Laelatul Qodriyah
1509520044
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, ayang telah memberikan Rahmat
dan Karunia-Nya kepada kita semua sehingga tugas paper ini dapat terselesaikan
tepat pada waktunya. Sholawat beserta salam selalu tercurahkan kepada Nabi kita
Muhammad SAW, beserta keluarga-Nya, sahabat-sahabat-Nya dan kita selaku
umatnya hingga akhir zaman.
Tugas E-Book ini dibuat untuk memenuhi syarat Ujian Akhir Semester 144 kita Mata
Kuliah Teori Warna. Dalam pembuatan E-Book ini kami mengucapkan terimakasih
kepada:
1. Dr. Cholilawati, M.Pd dan Sri Listiani, S. Pd.,M.Ds selaku Dosen Pengampu
Mata Kuliah Teori Warna yang telah mengajarkan dengan baik dan sabar.
2. Kedua orang tua yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat
dalam pembuatan paper ini.
3. Teman-teman Program Studi Perdagangan Mode 2020 sie 2 yang telah
membantu pembuatan E-Book ini.
Tugas E-Book ini kita susun berdasarkan pengetahuan dari berbagai sumber
dengan harapan yang membaca dapat menilai dan memahami tentang materi yang
dibahas pada E-Book ini. Harapan kami E-Book ini dapat diterima sebagai syarat
Ujian Akhir Semester dan dapat menambah pengetahuan para pembaca.
Untuk itu kita menyadari bahwa penyusunan tugas E-Book ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi perbaikan E-Book ini dimasa yang akan datang.
Pekalongan, 10 Juli 2021
Laelatul Qodriyah
PENDAHULUAN
Warna adalah estetika yang penting, karena melalui warna itulah kita dapat
membedakan secara jelas keindahan suatu objek. Warna dapat didefinisikan secara
subjektif/psikologis yang merupakan pemahaman langsung oleh pengalaman indera
penglihatan kita dan secara objektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan.
Secara objektif/fisik warna diproyeksikan dari panjang gelombang (wave length), dan
panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar 380-
780 nanometer. Cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk
pancaran energy sempit dari gelombang elektromagnetik.
Pemahaman tentang teori warna ini sudah berlangsung lama, yang dikaji dari sudut
pandang ilmu pengetahuan, psikis, dan estetika. Beberapa teori warna yang
mengkaji dari sudut pandang ilmu pengetahuan adalah dari Isaac Newton seorang
fisikawan yang telah mengkaji teori optic yang kemudian menghasilkan
penemuannya mengenai refraksi cahaya menggunakan prisma kaca segitiga yang
menghasilkan warna. Kemudian ada teori komplementer yang dicetuskan oleh
Brewster yang menghasilkan teori pemahaman pembagian warna menjadi beberapa
kelompok/clustering, Teori ini pertama kali diungkapkan pada 1831.
Untuk pemahaman teori warna secara psikis, pada konsep ini warna lebih berperan
dalam suatu arti atau makna. Warna tidak hanya untuk keindahan estetika, warna
bisa mewakili mood atau suasana. Misalnya merah menggambarkan keadaan psikis
yang berhubungan dengan semangat dan memiliki pengaruh pada produktivitas,
kompetisi dan keberanian. Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu
menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J.Linschoten dan
Drs. Mansyur tentang warna sebagai berikut: warna-warna itu bukanlah suatu gejala
yang hanya dapat diamati saja, warna itu memengaruhi kelakuan, memegang
peranan penting dalam penelitian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita
akan bermacam-macam benda. Dari pemahaman diatas dapat diambil kesimpulan
bahwa warna, selain dapat dilihat dengan mata ternyata mampu memengaruhi
perilaku seseorang, memengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka
tidaknya seseorang pada suatu benda atau objek yang dilihatnya.
Pemahaman secara estetika ini yang akan dibahas lebih dalam lagi, menurut Louis
Prang (1876) atau yang sering dikenal Prang Color Wheel, warna dapat dibagi
menjadi tiga bagian yaitu: Hue, istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari
suatu warna, seperti kuning, merah, hijau, dan sebagainya. Value, adalah dimensi
kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Terakhir adalah Intensity, sering kali
disebut chroma, dimana dimensi yang berhubungan dengan cerah atau
suramnyasuatu warna. Teori Prang saat ini yang paling banyak digunakan dalam
industry kreatif baik untuk cetak maupun digital, dikarenakan penyederhanaan
pengelompokkan warna yang mudah dipahami dan diterapkan didalam industri
tersebut. Dan teori prang merupakan teori paling popular yang digunakan
dikarenakan sistem warna Prang adalah sistem yang bisa diterapkan pertama kali
untuk mereproduksikan warna cetakan.
Jenis-Jenis Warna Berdasarkan Letaknya dalam Colour
Wheel
Warna Primer
Warna primer adalah warna utama yang terdiri dari biru, merah, dan kuning yang
disebut juga sebagai Hue. Ketiga warna dasar ini adalah warna yang bisa
dikombinasikan dan menghasilkan warna-warna turunan lainnya. Warna-warna
inilah yang bisa ditangkap oleh mata manusia karena mata manusia seperti spesies
lain yang memiliki tiga macam reseptor warna yang disebut makhluk trichromat.
Karena pada dasarnya warna primer bukan milik cahaya, tetapi lebih merupakan
konsep biologis, yang didasarkan pada respons fisiologis mata manusia terhadap
cahaya. Secara fundamental, cahaya adalah spektrum berkesinambungan dari
panjang gelombang (wave length), yang berarti terdapat jumlah warna yang tak
terhingga. Mata manusia hanya mampu menangkap panjang gelombang sampai
batas tertentu karena jenis alat penerima/reseptor manusia yang disebut sel kerucut
hanya mampu menangkap panjang gelombang hingga 780 nanometer. Sehingga
tiga warna dasar inilah yang mampu ditangkap manusia dan disebut sebagai warna
utama.
Gambar 1 tiga warna utama (merah, kuning,
biru) (Sumber: www.tigercolor.com)
Warna Sekunder
Warna-warna yang dihasilkan dari percampuran warna-warna primer (biru, merah,
dan kuning) dalam satu ruang warna. Hasil pencampuran warna primer bisa dilihat
dari tabel dan gambar berikut.
Tabel 1 Warna Sekunder dari Warna Primer
Warna Primer Warna Sekunder
Biru + Kuning = Hijau
Kuning + Merah = Oranye
Merah + Biru = Ungu
Gambar 2 warna sekunder
(Sumber:www.tigercolor.c
om)
Warna Tersier
Warna yang dihasilkan dari campuran satu warna primer dengan satu warna
sekunder dalam sebuah ruang warna.
