MATERI dilihat vertikal dari atas. peta dibuat pada
GEOGRAFI bidang datar serta dilengkapi tulisan-
tulisan sebagai penjelasan.
KELAS 10
Dapat disimpulkan bahwa peta merupakan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia penampakan permukaan bumi yang
(KBBI). peta diartikan sebagai suatu digambarkan pada bidang datar. Didalam
gambar atau lukisan pada kertas yang sebuah peta terapat komponen-komponen
menunjukkan letak tanah, laut, sungai, penunjang, yang dapat memberikan
gunung dan lain sebagainya. representasi informasi.
melalui gambar dari suatu daerah yang
menyatakan sifat, seperti batas daerah, Komponen tersebut adalah judul, garis tepi,
sifat permukiman dan denah. skala, orientasi, garis astronomis, lettering,
warna, simbol, legenda, sumber dan tahun
Ada banyak pendapat dari para ilmuan pembuatan, serta inset.
mengenai peta. Dalam artikel ini akan
memaparkan pengertian peta menurut para Selain itu, peta juga memiliki beberapa
ahli. juga memuat fungsi dan tujuan jenis. Jenis-jenis tersebut dibedakan
pembuatan peta. berdasarkan isi, bentuk, skala, sumber data,
keadaan objek, dan statistiknya. Peta
Soetarjo Soerjosumarmo berdasarkan isinya dibedakan menjadi dua,
yaitu peta umum dan peta khusus.
Pengertian peta menurut Soetarjo. adalah Berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi
lukisan dengan tinta dari seluruh atau tiga, yaitu peta datar, peta timbul, dan peta
sebagian permukaan bumi yang diperkecil digital.
dengan perbandingan ukuran yang disebut
skala atau kadar. Kemudian berdasarkan skalanya, peta
dibedakan menjadi empat. Yaitu peta
Aryono Prihandito kadaster, besar, menengah, dan peta kecil.
Berdasarkan sumber datanya, peta
Menurut Aryono, peta adalah gambaran dibedakan menjadi dua, yaitu peta induk
permukaan bumi dengan skala tertentu dan dan peta turunan. Lalu berdasarkan
digambarkan pada bidang datar dengan keadaan objeknya, peta dibedakan menjadi
sistem proyeksi tertentu. dua, yaitu peta dinamik dan peta stasioner.
Erwin Raisz Yang terakhir adalah peta berdasarkan
statistiknya, dibedakan menjadi dua. Yaitu
Pengertian peta adalah gambaran peta statistik distribusi kualitatif, dan peta
konvensional kenampakan muka bumi yang statistik distribusi kuantitatif.
diperkecil seperti kenampakan aslinya bila
Ilmu yang mempelajari pembuatan peta
disebut kartografi. Sementara kumpulan
dari beberapa peta disebut atlas. Tujuan
pembuatan peta adalah untuk keperluan
navigasi, perencanaan, analisis data,
keperluan desain, hingga memberi
informasi.
Ada beberapa unsur-unsur peta antara lain 1. Peta Datar
judul peta, legenda atau keterangan, skala,
simbol-simbol, warna peta, tipe huruf, garis 2. Peta Timbul
astronomis, inset, garis tepi peta, dan lain-
lain. Unsur-unsur ini diharapkan dapat 3. Peta Digital
memudahkan untuk memahami sebuah
peta. Berdasarkan Objek:
Berdasarkan Isi: 1. Peta Dinamik
1. Peta Umum 2. Peta Stasioner
Jenis peta yang pertama adalah peta umum. Berdasarkan Sumber Data:
Jenis peta ini menggambarkan sebagian
atau keseluruhan permukaan bumi secara 1. Peta Induk
umum. Peta umum juga menunjukkan
kenampakan alam dan buatan manusia. 2. Peta Turunan
Terdapat tiga jenis peta umum antara lain Berdasarkan Statistik:
yaitu :
1. Peta Statistik Distribusi Kualitatif
1. Peta Dunia
2. Peta Korografi 2. Peta Statistik Distribusi Kuantitatif
3. Peta Topografi
Komponen peta menjadi hal yang harus ada
2. Peta Khusus dalam sebuah peta. Pasalnya, dengan
adanya komponen peta maka akan
Selanjutnya juga ada peta khusus atau peta mempermudah membaca, menafsirkan,
tematik. Jenis peta ini menggambarkan dan dan mengetahui informasi yang terdapat di
menjelaskan tentang suatu aspek atau dalam sebuah peta, sehingga tidak
gejala khusus pada permukaan bumi di membingungkan pemakainya.
wilayah tertentu. Contoh peta khusus ini
misalnya peta persebaran flora dan fauna Ada 11 komponen peta yang perlu kita
di Indonesia, peta kepadatan penduduk, ketahui, termasuk judul, mata angina,
peta curah hujan di suatu daerah, dan lain- legenda, garis astronomi, sumber peta,
lain. tahun pembuatan, skala, inset peta, simbol
peta, lettering, dan warna peta:
Berdasarkan Skala:
Judul
1. Peta Kadaster
Judul peta memuat informasi sesuai
2. Peta Berskala Besar dengan isi peta.
3. Peta Berskala Menengah Mata Angin
4. Peta Berskala Kecil Mata angin atau orientasi adalah pedoman
arah pada peta yang berfungsi untuk
Berdasarkan Bentuk: membantu pengguna peta memahami arah
ketika membaca peta.
Legenda
Legenda adalah keterangan tentang Simbol adalah gambar di dalam peta untuk
simbol-simbol yang tercantum di dalam mewakili kenampakan alam di permukaan
peta bumi. Dimana terdapat 3 simbol dalam peta,
yaitu simbol titik, simbol garis, dan simbol
Legenda dapat juga diletakan di bagian lain area.
selama tidak mengganggu informasi yang
disajikan dalam peta. 1. Simbol titik
2. Simbol garis
Garis Astronomis 3. Simbol Area
Garis astronomis adalah garis-garis khayal Lettering
yang melingkari bumi baik secara vertikal
(garis bujur) maupun horizontal (garis Lettering adalah tulisan untuk
lintang) yang ditunjukan dalam satuan mempertegas arti dari simbol-simbol yang
derajat (0). ada di dalam peta. Lettering meliputi aturan
penulisan huruf capital, huruf kecil, huruf
Sumber Peta miring, tegak, dan sebagainya.
Sumber peta berisi keterangan tentang Warna peta
sumber data yang digunakan dalam peta.
