SMA Future Gate Bekasi
MODUL
AKKUeNlaTsAXNIISI@Nwsomwvawi_taf.sumStauarrfige, Spg.uaPttderi.p.cuotmri
BAB 1
Akuntansi
dan
Sistem Informasi Akuntansi
Tujuan Pembelajaran
1.Memahami sejarah perkembangan akuntansi, bidang akuntansi,
profesi akuntansi, pihak pemakai informasi, etika profesi, prinsip
dasar, dan karakteristik laporan keuangan.
2.Mengklasifikasikan golongan akun/rekening
3.Mampu melakukan pencatatan persamaan dasar akuntansi dan
menggunakan tabel mekanisme debit-kredit
ﻳَﺄۡ ٰﻳَٓﺄََﻳﱡب َﻬ َﺎﻛﺎٱﺗِﻟﱠ ِﺬٌﻳﺐ َأَﻦنَءاﻳَ َﻣ ۡﻜ ُﻨ ُﺘ ٓﻮاْ َ ِإﺐ َذ َﻛا َﻤﺗَﺎ َﺪا َﻋﻳَﻠﱠﻨ َُﺘﻤ ُﻢﻪ ﺑٱِﻟ َﺪﻠﱠﻳۡ ُۚﻪ ٍﻦ َﻓ ِإﻠۡ ََﻴ ٰۡﻜٓﱃ ُﺘأَ َۡﺟﺐ ٖﻞ َوﻟۡﱡﻣ ُﻴ َۡﻤﺴ ِﻠ ّٗﻤ ِﻞﻰٱﻟﱠ َﻓ ِﺬﭑ ۡﻛيُﺘ ُﺒ َﻋﻮﻠَ ُۚه ۡﻴ ِﻪَوﻟۡٱ َﻴﻟۡ ۡﻜﺤَ ُﺘ ﱡﻖﺐ َوﻟۡﺑﱠ َۡﻴﻴ ﱠَﺘﻨﻜُ ِﻖ ۡﻢٱﻟ َﻛﻠﱠﺎ َﺗﻪِ َرُۢﺑﱠﺐ ُﻪۥﺑِﭑﻟۡ َو َﻌَﻻ ۡﺪﻳَ ِۚ ۡﺒلﺨََو َ ۡﻻﺲ
ۚ ِﻣ ۡﻨ ُﻪ َﺷ ۡٔﻴٗﺎ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu´amalah tidak secara tunai untuk waktu
yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara
kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana
Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu
mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya,
dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada utangnya…. (Al-Baqarah: 282)
Sejarah Perkembangan
Akuntansi (I)
Sejarah lahirnya ilmu akuntansi syariah tidak terlepas dari perkembangan Islam, kewajiban
mencatat transaksi non tunai (Lihat QS. Al-Baqarah: 282), mendorong umat islam peduli terhadap
pencatatan dan menimbulkan tradisi pencatatan di kalangan umat, dan hal ini merupakan salah satu
faktor yang mendorong kerjasama/ partnership waktu itu. Begitu juga dengan kewajiban mengeluarkan
zakat mendorong pemerintah membuat laporan pertanggungjawaban periodik terhadap baitul maal yang
mereka kelola, begitu juga dengan pengusaha-pengusaha muslim pada waktu itu, mengklasifikasikan
hartanya sesuai ketentuan zakat dan membayarkan zakatnya jika telah memenuhi ketentuan nisab dan
haul. Rasulullah SAW sendiri pada masa hidupnya juga telah mendidik secara khusus beberapa sahabat
untuk menangani profesi akuntan dengan sebutan “hafazhatul amwal” (pengawas keuangan).
Perkembangan Pemerintahan Islam Sendiri ke berbagai penjuru di dunia, telah meningkatkan
penerimaan dan pengeluaran Negara. Pada Zaman Umar Bin Khattab sahabat merekomendasikan
perlunya pencatatan untuk pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran tersebut, sehingga pada
masa itu Umar mendirikan lembaga yang bernama diwan (dawwana=tulisan). Akuntansi syariah juga
mengalami perkembangan yang pesat pada masa khalifah islam yang lain, menurut (Al-Kalkashandy,
1913) evolusi perkembangan buku akuntansi mencapai tingkat tertinggi pada masa daulah bani
Abbasiyah, Akuntansi diklaifikasikan pada beberapa spesialisasi seperti akuntansi peternakan, akuntansi
pertanian, akuntansi bendahara, akuntansi konstruksi, dan akuntansi mata uang, dan ilmu auditing.
Sejak abad VIII, bangsa Arab berlayar sepanjang pantai Arabi, dan India , singgah di Italia dan
menjual barang dagangan yang mewah yang tidak diproduksi oleh Eropa. Menurut (Ball, 1960),
buku Paciolli didasarkan pada tulisan Leonard of Piza, orang Eropa yang pertama kali menerjemhakan
buku Al-Gebra (pada saat itu ditulis dalam bahasa Arab) yang berisikan dasar-dasar book keeping.
Bookkeeping semestinya pertama kali dipraktekkan oleh para pedagang dan berasal dari Mesir.