Gambar 3 warna tersier
(Sumber:www.tigercolor.c
om)
Warna Hangat dan Warna Dingin
Color wheel bisa dibagi menjadi dua: warna hangat dan warna dingin. Warna
hangat merupakan warna yang energik, terang, dan menarik perhatian. Sedangkan
untuk warna dingin merupakan warna yang memberikan impresi tenang dan
mempunyai efek menenangkan.
Gambar 4 warna hangat dan
dingin (Sumber:
www.tigercolor.com)
Warna Natural
Warna yang dikategorikan natural dalam color wheel adalah: hitam, abu-abu, dan
putih. Warna-warna natural dapat diperoleh dari warna sekunder dan tersier yang
memiliki tone rendah/gelap.
Tints, Tone, Shades
Pada dasarnya tints, tone, shades adalah sama, yaitu menambahkan warna natural
ke dalam suatu warna sehingga memberikan efek menerangkan atau
menggelapkan intensitas suatu warna.
Tints : penambahan warna putih
Shades : penambahan warna hitam
Tone : penambahan warna abu-abu
Gambar 5 tints, shades, tones
(Sumber www.tigercolor.com)
Setelah kita mengerti detail dari pemahaman dan pengertian teori warna dalam
color wheel dengan baik, pada tahap selanjutnya kita akan menggabungkan dua
warna atau lebih sehingga menghasilkan komposisi warna yang memenuhi
kualifikasi standar estetika dalam berbusana. Keharmonisan warna sangat penting
dalam membantu meningkatkan keindahan nilai estetik suatu tampilan/desain.
Melalui komposisi warna yang menarik, hasil akhir yang ingin ditampilkan akan
terlihat lebih indah.
Jenis-Jenis Warna Berdasarkan Keharmonisannya
Warna Komplementer
Merupakan warna yang berseberangan di dalam color wheel memiliki sudut 180
derajat, dua warna dengan posisi kontras, komplementer menghasilkan
perpaduan warna yang sangat menonjol. Contohnya: Merah-Hijau, Biru-Oranye,
Ungu-Kuning.
Gambar 6 warna komplementer Gambar 7 warna komplementer
(Sumber www.tigercolor.com) (Sumber www.tigercolor.com)
Warna Analogous
Warna analogous adalah warna yang berdekatan satu sama lain dalam lingkaran
warna. Skema warna analogous ini sering ditemui dalam alam dan menyenangkan
untuk dilihat. Kombinasi ini memberikan warna terang dan ceria sehingga warna
terlihat harmonis.
Gambar 8 warna analogus Gambar 9 warna analogus
(Sumber www.tigercolor.com) (Sumber www.tigercolor.com)
Warna Triadic
Jika sebuah segitiga sama sisi ditarik di atas roda warna, sudut yang menyentuh 3
warna itulah yang disebut warna triadic. Skema warna triadic memiliki kombinasi tiga
hue yang relatif berjarak sama dalam color wheel. Penggunaan kombinasi triadic
menghasilkan warna yang bernada kontras.
Gambar 10 warna triadic Gambar 11 warna triadic
(Sumber www.tigercolor.com) (Sumber www.tigercolor.com)
Warna Split Komplementer
Hampir sama dengan skema warna komplementer, hanya saja ada sedikit
penambahan warna. Menggunakan formula huruf “Y” terbalik untuk mendapatkan
harmonisasi warna.
Gambar 12 warna split komplementer Gambar 13 warna split komplementer
(Sumber www.tigercolor.com) (Sumber www.tigercolor.com)
Warna Tetradic (Rectangle)
Perpaduan dua warna komplementer yang digunakan secara bersamaan, kombinasi
ini menghasilkan warna yang sangat kontras antara warna dingin dan warna hangat.
Gambar 14 warna tetradic Gambar 15 warna tetradic
(Sumber www.tigercolor.com) (Sumber www.tigercolor.com)
PSIKOLOGI WARNA
Psikologi warna merupakan cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari tentang
warna sebagai faktor yang mempengaruhi perilaku manusia. Ilmu ini mempelajari
tentang pengaruh warna terhadap emosi dan juga perilaku manusia.
Semua warna memiliki efek tersendiri terhadap psikologi seseorang, karena setiap
warna memancarkan panjang gelombang energi tertentu dan berbeda satu sama
lain.
Seorang psikologi bernama Carl Gustav menggunakan warna sebagai alat
psikoterapi. Jung, seorang psikologi lainnya juga percaya bahwa setiap warna
memiliki potensi dan kekuatan untuk mempengaruhi psikologi seseorang.
Hal ini disebabkan karena setiap warna memiliki efek emosi, perubahan suasana
hati bahkan dapat mempengaruhi produktivitas seseorang.
Dalam branding dan marketing bisnis, psikologi warna difokuskan pada bagaimana
warna tersebut mempengaruhi kesan konsumen terhadap suatu produk.
PSIKOLOGI WARNA MENURUT PARA AHLI
Definisi psikologi warna, maka akan dijelaskan pengertiannya menurut para ahli.
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Menurut Avicenna
Pada tahun 980-1037, dokter dari Arab yang bernama Avicenna menyatakan
bahwa warna dapat digunakan untuk mendiagnosa atau melihat tanda-tanda
sebuah penyakit di dalam tubuh manusia.
Selain itu, warna juga dapat digunakan sebagai alat terapi seperti warna
merah untuk memperlancar pencernaan, warna kuning untuk meredakan
nyeri dan peradangan, serta warna biru dan putih digunakan untuk
memperlambat sirkulasi darah.
2. Menurut Max Luscher
Seorang psikologi dari Basel University pada abad ke-10 menjelaskan bahwa
pengertian psikologi warna adalah bisa menunjukkan kondisi pikiran dan
ketidakseimbangan kelenjar dalam tubuh sesorang.
Argument tersebut sebagai landasan bahwa warna dapat dijadikan untuk
diagnosa baik secara fisik maupun psikis.
3. Menurut Johan Wolfgang von Goethe
Menurut Goethe dalam bukunya yang berjudul teori Theory of Colours,
menyatakan bahwa setiap warna memiliki kesan dan pengaruh tertentu, baik
itu kesan positif maupun negatif, terhadap emosi seseorang.
Warna kuning menurutnya memberikan kesan positif atau memberikan
pengaruh emosi berupa efek suka cita. Sedangkan warna biru lebih
memberikan kesan negatif, yakni efek emosi berupa sedih.