Sumber peta berfungsi memberi kepastian Setiap kenampakan alam yang termuat
bahwa informasi yang disajikan dalam peta pada peta memiliki warna yang berbeda-
akurat. beda. Perbedaan warna ini bertujuan untuk
menonjolkan perbedaan objek pada peta.
Tahun Pembuatan
Bentuk Bumi bulat sedangkan peta
Tahun pembuatan peta menunjukan tahun berbentuk datar. Di sinilah sistem proyeksi
dibuatnya peta. Tahun ini perlu diperlukan untuk memindahkan
dicantumkan untuk meyakinkan pengguna kenampakan di Bumi pada bidang datar.
bahwa data yang dimuat dalam peta masih Secara sederhana proyeksi peta dapat
dapat digunakan. diartikan sebagai cara pemindahan garis
paralel dan meridian dari globe (bidang
Skala lengkung) ke bidang datar. Ini artinya
proyeksi merupakan suatu sistem yang
Skala adalah perbandingan jarak antara memberikan hubungan antara posisi titik-
objek di dalam peta dan jarak sebenarnya titik di Bumi dan di peta.
di lapangan.
Macam-Macam Proyeksi Peta:
Inset Peta
1. Proyeksi Berdasarkan Bidang Proyeksi
Inset peta digunakan untuk memperjelas
posisi suatu wilayah yang ada di peta Berdasarkan bidang proyeksi yang
utama. Terdapat 2 jenis inset peta yaitu digunakan, proyeksi ini dibedakan menjadi:
inset lokasi dan inset pembesaran.
a. Proyeksi Zenithal (Azimuthal)
1. Inset lokasi
2. Inset pembesaran Bidang proyeksi ini berupa bidang datar
yang menyinggung bola pada kutub,
Simbol Peta
ekuator atau di sembarang tempat. Oleh parallel melingkar dengan meridian
karena itu, proyeksi ini dibedakan menjadi: berbentuk jari-jari. Baris parallel berupa
garis lingkaran, sedangkan garis bujur
1) Proyeksi azimuth normal, di mana bidang berupa jari-jari. Proyeksi ini paling tepat
proyeksinya bersinggungan dengan kutub. digunakan untuk memetakan daerah
lintang 45° atau lintang tengah.
2) Proyeksi azimuth transversal, bidang
proyeksinya tegak lurus dengan ekuator. Secara garis besar, proyeksi ini dibedakan
menjadi tiga, yaitu:
3) Proyeksi azimuth oblique, bidang
proyeksinya menyinggung salah satu 1) Proyeksi Kerucut Normal atau Standar
tempat antara kutub dan ekuator.
2) Proyeksi Kerucut Transversal
Sebelum menggunakan proyeksi ini kamu
harus memahami benar cirinya, yaitu garis- 3) Proyeksi Kerucut Oblique (Miring)
garis bujur sebagai garis lurus yang
berpusat pada kutub, garis lintang Ketiga proyeksi berdasarkan bidang ini
digambarkan dalam Bentuk lingkaran yang (azimuthal, kerucut dan silinder) termasuk
mengelilingi kutub, sudut yang dibentuk kelompok proyeksi murni yang penggunaan
antara garis bujur sama besarnya pada dalam kehidupan sehari-hari sangat
peta, dan seluruh permukaan Bumi jika terbatas karena dirasa sulit. Selanjutnya,
digambarkan dengan proyeksi ini akan proyeksi berdasarkan bidang ini mengalami
berbentuk lingkaran. modifikasi hingga muncul proyeksi gubahan.
Proyeksi azimuth normal yang dianggap 2. Proyeksi Modifikasi/Gubahan (Proyeksi
sebagai proyeksi yang cocok untuk Arbitrary)
memetakan daerah kutub. Penggambaran
kutub dengan proyeksi ini dapat dilakukan Proyeksi ini lebih sering digunakan dalam
dengan tiga cara, yaitu: kehidupan sehari-hari yang diperoleh
melalui perhitungannya.
1) Proyeksi Gnomonik
a. Proyeksi Bonne (Equal Area)
2) Proyeksi Azimuthal Stereografik
Proyeksi ini merupakan proyeksi yang baik
3) Proyeksi Azimuthal Orthografik untuk menggambarkan wilayah Asia yang
letaknya di sekitar khatulistiwa.
b. Proyeksi Silinder (Cylindrical)
b. Proyeksi Mollweide
Proyeksi ini menggunakan silinder sebagai
bidang proyeksinya dan menyinggung bola Pada proyeksi ini, tiap bagian mempunyai
Bumi. Jika proyeksi ini menyinggung ukuran yang sama luas hingga ke wilayah
wilayah khatulistiwa, maka garis paralel pinggir proyeksi. Semakin mendekati kutub,
merupakan garis horizontal dan garis ukuran berubah semakin kecil.
meridian.
c. Proyeksi Sinusoidal
c. Proyeksi Kerucut
Proyeksi ini lebih dikenal oleh orang-orang
Dari namanya saja pasti kamu langsung di wilayah Amerika Selatan, Australia, dan
tahu bahwa proyeksi ini berkaitan dengan Afrika, karena sesuai untuk menggambar
bangun kerucut. Proyeksi ini memiliki wilayah tersebut.
d. Proyeksi Mercator dengan luas daerah pada peta setelah
dikalikan skala.
Proyeksi ini melukiskan Bumi di bidang
silinder yang sumbunya berimpit dengan b. Proyeksi Konform
bola Bumi, kemudian seolah-olah
silindernya dibuka menjadi bidang datar Proyeksi ini mempertahankan sudut-sudut
sesuai dengan kenampakan di permukaan
Hasil proyeksi ini layak digunakan untuk Bumi. Artinya skala yang dipertahankan
memetakan wilayah dekat ekuator. Akan adalah ketepatan sudut.
tetapi makin mendekati kutub, distorsi
semakin besar. Selain karakteristik ini, c. Proyeksi Equidistant
masih ada ciri lain yang dimiliki proyeksi ini,
yaitu: Proyeksi ini mempertahankan jarak
sehingga jarak di atas muka Bumi sama
1) Kutub-kutub hampir tidak dapat dengan jarak di atas peta apabila dikalikan
dipetakan karena terletak di posisi tidak skala
terhingga.
4. Proyeksi Berdasarkan Kedudukan
2) Interval jarak antarmeridian sama. Sumbu Simetri
3) Interval jarak antarparalel tidak sama, Berdasarkan pembagian ini, proyeksi
semakin mendekati kutub semakin lebar. dibedakan menjadi:
4) Menggunakan proyeksi ini, Bumi dibagi a. Proyeksi Normal
menjadi enam puluh zona. Tiap zona
mempunyai lebar 6°. Zona nomor 1 dimulai Pada proyeksi ini, sumbu simetri berimpit
dari daerah yang dibatasi oleh meridian dengan sumbu Bumi.