Sejarah membuktikan bahwa Ilmu Akuntansi telah lama dipraktekkan dalam dunia islam,
seperti istilah jurnal (dahulu Zornal), telah lebih dahulu digunakan pada zaman khalifah islam dengan
istilah “ Jaridah” untuk buku catatan keuangan. Begitu juga dengan double entry yang ditulis oleh Luca
Pacioli. dapat kita saksikan dari sejarah, bahwa ternyata Islam lebih dahulu mengenal system akuntansi,
karena Al Quran telah diturunkan pada tahun 610 M, yakni 800 tahun lebih dahulu dari Luca Pacioli yang
menerbitkan bukunya pada tahun 1494.
Sejarah Perkembangan
Akuntansi (II)
A. Perkembangan Akuntansi Syariah pada Zaman Khalifah
a. Abu Bakar Assidiq
Pada masa pemerintahan Abu Bakar, pengelolaan Baitul Maal masih sangat sederhana, dimana
penerimaan dan pengeluaran dilakukan secara seimbang, sehingga hampir tidak pernah ada sisa.
b. Umar bin Khattab
Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab sudah dikenalkan dengan istilah “Diwan” yaitu
tempat dimana pelaksana duduk, bekerja dan dimana akuntansi dicatat dan disimpan yang berfungsi
untuk mengurusi pembayaran gaji. Khalifah Umar menunjukkan bahwa akuntansi berkembang dari
suatu lokasi ke lokasi lain sebagai akibat dari hubungan antar masyarakat. Selain itu Baitul Maal
sudah diputuskan di daerah-daerah taklukan islam.
c. Utsman bin Affan
Pada masa pemerintahan khalifah Utsman, memperkenalkan tentang istilah khittabat al-Rasull
wa sirryaitu berarti memelihara pencatatan rahasia. Dalam hal pengawasan pelaksanaan agama dan
moral lebih difokuskan kepada muhtasib yaitu orang-orang yang bertanggung jawab atas lembaga al
hisbah, misalnya mengenai timbangan, kecurangan dalam penjualan, orang yang tidak banyak hutang
dan juga termasuk ke dalam perhitungan ibadah bahkan termasuk memeriksa iman, dan juga masih
banyak yang lain yang termasuk perhitungan atau sesuatu ketidak adilan didunia ini untuk semua
mahluk.
d. Ali Bin Abi Thalib
Pada masa pemerintahan Ali yaitu adanya sistem administrasi Baitul Maal difokuskan pada
pusat dan lokal yang berjalan baik, surplus pada Baitul Maal dibagikan secara profesional sesuai
dengan ketentuan Rasulallah SAW. Adanya surplus ini menunjukkan bahwa proses pencatatan dan
pelaporan berlangsung dengan baik. Khalifah Ali memilki konsep tentang pemerintahan, administrasi
umum dan masalah-masalah yang berkaitan dengannya secara jelas.
B. Hubungan Akuntansi Modern dan Akuntansi Syariah
Perkembangan ilmu pengetahuan termaksuk system pencatatn yang sudah masuk pada
zaman daulah abbasyiah, sementara dalam kurun waktu yang sama Eropa berada dalam periode The
Dark Ages (Masa Kegelapan). Dari sini, kita dapat melihat hubungan antara Luca Paciolli dan
akuntansi syariah.Pada tahun 1429 angka Arab dilarang untuk digunakan oleh pemerintah Italia
sedangkan pada tahun 1484 M, Paciolli pergi untuk bertemu dengan temanya Onforio Dini Florence
yaitu seorang pedangang yang suka berpergian ke Afrika Utara. Sehingga diduga Paciollli
mendapatkan ide doubel entry tersebut dari temannya.Alfred Lieber (1968) mendukung pendapat
mengenai adanya pengaruh pedagang Arab terhadap Italia. Hal tersebut didukung dengan
pernyataan Luca Paciolli, bahwa setiap transaksi harus dicatat dua kali di sisi sebelah kredit dan di
sisi sebelah debit, atau diawali dengan menulis kredit terlebih dahulu kemubian debit. Hal ini
memunculkan dugaan bahwa Paciolli menerjemahkan hal tersebut dari bangsa Arab yang menulis
dari sisi kanan.
Sejarah Perkembangan
Akuntansi (III)
C. Kebangkitan Baru dalam Akuntansi Syariah
Kebangkitan Islam baru telah menjangkau bidang muamalah secara umum, dan bidang-bidang
finansial, serta lembaga-lembaga keuangan secara khusus. Sekelompok pakar akuntansi muslim telah
mengadakan riset dan studi-studi ilmiah tentang akuntansi menurut Islam. Perhatian mereka lebih
terkonsentrasi pada beberapa bidang, yaitu bidang riset, pembukuan, seminar atau konverensi,
pengajaran dilembaga-lembaga keilmuan dan perguruan tinggi, serta aspek implementasi pragmatis.
Berikut ini adalah sebagian dari usaha awal di masing-masing bidang:
1. Kebangkitan akuntansi Islam dalam bidang riset.
Telah terkumpul beberapa tesis magister serta disertasi doktor dalam konsep akuntansi yang telah
dimulai sejak tahun 1950 dan masih berlanjut sampai sekarang. Diperkirakan tesis dan disertasi
tentang akuntansi yang terdapat di Al-Azhar saja sampai tahun 1993 tidak kurang dari 50 buah.
Disamping itu telah juga dilakukan riset-riset yang tersebar di majalah-majalah ilmiah.
