MAKALAH FILSAFAT
PENGERTIAN FILSAFAT DAN NILAI BUDAYA PENDIDIKAN
Laporan ini Disusun untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Filsafat dan Nilai Budaya Pendidikan
Dosen Pengampu : Dr.AHMAD HARIYADIS.Sos.I, S.Pd, M.Pd
Disusun oleh : (202033161)
(202033162)
1. Dwi Inayatul Maula (202033197)
2. Suci Laila Amalia Azizah
3. Rikza Nur Falalul Muttaqin
KELAS D
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
2020/2021
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Filsafat pendidikan merupakan ilmu filsafat yang mempelajari hakikat pelaksanaan dan
pendidikan. Filsafat dan pendidikan sebenarnya adalah dua istilah yang mempunyai makna
sendiri. Akan tetapi ketika digabungkan akan menjadi sebuah tema yang baru dan
khusus. Filsafat pendidikan memandang kegiatan pendidikan sebagai objek yang dikaji, baik
secara Ontologis, Epistemologis, maupun Aksiologis.
Kata kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu budh berarti budi atau akal,
kemudiaan berkembang menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga
kebudayaan dapat diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Dalam disiplin ilmu
antropologi budaya, kebudayaan dan budaya itu diartikan sama (Koentjaraningrat,
1980:195).
Hubungan filsafat dengan pendidikan adapun definisinya menurut para ahli sebagai berikut:
1. Taylor, budaya adalah suatu keseluruhan komplek yang meliputi pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat dan kemampuan yang lain
serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
2. Linton, kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari
dan hasil tingkah laku yang dipelajari, dimana unsur pembentuknya didukung dan
diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya.
3. Koentjaraningrat, mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem
gagasan, milik dari manusia dengan belajar.
Pentingnya kebudayaan untuk mengembangkan suatu pendidikan dalam budaya
nasional, mengupayakan, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya dan pranata
sosial dalam menunjang proses pengembangan dan pembangunan nasional serta
melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Hubungan pendidikan dengan kebudayaan adalah hubungan nilai demokrasi. Dimana
fungsi pendidikan sebagai proses perkembangan kebudayaan mempunyai tujuan yang lebih
utama yaitu untuk membina kepribadian manusia agar lebih kreatif dan produktif yakni
mampu menciptakan kebudayaan.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari latar belakang di atas tersebut adalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian filsafat pendidikan dan kebudayaan?
2. Bagaimana hubungan filsafat pendidikan dan kebudayaan menurut para ahli?
3. Bagaimana pendidikan kebudayaan menurut pandangan filsafat?
1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan makalah adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian filsafat dan nilai budaya pendidikan.
2. Untuk mengetahui hubungan filsafat pendidikan dan kebudayaan menurut para ahli.
3. Untuk mengetahui pendidikan kebudayaan menurut pandangan filsafat.
1.4 Manfaat makalah
Manfaat makalah adalah sebagai berikut :
1. Untuk menambah wawasan mahasiswa tentang filsafat dan nilai budaya pendidikan.
2. Sebagai bahan referensi dalam mata kuliah filsafat.
3. Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Filsafat dan Nilai Budaya Pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Filsafat Pendidikan dan Kebudayaan
a. Pengertian Filsafat Pendidikan
Pengertian filsafat secara bahasa (etimologi). Filsafat berasal dari beberapa bahasa,
yaitu bahasa Inggris dan Yunani. Filsafat dalam bahasa Inggris, yaitu philosophy,
sedangkan dalam bahasa Yunani, filsafat merupakan gabungan dua kata, yaitu philein yang
berarti cinta atau philos yang berarti mencintai, menghormati, menikmati, dan sophia atau
sofein yang artinya kehikmatan, kebenaran, kebaikan, kebijaksanaan, atau kejernihan.
Secara etimologi, berfilsafat atau filsafat berarti mencintai, menikmati kebijaksanaan atau
kebenaran. ( Sutardjo: 2007,10)
Filsafat pendidikan merupakan ilmu filsafat yang mempelajari hakikat pelaksanaan
dan pendidikan. Bahan yang dipelajari meliputi tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan
hakikat pendidikan. Metode yang dilakuknganalisis secara kritis struktur dan manfaat
pendidikan.
Filsafat dan pendidikan sebenarnya adalah dua istilah yang mempunyai makna
sendiri. Akan tetapi ketika digabungkan akan menjadi sebuah tema yang baru dan
khusus. Filsafat pendidikan tidak dapat dipisahkan dari ilmu filsafat secara umum. Filsafat
pendidikan memandang kegiatan pendidikan sebagai objek yang dikaji, baik secara
Ontologis, Epistemologis, maupun Aksiologis.