180°B dan 174°B, dilanjutkan ke arah timur
sampai dengan zona enam puluh. b. Proyeksi Miring
e. Proyeksi Homolografik (Goode) Pada proyeksi ini, sumbu simetri
membentuk sudut miring dengan sumbu
Proyeksi ini merupakan proyeksi perbaikan Bumi.
kesalahan pada proyeksi Mollweide.
c. Proyeksi Transversal
f. Proyeksi Gall
Sumbu simetri pada proyeksi ini tegak
Ciri khas yang dimiliki proyeksi ini adalah lurus sumbu Bumi atau terletak pada
bentuk yang berbeda pada wilayah lintang bidang ekuator (disebut juga proyeksi
yang mendekati kutub. equatorial).
3. Proyeksi Berdasarkan Sifat Asli yang
Dipertahankan
Ditinjau dari klasifikasi ini, proyeksi dibagi
menjadi tiga, yaitu
a. Proyeksi Equivalent
Proyeksi ini mempertahankan luas daerah.
Artinya luas daerah sebenarnya sama
American Society of percepcion remote dan bahasa Rusia
Photogrammetry distangtionaya.
Penginderaan jauh merupakan pengukuran Pengideraan jauh adalah tekhnik dan seni
atau perolehan informasi dari beberapa untuk memperoleh informasi tentang suatu
sifat objek atau fenomena, dengan sasaran/ objek, wilayah atau fenomena
menggunakan alat perekam yang secara dengan menganalisa data yang diperoleh
fisik tidak terjadi kontak langsung dengan dari alat, tanpa menyentuh/kontak
objek atau fenomena yang dikaji. langsung dengan objek, wilayah atau
fenomena yang dikaji.
Avery
Objek yang diambil berupa gejala di
Penginderaan jauh merupakan upaya untuk permukaan bumi atau ruang angkasa
memperoleh, menunjukkan terbatas pada objek yang tampat, yaitu
(mengidentifikasi) dan menganalisis objek objek permukaan bumi (atmosfer, biosfer,
dengan sensor pada posisi pengamatan hodrosfer dan litosfer) yang tidak
daerah kajian. terlindungi oleh objek lain.
Penginderaan jauh (atau disingkat inderaja) Alat yang dimaksud di dalam penginderaan
adalah pengukuran atau akuisisi data dari jauh adalah alat pengindera atau sensor.
sebuah objek atau fenomena oleh sebuah Pada umumnya sensor dipasang pada
alat yang tidak secara fisik melakukan wahana (platform) yang berupa pesawat
kontak dengan objek tersebut atau terbang, satelit, pesawat ulang-alik, atau
pengukuran atau akuisisi data dari sebuah wahana lainnya.
objek atau fenomena oleh sebuah alat dari
jarak jauh, (misalnya dari pesawat, pesawat Hasil interaksi antara tenaga dengan obyek
luar angkasa, satelit, kapal atau alat lain direkam oleh sensor. Perekamannya
dilakukan dengan menggunakan kamera
Contoh dari penginderaan jauh antara lain atau alat perekam lainnya. Hasil rekaman
satelit pengamatan bumi, satelit cuaca, ini disebut data penginderaan jauh yang di
memonitor janin dengan ultrasonik dan dalam batasan tersebut disingkat dengan
wahana luar angkasa yang memantau istilah data.
planet dari orbit.
Penginderaan jauh memiliki beberapa
Inderaja berasal dari bahasa Inggris komponen yang saling mendukung. Berikut
remote sensing, bahasa Perancis ini adalah komponen-komponen
télédétection, bahasa Jerman penginderaan jauh yang dihimpun dari
fernerkundung, bahasa Portugis berbagai sumber:
sensoriamento remota, bahasa Spanyol
Sumber Tenaga
Tenaga yg dimaksud dalam penginderaan
jauh yaitu sumber pencahayaan dalam
menerangi objek. Sumber tenaga yang
utama dalam penginderaan jauh adalah
radiasi sinar matahari sebagai tenaga alami.
Jika perekaman tersebut dilakukan pada
malam hari maka dibuat tenaga buatan
berupa tenaga elektromagnetik. Proses Foto udara pada umumnya diinterpretasi
perekaman obyek melalui pancaran tenaga dengan cara ini.
buatan ini disebut sistem aktif.
Pengguna Data
Atmosfer
Keberhasilan proses penginderaan jauh
Hanya sebagian kecil tenaga bergantung pada diterima atau tidaknya
elektromagnetik dari radiasi sinar matahari hasil penginderaan jauh oleh para
yang dapat mencapai permukaan bumi. pengguna data. Pengguna data bisa
Bagian spektrum elektromagnetik yang perorangan, kelompok, badan, atau
mampu melalui atmosfer dan dapat pemerintah.
mencapai permukaan bumi disebut jendela
atmosfer. Inilah yang digunakan dalam Citra merupakan gambaran yang terekam
proses penginderaan jauh. oleh kamera atau sensor. Data indraja juga
berupa data visual yang pada umumnya
Interaksi Tenaga dengan Obyek dianalisis secara manual. Data visual
dibedakan menjadi dua, yaitu data citra dan
Interaksi tenaga elektromagnetik dengan data noncitra.
benda-benda yang ada di permukaan bumi
terjadi dalam empat bentuk, yaitu Data citra dalah berupa gambaran yang
penerusan, pantulan, scattering, dan mirip dengan wujud aslinya atau minimal
penyerapan. Interaksi tenaga dengan obyek berupa gambaran planimetri. Data noncitra
inilah yang direkam oleh sensor. pada umumnya berupa garis atau grafik.
Interaksi tenaga dengan obyek dipengaruhi Citra indraja adalah gambaran suatu gejala
oleh beberapa faktor, di antaranya atau objek sebagai hasil rekaman dari
kekasaran permukaan obyek, jenis material, sebuah sensor, baik dengan cara optic,
kelembaban obyek, dan waktu. Interaksi ini elekrooptik, maupun elektronik.
mempengaruhi kecerahan gambar obyek
pada citra. Citra dibedakan menjadi dua, yaitu citra
foto (photographic image) atau foto udara
Sensor dan citra nonfoto (nonphotographic image).
