CONGKLAK
1.ATURAN BERMAIN
1. Congklak dimainkan oleh dua orang yang saling berhadapan menggunakan papan yang
terbuat dari kayu atau plastik.
2. Ukuran papan kurang lebih 40 - 50 sentimeter.
3. Papan tersebut berisi 14 lubang kecil yang saling berhadapan dan lubang besar di kedua
sisi (kanan dan kiri).
4. Masing-masing permainan dibagi tujuh lubang dan satu lubang besar.
5. Setiap lubang kecil di isi 5-7 biji kerang atau sawo, sedangkan lubang besar dibiarkan
kosong. Lubang besar dianggap sebagai gudang penyimpanan pemainan.
2. CARA BERMAIN
Cara bermainnya adalah dua orang pemain ini secara bergantian untuk memilih satu
lubang kecil miliknya. Kemudian, biji pada lubang tersebut dipindahkan satu per satu ke
lubang lain searah jarum jam, sampai biji dalam genggaman habis. Permainan akan berakhir
saat biji di semua lubang kecil kosong dan berpindah ke lubang besar. Pemenangnya adalah
ditentukan dari jumlah biji terbanyak di lubang besar masing-masing pemain.
3. NILAI MORAL YANG DI AJARKAN
Permainan congklak memiliki filosofi sederhana. Angka tujuh yang merupakan jumlah
lubang pada masing-masing pemain dan jumlah biji dalam setiap lubang bermakna jumlah hari
dalam satu minggu. Artinya, setiap orang memiliki jatah waktu yang sama dalam satu minggu,
yaitu tujuh hari. Pada saat biji diambil dari satu lubang, biji itu mengisi pada lubang yang lain.
Makna pada tahap ini adalah setiap hari yang dijalani akan mempengaruhi pada hari-hari
selanjutnya. Biji diambil lalu mengisi lubang yang lain juga berarti bahwa hidup harus memberi
dan menerima, tidak bisa hanya memberi saja atau menerima saja.
Congklak juga merupakan permainan yang melatih kejujuran. Dimana, saat pemain mengambil
biji dalam satu lubang dan menjatuhkan pada lubang berikutnya, pemain lain tidak mengetahui
apakah pemain lawan mengambil semua biji dan menjatuhkan satu per satu pada setiap lubang.
Permainan yang telah disepakati sebisa mungkin tidak melakukan kecurangan dalam
permainan. Selain itu permainan juga melatih kesabaran. Karena, pemain dibiasakan akan
menunggu giliran bermaian. Termasuk, saat permainan selesai tidak ada satu pihak pun yang
bertingkai mempermasalahkan menang dan kalah. Anak-anak bisanya menyelesaikan
permainan dengan senang dan menerima kenyatan terkait siapa pemenangnya.
4.GAMBAR
PERMAINAN BENTENGAN
Aturan Main:
1. Permainan bentengan terdiri dari dua kelompok. Kemudian, masing-masing
kelompok terdiri dari empat hingga enam pemain.
2. Permainan ini dilakukan dengan menjaga benteng yang berbentuk tonggak tiang
kayu atau bambu. Tonggak tersebut dijadikan sebagai basecamp masing-masing
kelompok.
3. Permainan bentengan yang keluar dari basecamp dianggap menyerbu terlebih
dahulu. Apabila pemain dikejar dan tersentuh tangan oleh musuh, maka dianggap
tertangkap dan ditempatkan sebagai tawanan.
4. Pemain dapat kembali mempertahankan bentengnya apabila sudah diselamatkan
temannya dengan cara disentuh tangannya atau bagian tubuh lainnya.
5. Kelompok yang menang adalah kelompok pemain yang menyentuh basecamp
musuh dan mendapatkan nilai.
Cara bermain:
1. Masing-masing kelompok memilih tiang atau pilar yang dijadikan benteng. Di
sekitar benteng tersedia area aman yang bisa dipakai anggota pemilik benteng
untuk menunggu tanpa perlu khawatir tersentuh musuh.
