samudra?
7 Jelaskan pengertian 3 G dan hubungannya
dengan penjelajahan samudra yang
dilakukan bangsa Eropa terutama
Portugis?
8 Buatlah jalur panah penjelajahan samudra
yang dilakukan bangsa Portugis, spanyol
dan Belanda hingga sampai ke Indonesia!
9 Jelaskan latar belakang terbentuknya
VOC !
10 Tuliskan tujuan dibentuknya VOC!
11 Jelaskan apa yang dimaksud dengan de
heeren XVII !
12 Jelaskan apa yang dimaksud dengan hak
oktroi !
13 Sebutkan hak-hak VOC di Indonesia yang
diberikan pemerintahan Belanda dalam
hak oktroi!
14 Sebutkan kebijakan-kebijakan VOC di
Indonesia!
15 Sebutkan kebijakan-kebijakan gubernur
jendral VOC di Indonesia!
a. Pieter Both
b. Jan Pieterzoon coen
16 Jelaskan factor-faktor penyebab
berakhirnya kekuasaan VOC di
Indonesia?
17 Mengapa pengaruh prancis dan Ingris
masuk ke Indonesia?
18 Sebutkan kebijakan-kebijakan yang
diambil Herman William Daendels dan
Thomas Satmaford raffles di Indonesia!
19 Jelaskan dampak konvensi London tahun
1814 terhadap Belanda
20 Jelaskan kebijakan yang diambil gubernur
jendral Belanda, Van Den Bosch di
Indonesia untuk menghindari
kebangkrutan Belanda?
Tuliskan kesimpulan materi pembelajaran yang sudah kita pelajari!
Penilaian:
Setiap item jawaban yang benar diberikan nilai 5, bila Anda belum mencapai 80% untuk nilai
yang diperoleh silahkan baca ulang dengan teliti dengan baik, kemudian kerjakan kembali
soal diatas.
Keterangan
Tingkat penguasaan = x 100%
Berarti tinggkat penguasaan Anda: 90% - 100% = baik sekali 80% - 89% = baik
BAB II
PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP PENJAJAHAN
BANGSA EROPA HINGGA AWAL ABAD KE XX
A. Berbagai kebijakan pemerintah kolonial yang memicu perlawanan local
1. Penderitaan rakyat akibat system tanam paksa, kebijakan pintu terbuka, politik etis
2. Ekspansi wilayah demi melancarkan kebijakan pintu terbu
3. Campur tangan terhadap masalah internal kerajaan
4. Monopoli perdagangan rempah-rempah
B. Strategi perlawanan terhadap penjajahan bangsa Eropa Sebelum Abad ke-20
1. Ciri-ciri perlawan terhadap penjajahan Eropa sebelum lahirnya kesadaran
nasional
Perlawanan bersifat local
Tidak menggunakan organisasi modern.
Dipimpin tokoh masyarakat yang disegani dan berkharisma.
Melakukan perjuangan fisik / bersenjata.
Mudah dipecah belah oleh Belanda.
Perjuangan belum terorganisir.
Tergantung pada pemimpin.
2. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Penjajahan Bangsa Barat
a. Perlawanan terhadap Portugis
latar belakang perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis antara lain: Adanya
monopoli perdagangan oleh Portugis di Selat Malaka, Pelarangan Portugis
terhadap orang-orang Aceh berlayar ke Laut Merah, Penangkapan kapal kapal
Aceh oleh Portugis.
1). Perlawanan Aceh
Perlawanan Aceh terhadap Portugis di Malaka pertama kali dilakukan masa
pemerintahan Sultan Alaudin Riayat Syah. Dengan bantuan dari Turki dan
Demak, Aceh mengadakan penyerangan terhadap Portugis di Malaka pada
tahun 1568. Namun penyerangan tersebut mengalami kegagalan. Meskipun
demikian, Sultan Alaudin telah menunjukkan ketangguhan sebagai kekuatan
militer yang disegani.
Perlawanan pemerintahan Sultan Iskandar Muda
Armada kekuatan Aceh telah disiapkan untuk menyerang kedudukan
Portugis di Malaka. Pada tahun 1629 Aceh mencoba menaklukkan Portugis.
