The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E BOOK INI BERISI TENTANG MATERI BAHAN AJAR

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by imamhaqiqi172, 2022-12-18 00:48:39

BAHAN AJAR AL-QURAN HADITS MA. MIFTAHUL ULUM

E BOOK INI BERISI TENTANG MATERI BAHAN AJAR

Keywords: MADRASAH ALIYAH KELAS XI

Al-Quran Hadist

Hidup lebih damai dengan Mujahadatun-Nafs,

Husnuz-zan, dan Ukhuwah.

Oleh

MUHAMMAD IMAM HAQIQI

NIM: 2232060007

Kisi-kisi dan Sasaran Pembelajaran
1 • Pengertian Mujahadatun Nafs
2 • Pengertian Husnuz-zan
3 • Pengertian Ukhuwah
4 • Penerapan Mujahadatun-Nafs dan Ukhuwah

UINKHAS KH. AKHMAD SIDDIQ JEMBER

Mujahadatun-Nafs

Pengertian :
Secara bahasa mujahadatun nafs diambil dari kata Mujahadatun
yang berarti bersungguh-sunguh, perjuaangan, tekad yang kuat.
Sedangkan Nafs adalah jiwa, nafsu, diri.
Jadi Mujahadatun Nafs adalah perjuangan secara bersungguh-
sungguh melawan hawa nafsu atau bersungguh sunguh
menghindari perbuatan yang melanggar hukum-hukum Allah Swt.
Dalam kamus bahas Indonesia Mujahadatun Nafs disebut dengan
kontrol diri. Kontrol diri merupakan salah satu dari perilaku akhlak
terpuji

Macam-macam Nafsu

Didalam Al-Quran Nafsu dibagi Menjadi 3 Bagian
❑ An-Nafsul Ammarah yaitu Nafsu yang mendorong manusia

kepada keburukan sebagaiamana yang dinyatakakan dalam Al-
Quran (12):53
❑ An-Nafsu Lawwamah, yaitu nafsu yang menyesali setia
perbuatan buruk sebagaiamana yang dinyatakan dalam Al-
Quran Al-Qiyamah (75): 2
❑ Nafsu Mutmainnah yaitu Nafsu yang membuat jiwa menjadi
tenang ada didalam Al-Quran Al-Fajr (89):27-30

Al-Anfal Ayat 72

ّ‫إِ َنّ ٱل ِذي َنّ ءامنُ َوّا وهاجُرَوّا و َٰجه ُد َواّ ِبمَٰوَِّلِم وأنُف ِسِهم ِ َفّ سبِيَِلّ ٱّلَِلّ وٱَّل ِذي َنّ ءاوَوّا ونصُرَوا‬
‫أُوَٰلئِ َكّ بع ُض ُهم أولِياَءُّ بعض وٱل ِذي َنّ ءامنُ َوّا وَّل يُها ِجُرَواّ ما ل ُكم ِمن وَٰليَتِِّهم ِمن شيَّء حََّّٰت‬
ُّ‫يُها ِجُرَواّ وإِ َِّن ٱستنصُروُكم ِ َّف ٱل ِدي َِّن فعلي ُكَُّم ٱلنصَُرّ إَِّلّ عل ََّٰى قوَِمّ بين ُكم َّوبين ُهم ِميَٰثق وٱّلَل‬

٧٢ ‫ِِبا تعملُو َنّ ب ِصير‬

Sesungguhnya orang-orang yeng beriman dan berhijrah serta berjihad dengan
harta jiwanya pada jalam Allah dan orang-orang yang memberikan tempat
kediaman dan memberikan pertolongan kepada Muhajirin. Mereka itu satu sama
lain saling melindungi. Dan terhadapa orang-orang yang beriman tetapi belum
berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun bagimu melindungi mereka
berhijrah tetapi ika mereka meminta pertolongan kepadamu dama urusan
pembelaan agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap
kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah maha
melihat apa yang kamu kerjakan

Mari Mengamati

Al-Hujurat (49):12
‫ََٰيُيّها ٱل ِذي َّن ءامنُ َواّ ٱجتنِبُ َوّا كثِيرا ِم َّن ٱلظ َِّن إِ َنّ بع َضّ ٱلظ َِّن إِثم َّو َّلّ َّتس ُس َواّ وَّّل يغتب‬
‫بع ُض ُكم بع ًضا أُِي َُّّب أح ُدُكم أن َي ُك َّل َّل أ َِّخيَِهّ ميتا فكِرهتُُموَهُّ وٱت ُقََّواّ ٱّلَلّ إِ َّن ٱّلَّل تواب‬

١٢ ‫رِحيم‬

Wahai orang yang beriman! Janganlah banyak dari prasangka, sesungguhnya
sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan
oranglain dan janganlah ada diantara kamu mengunjing sebagian yang lain.
Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah
mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah Maha Penerima
Taubat, Maha Penyayang.