Sensor adalah alat yang digunakan untuk CITRA FOTO
melacak, mendeteksi, dan merekam suatu
objek dalam daerah jangkauan tertentu. Citra foto adalah gambaran suatu gejala di
Semakin kecil objek yang dapat direkam permukaan bumi sebagai hasil pemotretan
sensor, semakin baik resolusi spasial dari dengan menggunakan kamera. Citra foto
citra yang dihasilkan. Sensor dibedakan dibedakan atas dasar spectrum
menjadi dua, yakni sensor fotografi dan elektromagnetik yang digunakan, posisi
sensor elektrik. sumbu kamera, sudut liputan kamera, jenis
kamera, wahana yang digunakan, dan
Perolehan Data system wahananya.
Perolehan data adalah cara memperoleh CITRA NON FOTO
atau mengekstraksi data dari citra.
Perolehan data dapat dilakukan secara Citra nonfoto adalah gambar atau citra
manual, yaitu dengan interpretasi visual. tentang suatu objek yang dihasilkan oleh
sensor bukan kamera dengan cara
memindai (scanning). Citra nonfoto
dibedakan atas dasar spectrum
elektromagnetik yang digunakan, sensor
yang digunakan, dan wahana yang
digunakan.
Unsur interpretasi citra terdiri dari
sembilan butir, yaitu rona atau warna,
ukuran, bentuk, tekstur, pola, tinggi,
bayangan, situs dan asosiasi.
Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai Sistem informasi geografis (gis) (1)Tujuan
gabungan dari beberapa unsur pokok utama Sistem Informasi Geografis (SIG)
diantaranya sistem, informasi, dan diantaranya adalah Input Data, dimana
geografis. sebelum data geografis kemudian
digunakan dalam Sistem Informasi
Sistem Informasi Geografis (SIG) sendiri Geografis (SIG), data tersebut kemudian
merupakan sistem yang menekankan harus dikonversi terlebih dahulu ke dalam
kepada berbagai unsur informasi geografis bentuk digital. Proses konversi data dari
mulai dari informasi tentang tempat tempat peta kertas kepada foto dalam bentuk
yang berada di permukaan bumi, digital atau disebut juga dengan digitizing.
pengetahuan tentang informasi dan
berbagai atribut di permukaan bumi namun Tugas utama SIG lainnya yaitu
dengan posisi yang telah diketahui serta memvisualisasikan hasil akhir dari tipe-
letak suatu objek di permukaan bumi. tipe operasi geografis dalam bentuk peta
atau graf. Peta sendiri sesungguhnya
Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sangat efisien digunakan untuk menyimpan
suatu sistem yang bertugas menyajikan, dan mengkomunikasikan berbagai
mengumpulkan suatu data atau informasi informasi geografis. Namun saat ini Sistem
terkait geografi. Data ini berisikan fakta dan Informasi Geografis (SIG) juga sudah
permukaan bumi secara lengkap, mulai mengintegrasikan berbagai tampilan peta
dari topografi, jenis tanah, hidrologi, budaya, serta menambahkan tampilan tiga dimensi,
keadaan geologi, hingga ke iklimnya. Wujud laporan, serta multimedia.ir, staf
data ini kemudian disajikan dalam bentuk profesional teknik yang meliputi atialis juga
peta sehingga sistem informasi geografi programer, serta manajer yang
tidak terlepas dari peta yang berfungsi bertanggung jawab atas Sistem Informasi
sebagai basis data. Geografis (SIG) secara keseluruhan.
Sistem Informasi Geografis (SIG) sendiri Komponen dan Tahapan kerja Sistem
diantaranya adalah sistem komputer yang Informasi Geografis
digunakan untuk mengintegrasi,
mengumpulkan, memeriksa, dan A. PENGAMATAN
menganalisis informasi-informasi yang
berhubungan dengan permukaan bumi, B. PERTANYAAN
Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai
teknologi informasi dapat dimanfaatkan C. EKSPLORASI
untuk menganalisis, menyimpan, dan
menampilkan baik data spasial maupun Adapun tahapan-tahapan kerja SIG adalah
nonspasial, Sistem Informasi Geografis sebagai berikut:
(SIG) juga merupakan sistem komputer
yang digunakan untuk menyimpan, Tahap Pemasukan Data
memeriksa, mengintegrasikan,
memasukkan (capturing), memanipulasi, 1. Akuisisi
menganalisis, dan menampilkan berbagai
data yang berhubungan dengan berbagai 2. Digitasi
posisi di permukaan bumi.
3. Pembangunan Topologi Data
4. Tabulasi
5. Pemberian Atribut
6. Transformasi Koordinat
Manajemen dan Pengelolaan Basis Data
1. Pengarsipan
2. Pemodelan
Manipulasi dan Analisis Data
1. Klasifikasi
2. Overlay
3. Networking
4. Buffering
5. Tiga Dimensi
Hasil Keluaran
Hasil dari proses pengerjaan dengan SIG
ada berbagai macam seperti dalam bentuk
hardcopy, berupa peta, tabel, laporan, dan
bentuk softcopy berupa informasi digital.
D. ASOSIASI
E. PRESENTASI
Dalam aplikasi SIG jenis data dibedakan
secara garis besar menjadi dua macam
yaitu data spasial dan data
nonspasial/atribut. Data
spasial/graphic/posisi adalah data yang
bergeorefernsi, yang menurut strukturnya
berupa data vektor dan data raster. Unsur-
unsur datanya berupa : Titik, Garis, Luasan,
dan Anotasi.
Geografi adalah ilmu yang mempelajari berkaitan dengan letaknya di
tentang hubungan, persamaan, dan permukaan bumi, Konsep lokasi
perbedaan antarruang di Bumi. Pusat kajian dibagi menjadi dua, yaitu lokasi
geografi adalah hubungan manusia dan absolut dan lokasi relatif.
lingkungannya. Secara umum, geografi 2. Konsep Jarak: Konsep ini mengkaji
terbagi menjadi dua cabang keilmuan yaitu jarak antara suatu tempat dengan
geografi fisik dan geografi manusia. tempat lain. Jarak sebagai konsep
Setelah tahun 1945, geografi lebih geografi mempunyai arti penting
diarahkan ke ilmu sosial dan bagi kehidupan sosial, ekonomi
mengutamakan kajian tentang geografi maupun juga kepentingan
manusia. Geografi memiliki konsep-konsep pertahanan.
penting yang digunakan untuk memahami 3. Konsep keterjangkauan: Mengkaji
hubungan, bentuk, dan fungsi peristiwa aksesbilitas suatu tempat.
alam dan peristiwa sosial. Ketersediaan sarana prasarana
untuk menjangkau suatu wilayah
Berikut ini beberapa pengertian geografi yang jauh akan mudah dijangkau
yang dikemukakan oleh para ahli: apabila sarana dan prasarana
transportasi memadai.