Penyerangan yang dilakukan Aceh ini belum berhasil mendapat
kemenangan. Faktor penyebab kegagalan serangan Aceh terhadap Portugis
di Malaka adalah: Tidak dipersiapkan dengan baik, Perlengkapan senjata
yang digunakan masih sederhanaTerjadi konflik internal dikalangan pejabat
Kerajaan Aceh
2).Perlawanan Kerajaan Demak
Kedatangan bangsa Portugis ke Pelabuhan Malaka yang dipimpin oleh
Diego Lopez de Sequeira menimbulkan kecurigaan rakyat Malaka.
Dominasi Portugis di Malaka telah mendesak dan merugikan kegiatan
perdagangan orang-orang Islam. Sultan Demak R. Patah mengirim pasukan
dipimpin Pati Unus untuk menyerang Portugis di Malaka .Dengan kekuatan
100 kapal laut dan lebih dari prajurit Adipati Unus menyerang Portugis.
Serangan tersebut mengalami kegagalan. Tahun 1527, tentara Demak
kembali melancarkan serangan terhadap Portugis yang mulai menanamkan
pengaruhnya di Sunda Kelapa, untuk membendung hubungan Portugis dam
Pajajaran. Di bawah pimpinan Fatahillah tentara Demak berhasil mengusir
Portugis dari Sunda Kelapa.
3). Perlawanan Rakyat Maluku
Perlawanan ini terjadi karena sebab-sebab berikut ini:
Portugis melakukan monopoli perdagangan.
Portugis ikut campur tangan dalam pemerintahan.
Portugis ingin menyebarkan agama Katholik, yang berarti bertentangan
dengan agama yang telah dianut oleh rakyat Ternate
Portugis membenci pemeluk agama Islam karena tidak sepaham dengan
mereka.
Portugis sewenang-wenang terhadap rakyat.Keserakahan dan
kesombongan bangsa Portugis.
4). Perlawanan Rakyat Ternate
Perlawanan Rakyat Ternate dipimpin oleh Sultan Hairun. Pada tahun 1565
Portugis semakin terdesak dan siasat perundingan pun mulai dijalankan
oleh Portugis. Perundingan antara kerajaan Ternate dan Portugis diadakan
pada tahun 1570. Dalam perudingan tersebut Portugis melakukan kelicikan,
yaitu membunuh Sultan Hairun. Perlawanan rakyat Ternate dilanjutkan di
bawah pimpinan Sultan Baabullah (putera Sultan Hairun). Pasukan Sultan
Baabullah memusatkan penyerangan untuk mengepung benteng Portugis di
Ternate. Pada tahun 1574 benteng Portugis dapat direbut, Portugis
menyingkir ke Hitu dan akhirnya menguasai dan menetap di Timor-Timur
sampai Tahun 1975.
5). Perlawanan Minahasa
Perang disebabkan oleh ketidaksenangan anak suku Tombatu terhadap
monopoli yang dilakukan Spanyol. Perang dilakukan anak suku Tombatu
(toundanow/Tansawang) di daerah Kali dan Batu Lesung atau sekitar danau
Bulilin di bawah pimpinan Panglima Monde. Pecah perang pertama tahun
1643 di Tompaso yang mengakibatkan 40 tentara Spanyol tewas sedang
pihak Minahasa panglima Monde beserta 9 tentara gugur. Namun demikian
pasukan Spanyol dapat dikejar dan berkat bantuan residen VOC, Herman
Jansz Steynkuler berhasil diadakan kesepakatan damai pada 21 September
1694. Pada kesepakatan tersebut dinyatakan bahwa pasukan Minahasa
menguasai Tompaso Baru, Rumoong bawah, dan Kawangkoan Bawah.
b. Perlawanan terhadap Belanda
1). Perlawanan Sultan Agung (Mataram).
Untuk mewujudkan cita-citanya menguasai seluruh Pulau Jawa, Sultan
Agung mengirim pasukan kerajaan Mataram untuk menyerang Belanda di
Batavia pada tahun 1628 tetapi gagal. Tahun 1629 kedua kalinya Kerajaan
Mataram menyerang VOC di Batavia tetapi juga mengalami kegagalan,
perlawanan-perlawanan rakyat Mataram terhadap VOC terus berlanjut,
antara lain perlawanan di bawah pimpinan Tronojoyo, perlawanan untung
Senopati, perlawanan Mangkubumi dan Raden Mas Said.