Huznuz-zan

Orang beriman diperintahkan untuk berprasangka baik (Huznuz-zan). Baik itu
huznuz-zan kepada Allah, manusia, dan dirikita sendiri
Qs. Al-Hujurat berisi tentang larangan berprasangka buruk (Su’uz-zan).
Berprasangka buruk merupakan perilaku yang harus dihindari karena
merupakan perilaku tercela.
➢ Huznuzan Kepada Allah. Maksudnya Ialah berparsangka baik kepada Allah.

Karena Allah memiliki sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
➢ Huznuzan Kepada orang lain. Maksudnya adalah dilarang mencari-cari

kesalahan , menggunjing dan membicarakan hal-hal yang tidak baik. Bahkan
diibaratkan seperti makan daging saudaranya yang sudah mati.
➢ Huznuzan kepada diri kita sendiri. Orang yang memiliki huznuzan kepada diri
sendiri akan mempunyai sifat yang percaya diri, optimis, selalu berpikiran
positif, dan bersemangat dalam beribadah.

Mari Mengamati

Husnuzan kepada Husnuzan kepada sesama
Allah Swt manusia

Suuzan Suuzan

Al-Hujurat (49):10

‫إِنَّ َما ٱل ُمؤ ِمنُو َن إِخ َوة فَأَص ِل ُحواْ بَي َن أَ َخ َوي ُكم َوٱتَّقُواْ ٱََّّللَ لَعَلَّ ُكم‬
١٠ ‫تُر َح ُمو َن‬

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah saudara oleh
karena itu damaikanlah antar kedua saudaramu (yang berselisih)
dan bertqwalah agar kamu mendapat rahmat

Penjelasan
Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang mukmin itu bersaudara.
Persaudaraan (Ukhuwah) dilandasi oleh persamaan aqidah
keyakinan kepada Allah.
Persaudaaran yang dilandasi dengan aqidah dan nilai-nilai Islam
dikenal dengan Ukhuwah Islamiyah.
Ukuhuwah Islamiyyah Mecakup:

Ukhuwah Diniiyyah, yaitu persudaraan yang didasari oleh
persamaan Agama. (Qs. Al-Hujurat:10)
Ukhuwah Wathoniyyah. Yaitu persaudaraan karena satu bangsa.
Ukhuwah Insaniyyah yaitu persaudaraan karena sama-sama
manusia

Mari Mengamati

Ukhuwah Furqah

Ukhuwah Furqah

Menerapakn Kontrol Diri

05 evaluasi
04 Memilih Lingkungan yang

baik

03 Memperbanyak beramal
sholeh

02 Dampak Negatif dari
Perilaku Maksiat

01 Memusuhi Hawa Nafsu.

Menerapkan Prasangka Baik

➢ Bersyukur kepada Allah Hu0z1nuz-zan Kepada Allah
dengan cara
mengucapkan HOuraznnguzlaainnKepada02 ➢ Mudah memaafkan
Allahdulillah Huznuzan Kepada diri
kesalahan orang lain
➢ Bersabar atas semua 03 sendiri ➢ Bertutur sapa dan
cobaan dan ujian dari
Allah berperilaku lemah lembut

➢ Percaya diri Kepada orang lain.
➢ Optimis menghadapi
Evaluasi 04 ➢ Ada target yang harus
hidup dicapai
➢ Tidak putus asa.
➢ Semangat meraih cita-

cita

P e n e r e p a n ❑ Saling mencintai sesama mukmin
U k h u w a h karena Allah.

❑ Menghargai perbedaan pendapat dan

pandangan.
❑ Membantu seorang mukmin yang

mengalami kesulitan.
❑ melaksanakan hak dan kewajiban

dengan penuh rasa tanggung jawab.
❑ Evalusi Diri.

Adalah orang yang mampu mengendalikan diri. Hal ini
disimpulakan setelah mensurvei 414 orang dewasa dan
pengamatan terhadap 205 lainya. Wilhelm Hofmann
memberi 14 pernyataan kepada partisipan, dan hasilnya
mereka yang mampu mengendalikan diri adalah orang
yang memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih baik.

Sekian dan Terimaksih

Semoga Bermanfaat..!


Click to View FlipBook Version