The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Langkah-langkah pementasan drama dengan baik.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by alfitrianns, 2022-04-22 09:14:56

Media Pembelajaran Teks Drama

Langkah-langkah pementasan drama dengan baik.

Keywords: Media Pembelajaran

BAHAN AJAR
NASKAH DRAMA

BAHASA INDONESIA KELAS VIII SMP/MTS

AL-FITRIANNISHA
195030099

BAHAN AJAR KETERAMPILAN 4.16

A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Konpetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

4.16 Menyajikan drama dalam bentuk 4.16.1 Menampilkan drama singkat secara

pentas atau naskah. berkelompok.

B. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah membaca naskah drama dan menonton contoh pementasan drama peserta
didik mampu menampilkan drama dengan baik, percaya diri, dan bekerja sama
secara berkelompok.

C. Materi Pembelajaran
1. Langkah-langkah memantaskan drama dengan baik.
2. Pementasan drama.

Perhatikan Contoh Pementasa dan Naskah Drama Berikut!

ROROJONGRANG

Pada zaman dahulu kala di Prambanan Jawa Tengah,berdiri dua buah kerajaan Hindu yaitu
Kerajaan Pengging dan Kraton Boko. Kerajaan Pengging dipimpin oleh raja yang bijaksana
yaitu Prabu Damar Moyo. Dan mempunyai seorang anak putra yang bernama Raden Bandung
Bondowoso. Kraton Boko berada pada wilayah kekuasaan kerajaan Pengging yang di perintah
oleh raja yang tidak berwujud manusia yaitu raja Prabu Boko yang memiliki seorang putri yang
cantik jelita bernama putri Roro Jonggrang. Prabu Boko juga memiliki Patih raksasa yaitu Patih
Gupolo. Prabu Boko ingin menguasai Kerajaan Pengging,maka ia dan Patih Gupolo
mengumpulkan kekuatan dan mengumpulkan bekal. Setelah persiapan dirasa cukup maka
berangkatlah Prabu Boko dan prajurit. Sesampainya di kerajaan Pengging ..
Pengawal Damar Moyo: Siapa kalian? dan mengapa kalian datang kesini?
Patih Gupolo: Kami dari kerajaan Kraton Boko,kami ingin merebut kekuasaan kerajaan ini
Pengawal Damar Moyo: Ooohh TIDAK BISA! sebelum kalian menghadap raja, hadapilah
kami dahulu
Prabu Damar Moyo: Apa salah kami sehingga kalian ingin merebut kekuasaan dari kerajaan
ini
Patih Gupolo: sudahlah raja kita serang saja mereka!

Terjadilah pemberontakan antara kedua kerajaan. Banyak korban berjatuhan dikedua belah
pihak dan rakyat pengging menjadi menderita. mengetahui rakyatnya menderita maka dia
mengutus anaknya Bandung Bondowoso untuk balas dendam kepada Prabu Boko.

Prabu Damar Moyo: Wahai anakku.. balaskanlah dendam ayah pada kerajaan Boko,karena
mereka rakyat kita menjadi miskin dan kelaparan

Bandung Bondowoso; Baiklah ayah akan aku lakukan

Maka berangkatlah Bandung Bondowoso menuju kerajaan kraton Boko, ketika di perjalanan
ia bertemu dengan Patih Gupolo dan Prabu Boko

Patih Gupolo: Siapa kau? sepertinya kau bukan rakyat dari kerajaan ini

Bandung Bondowoso: Memang bukan! aku adalah Raden Bandung Bondowoso putra Prabu
Damar Moyo dari kerajaan Pengging. Tujuan ku datang kesini ingin membalaskan dendam
ayahku terhadap rajamu

Prabu Boko: ada apa ini? dan siapa kau?

Bandung Bondowoso: aku adalah Bandung Bondowoso aku ingin membalaskan dendam
ayahku padamu karena kau telah membuat rakyat ku menjadi menderita

Dan terjadilah perang yang sangat sengit antara Bandung Bondowoso melawan Prabu Boko.
Karena kesaktian Bandung Bondowoso prabu Boko dapat dibinasakan. Melihat rajanya tewas
maka patih Gupolo melarikan diri dan Raden Bandung Bondowoso mengejar patih ke kerajaan
kraton Boko. Sesampainya di kerajaan Boko..

Patih Gupolo: putrii..putrii (sambil tergesa2)

Roro Jonggrang: ada apa patih? apa yang telah terjadi?

Patih Gupolo: Ayah putri telah tewas dibunuh oleh Bandung Bondowoso

Setelah Patih Gupolo melaporkan pada Putri Roro Jonggrang maka menangislah putri, sedih
hatinya karena ayahnya tewas, dan Patih Gupolo pun pergi meninggalkan Kerajaan Kraton
Boko. Sesampainya Bandung Bondowoso di Kraton Boko terkejutlah ia melihat Putri yang
cantik jelita

Bandung Bondowoso: Wahai putri yang cantik siapa namamu?

Roro Jonggrang: aku adalah putri Roro Jonggrang

Pengawal Roro: siapa kau?

Bandung bondowoso: Aku adalah Raden Bandung Bondowoso putra dari kerajaan Pengging

Pengawal Roro: Putri bukan kah dia orang telah membunuh ayahmu (sambil berbisik pada
putri)

Roro Jonggrang: Benarkah?

Bandung bondowoso: Maukah kau menikah denganku?

Roro Jonggrang: tidak semudah itu kau ingin menikahiku. aku punya satu permintaan,
buatkanlah aku 10 candi dalam waktu 1 malam. apakah kau sanggup?