2). Perlawanan Sultan Hasanudin
Penyebab perlawanan Sultan Hairun adalah Pendudukan benteng
Pa’nakkyung oleh VOC. Peristiwa De Walvis pada tahun 1662, waktu
meriam-meriamnya dan barang-barang muatannya disita oleh pasukan
Karaeng Tallo. Peristiwa kapal Leeuwin (1664) yang kandas di Pulau Don
Duango dimana anak kapal dibunuh dan sejumlah uang disita.
Hasanudin pada Oktober 1660 mengumpulkan semua bangsawan yang
diminta bersumpah setia kepadanya. Pasukan VOC dikirim oleh Speelman
untuk menyampaikan surat kepada Karaeng Goa berisi tuntutan penggantian
yang disertai ancaman. Tuntutan itu di tolak oleh Sultan Hasanudin dan
hanya bersedia mengganti kerugian yang diderita oleh VOC. Speelman
melakukkan pengeboman untuk mengintimidasi.
3). Perang Padri Kaum Padri dan Kaum Adat
Perang padri adalah perang yang terjadi di Sumatera barat antara kaum
Padri (ulama) dan golongan bangsawan.
Fase Pertama: Kaum Padri menyerang pos-pos dan pencegatan terhadap
patroli Belanda.Tuanku Pasaman menggerakkan pasukan untuk
mengadakan serangan menggunakan senjata tradisional seperti tombak
dan parang. Belanda dgn kekuatan 200 orang serdadu Eropa dan pasukan
pribumi termasuk juga kaum adat. Menggunakan senjata yang lebih
modern seperti meriam dan senjata api lainnya. Belanda berhasil
menguasai lembah Tanah Datar, kemudian mendirikan benteng di
Batusangkar. Tuanku Pasaman memusatkan perjuangannya di Lintau
dan Tuanku Nan Renceh memimpin pasukannya di sekitar Baso.
September 1822 kaum Padri berhasil mengusir Belanda dari sungai Puar,
Guguk Sigandang dan Tajong Alam. Pada tgl 26 Januari 1824
tercapailah perundingan damai antara Belanda dgn Kaum Padri. Akan
tetapi dgn perjanjian tersebut justru dimanfaatkan oleh Belanda untuk
menduduki daerah2 lain.
FASE KEDUA: Pada tgl 15 November 1825 ditandatangani Perjanjian
Padang. Isi perjanjian Padang antara lain: Belanda mengakui kekuasaan
pemimpin Padri di Batusangkar, Saruaso, Padang Guguk Sigandang,
Agam, Bukitinggi, dan menjamin pelaksanaan sistem agama di
daerahnya. Kedua belah pihak tidak akan saling menyerang. Kedua
pihak akan melindungi para pedagang dan orang-orang yg sedang
melakukan perjalanan. Secara bertahap Belanda akan melarang praktik
sabung ayam.
FASE KETIGA: Kaum Padri mendapat dukungan dari kaum adat. Kaum
Padri dari bukit kamang berhasil memutuskan sarana komunikasi antara
benteng Belanda di Tanjung Alam dan Bukittinggi. Pada Agustus 1831
Belanda dapat menguasai benteng Marapalam. Tahun1832 datang
pasukan bantuan dari Jawa, yaitu pasukan Sentot Ali Basah Prawirodirjo
dgn 300 prajurit. Belanda mendapat perlawanan sengit, 100 org pasukan
Belanda termasuk perwira terbunuh namun berhasil menangkap Tuanku
Nan Cerdik. Pada th 1834 Belanda memusatkan kekuatannya untuk
menyerang pasukan Imam Bonjol di Bonjol. Belanda menawarkan
perdamaian, Imam Bonjol mau tetapi ada syarat tertentu, yaitu jika
tercapai perdamaian, Bonjol dibebaskan dari segala bentuk kerja paksa
dan tidak lagi diduduki Belanda. Oktober 1837 Belanda mengepung dan
menyerang benteng Bonjol. 25 Oktober 1837 Tuanku Imam Bonjol
ditangkap dan kemudian dibuang ke Cianjur, kemudian ke Ambon pada
19 Januari 1839 dan pada th 1841 dipindahkan ke Manado sampai
meninggalnya pada tgl 6 Nov 1864.
