The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bab I Akuntansi sebagai sistem informasi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dahliawati dahliawati, 2020-09-11 04:44:35

Ekonomi Kelas XII

Bab I Akuntansi sebagai sistem informasi

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI – 1 PULAU MALAN

Alamat : Jalan Padat Karya No. 2 Buntut Bali Kode Pos 74453.
e-mail : [email protected]

RANGKUMAN MATERI DAN SOAL
MATA PELAJARAN EKONOMI
KELAS XII

Petunjuk umum :
1. Bacalah rangkuman materi sebelum mengerjakan/menjawab soal
2. Siswa dapat memanfaatkan buku referensi lain dan internet untuk menambah sumber

informasi.
3. Kerjakan tugas secara individu dan bertahap :

a. Uji kompetensi 1 untuk minggu pertama
b. Uji kompetensi 2 untuk minggu kedua
c. Uji kompetensi 3 untuk minggu ketiga dan keempat.
4. Pengumpulan tugas paling lambat tanggal 26 Agustus 2020 dan di kumpulkan di lemari
tempat pengumpulan tugas pada SMAN-1 Pulau Malan.
5. Tugas bisa juga dikumpulkan via WA 085249279930 An. Dahliawati, S.Pd.

BAB I

AKUNTANSI SEBAGAI SISTEM INFORMASI

A. Konsep Dasar Akuntansi
1. Sejarah Akuntansi
a. Perkembangan Akuntansi di Dunia
Untuk menjunjang kegiatan perdagangan, diperlukan peralatan keuangan yang
dikenal dengan istilah Akuntansi. Akuntansi berawala dari munculnya pusat-pusat
perdagangan di beberapa kota di wilayah Italia. Pada awalnya akuntansi yang dikenal
sebagai sistem pembukuan berpasangan pertama kali di perkenalkan oleh pedagang
Venesia di Italia pada tahun 1494.
Perkembangan akuntansi dalam dunia usaha tidak lepas dari peran Luca Pacioli, ahli
matematika kebangsaan Italia. Ia mengenalkan sistem pembukuan berpasangan dengan
logika matematika dalam buku berjudul Summa de Aritmatica, Geometrica, Proportioni
et Proportionalita. Dalam buku tersebut terdapat bab berjudul Tractatus de Computis et
Scriptoris yang memuat sistem pembukuan berpasangan atau sistem kontinental yaitu
sistem pencatatan transaksi keuangan dua bagian (debit dan kredit) yang diatur dalam
keadaan seimbang. Berdasarkan pemikirannya tersebut Luca Pacioli di kenal sebagai
Bapak Akuntansi.
Perkembangan akuntansi juga tidak biasa dilepaskan dari peristiwa revolusi industri
di Inggris. Peristiwa ini mendorong manajer pabrik untuk menganalisis biaya produksi
sehingga menciptakan efektivitas proses produksi dan menetapkan harga jual.
Selanjutnya, manajer pabrik mengembangkan akuntansi biaya yang mengkhususkan
pada pencatatan biaya produksi dan penyediaan informasi bagi manajemen. Revolusi
industri menyebar cepat ke Amerika Serikat dan berpengaruh terhadap sebaran
akuntansi. Di Amerika Serikat sistem kontinental dimodifikasi sehingga lahir sistem
akuntansi yang disebut sistem Anglo Saxon.
b. Perkembangan Akuntansi di Indonesia
Penerapan akuntansi awalnya terjadi pada masa penjajahan Belanda setelah ada
undang-undang tanam paksa. Banyak pengusaha swasta Belanda menanamkan
modalnya di Indonesia sehingga perkembangan usaha dan penggunaan akuntansi
semakin meningkat. Perusahaan Belanda yang beroperasi di Indonesia melakukan
pembukuan untuk mencatat penerimaan dan pinjaman dana. Saat itu sistem akuntansi
yang digunakan adalah sistem kontinental. Seiring berjalannya waktu, sistem
kontinental digantikan sistem Anglo Saxon sejak tahun 1980-an. Penggantian sistem
akuntansi ini tidak lepas dari peran Bank Dunia yang memberikan pinjaman kepada
Indonesia. Bank Dunia menghendaki laporan keungan menggunakan sistem Anglo
Saxon. Sejak saat itulah sistem akuntansi yang berlaku di Indonesia adalah Anglo Saxon.
Faktor-faktor yang memengaruhi berkembangnya sistem Anglo Saxon di Indonesia
sebagai berikut.
a. Adanya penanaman modal asing(PMA) di Indonesia yang sebagian besar perusahaan
asing tersebut menggunakan sistem Anglo Saxon dalam pencatatan laporan
keuangan.
b. Sebagian besar akuntan di Indonesia merupakan lulusan sekolah Amerika Serikat
sehingga menerapkan sistem Anglo Saxon sesuai latar belakang pendidikannya.
2. Pengertian dan Manfaat Akuntansi
a. Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, mencatat, dan melaporkan
informasi keuangan secara jelas dan sistematis dari data keuangan perusahaan atau
perorangan yang dinyatakan dalam satuan mata uang untuk mengambil keputusan.
b. Manfaat Akuntansi
Manfaat akuntansi akan diperoleh jika data yang disajikan sesuai prinsip dan aturan
tertentu. Manfaat umum informasi akuntansi yaitu:
1). Memperoleh informasi keuangan perusahaan yang akurat sehingga para pemakai
laporan keuangan dapat mengambil keputusan dengan tepat.
2). Sebagai alat pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik perusahaan
3). Mengetahui perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun.