4. Menurut Johannes Itten
Dalam buku The Elements of Color, Johannes Itten menyatakan bahwa setiap
warna memiliki kesan dan efek yang berbeda pada seseorang.
Seperti warna merah yang memberikan kesan kekuatan, warna biru berarti
keyakinan, kuning member kesan ceria, orange berarti kesombongan, hijau
adalah kasih sayang dan ungu adalah kesucian.
TEORI PSIKOLOGI WARNA
Salah satu teori psikologi warna yang terkenal di dunia adalah teori Brewster. Teori
warna Brewster memiliki definisi dalam mengolompokkan warna menjadi empat
golongan atau kelompok.
Keempat golongan tersebut yaitu warna primer, sekunder , tersiter juga warna netral.
Adapun yang termasuk warna primer yaitu merah, biru dan kuning.
Warna-warna dalam ilmu psikologi warna yang memiliki kekuatan dan ciri khas serta
kemudian mempengaruhi psikologi manusia dan bisa dimanfaatkan dalam bisnis .
JENIS DAN ARTI WARNA DALAM ILMU PSIKOLOGI
Setiap warna memiliki arti emosional sejak dulu, keterkaitan warna dalam bidang
psikologi sudah diteliti.
Lois B. wexner pada tahun 1954 meneliti temtang hubungan atau keterkaitan antara
warna dengan suasana hati (mood).
Bahkan penelitian juga dilakukan oleh psikologi asal amerika pada tahun 1996, yaitu
frank H.mahnke yang memimpin sebuah penelitian eksperimental tentang
keterkaitan warna dengan emosi. Berikut ini arti warna pada psikologi warna:
1. Merah
Dalam psikologi warna, warna merah memiliki arti simbol keberanian,
kekuatan melambangkan kegembiraan serta memberikan gairah dan
memberikan energi untuk melakukan suatu tindakan.
Warna merah juga dapat mengartikan sebuah kehidupan, yakni merah darah
dan kehangatan. Dalam dunia kekuasaan, warna melambangkan sebuah
kehebatan. Warna merah memiliki arti negatif, yakni identik dengan
kekerasan.
2. Orange
Warna orange merupakan perpaduan antara warna merah dan kuning. Warna
orange memberikan kehangatan dan semangat, symbol petualang,
optimisme, kemampuan bersosialisasi dan kepercayaan diri.
Selain itu, warna orange juga memiliki arti ketenangan berkaitan dengan
suatu hubungan.
3. Kuning
Warna kuning secara psikologi memiliki arti paling bahagia yakni kehangatan,
optimisme, semangat, ceria dan rasa bahagia. Warna kuning biasanya
digunakan oleh orang yang memperoleh perhatian, tampil di depan umum.
Warna kuning merangsang aktifitas otak dan mental serta memiliki aura yang
sangat membantu dalam penalaran secara logis dan analitis.
Seseorang yang cenderung menyukai warna kuning memiliki kepribadian
yang bijak, cerdas, kreatif dan pandai menciptakan ide yang orisinil.
4. Biru
Warna biru mampu mangatasi insomnia, kecemasan, migrain dan tekanan
darah tinggi. Sedangkan dalam bisnis, warna biru mampu memberikan kesan
professional, kepercayaan dan simbol kekuatan.
Warna biru juga dipercaya mampu merangsang kemampuan untuk
berkomunikasi dan ekspresi artistik. Warna biru juga menggambarkan
seseorang yang melankolis.
Warna biru tua melambangkan nuasa keterangan, sedangkan biru cerah
digunakan untuk melambangkan perasaan sedih, kesendirian dan refleksi dari
kesunnyian.
5. Hijau
Warna hijau identik dengan warna alam. Dalam dunia psikologi, warna hijau
digunakan untuk membantu seseorang agar memiliki kemampuan
menyeimbanggankan emosi dan keterbukaan dalam berkomunikasi. Warna
hijau memberikan efek relasasi dan ketenangan.
Warna hijau dapat menunjukan aura seseorang dengan kepribadian
plegmatis yakni kedamaian dalam diri. Orang dengan tipe kepribadian ini
akan menjadikan penegah ketika terjadi perbedaan dan mampu menghindari
konflik kepentingan.
6. Hitam
Warna hitam memiliki arti keanggunan, kemakmuran, kecanggihan dan penuh
misteri. Seorang yang memiliki ketertarikan terhadap warna hitam cenderung
berani, dominasi, kekuatan dan cenderung membenci kepalsuan.
7. Putih
Warna putih berarti suci dan bersih. Warna putih memiliki arti kebebasan dan
keterbukaan. Dalam dunia kesehatan warna putih kesan sterilatau tidak
tercampur dengan apapun.
Warna putih juga dapat digunakan untuk terapi menguranggi rasa nyeri, sakit
kepala dan mata lelah.
8. Cokelat
Warna cokelat mengandung unsure tanah atau bumi. Warna cokelat
memberikan kesan hangat, nyaman dan aman.
Secara psikologi, warna cokelat memiliki arti kuat dapat diandalkan serta
melambangkan sebuah pondasi dan kekuatan hidup.
Penggunaan warna cokelat akan memberikan kesan canggih, mahal dan
modern
Karena memiliki kedekatan dengan warna emas.
9. Pink
Warna pink atau merah muda merupakan perpaduan dari warna merah dan
putih. Namun secara keseluruhan warna pink memiliki arti yang berbeda
dengan warna dasarnya.
Warna pink mempresentasikan prinsip feminisme dan memiliki aura
kelemahlembutan, peduli dan romantis.
10. Unggu
Warna unggu melambangkan kemewahan, keanggunan dan
kebijaksan.Warna unggu mampu memberikan penggambaran dengan sifat
kesenanggan dan kemewahan dalam hidup.
MANFAAT PSIKOLOGI WARNA UNTUK BRANDING DAN MARKETING BISNIS
Seperti yank sedikit di ulas di atas bahwasannya ada banyak manfaat psikologi
warna untuk bisnis. Maka dari itu, keberadaannya memberikan pengaruh yang besar
dalam suatu bisnis, terutama dalam hal branding dan marketing bisnis. Dengan
teknik pemilihan warna untuk identitas atau cirri khas bisnis dan perusahaan yang
tepat, maka berikut beberapa manfaat yang bisa dirasakan:
1. Warna Meningkatkan Pengenalan Merek
Beberapa penelitian yang pernah dilakukan menyebutan bahwa warna
bisa memberikan pengenalan merek hingga 80%. Persentase ini cukup
besar sehingga banyak produsen yang berkonsultasi dengan psikolog
warna atau ahli merek untuk menemukan warna yang menarik untuk
digunakan dalam pembuatan merek. Warna yang dipilih nantinya akan
membedakan produk anda dengan produk milik orang lain. Bahkan
produsen yang telah menemukan warna menarik akan mencari
perlindungan atas nama merek ataupun identitas warna melalui merek
dagang. Hal ini merupakan tindakan yang wajar untuk melindungi warna
produk yang digunakan agar tidak dicopy orang lain.