4). Perang Jawa
SIAPA PANGERAN DIPONEGORO ?
Pangeran Diponegoro adalah Putra Tertua Hamengkubuwana III.
Dibesarkan oleh neneknya (Ratu Ageng, wafat 1803) di desa Tegalrejo.
Mempelajari kitab agama Islam, karya sastra, sejarah jawa. Akrab dgn
lingkungan pesantren, kaum bangsawan, dekat dengan penduduk desa
mendapatkan pengalaman religi
calon raja Jawa
Kondisi Sosial-Politik Jawa sebelum 1825
factor eksternal: Daendels menghapus sistem sewa tanah di pesisir secara
sepihak, rakyat menjadi tenaga kerja paksa, Perbedaan status social,
Penarikan pajak
internal kerajaan: Pergeseran adat dan budaya Keraton, Persengkokolan
dan Korupsi, pemasangan patok jalan yang melewati makam leluhur
Diponegoro
“INSIDEN ANJIR”
Belanda membangun jalan di Tegal rejo. Belanda memasang patok
kayu batas pembangunan jalan, Melewati makam leluhur Pangeran
Diponegoro. Oleh pasukan diponegoro Patok diganti dengan Tombak
Pertahanan di Selarong
20 Juli 1825, pengikut Pangeran Diponegoro berkumpul di Tegalreja.
Belanda menyerang dan Tegalreja di hanguskan. Pangeran
Diponegoro, pasukan & keluarga Menyingkir ke Bukit Selarong.
Keluarga, anak-anak & orang2 tua diamankan di Dekso. Diponegoro,
Didukung 15 Pangeran dan 41 Bupati
1823 GubJend van der Capellen ( ) menghapus sewa tanah.
Dampaknya bangsawan harus mengembalikan uang muka kepada para
pengusaha. Kehilangan sumber pendapatan dan keharusan membayar
uang muka menjadi alasan para bangsawan ikut dalam perang
Untuk menghentikan perlawanan , Jendral De Kock,
mengmengusulkan BENTENG STELSEL. Sistem Perbentengan
Magelang yang dijalankan Tahun 1827
Pada setiap kawasan yang sudah dikuasai Belanda, dibangun Benteng
pertahan, kemudian di tiap kubu pertahanan tsb dibangun infrastruktur
penghubung seperti jalan atau jembatan. Benteng yang dibangun antara
lain di Semarang, Ambarawa, Muntilan, Kulon Progo, Magelang .
Total 165 benteng di Jateng, Jogja, Jatim. Keunggulan yag diperoleh
Belanda adalah mempersempit ruang gerak musuh, mempercepat
penyelesaian perang. Kelemahan: Menghabiskan biaya, membutuhkan
tenaga kerja paksa yang banyak untuk membangun benteng dan
infrastruktur antar benteng.
5). PERANG BANJAR (Abad 19)
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah
Keunggulan Banjar: strategis dalam perdagangan
Komoditi: emas, intan, lada, rotan dan damar
Awal Kontak dengan Belanda tahun 1817
Perjanjian antara Sultan Banjar (Sultan Sulaiman) dengan Belanda
berisi: Sultan Sulaiman harus menyerahkan wilayah Dayak, Sintang,
Bakumpai, Tanah Laut, Mundawai, Kotawaringin, Lawai, Jalai,
Pigatan, Pasir Kutai dan Beran.
4 Mei 1826 diadakan Perjanjian Sultan Adam Alwasikh dengan
Belanda berisi: Wilayah Kesultanan Banjar tinggal daerah Hulu
Sungai, Martapura dan Banjarmasin. Dengan kata lain wilayah
kekuasaan semakin menyempit.
Konflik Internal Dalam Kerajaan
Tahun 1852 putera Mahkota Abdul Rahman meninggal, Sultan
Adam memiliki 3 kandidat pengganti :Pangeran Hidayatullah.
1857 Sultan Adam meninggal. Residen E.F. Graaf von Bentheim
Teklenburg, mengangkat Pangeran Hidayatullah sebagai
Mangkubumi.