2. Kebangkitan akuntansi Islam dalam bidang pembukuan.
Para inisiator akuntansi Islam kontemporer sangat memperhatikan usaha pembukuan konsep ini. Hal
ini dilakukan supaya orang-orang yang tertarik pada akuntansi dapat mengetahui kandungan konsep
Islam dan pokok-pokok pikiran ilmiah yang sangat berharga, sehingga kita tidak lagi memerlukan ide-
ide dari luar atau mengikuti konsep barat.
3. Kebangkitan akuntansi Islam di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Konsep akuntansi Islam mulai masuk kesekolah-sekolah dan perguruan tinggi sejak tahun 1976, yaitu
fakultas perdagangan Universitas Al Azhar untuk program pasca sarjana, dalam mata kuliah
Akuntansi perpajakan dan Evaluasi Akuntansi. Situasi ini terus berlanjut, hingga tahun 1978 dibuka
beberapa jurusan dalam cabang-cabang ilmu akuntansi Islam di berbagai perguruan tinggi di Timur
Tengah. Dan hal ini berlanjut sampai sekarang diberbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
4. Kebangkitan akuntansi Islam dalam aspek implementasi.
Implementasi akuntansi Islam mulai dilakukan sejak mulai berdirinya lembaga-lembaga keuangan
yang berbasiskan syariah. Hal ini menyebabkan lembaga keuangan syariah tersebut harus
menggunakan sistem akuntansi yang juga sesuai syariah. Puncaknya saat organisasi akuntansi Islam
dunia yang bernama Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial
Institutions (AAOIFI) menerbitkan sebuah standard akuntansi untuk lembaga keuangan syariah yang
disebut Accounting, Auditing, and Governance Standard for Islamic Institution.
Sejarah Perkembangan
Akuntansi (IV)
D. Perkembangan Akuntansi di Indonesia
Saat Indonesia merdeka, hanya ada satu orang akuntan pribumi, yaitu Prof. Dr. Abutari, sedangkan
Prof. Soemardjo lulus pendidikan akuntan di negeri Belanda pada tahun 1956. Akuntan-akuntan
Indonesia pertama lulusan dalam negeri adalah Basuki Siddharta, Hendra Darmawan, Tan Tong Djoe, dan
Go Tie Siem, mereka lulus pertengahan tahun 1957. Keempat akuntan ini bersama dengan Prof. Soemardjo
mengambil prakarsa mendirikan perkumpulan akuntan untuk bangsa Indonesia saja.
Pada tanggal 17 Oktober 1957, kelima akuntan tersebut mengadakan pertemuan di aula Universitas
Indonesia (UI) dan bersepakat untuk mendirikan perkumpulan akuntan Indonesia.Perkumpulan yang
akhirnya diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) tersebut berdiri pada 23 Desember 1957, yaitu pada
pertemuan ketiga yang diadakan di aula UI pada pukul 19.30.
Konsep Anggaran Dasar IAI yang pertama diselesaikan pada 15 Mei 1958 dan naskah finalnya
selesai pada 19 Oktober 1958. Menteri Kehakiman mengesahkannya pada 11 Februari 1959. Namun
demikian, tanggal pendirian IAI ditetapkan pada 23 Desember 1957. Saat itu, tujuan IAI adalah:
1.Membimbing perkembangan akuntansi serta mempertinggi mutu pendidikan akuntan.
2.Mempertinggi mutu pekerjaan akuntan.
IAI bermaksud menghimpun potensi Akuntan Indonesia untuk menjadi penggerak pembangunan
nasional dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. IAI
bertujuan mengembangkan dan mendayagunaakan potensi Akuntan Indonesia sehingga terbentuk suatu
cipta dan karya Akuntan Indonesia untuk didarmabaktikan bagi kepentingan bangsa dan Negara. IAI
berfungsi sebagai wadah komunikasi yang menjebatani berbagai latar belakang tugas dan bidang
pengabdiannya untuk menjalin kerjasama yang bersifat sinergi secara serasi, seimbang dan selaras.
Untuk mencapai maksud, tujuan, dan fungsinya, IAI melaksanakan beragam kegiatan diantaranya
pendaftaran dan pelayanan keanggotaan; pengembangan dan penyusunan standar akuntansi keuangan;
pengembangan dan penegakkan kode etik akuntan; pemberian konsultasi untuk pengembangan usaha
kecil, menengah dan koperasi; publikasi; hubungan internasional; menjadi pusat pengetahuan dan
pengembangan akuntansi; menjaga dan meningkatkan kompetensi akuntan melalui kegiatan pendidikan
dan pelatihan; melaksanakan sertifikasi di bidang akuntansi sebagai tolak ukur standar kualitas
keprofesian; serta menjaga kepercayaan pemakai jasa dan masyarakat luas atas hasil kerja profesi
akuntan yang tergabung dalam IAI.
Saat ini IAI merupakan satu-satunya wadah yang mewakili profesi akuntan Indonesia secara
keseluruhan. IAI merupakan anggota International Federation of Accountants, organisasi profesi akuntan
dunia yang merepresentasikan lebih 2,5 juta akuntan yang bernaung dalam 167 asosiasi profesi akuntan
yang tersebar di 127 negara. Sebagai anggota IFAC, IAI memiliki komitmen untuk melaksanakan semua
standar internasional yang ditetapkan demi kualitas tinggi dan penguatan profesi akuntan di Indonesia.