Armin K. Lobeck (1939) 4. Konsep pola: Berkaitan dengan
susunan bentuk atau persebaran
Geografi merupakan suatu studi tentang fenomena dalam ruang di muka
hubungan-hubungan yang ada antara bumi, baik bersifat alami ataupun
kehidupan dengan lingkungan fisiknya sosial budaya. Fenomena alami,
misalnya aliran sungai, persebaran
Barlow vegetasi, jenis tanah, dan curah
hujan.
Geografi adalah ilmu yang mempelajari 5. Konsep morfologi: Konsep yang
proses-proses yang berhubungan dengan berhubungan dengan relief (bentuk
lingkungan dan gejala-gejala serta pola- permukaan bumi) yang berbeda-
pola terkait yang dibahas. beda, sehingga kegunaanya pun
berbeda.
Karl Ritter 6. Konsep aglomerasi: Berkaitan
dengan pemusatan atau
Mengatakan bahwa geografi adalah ilmu pengelompokan suatu fenomena di
tentang daerah yang berbeda-beda di permukaan bumi.
permukaan bumi dalam keragamannya. 7. Konsep Nilai kegunaan: Fenomena
atau sumber-sumber di muka bumi
10 Konsep Geografi: bersifat relatif, tidak sama bagi
semua orang atau golongan
1. Konsep Lokasi: Menjelaskan suatu penduduk tertentu.
objek atau fenomena geosfer 8. Konsep Interaksi Interdependensi:
Peristiwa saling mempengaruhi
daya-daya, objek, atau tempat satu
dengan yang lain.
9. Konsep Diferensiasi Areal: Setiap Pedosfer merupakan lapisan tanah yang
tempat atau wilayah terwujud berasal dari batuan yang telah mengalami
sebagai hasil integrasi berbagai pelapukan.
unsur atau fenomena lingkungan
baik yang bersifat alam atau 6. Antroposfer
kehidupan.
Antroposfer merupakan lapisan manusia
10. Konsep Keterkaitan Keruangan: yang merupakan tema sentral di antara
Suatu wilayah dapat berkembang lapisan-lapisan lain. Tema sentral artinya
karena adanya hubungan dengan diutamakan dalam kajian.
wilayah lain, atau adanya saling
keterkaitan antarwilayah dalam Objek Formal
memenuhi kebutuhan dan sosial
penduduknya. Objek formal geografi merupakan metode
pendekatan yang digunakan dalam
Objek Material menganalisa suatu masalah yang dilakukan
dengan konteks keruangan. Adapun metode
1. Litosfer atau pendekatan objek formal geografi
meliputi beberapa aspek yaitu aspek
Litosfer adalah lapisan kulit bumi yang keruangan (spasial), kelingkungan (ekologi),
paling atas dengan ketebalan kurang lebih kewilayahan (regional) dan waktu
66 km. Lapisan litosfer mengikuti bentuk (temporal).
muka bumi yang bulat dan tersusun atas
batuan dan mineral. Prinsip-prinsip Geografi:
2. Hidrosfer 1. Prinsip Persebaran: Prinsip ini
digunakan untuk menjelaskan
Hidrosfer adalah wilayah perairan yang persebaran fenomena geosfer yang
mengelilingi Bumi. Hidrosfer meliputi tidak merata di permukaan bumi.
samudera, laut, sungai, danau, air tanah, Misalnya persebaran hewan,
mata air, hujan, dan air yang berada di persebaran barang tambang,
atmosfer. persebaran kejadian bencana.
3. Atmosfer 2. Prinsip Interelasi: Prinsip ini
digunakan untuk menjelaskan
Atmosfer adalah lapisan udara yang hubungan sebab akibat antara
menyelimuti permukaan Bumi. Ketebalan fenomena yang satu dengan
atmosfer kira-kora lebih dari 1.000 km, fenomena yang lain.
dimana komposisinya terdiri atas nitorgen,
oksigen, karbon dioksida, neon, helium, 3. Prinsip Deskripsi: Prinsip ini
ozon, kripton, metana, dan xenon. digunakan untuk menggambarkan
fenomena geografi yang diselidiki
4. Biosfer atau dipelajari dalam bentuk peta,
kalimat, diagram, dan/grafik. Contoh:
Biosfer adalah tempat kehidupan makhluk Peta persebaran daerah rawan
hidup dan organisme di bumi. Biosfer banjir di Indonesia
meliputi manusia, hewan, tumbuhan, dan
organisme lain. 4. Prinsip Korologi: Prinsip ini
merupakan perpaduan dari ketiga
5. Pedosfer
prinsip sebelumnya, yaitu prinsip tata air atau hidrologi, dan kondisi iklim di
persebaran, interelasi, dan suatu wilayah.
deskripsi. Contoh: Untuk mengatasi
masalah banjir yang sering terjadi di c. Aspek Topograf: Berkaitan dengan letak
Indonesia diperlukan kajian tentang suatu wilayah. Contohnya, yakni letak
persebaran daerah-daerah yang negara, luas suatu wilayah, bentuk
rawan bencana dan penyebab permukaan bumi, dan batas-batas wilayah.
terjadinya bencana tersebut.
Aspek Non-Fisik
Pendekatan Geografi:
Aspek non-fisik atau aspek sosial
Pendekatan Keruangan: Pendekatan ini mempelajari tentang fenomena alam yang
adalah upaya untuk mengkaji persamaan terjadi akibat campur tangan manusia. Ada
dan perbedaan fenomena geosfer dalam beberapa aspek non-fisik, yaitu:
ruang. Pendekatan keruangan digunakan
untuk mengetahui persebaran penggunaan a. Aspek Sosial: aspek yang berkaitan
ruang yang telah tersedia dan bagaimana dengan unsur-unsur sosial. Misalnya adat
penyediaan ruang yang akan digunakan istiradat, komunitas, tradisi, lembaga
untuk berbagai kebutuhan. sosial, dan kelompok masyarakat
Pendekatan Ekologi: Mengkaji fenomena b. Aspek Budaya: membahas hal yang
geosfer seperti interaksi organisme hidup berkenaan dengan unsur pendidikan,
dengan lingkungannya. Dalam pendekatan agama, bahasa, kesenian, dan budaya yang
ini, manusia memiliki peran yang penting ada di suatu negara.
dalam proses interaksi.
c. Aspek Ekonomi: berkaitan dengan semua
Pendekatan Kompleks Wilayah: Berupaya hal yang mencakup kegiatan ekonomi
untuk mengkaji fenomena geosfer melalui seperti unsur pertanian, perkebunan,
kombinasi pendekatan keruangan dan pertambangan, perikanan, industri,
pendekatan ekologi. Interaksi antarwilayah transportasi, perdagangan, hingga pasar.
akan berkembang karena pada hakikatnya
setiap wilayah di bumi berbeda antara satu Cabang -cabang ilmu geografi secara garis
dengan yang lain. besar di bagi menjadi dua yaitu geografi
fisik dan geografi manusia, namun dari ke
Macam-macam Aspek Geografi: dua cabang tersebut akan terbagi-bagi
menjadi beberapa bagian lainnya.
