The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hestyariyani02, 2022-12-12 17:01:41

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

SIFAT
KOLIGATIF

DISUSUN OLEH : HESTY ARIYANI
GURU PEMBIMBING : IBU PUJI S.Pd., M.M


Pengertian SIfat Koligatif :

Sifat koligatif larutan adalah suatu sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh
jumlah partikel zat terlarut. Jadi, semakin banyak zat terlarut, maka sifat
koligatifnya akan semakin besar

4 Macam SIfat Koligatif :

1.Penurunan Tekanan Uap (ΔP)
2.Penurunan Titik Beku (ΔTf)
3.Kenaikan Titik Didih (ΔTb)
4.Tekanan Osmotik (π)


Penurunan Tekanan Uap (ΔP)

Pengertian : Penurunan tekanan uap adalah penurunan tekanan uap jenuh zat pelarut
murni akibat adanya tekanan uap jenuh zat terlarut, sehingga mempengaruhi

laju penguapan zat pelarut murni tersebut. Penambahan zat terlarut dalam
suatu larutan akan menurunkan tekanan uap

Rumus :

Larutan Non Elektrolit : Larutan Elektrolit : Keterangan :

P = Po . Xpelarut P = Po . Xpelarut . i P = Tekanan Uap Larutan
ΔP = Po . Xpelarut ΔP = Po . Xpelarut . i Po = Tekanan Uap Pelarut Murni
ΔP = Penurunan Tekanan Uap
X = Fraksi Mol
i = faktor Van't Hoff


Penerapan Sifat
Penurunan Tekanan Uap

Laut Mati Kolam Apung

Laut mati merupakan contoh dari terjadinya Air yang berada di kolam apung ini memiliki kadar garam yang
penurunan tekanan uap, yaitu penurunan tekanan sangat tinggi, bahkan 10 kali lipat tingginya dibandingkan kadar
uap pelarut oleh zat terlarut yang tidak menguap. garam rata-rata dilautan.
Sehingga air berkadar garam sangat tinggi, ini

terletak di daerah gurun yang sangat panas dan Air atau pelarut yang ada di kolam apung ini sulit menguap
kering. karena tekanan uap pelarut menurun disebabkan karena
Dan, ia tentu saja tidak konsentrasi kadar garam yang sangat tinggi.
terhubung oleh laut Semakin banyak jumlah zat terlarut, maka pelarut semakin
bebas, sehingga sukar menguap. Dengan kata lain,
konsentrasi zat adanya zat terlarut menyebabkan
terlarutnya semakin penurunan tekanan uap cairan.
tinggi. Karena memiliki konsentrasi zat
terlarut sangat tinggi, maka
pada saat kita berenang di sini
akan mengapung atau tidak
tenggelam.


Penurunan Titik Beku (ΔTf)

Pengertian : Penurunan titik beku adalah penurunan titik beku pelarut akibat penambahan
zat terlarut yang tidak mudah menguap.

Rumus :

Larutan Non Elektrolit : Larutan Elektrolit : Keterangan :
ΔTf = kf.
ΔTf = kf. ΔTf = Penurunan titik beku
kf = Tetapan penurunan tb molal
. gr t = Massa zat terlarut
gr p = Massa zat pelarut
i = Faktor Van't Hoff


Penerapan Sifat
Penurunan Titik Beku

Antibeku Pada Radiator Mobil Mencairkan Salju

Di daerah beriklim dingin, biasanya menambah Aplikasi lainnya dari penurunan titik beku adalah untuk
etilen glikol ke dalam air radiator. Air radiator mencairkan salju seperti yang ada di jalanan. Pada umumnya,
mudah membeku di daerah beriklim dingin jika garam akan ditebarkan pada daerah dengan salju yang tebal.
keadaan ini di biarkan maka radiator akan
cepat rusak.


Dengan penambahan etilen Adanya garam dalam salju tersebut
glikol ke dalam air radiator tentunya akan menurunkan titik beku
diharapkan titik beku air salju dimana sebelum ada garam
dalam radiator menurun, memiliki titik beku 0 oC namun s
dengan kata lain air etelah ditaburi dengan garam
tidak mudah membeku. maka titik bekunya akan lebih rendah.
Akibatnya, karena suhu tersebut

adalah 0 oC maka itu diatas
suhu titik beku salju yang telah
diturunkan dan akan membuat
salju berubah menjadi cair kembali.