IAI juga merupakan anggota sekaligus pendiri ASEAN Federation of Accountants (AFA). Saat ini IAI
menjadi sekretariat permanen AFA.
Akuntansi BIDANG-BIDANG
Keuangan AKUNTANSI
Akuntansi yang berhubungan
dengan pencatatan transaksi
perusahaan dan penyusunan
laporan keuangan secara
berkala yang berpedoman
kepada prinsip akuntansi
Akuntansi Akuntansi Akuntansi Biaya
Pemeriksaan Manajemen Akuntansi yang menekankan
kegiatan pada penetapan biaya
Akuntansi yang berhubungan Akuntansi yang bertugas dan kontrol atas biaya terutama
dengan pemeriksaan keuangan yang berhubungan dengan
atau disebut akuntansi publik membuat suatu informasi biaya produksi suatu barang.
yang melakukan pemeriksaan
terhadap catatan-catatan yang keuangan untuk pihak-pihak
mendukung laporan keuangan
dengan menyatakan kelayakan di dalam perusahaan.
dan dapat dipercayainya suatu
laporan. Kegunaan nya antara lain
mengendalikan kegiatan
perusahaan, memnitor arus
kas, dan menilai alternatif
pengambilan keputusan.
IPNIHFOARKMPEAMSIAAKKAUINTANSI Akuntansi
Perpajakan
A. Pihak Internal Akuntansi yang menyusun
1.Pemilik Perusahaan: berkepentingan untuk mengetahui surat pemberitahuan pajak
perkembangan perusahaan
serta mempertimbangkan
2.Manajer: berkepentingan dalam membuat kebijakan
perusahaan konsekuensi perpajakan dari
3.Karyawan: berkepentingan terhadap besar/kecilnya transaksi usaha yang
B. Pihak Eksternalpenghasilan yang didapatkan direncanakan.
1.Investor: berkepentingan untuk perkiraan penambahan/ Akuntansi
pengurangan modal kepada perusahaan
Anggaran
2.Kreditor: berkepentingan atas pinjaman yang diberikan kepada
perusahaan Akuntansi yang berhubungan
dengan penyusunan rencana
3.Pemasok (Suplier): berkepentingan atas pengiriman keuangan mengenai kegiatan
penambahan/pengurangan bahan baku perusahaan uantuk jangka
waktu tertentu pada masa
4.Pemerintah: berkepentingan dalam menagih pajak mendatang serta analisis dan
perusahaan pengontrolannya.
5.Masyarakat: berkepentingan dalam menilai kelayakan
perusahaan dan ketersediaannya lapangan kerja
PROFESI AKUNTAN
1.Akuntan Internal
Akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan yang bertugas menyusun sistem
akuntansi, laporan keuangan, anggaran, menangani masalah perpajakan, dan melakukan
pemeriksaan internal.
2 . Akuntan Publik
Akuntan yang bekerja secara independen memberikan jasa atas dasar pembayaran
tertentu. seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit) terhadap jasa
konsultasi manajemen dan jasa penyusunan sistem manajemen.
3. Akuntan Pemerintah
Akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintahan, misalnya kantor Badan
Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
4. Akuntan Pendidik
Akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan
pengembangan akuntansi, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di
perguruan tinggi.
PRINSIP DASAR
AKUNTANSI
KESATUAN USAHA HARGA PEROLEHAN
Perusahaan merupakan kesatuan ekonomi Harga perolehan adalah jumlah uang
yang terpisah dari pihak yang berkepentingan yang dikeluarkan untuk memperoleh
dengan sumber perusahaan. Artinya keuangan satu unit barang atau jasa dalam
perusahaan terpisah dari pemilik, terpisah dari pertukaran sampai barang tersebut siap
keuangan karyawan, dan terpisah dari dipakai. Nilai inilah yang dicatat dalam
keuangan para direksi sehingga perusahaan akuntansi.
dianggap sebagai satu kesatuan usaha.
KESINAMBUNGAN PENGUKURAN DENGAN UANG
Dalam proses usaha dibuat Seluruh informasi utama dalam
laporan keuangan secara laporan keuangan itu diukur
berkala yang dapat dengan satuan ukur uang karena
dibandingkan sehingga uang sudah umum digunakan
diperoleh informasi tentang untuk mengukur aktiva, kewajiban
kemajuan atau kemunduran dan perubahannya.
usaha.
PERIODE AKUNTANSI PENETAPAN BEBAN DAN
PENDAPATAN
Kegiatan perusahaan dipisahkan dalam
periode-periode. Penyajian informasi Penetapan beban dan pendapatan diakui
berupa laporan keuangan dibuat per dalam periode yang bersangkutan
tahun, triwulan, atau semesteran. sehingga beban dan pendapatan yang
terjadi benar-benar sudah direalisasikan.
KARAKTERISTIK
LAPORAN
KEUANGAN
RELEVAN DAPAT DIUJI
Suatu informasi keuangan harus Informasi keuangan harus dapat diuji
dibuhungkan dengan maksud kebenarannya oleh para pengukur yang
penggunaannya. Oleh karena itu, perlu independen menggunakan metode
dipilih metode pelaporan akuntansi pengukuran yang sama
keuangan yang tepat.
