The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by danik triyaswati, 2020-11-15 23:25:36

bahan ajar materi kelas 4 Tema 4 ST 3 PB 1

BAHAN AJAR RPP 1

RPP 1 LK 3.5.1.2

KELAS/SEMESTER BAHAN AJAR
TEMA/SUB TEMA
: IV / 1
TUJUAN : 4. BERBAGAI PEKERJAAN/ 3. PEKERJAAN
ORANG TUA
:

1. Setelah membaca teks dongeng “ Tupai dan Ikan Gabus” siswa dapat menuliskan
pendapat pribadi tentang isi cerita dengan tepat.

2. Melalui kegiatan membaca dongeng “Tupai dan Ikan gabus”, siswa diharapkan
mampu menceritakan pendapat pribadi tentang isi cerita dongeng dengan benar.

3. Setelah mengamati power point ,siswa dapat menuliskan kegiatan ekonomi dan
hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan serta kehidupan social dan
budaya di lingkungan sekitar sampai provinsi.dengan tepat

4. Melalui kegiatan pengamatan power point, siswa diharapkan mampu
menceritakan 3 jenis pekerjaan terkait sosial budaya di wilayahnya secara rinci.

5. Setelah mengamati video pembelajaran , siswa dapat menganalisis dampak
pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkontrol dalam kehidupan sehari-
hari dengan tepat.

6. Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat melakukan kegiatan upaya pelestarian
sumber daya alam bersama orang-orang di lingkungannya dengan tepat.

BERBAGAI PEKERJAAN

PEKERJAAN ORANG TUAKU

BAHASA INDONESIA

Tupai dan Ikan Gabus

Dahulu kala, hiduplah sepasang sahabat di daerah Kalimantan Barat.
Mereka adalah seekor tupai dan seekor ikan gabus. Setiap hari mereka
melakukan kegiatan bersama. Mencari makan, bermain, bahkan
mengunjungi tempat-tempat baru selalu dilakuan bersama.
Suatu hari, Tupai tidak melihat Gabus, sahabatnya. Ia mencarinya ke tempat
biasa Gabus tinggal. Saat bertemu, Tupai sangat kaget. Gabus terlihat lesu.
Ternyata ia sedang sakit. Tupai sangat sedih. Ia menawarkan makanan
untuk sahabatnya, namun Gabus tidak berselera makan. Gabus hanya
menginginkan satu jenis makanan yang diyakininya dapat menyembuhkan
penyakitnya. Tupai berjanji akan mencari demi sahabatnya.
Setelah Gabus mengatakan makanan yang dapat menyembuhkan
penyakitnya, Tupai sangat kaget. Ia harus mencari hati ikan Yu. Ikan Yu
sangat ganas. Tidak terpikir olehnya ia bisa mendapatkannya. Namun
Tupai bertekad untuk mendapatkannya. Ia ingin sahabatnya sembuh.
Tupai kemudian melompat dari satu pohon kelapa ke pohon kelapa lainnya
yang dekat dengan tepi pantai. Saat menemukannya, ia melubangi satu

kelapa dan membiarkan airnya habis. Kemudian Sang Tupai masuk ke
dalam kelapa. Angin kencang membuat kelapa jatuh ke pantai dan ikan Yu
memakannya. Di dalam perut ikan, Tupai kemudian keluar dari kelapa dan
menggigit hati ikan Yu. Ikan tersebut mencoba bertahan sampai kehabisan
tenaga. Ombak besar membawa ikan Yu ke tepi pantai. Saat itulah Tupai
keluar dari mulut Ikan Yu dan membawa hati ikan kepada sahabatnya.
Sampai di tempat Ikan Gabus, Tupai kemudian memberikan hati ikan Yu
untuk dimakannya. Beberapa hari kemudian, Tupai melihat sahabatnya
segar kembali. Betapa senangnya Tupai melihat Ikan Gabus sehat seperti
sediakala.

(disadur dari Dongeng dan Cerita Rakyat Nusantara paling Melegenda, Ajeng Restiyani)

Dalam sebuah cerita tentu ada sebuah unsur yang membangun dari dalam cerita
itu. Unsur-unsur intrinsik adalah unsur-unsur pembangun karya sastra yang dapat
ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri. Sedangkan yang dimaksud analisis
intrinsik adalah mencoba memahami suatu karya sastra berdasarkan informasi-informasi
yang dapat ditemukan di dalam karya sastra aitu atau secara eksplisit terdapat dalam karya
sastra. Hal ini didasarkan pada pandangan bahwa suatu karya sastra menciptakan duianya
sendiri yang berberda dari dunia nyata. Segala sesuatu yang terdapat dalam dunia karya
sastra merupakan fiksi yang tidak berhubungan dengan dunia nyata. Karena menciptakan
dunianya sendiri, karya sastra tentu dapat dipahami berdasarkan apa yang ada atau secara
eksplisit tertulis dalam teks tersebut.