2. Pemain harus berusaha menyentuh anggota kelompok lawan agar mereka bisa
dijadikan tawanan yang nantinya ditempatkan di dalam area aman.
3. Pemain harus sering kembali menyentuh bentengnya karena “penawan” dan
“tertawan” ditentukan dari waktu terakhir menyentuh benteng.
4. Pemain yang paling dekat waktunya menyentuh benteng berhak menjadi penawan
untuk menyentuh anggota lawan yang hendak dijadikan tawanan.
5. Pemenang adalah kelompok yang dapat menyentuh tiang atau pilar lawan sambil
meneriakkan kata “benteng”.
Nilai moral yang diajarkan:
Permainan ini mengajarkan tentang pentingnya kerjasama dan tanggung jawab
terhadap tugas yang diberikan. Anak juga dapat diajarkan untuk saling membantu
teman yang mengalami kesulitan, tergambar pada usaha anggota tim untuk
membebaskan temannya dari tawanan tim lawan.
Gambar
Sumber :
https://kumparan.com/berita-update/aturan-permainan-benteng-bentengan-
dan-penjelasan-sederhananya-1wOsDhjNvHO
https://www.rinso.com/id/kotor-itu-baik/permainan/mengisi-akhir-pekan-
dengan-permainan-bentengan.html
GOBAK SODOR
Aturan bermain:
~ Pemain dibagi menjadi 2 tim, yang masing-masing tim terdiri dari 3-5 orang
(opsional, menyesuaikan jumlah peserta yang mengikuti permainan).
~ Apabila dalam 1 tim terdiri dari 5 orang, maka lapangan yang akan digunakan
harus dibagi menjadi 4 kotak persegi panjang dengan ukuran kira-kira 5m x 3m
(menyesuaikan ukuran lapangan yang akan digunakan).
~ Bagi tim “penjaga benteng”, bertugas menjaga supaya tim “lawan” tidak dapat
melewati atau menuju garis akhir (finish).
~ Bagi tim “lawan”, harus bergerak menuju garis finish dengan syarat tidak
tersentuh oleh tim “penjaga” dan dapat memasuki garis finish dengan syarat tidak
ada anggota tim “lawan” yang masih berada di wilayah start.
~ Tim “lawan” akan dikatakan menang jika salah satu anggotanya berhasil
kembali ke garis start dengan selamat atau tidak terkena sentuhan oleh tim
“penjaga”.
~ Tim “lawan” akan dikatakan kalah apabila salah satu anggotanya terkena
sentuhan oleh tim “penjaga” atau keluar melewati garis batas lapangan yang telah
ditentukan sebelumnya. Apabila hal tersebut terjadi, maka akan dilakukan
pergantian posisi tim.
Cara bermain:
~ Buat garis-garis penjagaan dengan kapur. Buat garis-garis seperti pada lapangan
bulu tangkis, hanya bedanya dalam Gobak Sodor ini tidak ada garis yang rangkap.
~ Bagi pemain menjadi dua tim, setiap tim terdiri dari 3-5 anggota (opsional,
sesuaikan dengan jumlah anggota keseluruhan). Satu tim akan menjadi tim
“penjaga benteng” dan tim lain akan menjadi pihak yang berusaha memasuki
benteng tersebut.
~ Untuk tim yang menjadi “penjaga benteng” harus menjaga lapangan menurut
garis horizontal dan garis vertikal. “Penjaga benteng” garis horizontal harus
berusaha menghalangi tim lawan yang tengah bergerak memasuki garis batas.
Sementara, bagi “penjaga benteng” garis vertikal bertugas menjaga keseluruhan
garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan.
~ Lalu, tim lawan harus bergerak lewati garis dan penjagaan-penjagaan tersebut
dari awal hingga akhir.
Nilai moral yang di ajarkan:
~ Melatih anak untuk berbuat jujur, yaitu Jika berada dalam kelompok yang
mentas mengakui jika tersentuh lawan atau melewati batas mati. Dan jika berada
dalam kelompok jaga garis, tidak berbuat curang dengan keluar dari garis
penjagaan.