2. Identifikasi Demografi Produk
Warna dapat digunakan untuk mengidentifikasi kesesuaian produk dengan
audiens, meliputi usia dan jenis kelamin. Contoh, apabila menjual produk
untuk perempuan tentu akan menggunakan warna feminisme seperti
merah muda dan cokelat muda. Begitupun ketika ingin menjual produk
untuk segmen usia tua, maka warna yang digunakan harus sesuai dengan
segmen tersebut.
3. Sebagai Bentuk Visual Produk
Psikolog warna dalam pemasaran merupakan faktor terpenting dalam
tampilan visual pengemasan suatu produk, logo maupun situs website.
Dimana warna akan membuat orang lain mudah mengingat brand, bahkan
untuk brand dengan jenis usaha yang sama. Warna dalam dunia bisnis
menjadi sebuah alat identifikasi produk oleh konsumen. Contoh,
seseorang akan mudah mengingat warna merah untuk sebuah brand
kuliner, sedangkan warna hijau lebih diingat untuk brand di bidang
keseimbangan lingkungan.
4. Sebagai Bentuk Pembeda dengan Pesaing
Ketika menentukan warna yang akan digunakan, perlu juga untuk
menganalisis pesaing utama dan produk lain yang cenderung serupa.
Dengan adanya psikologi warna akan membuat sebuah perbedaan
dengan pesaing yang ada. Untuk brand baru pastikan menggunakan
warna diferensiasi atau berbeda dengan produk yang sudah ada.
5. Membuat Visibilitas untuk Berbagai Produk
Memilih warna yang digunakan akan mampu membedakan atau
memisahkan dengan produk lain. Sebuah brand yang inovatif pasti
membutuhkan perbedaan warna. Seperti contoh produk makanan akan
menggunakan warna kuning untuk chip original dan warna lain untuk
membedakan rasa dari makanan tersebut.
6. Bisa Menyorot Budaya, Citra Merek, Produk atau Layanan
Mafaat psikologi warna untuk branding dan marketing bisnis yaitu biasa
menyorot budaya, citra merek, produk dan juga layanan. Dalam hal ini
orang-orang mempercayai dan memahami informasi nonverbal jauh lebih
besar dibandingkan isyarat verbal. Menggunakan warna yang tepat bisa
berguna untuk mengkomunikasikan konsep-konsep abstrak. Contohnya
seperti kepercayaan, kegembiraan dan juga kejelasan.
Komposisi Warna
Menata elemen-elemen dalam suatu gambar. Elemen yang dimaksudkan
adalah garis, warna shape, dll. Atau artinya adalah susunan warna-warna
yang di atur sesempurna mungkin dengan tujuan seni yang lebih baik.
Pencampuran warna atau bahan warna untuk dijadikan sebagai warna yang
bagus atau indah, seperti pelangi.
Skema Warna
Penggabungan dua atau lebih warna yang berbeda-beda ke dalam sebuah
komposisi. Misalnya busana warna putih dipadukan dengan motif warna
hitam dan widget warna merah.
Fungsi dari skema warna adalah untuk melihat efek yang akan dihasilkan
saat sebuah warna yang berbeda dicampur dengan warna yang lainnya.
Macam-Macam Komposisi Warna
1. Monokromatis
Komposisi yang berasal dari satu warna dengan intensitas yang berbeda.
Menciptakan suasana sesuai dengan persepsi warna dasar yang
digunakan. Misalnya: merah, merah muda, dan merah tua/merah gelap.
Gambar 1.1 warna monokromatis
(Sumber: https://3.bp.blogspot.com/-
WQbddrp0UQg/V3poR0_YsoI/AAAAAAAADG8/Fo0pLhw9HOQO_Jny4L0dT8NYbOMRej3aw
CLcB/s1600/warna-merah-kromatis-blogernas.png )
Gambar 1.2 contoh penerapan warna monokromatis
(sumber: https://pin.it/KzgFER2 )
2. Akromatis
Warna tanpa pigmen. Hanya permainan gelap dan tenang dan tenang.
Hanya permainan gradasi hitam dengan putih.
Gambar 2.1 warna akromatis
(sumber: https://1.bp.blogspot.com/-Ztav7kFW-
zk/V3pq0H2Bt3I/AAAAAAAADHI/_fIg2yZ4NJcRDHDzE_44xl0Q4kXVSLdEACLcB/s1600/warn
a-akromatis-blogernas.png )
Gambar 2.2 contoh penerapan warna akromatis
(sumber: https://pin.it/3nDgZvu )
3. Polikromatis
Warna yang dicampur dengan putih atau hitam adalah warna sekunder
(ungu, orange, hijau). Karena warna sekunder adalah warna yang sudah
bercampur antar 2 warna primer. Contoh prinsip pencampuran warna
sekunder dengan putih atau hitam sehingga menjadi warna polikromatis.
Gambar 3.1 warna polikromatis
(sumber: https://ngeeneetcom.blogspot.com/2017/02/mengenal-warna-split-triad-dan-
tetrad.html?m=1 )
Gambar 3.2 warna polikromatis
(sumber: https://ngeeneetcom.blogspot.com/2017/02/mengenal-warna-split-triad-dan-
tetrad.html?m=1 )
Gambar 3.3 contoh penerapan warna polikromatis
(sumber: https://pin.it/7E0WJQT )
4. Analogus
Kombinasi warna-warna bersebelahan atau berdekatan dalam lingkaran
warna. Kombinasi ini menciptakan keselarasan karena perpindahan antar
satu warna dengan warna lain berlangsung dengan halus, tidak terlalu
kontras. Misalnya: kuning, kuning jingga, dan jingga.
Gambar 4.1 warna analogus
(sumber: https://quizizz.com/_media/quizzes/db858f08-c2f6-47e0-96b2-1cc6e5ddd973_90_90 )
Gambar 4.2 contoh penerapan warna analogus
(sumber: https://pin.it/1ImSUi4 )
5. Komplementer
Kombinasi warna-warna yang tepat berseberangan dalam lingkaran warna.