DAPAT DIMENGERTI NETRAL
informasi keuangan yang Laporan keuangan diarahkan pada
disajikan harusa dapat kepentingan umum dan tidak
dimengertimoleh para bergantung pada kebutuhan pihak
pemakainya dan dinyatakan tertentu.
dalam bentuk yang
disesuaikan dengan
pengertian para pemakainya.
TEPAT WAKTU DAYA BANDING
Informasi hendaknya diberikan sedini Laporan keuangan harus dapat
mungkin agar menjadi dasar dibandingkan dengan laporan keuangan
pengambilan keputusan. tahun sebelumnya dari perusahaan yang
sama atau perusahaan lain yang sejenis
pada periode yang sama.
ETIKA
PROFESI AKUNTAN
Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI)
mengeluarkan kode etik untuk keuangan profesional :
TAQWA AMANAH LEGITIMASI
Perilaku akuntan Dapat dipercaya Semua kegiatan professi
harus konsisten dengan mencakup bahwa harus yang dilakukannya
harus memiliki legitimasi
keyakinan akan nilai akuntan harus
islam yang berasal dari memiliki tingkat dari hukum syariah
integritas dan maupun peraturan dan
prinsip dan aturan kejujuran yang tinggi perudang-undangan yang
syariah. dan akuntan juga
berlaku.
KOMPETENSI harus dapat
PROFESI & RAJIN menghargai OBJEKTIVITAS
kerahasiaan
Akuntan harus memiliki informasi yang Akuntan harus
kompetensi diketahuinya selama bertindak adil, tidak
pelaksanaan tugas memihak, bebas dari
professional dan dan jasa baik kepada konflik kepentingan
dilengkapi dengan organisasi atau
latihan-latihan yang langganannya. dan bebas dalam
dibutuhkan untuk kenyataan maupun
menjalankan tugas dan PERILAKU dalam penampilan.
jasa professi tersebut PROFESIONAL &
STANDAR TEKNIK
dengan baik.
Akuntan harus memperhatikan
peraturan profesi termasuk
didalamnya standar akuntansi
dan auditing untuk lembaga
keuangan syariah.
PENGGOLONGAN
/AKUN REKENING
1. 1. Aktiva lancar 1. 2. aktiva tetap
- Kas - Peralatan
- Piutang - Akumulasi penyusutan peralatan
- Persediaan barang dagang - Gedung
- Beban dibayar di muka - Tanah
- Perlengkapan - Kendaraan
- Mesin
/2. kewajiban utang 3. modal
- Utang usaha - Modal pemilik
- Utang dagang - Prive
- Utang bank
- Hipotek
- Obligasi
- Pendapatan diterima di muka
pendapatan beban
- Pendapatan usaha - Beban gaji
- Pendapatan sewa - Beban listrik
- Pendapatan bagi hasil - Beban penyusutan peralatan
- Penjualan - Beban Sewa
- Potongan Penjualan - Pembelian
- Retur Penjualan - Potongan pembelian
- Retur pembelian
PERSAMAAN DASAR
AKUNTANSI
Persamaan Dasar Akuntansi adalah konsep dasar pencatatan akuntansi sistem berpasangan
(double entry). Setiap transaksi sesuai dengan prinsip berpasangan dicatat dalam dua lajur akun
yang terkait sehingga hasil persamaan akuntansi selalu menunjukkan keseimbangan.
Aktiva = Pasiva
atau
Harta = Utang + Modal
atau
Harta Lancar + Harta Tetap = Utang + Modal + Pendapatan - Beban
Contoh soal dan penyelesaiannya:
Pada tanggal 1 Januari 2013 Pak Budi mendirikan sebuah jasa servis elektronik yang diberi nama BUDI’S SERVICES.
Untuk modal awalnya pak Budi menyetorkan uang kas sebesar Rp 10.000.000
Pada tanggal 14 Januari 2013 Pak Budi membeli peralatan elektronik untuk keperluan usahanya seharga Rp
400.000 dibayar per kas Rp 200.000 sedangkan sisanya dibayar satu minggu yang akan datang
Pada tanggal 20 Januari 2013 diterima jasa service televisi dan sound system sebesar Rp 500.000
Pada tanggal 30 Januari 2013 dibayar beban listrik sebesar Rp 50.000
Catatlah transaksi-transaksi diatas kedalam persamaan dasar akuntansi !
https://kincow.wordpress.com/2013/10/13/
menafsirkan-persamaan-dasar-akuntansi/
BAB II
Tahap Pencatatan
Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Tujuan Pembelajaran
1.Memahami karakteristik perusahaan jasa
2. Mengklasifikasikan macam-macam bukti transaksi
3. Manganalisis transaksi perusahaan jasa
4.Mencatat transaksi ke dalam jurnal umum
5.Memosting jurnal umum ke buku besar
6.Menyusun Neraca Saldo
Macam-Macam
Bukti Transaksi
BUKTI TRANSAKSI INTERNAL
a. Bukti Kas Masuk
b. Bukti Kas Keluar
c. Memo
BUKTI TRANSAKSI EKSTERNAL
a. Nota Kontan
b. Nota Kredit
c. Nota Debit
d. Faktur
BUKTI TRANSAKSI EKSTERNAL
e. Kwitansi
f. Cek
Bukti transaksi tunai meliputi: Bukti transaksi kredit meliputi:
1.Bukti kas masuk 1. Faktur
2.Bukti kas keluar 2.Nota aKredit
3. Kwitansi 3.Nota Debit
4. Cek
5.Nota kontan
TABEL MEKANISME
DEBIT-KREDIT
ANALISIS TRANSAKSI
Setiap bukti transaksi yang dicatat ke dalam jurnal perlu dianalisis atau diteliti terlebih dahulu. Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam menganalisis transaksi adalah sebagai berikut:
1. tentukan akun apa saja yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut.