~ Bertanggungjawab dengan melakukan tugas jaga garis dengan baik sesuai
perannya masing-masing, sebagai anggota kelompok yang menjaga garis
horizontal ataupun jaga garis vertikal disiplin anak-anak mematuhi ketentuan dan
peraturan dalam permainan gobak sodor.
~ Kerja keras, anak-anak berusaha keras menerobos garis-garis yang dijaga lawan
untuk mendapatkan nilai dan kemenangan. Kerja keras ditunjukkan kelompok
yang sedang jaga garis dengan berusaha mengejar anggota kelompok yang sedang
mentas untuk menyentuhnya agar keadaan menjadi berbalik.
~ Berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif gobak sodor merangsang aktivitas
berpikir menentukan strategi untuk menerobos garis penjagaan lawan, melihat
situasi dan kondisi mengambil kesempatan, mengecoh lawan dan memikirkan
bagaimana cara memperoleh kemenangan tanpa tersentuh penjaga garis
Gambar/lirik:
Permainan Lompat Tali Karet
Aturan main:
1. Permainan harus sportif para pemain harus melakukan hompimpa sebelum main, itu untuk
menentukan siapa yang dapat giliran duluan dan siapa yang oegang tali.
2. Tali tidak boleh menyentuh kaki
3. Pemain juga diperbolehkan menggunakan berbagai Gerakan untuk mempermudah
lompatan, asalkan tidak memakai alat bantu.
Cara bermain:
ada dua orang yang bertugas sebagai pemegang tali dan lainnya melompat karet,
permainananya harus melompat tanpa harus menyentuh karet jika pemain menyentuh atau
terjerat karet, maka peserta gagal untuk menang dan harus gentian memegang tali, ketinggian
karet dimulai dari pergelangan kaki sampai kepala, bahkan sampai tangan diangkat.
Nilai moral yang diajarkan:
1. Nilai kebersamaan
Permainan lompat tali mengajarkan kepada anak pentingnya kebersamaan. Artinya,
permainan ini merupakan kerja kelompok yang butuh koordinasi yang baik dengan
teman-teman, bukan satu orang atau sendirian.
2. Nilai tradisional dan kesederhanaan
Permainan yang sangat sederhana namun mendatangkan kesenangan.
3. Nilai kepemimpinan dalam permainan lompat tali
Nilai kepemimpinan dibuktikan bahwa permainan ini dapat mengasah kemampuan
mengatasi konflik yang dimiliki anak, karena seorang pemimpin harus mampu
berpikir bijak dalam mengatasi masalah baik yang terdapat didalam kelompok
maupun diluar anggota kelompok.
4. Nilai tanggung jawab
Nilai tanggung jawab yaitu peran atas status yang mereka miliki.
5. Nilai berlapang dada dalam lompat tali
Nilai berlapang dada dalam permainan lompat tali ditunjukan saat anak-anak yang
sedang bermain menghormati dan menghargai setiap tindakan yang akan dilakukan
6. Nilai kejujuran
Dalam permainan tradisional lompat tali terdapat nilai-nilai kejujuran yang secara
tidak langsung terkandung didalamnya.
