SIKAP DAN PERILAKU
ASERTIF
TUJUAN
Dapat memahami dan membedakan prilaku
agresif dan asertif, menerapkan perilaku
asertif dengan teman-temannya serta
mengembangkan sikap asertif untuk
menunjang prestasi
APERSEPSI
Mengekspresikan perasaan atau pikiran terhadap orang lain itu
penting. Terlebih jika itu dilakukan demi kebaikan orang tersebut. Ini
untuk menghindari keletihan emosional akibat selalu
menyembunyikan perasaan dan pikiran. Sehingga keinginan kita pun
tidak akan pernah tercapai karena tak terungkap. Celakanya, budaya
masyarakat kita seakan tidak menghargai sikap seperti ini. Ada stigma
"tidak sopan", "kurang ajar", "tidak punya etika", ketika seseorang
menyampaikan pesannya. Padahal, seringkali hal itu tidak menyalahi
aturan sama sekali. Bahkan, terkadang merupakan hak seseorang.
CIRI – CIRI PERILAKU ASERTIF
a. Bebas mengemukakan pikiran dan pendapat.
b. Dapat berkomunikasi secara langsung dan terbuka.
c. Mampu memulai, melanjutkan dan mengakhiri pembiacaraan
dengan baik.
d. Mampu menolak dan menyatakan ketidaksetujuan terhadap
pendapat orang lain, atau segala sesuatu yang tidak beralasan
dan cenderung bersifat negatif.
e. Mampu mengajukan permintaan dan bantuan kepada orang lain
ketika membutuhkan.
f. Mampu menyatakan perasaan, baik yang menyenangkan
maupun tidak.
g. Memiliki sikap dan pandangan yang aktif terhadap kehidupan.
h. Menerima keterbatasan dalam dirinya dengan tetap berusaha
untuk mencapai apa yang diinginkannya sebaik mungkin,
sehingga ketika berhasil ataupun gagal ia tetap memiliki harga
diri (self esteem) dan kepercayaan diri (self confidence).
ASPEK PERILAKU ASERTIF
Kesepuluh kunci pokok (Alberti & Emmons, 1995)
a. Pengungkapan diri.
b. Penghormatan terhadap orang lain.
c. Jujur.
d. Langsung.
e. Tidak membedakan, menguntungkan semua pihak.
f. Verbal, termasuk isi pesan (perasaan, hak-hak, fakta, pendapat-
pendapat, permintaan-pertamaan, dan batasan-batasan).
g. Nonverbal, termasuk gaya dan pesan (kontak mata, suara, postur,
ekspresi muka, jarak, waktu, kelancaran, dan mendengarkan).
h. Bukan suatu yang universal.
i. Bertanggung jawab secara sosial.
j. Dipelajari, bukan sesuatu yang dibawa sejak lahir.
Menurut Rakos ( dalam Louk, 2005)
Kemampuan Aspek - Aspek Content (Isi)
berinteraksi Perilaku Paralinguistik
Asertif
Perilaku
Non verbal
Tahapan Untuk Berperilaku Asertif
Tahap 1 : Monitor Diri Sendiri
Tahap 2 : Meniru Model
Tahap 3 : Gunakan Imajinasi
Tahap 4 : Desensitisasi
Tahap 5 : Jaga Kesinambungan