Perpaduan memiliki kekuatan warna yang berimbang dan saling melengkapi.
Bersifat kontras dan menghidupkan suasana. Contohnya: merah dengan
hijau, kuning dengan ungu, atau biru dengan orange.
Gambar 5.1 warna komplementer
(sumber: https://slideplayer-
info.cdn.ampproject.org/v/s/slideplayer.info/amp/3260178/?amp_js_v=a6&_gsa=1&usqp=mq331
AQHKAFQArABIA%3D%3D#aoh=16197972074153&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.co
m&_tf=Dari%20%251%24s&share=https%3A%2F%2Fslideplayer.info%2Fslide%2F32601
78%2F )
Gambar 5.2 contoh penerapan warna komplementer
(sumber: https://pin.it/lzyYyqW )
6. Split Komplementer
Warna split komplementer terbagi serupa dengan itu hanya saja ia
menggunakan 3 warna. Warna kontras yang dikombinasikan dengan cara
mengambil satu warna yang diinginkan, kemudian menentukan 2 warna
komplementer yang berdekatan. Jadi bukan garis lurus lagi menyerupai
komplementer asli. Posisinya sudah kurang dari 180°. Kalau dasarnya
kuning berarti pasangannya ungu kemerahan dan ungu kebiruan. Begitu
pula dikala mengambil warna lainnya. Cukup memutar bentuk segitiga
tersebut, maka akan menghasilkan warna split komplementer.
Gambar 6.1 warna split komplementer
(sumber: https://2.bp.blogspot.com/-
buoJFhzLXxg/WM_Ww1o1sQI/AAAAAAAAGvc/sScuQEP7eZ0OIgpPQwa6B6_HWS0QCI1CAC
K4B/s1600/contoh-warna-split-komplementer.jpg )
Gambar 6.2 contoh penerapan warna split komplementer
(sumber: https://pin.it/DMFKMAk )
7. Triadic Komplementer
Tiga warna yang memiliki jarak yang sama antar masing-masing dalam
lingkaran warna. Yang termasuk skema warna triad diantaranya yaitu
oranye, hijau, dan ungu. Tiga warna primer merah, biru, serta kuning juga
termasuk kedalam kelompok warna triad. Warna-warna tersebut memiliki
intensitas yang sama kuatnya.
Gambar 7.1 warna triadik komplementer
(sumber: https://2.bp.blogspot.com/-
7QtTHCLnOv4/WM_YSETofcI/AAAAAAAAGvo/vNZ1pgcf9TEWcB8pFIquqv8A_9bqGFckACK4
B/s1600/contoh-warna-triad-komplementer.jpg )
Gambar 7.2 contoh penerapan warna triadik komplementer
(sumber: https://pin.it/oc8vtR7 )
8. Tetra Komplementer
Komposisi empat warna. Memiliki jarak satu sama lain dalam lingkaran
warna. Contohnya: merah, oranye-kuning, hijau, dan biru-ungu.
Gambar 8.1 tetra komplementer
(sumber: https://3.bp.blogspot.com/--4zVpSqs3Bw/WM_arNlZCbI/AAAAAAAAGv0/FwDeHRA-
jRw29I4B0wuzsPbbiVQbU7flwCK4B/s1600/contoh-warna-tetrad-komplementer.jpg )
Gambar 8.2 contoh penerapan warna tetra komplementer
(sumber: https://pin.it/4EWHdRt )
9. Warna Netral
Warna yang berasal dari campuran ketiga warna pokok. Merah, kuning, dan
biru, dicampur secara sekaligus dengan takaran perbandingan yang sama
1:1:1. Secara teori, pencampuran ketiga warna ini akan menghasilkan warna
hitam.
Jika sumber ketiga warna primer itu dalam bentuk cahaya, maka hasil
pencampurannya secara teori akan menghasilkan warna putih. Cahaya
putih, bila diuraikan melalui kaca prisma, akan mengahsilkan warna pelangi.
Dan pelangi bila disatukan, akan kembali ke warna asalnya yaitu cahaya
berwarna putih. Contoh kongkritnya adalah cahaya matahari.
Singkatnya, warna jenis ini disebut warna netral karena didalamnya, sudah
terkandung semua unsur warna yang ada. Itu sebabnya, warna putih dan
hitam, akan tetap serasi bila dikombinasikan dengan warna apapun.
Gambar 9.1 warna netral
(sumber: https://kuliahdesain.com/apa-itu-warna-netral/ )
Gambar 9.2 contoh penerapan warna netral
(sumber: https://pin.it/2F9iuQG )
10. Warna Perulangan
Pengulangan warna artinya menggunakan warna yang sama lebih dari
sekali yang diatur pada tempat yang berbeda, pada sebuah komposisi.
Pengulangan adalah prinsip yang paling sederhana.
Gambar 10.1 warna perulangan
(sumber: https://slideplayer.info/amp/3780312/ )
Gambar 10.2 contoh penerapan warna perulangan
(sumber: https://pin.it/5jpuQ9x )
11. Warna Selaras
Kombinasi yang memiliki keharmonisan, memiliki kesamaan unsure
penyusun warnanya.
Gambar 11.1 warna selaras
(sumber:
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fslideplayer.info%2Fslide%2F3780312%2F
&psig=AOvVaw0svPQCAus3csA3_KCu-
JTn&ust=1620185952821000&source=images&cd=vfe&ved=0CAIQjRxqFwoTCNCtptaNr_ACFQA
AAAAdAAAAABAE )
Gambar 11.2 contoh penerapan warna selaras
(sumber: https://pin.it/3QqqHxO )
PENDAHULUAN
Suatu merk saat ini tidak dapat dipisahkan dengan elemen yang melekat padanya,
karena saat ini warna menjadi suatu pembeda antara merk yang satu dengan yang
lain.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Loyola University tahun 2007 di USA
menunjukkan bahwa dengan adanya warna pada suatu merk dapat lebih
meningkatkan perhatian orang sebesar 82%.