Pada umumnya para ahli sepakat bahwa unsur intrinsik terdiri atas:
a. Tokoh dan penokohan/perwatakan tokoh,

Tokoh adalah para pemain atau orang-orang yang terlibat di dalam sebuah cerita.
Pada umumnya tokoh berwujud manusia, dapat pula berwujud binatang atau benda
yang diinsankan. penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan cerita
tokoh
b. Tema,

Tema adalah gagasan utama atau ide pikiran yang melatarbelakangi suatu cerita.
Jadi, cerita tidak hanya berisi rentetan kejadian yang disusun dalam sebuah bagan,
tetapi juga memiliki maksud tertentu.
c. Latar

Subtema 3: Pekerjaan orang tuaku

Latar/ setting adalah unsur intrinsik cerpen yang menjelaskan tentang tempat, waktu,
dan suasana di dalam cerpen. Unsur ini sangat erat hubungannya dengan tokoh dalam
sebuah cerita pendek.

• Latar tempat, yaitu tempat-tempat yang disinggahi oleh tokoh utama di dalam
cerpen. Misalnya di rumah, di kantor, di kampus, dan tempat-tempat lainnya.

• Latar waktu, yaitu keterangan mengenai waktu terjadinya peristiwa yang
dialami oleh tokoh utama. Misalnya, pagi hari, malam hari, masa lalu, pada jam
tertentu.

• Latar suasana, yaitu keterangan mengenai gambaran suasana dalam cerpen
yang mempengaruhi perasaan para tokoh. Misalnya, suasana romantis, suasana
haru, suasana seram, dan lain-lain.

d. Alur
Alur ialah struktur rangkaian dari kejadian-kejadian didalam sebuah cerita yang

disusun secara kronologis. Ada pula pengertian lain dari alur ialah sebuah rangkaian
cerita dari awal hingga akhir. Alur mengatur seperti apa tindakan-tindakan yang ada
di dalam cerita dan harus berkaitan satu sama lain. Dan seperti bagaimana sebuah
peristiwa berkaitan dengan peristiwa yang lainnya, kemudian bagaimana tokoh yang
digambarkan dan juga berperan di dalam cerita yang keseluruhannya terkait dengan
sebuah kesatuan waktu dan sudut pandang/gaya penceritaaan,
f. Gaya bahasa

Gaya bahasa adalah cara bagaimana pengarang menguraikan cerita yang
dibuatnya, atau definisi dari gaya bahasa yaitu cara bagaimana pengarang cerita
mengungkapkan isi pemikirannya lewat bahasa-bahasa yang khas dalam uraian
ceritanya sehingga dapat menimbulkan kesan tertentu.
IPS
PROSES PENGOLAHAN KAYU MENJADI MEJA DAN KURSI

Pengrajin kayu adalah orang yang pekerjaanya membuat barang-barang yang berbahan
dasar kayu. Beberapa barang yang dibuat oleh pengrajin kayu antara lain menja, kursi,
lemari, dan masih banyak yang lainnya. Pengrajin kayu termasuk pekerjaan yang
menghasilkan barang. Mereka mengolah kayu yang diambil dari hutan kemudian
mengolahnya menjadi barang yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Meja
dan kursi yang digunakan siswa untuk belajar juga merupakan hasil produksi pengrajin
kayu.
Pengolahan kayu menjadi barang jadi memerlukan proses yang panjang. Jenis sumber daya
alam yang dimanfaatkan para pengrajin kayu adalah sumber daya alam kayu yang berasal

