The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MATERI PAI KELAS 2 SEMESTER 2
'KISAH KETELADANAN NABI SALEH AS DAN KAUMNYA (KAUM TSAMUD)"

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Robiatul Adawiyah, 2022-02-07 09:57:04

KISAH KETELADANAN NABI SALEH AS

MATERI PAI KELAS 2 SEMESTER 2
'KISAH KETELADANAN NABI SALEH AS DAN KAUMNYA (KAUM TSAMUD)"

Keywords: NABI SALEH AS,KISAH NABI,NABI SALEH,KAUM SAMUD

KISAH KETELADANAN
NABI SALEH AS

NABI SALEH DAN KAUM SAMUD

Nama lengkap nabi Saleh a.s adalah Saleh
bin ‘Ubaid bin Jabir Samud bin Amir bin
Iram bin Sam bin Nuh. Ayah Nabi Saleh a.s
adalah Ubaid. Nabi Saleh a.s merupakan
keturunan Nabi Nuh.a.s Sebelum menjadi

nabi, Nabi Saleh a.s. terkenal dengan
kejujuran dan kebaikannya.

Nabi Saleh a.s memiliki kaum yang bernama
Samud. Samud adalah suatu suku yang tinggal
didataran bernama al-Hijir. Daerah yang terletak
antara Hijaz dan Syam. Kaum Samud dikenal
pandai mengukir rumah-rumah besar di gunung,
dan di pantai menggunakan batu-batu besar
untuk berbagai keperluan. Kaum Samud adalah
kaum yang makmur dan hidup dalam kemewahan.

Kaumnya, yang disebut Samud, sangat
menghormati Nabi Saleh. Namun kaum Samud
tidak mengenal tuhan. Tuhan mereka adalah
berhala-berhala. Maka Allah mengutus Nabi
Saleh a.s untuk berdakwah kepada mereka.

Nabi Saleh a.s adalah golongan dari mereka
sendiri. Namun mereka tidak mau menerima
ajakan nabi Saleh a.s untuk menyembah Allah
SWT. Mereka malah menuduh Nabi Saleh terkena
sihir. Hanya Sebagian kecil yang beriman, dan
merekapun berasal dari golongan masyarakat

bawah.

Orang – orang yang tidak suka dengan dakwah
Nabi Saleh a.s terus berusaha menghentikan
dan menghalang-halangi dahwah beliau.
Merekapun meminta Nabi Saleh a.s untuk
membuktikan kenabiannya dengan

memperlihatkan mukjizat kepada mereka. Nabi
Saleh a.s lalu memohon kepada Allah agar
diberikan mukjizat.

Kemudian Allah mengabulkan permohonan
Nabi Saleh a.s dan memberikan mukjizat berupa

seekor unta yang muncul dari sebuah batu
karang yang berada diatas bukit. Unta tersebut

bukanlah unta biasa, melainkan mukjizat dari
Allah. Nabi Saleh a.s berpesan agar untanya tidak

diganggu dan dibunuh, dan dibiarkan mencari
makanan dan minumannya sendiri.

Mula-mula kaum Samud sangat terkejut. Berimanlah
beberapa orang di antara mereka. namun sebahagian

besar tetap berada dalam kekafiran. Kebencian
terhadap Nabi Saleh a.s berubah menjadi kebencian

kepada unta itu. Mulailah mereka membuat
persekongkolan untuk melawan unta itu. Tokoh
mereka berkata: "Kita harus melenyapkan Saleh dari
jalan kita. Kita harus membunuh untanya dan setelah
itu kita akan membunuh Saleh." Lalu ada sembilan
lak-ilaki menyerang unta itu. Akhirnya, unta itu

terkubur.

Nabi Saleh a.s mengetahui apa yang terjadi, lalu
dengan gagah berani beliau pun marah menemui
kaumnya. Nabi Saleh a.s tetap berseru bahwa
mereka harus beriman kepada Allah dan takut

kepada azabnya. Namun kaum Samud tetap
menantang "kalaulah azab Allah itu ada, maka
datangkanlah". Dengan demikian, Kamu Samud
menantang agar Allah memberikan azab kepada

mereka.

Allah pun memenuhi janjinya dengan
menurunkan azab kepada kaum Samud. Nabi
Saleh a.s memberi tahu kaumnya bahwa azab
akan datang diengan didahului tanda-tanda,
yaitu dihari pertama ketika bangun tidur wajah
mereka akan berubah menjadi kuning, dihari
kedua berubah menjadi merah, dihari ketiga

akan berubah menjadi hitam, dan dihari
keempat akan turunlah azab yang sangat pedih.

Mendengar ucapan Nabi Saleh tersebut,
Sebagian kaumnya merencanakan pembunuhan

terhadap Nabi Saleh a.s. Namun Allah
menyelamatkan Nabi Saleh a.s.

Sehari sebelum azab itu turun,
Nabi Saleh Bersama pengikutnya

pergi meninggalkan Samud
menuju kota Ramlah dipalestina

Sementara itu kaum Samud hancur dan binasa oleh
azab Allah, yaitu halilintar mengerikan disertai gempa

bumi yang sangat dahsyat. Tak ada satu orangpun
yang tersisa dari mereka yang durhaka. Allah
berfirman dalam Q.S Fussilat ayat 17

Artinya : “Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka
telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai

buta (kesesatan) daripada petunjuk, maka mereka
disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa

yang telah mereka kerjakan.”

Itulah bukti bahwa janji Allah adalah benar. Kejadian
yang menimpa kaum Samud adalah contoh bagi kita.
Bahwa siapa saja yang ingkar kepada Allah, maka

Allah akan menurunkann azab kepada mereka.


Click to View FlipBook Version