Aspek Fisik: Mengkaji seluruh fenomena
alam yang terjadi di permukaan bumi Berikut adalah penjelasannya mengenai
secara alami. Aspek fisik terbagi menjadi cabang-cabang ilmu geografi :
tiga jenis, di antaranya:
Geologi
a. Aspek Biotik: Aspek geografi ini
membahas hal yang berkaitan dengan Ilmu tanah
unsur vegetasi. Contohnya adalah
tumbuhan atau flora, binatang atau fauna, Geomorfologi
dan kajian penduduk.
Oseanografi
b. Aspek Non-Biotik: Membahas tentang
benda mati. Misalnya, unsur kondisi tanah, Meteorologi dan Kilimatologi
Geografi Manusia
Geografi ekonomi Geokronologi
Geografi permukiman
Geografi politik Mineralogi
Geografi sosial
Kartografi Kristalografi
Pitogeografi
Zoogeografi Petrologi
Antropogeografi
Geofisika Vulkanologi
Geodesi
Glasiologi Edafologi
Ilmu atmosfer
Kimia atmosfer Pedologi
Hidrometeorologi
Biogeografi Oceanografi fisika
Paeleontologi
Mikropaleontologi Penginderaan jauh
Geomikrobiologi
Hidrologi Sistem informasi geografis
Limnologi
Hidrogeologi Palinologi
Geologi ekonomi
Geologi rekayasa Oceanografi kimia
Geologi lingkungan
Sedimentologi Stratigrafi
Geologi sejarah
Geologi struktur Geografi regional
Geokimia
Geofisika Biologi laut
Geologi laut
Sejarah Lahirnya Ilmu Geografi
Istilah geografi kali pertama diperkenalkan
seorang ahli filsafat dan astronomi
terkenal yang bernama Eratosthenes (276–
194 SM). Menurutnya, geografi berasal dari
kata Geographika yang berarti “tulisan atau
deskripsi tentang Bumi”.
alam masa perkembangan kajian geografi
terjadilah Abad kegelapan (The Dark Ages).
Sebagai awal tenggelamnya kebudayaan
dan pengetahuan yang dimiliki bangsa
Yunani dan Romawi. Sejalan dengan Abad
Kegelapan di Eropa, muncullah kebudayaan
Islam sehingga geografi mendapatkan
perhatian penting.
Geografi banyak digunakan bagi
kepentingan perdagangan dan penyebaran
agama Islam. Ilmu pengetahuan di Eropa
sempat tidak berkembang pada abad 2. Paradigma sosiologis
kegelapan. Akhirnya berkembang kembali
setelah berakhirnya Perang Salib dan Tidak seperti metaparadigmn yang
kemunculan zaman Renaissance di Eropa. mencakup wilayah konsensus paling luas
dalam suatu disiplin dan menetapkan
Pada abad XV sampai sekarang, geografi bagian-bagian wilayah penelitian,
banyak mengemukakan tentang kajian alam paradigma sosiologis lebih terbatas
dan berbagai aspek kehidupan di pengertiannya pada keberhasilan ilmiah
permukaan bumi. Sejak kelahirannya yang konkret yang mendapat pengakuan
sebagai suatu disiplin ilmu, banyak tokoh secara universal.
yang memberikan batasan mengenai kajian
geografi. 3. Paradigma artefak
Paradigma Geografi: Paradigma artefak atau construct
paradigmn mengandung artian yang paling
Kuhn (1970) mengartikan paradigma sempit, yang dapat berarti apa-apa secara
sebagai keseluruhan kumpulan khas (spesifik) termuat dalam suatu buku,
(konstelasi) kepercayaan- instrumen ataupun hasil karya
kepercayaan, nilai-nilai, cara-cara pengetahuan klasik. Secara konseptual,
(teknik) dan sebagainya yang dianut paradigma artefak ada dalam lingkup
warga suatu komunitas tertentu. cakupan paradigma sosiologis, dan
paradigma sosiologis ada dalam lingkup
Vardiansyah (2008) Paradigma cakupan metaparadigmn.
dalam disiplin intelektual adalah
cara pandang orang terhadap diri Paradigma berakar pada filsafat dan
dan lingkungannya yang akan pendekatan ilmu merupakan hasil
mempengaruhinya dalam berpikir pengembangan faham atau pandangan
(kognitif), bersikap dan bertingkah dasar tertentu yang memberi corak
laku. tersendiri dalam praktek operasional ilmu
yang bersangkutan.
Wikipedia Paradigma juga dapat
diartikan sebagai seperangkat
asumsi, konsep, nilai dan praktik
yang diterapkan dalam memandang
realitas dalam sebuah komunitas
yang sama, khususnya dalam
disiplin intelektual
Harvey dan Holly (1981)
membedakan pengertian paradigma
atas tiga macam pengertian yang
meliputi:
1. Paradigma metafisik.
Paradigma metafisik (metaparadigmn)
menggambarkan pandangan global secara
keseluruhan tentang ilmu.
Penelitian adalah suatu penyelidikan dalam catatan atau fieldnotes. Data
secara sistematis terhadap suatu objek kualitatif apabila diolah berdasarkan
yang sistematis, terencana, dan ketentuan yang benar akan bisa
menggunakan metode ilmiah. membentuk kerangka teori baru. Untuk itu
dalam mengolah data kualitatif terdapat
Adapun tujuan penelitian sebagi berikut. tiga tahapan kegiatan, sebagai berikut.
Mengungkapkan suatu pengetahuan 1. Reduksi Data
baru 2. Penyajian Data
3. Penarikan Kesimpulan
Mengembangkan proses atau
produk baru Data Kuantitatif: Pengolahan data secara
kuantitatif disebut juga pengolahan data
Memcahkan masalah yang ada secara statistik. Dalam pengolahan data
Mengumpulkan informasi yang secara statistik memerlukan perhitungan
secara matematis. Oleh karena itu,
sebenarnya sudah ada diperlukan kecermatan dan ketelitian.