Ada banyak definisi mengenai filsafat pendidikan tetapi akhirnya semua
mengatakan dan mengajukan soal kaidah-kaidah berpikir filsafat dalam rangka
menyelesaikan permasalahan pendidikan. Upaya ini kemudian menghasilan teori dan
metode pendidikan untuk menentukan gerak semua aktivitas pendidikan.
b. Pengertian Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu budh berarti budi atau akal,
kemudiaan berkembang menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga
kebudayaan dapat diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Adapun menurut
para ahli berpendapat bahwa "Kebudayaan = Cultuur (Bahasa Belanda) = Culture (Bahasa
Inggris) = Tsaqafah (Bahasa Arab), berasal dari perkataan latin : "Colere" yang artinya
mengolah, mengerjakan, menyubrka dan mengembangkan. terutama mengolah tanah atau
bertani, dari segi ini berkembanglah arti Culture sebagai segala daya dan aktivitas manusia
untuk mengolah dan mengolah alam. Dalam disiplin ilmu antropologi budaya, kebudayaan
dan budaya itu diartikan sama (Koentjaraningrat, 1980:195).
2.2 Hubungan Filsafat Pendidikan dengan kebudayaan
Hubungan filsafat pendidikan dengan kebudayaan menurut para ahli sebagai berikut :
1. Taylor, budaya adalah suatu keseluruhan komplek yang meliputi pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat dan kemampuan yang lain
serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
2. Linton, kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan
hasil tingkah laku yang dipelajari, dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan
oleh anggota masyarakat lainnya.
3. Koentjaraningrat, mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem
gagasan, milik dari manusia dengan belajar.
4. Herkovits, kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia.
5. Dr .hendry s. lucas, dalam buku “a short history of civilazation menyatakan kebudayaan
suatu cara umum bagamana manusia hidup berpikir dan bertindak.
Kebudayaan adalah suatu cara umum bagaimana manusia hidup berpikir dan bertindak.
pendidikan adalah proses perkembangan kebudayaan, aspek lain dari fungsi pendidikan adalah
mengolah kebudayaan itu menjadi sikap mental, tingkah laku, bahkan menjadi kepribadian
anak didik. Jadi hubungan pendidikan dengan kebudayaan adalah hubungan nilai demokrasi.
Dimana fungsi pendidikan sebagai proses perkembangan kebudayaan mempunyai tujuan yang
lebih utama yaitu untuk membina kepribadian manusia agar lebih kreatif dan produktif yakni
mampu menciptakan kebudayaan.
Pendidikan mempunyai fungsi rangkap untuk kebudayaan :
a. Menciptakan yang belum ada melalui pembinaan manusia yang kreatif.
b. Mengoperkan kebudayaan yang sudah ada kepada generasi ke generasi dalam rangka
proses sosialisasi pribadi manusia.
Pendidikan dan kebudayaan adalah proses perkembangan kebudayaan dalam arti
membudayakan manusia, fungsi pendidikan adalah mengolah kebudayaan itu menjadi sikap
bernilai tingkah laku bahkan menjadi kepribadian anak didik. Hubungan pendidikan dengan
kebudayaan adalah hubungan nilai demokrasi, maka prinsip kebebasan Self Respect
individualitas dan self realisasi akan selalu di utamakan. Pentingnya kebudayaan untuk
mengembangkan suatu pendidikan dalam budaya nasional, mengupayakan, melestarikan dan
mengembangkan nilai-nilai budaya dan pranata sosial dalam menunjang proses pengembangan
dan pembangunan nasional serta melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Manusia
merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat mengembangkan
kebudayaan. Kebudayaan memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan
dengan teknologi hasil ciptaannya. Oleh karena itu, dengan adanya filsafat, kita dapat
mengetahui tentang hasil karya manusia yang akan menimbulkan teknologi yang mempunyai
kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap alam lingkungannya. Pandangan filsafat
pendidikan sama halnya dengan landasan filosofis yang menjiwai seluruh kebijaksanaan dalam
pelaksanaan pendidikan. Antara filsafat dan pendidikan terdapat kaitan yang sangat erat,
filsafat mencoba merumuskan citra tentang manusia dan masyarakat, sedangkan pendidikan
berusaha mewujudkan citra tersebut.
2.3 Pendidikan Kebudayaan menurut Pandangan Filsafat
Kebudayaan adalah semua ciptaan manusia yang berlangsung dalam kehidupan.
Pendidikan dan kehidupan adalah suatu hubungan antara proses dengan isi, yaitu pendidikan
adalah proses pengembangan kebudayaan dalam arti membudayakan manusia aspek lain dari
fungsi pendidikan adalah mengolah kebudayaan itu menjadi sikap mental, tingkah laku,
bahkan menjadi kepribadian anak didik. Jadi hubungan pendidikan dengan kebudayaan adalah
juga hubungan nilai demokrasi. Dimana fungsi pendidikan sebagai pengoper kebudayaan
mempunyai tujuan yang lebih utama yaitu untuk membina kepribadian manusia agar lebih
kreatif dan produktif yakni mampu menciptakan kebudayaan. Apabila dibandingkan definisi
kebudayaan dan definisi filsafat, bertemu dalam hal berfikir.