Bandung Bondowoso: Baiklah apapun akan aku lakukan untukmu

Bandung menyanggupi permintaan putri tersebut. Maka segeralah Raden Bandung Bondowoso
memerintahkan para jin utnuk membuat kan 10 candi. Ketika mengetahui bahwa candi yang
dibuat Bandung akan selesai,maka putri pun memgumpulkan para gadis

Roro Jonggrang: Wahai para gadis! buatlah keadaan agar seolah-olah waktu telah pagi

Gadis 1: Dengan cara apa apa putri?

Gadis 2: Apa yang harus kami lakukan?

Roro Jonggrang; Kalian harus menumbuk lesung padi dan membuat cahaya untuk menerangi
candi.
Gadis 3&4: Baiklah putri perintah akan kami lakukan.
Ketika para gadis menumbuk padi serta di Timur kelihatan terang dan ayam pun berkokok
bergantian. Maka para jin berhenti membuat candi
Jin 1: Tuan maaf kami belum menyelesaikan 1 candi lagi karena hari sudah pagi
Semua Jin: Maafkan kami tuan kami harus pergi (meninggalkan Bandung)
Bandung Bondowoso: Mengapa para jin pergi padahal firasatku pagi belum tiba
Tidak lama Roro Jonggrang menemui Bandung Bondowoso
Roro Jonggrang: Bagaimana? apakah kau sudah menyelesaikan 10 candi itu
Roro pun menghitung candi dan ternyata jumlahnya hanya 9 candi, tinggal 1 candi yang belum
jadi
Roro Jonggrang: Aku sudah berkata bahwa aku menginginkan 10 candi. tapi mengapa hanya
9 candi tang baru selesai?? aku tak mau menikah dengan mu
Lalu para Gadis datang menemui putri dan Bandung Bondowoso
Bandung Bondowoso: Kau kan yang telah menyuruh para gadis menumbuk padi dan membuat
cahaya agar keadaan menjadi pagi
Roro Jonggrang: Siapa para gadis itu? aku tak menyuruhnya!!
Gadis 3: kau mengenal kami putri !
Gadis 4: Dan kau juga yang menyuruh kami!
Semua Gadis: Kau telah berbohong putri!

Bandung Bondowoso: Semuanya sudah jelas,,åkau memang cantik tapi hatimu tak secantik
rupamu. padahal aku mencintaimu dengan setulus hatiku. terkutuklah kau putri menjadi candi
yang ke 10

Dan sampai sekarang arca patung Roro Jonggrang masih ada di candi Prambanan dan Raden
Bandung Bondowoso mengutuk para gadis di sekitar Prambanan menjadi perawan kasep (tua)
karena telah membantu Roro Jonggrang, dan menurut kepercayaan orang dahulu bahwa
berpacaran di Candi Prambanan akan putus cinta

Sumber : Cerdassmpduta

1. Pementasan Drama
A. Bermain Peran dengan Berimprovisasi

Setelah menyiapkan naskah drama, langkah berikutnya adalah memerankannya.
Untuk memerankan naskah drama, kamu perlu memahami karakter tokoh yang akan
dimainkan. Pemahaman itu akan kamu peroleh melalui langkah-langkah berikut.

1. Memahami keterangan dan petunjuk tentang karakter tokoh melalui pemaparan
langsung oleh penulis drama (dalam eksposisi atau kramagung).

2. Pemahaman atas dialog para tokohnya.
3. Pengamatan atas kebiasaan dan tingkah laku tokoh itu dalam kehidupan yang

sesungguhnya.

Pemahaman yang baik terhadap karakter tokoh akan memudahkan kamu dalam
memerankan tokoh itu, termasuk juga berimproviasi di luar naskah. Impovisasi
merupakan permainan peran yang dilakukan di luar naskah. Tujuannya agar karakter
tokoh itu lebih hidup sesuai dengan kehidupan nyata.

A. Langkah-langkah Pementasan Drama Dengan Baik

Dalam pementasan drama ada beberapa hal yang harus perhatikan. Berikut
langkah-langkah pementasan drama:

1. Melakukan pembedahan secara bersama-sama terhadap isi naskah yang akan
dipentaskan. Tujuannya agar semua calon pemain memahami isi naskah yang akan
dimainkan.

2. Reading. Calon pemain membaca keseluruhan naskah sehingga dapat mengenal
masing-masing peran.

3. Casting. Melakukan pemilihan peran. Tujuannya agar peran yang akan dimainkan
sesuai dengan kemampuan akting pemain.

4. Mendalami peran yang akan dimainkan. Pendalaman peran dilakukan dengan
mengadakan pengamatan di lapangan. Misalnya, peran itu sebagai seorang tukang
jamu, lakukanlah pengamatan terhadap kebiasaan dan cara kehidupan para tukang
jamu.

5. Blocking. Sutradara mengatur teknis pentas, yakni dengan cara mengarahkan dan
mengatur pemain. Misalnya, dari mana seorang pemain harus muncul dan dari
mana mereka berada ketika dialog dimainkan.

6. Running. Pemain menjalani latihan secara lengkap, mulai dari dialog sampai
pengaturan pentas.

7. Gladi resik atau latihan terakhir sebelum pentas. Semua bermain dari awal sampai
akhir melakukan latihan akhir; tanpa ada kesalahan lagi.

8. Pementasan. Semua pemain sudah siap dengan kostumnya. Dekorasi panggung
sudah lengkap.


Click to View FlipBook Version