2.tentukan pengaruh penambahan dan pengurangan terhadap harta, utang, modal , pendapatan, dan
beban
3.tentukan debit/kredit dari akun yang bersangkutan
4.tentukan jumlah yang harus di debit atau di kredit
CONTOH
Contoh soal dan penyelesaiannya:
Pada tanggal 1 Januari 2013 Pak Budi mendirikan sebuah jasa servis elektronik yang diberi nama BUDI’S SERVICES.
Untuk modal awalnya pak Budi menyetorkan uang kas sebesar Rp 10.000.000
Pada tanggal 14 Januari 2013 Pak Budi membeli peralatan elektronik untuk keperluan usahanya seharga Rp
400.000 dibayar per kas Rp 200.000 sedangkan sisanya dibayar satu minggu yang akan datang
Pada tanggal 20 Januari 2013 diterima jasa service televisi dan sound system sebesar Rp 500.000
Pada tanggal 30 Januari 2013 dibayar beban listrik sebesar Rp 50.000
Buatlah analisis transaksi dari kegiatan BUDI'S SERVICE !
JURNAL UMUM
Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang
dilakukan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu) dengan
menunjukkan akun yang harus di debit dan kredit beserta
jumlahnya masing-masing.
CONTOH
Contoh soal dan penyelesaiannya:
Pada tanggal 1 Januari 2013 Pak Budi mendirikan sebuah jasa servis elektronik yang diberi nama BUDI’S SERVICES.
Untuk modal awalnya pak Budi menyetorkan uang kas sebesar Rp 10.000.000
Pada tanggal 14 Januari 2013 Pak Budi membeli peralatan elektronik untuk keperluan usahanya seharga Rp
400.000 dibayar per kas Rp 200.000 sedangkan sisanya dibayar satu minggu yang akan datang
Pada tanggal 20 Januari 2013 diterima jasa service televisi dan sound system sebesar Rp 500.000
Pada tanggal 30 Januari 2013 dibayar beban listrik sebesar Rp 50.000
Buatlah jurnal umum dari transaksi kegiatan BUDI'S SERVICE !
BUKU BESAR
Buku besar adalah alat yang digunakan untuk mencatat perubahan-
perubahan yang terjadi pada suatu akun yang disebabkan karena adanya
transaksi keuangan. Berikut adalah contoh sebagai gambaran untuk
memosting jurnal umum ke buku besar. Perhatikan garis putus-putus pada
contoh buku besar berikut ini!
CONTOH
NERACA SALDO
Neraca saldo adalah pembukuan yang mencerminkan semua saldo kredit
dan debit di semua akun buku besar. Neraca saldo biasanya
disusun pada akhir periode akuntansi, yang bertujuan untuk memeriksa
kesamaan jumlah saldo debit dengan saldo kredit.
BENTUK NERACA SALDO
JURNAL PENYESUAIAN
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode dalam
proses pencatatan perubahan saldo dalam akun sehingga saldo
mencerminkan jumlah yang sebenarnya.
KERTAS KERJA
Kertas kerja merupakan suatu lembaran berlajur yang dirancang untuk
mengikhtisarkan semua data akuntansi sehingga memberikan gambaran
tentang laba/rugi perusahaan serta saldo harta, utang, dan modal perusahaan.
Kertas kerja perlu disusun sebelum menyusun laporan keuangan karena
mempunyai fungsi sebagai alat bantu untuk mempermudah penyusunan laporan
keuangan.
LAPORAN KEUANGAN
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK), menyatakan bahwa laporan
keuangan dapat diidentifikasikan secara jelas informasi yang ada di suatu
perusahaan. Laporan keuangan meliput:
1. Laporan laba rugi
2. Laporan perubahan ekuitas/modal
3. Laporan posisi keuangan/neraca
JURNAL PENUTUP
Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode
akuntansi untuk menutup akun-akun nominal sementara. Akibat
penutupan ini, saldo akun-akun tersebut akan menjadi 0 (nol) pada
awal periode akuntansi. Akun yang ditutup adalah akun nominal dan
akun pembantu modal.
NERACA SALDO PENUTUP
Neraca Saldo setelah penutupan berisi akun-akun riil saja (harta,
utang dan modal). Yang berguna untuk memeriksa keseimbangan
jumlah saldo debet dengan kredit akun-akun buku besar setelah
dilakukan penutupan. Neraca Saldo setelah penutupan ini juga
diperlukan sebelum proses akuntansi periode berikutnya.
CONTOH
JURNAL PEMBALIK
Jurnal pembalik adalah jurnal untuk membalik jurnal penyesuaian yang
menimbulkan akun neraca. Jika tidak dibalik akan terjadi akun ganda. Dengan
kata lain jurnal yang memiliki istilah lain reverse entry ini yang dibuat pada awal
periode akuntansi berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian yang
menimbulkan perkiraan riil baru.