Konflik dari daerah Pedalaman
Dipelopori oleh Aling, Pusat Pergerakan di Tepi Sungai Muning Atau
disebut dengan Tambai Mekah. Dikenal dgn Panembahan Muning
Bersemedi dan mendapat Firasat bahwa Kesultanan Banjarmasin
diserahkan kembali kepada Pangeran Antasari. Pangeran Antasari
datang dari Serambi Mekah dan Mendapat dukungan dari Sultan Pair &
Tumenggung Surapati.
Pangeran Antasari
Memilih melawan bersama rakyat
Pangeran Hidayatullah dibujuk untuk bergabung dgn Belanda dgn
imbalan diangakat menjadi Sultan, namun Memilih melawan bersama
rakyat dipimpin Pangeran Antasari. Pangeran Antasari pada bulan
Agustus 1859 menyerang Benteng Tabanio dibantu Haji Buyasin, Kiai
Langlang& Kiai Demang Lehman
28 Februari 1862 Antasari berhasil ditangkap dan disingkan ke Cianjur
Jawa Barat
6). Perlawanan Sisingamangaraja
Latar Belakang: Setelah Perang Padri, Belanda mulai memasuki tanah Batak
dan menguasai Mandailing, Angkola, Padang Lawas, Sipirok, Tapanuli.
Belanda berusaha menjadikan tanah Batak sebagai Pax Nedeerlaandica dan
melakukan penyebaran agama Kristen. Sisingamangaraja mengambil
tindakan tegas Mengusir para zending, Pembakaran Pos Zending di
Silindung 8 Januari 1878. Hal Tersebut dijadikan alasanoleh Belanda untuk
menduduki Silindung
7). Perlawanan di BALI Tahun 1844
Raja Karangasem & Raja Buleleng , Merampas 2 kapal Belanda yang
terdampar di Pantai Sangsit & Jembrana. Belanda menuntut ganti rugi .
Raja Gusti Ngurah Made Karangasem menolak dihapuskannya hak tawan
karang. Raja Gusti Ngurah Made Karangasem & Patih Ktut Jelantik.
Mempersiapkan prajurit & pos pertahanan
Perlawanan di BALI 27 Juni 1846
Raja, Prajurit, dan rakyat buleng berperang mati-matian
Benteng pertahanan Buleleng jebol dan ibu kota Singaraja dikuasai
Raja dan pasukan Buleleng menyingkir ke desa Jagarag karenaTerdesak
Dibuat Perjanjian pada 6 Juli 1846
7. Perang Aceh
Penyebab peperangan:
Perlawanan dipimpin oleh para Bangsawan (Tengku) dan para tokoh
ulama (Teuku) seperti Teuku Umar, Teuku Cik Ditiro, Penglima Polem,
Cut Nyak Dien, Cut Mutia dan lain-lain. Dalam rangka pax netherlandika,
karena Belanda melanggar Perjanjian Traktat London tahun 1824 yang
berisi bahwa Inggris dan Belanda tidak boleh mengganggu ke merdekaan
Aceh.
Untuk menguasai Aceh, Belanda menggunakan cara seperti Konsentrasi
Stelsel dengan mendatangkan ahli Agama Islam yaitu Snouch Hurgronye,
dan politik devide et impera.
Setelah Aceh dapat dikuasai oleh Belanda, Raja-Raja yang berhasil
dikuasai oleh Belanda diikat dengan Plakat Pendek yang isinya : 1.