Uji Kompetensi 1

Kerjakan soal-soal berikut di dalam buku tugas Anda!

1. Jelaskan peran seorang pakar matematika berkebangsaan Italia bernama Luca Pacioli dalam
perkembangan akuntansi di dunia!

2. Jelaskan pengaruh Revolusi Industri terhadap perkembangan akuntansi!

3. Jelaskan perbedaan sistem kontinental dengan sistem Anglo Saxon !

4. Mengapa terjadi peralihan penggunaan sistem akuntansi di Indonesia dari sistem kontinental ke
sistem Anglo Saxon ?

5. Jelaskan manfaat umum dari informasi akuntansi !

B. Sistem Informasi Akuntansi

1. Pemakai Informasi Akuntansi
Secara umum informasi akuntansi digunakan oleh pemakai internal dan pemakai eksternal.
a. Pemakai Internal
Pemakai internal merupakan pihak yang berhubungan langsung dengan kegiatan
pengelolaan perusahaan, yaitu manajer atau pimpinan perusahaan. Pimpinan perusahaan
dapat membuat perencanaan, pengendalian, pengawasan, dan evaluasi kinerja
perusahaan secara akurat.
b. Pemakai Eksternal
Pemakai eksternal merupakan pihak yang mempunyai kepentingan terhadap
perusahaan, tetapi tidak secara langsung berhubungan dan terlibat langsung dalam
kegiatan perusahaan.
Berikut manfaat informasi akuntansi bagi pemakai eksternal :
1) Pemilik perusahaan adalah Untuk mengetahui keadaan keuangan, kinerja perusahaan,
dan prospek perusahaan pada masa datang.
2). Calon investor adalah untuk mengetahui prospek suatu perusahaan.
3). Karyawan adalah untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas
jasa, kesempatan kerja, memberikan upah, tunjangan dan dana pensiun.
4). Kreditur adalah untuk menilai kelayakan suatu perusahaan
5). Pemerintah adalah untuk menentukan besar pajak sesuai tarif yang berlaku dan untuk
menentukan kebijakan yang berkaitan dengan upah pekerja.
6). Masyarakat adalah untuk memperoleh informasi mengenai kinerja perusahaan dan
manfaat sosial lain.