BAB III
Tahap Pencatatan
Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Tujuan Pembelajaran
1.Memahami karakteristik perusahaan dagang
2. Memahami syarat pembayaran dan syarat penyerahan
barang
3. Manghitung nilai akhir persediaan barang dagang
4.Menganalisis tahap pencatatan
5.Menganalisis tahap pengikhtisaran
6.Menganalisis tahap pelaporan
KARAKTERISTIK
PERUSAHAAN DAGANG
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan utamanya membeli barang untuk dijual
kembali tanpa mengubah wujud barang tersebut.
Coba kalian sebutkan 5 contoh
perusahaan dagang!
PERBEDAAN KARAKTERISTIK PERUSAHAAN JASA DENGAN PERUSAHAAN DAGANG
https://pelajaranipadanips13.blogspot.com/
2015/11/pengertian-ciri-ciri-dan-
perbedaan.html
SYARAT PEMBAYARAN
a. TUNAI
Menggunakan cek, kwitansi, bon, struk, nota kontan, atau bukti tunai lainnya.
b. FAKTUR
Bukti pembayaran secara kredit dengan pelunasan sesuai perjanjian.
c. 2/10, n/30
Artinya, jika pembayaran dilakukan dalam waktu kurang dari sama dengan 10 hari maka
akan mendapat potongan 2% dan pelunasan neto faktur paling lambat 30 hari.
d. EOM (End Of Month)
Artinya, harga neto faktur harus dibayar pada akhir bulan atau pada bulan di mana
transaksi penjualan itu terjadi.
SYARAT PENYERAHAN
BARANG
CIF (Cost Insurance Freight
Biaya angkut, asuransi, dan kerusakan ditanggung oleh
penjual sehingga akan menambah persediaan penjual
MENGHITUNG NILAI PERSEDIAAN
AKHIR BARANG DAGANG
a. Metode FIFO (First In First Out)
Metode ini menyatakan bahwa persediaan yang pertama masuk akan dijual terlebih dahulu
sehingga persediaan akhir dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang terakhir masuk (dibeli).
Metode ini cenderung menghasilkan persediaan akhir yang nilainya tinggi dan berdampak pada
nilai aktiva perusahaan.
https://slideplayer.info/slide/16304101/
MENGHITUNG NILAI PERSEDIAAN
AKHIR BARANG DAGANG
a. Metode LIFO (Last In First Out)
Metode ini menyatakan bahwa persediaan yang terakhir masuk akan dijual terlebih dahulu
sehingga persediaan akhir dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang pertama masuk (dibeli).
Metode ini cenderung menghasilkan persediaan akhir yang nilainya rendah dan berdampak pada
nilai aktiva perusahaan.
https://slideplayer.info/slide/16304101/
MENGHITUNG NILAI PERSEDIAAN
AKHIR BARANG DAGANG
a. Metode Average (Rata-rata Tertimbang)
Metode ini menyatakan persediaan akhir akan menghasilkan nilai antara nilai persediaan metode
FIFO dan nilai persediaan metode LIFO. Metode ini juga akan berdampak pada nilai harga pokok
penjualan dan laba kotor.
https://slideplayer.info/slide/16304101/
TAHAP PENCATATAN
JURNAL UMUM
TAHAP PENCATATAN
JURNAL KHUSUS
a. Jurnal Penjualan
Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang
dagang secara kredit.
Sukses Kemilau juga mencatat transaksi-transaksi penjualan barang dagang secara kredit sebagai berikut:
05 April : Dijual kepada Toko Matahari dagang dengan harga Rp700.000 syarat pembayaran 2/10, n/30
Faktur No. 011.
08 April : Faktur No.012 dikirimkan kepada Toko Lily atas penjualan barang seharga Rp1.000.000
syarat pembayaran 1/10,n/60.
b. Jurnal Pembelian
Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang
dagang atau aktiva secara kredit.
Kegiatan Sukses Kemilau bulan April 2020, yang berhubungan dengan pembelian secara kredit :
09 April : Dibeli secara kredit dari Toko Gunung, perlengkapan toko seharga Rp150.000.
18 April : Dibeli secara kredit dari Toko Mewah perlengkapan toko seharga Rp300.000.
TAHAP PENCATATAN
JURNAL KHUSUS
c. Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang
dagang secara tunai dan transaksi penerimaan uang tunai lainnya.
Kegiatan Sukses Kemilau bulan April 2020, yang berhubungan dengan penerimaan kas :
06 April : Dijual tunai kepada Toko Bahagia barang dagang dengan harga Rp500.000.
14 April : Diterima dari Toko Biru pelunasan faktur tanggal 5 April sebesar Rp700.000 dengan potongan tunai 2%.
26 April : Mendapatkan pinjaman uang dari Bank XY uang sebesar Rp2.500.000.
d. Jurnal Pengeluaran Kas
Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang
dagang atau aktiva secara tunai dan pengeluaran kas lainnya.
Sukses Kemilau dalam bulan April 2020 yang berhubungan dengan pengeluaran kas sebagai berikut:
02 April : Dibeli tunai barang dagang dari Toko Ceria seharga Rp700.000.
20 April : Dibayar lunas faktur Toko Bintang tanggal 15 April yang lalu sebesar Rp1.000.000 dengan
potongan tunai 1%.
30 April : Dibayar gaji kariyawan Rp4.000.000.
TAHAP PENCATATAN
JURNAL KHUSUS
e. Jurnal Umum (Memorial)
Jurnal yang digunakan untuk mencatat pengembalian barang (retur)
baik yang dijual maupun pengembalian barang yang dibeli.