dari tumbuhan. Kayu-kayu di hutan dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan perabot
rumah tangga. Cara pengambilan kayu yang tidak benar sering menimbulkan kerusakan
hutan. Kayu-kayu sering diperoleh dengan penebangan hutan secara liar. Penebangan
tumbuhan di hutan tanpa pilih tentu akan menimbulkan dampak buruk. Supaya hutan
tidak rusak dapat dilakukan penebangan hutan dengan cara tebang pilih tanam.
Proses Pengolahan Kayu
Proses pengolahan kayu dimulai dari penebangan kayu di hutan. Kayu tersebut ditebang
menggunakan alat yaitu gergaji mesin. Berbeda dengan jaman dahulu penebangan masih
menggunakan alat tradisional berupa kapak. Pada kegiatan penebangan kayu harus
diperhatikan juga kelestarian hutan. Penebangan kayu yang memperhatikan kelestarian
hutan dapat dilakukan dengan cara pohon yang hendak ditebang seharusnya dipilih yang
sudah berumur tua, dan penebangan hendaknya diiringi dengan penanaman hutan kembali
atau reboisasi.
Kayu-kayu yang telah ditebang tersebut dipotong sesuai dengan ukuran tertentu. Alat yang
digunakan masih sama yaitu gergaji mesin. Selain untuk memudahkan dalam proses
pengangkutan kayu juga dipotong untuk diambil bagian kayu yang bagus. Karena tidak
semua kayu dapat dimanfaatkan, ada bagian kayu yang busuk dan berlobang, bagian ini
harus dibuang karena tidak bisa dimanfaatkan. Biasanya kayu tersebut diperoleh dengan
cara membeli kepada pemilik kayu. Kayu kemudian diangkut menuju tempat yang dekat
dengan jalan raya sehingga dapat diangkut menggunakan kendaraan. Biasanya kayu yang
ditebang letaknya jauh dari jalan raya, orang yang bertugas mengangkut kayu ini
dinamakan buruh angkut kayu.
Kayu yang telah dipotong diangkut menggunakan kendaraan menuju tempat penggergajian
kayu. Di tempat inilah kayu dibelah menjadi beberapa bagian. Ada kayu yang dibuat papan
dan ada juga yang dibuat balok kayu dengan ukuran tertentu. Proses pembelahan kayu
menggunakan gergaji mesin sehingga proses pembelahan lebih cepat dan menghasilkan
banyak kayu dalam waktu yang singkat. Papan dan balok kayu hasil penggergajian ini
biasanya dijual kepada para pengrajin kayu yang membutuhkan sebagai bahan pembuat
meubelair.
Para pengrajin kayu membeli kayu dari pemilik penggergajian, mereka membeli kayu
sesuai dengan barang yang akan dibuat. Misanya untuk membuat sebuah meja maka
dibutuhkan kayu berbentuk papan untuk bagian atas meja dan kayu berbentuk balok untuk
bagian bawah meja. Proses pembuatan meja dimulai dengan memotong kayu sesuai
dengan ukuran meja yang akan dibuat menggunakan gergaji. Kayu yang telah dipotong
tersebut dihaluskan menggunakan ketam yang menggunakan tenaga listrik. Kayu tersebut
juga dibuat lubang untuk menyatukan bagian-bagian meja yang akan dibuat. Bagian bagian
tersebut disatukan menggunakan pasak kayu, paku, atau lem.
Meja yang sudah terbentuk dihaluskan untuk menghilangkan bagian yang kurang rajin
menggunakan amplas. Seluruh bagian meja (kecuali bagian yang tidak kelihatan dari luar)
dihaluskan berulang kali sampai benar-benar halus. Untuk menutup lubang-lubang kecil
pada meja digunakan dempul dan wood filler. Selanjutnya meja diberi pewarna
menggunakan pelitur, ada juga yang menggunakan cat. Jadilah sebuah meja yang siap
dipakai.
Pengrajin kayu biasanya menjual meja tersebut kepada toko mebel. Namun ada juga
barang yang tidak dijual ke toko mebel sebab barang tersebut merupakan barang pesanan.
Toko mebeler biasanya menerima berbagai macam barang yang dihasilkan oleh perajin
kayu. Barang-barang tersebut berupa lemari, meja, kursi, jendela, pintu dan masih banyak
yang lainnya. Pemilik toko menjual kembali hasil kerajinan kayu yang ia miliki kepada yang
membutuhkan.

Subtema 3: Pekerjaan orang tuaku

Sekolah biasanya membutuhkan meja dan kursi untuk kegiatan belajar mengajar. Biasanya
sekolah membeli meja dan kursi tersebut dari toko mebeler. Sekolah membutuhkan meja
dan kursi dalam jumlah yang banyak sesuai dengan jumlah siswa di sekolah tersebut. Nah,
meja yang kalian gunakan untuk belajar berasal dari para pengrajin kayu yang dibeli lewat
toko mebeler oleh sekolah.
Ternyata proses perjalanan sebuah meja dari pengrajin kayu sampai saat digunakan untuk
belajar membutuhkan proses yang panjang. Kita dapat belajar dengan baik karena adanya
hasil produksi yang dihasilkan pengrajin kayu. Kita juga dapat mencontoh sikap yang
ditunjukkan oleh pengrajin kayu saat bekerja. Sikap pantang menyerah ditunjukkan oleh
pekerja kayu saat proses pembuatan meja. Dengan tenaga dan pikiran yang mereka miliki
mereka berusaha menciptakan barang yang dapat berguna bagi orang lain. Selain itu juga
mereka menunjukkan sikap kerja keras. Demi memenuhi kebuthanya mereka bekerja
untuk mendapatkan uang yang mereka butuhkan.
Jelaskan proses yang terjadi sehingga meja dan kursi bisa sampai di rumahmu!