Dalam pengolahan data kuantitatif jga
Objek dari ilmu geografi adalah fenomena melalui tiga tahap, sebagai berikut.
dan gejala alam yang ada di permukaan
bumi dan hubungannya dengan manusia. 1. Editing
2. Coding
Pendekatan dan Analisis Geografi: 3. Tabulating
Pendekatan Keruangan: Dalam pendekatan Teknik Analisis Data:
keruangan ini digunakan beberapa analisis,
yaitu pendekatan keruangan dan Analisis Data Secara Statistik
perencanaan, secara teori difusi.
Teknik analisis data secara statistik
Pendekatan Ekologi: Dalam pendekatan meliputi:
ekologi terdapat dua teori yang mendukung,
yaitu teori ekosistem dan teori lingkungan. a) Tes hipotesis
b) Tes frekuensi distribusi
Pendekatan Kompleks Wilayah: Analisis c) Tes signifikansi
kompleks wilayah ini merupakan kombinasi d) Analisi regresi linear dan nonlinear
dari analisis keruangan dan ekologi. e) Analisis klasifikasi
f) Analisis faktor
Data Penelitian: g) Analisis pola dan indeks ruang
Berdasarkan Sumber: Berdasarkan cara Analisis Data Dengan Linear dan Nonlinear
memperolehnya atau sumbernya, data
dibedakan menjadi data primer dan data Penginderaan jauh mengacu pada berbagai
sekunder. teknik yang dikembangkan untuk
memperoleh dan menganalisis informasi
Berdasarkan Sifat: Berdasarkan sifatnya,
maka data dibedakan menjadi data
kualitatif dan data kuantitatif
Teknik Pengumpulan Data:
Data Kuantatif: Data-data yang terkumpul
dalam penelitian kualitatif dirumuskan
dalam bentuk kata-kata yang terekam
tentang bumi. Dalam metode penginderaan yaitu bagian pembukaan, bagian isi, dan
jauh ini terdapat enam tahapan yang harus bagian penutup.
dilakukan, yaitu:
Bagian Pembukaan
a) Perumusan masalah dan tujuan
b) Evaluasi kemampuan Bagian pembukaan terdiri atas lima
c) Pemilihan prosedur komponen, di mana komponen-komponen
d) Persiapan tersebut harus disusun secara urut,
e) Interpretasi data sebagai berikut.
f) Penyajian laporan
Judul Penelitian
Analisis Data Komputer Kata Pengantar
Daftar Isi
Sekarang ini, para peneliti sudah Daftar Tabel
menggunakan komputer untuk Daftar Gambar
menganalisis data penelitiannya. Dengan
menggunakan komputer, data bisa Bagian isi
dianalisis dengan cepat dan tepat.
Pada bagian isi laporan penelitian berisi
Analisis Data Secara Deskripsif hal-hal yang mengarah kepada hasil yang
dilakukan dalam penelitian tersebut, di
Analisis data deskriptif penting untuk mana dalam isi laporan penelitian ini
menganalisis data yang bersifat kualitatif, terdapat enap komponen. Adapun
baik dalam geografi sosial maupun geografi komponen dalam isi laporan ini, sebagai
fisik. berikut.
Variabel penelitian pada dasarnya adalah - Bab I Pendahuluan
segala sesuatu yang berbentuk apa pun
yang telah ditetapkan peneliti untuk - Bab II Landasan Teori
dipelajari, sehingga diperoleh informasi
tentang hal yang diteliti, dan kemudian - Bab III Metodologi Penelitian
ditarik kesimpulannya.
- Bab IV Analisis Data
Variabel dalam sebuah penelitian terbagi
menjadi enam, yaitu:. Bagian Penutup
a) variabel Pada bagian penutup terdiri atas daftar
b) independen, pustaka, lampiran-lampiran yang perlu
c) variabel dependen, untuk dilampirkan, dan indeks. Adapun
d) variabel moderating, bagian tersebut secara rinci sebagai
e) variabel intervening, dan berikut.
f) variabel control
Daftar Pustaka
Penulisan Laporan: Lampiran-Lampiran
Indeks
Hal-hal yang harus diperhatikan tersebut,
secara umum dibagi ke dalam tiga bagian, Hidrosfer adalah wilayah perairan yang
mengelilingi bumi. Hidrosfer meliputi
samudera, lautan, danau, air tanah, mata 8. krypton,
air, hujan, dan air yang berada di atmosfer. 9. metana, dan
10. xenon.
Siklus hidrologi adalah proses perputaran
air dari air menguap menjadi awan dan Atmosfer memiliki sifat-sifat sebagai
apabila telah mencapai titik jenuh awan berikut:
tersebut akan jatuh sebagai hujan dan
seterusnya. Transparan terhadap beberapa
bentuk radiasi
Berikut ini adalah istilah-istilah dalam
siklus hidrologi: Elastis dan dinamis sehingga dapat
mengembang dan mengerut
1. Evaporasi
2. Transpirasi Tidak berwarna, tak berbau, dan
3. Kondensasi tidak dapat dirasakan.
4. Sublimasi
5. Adveksi Memiliki berat sehingga dapat
6. Run off (limpasan) menimbulkan tekanan.
7. Infiltrasi
Atmofer berfungsi untuk mengatur proses
Berdasarkan prosesnya, siklus hidrologi penerimaan panas matahari dengan cara
dibedakan menjadi tiga sebagai berikut: menyerap dan memantulkan panas yang
dipancarkan oleh matahari.
1. Siklus hidrologi pendek
2. Siklus hidrologi sedang Secara vertikal, atmosfer Bumi dapat
3. Siklus hidrologi Panjang dibedakan kedalam beberapa lapisan.
Pembagian ini didasarkan pada keadaan
Atmosfer adalah lapisan udara yang temperatur pada tempat atau ketinggian
menyelimuti permukaan bumi dengan tertentu. Setiap lapisan atmosfer memiliki
ketebalan mencapai 1.000 km di atas karakteristik tersendiri dan fungsi yang
permukaan laut. berbeda-beda.
Atmosfer berasal dari bahasa Yunani yaitu 1. Troposfer
'atmos' yang artinya 'uap air' dan 'sphaira' 2. Stratosfer
yang artinya 'bola atau lingkaran'. Jadi 3. Mesosfer
atmosfer dapat diartikan sebagai lapisan 4. Termosfer
udara yang melingkari bumi. 5. Eksosfer
Atmosfer memiliki ketebalan mencapai Cuaca adalah suatu keadaan udara pada
1.000 km, di mana komposisinya terdiri atas suatu saat di suatu tempat, yaitu keadaan
gas-gas sebagai berikut: berdasarkan gejala suhu, tekanan udara,
angin dan curah hujan. Disamping itu,
1. nitrogen (78,08%), terdapat unsur cuaca lainnya yang biasa
2. argon (0,95%), kita saksikan, seperti penyinaran matahari,
3. karbon dioksida (0,034%), keadaan awan, halilintar, dan halo.