2. Karakteristik kualitas informasi akuntansi
a. Karakteristik laporan keuangan
Laporan keuangan sebagai informasi akuntansi harus disajikan berdasarkan sifat-sifat
laporan keuangan agar dapat diterima pemakai informasi keuangan. Standar kualitas
laporan keuangan harus memenuhi karakteristik berikut (Rusdianto:2009) :
1). Relevan, artinya laporan keuangan harus sesuai untuk memenuhi kebutuhan pemakai
informasi.
2). Dapat dimengerti, artinya informasi keuangan harus jelas dan dapat dipahami atau di
mengerti pemakai informasi.
3). Daya uji, artinya informasi keuangan yang dihasilkan harus dapat diuji kebenarannya
oleh penilai independen.
4). Netral, artinya informasi keuangan harus ditujukan kepada tujuan umum pengguna,
bukan ditujukan kepada pihak tertentu.
5). Tepat waktu, artinya laporan keuangan yang disampaikan harus tepat waktu atau
sedini mungkin agar dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu pengambilan
keputusan.
6). Daya banding, artinya laporan keuangan dapat dibandingkan antarperiode akuntansi
atau dengan perusahaan lain yang sejenis pada periode sama untuk mengetahui
perkembangan perusahaan pada masa kini dan masa depan.
7). Lengkap, artinya informasi keuangan harus menyajikan semua fakta yang penting
agar tidak menyesatkan penggunanya.
b. Tujuan laporan keuangan
Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia(IAI) dalam PSAK Nomor 1 tahun2015, tujuan
laporan keuangan adalah memberi informasi mengenai posisi keuangan, kinerja
keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan
pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan
juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya
yang dipercayakan kepada mereka.

Uji Kompetensi 2

Kerjakan soal-soal berikut di dalam buku tugas Anda!

1. Isilah manfaat informasi akuntansi bagi pemakai internal dan pemakai eksternal dalam tabel

berikut !

No. Pemakai Informasi Akuntansi Manfaat informasi akuntansi

1. Manajer/Pimpinan perusahaan ..............................................................

2. Pemilik perusahaan ..............................................................

3. Calon investor ..............................................................

4. Karyawan ..............................................................

5. Kreditur ..............................................................

6. Pemerintah ..............................................................

7. Masyarakat ..............................................................

2. Informasi akuntansi banyak dibutuhkan dalam dunia usaha untuk mengambil keputusan
ekonomi. Oleh karena itu, laporan keuangan yang dihasilkan harus berkualitas dengan
memenuhi karakteristik laporan keuangan. Lalu, apa yang terjadi jika pelaku usaha dalam
mengambil keputusan ekonomi tidak mengacu pada laporan keuangan ? Berikan argumentasi
Anda!

C. Prinsip Dasar dan Bidang-bidang Akuntansi

1. Prinsip Dasar Akuntansi
Di Indonesia prinsip akuntansi dirumuskan oleh badan yang berkompeten, yaitu Ikatan

Akuntan Indonesia(IAI). Prinsip akuntansi merupakan petunjuk atau pedoman dasar dalam
menyusun laporan keuangan. Tanpa adanya prinsip akuntansi, setiap perusahaan atau
akuntan akan menyusun laporan keuangan dengan cara sendiri sehingga laporan keuangan
tersebut tidak dapat dianalisis ataupun dibandingkan dengan laporan keuangan yang lain.
Dalam Charles T. Horngren, Walter T.Harrison Jr., dan Linda Smith Bamber(2009), prinsip
yang harus diketahui sebagai berikut.
a. Prinsip biaya historis