Profesi apa saja yang terlibat agar meja dan kursi sampai di rumahmu?
Profesi yang terlibat dalam roses pembuatan meja dan kursi hingga sampai di rumah
antara lain sebagai berikut :

• Buruh angkut, mereka bekerja mengangkut kayu dari hutan menuju kendaraan yang
akan mengangkut kayu.

• Pedagaang kayu, pedagang kayu membeli dari pemilik kayu kemudian menjualnya
kepada pemilik penggergajian kayu.

• Pemilik pengergajian kayu mengolah kayu menjadi papan dan balok. Kayu tersebut
kemudian dijual kepada pengrajin kayu.

• Pengrajin kayu mengolah kayu dari penggergajian kayu dan menjual hasil kerajinan
mereka ke toko mebeler.

• Pemilik toko mebeler menjual barang kerajinan kayu kepada yang membutuhkan,
salah satunya adalah sekolah yang membutuhkan meja dan kursi.

g. Sudut Pandang
Sudut pandang merupakan posisi seorang penulis di dalam cerpen. Dalam hal ini,
penulis cerpen dapat berperan sebagai orang pertama atau ketiga di dalam sebuah
cerita pendek.

• Sudut pandang orang pertama, yaitu cara seorang penulis menceritakan
suatu cerpen dengan memakai kata ganti “Aku”. Dengan kata lain, tokoh utama
di dalam cerpen tersebut adalah penulis itu sendiri.

• Sudut pandang orang ketiga, yaitu cara seorang penulis menceritakan suatu
cerpen dengan memakai kata ganti “Dia”. Artinya, tokoh utama dalam cerpen
adalah fiktif atau hasil imajinasi si penulis.

h. Amanat
Adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca berupa

nilai- nilai luhur yang dapat dijadikan contoh atau teladan. Penyampaian pesan selalu
didasarkan tema dan tujuan yang telah ditetapkan penulis pada saat menyusun
rancangan cerita.

IPA

Subtema 3: Pekerjaan orang tuaku

Hutan merupakansuatu wilayah yang menjadi tempat tumbuhnya pohon-pohon jenis
tanaman yang lain, dan habitat hewan. Potensi sumber daya hutan kayu dan nono kayu.
Pemanfaatan hutan yang tidak diimbangi dengan pelestarian mengakibatkan hutan
menjadi gundul. Berikut ini adalah upaya yang dapat kita atau pemerintah lakukan untuk
melestarikan hutan :

1. Melakukan reboisasi
Reboisasi adalah salah satu laternatif untuk melestarikan hutan. Masyarakat dan
pemerintah dapat menananm Kembali hutan-hutan yang sudah rusak, sehingga
hutan akan tetap terjaga keberadaannya.

2. Menerapkan system tebang pilih
Pemerintah harus merapkan system tebang pilih dalam menebang pohon. Hal ini
dapat mengurangi penebangan hutan secara liar dan dalam jumlah besar-besaran.
Selain itu system ini juga berguna untuk masyarakat agar tidak sembarangan
dalam melakukan penebangan hutan.

3. Menerapkan system tebang tanam
System tebang tanam sangat berguna bagi pelestarian hutan. System penebangan
hutan yang kemudian diganti dengan menanam pohon yang telah ditebang agar
hutan tetap terjaga keberadaannya.

4. Melakukan penebangan secara konservatif
Menerapkan larangan penerbangan hutan secara sewenang-wenang dan memberikan
sanksi yang berat bagi pelakunya.

DAFTAR PUSTAKA

Anggari, Angi St dkk. 2017. Tema Berbagai Pekerjaan Buku Tematik Terpadu
Kurikulum 2013 Buku siswa. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Anggari, Angi St dkk. 2017. Tema Berbagai Pekerjaan Buku Tematik Terpadu
Kurikulum 2013 Buku Guru. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
https://www.mikirbae.com/2015/04/proses-pengolahan-kayu-menjadi-meja-
dan.html

Kelestarian hutan harus kita jaga agar terhindar dari pemanasan global yang
merugikan manusia.

Subtema 3: Pekerjaan orang tuaku


Click to View FlipBook Version