Tiap elemen warna memiliki sifat, baik itu sifat positif maupun negatif. Berikut adalah
sifat dan emosi yang terkandung dalam tiap warna berdasarkan pada pendekatan
dari beberapa peneliti (Wei-Lun Chang dan Hsieh-Liang Lin, 2010):
Table 1. Identitas Positif dan Negatif Tiap Warna Berdasarkan Peneliti Terdahulu
Gambar 1. Identity color
(sumber: https://binus.ac.id/bandung/2018/08/color-brand-identity/ )
Berdasarkan table tersebut, maka Wei-Lun Chang dan Hsieh-Liang Lin (2010)
mencoba untuk melakukan penelitian untuk menentukan sifat dari tiap warna
tersebut dan hasil dari penelitiannya adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Warna dan Identitasnya
Gambar 2. Warna dan Identitasnya
(sumber: https://binus.ac.id/bandung/2018/08/color-brand-identity/ )
Dari table 2 tersebut maka tentunya para pelaku usaha dapat mempertimbangkan
terlebih dahulu tentang kombinasi warna yang akan dipilih untuk merk usaha
mereka, karena selain berpengaruh terhadap first impression dari produk yang
ditawarkan, warna juga akan berpengaruh pada keputusan pembelian dari
konsumen sebesar 67% (Wei-Lun Chang and Hsieh Liang Lin, 2010).
Bagaimana Warna Memberi Manfaat bagi Merek Anda
Warna bukan hanya elemen estetika; ini adalah alat pencitraan merek yang
sebenarnya. Saat digunakan dengan baik, warna meningkatkan pengalaman merek
anda di setiap titik kontak, mulai dari desain produk, situd, web, hingga konten anda.
Jika anda mencoba membuat kesan yang baik dari lompatan (dan, tentu saja,
memang demikian), ada banyak cara warna dapat meningkatkan pengaruh anda
dan menguntungkan merek anda.
1. Diferensiasi
Ada alasan mengapa TV berwarna mengambil alih dunia. Warna secara
alami menarik perhatian dan membuat segalanya lebih menarik. Faktanya,
menurut sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Costumer
Research, warna yang sangat jenuh menimbulkan gairah, sehingga menarik
perhatian (dan, dalam kasus penelitian, memengaruhi ukuran produk yang
dirasakan).
Karena warna pada dasarnya menarik, ini adalah cara mudah untuk menarik
perhatian dan yang lebih penting – membedakan diri anda dari pesaing anda,
apakah anda mencoba untuk menonjol di rak toko atau dalam umpan sosial.
(Banyak merek telah melakukan ini dengan sangat baik sehingga anda
bahkan tidak menyadarinya. Coba bayangkan Apple tanpa warna putih
minimalis khasnya atau Google dengan ikon monokromatik).
2. Respon Emosional
Warna sangat kuat karena kemampuannya untuk menimbulkan respons
emosional dan memengaruhi suasana hati orang. Jika anda ingin
menumbuhkan emosi tertentu atau memperkuat ini merek anda, warna
adalah cara yang efektif untuk melakukannya.
Misalnya, Honda dikabarkan meningkatkan penjualan 35% di satu diler
dengan menutup penjualan di ruangan dengan palet biru yang menenangkan.
Demikian pula, sebuah studi Virginia Tech menemukan bahwa penggunaan
warna cerah pada latar belakang laman web memengaruhi konsumen untuk
menawar lebih tinggi selama lelang online.
Ingat: kesuksesan merek jangka panjang bergantung pada hubungan yang
anda bangun, dan ikatan emosional adalah inti dari setiap hubungan. Apakah
anda ingin orang melihat merek anda sebagai penasihat terpercaya, penjaga
keamanan, atau teman baik yang menyenangkan, warna dapat banyak
membantu membangkitkan emosi tersebut.
3. Pemahaman & Ketertiban
Otak anda dipersiapkan untuk memproses konten visual lebih cepat daripada
teks. Karenanya, visual sangat efektif saat anda ingin berkomunikasi secara
nonverbal. Saat anda menggunakan elemen seperti warna dalam desain
anda, anda dapat membuatnya lebih mudah untuk dipahami. Baik anda
menyorot informasi penting dalam infogratis atau menggunakan warna dalam
visualisasi data, anda dapat mempermudah untuk terlibat dengan dan
mensitesis konten, membantu orang memahami (dan mengingat) informasi
dengan lebih mudah.
Faktanya, penelitian telah menemukan bahwa menambahkan warna dapat
meningkatkan pemahaman konten hingga 73%.
Gambar 3. Pemahaman Konten
(sumber: https://cdn.business2community.com/wp-content/uploads/2019/12/Brand-identity-color.jpg )
Selain itu, karena warna membuat konten lebih menarik perhatian (dan,
karenanya, lebih merangsang), penelitian telah menemukan bahwa pembaca
akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat gambar berwarna
daripada gambar hitam-putih.
Gambar 4. Hitam-Putih
(sumber: https://cdn.business2community.com/wp-content/uploads/2019/12/BlackandWhite-01.png )
Saat anda mencoba untuk mengkomunikasikan informasi tentang merek anda –
pada setiap tahap perjalanan pembeli – menggunakan warna secara efektif dapat
meningkatkan konten anda secara drastis, meningkatkan dampaknya dan, mudah-
mudahan, menarik orang untuk mengambil tindakan yang anda inginkan.
Meskipun demikian, tidak ada keraguan bahwa warna sangat bermanfaat bagi
merek anda, tidak ada satu warna pun yang secara ajaib akan meningkatkan
tampilan halaman atau pembagian media sosial anda. Untuk meningkatkan peluang
sukses anda, bagaimanapun, anda harus berpikir secara strategis dan sengaja
tentang bagaimana anda menggunakan warna.
Yang Perlu Diketahui Sebelum Anda Memilih Warna Identitas Merek Anda
1. Pertimbangkan Kepribadian Anda
Warna sangat subjektif, tetapi warna itu benar-benar membangkitkan emosi. Apa
yang ingin anda katakan tentang diri anda? Warna cerah dan berani diharapkan jika
anda ceria dan menyenangkan. Nada yang diredam akan memberikan kesan
keseriusan dan kecanggihan.
Sekali lagi, meskipun warna bisa subjektif, makna tertentu secara tradisional
dianggap berasal dari warna yang berbeda.
2. Pikirkan Tentang Siapa yang Anda Coba Jangkau
Anda tahu siapa anda dan apa yang ingin anda capai. Tetapi bagaimana anda dapat
mengkonikasikannya kepada orang-orang yang anda targetkan? Warna apa yang
cenderung mereka sukai? (Misalnya, perusahaan mainan anak-anak mungkin tidak
akan berhasil dengan merek serba hitam dari lini fesyen pria mewah). Juga, pikirkan
siapa yang anda lawan. Bagaimana anda bisa menggunakan warna agar menonjol?
3. Pikirkan Manfaat Emosional Anda
Produk atau layanan yang anda jual? Perasaan apa yang anda berikan? Senang
dan ringan? Serius dan professional? Pertimbangkan bagaimana anda bisa
menumbuhkan perasaan itu melalui warna.