Mengakui kedaulatan Belanda atas daerahnya. 2. Tidak akan mengadakan
hubungan dengan negara lain. 3. Taat dan patuh pada Pemerintah Belanda
C. Perlawanan terhadap Penjajahan Inggris
1. Perlawanan di Yogyakarta
Saat Inggris berkuasa yang mengisi kekuasaan di pusat adalah Raffles, dan
Karesidenan Yogyakarta dipimpin Sultan Hamengkubuwana II atau Sultan
Sepuh. Sultan HB II terkenal keras dan sangat menentang pemerintah
kolonial sehingga membuat kolonial Inggris terganggu. Sunan Pakubuwana
IV (Sultan PB IV) menawarkan kerja sama menentang pemerintahan kolonial
Inggris. Sultan HB II menyetujui hal itu dan mengirimkan Tumenggung
Sumodiningrat. Pada tanggal Juni 1812, Inggris menyerbu Keraton
Yogyakarta. Perang ini diakhiri dengan menyerahnya Sultan HB II dan
dimulainya penjarahan besar-besaran harta, pusaka, dan pustaka Keraton
Yogyakarta. Raffles memerintahkan penangkapan Sultan HB II untuk
diasingkan ke Penang
2.Perlawanan di Palembang
Raffles mengirim utusan untuk mengambil alih kantor sekaligus benteng
Belanda di Palembang dan meminta hak kuasa sultan atas tambang timah di
Pulau Bangka namun ditolak Sultan Mahmud Badaruddin II. Raffles
mengirim ekspedisi perang tahun 1812 yang dipimpin Mayor Jenderal Robert
Gillespie. Kesultanan Palembang jatuh ke tangan Inggris dalam waktu 1
minggu14 Mei 1812, Najamuddin diangkat oleh Robert Gillespie atas nama
Inggris untuk menggantikan kakaknya sebagai Sultan Palembang. Sultan
Mahmud Badaruddin II kemudian kembali ke Palembang untuk menjadi
sultan lagi. Tanggal 4 Agustus 1813, armada Inggris dipimpin Mayor W.
Colebrooke tiba di Palembang untuk menurunkan Sultan Mahmud
Badaruddin II dari tahtanya kembali untuk digantikan oleh Sultan
Najamuddin
LEMBAR KERJA SISWA
NAMA :
KELAS/SEMESTER :
BIDANG STUDI :
Jawablah pertanyaann dibawah ini dengan jelas dan benar.
1 Apa latar belakang munculnya
perlawanan lokal terhadap
pemerintahan colonial di
Indonesia?
2 Jelaskan ciri-ciri perlawanan
bangsa Indonesia melawan
penjajahan Eropa sebelum tahun
1908?
3 Berikan contoh campur tangan
Portugis dalam urusan internal
kasultanan ternate!
4 Tuliskan penyebab perlawanan
rakyat Maluku terhadap colonial
Belanda!
5 Jelaskan alasan Sultan Trenggono
(Demak) melakukan penyerangan
terhadap Sunda Kelapa tahun
1527
6 Jelaskan penyebab terjadinya
Perang Banjar?
7 Mengapa Sultan Agung ingin
mengusir VOC dari Batavia dan
mengapa hal tersebut tidak
berhasil?
8 Jelaskan factor penyebab
terjadinya Perang Jawa ( perang
Diponegoro) tahun 1925-1930?
9 Apa yang dimaksud dengan
Benteng Stelsel?
10 Jelaskan mengapa terjadi
perlawanan rakyat Aceh terhadap
Portugis pada pertengahan abad
ke-16 !
11 Apa yang dimaksud dengan
perang padri?
12 Tuliskan isi pengumuman
Belanda yang disebut plakat
panjang tahun 1833 dan apa
tujuan dikeluarkannya
pengumuman tersebut!
13 Jelaskan strategi yang digunakan
Belanda untuk menaklukkan
perlawanan rakyat Aceh?
14 Jelaskan alasan utama terjadinya
perlawanan Sisingamangaraja XII
tahun 1870-1907?
15 Apa yang dimaksud dengan hak
tawan karang?
16 Mengapa pendudukan Palembang
sangat penting artinya bagi
Belanda?
17 Jelaskan pengaruh kolonialisme
Portugis di Indonesia?
18 Jelaskan pengaruh Kolonialisme
Belanda di Indonesia?
19 Menurut anda, mengapa Belanda
berhasil menguasai kerajaan-
kerajaan yang ada di Indonesia?
20 Di lingkungagn kamu mungkin
terjdapat sisa-sisa atau situs yang
terkait dengan perang melawan
penjajahan (kalau tidak ada,cari
peristiwa perang yang dekat
dengan daerah kamu). Coba
buatlah cerita singkat tentang
peristiwa perang tersebut.
Tuliskan kesimpulan materi pembelajaran yang sudah kita pelajari!
Penilaian:
Setiap item jawaban yang benar diberikan nilai 5, bila Anda belum mencapai 80% untuk nilai
yang diperoleh silahkan baca ulang dengan teliti dengan baik, kemudian kerjakan kembali
soal diatas.
Keterangan
Tingkat penguasaan = x 100%
Berarti tinggkat penguasaan Anda: 90% - 100% = baik sekali 80% - 89% = baik