Gambar bermain lompat tali:
Sumber Gambar: keluargacaplang
Alamat:
https://id.theasianparent.com/lompat-tali-karet
https://www.tokopedia.com/blog/permainan-tradisional-asli-indonesia/
Petak Umpet
Aturan Main :
- Permainan dilakukan secara berkelompok
- Diawali dengan hompipa untuk menentukan orang yang kalah untuk berjaga
- Pemain yang kalah dalam hompipa meghitung mundur sambil menutup mata
- Pemain yang lain mencari tempat persembunyiaan
Cara Bermain :
- Cari orang untuk bermain sebanyak banyaknya
- Tentukan siapa yang berjaga dengan melakukan hompipa hingga tersisa dua orang
untuk suit, orang yang suit dan yang kalah akan berjaga
- Tetapkan benteng atau tempat yang digunakan si penjaga (orang yang kalah tersebut)
- Si penjaga akan menutup mata dan menghitung mundur, sementara yang lain mencari
tempat untuk bersembunyi
- Penjaga atau pencari memulai mencari pemain lain. Tugas pemain lain yang
bersembunyi adalah berlari untuk memegang benteng sebelum si penjaga lebih dahulu
sampai ke benteng dan meneriakkan nama pemain tersebut. Dalam hal ini, jika pencari
lebih dahulu sampai ke benteng, maka si pemain yang dianggap kalah dan harus berjaga
di sesi permainan selanjutnya. Namun jika pemain lebih dahulu mencapai benteng dari
si pencari, maka si pencari harus siap berjaga kembali
Nilai moral yang diajarkan :
- Tidak mudah menyerah dan selalu berusaha dalam mencari keberadaan lawan
- Menaati peraturan yang ada
- Melakukan dengan serius atau sungguh sungguh
- Petak umpet melatih kecerdikan seseorang
- Petak umpet dapat melatih kesabaran dan belajar mengembangkan daya ingat
- Petak umpet menguji kecepatan, kejelian dalam memperhatikan tempat sembunyi
- Melatih anak untuk jujur dan sportif
- Petak umpet dapat menguji kecepatan berlari
- Petak umpet dapat mempererat pertemanan karena dituntut untuk mmemahami dan
mengenali sesorang dengan baik
Gambar / lirik:
Naik kereta api tut tut
1. Aturan main : biasanya anak anak memiliki anggota untuk ikut permainan nya yaitu
sekitar 6 _ 10 atau pun bisa lebih anak .
2. Cara bermain : dengan cara mengajak teman teman yang lain berbaris kebelakang untuk
bermain , berjalan jalan , atau juga menggelilingi suatu tempat sambil memegang Pundak
teman nya satu sama lain .
3 . Nilai moral yang diajarkan : dengan bernyanyi sambil bermain anak anak dapet terhibur ,
nilai nilai karakter yang mereka dapat ,yaitu saling bermain dengan teman teman ,mengajak
teman agar lebih rame dan seru , terciptanya karakter yang bersahabat baik ,perkumpulan
yang seru , anak anak pun jadi hafal dengan lagu yang mereka bawakan sambil bernyanyi
tadi dan serasa kek ngerasa sudah tahu gimana naik kereta api walapun secara tidak langsung
anak anak tersbut naikin dan anak anak juga dapat pengetahuan nama kota yang mereka
nyanyikan dan juga tahu transportsi yang mereka nyanyikan.
4. Gambar/lirk :
Naik kereta api, tut-tut-tut
Siapa hendak turut?
Ke Bandung, Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo kawanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama
Lekas keretaku jalan, tut-tut-tut
Banyak penumpang turun
Keretaku sudah penat
Karena beban terlalu berat
Di sinilah ada stasiun
Penumpang semua turun
“Lempar Sendal”
Aturan dalam permainan Lempar Sendal :
Masing-masing pemain dari tim penyusun sandal memiliki 3 kali kesempatan untuk
melempar susunan sandal. Misalnya dalam 1 tim terdapat 5 pemain, masing - masing
pemain memiliki 3 kali kesempatan, dan jika pemain tersebut gagal melempar dalam
3 kali, maka diganti dengan pemain yang lain. Jika semua pemain gagal maka tim
tersebut bertukar peran dengan tim yang kalah.
Tidak boleh melempar pemain sambil mengejar, apalagi menipu. Maksudnya adalah
mengeluarkan gaya melempar, padahal tidak melempar. Sehingga pemain / lawan
yang akan dilempar sandal tetap melakukan gerakan menghindar.
Saat menyusun sandal, musuh (tim yang kalah) tidak boleh melempar sandal yang
sedang disusun, kecuali terkena oleh pemain sendiri (pemain dari tim penyusun
sandal).