4. Pertimbangkan Bagaimana Warna Anda Akan Digunakan
Beberapa warna tidak ditampilkan dengan baik di layar, jadi perhatikan bagaimana
anda akan menggunakannya. Anda ingin member desainer alat yang tepat untuk
bekerja.
Setelah anda memikirkan faktor-faktor penting ini, inilah saatnya untuk mulai
bermain-main dengan warna.
Bagaimana Memilih Warna untuk Identitas Merek Anda
1. Mulailah dengan Inspirasi Warna
Baik itu alat warna, gambar, atau papan pinterest, jelajahi citra warna yang berbicara
kepada anda. Untungnya, ada banyak sekali situs dan alat inspirasi warna untuk
membantu menginspirasi anda.
2. Mulai Bermain Sekitar dan
Lakukanlah eksperimen dengan pasangan monokromatik, analog,
komplementer. Ciptakan kontras. Tambahkan nada terang dan gelap.
3. Identifiksi Warna Dominan dan aksen Anda
Warna yang anda buat terserah anda, tetapi kami menyarankan anda tetap
menggunakan:
o 1 warna utama
o 2 warna primer
o 3-5 warna pelengkap
o 2 warna aksen
Ingat: anda ingin menawarkan opsi yang cukup bagi para desainer untuk dimainkan,
tetapi tidak cukup untuk membuat mereka kewalahan.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Anda Memilih Warna
Sekarang setelah warna merek anda dipilih, anda perlu memastikannya diterapkan
secara konsisten. Anda juga harus memastikan warna anda sesuai dengan identitas
visual anda secara keseluruhan, karena segala sesuatu mulai dari logo hingga
ikonografi harus bekerja sama dengan baik.
WARNA
Warna merupakan elemen yang penting dan besar pengaruhnya dalam penggunaan
sebuah hunian. Baik dari suasana yang ingin diciptakan atau kesan yang ingin
dihadirkan. Pemilihan warna dalam ruangan seperti kamar pun harus disesuaikan
dengan usia penghuni di dalamnya. Selain memperindah tampilan ruangan,
pemilihan warna yang diaplikasikan pada hunian mempengaruhi psikologis
penghuninya. Apalagi kamar merupakan ruang yang sering digunakan melepas
penat seusai beraktivitas seharian di luar rumah.
Warna memainkan peran penting ketika anda ingin mendekorasi kamar anak.
Sangat penting memilih warna yang tepat untuk merangsang perkembangan anak,
karena warna memiliki efek pada perkembangan psikologi anak.
Warna bisa dijadikan alat komunikasi dengan anak karena memudahkan
menanggapi bahasa. Anak-anak sudah bisa belajar membedakan warna sejak enam
bulan awal.
Warna dapat membantu merangsang anak-anak, terutama bagi anak dengan
gangguan defisit perhatian. Dengan warna, anak-anak belajar untuk
mengekspresikan diri dan ketika mereka diperbolehkan untuk memilih warna untuk
menghias kamar atau memilih warna pakaian, mereka menjadi lebih percaya diri dan
membuka lebih banyak kreativitas dan ekspresi.
“Color your life” atau “warnai hidupmu” adalah teknik yang digunakan oleh psikolog
dan psikoterapis untuk membantu anak-anak membedakan dan mengekspresikan
berbagai emosi di atas kertas. Teknik ini membantu apakah anak senang, sedih,
gembira, takut atau bahkan marah.
Departemen Pengembangan Anak di California State University Fullerton juga
pernah melakukan studi tentang warna dan asosiasi terhadap emosional anak-anak.
Dalam studi tersebut, anak-anak usia antara 5 hingga 6 tahun diminta untuk memilih
warna favorit dari 9 warna yang diberikan secara acak sesuai dengan perasaan
mereka saat itu.
69% dari anak-anak memilih warna-warna cerah yang mengungkapkan kebahagiaan
dan kegembiraan seperti pink, biru dan merah. Beberapa memilih abu-abu dan
coklat yang menunjukkan emosi negative seperti kesedihan.
Anak-anak umumnya sukar beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan suasana
dan lingkungan baru yang belum pernah mereka temui sebelumnya. Kesempatan
anak untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan umumnya dijumpai pada waktu
pertama kali anak mengenyam pendidikan di luar rumah, dalam hal ini yang
dimaksud adalah sekolah baik pra-sekolah maupun taman kanak-kanak.
Menurut Jane M. Healy (1994) dalam situs
http://pepak.sabda.org/bermain_dalam_sekolah_minggu, jaringan syaraf anak akan
terbentuk apabila ada kegiatan mental yang aktif dan menyenangkan. Bila tidak
mendapatkan lingkungan yang merangsangnya otak seorang anak akan menderita.
Warna menjadi sasaran utama untuk meningkatkan pemikiran kreatif pada anak dan
menimbulkan kenyamanan anak dari suasana yang di ciptakan, selain itu warna
secara psikologis dapat memberi motivasi belajar dan menunjang rangsangan
pendidikan anak.
Teori yang menjelaskan mengenai warna yang dapat berpengaruh terhadap
psikologi anak. Teori yang sangat membantu dalam mendesain dan menentukan
penggaruh warna dalm ruang yang digunakan anak. Warna dapat difinisikan secara
obyektif sebagai sifat cahaya yang dipancarkan atau secara subyektif pengalaman
indera pengelihatan.
Warna dan anak adalah dua elemen yang tak terpisahkan. Dari bayi, anak sudah
mengenal warna. Terbukti, mereka lebih menyukai mainanberwarna primer seperti
merah, biru, dan kuning ketimbang yang berwarna pastel. Beberapa ahli psikologi
seperti hemphli di tahun 1996, lang di tahun 1993, dan mahnken di tahun 1996, telah
melakukan penelitian mengenai warna dan hubungannya dengan emosi anak.
Hasilnya, mereka mengakui memang ada hubungan antara warna dengan emosi
anak. Walaupun ada beberapa hal yang masih meragukan. Keraguan mereka
didasarkan pada kultur manusia berbeda tentang suatu warna. Di amerika
contohnya, warna merah di nilai membangkitkan semangat atau agresivitas.
