The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Diajeng Lela, 2022-10-15 11:13:43

Tugas kelompok (1)

Tugas kelompok (1)

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

TUGAS KELOMPOK

Yuliana dan Lailatuz Zahroh

KASUS

Anggun adalah murid kelas 5 yang memiliki kecerdasan publik speaking

terbukti dengan ia pernah meraih juara bertutur tingkat SD di Kecamatan.

Namun Anggun bukanlah murid yang cerdas dalam pelajaran eksak seperti

Matematika dan IPA. Nilainya selalu rendah pada kedua muatan pelajaran


tersebut. Bahkan pada saat ujian semester genap, nilai Anggun sangat

rendah dikedua muatan pelajaran tersebut. Bahkan saat di akumulasikan

antara nilai harian + nilai MID semester + nilai ujian semester, nilainya

masih dibawah KKM. Tentu ini tidak hanya menjadi dilema guru kelasnya

saja, namun menjadi dilema bagi semua guru disekolah. Disisi lain ada nilai

yang tidak tercapai untuk memenuhi syarat naik kelas, disisi lain Anggun

memiliki kecerdasan lebih pada publik speaking. Lalu apa yang harus di


lakukan oleh pihak sekolah?

Studi kasus tersebut merupakan kasus

dilema etika , karena terdapat dua nilai


kebenaran yang bertentangan, yaitu

rasa keadilan dan rasa kasih sayang.


Maka dari itu studi kasus diatas

cenderung lebih kepada paradigma rasa


keadilan lawan rasa kasihan.

Adapun salah satu unsur dari

tiga prinsip dari dilema etika

yang ada pada studi kasus

diatas adalah berpikir berbasis


rasa peduli (care based

thingking).

LANGKAH-

LANGKAH

PENGAMBILAN

KEPUTUSAN

1.Menggali nilai nilai yang saling bertentangan
Nilai nilai yang bertentangan pada studi kasus

diatas adalah nilai rasa keadilan lawan rasa

kasihan. Indokatornya bisa dilihat pada :

1.anggun yang memiliki kecerdasan publik

speaking

2.nilai pelajaran eksak yang tidak mencapai

KKM

2.Menetukan siapa yang terlibat dalam

situasi ini
Subjek yang terlibat dalam kasus ini adalah :

1.Pihak sekolah :
-guru kelas
-kepala sekolah
-seluruh guru

2.Murid yang bersangkutan

3.FAKTA RELEVAN
1.Anggun memiliki kecerdasan


publik speaking
2. Nilai dua mata pelajaran

eksak rendah dibawah KKM

4.Pengujian benar atau salah
a.Uji legal

Studi kasus diatas tidak meanggar hukum apapun, studi kasus diatas lebih kepada nilai kebijakan

yang bertentangan antara rasa keadilan lawan rasa kasihan.
b.Uji regulasi

tidak ada pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh murid maupun pihak sekolah
c.Uji intuisi

Pihak sekolah merasa kasihan kepada Anggun
d.Uji publikasi

kami membayangkan akan banyak netizen yang akan bersimpati dan memberikan solusi dalam

masalah ini

e.Uji panutan / idola
Dalam kasus ini tentunya saya memegang prinsip yang dianut oleh idoa saya yaitu Ki Hajar

Dewantara. Saya yakin apabila beliau yang menghadapi kasus ini maka beliau akan mencari suatu


solusi yang lebih mengutamakan keberpihakan pada murid.

5.Pengujian benar lawan benar
Dala studi kasus diatas maka kasus ini

termasuk kepada paradigm rasa keadilan


lawan kasihan.
6.Melakukan prinsip resolusi
Prinsip resolusi pada kasus diatas adalah

Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based


Thinking)

7.Investigasi opsi trilema
1. Anggun naik kelas tanpa syarat
2. Anggun naik kelas dengan syarat, yaitu diberikan tambahan pelajaran


setidaknya nilainya nanti dapat memenuhi KKM dua mata pelajaran

Eksak (IPA dan Matematika).
8.Buat keputusan

Keputusan yang diambil dalam hal ini adalah Anggun naik kelas dengan

syarat, yaitu diberikan tambahan pelajaran setidaknya nilainya nanti


dapat memenuhi KKM dua mata pelajaran Eksak (IPA dan Matematika).
9.Lihat lagi keputusan dan refleksikan

Keputusan yang diambil dirasa sangat tepat, karena prinsip pengambilan

keputusan telah berpihak kepada murid, nilai kebijakanuniversal, dan

tanggung jawab.

THANKYOU


Click to View FlipBook Version