Cara Bermain :
Para pemain dibagi ke dalam dua tim;
Setelah dibagi, kedua tim suit, diwakili masing-masing satu anggota;
Tim yang menang akan melempar ketiga sandal yang tersusun, kemudian menyusun
kembali sandal tersebut. Sementara tim yang kalah melempari pemain dari tim
menang dengan satu sandal yang telah disediakan tadi;
Semua pemain tim menang harus mampu menyusun kembali sandal dengan baik,
sebelum semua pemain terkena lemparan sandal;
Tim yang kalah harus mampu melempari semua pemain dari tim yang menang
sebelum sandal tersusun;
Jika tim yang menang suit tadi memenangi permainan dengan berhasil menyusun
ketiga sandal, maka tim tersebut mendapatkan point 1 dan bergiliran dengan tim yang
kalah suit tadi. Maksudnya adalah tim yang kalah yang sekarang bermain sebagai
penyusun sandal;
Jika tim yang menang suit telah kehabisan pemain (karena dilempari), maka mereka
harus berganti peran dengan tim yang kalah suit tadi.
Nilai Moral :
Permainan ini adalah membiasakan anak untuk berkomunikasi dengan teman-teman yang ada
di lingkungan sekitar. Selain itu, anak juga dibiasakan untuk aktif menggerakkan badan
mereka agar kesehatan fisiknya pun terjaga.
Gambar Permainan Lempar Sendal :
Referensi
http://trijanuari33.blogspot.com/2016/04/permainan-sederhana-lempar-sandal.htm
https://ulfahlailiyah.blogspot.com/2017/04/kreasi-permainan-lempar-sandal.html
“Lempar Sendal”
Aturan dalam permainan Lempar Sendal :
Masing-masing pemain dari tim penyusun sandal memiliki 3 kali kesempatan untuk
melempar susunan sandal. Misalnya dalam 1 tim terdapat 5 pemain, masing - masing
pemain memiliki 3 kali kesempatan, dan jika pemain tersebut gagal melempar dalam
3 kali, maka diganti dengan pemain yang lain. Jika semua pemain gagal maka tim
tersebut bertukar peran dengan tim yang kalah.
Tidak boleh melempar pemain sambil mengejar, apalagi menipu. Maksudnya adalah
mengeluarkan gaya melempar, padahal tidak melempar. Sehingga pemain / lawan
yang akan dilempar sandal tetap melakukan gerakan menghindar.
Saat menyusun sandal, musuh (tim yang kalah) tidak boleh melempar sandal yang
sedang disusun, kecuali terkena oleh pemain sendiri (pemain dari tim penyusun
sandal).
Cara Bermain :
Para pemain dibagi ke dalam dua tim;
Setelah dibagi, kedua tim suit, diwakili masing-masing satu anggota;
Tim yang menang akan melempar ketiga sandal yang tersusun, kemudian menyusun
kembali sandal tersebut. Sementara tim yang kalah melempari pemain dari tim
menang dengan satu sandal yang telah disediakan tadi;
Semua pemain tim menang harus mampu menyusun kembali sandal dengan baik,
sebelum semua pemain terkena lemparan sandal;
Tim yang kalah harus mampu melempari semua pemain dari tim yang menang
sebelum sandal tersusun;
Jika tim yang menang suit tadi memenangi permainan dengan berhasil menyusun
ketiga sandal, maka tim tersebut mendapatkan point 1 dan bergiliran dengan tim yang
kalah suit tadi. Maksudnya adalah tim yang kalah yang sekarang bermain sebagai
penyusun sandal;
Jika tim yang menang suit telah kehabisan pemain (karena dilempari), maka mereka
harus berganti peran dengan tim yang kalah suit tadi.
Nilai Moral :
Permainan ini adalah membiasakan anak untuk berkomunikasi dengan teman-teman yang ada
di lingkungan sekitar. Selain itu, anak juga dibiasakan untuk aktif menggerakkan badan
mereka agar kesehatan fisiknya pun terjaga.
Gambar Permainan Lempar Sendal :
Referensi
http://trijanuari33.blogspot.com/2016/04/permainan-sederhana-lempar-sandal.htm
https://ulfahlailiyah.blogspot.com/2017/04/kreasi-permainan-lempar-sandal.html