Filsafat ialah cara atau metode berfikir sistematik dan universal yang berujung pada setiap
jiwa, sedangkaan kebudayaan adalah salah satu hasil berfilsafat yang termaniferstasi pada
cipta, rasa, dan karsa. Sikap hidup dan pandangan hidup (Gazalba) dengan demikian, jelaslah
filsafat mengendalikan cara berfikir kebudayaan. Di balik kebudayaan ditemukan filsafat.
Perbedaan kebudayaan dikembalikan kepada perbedaan filsafat. Tuhan menentukan nilai
melalui agama. Manusia menentukan nilai melalui filsafat. Kebudayaan berpangkal pada
manusia, maka yang menentukan kebudayaan adalah filsafat. (Mustopo, 1983 : 71-72).
Kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat, berbagai macam
kekuatan harus dihadapi seperti kekuatan alam dan kekuatan lain. Selain itu manusia dan
masyarakat memerlukan kepuasan baik secara spritual maupun materil. Manusia merupakan
makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan.
Begitu pula manusia hidup dan tergantung dari kebudayaan sebagai hasil ciptaanya.
Kebudayaan memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi
hasil ciptaannya. Dan kebudayaan juga diharapkan, dengan pendidikan yang akan
mengembangkan dan membangkitkan budaya-budaya zaman dulu, agar tidak punah dan
terjaga untuk selamanya.
Kebudayaan masyarakat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh kebudayan yang bersumber
pada masyarakat itu sendiri. Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayan
yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan di
dalamnya. Perlu disadari bahwa manusia sebagai pribadi, masyarakat, bangsa dan negara
hidup dalam suatu sosial budaya. Maka membutuhkan pewarisan dan pengambangan sosial
budaya yang dilakukan melalui pendidikan. Agar pendidikan berjalan dengan baik. Maka
membutuhkan filosofis dan ilmiah berbagai sifat normatif dan pedoman pelaksanaannya.
Karena pendidikan harus secara fungsamental yang berazas filosofis yang menjamin tujuan
untuk meningkatkan perkembangan sosial budaya, martabat bangsawan, kewibawaan dan
kejayaan negara.
Pentingnya kebudayaan untuk mengembangkan suatu pendidikan dalam budaya nasional
mengupayakan, melestarikan dan mengembangkan nilai budaya-budaya dan pranata sosial
dalam menunjang proses pengembangan dan pembangunan nasional serta melestarikan nilai-
nilai luruh budaya bangsa. Merencanakan kegairahan masyarakat untuk menumbuhkan
kreaktivitas ke arah pembaharuan dalam usaha pendidikan yang tanpa kepribadian bangsa.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pendidikan kebudayaan dari pandangan filsafat adalah filsafat pendidikan mempunyai
peranan yang amat penting dalam sistem pendidikan karena filsafat merupakan pemberi arah
dan pedoman dasar bagi usaha-usaha perbaikan, meningkatkan kemajuan dan landasan kokoh
bagi tegaknya sistem pendidikan. Maka dari itu pendidikan kebudayaan di pandang sangat
penting untuk meningkatkan kemajuan dalam sistem pendidikan. Jika ditinjau dari seberapa
pentingnya pendidikan kebudayaan untuk kemajuan bangsa, itu sangatlah penting. Karena
pendidikan kebudayaan bukan hanya sebatas pendidikan formal dan nonformal saja, akan
tetapi memiliki peran andil dalam kemajuan dan perbaiakan bangsa ke depannya. Pendidikan
kebudayaan memiliki beberapa fungsi untuk karakter bangsa yaitu :
a. Pengembangan: pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi pribadi berperilaku
baik; ini bagi peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan
budaya dan karakter bangsa.
b. Perbaikan: memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab dalam
pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat.
c. Penyaring: untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak
sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang bermartabat.
3.2 Saran
Filsapat Ilmu menjadi penting karena dengan adanya filsapat ilmu apa yang kita pelajari,
akan memiliki nilai dan manfaat dan dengan pemahaman yang benar akan ilmu pengetahuan
itu sendiri perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa yang akan datang juga
diharapkan itu akan sesuai dan sejalan dengan cita – cita ilmu pengetahuan itu sendiri.
Daftar Pustaka
http://ulin-linna.blogspot.com/2013/03/filsafat-pendidikan-dan-kebudayaan.html?m=1
http://saiyidahtulaela.blogspot.com/2017/01/pendidikan-kebudayaan-dari-pandangan.html?m=1
http://www.academia.edu/19491986/FILSAFAT_DAN_NILAI_BUDAYA_PENDIDIKAN
http://fip.um.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/3.4_Filsafat-Pendidikan.pdf
https://afidburhanuddin-wordpress-
com.cdn.ampproject.org/v/s/afidburhanuddin.wordpress.com/2014/05/07/pengertian-dan-ruang-
lingkup-filsafat-ilmu-
7/amp/?usqp=mq331AQQKAGYAdnptKKtjIb8TrABIA%3D%3D&_js_v=a2&_gsa=1#
referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&share=https%3A%2F%2Fafidburhanuddin.w
ordpress.com%2F2014%2F05%2F07%2Fpengertian-dan-ruang-lingkup-filsafat-ilmu-7%2F