Kenaikan Titik Didih (ΔTb)

Pengertian : Kenaikan titik didih larutan adalah peristiwa di mana titik didih suatu larutan
akan lebih tinggi daripada pelarut murninya. Misalnya, air memiliki titik didih
100 derajat celcius. Saat suatu zat dilarutkan, air akan berubah menjadi larutan

dan titik didihnya menjadi lebih tinggi.

Rumus :

Larutan Non Elektrolit : Larutan Elektrolit : Keterangan :
ΔTb = kb.
ΔTb = kb. ΔTb = Kenaikan titik didih
kb = Tetapan kenaikan titik didih
. gr t = Massa zat terlarut
gr p = Massa zat pelarut
i = Faktor Van't Hoff


Penerapan Sifat
Kenaikan Titik Didih

Distilasi (Penyulingan Minyak Bumi) Radiator Kendaraan Bermotor

Distilasi adalah proses pemisahan senyawa Radiator yang biasa digunakan pada kendaraan
dalam suatu larutan dengan cara pendidihan. bermotor memerlukan kemampuan yang bagus dalam
Larutan ini akan dipisahkan dengan cara mengendalikan panas yang dihasilkan ketika kendaraan
menaikkan suhunya. digunakan dalam waktu yang cukup lama



Suhunya dinaikkan secara Maka dari itu perhitungan akan kenaikan titik didih
perlahan agar zat terlarut sangat diperlukan, karena cairan pada sebuah radiator
menguap dan dapat harus memiliki titik didih yang tinggi untuk mendinginkan
dipisahkan dengan mesin tanpa harus kehilangan banyak cairan itu sendiri.
pelarutnya.


Jika titik didihnya rendah, maka
cairan pada radiator akan lebih
cepat menguap yang akhirnya
menyebabkan radiator
kehabisan cairan.


Tekanan Osmotik (π)

Pengertian : Tekanan Osmotik juga merupakan tekanan yang dibutuhkan untuk
mempertahankan kesetimbangan osmotik antara satu larutan dengan pelarut

murninya.

Rumus :

Larutan Non Elektrolit : Larutan Elektrolit : Keterangan :
π=M.R.T.i
π=M.R.T π = Tekanan osmotik (Pa atau atm)
R = konstanta gas ideal 0,082 L atm/mol K
T = suhu mutlak (K)
M = molaritas larutan atau jumlah mol zat
terlarut per satuan volume (mol/ L)


Penerapan Sifat
Tekanan Osmotik

Pembuatan Obat Tetes Mata Proses Pengawetan Makanan

Cairan tetes mata sengaja dibuat mendekati isotonik terhadap Penerapan Tekanan Osmotik pada hal ini yaitu berkaitan
cairan mata, yang artinya mempunyai tekanan yang sama. dengan peristiwa pemanisan dan penggaraman atau

pengasinan bahan makanan. Garam dapur dapat menyerap
Hal tersebut dikarenakan agar obat tetes mata dapat diterima kandungan pada air sehingga dapat menghambat proses
oleh mata tanpa rasa nyeri dan juga agar tidak menyebabkan pembusukan. Dengan tekanan osmotik yang tinggi (Larutan
mata merasa nyeri supaya tidak keluar air mata yang dapat pekat) akan membuat cairan dari sel bakteri pembusuk
mencuci obat tersebut. cenderung bergerak keluar sehingga sel bakteri akan menjadi
rusak bahkan tidak bisa bertahan lama.




Apabila suatu tetes mata bersifat hipotonis terhadap mata maka, Peristiwa tersebut merupakan peristiwa krenasi.
cairan tetes mata tersebut akan menarik keluar cairan daripada Proses pembusukan oleh pertumbuhan
mata. Tetapi beberapa larutan mikroba yang menyebabkan makanan menjadi
tetes mata dibuat hipertonik busuk yang biasanya muncul pada permukaan
terhadap cairan mata yang makanan hingga bagian dalam makanan.
mempunyai tujuan untuk Oleh karena itu pada dunia industri makanan
meningkatkan daya serap pada kaleng biasanya menggunakan garam
mata sehingga mempercepat efek obat. dan gula sebagai pengawet alami pada makanan
yang akan dijual.


Terima
Kasih!


Click to View FlipBook Version