4. neon,
5. helium, Iklim adalah suatu keadaan umum kondisi
6. ozon, cuaca meliputi daerah yang luas. Iklim
7. hidrogen,
merupakan kelanjutan dari hasil-hasil
pengamatan dan pencatatan unsur cuaca
selama 30 tahun.
Oleh karena itu, iklim pada dasarnya
merupakan rata-rata dari keadaan cuaca
harian secara umum.
Ilmu yang mempelajari tentang iklim
disebut klimatologi, sedangkan ilmu yang
mempelajari tentang keadaan cuaca
disebut meteorologi.
Pengamatan keadaan cuaca dan iklim
biasanya memperhatikan sejumlah
persebaran komponen cuaca, yaitu
temperatur, tekanan udara, kelembapan,
awan, curah hujan, dan angin.
Dinamika litosfer adalah semua bentuk
perubahan yang terjadi pada lapisan bumi
paling atas atau yang sering dikenal
sebagai kerak bumi.
Litosfer berasal dari kata lithos berarti
batu dan sphere berarti bulatan.
Litosfer adalah lapisan kulit bumi yang
mengikuti bentuk muka bumi yang bulat
dan tersusun atas batuan dan mineral.
Kulit bumi atai litosfer tersusun dari sekitar
90 jenis unsur kimia yang satu dengan
lainnya dapat bergabung membentuk
persenyawaan yang disebut mineral.
Bumi terdiri atas lapisan-lapisan sebagai
berikut:
1. kerak bumi
2. Lapisan mantel bumi
3. inti bumi
4. Batuan yang menyusun lapisan kulit
bumi (litosfer)
Jagat raya atau alam semesta (the Planet adalah benda astronomi yang
universe) merupakan ruang tidak terbatas mengorbit sebuah bintang cukup besar
yang di dalamnya terdiri atas semua materi, untuk memiliki gravitasi sendiri. Suatu
termasuk tenaga dan radiasi. benda langit disebut planet jika memenuhi
syarat – syarat berikut :
Jagat raya tidak dapat diukur, dalam arti
batas-batasnya tidak dapat diketahui Mengorbit pada bintang atau sisa
dengan jelas. bintang (bintang mati)
Galaksi, bintang, matahari, nebula, planet, Orbitnya tidak bertumpah tindih
meteor, asteroid, komet, dan bulan, dengan orbit benda angkasa lain.
hanyalah sebagian kecil dari materi di jagat Disebabkan oleh gaya tarik menarik
raya yang dikenal manusia yang hidup di antar planet
Bumi.
Memiliki massa yang cukup untuk
Rahasia mengenai bagaimana terbentuknya mempertahankan bentuknya pada
asal mula jagat raya telah melahirkan keadaan setimbang
asumsi dan teori yang dikemukakan oleh
para ahli. Berikut ini adalah teori-teori yang Rotasi Bumi
menjelaskan proses pembentukan jagat
raya. Pada bagian terdahulu telah diterangkan
bahwa bumi adalah salah satu keluarga
1. Teori Dentuman atau Teori Ledakan matahari dan mengitari matahari dalam
2. Teori Ledakan Besar (The Big Bang satu kali putaran selama satu tahun atau
tepatnya 365 1/4 hari atau lebih tepatnya
Theory) 365 hari 6 jam 9 menit dan 10 detik.
3. Teori Mengembang dan Memampat
Selain gerak revolusi, bumi juga berputar
(The Oscillating Theory) pada porosnya seperti gasing yang disebut
4. Teori Cretio Continua atau Teori gerak rotasi bumi. Satu kali putaran rotasi
bumi membutuhkan waktu 24 jam atau
Keadaan Tetap tepatnya 23 jam 56 menit atau sehari
semalam.
Menurut bentuknya, galaksi dibedakan
menjadi tiga: Arah gerak rotasi bumi dari barat ke timur.
1. Galaksi Spiral Cepatnya gerakan rotasi bumi memberi
2. Galaksi Elips efek pandangan terhadap benda angkasa
3. Galaksi Tak Beraturan lainnya berjalan dari timur ke barat.
Tata Surya terdiri dari planet, satelit, planet Jika diibaratkan, kita naik kereta api yang
kerdil, meteoroid, planetoid/asteroid, komet, berjalan, maka tampaklah pohon-pohon,
dan Matahari sebagai bintang sekaligus tiang listrik dan rumah-rumah yang
sebagai pusatnya. Delapan planet berturut dilewati kereta seakan-akan berlarian.
dari yang paling dekat Matahari adalah Gerakan pohon-pohon dan tiang-tiang
Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, listrik tersebut dinamakan gerak semu.
Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Bayangkanlah bahwa sekarang kita sedang para ahli menyusun lapisan bumi dalam 3
"menumpang" bumi yang sedang melaju bagian besar, yaitu:
dalam rotasinya. Maka semua benda yang
terlihat dari bumi seperti matahari, bulan, 1. Kerak Bumi (Crust)
dan bintang-bintang seolah-olah bergerak
dari timur ke barat itulah yang disebut 2. Selimut (Mantle)
gerak semu benda-benda langit.
3. Inti (Core)
Akibat yang sangat berpengaruh dari gerak
rotasi bumi terhadap kehidupan di bumi
adalah pergantian siang dan malam.
Revolusi Bumi
Sumbu bumi yang tetap miring di berbagai
tempat ketika bumi ber-revolusi mengedari
matahari. Kemiringan yang tetap sama
tersebut membentuk sudut 66,5o terhadap
ekliptika. Ekliptika adalah bidang garis edar.
Jika ellips itu kita arsir maka seakan-akan
menjadi lempengan yang berbentuk ellips.
Lempengan itulah yang kemudian disebut
bidang ekliptika.
Periode satu kali edar adalah 365 hari 6
jam 9 menit dan 10 detik. Arah revolusi
bumi adalah negatif atau berlawanan
dengan gerak arah jarum jam.
Akibat dari revolusi bumi dan kemiringan
sumbu yang tetap 66,5o mengakibatkan
pengaruh sebagai berikut:
Pergeseran semu satahari antara
GBU dan GBS
Perubahan panjang waktu siang dan
malam
Pergantian musim
Berdasarkan penelitian dengan
menggunakan berbagai ilmu pengetahuan,