Kegiatan Gemilang Jaya bulan September 2012, yang berhubungan dengan retur :
10 Sep : Diterima kembali nota kredit barang dagang yang telah dijual dengan harga Rp4.000.000.
25 Sep : Dikirim kembali nota debit barang dagang yang telah dibeli dengan harga Rp600.000.
BUKU BESAR PEMBANTU
Buku besar pembantu adalah buku besar yang disusun untuk merinci
kepada toko mana saja melakukan utang, piutang, dan merekap persediaan
barang dagang.
CONTOH
NERACA SALDO
Neraca saldo adalah pembukuan yang mencerminkan semua saldo kredit
dan debit di semua akun buku besar. Neraca saldo biasanya disusun pada
akhir periode akuntansi, yang bertujuan untuk memeriksa kesamaan
jumlah saldo debit dengan saldo kredit.
BENTUK NERACA SALDO
JURNAL PENYESUAIAN
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode dalam
proses pencatatan perubahan saldo dalam akun sehingga saldo
mencerminkan jumlah yang sebenarnya.
JURNAL PENYESUAIAN
KERTAS KERJA
Kertas kerja merupakan suatu lembaran berlajur yang dirancang untuk
mengikhtisarkan semua data akuntansi sehingga memberikan gambaran
tentang laba/rugi perusahaan serta saldo harta, utang, dan modal perusahaan.
Kertas kerja perlu disusun sebelum menyusun laporan keuangan karena
mempunyai fungsi sebagai alat bantu untuk mempermudah penyusunan laporan
keuangan.
LAPORAN KEUANGAN
RUMUS :
Pembelian Bersih = pembelian + beban angkut pembelian (BAP) - retur
pembelian - potongan pembelian
Barang tersedia untuk dijual (BTUD) = persediaan awal + pembelian bersih
HPP = BTUD - persediaan akhir
HPP = persediaan awal + pembelian + BAP - retur pembelian - potongan
pembelian - persediaan akhir
Laba Kotor = penjualan bersih - HPP
LAPORAN KEUANGAN
RUMUS LAPORAN KEUANGAN
a. Pembelian Bersih =
Pembelian + Beban Angkut Pembelian (BAP) - Retur
pembelian - Potongan Pembelian
b. Barang Tersedia Untuk Dijual (BTUD)=
Persediaan aawal + Pembelian Bersih
c. Harga Pokok Penjualan (HPP)=
BTUD - Persediaan Akhir
Atau
HPP = Persediaan awal + Pembelian + BAP - Retur
Pembelian - Potongan Pembelian - Persediaan Akhir
d. Penjualan Bersih =
Penjualan - Retur Penjualan - Potongan harga
e. Laba Kotor =
Penjualan Bersih - HPP
f. Laba Bersih =
Laba Kotor + Pendapatan Usaha - Beban Usaha
JURNAL PENUTUP &
NERACA SALDO SETELAH PENUTUP
Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode
akuntansi untuk menutup akun-akun nominal sementara. Akibat
penutupan ini, saldo akun-akun tersebut akan menjadi 0 (nol) pada
awal periode akuntansi. Akun yang ditutup adalah akun nominal dan
akun pembantu modal.
Neraca Saldo setelah penutupan berisi akun-akun riil saja (harta,
utang dan modal). Yang berguna untuk memeriksa keseimbangan
jumlah saldo debet dengan kredit akun-akun buku besar setelah
dilakukan penutupan. Neraca Saldo setelah penutupan ini juga
diperlukan sebelum proses akuntansi periode berikutnya.
JURNAL PEMBALIK
Jurnal pembalik adalah jurnal untuk membalik jurnal penyesuaian yang
menimbulkan akun neraca. Jika tidak dibalik akan terjadi akun ganda. Dengan
kata lain jurnal yang memiliki istilah lain reverse entry ini yang dibuat pada awal
periode akuntansi berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian yang
menimbulkan perkiraan riil baru.
Daftar Pustaka
Alam S. 2016. Mandiri Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga
Firmansyah, Herlan dan Diana Nurdiansyah. 2016. Buku Siswa Aktif dan Kreatif
Belajar Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XII Peminatan Ilmu-ilmu Sosial.
Bandung: Grafindo
Unknow. 2014. Sejarah Akuntansi Syariah. Diakses melalui
http://akuntansisyaria.blogspot.com/2014/09/sejarah-akuntansi-
syariah.html (Juli 2020)
Unknow. 2012. Etika Praktisi Akuntansi Syariah. Diakses melalui
http://berandaekis.blogspot.com/2012/06/etika-praktisi-akuntansi-
syariah.html (Juli 2020)
Kincow. 2013. Menafsirkan Persamaan Dasar Akuntansi. Diakses melalui
https://kincow.wordpress.com/2013/10/13/menafsirkan-persamaan-
dasar-akuntansi/ (Juli 2020)
https://www.harmony.co.id/blog/4-contoh-jurnal-khusus-dan-penjelasan-
lengkapnya
Youtube Dewi Noor Sani
http://www.ssbelajar.net/2012/09/laporan-keuangan-perusahaan-dagang.html
Akuntansilengkap.com
https://www.akuntansipendidik.com/cara-membuat-jurnal-khusus/
https://www.google.com/imgres?