Sementara di China,merah itu menyimbolkan perayaan dan keberuntungan,serta
menimbulkan efek menenangkan. Namun demikian, terdapat efek universal yang
terjadi di seluruh dunia akibat penggunaan warna. (http://www.sumber-makmur-
furniture.com/news/7/Warna-dan-Emosi-Anak, diakses pada 6 juni 2021, 11:08)
Adanya standarisasi jenis material yang digunakan untuk fasilitas tumbuh kembang
anak menyebabkan tidak semua material aman untuk pertumbuhan dan
perkembangan anak. Selain pemilihan material, bentuk juga dapat berpengaruh
pada proses tumbuh dan kembang anak, sehingga tidak semua bentuk dapat
digunakan dalam fasilitas ini. Kondisi ini menjadi sebuah batasan untuk penggunaan
material dan pemiihan bentuk yang seharusnya digunakan dalam fasilitas ini. Bentuk
dan material yang digunakan ini haruslah aman dan tidak mudah melukai bayi
maupun balita.
WARNA & USIA
Warna bayi (0-2 tahun)
Menentukan warna pada kamar untuk anak dengan usia yang masih sangat belia
perlu berbagai pertimbangan. Karena indra penglihatan si kecil belum sempurna
maka penggunaan warna netral, pastel dengan nuansa lembut cocok untuk
digunakan. Atau bisa juga menghadirkan warna netral untuk dekorasi kamar, misal
ada boneka warna putih, atau menggunakan sprei motif warna abu-abu atau biru
pastel sebagai pilihan.
Gambar 1. Warna kamar bayi
(sumber: https://pin.it/2cSOmVu )
Warna Balita (3-5 tahun)
Karakter anak pada usia ini memang selalu riang dan gembira. Maka penggunaan
warna kamar yang cocok adalah dengan pemilihan warna yang cerah seperti merah,
biru, kuning, atau hijau. Warna-warna ini mempunyai nuansa ceria dan melatih daya
tangkap serta perkembangan syaraf motorik anak. Memadukan warna dengan
pernak pernik dari tokoh kartun bisa menjadi pilihan yang menyenangkan.
Gambar 2. Warna kamar balita
(sumber: https://pin.it/1E6l85f )
Warna Anak (6-12 tahun)
Seiring tumbuh kembangnya anak, kamar bisa dijadikan tempat bermain yang asik.
Anda bisa menambahkan berbagai macam dekorasi dan mainan yang menunjang
aktivitasnya. Pemilihan warna kamar pun tak luput untuk disesuaikan dengan
usianya.Memasukan warna bernuansa ceria bisa jadi pilihan, seperti kuning, biru
pastel, hijau atau merah.
Gambar 3. Warna kamar anak
(sumber: https://pin.it/6PPj0Kq )
Warna Remaja (12-17 tahun)
Anak remaja biasanya bisa menentukan sendiri warna kamar apa yang disukainya.
Anda bisa menerapkan warna-warna sesuai dengan warna yang mereka sukai. Dari
segi gaya, tokoh film atau dunia bisa menjadi panutan mereka. Misal anak
mengidolakan Michael Jordan (basket), nuansa warna kamar yang bisa digunakan
tidak jauh-jauh dari warna oranye.
Gambar 4. Warna kamar remaja
(sumber: https://pin.it/2Vvsz1o )
Warna Paska Remaja (17-25 tahun)
Bebas menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan pasca remaja. Kebebasan
itulah mendorong mereka mereka untuk mengkreasikan kamar sesuai imajinasi
tetapi masih selaras dengan koridor yang telah berlaku. Warna kamar yang bisa
dijadikan pilihan adalah warna-warna cerah seperti merah, oranye, biru ataupun
kombinasi warna-warna tersebut.
Gambar 5. Warna kamar pasca remaja
(sumber: https://pin.it/4MKAy7M )
Warna Dewasa (25-50 tahun)
Tenang dan bijaksana adalah sifat yang terlihat di usia dewasa. Pada usia dewasa
karakter kedewasaan lebih mendominasi tatanan sebuah kamar. Dari segi
pemakaian warna juga mengalami perubahan dari usia sebelumnya. Yang dulunya
sedikit ceria, sekarang lebih kearah tenang seperti warna pastel dan netral. Misal
pemilihan warna abu-abu yang sifatnya lebih kalem,tenang dan berkarakter serta
tidak banyak ornamen yang mendominasi.
Gambar 6. Warna kamar dewasa
(sumber: https://pin.it/1wqfv8j )
Warna Orang Tua (50 tahun keatas)
Warna yang digunakan untuk orang tua cenderung memakai warna-warna nuansa
tenang, hangat dan santai.Pemilihan warna lebih kearah warna-warna alam seperti
coklat, hijau, dan biru bisa dipertimbangkan mengingat kesan yang ditimbulkan
nuansa damai dan nyaman, selaras dengan penggunaan furniture yang simple dan
fungsional. Aksen putih bisa dikombinasikan supaya menyeimbangkan warna alam
yang diterapkan.
Gambar 7. Warna kamar orang tua
(sumber: https://pin.it/75XZ0vF )
STYLE
Style dalam artian busana dan pakaian adalah ciri atau karakter penampilan dari
bahan atau hal lain yang membedakan dari busana dan pakaian yang lainnya.
Gaya merupakan sebuah ekspresi yang berlangsung selama banyak musim dan
sering juga dihubungkan dengan gerakan budaya dan penanda sosial, lambang,
kelas, dan budaya (mis. Barok, Rococo, dll).
Ada 6 tipe gaya dalam berbusana, yang dapat mengungkapkan karakter
kesenangannya, yaitu:
Classic Elegant
sumber: https://pin.it/3gag2Me
Classis elegant adalah tipe penyuka barang branded dengan warna casual dan
gaya yang simple. Warna yang dipilih pun juga warna-warna netral dan tidak
mencolok, seperti hitam, putih, nude, khaki, navy. Biasanya penyuka style ini lebih
memilih bahan- bahan yang memberi kesan formal. Gaya classic elegant adalah
identik dengan personal yang rapih, terorganisir, dan terkendali. Mereka tidak
berlebihan, tidak suka bereksperimen, sangat memperhatikan kualitas yang
sempurna. Motif yang cocok untuk style ini adalah motif geometris yang teratur.
Feminim Romantic
Sumber: https://pin.it/npQ9JdJ
Feminim romantic suka dengan bunga, benda-benda kuno dan sesuatu hal yang
bersifat abstrak. Tipe feminim romantic cenderung lebih menyukai warna-warna
lembut seperti warna merah muda. Tipe pribadi ini ramah, lembut, penuh kasih
saying, sedikit manja dan agak pemalu. Ciri berpakaian mereka yaitu memiliki garis
desain lembut seperti gamis dengan garis leher tinggi yang dihiasi renda, kerut,
bunga atau pita. Bahan yang digunakan bahan yang halus dan lembut. Motif yang
dipakai cenderung motif tumbuhan dengan warna pastel.