Prinsip biaya historis menghendaki digunakannya harga perolehan dalam pencatatan
aset, liabilitas(utang), Ekuitas, dan biaya. Artinya pencatatan informasi akuntansi
didasarkan pada biaya sesungguhnya.
b. Prinsip pengakuan pendapatan
Pendapatan adalah aliran masuk aset yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang
dilakukan suatu unit usaha selama periode tertentu.
c. Prinsip mempertemukan
Prinsip mempertemukan dalam akuntansi ini adalah biaya dipertemukan dengan
pendapatan yang diterima dengan tujuan menentukan besar atau kecilnya laba bersih
setiap periode akuntansi.
d. Prinsip konsistensi
Metode atau prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus
diterapkan secara konsisten dan berkesinambungan dari tahun ke tahun.
e. Prinsip pengungkapan penuh
Prinsip pengungkapan penuh mengatur penyajian informasi yang lengkap dalam
laporan keuangan.
f. Prinsip objektif
Prinsip ini mengarah pada laporan keuangan yang dikung oleh bukti-bukti transaksi
yang ada.
2. Bidang-bidang Akuntansi
Bidang-bidang akuntansi dapat dikelompokkan berdasarkan karakteristik dan kekhususan
ruang lingkup(Rudianto :2009)
a. Akuntansi keuangan, yaitu bidang akuntansi yang berhubungan dengan proses
pencatatan transaksi hingga penyajian laporan keuangan secara periodik.
b. Akuntansi pemeriksaan, yaitu bidang akuntansi yang bertugas memeriksa laporan
keuangan yang dihasil suatu perusahaan.
c. Akuntansi biaya, yaitu bidang akuntansi yang melakukan kegiatan perencanaan,
penetapan, pencatatan, dan pengendalian biaya.
d. Akuntansi manajemen, yaitu bidang akuntansi yang bertugas mengartikan informasi
akuntansi dalam kegiatan operasional pada masa datang.
e. Akuntansi anggaran, yaitu bidang akuntansi yang menangani pembuatan rencana kerja
perusahaan pada datang menggunakan data pada periode tertentu atau data periode
sebelumnya.
f. Akuntansi perpajakan, yaitu bidang akuntansi yang mengkhususkan pada berbagai
transaksi perusahaan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku.
g. Akuntansi sektor publik, yaitu bidang akuntansi yang khusus mencatat dan melaporkan
transaksi organisasi pemerintah dan organisasi non-profit lain.
h. Sistem akuntansi, yaitu bidang akuntansi yang berkaitan dengan perencanaan dan
pelaksanaan prosedur akuntansi, pengumpulan serta pelaporan data keuangan yang
dapat digunakan untuk menyusun suatu sistem pengolahan data akuntansi yang efektif,
efisien dan cermat.
i. Akuntansi internasional, yaitu biadang akuntansi yang memfokuskan diri pada
persoalan akuntansi terkait dengan transaksi internasional yang dilakukan perusahaan-
perusahaan multinasional.

3. Profesi Akuntan dan Etika Profesi Akuntan

a. Profesi Akuntan
Akuntan adalah orang yang mempunyai keahlian dalam bidang akuntansi. Profesi akuntan
dapat dibedakan sebagai berikut.
1). Akuntan internal perusahaan, yaitu akuntan yang bekerja dalam perusahaan dan
bertanggung jawab atas berbagai fungsi akuntansi serta keuangan perusahaan.
2). Akuntan Publik/eksternal, yaitu akuntan independen yang secara perorangan atau
kelompok memberikan jasa bagi perusahaan atau organisasi bisnis dan non bisnis.
3). Akuntan Pendidik, yaitu akuntan yang mengembangkan dan mengajarkan pendidikan
akuntansi.
4). Akuntan pemerintah, yaitu akuntan yang bekerja secara profesional yang tugasnya
memeriksa setiap laporan keuangan di lembaga pemerintah.

b. Etika Profesi Akuntan
Kode etik IAI adalah aturan perilaku etika akuntan dalam memenuhi tanggungjawab
profesionalnya. Kode etik IAI meliputi prinsip etikan akuntan, aturan etika akuntan, dan
interpretasi aturan etika akuntan. Dalam kode IAI, prinsip etika profesi menyatakan
pengakuan profesi terhadap tanggungjawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan
rekan.
Akuntan Indonesia yang bergabung dalam IAI memegang teguh prinsip-prinsip dasar
profesi yang merupakan kode sebagai berikut.
1). Integritas.
2). Kompetensi dan kehati-hatian profesional
3). Kerahasiaan
4). Perilaku profesional
5). Objektivitas

Uji Kompetensi 3

Kerjakan soal-soal berikut di dalam buku tugas Anda!

1. Prinsip biaya historis mengharuskan pencatatan berdasarkan harga perolehan, baik dalam
pencatatan aset, liabilitas, ekuitas, dan biaya. Apa maksud pernyataan tersebut ?

2. Jelaskan tugas dari akuntasi pemeriksaan, akuntansi biaya dan akuntansi manajemen ?

3. Jelaskan perbedaan antara akuntan internal dan akuntan eksternal !

4. Mengapa akuntan perlu mematuhi kode etik ?


Click to View FlipBook Version